Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Tentang Membunuh  (Read 20636 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Saddha_putta07

  • Tamu
  • *
  • Posts: 4
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua makhluk berbahagia
Re: Tentang Membunuh
« Reply #30 on: 04 March 2014, 10:19:48 AM »
Tahu bahwa makhluk tersebut akan mati bukan berarti mengharapkan makhluk tersbut mati. Dan mnurut saya pmbunuhan trjadi dgn niat utk mngharapkan matinya makhluk trsebut. Shingga utk kasus baik kasus pastur dan euthanasia mnurut saya bukanlah pmbunuhan. Jika berbicara dri sudut pndang abhidhamma, dkatakan bhwa dalam sbuah rangkaian aktivitas, telah muncul berbagai macam citta dan cetasika yg mewarnainya. Selanjutnya jutaan citta itu kita pandang sbgai suatu kesatuan dan kita katakan adalah baik atau tdk baik, pdhal sesungguhnya tdklah dmikian, di dlam rangkaian trsebut ada yg baik dan tidak baik.

Dmikian jika d hubkan dgn kasus pmbunuhan d atas, pd kondisi citta mana yg di maksudkan ? Apakah pd saat mnunjuk ? Atau pd saat mngetahui atau hal mana yg ingin d tnyakan sbgai tindakan yg mau d kategorikan pmbunuhan? Sy yakin jika mmg tdk sedang mngharapkan makhluk lain mati, maka pembunuhan tdk akan pernah terlaksanakan/terjadi.

Offline hemayanti

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.477
  • Reputasi: 186
  • Gender: Female
  • Appamadena Sampadetha
Re: Tentang Membunuh
« Reply #31 on: 04 March 2014, 10:20:31 AM »
OK. Ini pertanyaan opini saja:
1. Kalau sis hema di posisi 'orang pintar', akankah menyapu daun kelornya?
2. Jika sis hema di posisi pasien, apakah yang diharapkan dari 'orang pintar' tersebut?
1. tidak
2. pasrah aja om
"Sekarang, para bhikkhu, Aku mengatakan ini sebagai nasihat terakhir-Ku: kehancuran adalah sifat dari segala sesuatu yang terbentuk. Oleh karena itu, berjuanglah dengan penuh kesadaran."

Offline juanpedro

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 949
  • Reputasi: 48
  • Gender: Male
Re: Tentang Membunuh
« Reply #32 on: 04 March 2014, 10:20:49 AM »
Nah, Euthanasia dan kasus "daun kelor" itu sebetulnya memang mirip dan itu yang mau saya tanyakan. Sejujurnya saya buka thread ini karena kasus ikan, "yin-yang fish". Dalam kasus-kasus seperti ini kalau saya tanyakan ke Buddhis, tidak ada yang setuju dengan mercy killing karena panduannya 5 syarat membunuh itu. Bahkan saya tekankan pertanyaan, "jadi kalau ada ikannya itu setengah mati, hanya dibacakan karaniya metta sutta saja?" dan jawabannya "iya".

Karena itu saya hendak tanyakan, apa benar sih 5 syarat itu selalu begitu dan apakah tepat jika diterapkan pada semua situasi dan kondisi? Jikapun memang jawabannya bahwa 5 syarat itu mutlak, yah memang tidak mengapa juga. Namanya juga cocok-cocokan.


kayaknya memang udah jadi dogma dalam agama Buddha sih Om :P

OK. Ini pertanyaan opini saja:
1. Kalau sis hema di posisi 'orang pintar', akankah menyapu daun kelornya?
2. Jika sis hema di posisi pasien, apakah yang diharapkan dari 'orang pintar' tersebut?

Ya, jika dia sengaja tembak dan karenanya rusanya kemudian mati, maka memang masuk dalam kriteria membunuh. Sebab ketika dia sadar dan mengetahui bahwa tembakannya akan membunuh, spekulasi geledek atau rusa terbang dalam pikirannya tidak menganulir niat membunuhnya.


wah pertanyaan no 1 saya rasa sangat dilematis bagi umat Buddhis ^-^

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Tentang Membunuh
« Reply #33 on: 04 March 2014, 10:25:52 AM »
nah.. apapun koment yg disini..kemungkinan besar tidak mewakili sotapanna secara utuh..  (krn kurasa blm ada yg sotapanna)..jd ada yg benar, ada yg gak..tp mengujinya itu sulit...

tp dari komentar... bbrp kasus kelihatan sotapanna tidak akan melakukan pembunuhan walau tercancam ..bahkan dirinya... tp dia masih akan membiarkan org lain membunuh krn itu urusan org tsb .. seperti kasus seorg sotapanna yg menikah dgn pemburu..dan dia menyiapkan busur, panah, dll..untuk suaminya berburu

Ya, sekaligus mengulang disclaimer, menyangkut sotapanna (ke atas), kita murni hanya spekulasi saja.

