Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: membunuh akhirya menjadi kebiasaan  (Read 37582 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #195 on: 18 December 2012, 10:55:46 AM »
Kk jangan suka membuat kesimpulan sendiri donk.... Bs tunjukkan dimana saya prnh blg lebih mementingkan binatang daripada manusia? Bukannya saya uda pernah blg sama penting ya?

Jadi Menurut anda ini apa :
Quote
seperti lebih mementingkan manusia n keluarga sendiri sehingga bole merugikan hewan bila terpaksa?

ini cara berfikir anda tohh...  :-?
anda memakai kata "seperti" jelas disini ini anda berfikir/mengira sy lebih mementingkan yg Mna tohh...  :-?
Klo Sy, Ya jelas Lebih mementingKan KeluargaLah dari pada Binatang karna Sudah Jelas toh sumbernya penyakit dari mana... (ingat2 contoh yg sy berikan itu)


Quote
Kl ga salah ada cerita dulu satu kehidupan Sang Buddha juga pernah mengorbankan diri demi menyelamatkan rusa deh, CMIIW...

Hati-hati  nanti ada yang bilang itu Cerita Dongeng Loh...  ;D (Jgn anggap remeh sebuah Dongeng dalam agama..  :-? )

MemangNya kenapa itu Rusa diSelamatKan, ada yg mau memburu ya? Yang Jelas donx Ceritanya, biar gak salah Faham nihh... Lalu Guru Buddha waktu dikehidupan lalu sebagai ummat awam atau Pertapa... Atau ada Juga Cerita Ketika Sang Buddha melihat Harimau Lapar kemudian Beliau Memotong daging Pahanya Sendiri untuk diberikan ke Harimau tersebut....  :) Sy Tidak tahu ini Dongeng atau kisah Nyata, Yang lebih berKompetenLah yg harus memberiTahu..
« Last Edit: 18 December 2012, 11:10:22 AM by NagaSena »

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #196 on: 18 December 2012, 11:05:55 AM »

MemangNya kenapa itu Rusa diSelamatKan, ada yg mau memburu ya? Yang Jelas donx Ceritanya, biar gak salah Faham nihh... Lalu Guru Buddha waktu dikehidupan lalu sebagai ummat awam atau Pertapa... Atau ada Juga Cerita Ketika Sang Buddha melihat Harimau Lapar kemudian Beliau Memotong daging Pahanya Sendiri untuk diberikan ke Harimau tersebut....  :) Sy Tidak tahu ini Dongeng atau kisah Nyata, Yang lebih berKompetenLah yg harus memberiTahu..

untuk bisa membedakan dongeng atau bukan, kita harus melihat dari mana cerita itu berasal, jadi mohon tunjukkan sumber anda, setidaknya untuk memastikan bahwa apa yg anda katakan itu adalah benar berasal dari cerita yg bukan produk halusinasi anda.

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #197 on: 18 December 2012, 11:26:26 AM »
untuk bisa membedakan dongeng atau bukan, kita harus melihat dari mana cerita itu berasal, jadi mohon tunjukkan sumber anda, setidaknya untuk memastikan bahwa apa yg anda katakan itu adalah benar berasal dari cerita yg bukan produk halusinasi anda.

Quote
MemangNya kenapa itu Rusa diSelamatKan, ada yg mau memburu ya? Yang Jelas donx Ceritanya, biar gak salah Faham nihh... Lalu Guru Buddha waktu dikehidupan lalu sebagai ummat awam atau Pertapa... Atau ada Juga Cerita Ketika Sang Buddha melihat Harimau Lapar kemudian Beliau Memotong daging Pahanya Sendiri untuk diberikan ke Harimau tersebut....   Sy Tidak tahu ini Dongeng atau kisah Nyata, Yang lebih berKompetenLah yg harus memberiTahu..

Sy Rasa yg diBold itu Sudah cukup, tidak harus diTanya sumbernya dari mana....
Posisi sy disini dari awal, jika anda lihat seharusnya sudah tahu, sy bukan seorang yg tahu menahu banyak tentang Sutta2 makanya sy banyak bertanya disni. Bisa jadi tmn2 disini ada yg memang benar2 berkompeten lebih banyak mengetahui isi2 sutta sekaligus maknanya..
Sy sudah lupa kisah itu dari mna yg jelas sy pernah membaca atau mendengar tentang hal tersebut... dan memang benar apa yg sy baca atau dengar tersebut bisa saja SALAH. Sy bukan penghapal kitab Suci, sy hanya umat awam biasa saja ;D

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #198 on: 18 December 2012, 11:31:50 AM »
Sy Rasa yg diBold itu Sudah cukup, tidak harus diTanya sumbernya dari mana....

yg di bold itu menunjukkan bahwa anda tidak tahu apakah itu dongeng atau bukan, maka saya memberikan tips tentang bagaimana membedakan dongeng dan bukan, yaitu dengan menelusuri sumbernya.

