//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.  (Read 1183366 times)

0 Members and 8 Guests are viewing this topic.

Offline Pariahina

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 314
  • Reputasi: -12
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #1005 on: 30 July 2010, 11:13:24 AM »
http://.blogspot.com/2010/07/ryu-menyamakan-mahaguru-dengan-anjing.html :P

Ikuti terus news dari Pariahina News bersama reporter kesayangan Anda Pariahina! Mari ikuti sepak terjang Ryu yang telah mencoreng nama Umat Buddha (secara umum) dan Forum Dhammacitta (secara khusus).

Offline johan saban

  • Sebelumnya: wizardlaxy
  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 152
  • Reputasi: -22
  • Gender: Female
  • Ktawalh sblm ktawa tu dlrang,Insyaflh sblm Ddoakn!
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #1006 on: 30 July 2010, 11:39:53 AM »
Hahahaa...text bawah g ga nyinggung u kenapa u jadi protes....malah nuding g...hahaha
up to you lah... dc community bisa nangkep maksudnya....

Loh kan g dah request lagi,g ga cocok ma avatar u,g pengennya avatar yg ada bareng u...gimana sih?
Ga pahaman... :P

Tanyanya jangan ke g dong...Tanya aja ke yang lain...Ato u tanya diri u ndiri :)

Bro sabanDel, gw nya sih sama sekali gak tersinggung.
CUma bro mengajarkan kebodohan. Kalau gak punya otak koq bisa bertanya tohhh

Avatar dlm forum sebaiknya gak sama, supaya mempermudah mata scan/locate post tertentu.
Itulah juga tujuan utama avatar. Tapi maklum dehhh kalau bro masih newBi gitu...

kalau bro bisa mengubah Pie nya menjadi GOLD (warna metalic gold),
ya boleh tuhhhh dpt izin memakainya.... monggo...
jadi semua animasi pie berwarna GOLD...(kan keren tohhh)

ok dehhh, sering2 posting yg bermutu ya  :P :P :P :P

 :backtotopic:

operasi kelamin bro gimana? apakah berjalan dgn lancar?
trus kalau gak bisa jawab pertanyaan seputar LSY,
koq malah posting yg diluar itu? gw kira bro anak buah LSY juga?

bro,saceng n air ryur,kesini aje kalo maw chatting,bro pariahana n adymn bisa ikutan juga...Thx
http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,17469.new.html#new
Nagasakti : Satu-satunya penyebab busuknya kebijaksanaan adalah banyak bertanya tapi tidak punya otak.

Offline 4DMYN

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 428
  • Reputasi: -4
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #1007 on: 30 July 2010, 11:54:19 AM »

saya ingat beberapa hari lalu ada postingan tentang claim lsy..
"tentang ngopi"
mungkin itu sudah dibahas,saya hendak membahas tentang klaim dia secara keseluruhan..
dimana dia mengklaim tentang sakyamuni juga..
saya agak heran kenapa dia suka banget mengklaim tentang sakyamuni,seakan2 hendak menegaskan/menvalidkan diri sendiri.
ditambah dengan kalimat yg dibold yg saya quote tersebut..
dari penafsiran saya,saya merasa dia berusaha menjual diri.
di agama lain,mungkin orang akan menerima dia secara langsung..tapi di agama buddhist,kita diajarkan berpikir kritis..
dan dalam penafsiran saya,saya tidak merasa LSY seseorang yg spesial/patut saya ikuti.
tapi itu pendapat saya,utk bro2 sekalian,pilihan anda andalah yg bisa menentukan sendiri.
beda hal kalau  tentang dalai lama.

saya rasa pertanyaan 4dmin dl sudah terjawab.
sekian utk hari ini...thanks.

sebaliknya saya merasa Mahaguru Lu Sheng Yen ini sosok yang berterus terang.
 kalau berusaha menjual diri, beliau gak akan cerita tentang pertemuannya dengan agama Buddha itu dibantu oleh dewata Taoisme. :)).. tentunya dengan gampang dia menyembunyikan pengalaman pribadinya itu, ganti saja sosok dewata Yao Che Cing Mu dengan dewata Budhisme.
padahal kalau hal itu dilakukannya, hari ini TBSN gak bakalan dituduh aliran gado-gado :)



kayaknya yg nanggapin saya ttg LSY cuma bro 4dmin.
mungkin bro2 lain mengetahui intent saya membicarakan intent dari LSY..

jadi saya harap 4dmin yg menjawab comment saya.

bro bilang kalau LSY berusaha menjual diri dia tidak akan mengklaim bahwa dewa tao yg menunjukkan ajaran buddha?dia bisa mengganti dewata tao dengan dewata buddhist?

Pertama,menjual diri,tujuan menjual diri adalah mendapatkan pengikut.
apakah LSY tidak mendapatkan org2 dari tao krn klaim dia itu?bahwa dia mendapat petunjuk dari dewa tao?
orang-orang diluar sana tidaklah bodoh asal mengklaim lalu percaya. kalau saya disini mengklaim mendapat petunjuk dari dewa Tao, apakah anda percaya saja dengan kata-kata saya?  public itu percaya dengan kata-kata Master Lu Sheng Yen karena kemampuannya dalam hal fengshui.



Quote
Kedua,dia bisa saja mengganti dewata tao dengan dewata buddhist?
untuk apa dia menggantikan dewata tao dengan dewata buddhist?
toh dia kemudian mengklaim tentang dia bertemu sakyamuni,dan sakyamuni menyampaikan kepada dia agar bersabar krn dia menjadi korban dan memberikan gelar kepadanya
bersabar krn dicela2,dia hendak mengklaim kalau dia itu bener2 guru asli.
ditambah lagi buddha sampai memberikan gelar kepadanya.credential dia seolah2 tervalidkan
sekali lagi kalau cuma asal mengklaim tapi gak ada buktinya dan ajarannya gak masuk akal, saya pun juga gak bakalan percaya. Misalkan saya dulu juga mempelajari aliran Tantrayana - non- TBSN. Jangan tanya lagi mantan guru besar saya itu punya gelarnya kayak apa, bejibun dan mentereng  deh. Asal anda tau, mantan guru saya itu dulu titisan Avalokitesvara. Jadi beliau bukan saja bertemu dengan Buddha Shakyamuni, tapi sudah merupakan titisan Makhluk Suci yang wajib disembah-sembah.  Master Lu Sheng Yen  jelas kalah jauh dari segi Gelar, pengaruh politik, dsb.


