Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Tentang Membunuh  (Read 20635 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Tentang Membunuh
« on: 28 February 2014, 11:53:31 AM »
Yang umum beredar tentang uraian pembunuhan (panatipata) adalah:
1. Ada makhluk hidup
2. Mengetahui adanya makhluk tersebut
3. Niat untuk membunuh
4. Tindakan membunuh dilakukan
5. Makhluk yang dimaksud mati oleh tindakan pembunuhan itu
NB: Referensinya lupa, kalau ada yang tahu mungkin bisa bantu

Yang ingin saya tanyakan apakah istilah "membunuh" ini mencakup semua tindakan sadar mengetahui konsekwensi 'jika saya lakukan tindakan ini, maka makhluk ini akan mati', ataukah ada pengecualian yang berdasarkan faktor lain?


Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.382
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Tentang Membunuh
« Reply #1 on: 28 February 2014, 02:09:23 PM »
kalo nda salah ini penjelasan antara visuddhimagga deh, kalo salah yah dari abhidhammathasangaha.

jika tidak komplit maka dikatakan bukan pembunuhan yg sah "lengkap", karena orang tidak mengetahui konsekwensinya perbuatan itu akan membuat mahluk itu mati maka yah tidak ada niat membunuhkan?
There is no place like 127.0.0.1

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Tentang Membunuh
« Reply #2 on: 28 February 2014, 02:27:07 PM »
Perasaan ini pernah dibahas ama Ven.Peacemind (cuman musti nyari dulu thread nya)  ^:)^
I'm an ordinary human only

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Tentang Membunuh
« Reply #3 on: 28 February 2014, 03:36:22 PM »
kalo nda salah ini penjelasan antara visuddhimagga deh, kalo salah yah dari abhidhammathasangaha.

jika tidak komplit maka dikatakan bukan pembunuhan yg sah "lengkap", karena orang tidak mengetahui konsekwensinya perbuatan itu akan membuat mahluk itu mati maka yah tidak ada niat membunuhkan?
Di sini kasusnya adalah adalah tahu dan sadar sepenuhnya bahwa jika ia melakukan tindakan ini, maka makhluk itu akan mati, dan ia melakukannya. Apakah ini cukup untuk disebut tindakan membunuh atau ada pengecualian?

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Tentang Membunuh
« Reply #4 on: 28 February 2014, 06:28:48 PM »
sepertinya point2 ini disadur dari vinaya..berdasarkan..kasus per kasus...bagaimana seorg bhikkhu sah melakukan parajika pembunuhan....
...

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.382
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Tentang Membunuh
« Reply #5 on: 28 February 2014, 10:23:37 PM »
Di sini kasusnya adalah adalah tahu dan sadar sepenuhnya bahwa jika ia melakukan tindakan ini, maka makhluk itu akan mati, dan ia melakukannya. Apakah ini cukup untuk disebut tindakan membunuh atau ada pengecualian?


ralat, rupanya dari Atthasalini hal 97 :D

afaik sih selama pengajaran theravada, selama ada niat yah pasti pembunuhan. kasus mixednya kalau kita misalnya terpaksa misalnya melakukan sesuatu tapi kita tahu menyebabkan mahluk terbunuh, nah itu mixed dengan penjelasan bahwa ada miliaran citta sekejab salah satunya ada karena action itu dilakukan.

but...

lets get it on :D
There is no place like 127.0.0.1

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.382
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Tentang Membunuh
« Reply #6 on: 28 February 2014, 10:27:01 PM »
sepertinya point2 ini disadur dari vinaya..berdasarkan..kasus per kasus...bagaimana seorg bhikkhu sah melakukan parajika pembunuhan....
by rule sih the vinaya itu adalah patimokkha which is tidak ada penjelasan mendetail, kecuali diambil dari suttavibhanga di vinaya yang merupakan commentary patimokkha itu sendiri.
There is no place like 127.0.0.1

Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
Re: Tentang Membunuh
« Reply #7 on: 01 March 2014, 12:42:34 AM »
Kalau menurut Asanga, dalam Viniscaya Samgrahani, ada 5
1. basis (objek makhluk hidup yg dibunuh)
2. identifikasi (mengenali si makhluk, dan tidak salah bunuh)
3. Keadaan pikiran (motivasi membunuh dan niat)
4. klesha (salah satu dari Lobha Dosa Moha yang mewarnai pikiran)
5. penyelesaian (tindakan membunuh dan akibatnya makhluk mati)

