Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: story of life  (Read 55662 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
story of life
« on: 22 September 2007, 10:36:45 AM »
gw ada koleksi cerita2 bagus yg dikumpulkan dr berbagai sumber.
untuk mengingatkanku, kenangan2 masa kuliah gw [kolektor cerita2 kayak gini],
i pikir mo posting ke sini, sekalian di-share buat yg lain.
semoga orang yg beruntung membacanya juga bisa mendapatkan manfaat2nya dan berguna baginya.
semoga berbahagia!
 _/\_


By : Zen
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #1 on: 22 September 2007, 10:41:43 AM »
4 ISTRI

Dahulu kala …
Ada seorang raja yang mempunyai 4 isteri.

Raja ini sangat mencintai istri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak.
Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang isteri.

Dia juga sangat memuja isteri ketiganya dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga.
Itu karena dia takut suatu saat nanti, isteri ketiganya ini akan meninggalkannya.

Sang raja juga menyayangi isteri keduanya. Karena isterinya yang satu ini merupakan tempat curahan hatinya, yang akan selalu ramah, peduli, dan sabar terhadapnya.
Pada saat sang raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada isteri kedua karena dia bisa membantunya melalui masa-masa sulit itu.

Isteri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam pemeliharaan kekayaannya maupun untuk kerajaannya.
Akan tetapi, si raja tidak peduli terhadap isteri pertamanya ini, meskipun sang isteri begitu mencintainya, tetap saja sulit bagi sang raja untuk memperhatikan isterinya itu.

Hingga suatu hari, sang raja jatuh sakit dan dia sadar bahwa kematiannya sudah dekat.

Sambil merenungi kehidupannya yang sangat mewah itu, sang raja lalu berpikir,
“Saat ini aku memiliki 4 isteri di sampingku, tapi ketika aku pergi, mungkin aku akan sendiri.”

Lalu bertanyalah ia pada isteri keempatnya, “Sampai saat ini, aku paling mencintaimu, aku sudah menghadiahkanmu pakaian-pakaian yang paling indah dan memberi perhatian yang sangat besar hanya untukmu. Sekarang aku sekarat, apakah kau akan mengikuti dan tetap menemaniku?”.

“Tidak akan!”, balas si isteri keempatnya itu, ia pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi.

Jawaban isterinya itu bagaikan pisau yang begitu tepat menusuk jantungnya.

Raja yang sedih itu kemudian bertanya pada isteri ketiganya, “Aku sangat memujamu dengan seluruh jiwaku. Sekarang aku sekarat, apakah kau tetap mengikuti dan selalu bersamaku?”.

“Tidak!”, sahut sang isteri. “Hidup ini begitu indah! Saat kau meninggal, akupun akan menikah kembali!”.

Perasaan sang rajapun hampa dan membeku.

Beberapa saat kemudian, sang raja bertanya pada isteri keduanya, “Selama ini, bila aku membutuhkanmu, kau selalu ada untukku. Jika nanti aku akan meninggal, apakah kau akan mengikuti dan terus di sampingku?”.

“Maafkan aku, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaanmu!”, jawab isteri keduanya. “Yang bisa aku lakukan, hanyalah ikut menemanimu menuju pemakamanmu.”

Lagi-lagi, jawaban si isteri bagaikan petir menyambar dan menghancurkan hatinya.

Tiba-tiba, sebuah suara berkata,
“Aku akan bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi.”
Sang raja menolehkan kepalanya mencari siapa yang berbicara,
dan terlihatlah olehnya isteri pertamanya.
Dia kelihatan begitu kurus, seperti menderita kekurangan gizi.

Dengan penyesalan yang sangat mendalam dan kesedihan yang amat sangat,
sang raja berkata sendu, “Seharusnya aku lebih memperhatikanmu saat aku masih punya banyak kesempatan.”

Dalam realitanya, sesungguhnya kita semua mempunyai ‘4 isteri’ dalam hidup kita …

‘Isteri keempat’ kita adalah tubuh kita. Tidak peduli berapa banyak waktu dan usaha yang kita habiskan untuk membuatnya terlihat bagus, tetap saja dia akan meninggalkan kita saat kita meninggal.

Kemudian ‘Isteri ketiga’ kita adalah ambisi, kedudukan, dan kekayaan kita.
Saat kita meninggal, semua itu pasti akan jatuh ke tangan orang lain.

Sedangkan ‘Isteri kedua’ kita adalah keluarga dan teman-teman kita.
Tak peduli berapa lama waktu yang sudah dihabiskan bersama kita, tetap saja mereka hanya bisa menemani dan mengiringi kita hingga ke pemakaman.

Dan akhirnya ‘Isteri pertama’ kita adalah kesadaran atau nilai spiritual kita,
Yang telah sering terabaikan oleh kita karena sibuk memburu kekayaan, kekuasaan, dan kepuasan nafsu. Padahal justru kesadaran atau nilai spiritual inilah yang akan mengikuti kita terus kemanapun kita pergi.

Jadi perhatikan, tanamkan dan simpan baik-baik dalam hatimu sekarang!
Hanya inilah hal terbaik yang bisa kau tunjukkan pada dunia.
Let it Shine!


Sumber : Buletin Gema Dharmakirti. Edisi no.15/2006.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #2 on: 22 September 2007, 10:42:38 AM »
Empat orang buta
Oleh Shian (NamoAmitofuo), The Daily Enlightenment, disebar luaskan di the Buddhist Channel, 11 Januari 2005

Singapura - Seorang buta akan meninggalkan rumah temannya dimalam hari ketika dia disarankan untuk membawa sebuah lentera. Tertawa terbahak-bahak, orang buta itu menukas, "Apa gunanya lampu bagi saya? Saya tahu jalan kerumah saya!" Temannya dengan sabar menjawab, "Lampu itu untuk orang-orang lain supaya bisa melihat - sehingga mereka tidak akan menabrak anda." Sambil mencibir, orang buta itu setuju untuk menggunakannya. Belum terlalu jauh diperjalanan, seseorang tidak sengaja menabrak orang buta itu, mengagetkannya. Sambil menahan amarah, dia berteriak, "Hey! Kamu kan tidak buta! Jadi beri jalan kepada orang buta!"

Setelah berjalan beberapa lama lagi, orang lain menabrak dia. Kali ini, orang buta itu bertambah marah, dan berteriak, "Apa kamu buta? Apa kamu tidak bisa melihat lentera ini? Saya menentengnya untuk kamu! (supaya bisa melihat si orang buta datang). Sipenabrak menjawab, "Kamulah yang buta! Tidak bisakah kamu melihat lenteramu itu sudah padam?" si orang buta tertegun. Setelah melihat dengan lebih jelas, si penabrak meminta maaf, "Mohon maaf, sayalah yang 'buta'. Saya tidak melihat bahwa anda memang buta!" Si orang buta menjawab, "Tidak tidak, sayalah yang seharusnya minta maaf atas kekasaran saya." Keduanya merasa sangat malu, ketika si penabrak membantu si orang buta untuk menyalakan lenteranya kembali.

Beberapa lama lagi berjalan, lagi-lagi ada orang yang menabrak orang buta itu. Si orang buta kali ini lebih berhati-hati, dengan sopan bertanya, "Maaf, apakah lentera saya padam?" Lawan bicaranya kali ini menjawab, "Aneh! Saya baru saja akan menanyakan hal itu pada anda! Apakah lentera saya padam?" Keduanya terdiam sesaat... sebelum keduanya saling bertanya, "Apakah kamu buta?" "Ya!" mereka bersamaan menjawab, sambil mentertawakan kecanggungan mereka, sambil mengotak-atik lentera mereka, sambil berusaha saling menolong menyalakan lentera masing-masing.

Pada saat itu, seseorang melewati mereka. Dia melihat kilatan pemantik api mereka tepat pada waktunya, dan dapat menghindari tabrakan pada saat-saat terakhir. Dia tidak tahu bahwa mereka buta, kalau tidak dia sudah menolong mereka. Sambil melewati mereka, dia berpikir, "Mungkin saya perlu membawa sebuah lentera juga, sehingga saya dapat melihat jalanku dengan lebih jelas, sehingga orang lain juga dapat melihatnya juga." Tanpa diketahui oleh semua orang, sahabat orang buta itu sebenarnya mengikuti dengan diam-diam dengan membawa sebuah lentera, sambil tersenyum, memastikan bahwa si orang buta itu sampai di rumahnya dengan selamat, berharap bahwa dia akan belajar lebih banyak tentang dirinya sendiri diperjalanan itu. -

Paling tidak ada sepuluh nasehat Dharma dalam cerita ini. Apakah anda dapat melihatnya? Bacalah terus untuk mengetahuinya.
--------------------------------------------------------------------------------
10 nasehat dari cerita iniSebuah versi non-konvensional yang panjang dari sebuah cerita Zen klasik.

1. Sahabat baik itu seperti halnya Buddha, yang dengan bebas dan berbelas kasih menawarkan cahaya kebijaksanaan, yang dilambangkan dengan lentera, untuk menuntun semua mahluk di perjalanan "pulang kerumah", yang melambangkan Penerangan Sempurna.

2. Menggunakan lentera itu melambangkan mempraktekkan Dharma (ajaran Buddha yang membawa kearah Kebahagiaan Sejati), tidak hanya untuk orang itu, tetapi juga untuk orang-orang lain. Buddha hanya dapat menawarkan kepada kita cahaya kebijaksanaan. Kitalah yang harus membawa dan menggunakan lentera itu, dan membuatnya menyala lebih terang dan lebih terang lagi. Sama seperti lentera itu melindungi orang-orang lain dan sipembawanya dari bahaya, seperti itu juga sifat praktek Dharma. Cahaya Dharma menunjukkan jalan ke Penerangan Sempurna dan menghindarkan kita dari rintangan-rintangan dijalan.

3. Orang buta yang pertama melambangkan orang-orang yang tertutupi oleh kegelapan dari pandangan salah, berpuas diri, kesombongan, kekerasan hati, sikap mementingkan diri sendiri, kesembronoan dan kemarahan. Dengan semangat menuduh orang lain dan tidak mau melihat dirinya sendiri, dia buta terhadap kesalahan-kesalahannya sendiri sementara dia berpikir bahwa semua orang yang ditemuinya adalah salah. Di perjalanan "pulang ke rumah"nya, dia mempelajari Dharma melalui peristiwa-peristiwa yang dialaminya dan mengubah dirinya secara spiritual, menjadi rendah hati oleh kebutaanya serta kasih saying yang tulus dari orang-orang lain. Dia juga belajar untuk lebih bisa memaafkan.

4. Orang yang lewat pertama kali melambangkan orang-orang yang mempunyai kapasitas spiritual rata-rata, yang tidak cukup rajin melatih kesadarannya, yang tidak memperhatikan Dharma secara bersungguh-sungguh. Kadang-kadang, mereka memilih untuk menjadi "buta" meskipun mereka sebenarnya bisa melihat.

5. Orang kedua yang melintas melambangkan orang-orang yang seolah-olah menentang kita, yang sebenarnya menunjukkan kepada kita kesalahan-kesalahan kita sendiri, disengaja ataupun tidak. Seringkali mereka adalah guru-guru kita yang terbaik. Dia menyadari bahwa tidak ada gunanya menyalahkan orang-orang yang buta terhadap kesalahan-kesalahan mereka sendiri. Tidak ada orang yang ingin menjadi buta. Mari kita memaafkan orang-orang yang buta dan membantu mereka untuk melihat.

6. Orang buta yang kedua melambangkan orang-orang yang mencerminkan kegelapan batin kita sendiri. Mereka memungkinkan kita untuk melihat dengan jelas bayangan diri kita sendiri. Sulit untuk menyalakan sebuah lentera ketika anda bahkan tidak bisa melihat lentera itu atau cahaya. Orang buta tidak bisa membimbing orang buta lain dengan baik. Oleh karena itu penting bagi kita untuk selalu mempraktekkan Dharma untuk melihat Kebenaran dengan makin dan makin jernih lagi, dan tidak berpuas diri dalam mempraktekkannya.

7. Orang yang terakhir lewat melambangkan mereka yang telah mencapai pencerahan dalam hal perlunya mempunyai cahaya kebijaksanaan. Dia juga mengerti nilai universal belas kasih untuk dirinya dan semua mahluk.

8. Kehadiran si sahabat baik sepanjang perjalanan si orang buta mengingatkan pada kita bahwa Buddha selalu mendampingi kita dengan belas kasih dan kebijaksanaan yang tak terbatas. Dia selalu mendampingi bahwa untuk mahluk-mahluk menderita yang paling "buruk." Kita hanya perlu membuka perasaan dan pikiran kita dan mempraktekkan Dharma yang telah diajarkanNya untuk mendapatkan manfaat dari Dia.

9. Peristiwa tabrakan antara orang buta dan orang-orang lain melambangkan saat kita menabrak rintangan dalam perjalanan mempraktekkan Dharma. Tetapi setiap dan semua rintangan tidak perlu dilihat sebagai rintangan melainkan sebagai sebuah kesempatan atau batu pijakan berharga untuk belajar lebih banyak lagi tentang diri sendiri, sebuah kesempatan untuk menjadi lebih bijaksana dan baik hati.

10. Jika anda memikirkannya dengan cermat, selain sahabat orang buta itu, semua tokoh-tokoh dalam cerita ini buta secara spiritual dalam tingkatan-tingkatan yang berbeda. Tokoh mana yang mewakili anda? Apakah anda sudah menyalakan lentera anda? Jika sudah, apakah lentera itu menyala dengan stabil, atau apakah lentera itu telah padam? Anda yakin?
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #3 on: 22 September 2007, 10:43:41 AM »
Perbedaan Pria dan Cowok

Tidak semua pria dewasa menjadi 'pria', ada juga yang masih begitu kekanakan setelah umurnya mencapai 40. Tenaaaang, jangan keburu marah dulu dengan kenyataan ini, mungkin memang sebagian orang dilahirkan untuk jadi 'pria', tapi memang ada juga yang cukup menjadi 'cowok' saja. Sekali lagi, jangan kawatir, terima saja diri Anda sebagai pria (P) atau sebagai cowok (C), toh semua punya nilai lebih dan kurang tersendiri. Dan yang tak kalah penting, percayalah kadang wanita tidak peduli.  :)

Inilah Perbedaan mendasar antara seorang PRIA dan COWOK

P : Tahu jelas lima tahun lagi ia mau jadi apa
C : Tidak jelas lima menit lagi ia mau berbuat apa

P : Jago membuat wanita merasa tenang
C : Jago membuat cewek merasa senang

P : Bacaannya Jhon Grisham, mainannya golf, tontonannya CNN
C : Bacaannya Harry Potter, mainannya bilyar, tontonannya MTV

P : Sebelum umur 30 sudah banyak uang
C : Sebelum umur 30 sudah banyak dosa

P : Seimbang antara penghasilan dan pemasukan
C : Seimbang antara hutang dan pembayaran minimum

P : Mendukung emansipasi wanita, tapi tetap membayari bon makan wanita
C: Mendukung emansipasi wanita dengan membiarkan wanita bayar sendiri

P : Punya akuntan, penjahit dan dokter langganan
C : Punya salon, kafe dan bengkel langganan

P : Meminta Anda nimbrung ngobrol kalau mamanya menelepon
C : Pura-pura Anda tidak bersamanya jika mamanya menelepon

P : Putus dengan pasangannya sambil berjabatan tangan dan mengakui sulitnya menjembatani perbedaan antar mereka berdua, diiringi ucapan, "Kita tetap bisa berteman selamanya."
C : Putus dengan pasangannya sambil kabur dari rumah, merokok berbatang-batang, plus ucapan, "Jangan undang aku ke pernikahanmu nanti!"

P : Mencintai wanita 10 % pada pertemuan awal dan meningkat terus
C : Mencintai wanita 100 % pada pertemuan awal dan menurun terus

P : Berpikir dewasa seperti orang usia 40 tahun saat berusia 17 tahun
C : Berpikir kekanakan seperti orang usia 17 tahun saat berusia 40 tahun

P: Bisa menang hanya dengan otak dalam konflik
C: Cuma bisa ngamuk, adu mulut, n adu otot kalo konflik

P : Mikirnya "Aku masih kurang pengetahuan, harus belajar lebih banyak"
C : Mikirnya "Aku yang terhebat di muka bumi, siapapun aku hadapin !!!"

P: Otak no 1, digabungin otot kalo kepaksa
C: Otot no 1, ditambah otak kalo punya
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #4 on: 22 September 2007, 10:45:20 AM »
Dimanakah Kebahagiaan?

Ada dua ekor anjing yang bersahabat. Anjing yang besar dan anjing yang kecil. Anjing yang kecil selalu mengeluh tentang penderitaan hidupnya dan selalu berharap kapan kiranya dewa keberuntungan akan datang untuk menolongnya agar terlepas dari penderitaan dunia.

Anjing yang tua selalu menasehati anjing yang kecil dan berkata, "Meskipun tak punya rumah tetapi kita bisa tinggal di manapun. Hidup di dunia ini asal tidak mengalami kelaparan dan kedinginan sudah cukup. Jika dipelihara oleh manusia dan menjadi seekor anjing yang meminta belas kasihan majikan, maka akan kehilangan kebebasan dan kehormatan."

Anjing kecil tersebut tidak mau mendengar nasehat anjing tua, selalu bermimpi bahwa dirinya --dari anjing yang bebas mengembara—menjadi anjing yang dipelihara manusia.

Pada suatu hari, anjing kecil tersebut pergi ke tempat peramal dan bertanya,
"Dimanakah kebahagiaan itu berada?"
"Kebahagiaan itu berada pada ekor kamu!"

Setelah mendengar kata-kata tersebut, anjing kecil tersebut mati-matian berputar ingin menggigit ekornya untuk menangkap kebahagiaan. Dia lari sekuat-kuatnya hingga berkeringat, tetapi tetap tidak dapat menggigit ekornya.

Akhirnya dengan letih dia berkata kepada anjing tua, "Menurut ramalan, kebahagiaan saya berada pada ekor saya. Tetapi saya tidak dapat menangkap kebahagiaan. Tolong beritahu, bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan kebahagiaan?"

Anjing tua dengan tersenyum berkata, "Saya mencari kebahagiaan dengan berjalan menuju ke depan. Tidak pernah berkeluh kesah tentang masa lampau, tidak pernah kuatir dan takut tentang keadaan sekarang dan juga tidak pernah kuatir tentang masa yang akan datang. Asalkan kaki saya melangkah ke depan maka kebahagiaan yang berada di ekor saya pasti mengikuti saya."

Dimanakah sesungguhnya kebahagiaan berada? Rasa curiga sering membuat kita jauh dari pandangan kebahagiaan. Keragu-raguan sering membuat kita kehilangan kesempatan untuk memperoleh kebahagiaan. Demikian pula rasa iri hati membuat pandangan kita kabur terhadap kebahagiaan, dan melamun membuat kita lepas dari pelukan kebahagiaan.

Jangan mencari kebahagiaan di luar diri, jangan mengemis kepada siapapun.

Kebahagiaan berada di dalam batin kita sendiri.

Disadur oleh : Tan Chau Ming dari bukunya Maha Bhiksu Shing Yun "I Zhe Lu Hwa Liang Yang Ching"

Buletin Maya Indonesia, Dharma Mangala.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #5 on: 22 September 2007, 10:46:20 AM »
Membalas Budi Orang Tua

Kunyatakan, O para bhikkhu, ada dua orang yang tidak pernah dapat dibalas budinya oleh seseorang. Apakah yang dua itu? Ibu dan Ayah.

Bahkan seandainya saja seseorang memikul ibunya ke mana-mana di satu bahunya dan memikul ayahnya di bahu yang lain, dan ketika melakukan ini dia hidup seratus tahun, mencapai usia seratus tahun; dan seandainya saja dia melayani ibu dan ayahnya dengan meminyaki mereka, memijit, memandikan, dan menggosok kaki tangan mereka, serta membersihkan kotoran mereka di sana – bahkan perbuatan itupun belum cukup, dia belum dapat membalas budi ibu dan ayahnya. Bahkan seandainya saja dia mengangkat orang tuanya sebagai raja dan penguasa besar di bumi ini, yang sangat kaya dalam tujuh macam harta, dia belum berbuat cukup untuk mereka, dia belum dapat membalas budi mereka.

Apakah alasan untuk hal ini?

Orang tua berbuat banyak untuk anak mereka: mereka membesarkannya, memberi makan dan membimbingnya melalui dunia ini.

Tetapi, O para bhikkhu, seseorang yang mendorong orang tuanya yang tadinya tidak percaya, membiasakan dan mengukuhkan mereka di dalam keyakinan; yang mendorong orang tuanya yang tadinya tidak bermoral, membiasakan dan mengukuhkan mereka di dalam moralitas; yang mendorong orang tuanya yang tadinya kikir, membiasakan dan mengukuhkan mereka di dalam kedermawanan; yang mendorong orang tuanya yang tadinya bodoh batinnya, membiasakan dan mengukuhkan mereka di dalam kebijaksanaan - orang seperti itu, O para bhikkhu, telah berbuat cukup untuk ibu dan ayahnya: dia telah membalas budi mereka dan lebih dari membalas budi atas apa yang telah mereka lakukan.

[Petikan Anguttara Nikaya, Nyanaponika Thera dan Bhikkhu Bodhi, Bab II, no.15]

Sumber : Buletin Maya Indonesia, Dharma Mangala.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #6 on: 22 September 2007, 10:47:10 AM »
Balon Hitam

Seorang anak laki-laki kecil berkulit hitam terus saja memperhatikan seorang penjual balon di sebuah tempat keramaian di tengah kota. Orang itu memang nampak seperti seorang pedagang yang baik hati karena dia melepaskan sebuah balon merah, membiarkan balon itu perlahan-lahan membubung tinggi ke angkasa.

Dengan cara demikian dia bermaksud menarik perhatian orang banyak agar membeli balonnya.Tak lama kemudian, kembali dia melepaskan sebuah balon, kali ini yang berwarna biru, selang berapa lama kemudian dia melepaskan lagi balon berwarna kuning, lalu balon hijau, kemudian yang putih. Semua balon yang dilepasnya naik membubung tinggi ke langit sampai akhirnya menghilang dari pandangan.

Anak kecil berkulit hitam itu terus menerus memandang balon berwarna hitam dan akhirnya bertanya : "Pak, kalau balon hitam itu dilepaskan, apakah dia juga dapat naik membubung tinggi sama seperti balon-balon yang lain ?"

Penjual balon itu tersenyum penuh pengertian. Ia segera memutuskan benang yang mengikat balon hitam itu dan balon hitam itupun perlahan-lahan naik membubung tinggi ke angkasa. Dengan ramah penjual balon itu berkata, "Nak, bukan warnanya melainkan apa yang ada di dalamnya yang membuatnya naik."

Pesan Moralnya : "Jangan menilai seorang dari penampilannya, tetapi nilailah dia berdasarkan apa yang ada di hatinya."
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #7 on: 22 September 2007, 10:48:16 AM »
KAPAN NILAI INVESTASI BERLIPAT MENJADI DUA? GUNAKAN HUKUM 72
Oleh: Safir Senduk

Kalau Anda melakukan investasi sekali saja, maka ada saatnya dimana jumlah investasi Anda akan berlipat dua. Sebagai contoh, bila Anda menginvestasikan Rp 1 juta pada deposito yang memberikan suku bunga 12% per tahun (di roll over setiap tahun), maka uang Rp 1 juta Anda akan berlipat dua dalam waktu enam tahun.

Cara menghitungnya adalah dengan menggunakan Hukum 72. Bagi angka 72 dengan suku bunga dari produk investasi Anda. Ini berarti:
= 72 : 12 = 6 tahun.
Itulah jangka waktu yang dibutuhkan agar investasi Anda bisa berlipat dua.

Tentunya, semakin tinggi hasil investasi Anda, maka akan semakin cepat juga investasi Anda berlipat dua. Sebagai contoh, kalau suku bunga deposito Anda adalah 24% per tahun (di roll over setiap tahun), maka uang Rp 1 juta Anda akan berlipat dua dalam waktu 3 tahun (72 : 24 = 3). Bandingkan apabila suku bunga deposito Anda cuma 12%, dimana butuh 6 tahun agar uang Rp 1 juta Anda menjadi berlipat dua.

sumber : www.perencanakeuangan.com
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #8 on: 22 September 2007, 10:50:01 AM »
Kepingan Uang Yen

Sebuah kisah yang amat menggugah hati orang terjadi di propinsi Ciang Si kota Nan Chang. Pada tahun 1938 bertepatan masa peperangan dimana Presiden Ciang Kai Sek yang saat itu masih menjabat sebagai komandan laskar yang bertempat di Nan Chang.

Saat waktu luang, banyak tentara pergi berbelanja keperluan sehari-hari. Saat itu mata uang yang digunakan adalah Yen. Kaum wanita yang sudah berusia lanjut dan lemah tampak berjajaran di sepanjang jalan menjual handuk dan kaos kaki bagi keperluan tentara.

Suatu hari, seorang nenek tua menangis terisak-isak di sebuah jalan. Orang yang lewat menanyai sebabnya, rupanya seseorang telah membeli banyak sekali dagangannya dengan uang Yen palsu. Ketika sadar uang itu palsu, si pembeli sudah lenyap entah kemana.

Kebetulan lewat seorang tentara yang baru mendapat gajian dan berbelanja di sekitar jalan itu. Melihat sang nenek sangat sedih, maka dia menghiburnya, "Tak usah sedih Nek, gaji saya cukup. Tukarkan uang palsumu kepada saya sebagai kenang-kenangan. Nah, ini ambillah. Semoga dapat menjadi modal usahamu kelak".

"Mana boleh? Mana mungkin saya menerima sementara anda yang mengorbankan uangmu". Si Nenek terus bersikeras tidak mau menerima tawaran si tentara tapi karena tak tega menolak ketulusannya, akhirnya menerima juga dengan ucapan terima kasih yang mendalam.

Selang beberapa bulan si Tentara berdinas kembali ke kota Nan Chang dan mencari Nenek yang malang itu. Dia berkata bahwa kepingan Yen palsu itu telah menyelamatkan nyawanya.

