Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.  (Read 338092 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #60 on: 09 June 2009, 08:59:18 AM »
bagaimana pandangan theravada mengenai cheng beng alias sembahyang ke kuburan?
apakah itu merupakan haram? sesuai fatwa Theravada?

no offense,

navis
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #61 on: 09 June 2009, 09:14:12 AM »
^
bukan kah ditheravada juga mengakui adanya buddha buddha sebelum nya sebelum buddha sakyamuni?
ada
Quote
apakah panca dhayani buddha tidak berlaku di theravada,
bukan kah salah satu panca dhayani buddha itu menghadap sebelah barat adalah buddha Amitabha?
panca dhayani itu eksklusif Mahayana.

Quote
bagaimana pandangan theravada terhadap buddha Amitabha?
tidak mengakui ato mengakui?
tidak ada di Tipitaka dan tidak ada di Kitab-kitab komentar.

kenapa negara seperti sri langka, burma, ama thailand
yang menganut paham Theravada begitu suram, begitu kelam, ato begitu ribut, tidak pernah damai?
apakah yang menyebabkan hal demikian?

lain halnya seperti negara Tiongkok yang menganut paham Mahayana begitu berkembang?
apakah yang menyebabkan hal demikian?

no offense,
navis

kata siapa ada negara yang selalu damai ??? ;D
jangan melihat sejarah sepotong-sepotong. tapi lihat selama ribuan tahun.
kedamaian suatu negara tergantung penduduknya bro, bukan tergantung theravada atau mahayana.
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #62 on: 09 June 2009, 09:21:38 AM »
^
^
trus bukan nya suatu agama seharusnya mencerminkan penduduknya ??? ;D
no offense loh,
apakah karena terlalu kaku n ketat sehingga mereka menjadi terkekang?

memang sich, dalam hal ini tidak bisa menyalahkan agama, apakah harus menyalahkan manusia-nya  ???
trus permasalahan nya terletak dimana  ???

CMIIW,
navis
« Last Edit: 09 June 2009, 09:25:22 AM by naviscope »
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.749
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #63 on: 09 June 2009, 09:31:39 AM »
ngeramein ah...

http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/sn/sn02/sn02.009.piya.html
http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/sn/sn02/sn02.009.piya.html
di dua sutta di atas disebut2 ada dewa matahari sama dewa bulan, suriya dan rahu, di mana suriya ditangkap sama rahu. kedua dewa ini dikenal baik dalam hindu.

1. apa dewa2 ini benar2 dikenal di theravada padahal mereka dah dikenal jauh2 hari di hindu?
2. kalo memang ada dewa bulan dan dewa matahari, mereka ini kerjaannya ngapain? bukankah matahari dan bulan semuanya bekerja sesuai hukum alam (gravitasi, energy, dll)?

http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/dn/dn.20.0.piya.html
di sutta di atas disebutkan dewa2 dari 10.000 tata surya berkumpul menemui Buddha.
3. kok dewa2 yg disebut di sutta itu semuanya dewa2 "lokal" dari himalaya, dsb? kok gak ada dewa dari eropa, amrik, afrika atau aussie? katanya dari 10.000 tata surya? kendala bahasa kah?

iseng ;D
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #64 on: 09 June 2009, 09:38:44 AM »
sesuai dengan yang diajarkan Sang Buddha, jangan marah, jangan esmosi.
bilang aja hal itu tidak ada pada kami, hal itu tidak diajarkan guru kami.
makanya bilang sesat, karena hal itu tidak diajarkan guru kami ;D

kan yg guru kami itu gurunya dia dia juga... (kami = theravada dan mahayana) :))

Tergantung apakah mereka yang mengklaim sebagai Mahayanis juga menerima Brahmajala Sutta sebagai wejangan dari Sang Buddha. ;D
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #65 on: 09 June 2009, 09:39:34 AM »
bagaimana pandangan theravada mengenai cheng beng alias sembahyang ke kuburan?
apakah itu merupakan haram? sesuai fatwa Theravada?

no offense,

navis

dear bro navis,

seingat saya ada beberapa versi mengenai cheng beng dan rata2 berasal dari tradisi tiongkok, bukan dari buddhism loh.......

pun, boleh minta informasi mengenai fatwa theravada yang menyatakan cheng beng haram? saya sih belum dengar....