Quote
terakhir dituduh ajaran gado2?
soal gado2 tidak pernah menjadi concern saya.krn sebelum melihat ajarannya gado2 apa tidak,saya melihat intent dari klaim dia
mungkin tidak menjadi concern bagi anda, tapi bagi umat-umat Buddha yang lain hal ini menjadi concern. coba anda amati saja para peserta diskusi ini. Karena gado2 ajaran , maka TBSN tidak dimasukkan ke dalam aliran Budhisme yang umum, tapi dimasukkan dalam "Buddhisme dengan Agama, Kepercayaan, Tradisi dan Filsafat Lain".
Quote
mungkin 4dmin bisa menafsirkan intent positif dari klaim LSY?
ngopi bersama sakyamuni,mendapat gelar dari sakyamuni?
apa ada pengaruhnya untuk yg mendengarkan(murid2)?
apa dia cuma ingin curhat soal pengalaman pribadi dia?
apa supaya murid2nya tidak putus asa dikatakan sesat,krn gurunya telah mendapat pengakuan sakyamuni sendiri?
kejadian ngopi bareng itu menjelaskan ajaran Mahayana dimana seorang Buddha setelah parinibbana itu masih dapat ditemui, dan diajak ngobrol. kejadian ngopi bareng itu adalah sebuah penjelasan terhadap sutra Sadharma Pundharika, dan sutra-sutra mahayana lain.


saya rada bingung quotenya yg begini..
anda memberikan pendapat kalau orang2 tidak lah bodoh.
saya rasa anda terlalu optimis.seperti saya yg pesimis.ada bagusnya anda tidak mengasumsikan orang2 tidak lah bodoh dalam perdebatan.

ok,percaya krn fengshuinya?
mungkin krn itu dihubungkan dengan gado2.
apakah ada di ajaran buddha tentang fengshui?

ok,kalau anda mengatakan pengikut tao mengikuti dia krn fengshuinya..
tentang pendapat kedua anda tentang dibuktikan dan gak masuk akal,tidak akan diikuti,ok,saya sependapat.

agak OOT dl,tentang gelar2,Avalokitesvara darimanakah mantan guru anda mendapatkannya?terus terang banyak sekali klaim yg saya rasa tidak berguna.saya tidak mengerti bagaimana seseorang bisa mengganggap dirinya avalokistesvara.
anda rupanya belum pernah berkecimpung dalam aliran Tantrayana, begini saya jelaskan saja sedikit. di aliran Tantrayana Tibetan. Dalai Lama itu dianggap sebagai emanasi Avalokitesvara, Panchen Lama adalah emanasi Amitabha, Tai Situ emanasi Maitreya, Karmapa juga emanasi Avalokitesvara.  Semakin lama anda mengenal aliran Tantrayana Tibetan , semakin banyak emanasi-emanasi Makhluk Suci dalam wujud Rinpoche yang akan anda kenal.
Quote

mungkin saya akan menanyakan bagaimana anda membuktikannya?
terus terang saya jg mau menanyakan apa yg membuat anda tertarik dgn LSY?fengshuinya kah?
mengapa saya tertarik. karena kebijaksanaannya, pencapaian samadhinya yang tertulis dalam buku-bukunya. walaupun Mahaguru Lu Sheng Yen adalah ahli fengshui, saya kurang begitu paham soal fengshui.
Quote

tentang ngopi bareng,anda memakai tafsiran dia hendak menjelaskan sutra?
dalam occasion apakah dia melakukan itu?
dan mengapa dia harus membicarakan tentang gelar2 dan bersabar krn dizalimin?
apa ini berhubungan dgn sutra?
tidak bukan?
saya merasa anda tidak memiliki penjelasan tentang intent klaim LSY dan menghubung2kan dengan sutra.

tapi bagus lah kalau anda merasa sudah membuktikan LSY..at least anda sudah menimbang2 dl
Tidak berhubungan langsung dengan sutra, tapi kejadian ngopi bareng itu menunjukkan bahwa Mahaguru Lu Sheng Yen sedang membuktikan kebenaran sutra mahayana. Saya memang mengikuti TBSN dengan penuh pertimbangan dan dengan kesadaran, setelah membandingkan dengan aliran lainnya.



Offline apsa

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 38
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #1008 on: 30 July 2010, 12:09:52 PM »

saya ingat beberapa hari lalu ada postingan tentang claim lsy..
"tentang ngopi"
mungkin itu sudah dibahas,saya hendak membahas tentang klaim dia secara keseluruhan..
dimana dia mengklaim tentang sakyamuni juga..
saya agak heran kenapa dia suka banget mengklaim tentang sakyamuni,seakan2 hendak menegaskan/menvalidkan diri sendiri.
ditambah dengan kalimat yg dibold yg saya quote tersebut..
dari penafsiran saya,saya merasa dia berusaha menjual diri.
di agama lain,mungkin orang akan menerima dia secara langsung..tapi di agama buddhist,kita diajarkan berpikir kritis..
dan dalam penafsiran saya,saya tidak merasa LSY seseorang yg spesial/patut saya ikuti.
tapi itu pendapat saya,utk bro2 sekalian,pilihan anda andalah yg bisa menentukan sendiri.
beda hal kalau  tentang dalai lama.

saya rasa pertanyaan 4dmin dl sudah terjawab.
sekian utk hari ini...thanks.

sebaliknya saya merasa Mahaguru Lu Sheng Yen ini sosok yang berterus terang.
 kalau berusaha menjual diri, beliau gak akan cerita tentang pertemuannya dengan agama Buddha itu dibantu oleh dewata Taoisme. :)).. tentunya dengan gampang dia menyembunyikan pengalaman pribadinya itu, ganti saja sosok dewata Yao Che Cing Mu dengan dewata Budhisme.
padahal kalau hal itu dilakukannya, hari ini TBSN gak bakalan dituduh aliran gado-gado :)



kayaknya yg nanggapin saya ttg LSY cuma bro 4dmin.
mungkin bro2 lain mengetahui intent saya membicarakan intent dari LSY..

jadi saya harap 4dmin yg menjawab comment saya.

bro bilang kalau LSY berusaha menjual diri dia tidak akan mengklaim bahwa dewa tao yg menunjukkan ajaran buddha?dia bisa mengganti dewata tao dengan dewata buddhist?

