Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: alat2 musik Tradisional Chinese  (Read 117022 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

Offline marijuana

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 16
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Que siga la tradicion !
Re: alat2 musik Tradisional Chinese
« Reply #60 on: 11 December 2008, 11:26:22 PM »
[at] marijuana
salam kenal....berarti kenal ko ahok ya? beliau guru saya, beliau juga main di zi, yang qin juga.....

Salam Kenal Gina!
Dulu saya pernah datang untuk berkenalan dengan Ahok ke rumahnya, cuma ketemu sekali aja sih ...
Mungkin sekarang beliau sudah lupa :)

Offline gina

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 656
  • Reputasi: 89
Re: alat2 musik Tradisional Chinese
« Reply #61 on: 12 December 2008, 12:20:01 AM »
[at] marijuana
salam kenal....berarti kenal ko ahok ya? beliau guru saya, beliau juga main di zi, yang qin juga.....

Salam Kenal Gina!
Dulu saya pernah datang untuk berkenalan dengan Ahok ke rumahnya, cuma ketemu sekali aja sih ...
Mungkin sekarang beliau sudah lupa :)

o ya?hehhehhe...kapan2 main bareng, wah main alatnya jago nih, bs main er hu sama suling juga ya? hhehhehe :D sip sip akhirnya ketemu lagi org yg bs main alat tradisional
n_n

Offline marijuana

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 16
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Que siga la tradicion !
Re: alat2 musik Tradisional Chinese
« Reply #62 on: 12 December 2008, 10:30:12 AM »
o ya?hehhehhe...kapan2 main bareng, wah main alatnya jago nih, bs main er hu sama suling juga ya?  hhehhehe :D sip sip akhirnya ketemu lagi org yg bs main alat tradisional
n_n
Saya mainnya biasa aja sih, masih jauh dr istilah jago he he he ...
Biasanya kita di Bandung lebih fokus ke Guangdong yinyue dan Guangdong hanyue ... musik jadul :P

Offline Mr. Wei

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.074
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
Re: alat2 musik Tradisional Chinese
« Reply #63 on: 12 December 2008, 08:24:47 PM »
Wah kalo ngeles sih kagak mungkin, kekurangan dana besar2an :)) :))

Maksudnya alat musiknya, gituan mahal gak?

oooooo.....hehehe alatnya satuan kalo ga salah ada dr harga 300-500 rb, ga tau juga detail harganya..n_n

Seharga 1 buah gitar :))

Offline purnama

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.309
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
Re: alat2 musik Tradisional Chinese
« Reply #64 on: 13 December 2008, 10:30:58 AM »
[at] atas

iya, yg ini saya tau semua, maksudnya kalo diterjemahin ke indo, ga tau bhs indonya, hehehehe ;D
thx kpd bro/sis purnama sudah membantu :)

Maksud gina Akulturasi musik tradisional tionghoa di Indonesia, Khususnya gambang Keromong Begitu Gina
Kalo benar

Tulisan ini mungkin bs membantu gina :

Sebutan Gambang Kromong di ambil dari nama dua buah alat perkusi, yaitu gambang dan kromong. Bilahan Gambang yang berjumlah 18 buah, biasa terbuat dari kayu suangking, huru batu atau kayu jenis lain yang empuk bunyinya bila dipukul. Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi, berjumlah 10 buah (sepuluh pencon).

Orkes Gambang Kromong merupakan perpaduan yang serasi antara unsur-unsur Non tionghoa dengan unsur Tionghoa. Secara fisik unsur Tionghoa tampak pada alat-alat musik gesek yaitu Tehyan, Kongahyan dan Sukong, sedangkan alat musik lainnya yaitu gambang, kromong, gendang, kecrek dan gong merupakan unsur lokal betawi. Perpaduan kedua unsur kebudayaan tersebut tampak pula pada perbendarahaan lagu-lagunya.

Disamping lagu-lagu yang menunjukan sifat lokal betawi seperti Jali-jali, Surilang, Persi, Balo-balo, Lenggang-lenggang Kangkung, Onde-onde, Gelatik Ngunguk dan sebagainya, terdapat pula lagu-lagu yang jelas bercorak Tionghoa, baik nama lagu, alur melodi maupun liriknya seperti Kong Jilok, Sipatmo, Phe Pantaw, Citnosa, Macuntay, Gutaypan dan sebagainya.