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #66 on: 09 June 2009, 09:45:01 AM »
^
^
trus bukan nya suatu agama seharusnya mencerminkan penduduknya ??? ;D
no offense loh,
apakah karena terlalu kaku n ketat sehingga mereka menjadi terkekang?

memang sich, dalam hal ini tidak bisa menyalahkan agama, apakah harus menyalahkan manusia-nya  ???
trus permasalahan nya terletak dimana  ???

CMIIW,
navis

Mengenai kemajuan suatu negara, Sang Buddha mengajarkan 7 faktor ketidak-munduran suatu negara, bisa dibaca dalam Maha Parinibbana Sutta, tidak ada hubungannya dengan agama. dulu indonesia di masa Sriwijaya dan Majapahit, juga Mahayana, akhirnya ...?

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #67 on: 09 June 2009, 09:46:23 AM »
^
^
trus bukan nya suatu agama seharusnya mencerminkan penduduknya ??? ;D
no offense loh,
apakah karena terlalu kaku n ketat sehingga mereka menjadi terkekang?

memang sich, dalam hal ini tidak bisa menyalahkan agama, apakah harus menyalahkan manusia-nya  ???
trus permasalahan nya terletak dimana  ???

CMIIW,
navis

ga salah bro? coba deh bro ke thailand, lalu bandingin ama Tiongkok....

wkt saya ke bangkok, pattaya dan ayutthaya, masyarakat disana begitu ramah. Jika kita kesulitan bahasa, jauh lebih bnyk org yg bersedia membantu.... bahkan supir taksi aja liat gambar, mau bantu utk tanya di sepanjang jalan.....

wkt 1 bulan lalu ke tiongkok (beijing dan tianjin), mayoritas penduduk disana judes2.
Jualan di toko aja, kalo kita nanya, jawab sambil "sedikit" bentak.
Taksi kalo disodorin peta yg ada bhs chinese, mayoritas juga langsung tutup pintu en ga mo angkut
Di kereta MRT, bnyk org tua berdiri, sementara anak muda cuek aja duduk
Gembel, pengemis, peminta2 bukannya tidak ada tapi didorong utk pindah ke pinggiran kota, tidak boleh ada di pusat kota
Generasi muda mengalami "culture shock" karena tradisi setempat yg kuat tapi ada tradisi dari barat yg bebas

Nah saya ga tau deh kalo anda udah pergi juga dan mengalami hal yg berbeda

sorry no offense, cuma sharing mengenai kondisi negara

Offline William_phang

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.100
  • Reputasi: 62
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #68 on: 09 June 2009, 09:55:52 AM »
^
^
trus bukan nya suatu agama seharusnya mencerminkan penduduknya ??? ;D
no offense loh,
apakah karena terlalu kaku n ketat sehingga mereka menjadi terkekang?

memang sich, dalam hal ini tidak bisa menyalahkan agama, apakah harus menyalahkan manusia-nya  ???
trus permasalahan nya terletak dimana  ???

CMIIW,
navis

ga salah bro? coba deh bro ke thailand, lalu bandingin ama Tiongkok....

wkt saya ke bangkok, pattaya dan ayutthaya, masyarakat disana begitu ramah. Jika kita kesulitan bahasa, jauh lebih bnyk org yg bersedia membantu.... bahkan supir taksi aja liat gambar, mau bantu utk tanya di sepanjang jalan.....

wkt 1 bulan lalu ke tiongkok (beijing dan tianjin), mayoritas penduduk disana judes2.
Jualan di toko aja, kalo kita nanya, jawab sambil "sedikit" bentak.
Taksi kalo disodorin peta yg ada bhs chinese, mayoritas juga langsung tutup pintu en ga mo angkut
Di kereta MRT, bnyk org tua berdiri, sementara anak muda cuek aja duduk
Gembel, pengemis, peminta2 bukannya tidak ada tapi didorong utk pindah ke pinggiran kota, tidak boleh ada di pusat kota
Generasi muda mengalami "culture shock" karena tradisi setempat yg kuat tapi ada tradisi dari barat yg bebas

Nah saya ga tau deh kalo anda udah pergi juga dan mengalami hal yg berbeda

sorry no offense, cuma sharing mengenai kondisi negara

saya rasa budaya setempat akan menentukan prilaku manusianya... kl menurut pengalaman selama pergi ke china (beijing dan hebei) sih orangnya memang tidak ramah..hehhe.... malah di pusat perbelanjaan (ya xiu) kalo kita lihat barang dagangan dan ga jadi dimaki-maki...mereka kira saya ngga bisa mandarin kali....hahhaha..... istri saya sampai ketakutan untuk melihat-lihat barang..haahah....

karena kompetisi yang hebat disana jd lah manusianya agak egois kalo saya liat.. cuma masih banyak juga yang baik...

Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #69 on: 09 June 2009, 09:57:02 AM »
bagaimana pandangan theravada mengenai cheng beng alias sembahyang ke kuburan?
apakah itu merupakan haram? sesuai fatwa Theravada?

no offense,

navis

dear bro navis,

seingat saya ada beberapa versi mengenai cheng beng dan rata2 berasal dari tradisi tiongkok, bukan dari buddhism loh.......

pun, boleh minta informasi mengenai fatwa theravada yang menyatakan cheng beng haram? saya sih belum dengar....

sorry bro, itu pertanyaan, bukan statement, soalnya
kayaknya theravada tidak terlalu setuju dengan cheng beng... geto

ngeramein ah...

http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/sn/sn02/sn02.009.piya.html
http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/sn/sn02/sn02.009.piya.html
di dua sutta di atas disebut2 ada dewa matahari sama dewa bulan, suriya dan rahu, di mana suriya ditangkap sama rahu. kedua dewa ini dikenal baik dalam hindu.

1. apa dewa2 ini benar2 dikenal di theravada padahal mereka dah dikenal jauh2 hari di hindu?
2. kalo memang ada dewa bulan dan dewa matahari, mereka ini kerjaannya ngapain? bukankah matahari dan bulan semuanya bekerja sesuai hukum alam (gravitasi, energy, dll)?

http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/dn/dn.20.0.piya.html
di sutta di atas disebutkan dewa2 dari 10.000 tata surya berkumpul menemui Buddha.
3. kok dewa2 yg disebut di sutta itu semuanya dewa2 "lokal" dari himalaya, dsb? kok gak ada dewa dari eropa, amrik, afrika atau aussie? katanya dari 10.000 tata surya? kendala bahasa kah?

iseng ;D

nice question, hehe.... berat bro, berat...
jd pengen tau, kenapa ya?
^
^
menyimak dengan seksama
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline F.T

  • Sebelumnya: Felix Thioris, MarFel, Ocean Heart
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.135
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • • Save the Children & Join with - Kasih Dharma Peduli • We Care About Their Future • There Are Our Next Generation.
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #70 on: 09 June 2009, 09:59:46 AM »
Gk jg sepertinya, malah waktu ke china ... Sempat tidak punya duit recehan koin untuk titipan barang, ada yang membantu mendanakan recehannya dengan ramah... :))

Mungkin kebetulan daerah yang ko markos kunjungi demikian kondisinya... Tapi tidak bisa di vonis secara keseluruhan bahwa demikianlah adanya... Sebuah negara berkembang bukan karena agamanya yang kuat, tetapi bagaimana pemerintah mensejahterakan rakyatnya dengan pendidikan dan kehidupan yang layak..
 


