//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.  (Read 1201537 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #885 on: 29 July 2010, 02:09:37 PM »
Quote
4. "Mengapa kamu adalah seorang Yang Berharga, seorang Samyaksambuddha? "
"Karena aku menyadari bahwa semua benda adalah sama di dalam Dharmadhatu. "

ini sih mengenai nilai*, seorang Buddha tidak melihat lebih tinggi atau lebih rendah (ataupun sama) sesuatu dalam artian seorang Buddha tidak membeda2kan.
namun dalam pengenalan objek jelas seorang Buddha masih bisa membedakan mana yg Sariputra mana yg Ananda, mana pria mana wanita, mana Sakyamuni, mana Buddha dari kosmos lain.

Bro 4DMYN,
apakah ketika LSY mengaku bahwa "Sakyamuni adalah saya", ia mengatakannya dalam konteks yg sama seperti Manjushri dalam kutipan di atas?
Demikianlah... karena pencapaian ke-Buddha-an itu bukanlah didapatkan dari belajar , bertumbuh/berkembang. Oleh karena tidak ada yang bertumbuh dan berkembang, bagaimana mungkin ada tingkatan- tingkatan dalam pencapaian jalan menuju ke-Buddha-an?.


Yang punya skema tingkatan yang sistematis apakah bukan konsep-nya Mahayana ? DASABHUMI BODHISATVA ?
Bodhisatva Tkt 1 - 6 = Bodhisatva biasa
Bodhisatva tkt 7 = Sravaka Buddha
Bodhisatva tkt 10 = annutara Samyaksambuddha
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline 4DMYN

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 428
  • Reputasi: -4
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #886 on: 29 July 2010, 03:04:53 PM »
Quote
4. "Mengapa kamu adalah seorang Yang Berharga, seorang Samyaksambuddha? "
"Karena aku menyadari bahwa semua benda adalah sama di dalam Dharmadhatu. "

ini sih mengenai nilai*, seorang Buddha tidak melihat lebih tinggi atau lebih rendah (ataupun sama) sesuatu dalam artian seorang Buddha tidak membeda2kan.
namun dalam pengenalan objek jelas seorang Buddha masih bisa membedakan mana yg Sariputra mana yg Ananda, mana pria mana wanita, mana Sakyamuni, mana Buddha dari kosmos lain.

Bro 4DMYN,
apakah ketika LSY mengaku bahwa "Sakyamuni adalah saya", ia mengatakannya dalam konteks yg sama seperti Manjushri dalam kutipan di atas?
Demikianlah... karena pencapaian ke-Buddha-an itu bukanlah didapatkan dari belajar , bertumbuh/berkembang. Oleh karena tidak ada yang bertumbuh dan berkembang, bagaimana mungkin ada tingkatan- tingkatan dalam pencapaian jalan menuju ke-Buddha-an?.


Yang punya skema tingkatan yang sistematis apakah bukan konsep-nya Mahayana ? DASABHUMI BODHISATVA ?
Bodhisatva Tkt 1 - 6 = Bodhisatva biasa
Bodhisatva tkt 7 = Sravaka Buddha
Bodhisatva tkt 10 = annutara Samyaksambuddha

kalau meninjau dari kacamata umat awam  memang dilematis. bila jalan mencapai ke-buddha-an memiliki tingkatan-tingkatan, maka jalan tersebut dapat diibaratkan seorang anak yang sedang belajar di sekolah, mulai dari tingkatan SD-SMP-SMU-Universitas.

Tapi apakah benar jalan menuju ke-Buddha-an adalah belajar seperti di sekolah? apakah sang Buddha mencapai nibbana dengan cara belajar di sekolah? apakah ada pelajaran tentang nibbana  yang diajarkan oleh para dewa selama beliau berada di bawah pohon Boddhi?

Jalan menuju ke-Buddha-an dicapai dengan melenyapkan sesuatu dalam diri (lobha,dosa,moha). bukan dengan menambahkan sesuatu (belajar). Tingkatan-tingkatan bodhisattva itu adalah tingkatan dimana sosok makhluk mencapai kesuciannya (1/2 suci, 1/4 suci, suci sempurna).

karena itu sosok yang masih belum suci sempurna akan memiliki tingkatan-tingkatan tersebut, tapi yang sudah suci sempurna tidak akan memiliki tingkatan apapun lagi.

Offline 4DMYN

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 428
  • Reputasi: -4
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #887 on: 29 July 2010, 03:06:54 PM »
Quote
4. "Mengapa kamu adalah seorang Yang Berharga, seorang Samyaksambuddha? "
"Karena aku menyadari bahwa semua benda adalah sama di dalam Dharmadhatu. "

ini sih mengenai nilai*, seorang Buddha tidak melihat lebih tinggi atau lebih rendah (ataupun sama) sesuatu dalam artian seorang Buddha tidak membeda2kan.
namun dalam pengenalan objek jelas seorang Buddha masih bisa membedakan mana yg Sariputra mana yg Ananda, mana pria mana wanita, mana Sakyamuni, mana Buddha dari kosmos lain.

