Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: membunuh akhirya menjadi kebiasaan  (Read 37327 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline M14ka

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.821
  • Reputasi: 94
  • Gender: Female
  • Live your best life!! ^^
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #60 on: 26 November 2012, 04:00:27 PM »
Prasangka Buruk si Nyamuknya  itu :)) :))
songong jga tuh nyamukk... nanti ngadu ke HAB, Hak Azasi Bintang  ;D ;D

Berarti manusia lebih penting dr nyamuk ya?  :P

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #61 on: 26 November 2012, 08:10:23 PM »
sy kira tidak perlu semua nyamuk disekitar rumah kita yg dibunuh  ;D umur nyamuk hanya 7 hari khan...
yang penting ada yang dibunuh kan?? ;D
nyamuk yang dibunuh itu apakah karena anda merasa terganggu atau bukan??
jawab yang ini aja, maka pertanyaan yang lain akan terjawab jg...

Point No. 3 diatas, Sy kira itu rasa khawatir bukan rasa Benci sama nyamuk... Jadi mnrurut sy yang paling mempengaruhi tindakan membunuh itu didorong dengan perasaan dan niat sperti apa..

Klo Benci itu, Liat Kucing lewat tanpa mencuri ikan didapur tau2 Langsung Dibunuh aja dehhh..  :):)
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #62 on: 27 November 2012, 09:19:34 AM »
yang penting ada yang dibunuh kan?? ;D
nyamuk yang dibunuh itu apakah karena anda merasa terganggu atau bukan??
jawab yang ini aja, maka pertanyaan yang lain akan terjawab jg...

Pada Batas tertentu memang benar merasa terganggu atau tidak, itu tergantung individu masing2 klo hanya ada 2 atau 3 nyamuk sudah merasa terganggu Kah kita??sy rasa tidak. Tapi klo sudah banyak sy rasa akan risih juga tohhh dan tidak akan berdiam diri (Biasanya orng membunuh nyamuk jika sudah taraf banyak).
Ya intinya itu saja, atas dorongan apa kita membunuh nyamuk, kedua dgn cara sperti apa kita melakukannya. Apa membunuh dgn langsung mati itu nyamuk, apa ditangkep dulu terus disiksa dulu, sayapnya dicabut terus kaki2nya dicabut terakhir baru diPites badangnya  :o :o Bukannya itu mati disiksa  ;D ;D pasti ini lebih Berat Karma Buruknya tohhh.. singkatnya "Mencegah lebih baik dari pada mengobati" jadi bukan atas dasar Benci tohh... Disamping itu memang sudah kodratnya nyamuk Ngisep darah Untk apaPula membunuh mereka atas dasar BENCI  :))

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #63 on: 27 November 2012, 09:21:49 AM »
Berarti manusia lebih penting dr nyamuk ya?  :P

Menurut Anda sendiri bagaimana, mana yg lebih penting?  :-?

helowwww.....

Offline William_phang

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.101
  • Reputasi: 62
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #64 on: 27 November 2012, 09:28:56 AM »
Pada Batas tertentu memang benar merasa terganggu atau tidak, itu tergantung individu masing2 klo hanya ada 2 atau 3 nyamuk sudah merasa terganggu Kah kita??sy rasa tidak. Tapi klo sudah banyak sy rasa akan risih juga tohhh dan tidak akan berdiam diri (Biasanya orng membunuh nyamuk jika sudah taraf banyak).
Ya intinya itu saja, atas dorongan apa kita membunuh nyamuk, kedua dgn cara sperti apa kita melakukannya. Apa membunuh dgn langsung mati itu nyamuk, apa ditangkep dulu terus disiksa dulu, sayapnya dicabut terus kaki2nya dicabut terakhir baru diPites badangnya  :o :o Bukannya itu mati disiksa  ;D ;D pasti ini lebih Berat Karma Buruknya tohhh.. singkatnya "Mencegah lebih baik dari pada mengobati" jadi bukan atas dasar Benci tohh... Disamping itu memang sudah kodratnya nyamuk Ngisep darah Untk apaPula membunuh mereka atas dasar BENCI  :))

mgkn yg dimaksud oleh bro Wilwol itu benci dalam arti yg halus bukan kasar... jd pada intinya bathin kita bertindak utk hal tidak baik didorong oleh 3 akar kejahatan yaitu kebencian, keserakahan, dan kebodohan.