Save the Children & Join With :
Kasih Dharma Peduli ~ Anak Asuh
May all Beings Be Happy


Contact Info : Kasihdharmapeduli [at] yahoo.com

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #71 on: 09 June 2009, 10:02:07 AM »
ngeramein ah...

http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/sn/sn02/sn02.009.piya.html
http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/sn/sn02/sn02.009.piya.html
di dua sutta di atas disebut2 ada dewa matahari sama dewa bulan, suriya dan rahu, di mana suriya ditangkap sama rahu. kedua dewa ini dikenal baik dalam hindu.

1. apa dewa2 ini benar2 dikenal di theravada padahal mereka dah dikenal jauh2 hari di hindu?
2. kalo memang ada dewa bulan dan dewa matahari, mereka ini kerjaannya ngapain? bukankah matahari dan bulan semuanya bekerja sesuai hukum alam (gravitasi, energy, dll)?

http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/dn/dn.20.0.piya.html
di sutta di atas disebutkan dewa2 dari 10.000 tata surya berkumpul menemui Buddha.
3. kok dewa2 yg disebut di sutta itu semuanya dewa2 "lokal" dari himalaya, dsb? kok gak ada dewa dari eropa, amrik, afrika atau aussie? katanya dari 10.000 tata surya? kendala bahasa kah?

iseng ;D

menurut SN terjemahan Bhikkhu Bodhi, Suriya dan Candima adalah para dewa yang bertempat tinggal di istana Matahari dan Bulan (jadi bukan cuma dewa "lokal" himalaya saja yg mampir pada saat mahasamaya, kedua dewa ini juga datang dan jadi sotapanna)

saya kira tidak masalah kalau aad dewa yang sama2 dikenal baik oleh buddha maupun hindu, Dewa Visnu juga disebut dalam Nikaya, walaupun dengan sebutan berbeda.

dewa suriya dan candima, hanya bertempat tinggal di matahari dan bulan, tapi pergerakan matahari dan bulan tetap ditentukan oleh hukum alam. bahkan Rahu yang dikatakan menelan matahari dan bulan pun hanya bisa membuatnya tidak terlihat sebentar tapi karena gerakan matahari dan bulan itu tidak bisa dihentikan, maka tidak lama kemudian terlihat lagi.

soal mahasamaya sutta, bahkan para dewa dari matahari dan bulan juga datang, para dewa amrik, eropa juga datang, tapi mereka menggunakan nama/bahasa lokal untuk berkomunikasi

Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #72 on: 09 June 2009, 10:02:51 AM »
^
^
trus bukan nya suatu agama seharusnya mencerminkan penduduknya ??? ;D
no offense loh,
apakah karena terlalu kaku n ketat sehingga mereka menjadi terkekang?

memang sich, dalam hal ini tidak bisa menyalahkan agama, apakah harus menyalahkan manusia-nya  ???
trus permasalahan nya terletak dimana  ???

CMIIW,
navis

ga salah bro? coba deh bro ke thailand, lalu bandingin ama Tiongkok....

wkt saya ke bangkok, pattaya dan ayutthaya, masyarakat disana begitu ramah. Jika kita kesulitan bahasa, jauh lebih bnyk org yg bersedia membantu.... bahkan supir taksi aja liat gambar, mau bantu utk tanya di sepanjang jalan.....

wkt 1 bulan lalu ke tiongkok (beijing dan tianjin), mayoritas penduduk disana judes2.
Jualan di toko aja, kalo kita nanya, jawab sambil "sedikit" bentak.
Taksi kalo disodorin peta yg ada bhs chinese, mayoritas juga langsung tutup pintu en ga mo angkut
Di kereta MRT, bnyk org tua berdiri, sementara anak muda cuek aja duduk
Gembel, pengemis, peminta2 bukannya tidak ada tapi didorong utk pindah ke pinggiran kota, tidak boleh ada di pusat kota
Generasi muda mengalami "culture shock" karena tradisi setempat yg kuat tapi ada tradisi dari barat yg bebas

