//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Korban Pemerkosaan Lu Sheng Yen berbicara  (Read 367077 times)

0 Members and 3 Guests are viewing this topic.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Korban Pemerkosaan Lu Sheng Yen berbicara
« Reply #150 on: 19 July 2009, 05:01:30 PM »
bukannya tantra ya ?

beda ya?
kirain turunan dari aliran mahayana ;D

Sekte-sekte Mahayana
Aliran Mahayana terdiri dari 9 sekte yaitu: Yogacara/Vijnanavada, Tri-sastra, Avatamsaka, Tien Tai, Tantra, Dhyana, Sukhavati, Nichiren dan Vinaya. (Sumber ini dikutip dari karya Prof. Junjiro Takakusu "The Essentials of Buddhist Philosophy") Berikut ini pembahasan secara garis besar mengenai ke sembilan sekte tersebut.

1. Sekte Yogacara/Vijnanavada (Wei She Cung/Hosso)

Sekte ini dipelopori oleh Arya Asanga (abad V Masehi) yang menyusun karya Yogacarabhumi Sastra (Yu Cia She Ti Luen) dan Mahayana Samparigraha Sastra (She Ta Chen Luen). Terjemahan ke bahasa Mandarin dilakukan oleh Buddhasanta, Paramartha dan Suan Chang. Isi dari sastra-sastra tersebut menerangkan: vijnana-citta, sad-paramita, sila, samadhi, prajna, dasabhumi dan tri-kaya.

Sekte Yogacara juga berpedoman pada Sandhi Nirmocana Sutra, Dasabhumi ka sastra, Vijnapti Matrada Sidhi karya Dharmapala terjemahan Suan Chang. Pada masa sekarng sekte ini hanya dipelajari di perguruan tinggi Buddhis dan hanya terbatas pada kaum intelektual saja.

2. Sekte Tri-sastra (San Luen Cung/San Ron Syu)

Sekte ini di India disebut Madhyamika atau Sunyatavada. Di India, sekte ini dipelopori oleh Nagarjuna dan Arya Deva (antara abad I dan II Masehi) kemudian disusul oleh Buddhapalita, Bhavaviveka dan Chandrakirti. Di Tiongkok sekte ini dipelopori oleh Kumarajiva (abad V).

Aliran ini berpedoman pada tiga buah sastra yaitu:
a. Madyamika Karika (Cung Luen) karya Nagarjuna
b. Dvadasa-dvara (Se Er Men Luen) karya Nagarjuna
c. Sata Sastra (Pai Luen) karya Arya Deva

Sekte ini menekankan Sunyata. Pengertian terhadap Sunyata adalah sebagai suatu kebenaran yang absolut. Di samping itu sunya adalah pengertian mengenai tidak adanya inti yang kekal karena semuanya berkontradiksi. Sekte ini begitu menitikberatkan pada metode analisa dan perenungan sehingga amat sukar untuk dicerna oleh pengertian awam. Pada masa sekarang sekte ini hanya dipelajari di perguruan tinggi Buddhis dan terbatas pada kaum intelektual saja.

3. Sekte Avatamsaka (Hua Yen Cung/Kegon Syu)

Secara harafiah nama sekte ini berarti "lingkaran bunga". Sekte ini bersumber pada Avatamsaka Sutra (Hua Yen Cing), sebuah sutra besar Mahayana. Sutra ini sulit dimengerti sehingga secara legendaris dikisahkan setelah Pertapa Gautama mencapai Samyaksambodhi, beliau menerangkan isi sutra tersebut, namun sayangnya tidak ada manusia yang dapat memahami isi sutra tersebut.

Dikisahkan pula bahwa sutra tersebut dititipkan kepada istana Dewa Naga. Setelah lebih dari 500 tahun Sang Buddha parinirvana, Nagarjuna berhasil mendapatkan kembali sutra tersebut. Sebagian besar naskah asli dalam bahasa Sansekertanya telah hilang. Penterjemahan sutra tersebut ke dalam bahasa Mandarin dilakukan oleh Buddhabadra, Siksananda dan Prajna. Di Tiongkok sekte ini dipelopori oleh Bhiksu Sien Sou (Tu Sun) yang hidup antara tahun 577-640 Masehi.

Sekte ini sampai sekarang mungkin hanya di Jepang yang masih aktif, sedangkan di negara-negara Timur lainnya umumnya hanya dipelajari di perguruan tinggi Buddhis saja. Di Jepang sekte ini berpusat di Vihara Todaiji di Nara.

4. Sekte Tien Tai (Tien Tai Cung/Tendai Syu)

Sekte ini terbentuk di Tiongkok dengan mengambil nama sebuah gunung di provinsi Ce Ciang yaitu Gunung Tien Tai (yang berarti "panggung surgawi"). Di Gunung Tien Tai ini secara resmi Bhiksu Ce Khai (531-597) yang disebut juga Ce Yi atau Che ce mendirikan sekte ini. Sebelum beliau telah ada dua orang bhiksu intelektual lainnya yang meratakan jalan dan merintis berdirinya aliran ini yaitu Bhiksu Hui Wen (510-557) dan Bhiksu Hui She (514-577).

