//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.  (Read 1236313 times)

0 Members and 6 Guests are viewing this topic.

Offline Vidyadhara

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 26
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #870 on: 28 July 2010, 08:50:37 PM »
Jadi sampai sejauh ini gw telah membuktikan bahwa ajaran Guru gw sejalan dengan Tripitaka Mahayana.
Pertanyaan berikutnya yang mungkin timbul (sebenarnya ini kaga ada hubungannya dengan guru gw, melainkan berkaitan dengan isi Sutra2 tersebut): Apakah itu mengajarkan kemelekatan? Masalahnya gini. Ada orang2 tertentu yang lebih mudah ditarik ke jalan praktik Dharma dengan cara seperti itu. Ibaratnya anak kecil yang hanya mau tenang jika dikasih permen. Lagipula dengan praktik penjapaan mantra, ia secara tak langsung telah bermeditasi. Lalu dengan membenarkan perilaku sehari2, ia secara tak langsung melatih sila. Demikian sementara penjelasan owe.

maaf saya tidak setuju dg ini.
kalau ingin narik orang, bisa juga selain dengan materi, bisa dengan kesaktian, wanita, alcohol, dll :)
sederhananya, mahayana yg begini bukanlah sahabat dalam dhamma saya, namun tetap sahabat dalam kehidupan sosial.

Sebenar nya materi yang dimaksud di sini cakupan nya lebih sempit dan tentunya tidak bertentangan dengan Sila. Misalnya seorang yang cukup serakah akan harta, menjadi tertarik dengan Ajaran Buddha, karena di dalam Sutra ada Cara untuk mendapatkan rejeki, sehingga ia mulai belajar Dharma. Dari sana setelah mulai belajar, ia akan menjadi sadar bahwa materi memang diperlukan di dunia, tetapi tujuan Utama dari belajar Dharma bukanlah materi, melainkan mencari jalan menuju pembebasan Agung, dengan demikian ia akan mulai melaksankan praktek Bodhictta, dan menapaki jalan menuju Pencerahan. Yang lebih penting lagi ada nya cara untuk mendapatkan rejeki di Sutra Buddhis dan juga berbagai PRactice yang berhubungan dengan rejeki di dalam Ajaran Tantra, sama sekali tidak mengajarkan keserakahan, KArena Practice yang berhubungan dengan Rejeki, misalnya Jambhala tidak akan berhasil bila motivasi nya adalah mendapatkan Rejeki untuk kekayaan pribadi saya, namun akan berhasil, apa bila malksanaknnya dengan motivasi yang benar. Motivasi yang baik adalah, memperoleh Rejeki untuk mendukung Pembabaran Dharma, dan memberikan manfaat bagi makhluk luas
« Last Edit: 28 July 2010, 09:03:15 PM by Vidyadhara »

Offline andrew

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 568
  • Reputasi: 22
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #871 on: 28 July 2010, 11:07:54 PM »

untuk alamat email, gue gak tau, loe cari tau sendiri ...
istri anak sudah terpisah sejak beliau jadi bhiksu, apa perlu dipertanyakan lagi?


kapan menjadi bhiksu ? tahun berapa? siapa yang menahbiskan ?
 
kapan menikahnya ?

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #872 on: 29 July 2010, 10:00:03 AM »
Baik.. Mengikuti saran Sdr. Wizardlaxy. Saya akan menanggapi Kang Dilbert. Tapi ini sudah diulas oleh Shixiong Vidyadhara dengan amat sangat baik. Silakan merefer pada:

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,17326.720.html

Agar penjelasannya tidak dobel2.

Tidak bisa ada 2 orang Samyaksambuddha Nirmanakaya Agung (supreme nirmanakaya) dalam satu masa dispensasi Dharma, dalam 1 sistem tata dunia.
Yang lainnya adalah Nirmanakaya Inkarnasi (Incanated Nirmanakaya) dan Nirmanakaya Inkarnasi (Incanated Nirmanakaya) tidak menampilkan kuasa penuh seperti Nirmanakaya Agung (Supreme Nirmanakaya)


Nirmanakaya Agung berikutnya adalah Samyaksambuddha Maitreya. TIDAK ADA Nirmanakaya Agung lain selama masa di antara Buddha Sakyamuni dan Buddha Maitreya.

“Luar Biasa, sungguh menakjubkan, Nirmanakaya Agung (supreme Nirmanakaya) Guru Rinpoche!”
(Cahaya Kebijaksanaan Oleh Padmasambhava)

Pengecualian adalah bagi Guru Padmasambhava. Beliau muncul dalam masa Buddha Sasana ini dan dianggap sebagai Nirmanakaya Agung. Tapi hal ini tidaklah menjadi masalah. Kenapa?

Karena Padmasambhava adalah emanasi Buddha Sakyamuni sendiri. Dengan kata lain Padmasambhava dan Buddha Sakyamuni itu satu hakekat adanya.

Sang Buddha Sakyamuni berkata dalam Sutra Ramalan Magadha:

“Saya akan wafat untuk mengikis pandangan kekekalan.
Namun setelah dua belas tahun dari sekarang,
untuk mengenyahkan pandangan kemusnahan mutlak,
Saya akan muncul dari sekuntum teratai di danau suci Khosa
Sebagai seorang putra agung menggembirakan sang raja
Dan memutar Roda Dharma makna inti yang tak tertandingi.”

12 tahun berarti 12 abad, dan benar, 12 abad setelah Sang Buddha Parinirvana, Guru Padmasambhava lahir. Buddha Sakyamuni muncul sebagai Guru Padmasambhava di Danau Khosa.

Oleh karena itu Guru Padmasambhava tak lain adalah Buddha Sakyamuni sendiri. Maka dari itu umat Vajrayana Tibetan seringkali mengatakan bahwa Guru Padmasambhava adalah “Buddha-nya Vajrayanis”.