Quote
Posisi sy disini dari awal, jika anda lihat seharusnya sudah tahu, sy bukan seorang yg tahu menahu banyak tentang Sutta2 makanya sy banyak bertanya disni. Bisa jadi tmn2 disini ada yg memang benar2 berkompeten lebih banyak mengetahui isi2 sutta sekaligus maknanya..
Sy sudah lupa kisah itu dari mna yg jelas sy pernah membaca atau mendengar tentang hal tersebut... dan memang benar apa yg sy baca atau dengar tersebut bisa saja SALAH. Sy bukan penghapal kitab Suci, sy hanya umat awam biasa saja ;D


tenang saja, tidak ada yg menganggap anda seorang umat luar biasa, tapi semua umat biasa lainnya di sini juga berdiskusi dengan berdasarkan pada referensi otentik.

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #199 on: 18 December 2012, 11:33:51 AM »
[at]  NagaSena

manusia atau binatang lebih penting? bukan disini letak 'point' dari Sila 1
namun ketika anda membunuh dengan sengaja, tidak ada pengecualian. tetap dikatakan melanggar sila 1.

Dari Mana anda bisa berFikir sperti ini? dari penilaian anda sendiri atau Bagaimna?Ada rujukan Sutta2nya Yang MenunJukan Hal tersebut?
Lihat koment2 sy sebelumnya... tentang rujukan2 dari Sutta2 tentang Pengecualian (dan sudah sy terangkan Kata "Pengecualian" ini) ... Silahkan berkomentar disana itu lebih jelas dan detail...

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #200 on: 18 December 2012, 11:37:57 AM »
Dari Mana anda bisa berFikir sperti ini? dari penilaian anda sendiri atau Bagaimna?Ada rujukan Sutta2nya Yang MenunJukan Hal tersebut?
Lihat koment2 sy sebelumnya... tentang rujukan2 dari Sutta2 tentang Pengecualian (dan sudah sy terangkan Kata "Pengecualian" ini) ... Silahkan berkomentar disana itu lebih jelas dan detail...

sutta yg mengatakan "membunuh adalah pelanggaran" tanpa kecuali sudah ditampilkan, tetapi sutta yg mengatakan "adanya pengecualian" masih belum anda tampilkan.

Offline bluppy

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.163
  • Reputasi: 65
  • Gender: Female
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #201 on: 18 December 2012, 11:40:36 AM »
Hmmm... itu film pernah diPutar di Metro Tv bbrp tahun Lalu, Seorang Mahatma Ghandi... si pencetus Faham Ahimsa...  :x
Seorang Hindu yang berkawan Baik dengan seorang Muslim Nehru...  :D :D

Apa yang mau anda Jelaskan tentang Film itu....


tidak ada yg mau dijelaskan sih
hanya saja itu film yg sangat bagus
bagus kalau kita ada kesempatan untuk menonton
nontonnya ngk dari awal sampai akhir yag ?
atau mungkin udah bertahun2 jadi agak lupa ceritanya ?

btw Gandhi bukan pencetus paham ahimsa
Gandhi sendiri menyatakan ajaran ttg ahimsa sudah ada ribuan tahun
Ia hanya berusaha melaksanakan ajaran itu dalam kehidupan sehari2

Dan Nehru juga bukan muslim,
Jawaharlal Nehru lahir di keluarga Hindu dan juga condong ke agama Hindu.
yang beragama muslim adalah Jinnah, Muhammad Ali Jinnah
yg juga merupakan teman baik Gandhi

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #202 on: 18 December 2012, 11:41:16 AM »
yg di bold itu menunjukkan bahwa anda tidak tahu apakah itu dongeng atau bukan, maka saya memberikan tips tentang bagaimana membedakan dongeng dan bukan, yaitu dengan menelusuri sumbernya.
Loh diawal koment itu khan sudah sy Katakan, sy Tidak tahu itu dongeng atau memang Benar Kisah nyata. Sy Tidak menolak Hal tersebut tohh...

