Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Tentang Membunuh  (Read 20649 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Tentang Membunuh
« Reply #15 on: 03 March 2014, 09:10:16 AM »
Ini mirip beli ikan bakar, tapi ikannya dipilih dari yang masih hidup ya.
Iya, mirip tapi sebetulnya sangat berbeda.

Quote
Kalau kasus pastor, sebetulnya tidak ada niat membunuh, hanya menunjuk sasarannya saja. Tunjuk atau tidak, tetap akan ada yang dibunuh.

Kalau kasus ikan, tujuannya jelas biar ikan mati dan bisa disantap. Imho, yang ini membunuh.
Jadi dibanding kasus ikan, kesamaannya adalah:
1. Sama-sama mengetahui dan sadar bahwa perbuatannya menyebabkan kematian makhluk
2. Perbuatan dilakukan

Perbedaannya adalah dalam kasus ikan, tujuannya adalah ikan mati dan disantap, sedangkan dalam kasus si pastor tujuannya adalah sebagian mati agar sebagian lain hidup. Apakah hal ini yang menyebab satunya disebut pembunuhan dan satunya lagi bukan pembunuhan?

Mengenai "tunjuk atau tidak, tetap akan ada yang dibunuh" ini tidaklah relevan sebab kita tidak mengetahui masa depan. Bisa saja si prajurit Nazinya cuma bercanda, atau 5 detik kemudian kalau si pastor ga milih, langsung sakit jantung dan mati. Ikannya juga mungkin aja waktu mau dibunuh lompat ke selokan dan ngabur, berarti karena dipilih, malah jadi ter-fang-sheng.
Jadi faktor-faktor luar yang mungkin berpengaruh pada hasilnya (yang kemungkinannya adalah tidak terhingga) ini tidak disertakan -kecuali jika memang dibahas dalam kasus tertentu- dan difokuskan pada keadaan batin pelaku dan kondisi pada saat dia memutuskan. 

-------
Menurut saya pastor tersebut terlibat dalam tindakan pembunuhan itu secara terpaksa namun belum tentu akan menimbulkan akibat (kamma vipaka) terhadap dirinya.
Jadi perbuatan (kamma) bisa tidak memiliki akibat (vipaka) kalau terpaksa?

Quote
Yang saya sangsikan adalah poin niat/cetananya sang Pastor.
Bagaimana kita bisa membuktikan bahwa dirinya bercetana saat itu?
Mungkin saja ini bisa menjadi ahosi kamma ataupun ketika berbuah dirinya tidak merasakan penderitaan.

Kira-kira begitu analisa saya.
Ini adalah contoh kasus untuk analisis aplikasi teori dhamma, bukan investigasi tim forensik kamma. Jadi dalam hal ini memang sudah ditetapkan cetananya adalah demikian.

Dan juga sebetulnya ini bukan bahas masalah kamma-vipaka, namun tentang definisi 'membunuh' dalam sila.

-------
kira2 apa yg di lakukan seorg sotapanna..jika di suruh untuk memilih org yg akan di bunuh??
Pertanyaan yang bagus. Memang ini adalah kelanjutannya:
1. Bagaimanakah kalau si pastor diganti jadi bhikkhu/ariya, berkenaan dengan sila, kira-kira perbuatan apa yang akan dilakukannya? (Jawaban berupa spekulasi, tapi berdasarkan teori dhamma.)

2. Jika anda di posisi si pastor dan sekumpulan yang akan dibunuh itu ditambahkan label Arahant, apakah yang akan anda lakukan?

-------
jawaban theravada, sotapanna itu akan diam tidak mau memilih. lebih baik mati
Jadi seorang Sotapanna kira-kira tidak akan mempertimbangkan hasilnya, yang penting sesuai definisi, tidak melakukan sesuatu yang menyebabkan orang/makhluk lain mati. (cmiiw)

Jadi walaupun diancam: "pilih satu atau saya luncurkan rudal nuklir ini", seorang sotapanna akan lebih milih tidak berbuat apapun. Selebihnya adalah "kamma masing-masing deh", begitu bukan?


« Last Edit: 03 March 2014, 09:14:04 AM by Kainyn_Kutho »

Offline btj

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 183
  • Reputasi: 5
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Tentang Membunuh
« Reply #16 on: 03 March 2014, 03:29:26 PM »
Kira-kira apakah ada jawaban yang bisa menyelamatkan semuanya gak yah?

