Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...  (Read 392849 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #120 on: 26 March 2009, 03:35:27 PM »
Saya mau tanya dong
kalau nyang bakar2 kertas itu dari mahayana? jika ya, jelasin dong
trus, kan suka ada ditulis nama2 d pelita. nah itu dari mahayana juga? jelasin juga donggg

terima kasih
Samma Vayama

Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #121 on: 26 March 2009, 03:47:52 PM »
^
^
^
itu bukan mahayana
itu tradisi, kalau tidak salah itu ajaran konghucu (mgkn lebih jelas nya bro purnama bisa menjelaskan, krn dia expert dibidang ini)

bukan nya sang buddha tidak melarang kita melakukan ritual tradisi, selama itu tidak bertentangan dengan ajaran sang buddha.
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #122 on: 26 March 2009, 03:50:13 PM »
Awal Mula Pemikiran Tanah Suci

Selama masa kehidupan Sang Buddha, ada seorang raja vernama Bimbisra yang dipenjara oleh putera mahkotanya sendiri, Pangeran Ajatasatru . Bahkan Ratu Vaidehi pun sulit bertemu dengan sang raja. Anak yang keras kepala ini kejam dan tidak mempunyai rasa berbakti. Ia merebut tahta dan memenjarakan sang raja. Raja Bimbisara merasa sangat sedih dan putus asa. Ia merasa prihatin atas Dunia Saha ini, yaitu dunia lima kemerosotan, yang penuh dengan penderitaan, setan-setan kelaparan, dan binatang. Ia berpikir dalam hati, “Oh, Buddha! Pada situasi sulit ini, mengapa Engkau tidak datang dan menolongku? Tunjukkanlah satu tempat berlindung yagn dapat menentramkan diriku yang letih ini!”

Ratu Vaidehi memohon untuk bertemu sang raja. Ajatasatru tidak mengijinkan Ratu Vaidehi membawa makanan kepada Raja Bimbisara. Raja Vaidehi dengan sedih melumuri madu dan tepung pada badannya untuk mengurangi rasa lapar sang raja. Pada saat tanpa harapan dan menyedihkan ini keduanya berdoa agar Buddha memberikan ajaran cinta kasih kepada mereka. Terjadilah seperti yagn mereka harapkan. Sang Buddha muncul didepan mereka melalui kekuatan gaib-Nya. Beliau berkata kepada Ratu Vaidehi dan Raja Bimbisara. “Pada jarak sepuluh juta milyar Tanah-tanah Buddha menuju barat dari Dunia Saha ini, terdapat sebuah dunia disebut kebahagiaan tertinggi, disana Buddha Amitabha sedang mengajarkan Dharma. Tidak ada penderitaan dalam dunia Amitabha. Itu adalah tempat yang paling suci, paling aman, dan paling membahagiakan. Anda hanya perlu membaca nama Buddha Amitabha. Buddha Amitabha akan menggunakan kekuatan tekad mulia-Nya untuk memanggil mereka yang menyebut nama-Nya untuk terlahir kembali di Tanah Suci”.

Setelah mendengar ajaran Sang Buddha, Raja Bimbisara dan Ratu Vaidehi mulai membaca berulang-ulang nam Amitabha. Sebuah hanmparan tanah yang terang dan bersih benar-benar muncul di depan mata mereka. Ini benar-benar Tanah Suci Amitabha yang membahagiakan. Ini merupakan awal mula filosofi Tanah Suci.
« Last Edit: 26 March 2009, 04:03:50 PM by naviscope »
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #123 on: 26 March 2009, 03:54:26 PM »
Kita mengetahui eksistensi Tanah Suci dari kejadian nyata orang-orang yang terlahir kembali di sana.

Di antara orang-orang yang membacakan berulang-ulang nama Buddha Amitabha, ada yang dapat meramalkan kapan mereka akan meninggal dunia; beberapa di antaranya dapat melihat Amitabha Buddha mengajak mereka secara pribadi; ada yang dapat mencium wangi aneh di kamar mereka. Peristiwa peristiwa seperti ini hanya terjadi pada mereka yang melatih ajaran Tanah Suci. Mereka dapat terlahir kembali di Tanah Suci saat mereka telah mencapai kesempurnaan latihan pembacaan berulang-ulang nama Buddha Amitabha.