Bro 4DMYN,
apakah ketika LSY mengaku bahwa "Sakyamuni adalah saya", ia mengatakannya dalam konteks yg sama seperti Manjushri dalam kutipan di atas?
Demikianlah... karena pencapaian ke-Buddha-an itu bukanlah didapatkan dari belajar , bertumbuh/berkembang. Oleh karena tidak ada yang bertumbuh dan berkembang, bagaimana mungkin ada tingkatan- tingkatan dalam pencapaian jalan menuju ke-Buddha-an?.


apakah anda juga setuju jika dikatakan LSY=batu=pohon=kotoran? tentu dalam konteks di atas juga
bagi saya , tidak setuju, karena saya masih memiliki banyak kekotoran batin, jauh dari kesucian.
Tapi bagi sosok yang sudah mencapai Ke-Buddha-an tidak memiliki tingkatan dan pembedaan lagi , jawabnya: setuju.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #889 on: 29 July 2010, 03:14:32 PM »
Quote
4. "Mengapa kamu adalah seorang Yang Berharga, seorang Samyaksambuddha? "
"Karena aku menyadari bahwa semua benda adalah sama di dalam Dharmadhatu. "

ini sih mengenai nilai*, seorang Buddha tidak melihat lebih tinggi atau lebih rendah (ataupun sama) sesuatu dalam artian seorang Buddha tidak membeda2kan.
namun dalam pengenalan objek jelas seorang Buddha masih bisa membedakan mana yg Sariputra mana yg Ananda, mana pria mana wanita, mana Sakyamuni, mana Buddha dari kosmos lain.

Bro 4DMYN,
apakah ketika LSY mengaku bahwa "Sakyamuni adalah saya", ia mengatakannya dalam konteks yg sama seperti Manjushri dalam kutipan di atas?
Demikianlah... karena pencapaian ke-Buddha-an itu bukanlah didapatkan dari belajar , bertumbuh/berkembang. Oleh karena tidak ada yang bertumbuh dan berkembang, bagaimana mungkin ada tingkatan- tingkatan dalam pencapaian jalan menuju ke-Buddha-an?.


apakah anda juga setuju jika dikatakan LSY=batu=pohon=kotoran? tentu dalam konteks di atas juga
bagi saya , tidak setuju, karena saya masih memiliki banyak kekotoran batin, jauh dari kesucian.
Tapi bagi sosok yang sudah mencapai Ke-Buddha-an tidak memiliki tingkatan dan pembedaan lagi , jawabnya: setuju.


ketika LSY mengatakan "Saya adalah Sakyamuni, Sakyamuni adalah saya". Apakah ia mengatakannya kepada para pendengar yang sudah mencapai Ke-Buddha-an atau yang masih memiliki banyak kekotoran?

ketika saya menyebutkan LU SHIT YEN, ada seorang penggemar LSY yang seketika membuat blog dan ingin menggugat saya. menurut anda, apakah yg menyebabkan reaksi spt itu?

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #890 on: 29 July 2010, 05:02:09 PM »
Quote
4. "Mengapa kamu adalah seorang Yang Berharga, seorang Samyaksambuddha? "
"Karena aku menyadari bahwa semua benda adalah sama di dalam Dharmadhatu. "

ini sih mengenai nilai*, seorang Buddha tidak melihat lebih tinggi atau lebih rendah (ataupun sama) sesuatu dalam artian seorang Buddha tidak membeda2kan.
namun dalam pengenalan objek jelas seorang Buddha masih bisa membedakan mana yg Sariputra mana yg Ananda, mana pria mana wanita, mana Sakyamuni, mana Buddha dari kosmos lain.

Bro 4DMYN,
apakah ketika LSY mengaku bahwa "Sakyamuni adalah saya", ia mengatakannya dalam konteks yg sama seperti Manjushri dalam kutipan di atas?
Demikianlah... karena pencapaian ke-Buddha-an itu bukanlah didapatkan dari belajar , bertumbuh/berkembang. Oleh karena tidak ada yang bertumbuh dan berkembang, bagaimana mungkin ada tingkatan- tingkatan dalam pencapaian jalan menuju ke-Buddha-an?.


Yang punya skema tingkatan yang sistematis apakah bukan konsep-nya Mahayana ? DASABHUMI BODHISATVA ?
Bodhisatva Tkt 1 - 6 = Bodhisatva biasa
Bodhisatva tkt 7 = Sravaka Buddha
Bodhisatva tkt 10 = annutara Samyaksambuddha

kalau meninjau dari kacamata umat awam  memang dilematis. bila jalan mencapai ke-buddha-an memiliki tingkatan-tingkatan, maka jalan tersebut dapat diibaratkan seorang anak yang sedang belajar di sekolah, mulai dari tingkatan SD-SMP-SMU-Universitas.

Tapi apakah benar jalan menuju ke-Buddha-an adalah belajar seperti di sekolah? apakah sang Buddha mencapai nibbana dengan cara belajar di sekolah? apakah ada pelajaran tentang nibbana  yang diajarkan oleh para dewa selama beliau berada di bawah pohon Boddhi?

