Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: membunuh akhirya menjadi kebiasaan  (Read 35244 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline sefung

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 189
  • Reputasi: 4
  • ajaran ini sangat sederhana tp sulit dipahami
membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« on: 14 November 2012, 01:07:25 AM »
para sesepuh minta pencerahanya  ^:)^
awalnya saya dl jarang membunuh mahkluk apaan karena tentu takut sama hukum karma.
kejadian ini sejak pindah kerumah baru banyak sekali nyamuk, sehari bisa membunuh nyamuk puluhan,

awalnya pertama kali membunuh rasanya sngat berdosa ( bahasa umum ) tp lama kelamaan rasanya membunuh nyamuk menjadi hal yg biasa. .. tiap hari hampir sethun selalu membunuh nyamuk puluhan,  kalau begini terus  sampai kapan br benar2 bisa melaksanakan 5 sila yg paling rendah? ????

yg ingin saya tanyakan apakah membunuh nyamuk setelah nyamuk itu binasa,  saya mendoakannya  supaya lahir di alam yg bahagia
apakah masih menimbun karma buruk?

pertanyaan ke 2
berbohong  tanpa menyakti manusia apakah termasuk karma buruk?

semogA pada sesepuh bisa mencerahkan saya 
sejak menyadari hidup ini penuh dengan peneritaan dan kondisi spt ini, sayapun enggan mencari gara2 dengan karma buruk lg.

semoga pertannyaan ini tidak  konyol walaupun agak konyol bagi saya,  namun  tak ada salahnya bertanya berharap sebuah jawaban dharma dari sesepuh disini
 _/\_
memuliakan agama sendiri dengan merendahkan agama yg lain, justru mencoreng agamanya sendiri

Offline Wolvie

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 805
  • Reputasi: 25
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #1 on: 14 November 2012, 01:17:59 AM »
dua2nya tetap menghasilkan karma klo menurut gw sih..

membunuh ya tetap ada..

mendoakan mereka ya itu setidaknya menanam karma baik lewat pikiran..

klo udah tau ya setidaknya coba kurangin lah, pasang kelambu ato gimana, mungkin di ruangan pasang kipas angin juga bisa mengurangi

Offline siswahardy

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 615
  • Reputasi: 10
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #2 on: 14 November 2012, 01:27:19 AM »
yg ingin saya tanyakan apakah membunuh nyamuk setelah nyamuk itu binasa,  saya mendoakannya  supaya lahir di alam yg bahagia
apakah masih menimbun karma buruk?
tetap saja masih menimbun karma buruk, tapi setidaknya anda terpaksa dan telah mendoakannya

berbohong  tanpa menyakti manusia apakah termasuk karma buruk?
tetap saja termasuk karma buruk, tapi setidaknya bukan untuk menyakiti orang tsb

jadi setiap perbuatan pasti ada konsekwensinya, namun kondisi subjek dan objek juga mempunyai pengaruh thd konsekwensi
yang penting, sebelumnya dipikirkan opsi-opsi yang ada dan baik-buruknya, lalu usahakan untuk memilih yang paling baik
setelah itu laksanakanlah apa yang telah diputuskan, tanpa perlu dibayang-bayangi rasa cemas yang berlebihan

Offline sefung

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 189
  • Reputasi: 4
  • ajaran ini sangat sederhana tp sulit dipahami
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #3 on: 14 November 2012, 01:32:46 AM »
tetap saja masih menimbun karma buruk, tapi setidaknya anda terpaksa dan telah mendoakannya
tetap saja termasuk karma buruk, tapi setidaknya bukan untuk menyakiti orang tsb

jadi setiap perbuatan pasti ada konsekwensinya, namun kondisi subjek dan objek juga mempunyai pengaruh thd konsekwensi
yang penting, sebelumnya dipikirkan opsi-opsi yang ada dan baik-buruknya, lalu usahakan untuk memilih yang paling baik
setelah itu laksanakanlah apa yang telah diputuskan, tanpa perlu dibayang-bayangi rasa cemas yang berlebihan

menjadi serba salah skg. ..

kenapa postingan jd ada 2 yah 
memuliakan agama sendiri dengan merendahkan agama yg lain, justru mencoreng agamanya sendiri

Offline siswahardy

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 615
  • Reputasi: 10
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #4 on: 14 November 2012, 01:33:54 AM »
[at] momod

thread ini kok bisa double dgn thread ini

Offline sefung

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 189
  • Reputasi: 4
  • ajaran ini sangat sederhana tp sulit dipahami
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #5 on: 14 November 2012, 01:35:13 AM »
dua2nya tetap menghasilkan karma klo menurut gw sih..

membunuh ya tetap ada..

mendoakan mereka ya itu setidaknya menanam karma baik lewat pikiran..

