Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: story of life  (Read 55661 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #30 on: 22 September 2007, 11:10:50 AM »
MANAJEMEN DIRI
Penulis : Anonim

Suatu hari, seorang ahli 'Managemen Waktu' berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya.
Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata: "Baiklah, sekarang waktunya kuis".

Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam toples.

Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya: "Apakah toples ini sudah penuh?"
Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah!"
Kemudian dia berkata, " Benarkah?”

Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi: "Apakah toples ini sudah penuh?"
Kali ini para siswanya hanya tertegun,
"Mungkin belum!", salah satu dari siswanya menjawab.
" Bagus!" jawabnya.

Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong di antara kerikil dan bebatuan.
Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?".
"Belum!" serentak para siswanya menjawab.
Sekali lagi dia berkata, "Bagus!"

Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas. Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan bertanya: "Apakah maksud dari ilustrasi ini?".

Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain ke dalamnya!"
"Bukan!", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya.

Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa :
JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN,
MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.
Apakah BATU-BATU BESAR dalam hidupmu?
Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu, keyakinan mu.
Hal-hal yg kamu anggap PALING BERHARGA dalam hidupmu!

Ingatlah untuk selalu meletakkan BATU-BATU BESAR tersebut sebagai yg PERTAMA, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya.
Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu".
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #31 on: 22 September 2007, 11:11:34 AM »
LUKISAN KEDAMAIAN

Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. Ada banyak seniman dan pelukis berusaha keras untuk memenangkan lomba tersebut. Sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu di antara keduanya.

Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaga itu bagaikan cermin sempurna yang memantulkan kedamaian gunung-gunung yang menjulang mengitarinya. Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang memandang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.

Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai. Sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar. Di sisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih. Sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian. Tapi, sang Raja melihat sesuatu yang menarik. Di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil di atas sela-sela batu. Di dalam semak-semak itu seekor induk Pipit meletakkan sarangnya. Jadi, di tengah-tengah riuh-rendahnya air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Benar-benar damai.

Lukisan manakah yang memenangkan lomba?
Sang Raja memilih lukisan nomor dua.
Tahukah anda mengapa?

-"Karena "-, jawab sang Raja, "-kedamaian bukan berarti anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa. Kedamaian hati adalah kedamaian sejati".

Semoga semua makhluk memperoleh kedamaian sejati di hati masing-masing. "Adalah suatu kebahagiaan untuk membuat orang bahagia, betapapun keadaan diri kita sendiri, Kesedihan yang dibagi kepada orang lain membuat kesedihan kita tinggal separuhnya, Namun kebahagiaan yang dibagi, menjadi berlipat ganda". (Anonim)
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #32 on: 22 September 2007, 11:12:13 AM »
LUKA YANG DITINGGALKAN

(.or.id) - Seorang ayah memberi anaknya yang bertabiat buruk sekantung penuh paku. Ia menyuruh anaknya memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya, berselisih paham dengan orang lain atau melakukan hal-hal buruk lainnya.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar. Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Kemudian, sang ayah membawanya ke pagar dan berkata: "Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar." Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berbuat jahat pada orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti itu.

Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf atau menyesal, lukanya tetap tertinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu yang kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Selalu memikirkan orang lain sebelum diri sendiri*, jangan mendendam ataupun menyimpan luka didalam hatimu atas perlakuan orang lain terhadapmu.

Ket : *jangan egois.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #33 on: 22 September 2007, 11:12:49 AM »
KEDAMAIAN

Ada dua orang biarawan yang sudah hidup bersama selama empat puluh tahun dan mereka tidak pernah bertengkar. Satu kali pun belum pernah.
Suatu hari, seorang dari mereka berkata, "Tidakkah kau berpikir bahwa inilah saatnya kita bertengkar, paling tidak sekali saja?". Biarawan yang lainnya menyahut, "Bagus kalau begitu! Mari kita mulai! Apa yang harus kita pertengkarkan?".
"Bagaimana kalau sepotong roti ini?" kata biarawan pertama.
"Baiklah, marilah kita bertengkar karena roti ini. Terus bagaimana kita melakukannya?" tanya biarawan yang kedua.
Biarawan pertama lalu berkata, "Roti ini punyaku. Ini milikku semua."
Biarawan yang kedua menjawab, "Kalau begitu, ambil saja."