Jalan menuju ke-Buddha-an dicapai dengan melenyapkan sesuatu dalam diri (lobha,dosa,moha). bukan dengan menambahkan sesuatu (belajar). Tingkatan-tingkatan bodhisattva itu adalah tingkatan dimana sosok makhluk mencapai kesuciannya (1/2 suci, 1/4 suci, suci sempurna).

karena itu sosok yang masih belum suci sempurna akan memiliki tingkatan-tingkatan tersebut, tapi yang sudah suci sempurna tidak akan memiliki tingkatan apapun lagi.


Yang bagaimana yang dikatakan suci sempurna ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline Pariahina

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 314
  • Reputasi: -12
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #891 on: 29 July 2010, 05:07:07 PM »
Agar diskusi tidak menyimpang terlalu jauh. Saya akan membahas hal ini:
bagaimana dengan statement berikut ini?

 Sakyamuni Budha berkata semenjak masa lampau bahwa Budha dan insan adalah satu dan sama belaka, bukan dua atau 3 hal yang berbeda. Ia juga berkata bahwa semua insan adalah juga Budha. Manusia adalah Budha. Mereka adalah sejenis dan bukan 2 jenis yang berbeda. 
 Saya mengikuti jejak langkah Sakyamuni Budha dengan seksama dalam mempelajari Budhisme. Begitu dekatnya saya dengan nya sehingga dapat merangkul dan menyatu dengan nya. Kami berdua adalah satu belaka. Saya adalah Sakyamuni. Sakyamuni adalah saya.
"LSY"

Apa makna dari kalimat yg di-bold di atas?
Pada bagian di atas telah jelas dikatakan bahwa “Buddha dan insan adalah satu dan sama belaka, bukan dua atau 3 hal yang berbeda. Ia juga berkata bahwa semua insan adalah juga Buddha. Manusia adalah Buddha. Mareka adalah sejenis dan bukan 2 jenis yang berbeda.”
Kalimat di atas, menandakan bahwa semua makhluk memiliki hakikat Kebudhaan. Ajaran ini ada dalam Sutra-sutra Mahayana, seperti Saddharmapundarika Sutra, Sutra Penerangan Sempurna (Perfect Enlightenment Sutra = Yuanjiejing), Mahayana Uttara Tantra Sastra, dan lain-lain. Jadi bukan guru gw yang bikin.
Kedua di dalam latihan Tantra kita menyatu dengan istadevata (yidam) yang menjadi obyek sadhana kita. Sebagai contoh, kalau kita menjadikan Avalokitesvara sebagai yidam kita, maka saat visualisasi menyatu; bolehlah kita mengatakan bahwa SAYA ADALAH AVALOKITESVARA. AVALOKITESVARA ADALAH SAYA. Ya! Jadi pengertian ini adalah dalam hal penyatuan pikiran Kebuddhaan saja. Kalau Anda dapat mentransformasi pikiran Anda menjadi pikiran Avalokitesvara, ya jadilah Anda Avalokitesvara. Avalokitesvara dan Anda tiada beda. Kalau Anda sanggup mentransformasi pikiran Anda menjadi Manjusri, Anda dan Manjusri tiada beda. Demikianlah makna latihan Tantra.
Anda menyatu dengan yidam yang dimaksud. Oleh karena itu, dengan pengertian di atas semoga jelas apa yang dimaksud SAYA ADALAH SAKYAMUNI, SAKYAMUNI ADALAH SAYA. Kalau Anda sanggup menyatu dengan Sakyamuni Budda. Anda pun punya hak mengatakan SAYA ADALAH SAKYAMUNI, SAKYAMUNI ADALAH SAYA.
Kini dari sudut pandang seorang siswa Tantra, saya percaya bahwa Guru gw adalah “embodiment” semua Buddha dan Bodhisattva.
Apakah Guru gw adalah Sakyamuni Buddha? YA
Apakah Guru gw adalah Amitabha Buddha? YA
Apakah Guru gw adalah Bhaisajyaguru Buddha? YA
Apakah Guru gw adalah Avalokitesvara? YA
Apakah Guru gw adalah Mahapadmakumara? YA
Apakah Guru gw adalah Hevajra? YA
Apakah Guru gw adalah Jambhala? YA
Apakah Guru gw adalah Shri Heruka? YA
Apakah Guru gw adalah Mahakala? YA
Apakah Guru gw adalah Mahacundi? YA
Apakah Guru gw adalah Cakrasamvara? YA
Apakah Guru gw adalah Ksithigarbha? YA
Guru gw adalah manifestasi semua Buddha dan Bodhisattva.
Inipun bukan guru gw yang bikin. Tapi ada di teks-teks Tantra.

Offline Pariahina

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 314
  • Reputasi: -12
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #892 on: 29 July 2010, 05:13:45 PM »
Mengenai Bertemu Tokoh dari agama lain.

Di alam raya ini terdapat ribuan makhluk suci. Gw ga tahu apakah Guru gw benar-benar ketemu dengan tokoh2 agama lain atau tidak. Tetapi pertemuan dengan makhluk suci dari agama manapun bukan sesuatu yang mustahil, mengingat di alam semesta ini memang banyak makhluk suci. Apabila kite masih membeda-bedakan," O ketemu makhluk suci dari agama ini ga mungkin... ketemu makhluk suci dari agama ini ga mungkin." Berarti kita masih membeda-bedakan.
Dalam Sutra2 Mahayana sendiri banyak dibahas mengenai deva2 dari agama Hindu, seperti Vishnu, Shiva, Candra, Ganesha, Surya, Varuna, Vayu, dll. Jadi bagi gw pertemuan dengan tokoh agama lain itu bukan sesuatu yang mustahil.