Sekte ini berpedoman pada Saddharma Pundarika Sutra (Miao Fa Lien Hua Cing), Amitartha Sutra (Wu Liang I Cing) dan Nirvana Sutra (Nie Phan Cing). Di samping itu ada tiga tafsiran sutra dan karya sastra yang disusun oleh Hui Wen, Hui She dan Ce Khai yaitu:
a. Fa Hua Wen Ci (Words and phrases of the lotus)
b. Fa Hua Suen I (Profound meaning of the lotus)
c. Mo Ho Ce Kuan Fa Men (Mahayana method of cessation and comtemplation)

Sekte Tien Tai memiliki suatu pandangan filosofis yang disebut konsep 3.000 alam (Tri-sahasra Dharmadhatu). Konsep ini menitikberatkan hubungan erat antar makhluk-makhluk hidup serta hubungan dengan alam semesta sehingga timbul perkataan "yi nien san chien" (ichinen sanzen) yaitu pikiran sekejab meliputi segala hal ikhwal seluruh alam semesta.

Sekte Tien Tai dianut oleh berjuta-juta umat di Asia Timur. Di Tiongkok, Korea, Jepang dan Vietnam, sekte ini terus berkembang dan dapat dikatakan suatu sekte aliran Mahayana yang cukup aktif.

5. Sekte Tantra (Mi Cung/Cen Yen Cung/ Shingon Syu)

Ada dua macam Tantra Buddhis yaitu Tantra Timur dan Tantra Tibet. Tantra Timur terbagi dua yaitu Tantra yang ada pada sekte Tien Tai dan Tantra pada sekte Cen Yen yang kemudian dibawa ke Jepang dengan nama Shingon Syu. Yang dimaksud dengan Tantra Tibet adalah tantra yang diterapkan di Tibet, Mongolia, Bhutan, Nepal,dll.

Tantra Timur berkembang di Tiongkok pada abad VII ketika tiga orang Guru Besar Tantra datang dari India. Mereka adalah:
a. Subhakarasinha (San Wu Wei 637-735 M). Pada tahun 716 M beliau tiba di Chang An setelah belajar di Nalanda. Pada tahun 725 M beliau bersama I Cing menterjemahkan sutra tantra yang terkenal yaitu Maha-Vairocana Sutra (Ta Re Ru Lai Cing).
b. Vajrabodhi (Cin Kang Che 663-723 M). Beliau juga pernah belajar di Nalanda dan pada tahun 720 M menterjemahkan Vajrasekhara (Cin Kang Ting Cing) ke bahasa Mandarin.
c. Amoghavajra (Pu Khung 705-774 M). Beliau adalah siswa Vajrabodhi dan pada tahun 746 M tiba di Chang An.

Pada tahun 747 M Guru Padma Sambhava (Lien Hua Seng Ta She) tiba di Tibet. Dikisahkan bahwa beliau berhasil menundukkan roh-roh halus dari agama pribumi Tibet yang disebut Bon-pa sehingga terbentuklah perpaduan yang harmonis dengan Buddhisme.

Adapun sekte yang terdapat pada Tantra Tibet adalah:
a. Sekte Nyingma-pa, biasanya disebut pengikut jubah dan topi merah. Sekte ini didirikan oleh Guru Padma Sambhava dan Santarakshita pada tahun 749 M.
b. Sekte Kahdam-pa, dipelopori oleh Atisa pada tahun 1035 M
c. Sekte Gelug-pa, biasanya disebut juga Lama yang bertopi dan berjubah kuning. Sekte ini adalah sekte pembaharuan yang dipelopori oleh Tsong-ka-pa pada abad XV.
d. Sekte Kargyu-pa, didirikan pada abad XI oleh Lama Marpa. Tokoh lain dari sekte ini yang terkenal adalah Milarepa.
e. Sekte Sakya-pa, didirikan oleh Lama Kon-dkon-meho'oggyal-po pada tahun 1072 M.


6. Sekte Dhyana (Chan Cung/Zen)

Sekte ini lebih dikenal dengan sebutan Buddhisme Zen. Secara harafiah Zen adalah perubahan bunyi dari kata Chan yang berasal dari bahasa Sansekerta Dhyana yang dapat diartikan "meditasi".

Dapat dikatakan sekte Zen lahir dan tumbuh besar di Tiongkok ketika seorang bhiksu India yang bernama Bodhidharma (Tat Mo Co Su) datang ke Tiongkok pada tahun 520 M. Silsilah Bodhidharma dapat kita lihat sebagai berikut:
Sakyamuni Budha-Maha Kasyapa-Ananda-Sanavasa-Upagupta-Dhritaka-Micchaka-Buddhanandi-Buddhamitra-Bhiksu Parsva-Punyayasas-Asvaghosha-Bhiksu Kapimala-Nagarjuna-Kanadeva-Arya Rahulata-Samghanandi-Samghayasas-Kumarata-Jayata-Vasubandhu-Manura-Hakkenayasas-Bhiksu Simha-Vasasita-Punyamitra-Prajnatara-Bodhidharma.

