Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: AbhiDhamma Class  (Read 73095 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #90 on: 01 September 2008, 02:39:09 PM »
program dasar manusia adalah utk mempertahankan hidup.

contoh :
anak kecil disuruh memilih buah.. (yg satu besar, yg satu kecil...) tanpa diajarin hampir semua anak memilih buah yg besar.........

kenyamanan dan ketidak nyamanan.............
begitu juga hampir semua org dewasa memilih kenyamanan dan menghindarin ketidak nyamanan...........

apakah salah tentang pilihan tsb?


Senada dengan sis Lily, bahwa selama kita masih putthujhana, kenyamanan identik dengan Lobha dan ketidak nyamanan identik dengan Dosa.

Buddha menyebut Lobha seperti daging gosong di penggorengan........ yang makin dilekati, akan makin menyakitkan jika berpisah, dan menjadi Dosa/Kebencian

tapi sebelumnya, ehm sori bro...... apa anda yakin bahwa tanpa diajari, anak udah langsung milih buah yang besar???

sama kaya nepuk nyamuk....... bnyk org yg blg bhw mereka nepuk nyamuk itu karena "refleks", tapi apa bener begitu???

mengenai ini, saya bawakan pada dhammadesana di salah satu vihara...... bahwa tidak ada yang disebut naluri dasar atau refleks, yang ada hanyalah latihan yang dilakukan bertahun-tahun.

Contoh pada refleks nyamuk.
Ini dimulai pd wkt kita bayi, misal ada bentol/bekas gigitan nyamuk yang gatal.
Ortu ato perawat yg liat, "otomatis" akan blg : "wah digigit nyamuk, kudu dibunuh nih biar ga gigit lagi"
Ucapan itu kita rekam ke dalam sanna/pencerapan/persepsi kita bahwa rasa gatal di bentol itu adalah karena digigit nyamuk
Kita juga belajar bahwa nyamuk itu harus dibunuh
Kita belajar juga bahwa bentuk nyamuk adalah kurus, bersayap tipis, ada sungutnya dan bunyinya berdenging
Setelah itu, kita biasanya masih "belum terlatih".... jadi kalo ada nyamuk, masih bengong........ dan sang perawat kita biasanya "mencontohkan lagi", atau menyuruh kita mengejar nyamuk utk dibunuh
Kemudian lama-lama, kita akan "terlatih" utk mengejar nyamuk begitu melihatnya...... tp biasanya msh belum ahli, jadi kalo nepuk ga langsung kena
Lebih lama lagi, kita akan ahli dalam menepuk nyamuk
dan Lebih lama lagi, kita akan "refleks".... begitu ada bunyi "nging", langsung nepuk dan kena........  ;D

Disini kita sambungkan dengan kenyamanan dan ketidak nyamanan

Kita nyaman dengan kondisi "tanpa digigit nyamuk"
Begitu digigit nyamuk, kondisi jadi ga enak lagi....
Karena itu kita benci dengan si nyamuk dan membunuhnya.

Sama dengan anak yang memilih buah yang besar.
Sewaktu dia masih kecil, dia belum tahu buah besar atau kecil.
Namun kondisi di sekitarnya yang mengajarkan bahwa "ambillah buah yang besar", yang kecil buat org lain saja  ;D
Karena diajari seperti itu terus menerus, pun dia merasa bhw buah yg lebih besar ternyata memang lebih enak, membuat dia "melekat" pada memilih buah yang besar
Dan kalau dari sepiring buah, ada org yang memilih buah yang paling besar, si anak tentu akan merasa jengkel dan marah........

disini terlihat jelas hubungan antara Lobha dan Dosa dalam hidup sehari2 kita, yang sepertinya selama ini tidak terlihat bermasalah......... tapi di dalamnya ternyata kita sudah memupuk Lobha dan Dosa yang amat sangat banyak sekali.........  ::)


semoga ilustrasi ini bisa dimengerti oleh bro Johan yah.........   _/\_

Thanks utk penjelasannya bro markosprawira,
saya panggil aja bro.... karna gendernya belum ada specifikasi....
semoga pria sejati...............

