Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...  (Read 365954 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #45 on: 24 March 2009, 04:19:06 PM »
[at] gunawan

Buddhisme Mahayana mengenal adanya konsep Tri-Kaya (Tiga Rangkap Tubuh Buddha)

yaitu dharmakaya, sambhogakaya, dan nirmanakaya.
Dharmakaya (tubuh kebenaran)
Sambhogakaya (tubuh kebahagiaan)
Nirmanakaya (tubuh penjelmaan)

utk referensi nya silakan baca lebih lengkap disini
http://www.nshi.org/Buddhisme/Indonesia%20Buddhisme/Konsep-Trikaya.htm

Klu Theravada Penekanan sebagian besar pada nirmana-kaya dan dharma-kaya. CMIIW
Hal terbaik didalam ajaran Mahayana dilengkapi dengan Samboga-kaya atau badan melengkapi;melengkapi konsep Trikaya
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline sobat-dharma

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.284
  • Reputasi: 45
  • Gender: Male
  • sharing, caring, offering
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #46 on: 24 March 2009, 04:57:53 PM »
aku mo tambahkan juga, Buddha atau arahat atau orang suci siapa (yang mana) yang melanggar sila? coba sebutkan bro!

kutipan :
kutipan dari topik Puisi-puisi Master Chan Xuyun :
Menyelami Chan! Abaikan takhayul yang tak masuk akal itu
Hal itu membuat beberapa orang mengaku bahwa mereka mencapai Chan.
Keyakinan bodoh dari mereka yang belum terbangunkan.
Dan mereka adalah yang membutuhkan pendalaman Chan!



semoga kutipan ada relevansinya
good hope and love
coedabgf

bearti memang chan kan wakkaaaa

Jigong Chanshi [emanasi seorang Arhat] yang suka mabuk-mabukan dan makan daging

Dalam hal ini Bodhidharma memang pernah berkata:
"Seorang Buddha tidak menjaga sila-sila. Seorang Buddha tidak melakukan perbuatan baik ataupun perbuatan jahat. Seorang Buddha tidak bersemangat ataupun malas. Seorang Buddha adalah seseorang yang tidak melakukan apapun, seseorang yang bahkan tidak bisa memfokuskan pikirannya pada seorang Buddha. Seorang Buddha bukan Buddha."

Namun ia juga mengingatkan dengan segera bahwa:
 

"Mereka secara salah berpendirian bahwa segala sesuatu adalah kosong sehingga melakukan kejahatan tidaklah salah. Orang yang demikian terjerumus dalam neraka kegelapan tanpa akhir tanpa harapan untuk bebas. Mereka yang bijaksana tidak mempertahankan pemahaman demikian."

Bro, bahkan dalam Buddhisme Zen pun sila selalu penting dan pantang dilanggar secara leluasa
« Last Edit: 24 March 2009, 05:11:44 PM by sobat-dharma »
Mereka yang melihat-Ku dari wujud dan mengikuti-Ku dari suara terlibat dalam upaya salah. Mereka takkan melihat Aku. Dari Dharma-lah mestinya ia melihat Para Buddha. Dari Dharmakaya datang tuntunan baginya. Namun hakikat sejati Dharma tak terlihat dan tiada seorangpun bisa menyadarinya sebagai obyek

Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #47 on: 24 March 2009, 05:08:34 PM »
biar ga salah persepsi

nech saya kasi contoh lagi ya

Kuan Kong merupakan salah satu orang bijak yang harus diteladani, karena kesetiaan pada negara, pemberani.

Kuan Kong tidak akan membunuh orang ataupun merencanakan pembunuhan pada tentara musuh klo tidak ada sebabnya. jika Kuan Koang tidak berperang maka akan lebih BERSALAH lagi melihat penderitaan pada rakyat banyak.

upaya kausalya, itu tidak boleh sembarangan dipraktek-an, bukan berarti bisa mengunakan upaya kausalya untuk membenarkan tindakan.

sedangkan Jigong Chansi, mengunakan upaya-kausalya untuk menyadarkan orang-orang yang berasal dari berbagai tingkatan pemahaman.

"According to Mahayana Buddhism one of the attributes of a Bodhisattva is to use skill-in-means or upaya-kausalya. This refers to the ability to present Buddhist teachings in such a way as to be be understood by audiences with different levels of comprehension."

Seorang Bodhisattva menurut Mahayana hanyalah membimbing para makhluk di dalam menempuh jalan yang benar menuju nirvana. Itulah pengertian yang benar bagi "menyelamatkan semua makhluk". Mereka menggunakan berbagai metode-jitu (skillful means) yang disebut upaya kausalya (merupakan salah satu di antara 10 Paramita Mahayana)

Upaya kausalya berarti dengan terampil memanfaatkan berbagai metode untuk menarik perhatian dan mengarahkan para makhluk agar bersedia menapaki Jalan Dharma.