klo udah tau ya setidaknya coba kurangin lah, pasang kelambu ato gimana, mungkin di ruangan pasang kipas angin juga bisa mengurangi

masalahnya diruang tamu bro. ..jd serba salah d

kenapa double posting yah
memuliakan agama sendiri dengan merendahkan agama yg lain, justru mencoreng agamanya sendiri

Offline siswahardy

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 615
  • Reputasi: 10
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #6 on: 14 November 2012, 01:37:06 AM »
menjadi serba salah skg. ..

ngak jugalah... pilih saja yang paling baik...  :)

Offline sefung

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 189
  • Reputasi: 4
  • ajaran ini sangat sederhana tp sulit dipahami
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #7 on: 14 November 2012, 01:41:14 AM »


ngak jugalah... pilih saja yang paling baik...  :)

itu yg binggung, di usir 1000x pasti datang lagi, dibiarmengigittubuh menderita jg.  makaya jd serbah sulit
memuliakan agama sendiri dengan merendahkan agama yg lain, justru mencoreng agamanya sendiri

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.963
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #8 on: 14 November 2012, 05:19:19 AM »
para sesepuh minta pencerahanya  ^:)^
awalnya saya dl jarang membunuh mahkluk apaan karena tentu takut sama hukum karma.
kejadian ini sejak pindah kerumah baru banyak sekali nyamuk, sehari bisa membunuh nyamuk puluhan,

sebagai umat awam yang berkeyakinan kepada Sang Tiratana, tentunya anda sudah melakukan perbuatan yang melanggar sila 1

daerah sub tropis memang sangat subur bagi perkembangan biak nyamuk, apalagi di Indonesia, dimana saluran got tidak bersih dan tersumbat
jadi nyamuk bukan hanya di rumah baru, dimana2 juga ada.
jika untuk menghindari nyamuk masuk rumah, pasanglah kawat nyamuk di pintu atau di jendela.

Quote

awalnya pertama kali membunuh rasanya sangat berdosa ( bahasa umum ) tp lama kelamaan rasanya membunuh nyamuk menjadi hal yg biasa. .. tiap hari hampir setahun selalu membunuh nyamuk puluhan,  kalau begini terus  sampai kapan br benar2 bisa melaksanakan 5 sila yg paling rendah? ????

anda yang harusnya bertekad praktek sila dan hanya anda yang bisa berhenti membunuh, bukan orang lain yang ditanya !

Quote
yg ingin saya tanyakan apakah membunuh nyamuk setelah nyamuk itu binasa,  saya mendoakannya  supaya lahir di alam yg bahagia, apakah masih menimbun karma buruk?

jika sudah membunuh nyamuk kemudian melakukan doa, kemudian kamma buruk akan berkurang  ???, cara ini hanya pembenaran utk membunuh.
tidak ada gunanya kamu berdoa, karena perbuatan buruk sudah dilakukan,
yang anda bisa lakukan adalah berhentilah membantai nyamuk/hewan lainnya.

Quote
pertanyaan ke 2
berbohong  tanpa menyakiti manusia apakah termasuk karma buruk?

dan ini sering terjadi, kita hanya menduga2 bahwa dengan berbohong kepada orang itu agar yang dibohong tidak tersakiti, bisa saja dengan ucapan benar malah orang itu senang.

berbohong adalah perbuatan melanggar sila 4, termasuk perbuatan buruk.
jika sering dilakukan tentunya ucapan2 anda tidak dihargai.

Quote
semogA pada sesepuh bisa mencerahkan saya 
sejak menyadari hidup ini penuh dengan peneritaan dan kondisi spt ini, sayapun enggan mencari gara2 dengan karma buruk lg.

sebagai umat awam berkeyakinan kepada Sang Tiratana, setiap hari wajib berlatih praktek 5 sila dan berlatih praktek 8 sila pada hari uposatha.

Quote
semoga pertannyaan ini tidak  konyol walaupun agak konyol bagi saya,  namun  tak ada salahnya bertanya berharap sebuah jawaban dharma dari sesepuh disini
 _/\_

lebih bagus bertanya, dari pada bingung  ???
seperti pepatah mengatakan malu bertanya sesat di jalan

semoga jawaban ini, bisa meyakinkan anda untuk bertekad latihan 5 sila.
 _/\_
« Last Edit: 14 November 2012, 05:33:51 AM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #9 on: 14 November 2012, 07:14:41 AM »
Masalah nyamuk seperti nya masalah paling banyak dikaitkan dengan sila ke 1.

Sebenarnya banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengusir nyamuk seperti memakai lotion anti nyamuk, membersihkan ruangan yang banyak nyamuknya ( setau saya nyamuk tidak suka tempat bersih) ataupun menyemprot obat nyamuk dan lain acara yang mungkin kita dapat lakukan.

