Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.  (Read 338172 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #75 on: 09 June 2009, 10:11:19 AM »
gak pernah dengar roda kecil, dapet di mana tuh ceng?



Gw dengar dari mana lupa juga (soalnya sering berkelana beberapa ajaran)...
selain roda kecil, juga ada roda besar...

mungkin senior lain bisa beri masukan.
(kenapa bisa punya ide sampai disebut roda kecil?)

ini juga sama, i pernah denger ;D
kalo gak salah waktu di sekolah dulu.. deh

yg saya dengar sih Kendaraan Besar dan Kendaraan kecil, terjemahan harafiah adri Mahayana dan Hinayana.  kalo roda sih gak pernah dengar tapi mungkin sesuai kendaraannya, kalo kendaraan besar pake roda kecil kan gak cantik.

Offline purnama

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.309
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #76 on: 09 June 2009, 10:14:13 AM »
Saya cuman mau ingetin saja satu hal dalam diskusi karena sekarang wa cukup sibuk belum sempat diskusi. Karena pekerjaan cukup menumpuk. Tapi liat liat sedikit ngak masalah lar. Saa mau ingat kan Pesan Pesan dari YM. Bhante Sri Pannavaro. Jangan mempelajari Sutta by Teori Saja banyak orang yang belajar Abidharma, sutta begitu mendalam hampir menyamai sangha. Tapi penjalanan Prateknya tuh masih jauh dari pada teorinya.

Bagi saya pribadi Ironis bila ada seseorang menghina orang menggunakan Sutta. itu sering terjadi dalam kasus dunia maya. Jangan terulang kembali kasus ini udah ada dari tahun 2002. Saya harap ada perubahan dasar dalam diskusi. Kadang ironisnya sangking bisa ini itu sampai teori sama pratek beda jauh.

Saya udah lama memoderinsasi milis agama Buddha . Jadi kasus seperti ini tidak terulang kembali ke depan .

THK

Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #77 on: 09 June 2009, 10:16:40 AM »
^
  kan ini, mempertanyakan om ;D bukannya menghina.....
  kalo sampe ampe begitu kan salah orang yg diskusi, bukan topiknya :D
i'm just a mammal with troubled soul



Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #78 on: 09 June 2009, 10:18:20 AM »
bagaimana seandainya saya mempelajari nian fo "amitabha" lantas terlahir di alam sengsara, dan dijelaskan bahwa nian fo saya kurang kuat keyakinannya...
saya tinggal menjawab, bagaimana mau kuat kalau penjelasannya hanya seperti motto nike [just do it.]
bahkan untuk mengetahui sukses tidaknya masuk alam sukhavati kita sendiri tidak tahu.
dan hanya kematian baru tahu...apakah anda mau mengorbankan kehidupan anda kepada sesuatu yang anda tidak ketahui kepastian dalam kehidupan ini?

kira-kira kalau kejadian begini saudara hatred, anda mau menyewa tour guide mana?

salam metta.

kalau setelah mati, anda ketemu Mr. J, gimana coba?
dan ternyata ajaran dia yang bener ???
dengan statement anda diatas, berarti dengan begitu mengugurkan agama2 yang lain,
ingat kita hidup di negara beragama, bukan negara agama.
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #79 on: 09 June 2009, 10:18:55 AM »
Saya cuman mau ingetin saja satu hal dalam diskusi karena sekarang wa cukup sibuk belum sempat diskusi. Karena pekerjaan cukup menumpuk. Tapi liat liat sedikit ngak masalah lar. Saa mau ingat kan Pesan Pesan dari YM. Bhante Sri Pannavaro. Jangan mempelajari Sutta by Teori Saja banyak orang yang belajar Abidharma, sutta begitu mendalam hampir menyamai sangha. Tapi penjalanan Prateknya tuh masih jauh dari pada teorinya.

Bagi saya pribadi Ironis bila ada seseorang menghina orang menggunakan Sutta. itu sering terjadi dalam kasus dunia maya. Jangan terulang kembali kasus ini udah ada dari tahun 2002. Saya harap ada perubahan dasar dalam diskusi. Kadang ironisnya sangking bisa ini itu sampai teori sama pratek beda jauh.