Bro.... kalau lagi cewek cantik lewat (benar2 cantik/sexy)....
pasti deh bro juga otomatis meliriknya.... sampai "selama mungkin"...

kalau tak salah kan otak ada tiga bagian....
nah otak yg (reptil)... itu mengisi program2 dasar yg tanpa kita
belajar udah bisa dilakukan........... (contoh anak baru lahir mencari
puting susu ibu...) begitu juga memilih buah yg besar....
(bapaknya aja suka buah besar koq.....)

thanks! again.....
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #91 on: 01 September 2008, 02:41:42 PM »
Ketika anak itu lahir.... nama (batin) dan rupanya sudah ada... batin itu terdiri dari citta (kesadaran) dan cetasika (faktor-faktor batin).
Cetasika terdiri dari Cetasika Netral (13), Akusala cetasika (14) & Sobhana cetasika (25). Pada cetasika netral (13) terdiri dari Sabbacittasadharana cetasika 7 (tujuh cetasika yg terdapat di semua jenis citta yaitu Kontak, perasaan, pencerapan, Kehendak, konsentrasi, penghidup batin & perhatian ) dan Pakinnaka cetasika 6 (enam cetasika yg muncul di sebagian besar citta) http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=422.0 . Jadi ketika bayi lahir Citta Vithi (Proses Pikiran/kesadaran) itu tetap berproses terus dan otomatis perasaan dan pencerapannya juga ikut berfungsi. Contoh : ketika bayi lahir langsung menanggis...artinya pencerapan dari bayi itu terhadap kondisi yang berbeda dan mempengaruhi si bayi itu merasakan yang tidak enak (karena dia udah biasa di dalam kandungan dan tiba-tiba lingkungan berubah)... maka bayi itu menanggis.

cmiiw...

_/\_ :lotus:



 

saya amati juga sepertinya begitu..  dan ketika bayi itu menangis.. sepontan si ibu
menjejalinya dengan susu (^_^) dan itulah yang tercatat oleh si bayi

jadi menurut saya pribadi bukanlah "Bayi begitu lahir tak lama udah bisa mencari susu (penyedot susu ibu)"  tapi cenderung karena pencerapan sensasi awal si anak (CMIIW)

saya perhatikan anak2 anjing yg baru lahir...............
ya so pasti anak anjinglah yg mencari puting susu ibunya.....
ibunya ngak sempat menggeret anak2 tsb (jumlahnya 8) utk menuju puting susu...

jadi manusia kira2pun sama deh!...
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #92 on: 01 September 2008, 02:45:30 PM »
 [at] Bro Johan....
Bro Markos adalah Pria Sejati lho.... Kemarin Bro Markos baru melaksanakan pemberkatan pernikahannya... ;D

Bro Johan...Ingat...ini thread Abhidhamma... jadi kita bahas secara Abhidhamma yaah... ;D

 [at] Bro Markos.....Sekarang udah jadi Kepala Rumah Tangga...  Semoga Bahagia selalu dan cepat menyeberang ke pulau seberang seperti arti lukisan yang ada di undangannya... ;D

_/\_ :lotus:
« Last Edit: 01 September 2008, 02:47:08 PM by Lily W »
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.382
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #93 on: 01 September 2008, 02:51:58 PM »
wah pemberkatannya nyolong start ya... selamat yaah, selamat :D
There is no place like 127.0.0.1

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #94 on: 01 September 2008, 02:56:15 PM »
Bro Markos and Ratna....
Selamat menikah
welcome to ....

::
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #95 on: 01 September 2008, 03:33:19 PM »
[at] Bro Johan....
Bro Markos adalah Pria Sejati lho.... Kemarin Bro Markos baru melaksanakan pemberkatan pernikahannya... ;D

Bro Johan...Ingat...ini thread Abhidhamma... jadi kita bahas secara Abhidhamma yaah... ;D

 [at] Bro Markos.....Sekarang udah jadi Kepala Rumah Tangga...  Semoga Bahagia selalu dan cepat menyeberang ke pulau seberang seperti arti lukisan yang ada di undangannya... ;D

_/\_ :lotus:

Quote
Cetana is Kamma : "Cetanaham Bhikkhave kammam vadami - O Bhikkhus! I declare that cetana (will) to be kamma (action)."

Niat adalah (akan menjadi) karma.

Menurut guru Abhidhamma,
niat membunuh itu (perencanaan pembunuhan) itu udah termasuk karma?, padahal hal tsb belum dilakukan lho!... apakah dalam pengadilan, rencana merampok bank juga dianggap kejahatan? (rencana lho, belum dilaksanakan).... Apakah UUD suatu negara akan menjatuhkan hukuman pada orang2 yg telah melakukan rencana (perampokan)?

Apakah sebenarnya yg dimaksud NIAT tsb?


thanks, semoga cukup Abhidhammanya.....(thanks utk mengingatkan kalau udah melenceng)..
« Last Edit: 01 September 2008, 03:47:58 PM by johan3000 »
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #96 on: 02 September 2008, 08:49:29 AM »

Thanks utk penjelasannya bro markosprawira,
saya panggil aja bro.... karna gendernya belum ada specifikasi....
semoga pria sejati...............

Bro.... kalau lagi cewek cantik lewat (benar2 cantik/sexy)....
pasti deh bro juga otomatis meliriknya.... sampai "selama mungkin"...

kalau tak salah kan otak ada tiga bagian....
nah otak yg (reptil)... itu mengisi program2 dasar yg tanpa kita
belajar udah bisa dilakukan........... (contoh anak baru lahir mencari
puting susu ibu...) begitu juga memilih buah yg besar....
(bapaknya aja suka buah besar koq.....)

thanks! again.....

dear bro johan,

dipanggil apa aja ga masalah kok... cuma sebutan doang  ;D

mengenai sesuatu yang anda sebut program2 dasar yg tanpa kita
belajar udah bisa dilakukan
dimana dicontohkan anak baru lahir mencari
puting susu ibu


Mungkin anda bisa melihat penjelasan bro Radi yah..... bahwa sebenarnya bukan si anak yang mencari loh, tapi si ibu yang menyodori.
Jika memang masih tidak yakin, bagaimana jika si bayi disodori jari tangan?? apakah dia akan kulum jari itu atau tidak???  ;D
saya pernah diceritain papa saya kalo dulu mama saya ga ada, dia ngasih jarinya untuk saya kulum, walau akhirnya saya akan nangis juga karena ternyata mengulum jari itu, ga bikin kenyang  ;D
Pun bagaimana jika si bayi lapar dan menangis, lalu didiamkan saja tidak dikasih apa2 : apakah dia akan mencari puting susu juga??? apakah dia akan diam kalo diberi sedotan yang isinya tetesan susu???

Nah disini jelas bahwa bayi masih "netral", tidak tahu apa2.... yang dia bisa hanya berteriak dan menangis jika lapar..... jadi benernya tidak ada "program dasar", yang ada hanyalah bahwa si bayi berbuat sebisa dia.
Kalo lapar : nangis.
Kenapa nangis? soalnya dia blm bisa bilang kalo dia lapar  :D
Pun dari pengalaman pertama, kalo nangis dia akan diberi sesuatu yang bikin dia kenyang...... ini bukan program dasar loh, melainkan pengalaman.......

Kalau memang program dasar, bayi pasti akan menolak sedotan atau dot, karena dia mau "puting", tapi ternyata bayi ok aja tuh kalo dikasih sedotan, atau dot selama isinya bisa membuat dia kenyang  ;)

Sementara mengenai "buah yang besar" : itu hanya persepsi kita saja bahwa bapaknya suka yang besar loh...... tapi ternyata di banyak bagian dunia, yang sekarang laku adalah yang "langsing"  :whistle:




Quote
Cetana is Kamma : "Cetanaham Bhikkhave kammam vadami - O Bhikkhus! I declare that cetana (will) to be kamma (action)."

Niat adalah (akan menjadi) karma.

Menurut guru Abhidhamma,
niat membunuh itu (perencanaan pembunuhan) itu udah termasuk karma?, padahal hal tsb belum dilakukan lho!... apakah dalam pengadilan, rencana merampok bank juga dianggap kejahatan? (rencana lho, belum dilaksanakan).... Apakah UUD suatu negara akan menjatuhkan hukuman pada orang2 yg telah melakukan rencana (perampokan)?

Apakah sebenarnya yg dimaksud NIAT tsb?


thanks, semoga cukup Abhidhammanya.....(thanks utk mengingatkan kalau udah melenceng)..

dear bro johan,

sekedar mengingatkan bahwa yang disebut kamma dalam Buddhism terdiri dari 3 yaitu:
1. Mano Kamma : Kamma yang dilakukan melalui pikiran
2. Kaya Kamma : Kamma yang dilakukan melalui badan jasmani
3. Vacci Kamma : Kamma yang dilakukan melalui ucapan.

Pun dalam Dhammapada, ayat pertama dan kedua dengan jelas menyatakan pentingnya menjaga pikiran:
(1) Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya, bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya.
(2) Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya.

Nah Buddhism tidaklah melarang orang dengan hukuman, UU atau bahkan kutukan dari suatu Mahluk Adi Kuasa.

Dalam Buddhism yang terpenting adalah pengendalian diri sendiri. Jadi jika ada perbuatan buruk/baik yang dilakukan, maka yang yang akan mendapat buahnya/kamma vipaka adalah dirinya sendiri juga (bisa dilihat pada No. 4 dan 5 di bawah)

Berikut beberapa kutipan Dhammapada yang berkaitan dengan pengendalian diri sendiri:
1. Bila orang mencintai dirinya sendiri, maka ia harus menjaga dirinya dengan baik. Orang bijaksana selalu waspada selama tiga masa dalam kehidupannya.
2. Hendaknya orang terlebih dahulu mengembangkan diri sendiri dalam hal-hal yang patut, dan selanjutnya melatih orang lain. Orang bijaksana yang berbuat demikian tak akan dicela
3. Sebagaimana ia mengajari orang lain, demikianlah hendaknya ia berbuat. Setelah ia dapat mengendalikan dirinya sendiri dengan baik, hendaklah ia melatih orang lain. Sesungguhnya amat sukar untuk mengendalikan diri sendiri.
4. Diri sendiri sesungguhnya adalah pelindung bagi diri sendiri. Karena siapa pula yang dapat menjadi pelindung bagi dirinya? Setelah dapat mengendalikan dirinya sendiri dengan baik, ia akan memperoleh perlindungan
5. Kejahatan yang dilakukan oleh diri sendiri, timbul dari diri sendiri serta disebabkan oleh diri sendiri, akan menghancurkan orang bodoh, bagaikan intan memecah permata yang keras.


semoga diskusi ini bisa membawa manfaat bagi kita semua.............  _/\_


Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #97 on: 02 September 2008, 08:53:50 AM »
 [at] ci lily : anumodana atas kusala cittanya........  _/\_

 [at] Benz : masih di rumah ortu masing2 kok........  8) ditunggu di restoran yah........ harus dateng loh  :D

 [at] ko will : welcome to "RAHULA"??  :-?

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #98 on: 02 September 2008, 12:17:15 PM »
Niat adalah (akan menjadi) karma.

Menurut guru Abhidhamma,
niat membunuh itu (perencanaan pembunuhan) itu udah termasuk karma?, padahal hal tsb belum dilakukan lho!... apakah dalam pengadilan, rencana merampok bank juga dianggap kejahatan? (rencana lho, belum dilaksanakan).... Apakah UUD suatu negara akan menjatuhkan hukuman pada orang2 yg telah melakukan rencana (perampokan)?

Apakah sebenarnya yg dimaksud NIAT tsb?

thanks, semoga cukup Abhidhammanya.....(thanks utk mengingatkan kalau udah melenceng)..

Cetana termasuk salah satu faktor batin yang netral (yang terdapat di semua jenis citta).

Cetana = kehendak, merupakan faktor batin yg berfungsi di dalam koordinasi dan akumulasi. Cetana mengkoordinasikan faktor-faktor batin yg berhubungan dengannya dlm berespons terhadap objek. Seperti seorang ahli tukang kayu yg memenuhi tugasnya dan mengatur pekerjaan orang lainnya, demikian pula, cetana memenuhi fungsinya dan mengatur fungsi faktor batin lain yg berhubungan dengannya. Cetana memegang peranan penting di dlm semua jenis aksi, baik moral maupun immoral.

Jika Cetana dan faktor batin netral lainnya (6 = Phassa/kontak, Vedana/Perasaan, Sanna/Pencerapan, Ekaggata/konsentrasi, Jivitindriya/penghidup batin, Manasikara/perhatian) bergabung dengan akusala cetasika (14) maka ia akan menjadi akusala (tidak bermanfaat/buruk), Jika Cetana dan faktor batin netral lainnya (6 = Phassa/kontak, Vedana/Perasaan, Sanna/Pencerapan, Ekaggata/konsentrasi, Jivitindriya/penghidup batin, Manasikara/perhatian) bergabung dengan Sobhana cetasika (25) maka ia akan menjadi sobhana juga.

Cetana bersama Citta dan faktor batin netral lainnya (6) akan lenyap setelah melakukan fungsinya masing-masing. Tetapi sebelum mereka lenyap, mereka meninggalkan benih-benih kamma (perbuatan) di dalam aliran citta ( proses kesadaran/pikiran ). Benih-benih kamma ini akan menjadi kamma yang potensial yang mana akan berbuah setiap saat dan akibatnya akan balik ke diri sendiri.