Pada kasus Kukkutamitta si pemburu, istrinya tidak diberikan pilihan oleh suaminya juga. Tapi kalau di kasus si pastor di film, dia diberikan pilihan menunjuk sebagian atau semuanya mati. Kira-kira pasif aja dan membiarkan semuanya dibunuh?

Lalu bagaimana kalau kasus mercy killing? Kira-kira sama juga memilih pasif?


Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Tentang Membunuh
« Reply #34 on: 04 March 2014, 10:32:25 AM »
Tahu bahwa makhluk tersebut akan mati bukan berarti mengharapkan makhluk tersbut mati. Dan mnurut saya pmbunuhan trjadi dgn niat utk mngharapkan matinya makhluk trsebut. Shingga utk kasus baik kasus pastur dan euthanasia mnurut saya bukanlah pmbunuhan. Jika berbicara dri sudut pndang abhidhamma, dkatakan bhwa dalam sbuah rangkaian aktivitas, telah muncul berbagai macam citta dan cetasika yg mewarnainya. Selanjutnya jutaan citta itu kita pandang sbgai suatu kesatuan dan kita katakan adalah baik atau tdk baik, pdhal sesungguhnya tdklah dmikian, di dlam rangkaian trsebut ada yg baik dan tidak baik.

Dmikian jika d hubkan dgn kasus pmbunuhan d atas, pd kondisi citta mana yg di maksudkan ? Apakah pd saat mnunjuk ? Atau pd saat mngetahui atau hal mana yg ingin d tnyakan sbgai tindakan yg mau d kategorikan pmbunuhan? Sy yakin jika mmg tdk sedang mngharapkan makhluk lain mati, maka pembunuhan tdk akan pernah terlaksanakan/terjadi.
Bukankah kalau menurut Abhidhamma ketidak-mampuan melihat objek secara netral dan menolaknya sudah termasuk dosamulacitta? Bukankah terhadap kenyataan "semuanya akan dibunuh" terjadi penolakan dan akhirnya memilih "sebagian dibunuh"?

Tapi saya lebih tertarik pada kalimat ini: "Tahu bahwa makhluk tersebut akan mati bukan berarti mengharapkan makhluk tersbut mati."

Secara normal tentu kita harapkan makhluk itu tidak mati atau sembuh. Tapi bagaimana kalau kita tahu bahwa makhluk itu tidak mungkin terus hidup dan pulih kembali, pilihannya adalah langsung mati atau sangat menderita dulu beberapa lama sebelum mati, bagaimana?

Atau dengan cara bagaimanakah 5 syarat membunuh itu seharusnya dipahami?
« Last Edit: 04 March 2014, 10:36:09 AM by Kainyn_Kutho »

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Tentang Membunuh
« Reply #35 on: 04 March 2014, 10:32:40 AM »
1. tidak
2. pasrah aja om
OK. Thanks. :)

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Tentang Membunuh
« Reply #36 on: 04 March 2014, 10:35:18 AM »
kayaknya memang udah jadi dogma dalam agama Buddha sih Om :P
Tidak masalah. Memang ideologi dan prinsip itu cocok-cocokan saja kok. :)

Quote
wah pertanyaan no 1 saya rasa sangat dilematis bagi umat Buddhis ^-^
Ya, terutama jika si pasien (diduga) adalah orang suci, salah tindakan bisa Avici akibatnya.

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Tentang Membunuh
« Reply #37 on: 04 March 2014, 10:38:39 AM »
Ya, sekaligus mengulang disclaimer, menyangkut sotapanna (ke atas), kita murni hanya spekulasi saja.

Pada kasus Kukkutamitta si pemburu, istrinya tidak diberikan pilihan oleh suaminya juga. Tapi kalau di kasus si pastor di film, dia diberikan pilihan menunjuk sebagian atau semuanya mati. Kira-kira pasif aja dan membiarkan semuanya dibunuh?

Lalu bagaimana kalau kasus mercy killing? Kira-kira sama juga memilih pasif?


sebenarnya dalam komentar..dia pun "bisa" menolak memberikannya..krn memang bukan perintah yg harus dilakukan..tp dia melakukannya atas kemauaannya..sebagai bentuk melayani suaminya, klo jaman skrg..istri buddhist ..lum sotapanna aja ..mungkin bisa ngajarin suaminya untuk berhenti membunuh..., jd sepertinya emang rada2 cuek urusan org lain
...

