Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Topik Buddhisme => Buddhisme dengan Agama, Kepercayaan, Tradisi dan Filsafat Lain => Topic started by: johan3000 on 21 July 2010, 05:55:25 PM

Title: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 21 July 2010, 05:55:25 PM
Kalau dilihat dari marketing, udah tentu LSY (Lu Sheng Yen) yg juga dipanggil GRAND MASTER LU pintar memilih brand image. Dimana Buddha Gautama yg udah Parinibana ribuan tahun yg lalu, LSY menawarkan LIVING BUDDHA. Begitu juga banyak sekolah2 Buddhist hanya memakai nama2 umum. LSY lagi2 mendeclarasikan TRUE Buddha School. (TBS)

Jadi dari contoh2 diatas, ada saja dehh yg dpt kita pelajarin dari orang lain....(hahhaaa)

Seorang Buddha memiliki tanda2** (spt telinganya panjang)... Nah gw lihat LSY koq telinganya gak panjang ya ? begitu juga kepalanya gak ada gundukan. Bila dicocok-cocokan dgn tanda2 seorang Buddha, sebenarnya LSY mendptkan nilai berapa ya ? apa beda Master dan Grand Master ?

Banyak lagi deh pertanyaan2 seputar marketing, dll... tapi silahkan member2 berpartisipasi. Hal2 apakah yg dpt kita pelajarin dari LSY ?

Karna ini posting pertama.... nahh gw mau tanya lagi mengenai Roll Royce nya LSY. Apakah dia memiliki mobil tsb dan type apa ya?

**32 tanda mahapurusalaksana


thanks...semoga diskusi berjalan dgn baik tanpa bumbu2 terlalu pedas ya.. ^:)^

 _/\_ 8) :x
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 21 July 2010, 06:13:49 PM
Kalau dilihat dari marketing, udah tentu LSY (Lu Sheng Yen) yg juga dipanggil GRAND MASTER LU pintar memilih brand image. Dimana Buddha Gautama yg udah Parinibana ribuan tahun yg lalu, LSY menawarkan LIVING BUDDHA. Begitu juga banyak sekolah2 Buddhist hanya memakai nama2 umum. LSY lagi2 mendeclarasikan TRUE Buddha School. (TBS)
apa arti sebuah nama?
boleh tau kalau sekolah buddhist yang lain hanya memakai nama umum itu maksudnya apa? apa arti kata "umum" menurut anda?

Quote
Jadi dari contoh2 diatas, ada saja dehh yg dpt kita pelajarin dari orang lain....(hahhaaa)

Seorang Buddha memiliki tanda2 (spt telinganya panjang)... Nah gw lihat LSY koq telinganya gak panjang ya ? begitu juga kepalanya gak ada gundukan. Bila dicocok-cocokan dgn tanda2 seorang Buddha, sebenarnya LSY mendptkan nilai berapa ya ? apa beda Master dan Grand Master ?
Pencapaian kebuddha-an ada berbagai tingkatan. saya rasa sudah ada thread serupa tentang ini.
Quote
Banyak lagi deh pertanyaan2 seputar marketing, dll... tapi silahkan member2 berpartisipasi. Hal2 apakah yg dpt kita pelajarin dari LSY ?
silahkan membaca buku beliau, beli di gramedia, recomended books: "Helai Helai Pencerahan", "Mengarungi Samudra Hidup dan Mati"
Quote


Karna ini posting pertama.... nahh gw mau tanya lagi mengenai Roll Royce nya LSY. Apakah dia memiliki mobil tsb dan type apa ya?

thanks...semoga diskusi berjalan dgn baik tanpa bumbu2 terlalu pedas ya.. ^:)^

 _/\_ 8) :x
mobil Roll Royce nya adalah donasi dari seorang umat yang kaya raya, namun sekarang mobil tersebut sudah didonasikan lagi oleh Master Lu..

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: L1M on 21 July 2010, 06:45:02 PM

Quote


Karna ini posting pertama.... nahh gw mau tanya lagi mengenai Roll Royce nya LSY. Apakah dia memiliki mobil tsb dan type apa ya?

thanks...semoga diskusi berjalan dgn baik tanpa bumbu2 terlalu pedas ya.. ^:)^

 _/\_ 8) :x
mobil Roll Royce nya adalah donasi dari seorang umat yang kaya raya, namun sekarang mobil tersebut sudah didonasikan lagi oleh Master Lu..
[/quote]

oh begitukah.. dana untuk didanakan,bagus juga _/\_
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 21 July 2010, 07:43:33 PM

Quote


Karna ini posting pertama.... nahh gw mau tanya lagi mengenai Roll Royce nya LSY. Apakah dia memiliki mobil tsb dan type apa ya?

thanks...semoga diskusi berjalan dgn baik tanpa bumbu2 terlalu pedas ya.. ^:)^

 _/\_ 8) :x
mobil Roll Royce nya adalah donasi dari seorang umat yang kaya raya, namun sekarang mobil tersebut sudah didonasikan lagi oleh Master Lu..

oohh begitu tohh, jadi Roll Royce nya type apa? dan udah berapa lama bersama LSY sebelum dijual gitu?

Jadi tgl berapa Roll Royce tsb diberikan LSY... dan tgl berapa dijual kembali ?


apakah pengikutnya semua mendpt kesempat utk menaikin Roll Royce tsb?

Apakah muridnya gak ngerti kalau LSY sebenarnya gak sesuai dgn mobil semahal itu?
Trus setelah dijual duitnya utk apa ya ? kalau di Amerika LSY memakai nama resmi apa ya ?

mohon masukannya. Yg lain silahkan member lain menjawab.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 21 July 2010, 08:00:58 PM
Mengenai 32 Mahapurusalaksana, sebagian sarjana Buddhist menganggapnya sebagai simbol belaka. Dalam buku berjudul Vinayamukha karya seorang bhikkhu Thailand ada disebutkan bahwa pada suatu kesempatan salah seorang bhikkhu tidak dapat mengenali Sang Bhagava. Hal berapa gw ga inget, tapi yang pasti itu bagian bahas mengenai ukuran civara. Jilidnya kalo tak salah jilid II. Bagi yang punya buku Vinayamukha dalam tiga jilid itu bisa mengacu para bagian tersebut.  Riwayat ini memperlihatkan bahwa Buddha Gotama sebenarnya memiliki tampilan seperti manusia biasa.

Selanjutnya, karena aliran LSY adalah aliran Tantrayana, gw akan pakai prinsip Tantrayana sebagai patokan dalam mengupas masalah ini.

Mengenai Rollroyce itu adalah pemberian siswa Beliau. Dalam ajaran Tantrayana khususnya sila Bodhisattva disebutkan bahwa seorang Bodhisattva hendaknya menerima pemberian yang diberikan dengan ketulusan hati. Lalu apakah masalahnya?
Gw tidak melihat adanya masalah dengan Rollroyce itu. Dalam ajaran Tantrayana ada ajaran kalau kita harus memberikan yang terbaik bagi Guru kita (lihat 50 Sloka pengabdian pada Guru = Gurupanchasika).

Mengenai jam Rolex., bila kita perhatikan rupang-rupang Buddha dan Bodhisattva dalam Vajrayana banyak yang mengenakan perhiasan-perhiasan. Sebagai contoh lihat saja rupang Buddha Vairocana yang bahkan mengenakan mahkota. Untuk mengenal lebih jauh mengenai ikonograri Buddhis, saudara dipersilakan mengacu pada buku Gods of Northern Buddhism   dan Die Goetter Himalayas. Maka masalahnya akan menjadi jelas.

Kalau Anda mengacu pada Vinaya, tidak ada larangan mengenakan jam mewah. Bahkan kalau mau jujur ada bhikshu2 yang punya HP mewah. Apakah itu melanggar Vinaya? Lagipua definisi mewah dan tidak mewah tidak sama di berbagai tempat dan juga berubah sepanjang zaman.

Demikian sekilas penjelasan dari paria.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 21 July 2010, 08:33:13 PM
Jadi tgl berapa Roll Royce tsb diberikan LSY... dan tgl berapa dijual kembali ?

mohon transparansi nya ya...

thanks atas jawaban sebelumnya bro P hina. biar memberi kesempatan pd member lain menanggapin.

bisakah kasih alamat lengkap LSY, gw mau coba google map.. apakah kelihatan rumahnya gitu? ;D

kalau gw sih sekali beli jam tangan 3 buah.... tipis dan keren banget... sayang sekarang gak jual lagi...
harga perbiji sewaktu beli udah termasuk batery adalah 17.5ribu..... kalau tau sebagus itu
gw pingin deh beli selusin... :'( :'( :'( :'( :'( tapi gw paling "benci" Rollex...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: xenocross on 21 July 2010, 09:18:04 PM
gua udah baca bukunya......mirip film cerita silat "The legend of Zhu"
mending gua belajar Lamrim
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Wolvie on 21 July 2010, 09:49:58 PM
Gelar pake Grand Master sih ga masalah menurutku, cuma Living Buddha? heh?, yang bener aje??
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 21 July 2010, 09:53:48 PM
Gelar pake Grand Master sih ga masalah menurutku, cuma Living Buddha? heh?, yang bener aje??

mungkin umatnya yg menamakan living buddha, bukan dia sendiri...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Adhitthana on 21 July 2010, 09:55:33 PM
Gelar pake Grand Master sih ga masalah menurutku, cuma Living Buddha? heh?, yang bener aje??

mungkin umatnya yg menamakan living buddha, bukan dia sendiri...
Masternya yg "ngaku-ngaku"  ;D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 21 July 2010, 09:57:00 PM
Gelar pake Grand Master sih ga masalah menurutku, cuma Living Buddha? heh?, yang bener aje??

mungkin umatnya yg menamakan living buddha, bukan dia sendiri...

mohon tidak mencari-cari kambing hitam =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Adhitthana on 21 July 2010, 10:01:43 PM
(http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs170.snc1/6390_103360503007743_100000013800299_93372_6597967_n.jpg)
Cincin ini didonasikan juga gak ?? ...... minta donk 1 ... keren tuch  ;D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 21 July 2010, 10:05:39 PM
ya ampun Mr.sin...

akhirnya dikeluarin jg jurus pamungkasnya..
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Adhitthana on 21 July 2010, 10:06:34 PM
ya ampun Mr.sin...

akhirnya dikeluarin jg jurus pamungkasnya..
ada 1 lagi kahn belum keluar  ^-^
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 21 July 2010, 10:06:54 PM
Gelar pake Grand Master sih ga masalah menurutku, cuma Living Buddha? heh?, yang bener aje??

mungkin umatnya yg menamakan living buddha, bukan dia sendiri...

mohon tidak mencari-cari kambing hitam =))

kaboor akhhh.. ;D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: andry on 21 July 2010, 10:07:11 PM
Gelar pake Grand Master sih ga masalah menurutku, cuma Living Buddha? heh?, yang bener aje??

mungkin umatnya yg menamakan living buddha, bukan dia sendiri...

mohon tidak mencari-cari kambing hitam =))
seharusnya kan gak masalah
mo living buddha or mau apa pun..
tp coba ajah liat apa yg udah die lakukan bagi sesama..
+ atau -
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 21 July 2010, 10:26:12 PM
Gelar pake Grand Master sih ga masalah menurutku, cuma Living Buddha? heh?, yang bener aje??

mungkin umatnya yg menamakan living buddha, bukan dia sendiri...

mohon tidak mencari-cari kambing hitam =))
seharusnya kan gak masalah
mo living buddha or mau apa pun..
tp coba ajah liat apa yg udah die lakukan bagi sesama..
+ atau -
Master Lu mendirikan organisasi sosial Light Lotus Charity dan mendonasikan hartanya disana, menurut anda perbuatan ini + atau -
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: apsa on 21 July 2010, 10:35:39 PM
LSY saya gak kenal..
buat saya,dia itu baik atau buruk,hendaknya kita tidak terlalu memuja2nya.
kecenderungan manusia memanfaatkan agama untuk kepentingannya sendiri,jd tidak perlu berlebihan terhadap seseorang(pemuka agama)
dan kita lah yang membawa karma kita sendiri.
percaya lah pada ajaran dan dalamilah ajaran.mendalami untuk mengerti bagaimana buddha bisa mencetuskan pemikiran2nya.

kalau pendapat pribadi saya(yg saya ambil tanpa mengenal dia),saya rasa amatlah disayangkan dia perlu memakai begitu banyak perhiasan yang tidak diperlukan.
karena dia tatrayana,saya akan mengambil perbandingan dengan dalai lama.(CMIIW)
dalai lama bisa menampilkan aura kedamaian dia tanpa perlu memakai perhiasaan yg berlebihan.

saya rasa tidak apa2 kalau rupang banyak perhiasan.hanyalah sebuah object.
tapi kalau pada orang(subject) yg memakai sendiri,yg mengaku/dianggap living buddha,seharusnya bisa bersikap sbg buddha siddharta gautama.yang tidak memerlukan memakai hal yg tidak diperlukan
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: apsa on 21 July 2010, 10:36:43 PM
Gelar pake Grand Master sih ga masalah menurutku, cuma Living Buddha? heh?, yang bener aje??

mungkin umatnya yg menamakan living buddha, bukan dia sendiri...

mohon tidak mencari-cari kambing hitam =))
seharusnya kan gak masalah
mo living buddha or mau apa pun..
tp coba ajah liat apa yg udah die lakukan bagi sesama..
+ atau -
Master Lu mendirikan organisasi sosial Light Lotus Charity dan mendonasikan hartanya disana, menurut anda perbuatan ini + atau -

Hal yg bagus..perbuatan +..:)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: andry on 21 July 2010, 10:38:04 PM
gw gak ngikutin brow... jd gue gak bisa komen, walaupun anda berkata begitu, tapi saya tidak banyak tahu dan mendalami nya, jadi saya tidak bisa komentar... maaf
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 21 July 2010, 10:41:54 PM
ya ampun Mr.sin...

akhirnya dikeluarin jg jurus pamungkasnya..
ada 1 lagi kahn belum keluar  ^-^
bro Virya, kalau yg itu jangan cepat2 keluar kan. Tunggu moment yg pass. gitu...

Gw gak suka pakai jam tangan sejenix Rollex (gede n mahal) dan juga
gak suka paki cincin2 (besar dan banyak). Apalagi disemua jari2...spt jimat2 gitu...

karna dua hal diatas, maka gw hrs lebih konsentrasi melihat apa kelebihan LSY dehhh!

gimana tgl dpt Roll Roycenya dan kapan dijual. Mohon transparansinya dunng!
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 21 July 2010, 10:44:10 PM
jgn tersinggung loh bro admyn

saya hanya menuangkan yg terbesit di pikiran saya aja..

first impression seh keliatannya LSY bukan seperti yang dianggap bro admyn..saya ga tau batinnya gmn jg, soalnya saya jg putthujana..ga berhak menjudge...cuman dr foto loh (sekali lg jgn tersinggung) kok perhiasannya banyak...rupang sah2 aja banyak perhiasan, karena rupang dibuat oleh manusia sendiri..boleh diceritakan apakah ada makna khusus dr pemakain perhiasan yang berlebihan (cincin+anting+ kalung) ? saya penasaran aja...tidak ada niat menjatuhkan sedikitpun..sori kalo ada kata yg salah yakk..
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Adhitthana on 21 July 2010, 10:53:47 PM
(http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs170.snc1/6390_103360476341079_100000013800299_93364_4462471_n.jpg)

Seorang Guru ... yg seharusnya mengikis keserakah dan kemewahan
Yang patut diteladani, sederhana hidupnya, mudah dirawat ....

menampilkan pernik2 perhiasan yg begitu mewah .... apakah pantas dilakukan seorang Guru ??

Pikir sendiri deeeeg  ;D  ......
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Wolvie on 21 July 2010, 10:56:11 PM
itu foto asli kan, bukan sotosop, ga salah ye gw liat, kok pake anting ya??
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 21 July 2010, 11:07:31 PM
Quote
Grand Master was a little depressed before the homa ceremony, but during the homa his heart started to generate happiness naturally from within.  This happiness continued to build throughout the ceremony and he became so happy that he wanted to laugh.  Kurukulla is good at removing all the worries that we experience in life.

Grand Master Lu wishes Kurukulla will bless everyone

    To remove from all sufferings
    To have a joyful heart which is happiness forever
    To have a smiley happy face as everyone's wishes are fulfilled

Maksudnya LSY bisa melenyapkan semua dhukka kita ? yg jelas maksudnya gimana ya?
apa tuh Kurukulla ? mohon penjelasannya.

selain LSY, aliran manakah yg suka pakai cincin banyak ? ...
kalau gw mau nawarkan cincin (menjual cincin) pada LSY cara nya gimana ya ?
gw lihat cincin nya kan 5, trus kenapa anting2 nya cuma 1? kenapa gak 5 sekalian gitu biar berpasangan.?  :o

thanks again!
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 21 July 2010, 11:11:11 PM

    (Ceramah Transmisi Sadhana "Upacara Akbar Homa Kalachakra Melindungi Negara" oleh Dharmaraja Buddha Hidup Lian Sheng di Stadium Linkou, Taoyuan, Taiwan)


    Pertama-tama, marilah kita menenangkan hati kita, setulus hati bersembah sujud pada Y.M. Liao Ming, Guru Sakya Zheng Kong, Gyalwa Karmapa XVI, Guru Thubten Dhargye, setulus hati bersembah sujud pada Triratna Mandala, setulus hati bersembah sujud pada Kalachakra Mahavidyaraja.

    Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, para umat se-Dharma, juga tamu kehormatan yang terhormat, ayah saya yang terhormat, kerabat Mahaguru dan Gurudhara yang terhormat, selamat siang semuanya! (Hadirin tepuk tangan meriah)

    Hari ini, di sini kita akan menerangkan tentang "Sadhana Perisai Kalachakra". Ketika kita baru saja melakukan homa "Kalachakra", sebelum melakukan homa, Kalachakra telah turun. Saat melakukan homa, Kalachakra selalu menyertai kita, saya percaya lewat pemberkatan kekuatan Dharma Kalachakra-Nya yang teragung, doa Anda semua dapat terkabul. Jadi, selama Anda menerima abhiseka Kalachakra, selama Anda menerima adhistana Kalachakra, adhistana kekuatan Dharma-Nya yang luar biasa akan berkembang dalam diri setiap orang yang menghadiri upacara. (Hadirin tepuk tangan)

    Di antara sadhana Lima Vajra utama, yang muncul paling awal adalah "Hevajra", Vajra Vidyaraja yang muncul terakhir adalah "Kalachakra". Seluruh sadhana Vajra Vidyaraja, selama Anda kontak yoga dengan satu sosok saja, Anda tekuni lagi lima Vajra Vidyaraja utama lainnya, sepuluh Vajra Vidyaraja utama lainnya, delapan Vajra Vidyaraja utama lainnya, Anda pun akan mengalami kontak yoga.

    Pertama-tama, di sini saya klarifikasikan terlebih dahulu pada Anda semua, supaya wartawan Taiwan tidak salah paham. Oh ya! Salam untuk bapak-bapak wartawan yang terhormat. Mahkota di atas kepala saya ini melambangkan Pancabuddha dan segenap guru saya; anting di telinga saya, saya bukan melatih "Ji Hua Bao Dian" (Kitab Pusaka Bunga Matahari), melainkan melambangkan "Kye-rim" (Tahap Permulaan) dan "Dzog-rim" (Tahap Kesempurnaan) dalam Agama Tantra, kedua tahap sangat sempurna. Sementara anting ini sendiri juga melambangkan tidak mendengarkan seluruh fitnah dan makian; juga melambangkan mulut yang melontarkan ucapan kebajikan; tangan saya bahkan mengenakan selingkar gelang, melambangkan kebersihan perbuatan; liontin giok yang saya pakai, melambangkan kesepuluh Aksara Mantra Kalachakra berada dalam diri Mahaguru. (Hadirin tepuk tangan) Jadi, jangan lagi mengatakan saya memakai emas dan giok, saya memakainya hanya pada saat upacara, jika bukan upacara, saya tidak pakai benda-benda semacam ini.
...

http://www./forum/showthread.php/4137-Ceramah-Transmisi-Sadhana-quot-Upacara-Akbar-Homa-Kalachakra-Melindungi-Negara-quot-oleh-Dharmaraja-Buddha-Hidup-Lian (http://www./forum/showthread.php/4137-Ceramah-Transmisi-Sadhana-quot-Upacara-Akbar-Homa-Kalachakra-Melindungi-Negara-quot-oleh-Dharmaraja-Buddha-Hidup-Lian)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 21 July 2010, 11:11:51 PM
Ogud akan jawab satu2

Masalah cincin. Setau gw, biasanya Master LSY memakai cincin saat mengadakan upacara tertentu. Misalnya Kalacakra. Ingat yidam Kalacakra sendiri juga mengenakan berbagai perhiasan. Bagi yang paham Tantrayana saat memberikan abhiseka, Guru itu menjadi yidam - Guru adalah yidam dan yidam adalah Guru.
Mengenai Dalai Lama, semua guru spiritual mempunyai gayanya sendiri-sendiri.   
Kalau dilihat pada foto itu, mudra yang diperagakan Master LSY adalah mudra Mahakala, cincin itu tentunya ada kaitan dengan Mahakala. Saya baru liat gambar Master Padampa Sangye (11 – 12 century) dari buku Word of My Perfect Teacher halaman 49. Ternyata Beliau mengenakan anting juga.
Gw pernah berguru pada Dagpo Rinpoche pernah juga berguru pada Zhurmang Gharwang Rinpoche. Semua guru punya gayanya sendiri-sendiri. Kita ga perlu membending-bandingkan. Ah.. guru itu begini.. guru itu begono. Biarlah mereka ambil jalannya sendiri-sendiri. Bagi gw yang penting ambil saja ajarannya yang bermanfaat. Waktu Master Zhurmang Garwang memimpin upacara Beliau juga memakai mahkota Dharma, yang mungkin oleh aliran lain dipandang “mewah.”
Mengenai buku-buku Master LSY. Yang diterjemahkan dalam bahasa Indo adalah yang sederhana2. Mungkin yang sebagian orang dituduhkan terlalu mistik. Tetapi kalo ente baca buku karya Master Tibetan Tantric, ada juga istinya banyak mengandung mistik dan ga masuk akal. GW kasih contoh ye... tapi jangan marah. Contohnya adalah Master Padmasambhava. Beliau katanya lahir dari teratai khan? Apakah itu masuk akal? Banyak juga kisah2 yang ajaib dalam karya-karya Tibetan Tantric Buddhism.
Selanjutnya, gw ada baca2 buku yang Mandarin. Banyak juga ajaran mendalam, seperti yang mengenai XiJinggang (Hevajra Tantra). Itu bagus. Banyak ajarannya yang mendalam. Tetapi kalo suka baca Lamrim ya silakan. Gw pribadi juga belajar Lamrim. Tidak ada paksaan membaca buku-buku Master LSY. Kalau ente suka dan merasa dapat manfaat ya silakan baca.  Ga juga kaga ada paksaan kok. Gw pribadi suka baca buku-buku ajaran semua Master.
Rupang Buddha dan Bodhisattva di dalam Tantrayana memakai begitu banyak atribut tentu saja ada maknanya. Bukan hanya asal-asalan. Sebagai contoh adalah pedang. Pedang ini bukan untuk membabat musuh, tetapi melambangkan pembabatan moha. Kalau mau keterangan lengkapnya, carilah buku mengenai iconography Buddhist, seperti Gods of Northern Buddhism atau Die Goetter Himalayas. Gw tentu saja ga bisa jelasin satu persatu, karena gw bukanlah buku berjalan.
Mengenai gelar Living Buddha. Kalian tahu ga Living Buddha itu terjemahan dari apa? Dari kata Huofo (Buddha Hidup). Istilah itu merupakan bahasa China dari Rinpoche. Para Rinpoche Tibet dalam bahasa Mandarin juga disebut Huofo. Tidak ada yang aneh dengan sebutan ini. Ini selaras pula dengan gelar Huthugtu di Mongolia. Huthugtu juga boleh diterjemahkan Buddha Hidup. Jadi yang pake gelar Living Buddha tidak hanya Master LSY. Dengan demikian semoga kontroversi penggunaan gelar di DC bisa terjelaskan.
Menjudge Master LSY dengan sudut pandang aliran non Tantrik jelas tidak tepat.  Membandingkan Buddha Sakyamuni dengan Master LSY juga tidak tepat, karena keduanya hidup di zaman yang beda.
Mengenai Roll Royce, harap dijawab dulu, untuk apa sampeyan mau tahu didapat tahun berapa dan didanakan tahun berapa?
Demikian paria hina mau sampaikan.

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 21 July 2010, 11:12:09 PM
Quote
Grand Master was a little depressed before the homa ceremony, but during the homa his heart started to generate happiness naturally from within.  This happiness continued to build throughout the ceremony and he became so happy that he wanted to laugh.  Kurukulla is good at removing all the worries that we experience in life.

Grand Master Lu wishes Kurukulla will bless everyone

    To remove from all sufferings
    To have a joyful heart which is happiness forever
    To have a smiley happy face as everyone's wishes are fulfilled

Maksudnya LSY bisa melenyapkan semua dhukka kita ? yg jelas maksudnya gimana ya?
apa tuh Kurukulla ? mohon penjelasannya.

selain LSY, aliran manakah yg suka pakai cincin banyak ? ...
kalau gw mau nawarkan cincin (menjual cincin) pada LSY cara nya gimana ya ?
gw lihat cincin nya kan 5, trus kenapa anting2 nya cuma 1? kenapa gak 5 sekalian gitu biar berpasangan.?  :o

thanks again!

Kurukulla itu red tara...

Red Tara, also known as Kurukulla, is according to M. Foucher, 'the heart of Tara' (Etude sur l'Iconographie bouddhique de l' Inde, Paris, 1900). She is worshipped by unhappy lovers, and is believed to be particularly successful in bewitching men and women. Her mantra repeated ten thousand times is said to bring about all of one's desires.

Standing precariously balanced with her right leg raised she supports her awesome frame on her left leg, under which she tramples Kamadeva, the god of desire.

She is four-armed, and holds various symbolic attributes in her hands. With two of her main arms she holds an arrow, stretched on a flower bow. The shaft of this arrow is made of flowers and the flight is made of leaves.

Her upper right hand holds a flower-hook, and the final left hand holds a noose. Both these implements enable her to catch those of us who have strayed from the path Dharma.

The Goddess Kurukulla is invoked for the controlling activities of subjugating, magnetizing, and attracting. She is extremely seductive: her red color and subjugating flower-attributes emphasize her more mundane activity of enchanting men and women, ministers and kings, through the bewitching power of sexual desire and love (Skt. vashikarana). The eroticism of her symbolism is further enhanced through the imagery described in her sadhana. For attracting or subjugating a man, the flower-hook and arrow are visualized as piercing his heart; and for attracting a woman these attributes are visualized as penetrating her vagina.

From a red eight-petalled lotus at the practitioner's heart arise eight red bees, which are visualized as flying out from his nostril and entering the nostril of the person to be subjugated. Here they suck the vowel syllables from that persons heart with their 'pollen gathering sucking tubes', then return with their 'nectar' to their 'hive' in the practitioners heart. The symbolism of red bees intoxicated with honey, of red utpala flowers laden with fragrant nectar, and of the snaring, hooking, and piercing activities of Kurukulla's flower-attributes, reveal the sexual magnetism of this seductive goddess.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 21 July 2010, 11:15:30 PM
Oom Johan,

Maksudnya memberikan kebahagiaan selamanya dari diri kita itu artinya mencapai Pencerahan. Jadi dengan melaksanakan sadhana Kurukulla yang merupakan salah satu sadhana dalam Buddhisme Tantrayana, engkau bisa mencapai pencerahan. Itulah yang disebut kondisi Mahasukha (Great Bliss).
yang patut diingat sadhana Kurukulla itu bukan cuman ada di Tantriknya LSY saja. Di semua aliran Tibet tentunya mengakui Kurukulla. Bahkan Kurukulla juga ada di sutra2 Mahayana. Kalo ga percaya silakan bongkar aje kanon Taisho Tripitaka.

Sekian.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 21 July 2010, 11:20:08 PM
setelah mendapat penjelasan..saya jd netral deh...tidak menerima, juga tidak menolak...

thx atas penjelasan bro pari
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 21 July 2010, 11:28:22 PM
Oom Johan,

Maksudnya memberikan kebahagiaan selamanya dari diri kita itu artinya mencapai Pencerahan. Jadi dengan melaksanakan sadhana Kurukulla yang merupakan salah satu sadhana dalam Buddhisme Tantrayana, engkau bisa mencapai pencerahan. Itulah yang disebut kondisi Mahasukha (Great Bliss).
yang patut diingat sadhana Kurukulla itu bukan cuman ada di Tantriknya LSY saja. Di semua aliran Tibet tentunya mengakui Kurukulla. Bahkan Kurukulla juga ada di sutra2 Mahayana. Kalo ga percaya silakan bongkar aje kanon Taisho Tripitaka.

Sekian.

katanya Buddha Gautama hanya menunjukan jalan (ajaran), tetapi LSY memberikan fasilitas jalan pintas gitu, sehingga umat hanya tinggal di berkahin gitu supaya bebas dari dhukka ? atau gimana ya?  :o :o

Dalai Lama sewaktu di interview bulan ini mengatakan pemimpin yg baik... salah satu attributenya adalah transparansi....

jadi gw mau tau kapan Roll Royce itu diberikan, dan kapan di Jual lagi ?
atas nama siapa dan sewaktu jual apakah juga kena pajak di Amerikanya?

nama resmi di Social Security Number LSY pakai nama apa ya ?
mohon info lengkap mengenai hal tsb.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 21 July 2010, 11:40:13 PM
Membandingkan Buddha Sakyamuni dengan Master LSY juga tidak tepat, karena keduanya hidup di zaman yang beda.

Bro Pariahina,

sepertinya anda bisa menjelaskan lebih baik tanpa emosi spt rekan sebelumnya. sehubungan dengan statement anda di atas. bagaimana penjelasan anda mengenai kasus LSY yg ngopi bareng dengan Buddha Sakyamuni?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 21 July 2010, 11:44:22 PM
jadi gw mau tau kapan Roll Royce itu diberikan, dan kapan di Jual lagi ?
atas nama siapa dan sewaktu jual apakah juga kena pajak di Amerikanya?

nama resmi di Social Security Number LSY pakai nama apa ya ?
mohon info lengkap mengenai hal tsb.
secara mendetail saya kurang tau, kalau mau tanya lebih detailnya silahkan saja kirim surat/telpon/fax  ke :

True Buddha Foundation
17102 NE 40th Court
Redmond, WA 98052-5479
U.S.A.
 
Tel: (425) 885-7573
Fax: (425) 883-2173

tanya ke sumber aslinya pasti jauh lebih akurat, ketimbang tanya ke murid-muridnya, setuju tidak?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 21 July 2010, 11:45:50 PM
Membandingkan Buddha Sakyamuni dengan Master LSY juga tidak tepat, karena keduanya hidup di zaman yang beda.

Bro Pariahina,

sepertinya anda bisa menjelaskan lebih baik tanpa emosi spt rekan sebelumnya. sehubungan dengan statement anda di atas. bagaimana penjelasan anda mengenai kasus LSY yg ngopi bareng dengan Buddha Sakyamuni?
di jaman Sang Buddha, Vimalakirti juga bisa bertemu dan ngobrol dengan Buddha Aksobhya. Apa ada yang salah dengan kejadian ngopi bareng?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Adhitthana on 21 July 2010, 11:56:54 PM
Membandingkan Buddha Sakyamuni dengan Master LSY juga tidak tepat, karena keduanya hidup di zaman yang beda.

Bro Pariahina,

sepertinya anda bisa menjelaskan lebih baik tanpa emosi spt rekan sebelumnya. sehubungan dengan statement anda di atas. bagaimana penjelasan anda mengenai kasus LSY yg ngopi bareng dengan Buddha Sakyamuni?
di jaman Sang Buddha, Vimalakirti juga bisa bertemu dan ngobrol dengan Buddha Aksobhya. Apa ada yang salah dengan kejadian ngopi bareng?

Bro ... tau artinya PariNibbana?
jadi sapa tuch yg ngopi bareng dgn LSY??
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 12:01:29 AM
Membandingkan Buddha Sakyamuni dengan Master LSY juga tidak tepat, karena keduanya hidup di zaman yang beda.

Bro Pariahina,

sepertinya anda bisa menjelaskan lebih baik tanpa emosi spt rekan sebelumnya. sehubungan dengan statement anda di atas. bagaimana penjelasan anda mengenai kasus LSY yg ngopi bareng dengan Buddha Sakyamuni?
di jaman Sang Buddha, Vimalakirti juga bisa bertemu dan ngobrol dengan Buddha Aksobhya. Apa ada yang salah dengan kejadian ngopi bareng?

Bro ... tau artinya PariNibbana?
jadi sapa tuch yg ngopi bareng dgn LSY??
menurut anda apakah Buddha Aksobhya sudah parinibana?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 12:03:07 AM
masih ada banyak kisah-kisah lain dalam tripitaka, misalnya: Ananda juga pernah bertemu dengan Buddha Amitabha.
dan yang paling baru adalah kisah Maha Boowa yang bertemu dengan para arahat

 _/\_
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Adhitthana on 22 July 2010, 12:03:14 AM
^
^
Menurut gw .... gw gak tauu Buddha Aksobhya
jadi ceritakan sedikit riwayatnya .....

1hal belum loe jawab ......
apa artinya PariNibbana ?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 12:05:40 AM
 [at] virya
According to the Mahayana Mahaparinirvana Mahā-sūtra (also called the Nirvana Sutra), the Buddha taught that parinirvana is the realm of the Eternal, Bliss, the Self, and the Pure. Dr Paul Williams states that it refers to the Buddha using the term "Self" in order to win over non-Buddhist ascetics.[5] However, the Mahaparinirvana Sutra is a long and highly composite Mahayana scripture,[6] and the part of the sutra upon which Williams is basing his statement is a portion of the Nirvana Sutra of secondary Central Asian provenance - other parts of the sutra were written in India.[7]

Guang Xing speaks of how the Mahayanists of the Nirvana Sutra understand the mahaparinirvana to be the liberated Self of the eternal Buddha: ‘One of the main themes of the MMPS [Mahayana Mahaparinirvana Sutra] is that the Buddha is eternal … The Mahayanists assert the eternity of the Buddha in two ways in the MMPS. They state that the Buddha is the dharmakaya, and hence eternal. Next, they reinterpret the liberation of the Buddha as mahaparinirvana possessing four attributes: eternity, happiness, self and purity.’[8] Only in Mahaparinirvana is this True Self held to be fully discernible and accessible[9].

Many Mahayana Buddhists do not take statements of this kind literally.[10]

Kosho Yamamoto cites a passage in which the Buddha admonishes his monks ('bhiksus') not to dwell inordinately on the idea of the non-Self but to meditate on the Self. Dr. Yamamoto writes:

‘Having dwelt upon the nature of nirvana, the Buddha now explains its positive aspect and says that nirvana has the four attributes of the Eternal, Bliss, the Self, and the Pure … the Buddha says: “O you bhiksus [monks]! Do not abide in the thought of the non-eternal, sorrow, non-Self, and the not-pure and have things as in the case of those people who take the stones, wooden pieces and gravel for the true gem [of the true Dharma] … In every situation, constantly meditate upon the idea of the Self, the idea of the Eternal, Bliss, and the Pure ... Those who, desirous of attaining Reality meditatatively cultivate these ideas, namely, the ideas of the Self [atman], the Eternal, Bliss, and the Pure, will skilfully bring forth the jewel, just like the wise person.” '[11]

Michael Zimmermann, in his study of the Tathagatagarbha Sutra, reveals that not only the Mahaparinirvana Sutra but also the Tathagatagarbha Sutra and the Lankavatara Sutra speak affirmatively of the Self. Zimmermann observes:

    the existence of an eternal, imperishable self, that is, buddhahood, is definitely the basic point of the TGS [Tathagatagarbha Sutra] … the Mahaparinirvanasutra and the Lankavatarasutra characterize the tathagatagarbha explicitly as atman [Self].’[12]

While in early Buddhist thought nirvana is characterized by permanence, bliss, and purity, it is viewed as being the stopping of the breeding-ground for the "I am" attitude, and is beyond all possibility of the Self delusion.[13][14]
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 22 July 2010, 12:07:52 AM
masih ada banyak kisah-kisah lain dalam tripitaka, misalnya: Ananda juga pernah bertemu dengan Buddha Amitabha.
dan yang paling baru adalah kisah Maha Boowa yang bertemu dengan para arahat

 _/\_

karena Amitabha Buddha bbelum parinibbana.masa kehidupannya berbeda dengan Sakyamuni Buddha yang relatif pendek.
banyak orang mengaku juga ketemu Yesus namun yang mereka ketemui selalu sama yaitu imajinasi para pelukis dan pematung.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 12:09:15 AM
Buddha Aksobhya termasuk golongan panca dhayani Buddha, alias makhluk-makhluk yang pertama kali mencapai ke-Buddha-an.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 22 July 2010, 12:09:45 AM
Membandingkan Buddha Sakyamuni dengan Master LSY juga tidak tepat, karena keduanya hidup di zaman yang beda.

Bro Pariahina,

sepertinya anda bisa menjelaskan lebih baik tanpa emosi spt rekan sebelumnya. sehubungan dengan statement anda di atas. bagaimana penjelasan anda mengenai kasus LSY yg ngopi bareng dengan Buddha Sakyamuni?
di jaman Sang Buddha, Vimalakirti juga bisa bertemu dan ngobrol dengan Buddha Aksobhya. Apa ada yang salah dengan kejadian ngopi bareng?


Bro 4DMYN, boleh anda memberikan kesempatan kepada Bro Pariahina untuk memberikan pendapatnya?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 22 July 2010, 12:10:46 AM
[at] virya
According to the Mahayana Mahaparinirvana Mahā-sūtra (also called the Nirvana Sutra), the Buddha taught that parinirvana is the realm of the Eternal, Bliss, the Self, and the Pure. Dr Paul Williams states that it refers to the Buddha using the term "Self" in order to win over non-Buddhist ascetics.[5] However, the Mahaparinirvana Sutra is a long and highly composite Mahayana scripture,[6] and the part of the sutra upon which Williams is basing his statement is a portion of the Nirvana Sutra of secondary Central Asian provenance - other parts of the sutra were written in India.[7]

Guang Xing speaks of how the Mahayanists of the Nirvana Sutra understand the mahaparinirvana to be the liberated Self of the eternal Buddha: ‘One of the main themes of the MMPS [Mahayana Mahaparinirvana Sutra] is that the Buddha is eternal … The Mahayanists assert the eternity of the Buddha in two ways in the MMPS. They state that the Buddha is the dharmakaya, and hence eternal. Next, they reinterpret the liberation of the Buddha as mahaparinirvana possessing four attributes: eternity, happiness, self and purity.’[8] Only in Mahaparinirvana is this True Self held to be fully discernible and accessible[9].

Many Mahayana Buddhists do not take statements of this kind literally.[10]

Kosho Yamamoto cites a passage in which the Buddha admonishes his monks ('bhiksus') not to dwell inordinately on the idea of the non-Self but to meditate on the Self. Dr. Yamamoto writes:

‘Having dwelt upon the nature of nirvana, the Buddha now explains its positive aspect and says that nirvana has the four attributes of the Eternal, Bliss, the Self, and the Pure … the Buddha says: “O you bhiksus [monks]! Do not abide in the thought of the non-eternal, sorrow, non-Self, and the not-pure and have things as in the case of those people who take the stones, wooden pieces and gravel for the true gem [of the true Dharma] … In every situation, constantly meditate upon the idea of the Self, the idea of the Eternal, Bliss, and the Pure ... Those who, desirous of attaining Reality meditatatively cultivate these ideas, namely, the ideas of the Self [atman], the Eternal, Bliss, and the Pure, will skilfully bring forth the jewel, just like the wise person.” '[11]

Michael Zimmermann, in his study of the Tathagatagarbha Sutra, reveals that not only the Mahaparinirvana Sutra but also the Tathagatagarbha Sutra and the Lankavatara Sutra speak affirmatively of the Self. Zimmermann observes:

    the existence of an eternal, imperishable self, that is, buddhahood, is definitely the basic point of the TGS [Tathagatagarbha Sutra] … the Mahaparinirvanasutra and the Lankavatarasutra characterize the tathagatagarbha explicitly as atman [Self].’[12]

While in early Buddhist thought nirvana is characterized by permanence, bliss, and purity, it is viewed as being the stopping of the breeding-ground for the "I am" attitude, and is beyond all possibility of the Self delusion.[13][14]

yang disebut itu namae Nirvana bukan Parinirvana
Nirvana dirasakan seorang Buddha dan Arahat pada masa hidup dan setelah kematian mereka tidak terlahir kembali alias back to zero.nothing not even a single trace of being. :) dan itu disebut Parinirvana
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 12:11:29 AM
masih ada banyak kisah-kisah lain dalam tripitaka, misalnya: Ananda juga pernah bertemu dengan Buddha Amitabha.
dan yang paling baru adalah kisah Maha Boowa yang bertemu dengan para arahat

 _/\_

karena Amitabha Buddha bbelum parinibbana.masa kehidupannya berbeda dengan Sakyamuni Buddha yang relatif pendek.
banyak orang mengaku juga ketemu Yesus namun yang mereka ketemui selalu sama yaitu imajinasi para pelukis dan pematung.
kalau begitu apakah anda juga berpendapat bahwa pencapaian Buddha Shakyamuni masih jauh dibawah pencapaian Buddha Amitabha, dilihat dari segi umur, tanah suci, dan jumlah muridnya? apakah anda memiliki sutra-sutra yang mendukung pernyataan anda?
bagaimana dengan Buddha Aksobhya jika dibandingkan dengan Buddha Shakyamuni? siapa yang pencapaiannya lebih tinggi?
btw Maha Boowa juga bisa bertemu dengan para arahat, kemanakah para arahat itu pergi setelah parinibbana?

sekian dulu
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Adhitthana on 22 July 2010, 12:11:42 AM
 :hammer: bhs Inggris

gw hargai niat baik loe  _/\_ .....

belum dijawab tuch ... pertanyaanku   ;D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 12:13:54 AM
[at] virya
According to the Mahayana Mahaparinirvana Mahā-sūtra (also called the Nirvana Sutra), the Buddha taught that parinirvana is the realm of the Eternal, Bliss, the Self, and the Pure. Dr Paul Williams states that it refers to the Buddha using the term "Self" in order to win over non-Buddhist ascetics.[5] However, the Mahaparinirvana Sutra is a long and highly composite Mahayana scripture,[6] and the part of the sutra upon which Williams is basing his statement is a portion of the Nirvana Sutra of secondary Central Asian provenance - other parts of the sutra were written in India.[7]

Guang Xing speaks of how the Mahayanists of the Nirvana Sutra understand the mahaparinirvana to be the liberated Self of the eternal Buddha: ‘One of the main themes of the MMPS [Mahayana Mahaparinirvana Sutra] is that the Buddha is eternal … The Mahayanists assert the eternity of the Buddha in two ways in the MMPS. They state that the Buddha is the dharmakaya, and hence eternal. Next, they reinterpret the liberation of the Buddha as mahaparinirvana possessing four attributes: eternity, happiness, self and purity.’[8] Only in Mahaparinirvana is this True Self held to be fully discernible and accessible[9].

Many Mahayana Buddhists do not take statements of this kind literally.[10]

Kosho Yamamoto cites a passage in which the Buddha admonishes his monks ('bhiksus') not to dwell inordinately on the idea of the non-Self but to meditate on the Self. Dr. Yamamoto writes:

‘Having dwelt upon the nature of nirvana, the Buddha now explains its positive aspect and says that nirvana has the four attributes of the Eternal, Bliss, the Self, and the Pure … the Buddha says: “O you bhiksus [monks]! Do not abide in the thought of the non-eternal, sorrow, non-Self, and the not-pure and have things as in the case of those people who take the stones, wooden pieces and gravel for the true gem [of the true Dharma] … In every situation, constantly meditate upon the idea of the Self, the idea of the Eternal, Bliss, and the Pure ... Those who, desirous of attaining Reality meditatatively cultivate these ideas, namely, the ideas of the Self [atman], the Eternal, Bliss, and the Pure, will skilfully bring forth the jewel, just like the wise person.” '[11]

Michael Zimmermann, in his study of the Tathagatagarbha Sutra, reveals that not only the Mahaparinirvana Sutra but also the Tathagatagarbha Sutra and the Lankavatara Sutra speak affirmatively of the Self. Zimmermann observes:

    the existence of an eternal, imperishable self, that is, buddhahood, is definitely the basic point of the TGS [Tathagatagarbha Sutra] … the Mahaparinirvanasutra and the Lankavatarasutra characterize the tathagatagarbha explicitly as atman [Self].’[12]

While in early Buddhist thought nirvana is characterized by permanence, bliss, and purity, it is viewed as being the stopping of the breeding-ground for the "I am" attitude, and is beyond all possibility of the Self delusion.[13][14]

yang disebut itu namae Nirvana bukan Parinirvana
Nirvana dirasakan seorang Buddha dan Arahat pada masa hidup dan setelah kematian mereka tidak terlahir kembali alias back to zero.nothing not even a single trace of being. :) dan itu disebut Parinirvana
sudah jelas di artikel tersebut ditulis parinirvana, bukan nirvana, kenapa anda membelokkan fakta?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 22 July 2010, 12:14:45 AM
[at] virya
According to the Mahayana Mahaparinirvana Mahā-sūtra (also called the Nirvana Sutra), the Buddha taught that parinirvana is the realm of the Eternal, Bliss, the Self, and the Pure. Dr Paul Williams states that it refers to the Buddha using the term "Self" in order to win over non-Buddhist ascetics.[5] However, the Mahaparinirvana Sutra is a long and highly composite Mahayana scripture,[6] and the part of the sutra upon which Williams is basing his statement is a portion of the Nirvana Sutra of secondary Central Asian provenance - other parts of the sutra were written in India.[7]

Guang Xing speaks of how the Mahayanists of the Nirvana Sutra understand the mahaparinirvana to be the liberated Self of the eternal Buddha: ‘One of the main themes of the MMPS [Mahayana Mahaparinirvana Sutra] is that the Buddha is eternal … The Mahayanists assert the eternity of the Buddha in two ways in the MMPS. They state that the Buddha is the dharmakaya, and hence eternal. Next, they reinterpret the liberation of the Buddha as mahaparinirvana possessing four attributes: eternity, happiness, self and purity.’[8] Only in Mahaparinirvana is this True Self held to be fully discernible and accessible[9].

Many Mahayana Buddhists do not take statements of this kind literally.[10]

Kosho Yamamoto cites a passage in which the Buddha admonishes his monks ('bhiksus') not to dwell inordinately on the idea of the non-Self but to meditate on the Self. Dr. Yamamoto writes:

‘Having dwelt upon the nature of nirvana, the Buddha now explains its positive aspect and says that nirvana has the four attributes of the Eternal, Bliss, the Self, and the Pure … the Buddha says: “O you bhiksus [monks]! Do not abide in the thought of the non-eternal, sorrow, non-Self, and the not-pure and have things as in the case of those people who take the stones, wooden pieces and gravel for the true gem [of the true Dharma] … In every situation, constantly meditate upon the idea of the Self, the idea of the Eternal, Bliss, and the Pure ... Those who, desirous of attaining Reality meditatatively cultivate these ideas, namely, the ideas of the Self [atman], the Eternal, Bliss, and the Pure, will skilfully bring forth the jewel, just like the wise person.” '[11]

Michael Zimmermann, in his study of the Tathagatagarbha Sutra, reveals that not only the Mahaparinirvana Sutra but also the Tathagatagarbha Sutra and the Lankavatara Sutra speak affirmatively of the Self. Zimmermann observes:

    the existence of an eternal, imperishable self, that is, buddhahood, is definitely the basic point of the TGS [Tathagatagarbha Sutra] … the Mahaparinirvanasutra and the Lankavatarasutra characterize the tathagatagarbha explicitly as atman [Self].’[12]

While in early Buddhist thought nirvana is characterized by permanence, bliss, and purity, it is viewed as being the stopping of the breeding-ground for the "I am" attitude, and is beyond all possibility of the Self delusion.[13][14]

Bro 4DMYN,
dalam memberikan referensi sebaiknya gunakan referensi yg valid yaitu hanya dari Tipitaka/Tripitaka bukan dari penafsiran pihak ke3, bisakah Bro menyebutkan di bagian mana dari Maha Parinirvana Sutra kutipan anda itu?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Nevada on 22 July 2010, 12:15:54 AM
^
^
Menurut gw .... gw gak tauu Buddha Aksobhya
jadi ceritakan sedikit riwayatnya .....

1hal belum loe jawab ......
apa artinya PariNibbana ?
[at] Bro Virya

Tidak bisa menggunakan definisi Parinibbana versi Theravada, Bro... Dalam Theravada, setelah Parinibbana maka pancakkhandha sudah padam. Buddha tidak akan ada di manapun juga. Sedangkan TBSN berbasiskan Tantrayana yang perlu merujuk pada Parinirvana versi Mahayana. Dalam Mahayana, setelah Buddha memasuki Parinirvana, Beliau masih bisa "keluar-masuk" samsara dengan leluasa. Selain itu, Buddha juga masih bisa bermanifestasi. Jadi dalam sudut pandang Mahayana-Tantrayana; sebenarnya klaim bahwa LSY mengopi dengan Buddha Gotama itu relevan dan mungkin bisa terjadi.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Adhitthana on 22 July 2010, 12:19:43 AM
ngomong-ngomong .... kopinya merk apa yaaaah  :hammer:

mungkin .... kopinya sama dengan yg diminum bro 4DMYN n bro pariahino  ;D

EGP .... aaaaakh (kagak ngerti, pucing)  ^-^
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 22 July 2010, 12:28:22 AM
ngomong-ngomong .... kopinya merk apa yaaaah  :hammer:

mungkin .... kopinya sama dengan yg diminum bro 4DMYN n bro pariahino  ;D

EGP .... aaaaakh (kagak ngerti, pucing)  ^-^

kok kena virus johan saceng juga?

besok aye mau naik odong odong ama LSY.mau ikut?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Adhitthana on 22 July 2010, 12:31:06 AM
ngomong-ngomong .... kopinya merk apa yaaaah  :hammer:

mungkin .... kopinya sama dengan yg diminum bro 4DMYN n bro pariahino  ;D

EGP .... aaaaakh (kagak ngerti, pucing)  ^-^

kok kena virus johan saceng juga?

besok aye mau naik odong odong ama LSY.mau ikut?
boleee ....
sekalian mao minta cincin batu permata .... cukup 1 cincin aja   ;D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: andry on 22 July 2010, 12:38:52 AM
gimana mo ngerti? kalo masih memegang konsep, dan masih suka membanding2 kan?
kosongin dulu isi cangkirnya, baru bisa diisi air kopi...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Adhitthana on 22 July 2010, 12:39:09 AM
betulll ... kang Andry  ;D

Spoiler: ShowHide
(http://www.rujakmanis.com/gallery2/d/18306-1/tessy_srimulat+sok+manja.jpg)

Apakah Tessy juga ingin melakukan upacara?? .... cincinnya banyokk yoooo ;D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 22 July 2010, 12:50:56 AM
wakakakaka kalo itu Living Corpse hahaha
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 22 July 2010, 01:25:31 AM
Maaf boleh nimbrung ya... sepertinya masih hangat...

Salam dari saya Wen Cie ...

Boleh ceritakan inti diskusinya ...
Apa aja sih yang negatif dari Lu sheng yen?
Tolong dong rangkumin ke saya...haha...Xie2 ni
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 22 July 2010, 01:42:11 AM
iya,saya sudah cukup jelas membacanya.... Saya kira semua pernyataan negatif ttg LSY sudah bisa dijawab. Namun mengapa pertanyaan tidak bermutu seperti apa merk kopi yang digunakan kenapa ditanyakan ya?
Mohon penjelasannya
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Tai Ji Quan on 22 July 2010, 01:53:38 AM
Ikutan ah... Menurut ajaran mahayana, seorang Buddha memiliki 3 tubuh istilahnya trikaya. Nah melalui Dhammakaya maka bs "berhubungan" dng makhluk suci. Agak sulit jg menarik benang merah ajaran mahayana jika dilihat dr kacamata theravada. Menurut mahayana org yg telah mencapai pencerahan artinya menyatu dengan alam semesta. Artinya alam semesta dan dirinya tiada beda. Tentu saja hal ini sulit dipahami kecuali kita mengalaminya. Satu hal yg bagi saya agak lucu ada yg bertanya definisi parinibbana. Sebenarnya parinibbana dan nibbana adalah hal yg sama. Bedanya kalo parinibbana unsur pendukung kehidupannya telah padam. Jadi apa itu nibbana? Jawab saya TIDAK TERCERITAKAN...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 22 July 2010, 06:08:48 AM
wakakakaka kalo itu Living Corpse hahaha

Wahh bumbunya agak pedas bro nyadhana...
Tapi kalau mau dipikir ya brand imagenya bagus lho LSY....

contoh

1. Buddha (ini type standard)
2. Living Buddha
3. True Living Buddha
4. Absolutely True Living Buddha
5. Absolutely True Living Buddha with money Back Guarantee
6. Absolutely True Living Buddha with 100% money Back Guarantee

Nahhh bagus toh.... pabrik kecap aja harus salut pada yg diatas....

jadi trade mark dan brand image memang perlu sekali.....

utk no 3. dan seterusnya masih belum ada yg pakai... kalau ada yg berminat..
nah mohon komisinya utk gw ya... =))

Absolutely True Living Buddha with passive income (giman yg ini?)  :)) :))

jadi pemilihan nama ditinjau dari segi marketing LSY mendpt nilai bagus!
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: GandalfTheElder on 22 July 2010, 07:29:09 AM
Quote
Selain itu, Buddha juga masih bisa bermanifestasi. Jadi dalam sudut pandang Mahayana-Tantrayana; sebenarnya klaim bahwa LSY mengopi dengan Buddha Gotama itu relevan dan mungkin bisa terjadi.

Saya kutip dari perkataan LSY sendiri:
If you trust me, I shall explain this to you clearly. The truth is actually quite simple. Though the Buddha had entered into Nirvana, his spiritual light spans the universe. This is similar to Avalokitesvara Bodhisattva who can answer a thousand prayers and appear simultaneously. The Buddha ranks higher than the Bodhisattva and thus can do likewise. I, Living Buddha Lian-sheng, Sheng-yen Lu have cultivated the spiritual light and I can certainly meet the Buddha and drink coffee with him in our spiritual light bodies. This is Soul meeting Soul, and is actually a very natural thing to do.`

I said, `Besides this, when a person passes away, his body may be destroyed but Soul remains. When another person dies, these two Souls can meet each other. I mean to say that the difference between life and death is simply one where a physical body exists, and one which it doesn`t. Life and death is thus one reality. In birth one refers to existence in the human world and in death one refers to existence in the netherworld.`

I continued, `I can cultivate to the level of Soul leaving the body, and as long as I stay concentrated, seated in yoga posture, circulate the Chi, channel, light drop, and light, and moves my Soul out of the body, I can enter the Dharma Realm and meet Shakyamuni Buddha himself!`


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nah itu dia. Kalau mau bisa minum kopi, Buddha harus mengemanasikan diri-Nya sebagai Nirmanakaya alias tubuh kasar seperti misalnya tubuh manusia!! Pertanyaannya, ketika LSY minum kopi dengan Sakyamuni Buddha, apa orang-orang sekitar bisa melihat Buddha duduk minum kopi??

Kalau saya baca sih, katanya Buddha minum kopi bersama-sama LSY dalam tubuh astral (mungkin maksudnya Sambhogakaya yah?) di kafetaria!! Nah Sambhogakaya dalam Vajrayana dikenal tidak memiliki tubuh kasar seperti makhluk hidup pada umumnya, Sambhogakaya adalah bagaikan pantulan bulan di atas permukaan air. Nah kalau sudah tahu begitu, mana bisa minum kopi yang berwujud kasar??

Yah kecuali kalau minum "kopi Dharma" di Tanah Murni Akanishta Gandavyuha itu masih memungkinkan. Nah ini masalahnya kenapa harus mengambil tempat di kafetaria duniawi yang berwujud fisik?? kalau mau "ngopi Dharma" di Tanah Murni Akanishta Gandavyuha, ya ga harus pergi ke kafetaria.

Tapi jelas-jelas LSY pergi ke kafetaria duniawi dan secara nggak langsung sudah menunjuk bahwa kopi yang diminimum Sambhogakaya adalah kopi dalam wujud fisik kasar. Ini yang saya pertanyakan.

Mingyur Rinpoche pernah menceriatakan suatu kisah pada saya. Ada seorang umat yang bervisualisasi Vajrasattva namun kemudian mengadu pada Rinpoche, "Aduh Rinpoche, saya tentu melakukan karma buruk yang sangat besar, karena ketika ada telepon saya bangkit dari meditasi dan Vajrasattva yang saya visualisasikan di atas kepala terjatuh terbentur pintu!!" Rinpoche menjelaskan bahwa itu karena sang umat masih menganggap Vajrasattva sebagai tubuh fisik kasar, padahal Vajrasattva itu seharusnya divisualisasikan sebagai shunyata, bulan terpantul di atas air karena memang demikian adanya.

Nah dalam kasus LSY ini, malah Sambhogakaya seola-olah digambarkan dalam wujud fisik kasar sehingga bisa minum kopi di KAFETARIA??

Lalu kalau itu memang Sambhogakaya (spiritual light bodies), bagaimana bisa LSY menyamakannya dengan "Soul"?? Kita semua tentu punya "Soul" atau kesadaran, tetapi kita tidak memiliki Sambhogakaya bila belum mencapai pencerahan. Jika Soul dan Sambhogakaya tidak sama, mengapa LSY menggunakan istilah Soul secara awam untuk mendeskripsikan Sambhogakaya?? Sekilas malah terlihat sebagai paham Atman!! Hmmmmmm.....

 _/\_
The Siddha Wanderer
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: GandalfTheElder on 22 July 2010, 08:02:08 AM
Quote
di jaman Sang Buddha, Vimalakirti juga bisa bertemu dan ngobrol dengan Buddha Aksobhya. Apa ada yang salah dengan kejadian ngopi bareng?

Bisa diberikan kutipan sutranya yang menyatakan Vimalakirti lagi ngobrol dengan Aksobhya?? Kok saya baca gak ada ya.

Saya baca di Vimalakirti Sutra, bahwa Vimalakiriti bermeditasi pada Tanah Suci Akshobya dan kemudian "menyatukannya" dengan dunia Saha, yang berarti bahwa bila batin kita murni, maka Saha adalah Tanah Murni, tidak ada bedanya dengan Abhirati.

Jadi bukan Abhirati benar-benar menyatu dengan Saha, tetapi yang dipahami di sini adalah "tidak terpisahkan" bagai Jala Indra.

Tidak ada sama-samanya dengan kejadian ngopi bareng.

Lagipula di sana saya menemukan bahwa Shakyamuni Buddhalah yang mengatakan Vimalakirti sebagai Bodhisattva dari Abhirati, berbeda dengan LSY yang mengaku-ngaku sendiri sebagai Bodhisattva Padmakumara dari Sukhavati.

 _/\_
The Siddha Wanderer
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 22 July 2010, 08:49:15 AM
Quote
Yah kecuali kalau minum "kopi Dharma" di Tanah Murni Akanishta Gandavyuha itu masih memungkinkan.
bro GandalfTheElder,

kopi Dhamrma di TMAG itu spt di surga kah? disana banyak cafee juga kah ?


Mohon kasih alamat eMail nya LSY deh gw mau tanya mengenai ROll Royce tsb..
kalau telp kan nanti hasilnya gak bisa posting disini. gitu.
juga bayar pulsa mahal lho...  mohon kerjasamanya ya  :)) :))

oh satu lagi apakah LSY sering juga YM ? thanks atas infonya.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: GandalfTheElder on 22 July 2010, 08:59:51 AM
Quote
bro GandalfTheElder,

kopi Dhamrma di TMAG itu spt di surga kah? disana banyak cafee juga kah ?

Haha.... tentunya ya nggak sama dengan minum kopi secara duniawi maka tentu saja ya gak ada cafe-cafe lah!! wkwkwkwkkw.......

Yg dimaksud "kopi Dharma" ya nektar kebijaksanaan para Buddha....  ;D

 _/\_
The Siddha Wanderer
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 09:01:44 AM
Quote
di jaman Sang Buddha, Vimalakirti juga bisa bertemu dan ngobrol dengan Buddha Aksobhya. Apa ada yang salah dengan kejadian ngopi bareng?

Bisa diberikan kutipan sutranya yang menyatakan Vimalakirti lagi ngobrol dengan Aksobhya?? Kok saya baca gak ada ya.

Saya baca di Vimalakirti Sutra, bahwa Vimalakiriti bermeditasi pada Tanah Suci Akshobya dan kemudian "menyatukannya" dengan dunia Saha, yang berarti bahwa bila batin kita murni, maka Saha adalah Tanah Murni, tidak ada bedanya dengan Abhirati.

Jadi bukan Abhirati benar-benar menyatu dengan Saha, tetapi yang dipahami di sini adalah "tidak terpisahkan" bagai Jala Indra.

Tidak ada sama-samanya dengan kejadian ngopi bareng.

Lagipula di sana saya menemukan bahwa Shakyamuni Buddhalah yang mengatakan Vimalakirti sebagai Bodhisattva dari Abhirati, berbeda dengan LSY yang mengaku-ngaku sendiri sebagai Bodhisattva Padmakumara dari Sukhavati.

 _/\_
The Siddha Wanderer
Then, the Licchavi Vimalakirti entered into a concentration, and performed a miraculous feat such that he reduced the universe Abhirati to a minute size, and took it with his right hand, and brought it into this Saha universe.

In that universe Abhirati, the disciples, bodhisattvas, and those among gods and men who possessed the superknowledge of the divine eye all cried out, "Lord, we are being carried away! Sugata, we are being carried off! Protect us, O Tathagata!"

But, to discipline them, the Tathagata Aksobhya said to them, "You are being carried off by the bodhisattva Vimalakirti. It is not my affair."

As for the other men and gods, they had no awareness at all that they were being carried anywhere.

Although the universe Abhirati had been brought into the universe Saha, the Saha universe was not increased or diminished; it was neither compressed nor obstructed. Nor was the universe Abhirati reduced internally, and both universes appeared to be the same as they had ever been.

Thereupon, the Buddha Sakyamuni asked all the multitudes, "Friends, behold the splendors of the universe Abhirati, the Tathagata Aksobhya, the array of his buddha-field, and the splendors of these disciples and bodhisattvas!"

They replied, "We see them, Lord!"

The Buddha said, "Those bodhisattvas who wish to embrace such a buddha-field should train themselves in all the bodhisattva-practices of the Tathagata Aksobhya."

While Vimalakirti, with his miraculous power, showed them thus the universe Abhirati and the Tathagata Aksobhya, one hundred and forty thousand living beings among the men and gods of the Saha universe conceived the spirit of unexcelled, perfect enlightenment, and all of them formed a prayer to be reborn in the universe Abhirati. And the Buddha prophesied that in the future all would be reborn in the universe Abhirati. And the Licchavi Vimalakirti, having thus developed all the living beings who could thereby be developed, returned the universe Abhirati exactly to its former place.

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: xenocross on 22 July 2010, 09:06:17 AM
Vimalakirti Nirdesa Sutra, Sutra favorit saya
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 09:07:25 AM
Quote
Selain itu, Buddha juga masih bisa bermanifestasi. Jadi dalam sudut pandang Mahayana-Tantrayana; sebenarnya klaim bahwa LSY mengopi dengan Buddha Gotama itu relevan dan mungkin bisa terjadi.

Saya kutip dari perkataan LSY sendiri:
If you trust me, I shall explain this to you clearly. The truth is actually quite simple. Though the Buddha had entered into Nirvana, his spiritual light spans the universe. This is similar to Avalokitesvara Bodhisattva who can answer a thousand prayers and appear simultaneously. The Buddha ranks higher than the Bodhisattva and thus can do likewise. I, Living Buddha Lian-sheng, Sheng-yen Lu have cultivated the spiritual light and I can certainly meet the Buddha and drink coffee with him in our spiritual light bodies. This is Soul meeting Soul, and is actually a very natural thing to do.`

I said, `Besides this, when a person passes away, his body may be destroyed but Soul remains. When another person dies, these two Souls can meet each other. I mean to say that the difference between life and death is simply one where a physical body exists, and one which it doesn`t. Life and death is thus one reality. In birth one refers to existence in the human world and in death one refers to existence in the netherworld.`

I continued, `I can cultivate to the level of Soul leaving the body, and as long as I stay concentrated, seated in yoga posture, circulate the Chi, channel, light drop, and light, and moves my Soul out of the body, I can enter the Dharma Realm and meet Shakyamuni Buddha himself!`


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nah itu dia. Kalau mau bisa minum kopi, Buddha harus mengemanasikan diri-Nya sebagai Nirmanakaya alias tubuh kasar seperti misalnya tubuh manusia!! Pertanyaannya, ketika LSY minum kopi dengan Sakyamuni Buddha, apa orang-orang sekitar bisa melihat Buddha duduk minum kopi??
bisa baca yang bener gak sih, tulisan diatas itu adalah "I can certainly meet the Buddha and drink coffee with him in our spiritual light bodies. This is Soul meeting Soul, and is actually a very natural thing to do.". btw anda ngerti bahasa inggris gak sih. Soul meeting Soul itu apakah dapat diartikan sebagai tubuh kasar?.

Quote
Kalau saya baca sih, katanya Buddha minum kopi bersama-sama LSY dalam tubuh astral (mungkin maksudnya Sambhogakaya yah?) di kafetaria!! Nah Sambhogakaya dalam Vajrayana dikenal tidak memiliki tubuh kasar seperti makhluk hidup pada umumnya, Sambhogakaya adalah bagaikan pantulan bulan di atas permukaan air. Nah kalau sudah tahu begitu, mana bisa minum kopi yang berwujud kasar??
hahah.. no comment dah, sebaiknya anda belajar bahasa inggris dahulu.
Quote
Yah kecuali kalau minum "kopi Dharma" di Tanah Murni Akanishta Gandavyuha itu masih memungkinkan. Nah ini masalahnya kenapa harus mengambil tempat di kafetaria duniawi yang berwujud fisik?? kalau mau "ngopi Dharma" di Tanah Murni Akanishta Gandavyuha, ya ga harus pergi ke kafetaria.

Tapi jelas-jelas LSY pergi ke kafetaria duniawi dan secara nggak langsung sudah menunjuk bahwa kopi yang diminimum Sambhogakaya adalah kopi dalam wujud fisik kasar. Ini yang saya pertanyakan.

Mingyur Rinpoche pernah menceriatakan suatu kisah pada saya. Ada seorang umat yang bervisualisasi Vajrasattva namun kemudian mengadu pada Rinpoche, "Aduh Rinpoche, saya tentu melakukan karma buruk yang sangat besar, karena ketika ada telepon saya bangkit dari meditasi dan Vajrasattva yang saya visualisasikan di atas kepala terjatuh terbentur pintu!!" Rinpoche menjelaskan bahwa itu karena sang umat masih menganggap Vajrasattva sebagai tubuh fisik kasar, padahal Vajrasattva itu seharusnya divisualisasikan sebagai shunyata, bulan terpantul di atas air karena memang demikian adanya.

Nah dalam kasus LSY ini, malah Sambhogakaya seola-olah digambarkan dalam wujud fisik kasar sehingga bisa minum kopi di KAFETARIA??

Lalu kalau itu memang Sambhogakaya (spiritual light bodies), bagaimana bisa LSY menyamakannya dengan "Soul"?? Kita semua tentu punya "Soul" atau kesadaran, tetapi kita tidak memiliki Sambhogakaya bila belum mencapai pencerahan. Jika Soul dan Sambhogakaya tidak sama, mengapa LSY menggunakan istilah Soul secara awam untuk mendeskripsikan Sambhogakaya?? Sekilas malah terlihat sebagai paham Atman!! Hmmmmmm.....

 _/\_
The Siddha Wanderer
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: GandalfTheElder on 22 July 2010, 09:12:38 AM
Quote
bisa baca yang bener gak sih, tulisan diatas itu adalah "I can certainly meet the Buddha and drink coffee with him in our spiritual light bodies. This is Soul meeting Soul, and is actually a very natural thing to do.". btw anda ngerti bahasa inggris gak sih. Soul meeting Soul itu apakah dapat diartikan sebagai tubuh kasar?.

Hmmm.... anda benar2 nggak ngerti makna tulisan saya ya?

Y udah baca bener2 dulu, anda suruh saya belajar bahasa Inggris, saya minta anda baca dengan benar tulisan saya sehingga bisa menangkap artinya!! Yg saya pertanyakan: "Soul dan Kafetaria"

 _/\_
The Siddha Wanderer
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: GandalfTheElder on 22 July 2010, 09:16:05 AM
Quote
Then, the Licchavi Vimalakirti entered into a concentration, and performed a miraculous feat such that he reduced the universe Abhirati to a minute size, and took it with his right hand, and brought it into this Saha universe.

In that universe Abhirati, the disciples, bodhisattvas, and those among gods and men who possessed the superknowledge of the divine eye all cried out, "Lord, we are being carried away! Sugata, we are being carried off! Protect us, O Tathagata!"

But, to discipline them, the Tathagata Aksobhya said to them, "You are being carried off by the bodhisattva Vimalakirti. It is not my affair."

As for the other men and gods, they had no awareness at all that they were being carried anywhere.

Although the universe Abhirati had been brought into the universe Saha, the Saha universe was not increased or diminished; it was neither compressed nor obstructed. Nor was the universe Abhirati reduced internally, and both universes appeared to be the same as they had ever been.

Thereupon, the Buddha Sakyamuni asked all the multitudes, "Friends, behold the splendors of the universe Abhirati, the Tathagata Aksobhya, the array of his buddha-field, and the splendors of these disciples and bodhisattvas!"

They replied, "We see them, Lord!"

The Buddha said, "Those bodhisattvas who wish to embrace such a buddha-field should train themselves in all the bodhisattva-practices of the Tathagata Aksobhya."

While Vimalakirti, with his miraculous power, showed them thus the universe Abhirati and the Tathagata Aksobhya, one hundred and forty thousand living beings among the men and gods of the Saha universe conceived the spirit of unexcelled, perfect enlightenment, and all of them formed a prayer to be reborn in the universe Abhirati. And the Buddha prophesied that in the future all would be reborn in the universe Abhirati. And the Licchavi Vimalakirti, having thus developed all the living beings who could thereby be developed, returned the universe Abhirati exactly to its former place.

Emang di sana dikatakan Vimalakirti lagi ngobrol dengan Buddha Aksobhya?? Bukannya Vimalakirti hanya menunjukkan Abhirati beserta segala penghuninya?

 _/\_
The Siddha Wanderer
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: xenocross on 22 July 2010, 09:17:08 AM
[
[at] Bro Virya

Tidak bisa menggunakan definisi Parinibbana versi Theravada, Bro... Dalam Theravada, setelah Parinibbana maka pancakkhandha sudah padam. Buddha tidak akan ada di manapun juga. Sedangkan TBSN berbasiskan Tantrayana yang perlu merujuk pada Parinirvana versi Mahayana. Dalam Mahayana, setelah Buddha memasuki Parinirvana, Beliau masih bisa "keluar-masuk" samsara dengan leluasa. Selain itu, Buddha juga masih bisa bermanifestasi. Jadi dalam sudut pandang Mahayana-Tantrayana; sebenarnya klaim bahwa LSY mengopi dengan Buddha Gotama itu relevan dan mungkin bisa terjadi.

Ah tapi....kalau baca riwayat hidup YM Tsongkhapa, beliau bisa bercakap-cakap dengan Manjushri, dan karena itulah beliau bisa menyusun karya besar "Tahapan Jalan Menuju Pencerahan", isinya panjang, padat, dan praktikal, lengkap, mencakup keseluruhan ajaran esensial dalam Dharma.
LSY setelah minum kopi gak menghasilkan karya besar tuh.

Trus, kejadian bercakap-cakap dengan Buddha dan Bodhisattva itu juga gak didapat dengan gampang. Setelah melalui praktek meditasi dll yang panjang barulah bisa didapat.

Dan ini diceritakan oleh murid-muridnya, yang baru membuka hal ini setelah YM Tsongkhapa meninggalkan dunia ini. YM Tsongkhapa tidak pernah menuliskan bahwa beliau mampu bercakap-cakap dengan Manjushri dalam tulisannya.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 22 July 2010, 09:56:03 AM
Quote
bro GandalfTheElder,

kopi Dhamrma di TMAG itu spt di surga kah? disana banyak cafee juga kah ?

Haha.... tentunya ya nggak sama dengan minum kopi secara duniawi maka tentu saja ya gak ada cafe-cafe lah!! wkwkwkwkkw.......

Yg dimaksud "kopi Dharma" ya nektar kebijaksanaan para Buddha....  ;D

 _/\_
The Siddha Wanderer
bro Gandalf, gak jadi coffee trus jadi NEKTAR...
apakah spt pohon yg memiliki juice kotak (nectar) siap dipetik gitu?


Seandainya bisa cakap2 sama Buddha Gautama,
hal2 penting apa yg dibahas ? (penting utk umat Buddhist n lainnya)...

kan gak mungkin ngobrol seperti kita ngalor ngidul yg gak ada juntrungannya.

Jadi pesan penting apa yg disampai kan Buddha Gautama pada LSY?
pertanyaan penting apakah yg telah ditanyakan oleh LSY pada Buddha Gautama?

koq cuma ngomong minum kopi gitu aja.... spt infotaimen..sensasi gitu yaaaaa



bro xenocross, YM Tsongkhapa, boleh tuh bro buka topik baru membahas Tahap........
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Nevada on 22 July 2010, 09:59:56 AM
Quote
bisa baca yang bener gak sih, tulisan diatas itu adalah "I can certainly meet the Buddha and drink coffee with him in our spiritual light bodies. This is Soul meeting Soul, and is actually a very natural thing to do.". btw anda ngerti bahasa inggris gak sih. Soul meeting Soul itu apakah dapat diartikan sebagai tubuh kasar?.

Hmmm.... anda benar2 nggak ngerti makna tulisan saya ya?

Y udah baca bener2 dulu, anda suruh saya belajar bahasa Inggris, saya minta anda baca dengan benar tulisan saya sehingga bisa menangkap artinya!! Yg saya pertanyakan: "Soul dan Kafetaria"

 _/\_
The Siddha Wanderer
Bro, saya baru membaca kutipan penjelasan LSY minum kopi dengan Buddha Gotama di halaman sebelumnya... Tapi saya tidak menemukan penjelasan bahwa "LSY's soul meet the Buddha and drink coffee with him in their spiritual light bodies at cafetaria".

Tolong penjelasan lanjutnya.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 22 July 2010, 10:10:34 AM
Quote
bisa baca yang bener gak sih, tulisan diatas itu adalah "I can certainly meet the Buddha and drink coffee with him in our spiritual light bodies. This is Soul meeting Soul, and is actually a very natural thing to do.". btw anda ngerti bahasa inggris gak sih. Soul meeting Soul itu apakah dapat diartikan sebagai tubuh kasar?.

Hmmm.... anda benar2 nggak ngerti makna tulisan saya ya?

Y udah baca bener2 dulu, anda suruh saya belajar bahasa Inggris, saya minta anda baca dengan benar tulisan saya sehingga bisa menangkap artinya!! Yg saya pertanyakan: "Soul dan Kafetaria"

 _/\_
The Siddha Wanderer
Bro, saya baru membaca kutipan penjelasan LSY minum kopi dengan Buddha Gotama di halaman sebelumnya... Tapi saya tidak menemukan penjelasan bahwa "LSY's soul meet the Buddha and drink coffee with him in their spiritual light bodies at cafetaria".

Tolong penjelasan lanjutnya.
Sang Buddha Sinar Bunga Penguasa-Diri


Topik pembicaraan saya pada hari ini adalah "Sang Budha Sinar Bunga Penguasa Diri". Topik ini yang mana tak pernah diberikan sebelumnya. Ini adalah sebuah nama seorang Budha. Apakah yang mendorong saya untuk berbicara tentang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri ini? Di bulan April dan Mei tahun ini (1992), Saya berada di Taiwan dan Hong Kong untuk memberi upadesa Dharma. Pada sore itu 6 Mei, di sebuah warung kopi di Tapei bernama Dream Coffe House, Budha Shakyamuni dan saya minum kopi bersama-sama. (tepuk tangan)


Barusan saja, ketika saya berkata bahwa saya minum kopi bersama dengan Budha Shakyamuni, seseorang dari pendengar tampaknya tertawa. Seseorang mungkin bertanya-tanya, "Betapa anehnya! Bagaimana mungkin Budha Shakyamuni minum kopi?" Biarlah saya membuat satu pernyataan: Saya sekarang ini duduk dihadapan Panca Dhayani Budha, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa perkataan saya 100 persen benar.


Sore itu, ketika saya dan Budha Shakyamuni, tak ada orang disekitar, dan kami berdua berbincang-bincang sebagaimana layaknya teman, dalam sebuah suasana sangat rileks dan sederhana. Budha Shakyamuni melihat adanya selembar kertas putih di atas meja kopi, beliau mengambil sebuah pen dan menulis lima kata dengan tinta hitam di atasnya. Ketika beliau selesai menulis, beliau menunjukkannya kepada saya dan di atasnya tertulis: Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri. (tepuk tangan) Kemudian Budha Shakyamuni berkata kepada saya secara langsung, "Kamu adalah Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri".(tepuk tangan)


Hidup saya terisi oleh banyak kejadian-kejadian aneh seakan-akan seperti cerita-cerita dongeng. Ketika saya 26 tahun, saya menjumpai sebuah kejadian aneh yang mana saya diajak bepergian ke Surga Barat,(Sukhavati) dan saya berjalan-jalan ke seluruh Sepuluh Alam Dharma. Kemudian untuk selama tiga tahun kemudian, setiap malam dari jam 12:00 tengah malam sampai 1:00 pagi, seorang guru roh yang tak terlihat oleh kasat mata dari Alam Roh turun mengajarkan saya Dharma. Kejadian-kejadian ini sangat tak dapat digambarkan, tapi saya yakinkan hari ini bahwa semua kejadian-kejadian itu benar adanya. Kejadian-kejadian dimasa lampau dan saat ini yang saya ceritakan semuanya adalah benar. Contohnya, suatu ketika ketika saya di Gunung bersalju Rainier, tiga Budha Emas muncul di langit dan memancarkan sinar untuk memberkati saya. Biasanya orang menemukan hal ini sulit untuk dipercaya dan menganggapnya cerita dongeng, tapi saya berkata sesungguhnya, kejadian-kejadina tersebut benar-benar terjadi.


Saya telah menyinggung sebelumnya bahwa sangat sedikit Acharya Budha memperagakan mudra ketika di panggung dan ketika mereka memimpin upacara pemberian makanan kepada mahluk-mahluk di alam setan-setan kelaparan, mereka mengikuti instruksi buku. Juga sedikit sekali Acharya Vajra yang dapat memainkan Vajra dan Lonceng sebegitu sempurnanya dan menjelaskan fungsi-fungsinya sebegitu jelasnya.(tepuk tangan) Semua mudra yang saya peragakan hari ini di ajarkan kepada saya oleh guru roh saya. Tuan Tiga-Puncak-Sembilan-Negara (san-san-ciu-hao). Dan pemainan Vajra dan Lonceng, yang saya laksanakan, diajarkan kepada saya oleh Vajrasattva.(tepuk tangan)


Pada Mei 6, ketika saya minum kopi dengan Budha Shakyamuni, saya bertanya kepada beliau jika beliau mau mencicipi beberapa sandwich. Beliau berucap, "Ini sudahlah cukup, Cukuplah sudah bagis saya untuk belajar minum kopi." Malahan sebenarnya, 2500 tahun yang lalu, saya juga dengan Budha Shakyamuni. (tepuk tangan) Sekarang ini, melalui kopi, Budha Shakyamuni berkata ," Sangatlah disayangkan sekali ini kamu harus melewati cobaan yang berat." (tepuk tangan) Menjawabnya, saya berkata kepada Budha Shakyamuni, " Saya telah datang ke-dunia manusia ini untuk mencicipi kepahitan, saya tidak menaruh sedikit gulapun dalam cangkir kopi ini; ini adalah secangkir kopi pahit,"


Budha Shakyamuni sangat bersimpati terhadap saya. Di saat saya harus bepergian, beliau menaruh tangan beliau di atas kepala saya(tepuk tangan) dan berkata, "Bencanamu belum berakhir, dan fitnahan dari orang lain akan berlanjut selamanya, Aku harus memberkati kamu, sehingga kamu cepat jadi tua." Apakah yang terjadi ketika seseorang menjadi tua? Seseorang kembali ke-temat asalnya ketika seseorang menjadi tua. (hadirin tertawa) Di saat saya memikirkan hal semacam itu, saya merasa sayu jiwa. 2500 tahun yang lalu, ketika saya bersama-sama dengan Budha Shakyamuni, kita sangatlah dekat. Pada waktu itu, Budha Shakyamuni memberikan saya sebuah julukan: "Dimasa yang akan datang, kamu pasti akan menjadi seorang Budha, dan julukanmu adalah Budha Sinar Bunga."(tepuk tangan) Hari ini, satu lagi kata depan telah ditambahkan di-julukan saya, dan menjadi Budha Sinar Bunga Penguasa Diri.


Saya bertanya kepada Budha Shakyamuni, "Mengapa ditambahi kata depan-----Penguasa Diri?" Beliau menjelaskan, "Kamu harus memiliki penguasaan diri untuk tetap tinggal di samsara ini ! Jika kamu tak mempunyai penguasaan diri, kamu sudah menyerah begitu saja."


Sore itu saya berbincang-bincang panjang dengan Budha Shakyamuni.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Nevada on 22 July 2010, 10:12:48 AM
Ah tapi....kalau baca riwayat hidup YM Tsongkhapa, beliau bisa bercakap-cakap dengan Manjushri, dan karena itulah beliau bisa menyusun karya besar "Tahapan Jalan Menuju Pencerahan", isinya panjang, padat, dan praktikal, lengkap, mencakup keseluruhan ajaran esensial dalam Dharma.
LSY setelah minum kopi gak menghasilkan karya besar tuh.

Trus, kejadian bercakap-cakap dengan Buddha dan Bodhisattva itu juga gak didapat dengan gampang. Setelah melalui praktek meditasi dll yang panjang barulah bisa didapat.

Dan ini diceritakan oleh murid-muridnya, yang baru membuka hal ini setelah YM Tsongkhapa meninggalkan dunia ini. YM Tsongkhapa tidak pernah menuliskan bahwa beliau mampu bercakap-cakap dengan Manjushri dalam tulisannya.
Sejujurnya dalam hal ini saya no comment. Bagi saya yang lebih condong pada pandangan Theravada, tentu saja merasa asing bila mendengar bhiksu atau guru-guru besar lainnya bisa bertemu dengan Buddha yang notabene sudah Parinibbana. Tetapi kalau saya mencoba melihatnya dari kacamata Mahayana, hal ini sah-sah saja...

Lagipula siapa tahu kalau LSY memang punya pencapaian meditatif yang tinggi. Katakanlah LSY memang bertemu dengan Buddha Gotama dan minum kopi bersama. Tentu tidak ada "kewajiban" untuk menghasilkan karya besar setelahnya. 

Dan jika kembali menilik pandangan Mahayana-Tantrayana, mengumumkan suatu pencapaian ke publik sepertinya tidak dipermasalahkan. Jadi kalau LSY mengklaim dirinya sudah bertemu Buddha Gotama, sepertinya tidak perlu ada pertentangan.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 22 July 2010, 10:17:38 AM
Sang Buddha Sinar Bunga Penguasa-Diri


Topik pembicaraan saya pada hari ini adalah "Sang Budha Sinar Bunga Penguasa Diri". Topik ini yang mana tak pernah diberikan sebelumnya. Ini adalah sebuah nama seorang Budha. Apakah yang mendorong saya untuk berbicara tentang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri ini? Di bulan April dan Mei tahun ini (1992), Saya berada di Taiwan dan Hong Kong untuk memberi upadesa Dharma. Pada sore itu 6 Mei, di sebuah warung kopi di Tapei bernama Dream Coffe House, Budha Shakyamuni dan saya minum kopi bersama-sama. (tepuk tangan)


Barusan saja, ketika saya berkata bahwa saya minum kopi bersama dengan Budha Shakyamuni, seseorang dari pendengar tampaknya tertawa. Seseorang mungkin bertanya-tanya, "Betapa anehnya! Bagaimana mungkin Budha Shakyamuni minum kopi?" Biarlah saya membuat satu pernyataan: Saya sekarang ini duduk dihadapan Panca Dhayani Budha, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa perkataan saya 100 persen benar.


Sore itu, ketika saya dan Budha Shakyamuni, tak ada orang disekitar, dan kami berdua berbincang-bincang sebagaimana layaknya teman, dalam sebuah suasana sangat rileks dan sederhana. Budha Shakyamuni melihat adanya selembar kertas putih di atas meja kopi, beliau mengambil sebuah pen dan menulis lima kata dengan tinta hitam di atasnya. Ketika beliau selesai menulis, beliau menunjukkannya kepada saya dan di atasnya tertulis: Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri. (tepuk tangan) Kemudian Budha Shakyamuni berkata kepada saya secara langsung, "Kamu adalah Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri".(tepuk tangan)


Hidup saya terisi oleh banyak kejadian-kejadian aneh seakan-akan seperti cerita-cerita dongeng. Ketika saya 26 tahun, saya menjumpai sebuah kejadian aneh yang mana saya diajak bepergian ke Surga Barat,(Sukhavati) dan saya berjalan-jalan ke seluruh Sepuluh Alam Dharma. Kemudian untuk selama tiga tahun kemudian, setiap malam dari jam 12:00 tengah malam sampai 1:00 pagi, seorang guru roh yang tak terlihat oleh kasat mata dari Alam Roh turun mengajarkan saya Dharma. Kejadian-kejadian ini sangat tak dapat digambarkan, tapi saya yakinkan hari ini bahwa semua kejadian-kejadian itu benar adanya. Kejadian-kejadian dimasa lampau dan saat ini yang saya ceritakan semuanya adalah benar. Contohnya, suatu ketika ketika saya di Gunung bersalju Rainier, tiga Budha Emas muncul di langit dan memancarkan sinar untuk memberkati saya. Biasanya orang menemukan hal ini sulit untuk dipercaya dan menganggapnya cerita dongeng, tapi saya berkata sesungguhnya, kejadian-kejadina tersebut benar-benar terjadi.


Saya telah menyinggung sebelumnya bahwa sangat sedikit Acharya Budha memperagakan mudra ketika di panggung dan ketika mereka memimpin upacara pemberian makanan kepada mahluk-mahluk di alam setan-setan kelaparan, mereka mengikuti instruksi buku. Juga sedikit sekali Acharya Vajra yang dapat memainkan Vajra dan Lonceng sebegitu sempurnanya dan menjelaskan fungsi-fungsinya sebegitu jelasnya.(tepuk tangan) Semua mudra yang saya peragakan hari ini di ajarkan kepada saya oleh guru roh saya. Tuan Tiga-Puncak-Sembilan-Negara (san-san-ciu-hao). Dan pemainan Vajra dan Lonceng, yang saya laksanakan, diajarkan kepada saya oleh Vajrasattva.(tepuk tangan)


Pada Mei 6, ketika saya minum kopi dengan Budha Shakyamuni, saya bertanya kepada beliau jika beliau mau mencicipi beberapa sandwich. Beliau berucap, "Ini sudahlah cukup, Cukuplah sudah bagis saya untuk belajar minum kopi." Malahan sebenarnya, 2500 tahun yang lalu, saya juga dengan Budha Shakyamuni. (tepuk tangan) Sekarang ini, melalui kopi, Budha Shakyamuni berkata ," Sangatlah disayangkan sekali ini kamu harus melewati cobaan yang berat." (tepuk tangan) Menjawabnya, saya berkata kepada Budha Shakyamuni, " Saya telah datang ke-dunia manusia ini untuk mencicipi kepahitan, saya tidak menaruh sedikit gulapun dalam cangkir kopi ini; ini adalah secangkir kopi pahit,"


Budha Shakyamuni sangat bersimpati terhadap saya. Di saat saya harus bepergian, beliau menaruh tangan beliau di atas kepala saya(tepuk tangan) dan berkata, "Bencanamu belum berakhir, dan fitnahan dari orang lain akan berlanjut selamanya, Aku harus memberkati kamu, sehingga kamu cepat jadi tua." Apakah yang terjadi ketika seseorang menjadi tua? Seseorang kembali ke-temat asalnya ketika seseorang menjadi tua. (hadirin tertawa) Di saat saya memikirkan hal semacam itu, saya merasa sayu jiwa. 2500 tahun yang lalu, ketika saya bersama-sama dengan Budha Shakyamuni, kita sangatlah dekat. Pada waktu itu, Budha Shakyamuni memberikan saya sebuah julukan: "Dimasa yang akan datang, kamu pasti akan menjadi seorang Budha, dan julukanmu adalah Budha Sinar Bunga."(tepuk tangan) Hari ini, satu lagi kata depan telah ditambahkan di-julukan saya, dan menjadi Budha Sinar Bunga Penguasa Diri.


Saya bertanya kepada Budha Shakyamuni, "Mengapa ditambahi kata depan-----Penguasa Diri?" Beliau menjelaskan, "Kamu harus memiliki penguasaan diri untuk tetap tinggal di samsara ini ! Jika kamu tak mempunyai penguasaan diri, kamu sudah menyerah begitu saja."


Sore itu saya berbincang-bincang panjang dengan Budha Shakyamuni.

saya tidak melihat ada sesuatu yg aneh dalam kisah di atas. bahkan IMO sebagai marketing tool, kisah ini sungguh sangat wajar. yg menjadi keanehan adalah orang-orang yang percaya dengan kisah ini
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Nevada on 22 July 2010, 10:17:57 AM
Sang Buddha Sinar Bunga Penguasa-Diri


Topik pembicaraan saya pada hari ini adalah "Sang Budha Sinar Bunga Penguasa Diri". Topik ini yang mana tak pernah diberikan sebelumnya. Ini adalah sebuah nama seorang Budha. Apakah yang mendorong saya untuk berbicara tentang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri ini? Di bulan April dan Mei tahun ini (1992), Saya berada di Taiwan dan Hong Kong untuk memberi upadesa Dharma. Pada sore itu 6 Mei, di sebuah warung kopi di Tapei bernama Dream Coffe House, Budha Shakyamuni dan saya minum kopi bersama-sama. (tepuk tangan)


Barusan saja, ketika saya berkata bahwa saya minum kopi bersama dengan Budha Shakyamuni, seseorang dari pendengar tampaknya tertawa. Seseorang mungkin bertanya-tanya, "Betapa anehnya! Bagaimana mungkin Budha Shakyamuni minum kopi?" Biarlah saya membuat satu pernyataan: Saya sekarang ini duduk dihadapan Panca Dhayani Budha, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa perkataan saya 100 persen benar.


Sore itu, ketika saya dan Budha Shakyamuni, tak ada orang disekitar, dan kami berdua berbincang-bincang sebagaimana layaknya teman, dalam sebuah suasana sangat rileks dan sederhana. Budha Shakyamuni melihat adanya selembar kertas putih di atas meja kopi, beliau mengambil sebuah pen dan menulis lima kata dengan tinta hitam di atasnya. Ketika beliau selesai menulis, beliau menunjukkannya kepada saya dan di atasnya tertulis: Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri. (tepuk tangan) Kemudian Budha Shakyamuni berkata kepada saya secara langsung, "Kamu adalah Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri".(tepuk tangan)


Hidup saya terisi oleh banyak kejadian-kejadian aneh seakan-akan seperti cerita-cerita dongeng. Ketika saya 26 tahun, saya menjumpai sebuah kejadian aneh yang mana saya diajak bepergian ke Surga Barat,(Sukhavati) dan saya berjalan-jalan ke seluruh Sepuluh Alam Dharma. Kemudian untuk selama tiga tahun kemudian, setiap malam dari jam 12:00 tengah malam sampai 1:00 pagi, seorang guru roh yang tak terlihat oleh kasat mata dari Alam Roh turun mengajarkan saya Dharma. Kejadian-kejadian ini sangat tak dapat digambarkan, tapi saya yakinkan hari ini bahwa semua kejadian-kejadian itu benar adanya. Kejadian-kejadian dimasa lampau dan saat ini yang saya ceritakan semuanya adalah benar. Contohnya, suatu ketika ketika saya di Gunung bersalju Rainier, tiga Budha Emas muncul di langit dan memancarkan sinar untuk memberkati saya. Biasanya orang menemukan hal ini sulit untuk dipercaya dan menganggapnya cerita dongeng, tapi saya berkata sesungguhnya, kejadian-kejadina tersebut benar-benar terjadi.


Saya telah menyinggung sebelumnya bahwa sangat sedikit Acharya Budha memperagakan mudra ketika di panggung dan ketika mereka memimpin upacara pemberian makanan kepada mahluk-mahluk di alam setan-setan kelaparan, mereka mengikuti instruksi buku. Juga sedikit sekali Acharya Vajra yang dapat memainkan Vajra dan Lonceng sebegitu sempurnanya dan menjelaskan fungsi-fungsinya sebegitu jelasnya.(tepuk tangan) Semua mudra yang saya peragakan hari ini di ajarkan kepada saya oleh guru roh saya. Tuan Tiga-Puncak-Sembilan-Negara (san-san-ciu-hao). Dan pemainan Vajra dan Lonceng, yang saya laksanakan, diajarkan kepada saya oleh Vajrasattva.(tepuk tangan)


Pada Mei 6, ketika saya minum kopi dengan Budha Shakyamuni, saya bertanya kepada beliau jika beliau mau mencicipi beberapa sandwich. Beliau berucap, "Ini sudahlah cukup, Cukuplah sudah bagis saya untuk belajar minum kopi." Malahan sebenarnya, 2500 tahun yang lalu, saya juga dengan Budha Shakyamuni. (tepuk tangan) Sekarang ini, melalui kopi, Budha Shakyamuni berkata ," Sangatlah disayangkan sekali ini kamu harus melewati cobaan yang berat." (tepuk tangan) Menjawabnya, saya berkata kepada Budha Shakyamuni, " Saya telah datang ke-dunia manusia ini untuk mencicipi kepahitan, saya tidak menaruh sedikit gulapun dalam cangkir kopi ini; ini adalah secangkir kopi pahit,"


Budha Shakyamuni sangat bersimpati terhadap saya. Di saat saya harus bepergian, beliau menaruh tangan beliau di atas kepala saya(tepuk tangan) dan berkata, "Bencanamu belum berakhir, dan fitnahan dari orang lain akan berlanjut selamanya, Aku harus memberkati kamu, sehingga kamu cepat jadi tua." Apakah yang terjadi ketika seseorang menjadi tua? Seseorang kembali ke-temat asalnya ketika seseorang menjadi tua. (hadirin tertawa) Di saat saya memikirkan hal semacam itu, saya merasa sayu jiwa. 2500 tahun yang lalu, ketika saya bersama-sama dengan Budha Shakyamuni, kita sangatlah dekat. Pada waktu itu, Budha Shakyamuni memberikan saya sebuah julukan: "Dimasa yang akan datang, kamu pasti akan menjadi seorang Budha, dan julukanmu adalah Budha Sinar Bunga."(tepuk tangan) Hari ini, satu lagi kata depan telah ditambahkan di-julukan saya, dan menjadi Budha Sinar Bunga Penguasa Diri.


Saya bertanya kepada Budha Shakyamuni, "Mengapa ditambahi kata depan-----Penguasa Diri?" Beliau menjelaskan, "Kamu harus memiliki penguasaan diri untuk tetap tinggal di samsara ini ! Jika kamu tak mempunyai penguasaan diri, kamu sudah menyerah begitu saja."


Sore itu saya berbincang-bincang panjang dengan Budha Shakyamuni.
Terimakasih atas penggalan kisahnya... Kalau di cerita itu, sepertinya Buddha Gotama (Sakyamuni) ini menampakkan diri hanya di depan LSY ketika tidak ada orang lain pada saat itu. Saya no comment dulu. Silakan teman-teman Mahayanis-Tantrayanis yang berkomentar lebih lanjut mengenai hal ini...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 22 July 2010, 10:20:25 AM
lu sheng yen mengajarkan untuk membunuh :

He (Sheng-Yen Lu) gives a speech to the members present on how to kill a person:
The only way to treat a stubborn or a hopeless person is to kill. If you love someone and have mercy and want to send one to heaven, you must first take his life and then expiate the sins of the dead. This is the 2nd greatest charm of the religion. He continue saying;- if there is no other way that could assist one, then the only way is to kill. Giving mercy or influence or wisdom and still not way out, then the only way is to kill.
"Diamond spell" could make disappear one person. Then take his soul and send to "Buddha country". Firstly, create the shape of a man (or human being), then put the man’s shape under one’s seating pad. (Or if you exert the spell, you put the man <the one you think he should be punished> under your pad.)
To cast the spell, you must first concentrate, think and imagine the person you target; - then His two eyes will move to the back of the brain, His nose move to the top of his head, His two ears move to his nose, His tongue twists back in the mouth, the tongue tip is inside the mouth while the back tongue faces to the front.
According to Tantric (Religion), all the organs on his face are all moved.         
When you succeed in doing this, this person does no longer exist. When his (the one being cursed) tongue is twisted, he cannot talk. But according to this spell/curse, it is the charm of killing others.
Once, my grand master taught me to learn and practice Buddha’s Diamond Peg. (When you practice and pray with this peg, it will give you power) The priest gave me the peg, and told me if I met some bad and evil person, you pray using the Diamond spell. I did not practice; and I told him I would not practice it. Whether I will practice or not in the future, I will decide it later.
In the preaching, Lu further told the followers (attendees) that:
When I put "you" under my seat and twisted all your facial organs (eyes, ears, mouth, nose), I pray using the Diamond spell, using the Diamond blaze along with the Diamond club, I can draw your soul to my front, and watching your head coming off, blood are black in color, flowing out. I can see all your internal organs decaying, some hell workers coming to grab your intestines, grab your liver, grab your heart, grab your stomach, and then tear them into pieces. Although it is a fierce killing spell (charm), but if I really do it this way on to you in the future, I guarantee that I will lead you to Buddhist’s Kingdom (the peace and eternal land).
When "Horse Head King" (a Buddha) descends from the sky, or the entire Diamond gods descend into your body, you will exhibit the Diamond face (image). When you have the Diamond face (image), you (start to cast the prayers), by holding the Diamond peg, and all other spell-casting devices. You can exert your killing command when you hold these devices. With the killing command, the command uses the Diamond fire, burns your target (the person you want to kill) away, burns him to ashes. Uses wind to blow all ashes away, grab your soul, and then send you to the West Happiest land of the Buddha Kingdom. All the Buddha attendants, Diamond gods come and press you on the ground, press your heart and don’t let it beat, tear your intestines, liver, stomach, kidney into pieces, chop your head out and black blood flow out. Make all your facial organs twisted (ear, mouth…..etc). (The Horse Head King spell-HHK). In this way, I can teach you another method (spell). You let (make) him sick. It is good to make him sick, make him sick. When you pray to "HHK" and ask him to make that person sick.
If you want this person to get well, it is easy. You recite the "HHK" curse 100,000 times, no need to be 100,000 time, it’ s OK to recite 10,000 times. When you recite 10,000 times, the power of the prayer transfer to this person, then he will get well. This is a kind of punishment too.
Just like you make this person sick first, then he will regret and admit his fault. When he admits his wrong doing and correct himself, you have to recite 10,000 times the "HHK" charm towards him, to make him come back (return to this world). When he gets sick, he become dumb and cannot speak, you watch his tongue (with your mind concentrated on his tongue), and recite 10,000 the HHK curse, the curse resonance (exert spell) to this person, then he will get well.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 22 July 2010, 10:23:18 AM
lu sheng yen mengajarkan untuk membunuh :

He (Sheng-Yen Lu) gives a speech to the members present on how to kill a person:
The only way to treat a stubborn or a hopeless person is to kill. If you love someone and have mercy and want to send one to heaven, you must first take his life and then expiate the sins of the dead. This is the 2nd greatest charm of the religion. He continue saying;- if there is no other way that could assist one, then the only way is to kill. Giving mercy or influence or wisdom and still not way out, then the only way is to kill.
"Diamond spell" could make disappear one person. Then take his soul and send to "Buddha country". Firstly, create the shape of a man (or human being), then put the man’s shape under one’s seating pad. (Or if you exert the spell, you put the man <the one you think he should be punished> under your pad.)
To cast the spell, you must first concentrate, think and imagine the person you target; - then His two eyes will move to the back of the brain, His nose move to the top of his head, His two ears move to his nose, His tongue twists back in the mouth, the tongue tip is inside the mouth while the back tongue faces to the front.
According to Tantric (Religion), all the organs on his face are all moved.         
When you succeed in doing this, this person does no longer exist. When his (the one being cursed) tongue is twisted, he cannot talk. But according to this spell/curse, it is the charm of killing others.
Once, my grand master taught me to learn and practice Buddha’s Diamond Peg. (When you practice and pray with this peg, it will give you power) The priest gave me the peg, and told me if I met some bad and evil person, you pray using the Diamond spell. I did not practice; and I told him I would not practice it. Whether I will practice or not in the future, I will decide it later.
In the preaching, Lu further told the followers (attendees) that:
When I put "you" under my seat and twisted all your facial organs (eyes, ears, mouth, nose), I pray using the Diamond spell, using the Diamond blaze along with the Diamond club, I can draw your soul to my front, and watching your head coming off, blood are black in color, flowing out. I can see all your internal organs decaying, some hell workers coming to grab your intestines, grab your liver, grab your heart, grab your stomach, and then tear them into pieces. Although it is a fierce killing spell (charm), but if I really do it this way on to you in the future, I guarantee that I will lead you to Buddhist’s Kingdom (the peace and eternal land).
When "Horse Head King" (a Buddha) descends from the sky, or the entire Diamond gods descend into your body, you will exhibit the Diamond face (image). When you have the Diamond face (image), you (start to cast the prayers), by holding the Diamond peg, and all other spell-casting devices. You can exert your killing command when you hold these devices. With the killing command, the command uses the Diamond fire, burns your target (the person you want to kill) away, burns him to ashes. Uses wind to blow all ashes away, grab your soul, and then send you to the West Happiest land of the Buddha Kingdom. All the Buddha attendants, Diamond gods come and press you on the ground, press your heart and don’t let it beat, tear your intestines, liver, stomach, kidney into pieces, chop your head out and black blood flow out. Make all your facial organs twisted (ear, mouth…..etc). (The Horse Head King spell-HHK). In this way, I can teach you another method (spell). You let (make) him sick. It is good to make him sick, make him sick. When you pray to "HHK" and ask him to make that person sick.
If you want this person to get well, it is easy. You recite the "HHK" curse 100,000 times, no need to be 100,000 time, it’ s OK to recite 10,000 times. When you recite 10,000 times, the power of the prayer transfer to this person, then he will get well. This is a kind of punishment too.
Just like you make this person sick first, then he will regret and admit his fault. When he admits his wrong doing and correct himself, you have to recite 10,000 times the "HHK" charm towards him, to make him come back (return to this world). When he gets sick, he become dumb and cannot speak, you watch his tongue (with your mind concentrated on his tongue), and recite 10,000 the HHK curse, the curse resonance (exert spell) to this person, then he will get well.

Voodoo????
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 10:41:57 AM
lu sheng yen mengajarkan untuk membunuh :

ada bukti tidak? ato sumbernya berdasarkan gossip belaka? kalau bener mengajarkan membunuh, kenapa gak dicoba aja ilmu tersebut untuk membunuh LSY?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 22 July 2010, 10:43:44 AM
lu sheng yen mengajarkan untuk membunuh :

ada bukti tidak? ato sumbernya berdasarkan gossip belaka? kalau bener mengajarkan membunuh, kenapa gak dicoba aja ilmu tersebut untuk membunuh LSY?

http://www.shcstory.com/movie.html
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 22 July 2010, 11:13:20 AM
lu sheng yen mengajarkan untuk membunuh :

ada bukti tidak? ato sumbernya berdasarkan gossip belaka? kalau bener mengajarkan membunuh, kenapa gak dicoba aja ilmu tersebut untuk membunuh LSY?

Karena mayoritas Buddhist di DC ini percaya pada Buddha Sakyamuni yang mengajarkan menghindari pembunuhan, bukan Buddha Sakyamuni yang memuji orang yang menganjurkan pembunuhan sebagai "Budha [sic] Sinar Bunga Penguasa-Diri", sambil ngopi di Coffee House.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 22 July 2010, 11:21:57 AM
Quote
bisa baca yang bener gak sih, tulisan diatas itu adalah "I can certainly meet the Buddha and drink coffee with him in our spiritual light bodies. This is Soul meeting Soul, and is actually a very natural thing to do.". btw anda ngerti bahasa inggris gak sih. Soul meeting Soul itu apakah dapat diartikan sebagai tubuh kasar?.

Hmmm.... anda benar2 nggak ngerti makna tulisan saya ya?

Y udah baca bener2 dulu, anda suruh saya belajar bahasa Inggris, saya minta anda baca dengan benar tulisan saya sehingga bisa menangkap artinya!! Yg saya pertanyakan: "Soul dan Kafetaria"

 _/\_
The Siddha Wanderer
Bro, saya baru membaca kutipan penjelasan LSY minum kopi dengan Buddha Gotama di halaman sebelumnya... Tapi saya tidak menemukan penjelasan bahwa "LSY's soul meet the Buddha and drink coffee with him in their spiritual light bodies at cafetaria".

Tolong penjelasan lanjutnya.
Sang Buddha Sinar Bunga Penguasa-Diri


Topik pembicaraan saya pada hari ini adalah "Sang Budha Sinar Bunga Penguasa Diri". Topik ini yang mana tak pernah diberikan sebelumnya. Ini adalah sebuah nama seorang Budha. Apakah yang mendorong saya untuk berbicara tentang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri ini? Di bulan April dan Mei tahun ini (1992), Saya berada di Taiwan dan Hong Kong untuk memberi upadesa Dharma. Pada sore itu 6 Mei, di sebuah warung kopi di Tapei bernama Dream Coffe House, Budha Shakyamuni dan saya minum kopi bersama-sama. (tepuk tangan)


Barusan saja, ketika saya berkata bahwa saya minum kopi bersama dengan Budha Shakyamuni, seseorang dari pendengar tampaknya tertawa. Seseorang mungkin bertanya-tanya, "Betapa anehnya! Bagaimana mungkin Budha Shakyamuni minum kopi?" Biarlah saya membuat satu pernyataan: Saya sekarang ini duduk dihadapan Panca Dhayani Budha, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa perkataan saya 100 persen benar.


Sore itu, ketika saya dan Budha Shakyamuni, tak ada orang disekitar, dan kami berdua berbincang-bincang sebagaimana layaknya teman, dalam sebuah suasana sangat rileks dan sederhana. Budha Shakyamuni melihat adanya selembar kertas putih di atas meja kopi, beliau mengambil sebuah pen dan menulis lima kata dengan tinta hitam di atasnya. Ketika beliau selesai menulis, beliau menunjukkannya kepada saya dan di atasnya tertulis: Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri. (tepuk tangan) Kemudian Budha Shakyamuni berkata kepada saya secara langsung, "Kamu adalah Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri".(tepuk tangan)


Hidup saya terisi oleh banyak kejadian-kejadian aneh seakan-akan seperti cerita-cerita dongeng. Ketika saya 26 tahun, saya menjumpai sebuah kejadian aneh yang mana saya diajak bepergian ke Surga Barat,(Sukhavati) dan saya berjalan-jalan ke seluruh Sepuluh Alam Dharma. Kemudian untuk selama tiga tahun kemudian, setiap malam dari jam 12:00 tengah malam sampai 1:00 pagi, seorang guru roh yang tak terlihat oleh kasat mata dari Alam Roh turun mengajarkan saya Dharma. Kejadian-kejadian ini sangat tak dapat digambarkan, tapi saya yakinkan hari ini bahwa semua kejadian-kejadian itu benar adanya. Kejadian-kejadian dimasa lampau dan saat ini yang saya ceritakan semuanya adalah benar. Contohnya, suatu ketika ketika saya di Gunung bersalju Rainier, tiga Budha Emas muncul di langit dan memancarkan sinar untuk memberkati saya. Biasanya orang menemukan hal ini sulit untuk dipercaya dan menganggapnya cerita dongeng, tapi saya berkata sesungguhnya, kejadian-kejadina tersebut benar-benar terjadi.


Saya telah menyinggung sebelumnya bahwa sangat sedikit Acharya Budha memperagakan mudra ketika di panggung dan ketika mereka memimpin upacara pemberian makanan kepada mahluk-mahluk di alam setan-setan kelaparan, mereka mengikuti instruksi buku. Juga sedikit sekali Acharya Vajra yang dapat memainkan Vajra dan Lonceng sebegitu sempurnanya dan menjelaskan fungsi-fungsinya sebegitu jelasnya.(tepuk tangan) Semua mudra yang saya peragakan hari ini di ajarkan kepada saya oleh guru roh saya. Tuan Tiga-Puncak-Sembilan-Negara (san-san-ciu-hao). Dan pemainan Vajra dan Lonceng, yang saya laksanakan, diajarkan kepada saya oleh Vajrasattva.(tepuk tangan)


Pada Mei 6, ketika saya minum kopi dengan Budha Shakyamuni, saya bertanya kepada beliau jika beliau mau mencicipi beberapa sandwich. Beliau berucap, "Ini sudahlah cukup, Cukuplah sudah bagis saya untuk belajar minum kopi." Malahan sebenarnya, 2500 tahun yang lalu, saya juga dengan Budha Shakyamuni. (tepuk tangan) Sekarang ini, melalui kopi, Budha Shakyamuni berkata ," Sangatlah disayangkan sekali ini kamu harus melewati cobaan yang berat." (tepuk tangan) Menjawabnya, saya berkata kepada Budha Shakyamuni, " Saya telah datang ke-dunia manusia ini untuk mencicipi kepahitan, saya tidak menaruh sedikit gulapun dalam cangkir kopi ini; ini adalah secangkir kopi pahit,"


Budha Shakyamuni sangat bersimpati terhadap saya. Di saat saya harus bepergian, beliau menaruh tangan beliau di atas kepala saya(tepuk tangan) dan berkata, "Bencanamu belum berakhir, dan fitnahan dari orang lain akan berlanjut selamanya, Aku harus memberkati kamu, sehingga kamu cepat jadi tua." Apakah yang terjadi ketika seseorang menjadi tua? Seseorang kembali ke-temat asalnya ketika seseorang menjadi tua. (hadirin tertawa) Di saat saya memikirkan hal semacam itu, saya merasa sayu jiwa. 2500 tahun yang lalu, ketika saya bersama-sama dengan Budha Shakyamuni, kita sangatlah dekat. Pada waktu itu, Budha Shakyamuni memberikan saya sebuah julukan: "Dimasa yang akan datang, kamu pasti akan menjadi seorang Budha, dan julukanmu adalah Budha Sinar Bunga."(tepuk tangan) Hari ini, satu lagi kata depan telah ditambahkan di-julukan saya, dan menjadi Budha Sinar Bunga Penguasa Diri.


Saya bertanya kepada Budha Shakyamuni, "Mengapa ditambahi kata depan-----Penguasa Diri?" Beliau menjelaskan, "Kamu harus memiliki penguasaan diri untuk tetap tinggal di samsara ini ! Jika kamu tak mempunyai penguasaan diri, kamu sudah menyerah begitu saja."


Sore itu saya berbincang-bincang panjang dengan Budha Shakyamuni.

inallilahi wa inallilahi rojiun..ada cerita seperti di atas jg ternyata..aye br pertama kali baca...jujur...shockkkk..
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 22 July 2010, 11:40:43 AM
^^ jawaban paling gampang :

secara mendetail saya kurang tau, kalau mau tanya lebih detailnya silahkan saja kirim surat/telpon/fax  ke :

True Buddha Foundation
17102 NE 40th Court
Redmond, WA 98052-5479
U.S.A.
 
Tel: (425) 885-7573
Fax: (425) 883-2173

tanya ke sumber aslinya pasti jauh lebih akurat, ketimbang tanya ke murid-muridnya, setuju tidak?


=)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 22 July 2010, 11:53:00 AM
lu sheng yen mengajarkan untuk membunuh :

ada bukti tidak? ato sumbernya berdasarkan gossip belaka? kalau bener mengajarkan membunuh, kenapa gak dicoba aja ilmu tersebut untuk membunuh LSY?

http://www.shcstory.com/movie.html
btw kalau ada yang mengerti mandarin, tolong di cros check apa arti nya sesuai dengan yang bahasa inggris. soalnya bisa saja SHC mengarang2 cerita ini.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: tuwino gunawan on 22 July 2010, 12:33:00 PM

Topik pembicaraan saya pada hari ini adalah "Sang Budha Sinar Bunga Penguasa Diri". Topik ini yang mana tak pernah diberikan sebelumnya. Ini adalah sebuah nama seorang Budha. Apakah yang mendorong saya untuk berbicara tentang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri ini? Di bulan April dan Mei tahun ini (1992), Saya berada di Taiwan dan Hong Kong untuk memberi upadesa Dharma. Pada sore itu 6 Mei, di sebuah warung kopi di Tapei bernama Dream Coffe House, Budha Shakyamuni dan saya minum kopi bersama-sama. (tepuk tangan)



 8->
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 01:01:42 PM
Quote
bisa baca yang bener gak sih, tulisan diatas itu adalah "I can certainly meet the Buddha and drink coffee with him in our spiritual light bodies. This is Soul meeting Soul, and is actually a very natural thing to do.". btw anda ngerti bahasa inggris gak sih. Soul meeting Soul itu apakah dapat diartikan sebagai tubuh kasar?.

Hmmm.... anda benar2 nggak ngerti makna tulisan saya ya?

Y udah baca bener2 dulu, anda suruh saya belajar bahasa Inggris, saya minta anda baca dengan benar tulisan saya sehingga bisa menangkap artinya!! Yg saya pertanyakan: "Soul dan Kafetaria"

 _/\_
The Siddha Wanderer

anda paham tidak bahwa sang Buddha itu sudah mencapai pencerahan berkalpa-kalpa yang lampau?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 01:03:00 PM
lu sheng yen mengajarkan untuk membunuh :

ada bukti tidak? ato sumbernya berdasarkan gossip belaka? kalau bener mengajarkan membunuh, kenapa gak dicoba aja ilmu tersebut untuk membunuh LSY?

http://www.shcstory.com/movie.html
nonsense, translatenya ngaco, dipotong-potong
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 01:05:54 PM

lu sheng yen mengajarkan untuk membunuh :

ada bukti tidak? ato sumbernya berdasarkan gossip belaka? kalau bener mengajarkan membunuh, kenapa gak dicoba aja ilmu tersebut untuk membunuh LSY?

Karena mayoritas Buddhist di DC ini percaya pada Buddha Sakyamuni yang mengajarkan menghindari pembunuhan, bukan Buddha Sakyamuni yang memuji orang yang menganjurkan pembunuhan sebagai "Budha [sic] Sinar Bunga Penguasa-Diri", sambil ngopi di Coffee House.

tapi dengan mengajarkan cara membunuh di depan umum, berjuta-juta orang didunia ini akan berpotensi untuk melakukan "Senjata Makan Tuan" terhadapnya. kira-kira masuk akal tidak sih? Motivasinya mengajarkan cara membunuh di depan umum itu apa?


Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: apsa on 22 July 2010, 01:16:45 PM
Quote
bisa baca yang bener gak sih, tulisan diatas itu adalah "I can certainly meet the Buddha and drink coffee with him in our spiritual light bodies. This is Soul meeting Soul, and is actually a very natural thing to do.". btw anda ngerti bahasa inggris gak sih. Soul meeting Soul itu apakah dapat diartikan sebagai tubuh kasar?.

Hmmm.... anda benar2 nggak ngerti makna tulisan saya ya?

Y udah baca bener2 dulu, anda suruh saya belajar bahasa Inggris, saya minta anda baca dengan benar tulisan saya sehingga bisa menangkap artinya!! Yg saya pertanyakan: "Soul dan Kafetaria"

 _/\_
The Siddha Wanderer
Bro, saya baru membaca kutipan penjelasan LSY minum kopi dengan Buddha Gotama di halaman sebelumnya... Tapi saya tidak menemukan penjelasan bahwa "LSY's soul meet the Buddha and drink coffee with him in their spiritual light bodies at cafetaria".

Tolong penjelasan lanjutnya.
Sang Buddha Sinar Bunga Penguasa-Diri


Topik pembicaraan saya pada hari ini adalah "Sang Budha Sinar Bunga Penguasa Diri". Topik ini yang mana tak pernah diberikan sebelumnya. Ini adalah sebuah nama seorang Budha. Apakah yang mendorong saya untuk berbicara tentang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri ini? Di bulan April dan Mei tahun ini (1992), Saya berada di Taiwan dan Hong Kong untuk memberi upadesa Dharma. Pada sore itu 6 Mei, di sebuah warung kopi di Tapei bernama Dream Coffe House, Budha Shakyamuni dan saya minum kopi bersama-sama. (tepuk tangan)


Barusan saja, ketika saya berkata bahwa saya minum kopi bersama dengan Budha Shakyamuni, seseorang dari pendengar tampaknya tertawa. Seseorang mungkin bertanya-tanya, "Betapa anehnya! Bagaimana mungkin Budha Shakyamuni minum kopi?" Biarlah saya membuat satu pernyataan: Saya sekarang ini duduk dihadapan Panca Dhayani Budha, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa perkataan saya 100 persen benar.


Sore itu, ketika saya dan Budha Shakyamuni, tak ada orang disekitar, dan kami berdua berbincang-bincang sebagaimana layaknya teman, dalam sebuah suasana sangat rileks dan sederhana. Budha Shakyamuni melihat adanya selembar kertas putih di atas meja kopi, beliau mengambil sebuah pen dan menulis lima kata dengan tinta hitam di atasnya. Ketika beliau selesai menulis, beliau menunjukkannya kepada saya dan di atasnya tertulis: Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri. (tepuk tangan) Kemudian Budha Shakyamuni berkata kepada saya secara langsung, "Kamu adalah Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri".(tepuk tangan)


Hidup saya terisi oleh banyak kejadian-kejadian aneh seakan-akan seperti cerita-cerita dongeng. Ketika saya 26 tahun, saya menjumpai sebuah kejadian aneh yang mana saya diajak bepergian ke Surga Barat,(Sukhavati) dan saya berjalan-jalan ke seluruh Sepuluh Alam Dharma. Kemudian untuk selama tiga tahun kemudian, setiap malam dari jam 12:00 tengah malam sampai 1:00 pagi, seorang guru roh yang tak terlihat oleh kasat mata dari Alam Roh turun mengajarkan saya Dharma. Kejadian-kejadian ini sangat tak dapat digambarkan, tapi saya yakinkan hari ini bahwa semua kejadian-kejadian itu benar adanya. Kejadian-kejadian dimasa lampau dan saat ini yang saya ceritakan semuanya adalah benar. Contohnya, suatu ketika ketika saya di Gunung bersalju Rainier, tiga Budha Emas muncul di langit dan memancarkan sinar untuk memberkati saya. Biasanya orang menemukan hal ini sulit untuk dipercaya dan menganggapnya cerita dongeng, tapi saya berkata sesungguhnya, kejadian-kejadina tersebut benar-benar terjadi.


Saya telah menyinggung sebelumnya bahwa sangat sedikit Acharya Budha memperagakan mudra ketika di panggung dan ketika mereka memimpin upacara pemberian makanan kepada mahluk-mahluk di alam setan-setan kelaparan, mereka mengikuti instruksi buku. Juga sedikit sekali Acharya Vajra yang dapat memainkan Vajra dan Lonceng sebegitu sempurnanya dan menjelaskan fungsi-fungsinya sebegitu jelasnya.(tepuk tangan) Semua mudra yang saya peragakan hari ini di ajarkan kepada saya oleh guru roh saya. Tuan Tiga-Puncak-Sembilan-Negara (san-san-ciu-hao). Dan pemainan Vajra dan Lonceng, yang saya laksanakan, diajarkan kepada saya oleh Vajrasattva.(tepuk tangan)


Pada Mei 6, ketika saya minum kopi dengan Budha Shakyamuni, saya bertanya kepada beliau jika beliau mau mencicipi beberapa sandwich. Beliau berucap, "Ini sudahlah cukup, Cukuplah sudah bagis saya untuk belajar minum kopi." Malahan sebenarnya, 2500 tahun yang lalu, saya juga dengan Budha Shakyamuni. (tepuk tangan) Sekarang ini, melalui kopi, Budha Shakyamuni berkata ," Sangatlah disayangkan sekali ini kamu harus melewati cobaan yang berat." (tepuk tangan) Menjawabnya, saya berkata kepada Budha Shakyamuni, " Saya telah datang ke-dunia manusia ini untuk mencicipi kepahitan, saya tidak menaruh sedikit gulapun dalam cangkir kopi ini; ini adalah secangkir kopi pahit,"


Budha Shakyamuni sangat bersimpati terhadap saya. Di saat saya harus bepergian, beliau menaruh tangan beliau di atas kepala saya(tepuk tangan) dan berkata, "Bencanamu belum berakhir, dan fitnahan dari orang lain akan berlanjut selamanya, Aku harus memberkati kamu, sehingga kamu cepat jadi tua." Apakah yang terjadi ketika seseorang menjadi tua? Seseorang kembali ke-temat asalnya ketika seseorang menjadi tua. (hadirin tertawa) Di saat saya memikirkan hal semacam itu, saya merasa sayu jiwa. 2500 tahun yang lalu, ketika saya bersama-sama dengan Budha Shakyamuni, kita sangatlah dekat. Pada waktu itu, Budha Shakyamuni memberikan saya sebuah julukan: "Dimasa yang akan datang, kamu pasti akan menjadi seorang Budha, dan julukanmu adalah Budha Sinar Bunga."(tepuk tangan) Hari ini, satu lagi kata depan telah ditambahkan di-julukan saya, dan menjadi Budha Sinar Bunga Penguasa Diri.


Saya bertanya kepada Budha Shakyamuni, "Mengapa ditambahi kata depan-----Penguasa Diri?" Beliau menjelaskan, "Kamu harus memiliki penguasaan diri untuk tetap tinggal di samsara ini ! Jika kamu tak mempunyai penguasaan diri, kamu sudah menyerah begitu saja."


Sore itu saya berbincang-bincang panjang dengan Budha Shakyamuni.

bro,apa ini benar?
kalau bisa minta linknya yah..
kalau ini benar yg dikatakan LSY,mungkin yg tetrayana mau comment dl soal ini?

utk bro 4DMYN,cerita ini yg dimaksud oleh galdalf.
tolong didalamin terlebih dahulu sebelum dijawab..
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 22 July 2010, 01:29:15 PM

lu sheng yen mengajarkan untuk membunuh :

ada bukti tidak? ato sumbernya berdasarkan gossip belaka? kalau bener mengajarkan membunuh, kenapa gak dicoba aja ilmu tersebut untuk membunuh LSY?

Karena mayoritas Buddhist di DC ini percaya pada Buddha Sakyamuni yang mengajarkan menghindari pembunuhan, bukan Buddha Sakyamuni yang memuji orang yang menganjurkan pembunuhan sebagai "Budha [sic] Sinar Bunga Penguasa-Diri", sambil ngopi di Coffee House.

tapi dengan mengajarkan cara membunuh di depan umum, berjuta-juta orang didunia ini akan berpotensi untuk melakukan "Senjata Makan Tuan" terhadapnya. kira-kira masuk akal tidak sih? Motivasinya mengajarkan cara membunuh di depan umum itu apa?



kok malah jadi nanya. justru kita yg harus diksh penjelasan motif lsy itu apa?

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 22 July 2010, 01:32:41 PM
lu sheng yen mengajarkan untuk membunuh :

ada bukti tidak? ato sumbernya berdasarkan gossip belaka? kalau bener mengajarkan membunuh, kenapa gak dicoba aja ilmu tersebut untuk membunuh LSY?

http://www.shcstory.com/movie.html
nonsense, translatenya ngaco, dipotong-potong
silahkan anda beri penjelasan.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 22 July 2010, 02:07:55 PM
tapi dengan mengajarkan cara membunuh di depan umum, berjuta-juta orang didunia ini akan berpotensi untuk melakukan "Senjata Makan Tuan" terhadapnya. kira-kira masuk akal tidak sih? Motivasinya mengajarkan cara membunuh di depan umum itu apa?
Kalau anda tanya pendapat saya, saya jawab masuk akal saja. Mungkin tujuannya adalah semacam peringatan (ancaman) yang seolah-olah berisi: kalian jangan macam-macam, saya bisa membunuh dengan pikiran.
Kemungkinan lain adalah semacam pembenaran bahwa pembunuhan itu boleh dilakukan kalau kita anggap orang itu sudah tidak tertolong lagi. Jadi kalau suatu saat dia mengutuk dan membunuh, itu berarti karena kasih.
Kemungkinan lainnya lagi mungkin bermuatan politik mengingat LSY pernah memberi dana untuk kepentingan politik bagi Gary Locke.

Tapi itu semua jelas hanya dari sudut pandang saya, pastinya harus ditanyakan pada LSY sendiri. Yang sedikit buat saya penasaran, mengapa sepertinya sekarang ini LSY terkesan "bersembunyi" dan sulit diselidiki keberadaannya?


Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 02:18:24 PM
tapi dengan mengajarkan cara membunuh di depan umum, berjuta-juta orang didunia ini akan berpotensi untuk melakukan "Senjata Makan Tuan" terhadapnya. kira-kira masuk akal tidak sih? Motivasinya mengajarkan cara membunuh di depan umum itu apa?
Kalau anda tanya pendapat saya, saya jawab masuk akal saja. Mungkin tujuannya adalah semacam peringatan (ancaman) yang seolah-olah berisi: kalian jangan macam-macam, saya bisa membunuh dengan pikiran.
Kemungkinan lain adalah semacam pembenaran bahwa pembunuhan itu boleh dilakukan kalau kita anggap orang itu sudah tidak tertolong lagi. Jadi kalau suatu saat dia mengutuk dan membunuh, itu berarti karena kasih.
Kemungkinan lainnya lagi mungkin bermuatan politik mengingat LSY pernah memberi dana untuk kepentingan politik bagi Gary Locke.

Tapi itu semua jelas hanya dari sudut pandang saya, pastinya harus ditanyakan pada LSY sendiri. Yang sedikit buat saya penasaran, mengapa sepertinya sekarang ini LSY terkesan "bersembunyi" dan sulit diselidiki keberadaannya?




haha.. sulit dicari keberadaannya, tau gak setiap hari sabtu, beliau ini memberikan dharma talk yang disiarkan secara broadcast lewat internet?
inikah yang anda sebut "bersembunyi" dan "sulit dicari keberadaannya"?
btw,
tahun 2007 beliau berkunjung ke malaysia, tahun 2008 berkunjung ke singapore, dan
tahun 2011 nanti beliau akan berkunjung ke indonesia, sulitkah anda mencari keberadaannya?
silahkan mengajukan segala pekara anda ke pengadilan, mumpung yang bersangkutan bakal hadir di Indonesia
cari tau informasi dahulu sebelum berpendapat
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 22 July 2010, 02:48:26 PM
silahkan mengajukan segala pekara anda ke pengadilan, mumpung yang bersangkutan bakal hadir di Indonesia
cari tau informasi dahulu sebelum berpendapat

maaf OOT, tapi bro 4DMYN kok sepertinya sangat menyukai pengadilan? sebagian besar postingan Bro mengandung kata PENGADILAN. apakah Bro bekerja di kantor pengadilan?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: apsa on 22 July 2010, 02:51:28 PM
bro,kok jd mengajukan perkara ke pengadilan?
bukannya kita mau membahas tentang LSY?
bukan tentang mengadili dia.
apalagi anda yg bertanya pendapat DC ttg LSY.
kalau emang bisa dijelaskan,gw rasa kita bakal netral.
contoh,soal perhiasan n penampilannya.
setelah dijelaskan pariahina,saya menerima pendapat dia.
apalagi secara tradisi berbeda.

jadi tidak perlu emosi..
kalau soal yg dia berbicara di publik soal membunuh itu ada link yahoo hk nya..
kalau ada yg bisa baca mandarin,bisa mengartikannya..
saya tidak bisa komentar soal itu..

btw,apakah cerita yg saya tanyakan di post sebelumnya itu benar?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 03:00:23 PM
Quote
bisa baca yang bener gak sih, tulisan diatas itu adalah "I can certainly meet the Buddha and drink coffee with him in our spiritual light bodies. This is Soul meeting Soul, and is actually a very natural thing to do.". btw anda ngerti bahasa inggris gak sih. Soul meeting Soul itu apakah dapat diartikan sebagai tubuh kasar?.

Hmmm.... anda benar2 nggak ngerti makna tulisan saya ya?

Y udah baca bener2 dulu, anda suruh saya belajar bahasa Inggris, saya minta anda baca dengan benar tulisan saya sehingga bisa menangkap artinya!! Yg saya pertanyakan: "Soul dan Kafetaria"

 _/\_
The Siddha Wanderer
Bro, saya baru membaca kutipan penjelasan LSY minum kopi dengan Buddha Gotama di halaman sebelumnya... Tapi saya tidak menemukan penjelasan bahwa "LSY's soul meet the Buddha and drink coffee with him in their spiritual light bodies at cafetaria".

Tolong penjelasan lanjutnya.
Sang Buddha Sinar Bunga Penguasa-Diri


Topik pembicaraan saya pada hari ini adalah "Sang Budha Sinar Bunga Penguasa Diri". Topik ini yang mana tak pernah diberikan sebelumnya. Ini adalah sebuah nama seorang Budha. Apakah yang mendorong saya untuk berbicara tentang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri ini? Di bulan April dan Mei tahun ini (1992), Saya berada di Taiwan dan Hong Kong untuk memberi upadesa Dharma. Pada sore itu 6 Mei, di sebuah warung kopi di Tapei bernama Dream Coffe House, Budha Shakyamuni dan saya minum kopi bersama-sama. (tepuk tangan)


Barusan saja, ketika saya berkata bahwa saya minum kopi bersama dengan Budha Shakyamuni, seseorang dari pendengar tampaknya tertawa. Seseorang mungkin bertanya-tanya, "Betapa anehnya! Bagaimana mungkin Budha Shakyamuni minum kopi?" Biarlah saya membuat satu pernyataan: Saya sekarang ini duduk dihadapan Panca Dhayani Budha, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa perkataan saya 100 persen benar.


Sore itu, ketika saya dan Budha Shakyamuni, tak ada orang disekitar, dan kami berdua berbincang-bincang sebagaimana layaknya teman, dalam sebuah suasana sangat rileks dan sederhana. Budha Shakyamuni melihat adanya selembar kertas putih di atas meja kopi, beliau mengambil sebuah pen dan menulis lima kata dengan tinta hitam di atasnya. Ketika beliau selesai menulis, beliau menunjukkannya kepada saya dan di atasnya tertulis: Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri. (tepuk tangan) Kemudian Budha Shakyamuni berkata kepada saya secara langsung, "Kamu adalah Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri".(tepuk tangan)


Hidup saya terisi oleh banyak kejadian-kejadian aneh seakan-akan seperti cerita-cerita dongeng. Ketika saya 26 tahun, saya menjumpai sebuah kejadian aneh yang mana saya diajak bepergian ke Surga Barat,(Sukhavati) dan saya berjalan-jalan ke seluruh Sepuluh Alam Dharma. Kemudian untuk selama tiga tahun kemudian, setiap malam dari jam 12:00 tengah malam sampai 1:00 pagi, seorang guru roh yang tak terlihat oleh kasat mata dari Alam Roh turun mengajarkan saya Dharma. Kejadian-kejadian ini sangat tak dapat digambarkan, tapi saya yakinkan hari ini bahwa semua kejadian-kejadian itu benar adanya. Kejadian-kejadian dimasa lampau dan saat ini yang saya ceritakan semuanya adalah benar. Contohnya, suatu ketika ketika saya di Gunung bersalju Rainier, tiga Budha Emas muncul di langit dan memancarkan sinar untuk memberkati saya. Biasanya orang menemukan hal ini sulit untuk dipercaya dan menganggapnya cerita dongeng, tapi saya berkata sesungguhnya, kejadian-kejadina tersebut benar-benar terjadi.


Saya telah menyinggung sebelumnya bahwa sangat sedikit Acharya Budha memperagakan mudra ketika di panggung dan ketika mereka memimpin upacara pemberian makanan kepada mahluk-mahluk di alam setan-setan kelaparan, mereka mengikuti instruksi buku. Juga sedikit sekali Acharya Vajra yang dapat memainkan Vajra dan Lonceng sebegitu sempurnanya dan menjelaskan fungsi-fungsinya sebegitu jelasnya.(tepuk tangan) Semua mudra yang saya peragakan hari ini di ajarkan kepada saya oleh guru roh saya. Tuan Tiga-Puncak-Sembilan-Negara (san-san-ciu-hao). Dan pemainan Vajra dan Lonceng, yang saya laksanakan, diajarkan kepada saya oleh Vajrasattva.(tepuk tangan)


Pada Mei 6, ketika saya minum kopi dengan Budha Shakyamuni, saya bertanya kepada beliau jika beliau mau mencicipi beberapa sandwich. Beliau berucap, "Ini sudahlah cukup, Cukuplah sudah bagis saya untuk belajar minum kopi." Malahan sebenarnya, 2500 tahun yang lalu, saya juga dengan Budha Shakyamuni. (tepuk tangan) Sekarang ini, melalui kopi, Budha Shakyamuni berkata ," Sangatlah disayangkan sekali ini kamu harus melewati cobaan yang berat." (tepuk tangan) Menjawabnya, saya berkata kepada Budha Shakyamuni, " Saya telah datang ke-dunia manusia ini untuk mencicipi kepahitan, saya tidak menaruh sedikit gulapun dalam cangkir kopi ini; ini adalah secangkir kopi pahit,"


Budha Shakyamuni sangat bersimpati terhadap saya. Di saat saya harus bepergian, beliau menaruh tangan beliau di atas kepala saya(tepuk tangan) dan berkata, "Bencanamu belum berakhir, dan fitnahan dari orang lain akan berlanjut selamanya, Aku harus memberkati kamu, sehingga kamu cepat jadi tua." Apakah yang terjadi ketika seseorang menjadi tua? Seseorang kembali ke-temat asalnya ketika seseorang menjadi tua. (hadirin tertawa) Di saat saya memikirkan hal semacam itu, saya merasa sayu jiwa. 2500 tahun yang lalu, ketika saya bersama-sama dengan Budha Shakyamuni, kita sangatlah dekat. Pada waktu itu, Budha Shakyamuni memberikan saya sebuah julukan: "Dimasa yang akan datang, kamu pasti akan menjadi seorang Budha, dan julukanmu adalah Budha Sinar Bunga."(tepuk tangan) Hari ini, satu lagi kata depan telah ditambahkan di-julukan saya, dan menjadi Budha Sinar Bunga Penguasa Diri.


Saya bertanya kepada Budha Shakyamuni, "Mengapa ditambahi kata depan-----Penguasa Diri?" Beliau menjelaskan, "Kamu harus memiliki penguasaan diri untuk tetap tinggal di samsara ini ! Jika kamu tak mempunyai penguasaan diri, kamu sudah menyerah begitu saja."


Sore itu saya berbincang-bincang panjang dengan Budha Shakyamuni.

bro,apa ini benar?
kalau bisa minta linknya yah..
kalau ini benar yg dikatakan LSY,mungkin yg tetrayana mau comment dl soal ini?

utk bro 4DMYN,cerita ini yg dimaksud oleh galdalf.
tolong didalamin terlebih dahulu sebelum dijawab..

memang benar koq, saya pernah baca artikel ini juga
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 22 July 2010, 03:33:41 PM
haha.. sulit dicari keberadaannya, tau gak setiap hari sabtu, beliau ini memberikan dharma talk yang disiarkan secara broadcast lewat internet?
inikah yang anda sebut "bersembunyi" dan "sulit dicari keberadaannya"?
btw,
tahun 2007 beliau berkunjung ke malaysia, tahun 2008 berkunjung ke singapore, dan
tahun 2011 nanti beliau akan berkunjung ke indonesia, sulitkah anda mencari keberadaannya?
silahkan mengajukan segala pekara anda ke pengadilan, mumpung yang bersangkutan bakal hadir di Indonesia
Oh, berarti saya yang kurang update. Dulu saya baca setelah kasus SHC itu, LSY mau "bertapa" atau apa lah, selama 6 tahun.


Quote
cari tau informasi dahulu sebelum berpendapat
Kok tampaknya anda mudah sekali panas yah? Kalau informasi tidak benar 'kan tinggal dikoreksi saja, tidak perlu mengeluarkan perkataan seperti itu. Anda sendiri tanpa menyelidiki "penganjuran pembunuhan oleh LSY" sudah membabi buta di sini membela LSY.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 22 July 2010, 04:57:42 PM
bro,kok jd mengajukan perkara ke pengadilan? bukannya kita mau membahas tentang LSY? bukan tentang mengadili dia. apalagi anda yg bertanya pendapat DC ttg LSY. kalau emang bisa dijelaskan,gw rasa kita bakal netral. contoh,soal perhiasan n penampilannya. setelah dijelaskan pariahina,saya menerima pendapat dia. apalagi secara tradisi berbeda.

jadi tidak perlu emosi..
kalau soal yg dia berbicara di publik soal membunuh itu ada link yahoo hk nya.. kalau ada yg bisa baca mandarin,bisa mengartikannya.. saya tidak bisa komentar soal itu..

btw,apakah cerita yg saya tanyakan di post sebelumnya itu benar?

IMHO, penjelasan mengenai perhiasan gw tidak sejalan. Tanpa anting2 maupun cincin gemuk2 sampai 6 biji itu ya upacara bisa saja berjalan dgn baik toh... zaman Buddha Gautama apakah ada yg perlu memakai cincin sebanyak itu ? kelihatan sperti apa ya.... gw lagi pikir kalau kita pakai cincin sebanyak itu nanti sewaktu cebok kan kesulitan juga ya...

mengenai anting2 dan cincin itu melambangkan begitu dan begini... ahhh manusia yg buat aja...bisa saja dgn tanpa cincin melambangkan kesederhanaan. seorang spiritual tidak menyolok menampilkan emas2 begitu tohhhh. Trus cincin itu juga semua sumbangan dari umatnya sendiri? mohon penjelasannya lagi ya. Apakah sejak jaman dulu bodisatva udah suka pakai cincin begitu?  :)) :))

mana alamat emailnya gw mau tanya soal Roll Royce tsb..
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: apsa on 22 July 2010, 06:11:23 PM
bro,kok jd mengajukan perkara ke pengadilan? bukannya kita mau membahas tentang LSY? bukan tentang mengadili dia. apalagi anda yg bertanya pendapat DC ttg LSY. kalau emang bisa dijelaskan,gw rasa kita bakal netral. contoh,soal perhiasan n penampilannya. setelah dijelaskan pariahina,saya menerima pendapat dia. apalagi secara tradisi berbeda.

jadi tidak perlu emosi..
kalau soal yg dia berbicara di publik soal membunuh itu ada link yahoo hk nya.. kalau ada yg bisa baca mandarin,bisa mengartikannya.. saya tidak bisa komentar soal itu..

btw,apakah cerita yg saya tanyakan di post sebelumnya itu benar?

IMHO, penjelasan mengenai perhiasan gw tidak sejalan. Tanpa anting2 maupun cincin gemuk2 sampai 6 biji itu ya upacara bisa saja berjalan dgn baik toh... zaman Buddha Gautama apakah ada yg perlu memakai cincin sebanyak itu ? kelihatan sperti apa ya.... gw lagi pikir kalau kita pakai cincin sebanyak itu nanti sewaktu cebok kan kesulitan juga ya...

mengenai anting2 dan cincin itu melambangkan begitu dan begini... ahhh manusia yg buat aja...bisa saja dgn tanpa cincin melambangkan kesederhanaan. seorang spiritual tidak menyolok menampilkan emas2 begitu tohhhh. Trus cincin itu juga semua sumbangan dari umatnya sendiri? mohon penjelasannya lagi ya. Apakah sejak jaman dulu bodisatva udah suka pakai cincin begitu?  :)) :))

mana alamat emailnya gw mau tanya soal Roll Royce tsb..

katanya sih utk upacara kan yah?
kalau utk upacara sh saya rasa berhubungan dgn tradisi,jd saya gak comment lg.

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 22 July 2010, 06:18:51 PM
haha.. sulit dicari keberadaannya, tau gak setiap hari sabtu, beliau ini memberikan dharma talk yang disiarkan secara broadcast lewat internet?
inikah yang anda sebut "bersembunyi" dan "sulit dicari keberadaannya"?
btw,
tahun 2007 beliau berkunjung ke malaysia, tahun 2008 berkunjung ke singapore, dan
tahun 2011 nanti beliau akan berkunjung ke indonesia, sulitkah anda mencari keberadaannya?
silahkan mengajukan segala pekara anda ke pengadilan, mumpung yang bersangkutan bakal hadir di Indonesia
Oh, berarti saya yang kurang update. Dulu saya baca setelah kasus SHC itu, LSY mau "bertapa" atau apa lah, selama 6 tahun.


Quote
cari tau informasi dahulu sebelum berpendapat
Kok tampaknya anda mudah sekali panas yah? Kalau informasi tidak benar 'kan tinggal dikoreksi saja, tidak perlu mengeluarkan perkataan seperti itu. Anda sendiri tanpa menyelidiki "penganjuran pembunuhan oleh LSY" sudah membabi buta di sini membela LSY.


masih untung gak diajak ke pengadilan ;D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: andry on 22 July 2010, 08:29:08 PM
brow, 4dmyn, hati2 loh... jangan sampai mengidolakan sesuatu, apapun itu bentuknya
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 22 July 2010, 09:51:50 PM
apa LSY masih bersama isterinya dan anaknya ? mohon infonya deh.

Gimana dgn alamat emailnya udah minta koq gak ditampilkan.

Trus kalau LSY ke Indonesia, surat2 apa yg diperlukan sehingga tidak tiba2 ditolak begitu!
(soalnya setau gw ada petinggi agama lain walaupun boleh ke Indonesia, tapi gak boleh berceramah...
 yg spt dicekal gitu dehhh)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Sunkmanitu Tanka Ob'waci on 22 July 2010, 10:04:38 PM
100 ah
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 10:31:52 PM
apa LSY masih bersama isterinya dan anaknya ? mohon infonya deh.

Gimana dgn alamat emailnya udah minta koq gak ditampilkan.

Trus kalau LSY ke Indonesia, surat2 apa yg diperlukan sehingga tidak tiba2 ditolak begitu!
(soalnya setau gw ada petinggi agama lain walaupun boleh ke Indonesia, tapi gak boleh berceramah...
 yg spt dicekal gitu dehhh)
untuk alamat email, gue gak tau, loe cari tau sendiri ...
istri anak sudah terpisah sejak beliau jadi bhiksu, apa perlu dipertanyakan lagi?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 10:46:08 PM
[
[at] Bro Virya

Tidak bisa menggunakan definisi Parinibbana versi Theravada, Bro... Dalam Theravada, setelah Parinibbana maka pancakkhandha sudah padam. Buddha tidak akan ada di manapun juga. Sedangkan TBSN berbasiskan Tantrayana yang perlu merujuk pada Parinirvana versi Mahayana. Dalam Mahayana, setelah Buddha memasuki Parinirvana, Beliau masih bisa "keluar-masuk" samsara dengan leluasa. Selain itu, Buddha juga masih bisa bermanifestasi. Jadi dalam sudut pandang Mahayana-Tantrayana; sebenarnya klaim bahwa LSY mengopi dengan Buddha Gotama itu relevan dan mungkin bisa terjadi.

Ah tapi....kalau baca riwayat hidup YM Tsongkhapa, beliau bisa bercakap-cakap dengan Manjushri, dan karena itulah beliau bisa menyusun karya besar "Tahapan Jalan Menuju Pencerahan", isinya panjang, padat, dan praktikal, lengkap, mencakup keseluruhan ajaran esensial dalam Dharma.
LSY setelah minum kopi gak menghasilkan karya besar tuh.
ada satu karya besar Master Lu, hasil dari berjalan-jalan di alam gaib bersama Avalokitesvara Bodhisattva, buku "Mengarungi Samudera Hidup dan Mati". 
Quote
Trus, kejadian bercakap-cakap dengan Buddha dan Bodhisattva itu juga gak didapat dengan gampang. Setelah melalui praktek meditasi dll yang panjang barulah bisa didapat.

Dan ini diceritakan oleh murid-muridnya, yang baru membuka hal ini setelah YM Tsongkhapa meninggalkan dunia ini. YM Tsongkhapa tidak pernah menuliskan bahwa beliau mampu bercakap-cakap dengan Manjushri dalam tulisannya.
Ada bhiksu theravada bernama Maha Boowa yang bertemu dengan para Arahat, dari tradisi Mahayana, ada bhiksu yang bermeditasi selama bertahun-tahun dan bertemu dan ngobrol dengan Buddha Amitabha.
tolong diupdate pengetahuannya
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 22 July 2010, 10:58:21 PM
Quote
bisa baca yang bener gak sih, tulisan diatas itu adalah "I can certainly meet the Buddha and drink coffee with him in our spiritual light bodies. This is Soul meeting Soul, and is actually a very natural thing to do.". btw anda ngerti bahasa inggris gak sih. Soul meeting Soul itu apakah dapat diartikan sebagai tubuh kasar?.

Hmmm.... anda benar2 nggak ngerti makna tulisan saya ya?

Y udah baca bener2 dulu, anda suruh saya belajar bahasa Inggris, saya minta anda baca dengan benar tulisan saya sehingga bisa menangkap artinya!! Yg saya pertanyakan: "Soul dan Kafetaria"

 _/\_
The Siddha Wanderer
Bro, saya baru membaca kutipan penjelasan LSY minum kopi dengan Buddha Gotama di halaman sebelumnya... Tapi saya tidak menemukan penjelasan bahwa "LSY's soul meet the Buddha and drink coffee with him in their spiritual light bodies at cafetaria".

Tolong penjelasan lanjutnya.
Sang Buddha Sinar Bunga Penguasa-Diri


Topik pembicaraan saya pada hari ini adalah "Sang Budha Sinar Bunga Penguasa Diri". Topik ini yang mana tak pernah diberikan sebelumnya. Ini adalah sebuah nama seorang Budha. Apakah yang mendorong saya untuk berbicara tentang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri ini? Di bulan April dan Mei tahun ini (1992), Saya berada di Taiwan dan Hong Kong untuk memberi upadesa Dharma. Pada sore itu 6 Mei, di sebuah warung kopi di Tapei bernama Dream Coffe House, Budha Shakyamuni dan saya minum kopi bersama-sama. (tepuk tangan)


Barusan saja, ketika saya berkata bahwa saya minum kopi bersama dengan Budha Shakyamuni, seseorang dari pendengar tampaknya tertawa. Seseorang mungkin bertanya-tanya, "Betapa anehnya! Bagaimana mungkin Budha Shakyamuni minum kopi?" Biarlah saya membuat satu pernyataan: Saya sekarang ini duduk dihadapan Panca Dhayani Budha, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa perkataan saya 100 persen benar.


Sore itu, ketika saya dan Budha Shakyamuni, tak ada orang disekitar, dan kami berdua berbincang-bincang sebagaimana layaknya teman, dalam sebuah suasana sangat rileks dan sederhana. Budha Shakyamuni melihat adanya selembar kertas putih di atas meja kopi, beliau mengambil sebuah pen dan menulis lima kata dengan tinta hitam di atasnya. Ketika beliau selesai menulis, beliau menunjukkannya kepada saya dan di atasnya tertulis: Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri. (tepuk tangan) Kemudian Budha Shakyamuni berkata kepada saya secara langsung, "Kamu adalah Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri".(tepuk tangan)


Hidup saya terisi oleh banyak kejadian-kejadian aneh seakan-akan seperti cerita-cerita dongeng. Ketika saya 26 tahun, saya menjumpai sebuah kejadian aneh yang mana saya diajak bepergian ke Surga Barat,(Sukhavati) dan saya berjalan-jalan ke seluruh Sepuluh Alam Dharma. Kemudian untuk selama tiga tahun kemudian, setiap malam dari jam 12:00 tengah malam sampai 1:00 pagi, seorang guru roh yang tak terlihat oleh kasat mata dari Alam Roh turun mengajarkan saya Dharma. Kejadian-kejadian ini sangat tak dapat digambarkan, tapi saya yakinkan hari ini bahwa semua kejadian-kejadian itu benar adanya. Kejadian-kejadian dimasa lampau dan saat ini yang saya ceritakan semuanya adalah benar. Contohnya, suatu ketika ketika saya di Gunung bersalju Rainier, tiga Budha Emas muncul di langit dan memancarkan sinar untuk memberkati saya. Biasanya orang menemukan hal ini sulit untuk dipercaya dan menganggapnya cerita dongeng, tapi saya berkata sesungguhnya, kejadian-kejadina tersebut benar-benar terjadi.


Saya telah menyinggung sebelumnya bahwa sangat sedikit Acharya Budha memperagakan mudra ketika di panggung dan ketika mereka memimpin upacara pemberian makanan kepada mahluk-mahluk di alam setan-setan kelaparan, mereka mengikuti instruksi buku. Juga sedikit sekali Acharya Vajra yang dapat memainkan Vajra dan Lonceng sebegitu sempurnanya dan menjelaskan fungsi-fungsinya sebegitu jelasnya.(tepuk tangan) Semua mudra yang saya peragakan hari ini di ajarkan kepada saya oleh guru roh saya. Tuan Tiga-Puncak-Sembilan-Negara (san-san-ciu-hao). Dan pemainan Vajra dan Lonceng, yang saya laksanakan, diajarkan kepada saya oleh Vajrasattva.(tepuk tangan)


Pada Mei 6, ketika saya minum kopi dengan Budha Shakyamuni, saya bertanya kepada beliau jika beliau mau mencicipi beberapa sandwich. Beliau berucap, "Ini sudahlah cukup, Cukuplah sudah bagis saya untuk belajar minum kopi." Malahan sebenarnya, 2500 tahun yang lalu, saya juga dengan Budha Shakyamuni. (tepuk tangan) Sekarang ini, melalui kopi, Budha Shakyamuni berkata ," Sangatlah disayangkan sekali ini kamu harus melewati cobaan yang berat." (tepuk tangan) Menjawabnya, saya berkata kepada Budha Shakyamuni, " Saya telah datang ke-dunia manusia ini untuk mencicipi kepahitan, saya tidak menaruh sedikit gulapun dalam cangkir kopi ini; ini adalah secangkir kopi pahit,"


Budha Shakyamuni sangat bersimpati terhadap saya. Di saat saya harus bepergian, beliau menaruh tangan beliau di atas kepala saya(tepuk tangan) dan berkata, "Bencanamu belum berakhir, dan fitnahan dari orang lain akan berlanjut selamanya, Aku harus memberkati kamu, sehingga kamu cepat jadi tua." Apakah yang terjadi ketika seseorang menjadi tua? Seseorang kembali ke-temat asalnya ketika seseorang menjadi tua. (hadirin tertawa) Di saat saya memikirkan hal semacam itu, saya merasa sayu jiwa. 2500 tahun yang lalu, ketika saya bersama-sama dengan Budha Shakyamuni, kita sangatlah dekat. Pada waktu itu, Budha Shakyamuni memberikan saya sebuah julukan: "Dimasa yang akan datang, kamu pasti akan menjadi seorang Budha, dan julukanmu adalah Budha Sinar Bunga."(tepuk tangan) Hari ini, satu lagi kata depan telah ditambahkan di-julukan saya, dan menjadi Budha Sinar Bunga Penguasa Diri.


Saya bertanya kepada Budha Shakyamuni, "Mengapa ditambahi kata depan-----Penguasa Diri?" Beliau menjelaskan, "Kamu harus memiliki penguasaan diri untuk tetap tinggal di samsara ini ! Jika kamu tak mempunyai penguasaan diri, kamu sudah menyerah begitu saja."


Sore itu saya berbincang-bincang panjang dengan Budha Shakyamuni.

bro,apa ini benar?
kalau bisa minta linknya yah..
kalau ini benar yg dikatakan LSY,mungkin yg tetrayana mau comment dl soal ini?

utk bro 4DMYN,cerita ini yg dimaksud oleh galdalf.
tolong didalamin terlebih dahulu sebelum dijawab..


dalam pemahaman mahayana, seseorang yang sudah tercerahkan, bisa bebas keluar masuk nirvana sekehendak hati. Saya pernah membaca sutra tentang suatu dialog antara Manjushri dan salah seorang siswa Buddha mengenai hal ini.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 22 July 2010, 11:12:08 PM
100 ah

100 juga ah
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Adhitthana on 23 July 2010, 01:53:28 AM
Sang Buddha Sinar Bunga Penguasa-Diri


Topik pembicaraan saya pada hari ini adalah "Sang Budha Sinar Bunga Penguasa Diri". Topik ini yang mana tak pernah diberikan sebelumnya. Ini adalah sebuah nama seorang Budha. Apakah yang mendorong saya untuk berbicara tentang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri ini? Di bulan April dan Mei tahun ini (1992), Saya berada di Taiwan dan Hong Kong untuk memberi upadesa Dharma. Pada sore itu 6 Mei, di sebuah warung kopi di Tapei bernama Dream Coffe House, Budha Shakyamuni dan saya minum kopi bersama-sama. (tepuk tangan)


Barusan saja, ketika saya berkata bahwa saya minum kopi bersama dengan Budha Shakyamuni, seseorang dari pendengar tampaknya tertawa. Seseorang mungkin bertanya-tanya, "Betapa anehnya! Bagaimana mungkin Budha Shakyamuni minum kopi?" Biarlah saya membuat satu pernyataan: Saya sekarang ini duduk dihadapan Panca Dhayani Budha, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa perkataan saya 100 persen benar.


Sore itu, ketika saya dan Budha Shakyamuni, tak ada orang disekitar, dan kami berdua berbincang-bincang sebagaimana layaknya teman, dalam sebuah suasana sangat rileks dan sederhana. Budha Shakyamuni melihat adanya selembar kertas putih di atas meja kopi, beliau mengambil sebuah pen dan menulis lima kata dengan tinta hitam di atasnya. Ketika beliau selesai menulis, beliau menunjukkannya kepada saya dan di atasnya tertulis: Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri. (tepuk tangan) Kemudian Budha Shakyamuni berkata kepada saya secara langsung, "Kamu adalah Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri".(tepuk tangan)


Hidup saya terisi oleh banyak kejadian-kejadian aneh seakan-akan seperti cerita-cerita dongeng. Ketika saya 26 tahun, saya menjumpai sebuah kejadian aneh yang mana saya diajak bepergian ke Surga Barat,(Sukhavati) dan saya berjalan-jalan ke seluruh Sepuluh Alam Dharma. Kemudian untuk selama tiga tahun kemudian, setiap malam dari jam 12:00 tengah malam sampai 1:00 pagi, seorang guru roh yang tak terlihat oleh kasat mata dari Alam Roh turun mengajarkan saya Dharma. Kejadian-kejadian ini sangat tak dapat digambarkan, tapi saya yakinkan hari ini bahwa semua kejadian-kejadian itu benar adanya. Kejadian-kejadian dimasa lampau dan saat ini yang saya ceritakan semuanya adalah benar. Contohnya, suatu ketika ketika saya di Gunung bersalju Rainier, tiga Budha Emas muncul di langit dan memancarkan sinar untuk memberkati saya. Biasanya orang menemukan hal ini sulit untuk dipercaya dan menganggapnya cerita dongeng, tapi saya berkata sesungguhnya, kejadian-kejadina tersebut benar-benar terjadi.


Saya telah menyinggung sebelumnya bahwa sangat sedikit Acharya Budha memperagakan mudra ketika di panggung dan ketika mereka memimpin upacara pemberian makanan kepada mahluk-mahluk di alam setan-setan kelaparan, mereka mengikuti instruksi buku. Juga sedikit sekali Acharya Vajra yang dapat memainkan Vajra dan Lonceng sebegitu sempurnanya dan menjelaskan fungsi-fungsinya sebegitu jelasnya.(tepuk tangan) Semua mudra yang saya peragakan hari ini di ajarkan kepada saya oleh guru roh saya. Tuan Tiga-Puncak-Sembilan-Negara (san-san-ciu-hao). Dan pemainan Vajra dan Lonceng, yang saya laksanakan, diajarkan kepada saya oleh Vajrasattva.(tepuk tangan)


Pada Mei 6, ketika saya minum kopi dengan Budha Shakyamuni, saya bertanya kepada beliau jika beliau mau mencicipi beberapa sandwich. Beliau berucap, "Ini sudahlah cukup, Cukuplah sudah bagis saya untuk belajar minum kopi." Malahan sebenarnya, 2500 tahun yang lalu, saya juga dengan Budha Shakyamuni. (tepuk tangan) Sekarang ini, melalui kopi, Budha Shakyamuni berkata ," Sangatlah disayangkan sekali ini kamu harus melewati cobaan yang berat." (tepuk tangan) Menjawabnya, saya berkata kepada Budha Shakyamuni, " Saya telah datang ke-dunia manusia ini untuk mencicipi kepahitan, saya tidak menaruh sedikit gulapun dalam cangkir kopi ini; ini adalah secangkir kopi pahit,"


Budha Shakyamuni sangat bersimpati terhadap saya. Di saat saya harus bepergian, beliau menaruh tangan beliau di atas kepala saya(tepuk tangan) dan berkata, "Bencanamu belum berakhir, dan fitnahan dari orang lain akan berlanjut selamanya, Aku harus memberkati kamu, sehingga kamu cepat jadi tua." Apakah yang terjadi ketika seseorang menjadi tua? Seseorang kembali ke-temat asalnya ketika seseorang menjadi tua. (hadirin tertawa) Di saat saya memikirkan hal semacam itu, saya merasa sayu jiwa. 2500 tahun yang lalu, ketika saya bersama-sama dengan Budha Shakyamuni, kita sangatlah dekat. Pada waktu itu, Budha Shakyamuni memberikan saya sebuah julukan: "Dimasa yang akan datang, kamu pasti akan menjadi seorang Budha, dan julukanmu adalah Budha Sinar Bunga."(tepuk tangan) Hari ini, satu lagi kata depan telah ditambahkan di-julukan saya, dan menjadi Budha Sinar Bunga Penguasa Diri.


Saya bertanya kepada Budha Shakyamuni, "Mengapa ditambahi kata depan-----Penguasa Diri?" Beliau menjelaskan, "Kamu harus memiliki penguasaan diri untuk tetap tinggal di samsara ini ! Jika kamu tak mempunyai penguasaan diri, kamu sudah menyerah begitu saja."


Sore itu saya berbincang-bincang panjang dengan Budha Shakyamuni.

saya tidak melihat ada sesuatu yg aneh dalam kisah di atas. bahkan IMO sebagai marketing tool, kisah ini sungguh sangat wajar. yg menjadi keanehan adalah orang-orang yang percaya dengan kisah ini
Gw orang yg paling tidak percaya pada kisah ini  ;D

<<< orang "beruntung" yaaah .... ;)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 23 July 2010, 05:43:24 AM
Sang Buddha Sinar Bunga Penguasa-Diri


Topik pembicaraan saya pada hari ini adalah "Sang Budha Sinar Bunga Penguasa Diri". Topik ini yang mana tak pernah diberikan sebelumnya. Ini adalah sebuah nama seorang Budha. Apakah yang mendorong saya untuk berbicara tentang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri ini? Di bulan April dan Mei tahun ini (1992), Saya berada di Taiwan dan Hong Kong untuk memberi upadesa Dharma. Pada sore itu 6 Mei, di sebuah warung kopi di Tapei bernama Dream Coffe House, Budha Shakyamuni dan saya minum kopi bersama-sama. (tepuk tangan)


Barusan saja, ketika saya berkata bahwa saya minum kopi bersama dengan Budha Shakyamuni, seseorang dari pendengar tampaknya tertawa. Seseorang mungkin bertanya-tanya, "Betapa anehnya! Bagaimana mungkin Budha Shakyamuni minum kopi?" Biarlah saya membuat satu pernyataan: Saya sekarang ini duduk dihadapan Panca Dhayani Budha, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa perkataan saya 100 persen benar.


Sore itu, ketika saya dan Budha Shakyamuni, tak ada orang disekitar, dan kami berdua berbincang-bincang sebagaimana layaknya teman, dalam sebuah suasana sangat rileks dan sederhana. Budha Shakyamuni melihat adanya selembar kertas putih di atas meja kopi, beliau mengambil sebuah pen dan menulis lima kata dengan tinta hitam di atasnya. Ketika beliau selesai menulis, beliau menunjukkannya kepada saya dan di atasnya tertulis: Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri. (tepuk tangan) Kemudian Budha Shakyamuni berkata kepada saya secara langsung, "Kamu adalah Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri".(tepuk tangan)


Hidup saya terisi oleh banyak kejadian-kejadian aneh seakan-akan seperti cerita-cerita dongeng. Ketika saya 26 tahun, saya menjumpai sebuah kejadian aneh yang mana saya diajak bepergian ke Surga Barat,(Sukhavati) dan saya berjalan-jalan ke seluruh Sepuluh Alam Dharma. Kemudian untuk selama tiga tahun kemudian, setiap malam dari jam 12:00 tengah malam sampai 1:00 pagi, seorang guru roh yang tak terlihat oleh kasat mata dari Alam Roh turun mengajarkan saya Dharma. Kejadian-kejadian ini sangat tak dapat digambarkan, tapi saya yakinkan hari ini bahwa semua kejadian-kejadian itu benar adanya. Kejadian-kejadian dimasa lampau dan saat ini yang saya ceritakan semuanya adalah benar. Contohnya, suatu ketika ketika saya di Gunung bersalju Rainier, tiga Budha Emas muncul di langit dan memancarkan sinar untuk memberkati saya. Biasanya orang menemukan hal ini sulit untuk dipercaya dan menganggapnya cerita dongeng, tapi saya berkata sesungguhnya, kejadian-kejadina tersebut benar-benar terjadi.


Saya telah menyinggung sebelumnya bahwa sangat sedikit Acharya Budha memperagakan mudra ketika di panggung dan ketika mereka memimpin upacara pemberian makanan kepada mahluk-mahluk di alam setan-setan kelaparan, mereka mengikuti instruksi buku. Juga sedikit sekali Acharya Vajra yang dapat memainkan Vajra dan Lonceng sebegitu sempurnanya dan menjelaskan fungsi-fungsinya sebegitu jelasnya.(tepuk tangan) Semua mudra yang saya peragakan hari ini di ajarkan kepada saya oleh guru roh saya. Tuan Tiga-Puncak-Sembilan-Negara (san-san-ciu-hao). Dan pemainan Vajra dan Lonceng, yang saya laksanakan, diajarkan kepada saya oleh Vajrasattva.(tepuk tangan)


Pada Mei 6, ketika saya minum kopi dengan Budha Shakyamuni, saya bertanya kepada beliau jika beliau mau mencicipi beberapa sandwich. Beliau berucap, "Ini sudahlah cukup, Cukuplah sudah bagis saya untuk belajar minum kopi." Malahan sebenarnya, 2500 tahun yang lalu, saya juga dengan Budha Shakyamuni. (tepuk tangan) Sekarang ini, melalui kopi, Budha Shakyamuni berkata ," Sangatlah disayangkan sekali ini kamu harus melewati cobaan yang berat." (tepuk tangan) Menjawabnya, saya berkata kepada Budha Shakyamuni, " Saya telah datang ke-dunia manusia ini untuk mencicipi kepahitan, saya tidak menaruh sedikit gulapun dalam cangkir kopi ini; ini adalah secangkir kopi pahit,"


Budha Shakyamuni sangat bersimpati terhadap saya. Di saat saya harus bepergian, beliau menaruh tangan beliau di atas kepala saya(tepuk tangan) dan berkata, "Bencanamu belum berakhir, dan fitnahan dari orang lain akan berlanjut selamanya, Aku harus memberkati kamu, sehingga kamu cepat jadi tua." Apakah yang terjadi ketika seseorang menjadi tua? Seseorang kembali ke-temat asalnya ketika seseorang menjadi tua. (hadirin tertawa) Di saat saya memikirkan hal semacam itu, saya merasa sayu jiwa. 2500 tahun yang lalu, ketika saya bersama-sama dengan Budha Shakyamuni, kita sangatlah dekat. Pada waktu itu, Budha Shakyamuni memberikan saya sebuah julukan: "Dimasa yang akan datang, kamu pasti akan menjadi seorang Budha, dan julukanmu adalah Budha Sinar Bunga."(tepuk tangan) Hari ini, satu lagi kata depan telah ditambahkan di-julukan saya, dan menjadi Budha Sinar Bunga Penguasa Diri.


Saya bertanya kepada Budha Shakyamuni, "Mengapa ditambahi kata depan-----Penguasa Diri?" Beliau menjelaskan, "Kamu harus memiliki penguasaan diri untuk tetap tinggal di samsara ini ! Jika kamu tak mempunyai penguasaan diri, kamu sudah menyerah begitu saja."


Sore itu saya berbincang-bincang panjang dengan Budha Shakyamuni.

saya tidak melihat ada sesuatu yg aneh dalam kisah di atas. bahkan IMO sebagai marketing tool, kisah ini sungguh sangat wajar. yg menjadi keanehan adalah orang-orang yang percaya dengan kisah ini
Gw orang yg paling tidak percaya pada kisah ini  ;D

<<< orang "beruntung" yaaah .... ;)

bagus, bagus sekali... gaya tutur ceritanya..................
sepertinya Buddha Gautama sebagai testimonial utk menaikan peringkat LSY....

bagus bagus... dibuat sinetron aja dehhhh  ;D ;D ;D ;D ;D

ngapain Buddha Gautama bahas LSY... mbok bahas ajaran dan umat manusia didunia...gitu lho
 ^:)^ ^:)^ ^:)^  atau bahas lingkungan hidup dehhhh

dua2 memiliki kesaktian yg tinggi... tapi komunikasi masih pakai tulis di kertas? atau tissue?....
hiiii   wake up bro..........wake up bro......... this is ADVERTISING.......... :P :P :P

itu tulisan Tiongkok, Pali atau tulisan bahasa apa ya bro ?
Gimana kalau dibuktikan Buddha Gautama sekalian SMS pada LSY gitu ?
atau lebih siiip teleconference ?  :'( :'( :'(

IMHO, gw merasa terlecehkan dan tersinggung atas tampilan story diatas....
         gw juga mau contact Buddha Gautama tanya apakah IQ gw mengalamin kemerosotan gak!....

apa yg anda tanyakan, seandainya diberi kesempatan bertemu dgn Buddha Gautama?
(syarat tidak boleh bertanya sesuatu yg berkempentingan utk pribadi. Spt apakah anak gw sebaiknya masuk bidang apa)
Title: Kalau elu (LSY) bertemu dgn Buddha Gautama...
Post by: johan3000 on 23 July 2010, 06:02:46 AM
Seandainya anda mendpt kesampatan** Bertemu dgn Buddha Gautama di StarBuck............

Pertanyaan atau obrolan apakah yg akan anda tanyakan pada Buddha Gautama ?
Coba postingkan 5 pertanyaan tsb!

bro  4DMYN mau tanya apa ?

** anggap menjadi LSY gitu lhoo (cuma beberapa menit saja koq)

 _/\_ :P :P
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Juice_alpukat on 23 July 2010, 07:32:04 AM
Prinsip gue Kalama sutta aje, kalo memang brmanfaat dan mendtgkn kbhagiaan, ikuti aj. Sbliknya bila tdk mendtgkn kbhagiaan, gak prlu diikuti. CMIIW.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 23 July 2010, 07:39:42 AM
Prinsip gue Kalama sutta aje, kalo memang brmanfaat dan mendtgkn kbhagiaan, ikuti aj. Sbliknya bila tdk mendtgkn kbhagiaan, gak prlu diikuti. CMIIW.
kalau menurut kalama, selidiki dulu, jangan percaya membuta.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 23 July 2010, 08:41:15 AM
haha.. sulit dicari keberadaannya, tau gak setiap hari sabtu, beliau ini memberikan dharma talk yang disiarkan secara broadcast lewat internet?
inikah yang anda sebut "bersembunyi" dan "sulit dicari keberadaannya"?
btw,
tahun 2007 beliau berkunjung ke malaysia, tahun 2008 berkunjung ke singapore, dan
tahun 2011 nanti beliau akan berkunjung ke indonesia, sulitkah anda mencari keberadaannya?
silahkan mengajukan segala pekara anda ke pengadilan, mumpung yang bersangkutan bakal hadir di Indonesia
Oh, berarti saya yang kurang update. Dulu saya baca setelah kasus SHC itu, LSY mau "bertapa" atau apa lah, selama 6 tahun.


Quote
cari tau informasi dahulu sebelum berpendapat
Kok tampaknya anda mudah sekali panas yah? Kalau informasi tidak benar 'kan tinggal dikoreksi saja, tidak perlu mengeluarkan perkataan seperti itu. Anda sendiri tanpa menyelidiki "penganjuran pembunuhan oleh LSY" sudah membabi buta di sini membela LSY.


masih untung gak diajak ke pengadilan ;D
Ke pengadilan sih kurang menakutkan. Kalau santet mata berdarah atau dibacain mantra "Horse Head King" baru seram. Tapi mau share dikit nih. Sejak kemaren "jelek-jelekin" LSY, kamma baik langsung berbuah, dapat 1 hari libur dari kantor. Apa usaha menguak keborokan suciwan palsu juga menghasilkan kamma cepat yah?

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 23 July 2010, 08:55:33 AM
bro  Kainyn_Kutho,

gw sih sarankan hati2 deh dalam bertindak......... nah kalau posting bro terlalu panas dlm thread ini...

jangan2 nanti LIBUR SETERUSNYA..... =))


Sharing dung. gimana rata2 kondisi financial (income) dari murid2 LSY?
seringkah dia mengolah supaya umatnya cepat kaya ? (soalnya ini kan menu favorite tohh $$$)

gw heran kenapa google LSY dgn Roll Royce koq belum ketemu? apakah diumpetin ? mohon bantuan nya.... soalnya kemarin gw mimpi Roll Royce lho!
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 23 July 2010, 09:07:47 AM
bro  Kainyn_Kutho,

gw sih sarankan hati2 deh dalam bertindak......... nah kalau posting bro terlalu panas dlm thread ini...

jangan2 nanti LIBUR SETERUSNYA..... =))

Betul juga. Kalau keasyikan "mengurusi" LSY, bisa juga kena PHK & libur terus2an. :D
Jadi lebih baik memang membiarkan saja orang menjalani jalannya masing-masing.
Ada yang cocok dengan mengasihi musuh, ada yang cocok dengan santet orang sampai mati.
Ada yang cocok melepaskan kepemilikan, ada yang cocok dengan naik Roll Royce.
Ada yang cocok Buddha meditasi Asubha dengan objek mayat, ada yang cocok Buddha "meditasi" Subha dengan objek istri.

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 23 July 2010, 09:08:55 AM
Quote
1. Lu has also gained attention for his opulent lifestyle, with his vehicle being a Rolls Royce.[11]

2. He has been criticized by Tsering Phuri, the president of TIBETcenter, who said "People should not say, `I am a living Buddha'".[12]

1. kalau ke Sunset Blv dgn Rolls Roycenya apa gak diuber-uber sama  cewek2 (hucker) ?
2. Nahhh apa tanggapan bro 4DMYN tentang kritikan bapak Tsering Phuri ?

kalau yg no.1 itu nahhhh promosi terlalu gencar.... :o :o :o

Quote
The True Buddha School has, in recent times, been criticized by seven major Buddhist organizations in Malaysia and many other Buddhist organizations in Taiwan and Hong Kong as a cult and as a breakaway from orthodox Buddhist teachings.
After a meeting in November 1996 with the Dalai Lama and a meeting with the 100th Ganden Tri Rinpoche, Lu asserted that both the Dalai Lama and Ganden Tripa Rinpoche had endorsed him as an authority in Tibetan Buddhism. This was rebutted by sources close to the Dalai Lama in Dharamsala, who asserted that it was merely an individual meeting. His claims that he has millions of disciples have also been heavily questioned by Tibetan sources, as well as his claim to have attained lineage from various Tibetan lineages. The source also dismissed claims made by Lu that he had been afforded an audience of between 1500 and 2000 lamas upon a 1996 visit to Tibet and India. Since then, Tibetan monasteries have been advised to avoid contact with Lu, so as to diminish the possibility that they could be misrepresented for his own benefit.

Lu has also gained attention for his opulent lifestyle, with his vehicle being a Rolls Royce.

    * Casey, Noah. The True Buddha School: A Field Research Report on The Chan Hai Lei Zang Temple . Montreal Religious Sites Project .
    * Lu, Sheng-yen 1995. A Complete and Detailed Exposition on the True Buddha Tantric Dharma. San Bruno, CA: Purple Lotus Society. ISBN 1-881493-04-0
 
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 23 July 2010, 09:38:44 AM
haha.. sulit dicari keberadaannya, tau gak setiap hari sabtu, beliau ini memberikan dharma talk yang disiarkan secara broadcast lewat internet?
inikah yang anda sebut "bersembunyi" dan "sulit dicari keberadaannya"?
btw,
tahun 2007 beliau berkunjung ke malaysia, tahun 2008 berkunjung ke singapore, dan
tahun 2011 nanti beliau akan berkunjung ke indonesia, sulitkah anda mencari keberadaannya?
silahkan mengajukan segala pekara anda ke pengadilan, mumpung yang bersangkutan bakal hadir di Indonesia
Oh, berarti saya yang kurang update. Dulu saya baca setelah kasus SHC itu, LSY mau "bertapa" atau apa lah, selama 6 tahun.


Quote
cari tau informasi dahulu sebelum berpendapat
Kok tampaknya anda mudah sekali panas yah? Kalau informasi tidak benar 'kan tinggal dikoreksi saja, tidak perlu mengeluarkan perkataan seperti itu. Anda sendiri tanpa menyelidiki "penganjuran pembunuhan oleh LSY" sudah membabi buta di sini membela LSY.


masih untung gak diajak ke pengadilan ;D
Ke pengadilan sih kurang menakutkan. Kalau santet mata berdarah atau dibacain mantra "Horse Head King" baru seram. Tapi mau share dikit nih. Sejak kemaren "jelek-jelekin" LSY, kamma baik langsung berbuah, dapat 1 hari libur dari kantor. Apa usaha menguak keborokan suciwan palsu juga menghasilkan kamma cepat yah?


sama nih, sejak menjelek2 kan buddha hidup aye langsnung kena sakit kepala, untunglah aye berdoa sama dewa yang lebih hebat dari buddha hidup yaitu dewa param*x maka pusing saya langsung sembuh oleh dewa itu =))

ternyata dewa param*x lebih hebat dari buddha hidup =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 23 July 2010, 10:01:27 AM
sama nih, sejak menjelek2 kan buddha hidup aye langsnung kena sakit kepala, untunglah aye berdoa sama dewa yang lebih hebat dari buddha hidup yaitu dewa param*x maka pusing saya langsung sembuh oleh dewa itu =))

ternyata dewa param*x lebih hebat dari buddha hidup =))
Jangan salah, mungkin ada yang bacain mantra "Horse Head King" untuk netralisir kutukan "Horse Head King".
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 23 July 2010, 10:15:43 AM
Jadi seberapa lama Rolls Royce tsb bersama LSY ?
koq info secuil ini sulit amat dijawab ?
mana alamat eMailnya bro... pls pls... gw mau tanya
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 23 July 2010, 02:17:31 PM
Membunuh dan Membakar

Jam: 2 Siang
Tanggal: 19 Desember 1992
Tempat: Gedung IMM, Singapura
Hadir:Sekitar 20 ribu orang untuk berpartisipasi dalam upacara Tantra yang diselenggarakan oleh Cetya Yuan Xue serta dibantu oleh Cetya Yuan Zhen dan Yuan Xi.

Sebuah gambar Padmakumara yang berukuran besar dipajang di panggung. Sewaktu upacara sedang berlangsung....

Seorang pria yang mencurigakan menyelinap ke belakang panggung sewaktu tak ada orang yang mengawasinya. Ia mengeluarkan beberapa lembar kertas dan membasahkannya dengan minyak tanah. Ia berusaha menyalakan api dengan korek api gas, dengan membakar gambar Padmakumara. Saya sedang duduk di depan gambar Padmakumara.

Meskipun kertas kertas yang telah dibasahkan dengan minyak tanah itu berusaha dinyalakan, tak ada yang terjadi. Untuk mencegah terjadinya sabotase semacam ini, lebih dari 50 polisi dan SATPAM berbaju awam ditempatkan di luar gedung bahkan sebelum upacara dimulai. Juga lebih dari 50 orang sendiri yang ditugaskan sebagai penjaga keamanan ditempatkan di dalam gedung. 20 orang tambahan berjaga jaga di ruang upacara. Itu sebabnya sewaktu api menyala, tim patroli keamanan dapat segera mendeteksinya.

Si kriminal, melihat 3 petugas keamanan menuju arahnya, berteriak, "Kami adalah Budhisme yang lurus!" Kemudian ia bergegas membaur dengan keramaian dan segera menghilang. Pada mulanya pemimpin patroli ingin membuat pengumuman tentang api itu, tetapi ia kemudian memutuskan untuk tidak mengumumkannya karena api berhasil segera dipadamkan. Sambil meningkatkan patroli di dalam gedung, ia menunggu sampai upacara selesai.

Sewaktu upacara berjalan, saya mendengar tentang insiden ini serta langkah langkah kaki dan suara disemprotkannya alat pemadam kebakaran. Kegemparan ini hanya berlangsung sesaat.

Bila api itu benar benar menyala dan bila kami mengumumkan berita buruk ini, angka kematian bisa sangat tinggi karena gedung penuh dengan orang, bahkan sampai ke koridor dan tempat parkir mobil. Elevator dan pintu keluar dari gedung IMM tidak akan cukup dalam kasus seperti itu. Bayangkan 20 ribu orang semuanya berusaha keluar pada saat bersamaan, saling menginjak satu sama lain. Saya rasa banyak orang akan mengalami cidera. (Di Hongkong, bencana di Lan Gui Fan memakan korban 22 orang dan banyak yang terluka karena massa yang berondongan keluar).
Insiden ini dapat dikatakan sebagai upaya membunuh dan upaya melakukan pembakaran.

Apakah motif dibelakang hal ini?
Mereka menganggap diri mereka lurus dan kita sebagai sebaliknya. Seperti angin puyuh menerjang dunia, aliran Satyabudha menggoncangkan mereka yang mengaku sebagai aliran lurus Budhisme.

Mereka merobek poster poster yang disiapkan untuk publisitas.
Mereka mencoret-hitamkan pengumuman waktu dan tempat acara yang dipasang.
Mereka mencabut bendera bendera yang kami pasang.
Mereka memasang iklan negatif di suratkabar.
Mereka bahkan mendistribusikan buku buku untuk menyerang saya secara pribadi.
Dan yang terakhir adalah berusaha membunuh dan membakar.


Entah mereka yang menyebut diri mereka aliran lurus dari Budhisme dapat memberitahu saya, bagian manakah yang merupakan pelanggaran karma yang paling serius?

Saya pikir yang paling serius adalah membunuh dan membakar

Adakalanya saya berguyon tentang diri sebagai jahat. Apakah yang jahat tentang saya dan Tantra Satyabudha?

Bila berpikir secara objektif, mereka yang mengaku dari aliran Budhisme yang lurus bisa menjadi sangat kejam, adakalanya tanpa hati sama sekali. Tapi kami masih menyambut mereka dengan senyum.

Kebanyakan orang mempunyai kesalah-pahaman bahwa dunia keagamaan pasti sangat damai, mereka salah dalam hal ini. Perang berkecamuk, pertumpahan darah terjadi. Aliran Satyabudha yang saya dirikan tidak bermaksud untuk menghancurkan aliran aliran lain ataupun agama agama lain. Kami percaya akan harmoni dan kesempurnaan dan tidak akan pernah menggunakan paksaan.

Sungguh sayang bahwa yang disebut aliran Budhisme yang lurus harus menggunakan kekerasan dalam berurusan dengan aliran kami.
Apa yang harus kita lakukan sekarang?

 Saya, Lu Sheng-Yen, tetap berpandangan bahwa:
Kita harus sabar terhadap mereka.
Kita harus tetap terbuka kepada mereka.
Kita harus mengubah mereka dengan berlatih tekun untuk memperoleh pencapaian rohani
kita

 _/\_
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 23 July 2010, 02:24:26 PM

^
mungkin orang itu beranggapan bahwa LSY dan pengikutnya sudah tidak bisa diselamatkan lagi, jadi dia mempraktikkan ajaran LSY dengan cara membunuh dan mengirim ke surga
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: xenocross on 23 July 2010, 03:44:50 PM
oooh, jadi si pelaku pembakaran itu mempraktekan ajaran LSY juga....
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 23 July 2010, 03:52:23 PM

^
mungkin orang itu beranggapan bahwa LSY dan pengikutnya sudah tidak bisa diselamatkan lagi, jadi dia mempraktikkan ajaran LSY dengan cara membunuh dan mengirim ke surga
Betul. Mungkin murid LSY yang lurus yang melihat banyak pengikut LSY sudah tidak bisa diselamatkan lagi jadi mau dikirim ke sorga ramai-ramai. Karena kalau pakai kutukan "Horse Head King" untuk 20 ribu orang = 20.000 * 10.000x = 200.000.000x mulut mereka bisa bengkak, jadi pakai api lebih efektif.



Quote
Saya, Lu Sheng-Yen, tetap berpandangan bahwa:
Kita harus sabar terhadap mereka.
Kita harus tetap terbuka kepada mereka.
Kita harus mengubah mereka dengan berlatih tekun untuk memperoleh pencapaian rohani
Ini sabarnya adalah bertahan dari tekanan atau bersabar menunggu bekerjanya kutukan "Horse Head King"?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 23 July 2010, 04:34:41 PM
oooh, jadi si pelaku pembakaran itu mempraktekan ajaran LSY juga....

baca baik-baik , pelaku pembakaran itu adalah penganut "buddhist " non TBSN (mirip dengan kalian)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: xenocross on 23 July 2010, 05:04:04 PM
oooh, jadi si pelaku pembakaran itu mempraktekan ajaran LSY juga....

baca baik-baik , pelaku pembakaran itu adalah penganut "buddhist " non TBSN (mirip dengan kalian)

Iya saya ngerti
ironis ya hehehhee
kan sesuai dengan ajaran LSY wakakka
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 23 July 2010, 05:08:12 PM
oooh, jadi si pelaku pembakaran itu mempraktekan ajaran LSY juga....

baca baik-baik , pelaku pembakaran itu adalah penganut "buddhist " non TBSN (mirip dengan kalian)

tidak perlu mengetahui siapa pelakunya, tapi lihatlah perbuatannya, bahasa kerennya, "don't judge a book from its cover."

siapapun pelakunya yg jelas ia sedang menjalankan ajaran LSY.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 23 July 2010, 05:20:41 PM
oooh, jadi si pelaku pembakaran itu mempraktekan ajaran LSY juga....

baca baik-baik , pelaku pembakaran itu adalah penganut "buddhist " non TBSN (mirip dengan kalian)

tidak perlu mengetahui siapa pelakunya, tapi lihatlah perbuatannya, bahasa kerennya, "don't judge a book from its cover."

siapapun pelakunya yg jelas ia sedang menjalankan ajaran LSY.

koq bisa, mana pernah  LSY ngajarin begitu?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 23 July 2010, 05:26:24 PM
oooh, jadi si pelaku pembakaran itu mempraktekan ajaran LSY juga....

baca baik-baik , pelaku pembakaran itu adalah penganut "buddhist " non TBSN (mirip dengan kalian)

tidak perlu mengetahui siapa pelakunya, tapi lihatlah perbuatannya, bahasa kerennya, "don't judge a book from its cover."

siapapun pelakunya yg jelas ia sedang menjalankan ajaran LSY.

koq bisa, mana pernah  LSY ngajarin begitu?

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,17326.msg278349.html#msg278349 (http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,17326.msg278349.html#msg278349)

soalnya ajaran non-TBSN yang "mirip dengan kalian" tidak ada tuh ajaran mencelakai orang lain, yang ada malah "jangan karena marah dan benci, mengharapkan orang lain celaka."
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 23 July 2010, 05:32:33 PM
oooh, jadi si pelaku pembakaran itu mempraktekan ajaran LSY juga....

baca baik-baik , pelaku pembakaran itu adalah penganut "buddhist " non TBSN (mirip dengan kalian)

tidak perlu mengetahui siapa pelakunya, tapi lihatlah perbuatannya, bahasa kerennya, "don't judge a book from its cover."

siapapun pelakunya yg jelas ia sedang menjalankan ajaran LSY.

koq bisa, mana pernah  LSY ngajarin begitu?

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,17326.msg278349.html#msg278349 (http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,17326.msg278349.html#msg278349)

soalnya ajaran non-TBSN yang "mirip dengan kalian" tidak ada tuh ajaran mencelakai orang lain, yang ada malah "jangan karena marah dan benci, mengharapkan orang lain celaka."
ajaran TBSN :
Saya, Lu Sheng-Yen, tetap berpandangan bahwa:
Kita harus sabar terhadap mereka.
Kita harus tetap terbuka kepada mereka.
Kita harus mengubah mereka dengan berlatih tekun untuk memperoleh pencapaian rohani

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 23 July 2010, 05:47:00 PM
oooh, jadi si pelaku pembakaran itu mempraktekan ajaran LSY juga....

baca baik-baik , pelaku pembakaran itu adalah penganut "buddhist " non TBSN (mirip dengan kalian)

tidak perlu mengetahui siapa pelakunya, tapi lihatlah perbuatannya, bahasa kerennya, "don't judge a book from its cover."

siapapun pelakunya yg jelas ia sedang menjalankan ajaran LSY.

koq bisa, mana pernah  LSY ngajarin begitu?

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,17326.msg278349.html#msg278349 (http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,17326.msg278349.html#msg278349)

soalnya ajaran non-TBSN yang "mirip dengan kalian" tidak ada tuh ajaran mencelakai orang lain, yang ada malah "jangan karena marah dan benci, mengharapkan orang lain celaka."
ajaran TBSN :
Saya, Lu Sheng-Yen, tetap berpandangan bahwa:
Kita harus sabar terhadap mereka.
Kita harus tetap terbuka kepada mereka.
Kita harus mengubah mereka dengan berlatih tekun untuk memperoleh pencapaian rohani



jadi apakah menurut Bro 4DMYN, LSY tidak pernah mengajarkan seperti dalam link itu?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Kelana on 23 July 2010, 06:24:27 PM
Pertama-tama, di sini saya klarifikasikan terlebih dahulu pada Anda semua, supaya wartawan Taiwan tidak salah paham. Oh ya! Salam untuk bapak-bapak wartawan yang terhormat. Mahkota di atas kepala saya ini melambangkan Pancabuddha dan segenap guru saya; anting di telinga saya, saya bukan melatih "Ji Hua Bao Dian" (Kitab Pusaka Bunga Matahari), melainkan melambangkan "Kye-rim" (Tahap Permulaan) dan "Dzog-rim" (Tahap Kesempurnaan) dalam Agama Tantra, kedua tahap sangat sempurna. Sementara anting ini sendiri juga melambangkan tidak mendengarkan seluruh fitnah dan makian; juga melambangkan mulut yang melontarkan ucapan kebajikan; tangan saya bahkan mengenakan selingkar gelang, melambangkan kebersihan perbuatan; liontin giok yang saya pakai, melambangkan kesepuluh Aksara Mantra Kalachakra berada dalam diri Mahaguru. (Hadirin tepuk tangan) Jadi, jangan lagi mengatakan saya memakai emas dan giok, saya memakainya hanya pada saat upacara, jika bukan upacara, saya tidak pakai benda-benda semacam ini.
...


Maaf, saya hanya berkomentar mengenai iconografi.
Saya baru dengar iconograpi anting itu adalah simbol dari tidak mendengarkan seluruh fitnah dan makian. Iconografi seharusnya melambangkan sesuai dengan fungsi yang disimbolkan. Anting dari sejarahnya digunakan untuk perhiasan, tidak ada yang berfungsi untuk menutup telinga agar tidak bisa mendengar. Secara logika apakah anting itu letaknya di lubang terlinga? Tidak. Dengan demikian suara akan tetap masuk. Jadi ini tidak ada kesesuaian dengan melambangkan tidak mendengarkan finah. Anting lebih melambangkan kemakmuran. Demikian juga gelang.

Tidak mendengarkan finah bisa dilambangkan dengan menutup telinga terutama lubang telinga. Salah satu iconografinya adalah patung kera yang menutup telinga.

Coba sekali-kali kita lebih kritis sedikit, sehingga apa yang dikatakan orang tidak mentah-mentah kita terima sebagai kebenaran.

Selanjutnya no comment
 _/\_
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 23 July 2010, 06:56:45 PM
oooh, jadi si pelaku pembakaran itu mempraktekan ajaran LSY juga....
jangan2 yg mau bakar itu juga muridnya LSY....

hahahah maling teriak maling sih udah biasa dehhhh
spt provokator aja... karna diberi sebungkus nasi,
ya udah mau minta apa juga dilakukan...

apakah orang tsb tertangkap? kalau tidak kenapa tidak? kenapa keamanannya begitu loyo?
kan udah pakai talkie utk mencegat org tsb!. Bawa minyak tanah? rasanya sulit ya beli minyak tanah.
rasanya pakai bensin lebih memudahkan....(beli aja zippo lighter fuel...dlm bungkusan dgn BON)..

ada cerita yg lebih seru lagi gak? mohon sharing dunnnggg..

gimana Rolls Royce nya? koq amat tidak transparant sihhhh
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 23 July 2010, 07:00:04 PM
gimana Rolls Royce nya? koq amat tidak transparant sihhhh
=)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 23 July 2010, 07:22:01 PM
sori, saya mau nanya aja...maap kalo ada yg tersinggung..saya tertarik dgn topik LSY jd saya google..

di TBSN sendiri mang boleh nari2 atau ikutan haloween party?

Spoiler: ShowHide
(http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/46.jpg)


Spoiler: ShowHide
(http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/45.jpg)


Spoiler: ShowHide
(http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/48.jpg)

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 23 July 2010, 07:22:55 PM
Pertama-tama, di sini saya klarifikasikan terlebih dahulu pada Anda semua, supaya wartawan Taiwan tidak salah paham. Oh ya! Salam untuk bapak-bapak wartawan yang terhormat. Mahkota di atas kepala saya ini melambangkan Pancabuddha dan segenap guru saya; anting di telinga saya, saya bukan melatih "Ji Hua Bao Dian" (Kitab Pusaka Bunga Matahari), melainkan melambangkan "Kye-rim" (Tahap Permulaan) dan "Dzog-rim" (Tahap Kesempurnaan) dalam Agama Tantra, kedua tahap sangat sempurna. Sementara anting ini sendiri juga melambangkan tidak mendengarkan seluruh fitnah dan makian; juga melambangkan mulut yang melontarkan ucapan kebajikan; tangan saya bahkan mengenakan selingkar gelang, melambangkan kebersihan perbuatan; liontin giok yang saya pakai, melambangkan kesepuluh Aksara Mantra Kalachakra berada dalam diri Mahaguru. (Hadirin tepuk tangan) Jadi, jangan lagi mengatakan saya memakai emas dan giok, saya memakainya hanya pada saat upacara, jika bukan upacara, saya tidak pakai benda-benda semacam ini.
...


Maaf, saya hanya berkomentar mengenai iconografi.
Saya baru dengar iconograpi anting itu adalah simbol dari tidak mendengarkan seluruh fitnah dan makian. Iconografi seharusnya melambangkan sesuai dengan fungsi yang disimbolkan. Anting dari sejarahnya digunakan untuk perhiasan, tidak ada yang berfungsi untuk menutup telinga agar tidak bisa mendengar. Secara logika apakah anting itu letaknya di lubang terlinga? Tidak. Dengan demikian suara akan tetap masuk. Jadi ini tidak ada kesesuaian dengan melambangkan tidak mendengarkan finah. Anting lebih melambangkan kemakmuran. Demikian juga gelang.

Tidak mendengarkan finah bisa dilambangkan dengan menutup telinga terutama lubang telinga. Salah satu iconografinya adalah patung kera yang menutup telinga.

Coba sekali-kali kita lebih kritis sedikit, sehingga apa yang dikatakan orang tidak mentah-mentah kita terima sebagai kebenaran.

Selanjutnya no comment
 _/\_

penjelasan yg mantep, cees pleng.... bro Kelana.... gw persembahkan +1 utk bro...
sebagai lambang tanda sound system filtering yg hanya
mendengarkan hal2 yg baik2 aja.....

ngomong2 anting2nya satu atau dua ya ? trus umatnya juga diminta beli anting2 gak ?

NPNG, No Pain No Gain  ketingalan berita... kalau LSY lagi haloween bersama gadis2 cantik dan mini skirt... tempoh hari kita ada posting gambarnya lho.... kalau ada kita ikutan yuuuk.. biar ada kesempatan kenalan sama yg manis2  :)) :)) :))

Attribute pemimpin yg baik adalah memilki transparansi.....

1. Rolls Royce nya type apa
2. Kapan umat menyumbangkan dan kapan dijual kembali
3. Siapa saja yg udah nyoba Rolls Royce tsb ?

kenapa event tsb tidak terdapat pada posting2, milis2 webpagenya LSY ?
gambar pun gak ketemu.... pls help... help..  :'( :'( :'(
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 23 July 2010, 07:27:53 PM
oooh, jadi si pelaku pembakaran itu mempraktekan ajaran LSY juga....

baca baik-baik , pelaku pembakaran itu adalah penganut "buddhist " non TBSN (mirip dengan kalian)

tidak perlu mengetahui siapa pelakunya, tapi lihatlah perbuatannya, bahasa kerennya, "don't judge a book from its cover."

siapapun pelakunya yg jelas ia sedang menjalankan ajaran LSY.

koq bisa, mana pernah  LSY ngajarin begitu?

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,17326.msg278349.html#msg278349 (http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,17326.msg278349.html#msg278349)

soalnya ajaran non-TBSN yang "mirip dengan kalian" tidak ada tuh ajaran mencelakai orang lain, yang ada malah "jangan karena marah dan benci, mengharapkan orang lain celaka."
ajaran TBSN :
Saya, Lu Sheng-Yen, tetap berpandangan bahwa:
Kita harus sabar terhadap mereka.
Kita harus tetap terbuka kepada mereka.
Kita harus mengubah mereka dengan berlatih tekun untuk memperoleh pencapaian rohani



jadi apakah menurut Bro 4DMYN, LSY tidak pernah mengajarkan seperti dalam link itu?
1. gue udah kunjungi tkp, shcstory tapi videonya sengaja dibikin terputus di tengah. sangat mungkin putusnya video ini disengaja, sehingga dalam ceramah seolah-olah LSY mengajarkan pembunuhan.
2. karena video tersebut diputus maka SHC mengarang cerita untuk membuat seolah-olah LSY mengajarkan pembunuhan.
3. Orang yang mengajarkan pembunuhan di depan publik, menurut hukum negara Amerika Serikat, bisa dijerat undang-undang Internal Security Act. setidaknya LSY sudah masuk pengadilan gara-gara kasus pengajaran pembunuhan. tapi kenyataannya LSY tidak masuk pengadilan gara-gara mengajarkan pembunuhan. Malahan LSY mendapatkan penghargaan sebagai warga teladan di Seattle.


Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 23 July 2010, 07:32:58 PM
(http://www.jasaumum.com/images/littlesecuen.jpg)
apa ini foto LSY masih kecil ?

siapa nama politikus (USA) yg disumbang sama LSY ? makanya dia dpt warga teladan!
berapa jumlah uang yg dia sumbangkan ? mohon infonya....

 :-[ :-[ :-[ :-[

boleh minta ditampilkan foto rumahnya LSY di
17102 NE 40th Ct. Redmond, WA. 98052, U.S.A.  ?
mohon transparansinya ya
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 23 July 2010, 07:39:34 PM
oooh, jadi si pelaku pembakaran itu mempraktekan ajaran LSY juga....

baca baik-baik , pelaku pembakaran itu adalah penganut "buddhist " non TBSN (mirip dengan kalian)

tidak perlu mengetahui siapa pelakunya, tapi lihatlah perbuatannya, bahasa kerennya, "don't judge a book from its cover."

siapapun pelakunya yg jelas ia sedang menjalankan ajaran LSY.

koq bisa, mana pernah  LSY ngajarin begitu?

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,17326.msg278349.html#msg278349 (http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,17326.msg278349.html#msg278349)

soalnya ajaran non-TBSN yang "mirip dengan kalian" tidak ada tuh ajaran mencelakai orang lain, yang ada malah "jangan karena marah dan benci, mengharapkan orang lain celaka."
ajaran TBSN :
Saya, Lu Sheng-Yen, tetap berpandangan bahwa:
Kita harus sabar terhadap mereka.
Kita harus tetap terbuka kepada mereka.
Kita harus mengubah mereka dengan berlatih tekun untuk memperoleh pencapaian rohani



jadi apakah menurut Bro 4DMYN, LSY tidak pernah mengajarkan seperti dalam link itu?
1. gue udah kunjungi tkp, shcstory tapi videonya sengaja dibikin terputus di tengah. sangat mungkin putusnya video ini disengaja, sehingga dalam ceramah seolah-olah LSY mengajarkan pembunuhan.
2. karena video tersebut diputus maka SHC mengarang cerita untuk membuat seolah-olah LSY mengajarkan pembunuhan.
3. Orang yang mengajarkan pembunuhan di depan publik, menurut hukum negara Amerika Serikat, bisa dijerat undang-undang Internal Security Act. setidaknya LSY sudah masuk pengadilan gara-gara kasus pengajaran pembunuhan. tapi kenyataannya LSY tidak masuk pengadilan gara-gara mengajarkan pembunuhan. Malahan LSY mendapatkan penghargaan sebagai warga teladan di Seattle.




ajaran itu juga dikonfimasi oleh

Quote from:  www.buddhismaustralia.org
On March 11th, 2000, Master Lu hosted a grand ceremony with a lecture. Thousands of members who took refuge in Master Lu attended this ceremony. There, he gave a controversial lecture on how to use a spell to kill someone. Master Lu believed that if there was no other way that could assist a hopeless or stubborn person, then the only way is kill him or her. He said "The only way to treat a stubborn or a hopeless person is to kill. If you love someone and have mercy and want to send one to heaven, you must first take his life and then expiate the sins of the dead. This is the 2nd greatest charm of the religion". He continued saying;- "if there is no other way that could assist one, then the only way is to kill. Giving mercy or influence or wisdom and still not way out, then the only way is to kill".
This lecture shocked many Buddhists in Taiwan and the world.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 23 July 2010, 07:52:06 PM
(http://www.jasaumum.com/images/littlesecuen.jpg)
apa ini foto LSY masih kecil ?

siapa nama politikus (USA) yg disumbang sama LSY ? makanya dia dpt warga teladan!
berapa jumlah uang yg dia sumbangkan ? mohon infonya....

 :-[ :-[ :-[ :-[

boleh minta ditampilkan foto rumahnya LSY di
17102 NE 40th Ct. Redmond, WA. 98052, U.S.A.  ?
mohon transparansinya ya
foto bisa anda cari lewat maps.google.com, saya rasa cukup jelas.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 23 July 2010, 07:59:43 PM

ajaran itu juga dikonfimasi oleh

Quote from:  www.buddhismaustralia.org
On March 11th, 2000, Master Lu hosted a grand ceremony with a lecture. Thousands of members who took refuge in Master Lu attended this ceremony. There, he gave a controversial lecture on how to use a spell to kill someone. Master Lu believed that if there was no other way that could assist a hopeless or stubborn person, then the only way is kill him or her. He said "The only way to treat a stubborn or a hopeless person is to kill. If you love someone and have mercy and want to send one to heaven, you must first take his life and then expiate the sins of the dead. This is the 2nd greatest charm of the religion". He continued saying;- "if there is no other way that could assist one, then the only way is to kill. Giving mercy or influence or wisdom and still not way out, then the only way is to kill".
This lecture shocked many Buddhists in Taiwan and the world.
saya gak menemukan artikelnya disana, coba anda perjelas, mereka dapatkan artikel tersebut copas dari shcstory atao bukan?
kalau memang benar beliau mengajarkan pembunuhan, berarti beliau melanggar undang-undang amerika Internal Security Act, dan secara beliau bisa diseret secara hukum, serta TBSN bisa dibubarkan dengan segera.

Lagipula mengapa pada waktu itu SHC tidak menyeret LSY ke pengadilan dengan pasal "Internal Security Act"?
sungguh aneh bukan?
padahal bila SHC sukses dengan pasal "Internal security act", LSY dapat menerima hukuman jauh lebih berat, dan aliran TBSN dapat dimasukkan dalam kategori "Organisasi Teroris" ( bila memang benar demikian saya akan cari guru lain)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 23 July 2010, 08:02:27 PM
ini pertanyaan ga menjatuhkan pihak manapun ya...jd kalo yg merasa tersinggung, gw minta maap dl..soalnya memang bener2 gw penasaran bgt...

bukannya kalo uda menjadi pemuka agama, mesti tidak berhubungan dengan keluarganya lg ya? mksdnya tanpa memandang ini cucuku atau anakku?

Grand Master Lu dan Master Lian Siang bawa cucunya(Lu Hung & Lu Chin)untuk merayakan mid autumm festival(Hari Kue Bulan)Bersama dengan  di Ling She Ching Tze Temple Seattle.
Spoiler: ShowHide
(http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/9.jpg)


Spoiler: ShowHide
(http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/52.jpg)


Spoiler: ShowHide
(http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/68.jpg)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 23 July 2010, 08:04:24 PM

ajaran itu juga dikonfimasi oleh

Quote from:  www.buddhismaustralia.org
On March 11th, 2000, Master Lu hosted a grand ceremony with a lecture. Thousands of members who took refuge in Master Lu attended this ceremony. There, he gave a controversial lecture on how to use a spell to kill someone. Master Lu believed that if there was no other way that could assist a hopeless or stubborn person, then the only way is kill him or her. He said "The only way to treat a stubborn or a hopeless person is to kill. If you love someone and have mercy and want to send one to heaven, you must first take his life and then expiate the sins of the dead. This is the 2nd greatest charm of the religion". He continued saying;- "if there is no other way that could assist one, then the only way is to kill. Giving mercy or influence or wisdom and still not way out, then the only way is to kill".
This lecture shocked many Buddhists in Taiwan and the world.
saya gak menemukan artikelnya disana, coba anda perjelas, mereka dapatkan artikel tersebut copas dari shcstory atao bukan?
kalau memang benar beliau mengajarkan pembunuhan, berarti beliau melanggar undang-undang amerika Internal Security Act, dan secara beliau bisa diseret secara hukum, serta TBSN bisa dibubarkan dengan segera.

Lagipula mengapa pada waktu itu SHC tidak menyeret LSY ke pengadilan dengan pasal "Internal Security Act"?
sungguh aneh bukan?
padahal bila SHC sukses dengan pasal "Internal security act", LSY dapat menerima hukuman jauh lebih berat, dan aliran TBSN dapat dimasukkan dalam kategori "Organisasi Teroris" ( bila memang benar demikian saya akan cari guru lain)


halah... mana saya tau mrk dapat artikel dari mana? saya bukan webmaster di sana,

dan mengenai proses hukum dan Undang-undang amerika, saya tidak akan mengomentari apa yang bukan bdiang saya. tapi dari kutipan di atas, sptnya ceramah itu disampaikan di Taiwan. bagaimana dengan UU Taiwan? apakah sama dengan UU Amerika?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 23 July 2010, 08:07:05 PM

ajaran itu juga dikonfimasi oleh

Quote from:  www.buddhismaustralia.org
On March 11th, 2000, Master Lu hosted a grand ceremony with a lecture. Thousands of members who took refuge in Master Lu attended this ceremony. There, he gave a controversial lecture on how to use a spell to kill someone. Master Lu believed that if there was no other way that could assist a hopeless or stubborn person, then the only way is kill him or her. He said "The only way to treat a stubborn or a hopeless person is to kill. If you love someone and have mercy and want to send one to heaven, you must first take his life and then expiate the sins of the dead. This is the 2nd greatest charm of the religion". He continued saying;- "if there is no other way that could assist one, then the only way is to kill. Giving mercy or influence or wisdom and still not way out, then the only way is to kill".
This lecture shocked many Buddhists in Taiwan and the world.
saya gak menemukan artikelnya disana, coba anda perjelas, mereka dapatkan artikel tersebut copas dari shcstory atao bukan?
kalau memang benar beliau mengajarkan pembunuhan, berarti beliau melanggar undang-undang amerika Internal Security Act, dan secara beliau bisa diseret secara hukum, serta TBSN bisa dibubarkan dengan segera.

Lagipula mengapa pada waktu itu SHC tidak menyeret LSY ke pengadilan dengan pasal "Internal Security Act"?
sungguh aneh bukan?
padahal bila SHC sukses dengan pasal "Internal security act", LSY dapat menerima hukuman jauh lebih berat, dan aliran TBSN dapat dimasukkan dalam kategori "Organisasi Teroris" ( bila memang benar demikian saya akan cari guru lain)


halah... mana saya tau mrk dapat artikel dari mana? saya bukan webmaster di sana,

dan mengenai proses hukum dan Undang-undang amerika, saya tidak akan mengomentari apa yang bukan bdiang saya. tapi dari kutipan di atas, sptnya ceramah itu disampaikan di Taiwan. bagaimana dengan UU Taiwan? apakah sama dengan UU Amerika?
gak mungkin disampaikan di Taiwan. ketika Master Lu masih tinggal di Taiwan, beliau belum menjadi bhiksu. Beliau menjadi bhiksu di Amerika.
btw, saya barusan ketemu artikel tsb di budhismautralia.org, tapi di artikel nya mereka memberikan link pada website shcstory.com.  semua sumber fitnah itu cuma shcstory.com saja.


Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 23 July 2010, 08:11:10 PM
ini pertanyaan ga menjatuhkan pihak manapun ya...jd kalo yg merasa tersinggung, gw minta maap dl..soalnya memang bener2 gw penasaran bgt...

bukannya kalo uda menjadi pemuka agama, mesti tidak berhubungan dengan keluarganya lg ya? mksdnya tanpa memandang ini cucuku atau anakku?

Grand Master Lu dan Master Lian Siang bawa cucunya(Lu Hung & Lu Chin)untuk merayakan mid autumm festival(Hari Kue Bulan)Bersama dengan  di Ling She Ching Tze Temple Seattle.
Spoiler: ShowHide
(http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/9.jpg)


Spoiler: ShowHide
(http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/52.jpg)


Spoiler: ShowHide
(http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/68.jpg)


kalo sesekali bertemu keluarga itu kan lumrah, apa kalau sudah jadi bhiksu musti berhati sekeras batu?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 23 July 2010, 08:14:32 PM
mksdnya istrinya kok ikut kemanapun LSY pergi? secara sepintas loh gw liat di semua gbr...soalnya hampir setiap foto pasti ada istrinya..
Title: Re:
Post by: wencie on 23 July 2010, 08:17:22 PM
Dharma sebenarnya tidak akan menjerumuskan kepada anda yang mempraktikannya.
Terlalu banyak berbicara,membuat perhatian kita untuk melatih diri sering terabaikan.
Menghilangkan rasa iri hati di hati,akan membuat semua yang kita pelajari semakin bermanfaat.

Nama Saya adalah wen cie.Saya adalah murid dari Lu Sheng Yen sekarang dan sampai nantiny. Saya pernah belajar dharma Theravada semasa SD,dan sampai sekarang dharma tersebut sangat bermanfaat,karena apapun pengetahuan itu,akan selalu saya kembangkan...

So,saya berani menyatakan ttg diri saya.Kalau mau berdiskusi lebih baik perkenalkan diri anda yang asli.

Saya akan coba jawab sedikit pertanyaan tadi yang belum dijawab.

1. Apakah kehidupan secara duniawi dari murid TBS meningkat?
Dari saya pribadi,selama menekuni dharma dari Guru Buddha dan Maha Guru saya secara konsisten,selama ini kehidupan duniawi saya dapat dikatakan sangat baik. Secara spiritual boleh dikatakan bahwa meningkat pula.

2. Meminta alamat email?
Saya kira anda fax/Kirim surat  saja,untuk bertnya lebih jauh ttg segala sesuatunya yang pada diri anda masih merasa ada kejanggalan .
Setiap surat akan diusahakan dibalas satu per satu oleh True Buddha foundation. Selama ini surat saya langsung ke Seattle selalu dibalas.Meskipun agak lama. Ini bisa dimaklumi karena setiap surat harus dibaca dan dibalas satu persatu oleh personal di TBF yang terbatas,sedangkan surat yang masuk sangat banyak.
Mungkin setelah dapat balasan dan anda yakin bahwa segala sesuatu ttg penjelasan rolex dipakai,transparansi dan didanakan kepada siapa atau sebagainya sesuai dengan pendapat anda ,bahwa itu ada kejanggalan,silahkan dipost di dunia maya.Karena itu berupa hardcopy ,jadi bisa dibuktikan kelaknya.

3. Jika anda merasa sama sja bohong belaka jika bertanya itu pada True Buddha Foundation,karena sama2 di pihak LSY?
Orang yang melatih diri dengan sungguh2 akan berbuat sesuai inti ajaran Guru Buddha.
hilangkan perbuatan jahat,: Tidak akan ada kebohongan data
Perbanyaklah perbuatan baik,: Membuat penyelesaian dari suatu masalah,dan membuat orang menjadi tidak berasumsi
sucikan hati dan pikiran.: Meskipun berada di pihak tertentu ,tetap akan bekerja secara profesionnal.

Salam metta
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 23 July 2010, 08:26:28 PM
Informasi sedikit:
Istrinya sekarang disebut Guru dhara. Sama2 telah menjalani kehidupan kebhiksuan. Mengapa setiap upacara atau kegiatan lainnya selalu bersama,tidak bisa dikatakan demikian.
Karena pada upacara ,seperti dharma Buddha, dimanapun ada dharma dibabarkan,kita harus berada disana untuk mendengarkannya.
Foto tersebut dilakukan setiap selesai kegiatan dharma.

1. Mengapa selalu bersama?
Karena penghormatan dari murid beliau,karena LSY sebagai Maha Guru dan istrinya adalah Guru Dhara.
Adalah ketidaksopanan bagi seorang murid,jikalau ada orang yang dihormati di tempat yang sama,kita tidak menghormatinya.
Seperti ketika saya akan berpamitan kepada kedua orang tua saya,saya tidak boleh hanya berpamitan dengan ibu saya saja.Karena ini tidak sesuai dengan norma yang berlaku.

Salam metta
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 23 July 2010, 08:27:08 PM
apa yang membuat wen cie menjadi murid LSY? share dong ke kita2 biar kita tau dan ga salah tanggap...oya sekalian jelasin yang foto2 haloween yang saya post jg kalo bisa..soalnya saya bener2 penasaran..di foto saya melihat mereka memakai topeng, menari2, trus LSY maen pedang2an..itu gmn?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 23 July 2010, 08:27:41 PM
ada yg bisa menjelaskan: apa makna dari TRUE BUDDHA SCHOOL? apakah ada juga UNTRUE BUDDHA SCHOOL?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 23 July 2010, 08:34:04 PM
ada yg bisa menjelaskan: apa makna dari TRUE BUDDHA SCHOOL? apakah ada juga UNTRUE BUDDHA SCHOOL?
apalah arti sebuah nama?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 23 July 2010, 08:46:08 PM
ada yg bisa menjelaskan: apa makna dari TRUE BUDDHA SCHOOL? apakah ada juga UNTRUE BUDDHA SCHOOL?
apalah arti sebuah nama?

pada situasi tertentu mungkin tidak berarti, tapi pada situasi lain mungkin sangat berarti.

either way, apakah  tidak boleh ada penjelasan secara filosofis kenapa disebut TRUE BUDDHA SCHOOL?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 23 July 2010, 08:50:51 PM
Penalarannya adalah seperti berikut :
1. Mengapaya saya menjadi murid LSY?
Ketika saya menamatkan jenjang sekolah dasar,saya pastinya hrus melanjutkan ke jenjang berikutnya.begitu seterusnya.hingga mencapai jenjang yang benar2 membuat saya dewasa dalam pemikiran dan benar2 membuat saya mapan dalam kehidupan.
Dharma LSY,menurut saya memberikan saya ilmu pengetahuan,untuk melangkah terus ke jenjang berikutnya. Seperti di sekolah,saya belajar dengan berbagai guru.

1. Mengapa saya menjadikan guru LSY sebagai guru utama sekarang ini?
Guru saya tetap guru junjungan Sakyamuni Buddha. Namun karena guru Sakyamuni Buddha telah parinibhana 2000 tahun yang silam,dan ketika itu dharma nya tidak dapat dibukukan secara langsung,melalui pihak kedua,
maka saya membutuhkan seorang guru yang dapat saya percayai untuk memberikan penjelasan secara detail tanpa multitafsir berbagai pihak.

2. Kenapa bisa langsung percaya kepada guru LSY ?
Ilmu pengetahuan ini selalu saya terapkan. Bahwa setelah saya menamatkan jenjang SMA,saya selalu mengenang jasa guru Matematika saya. alasannya adalah dia benar2 dapat membuat saya menjadi ahlii di bidang hitung2an.ketika saya mendapatkan guru matematika meskipun namnya lain,Statistika atau Aljabar Linier,tetap dalam satu rumpun hitung2an di universitas. Guru SMA saya tetap yang menjadi orang yang bermanfaat.Meskipun di SD saya tetap mendapatkan guru MTK. tapi rasa penghormatan,dilihat dari personality,cara mengajar,dan materi yang diajarkan.

3. Tentang foto haloween?
Itulah adalah tradisi orang barat. Ketika saya hidup dengan orang jawa saya harus menyesuaikan dengan aturan orang jawa,bibit,bebet,bobot....
Ketika saya tidak dapat menyesuaikannya,maka saya tidak dapat hidup harmonis.
Meskipun saya maen tari2an adat indonesia,identitas wajah saya sebagai orang keturunan tidak dapat hilang.
Saya harus tetp menarikan tarian adat jawa,saya tidak boleh menarikan tari barongsai pada aksi pertunjukan.
Foto LSY tersebut adalah pada saat hari haloween.

Salam metta
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 23 July 2010, 08:59:53 PM
ok saya rasa sdh cukup..moga2 temen2 di sini bisa menghargai pandangan mereka..


CASE CLOSED.. ;D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 23 July 2010, 09:02:25 PM
Ketika orang tua saya memberi saya nama Wen Cie, Beliau selalu berharap bahwa saya kelak sesuai dengan arti nama tsb,
Wen: Bahasa
Cie/Jie : Pahlawan
Dan sperti yang diharapkan saya akan selalu mewujudkan harapan orang tua saya sebagai bentuk kasih,
seperti Maha Guru mengasihi cucunya.
Namun dalam hal ini kasih seorang Buddha akan berbeda bentuknya dengan kasih seorang manusia
Kasih Manusia: masih terikat akan norma dsb
Kasih Seorang Buddha (penjelasan dikhususkan kpd LSY): tidak terikat lagi,terhadap semua makhluk di dunia, terhadap guru dhara pula, karena guru dhara juga dianggap sebagai makhluk.
Sisi positifnya adalah kasih yang diberikan LSY kepada guru Dhara mampu mengajaknya menjalani kehidupan kebhiksuan pula. Ini yang jarang dapat dilakukan,bahwa ketika ada seorang anak sulung menjalani kehidupan kebhiksuan,dia belum mampu mengajk anak bungsu untuk bersama2 menjalani kehidupan kebhiksuan.
Bisa dibuktikan pada anggota Sangha di Indonesia,Banyak satu orang mewakili satu keluarga,bahkan ada pula anak jadi bhiksu,orang tua beragama lain,maupun sebaliknya.

True Buddha diharapkan bahwa muridnya akan selalu dijalan Buddha sejati meskipun sampai akhir kehidupan bumi ini.bahkan nantinya

Salam metta
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 23 July 2010, 09:06:29 PM
Ketika orang tua saya memberi saya nama Wen Cie, Beliau selalu berharap bahwa saya kelak sesuai dengan arti nama tsb,
Wen: Bahasa
Cie/Jie : Pahlawan
Dan sperti yang diharapkan saya akan selalu mewujudkan harapan orang tua saya sebagai bentuk kasih,
seperti Maha Guru mengasihi cucunya.
Namun dalam hal ini kasih seorang Buddha akan berbeda bentuknya dengan kasih seorang manusia
Kasih Manusia: masih terikat akan norma dsb
Kasih Seorang Buddha (penjelasan dikhususkan kpd LSY): tidak terikat lagi,terhadap semua makhluk di dunia, terhadap guru dhara pula, karena guru dhara juga dianggap sebagai makhluk.
Sisi positifnya adalah kasih yang diberikan LSY kepada guru Dhara mampu mengajaknya menjalani kehidupan kebhiksuan pula. Ini yang jarang dapat dilakukan,bahwa ketika ada seorang anak sulung menjalani kehidupan kebhiksuan,dia belum mampu mengajk anak bungsu untuk bersama2 menjalani kehidupan kebhiksuan.
Bisa dibuktikan pada anggota Sangha di Indonesia,Banyak satu orang mewakili satu keluarga,bahkan ada pula anak jadi bhiksu,orang tua beragama lain,maupun sebaliknya.

True Buddha diharapkan bahwa muridnya akan selalu dijalan Buddha sejati meskipun sampai akhir kehidupan bumi ini.bahkan nantinya

Salam metta

ini statement resmi dari TBSN atau opini pribadi?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 23 July 2010, 09:07:59 PM
Ini tidak berlaku hanya untuk LSY maupun pemuka agama lainnya,agama,aliran dan kepercayaan lainnya,

Saya selalu berharap apa yang anda yakini ,tentunya anda akan menghargai keyakinan orang lain.
Tidak mengeluarkan kalimat yang tidak sopan meskipun di dunia maya sekalipun,karena hukum karma berlaku dimana saja sesuai ajaran guru Buddha.
Bahkan yang saya yakini tidak akan mencela yang lainnya.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Salam Metta
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 23 July 2010, 09:10:27 PM
TBSN adalah web resmi dari TBS.
TBF adalah representatif dari TBS.

Untuk arti dari TBS sudah ada di page2 awal...
Harapan Maha Guru adalah seperti itu. Semoga Benih Buddha tidak pernah terputuskan.

Salam metta
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Wolvie on 23 July 2010, 10:48:00 PM

Ke pengadilan sih kurang menakutkan. Kalau santet mata berdarah atau dibacain mantra "Horse Head King" baru seram. Tapi mau share dikit nih. Sejak kemaren "jelek-jelekin" LSY, kamma baik langsung berbuah, dapat 1 hari libur dari kantor. Apa usaha menguak keborokan suciwan palsu juga menghasilkan kamma cepat yah?

wkwkw, kemarin admyn bilang ada member dc yang sakit mata karna jelek2in lSY, mau tau aye komennya soal ini.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 23 July 2010, 11:02:41 PM
Ini tidak berlaku hanya untuk LSY maupun pemuka agama lainnya,agama,aliran dan kepercayaan lainnya,

Saya selalu berharap apa yang anda yakini ,tentunya anda akan menghargai keyakinan orang lain.
Tidak mengeluarkan kalimat yang tidak sopan meskipun di dunia maya sekalipun,karena hukum karma berlaku dimana saja sesuai ajaran guru Buddha.
Bahkan yang saya yakini tidak akan mencela yang lainnya.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Salam Metta

bagian manakah dari postingan saya yg anda anggap tidak sopan dan mencela?
jika anda merasa demikian, saya mohon maaf. saya hanya ingin tahu lebih banyak mengenai TBSN ini dan karena anda memposisikan diri mewakili TBSN maka saya merasa berkesempatan untuk bertanya. jika pertanyaan saya dianggap tidak sopan dan mencela, sekali lagi saya mohon maaf, dan anda bebas untuk mengabaikan pertanyaan saya.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 23 July 2010, 11:15:34 PM
Ini tidak berlaku hanya untuk LSY maupun pemuka agama lainnya,agama,aliran dan kepercayaan lainnya,

Saya selalu berharap apa yang anda yakini ,tentunya anda akan menghargai keyakinan orang lain.
Tidak mengeluarkan kalimat yang tidak sopan meskipun di dunia maya sekalipun,karena hukum karma berlaku dimana saja sesuai ajaran guru Buddha.
Bahkan yang saya yakini tidak akan mencela yang lainnya.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Salam Metta
soal harga menghargai. apakah guru anda yg mengarang cerita minum kopi itu bukannya melecehkan buddha?
mengaku buddha hidup, tapi tidak menggambarkan seorang yg sudah lepas dari LDM malahan mengumbar LDM.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 23 July 2010, 11:33:14 PM
Ini tidak berlaku hanya untuk LSY maupun pemuka agama lainnya,agama,aliran dan kepercayaan lainnya,

Saya selalu berharap apa yang anda yakini ,tentunya anda akan menghargai keyakinan orang lain.
Tidak mengeluarkan kalimat yang tidak sopan meskipun di dunia maya sekalipun,karena hukum karma berlaku dimana saja sesuai ajaran guru Buddha.
Bahkan yang saya yakini tidak akan mencela yang lainnya.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Salam Metta
soal harga menghargai. apakah guru anda yg mengarang cerita minum kopi itu bukannya melecehkan buddha?
mengaku buddha hidup, tapi tidak menggambarkan seorang yg sudah lepas dari LDM malahan mengumbar LDM.

Aduuh bro Ryu... membaca posting bro ini gw jadi NAFSU mau kasih +1,....
tapi apa boleh buat udah buat bro Kamala gitu..... :'( :'( :'( :'(

Apakah Buddhism spt product KECAP ?......... 100% dari kedelai hitam ?
TRUE BUDDHA.... Hi what is in the name ?........... kalau ada yg TRUE berarti udah banyak yg palsu kale...., tanya deh sama LSY.... kan TBS, jadi yg palsu2 mana mohon di list kan.....

trus ada lagi LIVING BUDDHA......... trus yg lain2 itu apa ya? SLEEPING BUDDHA atau PARINIBANA BUDDHA ?.............

pengetahuan Buddhist gw sih dangkal2 aja... tapi dilihat dari segi Marketing... ahhh spt jual KECAP.

mohon dihargain juga orang lain yg walaupun pengetahuan Buddhistnya sangat dangkal,
tapi pengetahuan dibidang lain sedikit lebih baik dehhhh =))  =))

Kenapa Posting Rolls Royce gak pernah muncul di dunia maya ? mohon transparansinya ya!

boleh tau di kalangan Buddhist, siapa saja yg kurang setuju dgn brand LIVING BUDDHA?
mohon di list kan... apa jawaban LSY ?

sementara itu aja....... besok gw akan tanyak lebih banyak lagi  :)) :)) :)) :))

Bro Ryu, boleh tau itu minum kopinya pakai gula? pakai krim gak? pakai whip cream gak? ditaburin bubuk coklat gak?  ;D ;D ;D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 23 July 2010, 11:36:56 PM

Ke pengadilan sih kurang menakutkan. Kalau santet mata berdarah atau dibacain mantra "Horse Head King" baru seram. Tapi mau share dikit nih. Sejak kemaren "jelek-jelekin" LSY, kamma baik langsung berbuah, dapat 1 hari libur dari kantor. Apa usaha menguak keborokan suciwan palsu juga menghasilkan kamma cepat yah?

wkwkw, kemarin admyn bilang ada member dc yang sakit mata karna jelek2in lSY, mau tau aye komennya soal ini.


Dua bulan yg lalu gw sakit mata, apakah itu karma berbuah DIDEPAN ? mohon murid LSY bisa kabarin ya....

apakah dgn LSY semua jadi beres gitu? RedTara, Homan dsb dsb... pokoknya tau beres gitu?
mohon pencerahannya....
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Sunkmanitu Tanka Ob'waci on 23 July 2010, 11:42:55 PM
iye, aye sakit kantong kering neh. apa ini juga karma buruk berbuah?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 23 July 2010, 11:45:25 PM
Dharma sebenarnya tidak akan menjerumuskan kepada anda yang mempraktikannya.
Terlalu banyak berbicara,membuat perhatian kita untuk melatih diri sering terabaikan.
Menghilangkan rasa iri hati di hati,akan membuat semua yang kita pelajari semakin bermanfaat.

Nama Saya adalah wen cie.Saya adalah murid dari Lu Sheng Yen sekarang dan sampai nantiny. Saya pernah belajar dharma Theravada semasa SD,dan sampai sekarang dharma tersebut sangat bermanfaat,karena apapun pengetahuan itu,akan selalu saya kembangkan...

So,saya berani menyatakan ttg diri saya.Kalau mau berdiskusi lebih baik perkenalkan diri anda yang asli.

Saya akan coba jawab sedikit pertanyaan tadi yang belum dijawab.

1. Apakah kehidupan secara duniawi dari murid TBS meningkat?
Dari saya pribadi,selama menekuni dharma dari Guru Buddha dan Maha Guru saya secara konsisten,selama ini kehidupan duniawi saya dapat dikatakan sangat baik. Secara spiritual boleh dikatakan bahwa meningkat pula.

2. Meminta alamat email?
Saya kira anda fax/Kirim surat  saja,untuk bertnya lebih jauh ttg segala sesuatunya yang pada diri anda masih merasa ada kejanggalan .
Setiap surat akan diusahakan dibalas satu per satu oleh True Buddha foundation. Selama ini surat saya langsung ke Seattle selalu dibalas.Meskipun agak lama. Ini bisa dimaklumi karena setiap surat harus dibaca dan dibalas satu persatu oleh personal di TBF yang terbatas,sedangkan surat yang masuk sangat banyak.
Mungkin setelah dapat balasan dan anda yakin bahwa segala sesuatu ttg penjelasan rolex dipakai,transparansi dan didanakan kepada siapa atau sebagainya sesuai dengan pendapat anda ,bahwa itu ada kejanggalan,silahkan dipost di dunia maya.Karena itu berupa hardcopy ,jadi bisa dibuktikan kelaknya.

3. Jika anda merasa sama sja bohong belaka jika bertanya itu pada True Buddha Foundation,karena sama2 di pihak LSY?
Orang yang melatih diri dengan sungguh2 akan berbuat sesuai inti ajaran Guru Buddha.
hilangkan perbuatan jahat,: Tidak akan ada kebohongan data
Perbanyaklah perbuatan baik,: Membuat penyelesaian dari suatu masalah,dan membuat orang menjadi tidak berasumsi
sucikan hati dan pikiran.: Meskipun berada di pihak tertentu ,tetap akan bekerja secara profesionnal.

Salam metta

kalau foto rumahnya dan foto Rolls Royce serta infonya gak bisa tampilkan...
terus terang agak meragukan kalau dibilang muridnya... itu info biasa yg
gak masalah orang lain tau koq...

sekarang jaman internet YM dan email... ngapain fax/kirim surat bro?
mohon tidak mempersulit dehhh, mohon lengkapilah info yg gw minta...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 23 July 2010, 11:52:18 PM
ok saya rasa sdh cukup..moga2 temen2 di sini bisa menghargai pandangan mereka..


CASE CLOSED.. ;D
bagaimana petinggi2 Buddhist didunia menilai LIVING BUDDHA ? semoga teman2 juga bisa
menghargain utk melihat pandangan2 masing2 dehhh

utk gw case selalu open... biar isis (dingin)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Adhitthana on 24 July 2010, 12:23:05 AM
iye, aye sakit kantong kering neh. apa ini juga karma buruk berbuah?
Kok sama .....  ;D

apa karna kita sering mampir di thread LSY ??
serem niee ... suka maen sumpah2an .... iiIiIHhh
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Adhitthana on 24 July 2010, 12:46:01 AM
(http://www.shcstory.com/sitebuilder/images/swim1-600x420-442x418.jpg)

Spoiler: ShowHide
(http://www.shcstory.com/sitebuilder/images/swim.-600x421-452x429.jpg)

Spoiler: ShowHide
(http://www.shcstory.com/sitebuilder/images/BaoEr2-602x414-460x418.jpg)

Spoiler: ShowHide
(http://www.shcstory.com/sitebuilder/images/ladies2.-600x427-442x422.jpg)

Mao tanya  ;D .... (foto2 diatas)  apakah mahagulu juga sedang melakukan upacara??
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 24 July 2010, 12:53:21 AM
 [at]  Virya,
akhirnya...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 07:29:04 AM
Penalarannya adalah seperti berikut :
1. Mengapaya saya menjadi murid LSY?
Ketika saya menamatkan jenjang sekolah dasar,saya pastinya hrus melanjutkan ke jenjang berikutnya.begitu seterusnya.hingga mencapai jenjang yang benar2 membuat saya dewasa dalam pemikiran dan benar2 membuat saya mapan dalam kehidupan.
Dharma LSY,menurut saya memberikan saya ilmu pengetahuan,untuk melangkah terus ke jenjang berikutnya. Seperti di sekolah,saya belajar dengan berbagai guru.

1. Mengapa saya menjadikan guru LSY sebagai guru utama sekarang ini?
Guru saya tetap guru junjungan Sakyamuni Buddha. Namun karena guru Sakyamuni Buddha telah parinibhana 2000 tahun yang silam,dan ketika itu dharma nya tidak dapat dibukukan secara langsung,melalui pihak kedua,
maka saya membutuhkan seorang guru yang dapat saya percayai untuk memberikan penjelasan secara detail tanpa multitafsir berbagai pihak.

2. Kenapa bisa langsung percaya kepada guru LSY ?
Ilmu pengetahuan ini selalu saya terapkan. Bahwa setelah saya menamatkan jenjang SMA,saya selalu mengenang jasa guru Matematika saya. alasannya adalah dia benar2 dapat membuat saya menjadi ahlii di bidang hitung2an.ketika saya mendapatkan guru matematika meskipun namnya lain,Statistika atau Aljabar Linier,tetap dalam satu rumpun hitung2an di universitas. Guru SMA saya tetap yang menjadi orang yang bermanfaat.Meskipun di SD saya tetap mendapatkan guru MTK. tapi rasa penghormatan,dilihat dari personality,cara mengajar,dan materi yang diajarkan.

3. Tentang foto haloween?
Itulah adalah tradisi orang barat. Ketika saya hidup dengan orang jawa saya harus menyesuaikan dengan aturan orang jawa,bibit,bebet,bobot....
Ketika saya tidak dapat menyesuaikannya,maka saya tidak dapat hidup harmonis.
Meskipun saya maen tari2an adat indonesia,identitas wajah saya sebagai orang keturunan tidak dapat hilang.
Saya harus tetp menarikan tarian adat jawa,saya tidak boleh menarikan tari barongsai pada aksi pertunjukan.
Foto LSY tersebut adalah pada saat hari haloween.

Salam metta
WAKAKAKAKAK Kalau masuk ke prostitusi maka LSY menyesuaikan ikut2an dong demi hidup harmonis
KAKAKAKAKAK
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 24 July 2010, 08:09:00 AM
[at]  Virya,
akhirnya...

Bro Virya, itu kan foto agak lama dan permain lama...
kalau sekarang permainan barunya apa ya. boleh intip dikit ?
kelihatannya boleh tuhhhh terutama ada kolam2 nya.
gw senang kum kum di kolam hanget juga dehhh!
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 24 July 2010, 08:49:56 AM
Saya mau komentar tentang ini:

Istrinya sekarang disebut Guru dhara. Sama2 telah menjalani kehidupan kebhiksuan. Mengapa setiap upacara atau kegiatan lainnya selalu bersama,tidak bisa dikatakan demikian.
Karena pada upacara ,seperti dharma Buddha, dimanapun ada dharma dibabarkan,kita harus berada disana untuk mendengarkannya.
Foto tersebut dilakukan setiap selesai kegiatan dharma.
Apakah Sang Buddha Hidup tidak ada himbauan bagi petapa untuk tidak dekat dengan lawan jenis, ataukah memang Sang Guru Dhara harus dekat dengan Sang Buddha Hidup pada saat pembabaran dharma karena alasan tertentu, misalnya masalah pendengaran? 


Quote
1. Mengapa selalu bersama?
Karena penghormatan dari murid beliau,karena LSY sebagai Maha Guru dan istrinya adalah Guru Dhara.
Adalah ketidaksopanan bagi seorang murid,jikalau ada orang yang dihormati di tempat yang sama,kita tidak menghormatinya.
Seperti ketika saya akan berpamitan kepada kedua orang tua saya,saya tidak boleh hanya berpamitan dengan ibu saya saja.Karena ini tidak sesuai dengan norma yang berlaku.
Misalnya kalau saya pamit pada orang tua, ibu saya di ruang tengah dan ayah saya di ruang tamu, maka saya pamit satu per satu. Tidak perlu ibu saya membayangi ke mana pun ayah saya pergi dengan alasan "supaya anak saya pamitnya gampang".
Bagaimana pendapat anda?


3. Tentang foto haloween?
Itulah adalah tradisi orang barat. Ketika saya hidup dengan orang jawa saya harus menyesuaikan dengan aturan orang jawa,bibit,bebet,bobot....
Ketika saya tidak dapat menyesuaikannya,maka saya tidak dapat hidup harmonis.

Meskipun saya maen tari2an adat indonesia,identitas wajah saya sebagai orang keturunan tidak dapat hilang.
Saya harus tetp menarikan tarian adat jawa,saya tidak boleh menarikan tari barongsai pada aksi pertunjukan.
Foto LSY tersebut adalah pada saat hari haloween.
Apakah jika Sang Buddha Hidup tinggal di Red Light District, beliau juga akan ikut-ikutan dugem, menikmati prostitusi, minuman keras bahkan obat yang membuat teler agar menumbuhkan keharmonisan dengan warga setempat?

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 24 July 2010, 09:37:08 AM
Amitofo,

Iya saudara indra,diatas adalah pernyataan umum,jika ingin dikhususkan pada diri anda,saya tidak berkeberatan. Mungkin dari situ dapat dijadikan bahan intropeksi diri.
Jika setelah intropeksi diri dilakukan,dan anda merasa bertanya dengan bahasa sopan-sopan saja,ya berarti kesimpulannya bukan anda.

1. Ada asumsi bahwa kami tidak menghargai orang lain dengan menyatakan guru kami sebagai buddha hidup?
Guru Sakyamuni selama ini tetap kami panggil dengan gelar Guru Agung/Guru Junjungan/ Sang Bhagavan.
Dan selama ini pula kami memberi gelar Buddha Hidup kepada Maha Guru kami.Jadi dari diri seorang LSY
tidak pernah mengaku-aku sebagai Buddha Hidup.Jikalau ada yang menyatakan LSY sebagai BUddha Hidup dan memberikan penekanan pada kata Hidup terlalu berlebihan sepertinya seringkali dari pihak bersebrangan yang masih memiliki rasa iri.Bahkan bagi saya, Master LSY sudah layak dipanggil Buddha,tidak perlu Buddha Hidup lagi.
Dan selama ini pula,Panggilan tersebut sanggup diterimanya dengan baik dan malah memotivasi Beliau untuk tambah semangat dalam mengajar dharma kepada muridnya.

2.Mengapa kami berani memberi gelar Buddha Hidup ?
Sebenarnya pengetahuan Buddha Hidup adalah panggilan kepada seorang guru dalam rumpun tantrayana.
Jadi tidak muncul tiba2 hanya karena ada Master LSY dalam TBS.
Penalarannya adalah
jenjang sekolah dimulai dari SD,SMP,SMA ,kita mengenal ada gelar guru,ketika masuk jenjang kuliah ,kita mengenal ada gelar dosen. Toh,selama ini ,ketika saya menghadapi ribuan mahasiswa baru ,belum pernah saya temui orang yang protes dengan gelar dosen ketika saya memberi penjelasan awal ketika mereka masuk.Dan bahkan mereka dapat memahaminya dengan baik.Karena kedewasaan mereka telah sanggup untuk menerimanya.

Dari post awal saya, Saya belajar Theravada pada masa SD,dan ketika saya merasa saya harus meningkatkan ilmu pengetahuan saya,saya perlu mencari ke jenjang berikutnya.agar ilmu saya tidak berhenti disitu saja.
Di tantrayana sendiri,diberitahu sebelum anda belajar Tantra, anda mulanya harus belajar Theravada ,dan Mahayana setelahnya.

3. Jikalau ada nama True Buddha pasti ada nama UnTrue Buddha?
Wow pertanyaan yang sering saya jumpai.
Untuk selama ini , Saya tidak pernah menjumpai bahwa dari aliran TBS,para pemuka agamanya mengatakan aliran lain adalah aliran UnTrue Buddha.
Bahkan yang seharusnya dipertanyakan kepada diri anda,apakah Anda sangat bernafsu mempermasalahkan nama tersebut? Apakah ada rasa iri hati di diri anda yang masih belum dihilangkan?
4 sumber mara adalah dosa,lobha,MOHA,dan IRSIA. 4 sumber kebajikan: Metta,Karuna Mudita,Upekkha
Dalam dunia pendidikan,tidak pernah ada orang yang  protes bahwa anak usia awal sekolahnya adalah playgroup,setelah itu sekolah dasar,setelah itu sekolah menengah pertama,yang membedakan hanyalah bahasa yang dipakai dimana negara tersebut digunakan.
Playgroup seharusnya dipanggil tempat bermain,ketika diberi nama university,akan menjadi masalah baru bagi para pakar pendidikan.

Saudara Johan,Saya tidak pernah mempermasalhkan banyaknya pertanyaan yang diberikan.Namun alangkah baiknya pertanyaan tersebut disusun dengan baik,disampaikan dengan bahasa sopan.
Saya sangat mengapresiasi setiap orang yang ingin bertanya,karena orang tersebut ingin belajar,namun sejauh mana belajar yang ingin dicapai,metode yang dipakai orang tersebut harus sesuai dengan  tingkat EQ dan IQnya.
Nilai IP 4 sedikit menghasilkan orang2 cerdas berkualitas,namun yang lebih baik adalah ilmu yang diterima,dapat dipakai tidak untuk melakukan praktik2 penilitian yang berguna bagi masyarakat luas dan tentunya dapat memberikan kehidupan duniawi bagi diri masing2.
Permisalan:
Anda boleh belajr tidak perlu jauh2 ke jenjang paling tinggi,cukup SD,namun apakah anda dapat menyamai Albert Enstein maupun Andre Wongso yang menurut ceritanya tidak perlu sekolah tinggi2,kedua orang tersebut adalah orang yang mempunyai kemauan keras dan daya juang yang tinggi dalam melakukan praktik2,tidak hanya berteori saja. Do it. It is Dharma bagi seorang Buddhist.

Salam metta

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 24 July 2010, 09:47:11 AM
1. Karma berbuah di depan?
Sebenarnya penjelasan ttg masa berbuah karma di dalam ajaran Theravada sudah cukup jelas dibabarkan.

LSY tidak pernah mengajarkan tentang penyelesaian masalah seketika. Tetap harus melewati sadhana tertentu dengan tekun.
Kalau sering dijumpai banyak murid LSY bersaksi bahwa dengan sekali abhiseka/pemberkatan dari LSY,semua penyakit atau masalah tertentu dapat diselesaikan,itu tentunya abhijna dari seorang Buddha.
Setelah mereka mendapat manfaat dari abhijna tersebut,mereka dapat langsung tekun untuk melakukan sadhana.
Penalarannya adalah: Setelah anda diajarkan rumus trigonometri dari guru anda,anda sebaiknya harus langsung mampu mempraktikan di soal2nya.
Banyak dijumpai banyak anak yang harus dijelaskan terlebih dahulu,bagi anak2 tertentu yang tidak perlu penjelasan ,dia akan dengan sendirinya mengerjakan langsung soal2 yang ada.

Salam metta
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Hendra Susanto on 24 July 2010, 09:50:24 AM
(http://www.shcstory.com/sitebuilder/images/swim1-600x420-442x418.jpg)

Spoiler: ShowHide
(http://www.shcstory.com/sitebuilder/images/swim.-600x421-452x429.jpg)

Spoiler: ShowHide
(http://www.shcstory.com/sitebuilder/images/BaoEr2-602x414-460x418.jpg)

Spoiler: ShowHide
(http://www.shcstory.com/sitebuilder/images/ladies2.-600x427-442x422.jpg)

Mao tanya  ;D .... (foto2 diatas)  apakah mahagulu juga sedang melakukan upacara??


poto2nya manteppp... lagi enjoy... :))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 24 July 2010, 10:01:57 AM
(http://www.shcstory.com/sitebuilder/images/swim1-600x420-442x418.jpg)

Spoiler: ShowHide
(http://www.shcstory.com/sitebuilder/images/swim.-600x421-452x429.jpg)

Spoiler: ShowHide
(http://www.shcstory.com/sitebuilder/images/BaoEr2-602x414-460x418.jpg)

Spoiler: ShowHide
(http://www.shcstory.com/sitebuilder/images/ladies2.-600x427-442x422.jpg)

Mao tanya  ;D .... (foto2 diatas)  apakah mahagulu juga sedang melakukan upacara??


poto2nya manteppp... lagi enjoy... :))

maaf ya sis/bro wen cie..kayaknya case saya buka kembali... ;D

bisa tlg klarifikasi foto di atas?...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Nevada on 24 July 2010, 10:02:46 AM
Mengenai LSY mengajarkan pembunuhan, itu memang benar; bukan gosip. Namun yang saya lihat banyak orang tidak mempercayainya (atau menutupinya). Yang saya tahu, LSY mendapat abhisekha dari Guru Padmasambhava untuk melakukan sadhana abhicaruka (penaklukan). Seperti yang pernah dilakukan oleh Guru Padmasambhava di masa hidupnya dulu, ketika membunuh warga sekampung kemudian menyeberangkan rohnya ke alam surga...

Mohon komen dari teman-teman Tantrayanis: "Apakah sadhana abhicaruka yang dilakukan LSY selaras dengan sadhana abhicaruka yang dijalankan oleh Guru Padmasambhava?"
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 24 July 2010, 10:29:18 AM
1.Kantong kering?
Orang yang malas bekerja dan hanya meminta berkah dari yang diatas, jika karma baiknya telah habis berbuah,maka akan hidupnya akan menderita. Semasa muda alangkah baiknya tetap bekerja.

2. Anda meminta saya membuktikan kekayaan saya?
Sabbe Satta Bhavantu Sukkhitatta...
Salam metta

3.Bukannya mempersulit anda,namun di kemajuan jaman seperti ini ada hal2 tertentu yang tidak dapt dilakukan dengan cara pintas.
Seorang rakyatpun harus langsung bertemu dengan presiden untuk menyampaikan keluhannya,untuk terbaru adalah layanan sms pengaduan. Namun yang etis adalah tetap kirim surat untuk masalah2 tertentu.

Untuk sementara ini,TBF belum mengeluarkan layanan email.Mungkin masih ditakutkan beberapa masalah dalam prsosesnya,seperti spam,atau identitas yang tidak dilacak keberadaanya. Bisa saja kan orang memakai identitas palsu. Untuk user id saja bahkan ada yang pakai nama2 keren.

4. Foto?
kalau sesaat saya lihat foto di kolam renang tidak.ke 3 dan 4 iya.(ini atas permintaan anda untuk saya menjawab dengan melihat foto yang anda sodorkan seketika)
Namun foto2 tersebut saya sendiri percaya bahwa itu hanya editan saja.
Sering orang bertanya kepada saya ,apakah itu asli? Saya bilang tidak.
Mengapa?
Selama ini belum pernah Maha Guru renang di kolam umum.
Renang ya di sungai2 yang masih bersih.Itupun semasa dia belum menjalani kehidupan kebhiksuan.
3&4 : Tidak ada tarian seperti itu di Tantra,hanya ada Tari Vajra,itupun tari powerful bukan lemah gemulai.

Ini penalaran bagi anda yang percaya,
1. Kepala tersebut memang kepala dari LSY,namun badannya bukan.Juga mengapa tiba2 di bagian bawah badan LSY tidak jelas,padahal saya ingin melihat apakah tinggi badannya sama tinggi.( Investigasi umum).
Terlihat sekali kepala dari LSY tidak basah sedangakn dari wanita tersebut basah.

2.Terlihat atletis ya tubuh Maha Guru saya,saya kira tidak asli.Warna kulit kepala dengan kulit tubuh saja berbeda.Proposional Kepala dan tubuh saja sudah tidak sesuai.Dan belum pernah saya lihat LSY berpose seperti itu.

3. Saya melihat reaksi dari bhiksulama dibelakang garuk2 kepala. Karena terlihat sekali bahwa  wanita tesebut sengaja tampil di depan . Padahal pintu utamanya ada di sebelah kiri. So untuk apa wanita tersebut harus berdiri disitu padahal jalannya sudah mentok,kalau dia sebagai tim pengaman ,tingkah lakunya gak bakal seperti itu,di akan langsung berbelok kiri untuk mengarahkan prosesi.

4.Tubuh LSY sejak kapan jadi kurus,dan tarian macam apa pula itu. Seingat saya Maha guru hanya mengajarkan Tari Vajra untuk kesehatan.Dan gerakan itu sangat powerful,tidak lemah gemulai.

Salam metta



Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 24 July 2010, 10:31:23 AM
Amitofo,
1. Ada asumsi bahwa kami tidak menghargai orang lain dengan menyatakan guru kami sebagai buddha hidup?
Guru Sakyamuni selama ini tetap kami panggil dengan gelar Guru Agung/Guru Junjungan/ Sang Bhagavan.
Dan selama ini pula kami memberi gelar Buddha Hidup kepada Maha Guru kami.Jadi dari diri seorang LSY
tidak pernah mengaku-aku sebagai Buddha Hidup.Jikalau ada yang menyatakan LSY sebagai BUddha Hidup dan memberikan penekanan pada kata Hidup terlalu berlebihan sepertinya seringkali dari pihak bersebrangan yang masih memiliki rasa iri.Bahkan bagi saya, Master LSY sudah layak dipanggil Buddha,tidak perlu Buddha Hidup lagi.
Dan selama ini pula,Panggilan tersebut sanggup diterimanya dengan baik dan malah memotivasi Beliau untuk tambah semangat dalam mengajar dharma kepada muridnya.
karena anda tidak menyebutkan nama secara spesifik maka saya anggap semua komentar anda hanya sebatas asumsi anda dan tidak mewakili TBSN.

dan mungkin saya perlu sedikit menjelaskan posisi saya terhadap LSY, saya tidak memusuhi LSY atau TBSN, saya hanya bertanya dan bertanya karena ada pihak yang saya anggap mewakili dan sanggup menjelaskan. dan saya lebih menghargai jawaban "tidak tahu" daripada jawaban yg bersifat spekulasi atau dugaan atau asumsi pribadi. jadi saya mengharapkan jawaban yang disertai referensi yg valid.

mengenai sebutan Buddha Hidup:
Quote from: From Wiki
Lu Sheng-Yen (盧勝彥, Lú Shèngyàn) (born 27 June 1945), commonly referred to by followers as Master Lu is the founder and spiritual leader of the True Buddha School, a new Buddhist sect with teachings taken from Sutrayana and Vajrayana (Tantric Buddhism), as well as Taoism. Master Lu has declared himself to be Living Buddha Lian Sheng (蓮生活佛, Liansheng Huófó) and is revered by his disciples as a Living Buddha.
Kalimat yg di-BOLD sepertinya tidak sama dengan pemahaman anda

Quote
2.Mengapa kami berani memberi gelar Buddha Hidup ?
Sebenarnya pengetahuan Buddha Hidup adalah panggilan kepada seorang guru dalam rumpun tantrayana.
Jadi tidak muncul tiba2 hanya karena ada Master LSY dalam TBS.
Penalarannya adalah
jenjang sekolah dimulai dari SD,SMP,SMA ,kita mengenal ada gelar guru,ketika masuk jenjang kuliah ,kita mengenal ada gelar dosen. Toh,selama ini ,ketika saya menghadapi ribuan mahasiswa baru ,belum pernah saya temui orang yang protes dengan gelar dosen ketika saya memberi penjelasan awal ketika mereka masuk.Dan bahkan mereka dapat memahaminya dengan baik.Karena kedewasaan mereka telah sanggup untuk menerimanya.
Adakah Buddha hidup-Buddha hidup lainnya selain LSY ini, ataukah hanya satu2nya?
Quote

Dari post awal saya, Saya belajar Theravada pada masa SD,dan ketika saya merasa saya harus meningkatkan ilmu pengetahuan saya,saya perlu mencari ke jenjang berikutnya.agar ilmu saya tidak berhenti disitu saja.
Di tantrayana sendiri,diberitahu sebelum anda belajar Tantra, anda mulanya harus belajar Theravada ,dan Mahayana setelahnya.
Apakah menurut anda Buddhisme itu sama seperti sekolah? dalam sekolah akademik kita harus menamatkan SD untuk masuk SMP. apakah anda sudah menamatkan Theravada? dalam ajaran Theravada, dalam banyak sutta sering terdapat kalimat, "apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yg lebih jauh dari ini." kalimat ini biasanya dituliskan untuk menggambarkan kondisi batin seorang Arahat. nah saya memahami bahwa kalimat ini adalah sertifikat kelulusan seorang Theravadin, anda sudah menamatkan SD Theravada anda?
Quote

3. Jikalau ada nama True Buddha pasti ada nama UnTrue Buddha?
Wow pertanyaan yang sering saya jumpai.
Untuk selama ini , Saya tidak pernah menjumpai bahwa dari aliran TBS,para pemuka agamanya mengatakan aliran lain adalah aliran UnTrue Buddha.
Bahkan yang seharusnya dipertanyakan kepada diri anda,apakah Anda sangat bernafsu mempermasalahkan nama tersebut? Apakah ada rasa iri hati di diri anda yang masih belum dihilangkan?
4 sumber mara adalah dosa,lobha,MOHA,dan IRSIA. 4 sumber kebajikan: Metta,Karuna Mudita,Upekkha
Dalam dunia pendidikan,tidak pernah ada orang yang  protes bahwa anak usia awal sekolahnya adalah playgroup,setelah itu sekolah dasar,setelah itu sekolah menengah pertama,yang membedakan hanyalah bahasa yang dipakai dimana negara tersebut digunakan.
Playgroup seharusnya dipanggil tempat bermain,ketika diberi nama university,akan menjadi masalah baru bagi para pakar pendidikan.
nah anda menggunakan jurus menyerang balik saat anda tidak mampu menjawab.
yg saya tanyakan adalah makna dari nama TRUE BUDDHA, rekan anda mengatakan "apalah arti sebuah nama", seandainya nama itu diganti menjadi TRUE s**t, apakah rekan2 TBSN tidak berkeberatan? atau apakah juga akan mengatakan "apalah arti sebuah nama?". jadi jika anda tahu mohon anda jelaskan filosofi dari sebutan TRUE BUDDHA secara official dari organisasi induknya. saya tidak mengharapkan opini pribadi.

sebagai informasi, saya akui saya memang masih memiliki rasa iri hati, tapi jelas bukan terhadap TBSN atau TRUE BUDDHA, saya tidak pernah bercita2 menjadi TRUE BUDDHA.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 24 July 2010, 10:36:35 AM
Mengenai LSY mengajarkan pembunuhan, itu memang benar; bukan gosip. Namun yang saya lihat banyak orang tidak mempercayainya (atau menutupinya). Yang saya tahu, LSY mendapat abhisekha dari Guru Padmasambhava untuk melakukan sadhana abhicaruka (penaklukan). Seperti yang pernah dilakukan oleh Guru Padmasambhava di masa hidupnya dulu, ketika membunuh warga sekampung kemudian menyeberangkan rohnya ke alam surga...

Mohon komen dari teman-teman Tantrayanis: "Apakah sadhana abhicaruka yang dilakukan LSY selaras dengan sadhana abhicaruka yang dijalankan oleh Guru Padmasambhava?"

Kalau bisa menyebrangkan ke surga, jangan tanggung.... sekalian sedunia aja... koq cuma satu kampung =))

NPNG... wahh ikut isis, case unlocked.... boleh yg disampingnya kolam itu siapa ya ?

Spt menjadi isteri president yg nempel terus.. kan suaminya gak bisa berkutik tohhhh....


makanya eMail aja gak mau pasang.... bayar toh org IT yg khusus mengurusin itu...
apalah artinya sebuah nama dlm email... yg penting semua dibantu....

kalau utk gw yg Rolls Royce nya itu.... type apa. kapan dikasih, kapan dijual lagi. mana fotonya.

photographer memang bidang kesukaan gw... begitu juga printing...
dgn pengetahuan gw.. utk yg dikolam renang gw bilang itu bukan rekayasa photoshop
(tapi utk jelasnya ya email aja ke grand master.....ehhh maksudnya isteri grand master...
 lihat reaksinya gimana. sesudah itu bisa posting disini lagi bro biar hanget)

Nahh tapi boleh jadi ada orang yg sangat mirip dgn grand Master....jadi ASPAL gitu...
mohon konformasinya... itu asli atau aspal ?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 24 July 2010, 10:38:39 AM
3. Saya melihat reaksi dari bhiksulama dibelakang garuk2 kepala. Karena terlihat sekali bahwa  wanita tesebut sengaja tampil di depan . Padahal pintu utamanya ada di sebelah kiri. So untuk apa wanita tersebut harus berdiri disitu padahal jalannya sudah mentok,kalau dia sebagai tim pengaman ,tingkah lakunya gak bakal seperti itu,di akan langsung berbelok kiri untuk mengarahkan prosesi.


saya melihat adegan sekelompok bhikshu sedang melakukan senam aerobik dengan dipimpin oleh si wanita, bukan dalam suatu prosesi upacara
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Hendra Susanto on 24 July 2010, 10:40:10 AM
jd maksudnya poto tsb itu hasil editan ya?? perlu panggil pakar telematika nich...  :-?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 24 July 2010, 10:44:22 AM
kalo menurut wencie itu hasil foto editan..kalo menururt investigasi gw, itu jelas-jelas BUKAN foto editan..kenapa? coba liat aja resolusi fotonya...

masa ada biksu renang2 ama cewe???? kalo yg ini gw ga bisa terima...MEMALUKAN..
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 24 July 2010, 10:48:27 AM
1. Guru Dhara?
Guru Buddha memang mengajarkan untuk petapa wanita agar tidak dekat dengan petapa pria.
Penalarannya adalah:
Di jaman kerajaan Ibunda Baginda/Permaisuri akan selalu berada di sisi samping dari Baginda untuk prosesi kerajaan tertentu.Karena itu menandakan kewibawaan.Karena merupakan orang2 yang dihormati oleh rakyat.
Foto Amitabha Buddha mengapa harus didampingi 2 Boddhisatva wanita? Mengapa umat Mahayana tidak mempermasalahkannya?
Pada saat prosesi waisak,tidak pernah saya mendengar bahwa para bhiksu wanita nanti buat barisan sendiri ya, tetap harus di alirannya masing2,dan itu dekatnya seperti barisan pasukan pengibar bendera.

2.Saya mengenal fleksibelitas,ketika ayah tidak ada,tentunya Saya akan berpamitan dengan Ibu saya maupun sebaliknya.
Bahkan jika Guru Dhara sakit,tentunya dia tidak mampu untuk menghadiri upacara dharma dan pembabaran dharma. Namun untuk selama ini karena pada setiap upacara dharma ,beliau tidak pernah sakit dan selalu diberi kesehatan,beliau selalu menghadiri upacara dharma dan proses pembabaran dharma dan sebagai bagian dari Sangha,beliau harus turut menyukseskan setiap upacara dharma.
Seperti ketika Ananda mendampingi Guru Buddha.

3. Saya kira Orang yang melatih diri tentunya akan tahu yang benar dan salah. Jikalau hanya mengunakan topeng ,dan sepertinya tidak akan merusak kesadaran diri,maka untuk menghormati masyarakat setempat masih bisa dilakukan. Namun tidak pernah ada minum arak untuk mabuk2an saat selesai upacara dharma.

Salam metta
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 24 July 2010, 10:48:40 AM
sekalian gw mau nanya foto di kolam renang itu...arti jari2 tangan yang diperagaikan itu mudra ya?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 24 July 2010, 10:50:37 AM
Quote
wencie,

3.Bukannya mempersulit anda,namun di kemajuan jaman seperti ini ada hal2 tertentu yang tidak dapt dilakukan dengan cara pintas.

Seorang rakyatpun harus langsung bertemu dengan presiden untuk menyampaikan keluhannya,untuk terbaru adalah layanan sms pengaduan. Namun yang etis adalah tetap kirim surat untuk masalah2 tertentu.

Untuk sementara ini,TBF belum mengeluarkan layanan email.Mungkin masih ditakutkan beberapa masalah dalam prsosesnya,seperti spam,atau identitas yang tidak dilacak keberadaanya. Bisa saja kan orang memakai identitas palsu. Untuk user id saja bahkan ada yang pakai nama2 keren.

Aduuh gak mau kasih email alasan spam, nama palsu duuuhhhh gak masuk akal dehhh

email gak boleh...
kalau nyumbang transfer duit boleh deh ???

kalau mau melayanin orang banyak yg jangan takut membuka fasilitas email dunng....
sekalian bukan forum....... nah... yg di thread ini berjanji akan meramaikan forum tsb dehhh

tapi begitu bro virya pasang poto... langsung kena BAN =))

jangan takut dehhh ada software anti spamm koqqqq

Quote
sekalian gw mau nanya foto di kolam renang itu...arti jari2 tangan yang diperagaikan itu mudra ya?
Enak aja... kerjaannya begitu banyak dan berat, ya boleh lah kawin (lihat gerakan tangan)
lihat aja tanggal mainnya aja... koq tanya melulu  :)) :))
[itu prediksi gw lho... boleh aja salah..........]

Quote
bodhisatta ga punya gender...Ananda itu cowok..Apakah Buddha Sakyamuni ditemani istrinya Yasodhara? logis dong buat pernyataan..
kalau bos boleh ditemanin isteri, ya anak buahnya juga mau dehhhh...
nah dulu kan belum ada jas hujan...berarti anak2 buahnya bakal beranak-anak banyak dehhh
 :)) :)) :))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 24 July 2010, 10:52:10 AM
Untuk arti dari TBS sudah ada di page2 awal...

page manakah yg anda maksud? saya mengikuti thread ini sejak post pertama, mungkin ada yg terlewat oleh saya, mohon kesediaan anda untuk meng-quote kembali
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 24 July 2010, 10:54:57 AM
1. Guru Dhara?
Guru Buddha memang mengajarkan untuk petapa wanita agar tidak dekat dengan petapa pria.
Penalarannya adalah:
Di jaman kerajaan Ibunda Baginda/Permaisuri akan selalu berada di sisi samping dari Baginda untuk prosesi kerajaan tertentu.Karena itu menandakan kewibawaan.Karena merupakan orang2 yang dihormati oleh rakyat.
Foto Amitabha Buddha mengapa harus didampingi 2 Boddhisatva wanita? Mengapa umat Mahayana tidak mempermasalahkannya?
Pada saat prosesi waisak,tidak pernah saya mendengar bahwa para bhiksu wanita nanti buat barisan sendiri ya, tetap harus di alirannya masing2,dan itu dekatnya seperti barisan pasukan pengibar bendera.


2.Saya mengenal fleksibelitas,ketika ayah tidak ada,tentunya Saya akan berpamitan dengan Ibu saya maupun sebaliknya.
Bahkan jika Guru Dhara sakit,tentunya dia tidak mampu untuk menghadiri upacara dharma dan pembabaran dharma. Namun untuk selama ini karena pada setiap upacara dharma ,beliau tidak pernah sakit dan selalu diberi kesehatan,beliau selalu menghadiri upacara dharma dan proses pembabaran dharma dan sebagai bagian dari Sangha,beliau harus turut menyukseskan setiap upacara dharma.
Seperti ketika Ananda mendampingi Guru Buddha.


3. Saya kira Orang yang melatih diri tentunya akan tahu yang benar dan salah. Jikalau hanya mengunakan topeng ,dan sepertinya tidak akan merusak kesadaran diri,maka untuk menghormati masyarakat setempat masih bisa dilakukan. Namun tidak pernah ada minum arak untuk mabuk2an saat selesai upacara dharma.

Salam metta

bodhisatta ga punya gender...Ananda itu cowok..Apakah Buddha Sakyamuni ditemani istrinya Yasodhara? logis dong buat pernyataan..

ada gak murid buddha lainnya yang pamitan ama yasodhara di cerita2 buddhist gt ? seklaian jg..kalo Buddha Sakyamuni lagi gak ada di tempat, apakah yasodhara yang gantiin Dia ceramah???  pikiiiiiiiiirrrr dehhh...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 24 July 2010, 10:59:38 AM
1. Guru Dhara?
Guru Buddha memang mengajarkan untuk petapa wanita agar tidak dekat dengan petapa pria.
Penalarannya adalah:
Di jaman kerajaan Ibunda Baginda/Permaisuri akan selalu berada di sisi samping dari Baginda untuk prosesi kerajaan tertentu.Karena itu menandakan kewibawaan.Karena merupakan orang2 yang dihormati oleh rakyat.
Foto Amitabha Buddha mengapa harus didampingi 2 Boddhisatva wanita? Mengapa umat Mahayana tidak mempermasalahkannya?
Pada saat prosesi waisak,tidak pernah saya mendengar bahwa para bhiksu wanita nanti buat barisan sendiri ya, tetap harus di alirannya masing2,dan itu dekatnya seperti barisan pasukan pengibar bendera.



jadi menurut anda, LSY bersama Guru Dhara itu hanya sebatas untuk kepentingan fotografi, seperti halnya foto Buddha Amitabha?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 11:00:00 AM
ada rupangnya euy =))

(http://dhammacitta.org/forum/index.php?action=dlattach;topic=17326.0;attach=3066)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 24 July 2010, 11:05:29 AM
1.bodhisatta ga punya gender...Ananda itu cowok..Apakah Buddha Sakyamuni ditemani istrinya Yasodhara? logis dong buat pernyataan..ada gak murid buddha lainnya yang pamitan ama yasodhara di cerita2 buddhist gt ? seklaian jg..kalo Buddha Sakyamuni lagi gak ada di tempat, apakah yasodhara yang gantiin Dia ceramah???  pikiiiiiiiiirrrr dehhh...?
Anggota Sangha yang menyukseskan tentu bukan hanya seorang guru dhara saja. Ada anggota sangha lainnya.
Untuk Yasodara kan beliau tidak menjalani kehidupan kebhiksuan ,berbeda dengan Guru Dhara.
Kalau anda bilang Boddhisatva tidak punya gender bagi anda tidak masalah,mengapa anda mempermasalahkannya. Guru Dhara kami tentu kami anggap Boddhisatva pula,jadi tidak pernah akan ada masalah bagi kami.

Salam Metta
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Hendra Susanto on 24 July 2010, 11:05:38 AM
ada rupangnya euy =))

(http://dhammacitta.org/forum/index.php?action=dlattach;topic=17326.0;attach=3066)


wooo... orgnnya masih idup tp uda ada rupang... kereennnn :jempol:
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 24 July 2010, 11:08:50 AM
1. Yang di rupang tersebut adalah Padmakumra Putih.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 24 July 2010, 11:11:15 AM
1.bodhisatta ga punya gender...Ananda itu cowok..Apakah Buddha Sakyamuni ditemani istrinya Yasodhara? logis dong buat pernyataan..ada gak murid buddha lainnya yang pamitan ama yasodhara di cerita2 buddhist gt ? seklaian jg..kalo Buddha Sakyamuni lagi gak ada di tempat, apakah yasodhara yang gantiin Dia ceramah???  pikiiiiiiiiirrrr dehhh...?
Anggota Sangha yang menyukseskan tentu bukan hanya seorang guru dhara saja. Ada anggota sangha lainnya.
Untuk Yasodara kan beliau tidak menjalani kehidupan kebhiksuan ,berbeda dengan Guru Dhara.
Kalau anda bilang Boddhisatva tidak punya gender bagi anda tidak masalah,mengapa anda mempermasalahkannya. Guru Dhara kami tentu kami anggap Boddhisatva pula,jadi tidak pernah akan ada masalah bagi kami.

Salam Metta


Yasodhara itu siswi utama Buddha Sakyamuni...ya ampun..dah akhhh...sacheng coba jelasin deh...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 11:11:23 AM
ternyata SHC di tawari $10.000 buat kasus itu agar selesai :
(http://www.shcstory.com/sitebuilder/images/ten_thousand-782x868.jpg)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 11:17:17 AM
1. Yang di rupang tersebut adalah Padmakumra Putih.
berarti orang ini salah nulis dong :

(http://www.mrfreddy.us/system/wp-content/uploads/2009/12/IMG00557-20091224-0942-Small.jpg)
Narsis dikit bersama Rupang MAHAGURU LU SHENG YEN

http://www.mrfreddy.us/2009/12/retret-samosir-2009/
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 24 July 2010, 11:19:00 AM
1. Yasodhara siswi utama Guru Buddha?
Tentunya  adalah hal yang tidak mungkin jikalau Maha Guru kami akan mengadakan upacara terus tidak hadir. Terus yang gantiin juga langsung Guru dhara.... Yang pasti dari para Acarya anggota Sanggha TBS yang telah diberi kewenangan untuk menyelenggarakan upacara akan menggantikannya.
Namun, selama ini upacara dharma yang akan lsg dipimpin MahaGuru kami selalu berjalan sukses ketika pengumuman upacara dharma telah diberitahukan ke khalayak umum.

Salam metta
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 11:21:06 AM
(http://www.shcstory.com/sitebuilder/images/A_Silver__Chopstick-Ori1-670x939.jpg)

A Pair of Silver Chopstick

By Sheng-Yen Lu

My teacher Tu Deng Da Ji of Hong Kong once told me: [Sheng-Yen Lu, you should have to prepare a pair of silver chopstick.]

Listening his advice, I muted, but, I was astounded to his words.

I realized there were some meanings indicated in his saying which I regarded as a gesture of concern. He already directly told me, that a
student was about to injure me.

Thankful to him at that moment, I remained quiet because I could not answer him unprudently. I had to think carefully before giving
him a reply.

Gautama’s follower placed poisonous within his nail before making an attempt to put it on Gautama foot.

The  was nailed to the cross, betrays by [Judas] the one of his followers.

The Grand Master of Tantric (Buddhism religion) Mi Le Re Ba passed away from the poison in beverage by his own follower.

There were uncounted instances such as the above-mentioned murder cases committed by followers of the respective Master taking
place in the history.

Therefore, today the problem that I am confronted is one of such occurrences. Should I prepare [are a pair of silver chopstick to test
whether my food is poisoned before taking a meal? Should I go ahead with the meal irrespective of the consequences.

Now I, aged 56 have been giving Dhama discourses for 30 years and have written one hundred and forty three books. After giving
many talks and writings many books, I have been experiencing this kind of life without fear and worry. Therefore, I can say that today
"True Buddha Tantric Dhama" speading far and wide is changed over by delicate body.

Nowadays, many people know that Lian Sheng Living Buddha Sheng-yen Lu has a wife (Master Lian Xiang), a son (Fo Qi, an
university graduate), a daughter (Fo Qing, Dr. Degree of law), owns houses and cars which were given by students.

Inspite of having a wife and children, my true wealth is not on the earth but in the heaven.

What I possess is the enlightenment of the sentient beings. Full of Dharma Wisdom is my endless property.

Immersing myself in Dhrma world, person like me no longer in guest of material confort of other things.

Since my Dhrma wheel is rolling, I have nothing to pursuit. This is the time for all the Dharma Master, monks, nuns and our Dharma
brothers & sisters to make use of your Dharma Wheels.

I hereby sincerely give an answer to my teacher that I do not need a pair of silver chopsticks. It does not mean I am purposely impatient
looking for a fatality instead, dying under the hand of my students is much better than dying in the hand of a stranger!

                                                                                                 Tahiti - October 19, 2000
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 24 July 2010, 11:22:52 AM
1.Maha Guru kami adalah titisan dari Padmakumara Putih.
Tidak ada salah penulisan.

LSY pernah berkata," Saya adalah Buddha ,Anda juga adalah Buddha"
Karena beliau selalu mengapresiasi setiap insan memiliki benih keBuddhaan.
Yang penting dari itu adalah bagaimana insan tersebut mampu melatih dirinya.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 11:23:08 AM
True Buddha School Committee:

I learn from the internet that our Grand Master had released a statement on November 3rd, 2000 about "Preparation for
a pair of silver chopstick, reminded by our great Grand Master, indicating that certain students were going to harm our
Grand Master. Initially, I was shocked to learn such news, but deeply enraged subsequently. Should the attack come
from the outsider, we would forgive them for their less understanding on our Grand Master. But from our own students
is trying to harm our Grand Master, thus he/she is committing an unforgivable sin, by sending him/her to hell eternally is
not enough of a punishment.


Since we have learnt a lot of the precious Dharma from our Grand Master over the past decades, it is time for us to
reply him. We no longer allow ourselves asking for empowerment and blessing from our Grand Master all the time.
From now on, we must pray for our Grand Master's safety, eternity of life in order to turn the Dharma Wheel.
Though Grand Master is now traveling the "Four Seas" (Four seas means all over the world) and leading a peaceful life,
the continuous issue of his books is a blessing to the universe. Therefore, all the students must refrain from disturbing
our Grand Master, who is propagating the Dharma, just to satisfy their personal lust.

In gratitude to our Grand Master, I sincerely hope the School Committee will disseminate our consensus to pray our
blessing to him.

Wishing our Grand Master the best of health & best of luck!
                                                                                                      Lian Hua student

(http://www.shcstory.com/sitebuilder/images/A_Silver_Chopstick01-04-01-684x485.jpg)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 11:24:55 AM
After Reading   "A Pair of Silver
Chopstick"

A few weeks ago, I read an article entitled "A Pair of
Silver Chopstick" written by our Grand master Lu
through the internet. After going through the article, my
whole body stiffened. It seemed I was stunned by an
explosion. I feld sad, dismayed and irritated in a helpless
state.

I couldn't believe my eyes, for it was incredible that
students could harm our Grand Master! How dare, how
could and how cruel were they? How come... I was
confused with indignation and my shock was
over-whelming my internal anger. It was beyond my
belief and how incredible it was!

I certainly have learnt that some of the sentient beings are
cruel; some are materialistic and dirty minded.

But is it possible to the extent of harming our teacher
(Grand Master Lu)?

Our Grand Master is the protecting Guru of hundred
million of the sentient beings. Therefore, injuring the
Master is equivalent to disrupting the Dharma Wisdom of
the sentient beings. Should we die , at least our souls
could be delivered by our Grand Master. However,
should our Dharma Wisdom be finished, who could be
able to make it survive?

Just think about it! harming our Grand master is
equivalent to harming the countless sentient beings'
Dharma Wisdom.
Why one is so cruel of doing this? After going through a
state of anger, I am gradually aware that in this
five-unwholesome Karma word, it is a natural trend to be
taken lightly. It has been occurring continuously in the
past, in the present days will be in the future. Such an
event is disquieting me.

I hereby wish to make a vow that should I posses a
boundless power one day, I would devote myself to take
over the Karma (hindrances) committed by the sentient
beings and, on behalf of our Grand Master, suffer the
injury inflicted on him. May our Grand Master peacefully
live in the would in order to turn the Dharma Wheel
eternally.

                                                                                 
                                                 Brazil - Lian Hua Yi Yong

(http://www.shcstory.com/sitebuilder/images/Silver_Chopstick01-328x1006.jpg)

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 24 July 2010, 11:26:50 AM
1. Yang di rupang tersebut adalah Padmakumra Putih.
berarti orang ini salah nulis dong :

(http://www.mrfreddy.us/system/wp-content/uploads/2009/12/IMG00557-20091224-0942-Small.jpg)
Narsis dikit bersama Rupang MAHAGURU LU SHENG YEN

http://www.mrfreddy.us/2009/12/retret-samosir-2009/


jelas2..mukanya mirip dengan rupangnya...
Title: Re:
Post by: wencie on 24 July 2010, 11:27:18 AM
Ada lagi ga ya?

Salam metta
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 24 July 2010, 11:29:02 AM
1.jelas2..mukanya mirip dengan rupangnya...?
Jadi kesimpulannya memang Maha Guru kami adalah titisan dari Padmakumara Putih

Salam metta
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 24 July 2010, 11:32:25 AM
1.jelas2..mukanya mirip dengan rupangnya...?
Jadi kesimpulannya memang Maha Guru kami adalah titisan dari Padmakumara Putih

Salam metta

inalilahi wa inalilahi rojiun...saatnya pergi dr thread ini..IMO, sepupu jauhnya aliran maitreya..
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 24 July 2010, 11:34:41 AM
1.inalilahi wa inalilahi rojiun...saatnya pergi dr thread ini..IMO, sepupu jauhnya aliran maitreya..?
...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 24 July 2010, 11:35:54 AM
1.jelas2..mukanya mirip dengan rupangnya...?
Jadi kesimpulannya memang Maha Guru kami adalah titisan dari Padmakumara Putih

Salam metta
Dibuatlah sebuah rupang mirip dengan wajah saya.
Rupang itu kemudian disebut Padmakumara Belang.
Datang orang melihat dan mengatakan wajah saya mirip rupang itu.
Kesimpulan: memang saya titisan Padmakumara Belang.
Nice!
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 11:36:41 AM
1.jelas2..mukanya mirip dengan rupangnya...?
Jadi kesimpulannya memang Maha Guru kami adalah titisan dari Padmakumara Putih

Salam metta

inalilahi wa inalilahi rojiun...saatnya pergi dr thread ini..IMO, sepupu jauhnya aliran maitreya..
=)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 11:37:03 AM
1.jelas2..mukanya mirip dengan rupangnya...?
Jadi kesimpulannya memang Maha Guru kami adalah titisan dari Padmakumara Putih

Salam metta
Dibuatlah sebuah rupang mirip dengan wajah saya.
Rupang itu kemudian disebut Padmakumara Belang.
Datang orang melihat dan mengatakan wajah saya mirip rupang itu.
Kesimpulan: memang saya titisan Padmakumara Belang.
Nice!

=)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 11:39:48 AM
ini mirip LSY gak yak =))
(http://2.bp.blogspot.com/_1cxIYTheuOo/S3AlKGubqiI/AAAAAAAAAAc/BgvxsBGYGc8/s320/Foto454.jpg)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 24 July 2010, 11:42:52 AM
Uw ,i see...
Semoga terwujud saja doanya...

Salam metta.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: hendrako on 24 July 2010, 11:47:31 AM
lu sheng yen mengajarkan untuk membunuh :

He (Sheng-Yen Lu) gives a speech to the members present on how to kill a person:
The only way to treat a stubborn or a hopeless person is to kill. If you love someone and have mercy and want to send one to heaven, you must first take his life and then expiate the sins of the dead. This is the 2nd greatest charm of the religion. He continue saying;- if there is no other way that could assist one, then the only way is to kill. Giving mercy or influence or wisdom and still not way out, then the only way is to kill.
"Diamond spell" could make disappear one person. Then take his soul and send to "Buddha country". Firstly, create the shape of a man (or human being), then put the man’s shape under one’s seating pad. (Or if you exert the spell, you put the man <the one you think he should be punished> under your pad.)
To cast the spell, you must first concentrate, think and imagine the person you target; - then His two eyes will move to the back of the brain, His nose move to the top of his head, His two ears move to his nose, His tongue twists back in the mouth, the tongue tip is inside the mouth while the back tongue faces to the front.
According to Tantric (Religion), all the organs on his face are all moved.         
When you succeed in doing this, this person does no longer exist. When his (the one being cursed) tongue is twisted, he cannot talk. But according to this spell/curse, it is the charm of killing others.
Once, my grand master taught me to learn and practice Buddha’s Diamond Peg. (When you practice and pray with this peg, it will give you power) The priest gave me the peg, and told me if I met some bad and evil person, you pray using the Diamond spell. I did not practice; and I told him I would not practice it. Whether I will practice or not in the future, I will decide it later.
In the preaching, Lu further told the followers (attendees) that:
When I put "you" under my seat and twisted all your facial organs (eyes, ears, mouth, nose), I pray using the Diamond spell, using the Diamond blaze along with the Diamond club, I can draw your soul to my front, and watching your head coming off, blood are black in color, flowing out. I can see all your internal organs decaying, some hell workers coming to grab your intestines, grab your liver, grab your heart, grab your stomach, and then tear them into pieces. Although it is a fierce killing spell (charm), but if I really do it this way on to you in the future, I guarantee that I will lead you to Buddhist’s Kingdom (the peace and eternal land).
When "Horse Head King" (a Buddha) descends from the sky, or the entire Diamond gods descend into your body, you will exhibit the Diamond face (image). When you have the Diamond face (image), you (start to cast the prayers), by holding the Diamond peg, and all other spell-casting devices. You can exert your killing command when you hold these devices. With the killing command, the command uses the Diamond fire, burns your target (the person you want to kill) away, burns him to ashes. Uses wind to blow all ashes away, grab your soul, and then send you to the West Happiest land of the Buddha Kingdom. All the Buddha attendants, Diamond gods come and press you on the ground, press your heart and don’t let it beat, tear your intestines, liver, stomach, kidney into pieces, chop your head out and black blood flow out. Make all your facial organs twisted (ear, mouth…..etc). (The Horse Head King spell-HHK). In this way, I can teach you another method (spell). You let (make) him sick. It is good to make him sick, make him sick. When you pray to "HHK" and ask him to make that person sick.
If you want this person to get well, it is easy. You recite the "HHK" curse 100,000 times, no need to be 100,000 time, it’ s OK to recite 10,000 times. When you recite 10,000 times, the power of the prayer transfer to this person, then he will get well. This is a kind of punishment too.
Just like you make this person sick first, then he will regret and admit his fault. When he admits his wrong doing and correct himself, you have to recite 10,000 times the "HHK" charm towards him, to make him come back (return to this world). When he gets sick, he become dumb and cannot speak, you watch his tongue (with your mind concentrated on his tongue), and recite 10,000 the HHK curse, the curse resonance (exert spell) to this person, then he will get well.

Mungkinkah LSY tidak tuntas membaca Sutta dibawah ini?


AN 4.111
PTS: A ii 111
Kesi Sutta: To Kesi the Horsetrainer
translated from the Pali by
Thanissaro Bhikkhu
© 1997–2010

Then Kesi the horsetrainer went to the Blessed One and, on arrival, having bowed down, sat to one side. As he was sitting there, the Blessed One said to him: "You, Kesi, are a trained man, a trainer of tamable horses. And how do you train a tamable horse?"

"Lord, I train a tamable horse [sometimes] with gentleness, [sometimes] with harshness, [sometimes] with both gentleness & harshness."

"And if a tamable horse does not submit either to a mild training or to a harsh training or to a mild & harsh training, Kesi, what do you do?"

"If a tamable horse does not submit either to a mild training or to a harsh training or to a mild and harsh training, lord, then I kill it. Why is that? [I think:] 'Don't let this be a disgrace to my lineage of teachers.' But the Blessed One, lord, is the unexcelled trainer of tamable people. How do you train a tamable person?"

"Kesi, I train a tamable person [sometimes] with gentleness, [sometimes] with harshness, [sometimes] with both gentleness & harshness.

"In using gentleness, [I teach:] 'Such is good bodily conduct. Such is the result of good bodily conduct. Such is good verbal conduct. Such is the result of good verbal conduct. Such is good mental conduct. Such is the result of good mental conduct. Such are the devas. Such are human beings.'

"In using harshness, [I teach:] 'Such is bodily misconduct. Such is the result of bodily misconduct. Such is verbal misconduct. Such is the result of verbal misconduct. Such is mental misconduct. Such is the result of mental misconduct. Such is hell. Such is the animal womb. Such the realm of the hungry shades.'

"In using gentleness & harshness, [I teach:] 'Such is good bodily conduct. Such is the result of good bodily conduct. Such is bodily misconduct. Such is the result of bodily misconduct. Such is good verbal conduct. Such is the result of good verbal conduct. Such is verbal misconduct. Such is the result of verbal misconduct. Such is good mental conduct. Such is the result of good mental conduct. Such is mental misconduct. Such is the result of mental misconduct. Such are the devas. Such are human beings. Such is hell. Such is the animal womb. Such the realm of the hungry shades.'"

"And if a tamable person does not submit either to a mild training or to a harsh training or to a mild & harsh training, what do you do?"

"If a tamable person does not submit either to a mild training or to a harsh training or to a mild & harsh training, then I kill him, Kesi."

"But it's not proper for our Blessed One to take life! And yet the Blessed One just said, 'I kill him, Kesi.'"

"It is true, Kesi, that it's not proper for a Tathagata to take life. But if a tamable person does not submit either to a mild training or to a harsh training or to a mild & harsh training, then the Tathagata does not regard him as being worth speaking to or admonishing. His knowledgeable fellows in the holy life do not regard him as being worth speaking to or admonishing. This is what it means to be totally destroyed in the Doctrine & Discipline, when the Tathagata does not regard one as being worth speaking to or admonishing, and one's knowledgeable fellows in the holy life do not regard one as being worth speaking to or admonishing."

"Yes, lord, wouldn't one be totally destroyed if the Tathagata does not regard one as being worth speaking to or admonishing, and one's knowledgeable fellows in the holy life do not regard one as being worth speaking to or admonishing!

"Magnificent, lord! Magnificent! Just as if he were to place upright what was overturned, to reveal what was hidden, to show the way to one who was lost, or to carry a lamp into the dark so that those with eyes could see forms, in the same way has the Blessed One — through many lines of reasoning — made the Dhamma clear. I go to the Blessed One for refuge, to the Dhamma, and to the community of monks. May the Blessed One remember me as a lay follower who has gone to him for refuge, from this day forward, for life."
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 24 July 2010, 11:48:17 AM
mungkin sudah waktunya moderator mengambil kesimpulan dari thread ini sehubungan dengan LSY
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 24 July 2010, 11:50:27 AM
1.jelas2..mukanya mirip dengan rupangnya...?
Jadi kesimpulannya memang Maha Guru kami adalah titisan dari Padmakumara Putih

Salam metta
Dibuatlah sebuah rupang mirip dengan wajah saya.
Rupang itu kemudian disebut Padmakumara Belang.
Datang orang melihat dan mengatakan wajah saya mirip rupang itu.
Kesimpulan: memang saya titisan Padmakumara Belang.
Nice!


AADKK?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 24 July 2010, 11:56:29 AM
AADKK?
TAAAK.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 24 July 2010, 12:00:13 PM
AADKK?
TAAAK.
TAA2K?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Sunkmanitu Tanka Ob'waci on 24 July 2010, 12:01:06 PM
TA3DK2
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 12:04:02 PM
JPSSDNPBOB
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 24 July 2010, 12:07:52 PM
JPSSDNPBOB

IBKBRJPSS.
NDN-JL!
A! BTT!
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 12:12:13 PM
OK A OOT S BTT TSM BDB!
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Sunkmanitu Tanka Ob'waci on 24 July 2010, 12:17:11 PM
B GRP D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 24 July 2010, 12:19:13 PM
B GRP D
MAM BH LSY!
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 24 July 2010, 12:22:51 PM
LNASS =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Juice_alpukat on 24 July 2010, 12:29:03 PM
Entar karma buruk gak nih kalau  menjelek2kan dan menertawakan?
Apa dendam kalian ama LSY?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 24 July 2010, 12:31:20 PM
LNASS =))
GNSCNKS :))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: hendrako on 24 July 2010, 12:35:10 PM
Gak takut ya kalian semua ama Horse king...

Emang diajarin untuk dihindari nih.

(http://img105.imageshack.us/img105/2503/dsc00006fl2.jpg)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Juice_alpukat on 24 July 2010, 12:38:23 PM
Gak takut ya kalian semua ama Horse king...

Emang diajarin untuk dihindari nih.

(http://img105.imageshack.us/img105/2503/dsc00006fl2.jpg)
hihihi
memang diajarin untk hindarin alkohol hihihi
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 24 July 2010, 12:38:56 PM
Entar karma buruk gak nih kalau  menjelek2kan dan menertawakan?
Apa dendam kalian ama LSY?
Sebenarnya, kami tidak sedang menertawakan LSY kok. :)
Kalau dendam, baik dengan LSY atau pengikutnya, saya tidak punya sama sekali.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Juice_alpukat on 24 July 2010, 12:58:09 PM
Entar karma buruk gak nih kalau  menjelek2kan dan menertawakan?
Apa dendam kalian ama LSY?
Sebenarnya, kami tidak sedang menertawakan LSY kok. :)
Kalau dendam, baik dengan LSY atau pengikutnya, saya tidak punya sama sekali.

bgslah kalau bgitu...tapi kalau mnrut pengikut2 LSY gmana? Apakah dmikian?CMIIW.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Hendra Susanto on 24 July 2010, 12:59:43 PM
Entar karma buruk gak nih kalau  menjelek2kan dan menertawakan?
Apa dendam kalian ama LSY?
Sebenarnya, kami tidak sedang menertawakan LSY kok. :)
Kalau dendam, baik dengan LSY atau pengikutnya, saya tidak punya sama sekali.

bgslah kalau bgitu...tapi kalau mnrut pengikut2 LSY gmana? Apakah dmikian?CMIIW.

persepsi orang beda2 toh... dan itu adalah hak mereka memiliki persepsi sebaliknya
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Juice_alpukat on 24 July 2010, 01:01:50 PM
Entar karma buruk gak nih kalau  menjelek2kan dan menertawakan?
Apa dendam kalian ama LSY?
Sebenarnya, kami tidak sedang menertawakan LSY kok. :)
Kalau dendam, baik dengan LSY atau pengikutnya, saya tidak punya sama sekali.

bgslah kalau bgitu...tapi kalau mnrut pengikut2 LSY gmana? Apakah dmikian?CMIIW.

persepsi orang beda2 toh... dan itu adalah hak mereka memiliki persepsi sebaliknya
haa
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 24 July 2010, 01:06:25 PM
yg paling kecewa adalah Johan, tujuannya membuka thread ini tidak terpenuhi
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Hendra Susanto on 24 July 2010, 01:06:51 PM
Entar karma buruk gak nih kalau  menjelek2kan dan menertawakan?
Apa dendam kalian ama LSY?
Sebenarnya, kami tidak sedang menertawakan LSY kok. :)
Kalau dendam, baik dengan LSY atau pengikutnya, saya tidak punya sama sekali.

bgslah kalau bgitu...tapi kalau mnrut pengikut2 LSY gmana? Apakah dmikian?CMIIW.

persepsi orang beda2 toh... dan itu adalah hak mereka memiliki persepsi sebaliknya
haa

ha
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 24 July 2010, 01:07:52 PM
1.jelas2..mukanya mirip dengan rupangnya...?
Jadi kesimpulannya memang Maha Guru kami adalah titisan dari Padmakumara Putih

Salam metta
Dibuatlah sebuah rupang mirip dengan wajah saya.
Rupang itu kemudian disebut Padmakumara Belang.
Datang orang melihat dan mengatakan wajah saya mirip rupang itu.
Kesimpulan: memang saya titisan Padmakumara Belang.
Nice!

=)) =)) =))

Interuption... sekarang udah ada 3D printer....
bisa langsung print dari barang aslinya lho (LSY)...

Nah yg ini bakal 100% persis..  ;D ;D

kalau ikut LSY pokokne tau beres gitu?  dia yg bantu nyeberangin dst dst ?
utk bisa kaya sering dibagikan apa ya (adakah sejenis pil atu jimat gitu?)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 24 July 2010, 01:09:25 PM
yg paling kecewa adalah Johan, tujuannya membuka thread ini tidak terpenuhi
Tujuannya tanya Rolls Royce
 :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'(
 :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'( :'(

kalau gw tanya di wiharanya LSY kita2 bisa mendptkan jawaban gak ?  :'( :o
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 24 July 2010, 01:10:30 PM
yg paling kecewa adalah Johan, tujuannya membuka thread ini tidak terpenuhi
Bro Johan memang terlalu banyak berharap. Jangankan detail Roll Royce, mantra nomor dua terhebat dari TBSN saja para pengikut LSY tidak tahu. :D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 24 July 2010, 01:29:56 PM
Amitofo,

Iya saudara indra,diatas adalah pernyataan umum,jika ingin dikhususkan pada diri anda,saya tidak berkeberatan. Mungkin dari situ dapat dijadikan bahan intropeksi diri.
Jika setelah intropeksi diri dilakukan,dan anda merasa bertanya dengan bahasa sopan-sopan saja,ya berarti kesimpulannya bukan anda.

1. Ada asumsi bahwa kami tidak menghargai orang lain dengan menyatakan guru kami sebagai buddha hidup?
Guru Sakyamuni selama ini tetap kami panggil dengan gelar Guru Agung/Guru Junjungan/ Sang Bhagavan.
Dan selama ini pula kami memberi gelar Buddha Hidup kepada Maha Guru kami.Jadi dari diri seorang LSY
tidak pernah mengaku-aku sebagai Buddha Hidup.Jikalau ada yang menyatakan LSY sebagai BUddha Hidup dan memberikan penekanan pada kata Hidup terlalu berlebihan sepertinya seringkali dari pihak bersebrangan yang masih memiliki rasa iri.Bahkan bagi saya, Master LSY sudah layak dipanggil Buddha,tidak perlu Buddha Hidup lagi.
Dan selama ini pula,Panggilan tersebut sanggup diterimanya dengan baik dan malah memotivasi Beliau untuk tambah semangat dalam mengajar dharma kepada muridnya.

Coba deh list petinggi agama Buddhist yg memberikan tanggapan negative pada kata
LIVING BUDDHA



2.Mengapa kami berani memberi gelar Buddha Hidup ?
Sebenarnya pengetahuan Buddha Hidup adalah panggilan kepada seorang guru dalam rumpun tantrayana.
Jadi tidak muncul tiba2 hanya karena ada Master LSY dalam TBS.
Penalarannya adalah
jenjang sekolah dimulai dari SD,SMP,SMA ,kita mengenal ada gelar guru,ketika masuk jenjang kuliah ,kita mengenal ada gelar dosen. Toh,selama ini ,ketika saya menghadapi ribuan mahasiswa baru ,belum pernah saya temui orang yang protes dengan gelar dosen ketika saya memberi penjelasan awal ketika mereka masuk.Dan bahkan mereka dapat memahaminya dengan baik.Karena kedewasaan mereka telah sanggup untuk menerimanya.

Dari post awal saya, Saya belajar Theravada pada masa SD,dan ketika saya merasa saya harus meningkatkan ilmu pengetahuan saya,saya perlu mencari ke jenjang berikutnya.agar ilmu saya tidak berhenti disitu saja.
Di tantrayana sendiri,diberitahu sebelum anda belajar Tantra, anda mulanya harus belajar Theravada ,dan Mahayana setelahnya.

selain pakai kata HIDUP, bisa juga pakai kata PANJANG. atau Buddha yg ingin belajar?...
Haaa Buddha ingin belajar??? ahhh yg umum aja... tapi hasilnya yg gak umum....



3. Jikalau ada nama True Buddha pasti ada nama UnTrue Buddha?
Wow pertanyaan yang sering saya jumpai.
Untuk selama ini , Saya tidak pernah menjumpai bahwa dari aliran TBS,para pemuka agamanya mengatakan aliran lain adalah aliran UnTrue Buddha.
Bahkan yang seharusnya dipertanyakan kepada diri anda,apakah Anda sangat bernafsu mempermasalahkan nama tersebut? Apakah ada rasa iri hati di diri anda yang masih belum dihilangkan?
Soryyy ya... otak gw lebih rasional dari pada iri-irian...
pikir aja kenapa ada product yg nulis SUSU ASLI ?


4 sumber mara adalah dosa,lobha,MOHA,dan IRSIA. 4 sumber kebajikan: Metta,Karuna Mudita,Upekkha
Dalam dunia pendidikan,tidak pernah ada orang yang  protes bahwa anak usia awal sekolahnya adalah playgroup,setelah itu sekolah dasar,setelah itu sekolah menengah pertama,yang membedakan hanyalah bahasa yang dipakai dimana negara tersebut digunakan.
Playgroup seharusnya dipanggil tempat bermain,ketika diberi nama university,akan menjadi masalah baru bagi para pakar pendidikan.

Saudara Johan,Saya tidak pernah mempermasalhkan banyaknya pertanyaan yang diberikan.Namun alangkah baiknya pertanyaan tersebut disusun dengan baik,disampaikan dengan bahasa sopan.
Saya sangat mengapresiasi setiap orang yang ingin bertanya,karena orang tersebut ingin belajar,namun sejauh mana belajar yang ingin dicapai,metode yang dipakai orang tersebut harus sesuai dengan  tingkat EQ dan IQnya.
Nilai IP 4 sedikit menghasilkan orang2 cerdas berkualitas,namun yang lebih baik adalah ilmu yang diterima,dapat dipakai tidak untuk melakukan praktik2 penilitian yang berguna bagi masyarakat luas dan tentunya dapat memberikan kehidupan duniawi bagi diri masing2.
Permisalan:
Anda boleh belajr tidak perlu jauh2 ke jenjang paling tinggi,cukup SD,namun apakah anda dapat menyamai Albert Enstein maupun Andre Wongso yang menurut ceritanya tidak perlu sekolah tinggi2,kedua orang tersebut adalah orang yang mempunyai kemauan keras dan daya juang yang tinggi dalam melakukan praktik2,tidak hanya berteori saja. Do it. It is Dharma bagi seorang Buddhist.

Salam metta

Thanks atas jawabannya panjang........tetapi muter-muter aja....
Foto Rolls Roycenya mana ? kapan diberikan ? kapan dijual ? register ke DMV USA atas nama siapa?
bro kan muridnya LSY, mohon bantu cari tau dunggg! ini info standard koq...jangan dihalangin
tunjukanlah sedikit transparansi dari pada birokrasi...(hahhaaaa)



Sebelum kelewatan, gw balas dulu ya.....

mohon ingat pertanyaan seputar Rolls Royce ya...
mengenai Tara Merah atau hijau gw gak komentar dulu dehhhh
mengenai ajaran2 sementara disampingkan dulu dehhhh
udah dehhh soal mantra gw gak ambil pusing dehhhh

please please....  ehhh kenapa gambar mobil Rolls Royce koq di google belum pernah ketemu ?
anybody help please please please....
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Nevada on 24 July 2010, 01:33:45 PM
Entar karma buruk gak nih kalau  menjelek2kan dan menertawakan?
Apa dendam kalian ama LSY?
Sebenarnya, kami tidak sedang menertawakan LSY kok. :)
Kalau dendam, baik dengan LSY atau pengikutnya, saya tidak punya sama sekali.

bgslah kalau bgitu...tapi kalau mnrut pengikut2 LSY gmana? Apakah dmikian?CMIIW.
Bukan menjelek-jelekan atau menertawakan, tapi mempertanyakan.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 24 July 2010, 01:34:36 PM
satu lagi kenapa cincin2 emas dan jam tangan Rollex (apa benar ya mrk ini?)
masih tetap dipakai, tetapi Rolls Royce nya gak dipakai ?............

padahal kalau umatnya datang bisa nyoba Rolls Roycenya kan lumayan juga ya...
dgn catatan bensin diisi yg memakai.... mohon infonya ya...

teringat buku berjudul...

A Monk who sold his Ferrari. (udah baca mantep lho)

Kira2 masih berapa kali gw harus tanya soal Rolls Royce...
jawabannya baru bisa keluar ya ?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 24 July 2010, 02:06:10 PM
B GRP D

S... B GRP D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 24 July 2010, 03:28:05 PM
Quote
Originally Posted by arief_chen

Adakah yang pernah membaca buku dari beliau di Manifestasi Neraka ?
Saya kutip sedikit dari salah satu cerita di sana. Cerita-nya beliau sedang turun ke neraka untuk berbincang dengan raja neraka dan saat berada di sana, beliau melihat salah satu umat-nya yang disiksa, dan si umat minta tolong kepada-nya, beliau bertanya kepada raja neraka apakah boleh menolong-nya, sang Raja cuman berkata kalau umat ini bisa sampai di sini karena suatu sebab, dan oleh beliau didoakan trus kemudian umat-nya itu tertolong dan tidak disiksa lagi.

saya merasa agak aneh, apakah beliau memang mampu menghapus karma seseorang ? apakah beliau bisa memindahkan karma seseorang ? bukankah di ajaran agama buddha diajarkan setiap orang memiliki karma-nya sendiri, mewarisi karma-nya sendiri dan lahir dari karma-nya sendiri ? mengutip dari beliau menyebut bahwa dia adalah living buddha, apakah buddha mempunyai kemampuan untuk membersihkan karma ? Buddha Gautama sendiri harus menjalani karma-nya sampai habis baru parinibbana, ini terbukti dengan dia mendapatkan luka ataupun hinaan terlebih dahulu dari beberapa pengikut aliran agama lain.

Bagaimana dgn murid utama Buddha, Mogalana ? apakah dgn kesaktian terbaiknya dpt menolong sang ibu ? Nahhh dengar2 abiseka dgn LSY bisa lewat internet/online gitu? gimana koq malah emailnya gak ada? kalau gw mau minta bersih2 begitu caranya gimana ? apakah pakai aktivasi code begitu?

thanks atas jawabannya.

LIVING CHI KUNG sama LIVING BUDDHA adakah kesamaannya gak ? mantep mana ya?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 24 July 2010, 03:38:39 PM
Mengenai LSY mengajarkan pembunuhan, itu memang benar; bukan gosip. Namun yang saya lihat banyak orang tidak mempercayainya (atau menutupinya). Yang saya tahu, LSY mendapat abhisekha dari Guru Padmasambhava untuk melakukan sadhana abhicaruka (penaklukan). Seperti yang pernah dilakukan oleh Guru Padmasambhava di masa hidupnya dulu, ketika membunuh warga sekampung kemudian menyeberangkan rohnya ke alam surga...

Mohon komen dari teman-teman Tantrayanis: "Apakah sadhana abhicaruka yang dilakukan LSY selaras dengan sadhana abhicaruka yang dijalankan oleh Guru Padmasambhava?"

kalau saya liat di websitenya shcstory, video tersebut sengaja diputus ditengah. Sehingga sampai sekarang saya tidak menemukan bukti bahwa LSY mengajarkan pembunuhan. Dan lagipula, menurut undang-undang amerika, apabila benar ada seseorang mengajarkan pembunuhan, maka yang bersangkutan dapat langsung ditangkap.

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 24 July 2010, 03:41:05 PM
kalo menurut wencie itu hasil foto editan..kalo menururt investigasi gw, itu jelas-jelas BUKAN foto editan..kenapa? coba liat aja resolusi fotonya...

masa ada biksu renang2 ama cewe???? kalo yg ini gw ga bisa terima...MEMALUKAN..

ada apa dengan resolusi fotonya.?  Yang jelas setau saya , badan Master Lu tidak kekar dan berotot seperti di foto tersebut. badannya cenderung gemuk dan tidak kekar sama sekali.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 03:48:05 PM
Mengenai LSY mengajarkan pembunuhan, itu memang benar; bukan gosip. Namun yang saya lihat banyak orang tidak mempercayainya (atau menutupinya). Yang saya tahu, LSY mendapat abhisekha dari Guru Padmasambhava untuk melakukan sadhana abhicaruka (penaklukan). Seperti yang pernah dilakukan oleh Guru Padmasambhava di masa hidupnya dulu, ketika membunuh warga sekampung kemudian menyeberangkan rohnya ke alam surga...

Mohon komen dari teman-teman Tantrayanis: "Apakah sadhana abhicaruka yang dilakukan LSY selaras dengan sadhana abhicaruka yang dijalankan oleh Guru Padmasambhava?"

kalau saya liat di websitenya shcstory, video tersebut sengaja diputus ditengah. Sehingga sampai sekarang saya tidak menemukan bukti bahwa LSY mengajarkan pembunuhan. Dan lagipula, menurut undang-undang amerika, apabila benar ada seseorang mengajarkan pembunuhan, maka yang bersangkutan dapat langsung ditangkap.


This hand of mine, holding 5 colors of string and use for bind; it itself has its use. Whatever you want/wish for, you tie it together using this string. Imagine a dream house, so tie it together. If you wish for some US$ dollar, then tie US$ dollar.
Think of your boy friend and the girl friend, then tie him/her with this string. This is "Diamond string". Using "this" you can tie whatever things to be yours.
This "Diamond Axe" - using this you can control to kill. Place the spirit of the target person into this "skull". You can use your own "bodyguard spirit" to capture your target, then you chop to kill the spirit using this "diamond axe". 
During the "Fire ceremony", chant the "killing charm", and dump "this" into the fire. This fire will then burn the person into ashes. Then expiate him/her into the land of the dead in Buddhist Kingdom. This is the so-call charm of killing.

http://www.shcstory.com/movie2.html
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 24 July 2010, 03:53:42 PM
Mengenai LSY mengajarkan pembunuhan, itu memang benar; bukan gosip. Namun yang saya lihat banyak orang tidak mempercayainya (atau menutupinya). Yang saya tahu, LSY mendapat abhisekha dari Guru Padmasambhava untuk melakukan sadhana abhicaruka (penaklukan). Seperti yang pernah dilakukan oleh Guru Padmasambhava di masa hidupnya dulu, ketika membunuh warga sekampung kemudian menyeberangkan rohnya ke alam surga...

Mohon komen dari teman-teman Tantrayanis: "Apakah sadhana abhicaruka yang dilakukan LSY selaras dengan sadhana abhicaruka yang dijalankan oleh Guru Padmasambhava?"

kalau saya liat di websitenya shcstory, video tersebut sengaja diputus ditengah. Sehingga sampai sekarang saya tidak menemukan bukti bahwa LSY mengajarkan pembunuhan. Dan lagipula, menurut undang-undang amerika, apabila benar ada seseorang mengajarkan pembunuhan, maka yang bersangkutan dapat langsung ditangkap.


This hand of mine, holding 5 colors of string and use for bind; it itself has its use. Whatever you want/wish for, you tie it together using this string. Imagine a dream house, so tie it together. If you wish for some US$ dollar, then tie US$ dollar.
Think of your boy friend and the girl friend, then tie him/her with this string. This is "Diamond string". Using "this" you can tie whatever things to be yours.
This "Diamond Axe" - using this you can control to kill. Place the spirit of the target person into this "skull". You can use your own "bodyguard spirit" to capture your target, then you chop to kill the spirit using this "diamond axe". 
During the "Fire ceremony", chant the "killing charm", and dump "this" into the fire. This fire will then burn the person into ashes. Then expiate him/her into the land of the dead in Buddhist Kingdom. This is the so-call charm of killing.

http://www.shcstory.com/movie2.html
yang ini malahan, videonya tidak bisa dilihat. bisa kasih bukti autentik tidak?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 24 July 2010, 03:57:01 PM
kalo menurut wencie itu hasil foto editan..kalo menururt investigasi gw, itu jelas-jelas BUKAN foto editan..kenapa? coba liat aja resolusi fotonya...

masa ada biksu renang2 ama cewe???? kalo yg ini gw ga bisa terima...MEMALUKAN..

ada apa dengan resolusi fotonya.?  Yang jelas setau saya , badan Master Lu tidak kekar dan berotot seperti di foto tersebut. badannya cenderung gemuk dan tidak kekar sama sekali.


lagipula di foto tersebut menunjukkan tanggal pemotretan tahun 1994, sedangkan keterangan foto menunjukkan tahun 1998. Ini menunjukkan bahwa SHC tidak konsisten dan mengarang cerita tentang foto-foto tersebut.

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 03:57:58 PM
Mengenai LSY mengajarkan pembunuhan, itu memang benar; bukan gosip. Namun yang saya lihat banyak orang tidak mempercayainya (atau menutupinya). Yang saya tahu, LSY mendapat abhisekha dari Guru Padmasambhava untuk melakukan sadhana abhicaruka (penaklukan). Seperti yang pernah dilakukan oleh Guru Padmasambhava di masa hidupnya dulu, ketika membunuh warga sekampung kemudian menyeberangkan rohnya ke alam surga...

Mohon komen dari teman-teman Tantrayanis: "Apakah sadhana abhicaruka yang dilakukan LSY selaras dengan sadhana abhicaruka yang dijalankan oleh Guru Padmasambhava?"

kalau saya liat di websitenya shcstory, video tersebut sengaja diputus ditengah. Sehingga sampai sekarang saya tidak menemukan bukti bahwa LSY mengajarkan pembunuhan. Dan lagipula, menurut undang-undang amerika, apabila benar ada seseorang mengajarkan pembunuhan, maka yang bersangkutan dapat langsung ditangkap.


This hand of mine, holding 5 colors of string and use for bind; it itself has its use. Whatever you want/wish for, you tie it together using this string. Imagine a dream house, so tie it together. If you wish for some US$ dollar, then tie US$ dollar.
Think of your boy friend and the girl friend, then tie him/her with this string. This is "Diamond string". Using "this" you can tie whatever things to be yours.
This "Diamond Axe" - using this you can control to kill. Place the spirit of the target person into this "skull". You can use your own "bodyguard spirit" to capture your target, then you chop to kill the spirit using this "diamond axe". 
During the "Fire ceremony", chant the "killing charm", and dump "this" into the fire. This fire will then burn the person into ashes. Then expiate him/her into the land of the dead in Buddhist Kingdom. This is the so-call charm of killing.

http://www.shcstory.com/movie2.html
yang ini malahan, videonya tidak bisa dilihat. bisa kasih bukti autentik tidak?
anda bisa meminta dong pada sumber aslinya biar lebih fair khan :))

You can get this videotape from this
"Temple"

[LING SHEN CHING ZHE TEMPLE]
17102 NE 40th Court,
Redmond, Washington 98052, USA
Tel: (425)882-0916
Fax: (425)883-7360
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: dilbert on 24 July 2010, 03:59:32 PM
ikutan nimbrung dikit... Soalnya dulu di forum tetangga sudah habis-habisan debat soal LSY... tapi yah... kembali lagi kepada saddha masing-masing deh... lebih percaya yang mana ?
itu saja...

Everyone has its journey....
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 24 July 2010, 04:00:08 PM
Mengenai LSY mengajarkan pembunuhan, itu memang benar; bukan gosip. Namun yang saya lihat banyak orang tidak mempercayainya (atau menutupinya). Yang saya tahu, LSY mendapat abhisekha dari Guru Padmasambhava untuk melakukan sadhana abhicaruka (penaklukan). Seperti yang pernah dilakukan oleh Guru Padmasambhava di masa hidupnya dulu, ketika membunuh warga sekampung kemudian menyeberangkan rohnya ke alam surga...

Mohon komen dari teman-teman Tantrayanis: "Apakah sadhana abhicaruka yang dilakukan LSY selaras dengan sadhana abhicaruka yang dijalankan oleh Guru Padmasambhava?"

kalau saya liat di websitenya shcstory, video tersebut sengaja diputus ditengah. Sehingga sampai sekarang saya tidak menemukan bukti bahwa LSY mengajarkan pembunuhan. Dan lagipula, menurut undang-undang amerika, apabila benar ada seseorang mengajarkan pembunuhan, maka yang bersangkutan dapat langsung ditangkap.


This hand of mine, holding 5 colors of string and use for bind; it itself has its use. Whatever you want/wish for, you tie it together using this string. Imagine a dream house, so tie it together. If you wish for some US$ dollar, then tie US$ dollar.
Think of your boy friend and the girl friend, then tie him/her with this string. This is "Diamond string". Using "this" you can tie whatever things to be yours.
This "Diamond Axe" - using this you can control to kill. Place the spirit of the target person into this "skull". You can use your own "bodyguard spirit" to capture your target, then you chop to kill the spirit using this "diamond axe". 
During the "Fire ceremony", chant the "killing charm", and dump "this" into the fire. This fire will then burn the person into ashes. Then expiate him/her into the land of the dead in Buddhist Kingdom. This is the so-call charm of killing.

http://www.shcstory.com/movie2.html
yang ini malahan, videonya tidak bisa dilihat. bisa kasih bukti autentik tidak?
anda bisa meminta dong pada sumber aslinya biar lebih fair khan :))

You can get this videotape from this
"Temple"

[LING SHEN CHING ZHE TEMPLE]
17102 NE 40th Court,
Redmond, Washington 98052, USA
Tel: (425)882-0916
Fax: (425)883-7360

kalau saya yang meminta nanti anda akan menuduh saya tidak fair.
bagaimana kalau pihak DC secara resmi mengirimkan surat ke sana, meminta video yang dimaksud? biar masalahnya clear.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 04:07:26 PM
Mengenai LSY mengajarkan pembunuhan, itu memang benar; bukan gosip. Namun yang saya lihat banyak orang tidak mempercayainya (atau menutupinya). Yang saya tahu, LSY mendapat abhisekha dari Guru Padmasambhava untuk melakukan sadhana abhicaruka (penaklukan). Seperti yang pernah dilakukan oleh Guru Padmasambhava di masa hidupnya dulu, ketika membunuh warga sekampung kemudian menyeberangkan rohnya ke alam surga...

Mohon komen dari teman-teman Tantrayanis: "Apakah sadhana abhicaruka yang dilakukan LSY selaras dengan sadhana abhicaruka yang dijalankan oleh Guru Padmasambhava?"

kalau saya liat di websitenya shcstory, video tersebut sengaja diputus ditengah. Sehingga sampai sekarang saya tidak menemukan bukti bahwa LSY mengajarkan pembunuhan. Dan lagipula, menurut undang-undang amerika, apabila benar ada seseorang mengajarkan pembunuhan, maka yang bersangkutan dapat langsung ditangkap.


This hand of mine, holding 5 colors of string and use for bind; it itself has its use. Whatever you want/wish for, you tie it together using this string. Imagine a dream house, so tie it together. If you wish for some US$ dollar, then tie US$ dollar.
Think of your boy friend and the girl friend, then tie him/her with this string. This is "Diamond string". Using "this" you can tie whatever things to be yours.
This "Diamond Axe" - using this you can control to kill. Place the spirit of the target person into this "skull". You can use your own "bodyguard spirit" to capture your target, then you chop to kill the spirit using this "diamond axe". 
During the "Fire ceremony", chant the "killing charm", and dump "this" into the fire. This fire will then burn the person into ashes. Then expiate him/her into the land of the dead in Buddhist Kingdom. This is the so-call charm of killing.

http://www.shcstory.com/movie2.html
yang ini malahan, videonya tidak bisa dilihat. bisa kasih bukti autentik tidak?
anda bisa meminta dong pada sumber aslinya biar lebih fair khan :))

You can get this videotape from this
"Temple"

[LING SHEN CHING ZHE TEMPLE]
17102 NE 40th Court,
Redmond, Washington 98052, USA
Tel: (425)882-0916
Fax: (425)883-7360

kalau saya yang meminta nanti anda akan menuduh saya tidak fair.
bagaimana kalau pihak DC secara resmi mengirimkan surat ke sana, meminta video yang dimaksud? biar masalahnya clear.
kaga apa2 kok, sebenernya, aye khan tidak percaya pada LSY, anda mau terjerumus kedalam aliran LSY juga bukan urusan aye, cuma pengen ngasih tau aja ada selentingan2 dan cara membuktikannya ya silahkan kirim surat kesana, anda tidak percaya juga ga apa2 kok, berarti anda belum ehipasiko =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 24 July 2010, 04:14:31 PM
Mengenai LSY mengajarkan pembunuhan, itu memang benar; bukan gosip. Namun yang saya lihat banyak orang tidak mempercayainya (atau menutupinya). Yang saya tahu, LSY mendapat abhisekha dari Guru Padmasambhava untuk melakukan sadhana abhicaruka (penaklukan). Seperti yang pernah dilakukan oleh Guru Padmasambhava di masa hidupnya dulu, ketika membunuh warga sekampung kemudian menyeberangkan rohnya ke alam surga...

Mohon komen dari teman-teman Tantrayanis: "Apakah sadhana abhicaruka yang dilakukan LSY selaras dengan sadhana abhicaruka yang dijalankan oleh Guru Padmasambhava?"

kalau saya liat di websitenya shcstory, video tersebut sengaja diputus ditengah. Sehingga sampai sekarang saya tidak menemukan bukti bahwa LSY mengajarkan pembunuhan. Dan lagipula, menurut undang-undang amerika, apabila benar ada seseorang mengajarkan pembunuhan, maka yang bersangkutan dapat langsung ditangkap.


This hand of mine, holding 5 colors of string and use for bind; it itself has its use. Whatever you want/wish for, you tie it together using this string. Imagine a dream house, so tie it together. If you wish for some US$ dollar, then tie US$ dollar.
Think of your boy friend and the girl friend, then tie him/her with this string. This is "Diamond string". Using "this" you can tie whatever things to be yours.
This "Diamond Axe" - using this you can control to kill. Place the spirit of the target person into this "skull". You can use your own "bodyguard spirit" to capture your target, then you chop to kill the spirit using this "diamond axe". 
During the "Fire ceremony", chant the "killing charm", and dump "this" into the fire. This fire will then burn the person into ashes. Then expiate him/her into the land of the dead in Buddhist Kingdom. This is the so-call charm of killing.

http://www.shcstory.com/movie2.html
yang ini malahan, videonya tidak bisa dilihat. bisa kasih bukti autentik tidak?
anda bisa meminta dong pada sumber aslinya biar lebih fair khan :))

You can get this videotape from this
"Temple"

[LING SHEN CHING ZHE TEMPLE]
17102 NE 40th Court,
Redmond, Washington 98052, USA
Tel: (425)882-0916
Fax: (425)883-7360

kalau saya yang meminta nanti anda akan menuduh saya tidak fair.
bagaimana kalau pihak DC secara resmi mengirimkan surat ke sana, meminta video yang dimaksud? biar masalahnya clear.
kaga apa2 kok, sebenernya, aye khan tidak percaya pada LSY, anda mau terjerumus kedalam aliran LSY juga bukan urusan aye, cuma pengen ngasih tau aja ada selentingan2 dan cara membuktikannya ya silahkan kirim surat kesana, anda tidak percaya juga ga apa2 kok, berarti anda belum ehipasiko =))

Terima kasih atas informasi anda, tapi saya tidak gampang percaya sesuatu yang tidak jelas dan kabar angin.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 04:20:44 PM


TBF News, Wu Ci Yoa She Cin Mu(Golden Mother), Sekolah True Buddha di Candi Seattle(LSCT) mempertunjukan kekuasan yang agung.
Jawaban Superior True Buddha Dharma Practices.
Pengikut Sekolah True Buddha memdapatkan kekayaan seketika itu juga sebesar US$55 jutaan dengan menang Mega Jutaan lotto.


diberitakan oleh Master Lian Jie and Lian Hua Sofi
Seorang keluarga biasa datang setiap hari sabtu melakukan sembahyang bersama-sama di Candi Seattle Ling Shen Ching Tze di Redmond, Mereka adalah murid Sekolah True Buddha School yang bernama Lian Hua Sommay (nama Dharma suami) dan Lian Hua Yi Xia (nama Dharma istri), memenangkan jackpot dua belas-negara bagian Mega Millions Lotto minggu lalu, bagi jumlah total jumlah US$55 jutaan, lotere kedua yang paling besar pernah menang dalam Washington State.

Baik Lian Hua Sommay maupun Lian Hua Yi Xia adalah murid Sekolah True Buddha School yang sangat jujur dan taat, yang bangun pada lima pagi hari untuk memanjatkan Root Guru Mantra dan melakukan 4 fondasi tahap permulaan latihan Dharma (Four Preliminary Dharma Practices) sebelum mereka pergi untuk ketugas mereka setiap hari.

Di pertengahan Mei, Candi di Seattle (LSCT Temple), Grand Master Lu yang sendiri memimpin pemberkatan, mereka menerima Wu Ci Yoa She Cin Mu pemberkatan (Golden Mother)


TBS ternyata membolehkan berjudi dan di berkati malahan =)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 24 July 2010, 04:28:29 PM
http://www.tbsn.org/english2/article.php?id=507 (http://www.tbsn.org/english2/article.php?id=507)
We went up to Genting Highlands on December 27, 1992 at 6.00 p.m. by bus.

Genting Highlands, a casino and a place of interest, is not only vigorous but also energetic. The weather is cool and the view spectacular.

As a non-gambler, I did not bring a big stake there. Moreover I could not guarantee that I would win.

In fact, I always advise people not to gamble. Why? No matter how much you eat, you drink, you play, you enjoy, there is a limit to the expenditure incurred. But it is not so if you indulge in gambling, there is no limit to the loss.

Few people can be saved from this vice. A compulsive gambler is willing to die for the cause, knowing that it is a fire pit, and be prepared to jump into it, as if the death will be a comfortable one.

The entrance of the casino as designed by a noted geomancy master, is of the shape of an eagle claws. On passing through the roof, the eagle can snatch your wealth away. And the loot will be given to the casino owner. His fortune is derived from the customers` misfortune.

It is said the main entrance is guarded by many child ghosts, who can suck away your gambling luck. Without such luck, the gamblers will surely lose.

The casino is located on the first floor, so if you take escalator up, you are warned not to touch the handrails as your good hands will be taken away by the child ghosts .

As gamblers believe in \`luck and good hands\`, these are taboos for them.

As far as I am concerned, the ending will always be the same. You will be ripped off and become a loser, whether your luck is good or not, you are kind or unkind, courageous or otherwise. There is no difference for a saint and a commoner, a hero and a coward.

The casino owner will always be the winner, that is why the casino is doing a thriving business.

The road leading to Genting Highland is winding and built around the hills. Seen backward, the road looks like a river with nine turns, the sight is spectacular.

As the road is very narrow and the ascendence can be quite steep at times, the vehicle takes a heavy beating.

Winding rivers, steep cliff and boundless greenery appear from both sides of the road from time to time.

As we climbed higher, the greenery became more gaudy. More and more primitive trees met our eyes. The air was even more soothing; we really enjoyed our breathing. The landscape was really \` edible\`.

As we continued our journey, we passed through layers of clouds. No wonder, the place is known as Genting ( On top of the cloud in Mandarin).

Touring a stupa and a temple on our way to the peak, we saw only mist on reaching our destination, instead of the casino and the lake. The mist was so thick that we could not even see the nearby lake. In fact we saw nothing at all.

I presumed the lake must be as sparkling as a pearl. And the water in it deep blue and transparent. The fresh air and colourful flower beds made the place ostentatious. At night, the neon lights will brighten the garden, and the willow will dance gracefully and there will be many tourists around.

The building is very modern. Apart from hotel rooms, it has restaurants, amusement park, casino, health club,.......

The scenery must be eye-catching.

What a pity we could not see the big and grand garden with its pavilions, since the thick mist was accompanied by strong winds and occasional showers.

No green green grass of land,

No boundless lake that is full of water.

Genting Highlands is well-known though we did not come to gamble.

Dressed in Lama costumes and incense pouches around our necks, we came to see the beautiful scenery, to breathe the fresh air. To our disappointment, we saw only the mist.

I contend, \`Mist is after all a good thing. It is simple and yet typical. It is light and full of simplicity and dignity.\`

\`Enjoying the care-free mist is like comprehending the misted heart in a bewildering world leisurely.\`
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 04:30:03 PM
maksudnya, orang yang menang lotte itu bukan karena kekuasaan LSY yak =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: dilbert on 24 July 2010, 04:30:40 PM


TBF News, Wu Ci Yoa She Cin Mu(Golden Mother), Sekolah True Buddha di Candi Seattle(LSCT) mempertunjukan kekuasan yang agung.
Jawaban Superior True Buddha Dharma Practices.
Pengikut Sekolah True Buddha memdapatkan kekayaan seketika itu juga sebesar US$55 jutaan dengan menang Mega Jutaan lotto.


diberitakan oleh Master Lian Jie and Lian Hua Sofi
Seorang keluarga biasa datang setiap hari sabtu melakukan sembahyang bersama-sama di Candi Seattle Ling Shen Ching Tze di Redmond, Mereka adalah murid Sekolah True Buddha School yang bernama Lian Hua Sommay (nama Dharma suami) dan Lian Hua Yi Xia (nama Dharma istri), memenangkan jackpot dua belas-negara bagian Mega Millions Lotto minggu lalu, bagi jumlah total jumlah US$55 jutaan, lotere kedua yang paling besar pernah menang dalam Washington State.

Baik Lian Hua Sommay maupun Lian Hua Yi Xia adalah murid Sekolah True Buddha School yang sangat jujur dan taat, yang bangun pada lima pagi hari untuk memanjatkan Root Guru Mantra dan melakukan 4 fondasi tahap permulaan latihan Dharma (Four Preliminary Dharma Practices) sebelum mereka pergi untuk ketugas mereka setiap hari.

Di pertengahan Mei, Candi di Seattle (LSCT Temple), Grand Master Lu yang sendiri memimpin pemberkatan, mereka menerima Wu Ci Yoa She Cin Mu pemberkatan (Golden Mother)


TBS ternyata membolehkan berjudi dan di berkati malahan =)) =)) =))

http://www.lotterypost.com/news/143515

kata-nya orang LAOS...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 04:32:50 PM
wah LSY bisa melahirkan sarira :

29 Juni 2009

Mahaguru Bangun Tidur Pagi-pagi, Menemukan Ratusan Butir Sarira

(Ling Shen Ching Tze Temple / Oleh: Acarya Lianha)


24 Juni 2009, cuaca berubah tak menentu, sebentar cerah sebentar berawan sebentar hujan sebentar petir, malamnya setelah Mahaguru memandu semua umat melakukan taiji dan pradaksina, senja yang keemasan memantulkan sisa cahaya mentari di kaki langit, alangkah indah dan menarik, saat tengah berjalan santai, Mahaguru berkata pada semua orang, "Pagi ini saya bangun pagi, saya menemukan banyak sarira di sisi saya, saya perlihatkan pada kalian." Begitu orang-orang mendengarnya, bersorak gembira, kemudian mengikuti Mahaguru menuju depan pintu Zhenfo Miyuan, menanti sambil mendongakkan kepala.

Tak lama kemudian, Mahaguru turun dari loteng, dengan tangan memegang sebuah botol kecil, di dalam botol kecil itu tak disangka terisi ratusan biji sarira putih dan hijau! Terang dan bening, bulat, dan berkilau, sebesar ujung korek api, diameter sekitar 2-3 mm. Orang-orang yang melihatnya berdecak kagum, semua orang secara bergantian dan bergiliran ke depan untuk mengamati dengan cermat, setiap orang fokus memperhatikannya, dengan mata terbuka lebar-lebar, bola mata seakan-akan mau jatuh. Di tengah pujian, saat semangat tengah puncaknya, Mahaguru sontak mengeluarkan sarira vajra Beliau sendiri untuk diperlihatkan pada kita semua, sarira vajra itu tak disangka sebesar pil, para siswa terkejut sampai mulutnya terbuka lebar-lebar.

Mahaguru mengeluarkan lagi sebuah stupa sarira, di dalamnya ada sarira warna kuning emas yang berkilauan, dan di samping sarira ini tak disangka tumbuh banyak sarira kecil, sungguh membuka cakrawala kita semua.

Semua orang bersorak, terkejut, memuji, bahkan ada yang bercanda: begitu banyak sarira, semua orang kebagian melihatnya.......Sebenarnya semua orang mengerti, yang sungguh harus dipuji adalah Mulaguru yang dapat melahirkan sarira dalam tubuh sekarang yang ada di depan kita ini. Dari dulu, sarira diperoleh dari hasil kremasi tubuh seorang yang berhasil dalam melatih diri setelah ia mangkat, sekarang tak disangka ada seorang mahasiddha Buddha Hidup Liansheng yang melahirkan sarira dalam tubuh sekarang, bagaimana tidak membuat kita semua terkejut, tunduk, dan memuji!?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 04:36:01 PM


TBF News, Wu Ci Yoa She Cin Mu(Golden Mother), Sekolah True Buddha di Candi Seattle(LSCT) mempertunjukan kekuasan yang agung.
Jawaban Superior True Buddha Dharma Practices.
Pengikut Sekolah True Buddha memdapatkan kekayaan seketika itu juga sebesar US$55 jutaan dengan menang Mega Jutaan lotto.


diberitakan oleh Master Lian Jie and Lian Hua Sofi
Seorang keluarga biasa datang setiap hari sabtu melakukan sembahyang bersama-sama di Candi Seattle Ling Shen Ching Tze di Redmond, Mereka adalah murid Sekolah True Buddha School yang bernama Lian Hua Sommay (nama Dharma suami) dan Lian Hua Yi Xia (nama Dharma istri), memenangkan jackpot dua belas-negara bagian Mega Millions Lotto minggu lalu, bagi jumlah total jumlah US$55 jutaan, lotere kedua yang paling besar pernah menang dalam Washington State.

Baik Lian Hua Sommay maupun Lian Hua Yi Xia adalah murid Sekolah True Buddha School yang sangat jujur dan taat, yang bangun pada lima pagi hari untuk memanjatkan Root Guru Mantra dan melakukan 4 fondasi tahap permulaan latihan Dharma (Four Preliminary Dharma Practices) sebelum mereka pergi untuk ketugas mereka setiap hari.

Di pertengahan Mei, Candi di Seattle (LSCT Temple), Grand Master Lu yang sendiri memimpin pemberkatan, mereka menerima Wu Ci Yoa She Cin Mu pemberkatan (Golden Mother)


TBS ternyata membolehkan berjudi dan di berkati malahan =)) =)) =))

http://www.lotterypost.com/news/143515

kata-nya orang LAOS...
kok :
The couple plan to donate money to the Catholic orphanage where Xia grew up.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: andry on 24 July 2010, 04:38:55 PM
 [at] atas: eit..eit..eit... no no no.... wrong perception
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: dilbert on 24 July 2010, 04:48:03 PM


TBF News, Wu Ci Yoa She Cin Mu(Golden Mother), Sekolah True Buddha di Candi Seattle(LSCT) mempertunjukan kekuasan yang agung.
Jawaban Superior True Buddha Dharma Practices.
Pengikut Sekolah True Buddha memdapatkan kekayaan seketika itu juga sebesar US$55 jutaan dengan menang Mega Jutaan lotto.


diberitakan oleh Master Lian Jie and Lian Hua Sofi
Seorang keluarga biasa datang setiap hari sabtu melakukan sembahyang bersama-sama di Candi Seattle Ling Shen Ching Tze di Redmond, Mereka adalah murid Sekolah True Buddha School yang bernama Lian Hua Sommay (nama Dharma suami) dan Lian Hua Yi Xia (nama Dharma istri), memenangkan jackpot dua belas-negara bagian Mega Millions Lotto minggu lalu, bagi jumlah total jumlah US$55 jutaan, lotere kedua yang paling besar pernah menang dalam Washington State.

Baik Lian Hua Sommay maupun Lian Hua Yi Xia adalah murid Sekolah True Buddha School yang sangat jujur dan taat, yang bangun pada lima pagi hari untuk memanjatkan Root Guru Mantra dan melakukan 4 fondasi tahap permulaan latihan Dharma (Four Preliminary Dharma Practices) sebelum mereka pergi untuk ketugas mereka setiap hari.

Di pertengahan Mei, Candi di Seattle (LSCT Temple), Grand Master Lu yang sendiri memimpin pemberkatan, mereka menerima Wu Ci Yoa She Cin Mu pemberkatan (Golden Mother)


TBS ternyata membolehkan berjudi dan di berkati malahan =)) =)) =))

http://www.lotterypost.com/news/143515

kata-nya orang LAOS...
kok :
The couple plan to donate money to the Catholic orphanage where Xia grew up.

Dulu Catholic, sekarang TBSN... gitu lo.... wakakakkakakakakka
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 24 July 2010, 04:48:51 PM
ohhhhh, ic ic ic ic
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 24 July 2010, 04:55:39 PM
1. Ttg Rolls Royce dari Johan Saceng?
Jika anda tidak menemukannya,lantas mengapa anda harus terus mencarinya.Bukankah itu akan menambah beban di pikiran anda?
Mengapa anda tidak menjalankan meditasi samatha dan vipassana saja daripada anda harus membuang2 waktu hanya untuk mencari sesuatu yang bersifat asumsi.
Sepengetahuan saya ,melaksanakan meditasi dapat mencapai jhana. Jikalau hitung2 saja saudara mampu mencapai tingkat jhana yang tinggi/min 3saja ,tentu saja tanpa bertanya dengan orang lain,yang mungkin saja orang lain itu tahu dari orang lain lagi,dst...Alangkah baiknya kan Saudara mampu mebuktikannya sendiri dengan mencari tahu dimana keberadaan rolls royce tsb.Bukanlah lebih bijak.
Juga bertanya di forum ini bukanlah solusi akhir. Lebih baik melatih diri. LSY sendiri mengajarkan muridnya untuk melatih diri setiap hari,dengan sendirinya yukta akan tercapai,dan semua kabar burung dari luar dapat dibuktikan oleh diri sendiri.

2. Lotere?
Baru siang ini LSY mengadakan upacara dharma di Taiwan dan disiarkan langsung di internet.
Dalam pesan dharmanya, LSY mengatakan bahwa menekuni sadhana tertentu bukan untuk mencari yukta,kekuatan dharma,kontak batin atau khasiat dari Sadhana Boddhisatva yang ditekuni.

Dari orang pemenang lotere tsb,orang tsb tidak pernah terpikirkan untuk memenangkan lotere. Namun dengan ketekunan bersadhana ,saudara tsb melakukan sadhana setiap hari.Orang tsb awalnya tidak percaya,ketika diberitahu bahwa mereka memenangkan lotere. Namun memang pada akhirnya org tsb memenangkan lotere.

Ini hanya bukti dari ketekunan seseorang dalam melatih diri.Bahwa setiap Buddha Boddhisatva selalu memberkati mereka yang melatih diri dengan sungguh2.

Untuk pemberkatan dari LSY tsb,adalah sebuah peraturan di rumpun Tantra bahwa seorang pelatih diri sebelum menekuni sadhana tertentu harus menerima abhiseka/pemberkatan dari Root Gurunya.

Jikalau tadi dalam berdiskusi ada beberapa pertanyaan terlewatkan dan belum dijawab,mungkin boleh ditanyakan kembali.

Salam metta
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Ingyastuti on 24 July 2010, 06:58:51 PM
Ambil sisi positifnya saja...
Jangan terlalu percaya dan buktikanlah akan sesuatu hal yang kau dengar...
Kalohal itu bertentangan dengan ajaran buddha lebih baik diam...
 ;D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 24 July 2010, 07:22:22 PM
1. Ttg Rolls Royce dari Johan Saceng?
Jika anda tidak menemukannya,lantas mengapa anda harus terus mencarinya.Bukankah itu akan menambah beban di pikiran anda?
Mengapa anda tidak menjalankan meditasi samatha dan vipassana saja daripada anda harus membuang2 waktu hanya untuk mencari sesuatu yang bersifat asumsi.
Sepengetahuan saya ,melaksanakan meditasi dapat mencapai jhana. Jikalau hitung2 saja saudara mampu mencapai tingkat jhana yang tinggi/min 3saja ,tentu saja tanpa bertanya dengan orang lain,yang mungkin saja orang lain itu tahu dari orang lain lagi,dst...Alangkah baiknya kan Saudara mampu mebuktikannya sendiri dengan mencari tahu dimana keberadaan rolls royce tsb.Bukanlah lebih bijak.
Juga bertanya di forum ini bukanlah solusi akhir. Lebih baik melatih diri. LSY sendiri mengajarkan muridnya untuk melatih diri setiap hari,dengan sendirinya yukta akan tercapai,dan semua kabar burung dari luar dapat dibuktikan oleh diri sendiri.

hahahaa bro WenCie jawabannya muter-muter terus...
ini membuktikan bahwa WenCie juga udah di "kebiri" gak punya "nyali" utk bertanya dan
menklarifikasi hal Rolls Royce. Hal ini kelihatan nya lebih sulit dari pada perusahaan yg go public.

ingat transparancy informasi...... bertapa hebatnya suatu institusi/pemerintah, transparansi adalah
test yg amat jitu....................bertapa hebat/baik konsep maupun surat keputusannya, tanpa transparansi
hanya kelihatan bagus di kertas atau kata2.... bagaikan angin wuuuus yg gak bisa ditelusurin...



2. Lotere?
Baru siang ini LSY mengadakan upacara dharma di Taiwan dan disiarkan langsung di internet.
Dalam pesan dharmanya, LSY mengatakan bahwa menekuni sadhana tertentu bukan untuk mencari yukta,kekuatan dharma,kontak batin atau khasiat dari Sadhana Boddhisatva yang ditekuni.

Dari orang pemenang lotere tsb,orang tsb tidak pernah terpikirkan untuk memenangkan lotere. Namun dengan ketekunan bersadhana ,saudara tsb melakukan sadhana setiap hari.Orang tsb awalnya tidak percaya,ketika diberitahu bahwa mereka memenangkan lotere. Namun memang pada akhirnya org tsb memenangkan lotere.

Ini hanya bukti dari ketekunan seseorang dalam melatih diri.Bahwa setiap Buddha Boddhisatva selalu memberkati mereka yang melatih diri dengan sungguh2.

Untuk pemberkatan dari LSY tsb,adalah sebuah peraturan di rumpun Tantra bahwa seorang pelatih diri sebelum menekuni sadhana tertentu harus menerima abhiseka/pemberkatan dari Root Gurunya.

Jikalau tadi dalam berdiskusi ada beberapa pertanyaan terlewatkan dan belum dijawab,mungkin boleh ditanyakan kembali.

Salam metta


gaib n berkah dlm kekayaan duniawi memang merupakan faktor yg MENARIK dehhh, itu aja  ;D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 24 July 2010, 10:07:37 PM
Tempat tinggal LSY yg mana ya? tempoh hari bro berikan itu
alamat ibadah lho... soalnya ada member DC google map...
koq bukan keluar rumah tinggalnya.....

(17102 NE 40th Ct. Redmond, WA. 98052, U.S.A.  ?)

mohon batuannya bro wenCie alamat tempat tinggal LSY ya.
kalau bisa sekalian foto rumahnya yg tampilan depan dan atas.

=))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 24 July 2010, 10:59:24 PM
Tempat tinggal LSY yg mana ya? tempoh hari bro berikan itu
alamat ibadah lho... soalnya ada member DC google map...
koq bukan keluar rumah tinggalnya.....

(17102 NE 40th Ct. Redmond, WA. 98052, U.S.A.  ?)

mohon batuannya bro wenCie alamat tempat tinggal LSY ya.
kalau bisa sekalian foto rumahnya yg tampilan depan dan atas.

=))
http://www.sylfoundation.org/english/contact/ (http://www.sylfoundation.org/english/contact/)
Contact us

e-mail: info [at] sylfoundation.org

mail:
17102 NE 40th Court
Redmond, WA 98052
U.S.A.

phone: (+1) 425.883.3500

fax: (+1) 425.883.3511


silahkan kirim email kesana :). .rumah Lu Sheng Yen sekarang didonasikan untuk organisasi sosial Sheng Yen Lu Foundation
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Adhitthana on 24 July 2010, 11:21:50 PM
kalo menurut wencie itu hasil foto editan..kalo menururt investigasi gw, itu jelas-jelas BUKAN foto editan..kenapa? coba liat aja resolusi fotonya...

masa ada biksu renang2 ama cewe???? kalo yg ini gw ga bisa terima...MEMALUKAN..

ada apa dengan resolusi fotonya.?  Yang jelas setau saya , badan Master Lu tidak kekar dan berotot seperti di foto tersebut. badannya cenderung gemuk dan tidak kekar sama sekali.

Kok tau badan master LSY ...tidak kekar, tidak berotot dan gemuk
Memang udah pernah ketemuan dikolam renang? .....

Atooo .... anda punya foto LSY bertelanjang dada yg terbaru .....
silakan di tampilkan di sini .....

OK!  ;D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 24 July 2010, 11:49:59 PM
Amitofo,
1. Ada asumsi bahwa kami tidak menghargai orang lain dengan menyatakan guru kami sebagai buddha hidup?
Guru Sakyamuni selama ini tetap kami panggil dengan gelar Guru Agung/Guru Junjungan/ Sang Bhagavan.
Dan selama ini pula kami memberi gelar Buddha Hidup kepada Maha Guru kami.Jadi dari diri seorang LSY
tidak pernah mengaku-aku sebagai Buddha Hidup.Jikalau ada yang menyatakan LSY sebagai BUddha Hidup dan memberikan penekanan pada kata Hidup terlalu berlebihan sepertinya seringkali dari pihak bersebrangan yang masih memiliki rasa iri.Bahkan bagi saya, Master LSY sudah layak dipanggil Buddha,tidak perlu Buddha Hidup lagi.
Dan selama ini pula,Panggilan tersebut sanggup diterimanya dengan baik dan malah memotivasi Beliau untuk tambah semangat dalam mengajar dharma kepada muridnya.
karena anda tidak menyebutkan nama secara spesifik maka saya anggap semua komentar anda hanya sebatas asumsi anda dan tidak mewakili TBSN.

dan mungkin saya perlu sedikit menjelaskan posisi saya terhadap LSY, saya tidak memusuhi LSY atau TBSN, saya hanya bertanya dan bertanya karena ada pihak yang saya anggap mewakili dan sanggup menjelaskan. dan saya lebih menghargai jawaban "tidak tahu" daripada jawaban yg bersifat spekulasi atau dugaan atau asumsi pribadi. jadi saya mengharapkan jawaban yang disertai referensi yg valid.

mengenai sebutan Buddha Hidup:
Quote from: From Wiki
Lu Sheng-Yen (盧勝彥, Lú Shèngyàn) (born 27 June 1945), commonly referred to by followers as Master Lu is the founder and spiritual leader of the True Buddha School, a new Buddhist sect with teachings taken from Sutrayana and Vajrayana (Tantric Buddhism), as well as Taoism. Master Lu has declared himself to be Living Buddha Lian Sheng (蓮生活佛, Liansheng Huófó) and is revered by his disciples as a Living Buddha.
Kalimat yg di-BOLD sepertinya tidak sama dengan pemahaman anda

Quote
2.Mengapa kami berani memberi gelar Buddha Hidup ?
Sebenarnya pengetahuan Buddha Hidup adalah panggilan kepada seorang guru dalam rumpun tantrayana.
Jadi tidak muncul tiba2 hanya karena ada Master LSY dalam TBS.
Penalarannya adalah
jenjang sekolah dimulai dari SD,SMP,SMA ,kita mengenal ada gelar guru,ketika masuk jenjang kuliah ,kita mengenal ada gelar dosen. Toh,selama ini ,ketika saya menghadapi ribuan mahasiswa baru ,belum pernah saya temui orang yang protes dengan gelar dosen ketika saya memberi penjelasan awal ketika mereka masuk.Dan bahkan mereka dapat memahaminya dengan baik.Karena kedewasaan mereka telah sanggup untuk menerimanya.
Adakah Buddha hidup-Buddha hidup lainnya selain LSY ini, ataukah hanya satu2nya?
Quote

Dari post awal saya, Saya belajar Theravada pada masa SD,dan ketika saya merasa saya harus meningkatkan ilmu pengetahuan saya,saya perlu mencari ke jenjang berikutnya.agar ilmu saya tidak berhenti disitu saja.
Di tantrayana sendiri,diberitahu sebelum anda belajar Tantra, anda mulanya harus belajar Theravada ,dan Mahayana setelahnya.
Apakah menurut anda Buddhisme itu sama seperti sekolah? dalam sekolah akademik kita harus menamatkan SD untuk masuk SMP. apakah anda sudah menamatkan Theravada? dalam ajaran Theravada, dalam banyak sutta sering terdapat kalimat, "apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yg lebih jauh dari ini." kalimat ini biasanya dituliskan untuk menggambarkan kondisi batin seorang Arahat. nah saya memahami bahwa kalimat ini adalah sertifikat kelulusan seorang Theravadin, anda sudah menamatkan SD Theravada anda?
Quote

3. Jikalau ada nama True Buddha pasti ada nama UnTrue Buddha?
Wow pertanyaan yang sering saya jumpai.
Untuk selama ini , Saya tidak pernah menjumpai bahwa dari aliran TBS,para pemuka agamanya mengatakan aliran lain adalah aliran UnTrue Buddha.
Bahkan yang seharusnya dipertanyakan kepada diri anda,apakah Anda sangat bernafsu mempermasalahkan nama tersebut? Apakah ada rasa iri hati di diri anda yang masih belum dihilangkan?
4 sumber mara adalah dosa,lobha,MOHA,dan IRSIA. 4 sumber kebajikan: Metta,Karuna Mudita,Upekkha
Dalam dunia pendidikan,tidak pernah ada orang yang  protes bahwa anak usia awal sekolahnya adalah playgroup,setelah itu sekolah dasar,setelah itu sekolah menengah pertama,yang membedakan hanyalah bahasa yang dipakai dimana negara tersebut digunakan.
Playgroup seharusnya dipanggil tempat bermain,ketika diberi nama university,akan menjadi masalah baru bagi para pakar pendidikan.
nah anda menggunakan jurus menyerang balik saat anda tidak mampu menjawab.
yg saya tanyakan adalah makna dari nama TRUE BUDDHA, rekan anda mengatakan "apalah arti sebuah nama", seandainya nama itu diganti menjadi TRUE s**t, apakah rekan2 TBSN tidak berkeberatan? atau apakah juga akan mengatakan "apalah arti sebuah nama?". jadi jika anda tahu mohon anda jelaskan filosofi dari sebutan TRUE BUDDHA secara official dari organisasi induknya. saya tidak mengharapkan opini pribadi.

sebagai informasi, saya akui saya memang masih memiliki rasa iri hati, tapi jelas bukan terhadap TBSN atau TRUE BUDDHA, saya tidak pernah bercita2 menjadi TRUE BUDDHA.

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 25 July 2010, 12:36:27 AM
saya jawab pertanyaan yang ini:
Adakah Buddha hidup-Buddha hidup lainnya selain LSY ini, ataukah hanya satu2nya?
ada banyak , kalau di aliran tantrayana tibetan : Dalai Lama, Karmapa, Tai Situ, Zurmang Gharwang,  Dagpo Lama , dll dianggap sebagai emanasi makhluk suci.
sedangkan istilah Buddha Hidup, (Huo Fo) adalah terjemahan bhs mandarin dari kata Rinpoche. kata "Huthugtu" (mongolia) juga diterjemahkan sebagai (Huo Fo). apabila kata Huo Fo diterjemahkan ke bhs indonesia , maka akan menjadi "Buddha Hidup".
jadi semua orang yang disebut sebagai  Rinpoche, sebenarnya kalau dalam bahasa mandarin disebut sebagai "Huo Fo", kalau dari bhs mandarin diterjemahkan ke indo jadi: "Buddha Hidup"

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 12:50:15 AM
saya jawab pertanyaan yang ini:
Adakah Buddha hidup-Buddha hidup lainnya selain LSY ini, ataukah hanya satu2nya?
ada banyak , kalau di aliran tantrayana tibetan : Dalai Lama, Karmapa, Tai Situ, Zurmang Gharwang,  Dagpo Lama , dll dianggap sebagai emanasi makhluk suci.
sedangkan istilah Buddha Hidup, (Huo Fo) adalah terjemahan bhs mandarin dari kata Rinpoche. kata "Huthugtu" (mongolia) juga diterjemahkan sebagai (Huo Fo). apabila kata Huo Fo diterjemahkan ke bhs indonesia , maka akan menjadi "Buddha Hidup".
jadi semua orang yang disebut sebagai  Rinpoche, sebenarnya kalau dalam bahasa mandarin disebut sebagai "Huo Fo", kalau dari bhs mandarin diterjemahkan ke indo jadi: "Buddha Hidup"


dari yg banyak itu kenapa tidak ada satupun yg menggunakan gelar Living Buddha, atau apapun dalam bahasa apapun yg bermakna sama? apa yg membedakan LSY dengan mrk sehingga LSY menambahkan gelar itu pada namanya?

pertanyaan saya yg belum terjawab: Apa filosofi dari sebutan TRUE BUDDHA? no personal opinion pls
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 25 July 2010, 01:01:06 AM
saya jawab pertanyaan yang ini:
Adakah Buddha hidup-Buddha hidup lainnya selain LSY ini, ataukah hanya satu2nya?
ada banyak , kalau di aliran tantrayana tibetan : Dalai Lama, Karmapa, Tai Situ, Zurmang Gharwang,  Dagpo Lama , dll dianggap sebagai emanasi makhluk suci.
sedangkan istilah Buddha Hidup, (Huo Fo) adalah terjemahan bhs mandarin dari kata Rinpoche. kata "Huthugtu" (mongolia) juga diterjemahkan sebagai (Huo Fo). apabila kata Huo Fo diterjemahkan ke bhs indonesia , maka akan menjadi "Buddha Hidup".
jadi semua orang yang disebut sebagai  Rinpoche, sebenarnya kalau dalam bahasa mandarin disebut sebagai "Huo Fo", kalau dari bhs mandarin diterjemahkan ke indo jadi: "Buddha Hidup"


dari yg banyak itu kenapa tidak ada satupun yg menggunakan gelar Living Buddha, atau apapun dalam bahasa apapun yg bermakna sama? apa yg membedakan LSY dengan mrk sehingga LSY menambahkan gelar itu pada namanya?

pertanyaan saya yg belum terjawab: Apa filosofi dari sebutan TRUE BUDDHA? no personal opinion pls
anda yakin gak ada satupun yang memakai gelar living Buddha? coba anda belajar tentang Guru Devotion dalam Tantrayana. Salah satu konsep "Guru Devotion" adalah menganggap guru sebagai "Buddha". silahkan baca "Guru Pancasikha".  Jadi dalam tantrayana, sangat wajar seorang murid menyebut seorang guru sebagai "Living Buddha".

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 01:09:27 AM
saya jawab pertanyaan yang ini:
Adakah Buddha hidup-Buddha hidup lainnya selain LSY ini, ataukah hanya satu2nya?
ada banyak , kalau di aliran tantrayana tibetan : Dalai Lama, Karmapa, Tai Situ, Zurmang Gharwang,  Dagpo Lama , dll dianggap sebagai emanasi makhluk suci.
sedangkan istilah Buddha Hidup, (Huo Fo) adalah terjemahan bhs mandarin dari kata Rinpoche. kata "Huthugtu" (mongolia) juga diterjemahkan sebagai (Huo Fo). apabila kata Huo Fo diterjemahkan ke bhs indonesia , maka akan menjadi "Buddha Hidup".
jadi semua orang yang disebut sebagai  Rinpoche, sebenarnya kalau dalam bahasa mandarin disebut sebagai "Huo Fo", kalau dari bhs mandarin diterjemahkan ke indo jadi: "Buddha Hidup"


dari yg banyak itu kenapa tidak ada satupun yg menggunakan gelar Living Buddha, atau apapun dalam bahasa apapun yg bermakna sama? apa yg membedakan LSY dengan mrk sehingga LSY menambahkan gelar itu pada namanya?

pertanyaan saya yg belum terjawab: Apa filosofi dari sebutan TRUE BUDDHA? no personal opinion pls
anda yakin gak ada satupun yang memakai gelar living Buddha? coba anda belajar tentang Guru Devotion dalam Tantrayana. Salah satu konsep "Guru Devotion" adalah menganggap guru sebagai "Buddha". silahkan baca "Guru Pancasikha".  Jadi dalam tantrayana, sangat wajar seorang murid menyebut seorang guru sebagai "Living Buddha".



saya tidak membicarakan ritual tantra, saya hanya melihat dalam kehidupan sehari2, Dalai Lama atau Dagpo Lama tidak menambahkan embel2 lain pada nama mereka, spet DALAI LAMA THE LIVING BUDDHA, atau DAGPO LAMA ANOTHER LIVING BUDDHA, dll. saya belum pernah membaca atau mendengar nama yg demikian di manapun juga, tapi dalam sehari ini saja saya sudah ratusan kali membaca tulisan LIVING BUDDHA LU SHENG YEN,

apakah menurut anda mungkin ada masalah dengan mata atau telinga saya?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 01:12:54 AM
maaf saya harus tidur jadi tidak bisa menemani anda, karena sebentar lagi saya harus memberikan penghormatan kepada BUDDHA MATI, jadi saya perlu istirahat. selamat malam
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 25 July 2010, 01:18:17 AM
saya jawab pertanyaan yang ini:
Adakah Buddha hidup-Buddha hidup lainnya selain LSY ini, ataukah hanya satu2nya?
ada banyak , kalau di aliran tantrayana tibetan : Dalai Lama, Karmapa, Tai Situ, Zurmang Gharwang,  Dagpo Lama , dll dianggap sebagai emanasi makhluk suci.
sedangkan istilah Buddha Hidup, (Huo Fo) adalah terjemahan bhs mandarin dari kata Rinpoche. kata "Huthugtu" (mongolia) juga diterjemahkan sebagai (Huo Fo). apabila kata Huo Fo diterjemahkan ke bhs indonesia , maka akan menjadi "Buddha Hidup".
jadi semua orang yang disebut sebagai  Rinpoche, sebenarnya kalau dalam bahasa mandarin disebut sebagai "Huo Fo", kalau dari bhs mandarin diterjemahkan ke indo jadi: "Buddha Hidup"


dari yg banyak itu kenapa tidak ada satupun yg menggunakan gelar Living Buddha, atau apapun dalam bahasa apapun yg bermakna sama? apa yg membedakan LSY dengan mrk sehingga LSY menambahkan gelar itu pada namanya?

pertanyaan saya yg belum terjawab: Apa filosofi dari sebutan TRUE BUDDHA? no personal opinion pls
anda yakin gak ada satupun yang memakai gelar living Buddha? coba anda belajar tentang Guru Devotion dalam Tantrayana. Salah satu konsep "Guru Devotion" adalah menganggap guru sebagai "Buddha". silahkan baca "Guru Pancasikha".  Jadi dalam tantrayana, sangat wajar seorang murid menyebut seorang guru sebagai "Living Buddha".



saya tidak membicarakan ritual tantra, saya hanya melihat dalam kehidupan sehari2, Dalai Lama atau Dagpo Lama tidak menambahkan embel2 lain pada nama mereka, spet DALAI LAMA THE LIVING BUDDHA, atau DAGPO LAMA ANOTHER LIVING BUDDHA, dll. saya belum pernah membaca atau mendengar nama yg demikian di manapun juga, tapi dalam sehari ini saja saya sudah ratusan kali membaca tulisan LIVING BUDDHA LU SHENG YEN,

apakah menurut anda mungkin ada masalah dengan mata atau telinga saya?
Dalai Lama, Dagpo Lama, dll  mendapatkan tambahan  "Rinpoche" (Huo Fo , dalam bahasa mandarin , diterjemahkan menjadi "Buddha Hidup")  pada nama mereka.


Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Wolvie on 25 July 2010, 02:00:47 AM
malah baru baca di sini klo Rinpoche= Buddha Hidup? sepanjang yang gw inget, baca di buku rasanya ga ada deh, bukan itu arti Rinpoche..
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 02:32:48 AM
...........
Dalai Lama, Dagpo Lama, dll  mendapatkan tambahan  "Rinpoche" (Huo Fo , dalam bahasa mandarin , diterjemahkan menjadi "Buddha Hidup")  pada nama mereka.


Dalai Lama yg sekarang (kalau gak salah 14 ya) tidak pernah mendpt kontraversi, kenapa LSY
gak sekalian pakai Lama LSY atau Rinpoche LSY ? coba pikirkan itu!

kenapa Dalai Lama gak pakai LIVING BUDDHA (hahahahaaaa)  :)) :)) :))

boleh tunjukan text mana yg mendukung Lama dan Rinpoche artinya sama dgn LIVING BUDDHA ? (utk nambah pengetahuan gw deh)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 02:41:31 AM
Tempat tinggal LSY yg mana ya? tempoh hari bro berikan itu
alamat ibadah lho... soalnya ada member DC google map...
koq bukan keluar rumah tinggalnya.....

(17102 NE 40th Ct. Redmond, WA. 98052, U.S.A.  ?)

mohon batuannya bro wenCie alamat tempat tinggal LSY ya.
kalau bisa sekalian foto rumahnya yg tampilan depan dan atas.

=))
http://www.sylfoundation.org/english/contact/ (http://www.sylfoundation.org/english/contact/)
Contact us

e-mail: info [at] sylfoundation.org

mail:
17102 NE 40th Court
Redmond, WA 98052
U.S.A.

phone: (+1) 425.883.3500

fax: (+1) 425.883.3511


silahkan kirim email kesana :). .rumah Lu Sheng Yen sekarang didonasikan untuk organisasi sosial Sheng Yen Lu Foundation

Jadi LSY tinggal di alamat yg mana ? kalau kita berkunjung di Redmond, apakah LSY atau TBS menyediakan tempat tinggal gratis atau makan gratis begitu ? mohon info lengkapnya ? adakah umat LSY yg di Indonesia udah pernah menginap di Redmond ?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Wolvie on 25 July 2010, 02:47:15 AM
yang gw tau Lama = Guru, ini yang gw baca di buku.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 03:00:16 AM
Quote
Controversies

Lu made headlines during an investigation by the Washington State Public Disclosure Commission into his cash donations to Chinese American politician Gary Locke, who Lu had hoped would run for the White House. Locke was cleared of any wrongdoing by the commission in 1998.Anderson, Rick. [http://www.seattleweekly.com/2001-09-05/news/sex-and-the-buddha/ Sex and the buddha] in the "Seattle Weekly, September 5, 2001.]

He was also sued in civil court by a former disciple, who anonymously called herself SHC, a 41-year-old Malaysian immigrant, over allegations of sexual misconduct, after the King County, Washington prosecutor declined to file charges for lack of evidence. The case was dismissed by King County Superior Court Judge Kathleen Learned citing constitutional issues. In the case "S.H.C. v. Sheng-Yen Lu", [" [http://caselaw.lp.findlaw.com/scripts/getcase.pl?court=wa&vol=2002_app/49309-4&invol=3 S.H.C. v. Sheng-Yen Lu] "] the Superior Court of King County granted the Temple's motion for summary judgment, and the Court of Appeals later "affirm [ed] the trial court's grant of summary judgment dismissing all claims against the Temple."

After a meeting in November 1996 with the Dalai Lama, Lu asserted that the Dalai Lama had endorsed him as an authority in Tibetan Buddhism. This was rebutted by sources close to the Dalai Lama in Dharamsala, who asserted that it was merely an individual meeting. His claims that he has millions of disciples have also been heavily questioned by Tibetan sources, as well as his claim to have attained lineage from various Tibetan lineages. The source also dismissed claims made by Lu that he had been afforded an audience of between 1500 and 2000 lamas upon a 1996 visit to Tibet and India. Since then, Tibetan monasteries have been advised to avoid contact with Lu, so as to diminish the possibility that they could be misrepresented for his own benefit.cite news|title="The Buddha as a Grand Master" |publisher=Tibetan Review| pages=16 |date= March 1997
location=New Delhi]

Lu has also gained attention for his opulent lifestyle, with his vehicle being a Rolls Royce.

He has been criticized by Tsering Phuri, the president of TIBETcenter, who said "People should not say, `I am a living Buddha'". [cite news|title=Sect combines Tibetan rituals, Chinese custom | url=http://www.tibet.ca/en/wtnarchive/2002/9/21_8.html| first= H Gregory |last=Meyer |date =2002-09-20| accessdate=2007-03-29| publisher =Chicago Tribune]

Tsering Phuri, the president of TIBETcenter, who said "People should not say, `I am a living Buddha'".
Yg bener siapa? Bukankah Tsering Phuri udah mengingatkan lebih baik tidak memakai LIVING BUDDHA.... :)) :)) :))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 03:05:37 AM
(http://hiphotos.baidu.com/%B6%AB%B7%BD%B2%BB%B0%DC369/pic/item/379ac9105d7eb1eda6ef3f62.jpg)
hasil panen lho, apapu sistemnya yg penting hasilnya bro....
LSY mendpt nilai plus dlm financial accounting...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 03:55:45 AM
Owe baru saja baca kembali thread ini. Rinpoche dalam bahasa Tibet itu boleh diterjemahkan sebagai "precious" atau "berharga." Saya akan ulangi kembali, terjemahan Rinpoche dalam bahasa China adalah "huofo" atau "Buddha Hidup" alias "Living Buddha." Jadi agar supaya menjadi jelas dan diskusi tidak berputar-putar terus seputar masalah ini, sudah jelas bahwa semua Rinpoche adalah huofo dalam bahasa China. Dengan demikian, secara logika seluruh Rinpoche adalah "living Buddha."
Supaya jelas, alur logikanya adalah sebagai berikut:

Rinpoche adalah huofo atau living Buddha.
Rinpoche adalah living Buddha

Logika ini sudah sah dan valid.

Nah jika seorang Rinpoche tidak menyebut dirinya sebagai living Buddha, jangan menggunakan gelar Rinpoche.

Kedua nyang hendak owe sampaikan. Banyak pula pemuka2 agama Buddha Tibet yang mengaku dirinya sebagai penjelmaan Buddha tau Bodhisattva. Sebagai contoh:

Dalai Lama adalah penjelmaan Avalokitesvara atau Chenrenzig.
Panchen Lama adalah penjelmaan Buddha Amitabha.

Jadi contoh-contoh di atas dalam topik ini sudah cukup jelas. Semoga kita tidak berputar2 terus menenanyakak topik yang sudah dijelaskan.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 03:58:39 AM
Johan300 mengutip pertanyaan dari Tsering Puri. Jikapau benar bahwa orang sebaiknya tidak memakai istilah living Buddha. Semua Rinpoche secara logika seharusnya tak menyebut dirinya "Rinpoche" lagi; cukup lama atau "Guru" saja. Rinpoche sendiri artinya "berharga." Jika mau diperluas lagi, owe juga boleh bilang, "Orang seharusnya tidak merasa dirinya berharga" bukankah begitu? Alur logika ini juga valid alias sah.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 04:00:13 AM
TBSN mendapatkan nilai plus dalam financial marketing tidak ada hubungannya dengan pribadi atau pencapaian Beliau. Organisasi Buddhis lainnya juga ada yang mendapatkan nilai plus dalam keuangannya. Mengapa Kakang Johan3000 tidak mempermasalahkan hal itu?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 04:11:16 AM
Ini tuk menjawab pertanyaan Kakang Indra:

Jawaban saya kurang lebih sama dengan Shixiong 4DMYN. Owe akan beri contoh dari kutipan sutra-sutra Mahayana:

1.Dalem Saddharmapundarika Sutra. Muncul dua stupa, yang masing-masing terdapat Buddha Prabhutaratna (Duobaofo) dan Buddha Sakyamuni.
2.Dalam Karandamudra Sutra muncul Buddha-Buddha yang jumlahnya tak terhingga banyaknya.
3.Sutra2 Mahayana lainnya silakan Anda bongkar sendiri.

Itu semua adalah sutra-sutra Mahayana. Sebelum melangkah terlalu jauh, saya tak akan melayani jika sodara2 di sini berupaya membandingkannya dengan Theravada. Turunnya ogud ke sini adalah semata-mata hendak mengklarifikasi ajaran LSY, yang notabene adalah Mahayana - Tantrayana. Oleh karena itoe, ada sudah sewajarnya yang dipake adalah sutra2 Mahayana en prinsip2 ajaran Tantra.

Di dalem ajaran Maha en Tantra. Buddha itoe ada terdiri dari tiga tubuh alias kaya:

Dharmakaya
Sambhogakaya
Nirmanakaya

Parinirvana dalam konsep Mahayana bukanlah "lenyap" seperti kaum nihilis. Jadi bagi kami umat Satyabuddha tidak ada masalah dalam menerima peristiwa "minum kopinya guru kami dengan Buddha Saakyamuni."
JIkalau di zaman dahulu pernah "terjadi" mengapa sekarang tidak boleh?
Itu aja penjelasan yang sangat simpel.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 04:20:40 AM
Menarik sekali komen Kang Gandalf mengenai minum kopi. Apakah tidak mungkin bahwa yang dimaksud bahwa "kopi" itu telah ditransformasikan sebagai "kopi spiritual." Mengapa kita tidak mengambil makna positif dari kisah Mahaguru itu sebagai "Pencapaian Kebuddhaan tidak terikat oleh ruang dan waktu."  Gw kira pesen inilah yang mau disampaikan oleh Mahaguru. Jika para sodara di sini masih mengeyelkan masalah "kopi." Saya juga bisa menanyakan, di alam neraka, "darimanakah asal bahan bakar api di alam neraka?" Jelek2 gini owe pernah belajar hukum thermodinamika. Jika terus menerus selama berkalpa energi di alam semesta ini tersedot ke neraka, bisa-bisa bahang (kalor) di alam semesta ni abis lho.
Tyus katanye di neraka tu dindingnya dari besi, lha owe mo nanya, darimanakah asal biji besinya? Siape tuh yang menempa dinding setebal itu?
Semoga ente2 bisa menyelami maksud pertanyaan owe dan menghubungkannya dengan "kopi" di atas. Semoga pertanyaan2 owe di atas bisa menjawab hal ikhwal "perkopian" yang ente2 tanyakan.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 25 July 2010, 07:34:26 AM
Menarik sekali komen Kang Gandalf mengenai minum kopi. Apakah tidak mungkin bahwa yang dimaksud bahwa "kopi" itu telah ditransformasikan sebagai "kopi spiritual." Mengapa kita tidak mengambil makna positif dari kisah Mahaguru itu sebagai "Pencapaian Kebuddhaan tidak terikat oleh ruang dan waktu."  Gw kira pesen inilah yang mau disampaikan oleh Mahaguru. Jika para sodara di sini masih mengeyelkan masalah "kopi." Saya juga bisa menanyakan, di alam neraka, "darimanakah asal bahan bakar api di alam neraka?" Jelek2 gini owe pernah belajar hukum thermodinamika. Jika terus menerus selama berkalpa energi di alam semesta ini tersedot ke neraka, bisa-bisa bahang (kalor) di alam semesta ni abis lho.
Tyus katanye di neraka tu dindingnya dari besi, lha owe mo nanya, darimanakah asal biji besinya? Siape tuh yang menempa dinding setebal itu?
Semoga ente2 bisa menyelami maksud pertanyaan owe dan menghubungkannya dengan "kopi" di atas. Semoga pertanyaan2 owe di atas bisa menjawab hal ikhwal "perkopian" yang ente2 tanyakan.

apa yang membuat matahari terus menyala selama bermiliar2 tahun?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 25 July 2010, 07:39:38 AM
Owe baru saja baca kembali thread ini. Rinpoche dalam bahasa Tibet itu boleh diterjemahkan sebagai "precious" atau "berharga." Saya akan ulangi kembali, terjemahan Rinpoche dalam bahasa China adalah "huofo" atau "Buddha Hidup" alias "Living Buddha." Jadi agar supaya menjadi jelas dan diskusi tidak berputar-putar terus seputar masalah ini, sudah jelas bahwa semua Rinpoche adalah huofo dalam bahasa China. Dengan demikian, secara logika seluruh Rinpoche adalah "living Buddha."
Supaya jelas, alur logikanya adalah sebagai berikut:

Rinpoche adalah huofo atau living Buddha.
Rinpoche adalah living Buddha

Logika ini sudah sah dan valid.

Nah jika seorang Rinpoche tidak menyebut dirinya sebagai living Buddha, jangan menggunakan gelar Rinpoche.

Kedua nyang hendak owe sampaikan. Banyak pula pemuka2 agama Buddha Tibet yang mengaku dirinya sebagai penjelmaan Buddha tau Bodhisattva. Sebagai contoh:

Dalai Lama adalah penjelmaan Avalokitesvara atau Chenrenzig.
Panchen Lama adalah penjelmaan Buddha Amitabha.

Jadi contoh-contoh di atas dalam topik ini sudah cukup jelas. Semoga kita tidak berputar2 terus menenanyakak topik yang sudah dijelaskan.

Dalai Lama pernah membahas masalah ini mengenai penjelmaan Avalokitesvara dan dalam candaanya,yang dijelmakan adalah konsep welas asihnya bukan secara fisik diklaim sebagai Avalokitesvara.berbeda dgn LSY yang langsung klaim sebagai Padmakumara dan disahkan Buddha.
LSY selalu menggunakan sebuah konsep astral yang mengacu pada cerita,dongeng,dan fantasi fantasi yang sebetulnya bila dilihat dari psikologi tulisannya maka ia terjebak dalam satu bentuk pikiran bahwa ia adalah apa yang dituliskan didalam tulisannya.sama seperti mereka yang menulis Kera Sakti dan Biksu Tong.padahal bukti sejarahnya Biksu Tong melakukan perjalanan ke India ditemani oleh 3 murid yang merupakan manusia bukan siluman.dan tempat yang mereka kunjungi adalah Univ.Nalanda bukan seperit yang di film ada Buddha dan istana megahnya.
LSY terjebak antara fantasi dan realita.ia tidak bisa keluar dari pikirannya sendiri.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 08:11:38 AM
Menarik sekali komen Kang Gandalf mengenai minum kopi. Apakah tidak mungkin bahwa yang dimaksud bahwa "kopi" itu telah ditransformasikan sebagai "kopi spiritual." Mengapa kita tidak mengambil makna positif dari kisah Mahaguru itu sebagai "Pencapaian Kebuddhaan tidak terikat oleh ruang dan waktu."  Gw kira pesen inilah yang mau disampaikan oleh Mahaguru. Jika para sodara di sini masih mengeyelkan masalah "kopi." Saya juga bisa menanyakan, di alam neraka, "darimanakah asal bahan bakar api di alam neraka?" Jelek2 gini owe pernah belajar hukum thermodinamika. Jika terus menerus selama berkalpa energi di alam semesta ini tersedot ke neraka, bisa-bisa bahang (kalor) di alam semesta ni abis lho.
Tyus katanye di neraka tu dindingnya dari besi, lha owe mo nanya, darimanakah asal biji besinya? Siape tuh yang menempa dinding setebal itu?
Semoga ente2 bisa menyelami maksud pertanyaan owe dan menghubungkannya dengan "kopi" di atas. Semoga pertanyaan2 owe di atas bisa menjawab hal ikhwal "perkopian" yang ente2 tanyakan.

apa yang membuat matahari terus menyala selama bermiliar2 tahun?
pastinya oleh buddha hidup di buat nyala terus =)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 08:27:11 AM
yang gw tau Lama = Guru, ini yang gw baca di buku.

konotasi guru = gaji kecil jadi tidaklah dipakai sama LSY.... :)) :))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 08:39:09 AM
Owe baru saja baca kembali thread ini. Rinpoche dalam bahasa Tibet itu boleh diterjemahkan sebagai "precious" atau "berharga." Saya akan ulangi kembali, terjemahan Rinpoche dalam bahasa China adalah "huofo" atau "Buddha Hidup" alias "Living Buddha." Jadi agar supaya menjadi jelas dan diskusi tidak berputar-putar terus seputar masalah ini, sudah jelas bahwa semua Rinpoche adalah huofo dalam bahasa China. Dengan demikian, secara logika seluruh Rinpoche adalah "living Buddha."
Supaya jelas, alur logikanya adalah sebagai berikut:

Rinpoche adalah huofo atau living Buddha.
Rinpoche adalah living Buddha

Logika ini sudah sah dan valid.

Nah jika seorang Rinpoche tidak menyebut dirinya sebagai living Buddha, jangan menggunakan gelar Rinpoche.

Kedua nyang hendak owe sampaikan. Banyak pula pemuka2 agama Buddha Tibet yang mengaku dirinya sebagai penjelmaan Buddha tau Bodhisattva. Sebagai contoh:

Dalai Lama adalah penjelmaan Avalokitesvara atau Chenrenzig.
Panchen Lama adalah penjelmaan Buddha Amitabha.

Jadi contoh-contoh di atas dalam topik ini sudah cukup jelas. Semoga kita tidak berputar2 terus menenanyakak topik yang sudah dijelaskan.

Di majalah manapun dan berita gw gak pernah membaca
Dalai Lama dan Panchen Lama disebut LIVING BUDDHA.

IMHO... ada orang yg tau batas, tau menempatkan diri... dan ada juga yg TIDAK.
itu aja.... kalau memang ada gelar Lama atau Renpoche, ya itulah yg dipakai...
tidak mencari kesempatan dalam kesempitan... hahahahahha

ibu Theresa yg begitu humble sangat diakui dunia hanya dgn nama Theresa...
dia dinilai dari hasil dan cinta kasihnya.... gak perlu pakai LIVING MARIA....(hahahaa)

so what is in the name? gitu aja koq repot-repot..... spt jual KECAP aja.. :)) :)) :))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 08:47:58 AM
Johan300 mengutip pertanyaan dari Tsering Puri. Jikapau benar bahwa orang sebaiknya tidak memakai istilah living Buddha. Semua Rinpoche secara logika seharusnya tak menyebut dirinya "Rinpoche" lagi; cukup lama atau "Guru" saja. Rinpoche sendiri artinya "berharga." Jika mau diperluas lagi, owe juga boleh bilang, "Orang seharusnya tidak merasa dirinya berharga" bukankah begitu? Alur logika ini juga valid alias sah.

IMHO, orang dihargain/berharga kalau tau menempatkan diri......... itu aja.

alamak.... kalau memang rinpoce  ya udah pakai itu aja gak usahhh dehhh

ngomong2 Buddha menghasilkan 500 arahat (kalau gak salah lho),
trus yg mengaku LIVING BUDDHA menghasilkan berapa arahat ?

melihat kata LIVING BUDDHA gw mau  :ngomel: :ngomel: :ngomel: :ngomel:
:ngomel: :ngomel: :ngomel: :ngomel: :ngomel: :ngomel: :ngomel: :ngomel:
di thread ini...........

kecuali Rolls Royce nya udah ditampilkan   :P :P :P
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 25 July 2010, 08:59:53 AM
Living Maria...hm nama yang bagus untuk rock band gothic yang isinya cewe punk :P
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: xenocross on 25 July 2010, 09:30:38 AM
Quote
Dalai Lama, Dagpo Lama, dll  mendapatkan tambahan  "Rinpoche" (Huo Fo , dalam bahasa mandarin , diterjemahkan menjadi "Buddha Hidup")  pada nama mereka.

Saya mau share sedikit
Waktu retret bersama Dagpo Rinpoche, saya lupa persisnya di topik apa, tapi ada 1 pernyataan yang tidak diterjemahkan oleh penerjemah karena penerjemah menolak. Menolak sambil ber-anjali dan menunduk. Pada akhirnya Dagpo Rinpoche harus bicara dalam bahasa Inggris untuk menyampaikan.
Persisnya saya lupa, tapi kira2:
"I am not Buddha. I am not great master. I have not reach enlightenment. What I teach is only what my precious Guru taught me."

Dan kami terharu.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Juice_alpukat on 25 July 2010, 09:41:15 AM
rinpoche mungkin artinya living buddha
http://www.thelivingbuddha.org/
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 10:03:19 AM
Ogut mau jawabin nyang masalah matahari menyala selama milyaran tahun. Kasusnye tidaklah sama akang. Kalo matahari itoe nyalanya jelas yaitu karena ada reaksi Helium dan suatu saat matahari akan redup dan padam juga. Na kalo nerake gimane tuh ceritanye? Bahan bakarnye pake ape?
Terus nyang tembok besi di nerake, coba tulung ente2 jawab dulu. Baca lagi postingan ogut tentang "minum kopi" di atas, ente2 ada keliwatan beberapa poin deh. Baca aje lagi lah... mumpun gratiez.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 10:06:53 AM
Quote

Saya mau share sedikit
Waktu retret bersama Dagpo Rinpoche, saya lupa persisnya di topik apa, tapi ada 1 pernyataan yang tidak diterjemahkan oleh penerjemah karena penerjemah menolak. Menolak sambil ber-anjali dan menunduk. Pada akhirnya Dagpo Rinpoche harus bicara dalam bahasa Inggris untuk menyampaikan.
Persisnya saya lupa, tapi kira2:
"I am not Buddha. I am not great master. I have not reach enlightenment. What I teach is only what my precious Guru taught me."

Dan kami terharu.

Sebagaimana yang sudah aye katakan. Tiap2 guru itu beda. Kaga bisa menyamakan semua guru. Ooo guru gw gini.. guru ente juga harus gini. Itu kaga ada hubungan dengan bagaimana Guru kami mengekspresikan dirinya. Guru Dagpo poenya cara sendiri dalam mengekspresikan dirinya, begitu pula Guru kami. Guru Buddha waktu lahir ada juga menyatakan Raungan Singanya? Apakah itu kesombopngan?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Edward on 25 July 2010, 10:09:04 AM


Kedua nyang hendak owe sampaikan. Banyak pula pemuka2 agama Buddha Tibet yang mengaku dirinya sebagai penjelmaan Buddha tau Bodhisattva. Sebagai contoh:

Dalai Lama adalah penjelmaan Avalokitesvara atau Chenrenzig.
Panchen Lama adalah penjelmaan Buddha Amitabha.

Jadi contoh-contoh di atas dalam topik ini sudah cukup jelas. Semoga kita tidak berputar2 terus menenanyakak topik yang sudah dijelaskan.

Jelas beda lah...penjelmaan sama emanasi...kebanyakan ntn film hollywood yg ttng buddha neh.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 10:13:36 AM
Kalo aye punya niat nyang kaga baek dan mau membanding2kan masing2 guru. Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye. Inget orang kasih Roll Royce (bukan cuman sekedar pisang goreng) tentunya kaga sembarangan, menginget harganye nyang kaga moerah. Mestinya kalo ente pikir positif, guru itu ada nyang kasih Roll Royce, tentunye dia bukan orang sembarangan.
Kalo aye mau sombong dan mau bikin atta aye setinggi Gunung Sumeru, aye akan bilang: "Wadouw Guru ente mah kecil. Mana pernah dia terima barang segitu berharga. Pasti kaga ada ilmunye tuh." Aye juga bisa pikir, "Guru ente itu cuman pinternye teori en teori kaga bisa dimakan. Guru aye hebat karena BISA menyelesaikan masalah umatNye, termasuk masalah duniawi." Bukti hidupnye ya adalah mobil Roll Royce itu sendiri. Aye makin yakin sama Guru Aye dan ajaranNye. Ajaran Die memang Buddhadharma sejati.
Nah gimane kalo aye jadi poenya pikiran gitoe? Joejoernye sebelum ente posting masalah itu di sini, aye kaga poenya pikiran begini. huehueheue  :P  :P  :P :P :P :P :P :P
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 10:17:51 AM
Ogut mau jawabin nyang masalah matahari menyala selama milyaran tahun. Kasusnye tidaklah sama akang. Kalo matahari itoe nyalanya jelas yaitu karena ada reaksi Helium dan suatu saat matahari akan redup dan padam juga. Na kalo nerake gimane tuh ceritanye? Bahan bakarnye pake ape?
Terus nyang tembok besi di nerake, coba tulung ente2 jawab dulu. Baca lagi postingan ogut tentang "minum kopi" di atas, ente2 ada keliwatan beberapa poin deh. Baca aje lagi lah... mumpun gratiez.
memang neraka ada ya?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 10:18:08 AM


Kedua nyang hendak owe sampaikan. Banyak pula pemuka2 agama Buddha Tibet yang mengaku dirinya sebagai penjelmaan Buddha tau Bodhisattva. Sebagai contoh:

Dalai Lama adalah penjelmaan Avalokitesvara atau Chenrenzig.
Panchen Lama adalah penjelmaan Buddha Amitabha.

Jadi contoh-contoh di atas dalam topik ini sudah cukup jelas. Semoga kita tidak berputar2 terus menenanyakak topik yang sudah dijelaskan.

Jelas beda lah...penjelmaan sama emanasi...kebanyakan ntn film hollywood yg ttng buddha neh.

Oye kaga liat bedanya penjelmaan ama emanasi. Itu hanya manifestasi permainan istilah belake. Emanasi itu ujung2nya juga PEMUNCULAN suatu sosok makhluk suci di muka bumi dan begitu halnya dengan emasi.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 10:20:41 AM
Ogut mau jawabin nyang masalah matahari menyala selama milyaran tahun. Kasusnye tidaklah sama akang. Kalo matahari itoe nyalanya jelas yaitu karena ada reaksi Helium dan suatu saat matahari akan redup dan padam juga. Na kalo nerake gimane tuh ceritanye? Bahan bakarnye pake ape?
Terus nyang tembok besi di nerake, coba tulung ente2 jawab dulu. Baca lagi postingan ogut tentang "minum kopi" di atas, ente2 ada keliwatan beberapa poin deh. Baca aje lagi lah... mumpun gratiez.
memang neraka ada ya?

Akang Ryu nyang demen maen2 ke neraka. Thread posting ini adalah seputar LSY. Boekanlah membahas apakah neraka ada apa kaga? Silakan ente bikin thread baroe.. Kalo aye murid2 guru benar, udah aye kasih BRP minus pula kau bah. karena KeOOT-an dikaoe.
Tapi  karena aye murid guru sesat aye tak mau kasih kau BRP ataupun GRP.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Nevada on 25 July 2010, 10:21:00 AM
kalau saya liat di websitenya shcstory, video tersebut sengaja diputus ditengah. Sehingga sampai sekarang saya tidak menemukan bukti bahwa LSY mengajarkan pembunuhan. Dan lagipula, menurut undang-undang amerika, apabila benar ada seseorang mengajarkan pembunuhan, maka yang bersangkutan dapat langsung ditangkap.
Begini saja...

- Anda tahu kan kisah tentang Guru Padmasambhava yang membunuh banyak orang dan menyeberangkan roh mereka ke alam surga (sadhana abhicaruka)?
- Anda tahu kan klaim LSY yang sudah mendapat abhisekha dari Guru Padmasambhava?

Menurut Anda, apakah LSY yang katanya sudah mendapat abhisekha sadhana abhicaruka dari Guru Padmasambhava tidak mengajarkan hal yang "mirip" dengan ajaran Guru Padmasambhava?


Di majalah manapun dan berita gw gak pernah membaca
Dalai Lama dan Panchen Lama disebut LIVING BUDDHA.

IMHO... ada orang yg tau batas, tau menempatkan diri... dan ada juga yg TIDAK.
itu aja.... kalau memang ada gelar Lama atau Renpoche, ya itulah yg dipakai...
tidak mencari kesempatan dalam kesempitan... hahahahahha

ibu Theresa yg begitu humble sangat diakui dunia hanya dgn nama Theresa...
dia dinilai dari hasil dan cinta kasihnya.... gak perlu pakai LIVING MARIA....(hahahaa)

so what is in the name? gitu aja koq repot-repot..... spt jual KECAP aja.. :)) :)) :))
Mungkin maksudnya begini, Bro johan3000...

Di dalam Aliran Tantrayana, dikenal sebuah gelar yang disebut "Rinpoche"; yang arti dalam Bahasa Inggris-nya adalah precious. Kata precious ini jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia artinya adalah "berharga". Namun gelar "Rinpoche" disebut dengan istilah "huo fo" dalam Bahasa Mandarin. Mungkin karena Bahasa Mandarin lebih mementingkan pelafalan ("Rinpoche" dan "huo fo" dianggap memiliki bunyipelafalan yang cukup mirip; contoh lain adalah "Arahat" yang dalam Bahasa Mandarin disebut sebagai "luo han").  Tapi dengan adanya penyadur-ulangan istilah antar bahasa seperti ini, makna dan definisi pun jadi bergeser. Karena LSY adalah orang ras Tionghoa, mungkin dia lebih terkenal dengan gelar "huo fo" daripada Rinpoche. Dan ketika ditanya apa artinya "huo fo", tentu saja diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris menjadi "Living Buddha".

Mungkin seperti itu. Kalau benar memang seperti itu, ini menjadi salah satu bukti bahwa suatu makna / definisi telah bergeser dari makna seharusnya ("berharga" malah diartikan sebagai "Buddha Hidup").


Living Maria...hm nama yang bagus untuk rock band gothic yang isinya cewe punk :P
:jempol:
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 10:23:23 AM
berarti guru anda jualan kecap dengan mendompleng ketenaran buddha =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 10:28:55 AM
Masih menyelesaikan masalah penggunaan gelar Living Buddha. Benar sekali apa nyang Abang Upasaka bilang, karena Guru LSY adalah orang Tionghua (Taiwan) tidak salah penggunaan istilah huofo itu. Bergeser apa tidak, di dalam Guru Pancasika dan teks2 Tantra lainnya: Guru hendaknya dipadang sebagai Buddha atau deity itu sendiri. Sebagai contoh saat menerima inisiasi Medicine Master Buddha (Bhaisajyaguru = Yaoshifo) ente harus memandang Guru yang bersangkutan adalah Medicine Master Buddha sendiri. Prinsip ini tidak bertentangan dengan ajaran Tantra, jadi owe sendiri tidak menganggap gelar Living Buddha itu salah.
Guru kami mau menggunakan istilah atau gelar Living Buddha, sebagaimana halnya lama-lama lain nyang menggunakan gelar Rinpoche.
Owe tahu guru owe tidak salah apalagi menyimpang karena owe nyang sebelumnya murid Tantra aliran lain sudah meneliti bahwa tidak ada hal yang menyimpang di sini. Joejornya, owe dulu juga pembenci LSY sama kayak kalian2. Tetapi setelah meneliti dengan baik - dengan hati terbuka dan kepala dingin. Pandangan owe berubah. Ternyata guru aye itu justru sering mendasari ajarannya dari Sutra2 Buddhis.

Nyang membuat aye kagum, ternyata Padmakumara itu BOEKAN produk LSY. Kalo ente menelaah gua batu di Dunhuang, ternyata ADA gambar2 Padmakumara dan mudranya pun SAMA dengan Padmakumara yang diajarkan LSY. Bagaimana Guru aye bisa tahu tentang keberadaan Padmakumara? Padahal di  orang miskin dari Taiwan? Aslinya Die orang kr****n lagi.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 10:31:42 AM
berarti guru anda jualan kecap dengan mendompleng ketenaran buddha =))

Guru mana yang tidak jualan kecap dengan mendompleng ketenaran Buddha? Semua guru itu khan cuman:

1.Copy paste dari ajaran-ajaran Buddha.
2.Copy paste dari ajaran-ajaran Guru sebelumnya.

Khan kaga ada nyang bikin ajaran2 sendiri. Begitu pula Guru aye. Memang seharusnya Guru Buddha yang benar ya harus "copy paste" dari ajaran2 Buddha. Kalo Guru Paria ya copy paste dari ajaran-ajaran Paria. Gitu lho Guru Ryu. Sebelum men  unjuk orang lain sadarilah bahwa pangkal lengan Anda ya mengarah ke diri Anda sendiri. Pa tidak gitu akang?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 10:43:35 AM
Mau obrolin masalah Roll Royce,

Masalahnye kayak gini. Kalo ente sudah diliputi kebencian dan antipati:

1.Mau dijawab Master LSY menerima mobil itu selama 1 hari, ente juga akan bilang ah Master LSY itu begini... begono.
2.Mau dijawab Master LSY memegang mobil itu selama 2 tahun, ente juga akan bilang idem dito.
3.Mau dijawab Master LSY memengang mobil itu selama ........ kurun waktu, ente juga akan bilang idem dito.

So... pertanyaan di atas kaga ada gunanya dijawab.


Selanjutnye, organisasi dan perguruan Buddhis itu ada bejibun banyaknye. Apakah ente juga tahu secara pasti segenap PEMASUKAN  en PENGELUARAN perguruan ente? Ente tidak bisa menuntut murid-murid suatu perguruan menjawab suatu pertanyaan, yang murid2 perguruan laen BELUM TENTU dapat menjawabnya. Sebagai contoh, dapatkah siswa Guru Dagpo Rinpoche menjelaskan berapa biaya membangun tempat retret di Perancis? Berapa pajaknya?  Bisakah siswa Guru-guru lainnya menjelaskan berapa harga HP guru2 mereka. Adanya notanya kaga? Kalo pemberian orang, berapa lama HP itu diberikan? Jangan ngelit dengan alasan ah HP beda ama Roll Royce. Dua2nye khan sama2 barang. Terus mank  kalo kaga ada HP bisa mati? Guru Buddha aje kaga poenya HP. Ini kebenaran yang pasti 100 prosen bener - lha zaman itu lom ada HP khan?  :P
Kalo aye mau nakal, aye juga bisa tanya... lha itu bangun Foguangshan pake duit siapa? Gimana urusan pajaknye. Gile bisa bangun vihara segede itu... siapa tuh donaturnya. Ngapain juga bangun vihara segede itu. Bukannya Sang Buddha itu dah cukup dengan vihara sederhana.
Nah, gw cuman mau memperingatkan ada pertanyaan yang patut ditanyakan dan kagak. Janganlah kita mengarang2 pertanyaan hanya karena kita antipati atau benc.

Jadi lepas dari masalah transparasi apa kaga, gw kaga mau pusingin masalah Roll Royce. Itu bukan urusan aye sebagai siswanye. Sebagai siswa tugas aye adalah melatih diri sesuai dengan sadhana yang diajarkan guru aye. Guru aye mau punya villa mewah, vihara kayak hotel, HP bagus, mobil bagus, dll. Itu bukan urusan aye. Sebodo taek lah. Hanya berlatih Dharma dan berlatih. Itu nyang penting.

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 10:50:29 AM
Sambungan masalah Roll Royce.

Biar ente2 kaga lupa. Aye mau ulangi lagi fakta-fakta berikut ini:

1.Di zaman yang serba materialistis ini, orang tentunya kaga mau sembarangan memberikan sesuatoe. Bahkan hanya sepotong pisank goreng sahaja, pasti ada maoenya yang memberikan. GRP aje diberikan kalo atta aye cinta dengan ente kok huehuehue :P. Jadi kaga ada pemberian nyang gratiez, toe intinye.
2.Pemberian berharga pasti karena orang itu pernah tertolong hidupnya.

Menimbang dua poin di atas, ente2 pernah mikir kaga mengapa orang begitu BODOHnya mau memberikan mobil Roll Royce nyang harganya selangit? Pasti orang itu pernah tertolong hidupnya. Kaga salah khan kalo aye percaye Guru aye adalah benar-benar TRUE LIVING BUDDHA (bukan jualan kecap - tapi tak ada asap tanpa ada api boekan? :P)?
Jadi jangan sampe kite ini iri dengan suatu Guru yang terima penghargaan dari orang laen atau gara2 Guru kite kagak terima penghargaan kayak gitu - lantas mencuatkan pertanyaan2 nyang mengada-ada. Guru kite aja mungkin kagak mempermasalahkan hal itu. Cuman atta2 gede kita aja nyang terus menerus  berpikir macam2 karena lobha, dosa, dan moha.

ya gitu deh.............
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 10:51:01 AM
Kalo aye punya niat nyang kaga baek dan mau membanding2kan masing2 guru. Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye. Inget orang kasih Roll Royce (bukan cuman sekedar pisang goreng) tentunya kaga sembarangan, menginget harganye nyang kaga moerah. Mestinya kalo ente pikir positif, guru itu ada nyang kasih Roll Royce, tentunye dia bukan orang sembarangan.
Kalo aye mau sombong dan mau bikin atta aye setinggi Gunung Sumeru, aye akan bilang: "Wadouw Guru ente mah kecil. Mana pernah dia terima barang segitu berharga. Pasti kaga ada ilmunye tuh." Aye juga bisa pikir, "Guru ente itu cuman pinternye teori en teori kaga bisa dimakan. Guru aye hebat karena BISA menyelesaikan masalah umatNye, termasuk masalah duniawi." Bukti hidupnye ya adalah mobil Roll Royce itu sendiri. Aye makin yakin sama Guru Aye dan ajaranNye. Ajaran Die memang Buddhadharma sejati.
Nah gimane kalo aye jadi poenya pikiran gitoe? Joejoernye sebelum ente posting masalah itu di sini, aye kaga poenya pikiran begini. huehueheue  :P  :P  :P :P :P :P :P :P

sayang sekali pada masa Buddha Gotama masih hidup tidak ada Rolls Royce, tapi mungkin anda pernah membaca kisah Sang Bodhisatta ditawari setengah dari kerajaan Magadha, menurut anda lebih tinggi mana nilai ekonomisnya dibandingkan dengan Rolls Royce? dan apakah Bodhisatta Gotama tergopoh-gopoh menerima tawaran itu?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: andry on 25 July 2010, 10:57:36 AM
Kalo aye punya niat nyang kaga baek dan mau membanding2kan masing2 guru. Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye. Inget orang kasih Roll Royce (bukan cuman sekedar pisang goreng) tentunya kaga sembarangan, menginget harganye nyang kaga moerah. Mestinya kalo ente pikir positif, guru itu ada nyang kasih Roll Royce, tentunye dia bukan orang sembarangan.
Kalo aye mau sombong dan mau bikin atta aye setinggi Gunung Sumeru, aye akan bilang: "Wadouw Guru ente mah kecil. Mana pernah dia terima barang segitu berharga. Pasti kaga ada ilmunye tuh." Aye juga bisa pikir, "Guru ente itu cuman pinternye teori en teori kaga bisa dimakan. Guru aye hebat karena BISA menyelesaikan masalah umatNye, termasuk masalah duniawi." Bukti hidupnye ya adalah mobil Roll Royce itu sendiri. Aye makin yakin sama Guru Aye dan ajaranNye. Ajaran Die memang Buddhadharma sejati.
Nah gimane kalo aye jadi poenya pikiran gitoe? Joejoernye sebelum ente posting masalah itu di sini, aye kaga poenya pikiran begini. huehueheue  :P  :P  :P :P :P :P :P :P

sayang sekali pada masa Buddha Gotama masih hidup tidak ada Rolls Royce, tapi mungkin anda pernah membaca kisah Sang Bodhisatta ditawari setengah dari kerajaan Magadha, menurut anda lebih tinggi mana nilai ekonomisnya dibandingkan dengan Rolls Royce? dan apakah Bodhisatta Gotama tergopoh-gopoh menerima tawaran itu?

terus, sang buddha menerima pemberian itu ko?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 10:59:30 AM
Kalo aye punya niat nyang kaga baek dan mau membanding2kan masing2 guru. Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye. Inget orang kasih Roll Royce (bukan cuman sekedar pisang goreng) tentunya kaga sembarangan, menginget harganye nyang kaga moerah. Mestinya kalo ente pikir positif, guru itu ada nyang kasih Roll Royce, tentunye dia bukan orang sembarangan.
Kalo aye mau sombong dan mau bikin atta aye setinggi Gunung Sumeru, aye akan bilang: "Wadouw Guru ente mah kecil. Mana pernah dia terima barang segitu berharga. Pasti kaga ada ilmunye tuh." Aye juga bisa pikir, "Guru ente itu cuman pinternye teori en teori kaga bisa dimakan. Guru aye hebat karena BISA menyelesaikan masalah umatNye, termasuk masalah duniawi." Bukti hidupnye ya adalah mobil Roll Royce itu sendiri. Aye makin yakin sama Guru Aye dan ajaranNye. Ajaran Die memang Buddhadharma sejati.
Nah gimane kalo aye jadi poenya pikiran gitoe? Joejoernye sebelum ente posting masalah itu di sini, aye kaga poenya pikiran begini. huehueheue  :P  :P  :P :P :P :P :P :P

sayang sekali pada masa Buddha Gotama masih hidup tidak ada Rolls Royce, tapi mungkin anda pernah membaca kisah Sang Bodhisatta ditawari setengah dari kerajaan Magadha, menurut anda lebih tinggi mana nilai ekonomisnya dibandingkan dengan Rolls Royce? dan apakah Bodhisatta Gotama tergopoh-gopoh menerima tawaran itu?

terus, sang buddha menerima pemberian itu ko?

bagaimana menurut anda? apakah Sang Bodhisatta akhirnya menjadi RAJA atau jadi Buddha?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 11:01:08 AM


sayang sekali pada masa Buddha Gotama masih hidup tidak ada Rolls Royce, tapi mungkin anda pernah membaca kisah Sang Bodhisatta ditawari setengah dari kerajaan Magadha, menurut anda lebih tinggi mana nilai ekonomisnya dibandingkan dengan Rolls Royce? dan apakah Bodhisatta Gotama tergopoh-gopoh menerima tawaran itu?

Kakang Indra. Pertanyaan ini sangat mudah dijawab. Seperti yang owe bilang berulang kali. Tiap Guru punya pemikiran sendiri2. Owe masih orang kerdil dalam pencerahan. Owe kaga tahu APA motivasi Bodhisattva Gautama MENOLAK tawaran separuh Magadha dari Bimbisara dan apa pula motivasi Guru owe MENERIMA Roll Royce itu.
But kita kembali ke laptop eh teks. Owe mau kembali ingatkan, ini diskusi mengenai aliran Tantra, jadi teksnya nyang kita pake juga teks Tantra. Dalam Sila Bodhisattva kita tidak dianjurkan menolak pemberian orang lain, terutama yang dipersembahkan dengan tulus. Mungkin inilah dasar yang menjadikan owe menganggap penerimaan Roll Royce oleh Guru owe itu tidak bertentangan dengan ajaran Tantra.
Owe kaga merasa perlu memperbandingkan antara guru owe dengan Bodhisattva Gautama. Guru we ya guru owe.. Bodhisattva Gautama ya Bodhisattva GAutama.

So what gitu lohhh
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 11:04:19 AM


sayang sekali pada masa Buddha Gotama masih hidup tidak ada Rolls Royce, tapi mungkin anda pernah membaca kisah Sang Bodhisatta ditawari setengah dari kerajaan Magadha, menurut anda lebih tinggi mana nilai ekonomisnya dibandingkan dengan Rolls Royce? dan apakah Bodhisatta Gotama tergopoh-gopoh menerima tawaran itu?

Kakang Indra. Pertanyaan ini sangat mudah dijawab. Seperti yang owe bilang berulang kali. Tiap Guru punya pemikiran sendiri2. Owe masih orang kerdil dalam pencerahan. Owe kaga tahu APA motivasi Bodhisattva Gautama MENOLAK tawaran separuh Magadha dari Bimbisara dan apa pula motivasi Guru owe MENERIMA Roll Royce itu.
But kita kembali ke laptop eh teks. Owe mau kembali ingatkan, ini diskusi mengenai aliran Tantra, jadi teksnya nyang kita pake juga teks Tantra. Dalam Sila Bodhisattva kita tidak dianjurkan menolak pemberian orang lain, terutama yang dipersembahkan dengan tulus. Mungkin inilah dasar yang menjadikan owe menganggap penerimaan Roll Royce oleh Guru owe itu tidak bertentangan dengan ajaran Tantra.
Owe kaga merasa perlu memperbandingkan antara guru owe dengan Bodhisattva Gautama. Guru we ya guru owe.. Bodhisattva Gautama ya Bodhisattva GAutama.

So what gitu lohhh

saya hanya mengomentarri komentar anda yg "Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce". dan thread ini bukan mendiskusikan Tantra, topik yg dibawakan TS adalah nengenai LSY dan perilakunya
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Crescent on 25 July 2010, 11:05:43 AM
Sebenarnya Sang Buddha bisa hidup sampai selama waktu yg Beliau inginkan. Sang Buddha sudah mengutarakan 3x niat-Nya ini kepada YA. Ananda. Namun YA. Ananda yg tidak dapat menangkap maksud Sang Buddha, sehingga Sang Buddha pun mengambil keputusan tegas untuk meninggalkan Samsara pada usia itu juga. 
Seaindainya Sang Buddha tidak parinibanna pada saat itu... :'(

Maaf OOT.... :'(
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 11:06:12 AM
Perlu mengingatkan lagi.
Praktisi Dharma yang baek bukanlah MENGCOPY-PASTE sebanyak mungkin tindak tanduk atau perilaku Sang Buddha. Umpamanya - sekedar umpama - kalo Sang Buddha duduk menghadap arah timur, tidak berarti bahwa kita seluruh umatnya harus ikut2an duduk menghadap timur. Semua harus diambil inti dan poinnye, tidak asal "gebyah uyah" belaka.
Meskipun Bodhisattva Gautama menolak pemberian separuh Kerajaan Magadha, tidak harus Guru owe menolak pemberian Roll Royce.
Sang Buddha buktinya pernah menerima pemberian tanah dari Pangeran Jeta, nyang akhirnye terkenal sebagia Vihara Jetavana. Sang Buddha tahu bahwa pemberian tersebut akan berguna bagi pembabaran Dharma. Bagaimana Guru owe? Guru owe akhirnya toh mendanakan juga Roll Royce itu. So apa masalahnya?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 11:09:50 AM
=17326.msg279020#msg279020 date=1280027616]


sayang sekali pada masa Buddha Gotama masih hidup tidak ada Rolls Royce, tapi mungkin anda pernah membaca kisah Sang Bodhisatta ditawari setengah dari kerajaan Magadha, menurut anda lebih tinggi mana nilai ekonomisnya dibandingkan dengan Rolls Royce? dan apakah Bodhisatta Gotama tergopoh-gopoh menerima tawaran itu?
[/quote]

Kakang Indra. Pertanyaan ini sangat mudah dijawab. Seperti yang owe bilang berulang kali. Tiap Guru punya pemikiran sendiri2. Owe masih orang kerdil dalam pencerahan. Owe kaga tahu APA motivasi Bodhisattva Gautama MENOLAK tawaran separuh Magadha dari Bimbisara dan apa pula motivasi Guru owe MENERIMA Roll Royce itu.
But kita kembali ke laptop eh teks. Owe mau kembali ingatkan, ini diskusi mengenai aliran Tantra, jadi teksnya nyang kita pake juga teks Tantra. Dalam Sila Bodhisattva kita tidak dianjurkan menolak pemberian orang lain, terutama yang dipersembahkan dengan tulus. Mungkin inilah dasar yang menjadikan owe menganggap penerimaan Roll Royce oleh Guru owe itu tidak bertentangan dengan ajaran Tantra.
Owe kaga merasa perlu memperbandingkan antara guru owe dengan Bodhisattva Gautama. Guru we ya guru owe.. Bodhisattva Gautama ya Bodhisattva GAutama.

So what gitu lohhh
[/quote]

saya hanya mengomentarri komentar anda yg "Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce". dan thread ini bukan mendiskusikan Tantra, topik yg dibawakan TS adalah nengenai LSY dan perilakunya
[/quote]

Ah tidak bisa begitu Akang Indra. Ajaran LSY adalah masu ajaran Tantra. Mustahil mengulas apapun tentang tindak tanduk LSY tanpa melibatkan pembahasan mengenai Tantra. Itu tak masuk akal. Maaf saya tidak bisa menerima apa yang Akang sampekan. Silakan kirimi ogud BRP lagi sebanyak2nya. Owe kaga peduli. Owe cuman mau membiktikan, perilaku guru owe itu tidak bertentangan dengan ajaran Tantra. Nah jadi ente bisa putusken sendiri, Die masuk guru sesat apa kaga?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 11:11:29 AM
Perlu mengingatkan lagi.
Praktisi Dharma yang baek bukanlah MENGCOPY-PASTE sebanyak mungkin tindak tanduk atau perilaku Sang Buddha. Umpamanya - sekedar umpama - kalo Sang Buddha duduk menghadap arah timur, tidak berarti bahwa kita seluruh umatnya harus ikut2an duduk menghadap timur. Semua harus diambil inti dan poinnye, tidak asal "gebyah uyah" belaka.
Meskipun Bodhisattva Gautama menolak pemberian separuh Kerajaan Magadha, tidak harus Guru owe menolak pemberian Roll Royce.
Sang Buddha buktinya pernah menerima pemberian tanah dari Pangeran Jeta, nyang akhirnye terkenal sebagia Vihara Jetavana. Sang Buddha tahu bahwa pemberian tersebut akan berguna bagi pembabaran Dharma. Bagaimana Guru owe? Guru owe akhirnya toh mendanakan juga Roll Royce itu. So apa masalahnya?

saya tidak ingin membandingkan tapi saya harus menjawab anda.

Sang Buddha memperbolehkan menerima empat jenis benda kebutuhan :
1. Jubah
2. Makanan
3. Tempat tinggal (Vihara)
4. Obat-obatan.

mengenai Tanah yg anda maksudkan sebenarnya adalah Vihara Jetavanna sebagai tempat tinggal, dan di antara 4 kebutuhan tsb, tidak tercantum Rolls Royce, Rolex, dll. namun sesuai jawaban anda, tidak bisa menyamakan guru saya dengan guru anda, guru saya adalah Buddha Gotama, Guru anda adalah (katanya) Buddha hidup
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 11:12:52 AM
Jadi ..... hingga sejauh ini...

1.Masalah Guru owe pake anting sudah terjawab.
2.Masalah Living Buddha juga seharusnye sudah terjawab.
3.Masalah Roll Royce seharusnya sudah terjawab.

Apakah masih ada nyang kaga puazzzz? Silakan saja tanya kembali.

Anda puazz... Anda puazzz.... kami lemazzz.... jreng...jrengg....jreng....
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 11:13:17 AM

Ah tidak bisa begitu Akang Indra. Ajaran LSY adalah masu ajaran Tantra. Mustahil mengulas apapun tentang tindak tanduk LSY tanpa melibatkan pembahasan mengenai Tantra. Itu tak masuk akal. Maaf saya tidak bisa menerima apa yang Akang sampekan. Silakan kirimi ogud BRP lagi sebanyak2nya. Owe kaga peduli. Owe cuman mau membiktikan, perilaku guru owe itu tidak bertentangan dengan ajaran Tantra. Nah jadi ente bisa putusken sendiri, Die masuk guru sesat apa kaga?

Baiklah, thread ini membahas Tantra tapi jelas Topik yg dibawakan adalah "Seputar LSY" jadi tentunya tidak salah jika kita membicarakan perilakub LSY di sini. bagaimana menurut TS?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 11:17:02 AM
Ternyata Akang Indra sangat cepat dan tangkas dalam menjawab.

Benar sekali. Di dalam Vinaya ada disebutkan empat jenis pemberian. Masalahnye, apakah di luar itu pasti tidak boleh? Saya pernah mendanakan sejilid buku pada seorang Bhante.. apakah itu salah? Lalu bagaimana kalo ada bhikshu atau bhikkhu yang memakai handphone? Apakah itu juga ga boleh karena di luar empat pemberian di atas.

Meskipun Die memakai gelar Living Buddha, tidaklah bijaksana menyatakan bahwa Beliau harus Copy and Paste dari Sakyamuni Buddha. Owe yakin, Die punya alasan-alasan sendiri, dan sembagai siswaNye bukan urusan aye untuk mengomentarsi segenap tindak tanduk guru gw.

Hanya yang bisa gw luruskan ya gw luruskan saja. Tapi semuanya juga terserah ente2 aja. Mumpung gw masih ada waktu ya gw luruskan aja.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 11:18:17 AM
100 ah
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 11:20:32 AM
Sangat lucu mengulas mengenai LSY tetapi tanpa menghubungkannya dengan ajaran Tantra. Kalau tidak dihubungkan dengan ajaran Tantra lantas mau dihubungkan dengan ajaran apa? Kang Indra sendiri juga menghubungkan thread ini dengan ajaran Buddha; contohnya mengulas mengenai empat pemberian. Itu sudah menghubungkan thread ini dengan ajaran Buddha. Apakah terus jadi OOT?
Apakah harus menghubungkan segenap perilaku LSY dengan ajaran2 agama lain? Nah kalo itu owe nyerah huehuehuehue..... :P
Selama masih ada hubungannya dengan pembahasan mengenai perilaku LSY saya kita tidak masalah. Kalo bahasnya tidak didasari ajaran Tantra, mao didasari ajaran apa? kr****nkah? ka****kkah? atau Islamkah?

Marilah berdiskusi dengan itikad baik.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 25 July 2010, 11:37:46 AM
bagaimana dengan foto dia di kolam renang dengan cewe2 dan pas maen pedang2an di halloween party?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 11:38:24 AM
Sangat lucu mengulas mengenai LSY tetapi tanpa menghubungkannya dengan ajaran Tantra. Kalau tidak dihubungkan dengan ajaran Tantra lantas mau dihubungkan dengan ajaran apa? Kang Indra sendiri juga menghubungkan thread ini dengan ajaran Buddha; contohnya mengulas mengenai empat pemberian. Itu sudah menghubungkan thread ini dengan ajaran Buddha. Apakah terus jadi OOT?
Apakah harus menghubungkan segenap perilaku LSY dengan ajaran2 agama lain? Nah kalo itu owe nyerah huehuehuehue..... :P
Selama masih ada hubungannya dengan pembahasan mengenai perilaku LSY saya kita tidak masalah. Kalo bahasnya tidak didasari ajaran Tantra, mao didasari ajaran apa? kr****nkah? ka****kkah? atau Islamkah?

Marilah berdiskusi dengan itikad baik.

sepertinya anda salah memahami saya,

kata2 saya sebelumnya adalah
Quote
Baiklah, thread ini membahas Tantra tapi jelas Topik yg dibawakan adalah "Seputar LSY" jadi tentunya tidak salah jika kita membicarakan perilakub LSY di sini. bagaimana menurut TS?

tapi baiklah, saya memilih untuk berdiskusi dengan Bro 4DMYN saja, tadinya saya pikir anda bisa menjelaskan dengan lebih baik tanpa emosi, tapi ternyata 4 dari 4 pengikut LSY (100%) selalu meluapkan emosi pada saat berdiskusi. saya usdah cukup lama berdiskusi dengan Bro 4DMYN, jadi saya sudah bisa mengenali gayanya dan bisa menerima emosinya. saya sudah cukup berdiskusi dengan anda.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 11:47:41 AM
berarti guru anda jualan kecap dengan mendompleng ketenaran buddha =))

duhhh bro Ryu... sesama PABRIK KECAP harap bisa menahan diri dan tidak ASBUN dehhh

Quote
Bro Upasaka :
Di dalam Aliran Tantrayana, dikenal sebuah gelar yang disebut "Rinpoche"; yang arti dalam Bahasa Inggris-nya adalah precious. Kata precious ini jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia artinya adalah "berharga". Namun gelar "Rinpoche" disebut dengan istilah "huo fo" dalam Bahasa Mandarin. Mungkin karena Bahasa Mandarin lebih mementingkan pelafalan ("Rinpoche" dan "huo fo" dianggap memiliki bunyipelafalan yang cukup mirip; contoh lain adalah "Arahat" yang dalam Bahasa Mandarin disebut sebagai "luo han").  Tapi dengan adanya penyadur-ulangan istilah antar bahasa seperti ini, makna dan definisi pun jadi bergeser. Karena LSY adalah orang ras Tionghoa, mungkin dia lebih terkenal dengan gelar "huo fo" daripada Rinpoche. Dan ketika ditanya apa artinya "huo fo", tentu saja diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris menjadi "Living Buddha".

Nah kalau LSY org Taiwan dan disana dipakai huo fo dan tak ada yg protesss ya udahlah..
tapi kalau memang Rinpoche/Lama di translate ke English... ya jangan mencari kesempatan
dalam kesempitan menjadi LIVING BUDDHA....kalau elu orang barat persepsinya gimana?
bukankah sama akan PABRIK KECAP...

Mohon tunjukan kamus Buddhist mana yg menterjemahkan Rinpoce menjadi LIVING BUDDHA !
koq malah mendadak diterjemahkan menjadi LIVING BUDDHA ? mohon masukannya.....

Mohon hargain ya sesama PABRIK KECAP  :P :P :P :P :P
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 11:49:10 AM
Kakang Indra salah. Saya jelas tidak emosi. Bagaimana pula Anda tahu saya emosi? Ente bukan saya. Kedua, dari kalimat mana menunjukkan saya emosi. Lagipula untuk apa saya emosi? Ogud kenal ente aja kagak dan... ente juga kaga kenal aye. So jangan gitu ah... Dikit2 bilang gw emosi. Tuh coba liat, khan dalam postingan aye masih banyak gaya becandaannya.
Gini Kang Indra. Aye kaga emosi. Ente mau omong apa aja juga ente kaga marah. Pariahina ini juga tokoh fiktif yang hidup dan matinye hanya sebatas koneksi modem. Kalo modem aye matiin, mati pulalah si paria hina. Kalo modem aye hidupin ya hidup lagilah si paria hina. Aye yang di dunia nyata kaga sama dengan paria hina di dunia maya. Aye juga anggep Akang Indra itu tokoh maya. Mungkin juga di dunia nyata, Akang Indra bukanlah "Indra", melainkan bisa Jono, Tono, Parto, dll... who Knows? So mohon dipersori.. aye kaga nganggep Akang Indra dan yang lainnya itu real. So buat apa aye emosi?
Karena itu, aye kaga ada perasaan benci. Lha benci ama tokoh2 fiktif ya bodo khan?
Mungkin aja tanpa disadari dalam keidupan nyate kita ini adalah temen2 dan sahabat baek satu sama laen.

Ah jangan ngambek gitu ah Kang Indra. Ayolah jangan nuduh saya emosi.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 11:52:34 AM
bagaimana dengan foto dia di kolam renang dengan cewe2 dan pas maen pedang2an di halloween party?

Mengenai berenang di kolam renang dengan kaum wanita. Itu adalah foto yang dipotong. Pada kenyataannya di sana juga ada acharya-acharya pria.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 11:53:43 AM
O ya maap... Saya salah baca postingan Akang Indra. Oke permasalahan sudah klir.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 11:57:12 AM
Kalo aye punya niat nyang kaga baek dan mau membanding2kan masing2 guru. Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye. Inget orang kasih Roll Royce (bukan cuman sekedar pisang goreng) tentunya kaga sembarangan, menginget harganye nyang kaga moerah. Mestinya kalo ente pikir positif, guru itu ada nyang kasih Roll Royce, tentunye dia bukan orang sembarangan.
Kalo aye mau sombong dan mau bikin atta aye setinggi Gunung Sumeru, aye akan bilang: "Wadouw Guru ente mah kecil. Mana pernah dia terima barang segitu berharga. Pasti kaga ada ilmunye tuh." Aye juga bisa pikir, "Guru ente itu cuman pinternye teori en teori kaga bisa dimakan. Guru aye hebat karena BISA menyelesaikan masalah umatNye, termasuk masalah duniawi." Bukti hidupnye ya adalah mobil Roll Royce itu sendiri. Aye makin yakin sama Guru Aye dan ajaranNye. Ajaran Die memang Buddhadharma sejati.
Nah gimane kalo aye jadi poenya pikiran gitoe? Joejoernye sebelum ente posting masalah itu di sini, aye kaga poenya pikiran begini. huehueheue  :P  :P  :P :P :P :P :P :P

bro Pariahina,

alamak tambah dijelasin tambah rumit bro....

bisakah tunjukan TRANSPARANSI.................mohon dijunjung tinggi sebuah kata transparansi...

Pemberian RR (Rolls Royce)... hahaa lama2 keti RR jadi capek juga dehhh gak dijawab-jawab...
menunjukan...

1. Ohhh muridnya punya RR
2. muridnya memberikan...
   bisa jadi muridnya kongomerat nah... kalau ada yg bisa memecahkan masalah besarnya,
   ketapa tidak dikasih deh 5% atau 10% yg jumlahnya cukup utk beli RR

itu aja.... kemulian seseorang (guru) tidak juga dilihat dari harta benda yg dimiliki atau yg diberikan....

lha elu jadi muridnya koq mau tanya RR begitu sulit? mungkin udah di "brainwash"

Bagaimana dgn IRS di USA? apakah penerimaan hadiah berupa RR harus dilaporkan ?
mohon masukannya dehhhh sekali lagi mohon TRANSPARANSInya dehhhh
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 12:00:00 PM
bagaimana dengan foto dia di kolam renang dengan cewe2 dan pas maen pedang2an di halloween party?

Mengenai berenang di kolam renang dengan kaum wanita. Itu adalah foto yang dipotong. Pada kenyataannya di sana juga ada acharya-acharya pria.

Bro ini berita menarik. menarik sekali. kalau di Indonesia ada kah acara renang2 sama siswa2 ceweknya master? kalau ada gw mau JOIN dehhhh...(sorry udah lama sekali gak berenang)...

jadi sekalian berenang sambil mempelajarin ajaran............... mohon PM juga bisa bro...

GW mulai tertarik deh sama yg diatas itu...

dengan tanggap Pariahina, berarti
extrakulikurer dlm kolam renang memang ada!

jangan  acharya-acharya pria lainnya begitu masuk kolam langsung NGOMPOL..  :)) :)) :))
zzeeezezeez zezeezez zezezezezez (soalnya belum biasa, harap maklum)

bro mohon tampilkan foto lengkap yg belum dipotong dehhh biar thread ini lebih panas di hari minggu yg sepi ini.... pls pls.

wahhh trus acharya2 nya gak bisa renang dan diajarin cewek2 renang TIDUR...asyiik dehhh spt yg di film itu...  :'( :'( :'(
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 25 July 2010, 12:05:42 PM
bayangin aja kalo semua biksu boleh berenang dengan murid2 ceweknya???? apa kata duniaaa??


trus dengan dalih ingin menghargai tradisi setempat, malah maen pedang2an ujung2nya....pantaskah itu?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 12:10:32 PM
bayangin aja kalo semua biksu boleh berenang dengan murid2 ceweknya???? apa kata duniaaa??


trus dengan dalih ingin menghargai tradisi setempat, malah maen pedang2an ujung2nya....pantaskah itu?
Itu belum apa2 dehhhh NPNG,... jangan pikir terlalu jauhhhhhhhhhh
begitu selesai renang langsung muridnya tanya (ini kalau muridnya gw lho)...

Master gimana kalau diteruskan acara SUN TAN LOTION...........
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 12:16:27 PM
Akang NPNG, bisa dijelaskan apa itu yang dimaksud pedang2an?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: andry on 25 July 2010, 12:18:42 PM
hmm.... interesting...
jika memang ada data ttg RR, dan bro johan sudah mendapakannya. lantas gmn bro?
adakah keuntungan bagi pencapaian tingkat batin anda? atau ini, hanya sebatas kepuasaan batin belaka?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 25 July 2010, 12:24:31 PM
Akang NPNG, bisa dijelaskan apa itu yang dimaksud pedang2an?

coba liat foto yg saya post...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 12:28:40 PM
hmm.... interesting...
jika memang ada data ttg RR, dan bro johan sudah mendapakannya. lantas gmn bro?
adakah keuntungan bagi pencapaian tingkat batin anda? atau ini, hanya sebatas kepuasaan batin belaka?
Pembicaraan mengenai kemajuan BATIN adalah di tingkat yg lebih atas.
sedangkan TRANSPARANSI adalah hanya di tingkat corporate, institution or government....

jadi gimana ya orang yg berbicara di tingkat tinggi (spiritual) aja gak bisa menghargain TRANSPARANSI...

beberapa hari yg lalu Daisy Anwar mewawancarain Dalai Lama mengenai attribute apa yg diperlukan menjadi pemimpin yg baik.... salah satunya adalah TRANSPARANSI..............

Gw ambil contoh sebuah kapal trans benua yg mengangkut kontainer (cargo),
nah disana ada LOG BOOK dan semua kejadian dalam kapal di catat. Serta Log Book tsb boleh dibaca. Karna tidak ada yg dirahasiakan.

Masalah LIVING BUDDHA kalah sama KAPAL CARGO ?

mana info Rolls Royce nya ? kapan dikasih? kapan dijual kembali ?  :)) :))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 12:31:30 PM
bagaimana dengan foto dia di kolam renang dengan cewe2 dan pas maen pedang2an di halloween party?

Mengenai berenang di kolam renang dengan kaum wanita. Itu adalah foto yang dipotong. Pada kenyataannya di sana juga ada acharya-acharya pria.


Bro ini berita menarik. menarik sekali. kalau di Indonesia ada kah acara renang2 sama siswa2 ceweknya master? kalau ada gw mau JOIN dehhhh...(sorry udah lama sekali gak berenang)...

jadi sekalian berenang sambil mempelajarin ajaran............... mohon PM juga bisa bro...

GW mulai tertarik deh sama yg diatas itu...

dengan tanggap Pariahina, berarti
extrakulikurer kolam renang memang ada!

jangan  acharya-acharya pria lainnya begitu masuk kolam langsung NGOMPOL..  :)) :)) :))
zzeeezezeez zezeezez zezezezezez (soalnya belum biasa, harap maklum)

bro mohon tampilkan foto lengkap yg belum dipotong dehhh biar thread ini lebih panas di hari minggu yg sepi ini.... pls pls.

wahhh trus acharya2 nya gak bisa renang dan diajarin cewek2 renang TIDUR...asyiik dehhh spt yg di film itu...  :'( :'( :'(
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 12:42:20 PM
Mau obrolin masalah Roll Royce,

Masalahnye kayak gini. Kalo ente sudah diliputi kebencian dan antipati:

1.Mau dijawab Master LSY menerima mobil itu selama 1 hari, ente juga akan bilang ah Master LSY itu begini... begono.
2.Mau dijawab Master LSY memegang mobil itu selama 2 tahun, ente juga akan bilang idem dito.
3.Mau dijawab Master LSY memengang mobil itu selama ........ kurun waktu, ente juga akan bilang idem dito.

So... pertanyaan di atas kaga ada gunanya dijawab.


Selanjutnye, organisasi dan perguruan Buddhis itu ada bejibun banyaknye. Apakah ente juga tahu secara pasti segenap PEMASUKAN  en PENGELUARAN perguruan ente? Ente tidak bisa menuntut murid-murid suatu perguruan menjawab suatu pertanyaan, yang murid2 perguruan laen BELUM TENTU dapat menjawabnya. Sebagai contoh, dapatkah siswa Guru Dagpo Rinpoche menjelaskan berapa biaya membangun tempat retret di Perancis? Berapa pajaknya?  Bisakah siswa Guru-guru lainnya menjelaskan berapa harga HP guru2 mereka. Adanya notanya kaga? Kalo pemberian orang, berapa lama HP itu diberikan? Jangan ngelit dengan alasan ah HP beda ama Roll Royce. Dua2nye khan sama2 barang. Terus mank  kalo kaga ada HP bisa mati? Guru Buddha aje kaga poenya HP. Ini kebenaran yang pasti 100 prosen bener - lha zaman itu lom ada HP khan?  :P
Kalo aye mau nakal, aye juga bisa tanya... lha itu bangun Foguangshan pake duit siapa? Gimana urusan pajaknye. Gile bisa bangun vihara segede itu... siapa tuh donaturnya. Ngapain juga bangun vihara segede itu. Bukannya Sang Buddha itu dah cukup dengan vihara sederhana.
Nah, gw cuman mau memperingatkan ada pertanyaan yang patut ditanyakan dan kagak. Janganlah kita mengarang2 pertanyaan hanya karena kita antipati atau benc.

Jadi lepas dari masalah transparasi apa kaga, gw kaga mau pusingin masalah Roll Royce. Itu bukan urusan aye sebagai siswanye. Sebagai siswa tugas aye adalah melatih diri sesuai dengan sadhana yang diajarkan guru aye. Guru aye mau punya villa mewah, vihara kayak hotel, HP bagus, mobil bagus, dll. Itu bukan urusan aye. Sebodo taek lah. Hanya berlatih Dharma dan berlatih. Itu nyang penting.

Guru aye mau punya villa mewah, vihara kayak hotel, HP bagus, mobil bagus, dll. Itu bukan urusan aye. Sebodo taek lah. Hanya berlatih Dharma dan berlatih. Itu nyang penting.

Kalau di Tantra kan katanya hrs memilih guru yg tepat. Kriteria2 apakah yg bro jadikan acuan bahwa LSY adalah guru yg baik dan tepat ? mohon sharing nya dunngg.

Dengan posting bro yg ini.... udah memberikan gambaran sejauh mana kemampuan bro dapat analisa dan pengamatan dalam suatu masalah dgn jernih.... (nice post... nice post...)

gw rangkum dehhh :

Bro Pariahina gak ambil pusing kalau gurunya punya villa mewah, vihara kayak hotel, HP bagus, mobil bagus, dll (asumsi termasuk berenang sama setumpuk cewek2 juga)
^ itukah contoh produk murid LSY ?  :o :o :o :o :o

kalau di Indonesia kapan ada fasilitas komlam renangnya gw join dehhhh
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: xenocross on 25 July 2010, 12:46:12 PM
sampai harus cari referensi dari forum tetangga
Quote
Svashtiastu Bro Fran 

Point pertama dari pertanyan bro Fran :

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya,sebelum kita MEMANDANG seorang GURU sebagai BUDDHA,kan saya bilang kita selayaknya melewati sebuah masa pencarian sebelumnya,based on pasal2 Guru yg qualified yg udah disebutkan dalam "Guru Pancasikha". Ini bisa dibilang proses penyaringan/pencarian.

Contoh kasus : Atisha yang berguru kepada lebih dari 100 orang Guru dalam masa pencariannya, Naropa mencari Tilopa walaupun Naropa sendiri adalah seorang Maha Pandita di Nalanda, Marpa mencari Naropa di India walaupun naik turun gunung Hiamalaya, Milarepa mencari Marpa karena haus akan ajaran walaupun di-"siksa" dulu sebelum diberi ajaran.

Perlu digrisbawahi bahwa SEORANG GURU YANG LAYAK DIPANDANG SEBAGAI BUDDHA SALAH SATU KRITERIANYA ADALAH IA YANG TIDAK PERNAH MENDEKLARASIKAN DIRINYA SEBAGAI YANG PALING WAH,melainkan IA SELALU MENUNJUKKAN KEPADA KITA KUALITAS2 GURU DIATASNYA ATAUPUN PARA BUDDHA/BODHISATTVA/MASTER2 LAINNYA.
http://www..com/forum/index.php?topic=24.15

ntar aku cari referensi di kitabnya....
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: xenocross on 25 July 2010, 01:06:17 PM
Dengan maksud agar sumpah-sumpah,
baik dari Guru maupun murid tidak merosot, maka keduanya harus saling memeriksa
sebelum menjalin ikatan Guru dan murid
(untuk menentukan apakah seseorang sesuai atau tidak). (6)

Seorang siswa dengan sadar seharusnya tidak menjadikan seseorang sebagai Guru,
mereka yang kurang cinta kasihnya alias pemarah, kejam atau sombong, tamak,
tidak disiplin atau menyombongkan pengetahuannya.(7)

Seorang Guru seharusnya mantap dalam tindakannya,
ucapannya menimbulkan semangat, bijaksana, sabar dan tulus. Beliau seharusnya tidak menyembunyikan kekurangan-kekurangan ataupun berpura-pura memiliki sifat-sifat yang sebenarnya tidak dimilikinya.
Ia seharusnya orang yang ahli dalam pengetahuan Tantra dan tata upacara
(penyembuhan dan pengendalian rintangan-rintangan),
beliau seharusnya juga memiliki cinta kasih
dan pengetahuan yang mendalam terhadap Sutra-sutra. (8

Seorang Guru harus mempunyai keahlian sempurna dalam sepuluh bidang pengetahuan,
ahli dalam melukis mandala,
berpengetahuan sempurna,
mampu menerangkan Tantra,
memiliki keyakinan tulus tertinggi
dan indrianya sepenuhnya terkendali. (9)


Pada umumnya, seorang Guru Mahayana harus memiliki sepuluh sifat-sifat di bawah ini:
1.   Berdisiplin sebagai hasil penguasaan atas praktek samaya yang tinggi atas pengendalian moral.
2.   Batinya tenang sebagai hasil dari samadhinya yang tinggi.
3.   Mampu melindungi dirinya dari berbagai klesha serta rintangan atas kebijaksanaan luhur.
4.   Memiliki pengetahuan yang lebih banyak dari pada siswanya khususnya atas ajaran yang hendak di berikan.
5.   Bersemangat serta tekun dan gembira dalam memberi ajaran.
6.   Menjadi harta karun atas pengetahuan ajaran Sutra-sutra.
7.   Mencapai dan memahami sunyata.
8.   Ahli dalam menyampaikan berbagai ajaran.
 
9.   Memiliki maitri karuna yang besar dan
10.   Tidak segan mengajarkan dan berusaha demi para siswanya dengan tidak mengabaikan kesanggupan mereka.

Seorang Vajracharya harus memiliki kualitas-kualitas yang lebih baik lagi sebagaimana yang tertulis dalam kitab-kitab suci, yang terpenting adalah Guru itu seharusnya orang yang kehadirannya menyebabkan semua orang menjadi tenang, damai dan merasa santai. Bahkan sorot matanya saja dapat menyebabkan kesejukan luarbiasa dalam hati yang melihatnya dan maitri karunanya tanpa batas.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: xenocross on 25 July 2010, 01:09:47 PM
Di lain pihak, bagaimanapun sebagai seorang Guru beliau seharusnya tentu juga selalu bersikap rendah hati, tidak sombong atau congkak menyombongkan kehebatan dirinya yang patut di hormati. P’a-ra Rinpoche salah satu siswa yang telah mencapai Pencerahan dari Guru senior dan junior Dalai Lama ke 14 (Kyabje Ling Rinpoche dan Kyabje Trijang Rinpoche), selalu menaruh kitab suci di dekat tempat duduknya, mengenai hal ini beliau menjelaskan dengan mengatakan bahwa ketika orang-orang datang berkunjung dan bersujud kepadanya, paling tidak mereka akan memperoleh kebajikan dari bersujud pada kitab suci jika beliau tidak memiliki keluhuran.

LIMA PULUH SLOKHA GURU PANCASHIKA
Oleh: Acharya Aryashura
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 01:41:31 PM
Ini topik yang luar biasa, selama ogud "absen" beberapa hari aja udah jadi 18 pages. Ogud tadi coba baca2 cepat, hingga page 1. Ada beberapa hal yang ingin ogud tanggepi.

1.Ada yang mengkritik mengapa saat kebaktian LSY bagi2 pil Dharma dll.

Pertanyaan ini barangkali timbul karena yang bersangkutan tidak atau belum paham Tantrayana, khususnya Tibetan Tantrayana. Sesungguhnya dalam ajaran Tantra pembagian benda2 semacam itu adalah umum. Gw pernah ikut acara puja satu Rinpoche. Di situ juga dibagiin pil Dharma, kalo ga salah pas pua Jambhala. Terus ada juga pembagian jimat2 yang bentuknya empat persegi. Gw ada buku tentang jimat2 Tibet :P. Memang jimat seperti ini ada di buku itu. Terus ada lagi acara tolak bala yang diadakan di acara itu, kayak cisua gitu di kepercayaan China. Suruh kumpulin rambut en kuku. Hmm mistis kaga ya. Selama ikut ajaran Guru LSY gw kaga pernah ada acara kumpulin rambut n kuku. Jadi kesimpulannya, dalam hal ini, ajaran Guru LSY tidak menyimpang dibandingkan Tantra lainnya. Semoga dengan penjelasan ini, case bisa closed. Jadi bisa dilanjut bahas lain yang lebih penting.

2. Masalah anting dan perhiasan dan cincin.

Kakang Johan3000 ada ngomong kalo bisa saja menjalankan upacara dengan baik tanpa perhiasan dkk. Ya.... itu khan pendapat pribadi Johan3000. Ya kalo Akang Johan bisa melaksanakan upacara dengan baik tanpa semua itu ya monggo kerso. Itu pendapat pribadi Anda dan bagi gw ga menyatakan apapun. Ga ada artinya apa2. Sah0sah saja kowe mau menyatakan kowe punya pendapat pribadi. Nyang penting khan 4Dmyn dan Wencie udah jelasin makna2 cnincin itu. Kang Johan3000 mo ngomong apa lagi masalah cnincinan ya terserah. Yang pasti itu ada hubungannya dengan upacara keagamaan. Kayaknya ga ada pendapat baru lagi seputar cincin yang perlu ditanggapi.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 01:46:35 PM
Mengenai foto pedang2an NPNG, gw pengen tanggepin. Tapi udah balik2 ampe halaman 1 ga nemu fotonya. Mungkin supaya lebih cepat silakan ente kasih tau ada di page berapa.
Kemudian supaya cepat saya coba kasih tanggepan dikit. Mohon ampyun kalo OOT atau ga seperti yang dimaksud karena ogud kaga atawa lom liat potonya.
Sebenernye bhikshu2 Tibet ada pula nyang tuh tarian topeng. Maknanye sebenarnya adalah budaya. Kriteria pantas dan tidak pantas itu adalah di masing2 orang sendiri. Mungkin bagi sebagian orang pantes, tapi bagi yang lain tidak. Ya terserah sahaja.
Bagi gw kaga ada masalah kalo Guru gw mau tarian pedang. Justru gw bangga, Guru gw itu menghormati budaya. Selama agama Buddha masuk ke China ada juga dilakukan adaptasi terhadap budaya setempat.
Nah gw ga tao apa jawaban gw di atas mengena ape kagak. Tapi kalo lomlah mengena kasih gw liat gambar tarian pedang nyang dimaksud.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 25 July 2010, 01:54:57 PM
foto2 yang saya tampilkan semuanya uda dihapus ama TBSN...beberapa menit setelah saya post.foto pertama lgsg di hapus..trus sekarang foto2nya uda dihapus semua...itu gmn tanggapnnya?

fotonya di halloween party, maen pedang maenan..apakah itu termasuk ritual?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 02:02:20 PM
foto2 yang saya tampilkan semuanya uda dihapus ama TBSN...beberapa menit setelah saya post.foto pertama lgsg di hapus..trus sekarang foto2nya uda dihapus semua...itu gmn tanggapnnya?

fotonya di halloween party, maen pedang maenan..apakah itu termasuk ritual?

Lha kalo fotonya kaga ada ya gimane aye mau komen? Ya kalo nurut gw ente tanya aja ma TBSN napa kok dihapus. Kalo aye bilang seh, foto2 tu punya sapa? TBSN khan? Ya tu hak mereka tuk ngapus. So sah2 aje lah. Tu barang juga poenya mereka. Laenlah ceritanye kalo mereka ngapus barang poenya orang laen.
Ya... meski bukan ritual, tapi bisa dianggap wujud penghargaan terhadap budaya bukan?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 25 July 2010, 02:06:43 PM
http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/48.jpg

http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/45.jpg

eh ketemu...coba ke tkp..gw penasaran aja..mang boleh gt maen2 gt?

budaya seh budaya pari..tapi apakah perlu seperti itu?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 02:14:24 PM
Wah gambar yang bagus. Tuh khan Akang NPNG dah berburuk sangka. Nyatanye kagak diapus gitu lho. Buktinye tuh masih ada.
Ya komen gw seh apa masalahnye? Acara itu khan bisa mengakrabkan Guru dengan muridNye? Namanye Guru khan kaga mesti harus duduk diam dengan kukuh di atas altar Dharma khan? Mank kalo Guru bisa menyatu dengan para siswaNye apa nyang salah dengan itu.

Ah gw tadi penasaran. Baru tao ada poto itu. [Ah kirain poto apaan.. gitu gw pikir dalem ati]. Ternyata cuman poto kayak gitu doank. Lain kalo misalnye Guru gw tampil tanpa sehelai benangpun. Nah kalo kek gitoe baroe ceritanye laen. Mungkin malah gw bisa langsung ganti Guru. Wkwkwkwkwk.

Ya jadi singkat aja. Gw ga ada masalah dengan poto itu. Masalah pantes kaga pantes itu pulang pada masing2 pribadi. Gw seh lebih seneng Guru nyang bisa menyatoe dengan muridNye.

Justru dari poto itu, tuduhan bahwa LSY sombong udah terpatahkan. Lha kalo Beliau sombong, mana mau Beliau maen2 kayak gitu dengan murid2Nye? Marilah direnungin.

Kok jadi makin yakin ya ama Guru gw. hueheuehue =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 02:16:55 PM
http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/48.jpg

http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/45.jpg

eh ketemu...coba ke tkp..gw penasaran aja..mang boleh gt maen2 gt?

budaya seh budaya pari..tapi apakah perlu seperti itu?

Tambahan lagi..... ah itu khan opini loe Akang NPNG. Bagi gw seh ga menyatakan apa2. Elo boleh juga poenya opini kek gitoe. Sah-sah aja.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 25 July 2010, 02:18:24 PM
mnurut gw gak pantas, menurut bro pantas..kemabli lagi ke pandangan masing2..

oya..yang foto kolam renang gmn tuh?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 25 July 2010, 02:22:59 PM
foto yang saya tampilin di page 9 soalnya ga ada gambarnya lagi..jd saya berpikir uda dihapus..
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 02:23:49 PM
mnurut gw gak pantas, menurut bro pantas..kemabli lagi ke pandangan masing2..

oya..yang foto kolam renang gmn tuh?

Betul Akang. Kite punya pandangan nyang beda. Gw kaga dendam atawa benci atawa emosi kalo akang punya kriteria laen. Itu sah2 aja. Malah ada perbedaan dunia jadi indah.

Kalo poto kolam renang bukankah owe udah jawabin? Ya itu nyang gw tau potonya dipotong. Jadi Guru gw bukan cuman di kolam renang ama cewe2 aja. Ada juga Shangshi2 (Acharya) prianya. So apa masalahnya? Laen halnya kalo itu CUMA ADA wanita2 doank. Mungkin gw juga langsung ganti Guru hehehehehee. Tetapi sebelum ganti gurupun gw akan coba memahami duduk perkaranya.

Seorang guru tidak ada larangan berenang bukan? Seorang guru tak harus berenang sendirian bukan?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 02:26:27 PM
Sekali lagi... Guru gw berenang sama banyak orang membuktikan bahwa Die kagak sombong. Karena itu tuduhan bahwa LSY menyombongkan diri justru terpatahkan dengan foto2 itu.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 03:31:24 PM
mantap2 jawabannya, semakin pasti LSY tidak patut diteladani =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 03:38:02 PM
mantap2 jawabannya, semakin pasti LSY tidak patut diteladani =))

We ladalah Akang Ryu. Sikap tidak sombong masak ga patut diteladani. Wouw jadi yang bener harus sombong ya? Mantab2 jawabannya. Semakin membuktikan bahwa justru murid2 "Guru Benar" yang "patut" diteladani. huehuehue :P
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 03:39:46 PM
mari kita buat daftar : tidak sombong maka boleh berenang dengan cewe2, baik hati ada orang sumbang rol royce maka di terima agar orang yang memberi tidak tersinggung, upacara pakai perhiasan2 agar menarik (kayaknya jelek kalau ga pake perhiasan) demi menghormati umat semua adat pasti akan diikuti walau terlihat buruk juga =)) tolong dong buat daftar lagi.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 03:41:47 PM
mantap2 jawabannya, semakin pasti LSY tidak patut diteladani =))

We ladalah Akang Ryu. Sikap tidak sombong masak ga patut diteladani. Wouw jadi yang bener harus sombong ya? Mantab2 jawabannya. Semakin membuktikan bahwa justru murid2 "Guru Benar" yang "patut" diteladani. huehuehue :P

=)) =)) =)) iya tidak sombong, kalau ada member cewe ingin "burung" LSY pasti dikasih biar ga dibilang sombong =)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 03:45:14 PM
mari kita buat daftar : tidak sombong maka boleh berenang dengan cewe2, baik hati ada orang sumbang rol royce maka di terima agar orang yang memberi tidak tersinggung, upacara pakai perhiasan2 agar menarik (kayaknya jelek kalau ga pake perhiasan) demi menghormati umat semua adat pasti akan diikuti walau terlihat buruk juga =)) tolong dong buat daftar lagi.

eng ing eng... udah melenceng.
Paria hina mau meluruskan
Supaya tidak makin bengkong
Nah dengarlah baek-baek:

Guru gw tidak cuman berenang dengan cewe2. Khan udah dikasih tahu berulang2. Jadi jangan "cewe2"nya doang yang ditekenin. Jangan lupa. Apa yang dikau tulis itu cerminan pikiran dikau.

Cincin yang dipake itu dah dikasih tahu berulang2 kalo itu ada makna sepiritualnya.

Roll Royce diterima udah sesuai dengan sila Bodhisattva, juga udah dikasih tahu berulang-ulang.

Murid "Guru Benar" suka ngeyel ya? Ayolah kasih hal baru. Masa ini terus yang dibahas hue2. Kehabisan ide ya?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 03:49:08 PM
Ah Akang Ryu... Dalam sejarahnye nyang gw tahu.. kaga ada tuh muridnya Guru gw yang minta "burung." Mungkin loe demen ama "burung" ya. Makanya mikirin "burung" mulu? Hayo ngaku! :P

Nyontek omongan satu Guru Bijak: Apa yang kau katakan itulah cermin pikiranmu.

Eh omong2 ada ga pertanyaan laen yang lebih mutu?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 03:51:45 PM
mari kita buat daftar : tidak sombong maka boleh berenang dengan cewe2, baik hati ada orang sumbang rol royce maka di terima agar orang yang memberi tidak tersinggung, upacara pakai perhiasan2 agar menarik (kayaknya jelek kalau ga pake perhiasan) demi menghormati umat semua adat pasti akan diikuti walau terlihat buruk juga =)) tolong dong buat daftar lagi.

eng ing eng... udah melenceng.
Paria hina mau meluruskan
Supaya tidak makin bengkong
Nah dengarlah baek-baek:

Guru gw tidak cuman berenang dengan cewe2. Khan udah dikasih tahu berulang2. Jadi jangan "cewe2"nya doang yang ditekenin. Jangan lupa. Apa yang dikau tulis itu cerminan pikiran dikau.

Cincin yang dipake itu dah dikasih tahu berulang2 kalo itu ada makna sepiritualnya.

Roll Royce diterima udah sesuai dengan sila Bodhisattva, juga udah dikasih tahu berulang-ulang.

Murid "Guru Benar" suka ngeyel ya? Ayolah kasih hal baru. Masa ini terus yang dibahas hue2. Kehabisan ide ya?
oh iya tidak sendiri, tapi banyakan, g***bang yak =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Nevada on 25 July 2010, 03:52:08 PM
Masih menyelesaikan masalah penggunaan gelar Living Buddha. Benar sekali apa nyang Abang Upasaka bilang, karena Guru LSY adalah orang Tionghua (Taiwan) tidak salah penggunaan istilah huofo itu. Bergeser apa tidak, di dalam Guru Pancasika dan teks2 Tantra lainnya: Guru hendaknya dipadang sebagai Buddha atau deity itu sendiri. Sebagai contoh saat menerima inisiasi Medicine Master Buddha (Bhaisajyaguru = Yaoshifo) ente harus memandang Guru yang bersangkutan adalah Medicine Master Buddha sendiri. Prinsip ini tidak bertentangan dengan ajaran Tantra, jadi owe sendiri tidak menganggap gelar Living Buddha itu salah.
Guru kami mau menggunakan istilah atau gelar Living Buddha, sebagaimana halnya lama-lama lain nyang menggunakan gelar Rinpoche.
OK, bagi saya sendiri sudah clear tentang mengapa LSY mendapat gelar "Living Buddha". Sebab istilah gelar itu diterjemahkan dari istilah "huo fo" (Bahasa Mandarin). Tetapi saya tetap melihat bahwa mengusung gelar "Living Buddha" di depan publik itu seperti marketing tools. Seharusnya jika LSY menggunakan gelar "Rinpoche" pun bisa.

Saya pikir semua umat Buddha tahu apa itu artinya "Buddha". "Buddha" adalah orang yang tersadarkan (tercerahkan). Jika menggunakan gelar "Living Buddha", itu seolah menandakan LSY adalah seseorang yang sudah tercerahkan (Buddha) dan hidup pada masa kini. Atau apakah LSY diklaim memang sudah mencapai Anuttara Samyaksambodhi?


Owe tahu guru owe tidak salah apalagi menyimpang karena owe nyang sebelumnya murid Tantra aliran lain sudah meneliti bahwa tidak ada hal yang menyimpang di sini. Joejornya, owe dulu juga pembenci LSY sama kayak kalian2. Tetapi setelah meneliti dengan baik - dengan hati terbuka dan kepala dingin. Pandangan owe berubah. Ternyata guru aye itu justru sering mendasari ajarannya dari Sutra2 Buddhis.
Saya masih awam seputar Tantrayana Buddhisme. Tapi sampai saat ini saya melihat ajaran TBSN belum ada yang menyimpang dari Tantrayana Buddhisme. Yang lebih sering dikomplain oleh banyak orang (khususnya umat Buddha dari Mahayana-Tantrayana) adalah sisi personalitas dari LSY; bukan ajarannya. Seumpamanya ada ajarannya yang "kontroversial" di kacamata Mahayana-Tantrayana Buddhisme, itu pun masih bisa dijelaskan sesuai dengan koridor Tantrayana Buddhisme.

Namun jika kita memandang ajaran TBSN dari kacamata Theravada, kesimpulannya adalah satu: "pandangan keliru". Karena itu, seperti yang dikatakan Bro Kainyn_Kutho di halaman sebelumnya: "kembali lagi kepada kecocokan masing-masing". Kalau saya memandang bahwa "agama dan kepercayaan adalah hasil kepantasan dari cara berpikir masing-masing pribadi".


Nyang membuat aye kagum, ternyata Padmakumara itu BOEKAN produk LSY. Kalo ente menelaah gua batu di Dunhuang, ternyata ADA gambar2 Padmakumara dan mudranya pun SAMA dengan Padmakumara yang diajarkan LSY. Bagaimana Guru aye bisa tahu tentang keberadaan Padmakumara? Padahal di  orang miskin dari Taiwan? Aslinya Die orang kr****n lagi.
Tidak ada yang aneh dari pengetahuan LSY ini. Kalau Anda memelajari kisah biografi Nabi Muhammad, Anda harusnya lebih salut kepadanya.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 03:56:53 PM
Ah Akang Ryu... Dalam sejarahnye nyang gw tahu.. kaga ada tuh muridnya Guru gw yang minta "burung." Mungkin loe demen ama "burung" ya. Makanya mikirin "burung" mulu? Hayo ngaku! :P

Nyontek omongan satu Guru Bijak: Apa yang kau katakan itulah cermin pikiranmu.

Eh omong2 ada ga pertanyaan laen yang lebih mutu?
loh bukannya ada kasus perkosaan tuh, jangan2 cewe itu bukannya minta burung, tapi dikasih burung dan karena begitu besar kasih LSY pada cewe itu dan agar tidak dibilang sombong maka dikasihlah burung =))  catatan, saya pake Pola pikir LSY dan logikanya begitu =)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 03:57:31 PM
Ah Akang Ryu... Dalam sejarahnye nyang gw tahu.. kaga ada tuh muridnya Guru gw yang minta "burung." Mungkin loe demen ama "burung" ya. Makanya mikirin "burung" mulu? Hayo ngaku! :P

Nyontek omongan satu Guru Bijak: Apa yang kau katakan itulah cermin pikiranmu.

Eh omong2 ada ga pertanyaan laen yang lebih mutu?
Tanya Rolls Royce fotonya mana
kapan diberikan
kapan dijual

yg begitu gampang aja muter2 tujuh keliling, masih mau minta pertanyaan bermutu....?????
TRANSPARANSI.....transparasi  :P :P :P

Keuntungan apa menjadi umatnya LSY ? mohon jujur aja!

kalau ada kolem renang sama cewek cantik2nya gw mau MURTAD dehhh!
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 03:58:36 PM
Tambahan untuk Kakanda Upasaka:

Bahkan dari kacamata Theravada, ajaran Mahayana dan Tantrayana adalah "pandangan keliru." Bukankah begitu?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 04:02:36 PM
Akang Ryu yang suka "burung."

Ternyata diskusinya mengalami kemunduran yaks. Padahal sudah ada member laen yang mengakui kalo kasus perkosaan itu masih spekulasi. Tapi engkau malah mengatakan seolah-olah kasus perkosaan itu sudah pasti. Di sini member2 yang anti LSY sudah ditantang memberikan bukti definitif bahwa kasus yang dituduhkan pada LSY itu benar-benar terjadi. Nah apa buktinye kalo kasus itu pasti LSY yang bersalah? Coba berikan di sini. Kalo kaga puas dengan keputusan pengadilan Amrik. Berikanlah gugatan balik. Tidakkah gitu lebih pas? Ah dikau memang suka kemunduran. Aye kire masalah ini udah selesai. Ternyata dikau masih tak puas rupanye.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Nevada on 25 July 2010, 04:04:20 PM
Tambahan untuk Kakanda Upasaka:

Bahkan dari kacamata Theravada, ajaran Mahayana dan Tantrayana adalah "pandangan keliru." Bukankah begitu?
Saya berat mengatakannya. Tapi beberapa term yang ada di ajaran Mahayana dan Tantrayana sebenarnya bisa disebut sebagai ajaran keliru jika kita memandang dari kacamata Aliran Theravada.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 04:04:49 PM
Akang Johan yang suka transplantasi eh transparasi.

Biar adil silakan berikan bukti mengenai:

Pemasukan dan pengeluaran Foguangshan.
Darimana dana untuk membangun Foguangshan.
Bagaimana perpajakannya?
Siapa saja donaturnya?

Nti kalo ente bisa kasih, saya janji akan coba mintakan ke TBSN data-data yang ente inginkan.
Trims beribu trims.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 04:05:28 PM
Ah Akang Ryu... Dalam sejarahnye nyang gw tahu.. kaga ada tuh muridnya Guru gw yang minta "burung." Mungkin loe demen ama "burung" ya. Makanya mikirin "burung" mulu? Hayo ngaku! :P

Nyontek omongan satu Guru Bijak: Apa yang kau katakan itulah cermin pikiranmu.

Eh omong2 ada ga pertanyaan laen yang lebih mutu?
Tanya Rolls Royce fotonya mana
kapan diberikan
kapan dijual

yg begitu gampang aja muter2 tujuh keliling, masih mau minta pertanyaan bermutu....?????
TRANSPARANSI.....transparasi  :P :P :P

Keuntungan apa menjadi umatnya LSY ? mohon jujur aja!

kalau ada kolem renang sama cewek cantik2nya gw mau MURTAD dehhh!
sepertinya daya tarik LSY itu deh, mari kita murtad yuk =)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 04:06:17 PM
Tambahan untuk Kakanda Upasaka:

Bahkan dari kacamata Theravada, ajaran Mahayana dan Tantrayana adalah "pandangan keliru." Bukankah begitu?
Saya berat mengatakannya. Tapi beberapa term yang ada di ajaran Mahayana dan Tantrayana sebenarnya bisa disebut sebagai ajaran keliru jika kita memandang dari kacamata Aliran Theravada.

That's Ok. Gw bahkan sudah ga begitu ambil pusing lagi dengan hal itu.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Nevada on 25 July 2010, 04:07:36 PM
That's Ok. Gw bahkan sudah ga begitu ambil pusing lagi dengan hal itu.
Saya juga demikian. Makanya saya tidak ingin "mengganggu" kepercayaan orang lain lagi...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 04:09:01 PM
Ryu yang suka murtad,

Silakan aja murtad. Dikau akan kami terima dengan tangan terbuka kok. Wkwkwkwkw :P
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wen78 on 25 July 2010, 04:10:13 PM
Akang Ryu yang suka "burung."

Ternyata diskusinya mengalami kemunduran yaks. Padahal sudah ada member laen yang mengakui kalo kasus perkosaan itu masih spekulasi. Tapi engkau malah mengatakan seolah-olah kasus perkosaan itu sudah pasti. Di sini member2 yang anti LSY sudah ditantang memberikan bukti definitif bahwa kasus yang dituduhkan pada LSY itu benar-benar terjadi. Nah apa buktinye kalo kasus itu pasti LSY yang bersalah? Coba berikan di sini. Kalo kaga puas dengan keputusan pengadilan Amrik. Berikanlah gugatan balik. Tidakkah gitu lebih pas? Ah dikau memang suka kemunduran. Aye kire masalah ini udah selesai. Ternyata dikau masih tak puas rupanye.
bukannya lebih baik pengikut LSY yg mengajukan gugatan balik kepada orang yg mengaku adalah korban dari LSY dimana telah mencemarkan nama baik LSY dan membuat gossip bohong?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 04:11:50 PM
Akang Ryu yang suka "burung."

Ternyata diskusinya mengalami kemunduran yaks. Padahal sudah ada member laen yang mengakui kalo kasus perkosaan itu masih spekulasi. Tapi engkau malah mengatakan seolah-olah kasus perkosaan itu sudah pasti. Di sini member2 yang anti LSY sudah ditantang memberikan bukti definitif bahwa kasus yang dituduhkan pada LSY itu benar-benar terjadi. Nah apa buktinye kalo kasus itu pasti LSY yang bersalah? Coba berikan di sini. Kalo kaga puas dengan keputusan pengadilan Amrik. Berikanlah gugatan balik. Tidakkah gitu lebih pas? Ah dikau memang suka kemunduran. Aye kire masalah ini udah selesai. Ternyata dikau masih tak puas rupanye.
bukannya lebih baik pengikut LSY yg mengajukan gugatan balik kepada orang yg mengaku adalah korban dari LSY dimana telah mencemarkan nama baik LSY dan membuat gossip bohong?

Aneh sekali! Yang seharusnya melayangkan gugatan adalah orang2 yang yakin bahwa LSY adalah pemerkosa. Untuk apa pihak LSY mengajukan gugatan? Lha wong terang-terangan Die kagak salah kok. Yang seharusnya mengajukan gugatan adalah orang2 yang merasa tak puas dengan hal itu. Khan sudah dijelasin berulang2.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 04:12:23 PM
http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/48.jpg

http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/45.jpg

eh ketemu...coba ke tkp..gw penasaran aja..mang boleh gt maen2 gt?

budaya seh budaya pari..tapi apakah perlu seperti itu?
Alamak... main pedang dan main dorong2an itu berbahaya....
depan yg BOTAK, belakang SUSTER (cewek), bergitu barisan sangkut
kenalah KATES nya......... memang pinter mencari kesempatan dlm kesempatan

Bolehkah Botak bahunya dipegan sama suster (cewek)....? Apakah suster tsb isterinya?

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 04:14:11 PM
Johan3000 pengen dorong2an juga ma cewe ya biar kena katesnya? Perkataanmu cerminan pikiranmu lho......
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 04:16:54 PM
Akang Johan yang suka transplantasi eh transparasi.

Biar adil silakan berikan bukti mengenai:

Pemasukan dan pengeluaran Foguangshan.
Darimana dana untuk membangun Foguangshan.
Bagaimana perpajakannya?
Siapa saja donaturnya?

Nti kalo ente bisa kasih, saya janji akan coba mintakan ke TBSN data-data yang ente inginkan.
Trims beribu trims.

Rolls Royce aja dulu... jangan mengalihkan perhatian,
dan juga jangan berjanji-janji terlalu banyak...

Yesss Transparansi.........mantep....mantep...
  membuat hidup lebih hidup lagi......
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 04:18:23 PM
Kalo kita bicara masalah gugatan. Sebenarnye kata-kata beberapa rekan di sini bisa digugat loh. huehuehuehue..... Karena kite2 siswa LSY masih sabar dan menahan diri, makanye lom ada kasus gugatan. Ente2 khan lom tahu UU Pers khan? Menyebarkan kabar bohong pun bisa dituntut pidana termasuk melalui media internet. Ini bukan ngancamlah....Tetapi kenyataannye mank gitu. Bukan mengade-ade.  But so torang pe baek ati-ati. :P
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wen78 on 25 July 2010, 04:18:43 PM
Akang Ryu yang suka "burung."

Ternyata diskusinya mengalami kemunduran yaks. Padahal sudah ada member laen yang mengakui kalo kasus perkosaan itu masih spekulasi. Tapi engkau malah mengatakan seolah-olah kasus perkosaan itu sudah pasti. Di sini member2 yang anti LSY sudah ditantang memberikan bukti definitif bahwa kasus yang dituduhkan pada LSY itu benar-benar terjadi. Nah apa buktinye kalo kasus itu pasti LSY yang bersalah? Coba berikan di sini. Kalo kaga puas dengan keputusan pengadilan Amrik. Berikanlah gugatan balik. Tidakkah gitu lebih pas? Ah dikau memang suka kemunduran. Aye kire masalah ini udah selesai. Ternyata dikau masih tak puas rupanye.
bukannya lebih baik pengikut LSY yg mengajukan gugatan balik kepada orang yg mengaku adalah korban dari LSY dimana telah mencemarkan nama baik LSY dan membuat gossip bohong?

Aneh sekali! Yang seharusnya melayangkan gugatan adalah orang2 yang yakin bahwa LSY adalah pemerkosa. Untuk apa pihak LSY mengajukan gugatan? Lha wong terang-terangan Die kagak salah kok. Yang seharusnya mengajukan gugatan adalah orang2 yang merasa tak puas dengan hal itu. Khan sudah dijelasin berulang2.
mengajukan gugatan untuk menyelesaikan gossip yg dibuat oleh seseorang yg mengaku adalah korbannya.



Aneh sekali! Yang seharusnya melayangkan gugatan adalah orang2 yang yakin bahwa LSY adalah pemerkosa. Untuk apa pihak LSY mengajukan gugatan? Lha wong terang-terangan Die kagak salah kok. Yang seharusnya mengajukan gugatan adalah orang2 yang merasa tak puas dengan hal itu. Khan sudah dijelasin berulang2.
bagaimana anda bisa yakin dia tidak bersalah? anda sendiri yg mengatakan seperti di bawah ini,

Kakang Wen78,

Betul! Owe kaga tahu kebenaran yang sesungguhnya. Karena itu owe lebih pilih diam.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 04:21:20 PM
Johan3000 pengen dorong2an juga ma cewe ya biar kena katesnya? Perkataanmu cerminan pikiranmu lho......
Ya pasti dehhhh, sewaktu tahun baru dan nonton old and new...dorong2annnn
kena kates bertubi-tubi udah biasa brooo, mungkin bro yg gak pernah main dorong2annn

mengenai pikiran gw ya begitu itu....(kenyataan koq,.. main dorong2an rawan (baca rejeki terselubung) kena kates. Yaaa kalau gak kena sekalipun... diremes sama suster tsb apa gak mengalirkan setrummmm.

udah deh bro bahas yg jujur2 aja, yg biasa-biasa aja.... koq BOS kamu main mainanan yg pegang2an ?
coba deh jawab dgn jujur... apalagi kalau mendadak mati lampu..(nah ini gw yg matiin lampunya biar semua dpt kesempatan)  =)) =))

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 04:22:54 PM
Betul Akang Wen78.. ada kekurangan dikit pada posting sebelumnya. Maksud owe, anggep aja LSY MERASA tak bersalah, jadi apa perlunya melayangkan gugatan? Lagian karena Die penuh belas kasih, tuk apa melayangkan gugatan balik pada SHY. Cukup kasusnya udah klir. Kalo owe seh lebih milih diem. Masalahnya di sini ada member2 nyang merasa udah tahu segalanya. Tapi giliran dimintakin bukti malah nginyem dan meringis asoy aje.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 04:23:46 PM
Ah Johan3000... dikau cuman dipenuhi asumsi belaka... In fact lampunya kagak mati khan?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 04:30:15 PM
Ah Johan3000, apa yang km postingkan barusan itu, cuman fantasi liarmu belaka. Km mungkin pengen gitu tapi kaga ada kesempatan :P
Gw seh kaga liat ada yang kontroversial dengan foto2 itu. karena gw kaga punya pikiran macem2. Pikiran semacem aja dah pusing. But teruskanlah berfantasi. It's OK for me.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wen78 on 25 July 2010, 04:40:15 PM
Betul Akang Wen78.. ada kekurangan dikit pada posting sebelumnya. Maksud owe, anggep aja LSY MERASA tak bersalah, jadi apa perlunya melayangkan gugatan? Lagian karena Die penuh belas kasih, tuk apa melayangkan gugatan balik pada SHY. Cukup kasusnya udah klir. Kalo owe seh lebih milih diem. Masalahnya di sini ada member2 nyang merasa udah tahu segalanya. Tapi giliran dimintakin bukti malah nginyem dan meringis asoy aje.
ya.. untuk menyelesaikan gossip yg dibuat oleh seseorang yg mengaku adalah korbannya.
dengan adanya gugatan seperti pencemaran nama baik dan apa bila di nyatakan menang, maka saya rasa dunia akan mengatakan itu adalah sebuah kebohongan besar.
sama hal nya gossip2 di infotaiment dimana setelah adanya klarifikasi atau bahkan tuntutan pencemaran nama baik, gossip akan berhenti dengan sendirinya.

soal pengadilan di USA saya tidak tahu. tp yg saya tau, soal penyelecehan seksual memang susah dibuktikan. karena bukti hanya ada di korban yg merasakannya.
bila dibaca kisah dari korban, korban juga tidak keberatan ketika diminta hubungan badan karena dianggap bisa menyembuhkan penyakitnya. maka hal ini tidak bisa dikatakan penyelecehan seksual. tp penyakit korban tidak kunjung sembuh dan tenyata adalah sebuah kebohongan hingga dikatakan umurnya sudah pendek.
jadi.. hal seperti ini memang susah di buktikan kebenarannya melalui sidang apapun karena memang tidak ada bukti.
mungkin bisa diajukan menuntut dengan alasan penipuan.

tp untuk mengenai gossip ini, bisa dilakukan secara hukum dengan mengajukan tuntutan balik.
jika tidak ada tindakan seperti ini, ya.. tidak bisa disalahkan bila org mengatakan gossip itu benar. karena memang begitu adanya..
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 04:42:51 PM
dari pada berdebat, bro nyoba aja wihara bro....
main dorong2 gitu....keseringan nanti pasti kesetrum.

gitu aja koq repot2 bilang fantasi....

jadi bahu botak dipegan sama suster (cewek) toh?
mohon klarifikasi ya. soalnya mata gw agak buram... :)) :)) :))

seputar LSY...
1. kolam renang
2. dorong2an
3... sabar ya...
Title: Re:
Post by: wencie on 25 July 2010, 04:46:59 PM
1.Sisi positif jadi murid dari Master LSY?
Dari saya,
- Pemahaman dan pengembangan tentang dharma.
- Melatih diri setiap hari dan mengurangi belajar tanpa praktik(Atau banyak bicara saja)
- Berlaku santun dan memiliki tutur kata yang sopan
- Menghargai bahwa keberadaan dharma agama/aliran lain secara positif,yang patut dipelajari ya dipelajari.
- Berlaku mawas diri dimanapun berada,karena mengetahui hukum karma yang dibabarkan Guru Buddha benar adanya.
- Berwawasan luas dengan pandangan terang.
- Mengurangi dosa,moha,lobha,dan irsia.
- Mengembangkan metta ,karuna,mudita,dan upekkha.


2.Transparansi?
Saudara JohanSacheng, pernyataan yang saya lontarkan terakhir mengapa belum dijawab?
Transparansi,di dalam dunia bisnis yang saya pahami,ada beberapa hal yang tidak selalu harus transparansi. Ketika perusahaan punya ide/gagasan/inovasi,maka saya tiidak akan memberitahunya ke pesaing,karena mereka bisa saja mencuri ide perusahaan .
Sebenarnya masalah rolls royce,sesuatu yang telah didanakan kepada orang lain ,hendaknya jangan diungkit2 kembali.
Ketika semasa SD ,saya belajar Theravada, Bhante yang saya hormati mengajarkan,Setelah berdana hendaknya kita jangan memberitahu ke orang lain,(mungkin jika saat itu saya bisa jawab untuk alasan transparansi,akan saya tanyakan),namun jawaban bhante tsb adalah karena pahala tsb akan berkurang rasa dharmanya. Namun memang dari sisi tindak tanduk orang jawa,itu dapat saya pahami ya saya menerimanya dan tidak akan membantah dharmanya.

2. Mengapa rolls royce harus dipamerkan?
Itu juga atas permintaan pertanyaan dari orang2. Namun ketika dijawab bahwa benda tsb tlh didanakan lagi,mengapa harus menjadi rumit,mohon baca kembali penjelasan nomor 1 saya dengan hati yang terbuka.
Agar sesuatu yang seharusnya dapat menjadi ilmu pengetahuan akan berguna bagi saudara johan.
Setidaknya nanti jikalau saudara berdana,bisa dijadikan pelajaran untuk tidak memberitahu ke orang lain,karena bisa saja dianggap sombong dan mengurangi rasa dharma dana paramita saudara.

3.Haloowen?
Ketika ada umat keturuna Tionghoa betanya kepada saya,manakah dari ajaran Buddha yang berkembang di negara tertentu,disini saya mengistilahkannya Buddha Thailand,Buddha Laos,Buddha Tiongkok,Buddha Tibet ,YANG BENAR?
Saya balik bertanya,menurut anda?
Dia jawab ya Buddha Tiongkok ya.
Saya menanggappinya bahwa semuanya adalah benar.semuanya sama sama dari ajaran guru buddha.
Penjelasannya adalah berikut:
Buddha menjelaskan hendaknya ketika ajaran saya menyebar ke segala penjuru,hendaknya harus mengharmonisasikan dengan masyarakat di tempat tersebut.
Jadi ketika berada di Tiongkok ,Ajaran Buddha menyesuaikan kepada tradisi masyarakat setempat.
Ketika di Thailand ya hendaknya menyesuaikan tradisi orang Thailand.

Jadi Agama Buddha adalah agama yang tidak merusak budaya setempat.
Seperti kampanye Masyarakat Indonesia beberapa tahun ini tentang reog dan sejenisnya.Betapa pentingnya budaya. Dan memang ternyata Agama Buddha dapat memahami tentang pentingnya budaya suatu masyarakat.

Saya kemudian bertanya,anda orang Tiongkok kan,apakah menghormati leluhur?
Dia jawab ya.
Bagaimana jikalau agama Buddha melarang anda menghormati leluhur,apakah anda tetap percaya Agama Buddha?Tidak.
Maka dari itu , Agama Buddha dimanapun keberadaanya maupun yang dikembangkan oleh LSY yang mulanya dari Taiwan dan berlanjut di Amerika adalah sesuai dengan ilmu pengetahuan seperti penalaran yang sering saya jelaskan.
Haloween adalah budaya orang barat. Dan LSY menghormatinya,namun tidak mengunakan arak untuk mabuk2an,karena seorang pelatih diri mengetahui bagaimana menjaga kesadaran dirinya.
Kalau ada arak2an di Tantra,itu sudah menyangkut dharma dan sebagaimana diketahui mungkin itu sudah sering dijelaskan di forum2 tetangga. Jika anda meminta saya menjelaskan lagi,mungkin alangkah lebih baiknya saudara bisa bersosialisasi ke forum tetangga agar dapat lebih harmonis.
Mohon bisa dipahami.

Salam metta

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 04:51:22 PM
Ryu yang suka murtad,

Silakan aja murtad. Dikau akan kami terima dengan tangan terbuka kok. Wkwkwkwkw :P
ada kolam ama cewe2 cantik ga =)) =)) =))

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 05:56:05 PM
Kalo kita bicara masalah gugatan. Sebenarnye kata-kata beberapa rekan di sini bisa digugat loh. huehuehuehue..... Karena kite2 siswa LSY masih sabar dan menahan diri, makanye lom ada kasus gugatan. Ente2 khan lom tahu UU Pers khan? Menyebarkan kabar bohong pun bisa dituntut pidana termasuk melalui media internet. Ini bukan ngancamlah....Tetapi kenyataannye mank gitu. Bukan mengade-ade.  But so torang pe baek ati-ati. :P


Sebenarnya saya sudah males dan capek dengan thread ini. tapi terpaksa mengomentari postingan di atas ini.
Bro Pariahina, silahkan anda mengajukan gugatan. kami akan senang dapat mempertanggungjawabkan perbuatan kami. bukankah kalian orang2 LSY memang suka berlindung di balik pengadilan? ayo jangan ragu2, tunjukkan bahwa kalian bernyali... sudah sering Bro 4DMYN mengajak kami untuk mengunjungi pengadilan, tidak baik kalau terus-terusan menolak.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: dilbert on 25 July 2010, 06:00:28 PM
Tambahan untuk Kakanda Upasaka:

Bahkan dari kacamata Theravada, ajaran Mahayana dan Tantrayana adalah "pandangan keliru." Bukankah begitu?
Saya berat mengatakannya. Tapi beberapa term yang ada di ajaran Mahayana dan Tantrayana sebenarnya bisa disebut sebagai ajaran keliru jika kita memandang dari kacamata Aliran Theravada.

Ajaran Tantra sebenarnya juga digolongkan ke dalam ajaran Mahayana pada umumnya. Kalau membandingkan ajaran Theravada (baca : Hinayana) dan ajaran Mahayana, menurut saya dari luar kelihatan sama, tetapi pada akhir-nya terjadi perbedaan yang cukup signifikan.
Mis : ajaran Mahayana sendiri menyatakan bahwa tingkatan seorang Sravaka Buddha (Buddha Siswa) belum-lah "selesai" karena digolongkan ke dalam Bodhisatva tingkat ke-7 dari sepuluh tingkat Bodhisatva ala Mahayana (Dasabhumi Bodhisatva). Kemudian juga konsep Trikaya yang agak tidak sama dengan konsep-nya Theravada (baca : Hinayana).

Sehingga kalau membandingkan ajaran Theravada (baca : Hinayana) dengan ajaran Mahayana adalah seperti membandingkan apel dan jeruk.

Saya sendiri lebih suka mempelajari ajaran Mahayana dari "internal" Mahayana sendiri. Saya membandingkan sutra-sutra Mahayana, dan saya dapatkan bahwa beberapa Sutra Utama Mahayana malah bertentangan satu sama lain, seperti konsep "penyeberangan" karma (entitas penolong) dsbnya jika dibandingkan dengan isi salah satu sutra utama Mahayana yaitu Sutra Intan, seperti yang dapat saya kutip berikut ini (kembali lagi saya kutip walaupun kalau dicari di thread thread sebelumnya tentang perbedaan dan diskusi ala Theravada vs Mahayana sudah pernah di quote) :

"Subhuti, bagaimana pendapatmu? Jika ada orang yang mengatakan bahwa Tathagatha mempunyai pikiran : "Aku akan membebaskan semua makhluk hidup". Subhuti, jangan mempunyai pikiran demikian. Mengapa? Karena sebenarnya tidak ada makhluk hidup yang dibebaskan oleh Tathagatha. Jika ada makhluk hidup yang dibebaskan oleh Tathagatha, maka Tathagatha akan mempunyai konsepsi keakuan, manusia, makhluk hidup, dan kehidupan. Subhuti, keberadaan konsepsi keakuan dikatakan oleh Tathagatha sebagai bukan keberadaan konsepsi diri tetapi orang awam menganggapnya sebagai keberadaan konsepsi keakuan. Subhuti, orang awam dikatakan oleh Tathagatha sebagai bukan orang awam. Oleh sebab itu dinamakan orang awam."

Ini hanya salah satu-nya saja...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 07:07:34 PM
Quote
wencie :

1.Sisi positif jadi murid dari Master LSY?

produk unggulan LSY bisa menyebrangin ROH gitu tohhh
   kenapa bro tidak sebut?

ternyata posting begitu jauh bro masih tidak mengerti
arti dan makna transparansi.....kasihann....

yg lain biar member lain jawab aja dehhh...

Rolls Royce ............oh Rolls Royce, apakah di Blog LSY tercantum ?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 07:08:43 PM
Ryu yang suka murtad,

Silakan aja murtad. Dikau akan kami terima dengan tangan terbuka kok. Wkwkwkwkw :P

Udah ada 2 member yg siap2 murtad............(jangan2 gadis cantik tsb cuma di brochure aja)
ada kolam ama cewe2 cantik ga =)) =)) =))


Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 07:11:30 PM
Ryu yang suka murtad,

Silakan aja murtad. Dikau akan kami terima dengan tangan terbuka kok. Wkwkwkwkw :P

Udah ada 2 member yg siap2 murtad............(jangan2 gadis cantik tsb cuma di brochure aja)
ada kolam ama cewe2 cantik ga =)) =)) =))



hati2, itu kan cuma marketing tool, jangan terjebak
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 07:22:00 PM
Ryu yang suka murtad,

Silakan aja murtad. Dikau akan kami terima dengan tangan terbuka kok. Wkwkwkwkw :P

Udah ada 2 member yg siap2 murtad............(jangan2 gadis cantik tsb cuma di brochure aja)
ada kolam ama cewe2 cantik ga =)) =)) =))


don't judge book from the cover =))
jangan memandang LSY jelek, siapa tau memang terlihat manis tapi ternyata berbisa =)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 07:30:44 PM
Kalo kita bicara masalah gugatan. Sebenarnye kata-kata beberapa rekan di sini bisa digugat loh. huehuehuehue..... Karena kite2 siswa LSY masih sabar dan menahan diri, makanye lom ada kasus gugatan. Ente2 khan lom tahu UU Pers khan? Menyebarkan kabar bohong pun bisa dituntut pidana termasuk melalui media internet. Ini bukan ngancamlah....Tetapi kenyataannye mank gitu. Bukan mengade-ade.  But so torang pe baek ati-ati. :P


Sebenarnya saya sudah males dan capek dengan thread ini. tapi terpaksa mengomentari postingan di atas ini.
Bro Pariahina, silahkan anda mengajukan gugatan. kami akan senang dapat mempertanggungjawabkan perbuatan kami. bukankah kalian orang2 LSY memang suka berlindung di balik pengadilan? ayo jangan ragu2, tunjukkan bahwa kalian bernyali... sudah sering Bro 4DMYN mengajak kami untuk mengunjungi pengadilan, tidak baik kalau terus-terusan menolak.

 Males dan capek? Kok masih ditanggapi juga. Jangan2 benci tapi rindu dengan thread ini heheheheh :P.
Justru itu, karena orang-orang ZFZ masih sabar, makanya lom ada gugatan. Tetapi di masa depan who knows? Sebenarnya  yang berhak mengajukan gugatan adalah organisastoris, bukan gw perorangan. Kalo gw secara perorangan seh bisanya cuman memperingatkan saja. Bagi gw mau nyebarin fitnah kek, hinaan kek, kabar bohong kek, itu urusan karma masing2. Selama gw masih ada waktu ya gw lurusin aje.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 07:33:20 PM
bagi2 pengalaman dungg bro gimana bisa berkenalan sama LSY?
apakah abiseka jarak jauh atau gimana ? abiseka itu spt inisiasi gitu?
trus disana juga banyak cewek2 cakep gitu ? mohon sharing nya ya.

apakah juga ada mantra rahasia? khusus yg udah abiseka baru boleh tau?

satu lagi abiseka bayar berapa duit (nyumbang berapa duit) ?

thx sebelumnya

Rolls Royce nya bro
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 07:34:21 PM
Akang Johan,

Nyang ngaku bise nyeberangin roh itu kagak cuman Guru gw aje. Guru-guru laen juga katanye ngaku bisa nyeberangin roh. Temen aye waktu ada kerabat meninggal ada panggil bhikshu2 Mahayana dengan rombongannya. Terus diadakan upacara pembacaan Sutra dll. Apakah itu tujuannya bukan nyeberangin roh. Huehuehuehue....
Ah bhikkhu Theravada juga ada bacain paritta2 kok ke orang matek. Tujuannye ape ye? Cuman buat seneng2 atawa lips service kah? Ataukah buat supaya keluarga si mati jadi seneng dan kehibur? Begitu kah?
O ya mana tuh data yang owe minta? Dah ada lom?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 07:35:22 PM
oi mana tuh data-data transparasi dari organisasi Buddhis nyang owe minta, ngkoh Johan? Jangan2 datanya nyangkut yah?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 07:40:55 PM
oi mana tuh data-data transparasi dari organisasi Buddhis nyang owe minta, ngkoh Johan? Jangan2 datanya nyangkut yah?

kan gw duluan minta yg Rolls Royce,..
hargainlah kebudayaan mengantri...
jangan pakai sodokan aja... :)) :)) :)) :))

(organizasi Buddhist ? langsung aja pada kepala wihara hahhaha)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 07:49:01 PM
baiklah, saya akan mencoba untuk menjelaskan sedikit mengenai Theravada kepada orang yg tidak mengerti Theravada tapi sok tau.

Dalam Theravada tidak dikenal entitas yang disebut ROH, makhluk hidup hanya terdiri dari susunan Jasmani Dan Batin, tidak ada entitas lain lagi.

Bhikkhu Theravada membacakan paritta kepada orang mati, biasanya dengan tujuan pelimpahan jasa, ketika membaca paritta seorang bhikkhu melakuka perbuatan baik melalui ucapan dan pikiran. jasa-jasa atas kebajikan itu kemuadian dilimpahkan kepada almarhum. jika si almarhum dapat menerima persembahan jasa itu, maka si almarhum akan merasa gembira, dan perasaan gembira juga merupakan sesuatu yg kusala, sehingga pada saat itu si almarhum juga berkesempatan untuk melakukan kebajikan melalui perasaan gembira tersebut.

semoga cukup jelas.

NB:
Kalau membantu menyeberangkan ROHmini menyeberangi sungai, mungkin bhikkhu theravada memang bisa
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 07:58:19 PM
Akang Johan,

Nyang ngaku bise nyeberangin roh itu kagak cuman Guru gw aje. Guru-guru laen juga katanye ngaku bisa nyeberangin roh. Temen aye waktu ada kerabat meninggal ada panggil bhikshu2 Mahayana dengan rombongannya. Terus diadakan upacara pembacaan Sutra dll. Apakah itu tujuannya bukan nyeberangin roh. Huehuehuehue....
Ah bhikkhu Theravada juga ada bacain paritta2 kok ke orang matek. Tujuannye ape ye? Cuman buat seneng2 atawa lips service kah? Ataukah buat supaya keluarga si mati jadi seneng dan kehibur? Begitu kah?
O ya mana tuh data yang owe minta? Dah ada lom?

tapi kan gak sehebat yg punya Bos elu.... ada pakai JEMBATAN nya tohhhhh
sekali nyebrang bayar piro ?  ;D ;D ;D, koq gak sekalian semua umat di Bumi diseberangkan,
ngapain nanggung dikit dikit... encrit encrit...langsung josss giu lho... (joss = jadi orang sukses selalu)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 07:59:31 PM
Ah si Akang ini.

Konsepnya sama lah. Gw ngomong masalah roh itu khan karena nimpelin postingan salah satu member di sini. Penyeberangan di Mahayana dan Tantrayana ya konsepnya juga gitu. Pelimpahan jasa juga. Ah? Si almarhum masih dapat menerima pelimpahan jasa? Apanyakah dari si almarhum yang masih dapat menerima pelimpahan jasa itu? Contohnya gini neh. Si Paria mau "melimpahkan" sepotong donat ke Akang Indra. Dan Akang Indra menerimanye, berarti si Akang masih ada khan? Nahhhhhhhhhhhhhhhhhhh.... kalo si Matek bisa menerima pelimpahan itu, apanya nyang menerima?
Konsepnya sama lah Bang huehuehuehue :P
Wah kok jadi debatnya jadi melenceng ke Theravada versus Mahayana en Tantrayana ye. Karena gw punya buku alias Kitab Mahayana Klasik (Mizong) yang bahas ritual penyeberangan ini. Jadi kelo ente mo kritik masalah seberang menyeberangkan, maka  perdebatan akan  beralih jadi T versus M + Tantra :P
Gw kira tadi debatnya Theravada + Mahayana + Tantra melawan para penganut ajaran LSY yang kalian klaim sesat. Ternyateeeeeeeeeeeeeee....................

Ehm...ehm :P
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 08:02:55 PM
Aih Akang Johan... Nyebrangnye kagak bayar. Sumbangan suka rela aje. Kagak kaya bhikshu XYZ nyang minta tarip bejibun... ehm... ehm :P
Ah suka2 loe deh mo ngomong ape... kalo data yang owe minta kaga dikasih... jangan pula nuntut data dari orang laen lah. huehuehue.... Terserah lah ente nyang minta duluan apa kaga.. Sebodo taek :P Kalo kaga ada barter... ogah ah...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 08:15:07 PM
Aih Akang Johan... Nyebrangnye kagak bayar. Sumbangan suka rela aje. Kagak kaya bhikshu XYZ nyang minta tarip bejibun... ehm... ehm :P
Ah suka2 loe deh mo ngomong ape... kalo data yang owe minta kaga dikasih... jangan pula nuntut data dari orang laen lah. huehuehue.... Terserah lah ente nyang minta duluan apa kaga.. Sebodo taek :P Kalo kaga ada barter... ogah ah...

sabar sabar broooo jaga pikiran jaga ucapan...
Sebodo taek
(tadi katanya melatih diri...tau tau koq begitu bro...)

jadi roh nya bro udah disebrangin belum  sama BOS ?
elu mau minta informasi apa bro? yg jelas dunng! koq sepotong-sepotong?


oh gw lupa Rolls Royce, kapa diberikan kapan dijual lagi ? no DMV nya berapa?

kalau gw lapor, ada kemungkinan bro bisa kena BAN lho....

Quote
kalau melihat dari komentar dari google earth nampaknya LSY tidak tinggal disana, karena tempat itu itu seperti kelenteng. Tapi untuk lebih pasti bisa minta konfirmasi kepada pengikut LSY...

ini adalah alamat tempat ibadah Ling Shen Ching Tze, LSY bukan tinggal disana.
Nahh Bos elu tinggalnya dimana (alamat resmi dunng, jangan kasih alamat nyasar dehhh)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 08:19:53 PM
Sebodo taek tuh maksudnya masa bodo... istilah orang Sunda Kang.
Lho tadi inpo nyang diminta khan udah ae tulis di atas. Tapi kaga jadi apa lah Kang Johan. Gw mau kok repot2 nulis lagi:

1.Darimana Foguangshan dapat dana bangun vihara sebegitu besar (rinciannya).
2.Bagaimana masalah perpajakannya.
3.Berapa biayanya totalnya.
4.Siapakah nama2 donaturnye.

Ya coba itu aja deh. Dah dikasih tahu lho. Sono cariin gih datanya.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 08:22:41 PM
Sebagai informasi. Boss gw sekarang tinggal di Taiwan. Nah puazz khan?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 08:23:48 PM
Sebodo taek tuh maksudnya masa bodo... istilah orang Sunda Kang.
Lho tadi inpo nyang diminta khan udah ae tulis di atas. Tapi kaga jadi apa lah Kang Johan. Gw mau kok repot2 nulis lagi:

1.Darimana Foguangshan dapat dana bangun vihara sebegitu besar (rinciannya).
2.Bagaimana masalah perpajakannya.
3.Berapa biayanya totalnya.
4.Siapakah nama2 donaturnye.

Ya coba itu aja deh. Dah dikasih tahu lho. Sono cariin gih datanya.

Sorry gw bukat umat atau muridnya Foguangshan. Jadi tidak relevan bro tanya ke gw dunng.
apakah elu muridnya Foquangshan ? adakah hubungan dgn LSY ?

tapi gw yakin informasi standard itu pasti tersimpan baik koq...

sebentar di USA, sebentar di Taiwan... alamat lengkapnya dungg. masalah jadi muridnya
gak tau dimana tinggal BOS ? alamak alamak........... spt org pacaran gak tau pacarnya
kerja dimana, alamat resmi dimana (hahahhahaa)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 08:25:56 PM
Sebodo taek tuh maksudnya masa bodo... istilah orang Sunda Kang.
Lho tadi inpo nyang diminta khan udah ae tulis di atas. Tapi kaga jadi apa lah Kang Johan. Gw mau kok repot2 nulis lagi:

1.Darimana Foguangshan dapat dana bangun vihara sebegitu besar (rinciannya).
2.Bagaimana masalah perpajakannya.
3.Berapa biayanya totalnya.
4.Siapakah nama2 donaturnye.

Ya coba itu aja deh. Dah dikasih tahu lho. Sono cariin gih datanya.

Sorry gw bukat umat atau muridnya Foguangshan. Jadi tidak relevan bro tanya ke gw dunng.
apakah elu muridnya Foquangshan ? adakah hubungan dgn LSY ?

tapi gw yakin informasi standard itu pasti tersimpan baik koq...

Jangan cuma sekedar "yakin". Buktikanlah. Gw kaga nanya elo murid FGS atau bukan. Tapi bisakah elo hadirkan data2 itu. Meskipun elo bukan murid FGS, tapi khan bisa usaha cari muridnya FGS. Terus loe tanyain. Gampang khan?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 08:26:45 PM
Ai Kang Johan. Itu guru gw bukan pacar gw. Tolong bedain ya. Ma kacih.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 08:33:54 PM
Ai Kang Johan. Itu guru gw bukan pacar gw. Tolong bedain ya. Ma kacih.

Aduuhhh Pariahina...pacar aja kita perlu tau informasi lengkap. Apalagi seorang GURU...
gitu aja koq gak bisa bedain... terus terang deh gw "curiga" elu udah kena brainWashhhhh

Quote
Buktikanlah. Gw kaga nanya elo murid FGS atau bukan. Tapi bisakah elo hadirkan data2 itu. Meskipun elo bukan murid FGS, tapi khan bisa usaha cari muridnya FGS. Terus loe tanyain. Gampang khan?
Utk masalah gedung gw tidak bergitu tertarik deh... tapi dgn ROlls Royce... alamat ini harus dikejar terus sampai infonya mencuat....

Maksudnya bro curiga mengenai nilai bangunannya FGS ? ya lacak sendiri dehhh masalah gw jadi private detector yg gak dibayarin ?.... FGS kan di Taiwan tohhh tanya aja sama BOS elu...mana tau mereka konco (teman)  :)) :)) :))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 08:41:45 PM
apakah Living Buddha memiliki tanda

di ubun2 kepala terbuka lubang tenkorak
telinga ada 2 mutiara
alis buddha dan mata buddha
didepan dada ada tanda buddha
telapaka tangan ada mani sankha
jempol kanan ada tanda raja senyum
kaki ada tanda loreng macan


mohon penjelasan nya satu persatu secara detail...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 25 July 2010, 09:05:15 PM
(http://3.bp.blogspot.com/_CeS0HzmGRkI/SzxGtMTIERI/AAAAAAAAAAU/T9a-Da87uQw/s400/gm1.JPG)

Buddha hidup Lian Sheng bernama Sheng-yen Lu, lahir di belakang
danau di Chiayi, Taiwan pada tahun 1945. Beliau adalah lulusan dari
Fakultas Geodesi Zhong-zheng jurusan geodesi. Beliau telah menulis
karya sastra di surat kabar semasa duduk di SMA. Sifat Buddha hidup
ramah dan menjunjung tinggi alam, setelah berusia 50 tahun Beliau telah
belajar melukis lukisan Tiongkok, karya lukisan beliau begitu hebat,
beliaupun pernah menggelar lebih dari 10 kali pameran lukisan,
karya lukis Beliau juga terpilih dan dimuat di majalah berpengaruh,
“ Seni Rupa Tiongkok”.

Buddha Hidup Lian Sheng menduduki posisi international yang terhormat,
karya tulis Beliau juga mendapatkan penghargaan dari mantan presiden A.S,
Bill Clinton, mantan gubernur Washington D.C, Mike Lowry,
dan tokoh-tokoh terkenal lainnya; sebab isi tulisan Beliau tidak
hanya dapat memulihkan kesedihan manusia, tetapi juga dapat
meningkatkan spiritual bahkan mengubah nasib.

Kehidupan dari Buddha Hidup Lian Sheng sangat ajaib, semasa muda
Beliau adalah seorang penganut kristiani yang saleh. Pada usia 25 tahun,
mata batin Beliau dibuka oleh Maha Dewi Yao chi dan Beliau melihat
Trini Arya dari Sukhavatiloka muncul di angkasa dan berpesan
pada Beliau agar membabarkan Dharma dan memberikan kebaikan
kepada segenap makhluk hidup.Setelah itu,Tuan Sanshan Jiuhou
setiap malam mengajarkan Dharma selama 3 tahun.Belakangan Beliau
menemukan seorang guru generasi ke-14 dari aliran Qing-Cheng,
Taois Qing Zhen (Bhante Liao-ming) di Gunung Jiji, Taichung.
Dengan Guru inilah, Beliau belajar Tao dan Tantra, serta fengshui dan
ramalan wangsit, dan juga menjadi penerus generasi ke-15 dengan
nama Taois Xuan-he.

Demi membuka simpul keragu-raguan dalam hatinya,
Buddha Hidup Lian-sheng mendalami Buddhadharma.
Mulai tahun 1970, Beliau berguru pada guru-guru
dari aliran Mahayana seperti Y.M.Yin-shun, Y.M. Le-guo,
Y.M. Dao-an. Pada tahun 1972, Beliau menerima
Bodhisattva-sila di Vihara Bishanyan, Nantou.

Setelah tahun 1981, Beliau berguru kepada guru-guru dari
empat sekte besar dari tradisi Tantra Tibet:

1. Sekte Nyingmapa ( sekte merah )
Beliau mendapatkan mudra hati silsilah dan abhiseka dari bhante Liao-ming.
Barang bukti silsilah ada: Vajra gentha dan dorje berukuran kecil
yang digunakan oleh Guru Norna dari Sekte Nyingmapa,
pusaka Kotak Manjhusri dari Istana Potala Tibet, dan lain sebagainya.

2. Sekte Kargyupa ( sekte putih )
Beliau menerima Abhiseka Panca Budhha dari Gyalwa Karmapa ke-16.
Barang bukti silsilah ada: japamala kristal putih yang di pakai oleh
Gyalwa Karmapa,botol pusaka dari vihara di Tibet, dan lain sebagainya.

3. Sekte Sakyapa (sekte variasi )
Beliau memperoleh Abhiseka Mahaparipurna Prajna dan Abhiseka
Acarya dari Lama Sakya Zheng Kong.
Barang bukti silsilsh ada: pratima Sakyamuni Budhha, s
etempel giok Singa Gunung Es,Teratai, Ceret Giok, Vajra Pasa ( tali )
yang telah lama digunakan oleh Lama.

4. Sekte Gelugpa ( sekte kuning )
Beliau memperoleh Abhiseka AnuttarayogaTantara dari guru
Thbuten Dargye.
barang bukti silsilah ada: pratima Vajrapani
Bodhisattva yang terbuat dari tanah liat, dan Kalachakara Vajra
dari emas dari Kanjurwa Khautughtu Rinpoche; Dharmacakra batu p
ermata,Ghanta dan Dorje dari emas,Phur-bu Thrimukha Vajra, j
ubah Simha Dharmaraja dan kalung 108 buah Dorje emas,
dan lain sebagainya.

Buddha Hidup Lian Sheng pernah menganut berbagai Agama, seperti agama:

kr****n, Agama Tao,dan Agama Mahayana. Waktu itu dengan
ramalan wangsit,reputasi beliau tersohor sampai ke Asia Tenggara,
bahkan kepala Negara dari satu Negara pernah datang berkonsultasi
secara rahasia; belakangan karena banyak orang berdatangan s
iang dan malam sehingga mengganggu ketenangan keluarga beliau,
lewat petunjuk dari MAHA DEWI YAOCHI,
Beliau akhirnya imigrasi ke Seattle,A.S.

Di Seattle, Budhha Hidup Lian-sheng tekun berlatih dharma Tantra
dan memperoleh keberhasilan. Beliau juga meniup sangkakala Dharma
dan menabuh tambur Dharma dengan membangun vihara perintis
di Negara barat, Ling Shen Ching Tze di Seattle.
Semenjak itu aliran Cen fo cong di babarkan ke seluruh dunia dan
siswa yang berguru pada beliau di seluruh dunia hingga saat ini hampir
mencapai 6 juta orang. Dan juga banyak rinpoche dari Tibet yang berguru
pada beliau,misalnya: mantan ketua parlemen Tibet,
Kasur Jigme L. Rinpoche,Tuten Gyatso Rinpoche,Tsampa Rinpoche,
dan lain-lain.

Oleh karena itu, aliran Cen fo cong adalah aliran baru yang menggabungkan
intisari dari Taoisme, Mahayana, dan Tantrayana menjadi satu kesatuan.
Aliran Cen fo cong juga merupakan metode penekunan zaman modern,
namun tidak kehilangan nuansa khas dari Agama Buddha tradisional;
dalam aspek membebaskan para insan, aliran Zhenfozong telah berbaur
dengan banyak Ilmu-ilmu Taosime, fu, ramalan wangsit, fengshui,
tolak bala, sadhana dewa rejeki, dan berbagai sadhana keduniawan lainnya
dengan tujuan agar para insan terbebas dari kerisauan dan kesulitan,
sehingga tujuan membebaskan para insan melalui cara “ menuntun setiap
manusia untuk menyelami kebijaksanaan Buddha dengan terlebih dahulu
menarik manusia lewat hasratnya “ dapat tercapai. Supaya para insan yang
baru mulai menganut Agama Buddha dapat berlatih Buddhadharma walau
dalam kondisi masih mempunyai hasrat, untuk selanjutnya mencapai
pencerahan, membuang keserakahan, dapat mengendalikan hidup dan
mati sendiri, dan mencapai keBuddhaan.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 25 July 2010, 09:06:38 PM
secara konsep udah campur2 bro johan..udahlah.. ;D

pandangan org berbeda2.. damai itu indahhh (virya mode: ON)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 09:21:36 PM
Ah si Akang ini.

Konsepnya sama lah. Gw ngomong masalah roh itu khan karena nimpelin postingan salah satu member di sini. Penyeberangan di Mahayana dan Tantrayana ya konsepnya juga gitu. Pelimpahan jasa juga. Ah? Si almarhum masih dapat menerima pelimpahan jasa? Apanyakah dari si almarhum yang masih dapat menerima pelimpahan jasa itu? Contohnya gini neh. Si Paria mau "melimpahkan" sepotong donat ke Akang Indra. Dan Akang Indra menerimanye, berarti si Akang masih ada khan? Nahhhhhhhhhhhhhhhhhhh.... kalo si Matek bisa menerima pelimpahan itu, apanya nyang menerima?
Konsepnya sama lah Bang huehuehuehue :P
Wah kok jadi debatnya jadi melenceng ke Theravada versus Mahayana en Tantrayana ye. Karena gw punya buku alias Kitab Mahayana Klasik (Mizong) yang bahas ritual penyeberangan ini. Jadi kelo ente mo kritik masalah seberang menyeberangkan, maka  perdebatan akan  beralih jadi T versus M + Tantra :P
Gw kira tadi debatnya Theravada + Mahayana + Tantra melawan para penganut ajaran LSY yang kalian klaim sesat. Ternyateeeeeeeeeeeeeee....................

Ehm...ehm :P

sepertinya anda memang tidak dapat memahami konsep kelahiran kembali yg dianut theravada, dalam Theravada pada saat satu makhluk mati, pada saat yg sama teralhir kembali menjadi makhluk yg lain, jadi ketika saya katakan melinpahkan jasa, "apanya" yg anda tanyakan itu adalah makhluk yg baru yg muncul akibat matinya makhluk yg sebelumnya, dan pastinya bukan ROH. saya hanya akan menjelaskan sejauh ini, jika anda masih tidak memahami, sepertinya anda yg harus berusaha lebih keras untuk mempelajari. usaha saya hanya sebatas ini.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 09:29:01 PM
Okelah Kang Indra. Saya tidak mau membicarakan mengenai Theravada di sini. Nampaknya saya sudah banyak membuang waktu di sini. Mungkin untuk menyingkat waktu, silakan Kang baca posting saya sebelumnya, di situ akan jelas apa maksudnya. Nanti kalau sudah jelas baru diteruskan diskusinya.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 09:31:17 PM
Okelah Kang Indra. Saya tidak mau membicarakan mengenai Theravada di sini. Nampaknya saya sudah banyak membuang waktu di sini. Mungkin untuk menyingkat waktu, silakan Kang baca posting saya sebelumnya, di situ akan jelas apa maksudnya. Nanti kalau sudah jelas baru diteruskan diskusinya.

loh anda kan yg tanya, atau anda tidak tanya? atau saya pikir anda bertanya?
Quote
Pelimpahan jasa juga. Ah? Si almarhum masih dapat menerima pelimpahan jasa? Apanyakah dari si almarhum yang masih dapat menerima pelimpahan jasa itu?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 09:34:30 PM
Maap. Kang Indra tidak paham maksud saya. Mohon maap sementara tidak ada komentar dulu. Ogud tidak sedang bertanya, tapi justru sedang jelasin sesuatu. Mungkin gaya seperti bertanya. Tapi sebenarnya tidak. Mungkin Kang Indra bisa refer kembali dari atas. Mungkin bisa mengerti maksud saya. Kalau maksud saya belum bisa dipahami, mohon maap aye mau berhenti diskusi dulu.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 25 July 2010, 09:40:10 PM
bagi2 pengalaman dungg bro gimana bisa berkenalan sama LSY?
apakah abiseka jarak jauh atau gimana ? abiseka itu spt inisiasi gitu?
trus disana juga banyak cewek2 cakep gitu ? mohon sharing nya ya.

apakah juga ada mantra rahasia? khusus yg udah abiseka baru boleh tau?

satu lagi abiseka bayar berapa duit (nyumbang berapa duit) ?

thx sebelumnya

Rolls Royce nya bro

abhi"sex"ka :P
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 09:41:18 PM
Ah si Akang ini.

 Pelimpahan jasa juga. Ah? Si almarhum masih dapat menerima pelimpahan jasa? Apanyakah dari si almarhum yang masih dapat menerima pelimpahan jasa itu? Contohnya gini neh. Si Paria mau "melimpahkan" sepotong donat ke Akang Indra. Dan Akang Indra menerimanye, berarti si Akang masih ada khan? Nahhhhhhhhhhhhhhhhhhh.... kalo si Matek bisa menerima pelimpahan itu, apanya nyang menerima?

padahal jelas2 anda mengajukan pertanyaan di atas, lengkap dengan kata tanya APA dan tanda tanya. tapi berikutnya anda menjawab

Maap. Kang Indra tidak paham maksud saya. Mohon maap sementara tidak ada komentar dulu. Ogud tidak sedang bertanya, tapi justru sedang jelasin sesuatu. Mungkin gaya seperti bertanya. Tapi sebenarnya tidak. Mungkin Kang Indra bisa refer kembali dari atas. Mungkin bisa mengerti maksud saya. Kalau maksud saya belum bisa dipahami, mohon maap aye mau berhenti diskusi dulu.

anda sebaiknya memikirkan dulu sebelum menjawab, karena apa yg anda katakan sendiri saling berlawanan. sejauh ini anda dapat berdiskusi dengan cukup baik, jangan biarkan kepanikan menjatuhkan anda
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 25 July 2010, 09:51:46 PM
What else is Sheng-yen Lu? He is a Christian (has been a Sunday Bible School teacher), a Taoist Master, a Buddhist Master (shaven and left home), and also the Living Buddha Lian-shen (a Tantric guru). Is Sheng-yen Lu a monk?
Yes.
"He is now a monk, after formally taking the vows and shaving his head."
Is Sheng-yen Lu the lineage holder of the True Buddha School? "Yes, because he has founded the True Buddha School to propagate the True Buddha Dharma."
Apart from the above, Sheng-yen Lu is also a psychic! He is someone who is everything. But, who, really, is Sheng-yen Lu?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wen78 on 25 July 2010, 10:13:12 PM
^
at least, he is not a Zen master :))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 10:14:18 PM
Akang Johan3000 dan Akang Nyanadanna

Sebagai orang yang terlibat sendiri dengan ZFZ, aye mau klarifikasi. Abhiseka dengan Guru gw sumbangannya sukarela. Bahkan pas mau abis bulan aye cuman kasih dana rp. 10.000 (wah buka kartu neh). Itupun juga ga masalah. Abhiseka sex juga ga pernah ada di aliran gw selama ini. Nah itu faktanya.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 25 July 2010, 10:17:22 PM
Akang Johan3000 dan Akang Nyanadanna

Sebagai orang yang terlibat sendiri dengan ZFZ, aye mau klarifikasi. Abhiseka dengan Guru gw sumbangannya sukarela. Bahkan pas mau abis bulan aye cuman kasih dana rp. 10.000 (wah buka kartu neh). Itupun juga ga masalah. Abhiseka sex juga ga pernah ada di aliran gw selama ini. Nah itu faktanya.

Haaa tapi yg menawarkan bilang ini kesempatan cuma seumur hidup sekali... elu bisa membuat pahala besar... kesempatan cuma sekali. Kalau bisa sumbang sebanyak mungkin...

prediksi gw itu yg diucapkan... apakah begitu bro? jujur aja dehhhh =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 10:27:52 PM
Jawaban atas pertanyaan saya mengenai definisi dan makna dari TRUE BUDDHA SCHOOL ada di mana ya? udah baca ulang dari hal 1 masih gak ketemu. Johan pls help.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 10:29:05 PM
Salah Kang. Ga ada itu ajaran yang kayak gitu. Selama gw ikutin Guru gw ga ada Die minta sumbangan sebesar mungkin. Kesaksian rombongan vihara gw nyang ikut fahui (Dharmadesana) Guru gw di Taiwan: Penerjemah rombongan itu bilang ke ibu ketua vihara gw yang ikut rombongan, "LSY itu cuman duit doank." Ibu vihara tanya, "Mank loe dah pernah buktiin sendiri. Dateng aja ke fahui." Die jawab, "Ogah ah... gw orang miskin. Nti kalo gw datang ke fahui ditendang keluar." Ibu vihara bilang, "Udah loe orang buktiin ndiri aja. Ditendang keluar kaga."
Besoknya dia ikut fahuinya. Ternyata.... ternyata... eh ternyataa. Dia kagak ditendang keluar. Dan tahu ga apa yang terjadi? Dia malah akhirnya minta di"guiyi" (alias bersarana) sama Guru gw :)) !!! Dia bilang Shizun (Mahaguru LSY) bener-bener luar biasa.
Ini kisah nyata lho... Fakta kok dilawan.  :o :o :o Ouw...ouw..ouw...!

Makanya gw semakin yakin. My Grandmaster is Truly a LIVING BUDDHA.
OM GURU LIANSHENG SIDDHI HUM!
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 25 July 2010, 10:30:01 PM
http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/48.jpg

http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/45.jpg

eh ketemu...coba ke tkp..gw penasaran aja..mang boleh gt maen2 gt?

budaya seh budaya pari..tapi apakah perlu seperti itu?
anda ngerti perlunya budaya gak sih?
salah satu penyebab theravada kurang berkembang di tiongkok adalah karena theravada tidak mau menyerap budaya tiongkok..
coba anda pikirkan, bagaimana mungkin aliran maitreya begitu cepat berkembang?. berawal dari 1 vihara kecil di kota malang, berkembang menjadi puluhan cabang di indonesia. jawabnya cuma 1: karena aliran maitreya menyerap kebudayaan tiongkok, mengajarkan bhs mandarin.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 25 July 2010, 10:30:56 PM
Jawaban atas pertanyaan saya mengenai definisi dan makna dari TRUE BUDDHA SCHOOL ada di mana ya? udah baca ulang dari hal 1 masih gak ketemu. Johan pls help.
apa sih arti sebuah nama?,  apa mengenai definisi dan makna dari INDRA ada dimana ya? saya tanya balik saja deh..
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 10:32:46 PM
Jawaban atas pertanyaan saya mengenai definisi dan makna dari TRUE BUDDHA SCHOOL ada di mana ya? udah baca ulang dari hal 1 masih gak ketemu. Johan pls help.
apa sih arti sebuah nama?,  apa mengenai definisi dan makna dari INDRA ada dimana ya? saya tanya balik saja deh..


tentu saya akan dengan senang hati menjelaskan, tapi sebelum sampai ke bagian ini, jawab dulu pertanyaan saya.

*JOHAN MODE ON*
mohon antri dengan tertib
*JOHAN MODE OFF
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 10:33:37 PM
http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/48.jpg

http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/45.jpg

eh ketemu...coba ke tkp..gw penasaran aja..mang boleh gt maen2 gt?

budaya seh budaya pari..tapi apakah perlu seperti itu?
anda ngerti perlunya budaya gak sih?
salah satu penyebab theravada kurang berkembang di tiongkok adalah karena theravada tidak mau menyerap budaya tiongkok..
coba anda pikirkan, bagaimana mungkin aliran maitreya begitu cepat berkembang?. berawal dari 1 vihara kecil di kota malang, berkembang menjadi puluhan cabang di indonesia. jawabnya cuma 1: karena aliran maitreya menyerap kebudayaan tiongkok, mengajarkan bhs mandarin.

ya karena orang2 mudah percaya sama aliran yang menjanjikan surga yang instan, bahkan ada yang jual surga dengan harga 2 juta lho =)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 25 July 2010, 10:33:45 PM
Kalo aye punya niat nyang kaga baek dan mau membanding2kan masing2 guru. Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye. Inget orang kasih Roll Royce (bukan cuman sekedar pisang goreng) tentunya kaga sembarangan, menginget harganye nyang kaga moerah. Mestinya kalo ente pikir positif, guru itu ada nyang kasih Roll Royce, tentunye dia bukan orang sembarangan.
Kalo aye mau sombong dan mau bikin atta aye setinggi Gunung Sumeru, aye akan bilang: "Wadouw Guru ente mah kecil. Mana pernah dia terima barang segitu berharga. Pasti kaga ada ilmunye tuh." Aye juga bisa pikir, "Guru ente itu cuman pinternye teori en teori kaga bisa dimakan. Guru aye hebat karena BISA menyelesaikan masalah umatNye, termasuk masalah duniawi." Bukti hidupnye ya adalah mobil Roll Royce itu sendiri. Aye makin yakin sama Guru Aye dan ajaranNye. Ajaran Die memang Buddhadharma sejati.
Nah gimane kalo aye jadi poenya pikiran gitoe? Joejoernye sebelum ente posting masalah itu di sini, aye kaga poenya pikiran begini. huehueheue  :P  :P  :P :P :P :P :P :P

sayang sekali pada masa Buddha Gotama masih hidup tidak ada Rolls Royce, tapi mungkin anda pernah membaca kisah Sang Bodhisatta ditawari setengah dari kerajaan Magadha, menurut anda lebih tinggi mana nilai ekonomisnya dibandingkan dengan Rolls Royce? dan apakah Bodhisatta Gotama tergopoh-gopoh menerima tawaran itu?


di jaman sang Buddha, ada seorang saudagar kaya raya yang kemudian jatuh miskin gara-gara terlalu banyak menyumbang vihara.  namanya : Anathapindika. menurut anda patut dicontoh tidak tindakan beliau ini?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 25 July 2010, 10:34:04 PM
http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/48.jpg

http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/45.jpg

eh ketemu...coba ke tkp..gw penasaran aja..mang boleh gt maen2 gt?

budaya seh budaya pari..tapi apakah perlu seperti itu?
anda ngerti perlunya budaya gak sih?
salah satu penyebab theravada kurang berkembang di tiongkok adalah karena theravada tidak mau menyerap budaya tiongkok..
coba anda pikirkan, bagaimana mungkin aliran maitreya begitu cepat berkembang?. berawal dari 1 vihara kecil di kota malang, berkembang menjadi puluhan cabang di indonesia. jawabnya cuma 1: karena aliran maitreya menyerap kebudayaan tiongkok, mengajarkan bhs mandarin.


hahahha..no comment deh..up to u aja bro...damai itu indahhhh...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 25 July 2010, 10:34:51 PM
http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/48.jpg

http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/45.jpg

eh ketemu...coba ke tkp..gw penasaran aja..mang boleh gt maen2 gt?

budaya seh budaya pari..tapi apakah perlu seperti itu?
anda ngerti perlunya budaya gak sih?
salah satu penyebab theravada kurang berkembang di tiongkok adalah karena theravada tidak mau menyerap budaya tiongkok..
coba anda pikirkan, bagaimana mungkin aliran maitreya begitu cepat berkembang?. berawal dari 1 vihara kecil di kota malang, berkembang menjadi puluhan cabang di indonesia. jawabnya cuma 1: karena aliran maitreya menyerap kebudayaan tiongkok, mengajarkan bhs mandarin.

ya karena orang2 mudah percaya sama aliran yang menjanjikan surga yang instan, bahkan ada yang jual surga dengan harga 2 juta lho =)) =)) =))
terserah anda, kalau aliran theravada tetap bersikeras enggak mau menyerap budaya setempat, dapat dipastikan perkembangannya akan kalah dengan aliran yang lain.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 10:35:48 PM
Kalo aye punya niat nyang kaga baek dan mau membanding2kan masing2 guru. Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye. Inget orang kasih Roll Royce (bukan cuman sekedar pisang goreng) tentunya kaga sembarangan, menginget harganye nyang kaga moerah. Mestinya kalo ente pikir positif, guru itu ada nyang kasih Roll Royce, tentunye dia bukan orang sembarangan.
Kalo aye mau sombong dan mau bikin atta aye setinggi Gunung Sumeru, aye akan bilang: "Wadouw Guru ente mah kecil. Mana pernah dia terima barang segitu berharga. Pasti kaga ada ilmunye tuh." Aye juga bisa pikir, "Guru ente itu cuman pinternye teori en teori kaga bisa dimakan. Guru aye hebat karena BISA menyelesaikan masalah umatNye, termasuk masalah duniawi." Bukti hidupnye ya adalah mobil Roll Royce itu sendiri. Aye makin yakin sama Guru Aye dan ajaranNye. Ajaran Die memang Buddhadharma sejati.
Nah gimane kalo aye jadi poenya pikiran gitoe? Joejoernye sebelum ente posting masalah itu di sini, aye kaga poenya pikiran begini. huehueheue  :P  :P  :P :P :P :P :P :P

sayang sekali pada masa Buddha Gotama masih hidup tidak ada Rolls Royce, tapi mungkin anda pernah membaca kisah Sang Bodhisatta ditawari setengah dari kerajaan Magadha, menurut anda lebih tinggi mana nilai ekonomisnya dibandingkan dengan Rolls Royce? dan apakah Bodhisatta Gotama tergopoh-gopoh menerima tawaran itu?


di jaman sang Buddha, ada seorang saudagar kaya raya yang kemudian jatuh miskin gara-gara terlalu banyak menyumbang vihara.  namanya : Anathapindika. menurut anda patut dicontoh tidak tindakan beliau ini?


di mana anda membaca ini Bro, mohon referensinya, saya akan menjawab setelah membaca sumber anda.
selain itu pertanyaan anda sepertinya tidak relevan untuk kasus ini, ini kan jawaban atas statement dari rekan anda yg ini:
Quote
Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye.
jadi sepertinya ikan kembung rambut kribo.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 25 July 2010, 10:36:31 PM
Jawaban atas pertanyaan saya mengenai definisi dan makna dari TRUE BUDDHA SCHOOL ada di mana ya? udah baca ulang dari hal 1 masih gak ketemu. Johan pls help.
apa sih arti sebuah nama?,  apa mengenai definisi dan makna dari INDRA ada dimana ya? saya tanya balik saja deh..


tentu saya akan dengan senang hati menjelaskan, tapi sebelum sampai ke bagian ini, jawab dulu pertanyaan saya.

*JOHAN MODE ON*
mohon antri dengan tertib
*JOHAN MODE OFF

enggak mau..., anda jawab dulu pertanyaan saya , pokoknya saya mau apa arti nama Johan,..
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 10:36:51 PM
http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/48.jpg

http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/45.jpg

eh ketemu...coba ke tkp..gw penasaran aja..mang boleh gt maen2 gt?

budaya seh budaya pari..tapi apakah perlu seperti itu?
anda ngerti perlunya budaya gak sih?
salah satu penyebab theravada kurang berkembang di tiongkok adalah karena theravada tidak mau menyerap budaya tiongkok..
coba anda pikirkan, bagaimana mungkin aliran maitreya begitu cepat berkembang?. berawal dari 1 vihara kecil di kota malang, berkembang menjadi puluhan cabang di indonesia. jawabnya cuma 1: karena aliran maitreya menyerap kebudayaan tiongkok, mengajarkan bhs mandarin.

ya karena orang2 mudah percaya sama aliran yang menjanjikan surga yang instan, bahkan ada yang jual surga dengan harga 2 juta lho =)) =)) =))
terserah anda, kalau aliran theravada tetap bersikeras enggak mau menyerap budaya setempat, dapat dipastikan perkembangannya akan kalah dengan aliran yang lain.

ya ya ya, mari dukung buddha bar, nanti mungkin ada buddha klub, buddha2 yang lain yang menyerap budaya setempat =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 10:39:30 PM
Jawaban atas pertanyaan saya mengenai definisi dan makna dari TRUE BUDDHA SCHOOL ada di mana ya? udah baca ulang dari hal 1 masih gak ketemu. Johan pls help.
apa sih arti sebuah nama?,  apa mengenai definisi dan makna dari INDRA ada dimana ya? saya tanya balik saja deh..


tentu saya akan dengan senang hati menjelaskan, tapi sebelum sampai ke bagian ini, jawab dulu pertanyaan saya.

*JOHAN MODE ON*
mohon antri dengan tertib
*JOHAN MODE OFF

enggak mau..., anda jawab dulu pertanyaan saya , pokoknya saya mau apa arti nama Johan,..


tadi anda tanya arti INDRA sekarang anda tanya arti JOHAN, anda terlalu banyak bertanya dan tidak mau menjawab. menurut anda apakah itu diskusi yg baik? dan yg lebih mengecewakan anda seperti keponakan saya yg berumur 3 tahun yg merengek ketika minta dibelikan permen
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 10:41:36 PM
http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/48.jpg

http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/45.jpg

eh ketemu...coba ke tkp..gw penasaran aja..mang boleh gt maen2 gt?

budaya seh budaya pari..tapi apakah perlu seperti itu?
anda ngerti perlunya budaya gak sih?
salah satu penyebab theravada kurang berkembang di tiongkok adalah karena theravada tidak mau menyerap budaya tiongkok..
coba anda pikirkan, bagaimana mungkin aliran maitreya begitu cepat berkembang?. berawal dari 1 vihara kecil di kota malang, berkembang menjadi puluhan cabang di indonesia. jawabnya cuma 1: karena aliran maitreya menyerap kebudayaan tiongkok, mengajarkan bhs mandarin.

ya karena orang2 mudah percaya sama aliran yang menjanjikan surga yang instan, bahkan ada yang jual surga dengan harga 2 juta lho =)) =)) =))
terserah anda, kalau aliran theravada tetap bersikeras enggak mau menyerap budaya setempat, dapat dipastikan perkembangannya akan kalah dengan aliran yang lain.


pernahkah anda membaca data statistik mengenai jumlah populasi umat Theravada di dunia, Bro? apakah lebih banyak atau lebih sedikit dari pengikut LSY? silahkan di cari dulu, google aja.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 10:42:53 PM
Kalo aye punya niat nyang kaga baek dan mau membanding2kan masing2 guru. Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye. Inget orang kasih Roll Royce (bukan cuman sekedar pisang goreng) tentunya kaga sembarangan, menginget harganye nyang kaga moerah. Mestinya kalo ente pikir positif, guru itu ada nyang kasih Roll Royce, tentunye dia bukan orang sembarangan.
Kalo aye mau sombong dan mau bikin atta aye setinggi Gunung Sumeru, aye akan bilang: "Wadouw Guru ente mah kecil. Mana pernah dia terima barang segitu berharga. Pasti kaga ada ilmunye tuh." Aye juga bisa pikir, "Guru ente itu cuman pinternye teori en teori kaga bisa dimakan. Guru aye hebat karena BISA menyelesaikan masalah umatNye, termasuk masalah duniawi." Bukti hidupnye ya adalah mobil Roll Royce itu sendiri. Aye makin yakin sama Guru Aye dan ajaranNye. Ajaran Die memang Buddhadharma sejati.
Nah gimane kalo aye jadi poenya pikiran gitoe? Joejoernye sebelum ente posting masalah itu di sini, aye kaga poenya pikiran begini. huehueheue  :P  :P  :P :P :P :P :P :P

sayang sekali pada masa Buddha Gotama masih hidup tidak ada Rolls Royce, tapi mungkin anda pernah membaca kisah Sang Bodhisatta ditawari setengah dari kerajaan Magadha, menurut anda lebih tinggi mana nilai ekonomisnya dibandingkan dengan Rolls Royce? dan apakah Bodhisatta Gotama tergopoh-gopoh menerima tawaran itu?


di jaman sang Buddha, ada seorang saudagar kaya raya yang kemudian jatuh miskin gara-gara terlalu banyak menyumbang vihara.  namanya : Anathapindika. menurut anda patut dicontoh tidak tindakan beliau ini?


di mana anda membaca ini Bro, mohon referensinya, saya akan menjawab setelah membaca sumber anda.
selain itu pertanyaan anda sepertinya tidak relevan untuk kasus ini, ini kan jawaban atas statement dari rekan anda yg ini:
Quote
Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye.
jadi sepertinya ikan kembung rambut kribo.
maksudnya ini =)) =)) =)) ternyata kebiasaan baca sepotong2 makin marak dalam ajaran Buddha non buddha =)) =))

“Demikianlah yang telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang berdiam di Savatthi, di Jetavana, di Vihara Anathapindika...” Banyak kotbah Sang Buddha yang diawali dengan kalimat seperti ini, dan oleh karena itu nama dari sang umat awam utama, Anathapindika, dikenal baik oleh para pembaca literatur Buddhis. Namanya berarti “seseorang yang memberikan dana (pinda) kepada yang tak-mampu (anatha),” dan merupakan panggilan kehormatan Sudatta si perumahtangga dari kota Savatthi. Siapakah dia? Bagaimanakah dia bertemu Sang Buddha? Apakah hubungan dia dengan Ajaran? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini bisa ditemukan dalam berbagai referensi yang muncul dalam teks-teks tradisional.

Pertemuan pertama Anathapindika dengan Sang Buddha terjadi segera setelah vassa ketiga sejak Sang Buddha mencapai Pencerahan Sempurna. Pada masa awalnya, Sang Buddha belum menetapkan peraturan apapun mengenai tempat berdiam bagi para bhikkhu. Para bhikkhu tinggal dimanapun yang mereka mau—di hutan, di bawah pohon, di bawah bebatuan yang menonjol, di jurang, di gua, di kuburan, dan di ruang terbuka. Pada suatu hari, seorang pedagang kaya dari Rajagaha, ibukota dari kerajaan Magadha, menjadi pengikut setia Sang Buddha. Ketika melihat cara hidup para bhikkhu, ia menyarankan kepada para bhikkhu untuk bertanya kepada Sang Guru apakah beliau mengijinkan mereka untuk menerima tempat tinggal yang permanen. Ketika Sang Buddha memberikan ijinnya, si pedagang langsung mendirikan tidak kurang dari enam puluh tempat tinggal bagi para bhikkhu, ia menjelaskan bahwa ia perlu mengumpulkan jasa kebajikan. Dengan dibangunnya vihara pertama itu, maka sebuah landasan telah dibuat untuk penyebaran Dhamma, karena sekarang telah ada pusat pelatihan bagi Sangha.

Pedagang ini memiliki seorang saudara ipar yang bernama Sudatta tetapi selalu dipanggil Anathapindika, pedagang terkaya di Savatthi. Pada suatu ketika Anathapindika sedang melakukan perjalanan bisnis di negara tetangga Magadha, ia mampir ke Rajagaha. Seperti biasa, ia selalu mampir dulu ke rumah saudara iparnya, yang dengannya terikat persahabatan yang hangat. Ketika memasuki rumah, dengan terkejut ia mendapati bahwa orang- orang di rumah itu nyaris tidak memperhatikannya. Sebelumnya ia telah terbiasa mendapat perhatian yang penuh dari saudara iparnya, serta penerimaan yang hangat dari para penghuni rumah. Tetapi sekarang ia menemukan mereka begitu sibuk, begitu bersemangat membuat persiapan yang rumit. Ia bertanya kepada saudara iparnya yang sedang sibuk, mengenai maksud dari semua ini: “Sebuah pernikahan? Sebuah upacara kurban besar? Kunjungan dari raja?” Namun saudara iparnya menjelaskan: “Aku telah mengundang Yang Tercerahkan (Sang Buddha) dan para bhikkhu ke sini untuk makan besok.”

Anathapindika pun tertarik: “Apakah engkau berkata ‘Yang Tercerahkan’?”

“Benar,” jawab saudara iparnya, “besok Yang Tercerahkan akan datang.” Anathapindika, yang sulit mempercayai pendengarannya, bertanya untuk kedua, dan ketiga kalinya: “Apakah engkau berkata ‘Yang Tercerahkan’?” Kemudian dengan menarik nafas lega, ia berkata, “Bahkan bunyi dari kata-kata ini saja sungguh langka di dunia—Yang Tercerahkan. Dapatkah seseorang benar-benar menemui beliau?” Saudara iparnya menjawab: “Hari ini kurang tepat, tetapi engkau dapat pergi menemuinya besok pagi.”

Malam itu, ketika Anathapindika berbaring tertidur, ia tergerak oleh pikiran dan perasaan yang berkecamuk. Begitu kuat perasaannya menanti pertemuan esok sehingga ia terbangun tiga kali di malam hari, berpikir bahwa hari sudah pagi. Akhirnya, ia bangun bahkan sebelum fajar dan keluar dari kota menuju vihara. Dalam kegelapan, rasa takut mendatanginya, keraguan dan ketakpastian berkecamuk dalam hatinya, dan semua insting duniawinya memberitahu untuk kembali. Tetapi makhluk halus yang tak-terlihat bernama Sivaka mendorongnya untuk terus,

“Seratus ribu gajah,
Seratus ribu kuda,
Seratus ribu kereta yang ditarik bagal,
Seratus ribu gadis Yang dipercantik dengan perhiasan dan anting-anting—
Kesemuanya tidak seharga seperenam belas
Satu langkah maju.”

“Majulah, perumahtangga! Majulah, perumahtangga! Melangkah maju lebih baik bagimu, janganlah berbalik lagi.”

Kemudian sepanjang sisa malam itu, Anathapindika berjalan dengan tekad bulat. Selang beberapa waktu, ia melihat dalam kabut fajar sesosok orang berjalan dengan tanpa suara ke belakang dan ke depan. Anathapindika berhenti. Kemudian sosok itu memanggilnya dengan suara merdu yang tak dapat digambarkan: “Datanglah, Sudatta!”

Anathapindika terkejut ketika disapa demikian, karena tidak ada orang di sana yang memanggilnya dengan nama kecilnya. Ia hanya dikenal sebagai Anathapindika, dan lagipula, ia tidak dikenal oleh Sang Buddha dan telah datang tanpa pemberitahuan. Sekarang ia yakin bahwa ia berada di hadapan Yang Tercerahkan. Diliputi dengan bobot suasana dari pertemuan itu, ia jatuh di kaki Sang Guru dan bertanya dengan tergagap-gagap: “Apakah Sang Bhagava tidur dengan nyenyak?” Dengan jawaban beliau terhadap pertanyaan konvensional ini, Sang Buddha memberitahu sekilas mengenai keagungannya yang sebenarnya kepada Anathapindika:

Selalu tidur dengan nyenyak,
Sang brahmana yang dahaganya terpuaskan sepenuhnya,
Yang tidak melekat pada kenikmatan indria,
Sejuk di hati, tanpa menguasai.

Telah memotong semua kemelekatan,
Telah melenyapkan kekhawatiran dari hati,
Orang damai tidur nyenyak,
Karena ia telah mencapai damai di pikiran.

Kemudian Sang Bhagava, sambil membimbing Anathapindika selangkah demi selangkah, berbicara kepadanya mengenai memberi, kemoralan, surga; bahaya, kesia-siaan, dan sifat menodai dari kenikmatan indria; manfaat pelepasan. Ketika beliau melihat bahwa hati dan pikiran Anathapindika sudah siap— mudah menerima, tidak terganggu, bersemangat dan damai— beliau menjelaskan kepadanya ajaran unik Yang Tercerahkan: Empat Kebenaran Mulia mengenai penderitaan, sebabnya, berakhirnya, dan jalan untuk mengakhirinya. Dengan itu, mata kebenaran yang tanpa noda, bersih dari debu (dhammacakkhu) terbuka bagi Anathapindika: “Apapun yang memiliki sifat alami timbul, semua juga memiliki sifat alami tenggelam.“ Anathapindika telah memahami kebenaran Dhamma, mengatasi semua keraguan, dan tanpa goyah; mantap dalam pikiran, ia sekarang mandiri dalam Ajaran Sang Guru. Ia telah merealisasi jalan dan buah pemasuk-arus (sotapatti).

Ia kemudian mengundang Sang Guru untuk bersantap keesokan harinya di rumah saudara iparnya, dan Sang Guru menerimanya. Setelah bersantap siang, Anathapindika bertanya kepada Sang Buddha apakah ia boleh membangun sebuah vihara bagi Sangha di kampung halamannya, Savatthi. Sang Buddha menjawab: “Yang Tercerahkan menyukai tempat yang tenang.”

“Saya mengerti, O Guru, saya mengerti,” jawab Anathapindika, yang bersuka cita karena persembahannya diterima.

Ketika Anathapindika kembali ke Savatthi, ia mendorong orang-orang di sepanjang jalan untuk menerima Sang Buddha dengan hormat. Sesampainya di Savatthi, ia langsung mencari lokasi yang sesuai untuk vihara. Tempatnya tidak boleh terlalu dekat maupun terlalu jauh dari kota; tidak boleh ramai di pagi hari maupun berisik di malam hari; harus mudah dicapai para umat awam sekaligus cocok untuk hidup bertapa. Akhirnya, di perbukitan yang mengelilingi kota, ia menemukan sebuah tempat terbuka di tengah hutan, tempat yang ideal untuk tujuannya. Tempat ini adalah Jetavana—Hutan Jeta—milik Pangeran Jeta, anak Raja Pasenadi.

Anathapindika mengunjungi Pangeran Jeta di istananya dan bertanya apakah hutan itu dijual. Pangeran menjawab bahwa ia tidak akan menjualnya bahkan untuk harga yang pantas yaitu delapan belas juta koin emas. “Saya akan memberi anda sebanyak itu, sekarang juga,” balas Anathapindika. Tetapi mereka tidak bisa sepakat sehingga mereka menemui seorang penengah. Si penengah memutuskan bahwa harganya sebesar sebanyak mungkin koin emas dari delapan belas juta yang dapat diletakkan bersebelahan satu sama lainnya di tanah itu, dan berdasarkan ini kesepakatan jual-beli diputuskan.

Anathapindika membawa banyak gerobak penuh koin emas dan menyebarnya di tanah. Akhirnya hanya tinggal sepotong tanah di daerah masuk yang belum terisi. Ia memberi instruksi agar lebih banyak lagi koin emas dibawa, tetapi Pangeran Jeta mengumumkan bahwa ia akan membangun sebuah gerbang dan menara di situ dengan uangnya sendiri. Menara dan gerbang ini melindungi vihara dari dunia luar, melindunginya dari suara di jalan dan menekankan garis pemisah antara yang suci dan duniawi. Anathapindika kemudian menghabiskan delapan belas juta lagi untuk membangun dan melengkapinya. Ia membangun sel-sel individual, ruang pertemuan, ruang makan, gudang, jalan, kamar mandi, sumur, dan kolam teratai untuk mandi sekaligus juga dinding besar di sekeliling tempat itu. Dengan demikian tempat itu berubah menjadi vihara dan berdiri sebagai tempat perlindungan religius (Vin. 2:158-59). Untuk menghormati kedua belah pihak yang berpartisipasi, teks-teks selalu mengacu pada tempat ini dengan dua nama: “Hutan Jeta” dan “Vihara Anathapindika.”.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 10:43:10 PM
Ketika semua persiapan telah selesai, Sang Buddha beserta para bhikkhu datang ke Savatthi untuk menempati vihara baru itu. Saat mereka tiba, Anathapindika mengundang mereka untuk bersantap dan setelahnya ia bertanya kepada Sang Buddha: “Bagaimanakah saya harus melanjutkan persembahan Jetavana?” “Engkau dapat mempersembahkannya kepada Sangha dari empat penjuru, sekarang dan masa mendatang.” Anathapindika pun melakukannya. Kemudian Sang Buddha pun mengekspresikan penghargaan kepadanya dalam syair berikut:

Tempat itu menghalau dingin dan panas dan hewan buas dari sana
Dan hewan melata dan serangga pengigit dan hujan di musim penghujan.
Ketika angin panas yang menakutkan timbul, itupun dihalau.
Untuk bermeditasi dan memperoleh pandangan-terang dalam lindungan atap dan nyaman—
Sebuah tempat tinggal dipuji oleh Yang Terjaga
Sebagai hadiah utama bagi Sangha

Oleh karena itu orang bijaksana yang mecari kesejahteraan,
Harus membangun tempat tinggal, sehingga
Mereka yang terpelajar dapat tinggal.
Kepada mereka makanan dan minuman, jubah dan tempat tinggal,
Harus ia beri, kepada yang bajik, dengan pikiran termurnikan.
Kemudian mereka akan mengajarnya Dhamma yang mengusir segala penyakit;
Ia, mengetahui Dhamma, mencapai Nibbana, tanpa noda.
(Vin. 2:147-48; 2:164-65)

Jamuan bagi para bhikkhu dilanjutkan dengan perayaan yang meriah bagi para umat awam, dengan hadiah bagi semua orang. Peristiwa ini menghabiskan delapan belas juta lagi, sehingga Anathapindika menghabiskan total lima puluh empat juta bagi pusat Sangha. Oleh karena itu Sang Buddha menyatakannya sebagai penyokong utama Sangha (AN 1, bab 14).

SI PENYOKONG YANG KAYA

Setelah membangun vihara, Anathapindika tekun dalam menyokong Sangha yang tinggal menetap. Ia menyediakan segala keperluan para bhikkhu yang tinggal di sana . Setiap pagi ia mengirim nasi susu, dan setiap malam ia menyediakan semua keperluan jubah, mangkuk pindapata, dan obat-obatan. Semua perbaikan dan perawatan di Jetavana dilakukan oleh pelayannya. Di atas semuanya, beberapa ratus bhikkhu datang setiap hari ke rumahnya—sebuah wisma bertingkat tujuh—untuk menerima santap siang. Setiap hari saat santap siang, rumahnya penuh dengan jubah kuning dan suasana suci.

Ketika Raja Pasenadi mengetahui kedermawanan Anathapindika, ia juga ingin menirunya, sehingga ia menyediakan makanan untuk lima ratus bhikkhu setiap hari. Suatu hari, ketika ia sedang dalam perjalanan untuk pergi berbincang-bincang dengan para bhikkhu, ia mengetahui dari pelayannya bahwa para bhikkhu membawa makanan yang diberikannya dan memberikan kepada para penyokong di kota, yang kemudian memberikannya kembali kepada para bhikkhu. Sang raja kebingungan, karena ia selalu menyediakan makanan yang sangat lezat, maka ia pun bertanya kepada Sang Buddha alasan perilaku para bhikkhu. Sang Buddha menjelaskan kepada raja bahwa di istana, para anggota kerajaan membagikan makanan tanpa perasaan, hanya mengikuti perintah seperti ketika mereka membersihkan gudang atau membawa pencuri ke pengadilan. Mereka tidak mempunyai keyakinan dan tidak memiliki cinta kepada para bhikkhu. Bahkan banyak dari mereka yang berpikir bahwa para bhikkhu hanyalah parasit yang hidup dari keringat orang-orang yang bekerja. Ketika sesuatu diberikan dengan perasaan demikian, tidak seorangpun yang merasa nyaman menerimanya—walaupun santapannya terdiri dari makanan-makanan terlezat. Sebaliknya, para perumah-tangga yang penuh pengabdian di kota, seperti Anathapindika dan Visakha, menyambut para bhikkhu dan menganggap mereka sebagai teman spiritual yang hidup demi kesejahteraan dan manfaat semua makhluk. Sebuah santapan sederhana yang disediakan oleh seorang teman akan lebih berharga daripada santapan terenak yang diberikan oleh seseorang yang memberi tidak dengan semangat yang benar. Sang Buddha menambahkan sebuah syair kepada raja untuk diingat:

Sebuah masakan mungkin tawar atau lezat,
Makanan mungkin sedikit atau banyak,
Namun bila diberikan oleh tangan yang bersahabat,
Maka menjadi santapan yang nikmat. (Jat. 346)

Anathapindika dan Visakha bukan hanya pendana utama di Savatthi (Jat. 337, 346, 465), namun pertolongan mereka juga seringkali diminta oleh Sang Buddha manakala sesuatu hal perlu diatur dengan komunitas umat awam. Namun kekayaan Anathapindika bukannya tidak bisa habis. Pada suatu ketika harta seharga delapan belas juta lenyap karena banjir bandang dan terbawa ke lautan. Ditambah ia juga meminjamkan kira-kira uang sejumlah demikian juga kepada teman-teman bisnis yang tidak membayarnya dan ia pun sungkan untuk menagihnya. Karena kekayaannya sekitar lima kali delapan belas juta, dan dia telah menghabiskan tiga perlima darinya untuk vihara, maka kekayaannya mulai habis. Anathapindika, sang jutawan, telah menjadi miskin. Walaupun demikian, meskipun dalam suasana sulit, dia tetap menyediakan makanan bagi para bhikkhu, meskipun hanya nasi susu yang encer.

Pada waktu itu ada makhluk halus yang hidup di atas gerbang istana bertingkat tujuh milik Anathapindika. Setiap kali Sang Buddha atau seorang murid mulia memasuki rumah, si makhluk halus, mengikuti hukum di alamnya, harus turun dari tempatnya untuk menghormat. Namun, hal ini membuat si makhluk halus merasa tidak nyaman, maka ia berusaha memikirkan cara untuk mencegah para bhikkhu masuk ke rumah. Ia muncul di hadapan seorang pelayan dan menyarankannya untuk berhenti memberikan dana makanan, tetapi pelayan itu tidak mempedulikannya. Kemudian ia berusaha mendekati anak tuan rumah untuk menentang para bhikkhu, namun inipun gagal. Akhirnya, si makhluk halus muncul dengan aura gaibnya di hadapan Anathapindika dan berusaha membujuknya karena sekarang ia telah miskin maka akan lebih baik bila ia berhenti memberi dana makanan. Si pendana besar menjawab bahwa ia hanya mengetahui tiga harta: Buddha, Dhamma, dan Sangha. Ia berkata bahwa ia bersungguh-sungguh dalam menjaga ketiga harta ini, serta ia juga memberitahu si makhluk halus agar meninggalkan rumahnya karena di sana tidak ada tempat bagi musuh Sang Buddha.

Oleh karena itu si makhluk halus, sekali lagi harus mengikuti hukum di alamnya, harus meninggalkan tempat itu. Ia pun pergi menemui dewa pelindung kota Savatthi dan meminta tempat bernaung baru. Dewa itu menyuruhnya pergi ke pengadilan yang lebih tinggi, yaitu Keempat Raja Dewa, yang bersama-sama memerintah surga terendah. Namun Keempat dewa ini juga merasa tidak mampu untuk memutuskan dan mengirim si makhluk halus yang tak-berumah ini kepada Sakka, raja para dewa.

Namun, sementara itu, si makhluk halus sadar akan kesalahannya dan memohon Sakka untuk meminta maaf baginya. Sakka mengisyaratkan bahwa sebagai hukuman, si makhluk halus harus menolong Anathapindika mendapatkan lagi kekayaannya. Pertama, ia harus mengambil kembali harta yang tenggelam di laut; kemudian ia harus memperoleh harta tak bertuan yang terkubur; dan akhirnya ia harus membujuk orang-orang yang berhutang pada Anathapiõóika untuk membayar hutangnya. Dengan usaha yang keras akhirnya si makhluk halus berhasil memenuhi ketiga syarat ini. Dengan melakukannya, ia pun muncul dalam mimpi orang-orang yang berhutang itu dan meminta pembayaran. Tidak lama kemudian Anathapindika kembali mempunyai lima puluh empat juta dan mampu sedermawan dulu lagi.

Si makhluk halus kemudian muncul di hadapan Sang Buddha dan memohon pengampunan atas perilaku dengkinya. Ia pun mendapatkan pengampunan dan setelah Yang Tercerahkan menjelaskan Dhamma kepadanya, ia pun menjadi murid Sang Buddha. Lebih jauh lagi, Sang Buddha mengajarkan kepadanya bahwa seseorang yang berjuang untuk menyempurnakan ‘memberi’ tidak dapat dihentikan oleh apapun di dunia, baik oleh para makhluk halus, dewa, setan, maupun ancaman kematian (Jat. 140, 340).

Setelah Anathapindika mendapatkan kembali semua kekayaannya, seorang brahmana menjadi iri pada nasib baiknya dan memutuskan untuk mencuri apa yang menurutnya telah membuat Anathapindika begitu kaya. Ia ingin mencuri perwujudan dari Siri, dewi kekayaan, karena ia berpikir bahwa dengan demikian maka nasib baik akan meninggalkan Anathapindika dan berpindah kepada dirinya, terikat untuk menuruti kehendaknya. Persepsi aneh ini berdasarkan pemikiran bahwa apa yang disebut nasib baik, meskipun merupakan pahala dari perbuatan baik sebelumnya, bersumber dari dewa-dewi yang tinggal di rumah orang itu, yang menarik nasib baik bagi majikan mereka.

Maka si brahmana pergi ke rumah Anathapindika dan melihat sekeliling untuk mencari tempat dewi kekayaan dapat ditemukan. Seperti banyak orang India pada saat itu, ia memiliki kekuatan gaib dan dapat melihat bahwa Kekayaan tinggal dalam seekor ayam jantan putih dalam sangkar emas di dalam wisma. Ia memohon kepada pemilik rumah untuk memberikannya ayam jantan itu untuk membangunkan murid-muridnya di pagi hari. Tanpa ragu-ragu, Anathapindika yang murah-hati meluluskan permintaannya. Namun, tepat pada saat itu, Kekayaan pindah ke sebuah permata. Brahmana inipun memintanya sebagai hadiah dan menerimanya. Tetapi kemudian Kekayaan bersembunyi di dalam sebuah tongkat, senjata yang digunakan untuk membela diri. Setelah si brahmana berhasil memintanya, perwujudan Siri pindah ke kepala Punnalakkhana, istri Anathapindika, yang benar- benar merupakan jiwa kebajikan rumah ini sehingga ia dilindungi para dewa. Ketika si brahmana melihat ini, ia mundur ketakutan: “istrinya tidak dapat saya minta!” Ia mengakui niat jahatnya, mengembalikan hadiah-hadiahnya, dan, dengan penuh rasa malu, meninggalkan rumah itu.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 10:43:27 PM
Anathapindika menemui Yang Tercerahkan dan memberitahu beliau mengenai pertemuan aneh tersebut, yang tidak ia pahami. Sang Buddha menjelaskan hubungannya kepadanya –bagaimana dunia diubah melalui kerja yang baik dan bagaimana, bagi mereka dengan pandangan-terang yang benar melalui pemurnian moral, segalanya bisa dicapai, bahkan Nibbana (Jat. 284).

Setiap kali Sang Buddha menetap di Savatthi, Anathapindika selalu mengunjungi beliau. Namun, di lain waktu, ia merasa kehilangan objek untuk dipuja. Oleh karena itu, suatu hari ia memberitahu Y.M. Ananda mengenai keinginannya untuk membuat tempat pemujaan. Ketika Y.M. Ananda melaporkan ini kepada Sang Buddha, beliau menyatakan bahwa ada tiga jenis pemujaan: bentuk fisik, pengingat, dan perwakilan. Jenis yang pertama adalah relik, yang setelah Parinibbana Sang Buddha, disimpan di dalam stupa; jenis kedua adalah objek yang memiliki hubungan dengan Yang Tercerahkan dan telah digunakan oleh beliau, seperti mangkuk pindapata; jenis ketiga adalah simbol yang dapat dilihat. Dari ketiga pendukung untuk pemujaan ini, yang pertama belum mungkin selama Sang Bhagava masih hidup. Yang ketiga tidaklah sesuai bagi mereka yang tidak bisa puas hanya dengan gambar atau simbol. Maka yang tersisa adalah yang kedua.

Pohon Bodhi di Uruvela tampaknya merupakan objek terbaik yang berfungsi sebagai pengingat pada Sang Bhagava. Di bawahnya Beliau telah menemukan pintu menuju Tanpa-kematian, dan telah menyediakan perlindungan selama minggu pertama pencerahan beliau. Maka diputuskan untuk menanam tunas kecil dari pohon ini di Savatthi. Y.M. Mahamoggallana membawa potongan dari pohon asli, yang kemudian ditanam di gerbang Jetavana di hadapan orang-orang istana dan para bhikkhu serta umat awam yang terkenal. Y.M. Ananda memberikan anak pohon itu kepada raja untuk upacara penanaman. Namun Raja Pasenadi membalas, dengan penuh kerendahan hati, bahwa ia menjalani hidup ini hanya sebagai pengurus posisi raja. Akan jauh lebih sesuai bagi seseorang yang dekat dengan Ajaran untuk menanam pohon itu. Maka ia memberikan anak pohon itu kepada Anathapindika, yang berdiri di sebelahnya.

Pohon itu tumbuh dan menjadi objek pemujaan para umat awam yang berbakti. Atas permintaan Y. M. Ananda, menghabiskan semalam duduk di bawah pohon itu untuk menganugerahkan pentahbisan istimewa yang lain. Anathapindika seringkali pergi ke pohon itu dan menggunakan ingatan yang berhubungan dengannya dan semangat spiritual yang diterimanya di sana untuk memusatkan pikirannya kepada Sang Bhagava (Jat. 479).

KELUARGA ANATHAPINDIKA

Anathapindika menikah dengan bahagia. Istrinya, Punnalakkhana, menjalankan sesuai namanya, yang berarti “seorang dengan tanda kebajikan,” dan sebagai semangat kebajikan di rumah, ia mengurus para pelayan dan para bhikkhu yang datang pada tengah hari. Ia juga taat pada Dhamma, seperti kakaknya, yang merupakan salah satu umat awam pertama Sang Buddha.

Anathapindika memiliki empat orang anak, tiga putri dan seorang putra. Dua putrinya, Subhadda Besar dan Subhadda Kecil, juga mendalami Dhamma seperti ayahnya, dan mencapai tingkat pemasuk-arus. Mereka mirip dengan ayahnya dalam hal spiritual dan demikian pula dalam hal duniawi; mereka juga menikah dengan bahagia. Namun, putrinya yang termuda, Sumana, bahkan melampaui semua orang di rumah dengan kebijaksanaannya yang mendalam. Ketika mendengar kotbah dari Sang Buddha ia langsung mencapai tingkat kedua kesucian, menjadi yang-kembali-sekali-lagi. Ia tidak menikah, namun bukan karena ia telah melepas ide itu. Sebenarnya, ketika ia melihat kebahagiaan kedua kakaknya, ia menjadi sedih dan kesepian. Kekuatan spiritualnya tidak cukup kuat untuk mengatasi depresinya. Dengan penuh kesedihan, keluarganya melihat ia menjadi semakin kurus, tidak mau makan apapun, sehingga mati kelaparan. Ia terlahir kembali di surga Tusita, salah satu dari surga tertinggi di alam indria, dan di sana ia mensucikan diri dari sisa- sisa kebergantungan pada orang lain, keinginan terakhirnya yang diarahkan ke luar.

Putra semata wayang Anathapindika, Kala si Gelap, pada mulanya merupakan sumber ketegangan di rumah ayahnya. Ia tidak mau tahu apapun mengenai Dhamma dan menyibukkan diri sepenuhnya dalam urusan-urusan bisnis. Kemudian suatu hari ayahnya mendorong ia untuk menjalankan hari suci, dengan menawarkannya seribu keping emas bila ia mau menjalankan Uposatha. Kala pun setuju dan tak lama kemudian menemukan bahwa libur sehari dalam seminggu dari bisnis untuk berkumpul dengan keluarga membuatnya rileks. Karenanya, aturan berpuasa dengan teratur dari Uposatha tidak terlalu memberatkan dirinya. Kemudian ayahnya membuat permintaan kedua dan menawarkannya seribu keping emas bila ia mau ke vihara dan menghafal sebait Dhamma, di hadapan Sang Guru. Kala dengan senang hati menyetujuinya. Peristiwa ini menjadi titik balik dalam kehidupannya. Setiap kali Kala mempelajari sebuah syair, Sang Buddha membuatnya salah mengerti sehingga ia harus mendengarnya berulang kali dengan penuh perhatian. Ketika ia merenungkan maknanya, ia tiba-tiba merasa sangat terinspirasi oleh Ajaran dan saat itu juga mencapai tingkat Pemasuk-Arus. Sejak saat itu, kehidupannya menjadi mulia, sama seperti ayahnya, dan ia pun menjadi penyokong utama Sangha, sehingga ia dikenal dengan nama “Anathapindika Kecil.”

Kala beristrikan Sujata, kakak dari Visakha, seorang umat awam yang terkenal. Sujata sangat bangga dengan latar belakang keluarganya dan kekayaan kedua sisi keluarganya. Karena ia hanya memikirkan hal-hal yang remeh ini, maka secara batiniah ia tidak terpenuhi, tidak puas dan mudah tersinggung, dan ia pun melepaskan ketidak-bahagiaannya kepada orang lain. Ia memperlakukan semua orang dengan kasar, memukuli para pelayan, dan menyebarkan ketakutan serta teror kemanapun ia pergi. Ia bahkan tidak menaati aturan kepemilikan dalam berhubungan dengan mertua dan suaminya, yang dipandang sangat penting oleh masyarakat India.

Pada suatu hari, setelah bersantap di rumah mereka, saat Sang Buddha sedang memberikan khotbah, terdengar bentakan dan teriakan keras dari ruangan lain. Sang Guru menghentikan khotbahnya dan bertanya kepada Anathapindika perihal sumber keributan itu, yang terdengar seperti teriakan nyaring para nelayan. Si perumahtangga menjawab bahwa sumbernya adalah menantu perempuannya yang sedang membentak para pelayan. Menantunya adalah orang yang pemarah, katanya, yang tidak berperilaku semestinya terhadap suami ataupun mertuanya, yang tidak berdana, tidak berkeyakinan, dan tidak percaya, yang selalu menyebarkan konflik.

Hal yang aneh pun terjadi: Sang Buddha meminta agar menantunya dipanggil. Ketika ia akhirnya muncul di hadapan beliau, Sang Buddha bertanya kepadanya: ingin menjadi yang manakah ia dari tujuh jenis istri. Ia menjawab bahwa ia tidak memahami maksud beliau dan memohon penjelasan lebih lanjut. Maka Yang Tercerahkan menjelaskan tujuh jenis istri kepadanya dalam syair berikut:

“ Dengan pikiran yang membenci, dingin dan kejam,
Penuh nafsu terhadap pria lain, merendahkan suaminya,
Yang ingin membunuh orang yang telah meminangnya—
Istri demikian disebut pembantai.

Ketika suaminya mendapatkan kekayaan
Melalui keterampilan atau berdagang atau bertani
Ia berusaha untuk mencuri sedikit bagi dirinya—
Istri demikian disebut pencuri.

Si rakus yang malas, suka bermalas-malasan
Keras, kejam, kasar dalam berbicara,
Seorang perempuan yang sewenang-wenang terhadap bawahannya—
Istri demikian disebut tiran.

Ia yang suka menolong dan baik hati,
Yang menjaga suaminya seperti seorang ibu terhadap anaknya,
Yang berhati-hati melindungi kekayaan yang dikumpulkan suaminya—
Istri demikian disebut ibu.

Ia yang menghargai suaminya
Seperti adik menghargai kakaknya,
Yang dengan rendah hati menuruti keinginan suaminya—
Istri demikian disebut adik.

Ia yang bergembira dalam pandangan suaminya,
Seperti seorang teman menerima yang lainnya,
Dibesarkan dengan baik, bajik, taat—
Istri demikian disebut teman.

Ia yang tanpa kemarahan, takut pada hukuman,
Yang terhadap suaminya bebas dari kebencian,
Yang dengan rendah hati menuruti keinginan suaminya—
Istri demikian disebut pelayan.

Jenis-jenis istri yang disebut pembantai,
Pencuri dan istri seperti tiran,
Istri-istri demikian, dengan terurainya tubuh,
Akan terlahir di neraka yang dalam.

Tetapi istri seperti ibu, adik, teman
Dan istri yang dipanggil pelayan,
Mantap dalam kebajikan, tenang,
Dengan terurainya tubuh akan menuju surga.”
(AN 7:59)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 10:43:44 PM
Kemudian Sang Bhagava langsung menanyainya: “Inilah, Sujata, ketujuh jenis istri yang dapat dimiliki seorang pria. Yang manakah dirimu?”

Dengan hati yang sangat tergerak, Sujata menjawab bahwa mulai saat ini ia akan berjuang untuk menjadi pelayan bagi suaminya. Perkataan Yang Tercerahkan telah menunjukkan kepadanya cara berperilaku sebagai seorang istri. Kemudian ia pun menjadi murid Sang Buddha yang taat, yang kepada Beliau selamanya ia berterima kasih atas kebebasannya.

Kabar perihal perubahan Sujata menyebar cepat. Pada suatu malam, Sang Buddha masuk ke ruang kotbah dan Ia bertanya kepada para bhikkhu apa yang sedang mereka diskusikan. Mereka melapor bahwa mereka sedang membicarakan “mukjizat Dhamma,” yang ditunjukkan oleh keterampilan Yang Terjaga dengan membuat seorang istri menjadi mempesona dari yang dulunya Sujata si “naga rumah.” Sang Buddha kemudian menceritakan bagaimana ia telah menjinakkan Sujata di kehidupan sebelumnya. Pada waktu itu Sujata adalah ibu beliau, dan beliau telah menghentikannya membentak dan menguasai orang lain dengan perbandingan antara gagak yang menjijikan dan burung yang manis (Jat. 269).

Terakhir, disinggung pula keponakan Anathapindika. Ia mewarisi kekayaan sebesar empat puluh juta tetapi dengan gaya hidupnya yang liar, bermabuk-mabukan, dan berjudi serta menghabiskan kekayaannya untuk para penghibur, wanita dan teman-teman yang mengikutinya. Ketika warisannya telah habis, ia meminta bantuan kepada pamannya. Anathapindika memberinya seribu keping emas dan memberitahunya agar menggunakan uang itu untuk memulai usaha. Namun sekali lagi ia menghabiskan seluruh uangnya untuk kemudian muncul lagi di rumah pamannya. Kali ini Anathapindika memberinya uang lima kali lebih banyak, tanpa satu syaratpun, namun sebagai tanda pemutusan hubungan. Walaupun Anathapindika telah memberikan peringatan bahwa uang ini merupakan pemberiannya yang terakhir, si keponakan tetap tidak merubah kebiasaannya yang boros. Pada saat ketiga kalinya ia memohon uang kepada pamannya, Anathapindika memberikannya dua potong pakaian, yang dihabiskannya juga, dan kemudian dengan tidak tahu malu menemui pamannya untuk keempat kalinya. Akan tetapi, kali ini ia diminta untuk pergi. Bila ia datang sebagai pengemis biasa dan bukan sebagai keponakan, tentu ia tidak akan meninggalkan rumah Anathapindika dengan tangan kosong. Namun ia tidak melakukannya karena bukan sedekah yang ia inginkan melainkan uang untuk berhura-hura.

Karena ia terlalu malas dan keras kepala untuk mencari penghidupan sendiri, namun juga tidak mau mengemis, maka ia meninggal dalam kondisi yang menyedihkan. Tubuhnya ditemukan di dekat tembok kota dan kemudian dibuang ke tumpukan sampah. Ketika Anathapindika mendengar berita ini, ia bertanya kepada dirinya sendiri apabila ia mampu mencegah akhir yang menyedihkan ini. Ia kemudian memberitahu Sang Buddha cerita ini dan bertanya apakah ia seharusnya bertindak dengan cara yang berbeda. Namun Sang Buddha menghapus kerisauannya dengan menjelaskan bahwa keponakannya itu termasuk sejumlah kecil orang yang tidak dapat dipuaskan, seperti ember tak berdasar. Ia meninggal dikarenakan perilakunya yang ceroboh, seperti yang terjadi kepadanya dalam kehidupan sebelumnya (Jat. 291).

ANATHAPINDIKA DAN KAWAN-KAWANNYA

Begitu Anathapindika mencapai tingkat pemasuk-arus, ia mengabdikan diri sepenuhnya dalam menjalankan sila, memurnikan pikiran dan usaha-usaha untuk memajukan orang- orang di sekelilingnya. Jadi ia hidup dalam kemurnian di tengah- tengah orang yang sepaham. Tidak hanya keluarga langsungnya melainkan juga para pekerja dan pelayannya berjuang untuk berlatih kedermawanan, menjaga Lima Sila dan menjalankan hari Uposatha (Jat. 382). Rumahnya menjadi pusat kebaikan dan niat baik, dan sikapnya menyebar di lingkungannya, kepada teman- teman dan kenalannya. Ia tidak memaksakan pendapatnya kepada mereka, ataupun menghindari masalah dalam kehidupan sehari- hari. Beberapa detil mengenai kehidupannya saat itu dilaporkan dalam teks.

Pada suatu ketika sekelompok pemabuk di Savatthi mulai kehabisan uang. Ketika mereka sedang merundingkan cara agar mereka bisa mendapatkan lebih banyak arak, salah seorang dari mereka berpikir untuk membuat Anathapindika yang kaya menjadi mabuk, dan ketika ia tidak sadarkan diri, merampoknya. Mereka tahu bahwa ia selalu melewati rute tertentu ketika mengunjungi raja, maka mereka membangun sebuah kios minuman di jalan itu. Ketika Anathapindika melewati jalan itu, mereka mengundangnya untuk minum bersama. Namun dengan berpikir, “Bagaimana mungkin pengikut taat dari Yang Agung minum arak?”, ia pun menolak undangan mereka dan melanjutkan perjalanannya menuju istana.

Para pemabuk yang kecewa itu kemudian berusaha membujuknya sekali lagi ketika ia sedang dalam perjalanan pulang. Anathapindika langsung menghadapi mereka dan mengatakan ia bahwa mereka sendiri tidak ingin meminum arak itu karena araknya tidak tersentuh sama sekali seperti sebelumnya. Apakah mereka berencana untuk membuatnya tak sadarkan diri dan kemudian merampoknya? Ketika dengan beraninya ia melakukan perlawanan dengan perkataan ini, mereka pun lari ketakutan (Jat. 53).

Anathapindika tahu bagaimana cara untuk membedakan antara sila-nya untuk tidak minum alkohol dengan perilaku orang lain. Contohnya, salah seorang teman Anathapindika berdagang minuman keras. Walaupun demikian, Anathapindika tetap berteman dengannya. Suatu ketika si pedagang minuman keras mengalami kerugian besar yang disebabkan kecerobohan salah seorang pekerjanya. Anathapindika bersimpati penuh terhadapnya dan memperlakukannya sama dengan ia memperlakukan teman lain yang mengalami kesialan. Ia sendiri memberikan teladan yang baik, namun ia tidak memaksakan pendapatnya ataupun mengkritik kekurangan mereka (Jat. 47).

Pada suatu ketika, Anathapindika sedang berada di daerah yang rawan perampok. Ia memilih untuk menanggung ketidaknyamanan bergerak sepanjang malam daripada membuka diri terhadap risiko diserang (Jat.103). Ia menaati nasihat Sang Buddha yaitu seseorang sebaiknya mengatasi masalah tertentu dengan menghindarinya daripada menunjukkan kepahlawanan palsu (lihat MN 2).

Anathapindika juga menghindari perampokan dengan cara lain. Ia memiliki seorang teman sejak kecil yang bernama Kalakanni, “Burung Sial.” Ketika temannya ini membutuhkan uang, Anathapindika menolongnya dan memberinya pekerjaan di rumahnya. Teman-temannya yang lain mengkritik perbuatannya— karena orang itu memiliki nama yang sial dan berasal dari keturunan rendah. Tetapi Anathapindika menampiknya, “Apalah arti sebuah nama? Orang bijaksana tidak mempedulikan tahayul!” Ketika Anathapindika pergi dalam perjalanan bisnis, ia mempercayakan rumahnya kepada temannya. Sekelompok pencuri mendengar kabar kepergiannya dan merencanakan pencurian. Ketika mereka sedang mengelilingi rumah itu, Si “Burung Sial” yang selalu waspada memukul drum dan membuat suara-suara berisik sehingga terdengar seperti sebuah perayaan sedang berlangsung. Suara-suara ini meyakinkan para pencuri bahwa kepala rumah tidak benar-benar pergi, sehingga mereka membuang peralatan mereka dan kabur. Ketika Anathapindika mendengar kabar ini, ia mengatakan kepada teman-temannya, “Lihatlah, si ‘Burung Sial’ telah berjasa padaku. Bila dulu aku mendengar kalian, aku sudah dirampok” (Jat. 83, 121).

Kebanyakan teman Anathapindika adalah orang-orang yang religius, walaupun sebagian menjadi pengikut berbagai macam pertapa pengelana yang mewakili keanekaragaman sekte dan kepercayaan di India saat itu. Suatu hari, Anathapindika menyarankan sekelompok besar temannya untuk mendengar Sang Buddha. Mereka pergi dengan rela dan menjadi sangat tergerak oleh kotbah Yang Tercerahkan sehingga mereka menyatakan diri menjadi pengikut beliau. Mulai saat itu mereka mengunjungi vihara dengan teratur, memberikan dana, menjalankan sila, dan hari Uposatha. Tetapi begitu Sang Buddha meninggalkan Savatthi, mereka meninggalkan Dhamma dan sekali lagi mengikuti pertapa lain yang dengannya mereka bisa berhubungan setiap hari.

Beberapa bulan kemudian, ketika Sang Buddha sudah kembali ke Savatthi, Anathapindika sekali lagi membawa teman-temannya untuk menemui beliau. Kali ini Yang Terjaga tidak hanya menjelaskan aspek doktrin yang memajukan, namun juga memperingatkan mereka bahwa tidak ada perlindungan yang lebih baik atau lengkap untuk melawan penderitaan di dunia ini selain Tiga Perlindungan: Buddha, Dhamma dan Sangha. Kesempatan ini sangatlah langka di dunia, dan siapapun yang menyia- nyiakannya akan sangat menyesal. Demikian bagi mereka yang dengan tulus pergi berlindung pada Tiga Permata akan terhindar dari neraka dan mencapai salah satu dari tiga tujuan bahagia: kelahiran kembali yang baik sebagai manusia, salah satu dari kediaman surga, atau Nibbana.

Sang Buddha menantang para pedagang itu untuk mempertimbangkan kembali prioritas mereka, untuk mengenali bahwa keyakinan terhadap Tiga Permata bukanlah kemewahan yang bisa dengan mudahnya dikesampingkan ketika mereka merasa sudah tidak nyaman. Beliau berbicara kepada mereka mengenai kesia-siaan banyak perlindungan palsu yang dianut orang-orang, yang tidak dapat memberikan perlindungan yang nyata selain kelegaan yang semu. Ketika pikiran mereka telah siap menerima, beliau menjelaskan ajaran unik dari para Yang Terjaga—Empat Kebenaran Mulia perihal penderitaan, sumber, akhir, dan jalan menuju akhirnya—dan pada akhir kotbah mereka semua mencapai tingkat pemasuk-arus. Dengan demikian, pencapaian Anathapindika juga menjadi berkah bagi teman- temannya (Jat. 1).
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 10:43:59 PM
KOTBAH-KOTBAH SANG BUDDHA

Dalam empat puluh lima musim penghujan hidupnya sebagai seorang guru, Sang Buddha menghabiskan sembilan belas musim di Savatthi di Vihara Anathapindika di Hutan Jeta. Manakala beliau tinggal selama tiga atau empat bulan masa penghujan di sana, Anathapindika biasanya mengunjungi beliau dua kali sehari, terkadang hanya untuk bertemu beliau namun seringkali pula untuk mendengar kotbah. Anathapindika sungkan bertanya pada Sang Bhagava. Sebagai penyokong Sangha yang paling murah-hati, ia tidak mau menciptakan kesan bahwa ia hanya membarter kontribusinya dengan konsultasi pribadi. Baginya berdana adalah mengenai hati, memberi tanpa mengharap balasan—kegembiraan karena memberi sudah cukup baginya. Ia berpikir bahwa Sang Buddha dan para bhikkhu tidak akan menganggap mengajar sebagai kewajiban atau ganti rugi bagi penyokong, melainkan membagi hadiah Dhamma sebagai perwujudan alami kebaikan dan cinta-kasih mereka.

Oleh karena itu ketika Anathapindika menemui Sang Buddha ia akan duduk diam di samping beliau dan menunggu jikalau Sang Bhagava akan memberikan ia instruksi. Bila Sang Bhagava tidak mengatakan apapun, Anathapindika terkadang akan menceritakan suatu kejadian dalam hidupnya, yang beberapa darinya telah dijelaskan. Ia kemudian menunggu apakah Sang Bhagava akan berkomentar, merestui atau mengkritik perilakunya, atau beliau akan menggunakan kisahnya sebagai titik awal kotbah. Dengan cara demikian ia menghubungkan pengalaman sehari-hari dengan Ajaran.

Banyak kisah mengenai Sang Buddha memberikan instruksi kepada Anathapindika yang dicatat dalam Teks Pali. Ajaran-ajaran itu membentuk aturan yang lengkap bagi etika umat awam. Dan dengan mendapatkan instruksi-instruksi tersebut dari Sang Bhagava , Anathapindika juga menjadi penyokong umat awam yang tak terhingga banyaknya, yang dengan seksama berusaha mengikuti Dhamma. Kotbah-kotbah ini, yang terdapat dalam Anguttara Nikaya, berkisar dari yang paling sederhana sampai yang paling mendalam. Beberapa darinya disinggung di sini, dimulai dengan kata-kata dasar nasihat bagi umat awam:

“Perumah-tangga, milikilah empat hal, para murid mulia yang telah memasuki jalan tugas perumah-tangga. Jalan yang mendatangkan reputasi baik dan menuju alam surga. Apakah yang empat itu?

Di sini, perumahtangga, para murid mulia menantikan Sangha dengan menawarkan jubah, makanan, tempat tinggal, dan obat-obatan untuk digunakan ketika sakit. Inilah keempat hal itu.” (AN 4:60)

“Perumahtangga, inilah empat jenis kebahagiaan untuk dimenangkan perumahtangga: kebahagiaan kepemilikan, kebahagiaan kekayaan, kebahagiaan tanpa-hutang, kebahagiaan tanpa-cela.

Apakah kebahagiaan kepemilikan itu? Seseorang memiliki kekayaan yang diperoleh melalui perjuangan penuh semangat, dikumpulkan melalui kekuatan lengannya, dimenangkan melalui keringat di dahinya, didapatkan melalui cara yang sah. Dengan pikiran: “Kekayaan adalah milikku yang didapatkan melalui perjuangan yang bersemangat...didapat dengan sah,” kebahagiaan datang padanya, kepuasan datang padanya. Inilah, perumahtangga, yang disebut kebahagiaan kepemilikan.

Apakah kebahagiaan kekayaan itu? Seseorang dengan kekayaan yang diperoleh melalui perjuangan yang bersemangat...menikmati kekayaan sekaligus melakukan perbuatan bajik. Dengan pikiran: “Dengan menggunakan kekayaan yang diperoleh.... Aku menikmati kekayaanku dan melakukan perbuatan bajik,” kebahagiaan datang padanya, kepuasan datang padanya. Inilah, perumahtangga, yang disebut kebahagiaan kekayaan.

Apakah kebahagiaan tanpa-hutang itu? Seseorang tidak berhutang, besar ataupun kecil, pada siapapun. Dengan pikiran: “Aku tidak berhutang, besar ataupun kecil, pada siapapun,” kebahagiaan datang padanya, kepuasan datang padanya. Inilah, perumahtangga, yang disebut kebahagiaan tanpa-hutang.

Apakah kebahagiaan tanpa-cela itu? Para murid mulia terberkati dengan perbuatan tanpa-cela, ucapan yang tanpa-cela, pikiran yang tanpa-cela. Dengan pikiran: “Aku terberkati dengan perbuatan, ucapan, dan pikiran yang tanpa-cela,” kebahagiaan datang padanya, kepuasan datang padanya. Inilah, perumahtangga, yang disebut kebahagiaan tanpa-cela.
Demikanlah empat jenis kebahagiaan untuk dimenangkan perumahtangga.” (AN 4:62)

“Perumahtangga, ada lima hal yang diinginkan, disenangi dan disetujui, yang langka di dunia. Apakah yang lima itu? Kelima itu adalah umur panjang, keelokan, kebahagiaan, kemasyhuran, dan (tumimbal lahir di) surga. Namun, perumahtangga, tidak ku ajarkan bahwa kelima hal ini dapat dicapai melalui mohon atau nazar. Bila kelima hal ini bisa dicapai melalui mohon atau nazar, siapakah yang tidak akan melakukannya?

Bagi seorang murid mulia, perumahtangga, yang menginginkan umur panjang, tidaklah pantas baginya mohon untuk mendapat umur panjang ataupun mendapat kesenangan dari melakukannya. Ia seharusnya mengikuti jalan hidup yang mendukung umur panjang. Dengan mengikuti jalan ini ia akan mendapatkan umur panjang baik sebagai dewa ataupun manusia.

Bagi seorang murid mulia, perumahtangga, yang menginginkan keelokan ... kebahagiaan ... kemasyhuran ... (tumimbal lahir di) surga, tidaklah pantas baginya memohon untuk mendapatkannya atau mendapat kesenangan dari melakukannya. Ia seharusnya mengikuti jalan hidup yang mendukung kecantikan ... kebahagiaan ... kemasyhuran ... (tumimbal lahir di) surga). Dengan mengikuti jalan ini ia akan memperoleh keelokan, kebahagiaan, kemasyhuran, dan (tumimbal lahir di) surga.” (AN 5:43)

“Perumahtangga, ada lima alasan untuk menjadi kaya. Apakah lima alasan itu?

... Seorang murid ariya dengan kekayaan yang diperoleh melalui kerja dan usaha, dikumpulkan melalui kekuatan lengannya, dimenangkan melalui keringat di dahinya, didapat melalui cara yang sah, membuat dirinya bahagia, gembira, dan menjaganya tetap demikian; ia membuat orang tuanya bahagia, gembira, dan menjaganya tetap demikian; demikian pula dengan istri, anak, dan pelayannya.

... Ketika kekayaan didapat dengan cara demikian, ia membuat teman-teman dan sahabat-sahabatnya bahagia, gembira, dan menjaganya tetap demikian.

... Ketika kekayaan didapat dengan cara demikian, keburukan ... dihalau, dan ia menjaga barang-barangnya dengan aman.

... Ketika kekayaan didapat dengan cara demikian, ia membuat lima macam persembahan kepada sanak saudara, tamu, makhluk halus, raja, dan dewa.

... Ketika kekayaan didapat dengan cara demikian, murid mulia memberikan dana dengan tujuan yang mulia, surgawi, masak dalam kebahagiaan, menuju surga, kepada para pertapa dan brahmana yang pantang menyombongkan diri dan bermalas-malasan, yang menanggung semuanya dengan sabar dan rendah hati, masing-masing menguasai dirinya, masing-masing menenangkan dirinya, masing-masing menyempurnakan dirinya.

Bila kekayaan si murid mulia, yang memperhatikan kelima alasan ini, lenyap, biarlah ia berpikir demikian: “Paling tidak aku telah memperhatikan kelima alasan untuk menjadi kaya, namun kekayaanku telah habis!”—dengan demikian ia tidak bersedih. Dan bila kekayaannya bertambah, biarlah ia berpikir: “Benar, aku telah memperhatikan kelima alasan ini dan kekayaanku bertambah!”—sehingga ia tidak bersedih juga.” (AN 5:41)

Pentingnya kotbah sebelumnya ditekankan lebih jauh oleh fakta bahwa Sang Buddha mencamkannya lagi kepada Anathapindika di lain kesempatan dalam bentuk yang sedikit berbeda. Pada kesempatan itu beliau berkata kepadanya:

“Perumahtangga, ada empat keadaan (untuk direalisasi) yang diinginkan, disenangi, menggembirakan, sulit didapat di dunia. Apakah yang empat itu? (Keinginan “Semoga kekayaan yang sah datang padaku!” “Dengan kekayaan yang didapat lewat cara yang sah, semoga laporan yang baik kudapat sekaligus pula dengan kerabat dan guruku!” “Semoga aku hidup lama dan berumur panjang!” “Ketika tubuh terurai, semoga setelah kematian aku mencapai alam surga!”

Sekarang, perumahtangga, untuk memperoleh empat keadaan ini, terdapat empat kondisi yang mendukung. Apakah yang empat itu? Kesempurnaan keyakinan, kesempurnaan moral, kesempurnaan kedermawanan, dan kesempurnaan kebijaksanaan.” (AN 4:61)

Sang Buddha menjelaskan: keyakinan hanya dapat diperoleh bila seseorang sunguh-sungguh menerima Sang Bhagava dan pesannya mengenai sifat alami keberadaan. Seseorang bisa memperoleh kemoralan hanya bila ia memenuhi Lima Sila dasar kehidupan bermoral. Kedermawanan dimiliki oleh orang yang telah bebas dari keserakahan. Seseorang memperoleh kebijaksanaan ketika ia menyadari bahwa manakala hati dikuasai lima penghalang—nafsu duniawi, keinginan menyakiti, kemalasan, kegelisahan, dan keraguan—maka ia melakukan yang seharusnya tidak dilakukan dan tidak melakukan yang seharusnya dilakukan. Ia yang melakukan kejahatan dan tidak menghiraukan kebaikan akan kehilangan reputasi dan keberuntungannya. Sebaliknya, ia yang terus menerus menyelidiki dan mengamati keinginan dan dorongan batinnya mulai menguasai kelima penghalang. Oleh karena itu penaklukannya merupakan akibat dari kebijaksanaan. Bila murid yang mulia, melalui keyakinan, kemoralan, kedermawanan, dan kebijaksanaan, sedang dalam perjalanan memperoleh empat hal yang diinginkan, yaitu kekayaan, reputasi baik, umur panjang, dan kelahiran kembali yang baik, menggunakan uangnya untuk melakukan empat perbuatan bajik. Ia membuat dirinya, keluarganya, dan temannya bahagia; ia menghindari kecelakaan; ia melakukan kelima tugas yang disinggung di atas; dan ia menyokong pertapa dan brahmana sejati. Bila seseorang menghabiskan kekayaan untuk hal selain dari empat ini, maka kekayaan itu tidak mencapai tujuannya dan telah disia-siakan dengan gegabah. Namun bila ia menghabiskan kekayaannya demi empat tujuan ini, maka ia telah menggunakannya dengan cara yang bermanfaat.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 10:44:12 PM
Dalam kesempatan lain Sang Buddha menjelaskan perbedaan antara tindakan baik dan tindakan buruk bagi umat awam. Di dalam kotbah ini (AN 10:91) beliau berkata: “Orang yang paling bodoh adalah ia yang walaupun memperoleh kekayaan melalui cara-cara yang tidak jujur, bahkan tidak menikmati penggunaannya untuk diri sendiri, ataupun demi manfaat orang lain. Sedikit lebih masuk akal bila seseorang paling tidak mendapatkan kebahagiaan dan kegembiraan bagi dirinya dari uang haram. Lebih masuk akal lagi orang yang menggunakannya untuk membahagiakan orang lain.” Bahkan pada tingkatan terendah dari pengumpulan uang dan barang lewat kekerasan dan kejahatan, yang dikutuk dengan keras dan tanpa membeda- bedakan oleh masyarakat umum, Yang Terjaga mampu melihat perbedaan yang halus antara perilaku dan sikap orang. Orang yang mengenali bahwa tujuan dasar dari memperoleh kekayaan adalah paling tidak untuk mendapatkan sedikit kenyamanan bagi dirinya, dapat dibuat memahami bahwa dengan mendapatkan pemasukan yang jujur, ia bisa memperoleh lebih banyak manfaat. Dan seseorang yang mendapatkan sedikit kebahagiaan dengan membuat orang lain bahagia juga dapat dengan mudah memahami bahwa ia jelas-jelas telah membuat orang-orang yang ia tipu atau rampok menjadi tidak bahagia. Di sisi lain, dengan penghidupan yang jujur, ia tidak menyakiti siapapun.

Kelompok kedua ialah orang yang memperoleh kekayaan sebagian melalui cara yang tidak jujur dan sebagian melalui cara yang jujur. Dalam kelompok ini ada orang yang tidak mendatangkan kebahagiaan baik untuk dirinya juga orang lain; mereka yang tidak menikmati kekayaannya; dan mereka yang dapat membahagiakan orang lain. Terakhir, kelompok ketiga terdiri dari mereka yang penghidupannya didapat melalui cara-cara yang jujur, yang juga terbagi menjadi tiga jenis. Namun di kelompok terakhir ini ditambahkan lagi dua jenis: mereka yang sangat melekat pada kekayaannya, dan karena dimabukkan olehnya, tidak mewaspadai bahaya yang terkandung di dalamnya dan tidak mencari jalan untuk keluar darinya; dan mereka yang tidak melekat pada kekayaannya dan tidak dimabukkan olehnya, namun waspada akan bahaya yang terkandung di dalamnya dan tahu jalan keluar darinya. Jadi semuanya ada sepuluh jenis orang yang menikmati kenikmatan duniawi hasil kekayaan.

Pada suatu ketika Sang Buddha bertanya apakah dana disediakan di rumahnya. Menurut kitab komentar, hal ini merujuk pada dana yang disediakan hanya bagi mereka yang membutuhkan, karena Sang Buddha mengetahui bahwa di rumah Anathapiõóika dana dengan murah hati diberikan pada Sangha. Dari sinilah berkembang perbincangan mengenai nilai kualitatif dari kesempurnaan berdana. Sang Buddha menjelaskan: “Walaupun seseorang memberikan dana baik kasar ataupun bagus, bila dana diberikan tanpa rasa hormat dan sopan santun, bukan dengan tangan sendiri, memberikan hanya sisa-sisa, dan memberi tanpa keyakinan terhadap hasil dari perbuatan, maka ketika ia terlahir kembali sebagai hasil dari berdana, maka batinnya tidak memiliki kesenangan terhadap makanan enak dan pakaian indah, kendaraan indah, pada lima objek indera yang lebih halus. Anak, istri, pelayan, dan pekerjanya tidak akan menaatinya, atau mendengarnya, atau memperhatikannya. Mengapakah demikian? Karena ini adalah hasil dari bertindak tanpa rasa hormat.

Sehubungan dengan ini, Sang Buddha menceritakan bagaimana beliau dalam kehidupan sebelumnya, sebagai seorang brahmana kaya bernama Velama, telah membagi-bagikan dana dalam jumlah besar namun tidak ada seorangpun dari penerimanya yang pantas diberi. Jauh lebih berjasa daripada dana dalam jumlah besar kepada orang yang tidak pantas, adalah sekali saja berdana makanan kepada para murid mulia, dari pemasuk- arus sampai arahat. Lebih berjasa lagi adalah berdana makanan kepada seorang paccekabuddha atau dari pada seratus orang paccekabuddha lebih baik berdana kepada seorang Buddha atau membangun vihara. Tetapi jauh lebih baik ialah pergi berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha. Dan tindakan ini akan lebih sempurna bila seseorang menjalankan Lima Sila. Namun, tetap lebih baik bila seseorang mampu walaupun hanya dalam satu tarikan nafas, memancarkan cinta-kasih universal (metta). Namun, yang terbaik adalah mengembangkan bahkan hanya dalam satu jentikan jari, pandangan-terang perihal ketidakkekalan (AN 9:20).

Kotbah ini menunjukkan tingkatan dalam berlatih: memberi, kemoralan, meditasi cinta-kasih, dan akhirnya, realisasi yang tak tergoyahkan perihal ketidakkekalan semua yang berkondisi. Tanpa usaha dalam memberi, kemoralan, dan mencintai sesama makhluk, perenungan terkonsentrasi perihal ketidakkekalan tidaklah mungkin, karena dalam kedamaian dan kesunyian yang dibutuhkan latihan ini, pikiran-pikiran gelap dapat muncul.

Pembabaran mengenai jenis memberi ini mengingatkan pada kotbah pendek lainnya. Dimana hanya di kisah inilah Anathapindika bertanya kepada Sang Buddha, yaitu, “Berapa banyakkah yang pantas menerima pemberian?” Sang Buddha menjawab bahwa ada dua jenis: mereka yang sedang menuju kebebasan dan mereka yang telah mencapainya (AN 2:27).

Walau dalam pembicaraan-pembicaraan sebelumnya topik pemurnian batin sedikit banyak ditekankan secara tidak langsung, dalam kejadian lain topik ini disinggung dengan gamblang. Pada suatu ketika Sang Buddha berkata kepada Anathapindika: “Bila pikiran terkorupsi, maka semua perbuatan, perkataan, dan pikiran juga ternoda. Orang yang demikian akan terbawa oleh nafsu- keinginannya dan akan mengalami kematian yang tidak bahagia, seperti penyangga atap, kerangka atap, dan dinding dari rumah yang atapnya bobrok, tidak terlindungi, akan membusuk ketika basah oleh hujan” (AN 3:107-8).

Pada kesempatan lain, Anathapindika dengan beberapa ratus umat awam lainnya pergi menemui Sang Guru, yang kemudian berkata kepada mereka: “Kalian umat awam pasti menyediakan pakaian, makanan, tempat tinggal dan obat-obatan bagi komunitas bhikkhu, namun kalian tidak boleh puas hanya dengan ini. Semoga kalian juga dari waktu ke waktu berjuang untuk masuk dan tinggal di dalam kegembiraan (meditatif) dari penyendirian!”

Setelah perkataan ini, Bhante Sariputta menambahkan: “Ketika seorang murid mulia berdiam di dalam kegembiraan (meditatif) dari penyendirian, lima hal tidak ada padanya: tidak ada kesakitan dan kesedihan yang berhubungan dengan indera; tidak ada kenikmatan dan kesenangan yang berhubungan dengan indera; tidak ada kesakitan dan kesedihan yang berhubungan dengan apa yang tidak bajik; tidak ada kesenangan dan kelegaan yang berhubungan dengan apa yang tidak bajik; tidak ada kesakitan dan kesedihan yang berhubungan dengan apa yang bajik” (AN 5:176).

Pada kesempatan lain ketika Anathapindika dan banyak umat awam mengunjungi Sang Buddha lagi, Sang Bhagava berkata kepada Y.M. Sariputta:

“Seorang perumahtangga berpakaian putih yang mengendalikan tindakannya sesuai Lima Sila dan yang dengan mudah dan tanpa kesulitan, dicapai setiap saat, empat kediaman mental yang agung yang membawa kebahagiaan sekarang juga—perumahtangga yang demikian boleh, bila ia mau, menyatakan dirinya: “Hancur sudah bagiku (tumimbal lahir di) neraka, hancur sudah tumimbal lahir sebagai hewan, hancur sudah alam setan: hancur sudah bagiku alam-alam rendah, takdir yang tidak bahagia, alam-alam menyedihkan: Aku telah memasuki arus, tidak akan lagi jatuh dalam keadaan yang menyedihkan, pencerahan akhir telah dipastikan, dijamin!” Di dalam Lima Sila tindakan apakah yang terkendali? Seorang murid mulia tidak membunuh, tidak mengambil apa yang tidak diberikan, tidak melakukan perilaku seksual yang salah, tidak berbohong, dan tidak mengkonsumsi zat yang memabukkan.

Dan apakah empat kediaman mental yang agung yang membawa kebahagiaan sekarang juga, yang dapat ia capai setiap saat? Seorang murid mulia memiliki keyakinan yang tak tergoyahkan terhadap Buddha, keyakinan yang tak tergoyahkan terhadap Dhamma, keyakinan yang tak tergoyahkan terhadap Sangha; dan ia memiliki kemoralan yang dicintai para ariya—kemoralan yang tak ter-rusak-kan, tak terlanggar, tak ternoda, tanpa cacat, membawa kemerdekaan, dipuji para bijaksana, tak tamak, mendukung konsentrasi. Inilah empat kediaman mental yang agung yang membawa kebahagiaan sekarang juga, yang memurnikan pikiran yang tidak murni dan membersihkan pikiran yang tidak bersih. Hal ini ia capai setiap saat, dengan mudah dan tanpa kesulitan.” (AN 5:179)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 10:44:27 PM
Pada kesempatan lain pencapaian pemasuk-arus dijelaskan kepada Anathapindika dalam tiga cara yang berbeda— tetapi hanya kepada dia seorang. Sang Buddha berkata:

“Bila di dalam diri seorang murid mulia kelima kejahatan yang menakutkan telah lenyap, ketika ia memiliki empat sifat pemasuk-arus, dan bila ia memahami metode mulia dengan baik dan bijaksana, maka ia bisa menganggap dirinya sebagai pemasuk-arus. Namun, ia yang membunuh, mencuri, melakukan tindakan seksual yang salah, berbohong, dan mengkonsumsi zat yang memabukkan, menghasilkan kelima kejahatan yang menakutkan baik di masa sekarang maupun di masa depan, dan mengalami kesakitan dan kesedihan dalam pikirannya. Siapapun yang menjauhi kelima kejahatan, baginya kelima kejahatan telah dihapuskan. Kedua, ia memiliki—sebagai sifat pemasuk-arus—keyakinan tak tergoyahkan terhadap Buddha, Dhamma, dan Sangha, dan ia menjalankan sila dengan tanpa-cela. Ketiga, ia telah sepenuhnya melihat dan menembus metode mulia, yakni asal mula yang saling bergantungan.” (AN 10:92)

Pada suatu pagi Anathapindika ingin mengunjungi Sang Buddha, namun karena masih terlalu pagi maka ia pergi ke kediaman beberapa pertapa pengelana. Karena para pertapa mengenalinya sebagai pengikut Sang Buddha, mereka bertanya padanya perihal pandangan yang dimiliki pertapa Gotama. Ia menjawab bahwa ia tidak mengetahui semua pandangan Sang Bhagava. Ketika mereka bertanya kepadanya lagi perihal pandangan para bhikkhu, ia menjawab lagi bahwa ia tidak mengetahui semua pandangan mereka. Oleh karena itu ia ditanya apakah pandangan yang dimilikinya. Ia menjawab: “Pandangan apa yang kupegang, tuan-tuan yang mulia, tidaklah sulit untuk ku jelaskan. Tetapi bolehkan bila saya memohon Yang Mulia untuk menjelaskan pandangan anda dahulu. Setelah itu tidak akan sulit bagiku untuk menjelaskan pandangan yang aku pegang.”

Para pertapa kemudian menjelaskan anggapan mereka mengenai dunia. Yang satu menganggapnya abadi, yang lain menganggapnya tidak abadi; yang satu menganggapnya terbatas, yang lain menganggapnya tidak terbatas; yang satu menganggap bahwa badan dan jiwa adalah sama, yang lain menganggapnya berbeda; beberapa percaya bahwa Yang Tercerahkan tetap ada setelah meninggal, yang lain mengatakan bahwa ia hancur.

Anathapindika kemudian berkata: “Yang manapun dari pandangan ini yang dipegang, sumbernya pasti salah satu dari dua ini: dari refleksinya yang tidak bijaksana, atau melalui ucapan orang lain. Dalam kedua kasus itu, pandangannya muncul karena terkondisi. Akan tetapi, hal-hal yang terkondisi adalah sementara; dan hal-hal yang bersifat sementara melibatkan penderitaan. Oleh karena itu, ia yang memegang pandangan dan pendapat melekat pada penderitaan, tunduk pada penderitaan.”

Kemudian para pertapa ingin mengetahui pandangan yang dipegang Anathapindika. Ia menjawab: “Apapun yang timbul adalah sementara; kesementaraan adalah sifat dari penderitaan. Tetapi penderitaan bukanlah milikku, bukan aku, dan bukan diriku.”

Karena ingin membalas, mereka berargumen bahwa ia sendiri juga melekat karena ia melekat pada pandangan yang baru saja ia jelaskan. “Bukan begitu,” balasnya, “karena aku telah menangkap hal-hal ini sesuai kenyataan, dan lagipula, aku mengetahui cara keluar darinya sebagaimana adanya”—dengan kata lain, ia menggunakan pandangan ini hanya sebagai alat dan pada waktunya juga akan melepasnya. Para pengelana pun tidak mampu membalas dan duduk terdiam, sadar bahwa mereka telah dikalahkan.

Ananthapindika dengan diam-diam menemui Sang Buddha, melaporkan percakapan itu kepada beliau, dan menerima pujian Sang Buddha: “Engkau benar, perumahtangga. Engkau harus lebih sering membimbing mereka yang terkotori agar bisa sesuai dengan kebenaran.” Dan kemudian Sang Guru menyemangati dan mendorongnya dengan sebuah kotbah. Ketika Anathapindika telah pergi, Sang Bhagava berkata kepada para bhikkhu bahwa bahkan seorang bhikkhu yang telah hidup seratus tahun di dalam Sangha tidak akan dapat menjawab para pengelana itu sebaik yang telah dilakukan Anathapiõóika si perumahtangga (AN 10:93).

Akhirnya, dua kejadian lain dapat diceritakan: Anathapindika sakit dan memohon kunjungan seorang bhikkhu untuk mendapat penghiburan. Karena Anathapindika telah melakukan begitu banyak sebagai penyokong Sangha, pastilah permohonannya dikabulkan. Pertama kali, Y.M. Ananda menemuinya; kedua kali, Y.M. Sariputta. Y.M. Ananda berkata bahwa mereka yang pikirannya tak terlatih takut pada kematian dan kehidupan sesudahnya karena mereka tidak mempunyai empat hal: ia tidak memiliki keyakinan terhadap Buddha, Dhamma, dan Sangha, tidak pula ia memiliki kemoralan yang dipuji para mulia. Tetapi Anathapindika menjawab bahwa ia tidak memiliki rasa takut terhadap kematian. Ia memiliki keyakinan yang tak tergoyahkan terhadap Buddha, Dhamma, dan Sangha, dan mengenai sila, ia tahu tidak satupun yang masih ia langgar. Bhante Ananda memujinya dan berkata bahwa ia baru saja menyatakan buah pemasuk-arus (SN 55:27).

Ketika Y.M. Sariputta berkunjung, ia memberitahu Anathapiõóika bahwa tidak seperti orang awam yang pikirannya tidak terlatih, dimana mereka masih mungkin terlahir di neraka, dia memiliki keyakinan terhadap Tiga Permata dan tidak melanggar sila. Bila sekarang ia berkonsentrasi penuh pada keyakinannya terhadap Buddha, Dhamma, dan Sangha, dan kemoralannya sendiri, maka sakitnya dapat lenyap melalui meditasi ini. Ia tidaklah sama dengan mereka yang tak terlatih, yang memiliki pandangan salah, niat salah, ucapan salah, perbuatan salah, penghidupan salah, usaha salah, perhatian-penuh salah, konsentrasi salah, pengetahuan salah, atau kebebasan salah. Bila ia mempertimbangkan fakta bahwa ia, sebagai pemasuk-arus, memiliki sepuluh faktor mulia, mengalir menuju kebebasan benar, maka melalui meditasi ini sakitnya akan lenyap. Melalui kekuatan perenungannya, Anathapindika mengingat keberuntungannya yang besar menjadi seorang murid mulia, dan dengan kekuatan obat spiritual yang luar biasa ini penyakitnya langsung lenyap. Ia berdiri, mengundang Bhante Sariputta untuk mencicipi santapan yang dipersiapan untuk dirinya sendiri, dan berdiskusi lebih lanjut dengannya. Di akhir diskusi Bhante Sariputta mengajar dia tiga syair untuk diingat:

“Ketika seseorang memiliki keyakinan terhadap Sang Tathagata,
Tak tergoyahkan dan kokoh,
Dan tindakan bajik yang dibangun di atas kemoralan,
Disayangi para mulia dan dipuji—

Ketika seseorang memiliki keyakinan terhadap Sangha,
Dan pandangan yang telah diluruskan,
Mereka katakan bahwa ia tidak miskin,
Bahwa hidupnya tidak sia-sia.

Oleh karena itu orang yang cerdas,
Mengingat Ajaran Sang Buddha,
Seharusnya mengabdi pada keyakinan dan kemoralan,
Kepada kepercayaan dan pandangan Dhamma.” (SN 55:26)

Delapan belas kotbah yang ditujukan kepada Anathapindika telah disinggung dengan singkat. Empat belas kotbah diberikan oleh Sang Bhagava atas inisiatif Beliau; satu timbul ketika Anathapindika mengajukan satu pertanyaan; dalam kotbah yang lain ia melaporkan bagaimana ia telah mengajar orang lain; dan dalam dua kotbah ia diberi instruksi oleh Bhante Ananda dan Bhante Sariputta—kedelapan belas kotbah ini menunjukkan bagaimana beliau membuat Ajaran menjadi jelas bagi umat awam dan menginspirasi mereka pada usaha-usaha yang membahagiakan.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 10:44:42 PM
KEMATIAN ANATHAPINDIKA

Kematian si penyokong besar disinggung dalam Anathapindikovada sutta, Nasihat kepada Anathapindika (MN 143). Si perumahtangga jatuh sakit untuk ketiga kalinya dan kali ini dengan rasa sakit amat sangat yang terus memburuk dan tidak berkurang. Sekali lagi ia memohon bantuan Y.M. Ananda dan Y.M. Sariputta. Ketika Y.M. Sariputta melihatnya, ia tahu bahwa Anathapindika sudah mendekati ajalnya dan memberi instruksi berikut: “Jangan melekat, perumahtangga, pada enam indera dan jangan lekatkan pikiranmu padanya. Jangan melekat pada enam objek indera dan jangan lekatkan pikiranmu padanya. Jangan melekat pada enam jenis kesadaran, enam kontak indera, enam perasaan, enam elemen, lima unsur, empat alam tanpa bentuk. Jangan melekat pada apa yang terlihat, terdengar, terasa, terpikir, terpersepsi, dan terselidiki di dalam pikiran, dan jangan lekatkan pikiranmu padanya.”

Anathapindika pasti mengikuti penjelasan ini dalam hati, sehingga sembari mendengarkan ia juga berlatih sesuai cara yang diinstruksikan Y.M. Sariputta yang bijaksana dan suci. Pada akhir instruksi ini, air mata bercucuran dari mata Anathapindika. Y.M. Ananda mendekatinya dengan kasih-sayang dan bertanya apakah ia sedang sedih. Namun Anathapindika menjawab: “Aku tidak bersedih. O Ananda yang mulia. Aku telah lama melayani Sang Guru dan para bhikkhu yang sempurna dalam pencapaian spiritual, namun belum pernah kudengar kotbah yang begitu mendalam.”

Kemudian Bhante Sariputta berkata: “Kotbah yang mendalam ini, perumahtangga, tidak akan cukup jelas bagi perumahtangga bepakaian putih; kotbah ini cukup jelas bagi yang telah melepas duniawi.”

Anathapindika menjawab: “Y.M. Sariputta, biarlah perbincangan Dhamma semacam ini juga diberikan kepada umat awam berpakaian putih. Ada orang dengan sedikit debu di matanya. Bila mereka tidak mendengar ajaran demikian mereka akan tersesat. Beberapa orang mungkin mampu memahaminya.”

Perbedaan dengan ajaran Sang Buddha yang sebelumnya cukup signifikan. Di sini kita prihatin dengan pertanyaan tertinggi, dengan pembebasan tertinggi, tidak hanya pada landasan teori namun juga sebagai praktek. Sebagai seorang murid yang memiliki buah pemasuk-arus, Anathapindika menyadari sifat kesementaraan lima unsur kemelekatan, dan ia sendiri telah bicara perihal tiga karakteristik keberadaan: ketidakkekalan, penderitaan, dan tanpa inti. Namun ada perbedaan besar antara hanya mendengar dan merenungkannya, atau benar-benar melatih dan menggunakannya terhadap diri sendiri. Dalam pembedaan ini terdapat inti perbedaan antara metode yang digunakan Sang Buddha untuk mengajar perumahtangga dan metode untuk mengajar para bhikkhu.

Bagi umat awam, pandangan-terang mengenai sifat keberadaan dijelaskan sebagai pengetahuan, dan ajaran ini juga yang pada awalnya diberikan kepada para bhikkhu. Namun bagi para bhikkhu yang sudah lebih maju, Sang Buddha memperkenalkan latihan yang membawa pada kebebasan total bahkan dalam kehidupan sekarang. Hanya bila seseorang melihat bahwa pembabaran Y.M. Sariputta adalah pendekatan selangkah demi selangkah menuju Nibbana barulah ia dapat mengerti bahwa Anathapindika belum pernah mendengarkan inti Ajaran yang dijelaskan dengan cara demikian. Pada saat-saat terakhirnya, ia telah jauh dari kekhawatiran duniawi dan, ketika memikirkan Dhamma, ia melepaskan kemelekatan pada barang-barang duniawi, juga tubuhnya; sehingga ia menemukan dirinya dalam situasi yang sebanding dengan bhikkhu yang paling maju. Dalam kondisi seperti itu barulah Y.M. Sariputta bisa memberinya instruksi demikian karena akan memberikan efek terbesar.

Setelah menasihati Anathapindika dengan cara demikian, kedua tetua itu pun pergi. Tidak lama kemudian si perumahtangga Anathapindika meninggal dan terlahir di surga Tusita, dimana putri termudanya telah mendahuluinya. Namun begitu besar pengabdiannya kepada Sang Buddha dan Sangha, sehingga ia muncul di vihara Jetavana sebagai dewa muda, yang memenuhi seluruh daerah itu dengan cahaya surgawi. Ia menemui Sang Buddha, dan setelah menghormat beliau, berkata dalam syair berikut:

“Ini memanglah Hutan Jeta,
Peristirahatan Sangha,
Didiami oleh Sang Raja Dhamma,
Tempat yang mendatangkan kegembiraan bagiku.

Melalui tindakan dan pengetahuan dan kebenaran,
Melalui kemoralan dan hidup yang sempurna:
Melalui ini para makhluk termurnikan;
Bukan melalui keturunan atau kekayaan.

Oleh karena itu orang yang bijaksana,
Demi kebaikannya sendiri,
Harus menyelidiki Dhamma dengan seksama:
Dengan demikian ia termurnikan di dalam.

Sariputta sunguh-sungguh diberkahi dengan kebijaksanaan,
Dengan kemoralan dan kedamaian batin.
Bahkan seorang bhikkhu yang telah pergi menyebrang
Paling banyak hanya sebanding dengannya.”

Setelah berkata demikian, dewa itu menghormat Sang Bhagava dan, dengan menjaga beliau tetap di sebelah kanannya, menghilang di sana.

Keesokan harinya Sang Buddha memberitahu para bhikkhu mengenai apa yang telah terjadi. Saat itu juga Y.M. Ananda berkata: “Bhante, dewa muda itu pastilah Anathapindika. Karena Anathapindika si perumahtangga memiliki kepercayaan penuh terhadap Y.M. Sariputta.”

Dan Sang Buddha membenarkannya: “Bagus, bagus, Ananda! Engkau telah menarik kesimpulan yang benar melalui akal sehat. Karena dewa muda itu dulunya memang Anathapindika” (SN 2:20; MN 143).
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 25 July 2010, 10:44:59 PM
Keterangan :

Judul Asli :
Great Disciples of the Buddha
By Nyanaponika Thera & Hellmuth Hecker

Alih Bahasa : Sanjaya, ST
Editor : Y.M. Indaratano, Andi Utomo
Cetakan ketiga, Juli 2006

Diterbitkan oleh :
Insight Vidyasena Production
Vihara Vidyaloka
Jln. Kenari Gg. Tanjung I No. 231
Telp. / Fax 0274 – 542919
Yogyakarta 55165
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Sunkmanitu Tanka Ob'waci on 25 July 2010, 10:48:30 PM

di jaman sang Buddha, ada seorang saudagar kaya raya yang kemudian jatuh miskin gara-gara terlalu banyak menyumbang vihara.  namanya : Anathapindika. menurut anda patut dicontoh tidak tindakan beliau ini?


sesuai dengan yang udah diposting ryu, patut dong
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 25 July 2010, 10:48:51 PM
Kalo aye punya niat nyang kaga baek dan mau membanding2kan masing2 guru. Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye. Inget orang kasih Roll Royce (bukan cuman sekedar pisang goreng) tentunya kaga sembarangan, menginget harganye nyang kaga moerah. Mestinya kalo ente pikir positif, guru itu ada nyang kasih Roll Royce, tentunye dia bukan orang sembarangan.
Kalo aye mau sombong dan mau bikin atta aye setinggi Gunung Sumeru, aye akan bilang: "Wadouw Guru ente mah kecil. Mana pernah dia terima barang segitu berharga. Pasti kaga ada ilmunye tuh." Aye juga bisa pikir, "Guru ente itu cuman pinternye teori en teori kaga bisa dimakan. Guru aye hebat karena BISA menyelesaikan masalah umatNye, termasuk masalah duniawi." Bukti hidupnye ya adalah mobil Roll Royce itu sendiri. Aye makin yakin sama Guru Aye dan ajaranNye. Ajaran Die memang Buddhadharma sejati.
Nah gimane kalo aye jadi poenya pikiran gitoe? Joejoernye sebelum ente posting masalah itu di sini, aye kaga poenya pikiran begini. huehueheue  :P  :P  :P :P :P :P :P :P

sayang sekali pada masa Buddha Gotama masih hidup tidak ada Rolls Royce, tapi mungkin anda pernah membaca kisah Sang Bodhisatta ditawari setengah dari kerajaan Magadha, menurut anda lebih tinggi mana nilai ekonomisnya dibandingkan dengan Rolls Royce? dan apakah Bodhisatta Gotama tergopoh-gopoh menerima tawaran itu?


di jaman sang Buddha, ada seorang saudagar kaya raya yang kemudian jatuh miskin gara-gara terlalu banyak menyumbang vihara.  namanya : Anathapindika. menurut anda patut dicontoh tidak tindakan beliau ini?


di mana anda membaca ini Bro, mohon referensinya, saya akan menjawab setelah membaca sumber anda.
selain itu pertanyaan anda sepertinya tidak relevan untuk kasus ini, ini kan jawaban atas statement dari rekan anda yg ini:
Quote
Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye.
jadi sepertinya ikan kembung rambut kribo.

http://www.accesstoinsight.org/lib/authors/hecker/wheel334.html

Yet even the wealth of Anathapindika was not inexhaustible. One day treasures worth eighteen million were swept away by a flash flood and washed into the sea. Moreover, he had loaned about the same amount of money to business friends who did not repay him. He was reluctant, however, to ask for the money. Since his fortune amounted to about five times eighteen million, and he had already spent three-fifths of this for the forest monastery, his money was now running out. Anathapindika, once a millionaire, had become poor. Nevertheless, he still continued to provide some food for the monks, even though it was only a modest serving of thin rice gruel.

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 10:50:27 PM
Kalo aye punya niat nyang kaga baek dan mau membanding2kan masing2 guru. Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye. Inget orang kasih Roll Royce (bukan cuman sekedar pisang goreng) tentunya kaga sembarangan, menginget harganye nyang kaga moerah. Mestinya kalo ente pikir positif, guru itu ada nyang kasih Roll Royce, tentunye dia bukan orang sembarangan.
Kalo aye mau sombong dan mau bikin atta aye setinggi Gunung Sumeru, aye akan bilang: "Wadouw Guru ente mah kecil. Mana pernah dia terima barang segitu berharga. Pasti kaga ada ilmunye tuh." Aye juga bisa pikir, "Guru ente itu cuman pinternye teori en teori kaga bisa dimakan. Guru aye hebat karena BISA menyelesaikan masalah umatNye, termasuk masalah duniawi." Bukti hidupnye ya adalah mobil Roll Royce itu sendiri. Aye makin yakin sama Guru Aye dan ajaranNye. Ajaran Die memang Buddhadharma sejati.
Nah gimane kalo aye jadi poenya pikiran gitoe? Joejoernye sebelum ente posting masalah itu di sini, aye kaga poenya pikiran begini. huehueheue  :P  :P  :P :P :P :P :P :P

sayang sekali pada masa Buddha Gotama masih hidup tidak ada Rolls Royce, tapi mungkin anda pernah membaca kisah Sang Bodhisatta ditawari setengah dari kerajaan Magadha, menurut anda lebih tinggi mana nilai ekonomisnya dibandingkan dengan Rolls Royce? dan apakah Bodhisatta Gotama tergopoh-gopoh menerima tawaran itu?


di jaman sang Buddha, ada seorang saudagar kaya raya yang kemudian jatuh miskin gara-gara terlalu banyak menyumbang vihara.  namanya : Anathapindika. menurut anda patut dicontoh tidak tindakan beliau ini?


di mana anda membaca ini Bro, mohon referensinya, saya akan menjawab setelah membaca sumber anda.
selain itu pertanyaan anda sepertinya tidak relevan untuk kasus ini, ini kan jawaban atas statement dari rekan anda yg ini:
Quote
Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye.
jadi sepertinya ikan kembung rambut kribo.

http://www.accesstoinsight.org/lib/authors/hecker/wheel334.html

Yet even the wealth of Anathapindika was not inexhaustible. One day treasures worth eighteen million were swept away by a flash flood and washed into the sea. Moreover, he had loaned about the same amount of money to business friends who did not repay him. He was reluctant, however, to ask for the money. Since his fortune amounted to about five times eighteen million, and he had already spent three-fifths of this for the forest monastery, his money was now running out. Anathapindika, once a millionaire, had become poor. Nevertheless, he still continued to provide some food for the monks, even though it was only a modest serving of thin rice gruel.



dan dengan akibat terlahir kembali di Surga Tusita, bagaimana menurut anda sendiri Bro?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 10:52:04 PM
Hahahaha. Kalau memang tindakan Anathapindika itu patut. Mengapa rekan2 di sini tak ada yang mau menirunya ya. Kosongan isi dompet, jual mobil, jual rumah, jual perabotannya, dll dan meneladani Anathapindika. Sayangnya cuman omong doank ya, Shixiong 4DMYN. Ah teori.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 10:53:16 PM
Lha... apalagi dapat imbalan lahir di Surga Tusita. Ayo makanya cepat teladani Anathapindika. Logika simpel khan? Ga pake njelimet.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 10:54:47 PM
Hahahaha. Kalau memang tindakan Anathapindika itu patut. Mengapa rekan2 di sini tak ada yang mau menirunya ya. Kosongan isi dompet, jual mobil, jual rumah, jual perabotannya, dll dan meneladani Anathapindika. Sayangnya cuman omong doank ya, Shixiong 4DMYN. Ah teori.

karena kami tidak menemukan adanya BUDDHA HIDUP yg layak untuk menerima dana kami. kalau anda tentu kami akan meniru Anathapindika, sayangnya yg ada hanya BUDDHA HIDUP-BUDDHA HIDUPAN yg mustahil memberikan efek yg sama.

dan lagi, kok anda yakin bahwa tidak ada rekan di sini yg meniru Anathapindika? apakah anda juga menguasai ilmu astral dari LSY?


Okelah Kang Indra. Saya tidak mau membicarakan mengenai Theravada di sini. Nampaknya saya sudah banyak membuang waktu di sini. Mungkin untuk menyingkat waktu, silakan Kang baca posting saya sebelumnya, di situ akan jelas apa maksudnya. Nanti kalau sudah jelas baru diteruskan diskusinya.

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 25 July 2010, 10:56:46 PM
http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/48.jpg

http://indonesia.tbsn.org/uploads/photos/45.jpg

eh ketemu...coba ke tkp..gw penasaran aja..mang boleh gt maen2 gt?

budaya seh budaya pari..tapi apakah perlu seperti itu?
anda ngerti perlunya budaya gak sih?
salah satu penyebab theravada kurang berkembang di tiongkok adalah karena theravada tidak mau menyerap budaya tiongkok..
coba anda pikirkan, bagaimana mungkin aliran maitreya begitu cepat berkembang?. berawal dari 1 vihara kecil di kota malang, berkembang menjadi puluhan cabang di indonesia. jawabnya cuma 1: karena aliran maitreya menyerap kebudayaan tiongkok, mengajarkan bhs mandarin.

ya karena orang2 mudah percaya sama aliran yang menjanjikan surga yang instan, bahkan ada yang jual surga dengan harga 2 juta lho =)) =)) =))
terserah anda, kalau aliran theravada tetap bersikeras enggak mau menyerap budaya setempat, dapat dipastikan perkembangannya akan kalah dengan aliran yang lain.


pernahkah anda membaca data statistik mengenai jumlah populasi umat Theravada di dunia, Bro? apakah lebih banyak atau lebih sedikit dari pengikut LSY? silahkan di cari dulu, google aja.
terserah anda, mau percaya atau tidak.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Sunkmanitu Tanka Ob'waci on 25 July 2010, 10:58:14 PM
justru di sini lagi praktik, mengajarkan dhamma kepada yang gak tau.
mengatakan pandangan salah sebagai yang salah, mengatakan pandangan benar sebagai yang benar.
sabba danang dhamma danang jinnati
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 25 July 2010, 10:58:25 PM
Kalo aye punya niat nyang kaga baek dan mau membanding2kan masing2 guru. Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye. Inget orang kasih Roll Royce (bukan cuman sekedar pisang goreng) tentunya kaga sembarangan, menginget harganye nyang kaga moerah. Mestinya kalo ente pikir positif, guru itu ada nyang kasih Roll Royce, tentunye dia bukan orang sembarangan.
Kalo aye mau sombong dan mau bikin atta aye setinggi Gunung Sumeru, aye akan bilang: "Wadouw Guru ente mah kecil. Mana pernah dia terima barang segitu berharga. Pasti kaga ada ilmunye tuh." Aye juga bisa pikir, "Guru ente itu cuman pinternye teori en teori kaga bisa dimakan. Guru aye hebat karena BISA menyelesaikan masalah umatNye, termasuk masalah duniawi." Bukti hidupnye ya adalah mobil Roll Royce itu sendiri. Aye makin yakin sama Guru Aye dan ajaranNye. Ajaran Die memang Buddhadharma sejati.
Nah gimane kalo aye jadi poenya pikiran gitoe? Joejoernye sebelum ente posting masalah itu di sini, aye kaga poenya pikiran begini. huehueheue  :P  :P  :P :P :P :P :P :P

sayang sekali pada masa Buddha Gotama masih hidup tidak ada Rolls Royce, tapi mungkin anda pernah membaca kisah Sang Bodhisatta ditawari setengah dari kerajaan Magadha, menurut anda lebih tinggi mana nilai ekonomisnya dibandingkan dengan Rolls Royce? dan apakah Bodhisatta Gotama tergopoh-gopoh menerima tawaran itu?


di jaman sang Buddha, ada seorang saudagar kaya raya yang kemudian jatuh miskin gara-gara terlalu banyak menyumbang vihara.  namanya : Anathapindika. menurut anda patut dicontoh tidak tindakan beliau ini?


di mana anda membaca ini Bro, mohon referensinya, saya akan menjawab setelah membaca sumber anda.
selain itu pertanyaan anda sepertinya tidak relevan untuk kasus ini, ini kan jawaban atas statement dari rekan anda yg ini:
Quote
Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye.
jadi sepertinya ikan kembung rambut kribo.

http://www.accesstoinsight.org/lib/authors/hecker/wheel334.html

Yet even the wealth of Anathapindika was not inexhaustible. One day treasures worth eighteen million were swept away by a flash flood and washed into the sea. Moreover, he had loaned about the same amount of money to business friends who did not repay him. He was reluctant, however, to ask for the money. Since his fortune amounted to about five times eighteen million, and he had already spent three-fifths of this for the forest monastery, his money was now running out. Anathapindika, once a millionaire, had become poor. Nevertheless, he still continued to provide some food for the monks, even though it was only a modest serving of thin rice gruel.



dan dengan akibat terlahir kembali di Surga Tusita, bagaimana menurut anda sendiri Bro?

saya sependapat dengan Anathapindika. jadi kalau ada yang menyumbang Rolls Royce itu wajar-wajar saja koq. lagipula yang nyumbang gak sampai jatuh miskin. :)
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 25 July 2010, 11:00:15 PM
Hahahaha. Kalau memang tindakan Anathapindika itu patut. Mengapa rekan2 di sini tak ada yang mau menirunya ya. Kosongan isi dompet, jual mobil, jual rumah, jual perabotannya, dll dan meneladani Anathapindika. Sayangnya cuman omong doank ya, Shixiong 4DMYN. Ah teori.

karena kami tidak menemukan adanya BUDDHA HIDUP yg layak untuk menerima dana kami. kalau anda tentu kami akan meniru Anathapindika, sayangnya yg ada hanya BUDDHA HIDUP-BUDDHA HIDUPAN yg mustahil memberikan efek yg sama.

dan lagi, kok anda yakin bahwa tidak ada rekan di sini yg meniru Anathapindika? apakah anda juga menguasai ilmu astral dari LSY?
kalau mau niru Anathapindika gampang saja, ayo silahkan bro Indra sumbangkan Rolls Royce / Bentley terbaru kepada maha guru Lu Sheng Yen. :).
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 11:00:51 PM
Kalo aye punya niat nyang kaga baek dan mau membanding2kan masing2 guru. Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye. Inget orang kasih Roll Royce (bukan cuman sekedar pisang goreng) tentunya kaga sembarangan, menginget harganye nyang kaga moerah. Mestinya kalo ente pikir positif, guru itu ada nyang kasih Roll Royce, tentunye dia bukan orang sembarangan.
Kalo aye mau sombong dan mau bikin atta aye setinggi Gunung Sumeru, aye akan bilang: "Wadouw Guru ente mah kecil. Mana pernah dia terima barang segitu berharga. Pasti kaga ada ilmunye tuh." Aye juga bisa pikir, "Guru ente itu cuman pinternye teori en teori kaga bisa dimakan. Guru aye hebat karena BISA menyelesaikan masalah umatNye, termasuk masalah duniawi." Bukti hidupnye ya adalah mobil Roll Royce itu sendiri. Aye makin yakin sama Guru Aye dan ajaranNye. Ajaran Die memang Buddhadharma sejati.
Nah gimane kalo aye jadi poenya pikiran gitoe? Joejoernye sebelum ente posting masalah itu di sini, aye kaga poenya pikiran begini. huehueheue  :P  :P  :P :P :P :P :P :P

sayang sekali pada masa Buddha Gotama masih hidup tidak ada Rolls Royce, tapi mungkin anda pernah membaca kisah Sang Bodhisatta ditawari setengah dari kerajaan Magadha, menurut anda lebih tinggi mana nilai ekonomisnya dibandingkan dengan Rolls Royce? dan apakah Bodhisatta Gotama tergopoh-gopoh menerima tawaran itu?


di jaman sang Buddha, ada seorang saudagar kaya raya yang kemudian jatuh miskin gara-gara terlalu banyak menyumbang vihara.  namanya : Anathapindika. menurut anda patut dicontoh tidak tindakan beliau ini?


di mana anda membaca ini Bro, mohon referensinya, saya akan menjawab setelah membaca sumber anda.
selain itu pertanyaan anda sepertinya tidak relevan untuk kasus ini, ini kan jawaban atas statement dari rekan anda yg ini:
Quote
Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye.
jadi sepertinya ikan kembung rambut kribo.

http://www.accesstoinsight.org/lib/authors/hecker/wheel334.html

Yet even the wealth of Anathapindika was not inexhaustible. One day treasures worth eighteen million were swept away by a flash flood and washed into the sea. Moreover, he had loaned about the same amount of money to business friends who did not repay him. He was reluctant, however, to ask for the money. Since his fortune amounted to about five times eighteen million, and he had already spent three-fifths of this for the forest monastery, his money was now running out. Anathapindika, once a millionaire, had become poor. Nevertheless, he still continued to provide some food for the monks, even though it was only a modest serving of thin rice gruel.



dan dengan akibat terlahir kembali di Surga Tusita, bagaimana menurut anda sendiri Bro?

saya sependapat dengan Anathapindika. jadi kalau ada yang menyumbang Rolls Royce itu wajar-wajar saja koq. lagipula yang nyumbang gak sampai jatuh miskin. :)


itu pembenaran yg lemah, Anathapindika menyumbangkan vihara yg memang 1 dari 4 kebutuhan Bhikkhu, tapi Rolls Royce?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 11:02:38 PM
Hahahaha. Kalau memang tindakan Anathapindika itu patut. Mengapa rekan2 di sini tak ada yang mau menirunya ya. Kosongan isi dompet, jual mobil, jual rumah, jual perabotannya, dll dan meneladani Anathapindika. Sayangnya cuman omong doank ya, Shixiong 4DMYN. Ah teori.

karena kami tidak menemukan adanya BUDDHA HIDUP yg layak untuk menerima dana kami. kalau anda tentu kami akan meniru Anathapindika, sayangnya yg ada hanya BUDDHA HIDUP-BUDDHA HIDUPAN yg mustahil memberikan efek yg sama.

dan lagi, kok anda yakin bahwa tidak ada rekan di sini yg meniru Anathapindika? apakah anda juga menguasai ilmu astral dari LSY?
kalau mau niru Anathapindika gampang saja, ayo silahkan bro Indra sumbangkan Rolls Royce / Bentley terbaru kepada maha guru Lu Sheng Yen. :).


anda menjawab tanpa membaca terlebih dulu Bro.
tentu kami akan menyumbangkan harta kami jika ada BUDDHA HIDUP, bedakan dengan BUDDHA HIDUP-BUDDHA HIDUPAN. untuk mempermudah saya berikan pembanding, MOBIL dan MOBIL-MOBILAN, cukup jelaskah?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 11:03:58 PM
setelah mengalihkan topik, kemudian yang ini akan dilupakan atau pura-pura dilupakan:
Jawaban atas pertanyaan saya mengenai definisi dan makna dari TRUE BUDDHA SCHOOL ada di mana ya? udah baca ulang dari hal 1 masih gak ketemu. Johan pls help.
apa sih arti sebuah nama?,  apa mengenai definisi dan makna dari INDRA ada dimana ya? saya tanya balik saja deh..


tentu saya akan dengan senang hati menjelaskan, tapi sebelum sampai ke bagian ini, jawab dulu pertanyaan saya.

*JOHAN MODE ON*
mohon antri dengan tertib
*JOHAN MODE OFF

enggak mau..., anda jawab dulu pertanyaan saya , pokoknya saya mau apa arti nama Johan,..


tadi anda tanya arti INDRA sekarang anda tanya arti JOHAN, anda terlalu banyak bertanya dan tidak mau menjawab. menurut anda apakah itu diskusi yg baik? dan yg lebih mengecewakan anda seperti keponakan saya yg berumur 3 tahun yg merengek ketika minta dibelikan permen
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 25 July 2010, 11:04:15 PM
Kalo aye punya niat nyang kaga baek dan mau membanding2kan masing2 guru. Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye. Inget orang kasih Roll Royce (bukan cuman sekedar pisang goreng) tentunya kaga sembarangan, menginget harganye nyang kaga moerah. Mestinya kalo ente pikir positif, guru itu ada nyang kasih Roll Royce, tentunye dia bukan orang sembarangan.
Kalo aye mau sombong dan mau bikin atta aye setinggi Gunung Sumeru, aye akan bilang: "Wadouw Guru ente mah kecil. Mana pernah dia terima barang segitu berharga. Pasti kaga ada ilmunye tuh." Aye juga bisa pikir, "Guru ente itu cuman pinternye teori en teori kaga bisa dimakan. Guru aye hebat karena BISA menyelesaikan masalah umatNye, termasuk masalah duniawi." Bukti hidupnye ya adalah mobil Roll Royce itu sendiri. Aye makin yakin sama Guru Aye dan ajaranNye. Ajaran Die memang Buddhadharma sejati.
Nah gimane kalo aye jadi poenya pikiran gitoe? Joejoernye sebelum ente posting masalah itu di sini, aye kaga poenya pikiran begini. huehueheue  :P  :P  :P :P :P :P :P :P

sayang sekali pada masa Buddha Gotama masih hidup tidak ada Rolls Royce, tapi mungkin anda pernah membaca kisah Sang Bodhisatta ditawari setengah dari kerajaan Magadha, menurut anda lebih tinggi mana nilai ekonomisnya dibandingkan dengan Rolls Royce? dan apakah Bodhisatta Gotama tergopoh-gopoh menerima tawaran itu?


di jaman sang Buddha, ada seorang saudagar kaya raya yang kemudian jatuh miskin gara-gara terlalu banyak menyumbang vihara.  namanya : Anathapindika. menurut anda patut dicontoh tidak tindakan beliau ini?


di mana anda membaca ini Bro, mohon referensinya, saya akan menjawab setelah membaca sumber anda.
selain itu pertanyaan anda sepertinya tidak relevan untuk kasus ini, ini kan jawaban atas statement dari rekan anda yg ini:
Quote
Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye.
jadi sepertinya ikan kembung rambut kribo.

http://www.accesstoinsight.org/lib/authors/hecker/wheel334.html

Yet even the wealth of Anathapindika was not inexhaustible. One day treasures worth eighteen million were swept away by a flash flood and washed into the sea. Moreover, he had loaned about the same amount of money to business friends who did not repay him. He was reluctant, however, to ask for the money. Since his fortune amounted to about five times eighteen million, and he had already spent three-fifths of this for the forest monastery, his money was now running out. Anathapindika, once a millionaire, had become poor. Nevertheless, he still continued to provide some food for the monks, even though it was only a modest serving of thin rice gruel.



dan dengan akibat terlahir kembali di Surga Tusita, bagaimana menurut anda sendiri Bro?

saya sependapat dengan Anathapindika. jadi kalau ada yang menyumbang Rolls Royce itu wajar-wajar saja koq. lagipula yang nyumbang gak sampai jatuh miskin. :)


itu pembenaran yg lemah, Anathapindika menyumbangkan vihara yg memang 1 dari 4 kebutuhan Bhikkhu, tapi Rolls Royce?
saya pernah baca kisah Raja Asokha. dahulu, pada jaman Sang Buddha, ada seorang anak kecil yang menyumbangkan kerikil pada Buddha, lalu pada kehidupan selanjutnya beliau menjadi Raja Asokha.
menurut anda apa manfaat kerikil tersebut buat Sang Buddha dan murid-muridnya ???

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 11:04:23 PM
Betullll.... Setuju dengan Bro 4DMYN. Logikanya masuk. Mantap pisan euyyy....!!!
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 11:06:17 PM
Kalo aye punya niat nyang kaga baek dan mau membanding2kan masing2 guru. Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye. Inget orang kasih Roll Royce (bukan cuman sekedar pisang goreng) tentunya kaga sembarangan, menginget harganye nyang kaga moerah. Mestinya kalo ente pikir positif, guru itu ada nyang kasih Roll Royce, tentunye dia bukan orang sembarangan.
Kalo aye mau sombong dan mau bikin atta aye setinggi Gunung Sumeru, aye akan bilang: "Wadouw Guru ente mah kecil. Mana pernah dia terima barang segitu berharga. Pasti kaga ada ilmunye tuh." Aye juga bisa pikir, "Guru ente itu cuman pinternye teori en teori kaga bisa dimakan. Guru aye hebat karena BISA menyelesaikan masalah umatNye, termasuk masalah duniawi." Bukti hidupnye ya adalah mobil Roll Royce itu sendiri. Aye makin yakin sama Guru Aye dan ajaranNye. Ajaran Die memang Buddhadharma sejati.
Nah gimane kalo aye jadi poenya pikiran gitoe? Joejoernye sebelum ente posting masalah itu di sini, aye kaga poenya pikiran begini. huehueheue  :P  :P  :P :P :P :P :P :P

sayang sekali pada masa Buddha Gotama masih hidup tidak ada Rolls Royce, tapi mungkin anda pernah membaca kisah Sang Bodhisatta ditawari setengah dari kerajaan Magadha, menurut anda lebih tinggi mana nilai ekonomisnya dibandingkan dengan Rolls Royce? dan apakah Bodhisatta Gotama tergopoh-gopoh menerima tawaran itu?


di jaman sang Buddha, ada seorang saudagar kaya raya yang kemudian jatuh miskin gara-gara terlalu banyak menyumbang vihara.  namanya : Anathapindika. menurut anda patut dicontoh tidak tindakan beliau ini?


di mana anda membaca ini Bro, mohon referensinya, saya akan menjawab setelah membaca sumber anda.
selain itu pertanyaan anda sepertinya tidak relevan untuk kasus ini, ini kan jawaban atas statement dari rekan anda yg ini:
Quote
Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye.
jadi sepertinya ikan kembung rambut kribo.

http://www.accesstoinsight.org/lib/authors/hecker/wheel334.html

Yet even the wealth of Anathapindika was not inexhaustible. One day treasures worth eighteen million were swept away by a flash flood and washed into the sea. Moreover, he had loaned about the same amount of money to business friends who did not repay him. He was reluctant, however, to ask for the money. Since his fortune amounted to about five times eighteen million, and he had already spent three-fifths of this for the forest monastery, his money was now running out. Anathapindika, once a millionaire, had become poor. Nevertheless, he still continued to provide some food for the monks, even though it was only a modest serving of thin rice gruel.



dan dengan akibat terlahir kembali di Surga Tusita, bagaimana menurut anda sendiri Bro?

saya sependapat dengan Anathapindika. jadi kalau ada yang menyumbang Rolls Royce itu wajar-wajar saja koq. lagipula yang nyumbang gak sampai jatuh miskin. :)


itu pembenaran yg lemah, Anathapindika menyumbangkan vihara yg memang 1 dari 4 kebutuhan Bhikkhu, tapi Rolls Royce?
saya pernah baca kisah Raja Asokha. dahulu, pada jaman Sang Buddha, ada seorang anak kecil yang menyumbangkan kerikil pada Buddha, lalu pada kehidupan selanjutnya beliau menjadi Raja Asokha.
menurut anda apa manfaat kerikil tersebut buat Sang Buddha dan murid-muridnya ???


mohon dipostingkan kisah lengkapnya Bro, terus-terang saya belum pernah mendengar hal ini.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 11:06:27 PM
Kerikil adalah salah satu kebutuhan bhikkhu... gitu ya menurut logika Kang Indra. Mungkin dipake buat pijet refleksi kali. Logika Shixiong 4DMYN memang mantap. Coba mari kita lihat bagaimana tanggapannya. :P
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 11:07:17 PM
Sumbernya kalo ga salah Asokavadana tuh (CMIIW).
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 25 July 2010, 11:09:12 PM

bro  .kalo jawabannya dari sumber theravada baru dianggap benar, tuh. kalo enggak mereka masih ngomel-ngomel terus tuh..  ;D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 11:09:34 PM
Kerikil adalah salah satu kebutuhan bhikkhu... gitu ya menurut logika Kang Indra. Mungkin dipake buat pijet refleksi kali. Logika Shixiong 4DMYN memang mantap. Coba mari kita lihat bagaimana tanggapannya. :P

seperti saya katakan sebelumnya, saya belum pernah mendengar jadi tidak bisa berkomentar dulu, mungkin saja kerikil itu disulap jadi Rolls Royce
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 11:10:24 PM

bro  .kalo jawabannya dari sumber theravada baru dianggap benar, tuh. kalo enggak mereka masih ngomel-ngomel terus tuh..  ;D


santai dikit Bro, dewasa lah sedikit, biar diskusinya lebih berbobot, jangan merengek seperti anak kecil
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 11:11:24 PM
Sumbernya kalo ga salah Asokavadana tuh (CMIIW).

mohon kesediaan anda untuk meng-quote isinya atau linknya, karena saya tidak memiliki akses ke Asokavadana itu
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 25 July 2010, 11:12:53 PM

bro  .kalo jawabannya dari sumber theravada baru dianggap benar, tuh. kalo enggak mereka masih ngomel-ngomel terus tuh..  ;D


santai dikit Bro, dewasa lah sedikit, biar diskusinya lebih berbobot, jangan merengek seperti anak kecil

Lho tapi apa yang dikatakan sama Shixiong 4DMYN ada benernya Kang Indra. Ya entahlah kalo eten kagak merasa. Masalah sumber saja sudah ada preferensi.  Makanya sulitlah. Tapi bg gw kagak ada masalah. Silakan aja
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 11:15:18 PM

bro  .kalo jawabannya dari sumber theravada baru dianggap benar, tuh. kalo enggak mereka masih ngomel-ngomel terus tuh..  ;D


santai dikit Bro, dewasa lah sedikit, biar diskusinya lebih berbobot, jangan merengek seperti anak kecil

Lho tapi apa yang dikatakan sama Shixiong 4DMYN ada benernya Kang Indra. Ya entahlah kalo eten kagak merasa. Masalah sumber saja sudah ada preferensi.  Makanya sulitlah. Tapi bg gw kagak ada masalah. Silakan aja

jika setelah saya diberikan referensi kemudian saya mengatakan "tidak sah, karena bukan berasal dari Tipitaka", nah anda atau Bro 4DMYN boleh berkomentar seperti itu, tapi kasus ini anda bahkan belum memberikan referensinya, dan sudah menuduh saya begini begitu. dan sikap spt ini sepertinya typical pada pangikut LSY.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 25 July 2010, 11:23:08 PM
masih ada hari esok, jadi good night...

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Adhitthana on 26 July 2010, 12:33:18 AM
Kalo aye punya niat nyang kaga baek dan mau membanding2kan masing2 guru. Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye. Inget orang kasih Roll Royce (bukan cuman sekedar pisang goreng) tentunya kaga sembarangan, menginget harganye nyang kaga moerah. Mestinya kalo ente pikir positif, guru itu ada nyang kasih Roll Royce, tentunye dia bukan orang sembarangan.
Kalo aye mau sombong dan mau bikin atta aye setinggi Gunung Sumeru, aye akan bilang: "Wadouw Guru ente mah kecil. Mana pernah dia terima barang segitu berharga. Pasti kaga ada ilmunye tuh." Aye juga bisa pikir, "Guru ente itu cuman pinternye teori en teori kaga bisa dimakan. Guru aye hebat karena BISA menyelesaikan masalah umatNye, termasuk masalah duniawi." Bukti hidupnye ya adalah mobil Roll Royce itu sendiri. Aye makin yakin sama Guru Aye dan ajaranNye. Ajaran Die memang Buddhadharma sejati.
Nah gimane kalo aye jadi poenya pikiran gitoe? Joejoernye sebelum ente posting masalah itu di sini, aye kaga poenya pikiran begini. huehueheue  :P  :P  :P :P :P :P :P :P

sayang sekali pada masa Buddha Gotama masih hidup tidak ada Rolls Royce, tapi mungkin anda pernah membaca kisah Sang Bodhisatta ditawari setengah dari kerajaan Magadha, menurut anda lebih tinggi mana nilai ekonomisnya dibandingkan dengan Rolls Royce? dan apakah Bodhisatta Gotama tergopoh-gopoh menerima tawaran itu?


di jaman sang Buddha, ada seorang saudagar kaya raya yang kemudian jatuh miskin gara-gara terlalu banyak menyumbang vihara.  namanya : Anathapindika. menurut anda patut dicontoh tidak tindakan beliau ini?


di mana anda membaca ini Bro, mohon referensinya, saya akan menjawab setelah membaca sumber anda.
selain itu pertanyaan anda sepertinya tidak relevan untuk kasus ini, ini kan jawaban atas statement dari rekan anda yg ini:
Quote
Aye juga bisa bilang, alamaak Guru ente kaga pernah dapet Roll Royce. Itu artinya Guru ente kaga pernah menerima rasa terima kasih nyang begitu besar dari muridnye.
jadi sepertinya ikan kembung rambut kribo.

http://www.accesstoinsight.org/lib/authors/hecker/wheel334.html

Yet even the wealth of Anathapindika was not inexhaustible. One day treasures worth eighteen million were swept away by a flash flood and washed into the sea. Moreover, he had loaned about the same amount of money to business friends who did not repay him. He was reluctant, however, to ask for the money. Since his fortune amounted to about five times eighteen million, and he had already spent three-fifths of this for the forest monastery, his money was now running out. Anathapindika, once a millionaire, had become poor. Nevertheless, he still continued to provide some food for the monks, even though it was only a modest serving of thin rice gruel.



dan dengan akibat terlahir kembali di Surga Tusita, bagaimana menurut anda sendiri Bro?

saya sependapat dengan Anathapindika. jadi kalau ada yang menyumbang Rolls Royce itu wajar-wajar saja koq. lagipula yang nyumbang gak sampai jatuh miskin. :)


itu pembenaran yg lemah, Anathapindika menyumbangkan vihara yg memang 1 dari 4 kebutuhan Bhikkhu, tapi Rolls Royce?
saya pernah baca kisah Raja Asokha. dahulu, pada jaman Sang Buddha, ada seorang anak kecil yang menyumbangkan kerikil pada Buddha, lalu pada kehidupan selanjutnya beliau menjadi Raja Asokha.
menurut anda apa manfaat kerikil tersebut buat Sang Buddha dan murid-muridnya ???


Hmm .... minta linknya Bro
jangan seenaknya ngarang cerita .....
Hasil didikan maha guyu LSY?? ...... keren bro  :jempol:
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: andry on 26 July 2010, 01:13:05 AM
Ah Akang Ryu... Dalam sejarahnye nyang gw tahu.. kaga ada tuh muridnya Guru gw yang minta "burung." Mungkin loe demen ama "burung" ya. Makanya mikirin "burung" mulu? Hayo ngaku! :P

Nyontek omongan satu Guru Bijak: Apa yang kau katakan itulah cermin pikiranmu.

Eh omong2 ada ga pertanyaan laen yang lebih mutu?
pertanyaan yg sgt bermutu
kenapa, gigi bungsu geraham kiri lsy gak ada?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: andry on 26 July 2010, 01:24:55 AM
gw salut sama si paria, sabar amat yakk.. nge ladenin si saceng

dan gue salut sama si saceng, ngotot teruss
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 01:37:47 AM
Hmmm.... gara-gara menjawab pertanyaan masalah anak dan kerikil. Aye harus bongkar2 lemari buku aye. Akhirnye nemu juga buku berjudul:

THE LEGEND OF KING ASOKA: THE STUDY AND TRANSLATION OF THE ASOKAVADANA, karya John S. Strong; terbitan Motilal Banarsidass, Delhi, 1989.

Pelajaran yang bisa diambil, banyak member di sini suka berburuk sangka; sudah menuduh macam2. Mungkin ini hasil didikan para guru benar huehuehue :P
Sekedar saran untuk Shixiong 4DMYN, laen kali bila hendak mengungkapkan suatu kisah agar siap dengan referensinye. Orang2 di sini galak-galak, mungkin begitulah hasil didikan guru2 benar. Wakakakakaka =)) Jadi hati-hati Bro! Nti malah gw yang harus kelimpungan bongkar lemari ogud buwat cari reperensinye.

Okeeeee mari tancap, buka halaman 200. Gw kaga mau ketik semua. Bagi yang minat silakan cari sendiri buku di atas. Owe akan ketik aja seperlunye:


Soon the Blessed One came to the main road where two little boys were playing at building houses in the dirt. One of them was the son of a very prominent family and was named Jaya, while the other was the son of a somewaht less prominant family and was named Vijaya. Both of them saw the Buddha whose appearance is very pleasing, his body adorned with the thirty two marks of the Great Man. And young Jaya thinking to himself "I will give him some ground meal," threw a handful dirt into the a handful of dirt into the Buddha's begging bowl, Vijaya approved of this by making an anjali.

As it is said:

He saw the greatly compassionate Self Existent Lord
whose body radiated a halo a fathom wide;
his faith affirmed, and with a resolute face,
he offered some dirt
to the One who brings an end to birth and old age.

After presenting this offering to the Blessed One, Jaya then proceeded ot make the following resolute wish (pranidhana): "By this root of good merit, I would become king and, after placing the earth under a single umbrella of sovereignty, I would pay homage to the Blessed Buddha."


.........................................................

Nah puas bukan?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 01:41:12 AM
Sebagai wujud itikad baik berdiskusi. Orang-orang yang telah menuduh utawa berprasangka bahwa Bro. 4DMYN telah mengarang2 ceritera seyogianya minta maap. Bila tidak meminta maap, gw akan masukkan lagi dalam catetan gw bahwa memang demikianlah sifat2 siswa para "guru benar"; disamping2 sipat2 yang telah gw ungkapkan dalam posting2 sebelumnye.

Orang bijak ada nyang bilang: "Bersedia minta maap adalah petunjuk kebesaran hati."

Nah lhoooo........
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 01:44:01 AM
Selanjutnye.....setelah reperensi dari Asokavadana (Ayuwang Jing)  dibuktikan; nurut Kang Indra, apakah kerikil (dirt) tu kebutuhan bhikkhu ya? Buat pijet repleksikah? Mohon dijawab.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: No Pain No Gain on 26 July 2010, 01:47:10 AM
saya salut dgn kegigihan bro pari..mantaap euy...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 01:48:15 AM
Ah Akang Ryu... Dalam sejarahnye nyang gw tahu.. kaga ada tuh muridnya Guru gw yang minta "burung." Mungkin loe demen ama "burung" ya. Makanya mikirin "burung" mulu? Hayo ngaku! :P

Nyontek omongan satu Guru Bijak: Apa yang kau katakan itulah cermin pikiranmu.

Eh omong2 ada ga pertanyaan laen yang lebih mutu?
pertanyaan yg sgt bermutu
kenapa, gigi bungsu geraham kiri lsy gak ada?

Hmm... gw ga minat ngurusin segala tetek bengek  yang ada hubungannya dengan Guru gw. Lagipula apa perlunye? Bagaimana kalo owe balik tanya, celana dalam Guru ente warnanye ape? Nah lhoooo baru tau rasa yeeee
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 01:49:38 AM
saya salut dgn kegigihan bro pari..mantaap euy...

Saya ga gigih Bro NPNG. Saya hanya berusaha melurusken nyang bengkok dan membengkokkan nyang lurus (eh salah). Huehuhue =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Adhitthana on 26 July 2010, 01:58:15 AM
kalo menurut wencie itu hasil foto editan..kalo menururt investigasi gw, itu jelas-jelas BUKAN foto editan..kenapa? coba liat aja resolusi fotonya...

masa ada biksu renang2 ama cewe???? kalo yg ini gw ga bisa terima...MEMALUKAN..

ada apa dengan resolusi fotonya.?  Yang jelas setau saya , badan Master Lu tidak kekar dan berotot seperti di foto tersebut. badannya cenderung gemuk dan tidak kekar sama sekali.

Kok tau badan master LSY ...tidak kekar, tidak berotot dan gemuk
Memang udah pernah ketemuan dikolam renang? .....

Atooo .... anda punya foto LSY bertelanjang dada yg terbaru .....
silakan di tampilkan di sini .....

OK!  ;D
INi belum .... Buktiin donk mahaguyu gak kekar, tidak berotot dan gemuk seperti kata bro 4DMYN

soal ngarang n asumsi sendiri hasil didikan LSY .... keren  :jempol:

besok lanjut yooo ......  ;D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 02:03:42 AM
Soal nuduh sembarangan dan berprasangka adalah hasil didikan guru benar.... Keyennn.... Hebat murid guru benar.... Sembah sujud buat kalian.

 ^:)^ ^:)^ ^:)^ ^:)^ ^:)^ ^:)^ ^:)^
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 02:23:15 AM
Gara-gara masalah berotot dan kekar, gw terpaksa bongkar2 lagi lemari gw, cari foto-foto Mahaguru gw nyang bisa memenuhi hasrat para siswa "guru benar".
Gw nemu foto Guru gw berikut ini (diambil dari buku: Emptiness Within Great Bliss):

(http://)

Dari gambar itu jelas bahwa Guru gw mank bertubuh gemuk bukan? Ngliat postur tubuhnya dari poto di atas dah cukup. Posturnya jelas ga seperti Rain nyang kekar.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: wencie on 26 July 2010, 02:57:52 AM
Saudara Johan Saceng yang mengerti dharma,
Mengapa penjelasan yang saya jelaskan tidak dibaca?
Anda terkesan hanya berdiskusi karena memenuhi rasa iri hati. Jika masih ada ketidaktahuan maka hendaknya mencoba untuk belajar.
Saya kira anda orang yang dewasa,yang mengerti bagaimana  menghormati orang lain.Ternyata penjelasan ttg rolls royce yang saya berikan saja ,anda belum sanggup menanggapinya.Terus saja meminta penjelasan.

"Di dunia yang modern ini,anda dapat menyembunyikan identitas,namun hukum karma berlaku dimana saja,kapan saja dan terhadap siapa saja"

Salam metta
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: fabian c on 26 July 2010, 06:41:49 AM
Hmmm.... gara-gara menjawab pertanyaan masalah anak dan kerikil. Aye harus bongkar2 lemari buku aye. Akhirnye nemu juga buku berjudul:

THE LEGEND OF KING ASOKA: THE STUDY AND TRANSLATION OF THE ASOKAVADANA, karya John S. Strong; terbitan Motilal Banarsidass, Delhi, 1989.

Pelajaran yang bisa diambil, banyak member di sini suka berburuk sangka; sudah menuduh macam2. Mungkin ini hasil didikan para guru benar huehuehue :P
Sekedar saran untuk Shixiong 4DMYN, laen kali bila hendak mengungkapkan suatu kisah agar siap dengan referensinye. Orang2 di sini galak-galak, mungkin begitulah hasil didikan guru2 benar. Wakakakakaka =)) Jadi hati-hati Bro! Nti malah gw yang harus kelimpungan bongkar lemari ogud buwat cari reperensinye.

Okeeeee mari tancap, buka halaman 200. Gw kaga mau ketik semua. Bagi yang minat silakan cari sendiri buku di atas. Owe akan ketik aja seperlunye:


Soon the Blessed One came to the main road where two little boys were playing at building houses in the dirt. One of them was the son of a very prominent family and was named Jaya, while the other was the son of a somewaht less prominant family and was named Vijaya. Both of them saw the Buddha whose appearance is very pleasing, his body adorned with the thirty two marks of the Great Man. And young Jaya thinking to himself "I will give him some ground meal," threw a handful dirt into the a handful of dirt into the Buddha's begging bowl, Vijaya approved of this by making an anjali.

As it is said:

He saw the greatly compassionate Self Existent Lord
whose body radiated a halo a fathom wide;
his faith affirmed, and with a resolute face,
he offered some dirt
to the One who brings an end to birth and old age.

After presenting this offering to the Blessed One, Jaya then proceeded ot make the following resolute wish (pranidhana): "By this root of good merit, I would become king and, after placing the earth under a single umbrella of sovereignty, I would pay homage to the Blessed Buddha."


.........................................................

Nah puas bukan?

Bro Pariahina yang baik, mau konfirmasi nih, apakah memang benar ada buku Asokavadana? Setahu saya yang ada adalah buku Asokawardhana dan buku ini berasal dari literatur bahasa Sanskrit bukan bahasa Pali.

Terima kasih atas konfirmasinya,
 
_/\_
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 26 July 2010, 07:34:04 AM
Saudara Johan Saceng yang mengerti dharma,
Mengapa penjelasan yang saya jelaskan tidak dibaca?
Anda terkesan hanya berdiskusi karena memenuhi rasa iri hati. Jika masih ada ketidaktahuan maka hendaknya mencoba untuk belajar.
Saya kira anda orang yang dewasa,yang mengerti bagaimana  menghormati orang lain.Ternyata penjelasan ttg rolls royce yang saya berikan saja ,anda belum sanggup menanggapinya.Terus saja meminta penjelasan.

"Di dunia yang modern ini,anda dapat menyembunyikan identitas,namun hukum karma berlaku dimana saja,kapan saja dan terhadap siapa saja"

Salam metta

Selamat pagi,...bro wenCie,

ehh kemarin malam (tengah malam) hujan terus sampai pagi ini dan kamar gw banjir. Maklum ada talang yg bocor. Apakah itu kiriman dari jauh ? (karma berbuah), dan beberap hari ini banyak sekali lalat besar2 masuk kerumah lho....(mohon info nya ya...mungkin ada mantra anti bocor talang gitu?)... soalnya ini hari gw siap2 mau checking...

Kalau gw iri hati sih kagak lahhh, itu kan pilihan. Bos nya bro bisa ada RR, nah umatnya spt bro paling tidak BMW gitu lah...

Jadi apakah salah gw menanyakan info mendasar (apakah dgn bertanya ini akan ditimpa karma buruk) ?

1. RR itu kapan diberikan, kapan dijual. Mana fotonya dgn Bos
2. Alamat Bos (tempat tinggal lho) dimana? jangan malah elu kasih alamat wihara.
3. Kenapa Bos pindah ke Taiwan ? apakah di USA dia memiliki sejenis Green Card ?

terus terang jawaban2 yg bro berikan itu kalau gak meleset ya berkelit-kelit....

Boleh tau di Point mana gw terkena karma buruk ?
mohon masukannya dehhhh....

Semoga dpt saling menghormatin sesama PABRIK KECAP =))

satu lagi. Yg diminta sama bro Virya itu foto Bos lagi kelihatan SIX PACK nya (dada terbuka) koq malah bro postingkan yg pakai baju? dan kalau bisa ya kasih foto yg tahunnya mendekatin foto di kolam renang. biar fair gitu....

Boleh tanya ROH nya bro udah diseberangkan belum ? Boleh berapa kali ?
Gw tau ada lokasi baik utk menyeberangin ROH lho.... tak lain digerbang TOL,
bakal ramai dan sangat bermanfaat. Jadi buka jalur baru satu... DRIVE THROUGH  :)),
  nah bakal siiip dehhhh dan boleh bayangin kalau ada kontainer membawa ayam2
  penuh yg lewat... bertapa banyak ayam2 sekalian roh nya diseberangin ya.
  (ini cuma ide aja... kalau bisa diterapkan sungguh bermanfaat dehhh)

Quote
Saudara Johan Saceng yang mengerti dharma,
thanks atas pujiannya... wahh berarti gw gak "buta huruf" dehhh

 _/\_ ;D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 26 July 2010, 07:38:10 AM
Garis antara seorang Genius dan seorang Gila sungguh sangat tipis. Bagi orang yang menyukai saya, saya ini berbakat. Bagi orang lain lagi, saya ini hanya seorang Gila.  "LSY" =)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 26 July 2010, 07:41:33 AM
 Sakyamuni Budha berkata semenjak masa lampau bahwa Budha dan insan adalah satu dan sama belaka, bukan dua atau 3 hal yang berbeda. Ia juga berkata bahwa semua insan adalah juga Budha. Manusia adalah Budha. Mereka adalah sejenis dan bukan 2 jenis yang berbeda. 
 Saya mengikuti jejak langkah Sakyamuni Budha dengan seksama dalam mempelajari Budhisme. Begitu dekatnya saya dengan nya sehingga dapat merangkul dan menyatu dengan nya. Kami berdua adalah satu belaka. Saya adalah Sakyamuni. Sakyamuni adalah saya. 
"LSY" =)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: johan3000 on 26 July 2010, 07:45:22 AM
Garis antara seorang Genius dan seorang Gila sungguh sangat tipis. Bagi orang yang menyukai saya, saya ini berbakat. Bagi orang lain lagi, saya ini hanya seorang Gila.  "LSY" =)) =)) =))

Dalam hal tsb diatas gw bukan yg professionalnya. Tapi kalau dipinggir jalan sangatlah mudah membedakan

Utk orang GILA :
1. Bau nya khas...(bau orang gila)
2. bolotnya tidak kalah sama pupuk kandang (bagus utk perkebunan)
3. Rambutnya panjang kumal dan tidak pakai FOAM atau Styling Gell
4. Nah kalau dilemparin duit 50ribu... dia tetap ambil....
5. Outfitnya ya gak beda sama yg lagi mau renang... malah sering bugil...
.........
dst, dst, dst (sementara 5 dulu, kalau ada permintaan baru ditambah lagi =)) )
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 26 July 2010, 08:27:57 AM
Sakyamuni Budha berkata semenjak masa lampau bahwa Budha dan insan adalah satu dan sama belaka, bukan dua atau 3 hal yang berbeda. Ia juga berkata bahwa semua insan adalah juga Budha. Manusia adalah Budha. Mereka adalah sejenis dan bukan 2 jenis yang berbeda. 
 Saya mengikuti jejak langkah Sakyamuni Budha dengan seksama dalam mempelajari Budhisme. Begitu dekatnya saya dengan nya sehingga dapat merangkul dan menyatu dengan nya. Kami berdua adalah satu belaka. Saya adalah Sakyamuni. Sakyamuni adalah saya. 
"LSY" =)) =)) =))
menurut logika LSY jadi orang gila adalah buddha, orang gila dekat dengan LSY, orang gila menyatu dengannya, mereka berdua adalah satu belaka LSY adalah orang gila, orang gila adalah LSY =)) =)) =)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 26 July 2010, 08:29:49 AM
Selanjutnye.....setelah reperensi dari Asokavadana (Ayuwang Jing)  dibuktikan; nurut Kang Indra, apakah kerikil (dirt) tu kebutuhan bhikkhu ya? Buat pijet repleksikah? Mohon dijawab.

Paria... Paria. kami tidak menuntut bahwa referensi harus dari Tipitaka, Tripitaka juga berlaku, tapi tidak yg bukan dari kedua itu. kalau ada kisah pembenaran dari novel misalnya dari DA VINCI CODE apakah anda juga akan mengutipnya di sini?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 26 July 2010, 08:34:05 AM
Selanjutnye.....setelah reperensi dari Asokavadana (Ayuwang Jing)  dibuktikan; nurut Kang Indra, apakah kerikil (dirt) tu kebutuhan bhikkhu ya? Buat pijet repleksikah? Mohon dijawab.

ayo berikan lagi rujukan yg lebih valid, saya khawatir ada kesalahan dalam translation. menurut kutipan anda dikatakan DIRT tapi anda mengatakan menjadi KERIKIL, ini saja sudah menunjukkan adanya penyimpangan, kalau perlu kita akan melakukan study terhadap sutra ini.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Sunkmanitu Tanka Ob'waci on 26 July 2010, 08:49:47 AM

Hmm... gw ga minat ngurusin segala tetek bengek  yang ada hubungannya dengan Guru gw. Lagipula apa perlunye? Bagaimana kalo owe balik tanya, celana dalam Guru ente warnanye ape? Nah lhoooo baru tau rasa yeeee

Gak pake kolor. Setahu saya Sangha gak pake kaupina.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 26 July 2010, 08:50:15 AM
saya minta maaf, seharusnya  adalah 'dirt' bukan kerikil.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Sunkmanitu Tanka Ob'waci on 26 July 2010, 08:52:17 AM
saya maafkan.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: xenocross on 26 July 2010, 08:55:31 AM
ooo legenda asoka itu, itu kan anak kecil main-main tanah, ngeliat Buddha lewat dia main-main aja "berdana"
dikasihlah tanah itu sebagai "makanan" dan "istana". Tapi karena biarpun main-main, hatinya tulus, maka Buddha meramalkan anak itu akan jadi seorang Raja.
Tetapi pada kelahirannya sebagai Asoka, biarpun beliau menguasai India, tetap saja beliau menderita sebuah penyakit, dimana kulitnya seperti budukan. Menurut legenda ini dikarenakan "persembahan yang tidak tepat".
Demikianlah yang pernah saya dengar tentang legenda raja Asoka
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 26 July 2010, 08:59:19 AM
kembali ke manfaat persembahan, menurut rekan-rekan disini persembahan Rolls Royce itu bermanfaat atau tidak? jika dibandingkan dengan karma persembahan 'dirt' yang  berbuah menjadi Raja Asoka?
opini saya:
Rolls Royce dari segi manfaat tentunya signifikan dibandingkan dengan dirt. sebuah Rolls Royce dapat mengantar seorang Guru untuk pergi mengajar Dharma ke banyak tempat.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 26 July 2010, 09:00:45 AM

Hmm... gw ga minat ngurusin segala tetek bengek  yang ada hubungannya dengan Guru gw. Lagipula apa perlunye? Bagaimana kalo owe balik tanya, celana dalam Guru ente warnanye ape? Nah lhoooo baru tau rasa yeeee

Gak pake kolor. Setahu saya Sangha gak pake kaupina.

ehm. koq tau ya? darimana?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 26 July 2010, 09:04:21 AM
kembali ke manfaat persembahan, menurut rekan-rekan disini persembahan Rolls Royce itu bermanfaat atau tidak? jika dibandingkan dengan karma persembahan 'dirt' yang  berbuah menjadi Raja Asoka?
opini saya:
Rolls Royce dari segi manfaat tentunya signifikan dibandingkan dengan dirt. sebuah Rolls Royce dapat mengantar seorang Guru untuk pergi mengajar Dharma ke banyak tempat.


saya tidak tahu bagaimana LSY mengajarkan DANA, tapi yg kami pahami faktor2 yg menentukan dalam DANA adalah: 1. pemberi dana, 2. obyek yg didanakan, 3. penerima dana.

dari pemberi dana ini yg dimaksud adalah ketulusan dalam berdana. dalam hal obyek, salah satunya kualitas dan manfaat obyek itu. tapi manfaat bukan satu2nya faktor penentu dalam berdana
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 26 July 2010, 09:04:51 AM

Hmm... gw ga minat ngurusin segala tetek bengek  yang ada hubungannya dengan Guru gw. Lagipula apa perlunye? Bagaimana kalo owe balik tanya, celana dalam Guru ente warnanye ape? Nah lhoooo baru tau rasa yeeee

Gak pake kolor. Setahu saya Sangha gak pake kaupina.

ehm. koq tau ya? darimana?

karena peraturan itu ada dalam VINAYA
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: HokBen on 26 July 2010, 09:11:05 AM
The Ashokavadana (Sanskrit: अशॊकवदन, "Narrative of Ashoka")

hasil googling ketemu dua link yang menarik:
http://en.wikipedia.org/wiki/Ashokavadana (http://en.wikipedia.org/wiki/Ashokavadana)
http://www.boloji.com/history/001.htm (http://www.boloji.com/history/001.htm)

Lihat bagian "The Gift of Dust" di http://www.boloji.com/history/001.htm (http://www.boloji.com/history/001.htm)...

Quote
Coming to the main road, the Buddha saw two little boys playing at building mud houses. One of them came from a well-to-do family and was named Jaya. The other’s name was Vijaya. Jaya and Vijaya saw the Buddha, and were deeply impressed with the resplendent appearance, his body adorned with the thirty-two marks of the Mahatma. Jaya thought to himself, “ I will give him some ground meal” and threw a handful of dust into the Buddha’s begging bowl. Vijaya bowed low, making an anjali with hands folded. This gift of a handful of dust is renowned thus:

He saw the supremely compassionate self Existent Lord whose body radiated a halo a fathom wide; resolutely, with firm faith he offered a handful of dust to Him who abolishes birth and old age.

Having made this offering, Jaya formulated a pranidhaana, a firm resolve: “By virtue of this offering, may I become kind and rule as a chakravarti over the earth and thus worship the Buddha.”

Jika menggunakan text ini sebagai patokan, maka objek penerima persembahan adalah yang "his body adorned with the thirty-two marks of the Mahatma" dan "whose body radiated a halo a fathom wide"...

CMIIW, rasanya text ini tidak bisa digunakan sebagai perbandingan untuk kasus mobil RR itu, karena yang menerima persembahan mobil RR bukanlah yang "his body adorned with the thirty-two marks of the Mahatma" dan "whose body radiated a halo a fathom wide"...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 26 July 2010, 09:21:33 AM
The Ashokavadana (Sanskrit: अशॊकवदन, "Narrative of Ashoka")

hasil googling ketemu dua link yang menarik:
http://en.wikipedia.org/wiki/Ashokavadana (http://en.wikipedia.org/wiki/Ashokavadana)
http://www.boloji.com/history/001.htm (http://www.boloji.com/history/001.htm)

Lihat bagian "The Gift of Dust" di http://www.boloji.com/history/001.htm (http://www.boloji.com/history/001.htm)...

Quote
Coming to the main road, the Buddha saw two little boys playing at building mud houses. One of them came from a well-to-do family and was named Jaya. The other’s name was Vijaya. Jaya and Vijaya saw the Buddha, and were deeply impressed with the resplendent appearance, his body adorned with the thirty-two marks of the Mahatma. Jaya thought to himself, “ I will give him some ground meal” and threw a handful of dust into the Buddha’s begging bowl. Vijaya bowed low, making an anjali with hands folded. This gift of a handful of dust is renowned thus:

He saw the supremely compassionate self Existent Lord whose body radiated a halo a fathom wide; resolutely, with firm faith he offered a handful of dust to Him who abolishes birth and old age.

Having made this offering, Jaya formulated a pranidhaana, a firm resolve: “By virtue of this offering, may I become kind and rule as a chakravarti over the earth and thus worship the Buddha.”

Jika menggunakan text ini sebagai patokan, maka objek penerima persembahan adalah yang "his body adorned with the thirty-two marks of the Mahatma" dan "whose body radiated a halo a fathom wide"...

CMIIW, rasanya text ini tidak bisa digunakan sebagai perbandingan untuk kasus mobil RR itu, karena yang menerima persembahan mobil RR bukanlah yang "his body adorned with the thirty-two marks of the Mahatma" dan "whose body radiated a halo a fathom wide"...
betul yang menerima RR khan orang gila, mana bisa dibandingkan =)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 26 July 2010, 09:24:49 AM
Sebetulnya diskusi tidak perlu berlarut-larut seperti ini karena dari pihak TBS juga sudah mengkonfirmasi perbedaannya.

Ada yang percaya seekor singa walaupun berada di antara anjing kampung, tetap akan berjalan, tidur dan mengaum sebagaimana seekor singa. Namun ada pula yang percaya jika seekor singa berada di antara anjing kampung, ia akan berjalan, tidur dan menyalak sebagaimana anjing kampung, yaitu agar menjadi akrab.

Kebenarannya kita tidak akan pernah tahu karena kita sendiri bukan "singa" tersebut, jadi untuk apa didebat lagi masalah singa atau bukan?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 26 July 2010, 09:29:47 AM
LSY pernah bertemu Yesus euy =)) =)) =))
Sebuah ulasan tentang Yesus Kristus

Ilmu pengetahuan ilmiah masih sulit untuk menerima sepenuhnya adanya seorang perawan yang dapat melahirkan seperti didalam kisah Yesus yang dilahirkan oleh Bunda Maria. Namun, bila dipandang dari sudut dunia roh, kisah kelahiran Yesus tersebut sesungguhnya dapat diterima.

Allah sebagai suatu kekuatan supernatural yang tak berwujud menggunakan tubuh perawan Maria untuk melahirkan Yesus Kristus. Kisah kelahiran Yesus Kristus yang mujizat dan tanda tanda mujizat yang muncul semenjak kelahirannya menandakan lahirnya seorang juruselamat.

Setelah menjadi dewasa, beliau membuat banyak sekali mujizat seperti misalnya mengubah air menjadi anggur, memberi makan 5000 orang hanya dengan menggunakan beberapa potong ikan dan roti, berjalan diatas air, membangkitkan seorang bernama Lazarus dari kematian, dan lain sebagainya.

Terakhir, Yesus membangkitkan dirinya sendiri sebelum naik ke surga. "Aku datang dari Bapa dan kembali kepada Bapa", demikian sabda Yesus Kristus. Pernyataan Yesus ini sungguh mirip dengan apa yang dikatakan oleh kaum Taois sebagai "kembali kepada sifat asal". Pernyataan ini juga sangat mirip dengan apa yang dikatakan oleh Budhisme bahwa "setiap insan memiliki benih keBuddhaan".

Dipandang dari sudut dunia roh, mujizat mujizat yang dilakukan Yesus pada 2000 tahun yang lalu itu dapat diterima kebenarannya. Yesus adalah seorang yang dapat berkomunikasi dengan dunia roh. Yesus sering mendengar suara Allah dari langit dan dapat melihat iblis menampakkan diri.

Didalam Alkitab, dikisahkan bahwa Yesus dicobai oleh iblis disebuah gunung. Betapa miripnya dengan kisah Sidharta Gautama yang dicobai oleh Mara sewaktu duduk dibawah pohon Bodhi.

Yesus dapat mengatasi godaan iblis dan memperoleh kemenangan. Ketika beliau turun dari gunung, wajah beliau memancarkan sinar kemenangan, suatu kemenangan atas roh jahat.

Begitu pula halnya dengan Sidharta Gautama. Pada waktu beliau duduk dibawah pohon Bodhi, beliau berkata, "Meskipun tubuh jasmani dan tulang belulang saya hancur luluh, saya rela. Meskipun darah dan daging saya menjadi kering sekalipun, bila saya belum mendapat penerangan sempurna, saya tidak akan beranjak dari tempat ini." Pada waktu itu dari langit sang Mara berteriak, "Pangeran Sidharta ingin melepaskan diri dari cengkramanku. Aku tidak akan membiarkannya." Mara meniup angin kencang, mendatangkan hujan badai, menjatuhkan batu batu besar serta debu panas, membuat bumi gelap gulita, mendatangkan wanita untuk merayu, semuanya untuk menggoyahkan Sidharta Gautama. Semua godaan tersebut tidak berhasil menggoyahkan beliau sehingga akhirnya wajah sang Buddha memancarkan sinar kemenangan. Pada waktu itu, dari para dewa dan naga sampai kepada unggas dan bunga bunga, semuanya memberi penghormatan kepada sang Buddha.

Yesus Kristus dan Sakyamuni Buddha kedua-duanya dapat mengatasi godaan iblis. Betapa miripnya awal dan akhir dari kisah kedua tokoh ini. Keduanya berhasil mencapai kemenangan, kebijaksana¬an serta batin yang suci. Didalam hati Yesus Kristus, ada welas asih dan kasih sayang yang sangat besar. Demikian pula halnya dengan Sakyamuni Buddha. Betapa suatu kemenangan batin yang suci. Yesus datang kedalam dunia ini karena beliau bersedia menjalankan sebuah misi menyelamatkan umat manusia, seperti diungkapkan sewaktu beliau berada di taman Getsemani dimana beliau berdoa kepada Allah Bapa, "Tugasku hampir selesai. Semuanya adalah sesuai kehendakMu." Kematian Yesus Kristus diatas kayu salib menunjukkan betapa bodoh dan kejamnya manusia.

Kebangkitan Yesus Kristus dari lubang kubur bukan merupakan suatu yang aneh. Karena beliau adalah seorang yang dapat menggerakkan rohnya, beliau dapat mengatasi hal hidup dan mati, dapat setiap saat berkomunikasi dengan alam semesta, dan dapat meramalkan apa yang akan terjadi.

Meskipun Yesus telah kembali ke tempatnya yang semula, kekuatan roh beliau masih berada di bumi ini. Karena banyak umat kr****n tidak mempunyai kemampuan kontak batin, maka mereka tidak dapat melihat serta mendengar suara Yesus. Saya suatu kali melihat Yesus di daerah Fung Yen. Ini benar benar terjadi....

sumber artikel: ebook Padmakumara 04, artikel no. 4.3
(dari hal 169 buku "My Communications with the Spirit World")
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: bond on 26 July 2010, 09:40:53 AM
Hahahaha. Kalau memang tindakan Anathapindika itu patut. Mengapa rekan2 di sini tak ada yang mau menirunya ya. Kosongan isi dompet, jual mobil, jual rumah, jual perabotannya, dll dan meneladani Anathapindika. Sayangnya cuman omong doank ya, Shixiong 4DMYN. Ah teori.

Bro Paria dan 4DMYN . Bagi saya apa yang dilakukan Anatapinidhika adalah hal yang sangat patut dan mulia. Karena ia menyadari siapa yang ia persembahkan dan arti pemberian dan melepas bukan karena hari ini saja(dalam kehidupan duniawi). Jika teman2 disini belum bisa adalah karena kemelekatan dan keterdesakan dalam memenuhi kebutuhan hidup (apalagi yang telah memiliki anak) yang penting dana itu niat dan tulus.

Ada kisah nyata bhikkhu di Bali. Beliau dulu adalah keluarga kaya dari manado yang memiliki toko emas. Ketika ia mengetahui ajaran Buddha, semua kekayaanya dilepas dan menjadi bhikkhu. Semua hartanya ia bagikan kepada sanak familinya untuk di kelola.

Bahkan ada beberapa bhikkhu yang memiliki kekayaan ketika ia menjadi bhikkhu seluruh kekayaanya di berikan semua kepada Buddha Sasana.

Bahkan Sayadaw U Aganna dulu ia dari keluarga berada dan Ayahnya siap memberikan bisnisnya kepada dia tetapi ia tolak dan menjadi bhikkhu.

Bahkan di Myanmar, kalau tidak salah di Paauk Monastry. Ada seorang wanita miskin, setiap hari ia berdana makanan denga nmemberikan makanan kualitas terbaik yang ia bisa. Tetapi ia sendiri makan sekadarnya saja.

DiBali pun ada umat yang demikian.

Dan saya kira masih banyak contoh lain lagi dan hal tersebut bersifat pribadi. Diantara semua pasir lautan mungkin hanya ada satu berlian dan mungkin tidak ada. Pelepasan ini diperlukan keberanian dan tekad.

Salam sejahtera
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 26 July 2010, 09:59:07 AM
 [at] bond,
setuju sekali, saya juga memuji Anatapinidhika atas tindakannya. bagaimana kalau kita mulai pengumpulan dana untuk menyumbangkan Rolls Royce kepada Maha Guru Lu Sheng Yen?
dari segi manfaat Rolls Royce dapat mengantar Maha Guru Lu Sheng Yen untuk pergi mengajar Dharma kemana-mana.

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 26 July 2010, 10:05:38 AM
[at] bond,
setuju sekali, saya juga memuji Anatapinidhika atas tindakannya. bagaimana kalau kita mulai pengumpulan dana untuk menyumbangkan Rolls Royce kepada Maha Guru Lu Sheng Yen?
dari segi manfaat Rolls Royce dapat mengantar Maha Guru Lu Sheng Yen untuk pergi mengajar Dharma kemana-mana.


kalau segi manfaat, mending sumbang sepeda, biar ga terlalu gendut perutnya, kasihan =)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: bond on 26 July 2010, 10:08:27 AM
[at] bond,
setuju sekali, saya juga memuji Anatapinidhika atas tindakannya. bagaimana kalau kita mulai pengumpulan dana untuk menyumbangkan Rolls Royce kepada Maha Guru Lu Sheng Yen?
dari segi manfaat Rolls Royce dapat mengantar Maha Guru Lu Sheng Yen untuk pergi mengajar Dharma kemana-mana.



Tentunya kita sebagai umat harus berdana yang dapat membantu seorang bhikkhu dapat melatih diri dengan baik. Dan sebagai bhikkhu harus bisa membedakan kebutuhannya dalam pelatihan diri. Jika umat/pengikut LSY ingin melakukan/mendanakan roll royce kepada LSY silakan saja. Itu adalah masalah internal pengikut LSY. Saya tidak akan turut campur mengenai kelayakannya. Tetapi saya pribadi apa yang bisa saya beri maka saya akan berikan kepada Buddha sasana sesuai dengan nilai ajaran Buddha. Jika saya secara label Theravada maka pemberian itu harus sesuai dengan dhamma dan vinaya yang dijalankan bhikkhu beserta nilai kepantasannya.

Salam sejahtera
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 26 July 2010, 10:45:03 AM
mau ikutin gaya pengikut LSY, pake kutip cerita2 sepotong2 =)) =)) =))

Tour ke Alam Surga

Di masa-masa saya memberikan pelayanan konsultasi kepada masyarakat, jumlah tamu yang berkonsultasi kepada saya mencapai puluhan ribu orang. Tamu-tamu itu sungguh bervariasi latar-belakang nya, dari orang kelas atas seperti raja dan bangsawan sampai ke rakyat jelata yang miskin dan gelandangan. Boleh dikata, segala jenis masalah sudah pernah saya alami.

Pada suatu kali, ada seorang wanita datang berkonsultasi. Memakai rok hijau, ia duduk di hadapan saya. Saya paling suka warna hijau. Karena itu, saya menatap nya beberapa kali. Wajah nya berseri-seri dan menawan. Alis mata nya bagai daun willow. Sepasang mata nya mengandung hasrat. Hidung nya kecil dan mancung. Bibir nya merah delima. Tubuh nya langsing. Penampilan nya berpendidikan. Usia nya sekitar 20-an. Rambut nya dipotong ala pelajar, namun agak panjang, menerpa lembut wajahnya. Begitu ia menggerakkan kepala nya, helai-helai rambut nya tergeser ke pelipis. Setelah selesai konsultasi, ia pun pergi. Saya menatap sekilas pada kertas formulir konsultasi nya. Nama nya adalah Yue Er.

Keesokan hari nya, ia antri lagi untuk konsultasi. Kulit nya sangat putih halus. Diantara kerumunan tamu, ia bergerak lemah gemulai, memancarkan kemanjaan yang unik. Selesai konsultasi, ia memutar rok nya bagai batu yang terjatuh di permukaan danau tenang sehingga menimbulkan banyak desir-desiran.

Beberapa hari kemudian, Yue Er datang lagi untuk ketiga kali nya.

Saya bertanya, "Ada masalah apa?"
"Tidak ada."

"Tidak ada itu artinya apa?"
"Saya ingin membuat janji pertemuan dengan Master Lu. Bolehkah kita bertemu saat tidak ada orang lain?

Selama ini, waktu untuk konsultasi sangat singkat. Juga, ada banyak orang yang bisa mendengar percakapan kita. Saya ingin bertanya tentang hal yang bersifat rahasia dan pribadi."
"Ini ......"

Pelayanan konsultasi yang saya berikan biasanya bersifat terbuka. Begitu pintu dibuka, siapapun boleh masuk. Memang saat konsultasi diberikan, ada banyak orang lain yang ikut mendengarkan. Beberapa orang tidak terbiasa dengan kondisi demikian. Terhadap orang yang ingin waktu khusus untuk berkonsultasi secara pribadi dengan saya, saya bias menolak ataupun tidak menolak. Saya hanya menyatakan bersedia bila masalah mereka sangat penting.

Saya bertanya, "Apakah masalah penting?"
"Penting."

"Yakin?"
"Yakin."

"Baiklah, Kau boleh datang dua hari lagi di sore hari, Hari itu saya libur."

Dua hari kemudian, ia datang. Yue Er memakai blus hijau yang indah segar, membawa hijau. Pokoknya, ia tampak sangat cantik jelita dan manis, Ia bertanya tentang masalah asmara yang sepele. Kakak sepupu nya jatuh cinta kepada nya, tapi ia tidak mencintainya. Sepele sekali.

Yue Er kemudian bertanya, "Menurutmu, bagaimana penampilan saya?"
Dengan jujur saya menjawab, "Indah bagai bunga anggrek."

"Apakah kau suka saya?" Ia bertanya terus-terang.
"Saya ...."

"Ayo katakan."
"Baiklah saya akan katakan. Awal dari dua orang saling mencinta biasanya dimulai dengan daya tarik fisik. Setelah saling mengenal, cinta bisa tumbuh. Tumbuhnya cinta hanya bisa dialami dan tidak bisa diungkapkan. Saya rasa begitu."

"Kau tidak menjawab pertanyaan saya."
"Saat ini saya tidak punya perasaan suka ataupun tidak suka. Jadi, saya harus berkata apa?"

"Apa maksudmu?" Ia menjadi dingin.
"Saya bukan orang yang sebentar suka sebentar tidak suka. Itu sebabnya saya tidak akan sembarangan mengatakan nya."

"Ucapan mu beralasan. Saya pikir kau akan mengatakannya.
"Mengapa?"

"Saya pernah membaca buku karya mu yang berjudul ~Kumpulan Asap Hambar~ (buku pertama), ~Kisah Taman Mimpi~ (buku kedua), dan ~Di bawah Jendela Hati~ (buku ke 13). Saya sangat menyukai buku-buku tersebut. Saya rasa kau adalah orang yang penuh dengan cinta."

Saya tertawa, "Oh. Itu saat saya masih muda."
"Lalu sekarang bagaimana?"

"Saya menekuni ajaran Budha, melatih batin."
"Tapi, saya merasa kau sangat tampan, sangat keren, tidak terikat oleh tradisi. Itu sebabnya saya sering rindu bertemu dengan mu."

"Oh!" Saya kaget, tidak sanggup menjawab.

Ketika Yue Er akan beranjak pergi, ia memberi saya sebuah kantong plastik merah. Di dalam nya, ada selembar kertas kecil bertuliskan dua kata: "Rindu padamu." Juga, ada alamat dan nomor telpon.

Meski saya memang terkejut sewaktu membaca tulisan di kertas itu, sebenarnya hal-hal seperti ini sudah sering terjadi pada diri saya.

Sebagai contoh, dulu pernah ada seorang wanita yang cantik dan genit datang berkonsultasi. Ia lalu jadi sering datang, mulai membantu saya mengulek tinta, mengambil kertas Hu ataupun kuas, menyusun kartu nama.

Suatu ketika, ia menyelipkan surat kepada saya yang bertuliskan tujuh kata, "Walet kecil pasti mematuk rumput keluarga Lu." (Wanita itu bernama Yu Yan. Yan berarti walet.) Saya mengabaikan nya. Saya menunjukkan surat itu kepada ibu saya yang juga tidak ambil pusing.

Contoh kedua adalah seorang wanita yang merupakan tetangga saya. Ia adalah putri Wen Yan. Ia sering datang ke rumah ibadah saya untuk bersujud. Adakalanya ia jalan-jalan di depan rumah saya. Sewaktu menatap saya, sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu. Ia menaruh surat ke dalam kotak surat saya, mengharapkan saya bertemu dengan nya di taman bunga. Saya tidak pergi. Belakangan ia pun pindah rumah.

Yang menulis surat sebagai cara mendapatkan cinta saya juga tidak sedikit jumlahnya. Sekarang muncul pula Yue Er. Saya prihatin urusan ini berlarut-larut. Jadi, surat nya saya buang.

Pada suatu hari, saya pergi keluar untuk membeli sesuatu. Ketika sedang berjalan kaki, sebuah mobil mewah "mercedes benz" berhenti disamping saya. Orang di dalam mobil melambaikan tangan nya kepada saya. Ia menurunkan kaca jendela. Ternyata ia adalah Yue Er.

"Mari saya antar."
Saya masuk ke dalam mobil nya.

Ia menyetir sangat cepat. Dalam waktu singkat, mobil nya tiba di tempat kediaman nya, sebuah apartemen tinggi.

"Mengapa membawa saya kesini?"
"Kau tidak mengatakan mau kemana." Katanya genit.
Ia berkata lagi, "Bantulah saya melihat tempat sembahyang."

Saya tidak bisa menolak. Tapi, begitu masuk ke rumah nya, ternyata tidak ada tempat sembahyang. Juga, Yue Er hanya tinggal sendirian.

"Dimana tempat sembahyang nya?" ,
"Baru mau pasang."

Saya melihat sekeliling ruangan. Apartemen itu sangat mewah, dibangun dengan bahan berkwalitas tinggi. Dinding nya ditempel kertas dinding. Lampu dari lazuardi. Perabotan nya mahal. Dekorasi nya mewah. Ada dua kamar ticlur dan satu ruang tamu.

Saya menunjukkan tempat yang cocok untuk sembahyang. Ia tidak perhatikan. Sepertinya memasang tempat sembahyang hanya alasan belaka. Hati saya tidak tenang.

Yue Er menuang arak, "Mau minum?"
Saya menjawab jujur, "Sedikit."

Ia memberikan segelas kepada saya, tapi menumpahkan nya ke baju saya. Ia lalu mengambil kain, sepertinya ingin membantu membersihkan baju saya. Tapi, ia tidak mengusap bekas arak yang tumpah di baju saya. Yang ia lakukan adalah mengusap dada saya, lalu bersandar di dada saya. Saya mencium keharuman yang menggiurkan. Hampir saja buah dada nya terlihat saya. Wajah Yue Er bersemu merah. Bahkan lehernya juga merah. Bulu mata nya bagai sutra. Kedua tangan nya meraba lembut. Nafas nya sangat dekat. Nafas nya seperti bunga anggrek. Tangan nya memelintir ujung baju saya. Saya lihat bibir nya basah, lidah nya seperti cengkeh. Saya hanya perlu menundukkan kepala.

Dunia ini serasa berputar. Tubuh saya bergoncang hebat. Tulang dan nadi saya melemah dan kesemutan. Hati saya terlena.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 10:47:28 AM
Helllooo Mas Fabian C nyang tidak buta hurup,

Nih aye pastekan lagi ya judul bukunya:

THE LEGEND OF KING ASOKA: THE STUDY AND TRANSLATION OF THE ASOKAVADANA, karya John S. Strong; terbitan Motilal Banarsidass, Delhi, 1989

Jadi miturut sampeyan ada ga ya buku itu? Kalo sampeyan ndak percaya silakan dicek di amazon.com utawa sumber2 lain. Itoe boekoe memank dari sumber Sanskrit kok.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 26 July 2010, 10:50:08 AM
 [at]  Ryu,
ayo lanjut, bagian selanjutnya pasti lebih hot
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 26 July 2010, 10:50:38 AM
 [at] ryu,
dengan mengutip cerita sepotong-sepotong, anda cuma menunjukkan kebodohan diri sendiri saja.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 26 July 2010, 10:53:18 AM
[at] ryu,
dengan mengutip cerita sepotong-sepotong, anda cuma menunjukkan kebodohan diri sendiri saja.
=)) =)) =)) gw kan ngikut gaya loe =)) =)) , berarti loe bodoh yak =)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 26 July 2010, 10:54:15 AM
[at]  Ryu,
ayo lanjut, bagian selanjutnya pasti lebih hot
selanjutnya kaga penting =)) =)) =)) , yang penting bisa membawa pembaca berimajinasi lebih hot =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 10:55:28 AM
Hi Mr. Bond (ada hubungannye dengen James Bond ga ya?) en Akang Ryu,

Bener sekale, kalo mau danain RR ke Guru gw ya itu urusan si pendana ama Guru gw. Bagi gw itu sudah bukti kalo si pendana dapet manpaat dari Guru gw. Gile ape mo danain barang segitu mahal ke orang laen. Kalo buat ente-ente gw mo danain sepotong lemper aja udah mikir 10.000.000 jurus huehuehue :P. Ini logika sederhana Bang. Anak kecil juga tau lah. Maklumlah si Paria Hina ini bodo, logikanye nyang sederhana2 aje.
Kalo ente2 mau dana ke bhikkhu, berupa barang apa aje, jumlahnya berapa aje, ke siapa aje, owe kaga mau ngurus. Gw kaga kepo heheheheheheeh :P. Itu semua urusan ente, bukan urusan aye. Gw mah kaga ngurus. Gw yakin ente2 punya pemikiran sendiri-sendiri. Sekali lagi bukan urusan aye, terserah saje.
Tetapi anehnye, ada orang nyang suka ngurusin apa nyang didanain orang lain. Aneh bin ajaib  :o :o :o :o :o. (orang bijak kate: "Iri pertande tak mampu."). :P :P :P :P
Justru dengan adanya dana RR itu. Owe makin yakin Guru owe adalah benar-benar LIVING BUDDHA.  ^:)^ ^:)^ ^:)^
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 26 July 2010, 10:56:54 AM
Sebetulnya diskusi tidak perlu berlarut-larut seperti ini karena dari pihak TBS juga sudah mengkonfirmasi perbedaannya.

Ada yang percaya seekor singa walaupun berada di antara anjing kampung, tetap akan berjalan, tidur dan mengaum sebagaimana seekor singa. Namun ada pula yang percaya jika seekor singa berada di antara anjing kampung, ia akan berjalan, tidur dan menyalak sebagaimana anjing kampung, yaitu agar menjadi akrab.

Kebenarannya kita tidak akan pernah tahu karena kita sendiri bukan "singa" tersebut, jadi untuk apa didebat lagi masalah singa atau bukan?


tapi seekor anjing kampung di tengah2 singa akan tetapi menggonggong walaupun anjing itu menganggap dirinya singa, sayangnya seekor singa seharusnya mengaum bukan menggonggong
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Hendra Susanto on 26 July 2010, 10:57:48 AM
Hi Mr. Bond (ada hubungannye dengen James Bond ga ya?) en Akang Ryu,

Bener sekale, kalo mau danain RR ke Guru gw ya itu urusan si pendana ama Guru gw. Bagi gw itu sudah bukti kalo si pendana dapet manpaat dari Guru gw. Gile ape mo danain barang segitu mahal ke orang laen. Kalo buat ente-ente gw mo danain sepotong lemper aja udah mikir 10.000.000 jurus huehuehue :P. Ini logika sederhana Bang. Anak kecil juga tau lah. Maklumlah si Paria Hina ini bodo, logikanye nyang sederhana2 aje.
Kalo ente2 mau dana ke bhikkhu, berupa barang apa aje, jumlahnya berapa aje, ke siapa aje, owe kaga mau ngurus. Gw kaga kepo heheheheheheeh :P. Itu semua urusan ente, bukan urusan aye. Gw mah kaga ngurus. Gw yakin ente2 punya pemikiran sendiri-sendiri. Sekali lagi bukan urusan aye, terserah saje.
Tetapi anehnye, ada orang nyang suka ngurusin apa nyang didanain orang lain. Aneh bin ajaib  :o :o :o :o :o. (orang bijak kate: "Iri pertande tak mampu."). :P :P :P :P
Justru dengan adanya dana RR itu. Owe makin yakin Guru owe adalah benar-benar LIVING BUDDHA.  ^:)^ ^:)^ ^:)^

wooo... nanti gw pesenin dech yang dari kertas RR nya :))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 26 July 2010, 10:59:00 AM
setelah mengalihkan topik, kemudian yang ini akan dilupakan atau pura-pura dilupakan:
Jawaban atas pertanyaan saya mengenai definisi dan makna dari TRUE BUDDHA SCHOOL ada di mana ya? udah baca ulang dari hal 1 masih gak ketemu. Johan pls help.
apa sih arti sebuah nama?,  apa mengenai definisi dan makna dari INDRA ada dimana ya? saya tanya balik saja deh..


tentu saya akan dengan senang hati menjelaskan, tapi sebelum sampai ke bagian ini, jawab dulu pertanyaan saya.

*JOHAN MODE ON*
mohon antri dengan tertib
*JOHAN MODE OFF

enggak mau..., anda jawab dulu pertanyaan saya , pokoknya saya mau apa arti nama Johan,..


tadi anda tanya arti INDRA sekarang anda tanya arti JOHAN, anda terlalu banyak bertanya dan tidak mau menjawab. menurut anda apakah itu diskusi yg baik? dan yg lebih mengecewakan anda seperti keponakan saya yg berumur 3 tahun yg merengek ketika minta dibelikan permen
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 11:05:16 AM
Cerita nyang dikutip Akang Ryu itoe joestroe memboektikan bahwa Guru aye sudah dapet mengendalikan hasrat seksualnya. Monk-omonk ada tuh murid guru benar nyang mata duitan malah suka menghilangkan keperawanan orang laen. Ada juga nyang ngaku2 guru benar malah demen cewe.... Ai....ai....ai... zaman Akhir Dharma.
Pariahina menuangkan ajaran ini dalam sebait gatha.

Attaku gemar mencela guru palsu
Hanya guruku sendiri yang benar
Tapi astaga naga.........
Yang kuabdi adalah Sang Raja Mara

Begitulah kondisi pada zaman Akhir Dharma. Sungguh dashyat.  :o :o :o. Hayo mari cela terus guru palsu.

PS: Gw dulu murid "guru benar." Gw anti n benci Guru gw nyang sekarang. Tapi sekarang gw enek dengan tingkah laku para penganut "guru2 benar" itu. Hanya Guru gw yang miturut ente2 palsu saja nyang sekarang ini merupakan embodiment ajaran Buddha nyang sejati. Dalam berdiskusi dengan ente2 di sini owe makin yakin kalo Guru gw adalah TRUE LIVING BUDDHA. Mantappzzzz.... I am in the right track guyz!

OM GURU LIANSHENG SIDDHI HUM!!!
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 26 July 2010, 11:09:06 AM
Cerita nyang dikutip Akang Ryu itoe joestroe memboektikan bahwa Guru aye sudah dapet mengendalikan hasrat seksualnya. Monk-omonk ada tuh murid guru benar nyang mata duitan malah suka menghilangkan keperawanan orang laen. Ada juga nyang ngaku2 guru benar malah demen cewe.... Ai....ai....ai... zaman Akhir Dharma.
Pariahina menuangkan ajaran ini dalam sebait gatha.

Attaku gemar mencela guru palsu
Hanya guruku sendiri yang benar
Tapi astaga naga.........
Yang kuabdi adalah Sang Raja Mara

Begitulah kondisi pada zaman Akhir Dharma. Sungguh dashyat.  :o :o :o. Hayo mari cela terus guru palsu.

PS: Gw dulu murid "guru benar." Gw anti n benci Guru gw nyang sekarang. Tapi sekarang gw enek dengan tingkah laku para penganut "guru2 benar" itu. Hanya Guru gw yang miturut ente2 palsu saja nyang sekarang ini merupakan embodiment ajaran Buddha nyang sejati. Dalam berdiskusi dengan ente2 di sini owe makin yakin kalo Guru gw adalah TRUE LIVING BUDDHA. Mantappzzzz.... I am in the right track guyz!

OM GURU LIANSHENG SIDDHI HUM!!!

kasihan.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 11:09:34 AM
Satu lagi sifat para siswa "guru benar":

Kaga mo minta maap meskipun sudah menuduh atau berprasangka sembarangan. Sudah dikasih reperensi nyang diminta masih aja gahar dan nyahok.

Ya memang demikianlah sifat para siswa "guru benar." Ehm..ehm..ehm :P

Dashyat mennnn............ Attaku membumbung tinggi....!!!
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 11:11:42 AM
Akang Nyanadana,

Justru owe nyang kesian ma akang. Udah dikasih jawaban en banyak bukti masih saja lom bisa meliat apa nyang bener apa nyang salah. Justru makin lama berdiskusi di sini, owe jadi makin tahu siapa yang "guru benar" dan siapa yang "guru palsu."
Sekali lagi: I am in the right track guyzzz.........
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 11:13:55 AM
Makanya dalam berdiskusi itu pake itikad yang baek. Kalo lawan diskusi udah kasih penjelasan yang memadai, ya hargailah itu. Jangan terus menerus mengejar dan mencari2 kesalahan. Nanti malah jadi ga masuk akal dan keliatan belangnya  :)) :)) :))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 26 July 2010, 11:14:53 AM
kembali ke manfaat persembahan, menurut rekan-rekan disini persembahan Rolls Royce itu bermanfaat atau tidak? jika dibandingkan dengan karma persembahan 'dirt' yang  berbuah menjadi Raja Asoka?
opini saya:
Rolls Royce dari segi manfaat tentunya signifikan dibandingkan dengan dirt. sebuah Rolls Royce dapat mengantar seorang Guru untuk pergi mengajar Dharma ke banyak tempat.


ada pernah lihat Sang Buddha memakai kereta kencana pergi kemana2 mengajar ? lihat kehidupan Sang buddha,jauh dari kata mapan.yang beliau miliki hanya mangkuk dan jubah.begitu juga murid Beliau.lihat bagaimana guru2 aliran lain yang hidup di jaman beliau,bak selebiritis.
inikah Buddha?
yang katanya tidak memiliki hasrat memiliki,menyimpan?
itulah dikatakan mengapa "Jalan Besar"itu sebenarnya jalan yang terlalu besar hingga tukang becak pun ingin niombrung.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 26 July 2010, 11:16:29 AM
Akang Nyanadana,

Justru owe nyang kesian ma akang. Udah dikasih jawaban en banyak bukti masih saja lom bisa meliat apa nyang bener apa nyang salah. Justru makin lama berdiskusi di sini, owe jadi makin tahu siapa yang "guru benar" dan siapa yang "guru palsu."
Sekali lagi: I am in the right track guyzzz.........

aku ga kasihan sama kamu,cuma kasihan sama guru kamu.kalo kamu bebruat hal yang benar maka kamma baik kamu petik namun berbeda dengan gurumu yang menjebak byk orang.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 11:17:20 AM
Pengikut LSY setau gw kaga pernah mencela guru-guru lain. Semuanya diajarkan menghormati gurunya masing-masing. Gw pernah angkat guru pada Dagpo Rinppche dan juga Zhurmang Garwang Rinpoche. Semuanya masih owe hormati sebagai guru2 owe. Memang demikianlah seharusnya siswa Tantra. Lagian untuk apa seh bilang "guruku guru benar... gurumu guru palsu." Apa manfaatnya bagi pelatihan batin? Dari segi eksternal tidak kah lebih baek kalo semua umat Buddha itu bisa bersatu? Kalo ente2 bisa bersatu banyak hal yang bisa dilakukan dalam membangun masyarakat. Napa seh kaga bisa mikir ke sana? Masa gitu aje harus diberitahu? Haiyaaaa.............
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 26 July 2010, 11:24:03 AM
Pengikut LSY setau gw kaga pernah mencela guru-guru lain. Semuanya diajarkan menghormati gurunya masing-masing. Gw pernah angkat guru pada Dagpo Rinppche dan juga Zhurmang Garwang Rinpoche. Semuanya masih owe hormati sebagai guru2 owe. Memang demikianlah seharusnya siswa Tantra. Lagian untuk apa seh bilang "guruku guru benar... gurumu guru palsu." Apa manfaatnya bagi pelatihan batin? Dari segi eksternal tidak kah lebih baek kalo semua umat Buddha itu bisa bersatu? Kalo ente2 bisa bersatu banyak hal yang bisa dilakukan dalam membangun masyarakat. Napa seh kaga bisa mikir ke sana? Masa gitu aje harus diberitahu? Haiyaaaa.............

tapi gurumu benar benar benar benar palsu,lihat tindak tanduknya,baca tulisannya,lihat kesehariannya yang jauh dr sederhana.bandingkan guru lain.Master Cheng Yen dr Tzu Chi.Master Sheng Yen dari Dharma Drum.Ven Ajahn Chah.tidak ada guru yang pergi berenang,menari bahkan seorang Dalai Lamapun tidak berbuat hal ini.

Bandingkan guru2 seperti Suma Ching Hai.Guru Aliran Maitreya.dan semua guru2 new age lainnya,semuanya tajir dan memiliki satu kesamaan,semua disuruh menyembah gurunya dengan membuang Sakyamuni Buddha.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 26 July 2010, 11:26:01 AM
Pengikut LSY setau gw kaga pernah mencela guru-guru lain. Semuanya diajarkan menghormati gurunya masing-masing. Gw pernah angkat guru pada Dagpo Rinppche dan juga Zhurmang Garwang Rinpoche. Semuanya masih owe hormati sebagai guru2 owe. Memang demikianlah seharusnya siswa Tantra. Lagian untuk apa seh bilang "guruku guru benar... gurumu guru palsu." Apa manfaatnya bagi pelatihan batin? Dari segi eksternal tidak kah lebih baek kalo semua umat Buddha itu bisa bersatu? Kalo ente2 bisa bersatu banyak hal yang bisa dilakukan dalam membangun masyarakat. Napa seh kaga bisa mikir ke sana? Masa gitu aje harus diberitahu? Haiyaaaa.............

setuju sekali bro, saya juga belajar pada guru-guru lain, selain Mahaguru Lu Sheng Yen. selama ini, TBSN gak pernah melarang atau mencela guru lain. malahan sebaliknya kalau saya datang ke tempat ibadah aliran non-tbsn, mereka suka mengejek guru saya.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 26 July 2010, 11:27:38 AM
Pengikut LSY setau gw kaga pernah mencela guru-guru lain. Semuanya diajarkan menghormati gurunya masing-masing. Gw pernah angkat guru pada Dagpo Rinppche dan juga Zhurmang Garwang Rinpoche. Semuanya masih owe hormati sebagai guru2 owe. Memang demikianlah seharusnya siswa Tantra. Lagian untuk apa seh bilang "guruku guru benar... gurumu guru palsu." Apa manfaatnya bagi pelatihan batin? Dari segi eksternal tidak kah lebih baek kalo semua umat Buddha itu bisa bersatu? Kalo ente2 bisa bersatu banyak hal yang bisa dilakukan dalam membangun masyarakat. Napa seh kaga bisa mikir ke sana? Masa gitu aje harus diberitahu? Haiyaaaa.............

tapi gurumu benar benar benar benar palsu,lihat tindak tanduknya,baca tulisannya,lihat kesehariannya yang jauh dr sederhana.bandingkan guru lain.Master Cheng Yen dr Tzu Chi.Master Sheng Yen dari Dharma Drum.Ven Ajahn Chah.tidak ada guru yang pergi berenang,menari bahkan seorang Dalai Lamapun tidak berbuat hal ini.

Bandingkan guru2 seperti Suma Ching Hai.Guru Aliran Maitreya.dan semua guru2 new age lainnya,semuanya tajir dan memiliki satu kesamaan,semua disuruh menyembah gurunya dengan membuang Sakyamuni Buddha.
loe pernah ikut tantrayana gak sih? coba ikuti sono Dagpo Lama, atao Zhurmang Garwang. mereka mengajarkan Guru Devotion koq.
bisanya  bacot doang tapi disuruh membuktikan gak mampu.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 26 July 2010, 11:30:02 AM
Pengikut LSY setau gw kaga pernah mencela guru-guru lain. Semuanya diajarkan menghormati gurunya masing-masing. Gw pernah angkat guru pada Dagpo Rinppche dan juga Zhurmang Garwang Rinpoche. Semuanya masih owe hormati sebagai guru2 owe. Memang demikianlah seharusnya siswa Tantra. Lagian untuk apa seh bilang "guruku guru benar... gurumu guru palsu." Apa manfaatnya bagi pelatihan batin? Dari segi eksternal tidak kah lebih baek kalo semua umat Buddha itu bisa bersatu? Kalo ente2 bisa bersatu banyak hal yang bisa dilakukan dalam membangun masyarakat. Napa seh kaga bisa mikir ke sana? Masa gitu aje harus diberitahu? Haiyaaaa.............

setuju sekali bro, saya juga belajar pada guru-guru lain, selain Mahaguru Lu Sheng Yen. selama ini, TBSN gak pernah melarang atau mencela guru lain. malahan sebaliknya kalau saya datang ke tempat ibadah aliran non-tbsn, mereka suka mengejek guru saya.


jadi ukurannya hanya diejek saja?kenapa bisa diejek?kenapa ga cari tau alasannya?
begitu dalam Dhamma tapi yang dicari adalah mistisnya.apakah Guru anda menguasai Anuttara Yoga Tantra?bila ia Buddha hidup bahkan ke tibetpun sumber Vajrayana,guru anda tetap dicela.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Hendra Susanto on 26 July 2010, 11:30:24 AM
Cerita nyang dikutip Akang Ryu itoe joestroe memboektikan bahwa Guru aye sudah dapet mengendalikan hasrat seksualnya. Monk-omonk ada tuh murid guru benar nyang mata duitan malah suka menghilangkan keperawanan orang laen. Ada juga nyang ngaku2 guru benar malah demen cewe.... Ai....ai....ai... zaman Akhir Dharma.
Pariahina menuangkan ajaran ini dalam sebait gatha.

Attaku gemar mencela guru palsu
Hanya guruku sendiri yang benar
Tapi astaga naga.........
Yang kuabdi adalah Sang Raja Mara

Begitulah kondisi pada zaman Akhir Dharma. Sungguh dashyat.  :o :o :o. Hayo mari cela terus guru palsu.

PS: Gw dulu murid "guru benar." Gw anti n benci Guru gw nyang sekarang. Tapi sekarang gw enek dengan tingkah laku para penganut "guru2 benar" itu. Hanya Guru gw yang miturut ente2 palsu saja nyang sekarang ini merupakan embodiment ajaran Buddha nyang sejati. Dalam berdiskusi dengan ente2 di sini owe makin yakin kalo Guru gw adalah TRUE LIVING BUDDHA. Mantappzzzz.... I am in the right track guyz!

OM GURU LIANSHENG SIDDHI HUM!!!

kasihan.

bahasa gaulnya CHOIKO ;D
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 26 July 2010, 11:31:07 AM
kembali ke manfaat persembahan, menurut rekan-rekan disini persembahan Rolls Royce itu bermanfaat atau tidak? jika dibandingkan dengan karma persembahan 'dirt' yang  berbuah menjadi Raja Asoka?
opini saya:
Rolls Royce dari segi manfaat tentunya signifikan dibandingkan dengan dirt. sebuah Rolls Royce dapat mengantar seorang Guru untuk pergi mengajar Dharma ke banyak tempat.


ada pernah lihat Sang Buddha memakai kereta kencana pergi kemana2 mengajar ? lihat kehidupan Sang buddha,jauh dari kata mapan.yang beliau miliki hanya mangkuk dan jubah.begitu juga murid Beliau.lihat bagaimana guru2 aliran lain yang hidup di jaman beliau,bak selebiritis.
inikah Buddha?
yang katanya tidak memiliki hasrat memiliki,menyimpan?
itulah dikatakan mengapa "Jalan Besar"itu sebenarnya jalan yang terlalu besar hingga tukang becak pun ingin niombrung.
maksudnya menyimpan itu apa? Rolls Royce yang hasil persembahan umat itu, sudah dijual lalu didanakan oleh Maha Guru Lu Sheng Yen . Rumahnya juga sudah dijadikan markas badan sosial SHLFoundation. loe ini gak tau atau pura-pura gak tau sih? sudah dikasih tau tapi masih ngotot aja..

coba bandingkan sama diri loe, km pernah berdana apa sama guru kamu sendiri?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 11:32:20 AM
Kakang Nyanadana toelis bahwa Guru gw menjebak orang. Gw kaga merasa dijebak ma Guru gw. Kakang Nyanadana apa bisa kasih boekti kalo ada yang dijebak oleh Guru gw? Inget bukti nyata lho boekan gosip inpotainmen nyang cuman katanye dan katanye. Kalo ndak bisa ngasih boekti itoe namanya FITNAH alias KEBOHONGAN.
Guru gw membuang Sakyamuni Buddha. Aduh ini FITNAH. Kenyataannye adalah:

1.Guru gw banyak ngasih kutipan dari Sutra n Tantra dalam ajarannye. Miturut ajaran Mahayana, Sutra n Tantra itu asalnya dari siapa anak2? SAKYAMUNI BUDDHA!
Betul sekali. Kalian pinter.... Tuh anak kecil aja tahu Kang Nyana kalo Sutra n Tantra dari Sakyamuni Buddha. Jadi untuk pertama kalinya jawablah apakah Sakyamuni Buddha dibuang dalam ajaran Guru gw?

2.Kemaren dulu ada acara homa bagi Sakyamuni Buddha. Mantranya juga berasal dari TRIPITAKA; yaitu Namo Samanta Buddhanam Bhoh! Lho kok Sakyamuni Buddha masih ada ada ya? Katanya Kang Nyana udah dibuang di aliran gw  :o :o :o
Lha masih ada gitu lho. Jadi untuk kedua kalinya jawablah apakah Sakyamuni Buddha dibuang dalam aliran owe?

3. Kemaren dulu ada perayaan Waisak di vihara gw. Waisak itu ngrayain apa anak2? Kelahiran SAKYAMUNI BUDDHA. Pinter! Nah untuk ketiga kalinya jawablah wahai Akang Nyana, apakah Sakyamuni Buddha dibuang dari aliran owe?

4. Di vihara gw ada rupang Buddha Sakyamuni. Nah Akang Nyana untuk keempat kalinya jawablah apakah Buddha Sakyamuni dibuang dari aliran owe?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 26 July 2010, 11:32:31 AM
Pengikut LSY setau gw kaga pernah mencela guru-guru lain. Semuanya diajarkan menghormati gurunya masing-masing. Gw pernah angkat guru pada Dagpo Rinppche dan juga Zhurmang Garwang Rinpoche. Semuanya masih owe hormati sebagai guru2 owe. Memang demikianlah seharusnya siswa Tantra. Lagian untuk apa seh bilang "guruku guru benar... gurumu guru palsu." Apa manfaatnya bagi pelatihan batin? Dari segi eksternal tidak kah lebih baek kalo semua umat Buddha itu bisa bersatu? Kalo ente2 bisa bersatu banyak hal yang bisa dilakukan dalam membangun masyarakat. Napa seh kaga bisa mikir ke sana? Masa gitu aje harus diberitahu? Haiyaaaa.............

tapi gurumu benar benar benar benar palsu,lihat tindak tanduknya,baca tulisannya,lihat kesehariannya yang jauh dr sederhana.bandingkan guru lain.Master Cheng Yen dr Tzu Chi.Master Sheng Yen dari Dharma Drum.Ven Ajahn Chah.tidak ada guru yang pergi berenang,menari bahkan seorang Dalai Lamapun tidak berbuat hal ini.

Bandingkan guru2 seperti Suma Ching Hai.Guru Aliran Maitreya.dan semua guru2 new age lainnya,semuanya tajir dan memiliki satu kesamaan,semua disuruh menyembah gurunya dengan membuang Sakyamuni Buddha.
loe pernah ikut tantrayana gak sih? coba ikuti sono Dagpo Lama, atao Zhurmang Garwang. mereka mengajarkan Guru Devotion koq.
bisanya  bacot doang tapi disuruh membuktikan gak mampu.


Guru Devotion tapi akar awal Sakyamuni Buddha.guru anda siapa yang ngeklaim mendadak Padmakumara.haiyaaaa kenapa orang cina rajin bikin aliran aneh2 ya?semua ujung2nya luwit luwit haiyaaa.oiya di dkt Apt.Medit ada tuh mantan bhiksu aliran LSY yang sudah berubah jadi aliran Zen.Allan Ho.kenal?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 26 July 2010, 11:34:12 AM
kembali ke manfaat persembahan, menurut rekan-rekan disini persembahan Rolls Royce itu bermanfaat atau tidak? jika dibandingkan dengan karma persembahan 'dirt' yang  berbuah menjadi Raja Asoka?
opini saya:
Rolls Royce dari segi manfaat tentunya signifikan dibandingkan dengan dirt. sebuah Rolls Royce dapat mengantar seorang Guru untuk pergi mengajar Dharma ke banyak tempat.


ada pernah lihat Sang Buddha memakai kereta kencana pergi kemana2 mengajar ? lihat kehidupan Sang buddha,jauh dari kata mapan.yang beliau miliki hanya mangkuk dan jubah.begitu juga murid Beliau.lihat bagaimana guru2 aliran lain yang hidup di jaman beliau,bak selebiritis.
inikah Buddha?
yang katanya tidak memiliki hasrat memiliki,menyimpan?
itulah dikatakan mengapa "Jalan Besar"itu sebenarnya jalan yang terlalu besar hingga tukang becak pun ingin niombrung.
maksudnya menyimpan itu apa? Rolls Royce yang hasil persembahan umat itu, sudah dijual lalu didanakan oleh Maha Guru Lu Sheng Yen . Rumahnya juga sudah dijadikan markas badan sosial SHLFoundation. loe ini gak tau atau pura-pura gak tau sih? sudah dikasih tau tapi masih ngotot aja..

coba bandingkan sama diri loe, km pernah berdana apa sama guru kamu sendiri?


itu yayasan dia kan.sama aja.masuk kantong endiri.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 26 July 2010, 11:34:49 AM
kembali ke manfaat persembahan, menurut rekan-rekan disini persembahan Rolls Royce itu bermanfaat atau tidak? jika dibandingkan dengan karma persembahan 'dirt' yang  berbuah menjadi Raja Asoka?
opini saya:
Rolls Royce dari segi manfaat tentunya signifikan dibandingkan dengan dirt. sebuah Rolls Royce dapat mengantar seorang Guru untuk pergi mengajar Dharma ke banyak tempat.


ada pernah lihat Sang Buddha memakai kereta kencana pergi kemana2 mengajar ? lihat kehidupan Sang buddha,jauh dari kata mapan.yang beliau miliki hanya mangkuk dan jubah.begitu juga murid Beliau.lihat bagaimana guru2 aliran lain yang hidup di jaman beliau,bak selebiritis.
inikah Buddha?
yang katanya tidak memiliki hasrat memiliki,menyimpan?
itulah dikatakan mengapa "Jalan Besar"itu sebenarnya jalan yang terlalu besar hingga tukang becak pun ingin niombrung.
maksudnya menyimpan itu apa? Rolls Royce yang hasil persembahan umat itu, sudah dijual lalu didanakan oleh Maha Guru Lu Sheng Yen . Rumahnya juga sudah dijadikan markas badan sosial SHLFoundation. loe ini gak tau atau pura-pura gak tau sih? sudah dikasih tau tapi masih ngotot aja..

coba bandingkan sama diri loe, km pernah berdana apa sama guru kamu sendiri?


no ref=HOAX, johan.... apakah pertanyaanmu sudah terjawab?

biasanya kami tidak berkoar2 setelah berdana. berdana bukan sarana untuk menyombongkan diri, kalau menerima dana ... entahlah...
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 11:36:28 AM
Akang Nyana yang doyan fitnah,

Sudah owe kasih tahu berulang kali janganlah membanding2kan antar guru. Guru laen mau hidup sederhana itu pilihan mereka. Guru gw mau hidup seperti itu juga pilihan Die. Kaga ada hubungan sama pelatihan diri. Ente mungkin kaga tau Marpa. Marpa itu orang kaya, punya ladang punya ternak. Tetapi Marpa adalah pelatih diri nyang suci dan telah mencapai realisasi. Milarepa itu siswaNya. Nah lho...............................
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 11:38:38 AM
Maklumlah Bro 4DMYN. Salah satu sifat siswa2 "guru benar" itu ya suka mencela guru2 lain yang tak sehaluan dengan mereka. Wajar kok. huehuehue :P
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 26 July 2010, 11:38:50 AM
kembali ke manfaat persembahan, menurut rekan-rekan disini persembahan Rolls Royce itu bermanfaat atau tidak? jika dibandingkan dengan karma persembahan 'dirt' yang  berbuah menjadi Raja Asoka?
opini saya:
Rolls Royce dari segi manfaat tentunya signifikan dibandingkan dengan dirt. sebuah Rolls Royce dapat mengantar seorang Guru untuk pergi mengajar Dharma ke banyak tempat.


ada pernah lihat Sang Buddha memakai kereta kencana pergi kemana2 mengajar ? lihat kehidupan Sang buddha,jauh dari kata mapan.yang beliau miliki hanya mangkuk dan jubah.begitu juga murid Beliau.lihat bagaimana guru2 aliran lain yang hidup di jaman beliau,bak selebiritis.
inikah Buddha?
yang katanya tidak memiliki hasrat memiliki,menyimpan?
itulah dikatakan mengapa "Jalan Besar"itu sebenarnya jalan yang terlalu besar hingga tukang becak pun ingin niombrung.
maksudnya menyimpan itu apa? Rolls Royce yang hasil persembahan umat itu, sudah dijual lalu didanakan oleh Maha Guru Lu Sheng Yen . Rumahnya juga sudah dijadikan markas badan sosial SHLFoundation. loe ini gak tau atau pura-pura gak tau sih? sudah dikasih tau tapi masih ngotot aja..

coba bandingkan sama diri loe, km pernah berdana apa sama guru kamu sendiri?


sekedar informasi, bukan untuk menyombongkan diri,
setiap bulan seluruh penghasilan saya (seluruh=100%) saya DANAkan kepada istri saya.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 26 July 2010, 11:41:56 AM
kembali ke manfaat persembahan, menurut rekan-rekan disini persembahan Rolls Royce itu bermanfaat atau tidak? jika dibandingkan dengan karma persembahan 'dirt' yang  berbuah menjadi Raja Asoka?
opini saya:
Rolls Royce dari segi manfaat tentunya signifikan dibandingkan dengan dirt. sebuah Rolls Royce dapat mengantar seorang Guru untuk pergi mengajar Dharma ke banyak tempat.


ada pernah lihat Sang Buddha memakai kereta kencana pergi kemana2 mengajar ? lihat kehidupan Sang buddha,jauh dari kata mapan.yang beliau miliki hanya mangkuk dan jubah.begitu juga murid Beliau.lihat bagaimana guru2 aliran lain yang hidup di jaman beliau,bak selebiritis.
inikah Buddha?
yang katanya tidak memiliki hasrat memiliki,menyimpan?
itulah dikatakan mengapa "Jalan Besar"itu sebenarnya jalan yang terlalu besar hingga tukang becak pun ingin niombrung.
maksudnya menyimpan itu apa? Rolls Royce yang hasil persembahan umat itu, sudah dijual lalu didanakan oleh Maha Guru Lu Sheng Yen . Rumahnya juga sudah dijadikan markas badan sosial SHLFoundation. loe ini gak tau atau pura-pura gak tau sih? sudah dikasih tau tapi masih ngotot aja..

coba bandingkan sama diri loe, km pernah berdana apa sama guru kamu sendiri?


sekedar informasi, bukan untuk menyombongkan diri,
setiap bulan seluruh penghasilan saya (seluruh=100%) saya DANAkan kepada istri saya.
memang sudah punya istri?
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 26 July 2010, 11:42:02 AM
Akang Nyana yang doyan fitnah,

Sudah owe kasih tahu berulang kali janganlah membanding2kan antar guru. Guru laen mau hidup sederhana itu pilihan mereka. Guru gw mau hidup seperti itu juga pilihan Die. Kaga ada hubungan sama pelatihan diri. Ente mungkin kaga tau Marpa. Marpa itu orang kaya, punya ladang punya ternak. Tetapi Marpa adalah pelatih diri nyang suci dan telah mencapai realisasi. Milarepa itu siswaNya. Nah lho...............................

kalo guru anda modal bacot tulisannya doank mirip komik Dragon Ball sama Kera Sakti.semuanya turun ke neraka dan bla2.sesuatu yang tidak dibuktikan lewat realistis.
begitu banyak perang di dunia dia tidak bisa menolong,cuman makhluk alam gaib.ketemu Kwan Im kayak nonton felem silat.
pergi ke India sana,lihat banyak orang suci di Himalaya yang punya kesaktianpun tidak pernah mengumbar aneh2 apalgi bikin patungnya sendiri.tapi apa boleh buat,anda sudah cinte mati.jadi ya sudahlah tunggu anda putus cinte dulu.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 11:43:47 AM
Haduh Allan Ho kok dibawa-bawa di sini. Lucuuuuuuu.......... :)) :)) :))
Gw kasih tahu ya beberapa fakta tanpa bermaksud menjelek2an siapa2:

Seorang sadhaka yang baik tak akan mencela mantan2 gurunya. Entah mantan gurunya itu guru palsu atau guru benar. Ingat adanya sila samaya dalam Tantrayana.

Kalau memang Zen, mengapa ritualnya masih ada nuansa Tantrayana n gw baca di Jawa Pos, doi ngadain acara homa Bhaisajyaguru Buddha dan Avalokitesvara Bodhisattva. Katanye ikut homa itu bisa menyembuhkan 1.001 macem penyakit. :o :o :o

Buat Akang Nyana yang sok tahu dalam Zen itu kaga ada homa.....
Nah lho...........
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 26 July 2010, 11:44:59 AM

memang sudah punya istri?

loh kemaren kan udah honeymoon bareng ente
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Hendra Susanto on 26 July 2010, 11:45:29 AM
Akang Nyana yang doyan fitnah,

Sudah owe kasih tahu berulang kali janganlah membanding2kan antar guru. Guru laen mau hidup sederhana itu pilihan mereka. Guru gw mau hidup seperti itu juga pilihan Die. Kaga ada hubungan sama pelatihan diri. Ente mungkin kaga tau Marpa. Marpa itu orang kaya, punya ladang punya ternak. Tetapi Marpa adalah pelatih diri nyang suci dan telah mencapai realisasi. Milarepa itu siswaNya. Nah lho...............................

itu bukan masalah pilihan, sang buddha mengajarkan utk para bhikkhu hidup sederhana sebagai sarana pelatihan diri.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 11:45:47 AM
Akang Nyana yang doyan fitnah,

Sudah owe kasih tahu berulang kali janganlah membanding2kan antar guru. Guru laen mau hidup sederhana itu pilihan mereka. Guru gw mau hidup seperti itu juga pilihan Die. Kaga ada hubungan sama pelatihan diri. Ente mungkin kaga tau Marpa. Marpa itu orang kaya, punya ladang punya ternak. Tetapi Marpa adalah pelatih diri nyang suci dan telah mencapai realisasi. Milarepa itu siswaNya. Nah lho...............................

kalo guru anda modal bacot tulisannya doank mirip komik Dragon Ball sama Kera Sakti.semuanya turun ke neraka dan bla2.sesuatu yang tidak dibuktikan lewat realistis.
begitu banyak perang di dunia dia tidak bisa menolong,cuman makhluk alam gaib.ketemu Kwan Im kayak nonton felem silat.
pergi ke India sana,lihat banyak orang suci di Himalaya yang punya kesaktianpun tidak pernah mengumbar aneh2 apalgi bikin patungnya sendiri.tapi apa boleh buat,anda sudah cinte mati.jadi ya sudahlah tunggu anda putus cinte dulu.

Ya ini adalah ciri khas perkataan orang yang sudah terdesak dalam diskusi. Fitnahan ente udah owe patahkan dalam posting2 sebelumnya. :P
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 11:47:24 AM
Kalo akan Nyana lupa... bagaimana empat pertanyaan saya di atas? Apakah berdasarkan empat fakta di atas, Buddha Sakyamuni dibuang dalam aliran ZFZ. Ayo jawablah dulu. Jangan ngeles.  :)) :)) :))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 26 July 2010, 11:47:37 AM
Haduh Allan Ho kok dibawa-bawa di sini. Lucuuuuuuu.......... :)) :)) :))
Gw kasih tahu ya beberapa fakta tanpa bermaksud menjelek2an siapa2:

Seorang sadhaka yang baik tak akan mencela mantan2 gurunya. Entah mantan gurunya itu guru palsu atau guru benar. Ingat adanya sila samaya dalam Tantrayana.

Kalau memang Zen, mengapa ritualnya masih ada nuansa Tantrayana n gw baca di Jawa Pos, doi ngadain acara homa Bhaisajyaguru Buddha dan Avalokitesvara Bodhisattva. Katanye ikut homa itu bisa menyembuhkan 1.001 macem penyakit. :o :o :o

Buat Akang Nyana yang sok tahu dalam Zen itu kaga ada homa.....
Nah lho...........

makanya ane nanya ke ana.kok begitu ya mantan murid masih tetep oon.apalagi masih murid lebih oon.malah sekarang pakai jubah zen jg kaga kalah dari guru ana.kilau bo.gitulah kalo yang dididik dari matrealistis.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 26 July 2010, 11:49:15 AM
Akang Nyana yang doyan fitnah,

Sudah owe kasih tahu berulang kali janganlah membanding2kan antar guru. Guru laen mau hidup sederhana itu pilihan mereka. Guru gw mau hidup seperti itu juga pilihan Die. Kaga ada hubungan sama pelatihan diri. Ente mungkin kaga tau Marpa. Marpa itu orang kaya, punya ladang punya ternak. Tetapi Marpa adalah pelatih diri nyang suci dan telah mencapai realisasi. Milarepa itu siswaNya. Nah lho...............................

kalo guru anda modal bacot tulisannya doank mirip komik Dragon Ball sama Kera Sakti.semuanya turun ke neraka dan bla2.sesuatu yang tidak dibuktikan lewat realistis.
begitu banyak perang di dunia dia tidak bisa menolong,cuman makhluk alam gaib.ketemu Kwan Im kayak nonton felem silat.
pergi ke India sana,lihat banyak orang suci di Himalaya yang punya kesaktianpun tidak pernah mengumbar aneh2 apalgi bikin patungnya sendiri.tapi apa boleh buat,anda sudah cinte mati.jadi ya sudahlah tunggu anda putus cinte dulu.

Ya ini adalah ciri khas perkataan orang yang sudah terdesak dalam diskusi. Fitnahan ente udah owe patahkan dalam posting2 sebelumnya. :P

terdesak?bisa bac apikiran ane ya.hebat juga siswa LSY bisa baca pikiran,aye mah dari tadi having fun ajeh.ngeluarin uneg2 ane lihat sikap LSY ,pas ketemu muridnya ya gw samberin.karena dr dulu aye serasa baca komik dragon ball.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: 4DMYN on 26 July 2010, 11:49:39 AM
Akang Nyana yang doyan fitnah,

Sudah owe kasih tahu berulang kali janganlah membanding2kan antar guru. Guru laen mau hidup sederhana itu pilihan mereka. Guru gw mau hidup seperti itu juga pilihan Die. Kaga ada hubungan sama pelatihan diri. Ente mungkin kaga tau Marpa. Marpa itu orang kaya, punya ladang punya ternak. Tetapi Marpa adalah pelatih diri nyang suci dan telah mencapai realisasi. Milarepa itu siswaNya. Nah lho...............................

kalo guru anda modal bacot tulisannya doank mirip komik Dragon Ball sama Kera Sakti.semuanya turun ke neraka dan bla2.sesuatu yang tidak dibuktikan lewat realistis.
begitu banyak perang di dunia dia tidak bisa menolong,cuman makhluk alam gaib.ketemu Kwan Im kayak nonton felem silat.
pergi ke India sana,lihat banyak orang suci di Himalaya yang punya kesaktianpun tidak pernah mengumbar aneh2 apalgi bikin patungnya sendiri.tapi apa boleh buat,anda sudah cinte mati.jadi ya sudahlah tunggu anda putus cinte dulu.

Ya ini adalah ciri khas perkataan orang yang sudah terdesak dalam diskusi. Fitnahan ente udah owe patahkan dalam posting2 sebelumnya. :P
hehe.. bener bro paria, argumen yang sudah dijawab tapi masih diulang-ulang terus dan diungkit-ungkit.
ini ciri khas orang gak bisa berdiskusi. muter-muter aja ditempat.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 11:50:00 AM
Ya kalo murid yang mengkhianati gurunya ya wajarlah kalo oon Akang Nyana. Huehuehuehue....... :P
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Tekkss Katsuo on 26 July 2010, 11:50:26 AM
 :o :o :o model diskusinya kok jd saling menyerang nich. ckckckckckckckck...

Pari kok udh nga buat puisi yg lucu lucu dalam menjawab tp sangat bermakna, kalo gini kesannya ga gt hidup  ;D .... btw bangtoyib kemana ya? kok udh lama nga ol, jgn jgn kena Ban. hanya tuhan yg tao? =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 26 July 2010, 11:50:39 AM
Akang Nyana yang doyan fitnah,

Sudah owe kasih tahu berulang kali janganlah membanding2kan antar guru. Guru laen mau hidup sederhana itu pilihan mereka. Guru gw mau hidup seperti itu juga pilihan Die. Kaga ada hubungan sama pelatihan diri. Ente mungkin kaga tau Marpa. Marpa itu orang kaya, punya ladang punya ternak. Tetapi Marpa adalah pelatih diri nyang suci dan telah mencapai realisasi. Milarepa itu siswaNya. Nah lho...............................

itu bukan masalah pilihan, sang buddha mengajarkan utk para bhikkhu hidup sederhana sebagai sarana pelatihan diri.

setau ane,Marpa meninggalkan itu semua.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 11:51:29 AM
Ya kalo murid yang mengkhianati gurunya ya wajarlah kalo oon Akang Nyana. Huehuehuehue....... :P

SAtu lagi. Ya jelas oon lah. Wong Guru gw itu LIVING BUDDHA kok ditinggal. AjaranNya adalah Maha Pusaka dalam Dharma. Gitu kok ditinggal. :P
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 26 July 2010, 11:51:51 AM
Akang Nyana yang doyan fitnah,

Sudah owe kasih tahu berulang kali janganlah membanding2kan antar guru. Guru laen mau hidup sederhana itu pilihan mereka. Guru gw mau hidup seperti itu juga pilihan Die. Kaga ada hubungan sama pelatihan diri. Ente mungkin kaga tau Marpa. Marpa itu orang kaya, punya ladang punya ternak. Tetapi Marpa adalah pelatih diri nyang suci dan telah mencapai realisasi. Milarepa itu siswaNya. Nah lho...............................

kalo guru anda modal bacot tulisannya doank mirip komik Dragon Ball sama Kera Sakti.semuanya turun ke neraka dan bla2.sesuatu yang tidak dibuktikan lewat realistis.
begitu banyak perang di dunia dia tidak bisa menolong,cuman makhluk alam gaib.ketemu Kwan Im kayak nonton felem silat.
pergi ke India sana,lihat banyak orang suci di Himalaya yang punya kesaktianpun tidak pernah mengumbar aneh2 apalgi bikin patungnya sendiri.tapi apa boleh buat,anda sudah cinte mati.jadi ya sudahlah tunggu anda putus cinte dulu.

Ya ini adalah ciri khas perkataan orang yang sudah terdesak dalam diskusi. Fitnahan ente udah owe patahkan dalam posting2 sebelumnya. :P
hehe.. bener bro paria, argumen yang sudah dijawab tapi masih diulang-ulang terus dan diungkit-ungkit.
ini ciri khas orang gak bisa berdiskusi. muter-muter aja ditempat.

elu dan saya juga muter2 di tempat.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 26 July 2010, 11:53:21 AM
Ya kalo murid yang mengkhianati gurunya ya wajarlah kalo oon Akang Nyana. Huehuehuehue....... :P

SAtu lagi. Ya jelas oon lah. Wong Guru gw itu LIVING BUDDHA kok ditinggal. AjaranNya adalah Maha Pusaka dalam Dharma. Gitu kok ditinggal. :P

setau ane jaman Sakyamuni pun tidak dinamakan Living Buddha walopun Sakyamuni hidup.tapi lucu jaman sekarang pake brand living buddha.buat nyaingin living room ya bro.
ajaran LSY ga lebih dari mistis dan comot2an.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 26 July 2010, 11:54:18 AM
setelah mengalihkan topik, kemudian yang ini akan dilupakan atau pura-pura dilupakan:
Jawaban atas pertanyaan saya mengenai definisi dan makna dari TRUE BUDDHA SCHOOL ada di mana ya? udah baca ulang dari hal 1 masih gak ketemu. Johan pls help.
apa sih arti sebuah nama?,  apa mengenai definisi dan makna dari INDRA ada dimana ya? saya tanya balik saja deh..


tentu saya akan dengan senang hati menjelaskan, tapi sebelum sampai ke bagian ini, jawab dulu pertanyaan saya.

*JOHAN MODE ON*
mohon antri dengan tertib
*JOHAN MODE OFF

enggak mau..., anda jawab dulu pertanyaan saya , pokoknya saya mau apa arti nama Johan,..


tadi anda tanya arti INDRA sekarang anda tanya arti JOHAN, anda terlalu banyak bertanya dan tidak mau menjawab. menurut anda apakah itu diskusi yg baik? dan yg lebih mengecewakan anda seperti keponakan saya yg berumur 3 tahun yg merengek ketika minta dibelikan permen
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: nyanadhana on 26 July 2010, 11:55:33 AM
Johan itu sebuah american pie yang bersinar2. :P
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 11:56:13 AM
Wah Akang Nyana, makanya baca riwayat Marpa. Beliau itu sampe wafat tetep orang kaya. Inget dalam pelatihan diri kaga ada kaya atau miskin. Ingak..ingakk.... kaya miskin itu hanyalah dualisme dalam pikiran. Dalam Tantrayana realisasi diri kaga ada hubungan dengan kaya/ miskin.
Sama aja logikanya kalo orang yang kaga punye ape2 itu bisa cepet realisasi spiritual, napa Akang ga melatih aja pengemis2 di kolong Jembatan Angke itoe? Khan karena mereka miskin bukannye secara logika lebih mudah mencapai tingkatan2 spiritual? huehuehuehue :))
Jadi janganlah terpaku pada suatu kondisi.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 11:58:45 AM
Wahai Akang Nyana, mengenai makna LIVING BUDDHA udah dijelasin berulang kali. Silakan refer pada postingan2 sebelumnya. Okelah, meskipun taruh saya muter2 di tempat. Apakah ente harus ikut2an gw muter2 juga. Ingak..ingakk.... ente adalah murid "guru benar" Kalo sama saja dengan ogud.. artinya apa ya................???????
Sesama bis kota dilarang saling mendahului.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: ryu on 26 July 2010, 12:01:20 PM
Akang Nyana yang doyan fitnah,

Sudah owe kasih tahu berulang kali janganlah membanding2kan antar guru. Guru laen mau hidup sederhana itu pilihan mereka. Guru gw mau hidup seperti itu juga pilihan Die. Kaga ada hubungan sama pelatihan diri. Ente mungkin kaga tau Marpa. Marpa itu orang kaya, punya ladang punya ternak. Tetapi Marpa adalah pelatih diri nyang suci dan telah mencapai realisasi. Milarepa itu siswaNya. Nah lho...............................

kalo guru anda modal bacot tulisannya doank mirip komik Dragon Ball sama Kera Sakti.semuanya turun ke neraka dan bla2.sesuatu yang tidak dibuktikan lewat realistis.
begitu banyak perang di dunia dia tidak bisa menolong,cuman makhluk alam gaib.ketemu Kwan Im kayak nonton felem silat.
pergi ke India sana,lihat banyak orang suci di Himalaya yang punya kesaktianpun tidak pernah mengumbar aneh2 apalgi bikin patungnya sendiri.tapi apa boleh buat,anda sudah cinte mati.jadi ya sudahlah tunggu anda putus cinte dulu.

Ya ini adalah ciri khas perkataan orang yang sudah terdesak dalam diskusi. Fitnahan ente udah owe patahkan dalam posting2 sebelumnya. :P

terdesak?bisa bac apikiran ane ya.hebat juga siswa LSY bisa baca pikiran,aye mah dari tadi having fun ajeh.ngeluarin uneg2 ane lihat sikap LSY ,pas ketemu muridnya ya gw samberin.karena dr dulu aye serasa baca komik dragon ball.
di dragon ball ada acara fusion, kalo LSY fusion sama Buddha jadi kepikiran gimana jadinya yak

kek gini gak yak (http://img52.imageshack.us/img52/557/failed1.jpg) =)) =)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Tekkss Katsuo on 26 July 2010, 12:03:27 PM
^
kckckckckkc jg gt bro ryuuuuu,,,, mengejek amat dikauuuu.. gini gini lsy itu byk pengikutnyaaa. kalo ryuyana pengikutnya sapaa coba? =))=)) =))
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: K.K. on 26 July 2010, 12:17:28 PM
Sebetulnya diskusi tidak perlu berlarut-larut seperti ini karena dari pihak TBS juga sudah mengkonfirmasi perbedaannya.

Ada yang percaya seekor singa walaupun berada di antara anjing kampung, tetap akan berjalan, tidur dan mengaum sebagaimana seekor singa. Namun ada pula yang percaya jika seekor singa berada di antara anjing kampung, ia akan berjalan, tidur dan menyalak sebagaimana anjing kampung, yaitu agar menjadi akrab.

Kebenarannya kita tidak akan pernah tahu karena kita sendiri bukan "singa" tersebut, jadi untuk apa didebat lagi masalah singa atau bukan?


tapi seekor anjing kampung di tengah2 singa akan tetapi menggonggong walaupun anjing itu menganggap dirinya singa, sayangnya seekor singa seharusnya mengaum bukan menggonggong
Definisi anjing kampung dan singa itu juga kembali lagi pada kepercayaan masing-masing.
Ada yang percaya singa berjalan dengan hanya kakinya, membawa hanya jubah dan mangkoknya; ada yang percaya singa berjalan pakai "Roll Royce", punya rekening dan kemewahan.

Ada yang percaya singa mengaum menghentikan pembunuhan, ada yang percaya singa mengaum menganjurkan pembunuhan.

Demikian definisi "singa" dan "anjing kampung" masing-masing orang berbeda dan sesungguhnya kita tidak tahu kebenarannya secara pasti. Maka kita hanya percaya yang kita anggap sesuai saja.
Dan memang betul, walaupun anjing kampung berada di antara singa, anjing kampung tetaplah anjing kampung.

Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Pariahina on 26 July 2010, 12:41:28 PM
Gw merasa telah banyak membuang waktu di sini. Meskipun demikian, gw merasa senang karena telah mengklarifikasikan beberapa hal walau sedikit. Sekarang gw hanya menanggapi postingan nyang penting2 aja. Tetapi gw mau fokus sama Akang Nyanadana. Selama Akang Nyanadana belum berhasil memberikan bukti NYATA mengenai siapa2 yang dijebak oleh LSY (bukti nyata bukan inpotainmen), maka gw menganggapnya sebagai FITNAH dan KEBOHONGAN.
Kedua, Akang Nyana hingga sekarang belum berani menjawab pertanyaan gw. Apakah dengan empat bukti di atas, Buddha Sakyamuni dibuang dari aliran gw.
Nah gw tunggu jawaban dari Akang Nyana.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: fabian c on 26 July 2010, 12:47:10 PM
Helllooo Mas Fabian C nyang tidak buta hurup,

Nih aye pastekan lagi ya judul bukunya:

THE LEGEND OF KING ASOKA: THE STUDY AND TRANSLATION OF THE ASOKAVADANA, karya John S. Strong; terbitan Motilal Banarsidass, Delhi, 1989

Jadi miturut sampeyan ada ga ya buku itu? Kalo sampeyan ndak percaya silakan dicek di amazon.com utawa sumber2 lain. Itoe boekoe memank dari sumber Sanskrit kok.

Ya sudah, berarti memang benar ini adalah buku Ashokawardhana yang pernah saya baca belasan tahun yang lalu.  Jalan berpikir buku ini (anak kecil memberi segumpal tanah berakibat dapat kerajaan) bukan jalan berpikir Theravada.
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: Indra on 26 July 2010, 12:53:01 PM
Helllooo Mas Fabian C nyang tidak buta hurup,

Nih aye pastekan lagi ya judul bukunya:

THE LEGEND OF KING ASOKA: THE STUDY AND TRANSLATION OF THE ASOKAVADANA, karya John S. Strong; terbitan Motilal Banarsidass, Delhi, 1989

Jadi miturut sampeyan ada ga ya buku itu? Kalo sampeyan ndak percaya silakan dicek di amazon.com utawa sumber2 lain. Itoe boekoe memank dari sumber Sanskrit kok.

Ya sudah, berarti memang benar ini adalah buku Ashokawardhana yang pernah saya baca belasan tahun yang lalu.  Jalan berpikir buku ini (anak kecil memberi segumpal tanah berakibat dapat kerajaan) bukan jalan berpikir Theravada.


*Kainyn Mode ON*

Bodhisatta Gotama pernah menghina Buddha Kassapa,
sekarang Bodhisatta Gotama menjadi Buddha,
Kesimpulan: Bodhisatta Gotama menjadi Buddha karena menghina Buddha Kassapa

*Kainyn Mode OFF*
Title: Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
Post by: fabian c on 26 July 2010, 12:57:10 PM
Helllooo M