Ceritanya ketika dia berada di barisan depan dalam medan pertempuran, tiba-tiba sebuah peluru menghantam ke dadanya. Tamat sudah kali ini, pikirnya hingga pingsan karena ketakutan. Tapi begitu mata di buka, sakitnya tidak terasa. Dirabanya bagian dada tapi tak ada darah sedikitpun. Waktu menyentuh kepingan logam yang berada di kantong kirinya ternyata uang Yen palsu itu sudah cekung karena peluru itu. Rekan seperjuangannya menjadi tak habis berpikir, bagaimana mungkin peristiwa tersebut dapat terjadi. Berita itu meluas ke seluruh kota Nan Chang.

~~~

Siapa bilang perbuatan baik dan jahat tiada balasannya? Cuma karena waktu yang belum matang, hingga pembalasan karma belum tampak. Inilah salah satu kesaksian betapa pentingnya memupuk jasa pahala dan kebajikan.

Karena itu, menegakkan jasa kebajikan secara samar (tanpa diketahui orang) akan mendatangkan anugerah yang tak disangka. Demikianlah Hukum Karma itu.

sumber : email dr temen [gw lupa], but menurutku storynya bagus. :))
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #9 on: 22 September 2007, 10:51:39 AM »
KEARIFAN EMAS

Seorang pemuda mendatangi Zen-sei dan bertanya, "Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain."

Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?"
Melihat cincin Zen-sei yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, "Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu."
"Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil."

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya.
Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak.
Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak.
Ia kembali ke padepokan Zen-sei dan melapor, "Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak."

Zen-sei, sambil tetap tersenyum arif, berkata,"Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian."

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud.Ia kembali kepada Zen-sei dengan raut wajah yang lain.Ia kemudian melapor, "Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."
Zen-sei tersenyum simpul sambil berujar lirih,"Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya "para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar" yang menilai demikian. Namun tidak bagi "pedagang emas".

" Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas "

http://www.sahabatsurgawi.net/renungan_bermakna/makna_maret0406.html
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #10 on: 22 September 2007, 10:52:53 AM »
Titik Es Dalam Hati

Di sebuah perusahaan rel kereta api ada seorang pegawai, namanya Nick. Dia sangat rajin bekerja, dan sangat bertanggung-jawab, tetapi dia mempunyai satu kekurangan, yaitu dia tidak mempunyai harapan apapun terhadap hidupnya, dia melihat dunia ini dengan pandangan tanpa harapan sama sekali.

Pada suatu hari semua karyawan bergegas untuk merayakan ulang tahun boss mereka, semuanya pergi dengan cepat sekali. Yang paling tidak sengaja adalah, Nick terkunci di sebuah mobil pengangkut es yang belum sempat dibetulkan.

Nick berteriak, memukul pintu dengan keras, semua orang di kantor sudah pergi merayakan ulang tahun bosnya, maka tidak ada yang mendengarnya. Tangannya sudah merah kebengkak2an memukul pintu mobil itu, suaranya sudah serak akibat berteriak terus, tetapi tetap tidak ada orang yang mempedulikannya, akhirnya dia duduk di dalam sambil menghelakan nafas yang panjang.

Semakin dia berpikir semakin dia merasa takut, dalam hatinya dia berpikir dalam mobil pengangkut es suhunya pasti di bawah 0 derajat, kalau dia tidak segera keluar dari situ, pasti akan mati kedinginan. Dia terpaksa dengan tangan yang gemetar, mencari secarik kertas dan sebuah bolpen, menuliskan surat wasiatnya.

Keesokkan harinya, semua karyawan pun datang bekerja. mereka membuka pintu mobil pengangkut es tersebut, dan sangat terkejut menemukan Nick yang terbaring di dalam. Mereka segera mengantarkan Nick untuk di tolong, tetapi dia sudah tidak bernyawa lagi. Tetapi yang paling mereka kagetkan adalah, listrik mobil untuk menghidupkan mesin itu tidak dibuka, dalam mobil yang besar itu juga ada cukup oksigen untuknya, yang paling mereka herankan adalah suhu dalam mobil itu hanya 28 derajat saja.Tetapi Nick malah mati "kedinginan"!!

Nick bukanlah mati karena suhu dalam mobil terlalu rendah, dia mati dalam titik es di dalam hatinya. Dia sudah menghakimi dirinya sebuah hukuman mati, bagaimana dapat hidup terus?

Percaya pada diri sendiri adalah sebuah perasaan hati. Orang yang mempunyai rasa percaya diri tidak akan langsung putus asa begitu saja, dia tidak akan langsung berubah sedih terhadap keadaan hidupnya yang jalan kurang lancar. Tanyalah pada diri kita sendiri, apakah kita sendiri sering langsung memutuskan bahwa kita tidak mampu untuk mengerjakan suatu hal, sehingga kita kehilangan banyak kesempatan untuk menjadi sukses? Kehilangan banyak kesempatan untuk belajar mandiri? untuk jadi lebih mengerti kehidupan ini? Yang mempengaruhi semangat kamu bukanlah faktor-faktor dari luar, melainkan hatimu sendiri. Sebelum berusaha sudah dikalahkan oleh diri kita sendiri, biarpun ada banyak bantuan yang tertuju pada dirimu tetap tidak akan membantu...

sumber : malinglist MUBI, tp gw lupa siapa yg kirim. makna cerita ini bagus, about mind.  ;D
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #11 on: 22 September 2007, 10:54:15 AM »
Formula Pengembangan Karir
oleh : Richard Leider

Paling tidak, bila Anda ingin pindah kerja, minimal 1 tahun Anda berada dalam kantor itu. Namun bagaimana Anda membuat pilihan karir Anda ?
Jangan khawatir, Richard Leider, seorang Career Consultant dari Amerika Serikat mempunyai formula yang dapat membantu Anda mewujudkan rencana Anda.

T + 2P + E + V

Artinya :
T = Talent atau bakat
Untuk mengetahui bakat Anda mudah saja, tanyakan diri Anda apa kelebihan dan
kelemahan Anda ? Bagaimana Anda memfokuskan kelebihan Anda dan mengatur kelemahan Anda ?

Percayakah Anda bahwa mayoritas orang tidak memanfaatkan bakat mereka.
Mereka tidak memilih karir, karir yang memilih mereka.
Mereka tenggelam dalam setumpuk pekerjaan tertentu karena memang mereka
harus bekerja, atau seseorang bilang mereka bagus dalam pekerjaan itu.

Orang muda cenderung memulai karir dari jalan yang terbuka, terlepas karir itu cocok dan sesuai dengan bakatnya ataupun tidak. Memang tidak bisa disalahkan karena tuntutan jaman telah membuat orang mengambil kesempatan yang belum tentu sesuai bakatnya.

Kemudian sebelum disadari, pekerjaan tersebut sudah mengambil setengah dari hidup mereka. Lalu muncul pertanyaan, " Mengapa saya melakukan pekerjaan ini ? Mengapa saya memulai jalan karir ini, mengapa saya tidak mengikuti bakat saya ?"

Penyesalan tiada berarti. Anda menyesal berarti Anda rugi 2 kali, pertama karena salah jalan dan yang kedua karena Anda menyesali. Lebih baik, sejak awal Anda pertanyakan kembali apa bakat Anda dan cari pekerjaan yang sesuai.

2P = Passion dan Purpose, artinya Gairah dan Tujuan
Aristoteles pernah berkata, " Di mana kebutuhan duniamu dan bakatmu bertemu, terletaklah panggilan hidup Anda !". Wah ini berarti Anda perlu juga bertanya ke diri Anda tentang apa yang perlu dilakukan dalam organisasi Anda.

Apa yang Anda tuju adalah tujuan dimana semua keinginan itu berkumpul dan Anda memiliki gairah untuk mencapainya. Tentu saja gairah atau pun minat Anda akan lebih cepat sampai ke tujuan bila bergabung dengan bakat yang dimiliki.

Tempatkan bakat Anda untuk bekerja pada area dari kebutuhan yang Anda percaya.
Memilih pekerjaan bagi Anda tentu merupakan kesempatan yang lebih bermakna
dari sekedar bangun pagi dan membayar tagihan handphone.

E = Environment berarti lingkungan
Ternyata lingkungan kerja juga mempengaruhi pengembangan karir Anda. Apa yang akan terjadi bila Anda bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan gaya kerja dan temperamen Anda ? Bisa-bisa kemampuan Anda yang seharusnya berada di atas rata-rata tidak muncul dan bahkan dapat membuat Anda kehilangan energi.

Kecocokan antara bakat, gairah kerja dan tujuan didukung dengan lingkungan kerja yang sesuai mampu meningkatkan energi bekerja yang hebat dan karir Anda pun dapat melejit.
Lingkungan yang mendukung seseorang mengekspresikan diri dapat memberi suntikan energi dalam melakukan pekerjaan.

V = Vision atau pandangan
Ini adalah elemen terakhir yang dapat mendongkrak karir Anda. Dengan melakukan visioning atau mencoba memandang masa depan, berarti melihat karir Anda di masa mendatang.

Bakat, tujuan, gairah kerja dan lingkungan adalah semua tentang gaya bekerja dan pilihan pekerjaan. Dengan kata lain, Visi menggambarkan bagaimana pekerjaan cocok untuk Anda sepanjang hidup Anda. Memang tidak mudah untuk mencapai Visi yang jelas dari tiap-tiap orang, tetapi ini bukan berarti tidak layak untuk di coba bukan ?
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #12 on: 22 September 2007, 10:55:15 AM »
Baju-Baju yang Menipu

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University. Mereka meminta janji.

Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge."Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang pria lembut."Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat."Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya."Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkan?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.

Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan."

"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard."

Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.

"Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?" Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.

Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.

Kita, seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai.
Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai.
Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, acap menipu.

sumber : unknown.  ;D
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #13 on: 22 September 2007, 10:56:36 AM »
Apa yang Membuat Seseorang Menarik?

Sejak lama para peneliti berusaha mencari tahu hal-hal apa saja yang membuat seseorang tertarik pada yang lain. Mereka mengukur tiap bentuk dan sudut wajah manusia, mempelajari tubuh simetri para penari, meneliti perbandingan ukuran bagian-bagian tubuh model Playboy yang paling digemari lelaki, bahkan melakukan pengujian terhadap bau keringat untuk mencari tahu seberapa jauh hal itu mempengaruhi ketertarikan seseorang.

Namun semua itu masih belum bisa membuka tabir rahasia mengenai apa yang membuat orang saling tertarik. Dan bagaimana faktor-faktor tersebut membuat orang saling jatuh cinta, adalah sesuatu yang lebih misterius lagi.

Tapi setidaknya ada beberapa daftar ilmiah mengenai penentu ketertarikan yang diperoleh. Beberapa di antaranya mudah dideskripsikan, seperti mata indah dan feminin. supermodel, serta pinggul menarik dari lelaki tegap. Namun hal lainnya berada dalam tataran bawah sadar, sehingga memotivasi para peneliti untuk mencari jawabannya.

Pada akhirnya ditemukan bahwa cinta yang langgeng lebih tergantung pada perilaku dibandingkan masalah biologi. Meski hal-hal tertentu sudah menjadi bawaan sejak seseorang belum lahir.

Simetri tubuh

Berdasarkan konsepnya, tubuh manusia berkembang dari sel-sel yang membelah. Bila masing-masing divisi tumbuh sempurna, hasilnya adalah bayi yang bagian kanan dan kiri tubuhnya simetri. Namun alam tidak selamanya bekerja seperti itu. Mutasi genetis dan pengaruh lingkungan sering mengubahnya, dan hasilnya berdampak seumur hidup.

Tubuh yang simetris menunjukkan bahwa seseorang memiliki dasar genetis yang bagus untuk tumbuh baik, seimbang, sehat, subur, sehingga menjadi pilihan baik untuk meneruskan keturunan.

"Masuk akal bila seseorang menjadikan ukuran simetri sebagai dasar memilih pasangan," kata ahli biologi evolusioner Randy Thornhill dari University of New Mexico. "Bila Anda memilih pasangan yang tubuhnya simetri, maka keturunan Anda cenderung akan tumbuh seimbang juga."

Thornhill telah meneliti masalah simetri selama 15 tahun. Ia memindai wajah dan tubuh ke dalam komputer untuk mendeskripsikan apa yang disebut rasio simetri. Baik lelaki maupun wanita memberi nilai tinggi pada orang dengan tubuh simetris, yang dianggap lebih menarik dan lebih sehat dibanding mereka yang tubuhnya tidak simetris.

Berdasarkan wawancara, Thornhill juga menemukan bahwa lelaki dengan derajat simetri tinggi, memiliki lebih banyak pasangan seksual dibanding lelaki yang derajat simetrinya rendah.

Bentuk tubuh yang sexy

Bentuk tubuh seseorang tentu saja merupakan faktor penting juga. Dan para ilmuwan memiliki banyak bukti mengenai hal itu. Salah satunya adalah psikolog Devendra Singh dari University of Texas yang meneliti rasio pinggang ke pinggul (waist-to-hip ratio atau WHR).

Perempuan dengan WHR 0,7 - atau memiliki pinggul yang jaraknya cukup rendah dari pinggang - adalah kelompok yang dianggap lebih menarik bagi para pria.

Analisa terhadap model-model Playboy dan peserta Miss Amerika menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka memiliki WHR 0,7 atau lebih rendah.

Berdasar penelitian Singh, secara umum, wanita dengan WHR 0,67 hingga 1,18 dipandang lebih menarik. Sedangkan WHR 0,8 hingga 1,0 pada pria dianggap lebih seksi di mata wanita, meskipun bahu yang lebar memiliki nilai lebih.

Lalu alasan ilmiah apakah yang tersembunyi di balik rasio di atas? Sepertinya semua berkaitan dengan kemampuan dan kekuatan untuk membesarkan anak.

Perlu diketahui, cadangan tenaga dalam bentuk lemak yang disimpan tubuh ditentukan oleh hormon-hormon seks: testosteron pada pria, dan estrogen pada wanita. Bila seorang wanita memproduksi estrogen dalam jumlah banyak, maka WHR-nya akan mengikuti proporsi yang sesuai. Hal yang sama terjadi pada testosteron pria.

Menurut study, orang-orang dengan WHR ideal juga memiliki potensi lebih kecil terkena penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Wanita dengan WHR ideal juga cenderung tidak mengalami kesulitan di saat hamil.

"Gagasan dasar di balik itu adalah bahwa kecantikan tubuh tidak sekedar sesuatu yang menarik dipandang, tapi sebenarnya memberi informasi mengenai kesehatan dan kesuburan," kata Singh.

Wajah yang menunjukkan kesuburan

Lebih jauh, struktur dari wajah seseorang juga memberi petunjuk mengenai kesuburannya. Estrogen pada wanita mempengaruhi pertumbuhan tulang wajah bagian bawah dan dagunya, membuatnya relatif kecil dan pendek. Sedangkan tulang alis tumbuh sedemikian sehingga membuat mata menjadi tampak lebar, kata Thornhill. Sementara pada pria, testosteron mempengaruhi bentuk muka bagian bawah dan rahang menjadi lebih besar.

Pria dan wanita yang memiliki bentuk wajah seperti di atas dianggap lebih menarik, ungkap Thornbill, karena hal itu menunjukkan tingkat kesehatan reproduksinya.

Ketertarikan orang akan bentuk-bentuk seperti itu terbukti dengan maraknya bisnis operasi plastik, yang pada dasarnya bertujuan untuk membuat seseorang memiliki wajah dengan kaidah-kaidah tertentu yang dianggap indah.

Bau yang menggoda

Dalam laporan penelitian bulan lalu, disebutkan bahwa bau dan penampilan seorang wanita akan tampak lebih menarik pada saat-saat tertentu dalam suatu bulan.
Dan uniknya, pria yang bertubuh simetris juga memiliki bau lebih enak.

Ini terbukti dalam percobaan yang dilakukan Thornbill, dimana ia meminta para wanita sukarelawan untuk membaui pakaian dalam pria yang terkena keringat. Hasilnya, para sukarelawan menganggap bau pakaian dalam pria dengan tubuh simetris (sukarelawan tidak diberi tahu siapa pemilik pakaian) lebih menarik dan menggairahkan.

Sampai di sini kita mungkin bertanya-tanya, dan mulai bingung, apakah kriteria seseorang menarik atau tidak adalah sesuatu yang terlihat dan kita sadari? Karena dalam beberapa kasus, sukarelawan mengaku tidak membaui apapun dari pakaian dalam pria simetris, namun masih tetap mengaku tertarik.

"Saya pikir pendeteksian terhadap jenis bau-bau seperti ini berada di bawah kesadaran kita," kata Thornhill.

Sebuah penelitian tahun 2002 menemukan bahwa banyak perempuan lebih menyukai bau dari pria yang secara genetis mirip dengan genetisnya, dibanding pria yang secara genetis berbeda atau terlalu identik. Yang terakhir ini mungkin sifat alami untuk menghindari perkawinan antar saudara.

Pembauan di bawah sadar ini mungkin berkaitan dengan pheromone, sinyal-sinyal kimia dari tubuh yang berfungsi untuk menyampaikan kondisi reproduktif. Gen manusia mengandung lebih dari 1.000 gen olfactory - bandingkan dengan sekitar 300 gen penerima gambar di mata - sehingga tak heran bila pheromone mendapat banyak perhatian dari para peneliti dan pembuat minyak wangi.

Hanya saja, peran pheromone dalam kehidupan manusia masih menjadi sesuatu yang diperdebatkan.

Padahal di dunia binatang, pheromone secara jelas berfungsi sebagai daya tarik seksual. Gajah-gajah jantan dewasa, misalnya, meningkatkan daya tarik seksualnya menggunakan campuran kimiawi yang tidak dapat diproduksi oleh gajah-gajah muda.

Milos Novotny, dari Institut Riset Pheromone, Universitas Indiana, telah menemukan bahwa molekul-molekul khusus yang dihasilkan tikus jantan mampu menarik perhatian tikus betina, sekaligus mengusir, bahkan membuat marah tikus jantan lain.

Tetapi banyak peneliti yang belum meyakini gagasan bahwa senyawa tak berbau ini memiliki peran dalam membuat seseorang menjadi menarik. Ahli biologi evolusioner, Jianzhi Zhang dari Universitas Michigan, adalah salah seorang diantaranya.

Tahun 2003, Zhang menyatakan bahwa gen yang bermutasi sekitar 23 juta tahun lalu pada primata di Afrika dan Asia - yang dianggap sebagai nenek moyang manusia - memungkinkan mereka untuk melihat warna. Ini membuat para pejantan menyadari bokong betina-betina berubah warna menjadi merah terang saat mereka siap kawin.

"Dengan perkembangan seperti itu, tidak diperlukan kepekaan pheromone untuk mengetahui apakah monyet betina siap untuk kawin," kata Zhang. "Penggunaan petunjuk visual adalah suatu keunggulan dibanding pheromone karena kita dapat melihatnya dari jauh."

Namun begitu, sebuah penelitian yang dilakukan tahun lalu, menunjukkan pheromone manusia mempengaruhi area seksual di otak para wanita dan pria gay dalam pola yang sama.

Seks visual

Pheromone, seperti bau-bauan yang lain, menyebar melalui udara menumpang partikel lain. Senyawa ini biasanya melayang-layang sekitar 10 inci di atas tanah. Sehingga kecil kemungkinan pheromone menimbulkan gairah yang tiba-tiba saat pasangan bertemu.

Gairah lebih mudah terpicu lewat pandangan. Ingat bagaimana para pria bersuit-suit saat melihat gadis sexy lewat. Kekuatan visual ini seolah mengalahkan kedigdayaan pheromone.
Lebih parah lagi, tujuan pheromone adalah organ khusus yang disebut volmeronasal, yang kini tidak berkembang lagi pada manusia. Padahal seharusnya dari organ tersebut, bau-bau menggairahkan bergerak ke otak, terpisah dari bau lain.

Menurut Zhang, setelah nenek moyang kita bisa melihat warna, gen penting yang berfungsi untuk menerima sinyal pheromone menjadi makin tidak berfungsi. Namun mekanisme untuk menghasilkan pheromone masih bekerja. Dan dalam kasus tertentu, secara tidak sadar kita masih tertarik pada pheromone yang dikeluarkan lawan jenis.

Hubungan yang langgeng

Pada akhirnya ketertarikan satu sama lain pada manusia seringkali lebih ditentukan oleh faktor kebiasaan. Hubungan yang dekat kadang lebih berperan dibanding apa yang kita lihat dan kita cium.

Tahun lalu J. Philippe Rushton, seorang psikolog dari Universitas Western Ontario, mencari tahu hubungan gen dengan pemilihan pasangan. Diperoleh bahwa kesamaan genetis memiliki peran hingga 34 persen dalam pertemanan dan pemilihan pasangan.

"Teori di balik ini adalah bahwa beberapa gen bekerja baik bila dikombinasikan dengan gen serupa," kata Rushton.

Bila pasangan Anda hampir mirip secara genetik, maka Anda kemungkinan besar akan memiliki hidup perkawinan yang bahagia, lanjtnya. Ini karena seseorang biasanya akan lebih perhatian dan bersedia berkorban bagi orang yang secara genetis mirip dengannya.

Pasangan dengan gen mirip biasanya juga memiliki personalitas dan budaya tidak terlalu berbeda. Dan itulah yang seringkali menyatukan wanita dengan pria: kecocokan.

Cinta sejati

Beberapa orang sering beranggapan ketertarikan secara seksual akan berujung pada rasa cinta yang kuat. Namun sebenarnya yang manakah lebih memotivasi kita, seks memunculkan cinta, atau cinta menuju pada hubungan seks?

Penelitian terhadap otak orang-orang yang sedang jatuh cinta menunjukkan tingginya aktivitas cinta dibanding seks. "Cinta yang romantis adalah salah satu pengalaman manusia yang paling kuat," kata Helen Fisher, seorang antropolog dari universitas Rutgers. "Cinta jelas jauh lebih kuat dari keinginan seks."

Karenanya apa yang membuat seseorang tertarik pada orang lain, makin menjadi misterius. Urutan bagi masing-masing orang berbeda-beda. Namun banyak orang menempatkan unsur kesetiaan di urutan atas.

Peneliti dari Cornell University, Stephen Emlen, melakukan penelitian terhadap 1.000 orang berusia 18 hingga 24 untuk mencari tahu manakah di antara sifat-sifat seperti penampilan fisik, kesehatan, status sosial, ambisi, kepercayaan, dan lainnya yang berperan penting dalam hubungan.

Kebanyakan orang memilih kesetiaan sebagai hal utama dalam menentukan pasangan jangka panjang. Setelah itu baru penampilan fisik, komitmen terhadap keluarga, kekayaan, dan status.
Artinya, pada manusia, unsur-unsur budaya menjadi lebih berperan dibanding fisik semata, meski yang terakhir ini seringkali menjadi pemicu munculnya ketertarikan.

Sumber: LiveScience.com
Penulis: Wsn
www.kompas.co.id

Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #14 on: 22 September 2007, 10:58:19 AM »
SOICHIRO HONDA : "Lihat Gagal Saya"
sumber : email temen. [lupa namanya  ::) ]

Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia terus bermimpi dan bermimpi...

Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaraan ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki "raja jalanan".

Namun, pernahkah anda tahu, sang pendiri "kerajaan" Honda – Soichiro Honda - diliputi kegagalan? Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

"Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya di sekitar mesin, motor dan sepeda," tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.

Kecintaannya kepada mesin, mungkin 'warisan' dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi catut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.

Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin.Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.

Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih?

Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Kuliah

Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

"Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya," ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena sedang siap perang, tidak memberikan dana.

Ia pun tidak kehabisan akal dan mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat untuk digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda.
Siapa sangka, "sepeda motor" - cikal bakal lahirnya mobil Honda – itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor.

Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobilnya, menjadi "raja" jalanan dunia, termasuk Indonesia.

Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. "Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan-kegagalan saya", tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru.

Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin.

= = = = = = = = = = =

5 Resep keberhasilan Honda :
1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.
3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.
4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #15 on: 22 September 2007, 11:00:04 AM »
BELAJARLAH MENULIS DI ATAS PASIR
sumber : unknown. udah lama banget ceritanya...  tp sangat mengharukan :'(

Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.

Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar pipi temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir: "HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU"

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.

Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: "HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENYELAMATKAN NYAWAKU".

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya: "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu ?"

Temannya sambil tersenyum menjawab : "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir, agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut, dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi,kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin."

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karena cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu.

Belajarlah menulis diatas pasir.