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Tentang Membunuh
« Reply #38 on: 04 March 2014, 10:49:41 AM »
Kalo Bodhisattva (secara Mahayana) kira2 apa yang akan dilakukannya jika dihadapkan pada kasus ginian ya? ;D
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline juanpedro

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 949
  • Reputasi: 48
  • Gender: Male
Re: Tentang Membunuh
« Reply #39 on: 04 March 2014, 11:47:56 AM »
Tidak masalah. Memang ideologi dan prinsip itu cocok-cocokan saja kok. :)
Ya, terutama jika si pasien (diduga) adalah orang suci, salah tindakan bisa Avici akibatnya.
mmm... kalo misal pasien itu sudah benar-benar rela dibunuh apakah pembunuhan atas dirinya bisa dianggap benar (plus poin kamma baik)? kan mengakhiri dukkha pasien? :))

Kalo Bodhisattva (secara Mahayana) kira2 apa yang akan dilakukannya jika dihadapkan pada kasus ginian ya? ;D
upaya kausalya? :o

Kalo Zen Master yang ada di posisi orang pintar, kira2 dia pake mikir panjang ngga ya? :P

Offline Saddha_putta07

  • Tamu
  • *
  • Posts: 4
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua makhluk berbahagia
Re: Tentang Membunuh
« Reply #40 on: 04 March 2014, 12:11:01 PM »
IMO, Kalaupun Ada dosamulacitta dalam tindakan pastur tsbt, tidak serta merta mengkategorikan yg dilakukannya adalah pembunuhan. Dalam kasus d atas saya mlihatnya bukan sbagai pmbunuhan krn dari awal tdk pernah ada harapan/keinginan ada yg mati dalam diri sang pastur, yg ada adalah pilihan smua mati atau mati sebagian, dan ktika dia mnunjuk memilih anak2 utk diselamatkan, kalau saya sih memandangnya sbagai tindakan penyelamatan, dan bukan ingin/meminta agar si org tua dibunuh krena memang sjak awal, tanpa d tnjukpun juga akan dibunuh. :) . Mgkn ini hnya spekulasi pikiran sy saja krn kita tidak akan pernah tahu apa niatan yg sesungguhnya dlam diri si pastur.

Dlm hal pmbunuhan, klo bagi pribadi cara kita memandangnya adalah apakah memang ada niatan/mengharapkan makhluk itu mati dan disertai syarat lainnya brulah dikatakan pmbunuhan. Jd apapun latar belakang mngapa seseorang diharapkan mati, adalah pmbunuhan. Baik atas dasar kasihan, dan lain sebagainya.



Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Tentang Membunuh
« Reply #41 on: 04 March 2014, 02:06:22 PM »
sebenarnya dalam komentar..dia pun "bisa" menolak memberikannya..krn memang bukan perintah yg harus dilakukan..tp dia melakukannya atas kemauaannya..sebagai bentuk melayani suaminya, klo jaman skrg..istri buddhist ..lum sotapanna aja ..mungkin bisa ngajarin suaminya untuk berhenti membunuh..., jd sepertinya emang rada2 cuek urusan org lain

Ya, yang saya tangkap juga kira-kira begitu. Kalau untuk hal ini dikit banyak saya masih paham, karena memang prinsipnya strict pada "mengubah diri sendiri, tidak bisa (memaksa) mengubah orang lain". Tapi kalau untuk mercy killing saya masih belum paham.
-------

Kalo Bodhisattva (secara Mahayana) kira2 apa yang akan dilakukannya jika dihadapkan pada kasus ginian ya? ;D
Saya belum pernah baca kasus yang kira-kira seperti ini dalam sastra Mahayana, kalau ada sih, mau tahu juga pandangannya bagaimana.
-------

mmm... kalo misal pasien itu sudah benar-benar rela dibunuh apakah pembunuhan atas dirinya bisa dianggap benar (plus poin kamma baik)? kan mengakhiri dukkha pasien? :))
Ya, itu dia poinnya.
Kalau orang ga kasih miliknya, kita ambil paksa, namanya mencuri. Tapi kalau orang memberikan, kita ambil, namanya bukan mencuri.