Pertama,menjual diri,tujuan menjual diri adalah mendapatkan pengikut.
apakah LSY tidak mendapatkan org2 dari tao krn klaim dia itu?bahwa dia mendapat petunjuk dari dewa tao?
orang-orang diluar sana tidaklah bodoh asal mengklaim lalu percaya. kalau saya disini mengklaim mendapat petunjuk dari dewa Tao, apakah anda percaya saja dengan kata-kata saya?  public itu percaya dengan kata-kata Master Lu Sheng Yen karena kemampuannya dalam hal fengshui.



Quote
Kedua,dia bisa saja mengganti dewata tao dengan dewata buddhist?
untuk apa dia menggantikan dewata tao dengan dewata buddhist?
toh dia kemudian mengklaim tentang dia bertemu sakyamuni,dan sakyamuni menyampaikan kepada dia agar bersabar krn dia menjadi korban dan memberikan gelar kepadanya
bersabar krn dicela2,dia hendak mengklaim kalau dia itu bener2 guru asli.
ditambah lagi buddha sampai memberikan gelar kepadanya.credential dia seolah2 tervalidkan
sekali lagi kalau cuma asal mengklaim tapi gak ada buktinya dan ajarannya gak masuk akal, saya pun juga gak bakalan percaya. Misalkan saya dulu juga mempelajari aliran Tantrayana - non- TBSN. Jangan tanya lagi mantan guru besar saya itu punya gelarnya kayak apa, bejibun dan mentereng  deh. Asal anda tau, mantan guru saya itu dulu titisan Avalokitesvara. Jadi beliau bukan saja bertemu dengan Buddha Shakyamuni, tapi sudah merupakan titisan Makhluk Suci yang wajib disembah-sembah.  Master Lu Sheng Yen  jelas kalah jauh dari segi Gelar, pengaruh politik, dsb.


Quote
terakhir dituduh ajaran gado2?
soal gado2 tidak pernah menjadi concern saya.krn sebelum melihat ajarannya gado2 apa tidak,saya melihat intent dari klaim dia
mungkin tidak menjadi concern bagi anda, tapi bagi umat-umat Buddha yang lain hal ini menjadi concern. coba anda amati saja para peserta diskusi ini. Karena gado2 ajaran , maka TBSN tidak dimasukkan ke dalam aliran Budhisme yang umum, tapi dimasukkan dalam "Buddhisme dengan Agama, Kepercayaan, Tradisi dan Filsafat Lain".
Quote
mungkin 4dmin bisa menafsirkan intent positif dari klaim LSY?
ngopi bersama sakyamuni,mendapat gelar dari sakyamuni?
apa ada pengaruhnya untuk yg mendengarkan(murid2)?
apa dia cuma ingin curhat soal pengalaman pribadi dia?
apa supaya murid2nya tidak putus asa dikatakan sesat,krn gurunya telah mendapat pengakuan sakyamuni sendiri?
kejadian ngopi bareng itu menjelaskan ajaran Mahayana dimana seorang Buddha setelah parinibbana itu masih dapat ditemui, dan diajak ngobrol. kejadian ngopi bareng itu adalah sebuah penjelasan terhadap sutra Sadharma Pundharika, dan sutra-sutra mahayana lain.


saya rada bingung quotenya yg begini..
anda memberikan pendapat kalau orang2 tidak lah bodoh.
saya rasa anda terlalu optimis.seperti saya yg pesimis.ada bagusnya anda tidak mengasumsikan orang2 tidak lah bodoh dalam perdebatan.

ok,percaya krn fengshuinya?
mungkin krn itu dihubungkan dengan gado2.
apakah ada di ajaran buddha tentang fengshui?

ok,kalau anda mengatakan pengikut tao mengikuti dia krn fengshuinya..
tentang pendapat kedua anda tentang dibuktikan dan gak masuk akal,tidak akan diikuti,ok,saya sependapat.

agak OOT dl,tentang gelar2,Avalokitesvara darimanakah mantan guru anda mendapatkannya?terus terang banyak sekali klaim yg saya rasa tidak berguna.saya tidak mengerti bagaimana seseorang bisa mengganggap dirinya avalokistesvara.
anda rupanya belum pernah berkecimpung dalam aliran Tantrayana, begini saya jelaskan saja sedikit. di aliran Tantrayana Tibetan. Dalai Lama itu dianggap sebagai emanasi Avalokitesvara, Panchen Lama adalah emanasi Amitabha, Tai Situ emanasi Maitreya, Karmapa juga emanasi Avalokitesvara.  Semakin lama anda mengenal aliran Tantrayana Tibetan , semakin banyak emanasi-emanasi Makhluk Suci dalam wujud Rinpoche yang akan anda kenal.
Quote

mungkin saya akan menanyakan bagaimana anda membuktikannya?
terus terang saya jg mau menanyakan apa yg membuat anda tertarik dgn LSY?fengshuinya kah?
mengapa saya tertarik. karena kebijaksanaannya, pencapaian samadhinya yang tertulis dalam buku-bukunya. walaupun Mahaguru Lu Sheng Yen adalah ahli fengshui, saya kurang begitu paham soal fengshui.
Quote

tentang ngopi bareng,anda memakai tafsiran dia hendak menjelaskan sutra?
dalam occasion apakah dia melakukan itu?
dan mengapa dia harus membicarakan tentang gelar2 dan bersabar krn dizalimin?
apa ini berhubungan dgn sutra?
tidak bukan?
saya merasa anda tidak memiliki penjelasan tentang intent klaim LSY dan menghubung2kan dengan sutra.