Dilema pasti nyamuk kita tidak usir/ bunuh akan menganggu kita dan keluarga. Kita bisa tidak membunuh tapi dapatkah kita rela nyamuk itu menganggu anak kita atau keluarga kita yang kita sayangi dirumah. logika kita berkerja banyak nyamuk dapat menimbulkan penyakit seperti Deman berdarah misalanya.

Saya disini tidak mencoba membuat sesuatu penyangkalan bahwa bunuh nyamuk tidak melanggar sila sebab setau saya sila kita ambil sebagai pedoman hidup untuk mengatur kehidupan kita agar lebih baik. Tetapi bila sesuatu kondisi yang membuat kita harus melakukan sesuatu tindakan akan lebih baiknya kita menimbang terlebih dahulu resikonya dan bila kita sanggup menghadapi resiko tersebut maka lakukan bahkan bila kita harus melanggar sebuah sila yang kita yakini.

Contoh sederhana dikeluarga saya ada bayi dan kita tahu bila bayi digigit nyamuk akan terlihat jelas bekas bentolannya di kulitnya bahkan dapat menjadi bernanah. Kalau saya tidak membunuh nyamuk yanga ada di sekitar ruangan bayi itu berada maka ini akan membuat bayi saya menderita. Maka dengan kemelekatan saya pada rasa kasihan pada bayi dan dendam pada si nyamuk maka saya bantai nyamuk nyamuk tersebut. Salah kah perbuatan saya? Bisa dikatakan salah dan bisa juga dikatakan tidak, ini semua tergantung pola pandang dan pikir seseorang.

Kita sebagai manusia yang banyak sekali debu dimata kita sangat sukar terlepas dari lobha dosa dan moha karena ini lah akar sesungguhnya semua perbuatan kita baik dari pikiran,ucapan dan tingkah laku. Tetapi saya disini belajar untuk setidaknya mengetahui ada lobha, dosa dan moha pada diri kita dan belajar untuk mengetahui dan mengerti yang akhirnya dapat kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari hari sehingga setiap perbuatan kita mengandung alobha,adosa dan amoha. Sehingga masalah kecil seperti nyamuk menjadi tidak masalah lagi dikehidupan kita.
 _/\_
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #10 on: 14 November 2012, 10:50:11 AM »
para sesepuh minta pencerahanya  ^:)^
awalnya saya dl jarang membunuh mahkluk apaan karena tentu takut sama hukum karma.
kejadian ini sejak pindah kerumah baru banyak sekali nyamuk, sehari bisa membunuh nyamuk puluhan,

awalnya pertama kali membunuh rasanya sngat berdosa ( bahasa umum ) tp lama kelamaan rasanya membunuh nyamuk menjadi hal yg biasa. .. tiap hari hampir sethun selalu membunuh nyamuk puluhan,  kalau begini terus  sampai kapan br benar2 bisa melaksanakan 5 sila yg paling rendah? ????

yg ingin saya tanyakan apakah membunuh nyamuk setelah nyamuk itu binasa,  saya mendoakannya  supaya lahir di alam yg bahagia
apakah masih menimbun karma buruk?


Membunuh hal yang sulit diHindari oLeh manusia entah itu disengaja atau tidak, Dengan Niatan atau tidak. Yang paling sulit adalah membunuh serangga binatang2 kecil yg sangat mengganggu baik bagi kita sendiri atau keluarga. Nyamuk salah satunya, sebisa mungkin kita memakai obat nyamuk Listrik atau lotion tapi itu tentunya jarang orang memakainya umumnya lebih banyak menggunakan Obat nyamuk Semprot Yg jelas2 itu adalah membunuh bukan..!!! ^-^ ^-^

Ajaran Buddha mengajarkan banyak berbuat baik, sudahkah anda berbuat baik..!!! berbuat baik akan membuahkan karma baik pula dan akan mengkikis atau setidaknya mengurangi kadar karma buruk anda. jelas membunuh seekor nyamuk kadarnya tidak sebanding dgn membunuh manusia atau Hewan lainnya.. Demikian Juga Niat, Karna karma timbul diawali dgn niat. kemudian faktor manusia melakukan hal tersebut untuk apa.. Jika Niat anda membunuh Nyamuk hanya karna untuk iseng2/Jail saja tentu lain lagi kadar karmanya, Lain halnya jika anda melakukan hal tersebut untuk melindungi diri atau keluarga dari Penyakit Demam Berdarah misalnya. Tapi Itu bukan berarti tidak ada karma buruknya. Jika dipikir-pikir ada Benarnya pula, apa Salahnya Juga NYAMUK dibunuh khan sudah kodratnya nyamuk memang Menghisap darah... apa bedanya sama macan, singa, Binatang Karnivora yang makan memangsa binatang lain setiap hari, Kemudian Kita bunuh satu persatu binatang pemangsa tersebut Tanpa alasan yg benar, Bukankah karma buruk puLa..!!!
Bagaimana dengan Kutu2 dikepala anak anda atau adik anda. Atau Tikus2 yang suka memakan barang dangangan atau makanan dirmh, Jika sudah banyak bukankah anda risih Juga, apa lagi sampai berkembang Biak  ;D ;D sy rasa anda tidak akan tahan tohhh  :)) Ketika Kita berjalan, berKendara, memasak Air untuk minum BukanKah disana juga ada mahluk2 hidup kecil yg tidak terlihat oleh mata Kita akan Mati...   :o :o :o