Kedamaian tidak perlu dihancurkan oleh sebuah pertengkaran atau perdebatan.
Hanya "aku"-lah yang menghancurkan kedamaian.
"Ini milikku, dan aku tidak ingin berbagi dengan orang lain."
Ketika Anda mempunyai sikap terlekat dan egois seperti itu, hati Anda lambat laun akan semakin menjadi keras.
Inilah musuh utama kedamaian: sebuah hati yang terlekat, keras, dan egois.

Dikutip dari : Walk on Water
Karya : Anthony De Mello
« Last Edit: 22 April 2008, 07:02:44 PM by Hikoza83 »
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #34 on: 22 September 2007, 11:14:08 AM »
KEBAHAGIAAN DIPEROLEH DARI MEMBERI
Author : Unknown

Kisah ini bercerita tentang seorang wanita cantik bergaun mahal yang mengeluh kepada psikiaternya bahwa dia merasa seluruh hidupnya hampa tak berarti. Maka si psikiater memanggil seorang wanita tua penyapu lantai dan berkata kepada si wanita kaya," Saya akan menyuruh Mary di sini untuk menceritakan kepada anda bagaimana dia menemukan kebahagiaan. Saya ingin anda mendengarnya."

Si wanita tua meletakkan gagang sapunya dan duduk di kursi dan menceritakan kisahnya:
"OK, suamiku meninggal akibat malaria dan tiga bulan kemudian anak tunggalku tewas akibat kecelakaan. Aku tidak punya siapa-siapa. aku kehilangan segalanya. Aku tidak bisa tidur, tidak bisa makan, aku tidak pernah tersenyum kepada siapapun, bahkan aku berpikir untuk mengakhiri hidupku. Sampai suatu sore seekor anak kucing mengikutiku pulang. Sejenak aku merasa kasihan melihatnya. Cuaca dingin di luar, jadi aku memutuskan membiarkan anak kucing itu masuk ke rumah. Aku memberikannya susu dan dia minum sampai habis. Lalu si anak kucing itu bermanja-manja di kakiku dan untuk pertama kalinya aku tersenyum. Sesaat kemudian aku berpikir jikalau membantu seekor anak kucing saja bisa membuat aku tersenyum, maka mungkin melakukan sesuatu bagi orang lain akan membuatku bahagia. Maka di kemudian hari aku membawa beberapa biskuit untuk diberikan kepada tetangga yang terbaring sakit di tempat tidur. Tiap hari aku mencoba melakukan sesuatu yang baik kepada setiap orang. Hal itu membuat aku bahagia tatkala melihat orang lain bahagia. Hari ini, aku tak tahu apa ada orang yang bisa tidur dan makan lebih baik dariku. Aku telah menemukan kebahagiaan dengan memberi."
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #35 on: 22 September 2007, 11:15:29 AM »
HIRARKI KOMUNIKASI
Oleh : Unknown Author

Berikut adalah sebuah cerita tentang bagaimana sebuah pesan dikomunikasikan secara hirarkis dalam sebuah perusahaan, dari pimpinan puncak (Managing Director) hingga ke bawahan (Operators). Sad enough, but sometimes we face it in real life anyway.

Dari : Managing Director
Kepada : Chief Operating Officer
"Besok akan ada gerhana matahari total pada jam sembilan pagi. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari. Untuk menyambut dan melihat peristiwa langka ini, seluruh karyawan diminta untuk berkumpul di lapangan dengan berpakaian rapi. Saya akan menjelaskan fenomena alam ini kepada mereka. Bila hari hujan, dan kita tidak bisa melihatnya dengan jelas, kita berkumpul di kantin saja."

Dari : Chief Operating Officer
Kepada : Department Heads
"Sesuai dengan perintah Managing Director, besok pada jam sembilan pagi akan ada gerhana matahari total. Bila hari hujan, kita tidak bisa berkumpul di lapangan untuk melihatnya dengan berpakaian rapi. Dengan demikian, peristiwa hilangnya matahari ini akan dijelaskan oleh Managing Director di kantin. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari."

Dari : Departmental Heads
Kepada : Sectional Heads
"Sesuai dengan perintah Managing Director, besok kita akan mengikuti peristiwa hilangnya matahari di kantin pada jam sembilan pagi dengan berpakaian rapi. Managing Director akan menjelaskan apakah besok akan hujan atau tidak. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari."