Offline hemayanti

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.477
  • Reputasi: 186
  • Gender: Female
  • Appamadena Sampadetha
Re: Tentang Membunuh
« Reply #17 on: 04 March 2014, 08:57:50 AM »
OK, kalo gitu mending kita bahas kasus saja dan bahas sesuai referensi dan analisa masing-masing. Saya ambil contoh satu adegan di film Exorcist: The Beginning.
Spoiler: ShowHide
[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=H-o7Nij7B58[/youtube]

Trivia: Sekadar info, di sini berkesan Nazi menganut paham atheisme anti tuhan/agama, namun sebetulnya tidak demikian. Adolf Hitler sendiri adalah seorang Kat0lik taat seperti dituliskan dalam autobiografinya, "Mein Kampf", dan juga angkatan bersenjata Nazi, Wehrmacht, menggunakan gesper dengan tulisan "Gott Mit Uns" (Tuhan beserta kita).


Saya rangkum: ada orang mau membunuh sekelompok orang, lalu memberi pilihan kepada si pastor untuk menunjuk beberapa orang, dan akhirnya ia memilih orang tua dan membiarkan anak-anak hidup.

Jadi di sini ada makhluk yaitu sekumpulan orang (basis, 1), si pastor mengetahui keberadaannya (identifikasi, 2), dia sadar bahwa tindakannya menunjuk menyebabkan makhluk yang ditunjuk itu mati, lalu memilih dan memutuskan (proses pikiran & niat, 3), ia menunjuk (perbuatan, 4), yang ditunjuk mati (hasil, 5).

Silahkan.
termasuk membunuh om.
IMO, dipertegas di poin no.3.
« Last Edit: 04 March 2014, 09:07:56 AM by hemayanti »
"Sekarang, para bhikkhu, Aku mengatakan ini sebagai nasihat terakhir-Ku: kehancuran adalah sifat dari segala sesuatu yang terbentuk. Oleh karena itu, berjuanglah dengan penuh kesadaran."

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Tentang Membunuh
« Reply #18 on: 04 March 2014, 09:10:33 AM »
termasuk membunuh om.
IMO, kuncinya ada di poin no.3.
OK, jadi kalau sadar dan mengetahui 'jika saya melakukan hal ini, maka makhluk ini akan mati' disebut pembunuhan.

Saya ambil kasus lain, seorang pasien kesakitan pada saat sakaratul maut tapi tidak bisa meninggal karena masih ada susuk dalam dirinya. Kondisi antara hidup dan mati tapi tidak bisa mati. Lalu dibawa ke 'orang pintar'. Orang ini melihat si pasien menderita tidak bisa mati lalu memahami, 'jika saya sapu daun kelor, maka orang ini akan bisa meninggal', lalu ia menyapu daun kelor, dan meninggallah orang itu.

Jadi di sini ada pasien, diketahui keberadaannya, ada niat melakukan tindakan yang menyebabkan si pasien mati, tindakan dilakukan, pasien mati.

Apakah ini pembunuhan?

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Tentang Membunuh
« Reply #19 on: 04 March 2014, 09:21:36 AM »
OK, jadi kalau sadar dan mengetahui 'jika saya melakukan hal ini, maka makhluk ini akan mati' disebut pembunuhan.

Saya ambil kasus lain, seorang pasien kesakitan pada saat sakaratul maut tapi tidak bisa meninggal karena masih ada susuk dalam dirinya. Kondisi antara hidup dan mati tapi tidak bisa mati. Lalu dibawa ke 'orang pintar'. Orang ini melihat si pasien menderita tidak bisa mati lalu memahami, 'jika saya sapu daun kelor, maka orang ini akan bisa meninggal', lalu ia menyapu daun kelor, dan meninggallah orang itu.

Jadi di sini ada pasien, diketahui keberadaannya, ada niat melakukan tindakan yang menyebabkan si pasien mati, tindakan dilakukan, pasien mati.

Apakah ini pembunuhan?
Data anda kurang lengkap bro KK...
Pasien telah 3 minggu tanpa denyut jantung dan otak telah dinyatakan mati tapi suhu tetap 37 C dan tensi tetap 180/100 padahal dokter sudah menyatakan secara medis pasien meninggal.
I'm an ordinary human only

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Tentang Membunuh
« Reply #20 on: 04 March 2014, 09:27:34 AM »
Data anda kurang lengkap bro KK...
Pasien telah 3 minggu tanpa denyut jantung dan otak telah dinyatakan mati tapi suhu tetap 37 C dan tensi tetap 180/100 padahal dokter sudah menyatakan secara medis pasien meninggal.
??

Saya beri contoh fiktif, memangnya ada kejadian serupa? Jika ada, saya tidak bermaksud menyinggungnya sama sekali. Tidak perlu pakai bold dan font 12 demikian.