THK

cetuju... :jempol:

kenyataannya yang gw liat sampai saat ini memang banyak yang hanya memelajari sutta tanpa ada praktek nyata :)) menggelikan sungguh menggelikan :))

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #80 on: 09 June 2009, 10:28:16 AM »
ngeramein ah...
http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/dn/dn.20.0.piya.html
di sutta di atas disebutkan dewa2 dari 10.000 tata surya berkumpul menemui Buddha.
3. kok dewa2 yg disebut di sutta itu semuanya dewa2 "lokal" dari himalaya, dsb? kok gak ada dewa dari eropa, amrik, afrika atau aussie? katanya dari 10.000 tata surya? kendala bahasa kah?
 

Bukan kendala bahasa tapi dewa non lokal datangnya terlambat jadi duduknya paling belakang. Dan dewa-dewa lokal yang datangnya tidak telat duduk di depan. Dan merek ayang duduk di depan yang disebut namanya. Dan dalam ceramah atau pidato, tuan rumah biasanya yang banyak disebut. Lagi pula toh dewa non lokal sudah diwakili dengan kata “dewa 10.000 tata surya.”

Jawaban iseng ;D
« Last Edit: 09 June 2009, 10:30:10 AM by Kelana »
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline Xan To

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 481
  • Reputasi: 16
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #81 on: 09 June 2009, 10:34:38 AM »
 [at] Purnama
GRP ah :D

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #82 on: 09 June 2009, 10:37:49 AM »
bisa dijelaskan bro? bagian mana yg bro curigai sbg "salah kutip/tulis" itu?
dugaan saya adalah sutta itu ditujukan kepada orang yg berbeda (kebetulan bernama sama), di tempat dan kondisi yang berbeda

Bang Kutho, kalau beda urang dan cuma sama nama artinya biasa saja, bukan?

Quote
by kainyn
Pertentangan dalam hal ajaran sih, sepertinya tidak ada. Tapi kalo dari sudut pandang kisahnya, sungguh beda jauh. Misalnya setelah itu Bahiya dikatakan mengasingkan diri dan mencapai Arahatta, sementara dalam kisah lainnya, Bahiya mencapai Arahatta di tempat itu juga, bahkan sebelum Buddha mengajarkan sampai selesai. Itu sebabnya Bahiya dinyatakan (dalam Anguttara Nikaya) sebagai yang tercepat dalam mendapat pengetahuan (khippābhiññānam).

Sudah dijelasin sendiri  ;D

Yg warna biru itu abis mencapai arhata lsg diseruduk sapi, yg satu lagi kagak jadi jelas orangnya beda.

Tadinya saya pikir itu orang yang sama, tapi sudah dijelaskan di thread sebelah, kesimpulannya adalah itu orang yang berbeda. Karena Bahiya yang satu tidak ada nama julukannya, jadi saya terima bahwa itu orang yang berbeda. Jadi pertanyaannya saya ganti.

Dalam komentar Theragatha, Vakkali tinggal di Bukit Nasar dan Buddha mengunjungi dan menasihati hingga ia mencapai Arahatta. Dalam komentar Samyutta, Buddha Gotama sedang di Bukit Nasar dan Vakkali berada di Isigili ketika Buddha mendukung Vakkali untuk bunuh diri.

Sama juga seperti Dalam RAPB (halaman 2546-2547), dikatakan Lakuntaka Bhaddiya memiliki tubuh yang pendek karena memilih membangun stupa yang kecil untuk Buddha Kassapa. Sementara dalam Kelisila Jataka, dikatakan penyebab tubuh pendek dari Lakuntaka Bhaddiya adalah karena ia suka menghina orang-orang yang sudah tua, maka di kehidupan ini, tubuhnya menjadi pendek.

Salah satu dari kitab ini pasti keliru. Bagaimana umat Theravada menanggapinya?


Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #83 on: 09 June 2009, 10:45:47 AM »
bisa dijelaskan bro? bagian mana yg bro curigai sbg "salah kutip/tulis" itu?
dugaan saya adalah sutta itu ditujukan kepada orang yg berbeda (kebetulan bernama sama), di tempat dan kondisi yang berbeda

Bang Kutho, kalau beda urang dan cuma sama nama artinya biasa saja, bukan?