tapi bagus lah kalau anda merasa sudah membuktikan LSY..at least anda sudah menimbang2 dl
Tidak berhubungan langsung dengan sutra, tapi kejadian ngopi bareng itu menunjukkan bahwa Mahaguru Lu Sheng Yen sedang membuktikan kebenaran sutra mahayana. Saya memang mengikuti TBSN dengan penuh pertimbangan dan dengan kesadaran, setelah membandingkan dengan aliran lainnya.




ok bro 4dmin,thanks utk pendapatnya..
saya rasa tidak ada yg mau saya debatkan lg..
secara pilihan..anda memilih dengan pertimbangan.
walaupun tidak dapat menjelaskan ttg intent lsy mengklaim sakyamuni memberi gelar dan mengatakan bersabar..
pendapat saya masih tetap sama spt sebelumnya..
 _/\_

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #1009 on: 30 July 2010, 12:12:24 PM »
Saya akan coba jawab satu persatu, dimulai dari Kang Dilbert dulu.

Mahayana dan Tantrayana sendiri juga mengatakan bahwa seorang Samyaksambuddha sekalipun tidak akan dapat membebaskan para makhluk dalam artian membuatnya merealisasi Penerangan Sempurna. Penerangan Sempurna ini harus direalisasi sendiri oleh yang bersangkutan.
Tetapi menyeberangkan di sini bukanlah membuat makhluk yang bersangkutan tercerahkan. Memang dalam beberapa Sutra ada disebutkan mengenai "membebaskan" para makhluk. Ini berarti memberikan ajaran Dharma, sehingga yang bersangkutan dapat melatih diri dan kelak merealisasi Penerangan Sempurna.
Kang Dilbert mengutip Sutra Intan, kata "membebaskan" di sini mengacu pada pemberian ajaran Dharma atau bisa juga ditafsirkan sebagai menolongan para makhluk dan berkarya demi kemaslahatan mereka. Meskipun demikian, ditinjau dari sudut pandang kebenaran absolut (paramartha satya), tiada lagi dualisme "aku" dan "engkau" sehingga tentu saja tiada lagi "yang membebaskan" dan "yang dibebaskan"
Itulah sebabnya meskipun sudah ada tak terhingga makhluk yang diseberangkan, sesungguhnya “tidak ada” makhluk yang diseberangkan. Lha kalo dualism “yang membebaskan” dan “yang dibebaskan sudah tiada” apakah “yang dibebaskan”? Demikian kira-kira landasan filosofisnya.
Menyeberangkan itu tidak sama dengan membuat para makhluk merealisasi Penerangan Sempurna. Makna sebenarnya adalah “menghindarkan” para makhluk dari terjerumus ke alam-alam rendah. Dalam Tibetan Tantra sendiri ada yang namanya upacara phowa atau transformasi kesadaran. Selain itu, saat seseorang meninggal biasanya dibacakan Bardo Thodol (Tibetan Book of The Dead – saya punya bukunya). Ini semua dimaksudkan agar almarhum tidak terjerumus ke tiga alam rendah. Apakah ini bertentangan dengan konsep karma?
Mahayana menjawabnya TIDAK. Mengapa? Kita ambil contoh batu. Batu kalo dilemparkan ke sungai akan tenggelam. Tetapi batu kalau diletakkan di atas kapal akan terapung. Itulah sebabnya dengan belas kasih para makhluk suci, para makhluk bisa dibimbing ke alam yang lebih baik, bahkan dapat pula ke Surga Sukhavati. Itulah sebabnya saat ada yang meninggal, para bhikshu Mahayana membacakan AMITABHA SUTRA (Amiduojing).
Jadi kesimpulannya tidak ada kontradiksi di sini, selama termnya dipahami dengan baik. Begitulah nyang owe tahu dari hasil nyomot sini nyomot sana. Ini semua bukan bikinan owe, tapi hasil nyontek buku2 nyang owe poenja. Owe mah bodoh… biasanya cuman baru comot2an.


OK... saya terima premis dari sdr.pariahina kalau "menyeberangkan" makhluk supaya tidak terjerumus ke alam rendah... Tetapi pertanyaannya adalah bagaimana bisa tendensius menyatakan sesuatu hal yang sulit untuk dibuktikan kepada orang lain. Bukan-kah menjadi Klaim sepihak dan mengharuskan adanya iman/kepercayaan membuta.

Mungkin sedikit personal, sdr.pariahina sendiri mungkin adalah pengikut dari ZFZ, mungkin pernah mengikuti pacara "penyeberangan". Apakah pernah mendapat "vision/penglihatan/pengetahuan" tentang seseorang yang "diseberangkan" itu terlahir ke alam mana ?

Itu-lah mungkin sebab-nya di dalam Vinaya ditetapkan bahwa bahkan seorang Bhikkhu tidak boleh membicarakan tentang pencapaian kesuciannya. Karena memang tidak ada yang bisa dijustifikasi sepeninggal sammasambuddha.
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline wen78

  • Sebelumnya: osin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.014
  • Reputasi: 57
  • Gender: Male
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #1010 on: 30 July 2010, 12:15:56 PM »
Jadi sampai sejauh ini gw telah membuktikan bahwa ajaran Guru gw sejalan dengan Tripitaka Mahayana.
Pertanyaan berikutnya yang mungkin timbul (sebenarnya ini kaga ada hubungannya dengan guru gw, melainkan berkaitan dengan isi Sutra2 tersebut): Apakah itu mengajarkan kemelekatan? Masalahnya gini. Ada orang2 tertentu yang lebih mudah ditarik ke jalan praktik Dharma dengan cara seperti itu. Ibaratnya anak kecil yang hanya mau tenang jika dikasih permen. Lagipula dengan praktik penjapaan mantra, ia secara tak langsung telah bermeditasi. Lalu dengan membenarkan perilaku sehari2, ia secara tak langsung melatih sila. Demikian sementara penjelasan owe.

maaf saya tidak setuju dg ini.
kalau ingin narik orang, bisa juga selain dengan materi, bisa dengan kesaktian, wanita, alcohol, dll :)
sederhananya, mahayana yg begini bukanlah sahabat dalam dhamma saya, namun tetap sahabat dalam kehidupan sosial.

