Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Tentang Membunuh  (Read 20647 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Tentang Membunuh
« Reply #105 on: 28 March 2014, 10:25:03 AM »
Yang umum beredar tentang uraian pembunuhan (panatipata) adalah:
1. Ada makhluk hidup
2. Mengetahui adanya makhluk tersebut
3. Niat untuk membunuh
4. Tindakan membunuh dilakukan
5. Makhluk yang dimaksud mati oleh tindakan pembunuhan itu
NB: Referensinya lupa, kalau ada yang tahu mungkin bisa bantu

Yang ingin saya tanyakan apakah istilah "membunuh" ini mencakup semua tindakan sadar mengetahui konsekwensi 'jika saya lakukan tindakan ini, maka makhluk ini akan mati', ataukah ada pengecualian yang berdasarkan faktor lain?

IMO. Apa yang kita sebut membunuh adalah tindakan, usaha aktif menghilangkan, memadamkan energi vital / hidup.

Jadi kriteria pembunuhan (proses membunuh) adalah:
1. Adanya makhluk hidup
2. Mengetahui adanya makhluk tersebut
3. Niat untuk menghilangkan, memadamkan energi vital / hidup makhluk tersebut
4. Tindakan, usaha aktif menghilangkan, memadamkan energi vital / hidup.
5. Makhluk yang dimaksud mati atau hilang energi vital / hidupnya oleh tindakan aktif tersebut.

Dalam kasus film di atas, pastor tersebut tidak melakukan pembunuhan karena tidak melakukan tindakan aktif menghilangkan energi vital (no.4), ia hanya menunjuk ini yang pantas mati dan itu yang tidak. Apakah hanya karena ditunjuk seseorang akan mati (no.5)? Tidak, ia mati karena tindakan yang lainnya. Lagi pula ada kemungkinan apa yang ditunjuk olehnya tidak dilaksanakan oleh pengeksekusi (jika di dalam kehidupan nyata).

Jadi yang dimaksud membunuh adalah tindakan itu sendiri yang dapat menghilangkan energi hidup, bukan tindakan yang mengundang tindakan lain yang baru dapat menghilangkan energi hidup.

Apakah pastor tersebut menerima karma buruk? Ya jika ia menentukan pilihannya berdasarkan ketidaksukaan (kebencian) pada kelompok manusia tertentu.

IMO, hasil dari niat dan perbuatan buruk dalam hal ini membunuh terlepas dari motivasi. Sebaik apapun motivasi dibalik niat dan perbuatan buruk tetap  niat dan perbuatan buruk tersebut menghasilkan hal yang buruk. Sebagai contoh, dalam kepustakaan Mahayana, Upaya Kausalya Sutra (cmiiw), dikisahkan Bodhisattva sebagai seorang nahkoda berusaha menyelamatkan 500 pedagang dengan terpaksa membunuh perompak yang mengancam keselamatan 500 pedagang tersebut. Di akhir kisah Bodhisattva dilahirkan di neraka akibat membunuh tersebut. Ini mengisyaratkan bahwa motivasi baik apapun tidak mempengaruhi hasil dari perbuatan buruk.

Demikian
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline Rico Tsiau

  • Kebetulan terjoin ke DC
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.976
  • Reputasi: 117
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Tentang Membunuh
« Reply #106 on: 28 March 2014, 11:29:58 AM »
IMO. Apa yang kita sebut membunuh adalah tindakan, usaha aktif menghilangkan, memadamkan energi vital / hidup.

Jadi kriteria pembunuhan (proses membunuh) adalah:
1. Adanya makhluk hidup
2. Mengetahui adanya makhluk tersebut
3. Niat untuk menghilangkan, memadamkan energi vital / hidup makhluk tersebut
4. Tindakan, usaha aktif menghilangkan, memadamkan energi vital / hidup.
5. Makhluk yang dimaksud mati atau hilang energi vital / hidupnya oleh tindakan aktif tersebut.

Dalam kasus film di atas, pastor tersebut tidak melakukan pembunuhan karena tidak melakukan tindakan aktif menghilangkan energi vital (no.4), ia hanya menunjuk ini yang pantas mati dan itu yang tidak. Apakah hanya karena ditunjuk seseorang akan mati (no.5)? Tidak, ia mati karena tindakan yang lainnya. Lagi pula ada kemungkinan apa yang ditunjuk olehnya tidak dilaksanakan oleh pengeksekusi (jika di dalam kehidupan nyata).