“Dijelaskan secara rinci, Mahabodhi atau Nirmanakaya Agung adalah, sebagai contohnya, yaitu guru kita, Buddha Bhagavan, yang menunjukkan 12 tindakan.”
Nirmanakaya buatan (crafted nirmanakaya) adalah makhluk yang secara ajaib muncul dalam berbagai macam wujud fisik manusia untuk membimbing mereka yang butuh dibimbing…….. Sebagai contoh, seorang Nirmanakaya buatan secara ajaib muncul sebagai manusia yang pergi untuk mengambil vina dari gandharva dengan tujuan untuk mengubah keyakinan Gandharva Sungguh Bahagia.”
Itu dijelaskan dalam istilah pikiran yang memunculkan perwujudan sihir, sebagai contoh hanya muncul dalam wujud pengrajin menurut persepsi mereka yang butuh untuk dibimbing. Beberapa orang mengatakan bahwa representasi wujud tubuh Buddha seharusnya dimasukkan ke dalam kategori Nirmanakaya Buatan (crafted nirmanakaya), tetapi mereka masuk dalam kategori Nirmanakaya Beraneka Ragam (variegate nirmanakaya).
Nirmanakaya inkarnasi (incarnated nirmanakaya) menunjukkan tindakan untuk lahir kembali di berbagai tempat, termasuk sebagai Indra, rusa ruru atau dengan jalan lainnya, dengan tujuan untuk membimbing makhluk hidup. Dengan jalan ini, [maka] ada tiga tipe dari Nirmanakaya.
Kemudian, ada lagi Nirmanakaya Beraneka Ragam (variegated nirmanakaya), yang metode kemunculannya dalam berbagai bentuk yang dapat menghubungkan para makhluk hidup dengan manfaat dan kebahagiaan, termasuk pil shariram, bunga teratai, permata, makanan, kain, kereta dan lainnya.”
(Gerbang menuju Pengetahuan, Jamgon Mipham)

jika PADMASAMBHAVA = emanasi dari BUDDHA GAUTAMA.... Lantas apakah bisa dianalogikan MASTER LU = emanasi dari BUDDHA GAUTAMA (karena juga bergelar Annutara Samyaksambuddha) ?

Di sini saya tidak mengatakan Grand Master Lu sebagai emanasi daru Guru Padmasambhava. MAksud penjelasan saya di sini adalah setiap Guru Tantra yang mencapai Tingkatan Anuttra Samyaksambodhi dan menjadi Nirmanakaya, tetap bukan merupakan Nirmanakaya Agung seperti Buddha Sakyamuni atau pun Guru Padmasambhava, melainkan Nirmanakaya Inkarnasi karena dalam 1 masa dispensasi Dharma tidak bisa ada 2 Samyak Sambudha Nirmanakaya Agung yang berbeda. Tanda Ke Buddha an yang ada pada Nirmanakaya Inkarnasi juga hanyalah sebagian dari 32 tanda besar dan 80 tanda kecil dari Nirmanakaya Agung dan kuasa yang ditampilkan juga bukanlah kuasa penuh seperti Nirmanakaya Agung

Jadi gelar annutara samyamsambuddha yang dicetuskan oleh Master LU berbeda artinya dengan NIRMANAKAYA AGUNG seorang SAMYAKSAMBUDDHA ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #873 on: 29 July 2010, 10:04:01 AM »
Kaynin benar. Gw sangat setuju. Memang kalo kebablasan cari materi bisa jauh dari tujuan akhir tersebut. Itu sangat benar. Oleh karena itu, materi bukan tujuan akhir. Ini juga ditekankan dalam ceramah di vihara gw. Tapi bagi orang yang masih kekurangan materi, mau tidak mau demi mengenyangkan perutnya ia boleh saja berorientasi pada materi. Dengan catatan orang yang gw maksud di sini adalah upasaka dan upasika alias non Bhiksu ataupun Bhiksuni.
Sebagai ilustrasi ada temen gw yang penghasilan pas-pasan. Dia punya isteri dan dua orang anak buat dihidupi. Bagi gw tidak ada masalah kalau dia mau memanfaatkan sadhana Paustika yang ada di dalam Tantrayana. Umpamanya dengan bersadhana Jambhala.
Namun bagi gw yang secara materi berkecukupan (dalam artian tidak berkekurangan, walaupun tidak kaya), gw lebih memanfaatkan sadhana Tantra untuk pelatihan diri. Secara fakta tidak sedikit para penganut aliran gw yang tidak materialistis (mementingkan uang) dan lebih mementingkan pelatihan diri. Sebaliknya gw kira dalam aliran lain yang non Tantra (dalam artian tidak ada sadhana semacam itu) belum tentu hidupnya tidak materialistis.
Jadi semuanya berpulang ke pribadi masing-masing. Bagaimana kita memanfaatkan sadhana2 tersebut. Di dalam teks2 Tantra juga disebutkan bahwa masih ada kekayaan yang akan diperoleh dari menekuni sedhana tersebut, yakni kekayaan spiritual.
Sebagai tambahan, meskipun di dalam Tantra ada sadhana Abhicaruka  pada kenyataannya gw belum pernah denger ada penganut Tantra yang jadi pembunuh karena sadhana tersebut.
OK, saya bisa mengerti kira-kira.
Lalu menurut bro sendiri, mengapa kalau misalnya harta boleh, wanita tidak boleh? Misalnya saja orang memang kesulitan dapat jodoh, boleh juga "dipancing" dengan wanita cantik, bukan? Sebatas, tidak memiliki pasangan "berlebih".

Offline Pariahina

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 314
  • Reputasi: -12
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #874 on: 29 July 2010, 11:19:34 AM »
DARI KACAMATA HUKUM

~周慧芳律師 ~
                                            Oleh Pengacara Zhou Huifang

"Mnenekuni Buddha Dharma demi menyadarkan para insan"
"Hanya menyelamatkan insan tiada menginginkan nama yang fana"
"Tak mencampakkan satu insan pun"
"Inilah nurani yang sejati"

Puisi ini menjelaskan bahwa Buddha Hidup Liansheng tiada membeda bedakan para insan , dengan hati samatha menyelamatkan para insan.
Maka para siswa yang bersarana pada Buddha Hidup Liansheng tidak hanya ada dari berbagai latar belakang, ada yang miskin ada yang kaya, bahkan ada pula seorang terpidana hukuman mati (Keterangan  : yang memutuskan bersarana setelah berada di penjara),berbagai macam oang ada.
Oleh karena itulah, karena terus berpegangan dari tanpa  membedakan dalam menyelamatkan insan, maka diantara para insan yang beraneka ragam dari yang baik sampai yang jahat, tiak bisa dihindari ada beberapa yang justru mencelakai maupun membuat gosip.

Terhadap gosip dan fitnahan, Buddha Hidup Liansheng belum pernah sama sekali tergerak sendiri untuk menjelaskannya, bukan hanya karena beliau mengetahui bahwa kehidupan ini bagaikan mimpi dan tiada keinginan, namun lebih dalam lagi beliau tahu bahwa jika muncul memberikan penjelasan dan mengeluarkan bukti-bukti valid, maka yang akan celaka justru adalah siswa yang membuat gosip dan fitnahan.