Gambang ada satu alat tetabuhan dari gamelan "Salendro" atau "Pelog" yang telah dibawa masuk ka pulau jawa, Madura dan Bali oleh orang Hindu yang datang di sini sambil menyiarken agama Budha.

Menurut riwayat Indonesia, bangsa Tionghoa sedari jaman Prabu Brawdijaja, Raja dari Majapahit, itu masa kira-kira tahun 1300 - sudah ada di sini. Karena saja bermaksud buat menuturkan asal-usulnja "Orkest Gambang", maka gamelan "Salendro" dan "Pelog" saja tinggalkan, dan saja ajak pembaca akan mencari tahu, kenapa "Gambang Orchestra" digemarin oleh Peranakan Tionghoa sedari jaman dulu sampai sekarang.

Buat mendapatkan keterangan sampai jelas betul saja sudah puteri jakarta, bilangan Tangerang dan Bekasi. Orang-orang yang sudah tua, yang telah mendengar pula ini dari ia orang punya leluhur lagi, ada tuturken apa yang saja tulis di bawah. Sangat menggembirakan hati saja, saja telah biasa dapatkan not-not dari lagu-lagu, jang kebanyakan dari pemain-pemain orkest gambang jaman sekarang tidak mengarti, terkecuali mereka yang paham huruf mandarin.

------------------------------------------------------------ -----------------

TANJIDOR

Selain mendapat pengaruh dari budaya Cina, kesenian Betawi dipengaruhi oleh beragam budaya dari Eropa. Orkes Tanjidor, misalnya, mulai ada sejak abad ke-18. Konon salah seorang Gubernur Jenderal Belanda, Valckenier menggabungkan rombongan 15 orang pemain alat musik tiup Belanda dengan pemain gamelan, pesuling Cina, dan penabuh tambur Turki untuk memeriahkan pesta.

Tak heran, secara sepintas, bunyi orkes Tanjidor sangat mirip dengan lagu-lagu dalam kelompok marching band, tapi lagu-lagu barat berirama imarsi maupun wals yang dimainkan oleh para pemain tanjidor sudah sulit dilacak asal-usulnya, mengingat sejak awal keberaadannya dikembangkan sesuai selera sekaligus kemampuan ingat para juru panjaknya dari generasi ke generasi.

Sampai saat ini, Tanjidor masih ditampilkan untuk menyambut tamu, memeriahkan arak-arakan atau mengiringi pengantin. Namun dalam perayaan HUT Jakarta biasanya ditampilkan sebagai salah satu peserta festival. Menyebut Tanjidor, tampaknya identik dengan tokohnya, Marta Nya'at.

------------------------------------------------------------ ------------

Kesenian ini sering sekali jika anda mengunjungi jakarta ketika dekat hari imlek. Sering sekali musik gambang kromong dan Tanjidor ditampilkan. Kesenian ini dari suku betawi ini merupakan hasil asimilasi kesenian tinghoa dan penduduk lokal betawi sendiri. Sekarang penikmat gambang kromong dan tanjidor yang lebih banyak dinikmati oleh kaum senior dan kaum China benteng saja. Pertanyaannya apakah yang generasi yang lebih muda melupakan musik gemabang kromong dan tanjidor ?. Padahal kesenian ini pada masa pemerintahan Bung Karno sering tampil di kawasan pecinan jakarta. Sekarang hanya dinikmati sedikit orang saja. Kalo Imlek anda di jakarta pasti anda bisa menemukan kesenian ini tapi sayangnya sedikit wilayah jakarta yang menyediakan kesenian ini. Menurut pandangan kalian setuju ngak kalo kesenian ini diangkat kembali di Imlek ini ?