Setelah kedatangan Bodhidharma ke Tiongkok juga dikenal sebutan enam Patriarch sebagai berikut:
a. Patriarch I : Bodhidharma
b. Patriarch II : Hui Khe
c. Patriarch III : Shen Chie
d. Patriarch IV : Tao Sin
e. Patriarch V : Hung Jen
f. Patriarch VI : Hui Neng

Sub-sekte dari Buddhisme Zen yang masih aktif hingga saat ini adalah:
a. Sub-sekte Lin Chi (Rinzai), diperkenalkan oleh Master Lin Chi kira-kira pada tahun 850 M.
b. Sub-sekte Chau Tung (Soto), diperkenalkan oleh Master Tung San Liang Cie (807-869 M0 dan Chau San (840-901 M).
c. Sub-sekte Huang Po (Obaku), dikembangkan oleh Master Huang Po kira-kira tahun 850 M.

Beberapa sutra yang dapat dikatakan sumber bagi Zen Buddhisme adalah:
a. Lankavatara Sutra (diterjemahkan ke bahasa Mandarin oleh Buddhabadra)
b. Vajrachedika Prajnaparamita Sutra (diterjemahkan ke bahasa Mandarin oleh Kumarajiva)
c. Sutra Altar Patriarch VI
d. Vimalakirti Nirdesa Sutra (diterjemahkan ke bahasa Mandarin oleh Kumarajiva)
e. Surangama Sutra (diterjemahkan ke bahasa Mandarin oleh Siksananda)

7. Sekte Sukhavati (Cing Thu Cung/Jodo Syu)

Sekte Sukhavati adalah sebuah sekte yang menitikberatkan pada puja bakti terhadap Amitabha Buddha. Beliau berdiam di sebuah alam yang bernama Sukhavati (bumi yang penuh dengan kebahagiaan) dan 'berada' di sebelah barat dari loka dunia ini.

Sekte ini tidak menitikberatkan pada pelajaran atau penyelidikan sutra-sutra dan meditasi. Tetapi yang terpenting adalah mematuhi Pancasila Buddhis dan menyerahkan diri pada kekuatan Maitri-Karuna Amitabha Buddha dan Bodhisatva Mahasatva lainnya. Yang penting adalah penyerahan diri serta bertobat seraya mengulangi sebutan mulia "Namo Amitabha Buddha" (Namo Amotofo). Di samping itu pemujaan dan bakti terhadap Avalokitesvara Bodhisatva (Kuan She Yin Pu Sa) dan Mahastamaprapta Bodhisatva (Ta She Che Pu Sa) juga dilakukan.

Sering dikatakan: Dia yang menyebut "Namo Amitabha Buddha" dialah orang yang penuh dengan kasih sayang dan welas asih terhadap semua makhluk hidup. Semasa hidup dengan tekun menyebut "Namo Amitabha Buddha" serta menerapkan Pancasila Buddhis dan melaksanakan Maitri-Karuna agar nanti setelah meninggal dunia akan terlahir di alam Sukhavati. Ini jangan semata-mata diartikan setelah mati baru lahir di Sukhavati; akan tetapi pada saat masih hidup akan dapat memastikan terlahir di alam Sukhavati.

Ada tiga sutra yang dijadikan pedoman yaitu:
a. Amitabha Sutra/Sukhavati Vyuha Sutra (O Mi To Cing)
b. Maha Sukhavati Vyuha Sutra (Wu Liang Sou Cing)
c. Amitayus Dhyana Sutra (Kuan Wu Liang Sou Cing)

8. Sekte Nichiren

Sekte ini berasal dari sekte Tien Tai (Tendai) yang dipelopori oleh seorang bhiksu Jepang yang militan yaitu Nichiren Daishonin (1222-1282 M). Pokok pangkal utama dari ajaran Nichiren adalah bersumber pada Saddharma Pundarika Sutra (Hokkekyo). Dengan menyebut dan mengulang "Namu Myoho Rengekyo" sebagai sebutan mulia utama agar dapat menimbulkan keyakinan (sradha) yang kuat terhadap Hokkekyo dan menghapus karma-karma buruk sekaligus menambah karma-karma baik.

Nichiren banyak menulis karya sastra. Di antaranya untuk memperingati guru beliau yang amat sangat beliau cintai dan hormati yaitu Dozenbo, beliau menulis Ho-On-Syo (sastra tentang balas budi) di mana beliau menekankan arti bals budi terhadap orang tua, guru dan negara. Selain itu karya-karya sastra beliau yang cukup terkenal adalah Kaimokusyo (sastra tentang membuka mata) di mana beliau menekankan sifat berkorban beliau terhadap rakyat dan negara serta dunia dan Shohojisyo yang mengisahkan garis besar filsafat beliau.