Quote
tenang saja, tidak ada yg menganggap anda seorang umat luar biasa, tapi semua umat biasa lainnya di sini juga berdiskusi dengan berdasarkan pada referensi otentik.

Nah Jika demikian, Tidak salah donx Jika sy disini ingin tahu dari master2 sutta disini. Mana Yang Dongeng mana yg asli dari Kisah2 Sang Buddha...
Contoh salah satunya Jika disana ada kisah yg menceritakan bayi pangeran Sidharta ketika Lahir bisa langsung jalan 7 langkah dan mengucapkan AkuLah yang tertua di Dunia ini, iniLah kehidupan terakhirKu Dll.. Jika itu sebuah Dongeng,, Ya beritahuLah kisah yg Benar yang sesungguhnya....  :D
BukanKah itu lebih Baik tohh...

Jika anda ingin membuat Thread baru Ya boleh saja... Mari Kita Pindah...  :D :D

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #203 on: 18 December 2012, 11:50:59 AM »
Loh diawal koment itu khan sudah sy Katakan, sy Tidak tahu itu dongeng atau memang Benar Kisah nyata. Sy Tidak menolak Hal tersebut tohh...


karena anda tidak tahu maka saya memberikan tips yg selalu saya gunakan dan cukup berhasil agar bisa mengetahui apakah suatu cerita itu dongeng atau nyata, yaitu, tatiyampi "dengan cara menelusuri sumbernya"

Quote
Nah Jika demikian, Tidak salah donx Jika sy disini ingin tahu dari master2 sutta disini. Mana Yang Dongeng mana yg asli dari Kisah2 Sang Buddha...

tidak ada yg menyalahkan anda, hanya saja anda tidak menyebutkan sumbernya, sehingga para master sutta di sini pun kesulitan untuk memberi tahu anda, tanpa sumebr maka para master mungkin akan menyimpulkan bahwa cerita itu hanya produk sel di kepala anda.

Quote
Contoh salah satunya Jika disana ada kisah yg menceritakan bayi pangeran Sidharta ketika Lahir bisa langsung jalan 7 langkah dan mengucapkan AkuLah yang tertua di Dunia ini, iniLah kehidupan terakhirKu Dll.. Jika itu sebuah Dongeng,, Ya beritahuLah kisah yg Benar yang sesungguhnya....  :D
BukanKah itu lebih Baik tohh...


kisah itu terdapat dalam Majjihma Nikaya 123  Acchariya-abbhūta Sutta

20. “Aku mendengar dan mempelajari ini dari mulut Sang Bhagavā sendiri: ‘Segera setelah Sang Bodhisatta lahir, Beliau berdiri tegak dengan kaki menginjak tanah; kemudian Beliau berjalan tujuh langkah ke arah utara, dan dengan payung putih memayungiNya, Beliau mengamati tiap-tiap penjuru dan mengucapkan kata-kata seorang Pemimpin Kelompok: “Akulah yang tertinggi di dunia; Akulah yang terbaik di dunia; Akulah yang terkemuka di dunia. Inilah kelahiranKu yang terakhir; sekarang tidak ada lagi penjelmaan baru bagiKu.”’  Ini juga kuingat sebagai satu kualitas mengagumkan dan menakjubkan dari Sang Bhagavā.

Quote
Jika anda ingin membuat Thread baru Ya boleh saja... Mari Kita Pindah...  :D :D

mungkin nanti, setelah kita menyelesaikan thread ini.

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #204 on: 18 December 2012, 11:54:26 AM »
tidak ada yg mau dijelaskan sih
hanya saja itu film yg sangat bagus
bagus kalau kita ada kesempatan untuk menonton
nontonnya ngk dari awal sampai akhir yag ?
atau mungkin udah bertahun2 jadi agak lupa ceritanya ?

btw Gandhi bukan pencetus paham ahimsa
Gandhi sendiri menyatakan ajaran ttg ahimsa sudah ada ribuan tahun
Ia hanya berusaha melaksanakan ajaran itu dalam kehidupan sehari2

Dan Nehru juga bukan muslim,
Jawaharlal Nehru lahir di keluarga Hindu dan juga condong ke agama Hindu.
yang beragama muslim adalah Jinnah, Muhammad Ali Jinnah
yg juga merupakan teman baik Gandhi

Oh gitu ya, anda Tahu dari agama atau ajaran mana Faham Ahimsa (tanpa kekerasan) ini Muncul?
Nehru seorang Hindu ya, Thanks infonya...  :D

Mahatma Ghandi hidup dizaman kolonial Britania raya smua tidak lepas dari politik dan sosial yg berkembang pada waktu itu.
Tidak heran jika beliau memegang Faham Ahimsa untuk mencari simpatik pada saat itu...
Jelas sy sudah lupa, sudah lama banget....  :)

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #205 on: 18 December 2012, 12:02:57 PM »
karena anda tidak tahu maka saya memberikan tips yg selalu saya gunakan dan cukup berhasil agar bisa mengetahui apakah suatu cerita itu dongeng atau nyata, yaitu, tatiyampi "dengan cara menelusuri sumbernya"

tidak ada yg menyalahkan anda, hanya saja anda tidak menyebutkan sumbernya, sehingga para master sutta di sini pun kesulitan untuk memberi tahu anda, tanpa sumebr maka para master mungkin akan menyimpulkan bahwa cerita itu hanya produk sel di kepala anda.

kisah itu terdapat dalam Majjihma Nikaya 123  Acchariya-abbhūta Sutta

20. “Aku mendengar dan mempelajari ini dari mulut Sang Bhagavā sendiri: ‘Segera setelah Sang Bodhisatta lahir, Beliau berdiri tegak dengan kaki menginjak tanah; kemudian Beliau berjalan tujuh langkah ke arah utara, dan dengan payung putih memayungiNya, Beliau mengamati tiap-tiap penjuru dan mengucapkan kata-kata seorang Pemimpin Kelompok: “Akulah yang tertinggi di dunia; Akulah yang terbaik di dunia; Akulah yang terkemuka di dunia. Inilah kelahiranKu yang terakhir; sekarang tidak ada lagi penjelmaan baru bagiKu.”’  Ini juga kuingat sebagai satu kualitas mengagumkan dan menakjubkan dari Sang Bhagavā.

mungkin nanti, setelah kita menyelesaikan thread ini.

Ok, sy bisa pastikan ini bukan hasil dari sel diOtak sy,, ;D dan sy bukan orang sy Berani Bermain-main Dalam Hal agama...  :D
sy tahu itu sudah lama, sperti yg sy katakan sy bukan Penghafal kitab suci jadi sy tidak ingat...  ;D
sy katakan sperti itu, sy Berharap anda2 disini Tahu atau mungkin mendengar kisah yg sy katakan tersebut dan memberitahu bahwa itu bukan kisah yg layak bisa diPercaya kebenarannya...

Untuk Masalah Otentik Ya memang sy lebih mempercayai kitab yang lebih awal ada dari pada yg belakangan. Tapi harap dicatat Juga bahwa semua kitab2 yg disusun atau dikumpulkan lalu ditulis, dibukukan BUKAN pada saat Tokoh2 agama itu Masih dalam hidup Tetapi beberapa ratus tahun Tokoh itu Wafat.. Tinggal Masalh pribadi masing2 meYakini Kitab ini Murni benar2 asli ucapan, kisah dari Guru Buddha atau bukan.

Ya BaikLah, Kita selesaikan dulu yang ini karna belum ada kesePahaman.. Ok
Silahkan anda lihat kebelakang ada Koment sy yg anda belum BALAS, coba anda perhatikan baik2...
Disana sudah sy Uraikan dengan Jelas, dari awal sy menggunakan kata Pengecualian agar mudah saja, tapi ternyata tidak ada titik temu. memang agak panjang silahkan ada balas komentar sy disana. agar tidak Loncat2...  :-?
« Last Edit: 18 December 2012, 12:07:26 PM by NagaSena »

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #206 on: 18 December 2012, 12:05:40 PM »
Ok, sy bisa pastikan ini bukan hasil dari sel diOtak sy,, ;D dan sy bukan orang sy Berani Bermain-main Dalam Hal agama...  :D
sy tahu itu sudah lama, sperti yg sy katakan sy bukan Penghafal kitab suci jadi sy tidak ingat...  ;D
sy katakan sperti itu, sy Berharap anda2 disini Tahu atau mungkin mendengar kisah yg sy katakan tersebut dan memberitahu bahwa itu bukan kisah yg layak bisa diPercaya kebenarannya...

Ya BaikLah, Kita selesaikan dulu yang ini karna belum ada kesePahaman.. Ok
Silahkan anda lihat kebelakang ada Koment sy yg anda belum BALAS, coba anda perhatikan baik2...
Disana sudah sy Uraikan dengan Jelas, dari awal sy menggunakan kata Pengecualian agar mudah saja, tapi ternyata tidak ada titik temu. memang agak panjang silahkan ada balas komentar sy disana. agar tidak Loncat2...  :-?

saya tidak akan menanggapi sesuatu komentar yg mana pertanyaan saya sendiri tidak ditanggapi oleh anda, sejak awal anda meminta bukti bahwa "tidak ada kecuali" saya langsung memberikan bukti itu, tetapi ketika saya meminta bukti sebelumnya, anda hanya berputar2 bak orang sakaw, saya menghargai diskusi dua arah. silakan ...

Offline NagaSena

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #207 on: 18 December 2012, 12:18:54 PM »
saya tidak akan menanggapi sesuatu komentar yg mana pertanyaan saya sendiri tidak ditanggapi oleh anda, sejak awal anda meminta bukti bahwa "tidak ada kecuali" saya langsung memberikan bukti itu, tetapi ketika saya meminta bukti sebelumnya, anda hanya berputar2 bak orang sakaw, saya menghargai diskusi dua arah. silakan ...

Sebetulnya sy sudah Menjawab dari koment2 sebelumnya bahkan bnyk sekali. sy post salah satunya :

Quote
Dikoment sebelum2nya juga sudah banyk sy tulis, Jika Tidak ada itu Berarti pandangan Kita saja yg Berbeda toh...,
Dan sebelumnya Juga sudah sy katakan ini pemahaman sy sendiri (iniada dikoment sy sebelumnya)
, Sy tidak Tahu disutta itu ada atau tidak tertulis bahwa dalam kondisi/keadaan tertentu membunuh dibolehkan atau tidak (Beda antara BoLeh dan diBenarkan)

yang Sakaw siapa ya.... :-? :-?

Lalu diKoment selanjutnya, sy katakan Ok disana Tidak ada kata pengkecualian dan Tidak ada Pula diterangkan dalam kondisi yg bagaimna mahluk2 itu.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #208 on: 18 December 2012, 12:46:37 PM »
Sebetulnya sy sudah Menjawab dari koment2 sebelumnya bahkan bnyk sekali. sy post salah satunya :

yang Sakaw siapa ya.... :-? :-?

Lalu diKoment selanjutnya, sy katakan Ok disana Tidak ada kata pengkecualian dan Tidak ada Pula diterangkan dalam kondisi yg bagaimna mahluk2 itu.


jadi karena "di sana Tidak ada kata pengkecualian dan Tidak ada Pula diterangkan dalam kondisi yg bagaimna mahluk2 itu." maka kesimpulannya adalah "ada pengecualian"? mantap ...

Offline M14ka

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.821
  • Reputasi: 94
  • Gender: Female
  • Live your best life!! ^^
Re: membunuh akhirya menjadi kebiasaan
« Reply #209 on: 18 December 2012, 04:41:40 PM »
Jadi Menurut anda ini apa :
ini cara berfikir anda tohh...  :-?
anda memakai kata "seperti" jelas disini ini anda berfikir/mengira sy lebih mementingkan yg Mna tohh...  :-?
Klo Sy, Ya jelas Lebih mementingKan KeluargaLah dari pada Binatang karna Sudah Jelas toh sumbernya penyakit dari mana... (ingat2 contoh yg sy berikan itu)

Saya kan pakai tanda tanya, sedangkan kk langsung pake kata "ternyata"


Hmm.. Baru kali ini sy Melihat, Ternyata ada manusia yang lebih mementingkan Binatang dari pada Manusia.... ;D ;D


Meskipun binatang tuh anjing yang menyelamatkan nyawa manusia dibandingkan dgn manusia yang slalu berbuat jahat?

Kondisi terpaksa yang spt apa secara umum yang dibenarkan? Kl mencuri krn terpaksa krn kelaparan tu dibenarkan juga ga?

Quote
Hati-hati  nanti ada yang bilang itu Cerita Dongeng Loh...  ;D (Jgn anggap remeh sebuah Dongeng dalam agama..  :-? )

MemangNya kenapa itu Rusa diSelamatKan, ada yg mau memburu ya? Yang Jelas donx Ceritanya, biar gak salah Faham nihh... Lalu Guru Buddha waktu dikehidupan lalu sebagai ummat awam atau Pertapa... Atau ada Juga Cerita Ketika Sang Buddha melihat Harimau Lapar kemudian Beliau Memotong daging Pahanya Sendiri untuk diberikan ke Harimau tersebut....  :) Sy Tidak tahu ini Dongeng atau kisah Nyata, Yang lebih berKompetenLah yg harus memberiTahu..
Saya juga uda lupa, tapi kalau menurut kk hewan lebih ga penting dari manusia hrsnya kk ga percaya donk cerita di atas? Apa umat awam n pertapa beda ya karmanya?

apakah kutipan di bawah smuanya ada syarat n ketentuan berlaku ya?