Konghian/Gaohu
[/img]http://i3.photobucket.com/albums/y54/bangben/gambang%20kromong/kongahyan.jpghttp://i3.photobucket.com/albums/y54/bangben/gambang%20kromong/sukong.jpg[img]

Offline purnama

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.309
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
Re: alat2 musik Tradisional Chinese
« Reply #65 on: 13 December 2008, 10:35:03 AM »
[at] atas

iya, yg ini saya tau semua, maksudnya kalo diterjemahin ke indo, ga tau bhs indonya, hehehehe ;D
thx kpd bro/sis purnama sudah membantu :)

Maksud gina Akulturasi musik tradisional tionghoa di Indonesia, Khususnya gambang Keromong Begitu Gina
Kalo benar

Tulisan ini mungkin bs membantu gina :

Sebutan Gambang Kromong di ambil dari nama dua buah alat perkusi, yaitu gambang dan kromong. Bilahan Gambang yang berjumlah 18 buah, biasa terbuat dari kayu suangking, huru batu atau kayu jenis lain yang empuk bunyinya bila dipukul. Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi, berjumlah 10 buah (sepuluh pencon).

Orkes Gambang Kromong merupakan perpaduan yang serasi antara unsur-unsur Non tionghoa dengan unsur Tionghoa. Secara fisik unsur Tionghoa tampak pada alat-alat musik gesek yaitu Tehyan, Kongahyan dan Sukong, sedangkan alat musik lainnya yaitu gambang, kromong, gendang, kecrek dan gong merupakan unsur lokal betawi. Perpaduan kedua unsur kebudayaan tersebut tampak pula pada perbendarahaan lagu-lagunya.

Disamping lagu-lagu yang menunjukan sifat lokal betawi seperti Jali-jali, Surilang, Persi, Balo-balo, Lenggang-lenggang Kangkung, Onde-onde, Gelatik Ngunguk dan sebagainya, terdapat pula lagu-lagu yang jelas bercorak Tionghoa, baik nama lagu, alur melodi maupun liriknya seperti Kong Jilok, Sipatmo, Phe Pantaw, Citnosa, Macuntay, Gutaypan dan sebagainya.

Gambang ada satu alat tetabuhan dari gamelan "Salendro" atau "Pelog" yang telah dibawa masuk ka pulau jawa, Madura dan Bali oleh orang Hindu yang datang di sini sambil menyiarken agama Budha.

Menurut riwayat Indonesia, bangsa Tionghoa sedari jaman Prabu Brawdijaja, Raja dari Majapahit, itu masa kira-kira tahun 1300 - sudah ada di sini. Karena saja bermaksud buat menuturkan asal-usulnja "Orkest Gambang", maka gamelan "Salendro" dan "Pelog" saja tinggalkan, dan saja ajak pembaca akan mencari tahu, kenapa "Gambang Orchestra" digemarin oleh Peranakan Tionghoa sedari jaman dulu sampai sekarang.

Buat mendapatkan keterangan sampai jelas betul saja sudah puteri jakarta, bilangan Tangerang dan Bekasi. Orang-orang yang sudah tua, yang telah mendengar pula ini dari ia orang punya leluhur lagi, ada tuturken apa yang saja tulis di bawah. Sangat menggembirakan hati saja, saja telah biasa dapatkan not-not dari lagu-lagu, jang kebanyakan dari pemain-pemain orkest gambang jaman sekarang tidak mengarti, terkecuali mereka yang paham huruf mandarin.

------------------------------------------------------------ -----------------

TANJIDOR

Selain mendapat pengaruh dari budaya Cina, kesenian Betawi dipengaruhi oleh beragam budaya dari Eropa. Orkes Tanjidor, misalnya, mulai ada sejak abad ke-18. Konon salah seorang Gubernur Jenderal Belanda, Valckenier menggabungkan rombongan 15 orang pemain alat musik tiup Belanda dengan pemain gamelan, pesuling Cina, dan penabuh tambur Turki untuk memeriahkan pesta.

Tak heran, secara sepintas, bunyi orkes Tanjidor sangat mirip dengan lagu-lagu dalam kelompok marching band, tapi lagu-lagu barat berirama imarsi maupun wals yang dimainkan oleh para pemain tanjidor sudah sulit dilacak asal-usulnya, mengingat sejak awal keberaadannya dikembangkan sesuai selera sekaligus kemampuan ingat para juru panjaknya dari generasi ke generasi.