9. Sekte Vinaya (Li Cung/Ritsusyu)

Sesuai dengan namanya, sekte ini menitikberatkan pada Vinaya. Di Tiongkok sekte ini dipelopori oleh Bhiksu Tao Hsu An pada periode Dinasti Tang (abad VI M). Pada sekte Vinaya terdapat apa yang disebut Catuh-Vinaya (She Fen Li) yaitu Empat Sumber Vinaya yang terdiri dari:
a. Sarvastivada Vinaya (Se Thung Li), diterjemahkan ke dalam 61 Chuan pada tahun 404-406 M oleh Punyatara
b. Dharmagupta Vinaya (She Fen Li), diterjemahkan ke dalam 60 Chuan pada tahun 405 M oleh Budhayasas
c. Mahasanghika Vinaya (Ta Seng Che Li), diterjemahkan ke dalam 40 Chuan pada tahun 405 M oleh Buddhabadra
d. Mahisasaka Vinaya (Wu Pu Li), diterjemahkan ke dalam 30 Chuan pada tahun 423 M oleh Buddhajiva
« Last Edit: 19 July 2009, 05:05:25 PM by ryu »
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline sumana

  • Teman
  • **
  • Posts: 98
  • Reputasi: 5
  • Gender: Male
  • Limit by yourself
Re: Korban Pemerkosaan Lu Sheng Yen berbicara
« Reply #151 on: 19 July 2009, 05:04:46 PM »
intinya apakah LSY bisa dipercaya? soalnya paman saya sering membeli dan membaca bukunya. kalau memang ternyata LSY itu seperti yang dibicarakan, paman saya perlu berhenti membaca buku2nya, karena sepertinya dia itu percaya pada LSY.
_/\_
kalau hanya sekedar membaca, saya rasa itu masih bolehlah. namanya juga buku bacaan, tetapi jgn coba-coba melakukan hal-2 yg tersebut dalam buku. karena hal-2 diluar dugaan bisa terjadi tanpa adanya peringatan.
coba kita lihat dalam sutta "Apakah Sang Buddha pernah mengajarkan mantra dari dewa tertentu ?"
dipercaya dalam hal apa ? kekuatan ? pencapaian sebagai buddha hidup ?  ???
gampang aja, jika beliau memang buddha hidup, tentunya beliau tidak menjual properti tertentu baik dgn cara abhiseka atau tidak..  :hammer:
mana pernah ada sejarah buddha hidup menjual beli barang, plus jimat.......   :hammer:

LSY ada mengajar untuk melakukan apa?
sepertinya paman saya tertarik dengan mantra2 dia.
dan pengetahuan paman saya tentang agama Buddha masih dangkal, dia lebih condong ke tibetan2 gitu kayaknya.
betul juga kata anda bahwa buddha hidup mana mungkin menjual barang2 dsb, yah, ajarannya saja sudah tidak sama dengan Buddha gotama kita.  ;D
makasih atas jawabannya,
 _/\_
_/\_
LSY banyak menceritakan kehebatannya dalam melakukan hal2 gaib, misalnya menaklukkan setan dll.
dan dibubuhi dengan kekuatan pemakaian mantra, salah satunya yaitu dewa bumi dll.
memang pada dasarnya agama buddha di tibet, memiliki byk aliran, yg mana masih menganut mistik.
jadi, jika paman anda tertarik dengan hal demikian. coba tanyakan apakah beliau melakukannya hanya karena iseng atau ada maksud lain ???
karena akibat yang akan ditanggung bukan LSY, tetapi paman anda sendiri dan mungkin aja org2 terdekatnya.


Kelahiran telah terjadi, sukha dan dukha silih berganti. Kehidupan tidak kekal, menggapai pembebasan terakhir (nibbana).

Offline Mr.Jhonz

  • Sebelumnya: Chikennn
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.164
  • Reputasi: 148
  • Gender: Male
  • simple life
Re: Korban Pemerkosaan Lu Sheng Yen berbicara
« Reply #152 on: 19 July 2009, 05:11:14 PM »
intinya apakah LSY bisa dipercaya? soalnya paman saya sering membeli dan membaca bukunya. kalau memang ternyata LSY itu seperti yang dibicarakan, paman saya perlu berhenti membaca buku2nya, karena sepertinya dia itu percaya pada LSY.
apakah om Rilna itu pemula/awam??
Kalo pemula sepertinya wajar ya,karena setiap umat agama biasanya tertarik sama yg namanya 'mukzizat' dan hal2 yg bersifat mistik(liat aja acara the master selalu rame ;D )
kalo bisa berikan om rilna pengertian dunk,pengertiannya bisa berupa 'pandangan buddhisme terhadap mukzizat'
suruh om rilna bandingan aja ajaran buddha versi pali dan versi LSY...<=saran ryu

kalo rilna tertarik sy bisa berikan link2 'pandangan buddhisme tentang mukzizat' mau???
buddha; "berjuanglah dengan tekun dan perhatian murni"