Tambahan info: kasus dari saya selain fiktif, tidak ada hubungannya dengan komunitas buddhis juga. Ini sudah cerita biasa yang saya dengar sejak kecil.

« Last Edit: 04 March 2014, 09:30:49 AM by Kainyn_Kutho »

Offline hemayanti

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.477
  • Reputasi: 186
  • Gender: Female
  • Appamadena Sampadetha
Re: Tentang Membunuh
« Reply #21 on: 04 March 2014, 09:31:02 AM »
OK, jadi kalau sadar dan mengetahui 'jika saya melakukan hal ini, maka makhluk ini akan mati' disebut pembunuhan.

Saya ambil kasus lain, seorang pasien kesakitan pada saat sakaratul maut tapi tidak bisa meninggal karena masih ada susuk dalam dirinya. Kondisi antara hidup dan mati tapi tidak bisa mati. Lalu dibawa ke 'orang pintar'. Orang ini melihat si pasien menderita tidak bisa mati lalu memahami, 'jika saya sapu daun kelor, maka orang ini akan bisa meninggal', lalu ia menyapu daun kelor, dan meninggallah orang itu.

Jadi di sini ada pasien, diketahui keberadaannya, ada niat melakukan tindakan yang menyebabkan si pasien mati, tindakan dilakukan, pasien mati.

Apakah ini pembunuhan?
ya seperti kata om kainyn.

Quote
Mengenai "tunjuk atau tidak, tetap akan ada yang dibunuh" ini tidaklah relevan sebab kita tidak mengetahui masa depan. Bisa saja si prajurit Nazinya cuma bercanda, atau 5 detik kemudian kalau si pastor ga milih, langsung sakit jantung dan mati. Ikannya juga mungkin aja waktu mau dibunuh lompat ke selokan dan ngabur, berarti karena dipilih, malah jadi ter-fang-sheng.

kita tidak mengetahui masa depan, bisa saja karna susuk gak keluar, gak mati, dan kondisi bisa membaik jadi sehat. ;D
"Sekarang, para bhikkhu, Aku mengatakan ini sebagai nasihat terakhir-Ku: kehancuran adalah sifat dari segala sesuatu yang terbentuk. Oleh karena itu, berjuanglah dengan penuh kesadaran."

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Tentang Membunuh
« Reply #22 on: 04 March 2014, 09:37:30 AM »
ya seperti kata om kainyn.

kita tidak mengetahui masa depan, bisa saja karna susuk gak keluar, gak mati, dan kondisi bisa membaik jadi sehat. ;D
Yang saya katakan sebelumnya tentang tidak mengetahui masa depan adalah spekulasi pribadi tidak membenarkan satu niat. Jika seseorang mengetahui dan menyadari perbuatannya akan menyebabkan orang mati, maka itulah disebut niat membunuh.

Mau dikoreksi jawabannya? Ataukah 'saya punya pikiran untuk menembak rusa itu, tapi karena bisa saja rusa itu kesamber geledek sebentar lagi, maka saya tidak berpikiran membunuh'?


Offline Saddha_putta07

  • Tamu
  • *
  • Posts: 4
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua makhluk berbahagia
Re: Tentang Membunuh
« Reply #23 on: 04 March 2014, 09:41:40 AM »
Mengorbankan hidup diri sendiri untuk makhluk lain apakah juga masuk dalam kategori "Membunuh" diri sendiri ?

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Tentang Membunuh
« Reply #24 on: 04 March 2014, 09:44:17 AM »
Kasus ayahku selama 3 hari koma itu bertahan hidup karena peralatan medis. Seandainya waktu itu peralatan medis dicabut dengan persetujuan keluarga (kenyataannya kami tidak tega melakukannya), maka ini disebut euthanasia (mercy killing). Apakah di sini pihak keluarga dianggap melakukan pembunuhan menurut Buddhis?
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Tentang Membunuh
« Reply #25 on: 04 March 2014, 09:46:27 AM »
Mengorbankan hidup diri sendiri untuk makhluk lain apakah juga masuk dalam kategori "Membunuh" diri sendiri ?
Sebetulnya pertanyaan yang bagus, tapi 'bunuh diri' ini kategorinya agak berbeda dan menyimpang dari topik ini. Kalau mau bahas, boleh bikin thread baru.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Tentang Membunuh
« Reply #26 on: 04 March 2014, 09:57:17 AM »
Kasus ayahku selama 3 hari koma itu bertahan hidup karena peralatan medis. Seandainya waktu itu peralatan medis dicabut dengan persetujuan keluarga (kenyataannya kami tidak tega melakukannya), maka ini disebut euthanasia (mercy killing). Apakah di sini pihak keluarga dianggap melakukan pembunuhan menurut Buddhis?
Nah, Euthanasia dan kasus "daun kelor" itu sebetulnya memang mirip dan itu yang mau saya tanyakan. Sejujurnya saya buka thread ini karena kasus ikan, "yin-yang fish". Dalam kasus-kasus seperti ini kalau saya tanyakan ke Buddhis, tidak ada yang setuju dengan mercy killing karena panduannya 5 syarat membunuh itu. Bahkan saya tekankan pertanyaan, "jadi kalau ada ikannya itu setengah mati, hanya dibacakan karaniya metta sutta saja?" dan jawabannya "iya".