Maka dalam menghadapi gosip dan fitnahan , justru beliau ingin melindungi siswa ,  dengan sikap "tak mengungkapkan", beliau berdiri kokoh tak tergoyahkan , tanpa menyimpan dendam dan kemarahan.

bahkan pernah mengatakan :
"Tidak peduli yang memuji maupun memfitnahku, semua adalah berjodoh dengan ku "
"Yang paling saya takutkan adalah jika tidak mengenal saya, orang yang tidak berjodoh dengan saya. Karena tidak berjodoh maka tidak bisa diselamatkan."
Bisa diketahui bahwa beliau tidak peduli bagaimanapun para insan memperlakukan dirinya, beliau hanya peduli bagaimana menyelamatkan tiap insan yang memiliki jodoh mengenal dirinya.

Pada tanggal 3 mei 2008, Buddha Hidup Liansheng membabarkan Dharma di Taiwan, pada tanggal 7 kembali mengalami fitnahan dari oknum media masa tertentu.Walaupun banyak siswa Zhenfozong yang memiliki keteguhan sraddha kepada Buddha Hidup Liansheng, memiliki tekad melindungi guru, merasa jengkel dengan perbuatan media tertentu ini, semua memberikan perlawanan. Namun ada juga beberpa siswa yang tidak memiliki kekuatan membedakan dengan baik, serta dunia luar (termasuk oknum media) yang tidak memahami Buddha Hidup Liansheng, terus memegang teguh pandangan menyimpang tanpa memahami sumber berita dengan baik, justru semakin meluaskan fitnahan.

  Penulis telah melayani di dunia hukum selama lebih dari dua puluh tahun, dalam saat yang bersamaan juga merupakan siswa yang bersarana pada Satyabuddha. Setelah terjadinya kasus fitnahan ini, pasti akan mempertimbangkan, jika saya bukan siswa Satyabuddha dan terhadap fitnahan selalu bertahan supaya “tidak menanggapi.” , kelak bagaimana membedakan antara fakta dengan gossip. Oleh karena itu, saya telah melakukan penelitian ke Vihara Vajragarbha Seattle, dan mempelajari laporan dari oknum media, serta hal hal yang berkaitan dengan fitnahan tahun 1997 yaitu oknum, masalah, waktu, lokasi dan segala halnya, maka saya memutuskan untuk melepaskan sejenak kulit luar saya sebagai siswa yang telah bersarana dan memakai sudut pandang kacamata hukum. Melakukan penelitian dari berbagai sudut pandang dan akhirnya membuat artikel ini yaitu “Pengungkapan Akan Apa Yang Tak Terungkapkan.” , diantara pengungkapan dan tidak terungkapkan, lihatlah saya bagaimana mengungkapkannya.
 
1.   Terlebih Dahulu Saya Jelaskan Aturan Hukum Dalam Menentukan Sebuah Masalah :
      Kebanyakan pada sebuah kasus hukum, jika yang tertuduh memilih tidak menanggapi dakwaan penuntut, hasilnya bukan seperti yang dikira oleh orang awam sebagai “diam berarti mengaku.”, melainkan masih harus menyelidiki bukti bukti yang diajukan oleh penuntut, untuk mempertimbangkan sampai mana dakwaannya bisa dipercaya. Jika prosentase dapat dipercayanya tinggi, maka si terdakwa harus memberikan bukti perlawanan, untuk mematahkan dakwaan. Namun jika sebaliknya, jika tidak ada yang bisa dipercaya dari si penuntut atau prosentase dapat dipercayanya rendah, walau si terdakwa memilih tidak menanggapi, namun tuntutan itu tetap tidak valid.
Maka berdasarkan teori ini, maka bisa dilakukan pengambilan keputusan terhadap kasus wanita bermarga Zhang yang diberitakan lewat media tertentu, lagipula berapa prosentase dapat dipercayanya ?
 
2.   Taman Arama Tantra Satyabuddha 「真佛密苑 - zhenfomiyuan」,sebenarnya tidak Rahasia
   ● Asal Muasal nama Taman Arama Tantra Satyabuddha 「真佛密苑」
   Sumber nama Taman Arama Tantra Satyabuddha adalah berasal dari kata Dharma Tantra Satyabuddha 「真佛密法 – zhenfo mifa」. Oleh karena itu kata 「密 - mi」disini bukan berarti rahasia atau misterius, melainkan dari kata Dharma Tantra(密法 – mifa).
Seperti halnya dengan tempat ibadah untuk pembabaran Dharma Tantra dari aliran Gelugpa , sebagai Pusat Studi Tantrayana (密乘學院 – Michengxueyuan) dan Tempat Pendidikan Tertinggi (最高學府-zuigao xuefu) yang digunakan sebagai mendalami Tantrayana , juga disebut sebagai Arama Tantra Bagian Atas (上密院 -shangmiyuan) dan Arama Tantra Bagian Bawah (下密院 - xiamiyuan), jadi jangan samopai Anda berkhayal hanya karena kata Arama Tantra (密苑 - Miyuan).

   ● Tiap Bagian Arama Tantra Satyabuddha 「真佛密苑 – zhenfomiyuan 」Bukanlah Rahasia

   Dulu Arama Tantra Satyabuddha pernah dibuka untuk umum, bahkan boleh sembarangan mengambil potret di dalamnya, bahkan isi dalam dan tiap sudutnya sudah sangat dikenal oleh banyak siswa. Oleh karena itu alibi bahwa wanita bermarga Zhang itu mengenal isi dalam tiap sudut dari Arama Tantra Satyabuddha tidak bisa dianggap sebagai bukti kuat dan istimewa.
Mengenai, tuduhan bahwa dalam kantor Liansheng Huofo  ada sebuah ranjang dan diatas ranjang ada patung wanita telanjang dan lain sebagainya, ini semua bisa dibantah dengan video dokumentasi yang pernah dibuat oleh tim dokumentasi , bahkan Bhiksu Biyan (璧燕法師)  yang telah bertanggung jawab untuk merapikan kantor Liansheng Huofo selama puluhan tahun bisa bersaksi bahwa sebagian besar penuturan (dari wanita bermarga zhang) adalah omong kosong. 


   ● Fungsi Arama Tantra Satyabuddha 「真佛密苑 - zhenfomiyuan」:
   Meskipun dulu Arama Tantra Satyabuddha pernah menjadi tempat tinggal Mahaguru Liansheng, namun sejak 22 tahun yang lampau (terhitung dari 2008)tempat tinggal Mahaguru Liansheng telah berpindah tempat, bahkan telah menjadikan dan merombak total Arama Tantra Satyabuddha 「真佛密苑 – zhenfomiyuan 」sebagai kantor resmi dari True Buddha Foundation, dimana setiap pukul Sembilan pagi sampai sore pukul enam selalu ada para Acarya, biksu serta para sukarelawan (umat) yang keluar masuk beraktivitas di sana. Dikarenakan fungsi utamanya adalah sebagai pusat korespondensi, sedangkan setiap sabtu dijadikan sebagai tempat konsultasi (dimana selalu banyak umat berkumpul dan  mengantri). Kemudian sejak bulan April 1994, ada Vajracarya Lian Ning sebagai pengelola segala hal di dalam Arama Tantra (密苑 – miyuan).

