Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Tanya ? Jawab untuk Pemula  (Read 375247 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #90 on: 01 April 2009, 10:42:13 AM »
Banyak guru2 Buddhist yg menyarankan hidup pada masa kini..(sekarang),

Quote
In rivers, the water that you touch is the last of what has passed and
the first of that which comes; so with present time.
Leonardo da Vinci
Quote
Who sows virtue reaps honor.
Leonardo da Vinci

Apakah penjelasan Leonardo da Vinci memiliki kaitannya dgn pemikiran Buddhist?

Quote
Leonardo da Vinci disebut sebagai manusia serba bisa : seniman, pencipta, dan kedokteran.

thanks sebelumnya.
« Last Edit: 01 April 2009, 10:50:17 AM by johan3000 »
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #91 on: 01 April 2009, 02:50:19 PM »
Banyak guru2 Buddhist yg menyarankan hidup pada masa kini..(sekarang),

Quote
In rivers, the water that you touch is the last of what has passed and
the first of that which comes; so with present time.
Leonardo da Vinci
Quote
Who sows virtue reaps honor.
Leonardo da Vinci

Apakah penjelasan Leonardo da Vinci memiliki kaitannya dgn pemikiran Buddhist?

Quote
Leonardo da Vinci disebut sebagai manusia serba bisa : seniman, pencipta, dan kedokteran.

thanks sebelumnya.

Banyak sekali falsafah Sang Buddha yang mengandung kebijaksanaan yang tinggi. Tidak sedikit orang-orang besar lainnya turut menyetujui falsafah-falsafah Sang Buddha itu. Hal ini bisa saja dikarenakan 2 hal :

- Orang besar lainnya (Mis : Leonardo da Vinci) membaca falsafah Buddhisme, dan juga memakainya sebagai pedoman hidup.
- Orang besar lainnya (Mis : Leonardo da Vinci) memiliki pandangan kebijaksanaan yang sejalan dengan falsafah Sang Buddha.

Dalam berbagai komentar di penjuru dunia ini, banyak orang yang mencium adanya benang merah antara pola pikir Leonardo da Vinci dengan Buddhisme.

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #92 on: 03 April 2009, 01:04:46 AM »
Lanjut lagi .........  ;D

Sekarang kita terlahir mengenal Buddha Dhamma (umat Buddhis)
Apakah kelahiran kita selanjutnya tetap Buddhis ?
 
Bagaimana kelahiran kita selanjutnya agar tetap mengenal Buddha Dhamma?
Adakah diterangkan di-Sutta2 mengenai ini ?

 _/\_
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #93 on: 03 April 2009, 08:31:30 AM »
Lanjut lagi .........  ;D

Sekarang kita terlahir mengenal Buddha Dhamma (umat Buddhis)
Apakah kelahiran kita selanjutnya tetap Buddhis ?
 
Bagaimana kelahiran kita selanjutnya agar tetap mengenal Buddha Dhamma?
Adakah diterangkan di-Sutta2 mengenai ini ?

 _/\_


Di kehidupan ini kita bisa mengenal Buddhadhamma. Itu karena kita hidup di zaman yang kondusif, zaman dimana Ajaran Sang Buddha masih ada dan mampu menjangkau sampai domisili Anda. Kesempatan seperti ini adalah sangat sulit untuk didapat.

Kita bisa berjodoh dengan Buddhadhamma jika kita memang mempunyai tekad (addhitana) untuk terus mendalami Buddhadhamma. Ada keselarasan hukum kamma yang menyebabkan kita mampu terlahir di tempat dan zaman dimana Buddhadhamma tumbuh.

Dengan memiliki tekad kuat dan terus berbuat kebajikan di dalam Dhamma serta terus mendalami Buddhadhamma, besar kemungkinan kelak di kehidupan kita selanjutnya untuk masih bisa mengenal Buddhadhamma.

_/\_
« Last Edit: 03 April 2009, 08:44:19 AM by upasaka »

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #94 on: 03 April 2009, 09:11:55 AM »
Lanjut lagi .........  ;D

Sekarang kita terlahir mengenal Buddha Dhamma (umat Buddhis)
Apakah kelahiran kita selanjutnya tetap Buddhis ?
 
Bagaimana kelahiran kita selanjutnya agar tetap mengenal Buddha Dhamma?
Adakah diterangkan di-Sutta2 mengenai ini ?

 _/\_


Di kehidupan ini kita bisa mengenal Buddhadhamma. Itu karena kita hidup di zaman yang kondusif, zaman dimana Ajaran Sang Buddha masih ada dan mampu menjangkau sampai domisili Anda. Kesempatan seperti ini adalah sangat sulit untuk didapat.