Karena itu saya hendak tanyakan, apa benar sih 5 syarat itu selalu begitu dan apakah tepat jika diterapkan pada semua situasi dan kondisi? Jikapun memang jawabannya bahwa 5 syarat itu mutlak, yah memang tidak mengapa juga. Namanya juga cocok-cocokan.


Offline hemayanti

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.477
  • Reputasi: 186
  • Gender: Female
  • Appamadena Sampadetha
Re: Tentang Membunuh
« Reply #27 on: 04 March 2014, 09:58:37 AM »
Yang saya katakan sebelumnya tentang tidak mengetahui masa depan adalah spekulasi pribadi tidak membenarkan satu niat. Jika seseorang mengetahui dan menyadari perbuatannya akan menyebabkan orang mati, maka itulah disebut niat membunuh.
oh ya sudah, kalo begitu, kasus orang pintar itu tetap membunuh.

Mau dikoreksi jawabannya? Ataukah 'saya punya pikiran untuk menembak rusa itu, tapi karena bisa saja rusa itu kesamber geledek sebentar lagi, maka saya tidak berpikiran membunuh'?
itumah tetap punya pikiran membunuh om, walaupun tidak dengan tangan sendiri.
"Sekarang, para bhikkhu, Aku mengatakan ini sebagai nasihat terakhir-Ku: kehancuran adalah sifat dari segala sesuatu yang terbentuk. Oleh karena itu, berjuanglah dengan penuh kesadaran."

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Tentang Membunuh
« Reply #28 on: 04 March 2014, 10:08:45 AM »
oh ya sudah, kalo begitu, kasus orang pintar itu tetap membunuh.
OK. Ini pertanyaan opini saja:
1. Kalau sis hema di posisi 'orang pintar', akankah menyapu daun kelornya?
2. Jika sis hema di posisi pasien, apakah yang diharapkan dari 'orang pintar' tersebut?


Quote
itumah tetap punya pikiran membunuh om, walaupun tidak dengan tangan sendiri.
Ya, jika dia sengaja tembak dan karenanya rusanya kemudian mati, maka memang masuk dalam kriteria membunuh. Sebab ketika dia sadar dan mengetahui bahwa tembakannya akan membunuh, spekulasi geledek atau rusa terbang dalam pikirannya tidak menganulir niat membunuhnya.


Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Tentang Membunuh
« Reply #29 on: 04 March 2014, 10:14:41 AM »
Nah, Euthanasia dan kasus "daun kelor" itu sebetulnya memang mirip dan itu yang mau saya tanyakan. Sejujurnya saya buka thread ini karena kasus ikan, "yin-yang fish". Dalam kasus-kasus seperti ini kalau saya tanyakan ke Buddhis, tidak ada yang setuju dengan mercy killing karena panduannya 5 syarat membunuh itu. Bahkan saya tekankan pertanyaan, "jadi kalau ada ikannya itu setengah mati, hanya dibacakan karaniya metta sutta saja?" dan jawabannya "iya".

Karena itu saya hendak tanyakan, apa benar sih 5 syarat itu selalu begitu dan apakah tepat jika diterapkan pada semua situasi dan kondisi? Jikapun memang jawabannya bahwa 5 syarat itu mutlak, yah memang tidak mengapa juga. Namanya juga cocok-cocokan.



nah.. apapun koment yg disini..kemungkinan besar tidak mewakili sotapanna secara utuh..  (krn kurasa blm ada yg sotapanna)..jd ada yg benar, ada yg gak..tp mengujinya itu sulit...

tp dari komentar... bbrp kasus kelihatan sotapanna tidak akan melakukan pembunuhan walau tercancam ..bahkan dirinya... tp dia masih akan membiarkan org lain membunuh krn itu urusan org tsb .. seperti kasus seorg sotapanna yg menikah dgn pemburu..dan dia menyiapkan busur, panah, dll..untuk suaminya berburu
...