Offline Rilna

  • Teman
  • **
  • Posts: 77
  • Reputasi: 3
Re: Korban Pemerkosaan Lu Sheng Yen berbicara
« Reply #153 on: 19 July 2009, 10:45:11 PM »
intinya apakah LSY bisa dipercaya? soalnya paman saya sering membeli dan membaca bukunya. kalau memang ternyata LSY itu seperti yang dibicarakan, paman saya perlu berhenti membaca buku2nya, karena sepertinya dia itu percaya pada LSY.
_/\_
kalau hanya sekedar membaca, saya rasa itu masih bolehlah. namanya juga buku bacaan, tetapi jgn coba-coba melakukan hal-2 yg tersebut dalam buku. karena hal-2 diluar dugaan bisa terjadi tanpa adanya peringatan.
coba kita lihat dalam sutta "Apakah Sang Buddha pernah mengajarkan mantra dari dewa tertentu ?"
dipercaya dalam hal apa ? kekuatan ? pencapaian sebagai buddha hidup ?  ???
gampang aja, jika beliau memang buddha hidup, tentunya beliau tidak menjual properti tertentu baik dgn cara abhiseka atau tidak..  :hammer:
mana pernah ada sejarah buddha hidup menjual beli barang, plus jimat.......   :hammer:

LSY ada mengajar untuk melakukan apa?
sepertinya paman saya tertarik dengan mantra2 dia.
dan pengetahuan paman saya tentang agama Buddha masih dangkal, dia lebih condong ke tibetan2 gitu kayaknya.
betul juga kata anda bahwa buddha hidup mana mungkin menjual barang2 dsb, yah, ajarannya saja sudah tidak sama dengan Buddha gotama kita.  ;D
makasih atas jawabannya,
 _/\_
_/\_
LSY banyak menceritakan kehebatannya dalam melakukan hal2 gaib, misalnya menaklukkan setan dll.
dan dibubuhi dengan kekuatan pemakaian mantra, salah satunya yaitu dewa bumi dll.
memang pada dasarnya agama buddha di tibet, memiliki byk aliran, yg mana masih menganut mistik.
jadi, jika paman anda tertarik dengan hal demikian. coba tanyakan apakah beliau melakukannya hanya karena iseng atau ada maksud lain ???
karena akibat yang akan ditanggung bukan LSY, tetapi paman anda sendiri dan mungkin aja org2 terdekatnya.




maksudnya ikut melakukan mantra2nya gitu yah?
dan akibat dari penggunaan mantra2 tersebut yah?
oiya, skali lagi makasih yah atas ketersediaan bro menjawab pertanyaan2 saya.
_/\_

 [at] mr.jhonz
saya tidak tau paman saya pemula atau bukan, tapi saya rasa dia masih pemula karena tampaknya dia hanya sering membaca buku2 LSY. namun kekuatan LSy sering dibahas dengan serius (percaya) dengan teman2nya.
oiya, makasih atas ketersediaan memberikan link, tapi saya rasa paman saya tidak akan mendengar ceramah dari anak muda (yang dianggapmasih dangkal pengetahuannya T_T).

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Korban Pemerkosaan Lu Sheng Yen berbicara
« Reply #154 on: 19 July 2009, 11:30:19 PM »
intinya apakah LSY bisa dipercaya? soalnya paman saya sering membeli dan membaca bukunya. kalau memang ternyata LSY itu seperti yang dibicarakan, paman saya perlu berhenti membaca buku2nya, karena sepertinya dia itu percaya pada LSY.
_/\_
kalau hanya sekedar membaca, saya rasa itu masih bolehlah. namanya juga buku bacaan, tetapi jgn coba-coba melakukan hal-2 yg tersebut dalam buku. karena hal-2 diluar dugaan bisa terjadi tanpa adanya peringatan.
coba kita lihat dalam sutta "Apakah Sang Buddha pernah mengajarkan mantra dari dewa tertentu ?"
dipercaya dalam hal apa ? kekuatan ? pencapaian sebagai buddha hidup ?  ???
gampang aja, jika beliau memang buddha hidup, tentunya beliau tidak menjual properti tertentu baik dgn cara abhiseka atau tidak..  :hammer:
mana pernah ada sejarah buddha hidup menjual beli barang, plus jimat.......   :hammer:

LSY ada mengajar untuk melakukan apa?
sepertinya paman saya tertarik dengan mantra2 dia.
dan pengetahuan paman saya tentang agama Buddha masih dangkal, dia lebih condong ke tibetan2 gitu kayaknya.
betul juga kata anda bahwa buddha hidup mana mungkin menjual barang2 dsb, yah, ajarannya saja sudah tidak sama dengan Buddha gotama kita.  ;D
makasih atas jawabannya,
 _/\_
_/\_
LSY banyak menceritakan kehebatannya dalam melakukan hal2 gaib, misalnya menaklukkan setan dll.
dan dibubuhi dengan kekuatan pemakaian mantra, salah satunya yaitu dewa bumi dll.
memang pada dasarnya agama buddha di tibet, memiliki byk aliran, yg mana masih menganut mistik.
jadi, jika paman anda tertarik dengan hal demikian. coba tanyakan apakah beliau melakukannya hanya karena iseng atau ada maksud lain ???
karena akibat yang akan ditanggung bukan LSY, tetapi paman anda sendiri dan mungkin aja org2 terdekatnya.