Sebenar nya materi yang dimaksud di sini cakupan nya lebih sempit dan tentunya tidak bertentangan dengan Sila. Misalnya seorang yang cukup serakah akan harta, menjadi tertarik dengan Ajaran Buddha, karena di dalam Sutra ada Cara untuk mendapatkan rejeki, sehingga ia mulai belajar Dharma. Dari sana setelah mulai belajar, ia akan menjadi sadar bahwa materi memang diperlukan di dunia, tetapi tujuan Utama dari belajar Dharma bukanlah materi, melainkan mencari jalan menuju pembebasan Agung, dengan demikian ia akan mulai melaksankan praktek Bodhictta, dan menapaki jalan menuju Pencerahan. Yang lebih penting lagi ada nya cara untuk mendapatkan rejeki di Sutra Buddhis dan juga berbagai PRactice yang berhubungan dengan rejeki di dalam Ajaran Tantra, sama sekali tidak mengajarkan keserakahan, KArena Practice yang berhubungan dengan Rejeki, misalnya Jambhala tidak akan berhasil bila motivasi nya adalah mendapatkan Rejeki untuk kekayaan pribadi saya, namun akan berhasil, apa bila malksanaknnya dengan motivasi yang benar. Motivasi yang baik adalah, memperoleh Rejeki untuk mendukung Pembabaran Dharma, dan memberikan manfaat bagi makhluk luas
saya rasa perumpamaan anda dengan menggunakan seorang yg serakah akan harta adalah tidak cocok, sebab hingga saat ini, saya belum menemukan sebuah sutra yg digunakan untuk mendapatkan rejeki titik tanpa koma, yg dimana jika tanpa koma, maka diartikan mendapatkan rejeki untuk diri sendiri.

seseorang yg serakah akan harta menyimpulkan bahwa ada sebuah sutra yg memberikan rejeki karena ketidak tahuannya akan tujuan sutra itu, dan atau karena sendiri tidak mencari tahu terlebih dahulu isi sutra tsb, dan atau karena tidak dijelaskan dengan jelas oleh si penyampai tsb.

bagi saya, adalah sebuah kesalahan bila penyampai informasi sutra tsb tidak menjelaskan secara detail manfaat dan tujuan dari sutra tsb dan membuat seolah2 tujuannya adalah untuk memperoleh rejeki untuk diri sendiri, apapun alasannya baik termasuk mencari/menarik umat.
sebab seorang guru seharusnya memberikan ajaran yg sebenar2nya dan apa adanya kepada muridnya tanpa alasan pribadi dibaliknya.
« Last Edit: 30 July 2010, 12:17:38 PM by wen78 »
segala post saya yg tidak berdasarkan sumber yg otentik yaitu Tripitaka, adalah post yg tidak sah yg dapat mengakibatkan kesalahanpahaman dalam memahami Buddhism. dengan demikian, mohon abaikan semua statement saya di forum ini, karena saya tidak menyertakan sumber yg otentik yaitu Tripitaka.

Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #1011 on: 30 July 2010, 12:46:15 PM »
Saya seperti suku sakya yang sombong,

coba donk si LSY mikir dikit (moga2 aja ada yg mau, menyampaikan usul i ke beliau) , nanti kalo mau tetamu ke negara i, pake terbang plus keluar api sama aer dari bodynya

thanks

btw: di sejarah mahayana ada gak yah, kalo hanya Buddha saja yg bisa berkemampuan seperti itu?

thanks (again)
i'm just a mammal with troubled soul



Offline 4DMYN

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 428
  • Reputasi: -4
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #1012 on: 30 July 2010, 12:55:56 PM »
Jadi sampai sejauh ini gw telah membuktikan bahwa ajaran Guru gw sejalan dengan Tripitaka Mahayana.
Pertanyaan berikutnya yang mungkin timbul (sebenarnya ini kaga ada hubungannya dengan guru gw, melainkan berkaitan dengan isi Sutra2 tersebut): Apakah itu mengajarkan kemelekatan? Masalahnya gini. Ada orang2 tertentu yang lebih mudah ditarik ke jalan praktik Dharma dengan cara seperti itu. Ibaratnya anak kecil yang hanya mau tenang jika dikasih permen. Lagipula dengan praktik penjapaan mantra, ia secara tak langsung telah bermeditasi. Lalu dengan membenarkan perilaku sehari2, ia secara tak langsung melatih sila. Demikian sementara penjelasan owe.

maaf saya tidak setuju dg ini.
kalau ingin narik orang, bisa juga selain dengan materi, bisa dengan kesaktian, wanita, alcohol, dll :)
sederhananya, mahayana yg begini bukanlah sahabat dalam dhamma saya, namun tetap sahabat dalam kehidupan sosial.

Sebenar nya materi yang dimaksud di sini cakupan nya lebih sempit dan tentunya tidak bertentangan dengan Sila. Misalnya seorang yang cukup serakah akan harta, menjadi tertarik dengan Ajaran Buddha, karena di dalam Sutra ada Cara untuk mendapatkan rejeki, sehingga ia mulai belajar Dharma. Dari sana setelah mulai belajar, ia akan menjadi sadar bahwa materi memang diperlukan di dunia, tetapi tujuan Utama dari belajar Dharma bukanlah materi, melainkan mencari jalan menuju pembebasan Agung, dengan demikian ia akan mulai melaksankan praktek Bodhictta, dan menapaki jalan menuju Pencerahan. Yang lebih penting lagi ada nya cara untuk mendapatkan rejeki di Sutra Buddhis dan juga berbagai PRactice yang berhubungan dengan rejeki di dalam Ajaran Tantra, sama sekali tidak mengajarkan keserakahan, KArena Practice yang berhubungan dengan Rejeki, misalnya Jambhala tidak akan berhasil bila motivasi nya adalah mendapatkan Rejeki untuk kekayaan pribadi saya, namun akan berhasil, apa bila malksanaknnya dengan motivasi yang benar. Motivasi yang baik adalah, memperoleh Rejeki untuk mendukung Pembabaran Dharma, dan memberikan manfaat bagi makhluk luas
saya rasa perumpamaan anda dengan menggunakan seorang yg serakah akan harta adalah tidak cocok, sebab hingga saat ini, saya belum menemukan sebuah sutra yg digunakan untuk mendapatkan rejeki titik tanpa koma, yg dimana jika tanpa koma, maka diartikan mendapatkan rejeki untuk diri sendiri.