Kita bisa berjodoh dengan Buddhadhamma jika kita memang mempunyai tekad (addhitana) untuk terus mendalami Buddhadhamma. Ada keselarasan hukum kamma yang menyebabkan kita mampu terlahir di tempat dan zaman dimana Buddhadhamma tumbuh.

Dengan memiliki tekad kuat dan terus berbuat kebajikan di dalam Dhamma serta terus mendalami Buddhadhamma, besar kemungkinan kelak di kehidupan kita selanjutnya untuk masih bisa mengenal Buddhadhamma.

_/\_

Dear Virya,

ingin sedikit menambahi...... Jadi sebenarnya apa yg disebut oleh bro upasaka adalah bagaimana menjaga trend batin agar tetap selaras dengan buddha dhamma

Banyak org yg berpikir mengenai kehidupan pada kelahiran mendatang.... Padahal secara buddhis, itu hanya salah satu jenis kelahiran saja

Kelahiran kita yg lainnya adalah bahwa kita sebenarnya lahir dan mati setiap saat seiring dengan timbul dan padamnya Citta, cetasika dan rupa kita

Secara mudahnya, kita pun dalam kehidupan ini bisa saja menjadi jauh dari buddha dhamma misal dengan tidak menjalankan sila dalam keseharian, bergaul dengan org2 yg adhamma, mendekat pada hal2 yg adhamma, dsbnya....

Jadi singkatnya bagaimana agar selalu mengenal buddha dhamma, yah dengan mengkondisikan diri utk selalu berada dalam kondisi Buddha Dhamma
sesuai pepatah "Tidak kenal maka tidak sayang" he3

semoga bermanfaat

metta

Offline Brado

  • Sebelumnya: Lokkhitacaro
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.645
  • Reputasi: 67
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #95 on: 06 April 2009, 04:01:01 PM »
Apa beda Dhamma Duta, Upacarika dan Pandita ?

Offline Dhamma Sukkha

  • Sebelumnya: Citta Devi
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.607
  • Reputasi: 115
  • kilesaa... .... T__T""" :) _/\_
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #96 on: 06 April 2009, 10:19:48 PM »
Lanjut lagi .........  ;D

Sekarang kita terlahir mengenal Buddha Dhamma (umat Buddhis)
Apakah kelahiran kita selanjutnya tetap Buddhis ?
 
Bagaimana kelahiran kita selanjutnya agar tetap mengenal Buddha Dhamma?
Adakah diterangkan di-Sutta2 mengenai ini ?

 _/\_

pernah baca, tapi dah lupa ntah di mana.... ::) ::) ::)
klo gak salah, dengan melaksanakan sila, lalu kayaknya klo gak salah ketika mendapat kesempatan utk mendengarkan Dhamma, jangan menyia-nyiakannya klo gak salah...
juga dengan melaksanakan Dhamma itu, klo gak salah tidak hanya dipelajari tetapi juga harus melaksanakannya, klo gak salah, jangan menyia-nyiakan kesempatan utk belajar Dhamma, klo gak salah^^""
ntah di sutta atau di buku lain nih.. pernah bacanya...^^""
klo kesempatan utk hidup pada zaman yang sama dengan Buddha kayak mana yaw? klo gak salah di RAPB ada ttg pertanyaan wnya itu ya...^^"""

Apa beda Dhamma Duta, Upacarika dan Pandita ?
Lokkhi lokkhi
menurut wnya orang yang sering aktif dalam kegiatan Dhamma gitu(misalnya Dhammadesana gitu), dapat disebut sebagai Dhamma duta kyknya\;D/
klo Upacarika gak tau :P
klo Pandita ya romo gitu...\;D/
jadi Dhamma duta dengan Pandita beda kayaknya...
ataupun Pandita dapat juga termasuk Dhamma duta ya? :-?
ato Dhamma duta itu khusus utk umat awam yg aktif dalam membabarkan Buddha Dhamma ya? :-?
sori jawabannya gak jelas gini...^^"" ^:)^ ^:)^ ^:)^


Metta Cittena,
Citta _/\_
May All being Happy in the Dhamma ^^ _/\_

Karena Metta merupakan kebahagiaan akan org lain yg tulus \;D/

"Vinayo ayusasanam"
sasana/ajaran Buddha akan bertahan lama karena vinaya yg terjaga... _/\_ \;D/

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #97 on: 07 April 2009, 03:29:44 PM »
Apa beda Dhamma Duta, Upacarika dan Pandita ?