Dari : Section Heads
Kepada : Foreman
"Jika besok turun hujan di kantin, kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari, Managing Director, dengan berpakaian rapi, akan menghilang jam sembilan. pagi."

Dari : Foreman
Kepada : All Operators
"Besok pagi, pada jam sembilan, Managing Director akan menghilang. Sayang sekali, kita tidak bisa melihatnya setiap hari."

Smiley : Komunikasi ... oh ... komunikasi ...  :)) :x ;D ;) :P
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #36 on: 22 September 2007, 11:17:05 AM »
HAKEKAT HIDUP
Penulis : Anonim

Salah seorang guru besar filsafat Cina pernah menjelaskan makna hidup duniawi dalam bentuk cerita pendek pada seorang murid kesayangannya. Kisah ini terjadi di sebuah desa di Cina.

Pada suatu pagi, salah seorang penduduk terbangun oleh ketukan pada pintu rumahnya. Pemilik rumah itu kemudian membuka pintu dan melihat seorang wanita cantik berdiri di depan pintu. Ia tak percaya dengan penglihatannya. Wanita itu adalah wanita paling cantik yang pernah dilihatnya.

Setelah tersadar dari keterpesonaannya, ia menanyakan keperluan wanita cantik itu. Wanita itu tersenyum manis kepadanya dan berkata dengan suara yang merdu, "Aku adalah Dewi Terang. Siapapun yang menyambut kedatanganku di rumahnya akan mendapat karunia berupa kesehatan, kekayaan, dan kebahagiaan. Aku juga akan melenyapkan semua penyakit yang telah membuat begitu banyak orang menderita."Pemilik rumah nyaris tidak percaya akan keberuntungannya itu. Ia segera mempersilahkan tamunya masuk ke dalam rumahnya.

Kehadiran sang puteri yang cantik jelita itu membuat si pemilik rumah bergembira hati, sehingga waktu terasa begitu cepat berlalu. Dari fajar sampai tengah hari, semuanya berlalu dengan cepat. Dan sesaat kemudian sang malam pun tak terasa telah tiba.

Saat matahari telah tenggelam, terdengarlah ketukan pintu yang sangat keras. Pada awalnya, ia tak mempedulikannya. Tetapi suara ketukan itu makin lama makin keras saja. Ketika akhirnya ia membuka pintu, untuk kedua kalinya dalam hari itu juga ia tak mempercayai penglihatannya. Tetapi kali ini yang dilihatnya bukanlah wanita yang sangat cantik, melainkan satu sosok yang menakutkan. Satu sosok paling menakutkan yang pernah dilihatnya. Sesosok tubuh wanita tua bongkok yang sangat buruk, dengan pakaian compang-camping yang nyaris tak mampu menutupi tubuh tuanya yang sudah rapuh, tampak terlihat dengan jelas meskipun dalam keadaan malam yang telah gelap gulita.

Sebelum ia sempat bertanya, wanita tua itu telah berkata dengan suara yang serak dan dalam, "Aku adalah Dewi Gelap. Siapapun yang menyambut kedatanganku di rumahnya akan mendapat penderitaan berupa kemalangan dan ketidakberuntungan. Akulah pembawa penyakit dan kematian pada banyak orang. Dan, sekarang kau harus membiarkanku masuk ke dalam rumahmu." Sehabis berkata, Dewi Gelap berusaha menerjang masuk. Pemilik rumah segera menutup pintu dan menahan sekuat-kuatnya dengan segenap tubuhnya.

Mendengar adanya keributan, Dewi Terang segera keluar. Mengetahui apa yang terjadi, Dewi Terang berkata pada pemilik rumah. "Aku dan Dewi Gelap adalah dua bersaudara. Kami selalu berjalan bersama-sama. Dalam semua perjalanan, aku selalu mendahuluinya. Dan, seperti halnya bayangan, dia selalu mengikuti tidak jauh di belakangku. Siapapun yang menerimaku, maka orang itu juga harus memberikan perlakuan yang sama pada saudaraku ini." Demikianlah guru filsafat itu mengakhiri ceritanya.