Mgkn anda tidak membenci nyamuk tersebut secara kasar, tetapi sebenarnya bathin anda "menolak" kehadiran nyamuk tersebut... nah menolak disini adalah Dosa. (kebencian).... kalo tidak ada Dosa, maka anda tidak akan menolak kehadiran nyamuk tsb.....

Kenapa anda "menolak" kehadiran nyamuk tsb?. karena "kekikiran dan iri hati"....coba di teliti lagi didalam hati anda dengan jujur....

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #65 on: 27 November 2012, 09:44:02 AM »
sulit juga yah...

Tidak ada yang sulit, sulit karna kita memposisikan pikiran kita pada 2 hal, seperti buah simalakama. Nyamuk Tidak diBunuh tidak bagus bagi penghuni rumah apa lagi pada tingkat mengkhawatirkan dll, sedangkan nyamuk dibunuh melanggar sila pertama. Maksud anda sperti ituKah sulitnya??

Saya Rasa hukum karma itu tidak Buta, disamping 5 syarat itu. Niat awal,situasi dan kondisi ikut memengaruhi juga akibat dari sebuah perbuatan itu berbuah sempurna atau tidak. Ada tingkat Kadarnya, sperti emas ada yg kadarnya 98% ada yg 73%  :-[

Nah, makanya adakan sy menulis diawal tentang Mahavira. Yang bahkan serangga2 Mengerumuti tubuhnya tidak Ia gubris sebab takut menyakiti seranga2 tersebut,karna Dia Juga Pertapa Telanjang. Hingga memiliki Faham Mati Mulia itu klo Hidup Menderita, sengsara, tidak makan dll.. dan Sang Buddha Menolak Faham extrime sperti ini toh  ;)

 _/\_
« Last Edit: 27 November 2012, 09:49:32 AM by NagaSena »

Offline bluppy

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.163
  • Reputasi: 65
  • Gender: Female
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #66 on: 27 November 2012, 09:56:50 AM »
Nah, makanya adakan sy menulis diawal tentang Mahavira. Yang bahkan serangga2 Mengerumuti tubuhnya tidak Ia gubris sebab takut menyakiti seranga2 tersebut,karna Dia Juga Pertapa Telanjang. Hingga memiliki Faham Mati Mulia itu klo Hidup Menderita, sengsara, tidak makan dll.. Sang Buddha Menolak Faham extrime sperti ini toh  ;)
 _/\_


Sang Buddha menolak faham ekstrem
dan Sang Buddha juga menolak pembunuhan

diganggu beberapa ekor nyamuk di rumah
dan dikerumunin ribuan serangga di tubuhnya
bukan hal yg sama

Offline M14ka

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.821
  • Reputasi: 94
  • Gender: Female
  • Live your best life!! ^^
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #67 on: 27 November 2012, 09:58:47 AM »
Menurut Anda sendiri bagaimana, mana yg lebih penting?  :-?

helowwww.....

Manusia merasa lebih penting dr nyamuk, tp bagi nyamuk pasti merasa dirinya lebih penting juga kan.... Jadi kl bisa jgn melakukan hal yg merugikan diri sendiri dan makhluk lain kk....  ;)

Offline William_phang

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.101
  • Reputasi: 62
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #68 on: 27 November 2012, 10:04:15 AM »
Menurut Anda sendiri bagaimana, mana yg lebih penting?  :-?

helowwww.....