Offline Pariahina

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 314
  • Reputasi: -12
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #893 on: 29 July 2010, 05:16:21 PM »
Si Indra bertanya:

ketika saya menyebutkan LU s**t YEN, ada seorang penggemar LSY yang seketika membuat blog dan ingin menggugat saya. menurut anda, apakah yg menyebabkan reaksi spt itu?

JAWABAN:
Menurut ente sendiri apa?

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #894 on: 29 July 2010, 05:36:40 PM »
Mengenai Bertemu Tokoh dari agama lain.

Di alam raya ini terdapat ribuan makhluk suci. Gw ga tahu apakah Guru gw benar-benar ketemu dengan tokoh2 agama lain atau tidak. Tetapi pertemuan dengan makhluk suci dari agama manapun bukan sesuatu yang mustahil, mengingat di alam semesta ini memang banyak makhluk suci. Apabila kite masih membeda-bedakan," O ketemu makhluk suci dari agama ini ga mungkin... ketemu makhluk suci dari agama ini ga mungkin." Berarti kita masih membeda-bedakan.
Dalam Sutra2 Mahayana sendiri banyak dibahas mengenai deva2 dari agama Hindu, seperti Vishnu, Shiva, Candra, Ganesha, Surya, Varuna, Vayu, dll. Jadi bagi gw pertemuan dengan tokoh agama lain itu bukan sesuatu yang mustahil.
I see, jadi untuk menegaskan, LSY benar telah bertemu dengan YE5US dan juga Buddha Gautama.

berarti dalam pengertian LSY YE5US itu benar2 ada dan ajaran kr****n itu benar adanya.

YE5US mati dan bangkit kembali berarti benar adanya.

Jadi menurut logika, ajaran Islam bagi LSY itu bohong.
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #895 on: 29 July 2010, 05:53:29 PM »
Si Indra bertanya:

ketika saya menyebutkan LU s**t YEN, ada seorang penggemar LSY yang seketika membuat blog dan ingin menggugat saya. menurut anda, apakah yg menyebabkan reaksi spt itu?

JAWABAN:
Menurut ente sendiri apa?


saya sedang berdiskusi dengan Bro 4DMYN, apakah Pariahina=4DMYN? saya tidak tertarik untuk berdiskusi dengan orang yg setelah kalah berdebat lantas berkoar2 dan menggugat dalam blog pribadi, maaf...

Offline andrew

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 568
  • Reputasi: 22
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #896 on: 29 July 2010, 06:26:03 PM »


untuk alamat email, gue gak tau, loe cari tau sendiri ...
istri anak sudah terpisah sejak beliau jadi bhiksu, apa perlu dipertanyakan lagi?


kapan menjadi bhiksu ? tahun berapa? siapa yang menahbiskan ?
 
kapan menikahnya ?

Offline Vidyadhara

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 26
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #897 on: 29 July 2010, 08:49:01 PM »
Baik.. Mengikuti saran Sdr. Wizardlaxy. Saya akan menanggapi Kang Dilbert. Tapi ini sudah diulas oleh Shixiong Vidyadhara dengan amat sangat baik. Silakan merefer pada:

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,17326.720.html

Agar penjelasannya tidak dobel2.

Tidak bisa ada 2 orang Samyaksambuddha Nirmanakaya Agung (supreme nirmanakaya) dalam satu masa dispensasi Dharma, dalam 1 sistem tata dunia.
Yang lainnya adalah Nirmanakaya Inkarnasi (Incanated Nirmanakaya) dan Nirmanakaya Inkarnasi (Incanated Nirmanakaya) tidak menampilkan kuasa penuh seperti Nirmanakaya Agung (Supreme Nirmanakaya)


Nirmanakaya Agung berikutnya adalah Samyaksambuddha Maitreya. TIDAK ADA Nirmanakaya Agung lain selama masa di antara Buddha Sakyamuni dan Buddha Maitreya.

“Luar Biasa, sungguh menakjubkan, Nirmanakaya Agung (supreme Nirmanakaya) Guru Rinpoche!”
(Cahaya Kebijaksanaan Oleh Padmasambhava)

Pengecualian adalah bagi Guru Padmasambhava. Beliau muncul dalam masa Buddha Sasana ini dan dianggap sebagai Nirmanakaya Agung. Tapi hal ini tidaklah menjadi masalah. Kenapa?

Karena Padmasambhava adalah emanasi Buddha Sakyamuni sendiri. Dengan kata lain Padmasambhava dan Buddha Sakyamuni itu satu hakekat adanya.

Sang Buddha Sakyamuni berkata dalam Sutra Ramalan Magadha:

“Saya akan wafat untuk mengikis pandangan kekekalan.
Namun setelah dua belas tahun dari sekarang,
untuk mengenyahkan pandangan kemusnahan mutlak,
Saya akan muncul dari sekuntum teratai di danau suci Khosa
Sebagai seorang putra agung menggembirakan sang raja
Dan memutar Roda Dharma makna inti yang tak tertandingi.”