   ●   Berdasarkan Tata Letak , Ada Beberapa Hal Kemustahilan Wanita Bermarga Zhang Untuk Sendirian Keluar Masuk Arama Tantra Satyabuddha「真佛密苑 – zhenfomiyuan 」

   1.   Kemustahilan Dari Lokasi Luar :
Dua sisi dari Vihara Vajragarbha Seattle, di empat sisinya terdapat jendela dan  tidak ada pagar tembok yang mengelilingi. Dari dalam melihat keluar ada delapan jendela dimana bisa leluasa mengawasi keluar masuknya orang hanya dengan satu pandangan. Sedangkan Arama Tantra Satyabuddha(真佛密苑 – zhenfomiyuan) didirikan di sisi naga dari (depan) Vihara Vajragarbha Seattle, sedangkan samping dari Arama Tantra adalah asrama bagi Acarya wanita, biksuni dan siswa wanita yang melakukan pendaftaran(ijin menumpang). Sedangkan banguan keempat dari sisi macan Vihara saat ini adalah perpustakaan dan ruang makan, yang saat itu adalah asrama bagi Acarya pria, biksu dan umat pria yang melakukan pendaftaran (ijin menumpang) ;Sisanya adalah rumah tinggal biasa yang saat itu bukan milik vihara.
Jadi delapan bangunan masing-masing berderet di dua sisi, masing-masing memiliki jendela di empat sisinya dan saling berhadapan, bila dihubungkan dengan vihara menjadi berbentuk huruf “U”. Sehingga tiap pagi akan ada para Acarya, biksu biksuni dan para umat yang berjalan di satu jalan (tengah), semua akses keluar masuk adalah terbuka, sedangkan Arama Tantra (密苑 – miyuan) sendiri dengan otomatis merupakan tempat yang harus dilalui setiap orang-orang hendak berjalan menuju vihara. Sehingga penuturan dari wanita bermarga Zhang yang mengaku bahwa dia masuk ke Arama Tantra dengan sendirian dan pribadi , sangat tidak mungkin bila ditinjau dari kondisi lingkungan luar. 
2.   Kemustahilan Dari Segi Waktu :
Berdasarkan peraturan dalam vihara, para siswa yang mendaftar untuk menetap termasuk para Acarya dan biksu, semua harus melakukan aktivitas dengan waktu kerja dan istirahat sesuai dengan yang ditentukan oleh vihara. Setiap pagi pukul tujuh semua harus berkumpul di vihara, pukul setengah delapan pagi mulai puja bakti pagi, kira-kira satu jam kemudian baru makan pagi bersama. Para siswa di asrama bila tidak bisa mengikuti acara, demi memudahkan pengaturan, harus melapor pada biksu yang bertanggung jawab untuk mengabsen, serta memberitahukan alasan dan lokasi tujuan.
Berdasarkan wawancara kepada Biksu Lianlian (蓮漣法師 – Lianlian Fashi) yang saat itu bertugas mengabsen, ketahuan bahwa wanita bermarga Zhang itu tidak menetap selama dua tahun di asrama vihara , melainkan hanya pada waktu yang tidak tetap,ini adalah poin yang pertama.
Sedangkan pada hari dimana wanita bermarga Zhang ini menetap di asrama, menurut penuturan biksu, mereka ingat sekali bahwa wanita bermarga zhang ini tidak pernah absen di puja bakti pagi , juga sama sekali tidak pernah bergerak sendirian, ini adalah poin kedua.
Terlebih menurut penuturan biksu Lianlian (蓮漣法師) yang saat itu bertanggung jawab menjaga pintu Arama Tantra (密苑 – miyuan) , juga terbukti bahwa pada saat itu Mahaguru Liansheng tidak menetap di Arama Tantra (密苑 – Miyuan) , sedangkan waktu bekerja dari Mahaguru di ruangan kantor Arama Tantra adalah pagi hari pukul delapan lebih lima puluh menit sampai sekitar pukul Sembilan lebih lima belas menit (pagi).
 Sedangkan pagi hari sekitar pukul tujuh, Mahaguru tidak mungkin berada di Arama Tantra ,ini poin yang ketiga.
Sedangkan saat Mahaguru mengendarai mobil melewati jalan di tengah yang dikitari bangunan berbentuk “U”, semua siswa, biksu dan para Acarya bisa melihatnya, maju mendekat untuk bersujud dan menyambut. Jadi tidak mungkin Beliau bisa keluar masuk bersama satu orang tanpa diketahui oleh siapapun, ini adalah poin ke empat.
Terlebih di Arama Tantra ada petugas yang mengurusi kunci, sedangkan wanita bermarga Zhang itu tidak memiliki kunci, bagaimana cara dia keluar masuk Arama tanpa menggunakan kunci ? ini adalah poin kelima.
Dari beberapa hal di atas, sangat tidak mungkin wanita bermarga Zhang itu bisa masuk sendirian pada pukul tujuh lima belas (pagi). Ini adalah kemustahilan dari segi waktu.

3. Kemustahilan Dari Segi Prosedural :
Menurut penuturan Vajracarya Lian Ning yang bertanggung jawab untuk mengurusi segala kegiatan di Arama Tantra (密苑 – Miyuan) , Mahaguru Liansheng dalam menerima siswa yang berkonsultasi, sejak dulu selalu perlu melewati proses pendaftaran terlebih dahulu  dan dilakukan persiapan waktu; Apalagi saat konsultasi selain Mahaguru sendiri, disamping Beliau selalu ada pendamping yang berada di lokasi. Tahun 1997, Vajracarya Lian Ning lah yang bertanggung jawab menjadi pendamping, jika tidak bisa mendampingi maka akan ada Vajracarya Changzhi (常智上師- changzhi shangshi) dan lainnya yang akan menggantikan. Berdasarkan prosedur ini, siswa tidak mungkin ada kesempatan bersama sendirian secara pribadi dengan Mahaguru Liansheng.
Bagaimana mungkin wanita bermarga Zhang ini bisa bersama secara pribadi ?

Dari fakta ini bisa diketahui bahwa penuturan wanita bermarga Zhang adalah termasuk kemustahilan.


Dengan mengumpulkan fakta dari berbagai sudut pandang seperti diatas, penuturan dari wanita bermarga Zhang bahwa dia masuk sendirian ke Arama Tantra pada pagi hari adalah tidak mungkin dan tidak dapat dibuktikan.