Jadi yang dimaksud membunuh adalah tindakan itu sendiri yang dapat menghilangkan energi hidup, bukan tindakan yang mengundang tindakan lain yang baru dapat menghilangkan energi hidup.

Apakah pastor tersebut menerima karma buruk? Ya jika ia menentukan pilihannya berdasarkan ketidaksukaan (kebencian) pada kelompok manusia tertentu.

IMO, hasil dari niat dan perbuatan buruk dalam hal ini membunuh terlepas dari motivasi. Sebaik apapun motivasi dibalik niat dan perbuatan buruk tetap  niat dan perbuatan buruk tersebut menghasilkan hal yang buruk. Sebagai contoh, dalam kepustakaan Mahayana, Upaya Kausalya Sutra (cmiiw), dikisahkan Bodhisattva sebagai seorang nahkoda berusaha menyelamatkan 500 pedagang dengan terpaksa membunuh perompak yang mengancam keselamatan 500 pedagang tersebut. Di akhir kisah Bodhisattva dilahirkan di neraka akibat membunuh tersebut. Ini mengisyaratkan bahwa motivasi baik apapun tidak mempengaruhi hasil dari perbuatan buruk.

Demikian

jika kemudian saya ke pasar, lalu jari saya menunjuk ke seekor ayam lalu bilang "yang ini saja", tanpa babibu, ayamnya disembelih oleh tukang jual.

apakah saya tidak membunuh?
hanya terlibat pembunuhan? atau bagaimana?

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Tentang Membunuh
« Reply #107 on: 28 March 2014, 12:36:41 PM »
jika kemudian saya ke pasar, lalu jari saya menunjuk ke seekor ayam lalu bilang "yang ini saja", tanpa babibu, ayamnya disembelih oleh tukang jual.

apakah saya tidak membunuh?
hanya terlibat pembunuhan? atau bagaimana?

Berdasarkan kriteria membunuh, Anda tidak membunuh tetapi terlibat di dalamnya karena menjadi otak/dalang saat perbuatan menunjuk tersebut didasari dengan niat untuk menyingkirkan, menghilangkan hidup si ayam. Dan jelas tetap akan mendapatkan dampak buruknya, karena ada niat buruk yang muncul.

Demikian
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Tentang Membunuh
« Reply #108 on: 28 March 2014, 12:51:49 PM »

IMO, hasil dari niat dan perbuatan buruk dalam hal ini membunuh terlepas dari motivasi. Sebaik apapun motivasi dibalik niat dan perbuatan buruk tetap  niat dan perbuatan buruk tersebut menghasilkan hal yang buruk. Sebagai contoh, dalam kepustakaan Mahayana, Upaya Kausalya Sutra (cmiiw), dikisahkan Bodhisattva sebagai seorang nahkoda berusaha menyelamatkan 500 pedagang dengan terpaksa membunuh perompak yang mengancam keselamatan 500 pedagang tersebut. Di akhir kisah Bodhisattva dilahirkan di neraka akibat membunuh tersebut. Ini mengisyaratkan bahwa motivasi baik apapun tidak mempengaruhi hasil dari perbuatan buruk.

Demikian

Saya sepaham dengan pendapat sdr. Kelana, kisah/penjelasan dari Upaya Kausalya Sutra masih bisa diterima, namun dalam Mahayana ada juga tindakan upaya kausalya tertentu di mana seorang guru yang telah mencapai tingkat spiritual tertentu membunuh orang untuk "diseberangkan" ke alam bahagia dan ini tidak dianggap karma buruk. Bagaimana menurut pendapat anda?
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Rico Tsiau

  • Kebetulan terjoin ke DC
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.976
  • Reputasi: 117
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Tentang Membunuh
« Reply #109 on: 28 March 2014, 01:49:36 PM »
Berdasarkan kriteria membunuh, Anda tidak membunuh tetapi terlibat di dalamnya karena menjadi otak/dalang saat perbuatan menunjuk tersebut didasari dengan niat untuk menyingkirkan, menghilangkan hidup si ayam. Dan jelas tetap akan mendapatkan dampak buruknya, karena ada niat buruk yang muncul.

Demikian

setuju jika ditinjau dari kamma-vipaka. namun sebelum dilanjutkan, menurut bro kelana hal tersebut melanggar sila atau tidak?

Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
Re: Tentang Membunuh
« Reply #110 on: 28 March 2014, 09:04:50 PM »

IMO, hasil dari niat dan perbuatan buruk dalam hal ini membunuh terlepas dari motivasi. Sebaik apapun motivasi dibalik niat dan perbuatan buruk tetap  niat dan perbuatan buruk tersebut menghasilkan hal yang buruk. Sebagai contoh, dalam kepustakaan Mahayana, Upaya Kausalya Sutra (cmiiw), dikisahkan Bodhisattva sebagai seorang nahkoda berusaha menyelamatkan 500 pedagang dengan terpaksa membunuh perompak yang mengancam keselamatan 500 pedagang tersebut. Di akhir kisah Bodhisattva dilahirkan di neraka akibat membunuh tersebut. Ini mengisyaratkan bahwa motivasi baik apapun tidak mempengaruhi hasil dari perbuatan buruk.

Demikian


bro gak salah? Dalam Upaya Kausalya Sutra yang pernah saya baca justru dikatakan bodhisattva mendapatkan karma baik yang besar. Karena motivasi dan keadaan pikiran tanpa kilesa.
Maka salah satu sila bodhisattva mengatakan "pelanggaran karena tidak melanggar aturan vinaya demi menyelamatkan makhluk lain"
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Tentang Membunuh
« Reply #111 on: 29 March 2014, 09:00:56 AM »

bro gak salah? Dalam Upaya Kausalya Sutra yang pernah saya baca justru dikatakan bodhisattva mendapatkan karma baik yang besar. Karena motivasi dan keadaan pikiran tanpa kilesa.
Maka salah satu sila bodhisattva mengatakan "pelanggaran karena tidak melanggar aturan vinaya demi menyelamatkan makhluk lain"

Ternyata benar, menurut Upaya Kausalya Sutra, Bodhisattva tidak terlahir di neraka karena membunuh penjahat tsb:
« Last Edit: 29 March 2014, 09:04:13 AM by Shinichi »
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Tentang Membunuh
« Reply #112 on: 29 March 2014, 09:13:57 AM »
Saya sepaham dengan pendapat sdr. Kelana, kisah/penjelasan dari Upaya Kausalya Sutra masih bisa diterima, namun dalam Mahayana ada juga tindakan upaya kausalya tertentu di mana seorang guru yang telah mencapai tingkat spiritual tertentu membunuh orang untuk "diseberangkan" ke alam bahagia dan ini tidak dianggap karma buruk. Bagaimana menurut pendapat anda?

Jika berdasarkan Upaya Kausalya Sutra jelas akan berakibat buruk bagi niat dan perbuatan buruk apapun motivasinya. Di sisi lain, karena motivasi bisa berbentuk niat yang sifatnya mendorong munculnya niat lain, maka niat pendorong ini pun akan berbuah sesuai sifatnya, baik atau buruk. 

Jadi masing-masing niat akan berbuah sesuai dengan sifatnya, buruk atau baik. Begitu juga yang terjadi pada diri seorang guru yang telah mencapai “tingkat spiritual tertentu”. Dan bagi Bodhisattva dan  guru yang benar-benar telah mencapai “tingkat spiritual tertentu” ia akan sadar dan telah siap menerima akibat buruk dari perbuatan buruknya, ia telah siap menerima untuk masuk ke neraka. Untuk itu ada slogan dalam Mahayana “Jika bukan saya yang masuk ke neraka, siapa yang akan menyelamatkan makhluk hidup?”
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Tentang Membunuh
« Reply #113 on: 29 March 2014, 09:14:23 AM »
setuju jika ditinjau dari kamma-vipaka. namun sebelum dilanjutkan, menurut bro kelana hal tersebut melanggar sila atau tidak?

Berdasarkan kriteria membunuh, tindakan menunjuk ayam untuk dibunuh tersebut tidak memenuhi seluruh kriteria membunuh, jadi bukan merupakan tindakan membunuh. Sila pertama Pancasila Buddhis adalah absen dari membunuh. Dengan demikian tindakan menunjuk tesebut tidak melanggar sila. Tapi, tentu saja  melanggar Dhamma, ketika tindakan tersebut bersekutu dengan Dosa, Lobha dan Moha. Seperti yang kita ketahui bahwa Pancasila hanyalah bagian kecil dari kemoralan dalam Buddhisme.
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Tentang Membunuh
« Reply #114 on: 29 March 2014, 09:14:43 AM »

bro gak salah? Dalam Upaya Kausalya Sutra yang pernah saya baca justru dikatakan bodhisattva mendapatkan karma baik yang besar. Karena motivasi dan keadaan pikiran tanpa kilesa.
Maka salah satu sila bodhisattva mengatakan "pelanggaran karena tidak melanggar aturan vinaya demi menyelamatkan makhluk lain"