Kalau orang mempertahankan hidupnya, kita akhiri kehidupannya, namanya membunuh. Tapi kalau orangnya memang rela atau bahkan memohon untuk mengakhiri kehidupannya dan kita kabulkan, apakah namanya tetap membunuh?
------

IMO, Kalaupun Ada dosamulacitta dalam tindakan pastur tsbt, tidak serta merta mengkategorikan yg dilakukannya adalah pembunuhan. Dalam kasus d atas saya mlihatnya bukan sbagai pmbunuhan krn dari awal tdk pernah ada harapan/keinginan ada yg mati dalam diri sang pastur, yg ada adalah pilihan smua mati atau mati sebagian, dan ktika dia mnunjuk memilih anak2 utk diselamatkan, kalau saya sih memandangnya sbagai tindakan penyelamatan, dan bukan ingin/meminta agar si org tua dibunuh krena memang sjak awal, tanpa d tnjukpun juga akan dibunuh. :) . Mgkn ini hnya spekulasi pikiran sy saja krn kita tidak akan pernah tahu apa niatan yg sesungguhnya dlam diri si pastur.
Tindakan penyelamatan apa yang dilakukan si pastor terhadap orang yang ia tunjuk untuk mati?


Quote
Dlm hal pmbunuhan, klo bagi pribadi cara kita memandangnya adalah apakah memang ada niatan/mengharapkan makhluk itu mati dan disertai syarat lainnya brulah dikatakan pmbunuhan. Jd apapun latar belakang mngapa seseorang diharapkan mati, adalah pmbunuhan. Baik atas dasar kasihan, dan lain sebagainya.
Jadi kalau memang ingin menyebabkan kematian, apapun alasannya, adalah membunuh, sedangkan jika menginginkan sebagian orang hidup walaupun harus membuat sebagian orang lain mati, adalah penyelamatan? Atau bagaimana?

Offline Rico Tsiau

  • Kebetulan terjoin ke DC
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.976
  • Reputasi: 117
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Tentang Membunuh
« Reply #42 on: 04 March 2014, 02:08:19 PM »
selama ini dari hasil baca2 sana sini saya berminded bahwa pembunuhan atau tindakan yang mengakibatkan makhluk lain mati, tetaplah sebuah pembunuhan. apapun alasannya.

 [at] abang kk, apakah abang ingin mendiskusikan sikap yang layak/sepatutnya di ambil oleh seorang pelaksana sila dalam menghadapi kasus2 tertentu yang berhubungan dengan pembunuhan atau sekedar mencari definisi pada 5 point pada awal thread?

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Tentang Membunuh
« Reply #43 on: 04 March 2014, 02:13:41 PM »
[at] abang kk, apakah abang ingin mendiskusikan sikap yang layak/sepatutnya di ambil oleh seorang pelaksana sila dalam menghadapi kasus2 tertentu yang berhubungan dengan pembunuhan atau sekedar mencari definisi pada 5 point pada awal thread?
Dua-duanya, sebab memang berhubungan. Sila yang diambil itu patokannya dari 5 point juga, jadi pemahaman terhadap 5 point itu yang menjadi tolok ukur dalam menjalankan sila 1 tersebut.

Ketika 5 point itu diterapkan dalam kasus-kasus tertentu, menurut saya jadinya agak aneh, jadi saya tanyakan pendapat yang lain di sini.

Offline Rico Tsiau

  • Kebetulan terjoin ke DC
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.976
  • Reputasi: 117
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Tentang Membunuh
« Reply #44 on: 04 March 2014, 02:24:38 PM »
Dua-duanya, sebab memang berhubungan. Sila yang diambil itu patokannya dari 5 point juga, jadi pemahaman terhadap 5 point itu yang menjadi tolok ukur dalam menjalankan sila 1 tersebut.

ok, memang sejalan dan sepertinya aneh kalo kita membahas yang 1 tapi mengabaikan lainnya.

Ketika 5 point itu diterapkan dalam kasus-kasus tertentu, menurut saya jadinya agak aneh, jadi saya tanyakan pendapat yang lain di sini.

pembahasan secara rinci pada point diatas dapat dibaca pada thread lain, sepertinya saya pernah baca di dc tapi lupa threadnya.

mercy killing, kasus sang pastor dan mungkin atas permintaan seorang untuk mengakhiri hidupnya karena alasan penderitaan. saya pahami ketika kita bertindak untuk itu dan berakibat kematian pada makhluk tersebut, itu sudah pembunuhan. atau kita menyetujui atau memilih dan atas hal tersebut ada makhluk yang mati karenanya maka itu juga masuk kategori sama, pembunuhan.

mungkin disini kita berbicara cetana yang didasarinya. dan kalau mau lebih melebar bisa juga di diskusikan kamma-vipakanya.