Life is an everlasting learning, learn how to be honest to your own heart and learn to have a big opened heart to love deeply and to forgive quickly.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #16 on: 22 September 2007, 11:00:49 AM »
BILA ENGKAU

Bila Engkau tidak bisa menjadi pohon cemara di bukit,
Jadilah belukar yang indah di tepi parit.

Bila Engkau tak bisa menjadi belukar,
Jadilah rumput yang membuat jalan-jalan semarak.

Bila Engkau tak bisa menjadi gurami,
Jadilah teri yang terindah di tambak.

Bila Engkau tak bisa menjadi komandan,
Jadilah prajurit yang tangguh.

Bukan kebesaran yang menentukan menang atau kalah,
Yang penting jadilah wajar, apa adamu, dan menjadi dewasa

-Douglas Malloch-
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #17 on: 22 September 2007, 11:02:17 AM »
BAO : SIMBOL KEADILAN
“Cermin yang terang benderang digantungkan tinggi-tinggi”, mengacu kepada pejabat yang menjunjung kebenaran–––– dalam hal ini, Hakim Bao.

Di antara pejabat dan politikus yang menjunjung kebenaran di Tiongkok, Hakim Bao pastilah yang paling terkenal, berpengaruh dan populer.
Bao Zheng (tahun 999-1062 Sesudah Masehi) dari Dinasti Song Utara adalah dari Hefei di propinsi Anhui. Tidak ada pejabat pemerintah di dalam keluarganya, selain mereka yang bergelar sarjana. Ia adalah putra tunggal orang tua yang sudah paruh baya. Menaati ajaran Confucian untuk “tidak pergi jauh ketika orangtuamu masih hidup”, Bao pun bertekad menjadi putra yang patuh sebelum melayani negara. Maka baru setelah berusia 26 tahun, setelah menikah dan meninggalkan istrinya untuk merawat orangtuanya, ia berangkat untuk mengikuti ujian di ibukota kerajaan. Pada usia 28, Bao menjadi calon terkuat di dalam ujian itu. Ia segera pulang membawa berita gembira tersebut, namun ketika melihat orangtuanya yang sudah tua, ia berpikir: “Waktu yang tersisa untuk merawat mereka sudah tidak lama lagi, sedangkan waktu untuk melayani negara masih lama. Biarlah aku mengundurkan diri dari jabatan pengawas pajak dan tinggal di rumah merawat orangtuaku.”

Ia berusia 39 tahun ketika orangtuanya meninggal 10 tahun kemudian. Bao bekerja sebagai hakim selama 26 tahun dan memimpin lebih dari 1000 kasus pengadilan. Ia teliti, berakal-budi, dan mampu membaca situasi dengan keakuratan ajaib. Dengan berani ia melawan pejabat-pejabat korup dan bersikeras membela rakyat biasa. Hal ini membuatnya dijuluki Bao Qingtian (Bao sang Langit Cerah).

Fakta bahwa rakyat memandangnya sebagai keturunan dewa menunjukkan betapa mereka menghormati dan membutuhkannya. Hal ini terjadi di kabupaten Duan, sebuah kota yang terkenal karena papa tintanya, di mana Bao, pada usia 42 tahun, menjabat sebagai hakim selama 3 tahun. Walaupun ia sendiri pecinta kaligrafi, Bao tidak membawa pulang satu pun papan tinta Duan itu setelah menyelesaikan masa tugasnya. Hal ini menunjukkan betapa ia menjunjung kebenaran.

Sepuluh tahun kemudian, Bao dipromosikan menjadi penasihat sang kaisar setiap kali sang kaisar berbuat salah. Ketika itu, Kaisar Ren Zong sedang mabuk kepayang kepada selirnya, Zhang, dan mengangkat paman Zhang, yaitu Zhang Yaozuo sebagai menteri keuangan. Bao, yang telah lama mengamati sanak saudara kerajaan dengan jabatan-jabatan negara, menemukan Zhang tidak cukup kompeten untuk jabatan tersebut. Berkali-kali ia menegur sang kaisar, namun Ren Zong tidak mendengarkannya dan malah memberi Zhang empat jabatan lain yang lebih penting. Bao menegur sang kaisar dengan bahasa yang sangat keras, bahkan sampai wajah sang kaisar terkena ludahnya!

Ketika Ren Zong kembali ke istana, selirnya, Zhang, muncul untuk mengucapkan terima kasih atas jabatan yang telah diberikannya kepada pamannya. Sambil menyeka wajahnya, sang kaisar mengamuk: “Xuanhuishi, Xuanhuishi (nama resmi paman Zhang). Kamu hanya mempedulikan Xuanhuishi! Apa kamu tidak tahu bahwa Bao Zheng itu penasihatku?”. Di kemudian hari, Zhang mau tidak mau mengundurkan diri dan barulah kasus ditutup. Bagaimanakah Bao demikian mujur di dalam hubungannya dengan sang kaisar? Sesungguhnya, itulah cara Ren Zong meraih popularitas dengan menunjukkan betapa dirinya berjiwa besar.

Ketika Bao dipromosikan menjadi kepala pengawas di istana kerajaan pada usia 60 tahun, ia mencopot dua pejabat berpangkat tinggi, yaitu sansishi (yang bertanggung jawab atas urusan keuangan). Segeralah Ren Zong menginginkan Bao menjadi sansishi. Akan tetapi Ouyang Xiu yang bertanggung jawab atas dokumen-dokumen rahasia negara, menentang keputusannya. Ouyang, yang biasanya mendukung Bao, ingin melindungi reputasi Bao: sebab dalam hal ini, mungkin saja Bao dituduh mengingini jabatan sansishi. Ouyang berdebat bahwa walaupun Bao dikenal selalu menjunjung kebenaran, janganlah ia dikecualikan dari pengawasan.

Demikianlah Bao untuk sementara waktu dibebas-tugaskan. Dan baru setelah Ren Zong mendesak, pada akhirnya ia menerima jabatan tersebut. Ia meninggal karena sakit pada usia 64 tahun.


Sumber :
Lin Shan (2006). DONGENG NAGA (DRAGON TALES): SEJARAH TIONGKOK DARI DINASTI TANG HINGGA DINASTI MING. Lucky Publishers. Batam Centre.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #18 on: 22 September 2007, 11:03:15 AM »
Apa yang Paling Kuat di Dunia ini???
sumber : ga jelas. gw bener2 ga tau dpt dr mana ceritanya...  :))

Ada orang bertanya, apakah yang paling kuat di dunia ini?
Besi dan baja paling kuat, namun api membara dapat melarutkannya.
Api membara paling kuat, namun air dapat memadamkannya.
Air bah paling kuat, namun matahari dapat menguapkannya.
Matahari paling kuat, namun lapisan awan dapat menutupinya.
Awan paling kuat, namun topan dapat mengembusnya.
Badai angin paling kuat, namun gunung tinggi dapat menahannya.
Gunung tinggi paling kuat, namun pendaki gunung dapat menaklukkannya.
Singa dan harimau paling kuat, namun lalat atau semut dapat menggigitnya.
Orang jahat paling kuat, namun ketakutan dapat mengejutkannya.
Kematian paling kuat, namun orang yang memahami kebenaran mampu mengatasinya. Kalau begitu, apakah yang paling kuat?
Orang yang mempunyai keyakinan paling kuat.
Orang yang mempunyai keyakinan, dia bisa tidak takut pada langit dan bumi, tidak merasa gentar terhadap hidup maupun mati,
Dia bisa bersandar pada faramita (kesempurnaan) di dalam hatinya, tidak kaget dengan kemuliaan dan kehinaan duniawi, benar-benar memahami akan hakikat dan arti kehidupan. Orang yang memiliki pandangan arif dan bijaksana paling kuat.
Orang yang memiliki pandangan arif bijaksana, mengetahui mana yang benar atau salah, baik atau jahat, mengetahui karma sebab-akibat, mengetahui manfaat baik atau buruk, mengetahui baik, jahat, kesesatan dan kesadaran, tidak akan tersesat.Orang yang memiliki kearifan paling kuat.
Orang yang memiliki kearifan mengerti tentang segala sesuatu, memahami kebajikan dan moralitas, mampu membuka pikirannya, rendah hati dan penuh perhatian, memahami segala sesuatu dengan mendalam, mengambil keputusan yang adil, jujur, dan rasional. Orang yang mempunyai belas kasih paling kuat.
Kekuatan belas kasih, memperlakukan dengan baik terhadap segalanya. Kekuatan belas kasih, mengatasi keinginan irasional dan nafsu pribadi. Kekuatan belas kasih, membuat masalah menjadi lancar dan harmonis: kekuatan belas kasih, timbul dari hati yang lapang.Orang yang lemah lembut paling kuat.
Kelembutan dapat mengatasi kekerasan. Gigi dan lidah, gigi lebih keras dibanding lidah, namun saat manusia mulai tua, gigi mulai tanggal, sedangkan lidah tetap utuh seperti semula. Maka dari itu sebagai manusia harus berdasarkan kelembutan bukan kekerasan, mengandalkan keteguhan dan tidak bermalas-malasan untuk memenangkan kesuksesan. Di atas dunia ini, pada umumnya orang pasti berharap diri sendiri menjadi seorang yang kuat, namun di antara orang yang kuat pasti masih ada yang lebih kuat, sebagaimana yang disebut bahwa di luar manusia masih ada manusia, di luar langit masih ada langitnya, kuda yang liar di tunggangi oleh orang yang sesuai, obat beracun pasti ada orang yang tahu penawarnya dengan cara racun dilawan dengan racun. Maka, di atas dunia ini tidak ada yang benar-benar paling besar dan kuat, yang ada hanya kebaikan paling besar, dan hanya sebab akibat yang paling kuat.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #19 on: 22 September 2007, 11:04:02 AM »
TELAGA HATI
Author : Unknown

Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah. Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya. Pak tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya", ujar pak tua. "Pahit, pahit sekali", jawab pemuda itu sambil meludah ke samping.

Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu. Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dgn sepotong kayu ia mengaduknya. "Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah." Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya, "Bagaimana rasanya?". "Segar", sahut si pemuda. "Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?" tanya pak tua. "Tidak," sahut pemuda itu.

Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata, "Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yg kamu dapat lakukan; lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Pak tua itu lalu kembali menasehatkan: "Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya? Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu, dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian."

Karena Hidup adalah sebuah pilihan...
mampukah kita jalani kehidupan dengan baik sampai ajal kita menjelang?
Belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #20 on: 22 September 2007, 11:04:33 AM »
TELAGA CERMIN

Suatu ketika di sebuah sabana, berkumpullah kelompok harimau. Di kelompok itu, juga tinggal beberapa harimau muda yang baru mulai belajar berburu. Ada seekor harimau muda yang terlihat menjauh dari kelompok itu. Dia ingin mencari tantangan. Kaki-kaki mudanya melintasi rumput-rumput yang belum terjamah. Matanya terlihat waspada mengawasi sekitarnya. Tanpa disadari, kakinya menuju sebuah telaga yang menjorok ke dalam. Airnya begitu bening, memantulkan apa saja yang terlihat di atasnya. Sang harimau muda terkejut, ketika dilihatnya ada seekor harimau lain di sana. “Hei...ada harimau lain yang tinggal di dalam air.”

Kucing besar itu masih tertegun ketika melihat harimau di telaga itu selalu mengikuti setiap gerak-geriknya. Ketika dia mundur menjauh, harimau dalam telaga itu pun ikut menghilang. Sesaat kemudian, harimau itu menyembulkan kepalanya, oh, ternyata harimau telaga itu masih ada. Dipasangnya senyum persahabatan, dan ada balasan senyum dari arah telaga. “Akan kuberitahu yang lain. Ada seekor harimau baik hati yang tinggal di tempat ini.”

Kabar tentang harimau dalam telaga itu pun segera diberitahukannya. Ada seekor harimau lain yang tertarik, dan ingin membuktikan cerita itu. Setelah beberapa saat, sampailah dia di telaga itu. Dengan berhati-hati, hewan belang itu memperhatikan sekeliling. Ups.. kakinya hampir terperosok ke dalam telaga. Dia terlihat mengaum, seraya menyembulkan kepalanya ke arah lubang telaga. “Hei...ada harimau yang sedang marah di dalam sana,” begitu pikirnya dalam hati. Harimau itu kembali menyeringai, memamerkan seluruh taring miliknya. Dia menunjukkan muka marah. Ohho, ternyata harimau dalam telaga pun tak kalah, dan melakukan tindakan serupa.

“Ah, temanku tadi pasti berbohong. Tak ada harimau baik dalam telaga itu. Aku hampir saja dimakannya. Lihat, wajahnya saja terlihat marah, dan selalu menggeram. Aku tak mau berteman dengan harimau dalam telaga itu.” Harimau yang masih marah itu segera bergegas pergi. Rupanya ia tidak menyadari bahwa harimau dalam telaga itu, sesungguhnya adalah pantulan dari dirinya.

Pandangan orang lain, sama halnya dengan cermin dan telaga, adalah pantulan dari sikap kita terhadap mereka. Dugaan dan sangkaan yang kerap muncul, bisa jadi adalah refleksi dari perlakuan kita terhadap mereka. Baik dan buruknya suatu tanggapan, tak lain merupakan balasan dari diri kita sendiri. Layaknya cermin dan air telaga, semuanya akan memantulkan bayangan yang serupa. Tak kurang dan tak lebih.

Agaknya kita perlu mencari sebuah cermin besar untuk berkaca. Menatap seluruh wajah kita, dan mengatakan kepada orang di dalam cermin itu. Tataplah dalam-dalam, seakan ingin menyelami seluruh wajah itu dan berkata, “Sudahkah saya menemukan wajah yang bersahabat di dalam sana?” Teman, cobalah menatap wajah kita dalam-dalam, dan cobalah jujur menjawabnya, “Sudahkah kutemukan wajah yang bersahabat di dalamnya?”

Jkt,21/10/05 [ET]
Write off : eddytgt [at] yahoo.com
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #21 on: 22 September 2007, 11:05:03 AM »
Si Cadel yang Pantang MenyeLah
Author : Unknown

Hari 1.
Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal didekat rumahnya.
cadel: "bang, beli nasi goleng satu"
abang: "apa...?" (.....ngeledek.)
cadel: "Nasi Goleng!
abang: "Apaan...?” (.....Ngeledek lagi.)
cadel: "Nasi Goleng!!!"
abang: "ohh nasi goleng..."
Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel dengan sangat kesal, sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan "nasi goreng" dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan dengan baik dan benar.

Hari 2.
Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi.
cadel: "bang...,saya mau beli NASI GORENG, bungkus!!!"
abang: "ohh...pake apa?"
cadel: "...pake telol..." (Sambil sedih...)
Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata "telor" sampai benar.

Hari 3.
Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari berturut-turut makan nasi goreng:
cadel: "bang..., beli NASI GORENG, Pake TELOR!!! Bungkus!"
abang: "ceplok atau dadar ?"
cadel: "dadal..."
Dengan spontan. Kembali dia berlatih dengan keras.

Hari 4.
Dengan modal 4 hari berlatih lidah hari ini dia yakin mampu memesan dengan tanpa ditertawakan.
cadel: "bang...beli NASI GORENG, Pake TELOR, di DADAR!"
abang: "hebat kamu 'del, udah nggak cadel lagi nich, harganya Rp.2500, del."
si cadel menyerahkan uang Rp.3000 kepada si abang, namun si abang tidak memberikan kembaliannya, hingga si cadel bertanya:
cadel: "bang.., kembaliannya?"
abang: "oh iya, uang kamu Rp.3000, harganya Rp.2500, kembalinya berapa del?", sambil senyum ngeledek. Si cadel gugup juga untuk menjawabnya, dia membayangkan besok bakal makan nasi goreng lagi. Tapi akhirnya dia menjawab:"...GOPEK...!!!" Sambil tersenyum penuh kemenangan.

Moral Cerita :
INTI DALI CELITA INI ADALAH
HIDUPLAH TELUS DENGAN PENUH PELJUANGAN !!
JANGAN MENYELAH YACH !!
MELDEKA !!
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #22 on: 22 September 2007, 11:05:54 AM »
S-H-M-I-L-Y
Author : Unknown

Kakek dan nenekku sudah lebih dari setengah abad menikah, namun tetap memainkan permainan istimewa itu sejak mereka bertemu pertama kali. Tujuan pemainan mereka adalah menulis kata "shmily" di tempat yang secara tak terduga akan ditemukan oleh yang lain.

Mereka bergantian menulis "shmily" di mana saja di dalam rumah. Begitu yang lain menemukannya, maka yang menemukan sekali lagi mendapat giliran menulis kata itu di tempat tersembunyi. Dengan jari mereka menorehkan "shmily" di dalam wadah gula atau wadah tepung, untuk ditemukan oleh siapapun yang mendapat giliran menyiapkan makanan.

Mereka membuatnya dengan embun yang menempel pada jendela yang menghadap ke beranda belakang, tempat nenekku selalu selalu menyuguhkan puding warna biru yang hangat, buatannya sendiri. "Shmily" dituliskan pada uap yang menempel pada kaca kamar mandi setelah seseorang mandi air panas; kata itu akan muncul berulang-ulang setiap kali ada yang selesai mandi. Nenekku bahkan pernah membuka gulungan tisu toilet dan menulis "shmily" di ujung gulungan itu. "Shmily" bisa muncul di mana saja. Pesan - pesan singkat dengan "shmily" yang ditulis tergesa-gesa bisa ditemukan di dasbor atau jok mobil, atau direkatkan pada kemudi. Catatan-catatan kecil itu diselipkan ke dalam sepatu atau diletakkan di bawah bantal.

"Shmily" digoreskan pada lapisan debu di atas penutup perapian atau pada timbunan abu di perapian. Di rumah kakek nenekku, kata yang misterius itu merupakan sesuatu yang penting, sama pentingnya dengan perabotan.

Aku memerlukan waktu yang lama sekali sebelum benar-benar bisa memahami dan menghargai permainan kakek-nenekku. Sikap skeptis membuatku tidak percaya bahwa cinta sejati itu ada - cinta yang murni mengatasi segala suka dan duka. Meski begitu, aku tak pernah meragukan hubungan kakek-nenekku. Mereka sungguh saling mencintai. Dengan cinta yang lebih mendalam daripada kemesraan yang mereka tunjukkan; cinta adalah cara pedoman hidup mereka.

Hubungan mereka didasarkan pada pengabdian dan kasih yang tulus, yang tidak semua orang cukup beruntung untuk mengalaminya. Kakek dan nenek selalu bergandengan tangan kapan saja kesempatan memungkinkan. Mereka berciuman sekilas bila bertabrakan di dapur mereka yang mungil. Mereka saling menyelesaikan kalimat pasangannya. Setiap hari mereka bersama-sama mengisi teka-teki silang atau permainan acak kata. Nenekku membisikkan kepadaku bahwa kakekku sangat menarik, dan bahwa semakin tua kakek semakin tampan. Menurut nenek, dia tahu "bagaimana membuat kakek bahagia." Sebelum makan mereka selalu menundukkan kepala dan mengucap syukur atas berkah yang mereka terima: keluarga yang bahagia, rezeki yang cukup, dan pasangan mereka.

Tetapi, dalam kehidupan kakek-nenekku ada satu sisi kelam: nenekku menderita kanker payudara. Penyakit itu pertama kali diketahui sepuluh tahun sebelumnya. Seperti yang selalu dilakukannya, Kakek mendampingi Nenek menjalani setiap tahap pengobatan. Dia menghibur Nenek di kamar kuning mereka, yang sengaja dicat dengan warna itu agar Nenek selalu dikelilingi sinar matahari, bahkan ketika dia terlalu sakit untuk keluar rumah. Sekali lagi kanker menyerang tubuh Nenek. Dengan bantuan sebatang tongkat dan tangan kakekku yang kukuh, mereka tetap pergi jalan-jalan setiap pagi. Tetapi nenekku dengan cepat menjadi lemah sampai, akhirnya, dia tak bisa lagi keluar rumah. Suatu hari, apa yang kami takutkan terjadi. Nenek meninggal.

"Shmily". Kata itu ditulis dengan tinta kuning pada pita-pita merah jambu yang menghias buket bunga duka untuk nenekku. Setelah para pelayat semakin berkurang dan yang terakhir beranjak pergi, para paman dan bibiku, sepupu-sepupuku, dan anggota keluarga lainnya maju mengelilingi nenek untuk terakhir kali. Kakek melangkah mendekati peti mati Nenekku lalu, dengan suara bergetar, dia menyanyi untuk nenek. Bersama airmata dan kesedihannya, lagu itu dia nyanyikan; lagu ninabobo dalam alunan suara yang dalam dan parau. Tergetar oleh kesedihanku sendiri, aku takkan pernah melupakan saat itu. Karena pada saat itulah, meskipun aku belum dapat mengukur dalamnya cinta mereka, aku mendapat kehormatan menjadi saksi keindahannya yang abadi.

Aku melihat kakek menulis pesan di pusara nenekku. S-H-M-I-L-Y: See How Much I Love You.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #23 on: 22 September 2007, 11:06:28 AM »
SENDOK KUAH
Story from my old Friend, Mr.Welly Go

John mengundang ibunya makan malam di apartemennya. Sewaktu makan, ibunya selalu memperhatikan betapa cantiknya teman seapartemen anaknya, John.

Sang ibu malah sudah lama memendam kecurigaan adanya hubungan istimewa antara John dan teman seapartemennya. Oleh sebab itu menambah keinginantahuan sang ibu tentang hubungan anaknya itu. Hingga malam hari, sang ibu memperhatikan bagaimana kedua insan itu berinteraksi sang ibu mulai ber-tanya2 dalam hatinya, ada apa di balik hubungan John dan temannya itu yang tidak kasat mata. Membaca pikiran sang ibu, John berkata,"Saya tahu apa yang ada dalam pikiran ibu, tetapi saya jamin, Julie dan saya hanyalah TEMAN BIASA saja."

Satu minggu kemudian, Julie mengatakan pada John, "Sejak ibumu datang makan malam, saya tidak dapat lagi Menemukan sendok perak kuah itu. Kau tidak akan mengira Ibumu membawanya bukan." John berkata,"Aku meragukan hal itu, tetapi untuk memastikannya Aku akan menulis surat padanya.”

Lalu John menulis suratnya sebagai berikut :

Ibu yang tercinta, Saya tidak mengatakan ibu "mengambil" sendok kuah dari apartemenku, Dan saya juga tidak mengatakan ibu "tidak mengambil" sendok kuah itu. Tetapi faktanya adalah bahwa sendok kuah itu raib, sejak ibu datang makan malam di sini.

Beberapa hari kemudian, John menerima surat dari ibunya yang berbunyi:
Puteraku sayang. Ibu tidak mengatakan kau "tidur" dengan Julie, dan ibu juga tidak mengatakan kau "tidak tidur" dengannya. Tetapi faktanya adalah bila Julie tidur di tempat tidurnya sendiri, dia akan menemukan sendok kuah itu.
Ibumu tercinta.

Pelajaran untuk Hari ini ------ "Jangan membohongi ibumu"... ^_^
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #24 on: 22 September 2007, 11:07:00 AM »
PENGORBANAN PASTI ADA BALASANNYA

(.or.id) - Dani adalah seorang pemuda yang sangat ramah, ia juga ringan tangan dalam arti suka menolong orang lain yang sedang kesusahan, baik diminta maupun tidak. Tidak peduli masalah besar atau kecil, selama orang lain membutuhkan, ia pasti akan membantu sepenuh hati.

Suatu ketika, Dani pergi ke sebuah perusahaan untuk melamar pekerjaan, saat menunggu interview di kantor itu, kebetulan melihat seorang pekerja pada perusahaan tersebut sedang memindahkan setumpuk dokumen ke tempat lain, dikarenakan nalurinya yang merasa senang membantu orang, Dani segera berdiri membantunya membukakan pintu, pekerja itu merasa sangat berterima kasih dan tersenyum kepada Dani, menyatakan terima kasih.

Ternyata hasil dari interview menunjukkan Dani tidak diterima karena tinggi badannya tidak mencukupi. Sudah pasti dari wajahnya ia terlihat kecewa, ketika akan pergi meninggalkan kantor tersebut, pekerja tadi yang memindahkan dokumen memanggilnya, setelah menanyakan keadaan yang sebenarnya, menyuruhnya menunggu sebentar, kemudian ia berjalan menuju ke ruang direktur.

Tidak lama kemudian, pekerja itu keluar dari ruang direktur, dan dengan wajah berseri berkata kepada Dani: "Anda dipanggil direktur." Dani merasa bingung, tidak tahu rencana apa yang tersembunyi di dalam benak orang ini. Direktur memberi salam pada Dani dengan sangat antusias dan berkata: "Selamat, setelah melalui pertimbangan kembali, kami memutuskan menerimamu!"

Belakangan, Dani baru tahu, pekerja itu adalah sekretaris direktur, waktu itu sedang menuju ke ruang arsip memindahkan dokumen, namun keluar-masuk beberapa kali, puluhan pelamar yang sedang menunggu di tempat itu, semuanya hanya memandangnya membuka dan menutup pintu dengan sukarnya, sampai-sampai tidak ada yang berinisiatif untuk bangkit berdiri membantunya. Hanya Dani yang datangnya paling akhir melihat keadaan yang demikian segera membantunya. Maka, begitu sekretaris melaporkan kepada direktur keadaan yang sebenarnya, direktur dengan cepat merasa sangat terkesan.

Sekarang ini merupakan sebuah zaman yang berdasarkan kemampuan dan persyaratan ketat untuk meraih sesuap nasi, namun ketekunan, budi pekerti yang baik untuk membantu orang lain dengan senang hati semuanya tidak boleh diabaikan sampai kapan pun. Di luar dugaan, dalam hal ini Dani telah melakukan sebuah pekerjaan yang baik, telah membuktikan pepatah: "Tidak boleh menganggap remeh hal yang sepele, pengorbanan pasti ada hikmahnya (balasan)."
Sebuah hal, mungkin karena membantu tanpa disengaja, mungkin hanya karena jasa bantuan, namun siapa tahu dapat memberi Anda sebuah keberuntungan hidup.
(Sumber: Mingxin.net)
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #25 on: 22 September 2007, 11:07:26 AM »
PAYUNG SANUBARI
Penulis : Anonim

Saat keluar dari rumah, langit tampaknya tidak seperti akan turun hujan, namun aku tetap membawa sebuah payung. Berjalan di atas trotoar, melihat-lihat pejalan kaki juga kebanyakan tidak membawa payung. Tepat pada saat aku sedikit mengeluh mengenai payung yang tidak begitu enak dibawa, hujan tanpa dikehendaki telah turun mengguyur.

Para pejalan kaki yang membawa payung segera membuka payungnya, sedangkan orang yang tidak membawa payung tentu saja lari terbirit-birit, yang tidak membawa payung segera berlari berteduh di toko pinggir jalan, sedangkan yang mempunyai urusan mendesak mau tidak mau terburu-buru mempercepat langkahnya di tengah hujan yang deras, bahkan para wanita cantik dari kalangan priyayi juga hampir berlari, sama sekali tidak ada sikap anggun seperti biasanya.

Aku segera membuka payungku, berjalan perlahan di tengah hujan, "luar payung adalah hujan lebat, sedangkan dalam payung adalah teluk", sungguh nyaman merasakan adanya payung. Hujan, semakin lebat. Jalanan hampir tidak ada orang, kios pedagang yang berada di udara terbuka pinggir jalan dengan kecepatan luar biasa lenyap tak membekas. Pohon, trotoar, rumah dan segenap kota semuanya diselimuti oleh hujan yang membentang luas dan penuh kabut ini. Menatap sebuah pemandangan yang baru saja terjadi dan datangnya mendadak ini, tiba-tiba timbul persepsi pada diriku, sanubari kita, bukankah setiap saat juga memerlukan sebuah payung? Ya, sanubari kita, setiap saat memerlukan sebuah payung yang hangat, sebab Anda sama sekali tidak tahu kapan hujan angin akan tiba, dengan adanya dia, maka saat datang hujan angin Anda akan tenang, tidak tergesa-gesa, dan santai.