Quote
by kainyn
Pertentangan dalam hal ajaran sih, sepertinya tidak ada. Tapi kalo dari sudut pandang kisahnya, sungguh beda jauh. Misalnya setelah itu Bahiya dikatakan mengasingkan diri dan mencapai Arahatta, sementara dalam kisah lainnya, Bahiya mencapai Arahatta di tempat itu juga, bahkan sebelum Buddha mengajarkan sampai selesai. Itu sebabnya Bahiya dinyatakan (dalam Anguttara Nikaya) sebagai yang tercepat dalam mendapat pengetahuan (khippābhiññānam).

Sudah dijelasin sendiri  ;D

Yg warna biru itu abis mencapai arhata lsg diseruduk sapi, yg satu lagi kagak jadi jelas orangnya beda.

Tadinya saya pikir itu orang yang sama, tapi sudah dijelaskan di thread sebelah, kesimpulannya adalah itu orang yang berbeda. Karena Bahiya yang satu tidak ada nama julukannya, jadi saya terima bahwa itu orang yang berbeda. Jadi pertanyaannya saya ganti.

Dalam komentar Theragatha, Vakkali tinggal di Bukit Nasar dan Buddha mengunjungi dan menasihati hingga ia mencapai Arahatta. Dalam komentar Samyutta, Buddha Gotama sedang di Bukit Nasar dan Vakkali berada di Isigili ketika Buddha mendukung Vakkali untuk bunuh diri.

Sama juga seperti Dalam RAPB (halaman 2546-2547), dikatakan Lakuntaka Bhaddiya memiliki tubuh yang pendek karena memilih membangun stupa yang kecil untuk Buddha Kassapa. Sementara dalam Kelisila Jataka, dikatakan penyebab tubuh pendek dari Lakuntaka Bhaddiya adalah karena ia suka menghina orang-orang yang sudah tua, maka di kehidupan ini, tubuhnya menjadi pendek.

Salah satu dari kitab ini pasti keliru. Bagaimana umat Theravada menanggapinya?



Lakuntaka Bhaddiya dalam SN mengatakan yang ke2.

Apakah ada hukum yang mengatur bahwa satu perbuatan akan menghasilkan satu akibat? mungkinkah beberapa perbuatan menghasilkan satu akibat?

penjelasan lain, salah satu kejahatan itu yg mengakibatkan kecebolannya, dan perbuatan lain bertindak sebagai kamma pendukung.

Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #84 on: 09 June 2009, 10:48:44 AM »
[at] kainyn kutho
kayak gini nech, yg gw demen, berpikiran terbuka....

baru tau, kek ada kejadian gitu, thanks for the sharing...

GRP sent ya  ^-^
ups, bulan depan ya
Sorry, you can't repeat a karma action without waiting 720 hours.

IMO, kayaknya karena dia tidak hormat kepada orang tua, sehingga bertubuh cebol (sumber Kelisila Jataka, dikatakan penyebab tubuh pendek dari Lakuntaka Bhaddiya adalah karena ia suka menghina orang-orang yang sudah tua, maka di kehidupan ini, tubuhnya menjadi pendek.)

bukan karena bangun stupa kecil (sumber Dalam RAPB (halaman 2546-2547), dikatakan Lakuntaka Bhaddiya memiliki tubuh yang pendek karena memilih membangun stupa yang kecil untuk Buddha Kassapa.)

 :-?

koq bisa ada dua versi yang berbeda ya?
« Last Edit: 09 June 2009, 10:52:38 AM by naviscope »
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #85 on: 09 June 2009, 11:07:49 AM »
[at] kainyn kutho
kayak gini nech, yg gw demen, berpikiran terbuka....

baru tau, kek ada kejadian gitu, thanks for the sharing...

GRP sent ya  ^-^
ups, bulan depan ya
Sorry, you can't repeat a karma action without waiting 720 hours.