Menurut Tsongkhapa, dia mengubah list diatas dalam LAMRIM, jadi 4
1. basis (objek makhluk hidup yg dibunuh)
2. pikiran (identifikasi + niat motivasi + klesha)
3. tindakan (tindakan membunuh sebenarnya)
4. penyelesaian (akibatnya, makhluk mati)

Dalam lamrim pembagiannya ada 2, jalan karma yang lengkap dan jalan karma yang tidak lengkap
jalan karma yang lengkap adalah memenuhi semua 4 faktor yang disebut. Ini akan menghasilkan akibat karma paling berat.

Jalan karma yang tidak lengkap adalah memenuhi hanya 1,2, atau 3 faktor.
Misalnya niat membunuh, melakukan, tapi korban tidak mati. Atau si pembunuh mati lebih dulu daripada si korban.
Atau misalnya niat membunuh devadatta tetapi yang dibunuh yajnadatta karena kesalahan
atau misalnya bunuh diri, karena si pelaku tidak ada lagi ketika korban mati
atau misalnya membunuh, tetapi sebelum korban mati tiba2 timbul penyesalan dan tidak ingin dia mati

Mengenai membunuh dengan sadar atau tidak sadar, sepertinya itu dikelompokkan ke karma membunuh lengkap dan tidak lengkap.
Kalau di tradisi mahayana ada cerita..... Nagarjuna mati karena kepalanya dipenggal dengan rumput kusa.
Itu karena di masa lampau, ia pernah dengan tidak sengaja membunuh serangga (belalang mungkin) sewaktu sedang memotong rumput kusa. Ini sering dijadikan contoh cerita bahwa biarpun kita melakukan tindakan tanpa sengaja dan tanpa niat, tetap ada karma kecil yang dihasilkan.
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra

Offline btj

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 183
  • Reputasi: 5
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Tentang Membunuh
« Reply #8 on: 01 March 2014, 05:41:54 AM »
Kalau menurut Asanga, dalam Viniscaya Samgrahani, ada 5
1. basis (objek makhluk hidup yg dibunuh)
2. identifikasi (mengenali si makhluk, dan tidak salah bunuh)
3. Keadaan pikiran (motivasi membunuh dan niat)
4. klesha (salah satu dari Lobha Dosa Moha yang mewarnai pikiran)
5. penyelesaian (tindakan membunuh dan akibatnya makhluk mati)

Menurut Tsongkhapa, dia mengubah list diatas dalam LAMRIM, jadi 4
1. basis (objek makhluk hidup yg dibunuh)
2. pikiran (identifikasi + niat motivasi + klesha)
3. tindakan (tindakan membunuh sebenarnya)
4. penyelesaian (akibatnya, makhluk mati)

Dalam lamrim pembagiannya ada 2, jalan karma yang lengkap dan jalan karma yang tidak lengkap
jalan karma yang lengkap adalah memenuhi semua 4 faktor yang disebut. Ini akan menghasilkan akibat karma paling berat.

Jalan karma yang tidak lengkap adalah memenuhi hanya 1,2, atau 3 faktor.
Misalnya niat membunuh, melakukan, tapi korban tidak mati. Atau si pembunuh mati lebih dulu daripada si korban.
Atau misalnya niat membunuh devadatta tetapi yang dibunuh yajnadatta karena kesalahan
atau misalnya bunuh diri, karena si pelaku tidak ada lagi ketika korban mati
atau misalnya membunuh, tetapi sebelum korban mati tiba2 timbul penyesalan dan tidak ingin dia mati

Mengenai membunuh dengan sadar atau tidak sadar, sepertinya itu dikelompokkan ke karma membunuh lengkap dan tidak lengkap.
Kalau di tradisi mahayana ada cerita..... Nagarjuna mati karena kepalanya dipenggal dengan rumput kusa.
Itu karena di masa lampau, ia pernah dengan tidak sengaja membunuh serangga (belalang mungkin) sewaktu sedang memotong rumput kusa. Ini sering dijadikan contoh cerita bahwa biarpun kita melakukan tindakan tanpa sengaja dan tanpa niat, tetap ada karma kecil yang dihasilkan.

