Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.  (Read 352030 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #120 on: 09 June 2009, 04:39:54 PM »
Dhamma sebagai suatu kebenaran akan tetap ada, terserah mereknya

sebagaimana hukum gravitasi tetap ada, walau tidak dirumuskan oleh Newton
^
se7

yup, toh akhirnya, sungai tetap bermuara ke laut
mungkin jalan-nya j kale yang beda
kan banyak jalan menuju roma ^_^
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #121 on: 09 June 2009, 04:40:29 PM »
ehm, bro Kai..... kekna ilustrasi anda ga nyambung deh...... kalo anda ilustrasi, seolah2 semuanya itu 1 waktu, ada 2 ucapan yg salah.....

sementara dari http://www.palikanon.com/english/pali_names/l/lakuntaka_th.htm dan http://www.palikanon.com/english/pali_names/ku/kelisiila_jat_202.htm, tidak disebutkan sama sekali mengenai adanya waktu yang sama loh.....

kalau saya bilang, itu yg dibilang bhw Kamma itu acinteyya, bhw tubuh yg kecil, merupakan perpaduan dari kamma memilih membangun stupa yg kecil, dengan hasil dari mengolok2 orang tua

itupun baru dari 2 kamma, belum jika ada kombinasi dan permutasi dari berbagai komponen lainnya

but it's my opinion only......


metta

Iya, ga nyambung dengan ajaran. Yang saya ilustrasikan adalah penulisannya. Dua orang melihat 1 kejadian, yang satu menulis komentar dhammapada, yang satu lagi menulis komentar apadana.


Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #122 on: 09 June 2009, 04:43:59 PM »
^ nah kalau ada kesalahan ya kita jangan percayailah, gitu aja ko repot, jangan yang salah itu di bela mati2an :))



Yang ke dua itu bisa untuk menambah PD juga lho :))

dan berharap acek ryu, tidak kecewa ya dan bisa legowo, ternyata di theravada juga mengalami hal yang sama, ada kekeliruan... ;D

no offense,
navis

lho kenapa kecewa? aye khan mahayana, berhak dong kecewa ke mahayana :))
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #123 on: 09 June 2009, 04:51:42 PM »
ajaran kan dipelajari melalui kitab, sepertinya sulit diterima kalo kitab salah tapi ajaran masih benar. tapi mari kita berandai2 lagi, seandainya memang demikian, kita masih bisa menggunakan tools lain yaitu logika dan pengalaman, kalau seteah membandingkan ternyata kitab salah dan ajaran dari guru2 terbukti benar maka saya memilih mengikuti ajaran yg benar daripada kitab yg salah.

sepertinya saya sedang dituntun gak tau kemana, mungkin ke dalam lubang jebakan, tapi akan saya ikutin permainan bro kainyn

Bukan, memang biasa saya suka main "jebakan", tapi kali ini tidak.
OK, thanx buat jawabannya.




^
  kalo om kain sendiri ditanya kek gitu gmana :-?
Sederhana. Saya akan katakan ajaran Buddha bukanlah ajaran yang menggantungkan hidup-mati, benar-salah pada kitab. Itulah yang membedakan ajaran Buddha dengan ajaran lain. Kepada umat Kalama, Buddha sudah mengatakan "kitab belum tentu benar". Lalu kenapa kita sendiri malah ngotot kitab harus benar?

Umat lain boleh klaim kitabnya PASTI GA ADA SALAH, karena ditulis dengan intervensi mahluk adikuasa. Ajaran Buddha tidak demikian. Semua kitab hanyalah sebuah pesan berantai dari manusia ke manusia lainnya, yang tentu saja sarat dengan kesalahan (walaupun maknanya belum tentu salah). Itulah sebabnya semua kitab dimulai dengan "evam me suttam" ("demikianlah yang kudengar").




Menarik juga pertanyaannya...

Bagi saya, kekeliruan penulisan seperti itu bukan menjadi hal yang memarginalkan esensi dari ajaran agama itu. Bahkan tidak peduli apakah Buddha Gotama itu pernah hidup atau hanya sebuah karangan fiksi, namun yang jelas esensi ajaran (Buddhisme) itu masih cukup sahid. Dan itulah yang saya jadikan pedoman, dan alasan mengapa sampai saat ini saya masih berjalan di Buddhadhamma.
Setuju sekali. Ajaran Buddha selalu mengembalikan kebenaran pada diri masing-masing, bukan pada buku. Itulah esensi Buddha-dhamma. Jadi memang Buddhisme bukan ajaran "kitab-sentrisme".


Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #124 on: 09 June 2009, 04:55:57 PM »
kalo gitu saat mempertanyakan ajaran,,,, tanya kemana donk......
kalo kitab aja gak bisa dijadikan pegangan :-?
i'm just a mammal with troubled soul



Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #125 on: 09 June 2009, 05:00:23 PM »
kalo gitu saat mempertanyakan ajaran,,,, tanya kemana donk......
kalo kitab aja gak bisa dijadikan pegangan :-?

Kembalikan pada kebenaran pribadi, sejauh yang mampu kita cerna.


Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #126 on: 09 June 2009, 05:00:57 PM »
ajaran kan dipelajari melalui kitab, sepertinya sulit diterima kalo kitab salah tapi ajaran masih benar. tapi mari kita berandai2 lagi, seandainya memang demikian, kita masih bisa menggunakan tools lain yaitu logika dan pengalaman, kalau seteah membandingkan ternyata kitab salah dan ajaran dari guru2 terbukti benar maka saya memilih mengikuti ajaran yg benar daripada kitab yg salah.

sepertinya saya sedang dituntun gak tau kemana, mungkin ke dalam lubang jebakan, tapi akan saya ikutin permainan bro kainyn

Bukan, memang biasa saya suka main "jebakan", tapi kali ini tidak.
OK, thanx buat jawabannya.


yaiks.... ternyata bro kainyn kutho nakal ya... wakakaka...

cuma saling belajar saja, no hard feeling, kita ini semua bersaudara
saudara saudara sedharma ;D
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #127 on: 09 June 2009, 05:09:36 PM »
kalo gitu saat mempertanyakan ajaran,,,, tanya kemana donk......
kalo kitab aja gak bisa dijadikan pegangan :-?

kitab bisa dipegang bro... hehehe...
kata sapa ga bisa dipegang ;D

yang penting liat mana yang paling benar menurut anda, dan mana yang lebih cocok dengan anda

kalau mo tanya ama sang buddha, ga mungkin, uda parinibbana soalnya... ;D
kalau dia ada, saya juga mo tanya, tapi no luck
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #128 on: 09 June 2009, 05:09:42 PM »
yaiks.... ternyata bro kainyn kutho nakal ya... wakakaka...

cuma saling belajar saja, no hard feeling, kita ini semua bersaudara
saudara saudara sedharma ;D

Saya hanya suka main "jebakan" untuk menjebak orang yang berpandangan putar-putar. Bukan "nakal", saya belajar itu juga dari sutta kok :)
Saya juga pernah mengatakan di forum lain bahwa umat lain boleh punya "Saudara Seiman", Buddhist boleh punya "Saudara sedharma", tapi saya hanya punya "saudara".

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #129 on: 09 June 2009, 05:11:05 PM »
ajaran kan dipelajari melalui kitab, sepertinya sulit diterima kalo kitab salah tapi ajaran masih benar. tapi mari kita berandai2 lagi, seandainya memang demikian, kita masih bisa menggunakan tools lain yaitu logika dan pengalaman, kalau seteah membandingkan ternyata kitab salah dan ajaran dari guru2 terbukti benar maka saya memilih mengikuti ajaran yg benar daripada kitab yg salah.

sepertinya saya sedang dituntun gak tau kemana, mungkin ke dalam lubang jebakan, tapi akan saya ikutin permainan bro kainyn

Bukan, memang biasa saya suka main "jebakan", tapi kali ini tidak.
OK, thanx buat jawabannya.


yaiks.... ternyata bro kainyn kutho nakal ya... wakakaka...

cuma saling belajar saja, no hard feeling, kita ini semua bersaudara
saudara saudara sedharma ;D

o ya? silahkan anda berpikir demikian, tapi yg jelas kita tidak bersaudara, at least tidak dalam kehidupan ini

Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #130 on: 09 June 2009, 05:26:01 PM »
[at] bro kainyn kutho & ko indra

waks, tidak diakui saudara, y ud, yo wis, wakakakaka.....

mo saudara kek mo bukan kek, yang penting kan kita teman, betul ga  :D
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #131 on: 09 June 2009, 05:28:33 PM »
[at] bro kainyn kutho & ko indra

waks, tidak diakui saudara, y ud, yo wis, wakakakaka.....

mo saudara kek mo bukan kek, yang penting kan kita teman, betul ga  :D

if you insist, so be it deh

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #132 on: 09 June 2009, 05:31:11 PM »
[at] bro kainyn kutho & ko indra

waks, tidak diakui saudara, y ud, yo wis, wakakakaka.....

mo saudara kek mo bukan kek, yang penting kan kita teman, betul ga  :D

Maksud saya, sebaiknya kita berusaha menganggap semua orang saudara kita, terlepas dari apapun agamanya.