seseorang yg serakah akan harta menyimpulkan bahwa ada sebuah sutra yg memberikan rejeki karena ketidak tahuannya akan tujuan sutra itu, dan atau karena sendiri tidak mencari tahu terlebih dahulu isi sutra tsb, dan atau karena tidak dijelaskan dengan jelas oleh si penyampai tsb.

bagi saya, adalah sebuah kesalahan bila penyampai informasi sutra tsb tidak menjelaskan secara detail manfaat dan tujuan dari sutra tsb dan membuat seolah2 tujuannya adalah untuk memperoleh rejeki untuk diri sendiri, apapun alasannya baik termasuk mencari/menarik umat.
sebab seorang guru seharusnya memberikan ajaran yg sebenar2nya dan apa adanya kepada muridnya tanpa alasan pribadi dibaliknya.

tentang materi, saya tambahkan sedikit pendapat saja. Saya pernah mendengar seorang fashe di vihara saya (TBSN) berceramah bahwa untuk melatih diri dalam dunia ini dibutuhkan 4 hal:
1. Materi
2. Pengetahuan Dharma
3. Teman Sedharma
4. Tempat dan lingkungan yang memadai.

Memang materi bukan segalanya, tapi untuk mensupport kehidupan seorang sadhaka, harus ada cukup materi.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #1013 on: 30 July 2010, 01:04:07 PM »
Jadi sampai sejauh ini gw telah membuktikan bahwa ajaran Guru gw sejalan dengan Tripitaka Mahayana.
Pertanyaan berikutnya yang mungkin timbul (sebenarnya ini kaga ada hubungannya dengan guru gw, melainkan berkaitan dengan isi Sutra2 tersebut): Apakah itu mengajarkan kemelekatan? Masalahnya gini. Ada orang2 tertentu yang lebih mudah ditarik ke jalan praktik Dharma dengan cara seperti itu. Ibaratnya anak kecil yang hanya mau tenang jika dikasih permen. Lagipula dengan praktik penjapaan mantra, ia secara tak langsung telah bermeditasi. Lalu dengan membenarkan perilaku sehari2, ia secara tak langsung melatih sila. Demikian sementara penjelasan owe.

maaf saya tidak setuju dg ini.
kalau ingin narik orang, bisa juga selain dengan materi, bisa dengan kesaktian, wanita, alcohol, dll :)
sederhananya, mahayana yg begini bukanlah sahabat dalam dhamma saya, namun tetap sahabat dalam kehidupan sosial.

Sebenar nya materi yang dimaksud di sini cakupan nya lebih sempit dan tentunya tidak bertentangan dengan Sila. Misalnya seorang yang cukup serakah akan harta, menjadi tertarik dengan Ajaran Buddha, karena di dalam Sutra ada Cara untuk mendapatkan rejeki, sehingga ia mulai belajar Dharma. Dari sana setelah mulai belajar, ia akan menjadi sadar bahwa materi memang diperlukan di dunia, tetapi tujuan Utama dari belajar Dharma bukanlah materi, melainkan mencari jalan menuju pembebasan Agung, dengan demikian ia akan mulai melaksankan praktek Bodhictta, dan menapaki jalan menuju Pencerahan. Yang lebih penting lagi ada nya cara untuk mendapatkan rejeki di Sutra Buddhis dan juga berbagai PRactice yang berhubungan dengan rejeki di dalam Ajaran Tantra, sama sekali tidak mengajarkan keserakahan, KArena Practice yang berhubungan dengan Rejeki, misalnya Jambhala tidak akan berhasil bila motivasi nya adalah mendapatkan Rejeki untuk kekayaan pribadi saya, namun akan berhasil, apa bila malksanaknnya dengan motivasi yang benar. Motivasi yang baik adalah, memperoleh Rejeki untuk mendukung Pembabaran Dharma, dan memberikan manfaat bagi makhluk luas
saya rasa perumpamaan anda dengan menggunakan seorang yg serakah akan harta adalah tidak cocok, sebab hingga saat ini, saya belum menemukan sebuah sutra yg digunakan untuk mendapatkan rejeki titik tanpa koma, yg dimana jika tanpa koma, maka diartikan mendapatkan rejeki untuk diri sendiri.

seseorang yg serakah akan harta menyimpulkan bahwa ada sebuah sutra yg memberikan rejeki karena ketidak tahuannya akan tujuan sutra itu, dan atau karena sendiri tidak mencari tahu terlebih dahulu isi sutra tsb, dan atau karena tidak dijelaskan dengan jelas oleh si penyampai tsb.

bagi saya, adalah sebuah kesalahan bila penyampai informasi sutra tsb tidak menjelaskan secara detail manfaat dan tujuan dari sutra tsb dan membuat seolah2 tujuannya adalah untuk memperoleh rejeki untuk diri sendiri, apapun alasannya baik termasuk mencari/menarik umat.
sebab seorang guru seharusnya memberikan ajaran yg sebenar2nya dan apa adanya kepada muridnya tanpa alasan pribadi dibaliknya.

tentang materi, saya tambahkan sedikit pendapat saja. Saya pernah mendengar seorang fashe di vihara saya (TBSN) berceramah bahwa untuk melatih diri dalam dunia ini dibutuhkan 4 hal:
1. Materi
2. Pengetahuan Dharma
3. Teman Sedharma
4. Tempat dan lingkungan yang memadai.

Memang materi bukan segalanya, tapi untuk mensupport kehidupan seorang sadhaka, harus ada cukup materi.

artinya orang miskin tidak mungkin melatih diri? Bodhisatta Gotama malah meninggalkan materi untuk melatih diri dan akhirnya sukses mencapai Kebuddhaan. jika materi diperlukan untuk melatih diri, kenapa Bodhisatta Gotama harus meninggalkan keduniawian? di sini kita menggunakan referensi Buddha Gotama, sosok yang kita sama2 yakini sebagai Guru dan telah mencapai Pencerahan Sempurna, tidak bisa menggunakan referensi LSY, karena saya tidak menganggapnya spt yg anda anggap.