Payung sanubari, bisa membuat Anda berubah menjadi tenang dan merasa bahagia di bawah lindungannya. Di bawah terik matahari, dia akan membuat Anda merasa sejuk, di tengah hujan lebat, dia akan membuat sanubari Anda terhidar dari kebasahan. Di bawah payung, perasaan Anda akan berubah semakin lama semakin baik, Anda akan merasakan dunia ini sepertinya juga berada di bawah payung ini, bagaikan syair, bagaikan lukisan dan seperti Anda.

Payung sanubari, aneka warna-warna nan cemerlang, harum sedap menyegarkan orang, dia tidak membutuhkan Anda berbuat sesuatu untuknya, saat cuaca cerah dan berangin lembut, Anda dapat dengan lembut melipatnya, disimpan dalam lubuk hati yang paling dalam, dengan penuh keyakinan melangkah dalam perjalanan kehidupan. Namun di saat Anda membutuhkannya, dengan sendirinya dia akan dengan nakalnya melompat keluar dari lubuk hati yang dalam, baik secara mendesak ataupun perlahan-lahan membuka sendiri, berjalan bersama dengan Anda. Sungguh indah merasakan adanya payung. Orang dalam perjalanannya, siapa yang tidak mengharapkan bisa memiliki sebuah payung seperti ini? Sejati, baik dan sabar, bukankah adalah payung sanubari ini?
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #26 on: 22 September 2007, 11:07:56 AM »
MULUT YANG ARIF

(.or.id) - Kata-kata yang terucap keluar, air yang terpancar keluar. Lidah tajam melukai orang, melebihi tajamnya mata pisau membuat orang tidak sanggup menahannya. Dongeng maupun petuah orang kuno sudah sering memperingatkan kita, berhati-hati dalam mengucapkan kata, jangan memamerkan kepandaian bicara, terutama memutar balik fakta, merusak nama orang dengan perkataan keji, membuat fitnah mengadu domba, adalah perbuatan yang merusak moral sendiri, perbuatan yang dihindari oleh manusia sejati.

Yang dikatakan oleh orang dulu sebagai memupuk moral dengan berbuat baik, sungguh suatu akal sehat yang bermakna dalam. Terutama adalah memupuk moral dalam berbicara, suatu perbuatan yang tidak mudah. Luwes dalam berbicara, tidak saja mendatangkan harapan dan keyakinan bagi orang lain, juga mencitrakan moral diri sendiri, siapa yang tidak ingin melakukannya.

Yang berbicara tidak mempunyai suatu tujuan, yang mendengar menangkap arti. Suatu perkataan yang awalnya tanpa tujuan, mungkin dapat menghancurkan seseorang, juga mungkin dapat menolong seseorang. Satu patah kata dapat membangkitkan suatu negara, satu patah kata bisa meruntuhkan suatu negara, sudah banyak contohnya sepanjang sejarah. Tetapi dalam masyarakat yang pandir, senantiasa terjadi perbuatan "celaka datang dari mulut", sehingga kesulitan datang bagai ombak yang menerjang, kesalahan diulang seumur hidup, dikarenakan oleh sebuah mulut yang tidak bermoral!

Prinsip-prinsip demikian, bahkan seorang anak kecil pun tahu. Tetapi, banyak orang yang sudah menghabiskan separuh umurnya pun, masih saja berbuat kesalahan dengan sengaja. Lihatlah media massa yang belakangan ini sering mengetengahkan "kata-kata kasar" yang riuh rendah, apakah pernah terbersit dalam pikiran Anda, bahwa Anda pun melakukan kesalahan yang sama?
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #27 on: 22 September 2007, 11:08:35 AM »
MENGHARGAI PERBEDAAN
Source : Perpita BBS, by Victory

Pada suatu waktu, ada seorang mahaguru yang ingin mengambil break dari kehidupannya sehari-hari sebagai akademisi. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke sebuah pantai dan meminta seorang nelayan untuk membawanya pergi melaut sampai ke horizon.

Seperempat perjalanan, mahaguru tersebut bertanya, "Wahai nelayan, apakah Anda mengenal ilmu geografi?". Sang nelayan menjawab, "Ilmu geografi yang saya ketahui adalah kalau di laut sudah mulai sering ombak pasang, maka musim hujan segera akan tiba."
"Nelayan bodoh!", kata mahaguru tersebut. "Tahukah kamu bahwa dengan tidak menguasai ilmu geografi kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu."

Seperempat perjalanan berikutnya, mahaguru tersebut bertanya pada nelayan apakah dia mempelajari ilmu biologi dan sains?. Sang nelayan menjawab bahwa ilmu biologi yang dia kenal hanyalah mengetahui jenis ikan apa saja yang dapat dimakan. Mahaguru itu berkata, "Nelayan bodoh, dengan tidak menguasai sains kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu."

Selanjutnya mahaguru tersebut bertanya apakah nelayan tersebut mempelajari matematika?. Sang nelayan menjawab bahwa matematika yang dia ketahui hanyalah bagaimana cara menimbang hasil tangkapannya, menghitung biaya yang sudah dikeluarkannya, dan menjual hasil tangkapannya agar dapat menghasilkan keuntungan secukupnya. Lagi-lagi mahaguru tersebut mengatakan betapa bodohnya sang nelayan dan dia sudah kehilangan lagi seperempat kehidupannya.

Kemudian, di perjalanan setelah jauh dari pantai dan mendekati horizon, mahaguru tersebut bertanya, "Apa artinya awan hitam yang menggantung di langit?". Sang nelayan menjawab, "Topan badai akan segera datang, dan akan membuat lautan menjadi sangat berbahaya."
"Apakah bapak bisa berenang?", tanya sang nelayan. Ternyata sang mahaguru tersebut tidak bisa berenang. Sang nelayan kemudian berkata, "Saya boleh saja kehilangan tiga-perempat kehidupan saya dengan tidak mempelajari tiga subyek yang tadi diutarakan oleh mahaguru, tetapi mahaguru akan kehilangan seluruh kehidupan yang dimiliki." Kemudian nelayan tersebut meloncat dari perahu dan berenang ke pantai sedangkan mahaguru tersebut tenggelam.

Demikian juga dalam kehidupan kita, baik dalam pekerjaan ataupun pergaulan sehari-hari. Kadang-kadang kita meremehkan teman, anak buah ataupun sesama rekan kerja. Kalimat "tahu apa kamu" atau "si anu tidak tahu apa-apa " mungkin secara tidak sadar sering kita ungkapkan ketika sedang membahas sebuah permasalahan. Padahal, ada kalanya orang lain lebih mengetahui dan mempunyai kemampuan spesifik yang dapat mengatasi masalah yang timbul.

Seorang operator color mixing di pabrik tekstil atau cat mungkin lebih mengetahui hal-hal yang bersifat teknis daripada atasannya. Intinya, orang yang menggeluti bidangnya sehari-hari bisa dibilang memahami secara detail apa yang dia kerjakan dibandingkan orang 'luar' yang hanya tahu 'kulitnya' saja. Mengenai kondisi dan kompetisi yang terjadi di pasar, pengetahuan seorang marketing manager mungkin akan kalah dibandingkan dengan seorang sales person atau orang yang bergerak langsung di lapangan. Atau sebaliknya, kita sering menganggap remeh orang baru. Kita menganggap orang baru tersebut tidak mengetahui secara mendalam mengenai bisnis yang kita geluti. Padahal, orang baru tersebut mungkin saja membawa ide-ide baru yang dapat memberikan terobosan untuk kemajuan perusahaan.

Sayangnya, kadang kita dibutakan oleh ego, pengalaman, pangkat dan jabatan kita sehingga mungkin akan menganggap remeh orang lain yang pengalaman, posisi atau pendidikannya di bawah kita. Kita jarang bertanya pada bawahan kita.Atau pun kalau bertanya, hanya sekedar basa-basi, pendapat dan masukannya sering dianggap sebagai angin lalu. Padahal, dalam aktivitas suatu organisasi, perusahaan maupun keluarga, kita membutuhkan dukungan kemampuan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

Keberhasilan kita secara individual dalam organisasi ditentukan oleh keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan organisasi, sedangkan keberhasilan organisasi ditentukan oleh keberhasilan sinergi antara kemampuan diri kita sendiri dan kemampuan orang lain.
Dalam sebuah organisasi, begitu sebuah masalah muncul ke permukaan, kita tidak bisa mengatasinya dengan hanya mengandalkan kemampuan yang kita miliki. Kita harus mensinergikan kemampuan kita dengan orang lain. Sehingga bila perahu kita tenggelam, kita masih akan ditolong oleh orang lain yang kita hargai kemampuannya. Tidak seperti mahaguru yang akhirnya ditinggalkan di perahu yang sedang dilanda topan badai dan dibiarkan mati tenggelam karena tidak menghargai kemampuan nelayan yang membawanya.

Yang jadi pertanyaan kita sekarang, apakah kita masih suka bertingkah laku seperti sang mahaguru? Bila ya, seberapa sering?

Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #28 on: 22 September 2007, 11:09:09 AM »
MENGAPA ELANG TERBANG, KALKUN MENGEPAK?
Penulis : Anonim

Konon di satu saat yang telah lama berlalu, Elang dan Kalkun adalah burung yang menjadi teman yang baik. Dimanapun mereka berada, kedua teman selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas.

Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang: "Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!". Elang membalas: "Kedengarannya ide yang bagus". Jadi kedua burung melayang turun ke bumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat dengan seekor Sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung, namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata: "Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini".

Ajakan ini membuat kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jika ada binatang lain berbagi soalmakanan mereka dengan mudahnya. Elang bertanya: "Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?". Sapi menjawab: "Oh, kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan". Dengan undangan itu, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah. Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang Tuan Petani. Sapi menjawab: "Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan".

Kalkun tambah bingung: "Maksud kamu, Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang ingin kamu makan?". Sapi menjawab: "Tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal." Elang dan Kalkun menjadi syok berat!. Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan.

Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, Kalkun dan Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini. Kalkun berkata pada Elang: "Mungkin kita harus tinggal di sini. Kita bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah bangun. Di samping itu saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup."

Elang juga goyah dengan pengalaman ini: "Saya tidak tahu tentang semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa imbalan. Disamping itu saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik".

Akhirnya, Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan untuk menetap di mana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati tantangan rutin yang membuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun, Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana kedepannya.

Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun lalu suatu hari dia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa Hari raya Thanksgiving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk minggat dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang.

Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh terlalu gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di Hari Thanksgiving keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap.

Ketika anda menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, anda mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan anda…
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #29 on: 22 September 2007, 11:09:44 AM »
MARAH ( pantang )
Story from my old friend : Welly Go

Beberapa tahun yang lalu, saat saya pulang ke kampung halaman, teman saya disana mengajak saya memancing Kepiting. Bagaimana cara memancing Kepiting?

Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, di ujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil. Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju Kepiting yang kami incar, kami mengganggu Kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar Kepiting marah, dan kalau itu berhasil maka Kepiting itu akan 'menggigit' tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor Kepiting gemuk yang sedang marah.

Kami tinggal mengayun perlahan bambu agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena di bawah wajan itu ada sebuah kompor dengan api yang sedang menyala. Kami celupkan Kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut, seketika Kepiting melepaskan gigitan dan tubuhnya menjadi merah, tak lama kemudian kami bisa menikmati Kepiting Rebus yang sangat lezat. Kepiting itu menjadi korban santapan kami karena kemarahannya, karena kegeramannya atas gangguan yang kami lakukan melalui sebatang bambu, seutas tali dan sebuah batu kecil.

Kita sering sekali melihat banyak orang jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena: MARAH. Jadi kalau anda menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau batu besar, hadapilah dengan bijak, redam kemarahan sebisa mungkin, lakukan penundaan dua tiga detik dengan menarik napas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar murka anda mereda dan anda terlepas dari ancaman wajan panas yang bisa menghancurkan masa depan anda.

Ingatlah : Bahwa hari esok yang akan anda hadapi ditentukan dari sikap anda hari ini.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #30 on: 22 September 2007, 11:10:50 AM »
MANAJEMEN DIRI
Penulis : Anonim

Suatu hari, seorang ahli 'Managemen Waktu' berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya.
Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata: "Baiklah, sekarang waktunya kuis".

Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam toples.

Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya: "Apakah toples ini sudah penuh?"
Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah!"
Kemudian dia berkata, " Benarkah?”

Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi: "Apakah toples ini sudah penuh?"
Kali ini para siswanya hanya tertegun,
"Mungkin belum!", salah satu dari siswanya menjawab.
" Bagus!" jawabnya.

Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong di antara kerikil dan bebatuan.
Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?".
"Belum!" serentak para siswanya menjawab.
Sekali lagi dia berkata, "Bagus!"

Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas. Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan bertanya: "Apakah maksud dari ilustrasi ini?".

Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain ke dalamnya!"
"Bukan!", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya.

Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa :
JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN,
MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.
Apakah BATU-BATU BESAR dalam hidupmu?
Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu, keyakinan mu.
Hal-hal yg kamu anggap PALING BERHARGA dalam hidupmu!

Ingatlah untuk selalu meletakkan BATU-BATU BESAR tersebut sebagai yg PERTAMA, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya.
Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu".
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #31 on: 22 September 2007, 11:11:34 AM »
LUKISAN KEDAMAIAN

Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. Ada banyak seniman dan pelukis berusaha keras untuk memenangkan lomba tersebut. Sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu di antara keduanya.

Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaga itu bagaikan cermin sempurna yang memantulkan kedamaian gunung-gunung yang menjulang mengitarinya. Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang memandang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.

Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai. Sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar. Di sisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih. Sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian. Tapi, sang Raja melihat sesuatu yang menarik. Di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil di atas sela-sela batu. Di dalam semak-semak itu seekor induk Pipit meletakkan sarangnya. Jadi, di tengah-tengah riuh-rendahnya air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Benar-benar damai.

Lukisan manakah yang memenangkan lomba?
Sang Raja memilih lukisan nomor dua.
Tahukah anda mengapa?

-"Karena "-, jawab sang Raja, "-kedamaian bukan berarti anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa. Kedamaian hati adalah kedamaian sejati".

Semoga semua makhluk memperoleh kedamaian sejati di hati masing-masing. "Adalah suatu kebahagiaan untuk membuat orang bahagia, betapapun keadaan diri kita sendiri, Kesedihan yang dibagi kepada orang lain membuat kesedihan kita tinggal separuhnya, Namun kebahagiaan yang dibagi, menjadi berlipat ganda". (Anonim)
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #32 on: 22 September 2007, 11:12:13 AM »
LUKA YANG DITINGGALKAN

(.or.id) - Seorang ayah memberi anaknya yang bertabiat buruk sekantung penuh paku. Ia menyuruh anaknya memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya, berselisih paham dengan orang lain atau melakukan hal-hal buruk lainnya.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar. Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Kemudian, sang ayah membawanya ke pagar dan berkata: "Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar." Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berbuat jahat pada orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti itu.

Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf atau menyesal, lukanya tetap tertinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu yang kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Selalu memikirkan orang lain sebelum diri sendiri*, jangan mendendam ataupun menyimpan luka didalam hatimu atas perlakuan orang lain terhadapmu.

Ket : *jangan egois.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #33 on: 22 September 2007, 11:12:49 AM »
KEDAMAIAN

Ada dua orang biarawan yang sudah hidup bersama selama empat puluh tahun dan mereka tidak pernah bertengkar. Satu kali pun belum pernah.
Suatu hari, seorang dari mereka berkata, "Tidakkah kau berpikir bahwa inilah saatnya kita bertengkar, paling tidak sekali saja?". Biarawan yang lainnya menyahut, "Bagus kalau begitu! Mari kita mulai! Apa yang harus kita pertengkarkan?".
"Bagaimana kalau sepotong roti ini?" kata biarawan pertama.
"Baiklah, marilah kita bertengkar karena roti ini. Terus bagaimana kita melakukannya?" tanya biarawan yang kedua.
Biarawan pertama lalu berkata, "Roti ini punyaku. Ini milikku semua."
Biarawan yang kedua menjawab, "Kalau begitu, ambil saja."

Kedamaian tidak perlu dihancurkan oleh sebuah pertengkaran atau perdebatan.
Hanya "aku"-lah yang menghancurkan kedamaian.
"Ini milikku, dan aku tidak ingin berbagi dengan orang lain."
Ketika Anda mempunyai sikap terlekat dan egois seperti itu, hati Anda lambat laun akan semakin menjadi keras.
Inilah musuh utama kedamaian: sebuah hati yang terlekat, keras, dan egois.

Dikutip dari : Walk on Water
Karya : Anthony De Mello
« Last Edit: 22 April 2008, 07:02:44 PM by Hikoza83 »
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #34 on: 22 September 2007, 11:14:08 AM »
KEBAHAGIAAN DIPEROLEH DARI MEMBERI
Author : Unknown

Kisah ini bercerita tentang seorang wanita cantik bergaun mahal yang mengeluh kepada psikiaternya bahwa dia merasa seluruh hidupnya hampa tak berarti. Maka si psikiater memanggil seorang wanita tua penyapu lantai dan berkata kepada si wanita kaya," Saya akan menyuruh Mary di sini untuk menceritakan kepada anda bagaimana dia menemukan kebahagiaan. Saya ingin anda mendengarnya."

Si wanita tua meletakkan gagang sapunya dan duduk di kursi dan menceritakan kisahnya:
"OK, suamiku meninggal akibat malaria dan tiga bulan kemudian anak tunggalku tewas akibat kecelakaan. Aku tidak punya siapa-siapa. aku kehilangan segalanya. Aku tidak bisa tidur, tidak bisa makan, aku tidak pernah tersenyum kepada siapapun, bahkan aku berpikir untuk mengakhiri hidupku. Sampai suatu sore seekor anak kucing mengikutiku pulang. Sejenak aku merasa kasihan melihatnya. Cuaca dingin di luar, jadi aku memutuskan membiarkan anak kucing itu masuk ke rumah. Aku memberikannya susu dan dia minum sampai habis. Lalu si anak kucing itu bermanja-manja di kakiku dan untuk pertama kalinya aku tersenyum. Sesaat kemudian aku berpikir jikalau membantu seekor anak kucing saja bisa membuat aku tersenyum, maka mungkin melakukan sesuatu bagi orang lain akan membuatku bahagia. Maka di kemudian hari aku membawa beberapa biskuit untuk diberikan kepada tetangga yang terbaring sakit di tempat tidur. Tiap hari aku mencoba melakukan sesuatu yang baik kepada setiap orang. Hal itu membuat aku bahagia tatkala melihat orang lain bahagia. Hari ini, aku tak tahu apa ada orang yang bisa tidur dan makan lebih baik dariku. Aku telah menemukan kebahagiaan dengan memberi."
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #35 on: 22 September 2007, 11:15:29 AM »
HIRARKI KOMUNIKASI
Oleh : Unknown Author

Berikut adalah sebuah cerita tentang bagaimana sebuah pesan dikomunikasikan secara hirarkis dalam sebuah perusahaan, dari pimpinan puncak (Managing Director) hingga ke bawahan (Operators). Sad enough, but sometimes we face it in real life anyway.

Dari : Managing Director
Kepada : Chief Operating Officer
"Besok akan ada gerhana matahari total pada jam sembilan pagi. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari. Untuk menyambut dan melihat peristiwa langka ini, seluruh karyawan diminta untuk berkumpul di lapangan dengan berpakaian rapi. Saya akan menjelaskan fenomena alam ini kepada mereka. Bila hari hujan, dan kita tidak bisa melihatnya dengan jelas, kita berkumpul di kantin saja."

Dari : Chief Operating Officer
Kepada : Department Heads
"Sesuai dengan perintah Managing Director, besok pada jam sembilan pagi akan ada gerhana matahari total. Bila hari hujan, kita tidak bisa berkumpul di lapangan untuk melihatnya dengan berpakaian rapi. Dengan demikian, peristiwa hilangnya matahari ini akan dijelaskan oleh Managing Director di kantin. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari."

Dari : Departmental Heads
Kepada : Sectional Heads
"Sesuai dengan perintah Managing Director, besok kita akan mengikuti peristiwa hilangnya matahari di kantin pada jam sembilan pagi dengan berpakaian rapi. Managing Director akan menjelaskan apakah besok akan hujan atau tidak. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari."

Dari : Section Heads
Kepada : Foreman
"Jika besok turun hujan di kantin, kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari, Managing Director, dengan berpakaian rapi, akan menghilang jam sembilan. pagi."

Dari : Foreman
Kepada : All Operators
"Besok pagi, pada jam sembilan, Managing Director akan menghilang. Sayang sekali, kita tidak bisa melihatnya setiap hari."

Smiley : Komunikasi ... oh ... komunikasi ...  :)) :x ;D ;) :P
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #36 on: 22 September 2007, 11:17:05 AM »
HAKEKAT HIDUP
Penulis : Anonim

Salah seorang guru besar filsafat Cina pernah menjelaskan makna hidup duniawi dalam bentuk cerita pendek pada seorang murid kesayangannya. Kisah ini terjadi di sebuah desa di Cina.

Pada suatu pagi, salah seorang penduduk terbangun oleh ketukan pada pintu rumahnya. Pemilik rumah itu kemudian membuka pintu dan melihat seorang wanita cantik berdiri di depan pintu. Ia tak percaya dengan penglihatannya. Wanita itu adalah wanita paling cantik yang pernah dilihatnya.

Setelah tersadar dari keterpesonaannya, ia menanyakan keperluan wanita cantik itu. Wanita itu tersenyum manis kepadanya dan berkata dengan suara yang merdu, "Aku adalah Dewi Terang. Siapapun yang menyambut kedatanganku di rumahnya akan mendapat karunia berupa kesehatan, kekayaan, dan kebahagiaan. Aku juga akan melenyapkan semua penyakit yang telah membuat begitu banyak orang menderita."Pemilik rumah nyaris tidak percaya akan keberuntungannya itu. Ia segera mempersilahkan tamunya masuk ke dalam rumahnya.

Kehadiran sang puteri yang cantik jelita itu membuat si pemilik rumah bergembira hati, sehingga waktu terasa begitu cepat berlalu. Dari fajar sampai tengah hari, semuanya berlalu dengan cepat. Dan sesaat kemudian sang malam pun tak terasa telah tiba.

Saat matahari telah tenggelam, terdengarlah ketukan pintu yang sangat keras. Pada awalnya, ia tak mempedulikannya. Tetapi suara ketukan itu makin lama makin keras saja. Ketika akhirnya ia membuka pintu, untuk kedua kalinya dalam hari itu juga ia tak mempercayai penglihatannya. Tetapi kali ini yang dilihatnya bukanlah wanita yang sangat cantik, melainkan satu sosok yang menakutkan. Satu sosok paling menakutkan yang pernah dilihatnya. Sesosok tubuh wanita tua bongkok yang sangat buruk, dengan pakaian compang-camping yang nyaris tak mampu menutupi tubuh tuanya yang sudah rapuh, tampak terlihat dengan jelas meskipun dalam keadaan malam yang telah gelap gulita.