12 tahun berarti 12 abad, dan benar, 12 abad setelah Sang Buddha Parinirvana, Guru Padmasambhava lahir. Buddha Sakyamuni muncul sebagai Guru Padmasambhava di Danau Khosa.

Oleh karena itu Guru Padmasambhava tak lain adalah Buddha Sakyamuni sendiri. Maka dari itu umat Vajrayana Tibetan seringkali mengatakan bahwa Guru Padmasambhava adalah “Buddha-nya Vajrayanis”.

“Dijelaskan secara rinci, Mahabodhi atau Nirmanakaya Agung adalah, sebagai contohnya, yaitu guru kita, Buddha Bhagavan, yang menunjukkan 12 tindakan.”
Nirmanakaya buatan (crafted nirmanakaya) adalah makhluk yang secara ajaib muncul dalam berbagai macam wujud fisik manusia untuk membimbing mereka yang butuh dibimbing…….. Sebagai contoh, seorang Nirmanakaya buatan secara ajaib muncul sebagai manusia yang pergi untuk mengambil vina dari gandharva dengan tujuan untuk mengubah keyakinan Gandharva Sungguh Bahagia.”
Itu dijelaskan dalam istilah pikiran yang memunculkan perwujudan sihir, sebagai contoh hanya muncul dalam wujud pengrajin menurut persepsi mereka yang butuh untuk dibimbing. Beberapa orang mengatakan bahwa representasi wujud tubuh Buddha seharusnya dimasukkan ke dalam kategori Nirmanakaya Buatan (crafted nirmanakaya), tetapi mereka masuk dalam kategori Nirmanakaya Beraneka Ragam (variegate nirmanakaya).
Nirmanakaya inkarnasi (incarnated nirmanakaya) menunjukkan tindakan untuk lahir kembali di berbagai tempat, termasuk sebagai Indra, rusa ruru atau dengan jalan lainnya, dengan tujuan untuk membimbing makhluk hidup. Dengan jalan ini, [maka] ada tiga tipe dari Nirmanakaya.
Kemudian, ada lagi Nirmanakaya Beraneka Ragam (variegated nirmanakaya), yang metode kemunculannya dalam berbagai bentuk yang dapat menghubungkan para makhluk hidup dengan manfaat dan kebahagiaan, termasuk pil shariram, bunga teratai, permata, makanan, kain, kereta dan lainnya.”
(Gerbang menuju Pengetahuan, Jamgon Mipham)

jika PADMASAMBHAVA = emanasi dari BUDDHA GAUTAMA.... Lantas apakah bisa dianalogikan MASTER LU = emanasi dari BUDDHA GAUTAMA (karena juga bergelar Annutara Samyaksambuddha) ?

Di sini saya tidak mengatakan Grand Master Lu sebagai emanasi daru Guru Padmasambhava. MAksud penjelasan saya di sini adalah setiap Guru Tantra yang mencapai Tingkatan Anuttra Samyaksambodhi dan menjadi Nirmanakaya, tetap bukan merupakan Nirmanakaya Agung seperti Buddha Sakyamuni atau pun Guru Padmasambhava, melainkan Nirmanakaya Inkarnasi karena dalam 1 masa dispensasi Dharma tidak bisa ada 2 Samyak Sambudha Nirmanakaya Agung yang berbeda. Tanda Ke Buddha an yang ada pada Nirmanakaya Inkarnasi juga hanyalah sebagian dari 32 tanda besar dan 80 tanda kecil dari Nirmanakaya Agung dan kuasa yang ditampilkan juga bukanlah kuasa penuh seperti Nirmanakaya Agung

Jadi gelar annutara samyamsambuddha yang dicetuskan oleh Master LU berbeda artinya dengan NIRMANAKAYA AGUNG seorang SAMYAKSAMBUDDHA ?

BErbeda, jadi bukan Nirmanakaya Agung, tetapi Nirmanakaya Inkarnasi, ini berlaku untuk semua Guru Tantra, kecuali Guru PAdmasambhava. Semua Guru Tantra yang mencapai Anuttara Samyak Sambodhi, mrupakan Nirmanakaya, tapi bukan Nirmanakaya Agung, tetapi Nirmanakaya Inkarnasi

Offline Vidyadhara

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 26
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #898 on: 29 July 2010, 09:00:25 PM »
Baik.. Mengikuti saran Sdr. Wizardlaxy. Saya akan menanggapi Kang Dilbert. Tapi ini sudah diulas oleh Shixiong Vidyadhara dengan amat sangat baik. Silakan merefer pada:

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,17326.720.html

Agar penjelasannya tidak dobel2.

Tidak bisa ada 2 orang Samyaksambuddha Nirmanakaya Agung (supreme nirmanakaya) dalam satu masa dispensasi Dharma, dalam 1 sistem tata dunia.
Yang lainnya adalah Nirmanakaya Inkarnasi (Incanated Nirmanakaya) dan Nirmanakaya Inkarnasi (Incanated Nirmanakaya) tidak menampilkan kuasa penuh seperti Nirmanakaya Agung (Supreme Nirmanakaya)


Nirmanakaya Agung berikutnya adalah Samyaksambuddha Maitreya. TIDAK ADA Nirmanakaya Agung lain selama masa di antara Buddha Sakyamuni dan Buddha Maitreya.