Dhammaduta adalah orang yang dipercaya untuk memberi wejangan Dhamma (upasaka-upasika).

Pandita adalah Dhammaduta yang diangkat khusus oleh majelis / lembaga yang bersangkutan dengan ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati. Tentunya Pandita mengemban tugas yang lebih dari Upacarika.

Upacarika adalah orang yang mumpuni untuk memimpin upacara (tata ibadah / puja bakti). Secara struktur keorganisasian, posisi Upacarika berada di bawah Pandita (Romo-Ramani).
« Last Edit: 09 April 2009, 03:07:53 PM by upasaka »

Offline Jhana78

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: 4
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #98 on: 08 April 2009, 05:50:30 PM »
sahabat,

apakah pengertian dari sati?
apakah sati itu mengingat sesuatu?
jika kita ingat terhadap sesuatu, maka apakah itu bisa disebut sati?
apakah perbedaan sati dengan perhatian murni?
mengapa sati diterjemahkan sebagai perhatian murni?
apa bedanya sati dengan perhatian? atau apa perbedaan perhatian dengan perhatian murni?
saya memperhatikan nafas keluar masuk. dengan perhatian yang sederhana seperti itu, apakah berarti saya sudah melakukan sati?
saya memperhatikan awam yang berarak dilangit. apakah dengan demikian saya melakukan sati?

meditasi perlu di dukung oleh lima komponen, yaitu atapi, sati, konsentrasi, sampajana dan sadha. dari lima komponen tersebut, satu-satunya hal yang tidak dapat saya mengerti artinya adalah sati.

jadi, mohon bantuan sahabat untuk memberikan pengertian yang jelas tentang sati, sehingga saya dapat melihat artinya di dalam diri saya sendiri. kalau bisa, saya minta penjelasannya di kirim via PM. terima kasih sebelumnya.

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #99 on: 09 April 2009, 03:00:46 PM »
[at] Jhana78

Sahabat,

Sati adalah perhatian yang murni. Sati bukanlah aktivitas perbuatan / kamma. Sati hadir dalam perhatian penuh pada perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran. Sati di sini adalah kondisi batin yang digenangi oleh perhatian murni, melihat realitas dan diliputi upekkha. Sati hanyalah "just watching, full of mind, and see the details of the nama's activities". Karena itu, mustahil sati menyokong perbuatan akusala.

Sati bukanlah aktivitas perbuatan. Karena itu, sati tidak sama dengan mengingat sesuatu. Namun jika setelah mengingat sesuatu, maka kita 'melihat' ingatan terhadap sesuatu itu dengan sadar secara penuh, itu merupakan sati (perhatian murni).

Sati disebut sebagai perhatian murni, karena sati merupakan suatu property batin yang melihat dengan jelas segala perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran sebagai objeknya. Sati menempatkan seseorang untuk berada di segi terpisah sehingga bisa melihat perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran dengan objektif. Hal ini yang membedakan sati (perhatian murni) dengan perhatian (awam).

Memperhatikan keluar-masuknya nafas (anapanasati) dengan konsentrasi yang benar merupakan salah satu bentuk sati (eling / mindful). Memperhatikan pergerakan awan dengan konsentrasi benar merupakan salah satu bentuk fokus. Sati berbicara mengenai perhatian penuh pada gejolak batin diri sendiri, bukan pergerakan objek di luar batin.


NB : Jika selama ini kita selalu terhanyut dalam arus gejolak batin; seperti perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran, itu karena kita tidak mengembangkan sati. Sati membuat kita dapat melepaskan diri dari arus gejolak batin, sehingga kita melihat dengan jelas segala perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran, tanpa terpengaruh dan ikut terhanyut olehnya. Namun sati bukanlah aktivitas batin (perbuatan). Sati bukanlah kamma. Karenanya sati hanya sampai di titik itu saja. Sati hanya kondisi yang melihat realitas dari gejolak batin, dan tidak akan membuahkan vipaka (akibat perbuatan).
« Last Edit: 05 September 2009, 11:06:26 AM by upasaka »

Offline Dhamma Sukkha

  • Sebelumnya: Citta Devi
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.607
  • Reputasi: 115
  • kilesaa... .... T__T""" :) _/\_
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #100 on: 09 April 2009, 07:14:40 PM »
opa, opa, i mo nanya, opa... ;D ;D ;D
dosa dengan avera sama arti gak opaa?
May All being Happy in the Dhamma ^^ _/\_

Karena Metta merupakan kebahagiaan akan org lain yg tulus \;D/

"Vinayo ayusasanam"
sasana/ajaran Buddha akan bertahan lama karena vinaya yg terjaga... _/\_ \;D/

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #101 on: 09 April 2009, 08:09:05 PM »
[at] Citta Devi

Dosa artinya adalah "kebencian". Dalam arti kontekstualnya, kebencian identik dengan makna membenci. Namun lebih luas daripada itu, kata "dosa" ini turut mencakup segala bentuk penolakan batin terhadap objek. Dosa itu mencakup segala bentuk penolakan / ketidaksukaan terhadap objek. Contohnya : membenci musuh, marah ketika dikecewakan, bahkan termasuk pula ketidaksukaan pada makanan.

