Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: membunuh akhirya menjadi kebiasaan  (Read 37650 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #150 on: 07 December 2012, 02:07:36 PM »
kisah Angulimala tercatat dalam MN 86 Angulimala Sutta. tidak baik jika saya mengatakan kepada anda mana dongeng dan mana asli, arena bahkan tipitaka pun saya tidak menganggapnya asli 100%.

Ragu - Ragu... !!! Dalam Hal agama jika kita mengetahui sesuatu yang Benar, maka Tidak ada kata Tidak Baik atau Tidak. kecuali keragu-raguan yang melingkupi dirinya... Jika Benar katakanLah benar Jika  itu Salah Maka kataKanlah Salah, Maka itu Lebih baik adanya. Justru orang bisa mengetahui Bahwa ini Sebuah Kisah Dongeng Yang Tidak Perlu DiPercaya SediKitPun.

Mempelajari tentang Agama Bukan sedang Menina boboKan ank dengan Dongeng Si Kancil dan Buaya. Sebuah agama disisipi oleh sebuah Cerita yang dibumbui Oleh Dongeng2, Kisah2 Bualan masa lalu untk apa diPercayai... malah menjadi Tertawaan, Agama Macam apa ini,,  :-? :-?

Quote
tapi jika anda bertanya mana yg sesuai sutta dan mana yg tidak sesuai sutta, "mungkin" saya akan memberitahu anda.

Jika Demikian mari kita sama - sama TIDAK menggunakan kata Dongeng itu, tetapi dengan sesuai Sutta atau Tidak...   8)
« Last Edit: 07 December 2012, 02:09:37 PM by NagaSena »

Offline William_phang

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.101
  • Reputasi: 62
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #151 on: 07 December 2012, 02:25:40 PM »
Ragu - Ragu... !!! Dalam Hal agama jika kita mengetahui sesuatu yang Benar, maka Tidak ada kata Tidak Baik atau Tidak. kecuali keragu-raguan yang melingkupi dirinya... Jika Benar katakanLah benar Jika  itu Salah Maka kataKanlah Salah, Maka itu Lebih baik adanya. Justru orang bisa mengetahui Bahwa ini Sebuah Kisah Dongeng Yang Tidak Perlu DiPercaya SediKitPun.

Mempelajari tentang Agama Bukan sedang Menina boboKan ank dengan Dongeng Si Kancil dan Buaya. Sebuah agama disisipi oleh sebuah Cerita yang dibumbui Oleh Dongeng2, Kisah2 Bualan masa lalu untk apa diPercayai... malah menjadi Tertawaan, Agama Macam apa ini,,  :-? :-?

Jika Demikian mari kita sama - sama TIDAK menggunakan kata Dongeng itu, tetapi dengan sesuai Sutta atau Tidak...   8)

Saya rasa cerita Angulimala sudah ditunjukkan oleh Indra bahwa cerita tersebut di dalam MN (Majhima Nikaya)..dimana MN ini dipercaya oleh banyak scholar bahwa ini adalah peninggalan Budishme Awal sebelum perpecahan... justru Indra berbicara dg bukti otentik dari Nikaya....bukan atas dasar donggeng... pahamkah anda?.


Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #152 on: 07 December 2012, 03:05:15 PM »
Saya rasa cerita Angulimala sudah ditunjukkan oleh Indra bahwa cerita tersebut di dalam MN (Majhima Nikaya)..dimana MN ini dipercaya oleh banyak scholar bahwa ini adalah peninggalan Budishme Awal sebelum perpecahan... justru Indra berbicara dg bukti otentik dari Nikaya....bukan atas dasar donggeng... pahamkah anda?.