CMIIW, saya tidak tahu apakah kita membicarakan sutra yang sama atau bukan. Seingat  saya Bodhisattva masuk ke neraka karena niat dan perbuatan membunuh-Nya, namun setelah usai, Ia mendapatkan pahala besar dari niat-Nya yang lain, bukan dari niat dan perbuatan membunuhnya.
Jadi ini mengisyaratkan bahwa buah karma muncul berdasarkan satu niat per satu niat, bukan dijumlahkan atau dikurangi antar niat.   
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Tentang Membunuh
« Reply #115 on: 29 March 2014, 09:16:01 AM »
Ternyata benar, menurut Upaya Kausalya Sutra, Bodhisattva tidak terlahir di neraka karena membunuh penjahat tsb:


Seperti yang saya sampaikan kepada Sdr. xenocross , apakah sutra yang sama yang kita bicarakan. Kepustakaan Mahayana kadang memiliki beberapa versi dalam satu sutra, panjang atau pendek misalnya.
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Tentang Membunuh
« Reply #116 on: 29 March 2014, 09:23:16 AM »
Seperti yang saya sampaikan kepada Sdr. xenocross , apakah sutra yang sama yang kita bicarakan. Kepustakaan Mahayana kadang memiliki beberapa versi dalam satu sutra, panjang atau pendek misalnya.

Setahuku Upaya Kausalya Sutra cuma ada satu versi seperti kutipan pada gambar attachment saya sebelumnya, tetapi kita tunggu konfirmasi dari yang lebih berkompeten saja ;D
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Tentang Membunuh
« Reply #117 on: 29 March 2014, 09:30:12 AM »
Setahuku Upaya Kausalya Sutra cuma ada satu versi seperti kutipan pada gambar attachment saya sebelumnya, tetapi kita tunggu konfirmasi dari yang lebih berkompeten saja ;D

Jika kita bisa mendapatkan versi Sanskerta, saya rasa itu lebih baik.
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Tentang Membunuh
« Reply #118 on: 29 March 2014, 11:55:09 AM »
Nampaknya bukan sutranya yang berbeda tetapi bagaimana kita menginterpretasikannya.

Dalam sebuah sutra banyak interpretasi yang bisa terjadi termasuk dalam Upaya Kausalya Sutra, salah satunya adalah Bodhisattva dilahirkan di neraka.

Dalam sutra tsb dijelaskan dalam pernyataan dalam pikiran awal Bodhisattva bahwa Ia membiarkan dirinya akan masuk ke neraka yang sengsara dan menjalani penderitaan selama ratusan ribu kalpa ketika membunuh. Ini mengisyaratkan bahwa Ia memang tahu bahwa akibat membunuh adalah neraka.

Dan ketika teks mengatakan: “Karena saya menggunakan upaya kausalya dan welas asih yang sangar besar saya mampu menghindari kesengsaraan samsara selama seratus ribu kalpa”, ini merupakan pernyataan bahwa ada pahala berupa remisi waktu dari keberadaan-Nya di neraka. Dengan kata lain masa tinggalnya di neraka diperpendek yang seharusnya sangat panjang, mungkin lebih dari seratus ribu kalpa.

Ini menjelaskan bahwa usaha baik dan welas asih-Nyalah yang membuahkan pemotongan waktu  di neraka dan membunuh tetap berakibat ke neraka apapun motivasinya.

Sutra tersebut tidak menyatakan bahwa Bodhisattva terhindar dari neraka atau SELURUH sengsara ketika Ia melakukan pembunuhan meski menggunakan upaya kausalya.

Menurut John D. Dunne, Associate Professor Departemen Agama Universitas Emory, berdasarkan komentar-komentar Tibet, Bodhisatta dalam kisah tersebut dilahirkan di neraka akibat membunuh*.

Jadi, untuk saat ini, berdasarkan alasan di atas tetap saya menyatakan bahwa Bodhisattva dalam kisah tersebut dilahirkan di neraka akibat membunuh.

*An Introduction to Buddhist Ethics: Foundations, Values and Issues  By Peter Harvey

Demikian
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
Re: Tentang Membunuh
« Reply #119 on: 30 March 2014, 08:04:10 AM »
ok, masuk akal penjelasannya. Interpretasi yang pernah saya baca mengatakan Bodhisattva itu tidak lahir di neraka. Karena sutra itu gak bilang ia lahir di neraka kan? Hanya mengatakan bahwa masa ia mengembara di samsara berkurang 100.000 kalpa
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra