Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Tanya ? Jawab untuk Pemula  (Read 348485 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Jhana78

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: 4
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #105 on: 10 April 2009, 01:17:24 PM »
 [at]  upasaka

mungkin anda telah mengerti kebenarannya, tapi mungkin anda belum menjelaskannya dengan jelas, atau saya belum dapat memahaminya. maka, saya ingin bertanya lagi?

apakah sati itu sesuatu yang dilakukan ataukah sesuatu yang hadir?

jika sati itu merupakan sesuatu yang dilakukan, maka bukankah itu berarti kamma?

bukankah setiap perilaku itu didahului oleh kamma?

saya bingung dengan pernyataan berikut :
Quote from: upasaka
Perhatian penuh ini biasanya sering kita lakukan

jika perhatian penuh adalah sesuatu yang dilakukan, maka seharusnya perhatian penuh itu berbeda dengan perhatian murni. sati hadir dalam pehatian penuh. artinya perhatian murni hadir dalam perhatian penuh.

dan apa yang membedakan antara perhatian penuh dengan perhatian murni?

Quote from: upasaka
Sati hadir dalam perhatian penuh

Quote from: upasaka
Perhatian adalah property batin, bukan activity batin. Perhatian tidak merupakan kamma (perbuatan kehendak)

jika perhatian bukan kamma, apakah ia bukan merupakan sesuatu yang dilakukan? jika perhatian merupakan sesuatu yang dilakukan, maka bukankah kamma yang mendorong seseorang melakukannya?

Quote from: upasaka
Yang membedakan 'perhatian penuh' (awam) dengan 'sati' adalah objeknya. Objek sati adalah perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran.

artinya, faktor-faktor dari perhatian penuh itu sama dengan sati. salah satu faktor yang menjadi pembeda adalah objeknya. kalau begitu berarti perhatian penuh terhadap objek perasaan hadir dalam perhatian penuh terhadap objek (umum). mengingat pernyataan berikut :

 
Quote from: upasaka
Sati hadir dalam perhatian penuh

sati = perhatian penuh terhadap objek perasaan, kesadaran, pencerapan dan bentuk-bentuk pikiran.

jadi, perhatian penuh terhadap objek-objek external tidak dapat disebut sati.




Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #106 on: 10 April 2009, 03:33:00 PM »
Quote from: Jhana78
[at]  upasaka

mungkin anda telah mengerti kebenarannya, tapi mungkin anda belum menjelaskannya dengan jelas, atau saya belum dapat memahaminya. maka, saya ingin bertanya lagi?

apakah sati itu sesuatu yang dilakukan ataukah sesuatu yang hadir?

jika sati itu merupakan sesuatu yang dilakukan, maka bukankah itu berarti kamma?

bukankah setiap perilaku itu didahului oleh kamma?

Sati itu perhatian terhadap gejolak batin. Sati itu bukan perbuatan. Sati itu kondisi batin yang membuat kita mampu melihat gejolak batin secara terpisah, tanpa ikut terhanyut dalam gejolak batin itu. Contohnya : saat Anda melihat pemandangan yang mengharukan, Anda eling (sati) dan melihat bahwa bagaimana gejolak di batin Anda berespon terhadap pemandangan itu. Dan saat Anda menyadarinya, Anda akan berkata, "Oh, inilah perasaan terharu. Rupanya karena aku ikut terhanyut dalam keakuan". Di taraf ini, Anda melihat gejolak batin Anda. Anda tidak menjadi terharu, namun Anda melihat bagaimana perasaan terharu bisa menghanyutkan pikiran Anda.


Quote from: Jhana78
saya bingung dengan pernyataan berikut :
Quote from: upasaka
Perhatian penuh ini biasanya sering kita lakukan

jika perhatian penuh adalah sesuatu yang dilakukan, maka seharusnya perhatian penuh itu berbeda dengan perhatian murni. sati hadir dalam pehatian penuh. artinya perhatian murni hadir dalam perhatian penuh.

dan apa yang membedakan antara perhatian penuh dengan perhatian murni?

Quote from: upasaka
Sati hadir dalam perhatian penuh

Inilah keterbatasan padanan kata. Maksud saya bahwa "perhatian penuh ini biasanya sering kita lakukan", yakni kalau batin kita sebenarnya sering berada dalam kondisi perhatian yang penuh - alias fokus. Sati itu hadir dalam perhatian penuh pada perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran. Objek sati adalah gejolak batin diri sendiri. Jika ditinjau dalam penyataan logika :
- sati = perhatian murni
- perhatian penuh = fokus
-> perhatian murni adalah fokus pada perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran

Perhatian penuh artinya fokus. Perhatian murni maksudnya perhatian yang jelas, dan tidak dicemari oleh ide, konsepsi maupun gagasan. Perhatian murni itu ibarat lensa mikroskop yang menjadi mediator bagi kita untuk dapat melihat perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran sebagai objek pengamatannya.


Quote from: Jhana78
Quote from: upasaka
Perhatian adalah property batin, bukan activity batin. Perhatian tidak merupakan kamma (perbuatan kehendak)

jika perhatian bukan kamma, apakah ia bukan merupakan sesuatu yang dilakukan? jika perhatian merupakan sesuatu yang dilakukan, maka bukankah kamma yang mendorong seseorang melakukannya?

Perhatian bukan termasuk perbuatan, karena perhatian merupakan salah satu komponen properti batin. Sati merupakan salah satu dari 7 faktor pengembangan kesadaran. 7 faktor itu adalah :
- sati (perhatian murni)
- dhamma-vicaya (penyelidikan / evaluasi)
- viriya (semangat / kepercayaan diri)
- piti (kegiuran)
- passaddhi (kedamaian)
- samadhi (konsentrasi)
- upekkha (keseimbangan batin)

7 faktor ini saling bergantungan satu sama lain. Dan kesemuanya bukanlah aktivitas batin. Tapi merupakan kunci-kunci dalam pengembangan kesadaran. 7 faktor ini sudah ada dalam batin kita. Ketika kita mengembangkan kesadaran, maka semua properti ini secara otomatis akan dikembangkan juga.


Quote from: Jhana78
Quote from: upasaka
Yang membedakan 'perhatian penuh' (awam) dengan 'sati' adalah objeknya. Objek sati adalah perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran.

artinya, faktor-faktor dari perhatian penuh itu sama dengan sati. salah satu faktor yang menjadi pembeda adalah objeknya. kalau begitu berarti perhatian penuh terhadap objek perasaan hadir dalam perhatian penuh terhadap objek (umum). mengingat pernyataan berikut :

 
Quote from: upasaka
Sati hadir dalam perhatian penuh

sati = perhatian penuh terhadap objek perasaan, kesadaran, pencerapan dan bentuk-bentuk pikiran.

jadi, perhatian penuh terhadap objek-objek external tidak dapat disebut sati.

Sati berbicara dalam track pengembangan kesadaran. Artinya, sati berbicara mengenai perhatian penuh pada gejolak batin diri sendiri. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas tadi, sati (perhatian murni) adalah perhatian penuh (fokus) pada gejolak batin.

-> Perhatian murni adalah fokus pada gejolak batin diri sendiri.

Fokus pada objek di luar batin bukan termasuk sati. Fokus pada saat mengemudikan kendaraan, fokus saat membaca, dan fokus saat menonton acara pertunjukkan adalah pengamatan inderawi. Karena itu, perhatian penuh pada objek eksternal bukan termasuk sati.


_/\_
« Last Edit: 14 April 2009, 09:18:25 AM by upasaka »

Offline Jhana78

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: 4
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #107 on: 10 April 2009, 04:15:39 PM »
 [at]  upasaka

terima kasih.

saya rasa sudah jelas.

Offline lophenk

  • Sebelumnya: 4kupak
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 685
  • Reputasi: 28
  • Gender: Male
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #108 on: 13 April 2009, 11:50:37 AM »
apa itu nibbana ... suatu tempatkah atw kondisikah ?

mohon pencerahannya ... _/\_
thanks Buddha...

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #109 on: 13 April 2009, 11:19:17 PM »
apa itu nibbana ... suatu tempatkah atw kondisikah ?

mohon pencerahannya ... _/\_

Nibbana adalah keadaan yang tidak lagi terikat oleh dualisme duniawi. Nibbana adalah kondisi yang tak bersyarat. Nibbana adalah kebahagiaan tertinggi; tidak akan ada lagi suka-duka, tidak akan ada lagi hidup-mati, tidak akan ada lagi mengalami proses penerusan kehidupan.

Nibbana bukanlah tempat ataupun alam kehidupan.

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #110 on: 13 April 2009, 11:30:50 PM »
apa itu nibbana ... suatu tempatkah atw kondisikah ?

mohon pencerahannya ... _/\_

bagi saya nibbana adalah suatu kata dan artinya hanya lah teori, jujur karena saya belum bs menembus, mencapai dan merasakan nibbana... jd apa itu nibbana, ya suatu tujuan yg sy berusaha cari tau... apakah nibbana itu ada ? ehm... tergantung mau percaya atau ga dengan catatan sejarah yg ada didalam cerita buddhism, yg lebih terpenting buktikan hal itu...

ga bs buktikan ? mau berusaha ? ga sempat/ga punya waktu/susah, ya kembali lg ke teori...
Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline Mr.Jhonz

  • Sebelumnya: Chikennn
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.164
  • Reputasi: 148
  • Gender: Male
  • simple life
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #111 on: 22 April 2009, 10:46:26 PM »
Papask mau nanya..
Dalam karaniyametta
ada syair yg sy binggung,
   "....
  Merasa puas,mudah disokong,tidak sibuk,sederhana hidupnya,tenang inderanya,berhati-hati,tahu malu,tak melekat pada keluarga.
 Tiada berbuat kesalahan walaupun kecil yang dapat dicela oleh para bijaksana,...

Trus,
...
selagi berdiri atau duduk
atau berbaring selagi tiada lelap
ia tekun mengembangkan kesadaran ini
yang dikatakan:berdiam dalam brahma

1.kata 'mencela' yg sy binggung..
yg sy tahu kata mencela-kan maknanya negatif.
Apa makna 'dicela oleh para bijaksana' di karaniyametta

2.'berdiam dalam brahama' maknanya apa?
Apakah brahma penghuni alam brahma?

Mohon bantuannya,

btw,hadiahnya gagal dikirim karna belom 720 jam,nt sy coba lg
buddha; "berjuanglah dengan tekun dan perhatian murni"

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #112 on: 22 April 2009, 11:27:40 PM »
[at] Mr.Jhonz

1) Kata 'dicela' sebenarnya kurang tepat. Arti "dicela" itu maksudnya adalah "ditegur".
   -> "Tiada berbuat kesalahan walaupun kecil yang dapat ditegur oleh para bijaksana,"
   Jadi maksudnya, janganlah berbuat keburukan meskipun sepele. Karena keburukan, baik yang sepele maupun yang besar, adalah tidak disetujui oleh para bijaksana.

2) Berdiam dalam Brahma maksudnya adalah Brahmavihara (Empat Kediaman Luhur), yaitu :
    - metta (cinta-kasih universal)
    - karuna (belas-kasih)
    - mudita (simpati)
    - upekkha (keseimbangan batin)


_/\_

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #113 on: 23 April 2009, 08:27:54 AM »
papasaka nanya donk :D

kan ditopik perkenalan sering tuch pada bilang mohon bimbingan dhammanya... gmn cara yang baik utk membimbingnya...


Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #114 on: 23 April 2009, 11:00:10 AM »
papasaka nanya donk :D

kan ditopik perkenalan sering tuch pada bilang mohon bimbingan dhammanya... gmn cara yang baik utk membimbingnya...



Ada beberapa langkah, yaitu :
- Yang pertama, sebaiknya ucapkan : "welcome. sering2x diskusi yah." :P
- Yang kedua, kita harus ramah dan santun terhadap member baru. ;D
- Yang ketiga, menyarankannya untuk membaca thread-thread di Board Buddhisme untuk Pemula. Jika member baru masih sangat awam dengan Buddhisme, sebaiknya pertama kali membaca thread ini. :D
- Yang keempat, memberi referensi-referensi Dhamma / Dharma.
- Yang kelima, bila member baru bertanya, maka kita sebaiknya memberi pengertian dan penjelasan lanjut.