 
3.   Yang Terakhir Adalah Mengenai Waktu Pemberitahuan Kasus
   ●   Pengumuman dari Mahaguru Liansheng untuk bertapa sama sekali tidak ada hubungannya dengan dakwaan dari wanita bermarga Zhang, diantaranya bahkan tidak ada hubungan sebab dan akibatnya.

   Sejak tahun 2000 awal Mahaguru Liansheng telah memasuki separuh pertapaan,tidak lagi menetap di Seattle. Agustus 2000 pada Upacara Kalacakra di Hongkong, setelah Mahaguru Liansheng mengumukan hidup pertapaan,  kemudian baru memasuki pertapaan.
Sedangkan tuntutan hukum dari wanita bermarga Zhang adalah dimulai di akhir tahun 2000, Vihara Vajragarbha Seattle baru memperoleh pemberitahuan. Ditinjau dari segi urutan waktu, keduanya sama sekali tidak ada hubungannya.

   ● Tuntutan Hukum Yang Dilaporkan Oleh Wanita Bermarga Zhang Ada Dua Hal.
Hasilnya Juga Bukan Berakhir Tanpa Kepastian.

Tahun 2000, wanita bermarga Zhang tidak hanya membuat tuntutan kepada Mahaguru Liansheng, melainkan juga mengeluarkan tuntutan minta ganti rugi atas kerugian yang ditimbulkan oleh dana makan dan menetap yang tidak sepadan dengan penjagaan yang tidak maksimal dari Vihara Vajragarbha Seattle pada masa dia menetap di sana.
   也對住宿期間供其吃住之西雅圖雷藏寺以照顧不周為由,提出訴訟請求損害賠償。Mengenai tuntutan kepada Vihara Vajragarbha Seattle, dia telah melakukannya tiga kali dan hampir mendekati lama waktu empat tahun, dan ketiga tuntutan itu ditolak dan ditetapkan sebagai kehilangan gugatan.
Mengenai tuntutan pada Mahaguru Liansheng, laporan dia tidak dimasukan dengan sesuai dengan prosedur hukum yang benar di amerika, selain itu laporan ini juga dipisahkan menjadi dua laporan yang berbeda dengan tuntutan dia kepada Vihara Vajragarbha Seattle.Karena bagian ini telah berhenti bertahun tahun dengan tanpa bisa masuk, serta pengacara dari wanita bermarga Zhang menariknya kembali, maka kedua kasus itu telah berakhir pada tahun 2004. 
Hal ini bisa diketahui dari surat yang diterbitkan oleh Gregory S. Worden Lawyer , selain itu bukti bahwa wanita bermarga zhang ini telah divonis lose a lawsuit, bisa dilihat di : website dari : Find Law for Legal Professionals (http://lp.findlaw.com) Oleh karena itu hasilnya bukan sperti yang dituturkan oleh wanita bermarga Zhang sebagai “Berakhir Tanpa Kepastian.”


   ●   Uang Penyelesaian 10ribu US Dollar dikeluarkan oleh Vihara (Untuk Kasus Tuntutan Pada Vihara) , Dimana Ini Tidak Ada Hubungannya Dengan Tuntutan Pada Mahaguru Liansheng.

   Oleh karena tuntutan yang diterbitkan oleh Pengacara dari Amerika, Robert B. Gould, ia mengusulkan supaya pihak vihara dan wanita bermarga zhang mencoba jalan damai, dengan cara membayar uang sejumlah 10ribu US dollar sebagai pengganti uang pengacara dan lain sebagainya. Saat itu, karena pimpinan vihara Vajracarya Dehui (德輝上師) menghormati usul dari pengacara dan menyerahkan semua untuk dibereskan pengacara.
Namun, karena wanita bermarga zhang tidak ada respon, maka perdamaian itu tidak terjadi. Akhirnya pihak vihara juga memenangkan tiga kali tuntutan dari wanita bermarga Zhang (Baca diatas, bahwa kasus tuntutan pada vihara ini adalah kasus yang berlainan dengan tuntutan pada Mahaguru Liansheng). 
Berdasarkan penuturan Vajracarya Dehui , saat terbitnya tuntutan itu , satu kasus dibagi menjadi dua. Semuanya diurus oleh pengacara yang ditetapkan  oleh pihak vihara  sendiri , sedangkan ini tidak ada hubungannaya dengan Mahaguru LIansheng karena pada saat itu Beliau sedang bertapa, bahkan sama sekali tidak tahu menahu mengenai perdamaian kasus yang dikeluarkan oleh pihak vihara.
Namun kemudian, karena pihak vihara pernah mengeluarkan usul perdamaian, maka hal ini digunakan sebagai alat mengacaukan fakta demi mendukung kebohongan wanita bermarga Zhang tersebut. Setelah hal ini diketahui oleh pengacara Robert B. Gould, maka dia sempat mengutrakan perasaan menyesal dan mohon maaf kepada pihak vihara (atas usulnya yang akhirnya digunakansebagai alat pendukung kebohongan wanita tersebut).
Hitam dan putih , benar dan salah tidak mudah diputar balikan, jika kita mau dengan sungguh hati mendalami dan mengamati dengan jeli akan isi dakwaan, sesungguhnya tanpa di lawan pun akan bisa terpatahkan dengan sendirinya.


  Penulis dengan pengetahuan sebagai ahli hukum dan banyak pengalaman menangani berbagai kasus , meneliti laporan dari sebuah oknum media, dari hasil ini, tentunya para pembaca yang budiman bisa mengetahui mana yang palsu mana yang asli, sampai dimana penuturan si pendakwa bisa dipercaya.

Offline Pariahina

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 314
  • Reputasi: -12
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #875 on: 29 July 2010, 11:24:06 AM »
Akang Kaynin. Mungkin istilah yang paling tepat bukanlah "memancing." Tetapi para insan di dunia ini memang memiliki banyak permasalahan, salah satu di antaranya adalah "perjodohan." Oleh karena itu di dalam Tantra ada SAdhana Vasikarana. Dengan demikian, para insan yang memiliki masalah "relasi dengan orang lain," dimana "perjodohan" adalah salah satu di antaranya dapat ditolong. Terlepas dari efektif atau tidaknya sadhana semacam. Kendati demikian, sadhana apapun dalam Tantrayana hendaknya tidak didasari oleh keserakahan, kebencian, ataupun pandangan salah.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #876 on: 29 July 2010, 11:32:17 AM »
Baik.. Mengikuti saran Sdr. Wizardlaxy. Saya akan menanggapi Kang Dilbert. Tapi ini sudah diulas oleh Shixiong Vidyadhara dengan amat sangat baik. Silakan merefer pada:

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,17326.720.html

Agar penjelasannya tidak dobel2.