Kalo saya pribadi melihat tidak ada yg lebih penting dan lebih rendah...krn kita terlahir disini atas kebodohan kita...dan semua makhluk pasti menginginakan kebahagian dan kesejahteraan...jd selayaknya kita memperlakuka makhluk lain setara krn sama menginginkan hal yg sama, hanya saja meraka kurang beruntung...

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #69 on: 27 November 2012, 11:56:27 AM »
Sang Buddha menolak faham ekstrem
dan Sang Buddha juga menolak pembunuhan

IniLah yang saya Maksud, tunjukan rujukan sutta2nya langsung dari Sang Buddha sendiri. ApaKah tindakan pembunuhan contohnya sperti Hewan itu ada PENGECUALIANnya atau tidak?tanpa pencecualian, maksudnya disini Dengan alasan apapun melakukan pembunuhan tetap Salah.

Quote
diganggu beberapa ekor nyamuk di rumah
dan dikerumunin ribuan serangga di tubuhnya
bukan hal yg sama

Sy membandingan hal tersebut Karna yang diBahasKan dalam posisi sudah dalam tingkat mengkhawatirkan, sebelumnya sy juga katakan bahwasannya apa seseorang baru ada 2 atw 3 nyamuk terus diTepok sampe mati. sy kira tidak demikian.

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #70 on: 27 November 2012, 11:59:35 AM »
Manusia merasa lebih penting dr nyamuk, tp bagi nyamuk pasti merasa dirinya lebih penting juga kan.... Jadi kl bisa jgn melakukan hal yg merugikan diri sendiri dan makhluk lain kk....  ;)

Lalu bagaimana dgn si Nyamuknya, apa dia Tidak merugikan bahkan sampai membahayakan manusia?? :)  sperti penyakit malaria yg ada dari gigitan nyamuk tertentu? menurut anda lebih berharga mana antara manusia dan Binatang??  :-?

Offline hemayanti

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.477
  • Reputasi: 186
  • Gender: Female
  • Appamadena Sampadetha
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #71 on: 27 November 2012, 12:03:43 PM »
Tidak ada yang sulit, sulit karna kita memposisikan pikiran kita pada 2 hal, seperti buah simalakama. Nyamuk Tidak diBunuh tidak bagus bagi penghuni rumah apa lagi pada tingkat mengkhawatirkan dll, sedangkan nyamuk dibunuh melanggar sila pertama. Maksud anda sperti ituKah sulitnya??

Saya Rasa hukum karma itu tidak Buta, disamping 5 syarat itu. Niat awal,situasi dan kondisi ikut memengaruhi juga akibat dari sebuah perbuatan itu berbuah sempurna atau tidak. Ada tingkat Kadarnya, sperti emas ada yg kadarnya 98% ada yg 73%  :-[

Nah, makanya adakan sy menulis diawal tentang Mahavira. Yang bahkan serangga2 Mengerumuti tubuhnya tidak Ia gubris sebab takut menyakiti seranga2 tersebut,karna Dia Juga Pertapa Telanjang. Hingga memiliki Faham Mati Mulia itu klo Hidup Menderita, sengsara, tidak makan dll.. dan Sang Buddha Menolak Faham extrime sperti ini toh  ;)

 _/\_
bukan itu yang saya maksud.
maksud saya adalah susahnya berbicara dengan om nagasena yang ngotot terus-terusan membuat pembenaran atas tindakan membunuhnya.
"Sekarang, para bhikkhu, Aku mengatakan ini sebagai nasihat terakhir-Ku: kehancuran adalah sifat dari segala sesuatu yang terbentuk. Oleh karena itu, berjuanglah dengan penuh kesadaran."

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #72 on: 27 November 2012, 12:10:24 PM »
mgkn yg dimaksud oleh bro Wilwol itu benci dalam arti yg halus bukan kasar... jd pada intinya bathin kita bertindak utk hal tidak baik didorong oleh 3 akar kejahatan yaitu kebencian, keserakahan, dan kebodohan.