IMO, kayaknya karena dia tidak hormat kepada orang tua, sehingga bertubuh cebol (sumber Kelisila Jataka, dikatakan penyebab tubuh pendek dari Lakuntaka Bhaddiya adalah karena ia suka menghina orang-orang yang sudah tua, maka di kehidupan ini, tubuhnya menjadi pendek.)

bukan karena bangun stupa kecil (sumber Dalam RAPB (halaman 2546-2547), dikatakan Lakuntaka Bhaddiya memiliki tubuh yang pendek karena memilih membangun stupa yang kecil untuk Buddha Kassapa.)

 :-?

koq bisa ada dua versi yang berbeda ya?

Contoh :

Ada seorang anak yang kakinya luka karena kecelakaan dan jatuh dari sepedanya. Lalu ditanya penyebabnya...

- sumber A bilang : karena anak itu tidak menuruti nasehat orangtuanya, main sepeda sampai ke jalan raya.

- sumber B bilang : sepeda itu sudah agak rusak, jadi kurang baik untuk dikendarai.

Kalau dilihat sekilas memang tidak nyambung. Tapi kedua penyebab itu pun sebenarnya saling mengkondisikan.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #86 on: 09 June 2009, 11:52:25 AM »
Sebetulnya yang saya tanyakan bukan yang mana yang benar, tetapi bagaimana umat Buddha menyikapinya.


 [at]  naviscope
Selama saya baca, memang banyak perbedaan-perbedaan begitu baik besar maupun kecil, tapi tidak mencatatnya karena memang saya baca bukan dengan tujuan nyari2 kesalahan.

Setahu saya, tidak ada kitab suci yang sempurna, pasti semua ada cacatnya. Yang membuat perbedaan adalah bagaimana suatu ajaran menyikapi kitab sucinya.
Ada yang menganggap mutlak, kalau orang lain mempertanyakan, berarti harus dikutuk.
Ada yang menganggap pasti benar, sehingga pihak tertentu memilih menyalahkan ilmu pengetahuan daripada meragukan kitabnya.
Ada lagi yang memilih membenarkan kitabnya, sehingga tafsiran dicocok-cocokkan dengan kebenaran yang diakui.
Nah, saya mau tahu bagaimana umat Theravada menyikapi kenyataan ini.


Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #87 on: 09 June 2009, 11:58:07 AM »
 [at]  Kainyn,

saya tidak akan mewakili umat buddha, cukup mewakili diri sendiri saja.

beberapa kali saya menemukan dilemma seperti ini, dan yg saya lakukan adalah melemparkan ke forum dan mencoba untuk belajar dari teman2. kadang2 saya cukup puas dengan penjelasan teman2, tapi juga pernah tidak puas, kalau tidak puas maka saya tanyakan lagi kepada para bhikkhu yang saya anggap memiliki pengetahuan.

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.749
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #88 on: 09 June 2009, 12:01:30 PM »
Bukan kendala bahasa tapi dewa non lokal datangnya terlambat jadi duduknya paling belakang. Dan dewa-dewa lokal yang datangnya tidak telat duduk di depan. Dan merek ayang duduk di depan yang disebut namanya. Dan dalam ceramah atau pidato, tuan rumah biasanya yang banyak disebut. Lagi pula toh dewa non lokal sudah diwakili dengan kata “dewa 10.000 tata surya.”
mungkin juga ada otonomi wilayah perdewaan yah. jadi kalo acaranya di india, dewa yg jadi panitianya juga dari india, duduknya di kursi vip. kalo ngurusin kera sakti, itu otonominya dewa2 china...

tanggapan iseng juga :D
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #89 on: 09 June 2009, 12:03:26 PM »
Ada yang menganggap mutlak, kalau orang lain mempertanyakan, berarti harus dikutuk.
Ada yang menganggap pasti benar, sehingga pihak tertentu memilih menyalahkan ilmu pengetahuan daripada meragukan kitabnya.
Ada lagi yang memilih membenarkan kitabnya, sehingga tafsiran dicocok-cocokkan dengan kebenaran yang diakui.
Nah, saya mau tahu bagaimana umat Theravada menyikapi kenyataan ini.

Jadi pengen tanya, menurut om Kainyn...

jawaban yg diatas2 itu menggambarkan sikap yg seperti apa :whistle:
i'm just a mammal with troubled soul