wah berarti repot juga ya misalnya kalau mau mandi mesti periksa dulu sampai ke dalam-dalam saluran pembuangan selain di sekitar lantai kamar mandi apakah ada terutama semut yang berkeliaran.
 :'(

Tapi kalau sudah tingkatan Nagarjuna harusnya sih sudah tidak disertai penderitaan batin lagi ketika dipenggal dengan rumput kusa?
masalahnya level seperti saya yang masih penuh kemelekatan/kilesa, harus sering merasakan penderitaan akibat melakukan pembunuhan walau sebenarnya tidak berniat tapi lebih karena tak sengaja, malas memeriksa/memindahkan ke tempat yang lebih aman, atau karena alasan lainnya.
 :(

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Tentang Membunuh
« Reply #9 on: 01 March 2014, 08:54:38 AM »
by rule sih the vinaya itu adalah patimokkha which is tidak ada penjelasan mendetail, kecuali diambil dari suttavibhanga di vinaya yang merupakan commentary patimokkha itu sendiri.
oh iya sutta vibhanga
...

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Tentang Membunuh
« Reply #10 on: 01 March 2014, 09:47:03 AM »
OK, kalo gitu mending kita bahas kasus saja dan bahas sesuai referensi dan analisa masing-masing. Saya ambil contoh satu adegan di film Exorcist: The Beginning.
Spoiler: ShowHide
[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=H-o7Nij7B58[/youtube]

Trivia: Sekadar info, di sini berkesan Nazi menganut paham atheisme anti tuhan/agama, namun sebetulnya tidak demikian. Adolf Hitler sendiri adalah seorang Kat0lik taat seperti dituliskan dalam autobiografinya, "Mein Kampf", dan juga angkatan bersenjata Nazi, Wehrmacht, menggunakan gesper dengan tulisan "Gott Mit Uns" (Tuhan beserta kita).


Saya rangkum: ada orang mau membunuh sekelompok orang, lalu memberi pilihan kepada si pastor untuk menunjuk beberapa orang, dan akhirnya ia memilih orang tua dan membiarkan anak-anak hidup.

Jadi di sini ada makhluk yaitu sekumpulan orang (basis, 1), si pastor mengetahui keberadaannya (identifikasi, 2), dia sadar bahwa tindakannya menunjuk menyebabkan makhluk yang ditunjuk itu mati, lalu memilih dan memutuskan (proses pikiran & niat, 3), ia menunjuk (perbuatan, 4), yang ditunjuk mati (hasil, 5).

Silahkan.

« Last Edit: 01 March 2014, 09:51:12 AM by Kainyn_Kutho »

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Tentang Membunuh
« Reply #11 on: 01 March 2014, 08:10:52 PM »
Ini mirip beli ikan bakar, tapi ikannya dipilih dari yang masih hidup ya.

Kalau kasus pastor, sebetulnya tidak ada niat membunuh, hanya menunjuk sasarannya saja. Tunjuk atau tidak, tetap akan ada yang dibunuh.

Kalau kasus ikan, tujuannya jelas biar ikan mati dan bisa disantap. Imho, yang ini membunuh.

Offline btj

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 183
  • Reputasi: 5
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Tentang Membunuh
« Reply #12 on: 02 March 2014, 02:39:01 PM »
Menurut saya pastor tersebut terlibat dalam tindakan pembunuhan itu secara terpaksa namun belum tentu akan menimbulkan akibat (kamma vipaka) terhadap dirinya.

Yang saya sangsikan adalah poin niat/cetananya sang Pastor.
Bagaimana kita bisa membuktikan bahwa dirinya bercetana saat itu?
Mungkin saja ini bisa menjadi ahosi kamma ataupun ketika berbuah dirinya tidak merasakan penderitaan.

Kira-kira begitu analisa saya.

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Tentang Membunuh
« Reply #13 on: 02 March 2014, 06:38:50 PM »
kira2 apa yg di lakukan seorg sotapanna..jika di suruh untuk memilih org yg akan di bunuh??
...

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.382
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Tentang Membunuh
« Reply #14 on: 02 March 2014, 08:20:20 PM »
jawaban theravada, sotapanna itu akan diam tidak mau memilih. lebih baik mati
There is no place like 127.0.0.1