Maksud yg sy tulis Bukan tidak mempercayai naskah2 yg lebih awal Seperti  MN (Majhima Nikaya)..
Sy lebih mengomentari yang ini :

Quote
tidak baik jika saya mengatakan kepada anda mana dongeng dan mana asli

Dan ini Koment sy ini :

kecuali keragu-raguan yang melingkupi dirinya... Jika Benar katakanLah benar Jika  itu Salah Maka kataKanlah Salah, Maka itu Lebih baik adanya. Justru orang bisa mengetahui Bahwa ini Sebuah Kisah Dongeng Yang Tidak Perlu DiPercaya SediKitPun.
Kasihan Sekali Jika Ummat Buddha banyak yg mengetahui sebuah Kisah2 Dongeng dalam agamanya sendiri, tidak mengetahui mana Sutta2 Yang Sahih mana Yang Tidak , Yang lebih tahu iniLah yang harusnya memberitahu dan Meluruskan tohh.. Olehkarna itu bisa jadi ada buku2 yg bereda atau diDunia maya ini Kisah2 Dongeng yg sebetulnya hanya Rekaan Belaka, Tidak Sahih artinya Lemah diRagukan keBenarannya... Perlu adanya Sanggahan itu... Kecuali memang ya itu, Ragu2...


Lalu sy juga Menyinggung Yang ini :
Quote

from: Indra on 04 December 2012, 11:37:15 PM
dongeng tentang petikan senar itu adalah HOAX, silakan anda membuktikan sebaliknya.

bagian yg saya tandai dengan bold menunjukkan bahwa ia juga makan dan minum yg otomatis menggugurkan claim anda itu.

mungkin suka baca berita HOAX kale !, makanya jadi tidak waras*

*berdasarkan asumsi bro Rico


Silahkan anda berikan referensi Suttanya, Thanks....
« Last Edit: 07 December 2012, 03:29:57 PM by NagaSena »

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #153 on: 07 December 2012, 04:24:33 PM »
Silahkan anda berikan referensi Suttanya, Thanks....
=)) =)) =))

anda cocok jadi pelawak
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #154 on: 07 December 2012, 04:47:13 PM »
=)) =)) =))

anda cocok jadi pelawak

Spertinya anda yg lebih cocok jadi Pelawak, karna tertawa terus...   :-?

SedangKan koment sy yg pertama Tidak Dijawab   :)

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #155 on: 07 December 2012, 05:03:21 PM »
yang mana??
kelewatan ya??
please repeat
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #156 on: 07 December 2012, 10:49:11 PM »
Ragu - Ragu... !!! Dalam Hal agama jika kita mengetahui sesuatu yang Benar, maka Tidak ada kata Tidak Baik atau Tidak. kecuali keragu-raguan yang melingkupi dirinya... Jika Benar katakanLah benar Jika  itu Salah Maka kataKanlah Salah, Maka itu Lebih baik adanya. Justru orang bisa mengetahui Bahwa ini Sebuah Kisah Dongeng Yang Tidak Perlu DiPercaya SediKitPun.


saya tidak mengatakan bahwa saya ragu2, pun saya tidak membantahnya, tapi itu jelas adalah asumsi anda sendiri. dan apa yg menjadi asumsi anda sama sekali bukan urusan saya, saya tidak wajib memberitahu apa pun kepada anda. statement saya cukup jelas, bahwa saya tidak menganggap tipitaka itu 100% asli, yg artinya mungkin 50% atau 75% atau 90% asli, tapi saya tidak menerima seluruhnya. semoga anda memahami kalimat sederhana ini.

Quote
Mempelajari tentang Agama Bukan sedang Menina boboKan ank dengan Dongeng Si Kancil dan Buaya. Sebuah agama disisipi oleh sebuah Cerita yang dibumbui Oleh Dongeng2, Kisah2 Bualan masa lalu untk apa diPercayai... malah menjadi Tertawaan, Agama Macam apa ini,,  :-? :-?
entah... menurut anda agama macam apa ini?

Quote
Jika Demikian mari kita sama - sama TIDAK menggunakan kata Dongeng itu, tetapi dengan sesuai Sutta atau Tidak...   8)

silakan anda dengan pilihan anda dan saya dengan pilihan saya, ada masalah dengan ini?