Hakekat hidup harus dipahami. Dalam kehidupan ini kita harus mampu dan mau menerima hal yang baik ataupun buruk. Terimalah keberuntungan dan hal-hal yang baik dengan kerendahan hati; hadapilah ketidakberuntungan dan hal-hal yang buruk dengan ketegaran hati.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Remember matters of the past as they would become helpful tutors in the future.
Ingatlah segala hal yang terjadi di masa lalu, karena hal tersebut dapat menjadi guru kita di masa mendatang.
(The New Books : The Errors of the Late Qin Dinasty)

“Untuk tampil seperti orang kaya, kita bisa menjadi miskin.”
(Lady Marguerite Blessington)
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #37 on: 22 September 2007, 11:17:39 AM »
GUNAKAN PINJAMANMU

Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda pinjaman uang sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya. Semua uang itu harus anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.

Setiap dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada anda. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Juga, anda tidak bisa meminta "uang muka" untuk keesokan hari. Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan anda.
Jam terus berdetak. Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.
Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.
Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.
Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.
Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.
Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.
Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.

Renungan:Hargailah setiap waktu yang anda miliki.
Dan ingatlah waktu tidaklah menunggu siapa-siapa. (Anonim)
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #38 on: 22 September 2007, 11:18:28 AM »
FILOSOFI ANGSA
Author : Unknown

Sebuah renungan bagi kita semua:
Kalau anda tinggal di negara empat musim, maka pada musim gugur akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf "V". Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi "V".

Fakta: Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan "daya dukung" bagi burung yang terbang tepat di belakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus 'dinding udara' di depannya. Dengan terbang dalam formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.
Pelajaran: Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi dalam komunitas mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.

Fakta: Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung di depannya.
Pelajaran: Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan di depan. Kita akan mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama.

Fakta: Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.
Pelajaran: Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.

Fakta: Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.
Pelajaran: Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

Fakta: Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.
Pelajaran: Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya baik.

Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #39 on: 22 September 2007, 11:19:08 AM »
CHANCES or CHOICES?

When we meet the right person to love when we're at the right place at the right time. That's CHANCE.
When you meet someone you're attracted to, that's not a choice.That's CHANCE.
Being caught up in a moment (and there's a lot of couples who get together because of this) is not a choice. That's also a CHANCE.
The difference is what happens afterward. When will you take that infatuation, that crush, that mind-blowing attraction to the next level?
That's when all sanity goes back, you sit down and contemplate whether you want to make this into a concrete relationship or just a fling.
If you decide to love a person, even with his faults, that's not a chance.
That's CHOICE.
When you choose to be with a person, no matter what, that's CHOICE.
Even if you know there are many people out there who are more attractive, smarter, and richer than your mate, and yet, you decide to love your mate just the same, that's CHOICE.
Infatuation, crushes, attraction comes to us by CHANCE. But true love that lasts is truly a CHOICE. A choice that we make.
Regarding soulmates, there's a beautiful movie quote that I believe is so true about this : "Fate brings you together, but it's still up to you to make it happen."
I do believe that soulmates do exist. That there is truly someone made for you. But it's still up to you to make the choice if you're going to do something about it or not.

WE MAY MEET OUR SOULMATES BY CHANCE, BUT... LOVING AND STAYING WITH OUR SOULMATES IS STILL A CHOICE WE HAVE TO MAKE. (Anonim)
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #40 on: 22 September 2007, 11:19:43 AM »
BOSS & PEMIMPIN

Betapa sering orang gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagai boss. H Gordon Selfridge adalah pendiri salah satu department store (pusat perbelanjaan) di London yang merupakan salah satu department store terbesar di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi seorang 'Pemimpin' dan bukan dengan menjadi 'Boss'. Apakah perbedaan antara pemimpin dengan boss?
Di bawah ini adalah perbandingan yang diberikan oleh Gordon Selfridge antara orang yang bertipe pemimpin dan orang yang bertipe boss.

Seorang boss mempekerjakan bawahannya;
Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka,

Seorang boss mengandalkan kekuasaannya;
Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.

Seorang boss menimbulkan ketakutan;
Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.

Seorang boss mengatakan 'aku';
Tetapi seorang pemimpin mengatakan 'kita'.

Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah;
Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.

Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan'
Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.

Seorang boss menuntut rasa hormat;
Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat;

Seorang boss berkata, 'Pergi!';
Tetapi seorang pemimpin berkata, 'Mari kita pergi!'