Kita mengetahui eksistensi Tanah Suci dengan bukti ilmiah
Dari bukti ilmiah saat ini, kita ketahui bahwa ada sistem tata surya yang lain, di samping galaksi kita sendiri, dan terdapat banyak galaksi lain, selain yang kita tinggali. Alam semesta tidak terbatas luasnya; hal ini di luar imajinasi' umat manusia. Dengan kata lain, banyak terdapat dunia-dunia, selain planet Bumi kita.

Sebenarnya, kita tidak mernbutuhkan penemuan-penemuan dari ilmuwan-ilmuwan modem untuk membuktikan bahwa ada sistem tata surya lain di alam semesta.
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #124 on: 26 March 2009, 04:02:23 PM »
kutipan dari amitabha sutra:

"Pada masa yang akan datang, Buddhadharma akan hilang. Para raja siluman paling takut pada Surangama Sutra, dan karenanya Surangama Sutra akan lenyap terlebih dahulu, sebab tanpa Sutra ini, tidak ada yang bisa mengucapkan mantra.Lalu satu persatu Sutra-Sutra lainnya akan hilang.

Yang akan lenyap paling akhir adalah Amitabha Sutra. Ia akan tinggal di dunia seratus tahun lagi dan membawa makhluk hidup yang tak terhingga banyaknya menyebrangi lautan penderitaan menuju pantai lainnya, yaitu Nirvana.
« Last Edit: 26 March 2009, 04:05:32 PM by naviscope »
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #125 on: 26 March 2009, 04:05:19 PM »
penderitaan di alam dewa dan alam brahma juga hanya ada 1 saja, yaitu kematian... Tidak ada sakit, dan usia tua hanya sebentar saja menjelang kematian. Apakah di alam sukhavati ada kematian ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #126 on: 26 March 2009, 04:23:32 PM »
^
^
^
kutipan dari amitabha sutra (versi pendek)

"O Sariputra, demikinlah adanya negeri kebahagiaan sempurna dengan pahala dan kebajikan terhias, megah dan agung. Lagipula Sariputra, di negeri kebahagiaan sempurna makhluk hidup yang lahir semuanya Avaivartika. Di antara mereka banyak yang dalam kehidupan ini mencapai tingkat kebuddhaan, jumlah mereka sangatlah banyak tidak dapat dihitung dan hanya dapat disebut Kalpa Asankhyeya. Yang tiada terbatas, tiada terhingga."

Avaivartika (Sanskrit)  one who turns no more back; who goes straight to Nirvana.

IMHO, karena umur sangat sangattttttt............ panjannnnnnnnnnnngggggggggggggggggggggg,
menurut saya sangat sangat tidak mungkin terjadi kematian
karena sebelum mati, sudah mencapai nirvana terlebih dahulu....  ^-^

 ^:)^ kepada senior2 praktisi pure land, yang lebih expert didalam hal ini.

saya bukan praktisi pure land, saya hanya pemula praktisi tanah kristal lazuardi..... ^-^

CMIIW,

navis
« Last Edit: 26 March 2009, 04:28:46 PM by naviscope »
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #127 on: 26 March 2009, 04:33:28 PM »

saya bukan praktisi pure land, saya hanya pemula praktisi tanah kristal lazuardi..... ^-^

CMIIW,

navis

tanah kristal lazuardi = tanah suci buddha bhaisjayaguru ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline Gunawan

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 374
  • Reputasi: 28
  • Gender: Male
  • Siswa Berbaju Putih
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #128 on: 26 March 2009, 06:29:14 PM »
Awal Mula Pemikiran Tanah Suci

Selama masa kehidupan Sang Buddha, ada seorang raja vernama Bimbisra yang dipenjara oleh putera mahkotanya sendiri, Pangeran Ajatasatru . Bahkan Ratu Vaidehi pun sulit bertemu dengan sang raja. Anak yang keras kepala ini kejam dan tidak mempunyai rasa berbakti. Ia merebut tahta dan memenjarakan sang raja. Raja Bimbisara merasa sangat sedih dan putus asa. Ia merasa prihatin atas Dunia Saha ini, yaitu dunia lima kemerosotan, yang penuh dengan penderitaan, setan-setan kelaparan, dan binatang. Ia berpikir dalam hati, “Oh, Buddha! Pada situasi sulit ini, mengapa Engkau tidak datang dan menolongku? Tunjukkanlah satu tempat berlindung yagn dapat menentramkan diriku yang letih ini!”