Sampai saat ini, Tanjidor masih ditampilkan untuk menyambut tamu, memeriahkan arak-arakan atau mengiringi pengantin. Namun dalam perayaan HUT Jakarta biasanya ditampilkan sebagai salah satu peserta festival. Menyebut Tanjidor, tampaknya identik dengan tokohnya, Marta Nya'at.

------------------------------------------------------------ ------------

Kesenian ini sering sekali jika anda mengunjungi jakarta ketika dekat hari imlek. Sering sekali musik gambang kromong dan Tanjidor ditampilkan. Kesenian ini dari suku betawi ini merupakan hasil asimilasi kesenian tinghoa dan penduduk lokal betawi sendiri. Sekarang penikmat gambang kromong dan tanjidor yang lebih banyak dinikmati oleh kaum senior dan kaum China benteng saja. Pertanyaannya apakah yang generasi yang lebih muda melupakan musik gemabang kromong dan tanjidor ?. Padahal kesenian ini pada masa pemerintahan Bung Karno sering tampil di kawasan pecinan jakarta. Sekarang hanya dinikmati sedikit orang saja. Kalo Imlek anda di jakarta pasti anda bisa menemukan kesenian ini tapi sayangnya sedikit wilayah jakarta yang menyediakan kesenian ini. Menurut pandangan kalian setuju ngak kalo kesenian ini diangkat kembali di Imlek ini ?

Konghian/Gaohu



Tehyan / Erhu


Sukong/Gou hu


Maaf ^:)^ ^:)^

Baru belajar masukin gambar
Jadi maluuuuu

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: alat2 musik Tradisional Chinese
« Reply #66 on: 13 December 2008, 12:45:20 PM »
wah.. foto di atas sungguh inspired.. bayangkan saja yang bukan chinese saja bisa ikut mempopulerkan alat musik chinese..
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline gina

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 656
  • Reputasi: 89
Re: alat2 musik Tradisional Chinese
« Reply #67 on: 13 December 2008, 08:24:04 PM »
[at] Purnama

wah wah.... terima kasih sdh membantu  :) GRP 1 utk bro/sis Purnama  ;D
« Last Edit: 13 December 2008, 08:26:45 PM by gina »

Offline g.citra

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.372
  • Reputasi: 31
  • Gender: Male
  • Hidup adalah Belajar, Belajar adalah Hidup
Re: alat2 musik Tradisional Chinese
« Reply #68 on: 13 December 2008, 08:57:38 PM »
[at] Purnama

wah keren-keren...

selama ini saya pikir yang kayak gitu semuanya namanya sama (tehian) tapi ada juga macamnya...
saya juga ikutan ah kasih 1 GRP buat usahanya dapetin photo-photo...

btw hunting dimana bro...
Hobby photo yah... :))

Offline purnama

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.309
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
Re: alat2 musik Tradisional Chinese
« Reply #69 on: 15 December 2008, 09:58:23 AM »
"Bengawan Solo" dalam Musik Tradisional China

Sabtu, 13 Desember 2008 | 01:19 WIB



Lagu Bengawan Solo karya maestro keroncong asal Solo, Gesang Martohartono, dinyanyikan dalam irama keroncong, itu biasa. Namun, kalau ”Bengawan Solo” dinyanyikan dalam irama keroncong dengan iringan musik tradisional China, itu tidak biasa. Inilah yang ditampilkan Harmony Chinese Music Group Bandung pada Festival Keroncong Internasional 2008 atau International Keroncong Festival di Solo, Jawa Tengah, Kamis (4/12) malam.

Menggunakan alat-alat musik tradisional China, Harmony Chinese Music Group mempersembahkan permainan musik dalam irama keroncong yang menawan, mengiringi penyanyi Catya yang membawakan lagu ”Bengawan Solo”, ”Bunga Anggrek”, ”Bandung Selatan di Waktu Malam”, dan ”Jembatan Merah”.

Permainan alat musik, seperti yangqin (kecapi pukul), guzheng (kecapi), liuqin (chinese okulele), erhu (alat musik seperti rebab), pipa (chinese lute), sanxian (chinese banjo), danuan (bass), ruan (chinese gitar), dan dizi (suling), memukau ratusan penonton yang memenuhi Sitihinggil (salah satu tempat kegiatan raja) Keraton Surakarta, Solo.