maksudnya ikut melakukan mantra2nya gitu yah?
dan akibat dari penggunaan mantra2 tersebut yah?
oiya, skali lagi makasih yah atas ketersediaan bro menjawab pertanyaan2 saya.
_/\_

 [at] mr.jhonz
saya tidak tau paman saya pemula atau bukan, tapi saya rasa dia masih pemula karena tampaknya dia hanya sering membaca buku2 LSY. namun kekuatan LSy sering dibahas dengan serius (percaya) dengan teman2nya.
oiya, makasih atas ketersediaan memberikan link, tapi saya rasa paman saya tidak akan mendengar ceramah dari anak muda (yang dianggapmasih dangkal pengetahuannya T_T).
memang begitu lah orang tua....kadang walau kita benar 100% tetap saja cuma bisa diam sambil mendengar kata-kata salah dari orang tua..

seorang dosen pernah bercerita waktu ujian kelulusan gelar  S2, professor penguji tersebut salah dalam menerapkan teori, sehingga di tentang oleh dosen ini, debat pun terjadi..tapi ujung-ujung nya
dosen tersebut di usir dari ruang penguji, dan gagal S2 ( walau dirinya benar ), kalau orang dulu bilang "kasih muka" ^^

Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline wangsaamin

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 3
  • Reputasi: 0
Re: Korban Pemerkosaan Lu Sheng Yen berbicara
« Reply #155 on: 20 July 2009, 09:50:25 AM »
Wahai Umat para pengikut Sang Buddha yang welas kasih, janganlah berfitnah LSY kalo mata sendiri tidak melihatnya, janganlah berpikiran sempit dan negatif itu bukan ajaran Maha Guru. Ingatlah adanya hukum Karma. Selaraskanlah Pikiran, Perbuatan dan Perkataan Wahai Umat Sang Buddha.

Dharma ????? Apa yang anda tau tentang Dharma ??? Apa itu Dharma ????
Pikirkanlah baik baik!!! apakah Anda telah mengerti Dharma ajaran Sang Buddha......
Apakah Sang Buddha pernah mengajarkan umatnya berfitnah ......

Sungguh umat yang bodoh tidak tau alam neraka menunggu...
 

Offline 7 Tails

  • Sebelumnya RAIN
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 864
  • Reputasi: 24
  • Gender: Male
Re: Korban Pemerkosaan Lu Sheng Yen berbicara
« Reply #156 on: 20 July 2009, 10:01:30 AM »
jangan fitnah juga dong
kasih pendapat dan alasan juga dong
korban keganasan

Offline wangsaamin

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 3
  • Reputasi: 0
Re: Korban Pemerkosaan Lu Sheng Yen berbicara
« Reply #157 on: 20 July 2009, 10:49:25 AM »
Para umat Sang Bddha, Forum ini sangatlah berguna....
manfaatkanlah untuk memperkokoh Agama Buddha,  dari forum ini kita dapat menyebarkan ajaran Suci Sang Buddha, dan dari forum ini juga bisa meruntuhkan keyakinan para generasi penerus..
Para umat Sang Budha yang bijaksana, manfaatkanlah publikasi ini untuk hal yang baik dan bermanfaat, jangan salahgunakan untuk kepentingan sekelompok...

THERAVADA, MAHAYANA, TANTRAYANA semua adalah ajaran yang baik, kendaraan yang akan membawa umat yang saleh ke alam Sang Buddha.... janganlah mencela salah satunya, tapi mengokohkan sesamanya.

Wahai Para pengikut Dharma Sang Buddha, saya memberikan penjelasan cobalah anda mengambil hikmahnnya :
seorang anak TK akan terkejut melihat seorang dokter mengambil suntik untuk pengobatan, anak tersebut akan menangis , Ha mami mami gak mau dokter itu gila mau menusuk jarum ke badanku, tolong tolong.... Mami tidak perduli tetap teguh dengan tindakan dokter, kenapa???
apa pendapat wahai Saudaraku??? coba pikirkan !
1) kenapa anak TK itu takut dan menangis melihat dokter ambil suntik
2) Kenapa kejadian ini terjadi padahal sang dokter berniat baik untuk menolong, kalo tidak anak itu akan mati.
3) kenapa Mami membiarkan anaknya menangis dan teguh pada tindakan dokter.
4) apa yang akan terjadi kalo anak TK lainnya melihat temannya disuntik?
5) apakah anak TK itu telah menfitnah dokter yang welas kasih menolong nya??

itu salah satu kenyataan hidup yg kita alami sehari hari, saya jelaskan kepada para saudara yang telah menfitnah Lu Sheng Yen mau pun para pembimbing dharma lainnya. apakah dharma sederhana yang saya umpamakan ini para saudara mengerti??

kalo mau jawaban diatas, saya siap melayanii ...