Ratu Vaidehi memohon untuk bertemu sang raja. Ajatasatru tidak mengijinkan Ratu Vaidehi membawa makanan kepada Raja Bimbisara. Raja Vaidehi dengan sedih melumuri madu dan tepung pada badannya untuk mengurangi rasa lapar sang raja. Pada saat tanpa harapan dan menyedihkan ini keduanya berdoa agar Buddha memberikan ajaran cinta kasih kepada mereka. Terjadilah seperti yagn mereka harapkan. Sang Buddha muncul didepan mereka melalui kekuatan gaib-Nya. Beliau berkata kepada Ratu Vaidehi dan Raja Bimbisara. “Pada jarak sepuluh juta milyar Tanah-tanah Buddha menuju barat dari Dunia Saha ini, terdapat sebuah dunia disebut kebahagiaan tertinggi, disana Buddha Amitabha sedang mengajarkan Dharma. Tidak ada penderitaan dalam dunia Amitabha. Itu adalah tempat yang paling suci, paling aman, dan paling membahagiakan. Anda hanya perlu membaca nama Buddha Amitabha. Buddha Amitabha akan menggunakan kekuatan tekad mulia-Nya untuk memanggil mereka yang menyebut nama-Nya untuk terlahir kembali di Tanah Suci”.

Setelah mendengar ajaran Sang Buddha, Raja Bimbisara dan Ratu Vaidehi mulai membaca berulang-ulang nam Amitabha. Sebuah hanmparan tanah yang terang dan bersih benar-benar muncul di depan mata mereka. Ini benar-benar Tanah Suci Amitabha yang membahagiakan. Ini merupakan awal mula filosofi Tanah Suci.
Selama saya mempelajari Buddha Dhamma Theravada saya hanya mengetahui YM.Ananda Thera sebagai Bendahara Dhamma. YM.Anandalah yang mengulang Dhamma pada Konsili pertama dan YM.Ananda Thera tidak pernah menyebut-nyebut Masalah Tanah Suci ataupun Amitabha. Saya yang masih Bodoh Mau tanya Siapakah yang Mengulang Dhamma ajaran Sang Buddha pertama kali dan Kapan (Versi Mahayana) ?

Kita mengetahui eksistensi Tanah Suci dari kejadian nyata orang-orang yang terlahir kembali di sana.

Di antara orang-orang yang membacakan berulang-ulang nama Buddha Amitabha, ada yang dapat meramalkan kapan mereka akan meninggal dunia; beberapa di antaranya dapat melihat Amitabha Buddha mengajak mereka secara pribadi; ada yang dapat mencium wangi aneh di kamar mereka. Peristiwa peristiwa seperti ini hanya terjadi pada mereka yang melatih ajaran Tanah Suci. Mereka dapat terlahir kembali di Tanah Suci saat mereka telah mencapai kesempurnaan latihan pembacaan berulang-ulang nama Buddha Amitabha.

Kita mengetahui eksistensi Tanah Suci dengan bukti ilmiah
Dari bukti ilmiah saat ini, kita ketahui bahwa ada sistem tata surya yang lain, di samping galaksi kita sendiri, dan terdapat banyak galaksi lain, selain yang kita tinggali. Alam semesta tidak terbatas luasnya; hal ini di luar imajinasi' umat manusia. Dengan kata lain, banyak terdapat dunia-dunia, selain planet Bumi kita.

Sebenarnya, kita tidak mernbutuhkan penemuan-penemuan dari ilmuwan-ilmuwan modem untuk membuktikan bahwa ada sistem tata surya lain di alam semesta.

Saya yang masih Bodoh mau Tanya? Apakah hanya dengan Membacakan Mantra Amitabha saja kita bisa ke Tanah Suci? dan Siapakah yang dapat memberikan Bukti nyata dari keberadaan Tanah Suci tsb? Dan Apakah Hanya Praktisi Tanah Kristal Lazuardi saja yang mampu mencapai tanah Suci tsb?

Note : Saya Hanya mau Tanya dan Belajar Mengenai Mahayana .... ;D Tidak ada maksud lain.... :)  No Offense..... ^:)^


 _/\_
Thanks & Best Regards
Gunawan S S
Yo kho Vakkali dhamma? passati so ma? passati; yo ma? passati so dhamma? passati.
Dhammañhi, vakkali, passanto ma? passati; ma? passanto dhamma? passati"

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #129 on: 26 March 2009, 08:03:16 PM »
Gunawan S S:
Saya yang masih Bodoh mau Tanya? Apakah hanya dengan Membacakan Mantra Amitabha saja kita bisa ke Tanah Suci? dan Siapakah yang dapat memberikan Bukti nyata dari keberadaan Tanah Suci tsb? Dan Apakah Hanya Praktisi Tanah Kristal Lazuardi saja yang mampu mencapai tanah Suci tsb?