Sebelum ia sempat bertanya, wanita tua itu telah berkata dengan suara yang serak dan dalam, "Aku adalah Dewi Gelap. Siapapun yang menyambut kedatanganku di rumahnya akan mendapat penderitaan berupa kemalangan dan ketidakberuntungan. Akulah pembawa penyakit dan kematian pada banyak orang. Dan, sekarang kau harus membiarkanku masuk ke dalam rumahmu." Sehabis berkata, Dewi Gelap berusaha menerjang masuk. Pemilik rumah segera menutup pintu dan menahan sekuat-kuatnya dengan segenap tubuhnya.

Mendengar adanya keributan, Dewi Terang segera keluar. Mengetahui apa yang terjadi, Dewi Terang berkata pada pemilik rumah. "Aku dan Dewi Gelap adalah dua bersaudara. Kami selalu berjalan bersama-sama. Dalam semua perjalanan, aku selalu mendahuluinya. Dan, seperti halnya bayangan, dia selalu mengikuti tidak jauh di belakangku. Siapapun yang menerimaku, maka orang itu juga harus memberikan perlakuan yang sama pada saudaraku ini." Demikianlah guru filsafat itu mengakhiri ceritanya.

Hakekat hidup harus dipahami. Dalam kehidupan ini kita harus mampu dan mau menerima hal yang baik ataupun buruk. Terimalah keberuntungan dan hal-hal yang baik dengan kerendahan hati; hadapilah ketidakberuntungan dan hal-hal yang buruk dengan ketegaran hati.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Remember matters of the past as they would become helpful tutors in the future.
Ingatlah segala hal yang terjadi di masa lalu, karena hal tersebut dapat menjadi guru kita di masa mendatang.
(The New Books : The Errors of the Late Qin Dinasty)

“Untuk tampil seperti orang kaya, kita bisa menjadi miskin.”
(Lady Marguerite Blessington)
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #37 on: 22 September 2007, 11:17:39 AM »
GUNAKAN PINJAMANMU

Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda pinjaman uang sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya. Semua uang itu harus anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.

Setiap dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada anda. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Juga, anda tidak bisa meminta "uang muka" untuk keesokan hari. Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan anda.
Jam terus berdetak. Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.
Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.
Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.
Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.
Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.
Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.
Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.

Renungan:Hargailah setiap waktu yang anda miliki.
Dan ingatlah waktu tidaklah menunggu siapa-siapa. (Anonim)
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #38 on: 22 September 2007, 11:18:28 AM »
FILOSOFI ANGSA
Author : Unknown

Sebuah renungan bagi kita semua:
Kalau anda tinggal di negara empat musim, maka pada musim gugur akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf "V". Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi "V".

Fakta: Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan "daya dukung" bagi burung yang terbang tepat di belakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus 'dinding udara' di depannya. Dengan terbang dalam formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.
Pelajaran: Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi dalam komunitas mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.

Fakta: Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung di depannya.
Pelajaran: Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan di depan. Kita akan mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama.

Fakta: Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.
Pelajaran: Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.

Fakta: Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.
Pelajaran: Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

Fakta: Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.
Pelajaran: Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya baik.

Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #39 on: 22 September 2007, 11:19:08 AM »
CHANCES or CHOICES?

When we meet the right person to love when we're at the right place at the right time. That's CHANCE.
When you meet someone you're attracted to, that's not a choice.That's CHANCE.
Being caught up in a moment (and there's a lot of couples who get together because of this) is not a choice. That's also a CHANCE.
The difference is what happens afterward. When will you take that infatuation, that crush, that mind-blowing attraction to the next level?
That's when all sanity goes back, you sit down and contemplate whether you want to make this into a concrete relationship or just a fling.
If you decide to love a person, even with his faults, that's not a chance.
That's CHOICE.
When you choose to be with a person, no matter what, that's CHOICE.
Even if you know there are many people out there who are more attractive, smarter, and richer than your mate, and yet, you decide to love your mate just the same, that's CHOICE.
Infatuation, crushes, attraction comes to us by CHANCE. But true love that lasts is truly a CHOICE. A choice that we make.
Regarding soulmates, there's a beautiful movie quote that I believe is so true about this : "Fate brings you together, but it's still up to you to make it happen."
I do believe that soulmates do exist. That there is truly someone made for you. But it's still up to you to make the choice if you're going to do something about it or not.

WE MAY MEET OUR SOULMATES BY CHANCE, BUT... LOVING AND STAYING WITH OUR SOULMATES IS STILL A CHOICE WE HAVE TO MAKE. (Anonim)
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #40 on: 22 September 2007, 11:19:43 AM »
BOSS & PEMIMPIN

Betapa sering orang gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagai boss. H Gordon Selfridge adalah pendiri salah satu department store (pusat perbelanjaan) di London yang merupakan salah satu department store terbesar di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi seorang 'Pemimpin' dan bukan dengan menjadi 'Boss'. Apakah perbedaan antara pemimpin dengan boss?
Di bawah ini adalah perbandingan yang diberikan oleh Gordon Selfridge antara orang yang bertipe pemimpin dan orang yang bertipe boss.

Seorang boss mempekerjakan bawahannya;
Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka,

Seorang boss mengandalkan kekuasaannya;
Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.

Seorang boss menimbulkan ketakutan;
Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.

Seorang boss mengatakan 'aku';
Tetapi seorang pemimpin mengatakan 'kita'.

Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah;
Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.

Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan'
Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.

Seorang boss menuntut rasa hormat;
Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat;

Seorang boss berkata, 'Pergi!';
Tetapi seorang pemimpin berkata, 'Mari kita pergi!'

Maka jadilah seorang pemimpin, dan bukan seorang boss.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #41 on: 22 September 2007, 11:20:37 AM »
Biarlah yang Miskin Berkata,"Aku Kaya!"
Oleh: Unknown

Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin. Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin.

Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya,"Bagaimana perjalanan tadi?". "Sungguh luar biasa, Pa." "Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?" tanya sang ayah. "Iya, Pa," jawabnya. "Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?" tanya ayahnya lagi.

Si anak menjawab, "Saya melihat kanyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki empat ekor. Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya. Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka. Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison. Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri. Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri. Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka."

Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian si anak menambahkan,"Terima kasih, Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita."

Terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan hanya berkonsentrasi terhadap apa yang tidak kita miliki. Kadang kekurangan yang dimiliki seseorang merupakan anugerah bagi orang lain. Semua berdasar pada perspektif setiap pribadi. Hargailah apa yang telah kita peroleh dan berusahalah mencari arti dari hidup yang singkat ini.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #42 on: 22 September 2007, 11:27:37 AM »
BERSYUKUR ATAS PASANGAN
Dari buku "Opening the Door of Your Heart"; Ajahn Brahm

Seusai sebuah acara pernikahan di Singapura beberapa tahun yang lalu, sang ayah mertua memanggil menantu barunya ke pojok untuk memberinya nasihat tentang bagaimana agar pernikahannya awet dan bahagia. "Kamu mungkin sangat mencintai anak saya", katanya kepada si pemuda. "Ya, memang!", jawab si pemuda. "Dan kamu mungkin berpikir dialah wanita paling menyenangkan di dunia," sambung si mertua."Dia begitu sempurna dalam segala hal," si menantu mengiyakan. "Itulah yang kau rasakan sewaktu baru menikah," kata si mertua. "Namun setelah beberapa tahun, kamu mulai melihat beberapa kekurangan anak saya. Saat kamu mulai menyadarinya, saya ingin kamu ingat ini: kalau dia tidak mempunyai kekurangan-kekurangan tersebut, menantuku, dia mungkin sudah menikah dengan orang lain yang jauh lebih baik daripadamu!"

Jadi kita harus selalu berterima kasih dan bersyukur atas kekurangan-kekurangan pasangan kita, karena kalau saja mereka tidak memiliki kekurangan-kekurangan tersebut sejak awal, mereka akan menikah dengan orang lain yang jauh lebih baik daripada kita.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #43 on: 22 September 2007, 11:28:25 AM »
BEBAN
Author : Unknown

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Steven Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?" Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".

Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi......

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya.
Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh,
tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #44 on: 22 September 2007, 11:29:07 AM »
BAWA PULANG KERANJANG ITU

Suatu kali ada sepasang suami istri yang hidup serumah dengan ayah sang suami. Orang tua ini sangat merepotkan karena berperangai buruk dan tak henti-hentinya mengeluh. Akhirnya pasangan tersebut memutuskan untuk mengenyahkannya. Sang suami memasukkan ayahnya ke dalam keranjang yang dipanggul di bahunya. Ketika ia sedang bersiap-siap meninggalkan rumah, anak laki-lakinya yang baru berusia delapan tahun muncul dan bertanya, “Ayah, kakek mau dibawa kemana?”. Sang ayah menjawab bahwa ia bermaksud membawa kakek ke gunung agar ia bisa belajar hidup sendiri. Anak itu terdiam menyaksikan ayahnya berlalu, tiba-tiba ia berteriak, “Ayah, jangan lupa membawa pulang keranjangnya!”

Ayahnya merasa aneh, sehingga ia berhenti dan bertanya,”Mengapa?”. Anak itu menjawab, “Aku memerlukannya untuk membawa ayah nanti kalau ayah sudah tua.” Orang itu segera membawa kembali ayahnya dan sejak saat itu mereka merawat orang tua itu dengan penuh perhatian dan memenuhi segala kebutuhannya.

Jika kita menginginkan anak-anak kita untuk memahami arti cinta kasih, rasa berterima kasih, dan kesabaran, kita sendiri harus menjalankannya. Orang tua harus berhati-hati jika mereka ingin berbuat sesuatu di hadapan anak-anak mereka. (Ven. Sri Dhammananda, dalam buku Be Happy, hal 130)
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #45 on: 22 September 2007, 11:29:38 AM »
ARTI SEBUAH SENYUM
 
Senyum tidak mengeluarkan biaya,
tetapi menciptakan banyak hal.
Memperkaya mereka yang menerima,
tanpa merugikan mereka yang memberi.
Senyum hanya terjadi dalam sekejap, tetapi kesannya abadi.
Tak seorang pun begitu kayanya sehingga dapat hidup tanpa senyum, dan tak seorang pun begitu miskinnya sehingga mereka tidak bisa lebih kaya dengan manfaatnya.
Senyum menghasilkan kebahagiaan di rumah,
mengembangkan nama baik dalam bisnis,
dan pengakuan dari teman-teman.
Senyum menentramkan mereka yang jenuh,
sinar terang bagi keputusasaan, matahari bagi yang sedih,
dan obat alamiah yang mujarab bagi mereka yang bermasalah.
Namun demikian, senyum tidak dapat diminta, dibeli, dipinjam, atau dicuri, karena senyum tidak berharga apa-apa bagi siapapun jika tidak diberikan.
Dalam perjalanan hari, beberapa kenalan anda mungkin terlalu lelah untuk memberikan senyuman.

GOT SMILEYS ?
GET FREE SMILEYS !
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #46 on: 22 September 2007, 11:30:12 AM »
ANDA DARI KOTA MANA?
Author : Unknown

Ada seorang kakek yang sering duduk di bangku dekat suatu pom bensin, dan suka memberi salam kepada orang-orang yang lewat. Suatu hari, cucu perempuannya turut menemani di samping kakeknya.Lalu, datang orang asing (dari luar kota) sedang mencari informasi ingin bertempat tinggal di daerah ini. Orang asing mendekati dan bertanya pada kakek, "Bagaimana keadaan di kota ini?" Kakek tua itu balik bertanya, "Anda datang dari kota mana?".

Orang asing itu menjawab, "Saya tinggal di tempat yang mana orang-orangnya suka mengritik orang dan tetangga pun suka ngobrol tak keruan. Pokoknya daerah itu sangat tidak baik, aku ingin sekali meninggalkan tempat itu." Kakek yang duduk di kursi berkata pada orang asing itu, "Aku beritahukan Anda sebetulnya di sini juga hampir sama."

Tidak lama kemudian, datang sebuah mobil yang berisi penuh orang sekeluarga berhenti di depan kakek dan cucunya yang sedang duduk. Seorang ibu membawa dua anak kecil turun dan bertanya, "Di mana letak toilet?" Suami ibu tadi juga ikut turun dari mobil, dan bertanya pada kakek: "Baikkah kota ini?"

Kakek tua itu kembali bertanya, "Bagaimana daerah tempat tinggal Anda?". Bapak itu berkata, "Kota yang saya tempati sangat baik, tetangga-tetangga bersifat baik, suka saling membantu, suka memberi salam, saya juga tidak ingin berpisah dengan daerah itu." Kakek tua melihat bapak itu dan tersenyum, "Sebetulnya di sini juga hampir sama." Mereka balik ke mobil dan berterima kasih pada kakek lalu pergi.

Jawaban sang kakek yang mendua, tentu saja membuat cucunya terheran-heran. "Kek, mengapa kepada orang yang pertama itu kakek bilang tempat ini sangat jelek, sebaliknya kakek memberi tahu orang yang kedua itu bahwa tempat ini sangat baik?" Kakek dengan sabar menjelaskan, "Walau kamu pindah ke mana pun, kamu akan tetap membawa sifatnya diri sendiri, tempat itu baik atau tidak, ini semua tergantung diri sendiri."
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #47 on: 22 September 2007, 11:30:41 AM »
Berlatih kesabaran
http://www.homestead.com/gotaro/DalaiLama27.html

"There is a Tibetan story of a fellow who, while circumambulating a temple, saw someone sitting in meditative posture. He asked the meditator what he was doing, and the meditator answered, "I am cultivating patience." Then that person said something very harsh to the meditator and the meditator at once answered back angrily. This response came because although he had been cultivating patience, he had not encountered anyone who was harming him or speaking badly to him; he had no chance to practice patience. Thus, the best of all situations for the practice of patience is an enemy, and for this reason someone engaged in the Bodhisattva practices should treat an enemy with tremendous respect."
The Dalai Lama

==
Ada sebuah cerita tentang seorang pria Tibet, ketika dia mengelilingi sebuah Vihara, dia melihat seseorang sedang duduk dalam posisi meditasi. Dia bertanya pada si meditator, apa yang sedang dia lakukan, dan dijawab,"Saya sedang melatih kesabaran." Lalu si pria itu mengucapkan sesuatu yang sangat kasar ke si meditator dan si meditator langsung membalas marah dengan tidak kalah kasarnya. Reaksi ini muncul karena biarpun si meditator telah melatih kesabaran, dia tidak pernah mengalami dihina oleh orang lain atau mengucapkan sesuatu dengan kasar kepadanya, jadi tidak ada kesempatan baginya untuk berlatih kesabaran. Jadi, cara yang baik untuk melatih kesabaran adalah dengan musuh, dan dengan demikian, seseorang yang melatih jalan Bodhisattva mestilah memperlakukan musuhnya dengan penuh hormat.
Dalai Lama.

Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #48 on: 22 September 2007, 11:32:48 AM »
MENGUBAH POLA PIKIR
sumber : email temen waktu awal kuliah... dah lupa siapa yg kirim ceritanya, but this story is very good.  ;D

Sekelompok wisatawan tertahan di suatu tempat asing di luar kota. Mereka hanya menemukan bahan makanan yang kedaluwarsa. Karena lapar, mereka terpaksa menyantapnya, meskipun sebelumnya dicobakan dulu kepada seekor anjing yang ternyata menikmatinya dan tak terlihat efek sampingnya. Keesokan harinya, ketika mendengar anjing itu mati, semua orang menjadi cemas. Banyak yang mulai muntah dan mengeluh badannya panas atau terserang diare. Seorang dokter dipanggil untuk merawat para penderita keracunan makanan. Kemudian sang dokter mulai mencari sebab-musabab kematian si anjing yang dijadikan hewan percobaan tersebut. Ketika dilacak, eh ternyata anjing itu sudah mati karena terlindas mobil.

Apa yang menarik dari cerita di atas?
Ternyata kita bereaksi menurut apa yang kita pikirkan,
bukan berdasarkan kenyataan itu sendiri.We see the world as we are, not as it is.
Akar segala sesuatu adalah cara kita melihat.
Cara kita melihat mempengaruhi apa yang kita lakukan,
dan apa yang kita lakukan mempengaruhi apa yang kita dapatkan.
Ini disebut sebagai model See-Do-Get.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Perubahan yang mendasar baru akan terjadi ketika ada perubahan cara melihat. Ada cerita menarik mengenai sepasang suami-istri yang telah bercerai.

Suatu hari, Astri, nama wanita ini, datang ke kantor Roy, mantan suaminya. Saat itu Roy sedang melayani seorang pelanggan. Melihat Astri menunggu dengan gelisah, pimpinan kantor menghampirinya dan mengajaknya berbincang-bincang. Si Bos berkata, "Saya begitu senang, suami Anda bekerja untuk saya. Dia seorang yang sangat berarti dalam perusahaan kami, begitu penuh perhatian dan baik budinya". Astri terperangah mendengar pujian si bos, tapi ia tak berkomentar apa-apa. Roy ternyata mendengar komentar si bos. Setelah Astri pergi, ia menjelaskan kepada bosnya, "Kami tak hidup bersama lagi sejak 6 bulan lalu, dan sekarang dia hanya datang menemui saya bila ia membutuhkan tambahan uang untuk putra kami." Beberapa minggu kemudian telepon berbunyi untuk Roy. Ia mengangkatnya dan berkata, "Baiklah Ma, kita akan melihat rumah itu bersama setelah jam kerja." Setelah itu ia menghampiri bosnya dan berkata, "Astri dan saya telah memutuskan memulai lagi perkawinan kami. Dia mulai melihat saya secara berbeda tak lama setelah Bapak berbicara padanya tempo hari."

Bayangkan, perubahan drastis terjadi semata-mata karena perubahan dalam cara melihat. Awalnya, Astri mungkin melihat suaminya sebagai seorang yang menyebalkan, tapi ternyata di mata orang lain Roy sungguh menyenangkan. Astrilah yang mengajak rujuk, dan mereka kembali menikmati rumah tangga yang jauh lebih indah dari sebelumnya.

Segala sesuatu yang kita lakukan berakar dari cara kita melihat masalah. Karena itu, bila ingin mengubah kehidupan kita, kita perlu melakukan revolusi cara berpikir. Stephen Covey pernah mengatakan: "Kalau Anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup, garaplah perilaku Anda, tapi bila Anda menginginkan perubahan-perubahan yang besar dan mendasar, garaplah paradigma Anda."

Covey benar, perubahan tidak selalu dimulai dari cara kita melihat (See). Ia bisa juga dimulai dari perilaku kita (Do). Namun, efeknya sangat berbeda.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Ini contoh sederhana. Seorang anak bernama Alisa yang berusia empat tahun selalu menolak kalau diberi minyak ikan. Padahal, itu diperlukan untuk meningkatkan perkembangan otak dan daya tahan tubuhnya. Betapapun dibujuk, ia tetap menolak. Dengan maksud baik, kadang-kadang ia dipaksa menelan minyak ikan. Ia menangis dan meronta-ronta. Usaha tersebut memang berhasil memaksanya, tapi ini bukan win-win solution. Si orang tua menang, ia kalah. Ini pendekatan yang dimulai dengan Do. Maka ditemukanlah cara lain yaitu dengan mengubah paradigma Alisa. Si orang tua tahu Alisa sangat suka sirup, karena itu minyak ikan tersebut di aduk dengan air dalam gelas. Ternyata, ia sangat gembira dan menikmati "sirup" minyak ikan itu. Bahkan, sekarang ia tak mau mandi sebelum minum "sirup" tersebut.

Contoh sederhana ini menggambarkan proses perubahan yang bersifat inside-out (dari dalam ke luar). Perubahan ini bersifat sukarela dan datang dari Alisa sendiri. Jadi, tidak ada keterpaksaan. Inilah perubahan yang diawali dengan See. Perubahan yang dimulai dengan Do, bersifat sebaliknya, yaitu outside-in. Perubahan seperti ini sering disertai penolakan.
Jangankan dengan bawahan, dengan anak kecil seperti Alisa saja, hal ini sudah bermasalah. Pendekatan hukum bersifat outside-in dan dimulai dengan Do. Orang tidak korupsi karena takut akan hukumannya, bukan karena kesadaran. Pada dasarnya orang tersebut belum berubah, karena itu ia masih mencari celah-celah yang dapat dimanfaatkannya.

Pendekatan SDM berusaha mengubah cara berpikir orang.
Akar Korupsi sebenarnya adalah pada cara orang melihat.
Selama jabatan dilihat sebagai kesempatan menumpuk kekayaan, bukannya sebagai sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan, selama itu pula korupsi tak akan pernah hilang.
Inilah pendekatan inside-out. Memang jauh lebih sulit, tetapi efek yang dihasilkannya jauh lebih mendasar. Cara kita melihat masalah sesungguhnya adalah masalah itu sendiri.

Karena itu, untuk mengubah kehidupan, yang perlu Anda lakukan cuma satu: Ubahlah cara Anda melihat masalah. Mulailah melihat atasan yang otoriter, bawahan yang tak kooperatif, pelanggan yang cerewet dan pasangan yang mau menang sendiri sebagai tantangan dan rahmat yang terselubung. Orang-orang ini sangat berjasa bagi Anda karena dapat membuat Anda lebih kompeten, lebih profesional, lebih arif dan lebih sabar.

Saya menyukai apa yang dikatakan John Gray, pengarang buku Men Are from Mars and Women Are from Venus. Gray melihat masalah dan kesulitan dengan cara yang berbeda. Ujarnya, "Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh."
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline langitbiru

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 547
  • Reputasi: 23
Re: story of life
« Reply #49 on: 22 September 2007, 01:31:38 PM »
^:)^ bagus-bagus.. thx ya  ;D
oni... kao titi bobo... gigi...

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #50 on: 22 September 2007, 01:37:37 PM »
welcome, ci dewi.  ;D
tp banyak sumber2nya ga jelas, soalnya ada yg gw ambil dr email-website-majalah-dsb jaman doeloe...  :P
kalo i sih ambil makna ceritanya aja, bagus2 utk kehidupan kita sehari2.  ;)
semoga kita bisa jadi manusia yang lebih baik dari kemarin.
 _/\_


By : Zen
« Last Edit: 22 September 2007, 01:39:22 PM by Hikoza83 »
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Fei Lun Hai

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 687
  • Reputasi: 24
  • Gender: Female
Re: story of life
« Reply #51 on: 24 September 2007, 01:41:03 PM »
Thanks Hikoza atas sharingnya. Artikel yg bagus  ^:)^
your life simple or complex is depend on yourself

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #52 on: 25 September 2007, 08:52:50 AM »
love u in many languages

1> English - I love you

2> Afrikaans - Ek het jou lief

3> Albanian - Te dua

4> Arabic - Ana behibak (to male)

5> Arabic - Ana behibek (to female)

6> Armenian - Yes kez sirumen

7> Bambara - M'bi fe

8> Bangla - Aamee tuma ke bhalo aashi

9> Belarusian - Ya tabe kahayu

10> Bisaya - Nahigugma ako kanimo

11> Bulgarian - Obicham te

12> Cambodian - Soro lahn nhee ah

13> Cantonese Chinese - Ngo oiy ney a

14> Catalan - T'estimo

15> Cheyenne - Ne mohotatse

16> Chichewa - Ndimakukonda

17> China - Wo ai ni

18> Corsican - Ti tengu caru (to male)

19> Creol - Mi aime jou

20> Croatian - Volim te

21> Czech - Miluji te

22> Danish - Jeg Elsker Dig

23> Dutch - Ik hou van jou

24> Esperanto - Mi amas vin

25> Estonian - Ma armastan sind

26> Ethiopian - Afgreki'

27> Faroese - Eg elski teg

28> Farsi - Doset daram

29> Filipino - Mahal kita

30> Finnish - Mina rakastan sinua

31> French - Je t'aime, Je t'adore

32> Gaelic - Ta gra agam ort

33> Georgian - Mikvarhar

34> German - Ich liebe dich

35> Greek - S'agapo

36> Gujarati - Hoo thunay prem karoo choo

37> Hiligaynon - Palangga ko ikaw

38> Hawaiian - Aloha wau ia oi

39> Hebrew - Ani ohev otah (to female)

40> Hebrew - Ani ohev et otha (to male)

41> Hiligaynon - Guina higugma ko ikaw