“Luar Biasa, sungguh menakjubkan, Nirmanakaya Agung (supreme Nirmanakaya) Guru Rinpoche!”
(Cahaya Kebijaksanaan Oleh Padmasambhava)

Pengecualian adalah bagi Guru Padmasambhava. Beliau muncul dalam masa Buddha Sasana ini dan dianggap sebagai Nirmanakaya Agung. Tapi hal ini tidaklah menjadi masalah. Kenapa?

Karena Padmasambhava adalah emanasi Buddha Sakyamuni sendiri. Dengan kata lain Padmasambhava dan Buddha Sakyamuni itu satu hakekat adanya.

Sang Buddha Sakyamuni berkata dalam Sutra Ramalan Magadha:

“Saya akan wafat untuk mengikis pandangan kekekalan.
Namun setelah dua belas tahun dari sekarang,
untuk mengenyahkan pandangan kemusnahan mutlak,
Saya akan muncul dari sekuntum teratai di danau suci Khosa
Sebagai seorang putra agung menggembirakan sang raja
Dan memutar Roda Dharma makna inti yang tak tertandingi.”

12 tahun berarti 12 abad, dan benar, 12 abad setelah Sang Buddha Parinirvana, Guru Padmasambhava lahir. Buddha Sakyamuni muncul sebagai Guru Padmasambhava di Danau Khosa.

Oleh karena itu Guru Padmasambhava tak lain adalah Buddha Sakyamuni sendiri. Maka dari itu umat Vajrayana Tibetan seringkali mengatakan bahwa Guru Padmasambhava adalah “Buddha-nya Vajrayanis”.

“Dijelaskan secara rinci, Mahabodhi atau Nirmanakaya Agung adalah, sebagai contohnya, yaitu guru kita, Buddha Bhagavan, yang menunjukkan 12 tindakan.”
Nirmanakaya buatan (crafted nirmanakaya) adalah makhluk yang secara ajaib muncul dalam berbagai macam wujud fisik manusia untuk membimbing mereka yang butuh dibimbing…….. Sebagai contoh, seorang Nirmanakaya buatan secara ajaib muncul sebagai manusia yang pergi untuk mengambil vina dari gandharva dengan tujuan untuk mengubah keyakinan Gandharva Sungguh Bahagia.”
Itu dijelaskan dalam istilah pikiran yang memunculkan perwujudan sihir, sebagai contoh hanya muncul dalam wujud pengrajin menurut persepsi mereka yang butuh untuk dibimbing. Beberapa orang mengatakan bahwa representasi wujud tubuh Buddha seharusnya dimasukkan ke dalam kategori Nirmanakaya Buatan (crafted nirmanakaya), tetapi mereka masuk dalam kategori Nirmanakaya Beraneka Ragam (variegate nirmanakaya).
Nirmanakaya inkarnasi (incarnated nirmanakaya) menunjukkan tindakan untuk lahir kembali di berbagai tempat, termasuk sebagai Indra, rusa ruru atau dengan jalan lainnya, dengan tujuan untuk membimbing makhluk hidup. Dengan jalan ini, [maka] ada tiga tipe dari Nirmanakaya.
Kemudian, ada lagi Nirmanakaya Beraneka Ragam (variegated nirmanakaya), yang metode kemunculannya dalam berbagai bentuk yang dapat menghubungkan para makhluk hidup dengan manfaat dan kebahagiaan, termasuk pil shariram, bunga teratai, permata, makanan, kain, kereta dan lainnya.”
(Gerbang menuju Pengetahuan, Jamgon Mipham)

jika PADMASAMBHAVA = emanasi dari BUDDHA GAUTAMA.... Lantas apakah bisa dianalogikan MASTER LU = emanasi dari BUDDHA GAUTAMA (karena juga bergelar Annutara Samyaksambuddha) ?

Di sini saya tidak mengatakan Grand Master Lu sebagai emanasi daru Guru Padmasambhava. MAksud penjelasan saya di sini adalah setiap Guru Tantra yang mencapai Tingkatan Anuttra Samyaksambodhi dan menjadi Nirmanakaya, tetap bukan merupakan Nirmanakaya Agung seperti Buddha Sakyamuni atau pun Guru Padmasambhava, melainkan Nirmanakaya Inkarnasi karena dalam 1 masa dispensasi Dharma tidak bisa ada 2 Samyak Sambudha Nirmanakaya Agung yang berbeda. Tanda Ke Buddha an yang ada pada Nirmanakaya Inkarnasi juga hanyalah sebagian dari 32 tanda besar dan 80 tanda kecil dari Nirmanakaya Agung dan kuasa yang ditampilkan juga bukanlah kuasa penuh seperti Nirmanakaya Agung

bagaimana dengan statement berikut ini?