Quote
Kebijaksanaan dimurnikan oleh moralitas dan moralitas dimurnikan oleh kebijaksanaan. Dimana ada yang satu, disana ada yang satunya lagi. Orang yang bermoral memiliki kebijaksanaan dan orang yang bijak memiliki moralitas. Kombinasi dari kedua ini merupakan hal tertinggi di dunia. D.I,84

Ketika engkau berbicara dengan orang lain, engkau mungkin berbicara pada waktu yang tepat atau tidak, berdasarkan fakta atau tidak, secara halus atau kasar, secara langsung atau tidak, dengan pikiran yang dipenuhi kebencian atau cinta kasih. Engkau harus melatih dirimu seperti ini. "Pikiran kita tidak boleh terkotori, kita juga tidak boleh berbicara kasar tetapi dengan kebaikan dan welas asih kita akan hidup dengan pikiran yang terbebas dari kebencian dan dipenuhi cinta kasih. Kita akan hidup meliputi satu orang dengan cinta kasih, dan kemudian meliputi seluruh dunia dengan cinta kasih yang meluas, menyebar dan tak terbatas dan sama sekali tanpa kebencian ataupun permusuhan." Dengan cara inilah engkau harus melatih dirimu sendiri. M.I,126

Ada tiga hal yang dengannya orang bijaksana bisa dikenali. Apakah yang tiga itu? Ia melihat kesalahannya sebagaimana adanya, ketika melihatnya ia berusaha memperbaikinya, ketika orang lain mengakui kesalahan mereka ia memaafkannya. A.I,103

Bahkan jika seorang penjahat rendah memotong anggota tubuh satu per satu dengan gergaji balik, jika kalian memenuhi pikiranmu dengan kebencian, kalian tidak akan mempraktikkan ajaran-Ku. M.I,126

Bagaikan seorang ibu yang melindungi anak tunggalnya dengan nyawanya sendiri, demikian juga, seseorang harus mengembangkan cinta kasih tanpa batas pada semua makhluk di dunia. Sn.150

Jika orang lain melukai, memukul, melempar batu atau menyerang kalian dengan tongkat atau pedang, kalian harus menyingkirkan semua nafsu dan kehendak duniawi dan berpikir. "Pikiranku tidak akan goyah. Aku tidak boleh berkata kasar. Aku tidak akan merasakan kebencian tetapi mempertahankan kebaikan dan welas asih kepada semua makhluk." Seperti inilah kalian harus berpikir. M.I,126

Ada 4 jenis orang yang terdapat dalam dunia ini. Apakah yang empat itu? mereka yang tidak memperhatikan kebahagiaan diri sendiri dan orang lain, mereka memperhatikan kebahagiaan orang lain tetapi tidak pada diri sendiri, mereka yang memperhatikan kebahagiaan diri sendiri tanpa memperhatikan kebahagiaan orang lain dan mereka yang memperhatikan kebahagiaan diri sendiri dan orang lain...Dari keempat jenis orang ini, mereka yang memperhatikan kebahagiaan mereka sendiri dan orang lain merupakan terutama, tertinggi, terkemuka, dan terbaik. A.II,94

Taklukkan kebencian dengan cinta kasih, kejahatan dengan kebaikan, kekejaman dengan kemurahan hati dan kebohongan dengan kebenaran. Dp.223

Semua orang gentar akan hukuman, semua orang menginginkan kehidupan. Oleh karena itu, tempatkan dirimu di posisi orang lain dan tidak membunuh ataupun membenarkan pembunuhan. Dp. 130

Mereka yang terus berpikir, "Ia melukaiku!" "Ia memukulku!" "Ia menindasku!" "Ia merampasku!" tidak akan menghentikan kebenciannya. Tetapi mereka yang melepaskan pikiran seperti itu akan menghentikan kebenciannya. Di dunia ini kebencian tidak akan dihentikan oleh kebencian. Cinta kasih yang menghentikan kebencian, inilah kebenaran abadi. Dp.3-5
« Last Edit: 18 December 2012, 04:52:25 PM by M14ka »