Offline M14ka

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.821
  • Reputasi: 94
  • Gender: Female
  • Live your best life!! ^^
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #157 on: 08 December 2012, 10:34:17 AM »
Quote
Sebagai tambahan pada insentif ini untuk jujur mengakui kesalahan, Sang Buddha memblokir jalan menuju penyangkalan. Para sosiologis modern telah mengidentifikasi lima strategi dasar yang digunakan untuk menghindari menerima tuduhan ketika mereka telah menyebabkan kerusakan, dan patut dicatat bahwa ajaran kitab Pāḷi mengenai tanggung jawab moral sesuai untuk memotong kesemua lima poin tersebut. Strategi-strategi tersebut adalah: menolak bertanggung jawab, menyangkal telah melakukan pengrusakan, menolak menghargai si korban, menyerang yang menuduh, dan mengaku bahwa melakukan hal tersebut untuk kepentingan yang lebih tinggi. Jawaban dari kitab Pāḷi untuk Strategi-strategi tersebut adalah: (1) Kita selalu bertanggung jawab terhadap pilihan sadar kita. (2) Kita seharusnya selalu menempatkan diri kita dalam posisi orang lain. (3) Semua makhluk patut dihormati. (4) Kita seharusnya menganggap mereka yang menunjukkan kesalahan-kesalahan kita seolah-olah mereka menunjukkan harta karun. (Para bhikkhu, bahkan, diwajibkan untuk tidak menunjukkan rasa tak hormat pada orang yang mengkritisi mereka, bahkan jika mereka tidak merencanakan untuk menerima kritik tersebut.) (5) Tidak ada — diulangi, tidak ada — kepentingan-kepentingan yang lebih tinggi yang dapat membenarkan pelanggaran sila-sila dasar kelakuan moral.

Dalam menyusun standar-standar ini, Sang Buddha menciptakan sebuah konteks nilai-nilai yang mendorong agar kedua belah pihak yang mengusahakan rekonsiliasi untuk menggunakan ucapan benar dan terlibat dalam refleksi diri yang mendasar terhadap semua praktek Dhamma secara jujur dan bertanggung jawab. Dengan cara ini, standar-standar tentang kelakuan benar dan salah, tidak menekan atau picik, malah menimbulkan kepercayaan yang mendalam dan bertahan lama. Sebagai tambahan untuk menciptakan keharmonisan eksternal yang kondusif untuk praktek Dhamma, proses rekonsiliasi dengan demikian menjadi pula sebuah kesempatan bagi pengembangan batin.
http://dhammacitta.org/dcpedia/Rekonsiliasi_Benar_Salah_(Thanissaro)

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #158 on: 10 December 2012, 09:48:12 AM »
yang mana??
kelewatan ya??
please repeat

Pantas hanya bisa Tertawa...


Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #159 on: 10 December 2012, 03:32:52 PM »
Sy Tidak Katakan Langsung Dibunuh... Bahkan sy Katakan sebisa mungkin menghindari membunuh.
Silahkan tunjukan Koment sy Yang Langsung diBunuh?? hhmm.. spertinya anda salah tanggap dari koment yg sy Tulis....  :-? :-?
oh yang ini??

Jika TIDAK Membiarkan, Terus apa yang akan Kamu lakukan?Mau mengatakan sama kera. Kera manis berhenti menerkan bayi itu ya..  :-[ :-[
Salah2 kmu yg diSerang sama tuh Kera... Lalu apa yg akan kamu lalukan Berdiam diri atau melawan kera tersebut...

Pada kondisi tertentu dimna membahayakan diri sendiri atau org lain/mahluk lain, Jika sudah tidak ada piihan lain, terdesak untuk membunuh yg pasti dilakukan Jika kita mampu melawan. Kecuali Orang Cacat  tohh  :) :) Justru Jika Kita mampu melakukan sesuatu untuk menyelamatkan nyawa mahluk hidup adalah pilihan yg tepat dari pada ada kemampuan tapi Berdiam Diri hanya melihat saja... Bahkan berbagga hati dgn mengatakan tidak melanggar sila pertama  :-? :-?
Selama setelah melakukan pembunuhan tersebut tidak dengan kekejian dan diLiputi oleh rasa kebahagian, kesenangan, kebencian, kemelekatan Tetapi ada rasa penyesalan dan Pikiran yang buruk... Maka akan berpengaruh pada Kualitas dari karma Buruk itu sendiri..