Maka jadilah seorang pemimpin, dan bukan seorang boss.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #41 on: 22 September 2007, 11:20:37 AM »
Biarlah yang Miskin Berkata,"Aku Kaya!"
Oleh: Unknown

Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin. Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin.

Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya,"Bagaimana perjalanan tadi?". "Sungguh luar biasa, Pa." "Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?" tanya sang ayah. "Iya, Pa," jawabnya. "Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?" tanya ayahnya lagi.

Si anak menjawab, "Saya melihat kanyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki empat ekor. Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya. Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka. Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison. Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri. Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri. Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka."

Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian si anak menambahkan,"Terima kasih, Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita."

Terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan hanya berkonsentrasi terhadap apa yang tidak kita miliki. Kadang kekurangan yang dimiliki seseorang merupakan anugerah bagi orang lain. Semua berdasar pada perspektif setiap pribadi. Hargailah apa yang telah kita peroleh dan berusahalah mencari arti dari hidup yang singkat ini.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #42 on: 22 September 2007, 11:27:37 AM »
BERSYUKUR ATAS PASANGAN
Dari buku "Opening the Door of Your Heart"; Ajahn Brahm

Seusai sebuah acara pernikahan di Singapura beberapa tahun yang lalu, sang ayah mertua memanggil menantu barunya ke pojok untuk memberinya nasihat tentang bagaimana agar pernikahannya awet dan bahagia. "Kamu mungkin sangat mencintai anak saya", katanya kepada si pemuda. "Ya, memang!", jawab si pemuda. "Dan kamu mungkin berpikir dialah wanita paling menyenangkan di dunia," sambung si mertua."Dia begitu sempurna dalam segala hal," si menantu mengiyakan. "Itulah yang kau rasakan sewaktu baru menikah," kata si mertua. "Namun setelah beberapa tahun, kamu mulai melihat beberapa kekurangan anak saya. Saat kamu mulai menyadarinya, saya ingin kamu ingat ini: kalau dia tidak mempunyai kekurangan-kekurangan tersebut, menantuku, dia mungkin sudah menikah dengan orang lain yang jauh lebih baik daripadamu!"

Jadi kita harus selalu berterima kasih dan bersyukur atas kekurangan-kekurangan pasangan kita, karena kalau saja mereka tidak memiliki kekurangan-kekurangan tersebut sejak awal, mereka akan menikah dengan orang lain yang jauh lebih baik daripada kita.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #43 on: 22 September 2007, 11:28:25 AM »
BEBAN
Author : Unknown

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Steven Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?" Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".

Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi......

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya.
Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh,
tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #44 on: 22 September 2007, 11:29:07 AM »
BAWA PULANG KERANJANG ITU

Suatu kali ada sepasang suami istri yang hidup serumah dengan ayah sang suami. Orang tua ini sangat merepotkan karena berperangai buruk dan tak henti-hentinya mengeluh. Akhirnya pasangan tersebut memutuskan untuk mengenyahkannya. Sang suami memasukkan ayahnya ke dalam keranjang yang dipanggul di bahunya. Ketika ia sedang bersiap-siap meninggalkan rumah, anak laki-lakinya yang baru berusia delapan tahun muncul dan bertanya, “Ayah, kakek mau dibawa kemana?”. Sang ayah menjawab bahwa ia bermaksud membawa kakek ke gunung agar ia bisa belajar hidup sendiri. Anak itu terdiam menyaksikan ayahnya berlalu, tiba-tiba ia berteriak, “Ayah, jangan lupa membawa pulang keranjangnya!”

Ayahnya merasa aneh, sehingga ia berhenti dan bertanya,”Mengapa?”. Anak itu menjawab, “Aku memerlukannya untuk membawa ayah nanti kalau ayah sudah tua.” Orang itu segera membawa kembali ayahnya dan sejak saat itu mereka merawat orang tua itu dengan penuh perhatian dan memenuhi segala kebutuhannya.

Jika kita menginginkan anak-anak kita untuk memahami arti cinta kasih, rasa berterima kasih, dan kesabaran, kita sendiri harus menjalankannya. Orang tua harus berhati-hati jika mereka ingin berbuat sesuatu di hadapan anak-anak mereka. (Ven. Sri Dhammananda, dalam buku Be Happy, hal 130)
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]