Persembahan lagu ”Bengawan Solo” dari penyanyi Catya seakan membawa ”Bengawan Solo” ke negeri Tiongkok. Bahkan, Catya sempat berduet dengan GKR Wandansari (Pengageng Sasono Wilapa Keraton Surakarta) dalam lagu ”Jembatan Merah”.

”Menjadi peserta festival keroncong merupakan tantangan bagi kami karena ini pertama kali kami memainkan musik China dalam irama keroncong. Walau begitu, kami ingin menampilkan terbaik dan ikut memberi warna kebudayaan Indonesia,” ujar Andrey Harmony, Manajer Harmony Chinese Music Group, seusai pertunjukan.

Selain musik China, hari pertama IKF 2008 juga menampilkan karya musik keroncong dari negeri jiran Malaysia lewat penampilan Yayasan Warisan Johor. Permainan musik keroncong bernapaskan musik melayu mengiringi persembahan lagu berjudul ”Bunga Tanjung”, ”Bisikan Hati”, ”Aku dan Dia”, dan ”Gerimis Mengundang” dari Wahidah Abdulrahman. Lagu ”Gerimis Mengundang” yang juga populer di Indonesia dibawakan Wahidah dalam alunan suara yang menawan, menggetarkan hati.

”Saya bangga dan gembira karena bisa tampil dalam festival ini. Saya berusaha menghayati lagu-lagu yang akan dinyanyikan,” ujar Wahidah, yang mengaku baru pertama kali datang ke Solo.

Selain peserta dari Bandung dan Malaysia, penampilan dari Canina (Surabaya), Irama Bama (Surabaya), Congrock (Semarang), dan Orkes Damai (Solo) juga menjadi tontonan menarik. Di sela-sela festival keroncong, panitia IKF menyelipkan acara peragaan busana batik.

Sayangnya, walaupun suguhan acara ini menarik ditonton, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan musik keroncong pada hari pertama IKF 2008 tidak terlalu besar. Kegiatan Solo City Performance di Solo Grand Mall dan Solo Square yang digelar siang hari juga tidak banyak mengundang perhatian penonton.(SONYA HELLEN SINOMBOR)

http://kompas.com/read/xml/2008/12/13/01194152/quotbengawan.soloquot.dalam.musik.tradisional.china

Offline purnama

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.309
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
Re: alat2 musik Tradisional Chinese
« Reply #70 on: 20 January 2009, 02:23:20 PM »
menjelang imlek salh satu musik tradisonal ini sering sudah diperdengarkan. Dibanding masa lampau dilarang pada era orde baru

Offline Lien hua Rue Liang

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 122
  • Reputasi: 8
  • Gender: Male
Re: alat2 musik Tradisional Chinese
« Reply #71 on: 15 February 2009, 08:54:42 PM »
Quote
hhehhe...berminat belajar????suaranya enak lho....hihihi....
kalo ga salah 1 bulan 400 rb, 4 kali pertemuan...hehhehe

wow wow..
dulu sy blajar er hu gratis di Klenteng, dari muridny yg 6 orang akhirny tinggal sisa gw doank..
parah euy..

Offline Harmony

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 8
  • Reputasi: 0
Re: alat2 musik Tradisional Chinese
« Reply #72 on: 24 March 2009, 12:28:50 AM »
Hi Gina, Saya Andry Harmony, salam kenal ya  :) , terima kasih atas thread ini yang dapat membantu banyak orang. Terima kasih juga untuk Purnama yang telah memposting tulisan di Kompas tentang Chinese Music - Keroncong.
Jika ada yang dapat kami bantu jangan segan untuk mengutarakannya.  ;D

Offline Harmony

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 8
  • Reputasi: 0
Re: alat2 musik Tradisional Chinese
« Reply #73 on: 24 March 2009, 12:32:33 AM »
Untuk musiknya jika berkenan untuk melihat dapat di link ini :
Bengawan Solo
www.youtube.com/watch?v=F7Wgq2OHlJo

Offline gina

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 656
  • Reputasi: 89
Re: alat2 musik Tradisional Chinese
« Reply #74 on: 25 March 2009, 06:53:15 PM »
[at] Harmony

salam kenal juga :) terima kasih juga :)
Harmony orang kompas?