, Menurut gue seh kagak bisa bangett yakk
masa cuma baca doang coba.., yg fasti harus d dukung parami yang oke.
kecuali selama 40 tahun terus baca amitabha, non stop. gue jamin bisa tuh minimal alam brahma dahh dapet
Samma Vayama

Offline Gunawan

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 374
  • Reputasi: 28
  • Gender: Male
  • Siswa Berbaju Putih
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #130 on: 26 March 2009, 08:29:56 PM »
 [at] Atas = Apakah dan siapakah yang menjamin bahwa dengan membaca mantra Amitabha saja selama 40 tahun bisa mencapai alam Brahma?.... :-? , Dalam Ajaran Theravada bahwa seseorang yang melatih Meditasi Samatha dan jika mencapai Jhana/tingkat konsentrasi baru bisa ke alam-alam Brahma dan tidak pernah diajarkan bahwa dgn mantra bisa mencapai kebahagiaan. .... :) ........  :)

 _/\_
Thanks & Best Regards
Gunawan S S
Yo kho Vakkali dhamma? passati so ma? passati; yo ma? passati so dhamma? passati.
Dhammañhi, vakkali, passanto ma? passati; ma? passanto dhamma? passati"

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #131 on: 26 March 2009, 08:55:31 PM »
hhaha, kan kita lagi d konteks mahayana... kosongkan isi cangkirnya bro (gitu sebut guru zen)
coba u bayangkan bro
40 tahun nonstop, ucap2 amitabha terus.
mencerap jhana gak? mencerap lahh
« Last Edit: 26 March 2009, 09:01:05 PM by andry »
Samma Vayama

Offline coedabgf

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 946
  • Reputasi: -2
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #132 on: 26 March 2009, 10:38:49 PM »
Selama saya mempelajari Buddha Dhamma Theravada saya hanya mengetahui YM.Ananda Thera sebagai Bendahara Dhamma. YM.Anandalah yang mengulang Dhamma pada Konsili pertama dan YM.Ananda Thera tidak pernah menyebut-nyebut Masalah Tanah Suci ataupun Amitabha. Saya yang masih Bodoh Mau tanya Siapakah yang Mengulang Dhamma ajaran Sang Buddha pertama kali dan Kapan (Versi Mahayana) ?


Saya yang masih Bodoh mau Tanya? Apakah hanya dengan Membacakan Mantra Amitabha saja kita bisa ke Tanah Suci? dan Siapakah yang dapat memberikan Bukti nyata dari keberadaan Tanah Suci tsb? Dan Apakah Hanya Praktisi Tanah Kristal Lazuardi saja yang mampu mencapai tanah Suci tsb?

Note : Saya Hanya mau Tanya dan Belajar Mengenai Mahayana .... ;D Tidak ada maksud lain.... :)  No Offense..... ^:)^


Seperti semua perbincangan diskusi pengetahuan Dhamma yang berandai-andai, sayapun mau ikut cerita yang berandai-andai pula,
1.saya yang percaya buta yang seolah-olah hanya menggunakan sedikit intelektualitas sehingga seolah-olah membuta dibandingkan teman-teman yang dapat melihat melalui kepandaian pertimbangan pikiran intelektualitasnya masing-masing, hanya mau menggambarkan saja,
klo menurut kisah setelah maha parinibanna guru Buddha Sakyamuni, apakah sudah ada murid-murid atau pendengar yang dapat mengerti ajaran jalan mulia dan mencapai pencerahan langsung?. dan kapasitas Ananda pada saat itu sebelum konsili pertama apakah sudah dapat menembus kebenaran pengetahuan mulia pencerahan? seperti yang diceritakan, meskipun memiliki banyak perbendaharaan (mengikuti) pengajaran guru Buddha, tetapi hanya dengan cara teguran perenungan oleh Kassapa dan menyerah saat  menanggalkan kepandaian pengetahuan intelektualitasnya, Ananda baru mengerti hakekat kebenaran sejati dan tercerahkan. sehingga apakah ada kemungkinan apakah Ananda mengetahui semua segala sesuatunya secara keseluruhan tentang pengajaran guru Buddha? dan apakah ada kemungkinan juga ada terpecah pengikut-pengikut menurut keterbatasan penerimaan ajaran (kebijaksanaan para pengikut) yang menyebabkan terjadinya pengelompokan pendokumentasian (pengikut) ajaran-ajaran, bahkan saat guru Buddha hiduppun ada terjadi seperti cerita 500 murid yang keluar/pergi tidak mengikuti ajaran selanjutnya (maaf gambarannya klo gak salah)?