Nah saya ga tau deh kalo anda udah pergi juga dan mengalami hal yg berbeda

sorry no offense, cuma sharing mengenai kondisi negara

saya rasa budaya setempat akan menentukan prilaku manusianya... kl menurut pengalaman selama pergi ke china (beijing dan hebei) sih orangnya memang tidak ramah..hehhe.... malah di pusat perbelanjaan (ya xiu) kalo kita lihat barang dagangan dan ga jadi dimaki-maki...mereka kira saya ngga bisa mandarin kali....hahhaha..... istri saya sampai ketakutan untuk melihat-lihat barang..haahah....

karena kompetisi yang hebat disana jd lah manusianya agak egois kalo saya liat.. cuma masih banyak juga yang baik...

se7, tidak bisa digeneralisi seperti itu

tar berkembang menjadi SARA (bro markosprawira tentunya tidak mo seperti itu kan :P I know your identity loh, jd please don't SARA, oke? no offense)

kalau saya bilang orang indonesia juga kebanyakan jutek2 loh, karena kompetisi yang hebat disana jd lah manusianya agak egois kalo saya liat.. cuma masih banyak juga yang baik...  << setuju dengan pernyataan bro william phang

kalau kamu ke hongkong tapi ga bisa bahasa kanton ya dimarah-marahin dech...sapa suruh orang chinese tapi ga bisa bahasa sendiri
sama halnya kalau kita di indonesia tapi ga bisa bahasa indonesia...
oke, cukup sekian, jangan menjurus-jurus ke SARA lg, tidak ada untung nya

saya cuma menanyakan pengaruh agama terhadap keadaan sesuatu negara.

kalau sudah menjurus-jurus, y ud, please ignore the above statement
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #73 on: 09 June 2009, 10:07:03 AM »

kalo om mercedes sendiri lebih prefer kemana :-? Thera apa Maha ?
terkait dengan konsep,
sebelum saya menjawab saya balik bertanya kepada anda...

apakah anda pernah menderita sampai membuat batin anda betul-betul angkat tangan?
ketika itu mungkin anda berpikir,seandai-nya "saya tidak lahir lagi"

saya ingin komen mengenai statement "saya tidak lahir lagi"
manknya om mercy pernah lahir sebelomnya :-?  tau darimana? dikasih tau orang kah?

kalo untuk jawaban saya adalah "Ya" tapi untuk "tidak pernah terlahir". karena yg saya tahu saya cuma lahir saat ini saja.


Quote
................................................
................................................
................................................

berbeda dengan Mahayana, disitu Sangbuddha lahir dan terus lahir mengalami 1 kombo paket tak terpisahkan.....bahkan saya sendiri tidak melihat ada-nya kebahagiaan ketika menjadi seorang buddha.
makanya saya tanya, buddha membahagiakan dari segi mana-nya?

Jadi om mercy lebih memilih paket Theravada, dimana dikatakan si Buddha gak lahir2 lagi, laen sama Mahayana dimana walau Buddha itu bisa lahir lagi?
Kenapa gak ambil paket tetangga aja om? kan paket tetangga lebih mudah dan paketnya lebih menggiurkan...


Quote
saya mempelari Theravada bukan dari pertama membaca dan meyakini, melainkan dari pengalaman langsung dan semua itu tertulis dalam sutta.....ajaran buddha..
berbaur dalam 1 pengalaman dan rasa.....
saya ibarat sudah jalan setengah dan melalui apa yang saya lihat dari perjalanan setengah ini, semua ini saling connect..
jadi tentu saya jadi lebih yakin...walau belum menyelesaikan setengah lagi.
ibarat sudah ada "panjar" pembuktian.