Perumpamaan satu lagi ....
ada 3 botol sirup markisa yang lain merek..
dituangkan ke 3 gelas masing masing 1 gelas.
gelas A gelas B gelas C
ada yang minum gelas A, ada yang minum gelas B, ada yang minum gelas C

yang minum gelas A bilang Hmmmm sirup markisa merek ini enak sekali warnanya mengiurkan, rasanya sedap sekali, saya cocok dengan merek ini. merek B dan C lihat aja udah tidak tertarik.

yang minum gelas B bilang Hmm pas sekali rasanya dengan seleraku,saya cocok dengan merek ini.

yang minum gelas C bilang wah wah wah asli kali markisanya gak ada penyedap saya suka merek ini. saya gak mau merek lain.

wahai para pengamat, apa yang anda ambil dari hikmah ini ?
coba dipikirkan :
1) ketiga gelas itu isi markisa kenapa ada yang bilang gelas A enak , ada yang bilang gelas B enak, dan ada yang bilang gelas C enak, padahal ketiganya juga markisa.
2)kenapa peminum gelas A kenapa dengan melihat warna markisa B dan C aja dia udah bilang yang A paling enak padahal belum tentu yang A paling enak...
kita juga harus bijaksana dalam berpikir,
yang saya umapamakan markisa adalah ajaran Sang Budha
gelas A, gelas B dan gelas C adalah aliran yang telah dibentuk
peminum adalah para umat, masing masing umat yang telah menyelami ajaran dalam sampai ke inti , dia akan yakin dengan ajaran Gurunya.
yang menebak warna markisa, dia tidak meminumnya makanya dia tidak tau yang merek lainnya enak atau tidak.
apakah kita hanya bisa menjadi penonton yang menerbak mana enak mana kurang enak mana yang cocok dengan kita?? cobalah ketiga tiga markisa itu kita cicipi dan kita telan semuanya kita baru buat keputusan mana rasa yang paling cocok dengan kita apakah itu bukan lebih bijaksana ?

Saya berusaha tidak mencela baik itu aliran apapun, baik itu agama apa pun. kr****n, islam, hindu, budha, kong hu cu, tao, ajaran nya baik, menyelaraskan pikiran umat...
adapun terjadi penyimpangan pada umat nya, saya yakin itu hanyanya salah penafsiran pembacaan kitab suci.

duku saya suka mencela tapi setelah saya mengerti dan sadar , saya sangat menyesal, saya belajar dari aliran saya sendiri, berusaha jangan merendahkan para saudara, berusaha jangan merendahkan aliran apapun, berusaha jangan kritik agama apa pun, saya juga lagi belajar....

semoga dengan forum ini .... semoga dengan penjelasan dan pengalaman ku ini memberikan pengertian yang lebih mendalam kepada para saudaraku.

Semoga Maha Guru ku Raja Dharma Lien Shen Fo yang Agung Mulia memberkati, semoga para Budha Sepuluh Penjuru memberkati , semoga para bodhisatva yang welas kasih melindungi, semoga para Pelindung Dharma yang setia mengiringi ...
menyelaraskan pikiran , perbuatn , perkataan yang selama ini telah menyimpang. itulah dharma ajaran Sang Buddha. OM MANI PADME HUM
 _/\_

Offline wangsaamin

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 3
  • Reputasi: 0
Re: Korban Pemerkosaan Lu Sheng Yen berbicara
« Reply #158 on: 20 July 2009, 11:00:32 AM »
saya udah menjelaskannya.....
apa yang perlu dipertanyakan saudara ku


Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Korban Pemerkosaan Lu Sheng Yen berbicara
« Reply #159 on: 20 July 2009, 11:42:19 AM »
Lu Sheng Yen bisa Feng shui?
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: Korban Pemerkosaan Lu Sheng Yen berbicara
« Reply #160 on: 20 July 2009, 11:54:21 AM »
1.5. "Para bhikkhu, jika seseorang menghinaKu, Dhamma atau Sangha, [3] kalian tidak boleh marah, tersinggung atau terganggu akan hal itu. Jika kalian marah atau tidak senang akan penghinaan itu, maka itu akan menjadi rintangan bagi kalian. Karena jika orang lain menghinaKu, Dhamma atau Sangha, dan kalian marah atau tidak senang, dapatkah kalian mengetahui apakah yang mereka katakan itu benar atau salah?" "Tidak, Bhagava" "Jika orang lain menghinaKu, Dhamma atau Sangha, maka kalian harus menjelaskan apa yang tidak benar sebagai tidak benar, dengan mengatakan: 'Itu tidak benar, itu salah, itu bukan jalan kami,4 itu tidak ada pada kami.'"