Mungkin ada pendapat lain yg lebih Senior manggapi Hal ini,, apakah tindakan membunuh mahluk hidup dalam artian bintang secara Terpaksa itu menimbulkan Karma buruk atau Tidak, sedang binatangPun mempunyai karma yg harus diBayar?Apakah Membunuh dengan alasan apapun tetap karma Buruk?apakah ada Klasifikasinya dlm hal ini. Tentunya dgn merujuk ke Sutta2 yang ada bukan dr pemahaman sendiri...

_/\_...

Quote
pertanyaan ke 2
berbohong  tanpa menyakti manusia apakah termasuk karma buruk?

semogA pada sesepuh bisa mencerahkan saya 
sejak menyadari hidup ini penuh dengan peneritaan dan kondisi spt ini, sayapun enggan mencari gara2 dengan karma buruk lg.

semoga pertannyaan ini tidak  konyol walaupun agak konyol bagi saya,  namun  tak ada salahnya bertanya berharap sebuah jawaban dharma dari sesepuh disini
 _/\_

Berbohong harusnya Merugikan orang lain, apakah ada faktor merugikan orang lain atau Tidak??Mnurut saya Jika tidak ya itu bukan karma buruk..
« Last Edit: 14 November 2012, 11:00:01 AM by NagaSena »

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #11 on: 14 November 2012, 10:52:58 AM »
a

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #12 on: 14 November 2012, 02:22:07 PM »
Contoh sederhana dikeluarga saya ada bayi dan kita tahu bila bayi digigit nyamuk akan terlihat jelas bekas bentolannya di kulitnya bahkan dapat menjadi bernanah. Kalau saya tidak membunuh nyamuk yanga ada di sekitar ruangan bayi itu berada maka ini akan membuat bayi saya menderita. Maka dengan kemelekatan saya pada rasa kasihan pada bayi dan dendam pada si nyamuk maka saya bantai nyamuk nyamuk tersebut. Salah kah perbuatan saya? Bisa dikatakan salah dan bisa juga dikatakan tidak, ini semua tergantung pola pandang dan pikir seseorang.
tetap termasuk perbuatan salah...
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #13 on: 14 November 2012, 02:30:53 PM »
Quote from: Bhante H. Gunaratana
Banyak umat awam bertanya kepada saya bagaimana berhadapan dengan hama serangga di rumah dan kebun mereka. Mereka ingin menjadi seorang Buddhis yang baik dan tidak membunuh, namun bunga-bunga mereka akan layu atau rumah mereka akan rusak apabila mereka mengabaikan serangga-serangga itu. Saya memberitahu mereka, bahwa membunuh serangga, bahkan untuk alasan yang baik, juga tetaplah pembunuhan. Namun, tidak semua pembunuhan mempunyai akibat kamma yang sama. Umumnya membunuh seekor serangga tidak menghambat kemajuan seseorang sebanyak yang dilakukan bila membunuh seekor anjing. Membunuh seekor anjing menghasilkan dampak yang lebih kecil dibandingkan membunuh manusia. Tidak ada pembunuhan yang lebih merugikan daripada membunuh orangtua atau membunuh seorang yang tercerahkan. Pembunuhan ini akan mencegah si pembunuh mencapai pencerahan dalam kehidupan ini dan membawa pada kelahiran kembali yang terburuk. Membunuh serangga tidak seberat pembunuhan ini. Memahami bahwa terdapat perbedaan dampaknya, kita membuat pilihan kita dan menerima akibatnya sendiri.
« Last Edit: 14 November 2012, 02:36:33 PM by will_i_am »
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline bluppy

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.163
  • Reputasi: 65
  • Gender: Female
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #14 on: 14 November 2012, 02:32:45 PM »
ruang tamunya kalau ada jendela,
dipasang kain kasa / kawat nyamuk

bisa juga pasang pembatas pintu
dan dipasang kawat nyamuk juga
dan kaya slide door,
kalo masuk ruang tamu,
slide door nya ditutup kembali

bisa juga pakai lotion anti nyamuk
tambah sarung kalau ngk merasa panas

« Last Edit: 14 November 2012, 02:36:30 PM by bluppy »