Mgkn anda tidak membenci nyamuk tersebut secara kasar, tetapi sebenarnya bathin anda "menolak" kehadiran nyamuk tersebut... nah menolak disini adalah Dosa. (kebencian).... kalo tidak ada Dosa, maka anda tidak akan menolak kehadiran nyamuk tsb.....

Kenapa anda "menolak" kehadiran nyamuk tsb?. karena "kekikiran dan iri hati"....coba di teliti lagi didalam hati anda dengan jujur....

Sy Kira pikiran itu halus, bathin itu juga halus. Kenapa Menolak di Indentikan dengan BENCI. Sebelum melakukan atau bertindak sesuatu pasti diPikirkan dulu tohh, dipertimbangkan apa yang dilakukan bermanfaat apa tidak, Benar apa tidak.. ada juga sy tulis, semua yg dilakukan atas dorongan apa, khan gitu..


Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #73 on: 27 November 2012, 12:54:41 PM »
bukan itu yang saya maksud.
maksud saya adalah susahnya berbicara dengan om nagasena yang ngotot terus-terusan membuat pembenaran atas tindakan membunuhnya.

sy membuat pembenaran atas tindakan pembunuhan?  :)
anda tidak lihat komen Pertama sy ini :
Quote
Ajaran Buddha mengajarkan banyak berbuat baik, sudahkah anda berbuat baik..!!! berbuat baik akan membuahkan karma baik pula dan akan mengkikis atau setidaknya mengurangi kadar karma buruk anda. jelas membunuh seekor nyamuk kadarnya tidak sebanding dgn membunuh manusia atau Hewan lainnya.. Demikian Juga Niat, Karna karma timbul diawali dgn niat. kemudian faktor manusia melakukan hal tersebut untuk apa.. Jika Niat anda membunuh Nyamuk hanya karna untuk iseng2/Jail saja tentu lain lagi kadar karmanya, Lain halnya jika anda melakukan hal tersebut untuk melindungi diri atau keluarga dari Penyakit Demam Berdarah misalnya. Tapi Itu bukan berarti tidak ada karma buruknya. Jika dipikir-pikir ada Benarnya pula, apa Salahnya Juga NYAMUK dibunuh khan sudah kodratnya nyamuk memang Menghisap darah... apa bedanya sama macan, singa, Binatang Karnivora yang makan memangsa binatang lain setiap hari, Kemudian Kita bunuh satu persatu binatang pemangsa tersebut Tanpa alasan yg benar, Bukankah karma buruk puLa..!!!
Bagaimana dengan Kutu2 dikepala anak anda atau adik anda. Atau Tikus2 yang suka memakan barang dangangan atau makanan dirmh, Jika sudah banyak bukankah anda risih Juga, apa lagi sampai berkembang Biak    sy rasa anda tidak akan tahan tohhh.   Ketika Kita berjalan, berKendara, memasak Air untuk minum BukanKah disana juga ada mahluk2 hidup kecil yg tidak terlihat oleh mata Kita akan Mati...   

sy Tidak NgototKan..
disisi lain Kan sy bertanya pula sama yg lain disini yg Lebig tahu. apakah sila pertama dalam pancasila Buddhist tersebut Tanpa Pengecualian, artinya SekaliPun sudah pada Tingkat membahayakan contohnya disini seekor nyampukPun tidak Boleh diBunuh. tentunya berdasarkan Sutta2 yg benarKan..
« Last Edit: 27 November 2012, 12:59:03 PM by NagaSena »

Offline hemayanti

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.477
  • Reputasi: 186
  • Gender: Female
  • Appamadena Sampadetha
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #74 on: 27 November 2012, 01:01:10 PM »
sy membuat pembenaran atas tindakan pembunuhan?  :)
iya. :yes:
"Sekarang, para bhikkhu, Aku mengatakan ini sebagai nasihat terakhir-Ku: kehancuran adalah sifat dari segala sesuatu yang terbentuk. Oleh karena itu, berjuanglah dengan penuh kesadaran."