Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Tentang Membunuh  (Read 20622 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Tentang Membunuh
« Reply #120 on: 30 March 2014, 08:45:11 AM »
Hmmm... Lagi-lagi sutra yang multitafsir ya....
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Tentang Membunuh
« Reply #121 on: 30 March 2014, 06:50:54 PM »
ok, masuk akal penjelasannya. Interpretasi yang pernah saya baca mengatakan Bodhisattva itu tidak lahir di neraka. Karena sutra itu gak bilang ia lahir di neraka kan? Hanya mengatakan bahwa masa ia mengembara di samsara berkurang 100.000 kalpa

Benar tidak telak-telak ada kalimat Bodhisattva masuk neraka, tapi sutra juga tidak mengatakan Ia bebas sepenuhnya dari neraka yang Ia tahu persis akibat dari membunuh tsb, Ia paham peraturan hukum karmanya memang begitu (berbuat buruk berakibat buruk, bukan berbuat buruk malah dapat kebaikan), dan Ia siap dan rela.

Itu saja yang bisa saya sampaikan.
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Tentang Membunuh
« Reply #122 on: 30 March 2014, 06:51:04 PM »
Hmmm... Lagi-lagi sutra yang multitafsir ya....


 :)
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Tentang Membunuh
« Reply #123 on: 04 April 2014, 08:50:46 AM »
OK, jadi kita masukkan ke sini konsep upaya kausalya di mana melakukan suatu keburukan dengan maksud menghalangi keburukan lebih buruk (yang belum terjadi), membuahkan vipaka buruk namun sekaligus vipaka baik yang jauh lebih banyak.

Jika ada yang seperti itu, apakah berlaku juga sebaliknya?

Kasusnya kita tahu si perompak mengancam keselamatan 99 penumpang yang kebetulan menjengkelkan kita. Lalu di tengah lautan tempat kumpul hiu, si perompak terpeleset dan akan jatuh ke laut. Lalu karena masih dongkol dengan 99 penumpang lainnya, kita selamatkan si perompak dengan harapan si perompak akan menghabisi mereka. Apakah tindakan menyelamatkan itu akan menghasilkan vipaka baik sekaligus vipaka buruk yang jauh lebih banyak juga?


Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Tentang Membunuh
« Reply #124 on: 04 April 2014, 02:09:17 PM »
Bagaimana citta (kondisi bathin) ketika keluarga memutuskan melakukan euthanasia ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.794
  • Reputasi: 43
Re: Tentang Membunuh
« Reply #125 on: 28 November 2016, 03:20:10 AM »
Ya, topik ini memang sepertinya pernah dibahas sekilas di thread lain. Di sini saya mau coba bahas lebih luas.

Secara teori kamma, memang cetana yang membedakan berat-ringannya akibat. Tapi di sini saya tidak berniat bahas seberapa berat/ringan akibat dari perbuatan, tapi apakah suatu perbuatan ini termasuk kusala/akusala.

Misalnya ada Arahant yang sedang disiksa dan pilihan yang kita miliki hanyalah membiarkannya mati perlahan dan sangat menderita, atau mercy-killing. Jika 5 point adalah mutlak, maka mercy killing di sini pasti akusala. Entah vipakanya adalah avici 1 kappa atau 15 menit, tetap saja perbuatan itu tidak ada manfaatnya, dan harus selalu dihindari.

Saya tertarik mencari tau pendapat member-member di sini, apakah pendapatnya seragam atau bervariasi, apakah ada seperti saya yang merasa janggal jika diterapkan dalam kasus tertentu, dll.
=)) =))
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.794
  • Reputasi: 43
Re: Tentang Membunuh
« Reply #126 on: 29 March 2019, 07:52:51 AM »
Ya, topik ini memang sepertinya pernah dibahas sekilas di thread lain. Di sini saya mau coba bahas lebih luas.

Secara teori kamma, memang cetana yang membedakan berat-ringannya akibat. Tapi di sini saya tidak berniat bahas seberapa berat/ringan akibat dari perbuatan, tapi apakah suatu perbuatan ini termasuk kusala/akusala.

Misalnya ada Arahant yang sedang disiksa dan pilihan yang kita miliki hanyalah membiarkannya mati perlahan dan sangat menderita, atau mercy-killing. Jika 5 point adalah mutlak, maka mercy killing di sini pasti akusala. Entah vipakanya adalah avici 1 kappa atau 15 menit, tetap saja perbuatan itu tidak ada manfaatnya, dan harus selalu dihindari.

Saya tertarik mencari tau pendapat member-member di sini, apakah pendapatnya seragam atau bervariasi, apakah ada seperti saya yang merasa janggal jika diterapkan dalam kasus tertentu, dll.

Tertarik membaca ulang tentang hal ini dan sedikit berkomentar dengan kasus berandai-andai ini.

Seorang arahant sudah tidak terganggu lagi dengan jasmani nya . Jadi dia tidak akan tersiksa. Dicabut ataupun tidak penunjang kehidupan nya itu tidak terlepas dari kamma yang harus berbuah.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)