42> Hindi - Hum Tumhe Pyar Karte hae

43> Hmong - Kuv hlub koj

44> Hopi - Nu' umi unangwa'ta

45> Hungarian - Szeretlek

46> Icelandic - Eg elska tig

47> Ilonggo - Palangga ko ikaw

48> Indonesian - Saya cinta padamu

49> Inuit - Negligevapse

50> Irish - Taim i' ngra leat

51> Italian - Ti amo

52> Japanese - Aishiteru

53> Kannada - Naanu ninna preetisuttene

54> Kapampangan - Kaluguran daka

55> Kiswahili - Nakupenda

56> Konkani - Tu magel moga cho

57> Korean - Sarang Heyo

58> Latin - Te amo

59> Latvian - Es tevi miilu

60> Lebanese - Bahibak

61> Lithuanian - Tave myliu

62> Malay - Saya cintakan mu / Aku cinta padamu

63> Malayalam - Njan Ninne Premikunnu

64> Mandarin Chinese - Wo ai ni

65> Marathi - Me tula prem karto

66> Mohawk - Kanbhik

67> Moroccan - Ana moajaba bik

68> Nahuatl - Ni mits neki

69> Navaho - Ayor anosh'ni

70> Norwegian - Jeg Elsker Deg

71> Pandacan - Syota na kita!!

72> Pangasinan - Inaru Taka

73> Papiamento - Mi ta stimabo

74> Persian - Doo-set daaram

75> Pig Latin - Iay ovlay ouyay

76> Polish - Kocham Ciebie

77> Portuguese - Eu te amo

78> Romanian - Te ubesk

79> Russian - Ya tebya liubliu

80> Scot Gaelic - Tha gra\dh agam ort

81> Serbian - Volim te

82> Setswana - Ke a go rata

83> Sign Language - ,\,,/ (represents position of fingers when signing 'I Love You')

84> Sindhi - Maa tokhe pyar kendo ahyan

85> Sioux - Techihhila

86> Slovak - Lu`bim ta

87> Slovenian - Ljubim te

88> Spanish - Te quiero / Te amo

89> Swahili - Ninapenda wewe

90> Swedish - Jag alskar dig

91> Swiss-German - Ich lieb Di

92> Tagalog - Mahal kita

93> Taiwanese - Wa ga ei li

94> Tahitian - Ua Here Vau Ia Oe

95> Tamil - Nan unnai kathalikaraen

96> Telugu - Nenu ninnu premistunnanu

97> Thai - Chan rak khun (to male)

98> Thai - Phom rak khun (to female)

99> Turkish - Seni Seviyorum

100> Ukrainian - Ya tebe kahayu

101> Urdu - mai aap say pyaar karta hoo

102> Vietnamese - Anh ye^u em (to female)

103> Vietnamese - Em ye^u anh (to male)

104> Welsh - 'Rwy'n dy garu

105> Yiddish - Ikh hob dikh

106> Yoruba - Mo ni fe


Nb : ada yg mau nambahin? ^_^
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #53 on: 29 October 2007, 03:50:16 PM »
Hasil research sampingan dari Cambridge University!

Cara otak membaca
Menuurt sbeauh penilitean di Cmabrigde Uinervtisy,
tdaik mejnadi maslaah bgaimanaa urtaun hufur-hufur di dlaam sebauh kaat,
ynag palngi pnteing adlaah leatk hruuf partema dan terkhair itu bnaer.
Siasnya dpaat brantaaken saam skelai dan kmau maish dpaat mebmacanya tnpaa msaalah.
Hal ini kerana oatk masunia tdaik mambeca seitap huurf msaing-msaing,
tatepi kaat kesuleruhan.
 
Dapatkah anda mebmacanya :)
Manejkubakn naggk?
 
Kalau tidak bisa membacanya, jangan dipikirin, cuwek aja!  ;D
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #54 on: 29 October 2007, 03:57:34 PM »
Ukur tingkat stress anda
Sumber: mailinglist... [lupa yang mana... ^^]

Please check this picture out…….
Seorang guru mengatakan "saya merasa gambarnya bergerak tetapi perlahan, seperti bernafas"
Gambar-gambar ini dipergunakan untuk mengetahui level stress yang dapat ditangani seseorang.
Semakin perlahan pergerakan gambarnya, semakin baik kemampuan seseorang mengatasi stress.
Seorang kriminal yang pernah di test mengatakan gambar-gambar tersebut berputar sangat cepat.
Seorang usia lanjut dan anak-anak mengatakan gambarnya tidak bergerak.
Gambar-gambar ini tidak ada yang animasi, semua adalah gambar statis.
Silahkan mencoba.

[attachment deleted by admin]
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.387
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: story of life
« Reply #55 on: 29 October 2007, 04:18:43 PM »
nga berputar koq... wah g masih anak2x niiih horeee  8)

ato... usia lanjut ?  :o
There is no place like 127.0.0.1

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #56 on: 29 October 2007, 04:25:59 PM »
nga berputar koq... wah g masih anak2x niiih horeee  8)

ato... usia lanjut ?  :o

kayaknya kombinasinya deh, Suhu....  ::)
tampang orang tua, style anak2x :)) [just a joke ;D]
ampun2x...  ^:)^ ^:)^ ^:)^


By : Zen
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.387
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: story of life
« Reply #57 on: 29 October 2007, 04:53:03 PM »
*gubrak* :hammer:
There is no place like 127.0.0.1

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #58 on: 30 October 2007, 07:37:13 PM »
Kita adalah Satu

Kita adalah tetesan dari satu samudra.
Kita adalah ombak dari satu laut.
Kita adalah pohon dari satu rimba (hutan).
Kita adalah buah dari satu pohon.
Kita adalah daun dari satu cabang.
Kita adalah bunga dari satu kebun.
Kita adalah bintang dari satu langit.
Kita adalah cahaya dari satu mentari.
Kita adalah jari dari satu tangan.
Kita adalah anggota dari satu keluarga.
Dunia adalah satu keluarga.
Bumi adalah satu negeri.

Ven. K. Sri Dhammananda, Be Happy, hal. 86-87
« Last Edit: 30 October 2007, 07:43:00 PM by Hikoza83 »
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #59 on: 30 October 2007, 07:45:31 PM »
Cermin Pikiran

Botlan Hall mengatakan :
Kulihat saudaraku dengan mikroskop kritik,
Dan kubilang, “Sungguh jahat saudaraku ini.”
Kulihat lagi ia dengan teleskop kehinaan,
Dan kubilang, “Alangkah kecilnya ia.”
Kemudian kupandang cermin kebenaran,
Dan kubilang, “Betapa miripnya ia denganku.”

Sumber: buku Be Happy
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #60 on: 06 November 2007, 03:18:21 PM »
Ayam dan Bebek

Berikut ini adalah cerita kegemaran guru saya, Ajahn Chah dari Thailand timur laut.

Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan: "Kuek! Kuek!"
"Dengar," kata si istri, "Itu pasti suara ayam."
"Bukan, bukan. Itu suara bebek," kata si suami.
"Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras.
"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk!', bebek itu 'kuek! kuek!' Itu bebek, Sayang," kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi.
"Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.
"Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul," tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.
"Dengar ya! Itu a… da… lah… be… bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?" si suami berkata dengan gusar.
"Tapi itu ayam," masih saja si istri bersikeras.
"Itu jelas-jelas bue… bek, kamu… kamu…."
Terdengar lagi suara, "Kuek! Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.
Si istri sudah hampir menangis, "Tapi itu ayam…."
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, "Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok."
"Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah: siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu. Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek"?

Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek!
 
Diceritakan pada acara Dhammatalk oleh Ven Ajahn Brahm di Vihara Ekayana, Minggu 19 Februari 2006 pk. 10.00-11.00.

Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #61 on: 19 November 2007, 06:17:02 PM »
Kalau Lelaki mengirimkan sms ke kamu lebih dari sekali setiap harinya walau hanya utk mengucapkan met lunch, tandanya dia ada perhatian sama kamu..
karena: lelaki jarang melakukan hal itu kalau hanya karena iseng atau gak ada kerjaan.

Kalau Lelaki menelponmu tanpa sebab dan hanya bilang: "cuma pengen denger suara kamu aja..", tandanya dia suka sama kamu tapi malu utk memulai..
karena: Lelaki sadar bahwa dia lah yang harus membuat first moved tapi takut keliatan banget kalo dia naksir abis sama kamu..

Kalau Lelaki terdiam setelah pertengkaran panjang, tandanya dia sudah lelah dan ingin pertengkaran ini berakhir..
karena: Pada prinsipnya, lelaki gak suka berlama2 bertengkar mulut, kecuali dia banci. Cukup 3 kalimat awal pertengkaran kalian, dia sdh mengerti sebab kemarahan kamu..

Kalau Lelaki memegang tanganmu atau membelai rambutmu setelah pertengkaran, tandanya dia merasa bersalah telah membuatmu marah..
karena: Lelaki yang benar2 sayang sama kamu, gak akan tega liat kamu menangis, apalagi gara2 dia...

Kalau Lelaki bersandar dibahumu dan memintamu membelai rambutnya, tandanya kamu adalah satu2nya wanita yg dia cinta sebesar cintanya kepada ibunya..
karena: Lelaki pantang terlihat lemah/manja apalagi dihadapan wanita. Kalau dia sampai melakukan itu padamu, tandanya dia merasa nyaman dan yakin "pride"nya gak akan berkurang jika melakukan itu pada dirimu..

Kalau Lelaki mengatakan "apa sih yang ngga utk kamu?" ada dua kemungkinan, dia bener2 suka sama kamu atau dia playboy sejati.
karena: Lelaki ingin sang wanita pujaan tahu, kalau dia siap memberikan waktu hanya utknya. Kalau tipe playboy, biasanya dibelakang kata2 itu dibarengi pujian2 gak jelas maksudnya.

Kalau Lelaki menangis dihadapanmu, tandanya dia benar2 sayang sama kamu.
karena: Kodrat Lelaki adalah pantang utk menangis. Jika ia menangis, hanya ada satu kata: Dia cinta kamu.

Kalau Lelaki sering melanggar aturan2 yang kamu buat, tandanya dia gak nyaman dikendalikan sama kamu.
karena: Lelaki tahu apa yg benar dan salah dan hanya butuh diarahkan, bukan dilarang. Semakin dilarang, semakin dilanggarnya.

Kalau Lelaki cemburu, ada empat kemungkinan inti:
1. Dia bener sayang sama kamu dan takut kehilangan kamu.
2. Dia tipe posesif dan menguasai
3. Dia selingkuh dan gak mau di"saingi"
4. Dia punya trauma dalam yg mungkin gak pernah diceritakannya kepadamu..

Kalau Lelaki diam membisu, tandanya dia benar2 marah sama kamu. karena: Lelaki selama masih "ngoceh" tandanya masih "1/2 marah". tapi kalau sdh diam, siap2 saja akan kemungkinan terburuk bagi hubungan kalian kalau kalian tidak aware.

Kalau Lelaki bercerita masa lalunya yang buruk, tandanya dia memberitahu kamu agar jangan melakukan hal yang sama.
karena: Lelaki adalah mahluk traumatik dan parno. Cukup kalian berkata: "aku gak akan melakukan hal sebodoh itu" sekali saja, dan dia tidak akan pernah bercerita hal itu lagi.

Kalau Lelaki menghilang tiba dari "peredaran", tandanya dia ingin menjauh dari kamu karena satu dan lain hal.
karena: Lelaki kadang gak tega utk meninggalkan kalian, kadang krn hal2 yg kalian sendiri gak sadar. Kejar dia dan tanyakan sebabnya kenapa. Kalau dia gak jawab, berarti dia pengecut dan pantas ditinggalkan.

Kalau Lelaki menatap dalam2 kematamu, dia sedang mencari2 jawab, apakah kalian benar2 cinta kepadanya atau hanya sebatas apakah?
karena: hampir setiap Lelaki merasa unsecured dalam hubungannya, mungkin traumatik atau karena pengaruh lingkungan sekitarnya.

Jadi kesimpulannya, para wanita sebenarnya lebih tegar dan kuat daripada para lelaki yang hanya keras diluar, tapi lembut dan rentan didalam. Itulah rahasia terdalam para Lelaki, mudah2an berguna bagi para wanita...

sumber : email teman :)
btw, gmn masukan dr para senior nih???
terutama yang udah triple, quardaple, dst... ;D


By : Zen
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #62 on: 04 March 2008, 12:51:30 PM »
KEUNTUNGAN INVESTASI EMAS
Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 1004/XVIII

Rasanya, hampir tak ada wanita yang tak akrab dengan perhiasan emas. Tetapi, seberapa banyak kaum hawa yang memakai perhiasan emas untuk tujuan investasi? Banyak, tentu saja. Ketika berinvestasi, wanita menginginkan suatu produk yang ada wujudnya, bisa dipegang dan dapat dilihat. Itu sebabnya pilihan wanita untuk berinvestasi tak jauh bentuknya dari tabungan, deposito, emas, dan properti.

Emas banyak dipilih sebagai salah satu bentuk investasi karena nilainya cenderung stabil dan naik. Sangat jarang sekali harga emas turun. Dan lagi, emas adalah alat yang dapat digunakan untuk menangkal inflasi yang kerap terjadi setiap tahunnya. Emas tersedia dalam berbagai macam bentuk, mulai dari batangan atau lantakan, koin emas dan emas perhiasan. Disebut emas batangan karena emas ini berbentuk seperti batangan pipih atau batubata, dimana kadar emasnya adalah 22 atau 24 karat, atau apabila dalam persentase adalah 95% dan 99%. Jenis emas ini adalah yang terbaik untuk investasi karena dimana pun dan kapan pun Anda ingin menjualnya, nilainya akan sama. Nilai ini mengikuti standar internasional yang berlaku nilainya pada hari penjualan lagi.

Kemudian, yang kedua adalah emas koin, dimana bentuk emas seperti ini adalah salah satu bentuk lain dari emas batangan yang sudah dibentuk menjadi koin emas murni. Nilai dan kadarnya pun sama dengan emas batangan. Yang perlu diketahui adalah bahwa emas koin bagus untuk investasi. Namun sayangnya, sekarang emas koin sudah sulit untuk dijumpai lagi di toko-toko emas.

Bagaimana dengan emas perhiasan? Walaupun emas berbentuk perhiasan sangat disukai oleh perempuan, tapi umumnya emas perhiasan kurang baik untuk dijadikan media investasi. Mengapa? Sebab, emas perhiasan membutuhkan jasa pembuatan tertentu untuk bisa memiliki ciri yang khas seperti itu. Itulah sebabnya, emas perhiasan membebankan biaya pembuatan kepada pembelinya.

Sehingga, selain Anda membeli emasnya, Anda juga akan membayar ongkos pembuatan. Belum lagi kalau berbicara mengenai modelnya yang sudah tidak up-to-date lagi alias ketinggalan jaman. Pedagang di toko emas pun harus siap menanggung ketidakaslian emasnya dan juga turunnya kadar emas tersebut. Jadi, kalaupun mereka membelinya lagi, mereka harus melebur emas tersebut. Itulah sebabnya, emas perhiasan harganya akan turun ketika kita jual.

Emas Untuk Haji

Ada satu lagi yang menarik dari investasi emas, khususnya yang berhubungan dengan ibadah haji. Dulu, biaya untuk pergi haji untuk satu orang, memerlukan dana sekitar 9 jutaan. Saat ini, sudah jumlah tersebut sudah mencapai nilai Rp 27 jutaan. Sebagai alternatif, Anda bisa juga mempersiapkan dananya melalui emas. Pada awal tahun 1990-an, untuk pergi haji memerlukan 250-300 gram emas. Sedangkan saat ini, cukup dengan 150 gram emas Anda sudah dapat berangkat ke tanah suci. Kenapa begitu? Karena memang harga emas --batangan dan koin emas khususnya-- terus meningkat dari tahun ke tahun dan tidak kena imbas inflasi.

Jadi, buat Anda yang punya keinginan untuk membeli emas jenis apapun, pastikan kembali bahwa Anda mendapatkan sertifikat yang berisikan berat dan kadar dari emas tersebut serta bukti pembelian emasnya. Agar lebih yakinnya, khusus untuk emas batangan dan lantakan, di Jakarta, Anda dapat membelinya langsung pada P.T. Aneka Tambang pada unit pengolahan dan pemurnian logam yang berlokasi di Jl. Pemuda, Jakarta Timur. Ukurannya mulai dari berat 2.5, 5 dan 10 gram. Nah, jadi, jangan ragu-ragu, ya, untuk berinvestasi dalam bentuk emas.

Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan

Sumber : www.perencanakeuangan.com
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: story of life
« Reply #63 on: 04 March 2008, 01:23:19 PM »
Yap. Investasi emas emang bagus. Dan saya cenderung mengambil investasi dalam bentuk bongkahan emas. Kalau tidak salah 1 gr emas sekitar 271.000

Menurut saya, investasi yang baik adalah investasi barang2 yang nonproduksi (barang2 yang tidak dapat diproduksi). Jadi barang itu akan semakin langka dan harganya cenderung naik. Selain emas, bagi yang hobi investasi, bisa investasi dalam bentuk tanah / rumah.

Saya awal berencana berinvestasi dalam bentuk tanah / rumah. Namun sangatlah mahal, dan dibutuhkan analisa yang cukup dalam untuk membeli tanah / rumah.
Contoh : Membeli tanah di padang misalnya, baiknya beli di daerah tinggi, soalnya ada ancaman tsunami. Belum lagi persoalan2 lain seperti adanya tanah ulayat di padang yang sangat memusingkan.

Selain itu juga perlu diperhatikan letak strategisnya, membeli tanah murah, tetapi tidak strategis juga susah bila dijual kembali. Memang seh harga tanah bisa naik, namun menunggu lokasi tersebut strategis kan perlu analisa juga.

So paling safety IMO ya investasi emas. Cukup sewa safety box di bank, dan silakan simpan emas Anda sebanyak2nya :D

Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #64 on: 11 March 2008, 07:59:45 AM »
berikut ini adalah sebuah kiriman email dr seorang teman, yang menurut saya menarik untuk di-share ke teman2 DC. semoga bermanfaat untuk kita semua! ^_^

By : Zen

Mengatasi Kesulitan Bergaul

Banyak sahabat mengatakan, dari sekian masalah yang harus kita hadapi dalam hidup ini, kesulitan dalam bergaul adalah salah satunya. Bagi yang kebetulan sedang menghadapi masalah ini, mungkin ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam mengatasi masalah ini:

1. pergaulan itu erat kaitannya dengan kemampuan. Kemampuan di sini artinya bukan hasil bawaan dari lahir tetapi merupakan kapabilitas yang diraih dari usaha dalam mengembangkan diri (developmental process). Jadi, apapun kepribadian anda, pada dasarnya anda punya kesempatan yang sama untuk bergaul seperti juga orang lain yang punya model kepribadian lain

Sah-sah saja kita menyimpulkan, misalnya saja: saya orangnya termasuk Melankolis yang introvert, pemikir dan pesimis. Dia kan orangnya termasuk Sanguinis yang ekstrovert, suka ngomong dan optimis. Saya orangnya termasuk Phlegmatis yang introvert, pengamat dan pesimis. Dia kan orangnya termasuk Koleris yang ekstrovert pelaku dan optimis. Dan bla, bla, bla lainnya.

Tetapi ada satu hal yang perlu diingat bahwa dunia ini tidak peduli dengan apakah kita termasuk orang berkepribadian ini dan itu. Dunia ini hanya tahu satu hal: kalau kita mengalami kesusahan bergaul, hidup kita juga mengalami kesusahan yang tidak kita inginkan. Titik. Ini adalah sebuah dalil mengapa kita perlu mengembangkan potensi yang mendukung perbaikan kemampuan kita dalam bergaul, terlepas apapun model kepribadian kita.

Sejumlah istilah ilmiah yang bisa kita temukan dalam buku-buku kepribadian itu mestinya kita gunakan untuk melihat sisi plus-minus agar kita bisa mengembangkan diri sejati kita (bukan jadi seperti orang lain). Sebab, apapun model kepribadian kita pasti ada sisi plus yang perlu kita kembangkan untuk memperbaiki hidup dan pasti pula ada sisi minus yang perlu kita kontrol agar tidak sampai merugikan atau membahayakan.

2. Pergaulan itu tidak identik dengan banyak ngomong atau sedikit ngomong, tidak identik dengan apakah anda seorang pendiam atau tidak pendiam. Prinsip yang berlaku dalam pergaulan adalah bagaimana kita berkomunikasi dengan orang lain (to build) dan bagaimana kita menjaga hubungan itu (to maintain). Karenanya, jangan heran bila menjumpai ada orang yang banyak ngomong tetapi pergaulannya sempit dan jangan heran pula bila melihat ada orang yang sedikit ngomong tetapi pergaulannya luas.

Sekali lagi perlu kita yakinkan pada diri sendiri bahwa bergaul adalah bagian penting dari ketrampilan hidup. Kita semua sudah tahu bahwa di dunia ini pasti tidak ada buku atau perpustakaan yang bisa mengungkap manfaat pergaulan karena saking banyaknya manfaat itu.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah kesulitan bergaul ini, antara lain:

1. Melatih kepedulian

Kepedulian itu bentuknya bermacam-macam dari mulai yang paling ringan bisa kita lakukan sampai ke yang paling berat. Ini misalnya adalah showing interest (menunjukkan ketertarikan) pada kehidupan orang lain, bisa diajak berbicara tentang apa yang penting menurut orang lain, memberikan alasan pada orang lain bahwa Anda tidak berada di pulau yang berbeda dengan mereka, dan seterusnya. Di sini berarti Anda perlu meningkatkan wawasan yang terkait dengan beberapa topik utama di lingkungan Anda.

Meskipun showing interest itu gratis tetapi kalau untuk kepentingan mengatasi masalah kesulitan bergaul, biasanya berperan sangat penting. Untuk selanjutnya, bentuk kepedulian ini bisa Anda tingkatkan, misalnya melibatkan diri pada aktivitas bersama dengan orang lain, memainkan peranan yang bermanfaat bagi orang lain, memberi bantuan pada orang lain yang membutuhkan
anda, dan seterusnya. Intinya, jangan sampai kita menyalahkan model kepribadian yang kita miliki seiring dengan serangkaian kesulitan bergaul yang kita alami sementara kita sendiri jarang menunjukkan ketertarikan pada topik atau hal yang menarik buat orang lain. Kita merasa hidup di pulau yang jauh dengan orang lain.

2. Fokuskan pada pengembangan dialog dan suasana

Seperti yang sudah kita bahas di muka, terlalu memikirkan diri sendiri dan terlalu membuat penilaian atas orang lain pada saat pembicaraan berlangsung, ini bisa mengganggu suasana. Karena itu, fokuskan pada suasana, topic pembicaraan, dan kehangatan dialog.
Bagaimana caranya? Di antaranya adalah:
a) mengajukan pertanyaan yang bisa kita pelajari dengan menggunakan kaidah 5W1H (what, where, who, why, when, dan how),
b) mendengarkan dan mengungkapkan,
c) memunculkan humor atau guyonan yang mendukung dan sesuai kebutuhan.

3. Menghormati "privacy" orang lain

Ada beberapa hal tentang orang lain yang membuatnya akan lebih suka kalau kita ketahui, tetapi juga ada beberapa hal tentang orang lain yang akan membuatnya tidak nyaman kalau kita ketahui. Hal-hal tentang orang lain yang membuatnya tidak nyaman kalau kita ketahui inilah yang saya maksudkan dengan privacy. Biasanya yang kedua ini adalah masalah-masalah yang sangat pribadi.

Setiap orang itu biasanya memiliki tiga wilayah kehidupan. Pertama adalah wilayah publik (diketahui secara umum, misalnya tinggal di mana, sekolah di mana, dst), kedua, wilayah privat (diketahui hanya oleh orang yang dekat, pacarnya siapa, musuhnya siapa, dst), dan ketiga adalah wilayah pribadi (tidak ingin diketahui oleh siapapun kecuali dirinya atau suami-istrinya) .
Untuk kepentingan kelancaran bergaul, akan lebih OK kalau kita memfokuskan diri untuk mengetahui hal-hal yang memang orang lain merasa nyaman untuk diketahui (wilayah publik) dan melupakan apa saja yang membuat orang lain merasa tidak nyaman bila diketahui (wilayah pribadi)

4. Lihat orang lain yang lebih berhasil

Pergaulan itu erat kaitannya dengan seni (the art) atau permainan, (playing the game) tentang bagaimana menjalin hubungan dengan orang lain. Karena seni, maka gayanya berbeda-beda dan ini tidak terkait dengan apakah anda orang yang tipenya banyak ngomong atau sedikit ngomong. Dan, dalam seni permainan, biasanya ada dua hal yang mendasar, yaitu:
a) bagaimana anda mengontrol emosi,
b) bagaimana anda mengimbangi emosi orang lain.

Dua hal ini memang agak sulit kalau dijelaskan dengan kata-kata. Akan lebih cepat bisa anda pahami dengan melihat bagaimana orang lain yang secara prestasi di atas Anda menjaga hubungan. Mereka yang telah berhasil menjaga hubungan sampai bertahun-tahun, umumnya sudah memiliki kematangan emosi yang lebih bagus. Ini bukan berarti mereka tidak pernah konflik, gap, berbeda pendapat dan lain-lain, tetapi karena mereka sudah tahu bagaimana
bermain-main dengan emosi. Karena itu, ada hal-hal yang ditanggapi dengan diam, dengan bicara, dengan ketawa, dengan biasa-biasa, dengan humor, dan lain-lain.

Kalau Anda kesulitan mencari contoh, lihatlah bagaimana orang tua kita yang telah bertahun-tahun mempertahankan hubungan dalam membina keluarga. Secara umum bisa kita lihat bahwa kecanggihannya dalam memainkan emosi terletak pada kemampuannya untuk tidak "meng-ekstrim- kan" sesuatu yang berpotensi akan mengacaukan keadaan atau hubungan. Untuk mencapai kemampuan ini memang perlu latihan dan ini tidak terkait langsung dengan umur tetapi terkait dengan pengalaman hidup (life experiencing) .

5. Tingkatkan prestasi Anda

Ini adalah kunci untuk mengatasi masalah-masalah kejiwaan umum itu. Semakin banyak hal-hal positif yang bisa Anda realisasikan dari diri Anda, maka semakin baguslah Anda merasakan diri anda. Bagaimana kita merasakan diri kita akan terkait dengan bagaimana kita berhadapan dengan orang lain. Karena itu, menurut teori kesehatan mental, orang yang sedang depresi (punya perasaan negatif terhadap diri sendiri, orang lain atau keadaan) tidak bisa membangun hubungan dengan orang lain secara positif dan konstruktif.

--
Best Regard
Erwin Arianto,SE
Internal Auditor
PT.Sanyo Indonesia
Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi
------------ --------- --------- --------- -----
See my Article On http://blogerwinari anto.blogspot. com/
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #65 on: 17 April 2008, 03:28:37 PM »
LANGKAH PRAKTIS MEMBELI RUMAH
Oleh: Mike Rini
Dikutip dari Danareksa.com

Ketika Anda berencana membeli rumah tentunya Anda mengharapkan hasil yang terbaik sesuai dengan biaya yang akan dikeluarkan. Karena itu sebelum Anda mulai melihat-lihat calon-calon rumah Anda, sebaiknya Anda membuat daftar prioritas yang dinginkan dari rumah yang akan dibeli seperti jumlah kamar tidur, kamar mandi, halaman, garasi, kondisi atap, dinding, dan lain-lain. Kemudian buat juga daftar fasilitas – fasilitas umum yang nanti Anda butuhkan, seperti PAM, listrik, jalan umum, kebersihan, rumah ibadah, sekolah, pasar dan lain-lain. Tambahkan lagi daftar tersebut dengan persyaratan lainnya seperti bebas banjir, sertifikat rumah lengkap dan tidak dalam sengketa apapun. Wah.. PRnya banyak nih ! Iya dong kita kan mau beli rumah bukan beli masalah.  ;D