OK  :backtotopic:

Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #133 on: 09 June 2009, 05:33:33 PM »
 [at] navis

=)) kasian amet bro gak ada yg mo jadi sodara e... =))

ya udeh deh e sodaraan ma i aja :))

:backtotopic:
i'm just a mammal with troubled soul



Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #134 on: 09 June 2009, 05:35:17 PM »
ajaran kan dipelajari melalui kitab, sepertinya sulit diterima kalo kitab salah tapi ajaran masih benar. tapi mari kita berandai2 lagi, seandainya memang demikian, kita masih bisa menggunakan tools lain yaitu logika dan pengalaman, kalau seteah membandingkan ternyata kitab salah dan ajaran dari guru2 terbukti benar maka saya memilih mengikuti ajaran yg benar daripada kitab yg salah.

sepertinya saya sedang dituntun gak tau kemana, mungkin ke dalam lubang jebakan, tapi akan saya ikutin permainan bro kainyn

Bukan, memang biasa saya suka main "jebakan", tapi kali ini tidak.
OK, thanx buat jawabannya.




^
  kalo om kain sendiri ditanya kek gitu gmana :-?
Sederhana. Saya akan katakan ajaran Buddha bukanlah ajaran yang menggantungkan hidup-mati, benar-salah pada kitab. Itulah yang membedakan ajaran Buddha dengan ajaran lain. Kepada umat Kalama, Buddha sudah mengatakan "kitab belum tentu benar". Lalu kenapa kita sendiri malah ngotot kitab harus benar?

Umat lain boleh klaim kitabnya PASTI GA ADA SALAH, karena ditulis dengan intervensi mahluk adikuasa. Ajaran Buddha tidak demikian. Semua kitab hanyalah sebuah pesan berantai dari manusia ke manusia lainnya, yang tentu saja sarat dengan kesalahan (walaupun maknanya belum tentu salah). Itulah sebabnya semua kitab dimulai dengan "evam me suttam" ("demikianlah yang kudengar").




Menarik juga pertanyaannya...

Bagi saya, kekeliruan penulisan seperti itu bukan menjadi hal yang memarginalkan esensi dari ajaran agama itu. Bahkan tidak peduli apakah Buddha Gotama itu pernah hidup atau hanya sebuah karangan fiksi, namun yang jelas esensi ajaran (Buddhisme) itu masih cukup sahid. Dan itulah yang saya jadikan pedoman, dan alasan mengapa sampai saat ini saya masih berjalan di Buddhadhamma.
Setuju sekali. Ajaran Buddha selalu mengembalikan kebenaran pada diri masing-masing, bukan pada buku. Itulah esensi Buddha-dhamma. Jadi memang Buddhisme bukan ajaran "kitab-sentrisme".



dalam minggu ini, udah beberapa kali Kalama Sutta ini kembali digunakan..... mungkin lagi rame lagi utk mengkritisi Tipitaka nih he3.....

Bro Kai, harus diingat bhw Kalama Sutta menyatakan dengan jelas bukan masalah kitabnya, atau Kembalikan pada kebenaran pribadi namun ke bagaimana suatu hal itu bisa membawa manfaat bagi perkembangan batin.....

itu yg jelas2 disebut dalam Kalama Sutta mengenai kerugian dari LDM dan keuntungan dari terbebas dari LDM
source : samaggiphala.or.id

Jadi yg ditelaah bukannya kitabnya melainkan bagaimana manfaat dari kitab itu terhadap pengikisan LDM

Kitab itu adalah peta, utk menunjukkan arah ke pengikisan LDM tapi peta itu sendiri bukan tujuan
Sama seperti telunjuk yang digunakan utk menunjuk bulan tapi telunjuk itu bukanlah bulan

Hanya org bodoh yg bilang telunjuk = bulan, atau peta = tujuan

Jadi bukan peta atau telunjuk yg salah, si pelaksananya itulah yg salah.......