Tidak bisa ada 2 orang Samyaksambuddha Nirmanakaya Agung (supreme nirmanakaya) dalam satu masa dispensasi Dharma, dalam 1 sistem tata dunia.
Yang lainnya adalah Nirmanakaya Inkarnasi (Incanated Nirmanakaya) dan Nirmanakaya Inkarnasi (Incanated Nirmanakaya) tidak menampilkan kuasa penuh seperti Nirmanakaya Agung (Supreme Nirmanakaya)


Nirmanakaya Agung berikutnya adalah Samyaksambuddha Maitreya. TIDAK ADA Nirmanakaya Agung lain selama masa di antara Buddha Sakyamuni dan Buddha Maitreya.

“Luar Biasa, sungguh menakjubkan, Nirmanakaya Agung (supreme Nirmanakaya) Guru Rinpoche!”
(Cahaya Kebijaksanaan Oleh Padmasambhava)

Pengecualian adalah bagi Guru Padmasambhava. Beliau muncul dalam masa Buddha Sasana ini dan dianggap sebagai Nirmanakaya Agung. Tapi hal ini tidaklah menjadi masalah. Kenapa?

Karena Padmasambhava adalah emanasi Buddha Sakyamuni sendiri. Dengan kata lain Padmasambhava dan Buddha Sakyamuni itu satu hakekat adanya.

Sang Buddha Sakyamuni berkata dalam Sutra Ramalan Magadha:

“Saya akan wafat untuk mengikis pandangan kekekalan.
Namun setelah dua belas tahun dari sekarang,
untuk mengenyahkan pandangan kemusnahan mutlak,
Saya akan muncul dari sekuntum teratai di danau suci Khosa
Sebagai seorang putra agung menggembirakan sang raja
Dan memutar Roda Dharma makna inti yang tak tertandingi.”

12 tahun berarti 12 abad, dan benar, 12 abad setelah Sang Buddha Parinirvana, Guru Padmasambhava lahir. Buddha Sakyamuni muncul sebagai Guru Padmasambhava di Danau Khosa.

Oleh karena itu Guru Padmasambhava tak lain adalah Buddha Sakyamuni sendiri. Maka dari itu umat Vajrayana Tibetan seringkali mengatakan bahwa Guru Padmasambhava adalah “Buddha-nya Vajrayanis”.

“Dijelaskan secara rinci, Mahabodhi atau Nirmanakaya Agung adalah, sebagai contohnya, yaitu guru kita, Buddha Bhagavan, yang menunjukkan 12 tindakan.”
Nirmanakaya buatan (crafted nirmanakaya) adalah makhluk yang secara ajaib muncul dalam berbagai macam wujud fisik manusia untuk membimbing mereka yang butuh dibimbing…….. Sebagai contoh, seorang Nirmanakaya buatan secara ajaib muncul sebagai manusia yang pergi untuk mengambil vina dari gandharva dengan tujuan untuk mengubah keyakinan Gandharva Sungguh Bahagia.”
Itu dijelaskan dalam istilah pikiran yang memunculkan perwujudan sihir, sebagai contoh hanya muncul dalam wujud pengrajin menurut persepsi mereka yang butuh untuk dibimbing. Beberapa orang mengatakan bahwa representasi wujud tubuh Buddha seharusnya dimasukkan ke dalam kategori Nirmanakaya Buatan (crafted nirmanakaya), tetapi mereka masuk dalam kategori Nirmanakaya Beraneka Ragam (variegate nirmanakaya).
Nirmanakaya inkarnasi (incarnated nirmanakaya) menunjukkan tindakan untuk lahir kembali di berbagai tempat, termasuk sebagai Indra, rusa ruru atau dengan jalan lainnya, dengan tujuan untuk membimbing makhluk hidup. Dengan jalan ini, [maka] ada tiga tipe dari Nirmanakaya.
Kemudian, ada lagi Nirmanakaya Beraneka Ragam (variegated nirmanakaya), yang metode kemunculannya dalam berbagai bentuk yang dapat menghubungkan para makhluk hidup dengan manfaat dan kebahagiaan, termasuk pil shariram, bunga teratai, permata, makanan, kain, kereta dan lainnya.”
(Gerbang menuju Pengetahuan, Jamgon Mipham)

jika PADMASAMBHAVA = emanasi dari BUDDHA GAUTAMA.... Lantas apakah bisa dianalogikan MASTER LU = emanasi dari BUDDHA GAUTAMA (karena juga bergelar Annutara Samyaksambuddha) ?

Di sini saya tidak mengatakan Grand Master Lu sebagai emanasi daru Guru Padmasambhava. MAksud penjelasan saya di sini adalah setiap Guru Tantra yang mencapai Tingkatan Anuttra Samyaksambodhi dan menjadi Nirmanakaya, tetap bukan merupakan Nirmanakaya Agung seperti Buddha Sakyamuni atau pun Guru Padmasambhava, melainkan Nirmanakaya Inkarnasi karena dalam 1 masa dispensasi Dharma tidak bisa ada 2 Samyak Sambudha Nirmanakaya Agung yang berbeda. Tanda Ke Buddha an yang ada pada Nirmanakaya Inkarnasi juga hanyalah sebagian dari 32 tanda besar dan 80 tanda kecil dari Nirmanakaya Agung dan kuasa yang ditampilkan juga bukanlah kuasa penuh seperti Nirmanakaya Agung

bagaimana dengan statement berikut ini?

 Sakyamuni Budha berkata semenjak masa lampau bahwa Budha dan insan adalah satu dan sama belaka, bukan dua atau 3 hal yang berbeda. Ia juga berkata bahwa semua insan adalah juga Budha. Manusia adalah Budha. Mereka adalah sejenis dan bukan 2 jenis yang berbeda. 
 Saya mengikuti jejak langkah Sakyamuni Budha dengan seksama dalam mempelajari Budhisme. Begitu dekatnya saya dengan nya sehingga dapat merangkul dan menyatu dengan nya. Kami berdua adalah satu belaka. Saya adalah Sakyamuni. Sakyamuni adalah saya.
"LSY"

Apa makna dari kalimat yg di-bold di atas?

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline 4DMYN

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 428
  • Reputasi: -4
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #878 on: 29 July 2010, 12:17:52 PM »

bagaimana dengan statement berikut ini?

 Sakyamuni Budha berkata semenjak masa lampau bahwa Budha dan insan adalah satu dan sama belaka, bukan dua atau 3 hal yang berbeda. Ia juga berkata bahwa semua insan adalah juga Budha. Manusia adalah Budha. Mereka adalah sejenis dan bukan 2 jenis yang berbeda. 
 Saya mengikuti jejak langkah Sakyamuni Budha dengan seksama dalam mempelajari Budhisme. Begitu dekatnya saya dengan nya sehingga dapat merangkul dan menyatu dengan nya. Kami berdua adalah satu belaka. Saya adalah Sakyamuni. Sakyamuni adalah saya.
"LSY"

Apa makna dari kalimat yg di-bold di atas?

dalam Sutra Pencapaian Kebuddhaan yang tak terbayangkan, Manjushri juga mengatakan hal yang serupa. dimana Manjushri bisa memasuki nibbana, mencapai ke-Buddha-an, dsb dan keluar lagi darinya.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #879 on: 29 July 2010, 01:03:46 PM »

bagaimana dengan statement berikut ini?

 Sakyamuni Budha berkata semenjak masa lampau bahwa Budha dan insan adalah satu dan sama belaka, bukan dua atau 3 hal yang berbeda. Ia juga berkata bahwa semua insan adalah juga Budha. Manusia adalah Budha. Mereka adalah sejenis dan bukan 2 jenis yang berbeda. 
 Saya mengikuti jejak langkah Sakyamuni Budha dengan seksama dalam mempelajari Budhisme. Begitu dekatnya saya dengan nya sehingga dapat merangkul dan menyatu dengan nya. Kami berdua adalah satu belaka. Saya adalah Sakyamuni. Sakyamuni adalah saya.
"LSY"

Apa makna dari kalimat yg di-bold di atas?

dalam Sutra Pencapaian Kebuddhaan yang tak terbayangkan, Manjushri juga mengatakan hal yang serupa. dimana Manjushri bisa memasuki nibbana, mencapai ke-Buddha-an, dsb dan keluar lagi darinya.


jadi menurut anda Sakyamuni=Manjushri=LSY?

Offline 4DMYN

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 428
  • Reputasi: -4
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #880 on: 29 July 2010, 01:19:26 PM »

bagaimana dengan statement berikut ini?

 Sakyamuni Budha berkata semenjak masa lampau bahwa Budha dan insan adalah satu dan sama belaka, bukan dua atau 3 hal yang berbeda. Ia juga berkata bahwa semua insan adalah juga Budha. Manusia adalah Budha. Mereka adalah sejenis dan bukan 2 jenis yang berbeda. 
 Saya mengikuti jejak langkah Sakyamuni Budha dengan seksama dalam mempelajari Budhisme. Begitu dekatnya saya dengan nya sehingga dapat merangkul dan menyatu dengan nya. Kami berdua adalah satu belaka. Saya adalah Sakyamuni. Sakyamuni adalah saya.
"LSY"

Apa makna dari kalimat yg di-bold di atas?

dalam Sutra Pencapaian Kebuddhaan yang tak terbayangkan, Manjushri juga mengatakan hal yang serupa. dimana Manjushri bisa memasuki nibbana, mencapai ke-Buddha-an, dsb dan keluar lagi darinya.


jadi menurut anda Sakyamuni=Manjushri=LSY?
menurut saya seorang Buddha itu dapat berada dalam semua tingkatan tanpa batas. mungkin saja hal itu bisa terjadi.

kutipan:
http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=11963.0

1. Subhuti bertanya, "Apakah kamu seorang Sravaka, seorang Pratyekabuddha, atau seorang Yang Berharga, seorang Samyaksambuddha? "
"Aku adalah seorang Sravaka, tetapi pemahamanku tidak datang melalui perkataan orang lain. Aku seorang Pratyekabuddha, tetapi aku tidak melepaskan belas kasihan ataupun takut dengan apa pun. Aku seorang Yang Berharga, seorang Samyaksambuddha, tetapi aku masih belum meninggalkan ikrar-ikrarku yang semula."

2. Subhuti bertanya, "Mengapa kamu adalah seorang Sravaka?"
"Karena aku menyebabkan makhluk-makhluk mendengarkan Dharma yang belum pernah mereka dengar."
3. "Mengapa kamu adalah seorang Pratyekabuddha? "
"Karena aku sepenuhnya memahami sebab akibat yang saling bergantungan dari semua dharma."

4. "Mengapa kamu adalah seorang Yang Berharga, seorang Samyaksambuddha? "
"Karena aku menyadari bahwa semua benda adalah sama di dalam Dharmadhatu. "

5. Subhuti bertanya, "Manjusri, dalam tingkat apakah kamu sebenarnya berdiam?"
"Aku berdiam dalam setiap tingkat."
6. Subhuti bertanya, "Mungkinkah bahwa kamu juga berdiam dalam tingkat orang biasa?"
Manjusri berkata, "Aku tentu saja berdiam dalam tingkat orang biasa."
7. Subhuti bertanya, "Dengan sebab mendalam apakah kamu berkata demikian?"
"Aku berkata demikian karena semua dharma adalah sama secara alamiah."
Subhuti bertanya, "Jika semua dharma adalah sama, di manakah dharma seperti tingkat dari para Sravaka, para Pratyekabuddha, para Bodhisattva, dan para Buddha dikembangkan? "
Manjusri menjawab, "Sebagai gambaran, pikirkanlah tentang angkasa kosong di sepuluh arah. Orang-orang mengatakan angkasa sebelah timur, angkasa sebelah selatan, angkasa sebelah barat, angkasa sebelah utara, empat angkasa di antaranya, angkasa sebelah atas, angkasa sebelah bawah, dan seterusnya. Perbedaan ini diucapkan, walaupun angkasa kosong itu sendiri tanpa perbedaan-perbedaan . Dengan cara yang sama, Yang Mulia, tingkat-tingkat yang berbeda dikembangkan di dalam kekosongan dari semua benda, walaupun kekosongan itu sendiri tanpa perbedaan."

8. Subhuti bertanya, "Apakah kamu telah memasuki realisasi Kearahatan dan selamanya terbebas dari samsara?"
"Aku telah memasukinya dan keluar darinya."
Subhuti bertanya, "Mengapa kamu keluar darinya setelah kamu memasukinya? "
Manjusri menjawab, "Yang Mulia, anda harus mengetahui bahwa ini adalah perwujudan dari kebijaksanaan dan kearifan seorang Bodhisattva. Ia sesungguhnya memasuki realisasi Kearahatan dan terbebas dari samsara; kemudian, sebagai cara untuk menyelamatkan makhluk-makhluk, ia keluar dari realisasi itu. Subhuti, misalkan seorang pemanah yang ahli merencanakan untuk melukai musuh bebuyutannya, tetapi, karena salah menyangka putra kesayangannya di dalam hutan sebagai musuh, ia menembakkan panah padanya. Putranya berkata, ‘Aku tidak melakukan kesalahan apa pun. Mengapa ayah ingin melukaiku?’ Seketika itu juga, sang pemanah, yang berlari dengan cepat, mendorong putranya dan menangkap panah itu sebelum ia melukai seseorang. Seorang Bodhisattva adalah seperti ini: untuk melatih dan membimbing para Sravaka dan para Pratyekabuddha, ia memasuki Nirvana; tetapi, ia keluar darinya dan tidak jatuh ke tingkat Sravaka dan Pratyekabuddha. Itulah mengapa tingkat Bodhisattva disebut tingkat Buddha."

9. Subhuti bertanya, "Bagaimana seorang Bodhisattva mencapai tingkat ini?"
Manjusri menjawab, "Jika para Bodhisattva berdiam dalam semua tingkat dan juga tidak berdiam di mana-mana, mereka dapat mencapai tingkat ini."
"Jika mereka dapat mengajar pada semua tingkat tetapi tidak berdiam di tingkat yang lebih rendah, mereka dapat mencapai tingkat Buddha ini."
"Jika mereka menjalankan praktek dengan tujuan mengakhiri penderitaan semua makhluk, tetapi menyadari tidak ada akhir di dalam Dharmadhatu; jika mereka berdiam di dalam yang tidak berkondisi, tetapi melakukan perbuatan-perbuatan yang berkondisi; jika mereka tetap berada dalam samsara, tetapi menganggapnya sebagai sebuah taman dan tidak mencari Nirvana sebelum semua ikrar mereka terpenuhi - maka mereka dapat mencapai tingkat ini."
"Jika mereka menyadari ketanpa-akuan, tetapi membawa makhluk-makhluk pada kedewasaan, mereka dapat mencapai tingkat ini."
"Jika mereka mencapai kebijaksanaan Buddha tetapi tidak membangkitkan kemarahan atau kebencian terhadap mereka yang kurang bijaksana, mereka dapat mencapai tingkat ini."
"Jika mereka menjalankan praktek dengan memutar roda Dharma bagi mereka yang mencari Dharma tetapi tidak membuat perbedaan di antara benda-benda, mereka dapat mencapai tingkat ini."
"Lebih lanjut, jika para Bodhisattva menaklukkan para setan tetapi mengambil bentuk sebagai empat setan, mereka dapat mencapai tingkat ini."
« Last Edit: 29 July 2010, 01:21:02 PM by 4DMYN »

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #881 on: 29 July 2010, 01:32:50 PM »
Quote
4. "Mengapa kamu adalah seorang Yang Berharga, seorang Samyaksambuddha? "
"Karena aku menyadari bahwa semua benda adalah sama di dalam Dharmadhatu. "

ini sih mengenai nilai*, seorang Buddha tidak melihat lebih tinggi atau lebih rendah (ataupun sama) sesuatu dalam artian seorang Buddha tidak membeda2kan.
namun dalam pengenalan objek jelas seorang Buddha masih bisa membedakan mana yg Sariputra mana yg Ananda, mana pria mana wanita, mana Sakyamuni, mana Buddha dari kosmos lain.
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #882 on: 29 July 2010, 01:37:46 PM »
Quote
4. "Mengapa kamu adalah seorang Yang Berharga, seorang Samyaksambuddha? "
"Karena aku menyadari bahwa semua benda adalah sama di dalam Dharmadhatu. "

ini sih mengenai nilai*, seorang Buddha tidak melihat lebih tinggi atau lebih rendah (ataupun sama) sesuatu dalam artian seorang Buddha tidak membeda2kan.
namun dalam pengenalan objek jelas seorang Buddha masih bisa membedakan mana yg Sariputra mana yg Ananda, mana pria mana wanita, mana Sakyamuni, mana Buddha dari kosmos lain.

Bro 4DMYN,
apakah ketika LSY mengaku bahwa "Sakyamuni adalah saya", ia mengatakannya dalam konteks yg sama seperti Manjushri dalam kutipan di atas?

Offline 4DMYN

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 428
  • Reputasi: -4
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #883 on: 29 July 2010, 01:59:27 PM »
Quote
4. "Mengapa kamu adalah seorang Yang Berharga, seorang Samyaksambuddha? "
"Karena aku menyadari bahwa semua benda adalah sama di dalam Dharmadhatu. "

ini sih mengenai nilai*, seorang Buddha tidak melihat lebih tinggi atau lebih rendah (ataupun sama) sesuatu dalam artian seorang Buddha tidak membeda2kan.
namun dalam pengenalan objek jelas seorang Buddha masih bisa membedakan mana yg Sariputra mana yg Ananda, mana pria mana wanita, mana Sakyamuni, mana Buddha dari kosmos lain.

Bro 4DMYN,
apakah ketika LSY mengaku bahwa "Sakyamuni adalah saya", ia mengatakannya dalam konteks yg sama seperti Manjushri dalam kutipan di atas?
Demikianlah... karena pencapaian ke-Buddha-an itu bukanlah didapatkan dari belajar , bertumbuh/berkembang. Oleh karena tidak ada yang bertumbuh dan berkembang, bagaimana mungkin ada tingkatan- tingkatan dalam pencapaian jalan menuju ke-Buddha-an?.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #884 on: 29 July 2010, 02:06:31 PM »
Quote
4. "Mengapa kamu adalah seorang Yang Berharga, seorang Samyaksambuddha? "
"Karena aku menyadari bahwa semua benda adalah sama di dalam Dharmadhatu. "

ini sih mengenai nilai*, seorang Buddha tidak melihat lebih tinggi atau lebih rendah (ataupun sama) sesuatu dalam artian seorang Buddha tidak membeda2kan.
namun dalam pengenalan objek jelas seorang Buddha masih bisa membedakan mana yg Sariputra mana yg Ananda, mana pria mana wanita, mana Sakyamuni, mana Buddha dari kosmos lain.

Bro 4DMYN,
apakah ketika LSY mengaku bahwa "Sakyamuni adalah saya", ia mengatakannya dalam konteks yg sama seperti Manjushri dalam kutipan di atas?
Demikianlah... karena pencapaian ke-Buddha-an itu bukanlah didapatkan dari belajar , bertumbuh/berkembang. Oleh karena tidak ada yang bertumbuh dan berkembang, bagaimana mungkin ada tingkatan- tingkatan dalam pencapaian jalan menuju ke-Buddha-an?.


apakah anda juga setuju jika dikatakan LSY=batu=pohon=kotoran? tentu dalam konteks di atas juga

 

anything