Avera artinya adalah "mendengki". Avera berarti aktivitas batin berupa membenci, mendengki dan mendendam terhadap objek. Contohnya : membenci nyamuk, mendengki tim sepakbola musuh, bahkan termasuk pula mendendam orang lain.

Sabbe satta avera hontu  _/\_

Offline Dhamma Sukkha

  • Sebelumnya: Citta Devi
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.607
  • Reputasi: 115
  • kilesaa... .... T__T""" :) _/\_
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #102 on: 09 April 2009, 10:15:51 PM »
[at] Citta Devi

Dosa artinya adalah "kebencian". Dalam arti kontekstualnya, kebencian identik dengan makna membenci. Namun lebih luas daripada itu, kata "dosa" ini turut mencakup segala bentuk penolakan batin terhadap objek. Dosa itu mencakup segala bentuk penolakan / ketidaksukaan terhadap objek. Contohnya : membenci musuh, marah ketika dikecewakan, bahkan termasuk pula ketidaksukaan pada makanan.

Avera artinya adalah "mendengki". Avera berarti aktivitas batin berupa membenci, mendengki dan mendendam terhadap objek. Contohnya : membenci nyamuk, mendengki tim sepakbola musuh, bahkan termasuk pula mendendam orang lain.

Sabbe satta avera hontu  _/\_
Opaa, anumodana penjelasannya opaa.... ;D ;D ;D
musik the chant of metta memang damai yoo opaa^^/
w juga suka dengerinnya opaa \;D/\;D/\;D/
damai yoo opa... ;D ;D ;D
May All being Happy in the Dhamma ^^ _/\_

Karena Metta merupakan kebahagiaan akan org lain yg tulus \;D/

"Vinayo ayusasanam"
sasana/ajaran Buddha akan bertahan lama karena vinaya yg terjaga... _/\_ \;D/

Offline Jhana78

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: 4
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #103 on: 10 April 2009, 12:42:20 AM »
 [at]  upasaka

terima kasih ya...

anda adalah yang terbaik.

dan saya ingin bertanya lagi...

menurut anda, sati bukanlah perbuatan melainkan sesuatu yang hadir dalam perhatian penuh.

Quote from: upasaka
Sati hadir dalam perhatian penuh

jadi, sati bukan perhatian penuh itu sendiri?

jika sati bukan perhatian penuh, maka apakah perhatian penuh merupakan kamma?

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #104 on: 10 April 2009, 12:50:18 AM »
dan saya ingin bertanya lagi...

menurut anda, sati bukanlah perbuatan melainkan sesuatu yang hadir dalam perhatian penuh.

Quote from: upasaka
Sati hadir dalam perhatian penuh

jadi, sati bukan perhatian penuh itu sendiri?

jika sati bukan perhatian penuh, maka apakah perhatian penuh merupakan kamma?

[at] Jhana78

Perhatian penuh ini maksudnya adalah perhatian yang terfokus pada objek. Dalam konteks kali ini, objeknya adalah perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran. Perhatian dengan fokus dan konsentrasi yang kuat ini adalah sati.

Perhatian penuh ini biasanya sering kita lakukan, seperti ketika kita fokus saat mengemudi kendaraan, fokus saat membaca, fokus saat menonton acara pertunjukan, dsb. Yang membedakan 'perhatian penuh' (awam) dengan 'sati' adalah objeknya. Objek sati adalah perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran.


Perhatian adalah property batin, bukan activity batin. Perhatian tidak merupakan kamma (perbuatan kehendak).

...

...

Sati adalah perhatian yang murni. Sati bukanlah aktivitas perbuatan / kamma. Sati hadir dalam perhatian penuh pada perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran. Sati di sini adalah kondisi batin yang digenangi oleh perhatian murni, melihat realitas dan diliputi upekkha. Sati hanyalah "just watching, full of mind, and see the details of the nama's activities". Karena itu, mustahil sati menyokong perbuatan akusala.

...

:)
« Last Edit: 10 April 2009, 12:52:27 AM by upasaka »