----------------------
sy beri perumpamaan...

anda disuruh mencari sebuah rumah beratap biru, disebuah kota.
dalam Theravada semua jadi jelas...
misalkan anda jalan lurus betemu jalan ini, akan ada rumah hijau, kalau anda belok kanan akan ada rumah ini itu..
lalu di persimpangan jalan akan ada ini, dan itu, terus ini itu.

yah ibarat anda punya tour-guide yang mengetahui seluk beluk kota.....ketika anda belum melihat rumah beratap biru...
tetapi tour guide ini telah memperlihatkan kemampuannya....jadi anda memiliki keyakinan pada tour-guide ini...
bahkan tour-guide ini mengetahui ttg isi rumah beratap biru.


dalam mahayana ( saat ini )
disuruh ibarat disuruh mencari rumah beratap biru ( sama dengan contoh atas )
tetapi tidak ada dikatakan bahwa ketika anda belok kiri akan menemukan apa, belok kanan menemukan apa...ini itu semua nya tidak ada...
yang ada hanya dikatakan ketika anda menemukan rumah beratap biru, anda adalah seorang pemenang.
bahkan isi dari rumah beratap biru pun tidak ada penjelasannya...
kalau anda punya tour guide seperti ini, apakah anda mau menyewa jasa nya?
lantas dari mana keyakinan anda menyewa jasa dari orang ini?


alangkah baiknya ketika memberikan penjelasan seperti visudhi magga dalam latihan......
ada dijelaskan kilesa apa-apa yang hancur, kemudian cara mengetahuinya,kemudian memakai objek apa,
jika halangan ini timbul di jelaskan cara mengatasi-nya...

tetapi disini kebanyakan "anda melafalkan amitabha dengan sepenuh hati bisa masuk alam sukhavati"
apakah standar kebenaran untuk mengetahui hal itu?

agama tetangga, dalam proses kesembuhan ilahi/mujizat...dikatakan bahwa orang yg tidak sembuh ,berarti iman-nya kepada mr.Y kurang kuat........karena dalam kitab tertulis
"aku-lah jalan kebenaran dan hidup,tiada seorangpun dapat menemui my boss, tanpa melalui aku"
padahal orang tersebut sudah berdiri didepan, bahkan ber-doa sambil air matanya keluar.....

bagaimana seandainya saya mempelajari nian fo "amitabha" lantas terlahir di alam sengsara, dan dijelaskan bahwa nian fo saya kurang kuat keyakinannya...
saya tinggal menjawab, bagaimana mau kuat kalau penjelasannya hanya seperti motto nike [just do it.]
bahkan untuk mengetahui sukses tidaknya masuk alam sukhavati kita sendiri tidak tahu.
dan hanya kematian baru tahu...apakah anda mau mengorbankan kehidupan anda kepada sesuatu yang anda tidak ketahui kepastian dalam kehidupan ini?

kira-kira kalau kejadian begini saudara hatred, anda mau menyewa tour guide mana?

salam metta.

Saya kurang tahu dengan pemahaman Mahayanis yg benar, apakah prinsip dhamma nya seperti itu, dimana hanya ada kepala dan ekor tanpa ada gambaran mengenai badan.

tetapi bila memang seperti itu dan hanya ada dua tour guide saja yg seperti diberikan dalam pilihan, maka saya lebih memilih tour guide yg Theravada.


Cuma yg mo saya tanyakan adalah, Kebenaran apa saja yg sudah anda buktikan di Theravada? yg tidak ada di paham manapun
i'm just a mammal with troubled soul



Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #74 on: 09 June 2009, 10:10:12 AM »
gak pernah dengar roda kecil, dapet di mana tuh ceng?

Gw dengar dari mana lupa juga (soalnya sering berkelana beberapa ajaran)...
selain roda kecil, juga ada roda besar...

mungkin senior lain bisa beri masukan.
(kenapa bisa punya ide sampai disebut roda kecil?)

ini juga sama, i pernah denger ;D
kalo gak salah waktu di sekolah dulu.. deh
i'm just a mammal with troubled soul