_/\_ :lotus:

 
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #99 on: 02 September 2008, 10:31:06 PM »
Cetana = kehendak, atau Niat....

a. Menyumbang, menolong orang lain tetapi tidak dilandasin dgn NIAT YG BAIK...
maka tidak menghasilkan karma yg baik.... Apakah begitu?

b. Cetana = kehendak, atau Niat itu NETRAL.......... apa bila NITA tsb belum dilaksanakan....

c. Cetana termasuk salah satu faktor batin yang netral (yang terdapat di semua jenis citta).

kenapa pada c. dikatakan faktor batin yg netral?

Kalau ditinjau dari segi mechanical.... (mekanik).... selama unit tertentu dpt menghasilkan output yg kita inginkan....(kita tidak terlalu ambil pusing bagaimana unit tsb melakukan hal tsb)....

contohnya : shock breaker (bisa ada yg oli, gas, maupun magnet).... selama kinerjanya bagus, kita tidak terlalu ambil pusing apakah media yg digunakan..... tetapi pada penjelasan abhidhamma, NIAT (niat jelek) mengambil bagian yg penting utk menentukan karma (baik atau buruk)....

kenapa bisa begitu?

thanks!

« Last Edit: 02 September 2008, 10:38:17 PM by johan3000 »
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #100 on: 02 September 2008, 10:52:17 PM »
 [at] markosprawira,

thanks utk tulisan yg amat analitis dan berkwalitas....

selamat menikmatin BULAN MADU........(padahal mana ada object yg namanya BULAN MADU)!

gw perlu waktu utk mencernanya...........

but anyway thanks so much!..........(nanti gw tanya lagi yo)
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #101 on: 03 September 2008, 09:17:24 AM »
Cetana = kehendak, atau Niat....

a. Menyumbang, menolong orang lain tetapi tidak dilandasin dgn NIAT YG BAIK...
maka tidak menghasilkan karma yg baik.... Apakah begitu?

b. Cetana = kehendak, atau Niat itu NETRAL.......... apa bila NITA tsb belum dilaksanakan....

c. Cetana termasuk salah satu faktor batin yang netral (yang terdapat di semua jenis citta).

kenapa pada c. dikatakan faktor batin yg netral?

Kalau ditinjau dari segi mechanical.... (mekanik).... selama unit tertentu dpt menghasilkan output yg kita inginkan....(kita tidak terlalu ambil pusing bagaimana unit tsb melakukan hal tsb)....

contohnya : shock breaker (bisa ada yg oli, gas, maupun magnet).... selama kinerjanya bagus, kita tidak terlalu ambil pusing apakah media yg digunakan..... tetapi pada penjelasan abhidhamma, NIAT (niat jelek) mengambil bagian yg penting utk menentukan karma (baik atau buruk)....

kenapa bisa begitu?

thanks!

dear bro johan yang bersemangat.....

saya belom bulan madu, jadi masih bisa jawab  ;D

pertanyaan A : ini juga yang ditanyakan oleh bro tesla dan sudah saya jawab di :
http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=4373.new#new

nah seperti bro johan bisa lihat disana, bahwa baik dan buruk terus bercampur aduk........ dan hasilnya? yah tergantung dari kecenderungan batin kita pada waktu itu.

singkatnya kalau boleh saya bilang bahwa kusala - akusala bukanlah semata nature/sifat dari buah itu sendiri, lebih ke bagaimana kita memandangnya.

Contoh yang saya bawakan di vihara Dhamma Jala, Depok adalah mengenai uang Rp 5.000, yang tentunya merupakan kusala vipaka/buah baik.
Jika uang Rp 5.000 diberikan ke pengemis, bagaimana tanggapannya? dia akan sangat berterima kasih  :D
Tapi bagaimana jika Rp 5.000 diberikan ke konglomerat, misal Pak Ical Bakrie?? saya rasa dia akan merasa sangat terhina, mungkin memaki2  ;D

Disini jelas bahwa untuk buah yang sama misal kusala vipaka, yang dirasakan oleh setiap orang akan berbeda.