Offline 4DMYN

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 428
  • Reputasi: -4
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #1014 on: 30 July 2010, 01:13:40 PM »
Jadi sampai sejauh ini gw telah membuktikan bahwa ajaran Guru gw sejalan dengan Tripitaka Mahayana.
Pertanyaan berikutnya yang mungkin timbul (sebenarnya ini kaga ada hubungannya dengan guru gw, melainkan berkaitan dengan isi Sutra2 tersebut): Apakah itu mengajarkan kemelekatan? Masalahnya gini. Ada orang2 tertentu yang lebih mudah ditarik ke jalan praktik Dharma dengan cara seperti itu. Ibaratnya anak kecil yang hanya mau tenang jika dikasih permen. Lagipula dengan praktik penjapaan mantra, ia secara tak langsung telah bermeditasi. Lalu dengan membenarkan perilaku sehari2, ia secara tak langsung melatih sila. Demikian sementara penjelasan owe.

maaf saya tidak setuju dg ini.
kalau ingin narik orang, bisa juga selain dengan materi, bisa dengan kesaktian, wanita, alcohol, dll :)
sederhananya, mahayana yg begini bukanlah sahabat dalam dhamma saya, namun tetap sahabat dalam kehidupan sosial.

Sebenar nya materi yang dimaksud di sini cakupan nya lebih sempit dan tentunya tidak bertentangan dengan Sila. Misalnya seorang yang cukup serakah akan harta, menjadi tertarik dengan Ajaran Buddha, karena di dalam Sutra ada Cara untuk mendapatkan rejeki, sehingga ia mulai belajar Dharma. Dari sana setelah mulai belajar, ia akan menjadi sadar bahwa materi memang diperlukan di dunia, tetapi tujuan Utama dari belajar Dharma bukanlah materi, melainkan mencari jalan menuju pembebasan Agung, dengan demikian ia akan mulai melaksankan praktek Bodhictta, dan menapaki jalan menuju Pencerahan. Yang lebih penting lagi ada nya cara untuk mendapatkan rejeki di Sutra Buddhis dan juga berbagai PRactice yang berhubungan dengan rejeki di dalam Ajaran Tantra, sama sekali tidak mengajarkan keserakahan, KArena Practice yang berhubungan dengan Rejeki, misalnya Jambhala tidak akan berhasil bila motivasi nya adalah mendapatkan Rejeki untuk kekayaan pribadi saya, namun akan berhasil, apa bila malksanaknnya dengan motivasi yang benar. Motivasi yang baik adalah, memperoleh Rejeki untuk mendukung Pembabaran Dharma, dan memberikan manfaat bagi makhluk luas
saya rasa perumpamaan anda dengan menggunakan seorang yg serakah akan harta adalah tidak cocok, sebab hingga saat ini, saya belum menemukan sebuah sutra yg digunakan untuk mendapatkan rejeki titik tanpa koma, yg dimana jika tanpa koma, maka diartikan mendapatkan rejeki untuk diri sendiri.

seseorang yg serakah akan harta menyimpulkan bahwa ada sebuah sutra yg memberikan rejeki karena ketidak tahuannya akan tujuan sutra itu, dan atau karena sendiri tidak mencari tahu terlebih dahulu isi sutra tsb, dan atau karena tidak dijelaskan dengan jelas oleh si penyampai tsb.

bagi saya, adalah sebuah kesalahan bila penyampai informasi sutra tsb tidak menjelaskan secara detail manfaat dan tujuan dari sutra tsb dan membuat seolah2 tujuannya adalah untuk memperoleh rejeki untuk diri sendiri, apapun alasannya baik termasuk mencari/menarik umat.
sebab seorang guru seharusnya memberikan ajaran yg sebenar2nya dan apa adanya kepada muridnya tanpa alasan pribadi dibaliknya.

tentang materi, saya tambahkan sedikit pendapat saja. Saya pernah mendengar seorang fashe di vihara saya (TBSN) berceramah bahwa untuk melatih diri dalam dunia ini dibutuhkan 4 hal:
1. Materi
2. Pengetahuan Dharma
3. Teman Sedharma
4. Tempat dan lingkungan yang memadai.

Memang materi bukan segalanya, tapi untuk mensupport kehidupan seorang sadhaka, harus ada cukup materi.

artinya orang miskin tidak mungkin melatih diri? Bodhisatta Gotama malah meninggalkan materi untuk melatih diri dan akhirnya sukses mencapai Kebuddhaan. jika materi diperlukan untuk melatih diri, kenapa Bodhisatta Gotama harus meninggalkan keduniawian? di sini kita menggunakan referensi Buddha Gotama, sosok yang kita sama2 yakini sebagai Guru dan telah mencapai Pencerahan Sempurna, tidak bisa menggunakan referensi LSY, karena saya tidak menganggapnya spt yg anda anggap.
orang miskin malah lebih gampang untuk melatih diri, karena gak ada kemelekatan materi. tapi kalo di jaman sekarang gak demikian keliatannya. orang masih butuh materi untuk penghidupannya selama dia bersadhana, kecuali yang bersangkutan menjadi bhiksu dan menerima dana  dari umatnya. Fashe tersebut membicarakan dalam konteks sebagai sadhaka umat awam.



Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #1015 on: 30 July 2010, 01:17:22 PM »
Mau tanya nih, LSY pernah ketemu nabi muhammad gak? Ngobrolin apa aja kalau iya =))
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #1016 on: 30 July 2010, 01:19:41 PM »
Mau tanya nih, LSY pernah ketemu nabi muhammad gak? Ngobrolin apa aja kalau iya =))
IMHO,

menurut perkiraan gw, ya ngobol BATU dan CINCIN dehhh   :)) :)) :))
sekalian nabi memberikan testimonial yg bagus utk LSY.....(spt biasanya gitu bro)  =P~
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #1017 on: 30 July 2010, 01:22:37 PM »
Mau tanya nih, LSY pernah ketemu nabi muhammad gak? Ngobrolin apa aja kalau iya =))
IMHO,

menurut perkiraan gw, ya ngobol BATU dan CINCIN dehhh   :)) :)) :))
sekalian nabi memberikan testimonial yg bagus utk LSY.....(spt biasanya gitu bro)  =P~
keknya belum dikarang, masih cari inspirasi, bantuin tuh biar cepet keluar edisi perdana bertemu dengan tokoh2 agama lain =))
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #1018 on: 30 July 2010, 01:27:16 PM »
Jadi sampai sejauh ini gw telah membuktikan bahwa ajaran Guru gw sejalan dengan Tripitaka Mahayana.
Pertanyaan berikutnya yang mungkin timbul (sebenarnya ini kaga ada hubungannya dengan guru gw, melainkan berkaitan dengan isi Sutra2 tersebut): Apakah itu mengajarkan kemelekatan? Masalahnya gini. Ada orang2 tertentu yang lebih mudah ditarik ke jalan praktik Dharma dengan cara seperti itu. Ibaratnya anak kecil yang hanya mau tenang jika dikasih permen. Lagipula dengan praktik penjapaan mantra, ia secara tak langsung telah bermeditasi. Lalu dengan membenarkan perilaku sehari2, ia secara tak langsung melatih sila. Demikian sementara penjelasan owe.

maaf saya tidak setuju dg ini.
kalau ingin narik orang, bisa juga selain dengan materi, bisa dengan kesaktian, wanita, alcohol, dll :)
sederhananya, mahayana yg begini bukanlah sahabat dalam dhamma saya, namun tetap sahabat dalam kehidupan sosial.

Sebenar nya materi yang dimaksud di sini cakupan nya lebih sempit dan tentunya tidak bertentangan dengan Sila. Misalnya seorang yang cukup serakah akan harta, menjadi tertarik dengan Ajaran Buddha, karena di dalam Sutra ada Cara untuk mendapatkan rejeki, sehingga ia mulai belajar Dharma. Dari sana setelah mulai belajar, ia akan menjadi sadar bahwa materi memang diperlukan di dunia, tetapi tujuan Utama dari belajar Dharma bukanlah materi, melainkan mencari jalan menuju pembebasan Agung, dengan demikian ia akan mulai melaksankan praktek Bodhictta, dan menapaki jalan menuju Pencerahan. Yang lebih penting lagi ada nya cara untuk mendapatkan rejeki di Sutra Buddhis dan juga berbagai PRactice yang berhubungan dengan rejeki di dalam Ajaran Tantra, sama sekali tidak mengajarkan keserakahan, KArena Practice yang berhubungan dengan Rejeki, misalnya Jambhala tidak akan berhasil bila motivasi nya adalah mendapatkan Rejeki untuk kekayaan pribadi saya, namun akan berhasil, apa bila malksanaknnya dengan motivasi yang benar. Motivasi yang baik adalah, memperoleh Rejeki untuk mendukung Pembabaran Dharma, dan memberikan manfaat bagi makhluk luas
saya rasa perumpamaan anda dengan menggunakan seorang yg serakah akan harta adalah tidak cocok, sebab hingga saat ini, saya belum menemukan sebuah sutra yg digunakan untuk mendapatkan rejeki titik tanpa koma, yg dimana jika tanpa koma, maka diartikan mendapatkan rejeki untuk diri sendiri.

seseorang yg serakah akan harta menyimpulkan bahwa ada sebuah sutra yg memberikan rejeki karena ketidak tahuannya akan tujuan sutra itu, dan atau karena sendiri tidak mencari tahu terlebih dahulu isi sutra tsb, dan atau karena tidak dijelaskan dengan jelas oleh si penyampai tsb.

bagi saya, adalah sebuah kesalahan bila penyampai informasi sutra tsb tidak menjelaskan secara detail manfaat dan tujuan dari sutra tsb dan membuat seolah2 tujuannya adalah untuk memperoleh rejeki untuk diri sendiri, apapun alasannya baik termasuk mencari/menarik umat.
sebab seorang guru seharusnya memberikan ajaran yg sebenar2nya dan apa adanya kepada muridnya tanpa alasan pribadi dibaliknya.

tentang materi, saya tambahkan sedikit pendapat saja. Saya pernah mendengar seorang fashe di vihara saya (TBSN) berceramah bahwa untuk melatih diri dalam dunia ini dibutuhkan 4 hal:
1. Materi
2. Pengetahuan Dharma
3. Teman Sedharma
4. Tempat dan lingkungan yang memadai.

Memang materi bukan segalanya, tapi untuk mensupport kehidupan seorang sadhaka, harus ada cukup materi.

artinya orang miskin tidak mungkin melatih diri? Bodhisatta Gotama malah meninggalkan materi untuk melatih diri dan akhirnya sukses mencapai Kebuddhaan. jika materi diperlukan untuk melatih diri, kenapa Bodhisatta Gotama harus meninggalkan keduniawian? di sini kita menggunakan referensi Buddha Gotama, sosok yang kita sama2 yakini sebagai Guru dan telah mencapai Pencerahan Sempurna, tidak bisa menggunakan referensi LSY, karena saya tidak menganggapnya spt yg anda anggap.
orang miskin malah lebih gampang untuk melatih diri, karena gak ada kemelekatan materi. tapi kalo di jaman sekarang gak demikian keliatannya. orang masih butuh materi untuk penghidupannya selama dia bersadhana, kecuali yang bersangkutan menjadi bhiksu dan menerima dana  dari umatnya. Fashe tersebut membicarakan dalam konteks sebagai sadhaka umat awam.




maksud anda, orang miskin jaman dulu lebih mudah melatih diri daripada orang miskin jaman sekarang? apakah menurut anda orang miskin jaman sekarang sebaiknya mengejar harta terlebih dulu baru setelah itu memikirkan soal melatih diri?

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #1019 on: 30 July 2010, 01:27:57 PM »
sabar bro ryu ! sebentar lagi juga muncul edisi khusus :whistle: ;D

 _/\_
« Last Edit: 30 July 2010, 01:37:56 PM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

 

anything