1.   Menentukan berapa kesanggupan Anda dalam membiayai rumah
Tiap orang akan mempunyai jawaban yang berbeda – beda untuk pernyataan tersebut. Tetapi tentunya Anda yang paling tahu seberapa besar kesanggupan anda. Kuncinya adalah membeli rumah baik seharusnya lebih membuat hidup Anda lebih sejahtera. Jangan sampai karena pembelian rumah ini malah membuat Anda mengalami penurunan standar dan gaya hidup serta tidak tercapainya tujuan keuangan lainnya di masa depan. Untuk mengetahuinya maka buatlah suatu neraca keuangan keluarga untuk mengetahui harta tunai anda yang likuid yang siap digunakan untuk membiayai pembelian rumah. Harta tunai Anda yang likuid maksudnya adalah sejumlah dana menganggur Anda di Tabungan, deposito atau ditempat lainnya yang dapat diambil kapan saja.

Sejumlah dana tunai memang harus tersedia dalam proses pembelian rumah walaupun Anda membelinya secara kredit. Sebab, pada umumnya transaksi pembelian rumah dengan kredit rumah dibagi dalam 2 tahap yaitu didahului dengan pembayaran uang muka rumah, pihak penjual akan meminta uang muka dari Anda, besarnya bervariasi biasanya paling banyak sebesar 30% saja dari harga rumah.Sisanya barulah dibiayai olek kredit rumah.

Buatlah juga sebuah arus kas pribadi yang terdiri dari penghasilan serta pengeluaran rutin Anda. Arus kas pribadi ini berguna untuk menghitung berapa besar sisa penghasilan Anda yang sanggup disisihkan untuk membiayai rumah, jika pembelian rumah dibiayai dengan kredit rumah.

2.   Putuskan rumah seperti apa yang Anda inginkan
Ketika Anda berencana membeli rumah tentunya Anda mengharapkan hasil yang terbaik sesuai dengan biaya yang akan dikeluarkan. Karena itu sebelum Anda mulai melihat-lihat calon-calon rumah Anda, sebaiknya Anda membuat daftar prioritas yang dinginkan dari rumah yang akan dibeli seperti jumlah kamar tidur, kamar mandi, halaman, garasi, kondisi atap, dinding, dan lain-lain. Kemudian buat juga daftar fasilitas – fasilitas umum yang nanti Anda butuhkan, seperti PAM, listrik, jalan umum, kebersihan, rumah ibadah, sekolah, pasar dan lain-lain. Tambahkan lagi daftar tersebut dengan persyaratan lainnya seperti bebas banjir, sertifikat rumah lengkap dan tidak dalam sengketa apapun.

Datanglah ke berbagai pameran property, Disana Anda bisa mendapatkan banyak sekali informasi rumah dari para tenaga penjual yang siap membantu Anda, dan biasanya ditawarkan dengan harga miring atau potongan diskon.. Sebaiknya Anda jangan langsung percaya dengan gambaran kondisi rumah yang tertera pada brosur penjualan atau seperti yang dipajang pada miniatur bangunan rumah yang akan dijual dipameran tersebut, tetapi Anda harus cocokkan informasi yang diberikan dengan kunjungan langsung ke lokasi. Jika memungkinkan buatlah foto-foto sendiri dengan demikian anda akan memperoleh informasi yang sebenar-benarnya dari rumah tersebut. Kumpulkanlah berbagai informasi antara 3 sampai 5 rumah pada lokasi yang diinginkan dari berbagai pengembang, lebih banyak lebih baik dan bandinganlah satu sama lain. Dari informasi tersebut Anda dapat memiliki patokan atau gambaran rumah yang terbaik untuk Anda.

3.   Mempersiapkan sejumlah dana tunai untuk muka rumah dan biaya – biaya lainnya
Sejumlah dana tunai juga sebaiknya dicadangkan untuk mengantisipasi terjadinya biaya – biaya pembelian rumah antara lain uang tanda jadi atau booking fee, uang muka, akte jual beli, biaya balik nama sertifikat dan biaya jasa notaris dan lain sebagainya. Jika pembelian rumah dibiayai dengan kredit dari bank sebaiknya dipersiapkan pula dana tunai untuk biaya administrasi dan provisi pengikatan kredit, biaya jasa notaris, asuransi kebakaran dan asuransi jiwa. Selain pertimbangkan juga untuk menyiapkan biaya pindah rumahnya, kemudian isi rumahnya. Walaupun pembelian isi rumah bisa dilakukan bertahap sesuai dengan tersedianya dana, namun seminim-minimya dana Anda jika telah terkuras akibat biaya-biaya tadi, paling tidak masih punya cukup uang untuk memasang tirai atau gorden.

4.   Mencari sumber dana atau sumber pembiayaan
Membeli rumah bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu secara tunai dan kredit atau kombinasi dari keduanya. Jika Anda ingin membeli rumah secara tunai, Anda dapat menyiapkan dananya dengan beberapa cara seperti menabung secara rutin atau melakukan investasi. Sehingga akumulasi dana hasil menabung atau hasil keuntungan investasi bisa digunakan untuk membeli rumah. Keuntungannya dengan membeli rumah secara tunai, maka Anda tidak perlu tergantung dari pihak lain dan yang paling menyenangkan adalah anda bebas dari kewajiban membayar cicilan bulanan. Hanya saja mungkin akan memerlukan waktu yang cukup lama sampai tercapai sejumlah dana yang Anda perlukan untuk membeli rumah.

Dengan mahalnya harga rumah saat ini, beberapa dari Anda mungkin kesulitan dalam menyediakan dana tunai pembelian rumah. Anda tetap bisa beli rumah dengan cara mengajukan kredit ke Bank. Pada umumnya dana kredit yang bisa diberikan oleh bank adalah maksimal sebesar 70 % saja dari harga rumah yang akan dibeli, sisanya sebesar 30% harus dibiayai sendiri dan dianggap sebagai uang muka rumah.

Jika Anda ingin membeli rumah dengan cara mengkredit maka Anda harus memperkirakan sebelumnya berapa penghasilan Anda yang bisa disisihkan untuk membayar cicilan rumah. Tentunya penghasilan Anda per bulan setelah dikurangi biaya – biaya rumah tangga dan hutang pada pihak lain, seharusnya masih cukup untuk membayar cicilan rumah. Idealnya cicilan kredit rumah Anda besarnya tidak lebih dari 30% dari penghasilan Anda sehingga sisa 70%nya bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup lainnya.

5.   Periksalah kewajiban –kewajiban pada pihak lain atau hutang Anda sebelum mengajukan kredit ke Bank
Bank memiliki analisa sendiri dan sumber informasi yang dapat dipercaya untuk mengetahui gambaran kondisi keuangan Anda. Karena itu sebelum mengajukan kredit ke Bank, periksalah kembali hutang – hutang Anda lainnya. Cicilan kartu kredit, cicilan motor, cicilan mobil dan lain- lain.

Apakah Anda memiliki kredit macet pada pihak lain, kapan jatuh tempo terakhir masing – masing cicil*n h*tang anda. Jika Anda memiliki lebih dari satu kartu kredit, tetapi yang aktif hanya satu maka kartu kredit yang tidak aktif sebaiknya ditutup. Ini untuk mencegah bank, agar tidak memasukkan kartu kredit yang tidak aktif tersebut sebagai hutang Anda, karena sebenarnya Anda belum menggunakannya.


Tips Tawar menawar harga rumah

Bangunan baru seperti rumah, flat, atau apartemen bisanya ditawarkan dengan harga pas dari developer. Untuk rumah second biasanya terbuka untuk tawar menawar harga. Ada beberapa informasi yang sebaiknya Anda dapat sebelum mengajukan penawaran :
•   Harga rumah yang ditawarkan penjual apakah sama dengan yang ditawarkan untuk rumah lain dengan kondisi yang sama diwilayah tersebut
•   Kondisi rumah, apakah perlu perbaikan tambahan atau tidak.
•   Sudah berapa lama rumah tersebut ditawarkan untuk dijual,

jika sudah ditawarkan selama beberapa waktu lalu si penjual mungkin akan semakin ingin menjual rumahnya sehingga mungkin Anda lebih dapat menekan harga. Tanyakanlah kepada tetangga sekitar rumah mengenai pasaran harga rumah di kawasan tersebut, dari mereka mungkin saja dapat diketahui mengapa rumah tersebut mau dijual, sehingga dari informasi-informasi tersebut Anda akan mendapatkan harga beli yang terbaik untuk rumah tersebut.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #66 on: 30 April 2008, 01:28:06 AM »
Cara Mengajar Terbaik

Hiduplah seorang guru yang bijaksana, guru tersebut memiliki beberapa orang murid, salah satu di antara muridnya ada yang gagu.
Suatu hari sang guru menyuruh muridnya yang gagu untuk turun gunung.

Sang guru berkata, "Besok, turun gununglah dan sebarkanlah ajaran Kebenaran yang telah kukabarkan kepada semua orang."

Muridnya yang gagu itu merasa rendah diri dan segera menulis di atas kertas, "Maafkan saya Guru, bagaimana mungkin saya dapat menyebarkan ajaran Guru, saya ini kan gagu. Mengapa Guru tidak menyuruh murid lain saja yang tentu mampu membabarkan ajaran Guru dengan lebih baik?"

Sang Guru tersenyum dan meminta muridnya merasakan sebiji anggur yang diberikan olehnya.
"Anggur ini manis sekali," tulis muridnya.

Sang Guru kembali memberikan sebiji anggur yang lain.
"Anggur ini masam sekali," tulis muridnya.

Kemudian Gurunya melakukan hal yang sama pada seekor burung beo.
Biarpun diberi anggur yang manis maupun masam beo itu tetap saja mengoceh, "Masam...masam..."

Sang Guru menjelaskan pada muridnya, "Kebenaran bukanlah untuk dihafal, bukan pula cuma untuk dipelajari, tapi yang terutama adalah untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Cacat tubuh yang kita miliki janganlah menjadi rintangan dalam mengembangkan batin kita. Kita jangan seperti sebuah sendok yang penuh dengan madu, tapi tidak pernah mengetahui manisnya madu itu.

Kita jangan seperti beo yang pintar mengoceh, tapi tidak mengerti apa yang diocehkannya. Engkau memang tidak mampu berbicara dengan baik, tapi bukankah engkau bisa menyebarkan Kebenaran dengan cara-cara lain, misalnya menulis buku? Dan yang lebih penting, bukankah perilaku kamu yang sesuai dengan Kebenaran akan menjadi panutan bagi yang lain?"

Itulah cara mengajar yang terbaik:
Teladankan Kebenaran dalam perilakumu, bukan cuma dalam omonganmu...

Sumber: Unknown [Tidak Diketahui]
« Last Edit: 30 April 2008, 01:57:03 AM by Hikoza83 »
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #67 on: 23 May 2008, 10:32:12 PM »
Kisah Jendral Yue Fei (1) Yue Fei dan Sintiauw Hiaplu

Anda yang gemar dengan kisah “Sintiauw Hiaplu” (Legend of the Condor Heroes/Shediao Yingxiong Zhuan) tentu familiar dengan nama Jenderal Gak Hui, pahlawan masa Dinasti Song yang banyak berjasa dalam menentang invasi Bangsa Jin. Gak Hui tak lain dan tak bukan adalah Yue Fei. Perbedaan pelafalan nama ini semata terjadi karena perbedaan dialek. Gak Hui merupakan lafal dialek Hokkian, sedang Yue Fei adalah lafal dalam bahasa Mandarin.

Yue Fei lahir dari keluarga yang miskin dan sederhana, namun demikian kelak ia berhasil menjadi jenderal yang penuh integritas. Sepanjang karirnya ia berjuang untuk mencegah invasi bangsa Jin di perbatasan utara Cina yang berulang kali mencoba menduduki Cina.
Sebagai seorang komandan yang gagah dan bijaksana, pada suatu kali ia berhasil mengalahkan pasukan Jin yang berjumlah 500 ribu orang hanya dengan pasukan berkekuatan 800 prajurit.

Kejadian di luar kota Kaifeng itu membuat Yue Fei dipuji oleh tokoh Wanyen Hong Lieh (Wanyen Lieh) dalam novel Sintiauw Hiaplu sebagai seorang jenderal yang ahli dalam seni berperang dan tanggung di medan pertempuran. Dalam sejarah komandan pasukan Jin yang dikalahkannya konon berkeluh kesah sesaat setelah dikalahkan Yue Fei. ”Rasanya lebih mudah mengguncangkan Gunung Taishan daripada menghancurkan pasukan Yue Fei”. Berkat Yue Fei dan Jenderal Han Shizhong, Dinasti Song Utara yang lemah bisa bertahan selama beberapa waktu lamanya.

Sayang walaupun Yue Fei dan pasukannya memenangkan berbagai peperangan dan bisa memulihkan kondisi Dinasti Song Selatan di beberapa tempat, ada musuh yang siap mengintai. Musuh itu adalah seorang gila harta bernama Qin Hui. Qin Hui menebarkan fitnah palsu sehingga Yue Fei akhirnya dikirim ke penjara dan dihukum mati. Mendengar berita ini Han Shizhong bertanya, apakah kesalahan yang dilakukan oleh Yue Fei. Qin Hui menjawab “Mo Xu You”. Belakangan istilah ini digunakan untuk menyebut tuduhan palsu. Yue Fei baru berumur 39 tahun saat ia dihukum mati.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #68 on: 23 May 2008, 10:35:44 PM »
Makamnya di Hangzhou

Makam dan kuil memorial untuk Jenderal Yue Fei hingga kini masih menjadi salah satu atraksi turisme di Hangzhou. Kedua bangunan ini terletak di bagian selatan Kaki Bukit Qixia. Bangunan kuil dan makam yang ada sekarang merupakan bangunan yang kebanyakan dibangun pada masa Dinasti Qing. Kompleks makam dan kuil ini terdiri dari taman makam, kuil memorial dan kuil kesetiaan. Di sudut barat kompleks ini terdapat taman makam yang menghadap ke timur. Dua buah kuil dibangun masing-masing di bagian selatan dengan arah menghadap ke selatan.

Gerbang Kuil Memorial Yue Fei menghadap ke arah Danau Yue, salah satu bagian dari lima seksi Danau Xihu. Di antara makam, kuil dan Danau Yue berdiri sebuah ‘hifang’ atau pintu gerbang bertuliskan ‘Kesetiaan Tanpa Batas’. Lebih dari 800 tahun setelah Kaisar Xiaozong dari Dinasti Song Selatan mengeluarkan perintah kerajaan untuk memakamkan kembali Yue Fei secara terhormat, Yue Fei masih terus dikenang orang.


Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #69 on: 23 May 2008, 10:36:25 PM »
Tato kesetiaan

Sejak dalam kandungan, Yue Fei (1102-1142) sudah menunjukkan tanda-tanda kalau orang asal Xiangzhou, Tangyin yang lahir dari keluarga petani kelak bakal jadi seseorang yang istimewa. Pada hari kelahirannya, ayahnya melihat seekor burung besar sedang terbang sambil mengepakkan sayapnya. Oleh karena itulah putranya ia beri nama “Fei”. Yue Fei memiliki nama alias (Zi) “Peng Ju”. Belum genap sebulan umur Yue Fei, Sungai Huanghe tiba-tiba bobol, airnya meluap hingga menenggelamkan seluruh Kabupaten Tangyin. Dalam keadaan genting ibu Yue Fei yang bermarga Yao, demi mempertahankan hidup melompat masuk ke dalam gentong besar, sambil menggendong Yue Fei. Gentong besar berisi ibu dan anak itu mengalir bersama arus banjir bandang.

Akhirnya mereka baru diselamatkan setelah mendekat ke sebuah gundukan tanah yang tinggi. Setelah itulah baru keluarga Yue bertiga dapat bersatu kembali. Sejak kecil tubuh Yue Fei tegap perkasa. Sebelum usianya genap 20 tahun, dia sudah berhasil menarik busur panah sebesar 300 kati dan busur silang sebesar 8 bongkah batu besar. Ketika ratusan anak panah dilepaskan dari busurnya, maka ratusan anak panah itu semuanya akan mengenai sasaran. Teknik membidiknya pun sangatlah hebat.

Pada akhir masa Dinasti Song Utara, pemerintahan di istana sangat korup, negara mengalami banyak kesulitan, rakyat harus menjalani kehidupan yang pahit, melihat keadaan seperti ini Yue Fei sangat geram dan marah, dalam hatinya bergejolak rasa nasionalisme dan cinta negara dan ingin melawan musuh. Ibunda Yue Fei tahu hati putranya ingin membela negara, sehingga di punggung Yue Fei ia mentatokan kata “Jing Zhong Bao Guo” (Setia dalam Membela dan Membalas Budi pada Negara). Ibunda Yue Fei pun mendukung putranya mengikuti wajib militer untuk melawan musuh. Saat berumur 20 tahun itulah Yue Fei mengikuti wajib militer.

Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #70 on: 23 May 2008, 10:38:14 PM »
Tentara Jin lari terbirit-birit!

Pada tahun 1127 saat terjadi tragedi memalukan 'Jing Kang', tentara negeri Kim [Jin] berhasil menduduki Bianjing [sekarang Kaifeng]. Mereka menangkap dan menawan Kaisar Huizong dan Qinzong dan kembali ke utara. Pangeran Kang mendirikan kerajaan dan bergelar Gaozong. Dia tak berani tinggal di Bianjing dan melarikan diri ke Yangzhou, meninggalkan jenderal tua Zong Ze sendirian menjaga Kaifeng. Pada saat itulah Yue Fei bergabung ke bawah pimpinan jenderal Zong Ze dengan menjadi asisten jenderal.

Yue Fei sangat cerdas dan gagah berani, selama itu ia banyak memenangkan peperangan dan berjasa besar. Yue Fei melihat Kaisar Gaozong mabuk kekuasaan, sepanjang malam hanya minum arak dan bersenang-senang. Dalam kemarahan tanpa mempedulikan status dirinya sebagai bawahan, ia menulis surat pada Gaozong dan memintanya kembali ke ibukota dan membereskan kembali Cina Pusat.

Menteri korup, Huang Qianshan dan Wang Boyan membaca surat yang dilayangkan Yue Fei. Di dalamnya terdapat laporan yang menyatakan mereka berdua berkhianat pada Negeri Song. Kedua orang itu kontan kesal dan melakukan berbagai cara agar Yue Fei dipecat dari jabatannya. Walaupun terpukul, Yue Fei tidak merasa putus asa. Dia kemudian bergabung dengan Panglima Zhao dari Hebei. Begitu kedua orang ini bertemu, mereka seperti telah lama mengenal dan punya pandangan yang sama.

Jenderal Zhang Suo lalu mempercayakan jabatan komandan pasukan. Yue Fei tidak mengecewakan, berkali-kali dia menghancurkan pasukan Jin. Pasukan Jin ketakutan melihatnya, bahkan memanggilnya dengan julukan kehormatan “Kakek Yue”. Setiap kali melihat panji perang Yue Fei melambai-lambai, mereka akan lari terbirit-birit ketakutan. Karena Yue Fei berselisih dengan komandan lain Wang Yan, dia kemudian membawa pasukannya untuk kembali berada di bawah komando Zong Ze. Dia kembali banyak mencatat jasa dan memenangkan peperangan sehingga diberi jabatan sebagai Pengendali Pusat Pasukan Penjaga. Setelah Zong Ze meninggal, Du Chong diangkat sebagai penggantinya.

Pada tahun ketiga tahta Jianyan, Yue Fei mengikuti Du Chong mengawal Istana Jiankang. Pada akhir tahun yang sama, tentara Jin menyerang ke selatan. Tentara Du Chong berhasil dikalahkan tentara Jin. Yue Fei sendirian memimpin pasukannya sendiri untuk mengumpulkan prajurit yang terpencar dan mendirikan pasukannya sendiri. Kebetulan tentara Jin menyerang Hangzhou. Yue Fei kemudian memimpin pasukan untuk melakukan penyerangan. Dalam enam kali pertempuran, ia memenangkan keenam pertempuran itu. Jenderal besar Jin, Wu Zhu yang dikalahkan Yue Fei, mengumpulkan sisa tentaranya untuk mundur dan berjaga di Jianbei. Sepanjang pelariannya ia selalu diserang kembali oleh Yue Fei. Tentara Jin akhirnya berhasil ditumpas habis oleh Yue Fei. Jin Wu Zhu melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya, tapi Yue Fei terus mengejar hingga Wu Zhu hampir saja jatuh dari kudanya. Keesokan harinya, Yue Fei akhirnya berhasil merebut Jiankang.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #71 on: 23 May 2008, 10:39:26 PM »
Laparpun tak boleh merampok rakyat!

Tak ada yang meragukan kesetiaan prajurit-prajurit yang berada di bawah pimpinan Yue Fei kepada sang komandan. Orang mengenal Yue Fei sebagai sosok yang sudi berbagi suka dan duka dengan pasukannya, namun ia juga sangat disiplin pada pasukannya. Begitu disiplin dan tegasnya Yue Fei sampai ia meminta prajuritnya berjanji, “dalam keadaan dingin sekalipun tak boleh merampas rumah orang, dalam keadaan lapar sekalipun tak boleh merampok penduduk”. Berkat kerja kerasnya ini, Yue Fei akhirnya berhasil membina pasukan yang disiplin tanpa pernah ada yang berkhianat padanya.

Pada tahun 1134, Yue Fei untuk pertama kalinya memimpin ekpedisi tentara Song ke Utara yang pertama dan berhasil mendapatkan kembali enam kabupaten di Xiangyang. Hal ini membangkitkan semangat juang para prajurit dan rakyat di Song Selatan. Istana kemudian menerimanya sebagai pejabat. Pada saat itu Yue Fei yang berumur 32 tahun merupakan jenderal termuda yang turut berjasa mendirikan Dinasti Song Selatan. Namun Yue Fei tidak pernah puas dengan sumbangsihnya ini, dia ingin menaklukkan kembali Cina pusat dan membersihkan aib “Jing Kang”. Oleh karena itulah ia menuliskan puisi berjudul “Man Jiang Hong” (Sungai itu Berwarna Merah) untuk mengutarakan keteguhan semangatnya untuk membela negara.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #72 on: 23 May 2008, 10:41:13 PM »
Tradisi meludah di makam Yue Fei

Meski berkeinginan untuk menumpas pasukan Jin, dan mengembalikan wilayah Cina yang dijajah, Yue Fei justru menghadapi tantangan dari dalam istana. Qin Hui, menteri yang iri menudingnya ingin menghamburkan uang negara, karena peperangan memerlukan banyak uang. Hasutan Qin Hui berhasil. Semakin banyak menteri menentang Yue Fei. Tahun 1141 Yue Fei dipanggil menghadap Kaisar Song Gaozong ke istana. Di sini ia difitnah telah bersekongkol dengan musuh. Yue Fei dijatuhi hukuman penjara dan seperti dijelaskan pada bagian pertama tulisan ini sang pahlawan rakyat ini dijatuhi hukuman mati bersama anaknya, Yue Yun.

Pada tahun 1163, Kaisar Gaozong memerintahkan penggalian atas makam Yue Fei dan dipulihkan nama baiknya. Ia lalu dimakamkan di lokasi makamnya sekarang. Baru pada tahun 1221 sebuah kuil memorial dibangun untuk Yue Fei lengkap dengan arca raksasa Yue Fei yang dipasang di dalamnya. Dalam perjalanan waktu kuil memorial itu telah dihancurkan dan dibangun kembali selama beberapa kali. Kuil yang masih berdiri sampai sekarang merupakan hasil restorasi tahun 1923. Di dalamnya terdapat sebuah arca setinggi 4.54 meter lengkap dengan pedang di tangan, siap untuk berperang kapan saja. Di belakangnya terdapat kaligrafi karya Yue Fei yang berbunyi “Kembalikan gunung dan sungai pada kami”. Ini menunjukkan rasa patriotisme dan perlawanan Yue Fei pada Negeri Jin (Kim). Di kedua sisi kuil terdapat 120 prasasti yang di atasnya di-grafir puisi-puisi ciptaan Yue Fei.

Di sebelah kanan Kuil memorial terdapat Musoleum Yue Fei. Di sini terdapat 4 patung besi masing-masing Qin Hui dan istrinya, Zhang Jun dan Mo Qixie yang sedang berlutut di depan makam. Di masa silam terdapat tradisi memaki dan meludahi keempat patung ini yang dilakukan oleh pengunjung yang berjiarah ke makam Yue Fei. Pengunjung bahkan boleh melepas sepatu dan melemparkannya ke dua patung tersebut. Kini terdapat tanda “jangan meludah” di sisi setiap patung. Sebagai gantinya para pengunjung melakukan “tradisi” lain untuk mengungkapkan kekesalan kepada empat penghianat itu yakni dengan cara menampar bagian belakang kepala patung tersebebut. Di kedua sisi makam Yue Fei juga terdapat enam patung batu, dua kuda, dua harimau, dan dua kambing yang menyimbolkan para pengawal Yue Fei. Setiap tahun tak terhitung pejiarah yang datang ke tempat ini untuk mengenang kepatriotan Yue Fei.

Ada satu hal lagi yang di masa silam diidentikkan dengan Qin Hui yakni makanan yang kita kenal dengan nama Cakwe. Dahulu, Cakwe yang dalam bahasa Mandarin dikenal dengan “Youtiao” sering diibaratkan sebagai Qin Hui yang suka berkhianat. Untuk melampiaskan kegemasan pada Qin Hui, rakyat Cina menggoreng Cakwe dalam minyak yang panas!

Sumber : www.satulelaki.com

Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #73 on: 27 May 2008, 08:00:28 PM »
Qu Yuan – Seorang pujangga patriot
(asal usul peringatan tradisi Bakcang)

Penulis artikel : Shu Ping

Dajiyuan.com - Qu Yuan (dibaca: chu yuen), dipanggil juga Ping alias Zhengze, bernama: Lingjun, penduduk negara Chu dari zaman Zhan Guo (negara-negara saling berperang, yaitu antara tahun 403 SM – 221 SM). Beliau adalah keturunan bangsawan dengan ketrampilan segudang: menulis, wawasan dan keberanian; terlebih-lebih kecintaannya terhadap negara tak perlu diragukan lagi. Namun sayang beliau tidak ditempatkan pada kedudukan penting oleh raja Chu, ditambah lagi dengan pemboikotan dan pemfitnahan dari pejabat berpengaruh saat itu: Le Shang dan komplotannya, sehingga karir politiknya jadi kacau dan sempat dibuang sebanyak 2 kali.

Pertama kali dibuang, disebabkan oleh karena Le Shang merasa iri dengan kemampuan Qu Yuan dan sikap kepeduliannya terhadap urusan negara, oleh karena itu sering menjelek-jelekkan Qu Yuan di hadapan raja Chu (Chu Huai Wang), mengatakan Qu Yuan bersikap congkak hanya karena bisa sering berdiskusi urusan politik dengan raja Chu dan lain sebagainya. Mendengar hal itu raja Chu marah besar dan membuang Qu Yuan. Itu adalah pertama kali dalam hidupnya Qu Yuan dibuang. Meskipun beliau dibuang, tetapi hatinya masih tertambat dengan urusan negara. Ketika beliau mendengar bahwa negara Qin berencana mengumpan raja Chu dengan seorang wanita cantik yang akan membunuhnya, dengan segera beliau kembali ke negara Chu dan berupaya menasehati / memperingatkan raja Chu. Namun Chu Huai Wang sama sekali tidak mau mendengar omongannya, terpaksa beliau meninggalkannya. Ternyata benar, tidak lama kemudian, raja Chu telah terbunuh oleh konspirasi negara Qin. Bisa dibayangkan bagaimana kala itu perasaan Qu Yuan.

Pembuangan kedua kalinya adalah karena raja baru Chu (Qin Xiang Wang) naik tahta, Qu Yuan lagi-lagi menjadi korban kejahatan komplotan Le Shang dengan menyebar gossip dan memfitnah Qu Yuan, akhirnya sekali lagi Qu Yuan diusir keluar dari negerinya. Kali ini beliau tiba di Jiang Nan (wilayah selatan dari sungai Yangtse), dengan wajah murung karena tidak tega melihat negara terancam ambruk, namun juga merasa tidak mampu membalas budi kepada negara, maka dengan rasa putus asa sembari memeluk batu besar beliau terjun dan tewas di sungai Mi Luo. Pada hari itu tepat adalah tanggal 5 bulan 5 menurut penanggalan tahun Imlek (Tahun ini jatuh pada tanggal 31 Mei 2006).

Konon setelah Qu Yuan terjun ke dalam sungai, rakyat negara Chu sangat berduka dan berbondong-bondong menuju ke sungai Mi Luo untuk melayat Qu Yuan. Para nelayan hilir mudik berupaya mengentas jenazahnya. Ditemukanlah satu ide bahwa di tempat dimana Qu Yuan meloncat ke dalam sungai Mi Luo dilemparkan banyak bakcang. Mereka percaya apabila setelah kenyang memakan bacang-bacang tersebut, ikan dan udang tidak bakal mengganggu jenazah Qu Yuan lagi. Selain itu ada juga orang yang pada hari tersebut mengadakan kegiatan mendayung perahu naga sebagai perlambang pencarian dan pertolongan kepada Qu Yuan. Malah ada sebagian orang lagi yang menuangkan arak Xiong Huang ke dalam sungai dengan keyakinan agar naga yang berada di dasar sungai mabuk duluan sehingga tidak mengganggu Qu Yuan. Berbagai macam cara yang menandakan rasa cinta dan hormat rakyat negara Chu dan para generasi penerus kepada Qu Yuan.