« Last Edit: 23 April 2009, 11:02:43 AM by upasaka »

Offline lian

  • Tamu
  • *
  • Posts: 37
  • Reputasi: 3
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #115 on: 23 April 2009, 05:34:47 PM »
salam kenal,
mau nanya tentang nibbana, saya pernah baca, mencapai nibbana itu seperti api liln yang sudah padam, tak ada api, lilin dan sumbu lagi, berarti pemadaman total, apa itu tak ada apa apa lagi, jadi kita membina dalam kehidupan ini untuk mencapai pencerahan(nibbana) dalam arti hilang(tiada)kah?
mohon bimbingannya, trim's


Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #116 on: 23 April 2009, 05:49:22 PM »
salam kenal,
mau nanya tentang nibbana, saya pernah baca, mencapai nibbana itu seperti api liln yang sudah padam, tak ada api, lilin dan sumbu lagi, berarti pemadaman total, apa itu tak ada apa apa lagi, jadi kita membina dalam kehidupan ini untuk mencapai pencerahan(nibbana) dalam arti hilang(tiada)kah?
mohon bimbingannya, trim's



Nibbana bukan lah tidak ada apa2 lagi ataupun ada apa2 lagi tetapi lebih kepada berhentinya semua sebab yg menyebabkan akibat. Dan penjelasan mengenai tepatnya nibbana adalah dengan merealisasikannya.

Dengan contoh api lilin yg padam, adalah karena tidak ada sebab lagi sehingga api itu tidak menyala, tetapi bukan berarti api itu tidak ada.

Mudah2an tidak pusing ya  ;D. Nah kalo lian mau tau nibbana, cara yg paling awal adalah sembari belajar teori dhamma langsung praktek meditasi yg diajarkan Sang Buddha dan bertekad untuk merealisasikan nibbana itu sendiri. Karena apapun yg tertulis ttg nibbana hanyalah konsep , yg kemudian akan memunculkan pertanyaan yg beranak pinak. Jadi yg benar2 jawaban nibbana adalah praktek hingga merealisasikannya ;D
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline lian

  • Tamu
  • *
  • Posts: 37
  • Reputasi: 3
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #117 on: 24 April 2009, 11:41:29 AM »
yah agak pusing nih, dan merealisasikan nibbana sangat2 tdk gampang...

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #118 on: 24 April 2009, 03:08:34 PM »
salam kenal,
mau nanya tentang nibbana, saya pernah baca, mencapai nibbana itu seperti api liln yang sudah padam, tak ada api, lilin dan sumbu lagi, berarti pemadaman total, apa itu tak ada apa apa lagi, jadi kita membina dalam kehidupan ini untuk mencapai pencerahan(nibbana) dalam arti hilang(tiada)kah?
mohon bimbingannya, trim's
nibbana memang bisa dibilang lenyap, kalau dalam bahasa sehari-hari disebut hilang. ^^

masalah nya apabila kita berpikir bahwa nibbana itu hilang, dan anda mencari jalan menuju hilang, maka tidak ada akhirnya..
memang seperti kata saudara bond, pratek langsung, nanti mengerti sendiri.

karena tidak ada kata-kata apapun yang dapat mewakilkan "nibbana" seperti apa persis - nya.
istilah keren-nya "bahasa batin" ^^

mudah-mudahan kutipan milinda panha memberikan sedikit anda gambaran.^^

M = raja milinda
N = Bhante Nagasena

65. Yang Tanpa Sebab
M :"Bhante Nagasena, terdapat hal-hal di dunia ini yang menjadi ada karena
kamma, ada yang merupakan hasil dari suatu sebab, dan ada yang dihasilkan
oleh musim. Beritahukan padaku, apakah ada yang tidak masuk di dalam tiga
kategori itu?"

N:"Ada dua hal, O Baginda; ruang dan nibbana."

M:"Bhante Nagasena, janganlah mengubah kata-kata Sang Penakluk, atau menjawab
pertanyaan tanpa mengetahui apa yang Bhante katakan!"

N:"Apa yang telah saya katakan, O Baginda, sehingga Baginda berkata demikian?"

M: "Yang Mulia, memang betul apa yang Bhante katakan tentang ruang. Tetapi
dengan ratusan alasan Sang Buddha menyatakan pada muridnya cara menuju
perwujudan nibbana. Dan Bhante mengatakan bahwa nibbana bukanlah hasil dari
suatu sebab.

N:"Memang benar, O raja, dengan banyak cara Sang Buddha
menunjukkan jalan bagi perwujudan nibbana, tetapi Beliau tidak menunjukkan
sebab bagi timbulnya nibbana."

M:"Di sini, Bhante Nagasena, kami melangkah dari kegelapan menuju ke kegelapan
yang lebih besar; dari ketidakpastian menuju ke kebingungan total.
Jika ada ayah dari seorang anak, maka kami akan mengharapkan
dapat menemukan ayah dari sang ayah. Demikian juga, jika ada penyebab bagi
perwujudan nibbana maka kami mengharapkan dapat menemukan penyebab bagi
timbulnya nibbana itu."

N: "Nibbana, O Raja, tidak dibangun, dan karenanya tidak ada sebab yang dapat
ditunjuk bagi pembuatannya. Tidak dapat dikatakan bahwa nibbana itu telah
timbul atau dapat timbul; bahwa nibbana itu adalah masa lalu, masa kini atau
masa depan; atau dapat dikenali dengan mata, telinga, hidung, lidah atau
tubuh."

M:"Kalau begitu, Yang Mulia Nagasena, nibbana adalah kondisi yang tidak ada!"

N:"Nibbana itu ada, O Baginda, dan dapat dikenali lewat pikiran.
Seorang siswa Arya yang pikirannya murni, mulia, tulus, tidak terhalang, dan
bebas dari kemelekatan dapat mencapai nibbana."

M:"Kalau begitu, jelaskanlah dengan perumpamaan apa nibbana itu."

N: "Apakah ada sesuatu yang disebut angin?"

M: "Ya, ada."

N: "Kalau begitu, jelaskanlah dengan perumpamaan apa angin itu."

M:"Tidaklah mungkin dapat menjelaskan apa angin itu dengan menggunakan
perumpamaan. Tetapi angin itu ada."

N:"Demikian juga, O Baginda, nibbana itu ada tetapi tidak mungkin digambarkan."

semoga bermanfaat
salam metta.
« Last Edit: 24 April 2009, 03:16:21 PM by marcedes »
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« Reply #119 on: 24 April 2009, 03:36:50 PM »
[at] lophenk dan lian

Saya ingin menambahkan sedikit penjelasan mengenai Nibbana...

Di dunia ini ada yang tidak dilahirkan, tidak menjelma, tidak tercipta, tidak muncul dari sebab yang lalu, tidak terbentuk; yang mutlak. Dan itu adalah Nibbana.

Menyatakan bahwa Nibbana adalah keberadaan selamanya adalah kesalahan. Karena tidak ada 'sesuatu' yang eksis di dalam kondisi Nibbana itu.

Menyatakan bahwa Nibbana adalah kelenyapan selamanya adalah kesalahan. Karena tidak ada 'sesuatu' yang lenyap di dalam kondisi Nibbana itu.

Eksis maupun lenyap adalah pandangan yang berasal dari keakuan. Pandangan ini lahir dari persepsi bahwa kita (manusia) memiliki substansi inti yang disebut "aku" (jiwa atau roh). Nibbana adalah perealisasian mutlak dengan menyelami hakikat karekteristik duniawi, yaitu anicca, dukkha dan anatta. Oleh karena itu, Nibbana bukanlah menjadi ada maupun lenyap.


Yang tidak dilahirkan, tidak menjelma, tidak tercipta, tidak muncul dari sebab yang lalu, tidak terbentuk; yang mutlak.
-> Sesuatu yang tidak dilahirkan, ... itu bukan ada (eksis).
-> Sesuatu yang tidak dilahirkan, ... itu bukan tidak ada (lenyap).

Nibbana adalah keadaan yang di luar ada maupun tiada.
« Last Edit: 24 April 2009, 03:39:17 PM by upasaka »