CMIIW,

navis

« Last Edit: 24 March 2009, 05:32:57 PM by naviscope »
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline Edward

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.968
  • Reputasi: 85
  • Gender: Male
  • Akulah yang memulai penderitaan ini.....
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #48 on: 24 March 2009, 07:59:11 PM »
Wah, kaget jg, dlm satu hari bisa serame ini...

Ow iya, dlm thread ini, gw hanya sebagai fasilitator, jadi bukan sebagai narasumber...Jadi, jika ada member lain yg bisa memberikan jawaban diskusi yg baik, silahkan membantu menjelaskan..

Mungkin ada beberapa pertanyaan yg gw bisa jawab, tetapi, gw ini pun masih seorang murid yg masih dan akan terus berlatih...Jadi semoga kita bisa saling asah, asih, asuh yahhh...

“Hanya dengan kesabaran aku dapat menyelamatkan mereka....."

Offline Edward

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.968
  • Reputasi: 85
  • Gender: Male
  • Akulah yang memulai penderitaan ini.....
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #49 on: 24 March 2009, 08:16:20 PM »
Penjelasan mengenai Alam Sukhavati bisa dicari referensi secara lengkap di dalam Sutra Amitabha dan The Longer Amitabha Sutra...
Berdasarkan beberapa buku yg gw baca, secara ringkas, Sukhavati sama seperti dunia saha kita ini, perbedaannya, di sukhavati masih ada Buddha yg masih mengajarkan Dhamma, dan dunia tersebut terbebas dari berbagai kekotoran duniawi. Sehingga dikatakan bahwa Tanah Suci Sukhavati merupakan dunia yg sangat pas dan tepat untuk mempelajari Dhamma secara langsung dari Buddha dan memperoleh pencerahan.
“Hanya dengan kesabaran aku dapat menyelamatkan mereka....."

Offline GandalfTheElder

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #50 on: 24 March 2009, 08:37:12 PM »
Quote
Apakah Sutra-sutra di Mahayana kebanyakan berisikan percapakan antara Sang Buddha dengan YM.Sariputta Thera? dan YM Sariputta Thera sebagai apa? atau di sebut apa ?

Tidak semua sutra Mahayana berisi percakapan dengan Yang Arya Shariputra. Sutra-sutra Mahayana seperti Sukhavativyuha dan sutra-sutra Prajnaparamita banyak mengisahkan percakapan antara Sakyamuni Buddha dengan Shariputra. Bahkan beliau diramalkan akan menjadi Samyaksambuddha. Di antara para Shravaka Arahat, beliau merupakan salah satu yang memahami Mahayana.

Di pohon perlindungan Karma Kagyu (salah satu aliran Vajrayana), di bagian Sangha juga terdapat Arya Shariputra.

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline GandalfTheElder

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #51 on: 24 March 2009, 08:42:58 PM »
Quote
Jigong Chanshi [emanasi seorang Arhat] yang suka mabuk-mabukan dan makan daging
omong - omong g juga suka sama cerita berita beliau pembabaran  beliau lebih dharma membumi

Hati-hati soalnya banyak kitab karangan Yi Guan Dao (Maitreya) berkenaan dengan Jigong Chanshi. Dan yang kebanyakan beredar adalah yang ini....

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline GandalfTheElder

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #52 on: 24 March 2009, 08:46:27 PM »
Quote
mau tanya, alam sukhavati itu = dgn alamnya anagami?
sebab d sebutkan d sukhavati d ajarkan dhamma oleh buddha amitabha dan lsg mencapai nibanna.
CMIIW

Beda dong.

Anagami ya tidak masuk Sukhavati....mereka terlahir di alam Abhasvara..... kecuali kalau dia beraspirasi untuk ke sana...... misalnya Raja Bimbisara yang mencapai tingkat Anagamin di awal pembabaran Sutra Amitayurdhyana.

 _/\_
The Siddha wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline GandalfTheElder

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #53 on: 24 March 2009, 08:52:13 PM »
Quote
sepertinya kebanyakan lahir dari Tiongkok ya?
lalu adakah aliran Mahayana yg lahir dan berkembang di India?

Di India:

1. Madhyamika, dibagi dua lagi:
a. Prasangika Madhyamika
b. Svatantrika Madhyamika

2. Yogacara (Vijnanavada)

Dua aliran Mahayana itu yang berkembang pesat di India.

Praktek dan pengikut Tantra di India juga bercampur dengan filosofi kedua ajaran tersebut.

Anda masih bisa menjumpai agama Buddha Mahayana versi India (walaupun sudah cukup berbeda gayanya) dengan naskah asli Sansekertanya di Nepal (kalangan masyarakat Newar), yang konon merupakan keturunan suku Sakya. Lagipula Nepal sendiri dikenal sebagai tempat kelahiran Pangeran Siddharta.