Qu Yuan didalam karirnya walau tidak sesuai harapan, namun di dalam karya kesusasteraannya sangat disegani.

Li Sao Meninggalkan Kegalauan adalah hasil karya Qu Yuan pada saat pembuangan pertamanya, puisi tersebut berjumlah total 373 baris dan 2400 lebih aksara. Di dalam Li Sao, Qu Yuan mengekspresikan tuntas seluruh perasaannya, menunjuk keblingeran penguasa negara di dalam realitas kehidupan sehari-hari dan kebobrokan para birokrat dan lain lain; di dalam Li Sao melalui sejumlah besar kisah dongeng dan mitos serta cara penulisan yang hiperbola namun berani, telah menyampaikan kegundahan dan rasa cintanya terhadap negara dan rakyat. Generasi penerus mengakui Li Sao sebagai hasil karya unggulannya.

Mungkin karena mirip dalam situasinya kala itu dan barangkali juga adalah karena saling mengagumi antar sesama patriot, penilaian Shima Quan (pakar sejarah zaman Sam Kok, tahun 200an Masehi) terhadap Qu Yuan cukup tinggi. Tidak cukup hanya mewartakannya di dalam Shi Ji Catatan Sejarah, namun juga perlu mencambuk diri sendiri dengan semangat [Qu Yuan dibuang, Li Sao anugerahnya], dalam penyelesaian karya raksasanya Shi Ji / Catatan Sejarah. Walaupun Qu Yuan dengan kematiannya tidak mampu mengubah sejarah negara Chu, akan tetapi dengan kematiannya yang menerangi tekad dan kesetiaannya yang tulus dan teguh terhadap negara telah meninggalkan ingatan yang mendalam bagi generasi penerus. (WHs)

Sumber : http://www..or.id/k_10_art_18.htm
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #74 on: 27 May 2008, 08:13:36 PM »
Han Xin: Jenderal Terkenal pada Dinasti Han

Han Xin (?? – 196 BC), seorang anggota militer pada masa awal Dinasti Han, berasal dari Huayin (sekarang Provinsi Jiangsu). Kedua orang tuanya telah meninggal dunia sejak ia masih kecil. Walaupun ia sangat miskin, dia belajar dengan keras dan menjadi sangat mengerti tentang strategi dan taktik militer. Ia mempunyai ambisi yang besar dan bercita-cita menjadi orang penting suatu hari nanti. Tanpa penghasilan, ia sering ke rumah teman yang berbeda untuk makan. Kadang-kadang ia pergi ke Sungai Huai untuk menangkap ikan untuk ditukar dengan sejumlah uang. Ia sering didiskriminasi oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Pernah sekali, segerombolan penjahat mempermalukannya di depan publik. Seorang tukang daging berkata padanya: “Walaupun kau tinggi dan besar dan suka membawa pedang, saya tahu kau adalah seorang pengecut. Apkah kau berani membunuhku dengan pedangmu? Jika kau tidak berani, kau harus merangkak di antara kaki saya.” Han Xin mempunyai banyak ambisi dan tahu bahwa bila ia membunuh orang itu ia harus membayar atas perbuatannya dengan nyawanya. Bagaimana ia dapat membunuh pria itu? Pikirannya tidak terpancing oleh hal itu, ia jadi merangkak diantara kaki tukang daging itu di depan semua orang. Cerita sejarah menamakannya: “ Penghinaan merangkak diantara selakangan kaki.”

Pada tahun 209 SM, dua petani, Chen Sheng dan We Guang, memulai sebuah pembrontakan melawan Dinasti Qin yang korup. Dengan cepat terjadi pembrontakan terjadi di seluruh China. Han Xin bergabung dengan tentara pembrontakan Xiang Liang, yang mendirikan kerajaan Chu Barat. Setelah Xiang Liang tewas dalam perang, keponakan laki-lakinya Xiang Yu menjadi pemegang kekuasaan Chu Barat. Xiang yu tidak berpikir banyak terhadap Han Xin dan hanya memberinya posisi sebagai penjaga. Han Xin memberikan banyak usulan kepada Xiang Yu, tapi tidak satupun diambil. Ia marah akan perlakuan tersebut dan meninggalkan kemah Chu untuk bergabung dengan tentara pembrontakan lain yang dikenal Han dibawah bangsawan Liu Bang.

Pada awalnya, Liu Bang juga tidak berpikir banyak terhadap Han Xin dan hanya mengatakannya sebagai petugas yang mengatur suplai makanan. Han Xin menyadari Liu Bang tidak akan memberinya jabatan penting dan memutuskan untuk pergi lagi. Tetapi Perdana menteri Liu Bang, Xiao He, sadar akan kemampuan Han Xin. Ketika ia mendengar berita bahwa Han Xin telah pergi, ia menunggang kudanya mengejar Han Xin sepanjang malam dan meyakinkannya untuk kembali. Ada suatu ungkapan tentang kisah ini: “ Xiao He meyakinkan Han Xin dibawah bulan.”

Kemudian, setelah mendapat banyak rekomendasi dari Xiao He, Liu Bang mendiskusikan strategi militer dengan Han Xin dan sadar Han Xin adalah seorang yang memiliki bakat militer yang langka. Liu Bang akhirnya mengadakan upacara dan mengangkat Han Xin sebagai Jenderal besar

Bulan Mei tahun 206 SM, tentara Han memenangkan kemenangan utama melawan tentara bangsawan Zhang Han. Tentara bangsawan Zhang Han bermarkas di dekat kota Hangzhou. Jalan di sana telah dihancurkan. Han Xin secara terbuka mengirim banyak prajurit untuk memperbaiki jalan tersebut. Bangsawan Zhang Han mengetahui hal itu dan menempatkan penjaganya dengan berpikir bahwa tentara Han tidak akan mampu meluncurkan serangan hingga jalan selesai diperbaiki. Pada pertengahan waktu itu, Han Xin memimpin sendiri pasukan menyusuri sebuah jalan belakang yang tua dekat Nanzheng dan keluar melalui kota Chen Cang. Tentara bangsawan Zhang Han sepenuhnya terkejut dan dihancurkan oleh tentara Han. Karena kemenangan ini, Liu Bang bisa mengukuhkan dirinya sebagai salah seorang dari tiga pemimpin pembrontakan.

Bulan Pebruari tahun kedua Hangaozu, Han Xin memimpin pasukannya ke luar menyebrangi Hanguguan dan berjalan menuju kota Luoyang. Ia mendapat rangkaian kemenangan. Tentara Han bahkan menaklukkan Peng, ibukota Chu, yang diperintah oleh Xiang Yu. Pada waktu itu, Xiang Yu sedang bertanggungjawab terhadap perang melawan negeri Qi. Ketika ia mendengar jatuhnya kota Peng, ia memimpin 30.000 kavaleri yang terlatih dengan sangat tinggi kembali ke kota Peng saat malam dan mengalahkan tentara Han dengan cepat. Han Xin menyatukan kembali pasukan yang kalah dan bergabung dengan kekuatan Liu Bang di wilayah Luoyang. Ia menggunakan taktik perang memblok dan memojokkan dan mengalahkan tentara Chu diantara Kabupaten Jiang dan Suoting, dan menghentikan tentara Xiang Yu bergerak menuju ke barat. Akhirnya, pertempuran terdepan terjadi di Yingyan (sekarang adalah Provinsi Henan).

Bulan Agustus, Liu Bang mengangkat Han Xin sebagai Perdana Menteri Kiri. Han Xin memimpin tentara untuk menyerang negeri Wei. Bangsawan Bao Wei menempatkan sejumlah besar pasukan sepanjang timur tepi Sungai Kuning. Untuk menanggulangi strategi pasukan Wei, Han Xin menempatkan sejumlah besar kapal di Linjin yang berseberangan dengan sisi Sungai Kuning, berpura-pura akan menyerang dengan menyeberang sungai dengan kapal. Sementara itu ia mempunyai peralatan sementara yang dibangun untuk menyeberang sungai menggunakan kerangka kayu yang diikat bersama dengan vas keramik. Pasukan menyebrangi hulu sungai di Xiayang dan membuat serangan kejutan di Anyi. Dengan kemunculan tak terduga, pasukan Han di belakang tentara Wei, Han Xin mengalahkan tentara Wei dan menangkap bangsawan Bao Wei.

Bulan September tahun ketiga Hangaozu, Han Xin memimpin pasukan menuju timur untuk menyerang Eyu: ia menangkap penjabat Perdana Menteri Xia Chuo dan menguasai Kabupaten Dai. Pada waktu itu, Liu Bang memerintahkan Han Xin secepatnya menempatkan kekuatan utamanya di wilayah Yinyang untuk memperkuat pertahanan wilayah. Dengan demikian, Han Xin memimpin hanya kira-kira sepuluh ribu pasukan menuju timur untuk menyerang Zhao di Jingxing. Bangsawan Xie Zhao dan kepala komandan, Chen Wu, menempatkan dua ratus ribu prajurit di pintu gerbang Jingxing di wilayah Pegunungan Taixing. Tentara Zhao berada pada daerah yang menguntungkan dan bersiap untuk bertempur dengan Han Xin. Han Xin mengirim 2.000 kavelari ringan bermalam untuk mengepung resimen utama tentara Zhao. Pada dini hari, Han Xin mengatur kekuatan utama di pinggir tepi sungai, dengan sungai di belakang pasukan dan memancing tentara Zhao untuk menyerang. Tentara Han berjuang dengan sungai di belakang mereka. Mengetahui mereka tidak mempunyai jalan untuk mundur, setiap orang berjuang dengan putus asa. 2.000 Kavaleri menggunakan kesempatan untuk menyerang batalion Zhao. Ketika tentara Zhao melihat bendera merah tentara Han berkibar dimana-mana, mereka panik dan jatuh dalam kekacau-balauan. Han Xin menggunakan situasi yang menguntungkan ini untuk menyerang dan mengalahkan 200.000 orang-kuat pasukan Zhao. Pasukan Han membunuh komandan Chen Yu dan menangkap Bangsawan Xie Zhao.

Bulan November tahun keempat Hangaozu (203 SM), Han Xin menggunakan taktik pasukan berat untuk cepat menyerang ibukota Qi, Linzi. Jenderal Chu, Long Qie memimpin tentara 200.000 pasukan untuk penyelamatan dan bertemu dengan tentara Qi yang kalah di Gaomi (sekarang adalah Provinsi Shandong). Mereka berhadapan dengan tentara Han Xin pada sisi yang berseberangan dari Sunga Huai. Secara rahasia, Han Xin telah mengirim pasukan saat malam untuk memblokade air sungai di hulu dengan lebih dari sepuluh ribu kantung pasir. Pada dini hari, ia mengirim sebagian pasukannya untuk menyeberang Sungai Huai untuk menyerang pasukan Chu dan menarik diri berpura-pura telah dikalahkan. Jendral Long Qie keliru menganggap tentara Han Xin takut dan mengirim kekuatan utamanya menyebrang sungai untuk menyerang. Han Xin memerintahkan pasukannya membuka hulu bendung dan air memisahkan pasukan Chu menjadi dua bagian. Ia kemudian menggunakan strategi “menyerang musuh di tengah penyebrangan sungai” dan membunuh semua pasukan yang telah menyeberangi sungai. Jendral Long Qie juga ikut terbunuh. Pasukan gabungan Qi dan Chu, yang berada di sisi lain sungai, mengalami kegagalan tanpa pertempuran. Han Xin mengambil kesempatan dan mengejar pasukan yang kabur dan menangkap Bangsawan Qi, Tin Guang. Ia menaklukkan seluruh wilayah teritorial Qi.

Setelah Han Xin menguasai wilayah Qi, Xiang Yu panik. Ia cepat mengirim orang untuk membujuk Han Xin untuk bergabung dengannya dan bertempur melawan Han, berjanji akan memberikan sepertiga dari negerinnya. Han Xin menolaknya. Pelapor Han Xin, Quqi Tong mencoba membujuknya: “Jenderal, pernahkah anda mendengar bahwa sangat berbahaya apabila seorang pemberani dan berbakat melebihi seorang master dan jasa yang sangat besar tidak akan dibalas? Reputasi anda sekarang merupakan peringatan bagi anda dan anda mempunyai jasa yang besar. Jika anda bergabung dengan Chu, mereka tidak akan mempercayai anda, dan kau akan kembali kepada Han, bangsawan Han akan takut pada anda. Jika anda tidak membangun diri sendiri sebagai bangsawan sesuai dengan hak anda, kalau begitu dimana yang akan menjadi rumah anda?” Han Xin Dengan cepat menghentikannya: “Jangan bicara lagi. Bangsawan Han memperlakukan saya dengan kebaikan dan kemurahan hati yang begitu besar. Beliau memberi saya kereta kudanya sendiri untuk saya gunakan. Beliau memberi saya bajunya untuk dipakai. Beliau memberi makanan untuk dimakan. Nenek moyang kita berkata: ‘Ketika kita mengendarai kereta kuda orang lain, kau akan berbagi keresahannya; ketika kau memakai pakaiannya, kau juga harus berbagi kecemasannya; dan ketika kau mengambil makanannya, kau seharusnya melakukan yang terbaik untuknya.’ Bagaimana bisa saya melihat hanya keuntungan saya sendiri dan lupa akan kebaikannya?”

Ia menolak melawan Liu Bang. Tetapi wilayah Qi telah ditaklukkan dan di sana perlu menciptakan seorang bangsawan untuk memerintah negeri itu dan menenteramkan pikiran rakyat. Lalu Han Xin menulis sebuah surat kepada Liu Bang meminta untuk menjadi penjabat bangsawan untuk Qi. Pada awalnya, Liu Bang tidak menyetujui permintaan tersebut. Tetapi setelah mendengar pendapat dari Zhang Liang dan Chen Ping, Liu Bang menjadikan Han Xin bangsawan Qi dan memerintahkannya menyerang Chu.

Bulan Desember tahun kelima Hangaozu (202 SM), Chu dan Han berhadapan langsung didalam suatu pertempuran yang sengit di Gaixe (sekarang Binan, Provinsi Anhui). Liu Bang mengangkat Han Xin sebagai kepala komandan. Xiang Yu mengomandani 100.000 pasukan Chu untuk menyerang dengan sengit di depan Han. Han Xin memerintahkan bagian tengah pasukannya untuk mundur sedikit dan untuk menghindari pengendara yang bersemangat dari pasukan Chu. Ia kemudian membentangkan kedua sayap ke luar untuk menjalankan serangan sisi dan memerintahkan bagian tengah pasukan untuk mendesaknya ke depan. Strategi ini sepenuhnya mengepung pasukan Chu. Malam itu, Han Xin memerintahkan pasukannya untuk menyanyikan lagu kebangsaan Chu dari semua sisi. Pasukan Chu kehilangan semangat bertempur mereka dan sebuah kenihilan di Haixia. Xiang Yu melakukan bunuh diri di tepi Sungai Wu. Lima tahun peperangan antara Chu dan Han berakhir ketika Liu Bang menaklukkan Negeri Chu.

Dimulai dari menjadi penjaga untuk Xiang Yu, Han Xin menjadi Jenderal dibawah Liu Bang dan memperoleh kemenangan terkemuka berulangkali hanya dalam beberapa tahun. Beliau adalah seorang tokoh utama dalam penentuan hasil perang antara Han dan Chu. Quai Tong memuji semua ini – tokoh kekuatan militer sebagai: “Seorang dengan strategi brilian yang langka.” Prinsipnya dalam memanuver pasukan adalah pujian tertinggi melalui surat strategi militer. Berdasarkan Han Yiwenxhi, Han Xin menulis tiga bab Strategi Militer Hanxin. Sangat disayangkan buku tersebut telah hilang.

Kemampuan Han Xin membuat Liu Bang iri. Setelah mengalahkan Xiang Yu, Liu Bang merampas komando militernya dan membuatnya menjadi bangsawan Chu. Selanjutnya ia diturunkan ke Marquis Huayin dan kemudian ditempatkan dirumah penahanan.

Pada tahun kesebelas Hangaozu (196 SM), Kaisar Lu dan Perdana Menteri Xiao He mengumpankan Han Xin ke Istana Changle dan mengeksekusinya dengan alasan konspirasi melawan negara. Sangat menyedihkan melihat seorang jenderal besar dibunuh pada masa jayanya.

Translated from: http://www.zhengjian.org/zj/articles/2005/8/10/33402.html
http://www.pureinsight.org/pi/articles/2005/8/22/3246.html

Sumber : http://www..or.id/k_10_art_15.htm
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #75 on: 27 May 2008, 08:18:01 PM »
Hua Tuo, Sang Tabib Mujarab


   Nama Hua Tuo sudah tidak asing lagi dalam dunia pengobatan China kuno. Dialah yang pertama kali mengembangkan teknik pembedahan dan akupunktur. Kami sajikan biografi Hua Tuo untuk Anda.

(.or.id) - Hua Tuo, atau biasa disebut juga Yun Hua, berasal dari Pei Guo Jiao (sekarang Haoxian, Provinsi Anhui, China). Dia adalah seorang dokter medis yang terkemuka di China Kuno dan terkenal dengan julukan "Tabib Mujarab".

Hua Tuo tidak mengejar ketenaran maupun uang. Malahan ia mencurahkan dirinya untuk mempelajari pengobatan. Ia sangat terampil dalam berbagai macam bidang pengobatan --suatu fakta yang merefleksikan kemajuan ilmu pengobatan di abad ke-2 di China. Hua Tuo sudah terlihat sangat pandai sejak masa belianya. Ayahnya meninggal saat dia masih berusia 7 tahun. Karena keluarganya miskin, ibunya memutuskan untuk mengirim Hua Tuo untuk belajar pengobatan kepada dr. Cai, seorang teman dekat ayahnya.

Hua Tuo pergi ke kota dan bertemu dengan dr. Cai. Setelah ia mengutarakan keinginannya menjadi seorang dokter pengobatan, dr. Cai berpikir pada dirinya sendiri, "Ayah Hua Tuo adalah teman saya. Jika saya tidak mengambilnya sebagai murid, orang-orang di kota akan berpikir bahwa saya adalah orang yang memutuskan hubungan dengan keluarganya setelah seorang teman meninggal, dan memperlakukan teman tanpa kesetiaan." Saya sebaiknya mengambilnya sebagai murid. Bagaimanapun, saya harus mengetes anak itu untuk menentukan apakah ia memang ditakdirkan untuk pengobatan."

Dokter Cai melihat beberapa muridnya sedang mengumpulkan daun mulberi di halaman belakang, tetapi mereka mendapat kesulitan untuk mencapai daun di dahan tertinggi ketika memanjat pohon. Ia memutuskan ini akan menjadi tes pertama untuk Hua Tuo. Ia bertanya pada Hua Tuo, "Bisakah kamu memikirkan cara untuk mengumpulkan daun dari dahan tertinggi di pohon itu?" Hua Tuo berkata dengan percaya diri, "Oh, itu mudah." Hua Tuo meminta sepotong tali, dan mengikatkan batu kecil di ujung tali tersebut. Ia melemparkan tali itu di sekeliling dahan tertinggi dan berhasil mengumpulkan semua daun di dahan itu, melengkung karena berat dari batu.

Selanjutnya, dr. Cai melihat dua ekor kambing sedang berkelahi dengan mata mereka yang memerah. Tidak ada seorang pun yang bisa memisahkan kedua kambing ini. Ia memutuskan ini akan menjadi tes kedua untuk Hua Tuo. Ia berkata "Hua Tuo, bisakah kamu memisahkan kedua kambing ini?" Hua Tuo segera menjawab, "Tentu saja". Ia mengambil rumput memenuhi kedua tangannya dan meletakkannya di sebelah kambing tersebut di kedua sisi. Kambing-kambing itu telah lapar karena berkelahi, maka mereka segera berlari untuk menikmati rumput tersebut. Perkelahian itu berhenti bahkan tanpa perlu diusahakan. Sangat kagum dengan kepandaian Hua Tuo, dr. Cai dengan gembira menerimanya sebagai murid.

Hua Tuo belajar sangat rajin sejak permulaan. Dia menitikberatkan pada praktik klinis sesungguhnya dan akhirnya menjadi seorang dokter legendaris pada dinasti Han Timur. Bahkan setelah ia mendapat reputasi sebagai seorang dokter pengobatan, ia tidak pernah membeda-bedakan pasiennya. Ia akan menyediakan jasanya ke mana pun ia pergi. Ia memperlihatkan sebuah jiwa yang mulia dengan mengobati penyakit dan menyelamatkan nyawa.

Ia belajar pengobatan seumur hidupnya. Ia mengembangkan teori pengobatan yang inovatif dan teknik pengobatan yang mengagumkan dalam berbagai bidang pengobatan, termasuk pengobatan luar, dalam, ginekologi, akupunktur, parasitolog, dan terapi fisik sebagai pengobatan medis. Ia juga sangat terampil dalam pembedahan. Sesungguhnya, ia adalah dokter pertama yang melakukan operasi pembedahan perut dalam sejarah kedokteran China. Untuk mengurangi sakit akibat pembedahan pasien, ia menemukan bubuk Ma Fei San, yang digunakan untuk pembiusan seluruh badan. Seribu enam ratus tahun kemudian, bangsa Eropa mulai menggunakan obat bius untuk operasi pada permulaan abad 19.

MENEMUKAN TEKNIK PEMBEDAHAN

Pernah suatu ketika Hua Tuo berlari menghampiri seseorang yang sedang mendorong gerobak di jalanan. Orang itu kondisi penyakitnya sangat parah, mukanya pucat pasi. Napasnya pendek dan cepat; terlihat sangat tidak sehat. Hua Tuo mendekatinya untuk mencari tahu apakah ia menderita kolik di perutnya. Hua Tuo dengan segera mendiagnosanya sebagai peradangan usus buntu yang harus segera dibedah. Orang itu meminum Ma Fei San dan segera terbius. Hua Tuo membedah perutnya, membuang bagian usus yang terinfeksi, membersihkan bagian dalamnya, menutup lukanya dengan beberapa jahitan, dan terakhir mengoleskan salep yang akan mengurangi peradangan dan mempercepat pertumbuhan jaringan. Pasien itu sembuh dalam beberapa hari dan luka bedahannya sembuh dengan sangat cepat. Cerita ini membuktikan efek pengobatan Ma Fei San, juga pemahaman Hua Tuo akan anatomi.

Hua Tuo juga telah terbukti sebagai dokter kandungan yang andal. Buku pada periode akhir dinasti Han mencatat sebuah kasus medis kompleks yang berhasil ditanganinya dengan sukses. Jenderal Li meminta pengobatan medis untuk istrinya. Setelah memeriksa nadinya, Hua Tuo memberitahu bahwa penyebab penyakitnya adalah karena istrinya terluka dalam masa kehamilan dan gagal mengeluarkan janinnya. Jenderal Li mengatakan memang betul, selama hamil pernah terluka, tapi janinnya sudah rontok. Hua Tuo mengatakan, menurut pengamatan dari denyut nadi, janinnya belum terlepas. Jenderal Li ragu-ragu dan tidak percaya akan hasil diagnosanya, jadi saat itu Hua Tuo tidak bisa memberikan pengobatan apa pun.

Setelah lewat 100 hari, kondisi istri Li berubah menjadi parah, lalu Hua Tuo diundang lagi untuk memeriksanya. Setelah memeriksa nadinya, Hua Tuo berkata, "Denyut nadinya sama seperti pada saat kunjungan terakhir saya. Ini adalah apa yang saya pikir terjadi. Istrimu mengandung sepasang janin kembar dalam perutnya. Janin yang pertama lahir mati dan menyebabkan pendarahan yang terlalu banyak dari si ibu, sehingga janin keduanya tidak dapat dilahirkan. Janin itu telah mati dalam perutnya. Ia membusuk dan menempel di suatu tempat dekat tulang belakang." Untuk megeluarkan janin itu, Hua Tuo mencoba dengan jalan dilahirkan. Pertama-tama, ia memberikan akupunktur untuk istri Li dan memberikan resep obat-obatan herbal. Tak lama kemudian, istri Li memulai kelahiran, namun tetap tidak dapat mengeluarkan janinnya. Hua Tuo menjelaskan bahwa memang sulit untuk mengeluarkan janin yang sudah mati dengan persalinan normal. Janin itu harus dikeluarkan dengan tangan. Hua Tuo memberi tahu seorang wanita di rumah jenderal itu bagaimana cara mengeluarkan janin mati itu dari tubuh istri Li.

GERAKAN LIMA HEWAN

Inovasi dalam bidang akupunktur juga ditemukan oleh Hua Tuo. Pernah suatu ketika seorang pasien mencari pengobatan medis darinya karena ia mempunyai masalah dengan kakinya dan tidak dapat berjalan. Setelah mengecek nadinya, Hua Tuo menotok beberapa titik akupunktur di punggungnya, dan memberi 7 tusukan akupunktur di tiap titik. Pasien dengan cepat sudah dapat berjalan setelah pengobatan. Berdasarkan pengalamannya sendiri dalam akupunktur, ia menemukan "Titik Akupunktur Jia Ji", sebuah titik akupunktur yang mengapit tulang belakang. Orang-orang di kemudian hari menyebut titik akupunktur tersebut sebagai "Titik Hua Tuo"

Hua Tuo juga menemukan seperangkat latihan yang dianamakan, "Gerakan 5 Hewan" yang mengambil gerakan dari 5 macam hewan, yaitu macan, rusa, beruang, monyet, dan burung. Latihan ini menjadi sangat populer di zamannya. Salah satu murid Hua Tuo, yaitu Wupu, secara terus-menerus berlatih "Gerakan 5 Hewan" menurut yang diajarkan oleh gurunya. Bahkan dalam umurnya yang 90-an, Wupu tetap sangat kuat dan sehat dengan pendengaran dan pengelihatan yang tajam, serta gigi yang baik.

Hua Tuo menempati posisi penting dalam sejarah pengobatan Cina atas teknik medisnya yang hebat, juga semangatnya dalam menolong dan menyelamatkan orang lain.

(Sumber : http://www.zhengjian.org)
« Last Edit: 27 May 2008, 08:27:17 PM by Hikoza83 »
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #76 on: 05 August 2008, 11:21:49 AM »
Dalam Sebuah Diskusi...
Penulis : Anonymous

Bila seseorang menulis sesuatu, menyindir, menghasut, menggangu, mencaci maki, dan berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan, kenapa kamu mau bergusar hati, menuruti kesenangan si pengoda ?

Dengan berpikir bahwa ia telah memenangkan suatu pertempuran ketika ia membalas mencaci maki dengan ucapan kasar, tetapi dengan mengetahui bagaimana harus bersabar, dan dengan tidak membalas, itulah yang membuat seseorang menjadi menang.

Jika seseorang membabi buta dalam marahnya.. menulis sesuatu, menyindir, menghasut, menggangu, memaki, mencerca atau berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan, yang dapat menyerang dirimu sewaktu-waktu. Mengapa kamu mau meniru perbuatannya, memelihara kebencian didalam hatimu ?

Nafasmu tersendat menahan hawa amarah, kesal, dan mukamu pasti tegang diliputi kemarahan, kemudian bagaimana keinginanmu, apakah akan berbuat jahat seperti dia?

Kemarahan dan kebencian dari seseorang, telah membawa kamu dalam kegelisahan, bahkan hanyut sampai alam mimpi…..benci itulah yang harus kamu hancurkan, mengapa kamu menghamburkan waktu, energi dan pikiran mu dengan bersusah payah tanpa sebab.

Dalam kemarahan kamu berbuat sesuatu yang jahat atau tidak terhadap dia, ….

Anda sendiri sekurang-kurangnya merasa tersiksa, oleh kebencian yang timbul dalam dirimu.

Sebenarnya-lah, kamu bermain-main dengan kebencian yang akan membawa kehancuran sampai ke dasarnya, pada kehidupan baik yang ingin kamu jalankan. Tidakkah menjadi suatu kebodohan yang lebih besar?

Ibarat Keluargamu yang telah kamu bina dengan kasih sayang, suatu ketika, kamu tinggalkan mereka dalam kesedihan. Mengapa kamu tidak tinggalkan musuhmu “Si Benci” yang telah memberi kamu banyak penderitaan ?

Seperti saat menjelang waktu, sebentar hilang yang lainpun lenyap, itu – lima skhanda*– yang menyiksa kamu.. kepada siapa lagi kamu akan marah ?

* Jasmani – Perasaan – Pencerapan – Bentuk mental dan Kesadaran.

Jika seseorang membenci orang lain, siapakah yang menderita, jika bukan dirinya sendiri, diri sendirilah sebagai penyebab penderitaan, mengapa kamu harus membenci orang lain?

Mengetahui bahwa orang lain sedang marah, seseorang yang tetap berhati-hati dan tenang bertindak untuk kepentingannya dan untuk kepentingan orang lain juga. Ia adalah penyembuh baik bagi dirinya maupun juga orang lain. Ia dianggap sebagai si bodoh hanya oleh mereka yang tidak memahami Dhamma.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #77 on: 04 September 2008, 12:32:42 PM »
Titiek Puspa
Oleh : Team Andriewongso.com
Senin, 25-Agustus-2008; 08:41:00 WIB

Siapa yang kenal sosok nenek cantik yang masih lincah di usia kepala tujuhnya ini? