Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Perjalanan Hidup Siddhattha Gotama menjadi Sang Buddha  (Read 127725 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: Perjalanan Hidup Siddhattha Gotama menjadi Sang Buddha
« Reply #120 on: 12 January 2010, 05:08:15 PM »
Bila Anda ingin mencari jawaban yang pas dengan akal sehat Anda, maka Anda harus berangkat dari pola pikir bebas. Anggap saja Anda tidak terikat oleh konsep agama apa pun. Tugas Anda sekarang adalah mencoba menganalisa konsep-konsep agama yang diwejangkan. Dalam konteks ini adalah Anda menganalisa Agama Buddha. Semoga Anda bisa mendapatkan banyak jawaban yang memuaskan.

Mod upasaka yang baik,kalau ditanya kepada saya.Agama mana yang kamu yakini.Saya tidak bs menjawab seprti orang lain.Saya lahir dengan ortu beragama B.Dan sejak mulai SD saya belajar agama K.Dan setelah tamat sekolah banyak bergaul bahkan punya pacar beragama I.Mungkin benar pandangan anda tentang saya terikat konsep.Kalau saya terikat berarti ,banyak konsep.Dan saya bukan ingin jadi peneliti agama atau memperbandingkan.Tapi saya ingin mencari jawaban-jawaban buat diri saya.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline William_phang

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.101
  • Reputasi: 62
Re: Perjalanan Hidup Siddhattha Gotama menjadi Sang Buddha
« Reply #121 on: 12 January 2010, 05:09:14 PM »
Terima kasih atas jawabannya.Saya jadi lebih memahami.Dan jangan bosan yah kalau saya banyak bertanya.Karena selama ini dalam hidup saya.Banyak sekali pertanyaan yg tidak dapat jawabannya.Saya udah berusaha mencari dan bertanya dengan berbagai teman bahkan yang berbeda agama.Baik yang mendalami(yang khusus membagi warta dll) atau tidak mendalami.Mereka semua pasti memberikan jawaban.Tapi dihati dan pikiran saya merasa tidak klop.seperti ada yang kurang.dan hati ini tetap mencari jawaban terus.Contoh:ada yang berkata kepada saya,pindahlah agama.jika kamu masuk maka semua dosamu akan dihapuskan.dan saat akhir nanti kamu akan diselamatkan.saya cuma berpikir bahwa semua agama itu sama.semuanya hampir mirip.cuma cara menyembahnya aja yang beda.dan yang saya cari jawaban dan kebenaran yang mungkin cocok dihati saya.

Tidak apa-apa. Semoga Anda bisa mendapat banyak jawaban dari Forum DhammaCitta ini. :)

Kalau semua agama sama; kenapa ada agama yang menyatakan bahwa jalan keselamatan hanya ada di agamanya saja, kenapa ada agama yang menyatakan bahwa Tuhan mengizinkan umatnya untuk membunuh orang lain yang keluar dari agamanya, kenapa ada agama yang menyatakan bahwa agama lain adalah agama berhala. :)

Kalau semua agama adalah sama, seharusnya pola pikir, ajaran, tujuan, dan konsep yang disajikan juga sama. Tetapi Anda bisa melihat bahwa setiap agama pasti berbeda. Satu agama saja bisa melahirkan banyak aliran. Karena itu, bila Anda ingin mempelajari suatu agama; pelajarilah isi kitab agamanya. Jangan hanya percaya dari apa yang dikatakan cendekiawan atau umat dari agama tersebut.

Bila Anda ingin mencari jawaban yang pas dengan akal sehat Anda, maka Anda harus berangkat dari pola pikir bebas. Anggap saja Anda tidak terikat oleh konsep agama apa pun. Tugas Anda sekarang adalah mencoba menganalisa konsep-konsep agama yang diwejangkan. Dalam konteks ini adalah Anda menganalisa Agama Buddha. Semoga Anda bisa mendapatkan banyak jawaban yang memuaskan.

Benar sekali kata anda.
Tapi dalam kamus saya,semua agama itu sama dan itu untuk saya pribadi.Mungkin kata-kata saya diatas kurang lengkap.

Kenapa bagi saya sama tapi menurut anda atau orang lain tidak?karena tiap orang punya pandangan berbeda dalam mengartikan sesuatu atau mengambil hikmah dalam satu hal dan satu kejadian dll.saya yakin anda SANGAT TAHU itu.saya juga yakin anda juga tau maksud kata-kata saya ketika mengatakan semua agama sama.dan saya heran kenapa anda berkata atau membalikkan pertanyaan seperti itu kepada saya?yang saya yakin juga anda udah punya jawabannya.kejutan buat saya pada hari ini.untung saya tidak kena serangan jantung..he..he...

Saya akan coba menjelaskan.Disaat saya mengetahui sesuatu,prosesnya berikutnya pasti dipikirkan.Dalam berpikir itu terjadi pemilahan yang menurut saya benar atau tidak.Jika menurut saya tidak,maka yang saya dengar itu masuk dalam tong sampah.tapi kalau menurut saya benar berikutnya diproses di hati nurani(ini istilah bagi saya sendiri).Apakah hati saya menentang atau menerima hal itu?kalau hati saya menerima maka itu udah klop.tapi kalau hati menolak maka saya jadi bingung.dan khusus untuk hal yang membingungkan itu masuk dalam daftar menunggu.yang begitu ada kesempatan akan saya cari lagi jawabannya.

Contohnya Sering terdengar seperti aksi meledakkan diri dan membuat banyak korban yang tak bersalah meninggal. mereka berdalih itu demi membela kebenaran.karena membela agama.Dan umumnya yang dikomentari pasti agamanya.Kalau saya berpikir bukan agamanya yang menyuruh.Bukan ajarannya yang salah.Tapi umatnya yang terkadang memanfaatkan untuk suatu kepentingan.Bisa politik dan banyak lainnya.Terkadang agama juga seperti parpol.Mencari pengikut terbanyak.Dan ajaran itu mungkin saja udah tidak asli lagi seperti awalnya.Mungkin juga udah ada dirubah karena suatu kepentingan pribadi pada waktu dulunya.Atau kr hal lainnya.

Aliran dan agama yang benar,tidak pernah memberikan perintah.Bunuhlah sesamamu manusia.Tapi emang ada juga aliran sesat.Bahkan sembahyangpun disuruh bugil.Dan itu bersembahyang dengan cara berkumpul bersama antara pria dan wanita.Supaya kita dalam keadaan bersih spt kita baru lahir.Mereka mengalasankan bahwa Tuhan Maha Penyayang.Kita adalah anak Tuhan.Apakah mungkin Tuhan itu menyakiti anaknya sendiri?Sedangkan kita saja tidak mau menyakiti anak kita.Apalagi Tuhan Yang Maha Pengasih dan lagi Penyayang.Jadi neraka itu tidak ada.

Kalau secara logika itu masuk akal.Tapi dihati atau batin saya tidak bisa menerima.Sebenarnya itu aliran yang menyenangkan.Tapi saya ga tau kenapa batin saya menolak,saya merasa bukan ini yang saya cari
dan kenapa batin saya selalu berkata bahwa kita terlahir pasti punya 1tujuan.dan itu menjadi pertanyaan terpenting bagi saya.dan terus saya cari.bukankah itu yang pertama saya tanyakan pada anda(mod upasaka)

Dalam keseharian,banyak yang saya lihat abu-abu.Bisa jadi hitam dan bisa jadi putih.Jadi yah harus pandai-pandailah.



Apakah Tuhan itu ada ato tidak pun tidak ada yang bisa memastikan...hahhaa.... bisa saja Tuhan itu ciptaan pikiran manusia atas ketakutan didalam hidupnya... krn manusia butuh pegangan jd diciptakanlah Tuhan...hahhaa

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Perjalanan Hidup Siddhattha Gotama menjadi Sang Buddha
« Reply #122 on: 12 January 2010, 05:34:38 PM »
Benar sekali kata anda.
Tapi dalam kamus saya,semua agama itu sama dan itu untuk saya pribadi.Mungkin kata-kata saya diatas kurang lengkap.

Kenapa bagi saya sama tapi menurut anda atau orang lain tidak?karena tiap orang punya pandangan berbeda dalam mengartikan sesuatu atau mengambil hikmah dalam satu hal dan satu kejadian dll.saya yakin anda SANGAT TAHU itu.saya juga yakin anda juga tau maksud kata-kata saya ketika mengatakan semua agama sama.dan saya heran kenapa anda berkata atau membalikkan pertanyaan seperti itu kepada saya?yang saya yakin juga anda udah punya jawabannya.kejutan buat saya pada hari ini.untung saya tidak kena serangan jantung..he..he...

Saya akan coba menjelaskan.Disaat saya mengetahui sesuatu,prosesnya berikutnya pasti dipikirkan.Dalam berpikir itu terjadi pemilahan yang menurut saya benar atau tidak.Jika menurut saya tidak,maka yang saya dengar itu masuk dalam tong sampah.tapi kalau menurut saya benar berikutnya diproses di hati nurani(ini istilah bagi saya sendiri).Apakah hati saya menentang atau menerima hal itu?kalau hati saya menerima maka itu udah klop.tapi kalau hati menolak maka saya jadi bingung.dan khusus untuk hal yang membingungkan itu masuk dalam daftar menunggu.yang begitu ada kesempatan akan saya cari lagi jawabannya.

Contohnya Sering terdengar seperti aksi meledakkan diri dan membuat banyak korban yang tak bersalah meninggal. mereka berdalih itu demi membela kebenaran.karena membela agama.Dan umumnya yang dikomentari pasti agamanya.Kalau saya berpikir bukan agamanya yang menyuruh.Bukan ajarannya yang salah.Tapi umatnya yang terkadang memanfaatkan untuk suatu kepentingan.Bisa politik dan banyak lainnya.Terkadang agama juga seperti parpol.Mencari pengikut terbanyak.Dan ajaran itu mungkin saja udah tidak asli lagi seperti awalnya.Mungkin juga udah ada dirubah karena suatu kepentingan pribadi pada waktu dulunya.Atau kr hal lainnya.

Aliran dan agama yang benar,tidak pernah memberikan perintah.Bunuhlah sesamamu manusia.Tapi emang ada juga aliran sesat.Bahkan sembahyangpun disuruh bugil.Dan itu bersembahyang dengan cara berkumpul bersama antara pria dan wanita.Supaya kita dalam keadaan bersih spt kita baru lahir.Mereka mengalasankan bahwa Tuhan Maha Penyayang.Kita adalah anak Tuhan.Apakah mungkin Tuhan itu menyakiti anaknya sendiri?Sedangkan kita saja tidak mau menyakiti anak kita.Apalagi Tuhan Yang Maha Pengasih dan lagi Penyayang.Jadi neraka itu tidak ada.

Kalau secara logika itu masuk akal.Tapi dihati atau batin saya tidak bisa menerima.Sebenarnya itu aliran yang menyenangkan.Tapi saya ga tau kenapa batin saya menolak,saya merasa bukan ini yang saya cari
dan kenapa batin saya selalu berkata bahwa kita terlahir pasti punya 1tujuan.dan itu menjadi pertanyaan terpenting bagi saya.dan terus saya cari.bukankah itu yang pertama saya tanyakan pada anda(mod upasaka)

Dalam keseharian,banyak yang saya lihat abu-abu.Bisa jadi hitam dan bisa jadi putih.Jadi yah harus pandai-pandailah.

:)

Segala sesuatu memiliki kesamaan dan perbedaan. Tetapi dengan kebijaksanaan, kita bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan memilah sesuatu sesuai dengan manfaatnya, maka kita bisa dengan tegas menyatakan perbedaan antar 2 hal meskipun banyak terdapat kesamaan di keduanya.

Apel, jeruk, anggur adalah sama. Mereka semua adalah buah. Tetapi kita tidak bisa menyamakan mereka sebagai benda yang sama. Untuk dapat kita sepakati sebagai "buah", mereka semua harus memiliki kriteria yang sama. Tetapi dari peninjauan lanjut, kita bisa melihat apel sebagai apel, jeruk sebagai jeruk, dan anggur sebagai anggur.

Setiap agama mengajarkan kebaikan. Tetapi konsep kebaikan antar satu agama dengan agama yang lain itu sendiri adalah berbeda. Pernahkah Anda menganalisa hal ini? Jika Anda belum percaya, silakan Anda analisa sendiri.

Saya tahu Anda adalah orang baik. Saya mengenal karakter seperti Anda. Anda berusaha menjadi orang yang melihat dunia ini dengan positif. Sedangkan saya mengajak Anda untuk melihat dunia secara realistis.

Mari kita bahas konsep Tuhan sesuai pandangan semitisme. Bila Tuhan menyayangi manusia seperti anak-Nya, seharusnya Tuhan tidak memerintahkan umat-Nya untuk membunuh "orang sesat". Saya sependapat dengan Anda. Tapi jika demikian, maka Tuhan seharusnya tidak pilih kasih terhadap bangsa mana pun. Tuhan juga seharusnya tidak perlu mengusir Adam dan Hawa dari Taman Eden. Bukankah jika kita melihat anak kita nakal, kita hanya perlu menegurnya; dan tidak perlu mengusirnya dari rumah kita? Lalu kenapa Tuhan yang diagungkan banyak orang itu malah tega mengusir anak-Nya? :)

Manusia cenderung memilih agama untuk menunjang kenyamanan hidupnya. Kalau saya justru menganjurkan orang-orang untuk memilih agama yang menunjukkan betapa tidak nyamannya dunia. Semua hanya tergantung pada kemauan berpikir. Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Jika Anda memikirkan sesuatu yang bisa memuaskan pikiran Anda, maka akan ada banyak sekali pandangan yang bisa membuat Anda merasa nyaman. Tetapi kalau Anda memikirkan sesuatu pandangan yang bisa membantu Anda melihat hidup sewajarnya, maka seharusnya Anda menemukan satu pandangan realistis yang memperlihatkan betapa tidak nyamannya kehidupan ini.

Pandangan adalah masalah kepantasan. Jika pikiran Anda memantaskan ke arah x, maka pantaslah kalau pandangan x memberi kenyamanan dalam hidup Anda. Hanya sesederhana itu saja.

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Perjalanan Hidup Siddhattha Gotama menjadi Sang Buddha
« Reply #123 on: 12 January 2010, 05:44:57 PM »
Mod upasaka yang baik,kalau ditanya kepada saya.Agama mana yang kamu yakini.Saya tidak bs menjawab seprti orang lain.Saya lahir dengan ortu beragama B.Dan sejak mulai SD saya belajar agama K.Dan setelah tamat sekolah banyak bergaul bahkan punya pacar beragama I.Mungkin benar pandangan anda tentang saya terikat konsep.Kalau saya terikat berarti ,banyak konsep.Dan saya bukan ingin jadi peneliti agama atau memperbandingkan.Tapi saya ingin mencari jawaban-jawaban buat diri saya.

Baik sekali, sriyeklina. :)

Tujuan Anda bertanya adalah untuk mendapatkan motivasi dalam menjalani hidup. Tujuan saya dan teman-teman di sini dalam menjawab juga untuk membantu Anda.

Ketika Anda menjadi orang yang lebih baik, maka itu merupakan manfaat dari motivasi. Itu jugalah manfaat dari agama yang benar.

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: Perjalanan Hidup Siddhattha Gotama menjadi Sang Buddha
« Reply #124 on: 14 January 2010, 03:20:09 AM »
kalau manusia meninggal ada yang menuju alam dewa.kalau sidharta kemana?apa maksud kebebasan tertinggi/sempurna?apa karena tidak lahir lagi kedunia?
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Perjalanan Hidup Siddhattha Gotama menjadi Sang Buddha
« Reply #125 on: 14 January 2010, 11:18:16 PM »
kalau manusia meninggal ada yang menuju alam dewa.kalau sidharta kemana?apa maksud kebebasan tertinggi/sempurna?apa karena tidak lahir lagi kedunia?

Siddhattha Gotama sudah merealisasi Nibbana; sudah mencapai Pencerahan. Dengan demikian Beliau tidak lagi mengalami tumimbal lahir. Setealh memasuki Parinibbana (mangkat), Beliau tidak lagi terlahir di mana pun.

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: Perjalanan Hidup Siddhattha Gotama menjadi Sang Buddha
« Reply #126 on: 15 January 2010, 12:03:27 AM »
lenyap???????????
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Perjalanan Hidup Siddhattha Gotama menjadi Sang Buddha
« Reply #127 on: 15 January 2010, 01:04:17 AM »
[at] sriyeklina
untuk memahami silakan baca dulu 31 alam kehidupan ..... Nibbana diluar dari 31 alam kehidupan

31 alam kehidupan dalam agama Buddha



31 alam kehidupan terdiri dari:

A. 11 Kamma Bhumi yaitu 11 alam kehidupan dimana makhluk-makhluknya masih senang dengan nafsu-nafsu indera dan terikat dengan panca indera

B. 16 Rupa Bhumi yaitu 16 alam kehidupan yg makhluk-makhluknya mempunyai Rupa Jhana

C. 4 Arupa Bhumi yaitu 4 alam kehidupan yg makhluk-makhluknya mempunyai Arupa Jhana

------------------------------
A. 11 Kamma Bhumi terdiri dari:

1. Apaya-Bhumi 4 (4 alam kehidupan yg menyedihkan) yaitu:

a. Niraya Bhumi (alam neraka) terbagi menjadi beberapa kelompok di antaranya ada yg disebut kelompok Maha Neraka 8 (sanjiva neraka, kalasutta neraka, sanghata neraka, roruva neraka, maharoruva neraka, tapana neraka, mahatapana neraka, avici neraka).

b. Tiracchana Bhumi (alam binatang). Binatang berkaki terbagi menjadi 4 kelompok yaitu:
1) Apadatiracchana yaitu kelompok binatang yg tidak mempunyai kaki
2) Dvipadatiracchana yaitu kelompok binatang yg berkaki 2
3) Catupadatiracchana yaitu kelompok binatang yg berkaki 4
4) Bahuppadatiracchana yaitu kelompok binatang yg berkaki banyak

c. Peta Bhumi (alam setan) terdiri dari beberapa kelompok yg disebut peta 4, peta 12 dan peta 21(dibahas tersendiri)

d. Asurakaya Bhumi (alam raksasa) terdiri dari:
1) Deva asura yaitu kelompok dewa yg disebut asura
2) Peta asura yaitu kelompok setan yg disebut asura
3) Niraya asura yaitu kelompok makhluk neraka yg disebut asura

2. Kamasugati Bhumi 7 (7 alam kehidupan nafsu yg menyenangkan) yaitu:

a. Manussa Bhumi (alam manusia)

b. Catummaharajika Bhumi (alam 4 raja dewa: Dhatarattha, Virulaka, Virupakkha & Kuvera) terbagi dalam 3 kelompok yaitu:

1) Bhumamattha Devata yaitu para dewa yg berdiam di atas tanah (di gunung, sungai, laut, rumah, vihara,dll)

2) Rukakkhattha Devata yaitu para dewa yg berdiam di atas pohon

3) Akasattha Devata yaitu para dewa yg berdiam di angkasa (di bulan, bintang,dll)

c. Tavatimsa Bhumi (alam 33 dewa). Disebut alam 33 dewa karena dahulu kala ada sekelompok pria yg berjumlah 33 orang yg selalu bekerja sama dalam berbuat kebaikan. Sewaktu mereka meninggal dunia semuanya terlahir dalam satu alam dewa.

d. Yama Bhumi (alam dewa Yama). Para dewa di alam ini terbebas dari kesulitan, yg ada hanya kesenangan.

e. Tusita Bhumi (alam kenikmatan). Para dewa di alam ini terbebas dari "kepanasan hati", yg ada hanya kesenangan dan kenikmatan

f. Nimmanarati Bhumi (alam yg menikmati ciptaannya). Para dewa di alam ini menikmati kesenangan panca inderanya dari hasil ciptaannya sendiri.

g. Paranimmitavasavatti Bhumi (alam dewa yg menyempurnakan ciptaan dewa lain). Para dewa di alam ini di samping menikmati kesenangan panca indera juga mampu membantu menyempurnakan ciptaan dewa2 lainnya.

B. 16 Rupa Bhumi terdiri dari:

1. Pathama Jhana Bhumi 3 (3 alam kehidupan Jhana pertama) yaitu:

a. Brahma Parissaja Bhumi (alam pengikut2nya Brahma)
b. Brahma Purohita Bhumi (alam para menterinya Brahma)
c. Maha Brahma Bhumi (alam Brahma yg besar)

2. Dutiya Jhana Bhumi 3 (3 alam kehidupan Jhana kedua) yaitu:
a. Brahma Parittabha Bhumi (alam para brahma yg kurang cahaya)
b. Brahma Appamanabha Bhumi (alam para Brahma yg tak terbatas cahayanya)
c. Brahma Abhassara Bhumi (alam para Brahma yg gemerlap cahayanya)

3. Tatiya Jhana Bhumi 3 (3 alam kehidupan Jhana ketiga) yaitu:
a. Brahma Parittasubha Bhumi (alam para Brahma yg kurang auranya)
b. Brahma Appamanasubha Bhumi (alam para Brahma yg tak terbatas auranya)
c. Brahma Sibhakinha Bhumi (alam para Brahma yg auranya penuh & tetap)

4. Catuttha Jhana Bhumi 7 (7 alam kehidupan Jhana keempat) yaitu:

a. Brahma Vehapphala Bhumi (alam para Brahma yg besar pahalanya)

b. Brahma Asannasatta Bhumi (alam para Brahma yg kosong dari kesadaran)

c. Alam Suddhavasa 5 (5 alam kediaman yg murni) terdiri dari:

1) Brahma Aviha Bhumi (alam para Brahma yg tidak bergerak atau alam bagi Anagami yg kuat dalam keyakinan/saddhindriya)

2) Brahma Atappa Bhumi (alam para Brahma yg suci atau alam bagi Anagami yg kuat dalam usaha/viriyindriya)

3) Brahma Sudassa Bhumi (alam para Brahma yg indah atau alam bagi Anagami yg kuat dalamkesadaran/satindriya)

4) Brahma Sudassi Bhumi (alam para Brahma yg berpandangan terang atau alam bagi Anagami yg kuat dalam konsentrasi/samadindriya)

5) Brahma Akanittha Bhumi (alam para Brahma yg luhur atau alam bagi Anagami yg kuat dalam kebijaksanaan/pannindriya)


C. 4 Arupa Bhumi terdiri dari:

1. Akasanancayatana Bhumi (keadaan dari konsepsi ruangan tanpa batas)
2. Vinnanancayatana Bhumi (keadaan dari konsepsi kesadaran tanpa batas)
3. Akincannayatana Bhumi (keadaan dari konsepsi kekosongan)
4. Nevasannanasannayatana Bhumi (keadaan dari konsepsi bukan pencerapan maupun bukan tidak pencerapan)

Tambahan:
Rupa Brahma berarti Brahma bermateri yaitu Brahma yg mempunyai pancakhanda. Sedangkan Arupa Brahma berarti Brahma tak bermateri yaitu Brahma yg hanya mempunyai Nama Khanda (batin), tidak mempunyai Rupa Khanda (jasmani).


=========================
Makhluk Setan ini terbagi dalam beberapa kelompok, diantaranya terdapat kelompok-kelompok setan yang disebut PETA 4, PETA 12 dan PETA 21 sebagai tertulis di bawah ini :

PETA 4 (terdapat dalam Kitab Petavatthu-Atthakatha)

1. Paradattupajivika-Peta :
Setan yang memelihara hidupnya dengan memakan makanan yang disuguhkan orang dalam upacara sembahyang.

2. Khupapipasika-Peta:
Setan yang selalu lapar dan haus.

3. Nijjhamatanhika-Peta:
Setan yang selalu kepanasan.

4. Kalakancika-Peta:
Setan yang sejenis Asura.

Penjelasan :

Hanya Paradattupajivika-Peta saja yang dapat menerima makanan yang diberikan orang dalam upacara sembahyang serta kiriman jasa dari keluarga. Para Bodhisattva, jika terlahir menjadi setan, akan menjadi Paradattupajivika-Peta, dan tidak akan menjadi setan (peta) yang lain.

PETA 12 (terdapat dalam Kitab Gambhilokapannatti).

1. Vantasa-Peta: Setan yang makan air ludah, dahak dan muntah.

2. Kunapasa-Peta : Setan yang makan mayat manusia dan binatang.

3. Guthakhadaka-Peta: Setan yang makan berbagai kotoran.

4. Aggijalamukha-Peta : Setan yang dimulutnya selalu ada api.

5. Sucimuja-Peta : Setan yang mulutnya sekecil lobang jarum.

6. Tanhattika-Peta: Setan yang dikendalikan oleh napsu keinginan rendah sehingga lapar dan haus.

7. Sunijjhamaka-Peta : Setan yang berbulu hitam seperti arang.

8. Suttanga-Peta : Setan yang mempunyai kuku tangan kaki yang panjang dan tajam seperti pisau.

9. Pabbatanga-Peta: Setan yang bertubuh setinggi gunung.

10. Ajagaranga-Peta : Setan yang bertubuh seperti ular.

11. Vemanika-Peta : Setan yang menderita pada waktu siang, dan senang pada waktu malam dalam kahyangan.

12. Mahidadhika-Peta: Setan yang mempunyai ilmu gaib.

PETA 21 (terdapat dalam Kitab Suci Vinaya dan Lakkhanasanyutta).

1. Attisankhasika-Peta : Setan yang mempunyai tulang bersambungan, tetapi tidak mempunyai daging.

2. Mansapesika-Peta : Setan yang mempunyai daging terpecah-pecah, tetapi tidak mempunyai tulang.

3. Mansapinada-Peta : Setan yang mempunyai daging berkeping-keping.

4. Nicachaviparisa-Peta : Setan yang tidak mempunyai kulit.

5. Asiloma-Peta: Setan yang berbulu tajam.

6. Sattiloma-Peta : Setan yang berbulu seperti tombak.

7. Usuloma-Peta : Setan yang berbulu panjang seperti anak panah.

8. Suciloma-Peta: Setan yang berbulu sepertijarum.

9. Dutiyasuciloma-Peta: Setan yang berbulu seperti jarum kedua (lebih tajam).

10. Kumabhanda-Peta : Setan yang mempunyai kemaluan sangat besar.

11. Guthakupanimugga-Peta : Setan yang bergelimangan dengan kotoran.

12. Guthakhadaka-Peta: Setan yang makan berbagai macam kotoran.

13. Nicachavitaka-Peta: Setan perempuan yang tidak mempunyai kulit.

14. Dugagandha-Peta : Setan yang baunya sangat busuk.

15. Ogilini-Peta: Setan yang badannya seperti bara api.

16. Asisa-Peta: Setan yang tidak mempunyai kepala.

17.Bhikkhu-Peta : Setan yang berbadan seperti bhikkhu. .

18. Bhikkhuni-Peta : Setan yang berbadan seperti bhikkhuni.

19. Sikkhamana-Peta: Setan yang berbadan seperti Setan yang berbulu seperti pelajar wanita atau calon bhikkhuni.

20. Samanera-Peta : Setan yang berbadan seperti samanera.

21. Samaneri-Peta : Setan yang berbadan seperti samaneri.


31 alam kehidupan tersebut adalah tidak kekal



Sekedar mengingatkan kembali, Sang Buddha menyebutkan adanya tiga sistem dunia :

1. Sahassi Culanika Lokadhatu , yaitu Seribu ( 1.000 ) tata-surya kecil. Didalam Sahassi Culanika Lokadhatu terdapat seribu ( 1.000 ) matahari, seribu ( 1.000 ) bulan, seribu ( 1.000 ) Sineru, seribu ( 1.000 ) Jambudipa, dll.

2. Dvisahassi Majjhimanika lokadhatu, yaitu seribu kali Sahassi Culanika Lokadhatu. Dalam Dvisahassi Majjhimanika Lokadhatu terdapat 1.000 x 1.000 tata surya kecil = 1.000.000 tata surya kecil. Terdapat 1.000 x 1.000 matahari = 1.000.000 matahari, terdapat pula 1.000 x 1.000 bulan = 1.000.000 bulan, dan seterusnya.

3. Tisahassi Mahasahassi Lokadhatu terdapat 1.000.000 X 1.000 = 1.000.000.000 tata surya. Terdapat 1.000.000 x 1.000 matahari = 1.000.000.000 matahari, dan seterusnya.

Sesungguhnya, maksud dari Sabda Sang Buddha tersebut, jumlah tata-surya melampaui dari sekedar satu-milyar ( 1.000.000.000 ) tata-surya saja. Namun karena Sang Buddha mengajarkannya dengan menggunakan bahasa manusia ( saat Beliau hidup kala itu ), maka menggunakan kisaran angka ribuan, jutaan, milyaran. Ingat , seperti Sang Buddha sendiri pernah mengisyaratkan, bahwa bahasa manusia tidak mampu melukiskan sesuatu yang Transenden , “bagaikan jari menunjuk bulan, bukan bulan itu sendiri”.


Jadi tidak ada hal yang aneh dalam Buddha Dhamma kalau sekarang banyak ditemukan planet-planet yang baru atau tata surya yang lainnya.


 _/\_
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: Perjalanan Hidup Siddhattha Gotama menjadi Sang Buddha
« Reply #128 on: 15 January 2010, 01:40:19 AM »
iya..saya udah baca tentang 31 alam.sebelumnya saya udah pernah tanya tentang alam.tapi sang budha tidak berada pada 1 alam disana kan?dia ga terlahir dimana pun?jadi kemana dia??apa jadi udara atau apa??atau emang hilang begitu aja..
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Perjalanan Hidup Siddhattha Gotama menjadi Sang Buddha
« Reply #129 on: 15 January 2010, 10:32:05 AM »
iya..saya udah baca tentang 31 alam.sebelumnya saya udah pernah tanya tentang alam.tapi sang budha tidak berada pada 1 alam disana kan?dia ga terlahir dimana pun?jadi kemana dia??apa jadi udara atau apa??atau emang hilang begitu aja..

Saya pakai analogi ini...

Api lilin tetap menyala karena ada batang lilin, ada sumbu lilin, ada ruang, ada oksigen di ruang itu. Bila salah satu faktor, atau seluruh faktor itu tidak mendukung; maka api itu akan padam. Sekarang setelah kita mengetahui faktor-faktor (penyebab) yang memunculkan api, mari kita cabut penyebabnya. Setelah kita cabut penyebabnya (faktor tersebut), api itu kemudian padam.

Menurut Anda, apakah api itu masih ada di dunia ini? Apakah api itu menyala di alam lain? Kemana api itu pergi? Apakah api itu jadi udara atau apa? Atau memang api itu hilang begitu saja?

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Perjalanan Hidup Siddhattha Gotama menjadi Sang Buddha
« Reply #130 on: 15 January 2010, 10:34:31 AM »
lenyap???????????
kalau menurut Theravada, memang dikatakan lenyap, hilang...seperti api yg padam...kemanakah apinya?
apinya ke udara? apinya ke tanah?....ga tuh...cuma "padam" saja.


sedangkan menurut mahayana, Buddha masih ada entah di mana...disitu akan beremansipasi lagi entah juga ke kalpa mana....lalu berpura-pura(upaya kausalya) menjadi boddhistva lalu disitu menjadi Buddha lagi.
istilah kasarnya " ber-akting dari kembali jadi manusia awam dan mengumpulkan parami lalu menjadi buddha "

kalay sy pribadi menganut paham theravada.
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline exam

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 533
  • Reputasi: 9
Re: Perjalanan Hidup Siddhattha Gotama menjadi Sang Buddha
« Reply #131 on: 15 January 2010, 03:42:40 PM »
lenyap???????????
kalau menurut Theravada, memang dikatakan lenyap, hilang...seperti api yg padam...kemanakah apinya?
apinya ke udara? apinya ke tanah?....ga tuh...cuma "padam" saja.


sedangkan menurut mahayana, Buddha masih ada entah di mana...disitu akan beremansipasi lagi entah juga ke kalpa mana....lalu berpura-pura(upaya kausalya) menjadi boddhistva lalu disitu menjadi Buddha lagi.
istilah kasarnya " ber-akting dari kembali jadi manusia awam dan mengumpulkan parami lalu menjadi buddha "

kalay sy pribadi menganut paham theravada.


udah gak ada kesadaran mungkin
kayak waktu kita tidur, gak tahu apa2 kan
gak merasakan apapun

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: Perjalanan Hidup Siddhattha Gotama menjadi Sang Buddha
« Reply #132 on: 15 January 2010, 05:08:34 PM »
iya..saya udah baca tentang 31 alam.sebelumnya saya udah pernah tanya tentang alam.tapi sang budha tidak berada pada 1 alam disana kan?dia ga terlahir dimana pun?jadi kemana dia??apa jadi udara atau apa??atau emang hilang begitu aja..

Saya pakai analogi ini...

Api lilin tetap menyala karena ada batang lilin, ada sumbu lilin, ada ruang, ada oksigen di ruang itu. Bila salah satu faktor, atau seluruh faktor itu tidak mendukung; maka api itu akan padam. Sekarang setelah kita mengetahui faktor-faktor (penyebab) yang memunculkan api, mari kita cabut penyebabnya. Setelah kita cabut penyebabnya (faktor tersebut), api itu kemudian padam.

Menurut Anda, apakah api itu masih ada di dunia ini? Apakah api itu menyala di alam lain? Kemana api itu pergi? Apakah api itu jadi udara atau apa? Atau memang api itu hilang begitu saja?

Saya bisa mengerti dengan jawaban ini.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: Perjalanan Hidup Siddhattha Gotama menjadi Sang Buddha
« Reply #133 on: 15 January 2010, 05:12:01 PM »
dari awal jawab begitu kan langsung ngerti....:)
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Perjalanan Hidup Siddhattha Gotama menjadi Sang Buddha
« Reply #134 on: 15 January 2010, 05:17:45 PM »
iya..saya udah baca tentang 31 alam.sebelumnya saya udah pernah tanya tentang alam.tapi sang budha tidak berada pada 1 alam disana kan?dia ga terlahir dimana pun?jadi kemana dia??apa jadi udara atau apa??atau emang hilang begitu aja..

Saya pakai analogi ini...

Api lilin tetap menyala karena ada batang lilin, ada sumbu lilin, ada ruang, ada oksigen di ruang itu. Bila salah satu faktor, atau seluruh faktor itu tidak mendukung; maka api itu akan padam. Sekarang setelah kita mengetahui faktor-faktor (penyebab) yang memunculkan api, mari kita cabut penyebabnya. Setelah kita cabut penyebabnya (faktor tersebut), api itu kemudian padam.

Menurut Anda, apakah api itu masih ada di dunia ini? Apakah api itu menyala di alam lain? Kemana api itu pergi? Apakah api itu jadi udara atau apa? Atau memang api itu hilang begitu saja?

Saya bisa mengerti dengan jawaban ini.

dari awal jawab begitu kan langsung ngerti....:)

Sekarang saya yang ingin bertanya... :)
Coba jelaskan apa yang Anda mengerti!