Jadi kalau saya boleh bilang, disitulah Buddhism dapat menjelaskan pengertian "selalu bersyukur"  _/\_

Pertanyaan B & C : Netral disini berarti tidak berakibat. Jadi bukannya tidak/belum melakukan loh bro  ;D

Nah kalau Netral, digabung dengan yang akusala, maka akan jadi akusala juga.... misalnya jadi Niat Jahat

Jika dilihat secara mechanical, sebenarnya sama aja kok....... setiap komponen misal shock breaker baik oli, gas atau magnet, juga mempunyai kualitas bahan baku yang berbeda-beda, dan kinerjanya juga tentunya berbeda2 khan???

Ga mungkin khan misal oli Rp 5.000/liter, bisa menyamai yang harganya Rp 100.000/liter khan???

Hal yang sama juga pada kamma.
Ada yang senang dengan sesekali berbuat baik, dan banyak buruk.
Ada juga yang berusaha untuk tetap berbuat baik dan mengurangi yang buruk.
Dan banyak juga yang senang untuk selalu berbuat buruk  :))

Hasilnya yah nanti akan sesuai dengan "bahan baku"nya, sama seperti shock breaker pada contoh anda.....  _/\_

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #102 on: 03 September 2008, 09:28:37 AM »
saya belom bulan madu, jadi masih bisa jawab  ;D

Tapi sudah ehipassiko kan? ;D

Selamat menempuh hidup baru, turut bermuditacitta.
Semoga semua makhluk terbebas dari penderitaan.
_/\_
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #103 on: 03 September 2008, 09:35:19 AM »
Tapi sudah ehipassiko kan? ;D

Tinggal tergantung dari sudut pandang mana, bro  :whistle:

Anumodana.........  _/\_
« Last Edit: 03 September 2008, 09:45:47 AM by markosprawira »

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #104 on: 03 September 2008, 09:48:11 AM »
Cetana = kehendak, atau Niat....

a. Menyumbang, menolong orang lain tetapi tidak dilandasin dgn NIAT YG BAIK...
maka tidak menghasilkan karma yg baik.... Apakah begitu?

b. Cetana = kehendak, atau Niat itu NETRAL.......... apa bila NITA tsb belum dilaksanakan....

c. Cetana termasuk salah satu faktor batin yang netral (yang terdapat di semua jenis citta).

kenapa pada c. dikatakan faktor batin yg netral?

Kalau ditinjau dari segi mechanical.... (mekanik).... selama unit tertentu dpt menghasilkan output yg kita inginkan....(kita tidak terlalu ambil pusing bagaimana unit tsb melakukan hal tsb)....

contohnya : shock breaker (bisa ada yg oli, gas, maupun magnet).... selama kinerjanya bagus, kita tidak terlalu ambil pusing apakah media yg digunakan..... tetapi pada penjelasan abhidhamma, NIAT (niat jelek) mengambil bagian yg penting utk menentukan karma (baik atau buruk)....

kenapa bisa begitu?

thanks!


Cetana dikatakan NETRAL karena Cetana secara umum berada di semua jenis kesadaran (CITTA). Bukan hanya Cetana saja yang dikatakan NETRAL tetapi masih ada 6 faktor batin yang termasuk NETRAL yaitu Phassa (kontak), Vedana (Perasaan), Sanna (Pencerapan), Ekaggata (konsentrasi), Jivitindriya (penghidup batin), Manasikara (perhatian). Tidak ada satupun Kesadaran (CITTA) yang dapat muncul tanpa ketujuh faktor batin (cetasika) NETRAL tersebut.

Seperti yang telah saya dan Bro Markos jelaskan...
Quote
Jika Cetana dan faktor batin netral lainnya (6 = Phassa/kontak, Vedana/Perasaan, Sanna/Pencerapan, Ekaggata/konsentrasi, Jivitindriya/penghidup batin, Manasikara/perhatian) bergabung dengan akusala cetasika (14) maka ia akan menjadi akusala (tidak bermanfaat/buruk), Jika Cetana dan faktor batin netral lainnya (6 = Phassa/kontak, Vedana/Perasaan, Sanna/Pencerapan, Ekaggata/konsentrasi, Jivitindriya/penghidup batin, Manasikara/perhatian) bergabung dengan Sobhana cetasika (25) maka ia akan menjadi sobhana juga.
Quote
Nah kalau Netral, digabung dengan yang akusala, maka akan jadi akusala juga.... misalnya jadi Niat Jahat

Contoh :
Ada nyamuk yang mengigit kita, karena nyamuk itu mengigit kita maka kita timbul akusala citta (Dosa) dan terus muncul CETANAuntuk membunuhnya. Cetana itu adalah tidak baik (jahat).

cmiiw...

_/\_ :lotus:






~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are