Sudah sampai pada tingkat Bathin berapa kamu, ketika hal2 tersebut terjadi tetapi tidak ada rasa simpati, empati, miris melihat semua kejadian yg sperti itu terjadi Tidak Ada Niat untuk Menolong Sekalipun Kita yg terluka atau bahkan mati karna menolong orang lain/mahluk hidup lain... Atau mungkin sudah pada Taraf Tidak mengenal lagi Rasa Bahagia dan Rasa menderita Hingga yang ada meliputi diri adalah hanya rasa Kehampaan saja atau kekosongan.. Tidak ada rasa simpatik pada lingkungan disekitar kita...  :-? :-?
semoga cukup gede ya..... ;)
pantes suka nelan ludah sendiri.... :whistle:
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #160 on: 11 December 2012, 02:12:36 PM »
oh yang ini??
semoga cukup gede ya..... ;)
pantes suka nelan ludah sendiri.... :whistle:

NGELANTUR nihh orang...  Jangan2 Lagi BerGumam sendirian Juga Kali.. Eh yang diPost yg udah lewat2...  :)) :))  :))

Klo mau Jawab koment sy langsung aja dari komentar yg sy tulis... jgn tau2 dipotong Loncat diPost disini...   ;D ;D

Awalnya Bicarain Doneng eh Tau2 yg ini yang diPost....  :)) :))

Quote

Posted by: will_i_am
« on: 07 December 2012, 04:24:33 PM »
Insert Quote
Quote
Quote from: NagaSena on 07 December 2012, 03:05:15 PM
Silahkan anda berikan referensi Suttanya, Thanks....
 
Quote
anda cocok jadi pelawak


Quote from: will_i_am on 07 December 2012, 04:24:33 PM

anda cocok jadi pelawak



Spertinya anda yg lebih cocok jadi Pelawak, karna tertawa terus...   

SedangKan koment sy yg pertama Tidak Dijawab

« Last Edit: 11 December 2012, 02:16:45 PM by NagaSena »

Offline hemayanti

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.477
  • Reputasi: 186
  • Gender: Female
  • Appamadena Sampadetha
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #161 on: 11 December 2012, 03:25:09 PM »
oh yang ini??
semoga cukup gede ya..... ;)
pantes suka nelan ludah sendiri.... :whistle:
ough... sangat2 jelas sodara william. :jempol:
"Sekarang, para bhikkhu, Aku mengatakan ini sebagai nasihat terakhir-Ku: kehancuran adalah sifat dari segala sesuatu yang terbentuk. Oleh karena itu, berjuanglah dengan penuh kesadaran."

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #162 on: 11 December 2012, 04:43:56 PM »
ough... sangat2 jelas sodara william. :jempol:
turut bermudita-citta :))

NGELANTUR nihh orang...  Jangan2 Lagi BerGumam sendirian Juga Kali.. Eh yang diPost yg udah lewat2...  :)) :))  :))

Klo mau Jawab koment sy langsung aja dari komentar yg sy tulis... jgn tau2 dipotong Loncat diPost disini...   ;D ;D

Awalnya Bicarain Doneng eh Tau2 yg ini yang diPost....  :)) :))

males cari lagi ah...
abisin bandwith
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline M14ka

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.821
  • Reputasi: 94
  • Gender: Female
  • Live your best life!! ^^
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #163 on: 11 December 2012, 04:51:31 PM »
turut bermudita-citta :))
males cari lagi ah...
abisin bandwith

 :))

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #164 on: 12 December 2012, 04:18:49 PM »
turut bermudita-citta :))
males cari lagi ah...
abisin bandwith

Abisin Bandwith, apa tidak mampu menjawab?  :D