2.secara teoritis dan kenyataan bahwa setiap orang mewarisi karmanya masing-masing. secara kenyataannya akan kembali mengikuti jalur (kelekatannya) kepercayaannya/keyakinannya dan kenyataan mewarisi karmanya juga yang membentuk kehidupannya (dimana keyakinan dan kepercayaannya juga itu adalah hasil dari karma kehidupannyanya juga). Dan seperti yang sudah saya jelaskan/gambarkan/ilustrasikan pada tulisan terdahulu  bahwa alam-alam, dunia ini seperti rimba raya, ada tuan-tuan yang baik dan jahat, ada kerajaan-kerajaan dengan penguasa-penguasanya, ada yang didalam penguasaan tuan-tuan baik yang baik maupun yang jahat, atau dalam kerajaan-kerajaan, ada gelandangan terlunta-lunta, ada preman yang berlaku hukum rimba, tetapi tetap meskipun seolah-olah ada atau tiada hukum, semua ada di bawah/tunduk kepada (terproses oleh) satu kuasa hukum tertinggi dunia (yang berujung ketidak-kekalan/maut/kebinasaan), dimana anda akan terproses atau menuju pada akhirnya (setelah kematian) menurut pilihan keyakinan/kepercayaan anda masing-masing. Tinggal pilih saja iman/keyakinan/kepercayaan yang benar, yang sesat atau tanpa pengetahuan tentang kebenaran keyakinan yang benar.

Seperti sorga barat sukhavati, mereka yang sungguh-sungguh mempercayainya berarti mereka juga yang memiliki keyakinan dan berusaha mempersiapkan dirinya menyesuaikan diri menurut kebenaran pengajaran dalam setiap aspek kehidupan, (sehingga) memiliki keyakinan untuk dapat memperoleh kesempatan mengalami kehidupan disana.
Dan pada saat kematian jasmaninya, mereka akan dibawa oleh kekuatan Buddha Amitabha masuk dalam kehidupan surga sukhavati.
Dan satu hal bila setiap pemercaya yang mengalami kematian jasmani di bumi ini dibawa kesana oleh kekuatan Buddha Amitabha, berarti sebenarnya di bumi ini tidak ada perwakilan yang dibilang mewakili surga sukhavati (yang membilang baik oleh perorangan pribadi maupun suatu kelompok seperti yang terdengar pada pengakuan beberapa aliran). Dan disana mereka secara khusus (anggap saja saya istilahkan secara intensif) diajar dan belajar seperti yang saya beri ilustrasi kehidupan disana seperti biara shaolin, tapi bukan belajar pukulan (kung fu) melainkan belajar pendalaman DHAMMA hingga pencerahan oleh (kekuatan) guru BUDDHA Amithaba.


Semoga dapat menjadi aspirasi cerita fiksi yang menjadi kenyataan.
Good hope and love

Nb :
Penjelasan untuk beberapa pertanyaan tentang Christianity harap sabar.
iKuT NGeRumPI Akh..!

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #133 on: 26 March 2009, 11:49:52 PM »
kutipan dari marcedes :
tetapi bagaimana pandangan mahayana tentang pure land........
bisa dibuktikan dengan apa?
dengan "saddha" yang tebal seperti ajaran nasra*i Huh? alias percaya buta/blind faith.

"ehipassiko" kata ini selalu berhubungan langsung dengan ajaran buddha.

bro/ sis mercedes, sendiri bisa mengatakan ehipassiko, tidak berdasarkan kepercayaan yg membabi buta....

kalau gitu, kenapa tidak bro/ sis mercedes membuktikan nya sendiri dengan ehipassiko terlebih dahulu...
cobalah dengan keyakinan yang sepenuh hati dan tulus, melapalkan namo amitabha buddha selama maybe
1 bulan, dan cobalah liat hasilnya terlebih dahulu, jangan menjudge, sesuatu tanpa ehipassiko.
coba 1 bulan?...apa bisa lihat itu tanah dan bertemu buddha amitabha?
atau anda mau bilang, cuma di rasakan dengan batin.

bagi pemeditator...jangan tanya masalah "merasakan"

bro,nibbana yang diajarkan sangbuddha dengan 4 kesunyataan mulia dan JB 8.
itu adalah kenyataan saat ini...
bukan "nanti akan bahagia"

kalau anda melafalkan namo amitabha selama 1 bulan...lantas dapat apa? tiket ke alam sana?
dan hal apa yang meyakinkan anda kalau "alam" itu ada?

=============================================

saya pernah suatu kali bertemu dengan anak-anak....lalu mereka bercerita neraka itu seram panas, dan banyak api....
lalu saya berkata "sudah pernah ke sana?"
anak-anak tersebut menjawab "belum"....tapi kata ini, kata itu....dll... neraka itu demikian.

ujung-ujung nya dogmatis.


orang-orang nasran* juga sering bilang, kalau ada 2 orang berkumpul atau lebih memanggil nama Tuha* , maka Tuha* akan hadir disitu.
lantas, siapa yang bilang hadir?...sudah lihatkah?
hanya keyakinan buta saja...

saudara naviscope yang bijak,
jikalau saya melafalkan dan tidak dapat apa-apa?...
anda akan berkata "saudara/i marcedes kamu kurang yakin dan kurang tulus"

apa bedanya dengan gerej* kalau ada penyembuhan ilahi.
jika ditanya mengapa dia sembuh,saya tidak?

maka pendeta itu dengan enteng menjawab
"keyakinan anda belum kuat,anda harus lebih tulus menyerahkan segala-galanya pada Tuha*"

apakah ini namanya pelatihan mengembangkan batin?
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #134 on: 26 March 2009, 11:52:37 PM »
Awal Mula Pemikiran Tanah Suci

Selama masa kehidupan Sang Buddha, ada seorang raja vernama Bimbisra yang dipenjara oleh putera mahkotanya sendiri, Pangeran Ajatasatru . Bahkan Ratu Vaidehi pun sulit bertemu dengan sang raja. Anak yang keras kepala ini kejam dan tidak mempunyai rasa berbakti. Ia merebut tahta dan memenjarakan sang raja. Raja Bimbisara merasa sangat sedih dan putus asa. Ia merasa prihatin atas Dunia Saha ini, yaitu dunia lima kemerosotan, yang penuh dengan penderitaan, setan-setan kelaparan, dan binatang. Ia berpikir dalam hati, “Oh, Buddha! Pada situasi sulit ini, mengapa Engkau tidak datang dan menolongku? Tunjukkanlah satu tempat berlindung yagn dapat menentramkan diriku yang letih ini!”

Ratu Vaidehi memohon untuk bertemu sang raja. Ajatasatru tidak mengijinkan Ratu Vaidehi membawa makanan kepada Raja Bimbisara. Raja Vaidehi dengan sedih melumuri madu dan tepung pada badannya untuk mengurangi rasa lapar sang raja. Pada saat tanpa harapan dan menyedihkan ini keduanya berdoa agar Buddha memberikan ajaran cinta kasih kepada mereka. Terjadilah seperti yagn mereka harapkan. Sang Buddha muncul didepan mereka melalui kekuatan gaib-Nya. Beliau berkata kepada Ratu Vaidehi dan Raja Bimbisara. “Pada jarak sepuluh juta milyar Tanah-tanah Buddha menuju barat dari Dunia Saha ini, terdapat sebuah dunia disebut kebahagiaan tertinggi, disana Buddha Amitabha sedang mengajarkan Dharma. Tidak ada penderitaan dalam dunia Amitabha. Itu adalah tempat yang paling suci, paling aman, dan paling membahagiakan. Anda hanya perlu membaca nama Buddha Amitabha. Buddha Amitabha akan menggunakan kekuatan tekad mulia-Nya untuk memanggil mereka yang menyebut nama-Nya untuk terlahir kembali di Tanah Suci”.

Setelah mendengar ajaran Sang Buddha, Raja Bimbisara dan Ratu Vaidehi mulai membaca berulang-ulang nam Amitabha. Sebuah hanmparan tanah yang terang dan bersih benar-benar muncul di depan mata mereka. Ini benar-benar Tanah Suci Amitabha yang membahagiakan. Ini merupakan awal mula filosofi Tanah Suci.

jadi buddha ajar apa disitu?
4 kesunyataan mulia?

penderitaan saja tidak ada disana...buddha nya ngajarin apa?
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!