 Sakyamuni Budha berkata semenjak masa lampau bahwa Budha dan insan adalah satu dan sama belaka, bukan dua atau 3 hal yang berbeda. Ia juga berkata bahwa semua insan adalah juga Budha. Manusia adalah Budha. Mereka adalah sejenis dan bukan 2 jenis yang berbeda. 
 Saya mengikuti jejak langkah Sakyamuni Budha dengan seksama dalam mempelajari Budhisme. Begitu dekatnya saya dengan nya sehingga dapat merangkul dan menyatu dengan nya. Kami berdua adalah satu belaka. Saya adalah Sakyamuni. Sakyamuni adalah saya.
"LSY"

Apa makna dari kalimat yg di-bold di atas?

Kalimat yang sepert in tidak bisa ditelan mentah - mentah begitu saja. Semua Insan dikatakan Buddha karena semua Insan memiliki benih Ke Buddha an dan semua makhluk bisa mencapai Ke Buddha an (tentu nya dengan proses melatih diri, karena dengan proses Melatih Diri itu lama kelamaan kebijaksanaan kita akan meningkat setahap demi setahap, sehingga pada akhirnya kita dapat memahami jati diri, menyaksikan Buddhata yang sebenar nya tidak berada di luar Diri kita). mengenai ini yang di Bold di dalam Latihan Tantra bila seseornag melaksanakan suatu Latiha, mislanya Sadhana Sakyamuni Buddha, lama - kelamaan ia akan dapat merealisasikan tubuh, Ucapan, dan Pikiran dari Sakyamuni Budda, tetapi bukan berarti ia adalah Samyak Sambuddha Nirmanakaya Agung seperti Sakyamuni Buddha. Dan dikatakan sama sebenar nya bagi berlatih Vajrayana dan sudah dapat merealisasikan tubuh Dharmakaya, memahami Kesunyataan, dan mencapai Pencerahan Agung, Dharmakaya dari semua Buddha dan Bodhisatva adalah sama, tidak ada batasan apa pun yang timbul dari Dualisme pikiran, segala nya adalah Sunya. Bila kata - kata yang seperti ini, memang tidak bisa ditelan begitu saja, karena bila langsung ditelan begitu saja, anda akan merasa aneh, sama seeprti kata - kata Zen, bila ditelan begitu saja, maka akan terasa sangat aneh
« Last Edit: 29 July 2010, 09:09:33 PM by Vidyadhara »

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #899 on: 29 July 2010, 10:18:00 PM »
Baik.. Mengikuti saran Sdr. Wizardlaxy. Saya akan menanggapi Kang Dilbert. Tapi ini sudah diulas oleh Shixiong Vidyadhara dengan amat sangat baik. Silakan merefer pada:

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,17326.720.html

Agar penjelasannya tidak dobel2.

Tidak bisa ada 2 orang Samyaksambuddha Nirmanakaya Agung (supreme nirmanakaya) dalam satu masa dispensasi Dharma, dalam 1 sistem tata dunia.
Yang lainnya adalah Nirmanakaya Inkarnasi (Incanated Nirmanakaya) dan Nirmanakaya Inkarnasi (Incanated Nirmanakaya) tidak menampilkan kuasa penuh seperti Nirmanakaya Agung (Supreme Nirmanakaya)


Nirmanakaya Agung berikutnya adalah Samyaksambuddha Maitreya. TIDAK ADA Nirmanakaya Agung lain selama masa di antara Buddha Sakyamuni dan Buddha Maitreya.

“Luar Biasa, sungguh menakjubkan, Nirmanakaya Agung (supreme Nirmanakaya) Guru Rinpoche!”
(Cahaya Kebijaksanaan Oleh Padmasambhava)

Pengecualian adalah bagi Guru Padmasambhava. Beliau muncul dalam masa Buddha Sasana ini dan dianggap sebagai Nirmanakaya Agung. Tapi hal ini tidaklah menjadi masalah. Kenapa?

Karena Padmasambhava adalah emanasi Buddha Sakyamuni sendiri. Dengan kata lain Padmasambhava dan Buddha Sakyamuni itu satu hakekat adanya.

Sang Buddha Sakyamuni berkata dalam Sutra Ramalan Magadha:

“Saya akan wafat untuk mengikis pandangan kekekalan.
Namun setelah dua belas tahun dari sekarang,
untuk mengenyahkan pandangan kemusnahan mutlak,
Saya akan muncul dari sekuntum teratai di danau suci Khosa
Sebagai seorang putra agung menggembirakan sang raja
Dan memutar Roda Dharma makna inti yang tak tertandingi.”

12 tahun berarti 12 abad, dan benar, 12 abad setelah Sang Buddha Parinirvana, Guru Padmasambhava lahir. Buddha Sakyamuni muncul sebagai Guru Padmasambhava di Danau Khosa.

Oleh karena itu Guru Padmasambhava tak lain adalah Buddha Sakyamuni sendiri. Maka dari itu umat Vajrayana Tibetan seringkali mengatakan bahwa Guru Padmasambhava adalah “Buddha-nya Vajrayanis”.