1.6. "Jika orang lain memujiKu, Dhamma atau Sangha, [3] kalian tidak boleh gembira, bahagia atau senang akan hal itu. Jika kalian gembira, bahagia atau senang akan pujian itu, maka itu akan menjadi rintangan bagi kalian. Jika orang lain memujiKu, Dhamma atau Sangha, kalian harus mengakui kebenaran sebagai kebenaran, dengan mengatakan: 'Itu benar, itu tepat sekali, itu adalah jalan kami, itu ada pada kami.'"


http://dhammacitta.org/tipitaka/dn/dn.01.wlsh.html
i'm just a mammal with troubled soul



Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: Korban Pemerkosaan Lu Sheng Yen berbicara
« Reply #161 on: 20 July 2009, 12:01:31 PM »
 [at] wangsaamin


Ada seorang anak TK, ia diberi permen oleh orang asing, orang asing itu terlihat sangat baik, perilakunya pun sopan.

dengan lugu anak TK tersebut menerima permen tersebut, hal itu terus menerus diulangi. lambat laun sang ibu dari anak TK tersebut mengetahui hal demikian...

sang Ibu dapat mengetahui bagaimana ciri2 seseorang yg memberikan permen tersebut kepada anaknya...

sehari dua hari, tidak ada yg terjadi pada anaknya... namun dia mengetahui permen yg diberikan tidaklah sekedar permen yg terasa manis rasanya.. namun juga dibubuhi racun yg akan memberikan efek jangka panjang...

sang ibu lalu mencela orang asing yg memberikan permen tersebut pada anaknya,.

sang anak melihat Ibunya menegur orang tersebut, dan sang anak TK berkata "Kenapa ibu, kenapa ibu mencela orang yg baik kepada saya, Ibu sungguh Jahat"

hal inilah saudaraku, yg harus di perhatikan oleh umat, agar selalu waspada dan perhatian, karena begitulah ajaran sang Buddha.
i'm just a mammal with troubled soul



Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Korban Pemerkosaan Lu Sheng Yen berbicara
« Reply #162 on: 20 July 2009, 12:08:36 PM »
Para umat Sang Bddha, Forum ini sangatlah berguna....
manfaatkanlah untuk memperkokoh Agama Buddha,  dari forum ini kita dapat menyebarkan ajaran Suci Sang Buddha, dan dari forum ini juga bisa meruntuhkan keyakinan para generasi penerus..
Para umat Sang Budha yang bijaksana, manfaatkanlah publikasi ini untuk hal yang baik dan bermanfaat, jangan salahgunakan untuk kepentingan sekelompok...

THERAVADA, MAHAYANA, TANTRAYANA semua adalah ajaran yang baik, kendaraan yang akan membawa umat yang saleh ke alam Sang Buddha.... janganlah mencela salah satunya, tapi mengokohkan sesamanya.
........................

Sebentar.... Alam sang Buddha? alam apa ya?
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: Korban Pemerkosaan Lu Sheng Yen berbicara
« Reply #163 on: 20 July 2009, 12:12:23 PM »
Pada suatu waktu

tiga orang sahabat mencoba sirup markisa yg berlainan merek

sebut saja para sahabat itu adalah A,B, dan C

A mencoba sirup merek satu
B mencoba sirup merek dua
C menciba sirup merek tiga.

Si A mencoba sirupnya,, sungguh lezat sirup ini benar benar manis rasanya warnanya pun sesuai aslinya.

Si B mencoba sirupnya, sirup ini benar2 manis, bahkan lebih terasa manis dari aslinya....

si B mencoba sirupnya, wah dilihat saja sudah menggiurkan warnanya,, sirupnya pun lezat..

bagaimana saudaraku ketiga para sahabat tersebut sama sama meminum sirup markisa..

namun mereka teguh pada sirup yg diminumya adalah yg terbaik kenapa hal demikian bisa terjadi...

sirup Markisa merupakan ajaran sang Buddha, sirup2 berlainan merek adalah ajaran2 yg mempromosikan ajaran sang Buddha..

namun mana ajaran yg bermanfaat?

seperti sirup ada sirup yg diberi pemanis buatan, ada sirup yg diberi pewarna buatan ada sirup yg diberi pengawet. dan ada sirup yg tidak menyehatkan...

yang manakah sirup yg akan kita minum?

sudah sewajarnyalah kita pandai2 memilih merek sirup dari yg produk berkualitas. dan menyehatkan.
i'm just a mammal with troubled soul



Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Korban Pemerkosaan Lu Sheng Yen berbicara
« Reply #164 on: 20 July 2009, 12:18:30 PM »
pada suatu saat

juga 3 orang mencoba menyedot...minuman...

susu asli sapi
susu kental manis
susu ASI

utk mengetahui mana yg paling baik...
ya silahkan silih berganti dan dicoba sendir...
mana yg paling siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiippppppppppppppp

alaminlah sendiri....
kalau LSY... gw masih belum minat utk mencobanya...
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

 

anything