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline N1AR

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 930
  • Reputasi: 22
  • Yui
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #54 on: 24 March 2009, 08:57:09 PM »


Quote
nech saya kasi contoh lagi ya

Kuan Kong merupakan salah satu orang bijak yang harus diteladani, karena kesetiaan pada negara, pemberani.

Kuan Kong tidak akan membunuh orang ataupun merencanakan pembunuhan pada tentara musuh klo tidak ada sebabnya. jika Kuan Koang tidak berperang maka akan lebih BERSALAH lagi melihat penderitaan pada rakyat banyak.

bagaimana dengan lawannya, bukankah mempunyai tujuan yg sama?

Quote
sedangkan Jigong Chansi, mengunakan upaya-kausalya untuk menyadarkan orang-orang yang berasal dari berbagai tingkatan pemahaman.

"According to Mahayana Buddhism one of the attributes of a Bodhisattva is to use skill-in-means or upaya-kausalya. This refers to the ability to present Buddhist teachings in such a way as to be be understood by audiences with different levels of comprehension."

Seorang Bodhisattva menurut Mahayana hanyalah membimbing para makhluk di dalam menempuh jalan yang benar menuju nirvana. Itulah pengertian yang benar bagi "menyelamatkan semua makhluk". Mereka menggunakan berbagai metode-jitu (skillful means) yang disebut upaya kausalya (merupakan salah satu di antara 10 Paramita Mahayana)

apa tidak ada yg akan salah menagkap maksud Jigong Chansi nanti?
atau mungkin nanti seperti menjadi alasan bhante mata duitan yg beroperasi di pasar, yg ngaku2 berpanutan pada Jigong Chansi

Offline GandalfTheElder

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #55 on: 24 March 2009, 09:00:58 PM »
Quote
apa benar kalau mahayana tingkatnya lebih tinggi dari T ? kenapa?

Semuanya bertahap jalannya. Dari Hinayana terus Mahayana terus Vajrayana.

Apakah bertahap ini merupakan tinggi-tinggian atau tidak, silahkan renungkan sendiri.

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline GandalfTheElder

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #56 on: 24 March 2009, 09:03:03 PM »
Quote
apa tidak ada yg akan salah menagkap maksud Jigong Chansi nanti?
atau mungkin nanti seperti menjadi alasan bhante mata duitan yg beroperasi di pasar, yg ngaku2 berpanutan pada Jigong Chansi

Maka dari itu Jigong Chanshi sendiri pernah mengatakan bahwa seseorang seharusnya mengkritik perbuatannya, bukan malah menirunya mabuk-mabukan plus makan daging.

Demikianlah yang kudengar dari Bhiksu Hai Tao Fashi.

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline N1AR

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 930
  • Reputasi: 22
  • Yui
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #57 on: 24 March 2009, 09:07:40 PM »
Quote
apa benar kalau mahayana tingkatnya lebih tinggi dari T ? kenapa?

Semuanya bertahap jalannya. Dari Hinayana terus Mahayana terus Vajrayana.

Apakah bertahap ini merupakan tinggi-tinggian atau tidak, silahkan renungkan sendiri.

 _/\_
The Siddha Wanderer

kalau jalan bergitu dekat , kenapa mesti memilih jalan yg bergitu jauh

dan saya pernah bertanya.. kepada orang yg lebih tua. katanya, ajaran dari T ke M ke Tantra memang dari Tiongkok yah

Offline N1AR

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 930
  • Reputasi: 22
  • Yui
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #58 on: 24 March 2009, 09:10:18 PM »
Quote
apa tidak ada yg akan salah menagkap maksud Jigong Chansi nanti?
atau mungkin nanti seperti menjadi alasan bhante mata duitan yg beroperasi di pasar, yg ngaku2 berpanutan pada Jigong Chansi

Maka dari itu Jigong Chanshi sendiri pernah mengatakan bahwa seseorang seharusnya mengkritik perbuatannya, bukan malah menirunya mabuk-mabukan plus makan daging.

Demikianlah yang kudengar dari Bhiksu Hai Tao Fashi.

 _/\_
The Siddha Wanderer

seorang yg tidak dapat ditiru, apa bisa menjadi panutan?


Offline GandalfTheElder

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #59 on: 24 March 2009, 09:11:57 PM »
Quote
kalau jalan bergitu dekat , kenapa mesti memilih jalan yg bergitu jauh

dan saya pernah bertanya.. kepada orang yg lebih tua. katanya, ajaran dari T ke M ke Tantra memang dari Tiongkok yah

Di India udah ada ajaran dari T ke M terus ke Tantra.....

Ya kebanyakan orang yang lebih tua taunya ya dari tradisi Mahayana Tiongkok... makanya bilang begitu...

Mengenai jalan... gini deh... apa bisa anda langsung loncat jadi siswa SMA padahal anda belum menjadi siswa TK, SD atau SMP?

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.