“Dijelaskan secara rinci, Mahabodhi atau Nirmanakaya Agung adalah, sebagai contohnya, yaitu guru kita, Buddha Bhagavan, yang menunjukkan 12 tindakan.”
Nirmanakaya buatan (crafted nirmanakaya) adalah makhluk yang secara ajaib muncul dalam berbagai macam wujud fisik manusia untuk membimbing mereka yang butuh dibimbing…….. Sebagai contoh, seorang Nirmanakaya buatan secara ajaib muncul sebagai manusia yang pergi untuk mengambil vina dari gandharva dengan tujuan untuk mengubah keyakinan Gandharva Sungguh Bahagia.”
Itu dijelaskan dalam istilah pikiran yang memunculkan perwujudan sihir, sebagai contoh hanya muncul dalam wujud pengrajin menurut persepsi mereka yang butuh untuk dibimbing. Beberapa orang mengatakan bahwa representasi wujud tubuh Buddha seharusnya dimasukkan ke dalam kategori Nirmanakaya Buatan (crafted nirmanakaya), tetapi mereka masuk dalam kategori Nirmanakaya Beraneka Ragam (variegate nirmanakaya).
Nirmanakaya inkarnasi (incarnated nirmanakaya) menunjukkan tindakan untuk lahir kembali di berbagai tempat, termasuk sebagai Indra, rusa ruru atau dengan jalan lainnya, dengan tujuan untuk membimbing makhluk hidup. Dengan jalan ini, [maka] ada tiga tipe dari Nirmanakaya.
Kemudian, ada lagi Nirmanakaya Beraneka Ragam (variegated nirmanakaya), yang metode kemunculannya dalam berbagai bentuk yang dapat menghubungkan para makhluk hidup dengan manfaat dan kebahagiaan, termasuk pil shariram, bunga teratai, permata, makanan, kain, kereta dan lainnya.”
(Gerbang menuju Pengetahuan, Jamgon Mipham)

jika PADMASAMBHAVA = emanasi dari BUDDHA GAUTAMA.... Lantas apakah bisa dianalogikan MASTER LU = emanasi dari BUDDHA GAUTAMA (karena juga bergelar Annutara Samyaksambuddha) ?

Di sini saya tidak mengatakan Grand Master Lu sebagai emanasi daru Guru Padmasambhava. MAksud penjelasan saya di sini adalah setiap Guru Tantra yang mencapai Tingkatan Anuttra Samyaksambodhi dan menjadi Nirmanakaya, tetap bukan merupakan Nirmanakaya Agung seperti Buddha Sakyamuni atau pun Guru Padmasambhava, melainkan Nirmanakaya Inkarnasi karena dalam 1 masa dispensasi Dharma tidak bisa ada 2 Samyak Sambudha Nirmanakaya Agung yang berbeda. Tanda Ke Buddha an yang ada pada Nirmanakaya Inkarnasi juga hanyalah sebagian dari 32 tanda besar dan 80 tanda kecil dari Nirmanakaya Agung dan kuasa yang ditampilkan juga bukanlah kuasa penuh seperti Nirmanakaya Agung

bagaimana dengan statement berikut ini?

 Sakyamuni Budha berkata semenjak masa lampau bahwa Budha dan insan adalah satu dan sama belaka, bukan dua atau 3 hal yang berbeda. Ia juga berkata bahwa semua insan adalah juga Budha. Manusia adalah Budha. Mereka adalah sejenis dan bukan 2 jenis yang berbeda. 
 Saya mengikuti jejak langkah Sakyamuni Budha dengan seksama dalam mempelajari Budhisme. Begitu dekatnya saya dengan nya sehingga dapat merangkul dan menyatu dengan nya. Kami berdua adalah satu belaka. Saya adalah Sakyamuni. Sakyamuni adalah saya.
"LSY"

Apa makna dari kalimat yg di-bold di atas?

Kalimat yang sepert in tidak bisa ditelan mentah - mentah begitu saja. Semua Insan dikatakan Buddha karena semua Insan memiliki benih Ke Buddha an dan semua makhluk bisa mencapai Ke Buddha an (tentu nya dengan proses melatih diri, karena dengan proses Melatih Diri itu lama kelamaan kebijaksanaan kita akan meningkat setahap demi setahap, sehingga pada akhirnya kita dapat memahami jati diri, menyaksikan Buddhata yang sebenar nya tidak berada di luar Diri kita). mengenai ini yang di Bold di dalam Latihan Tantra bila seseornag melaksanakan suatu Latiha, mislanya Sadhana Sakyamuni Buddha, lama - kelamaan ia akan dapat merealisasikan tubuh, Ucapan, dan Pikiran dari Sakyamuni Budda, tetapi bukan berarti ia adalah Samyak Sambuddha Nirmanakaya Agung seperti Sakyamuni Buddha. Dan dikatakan sama sebenar nya bagi berlatih Vajrayana dan sudah dapat merealisasikan tubuh Dharmakaya, memahami Kesunyataan, dan mencapai Pencerahan Agung, Dharmakaya dari semua Buddha dan Bodhisatva adalah sama, tidak ada batasan apa pun yang timbul dari Dualisme pikiran, segala nya adalah Sunya. Bila kata - kata yang seperti ini, memang tidak bisa ditelan begitu saja, karena bila langsung ditelan begitu saja, anda akan merasa aneh, sama seeprti kata - kata Zen, bila ditelan begitu saja, maka akan terasa sangat aneh
ya biasa, kalau begini pastinya main ilmu tafsir =))
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

 

anything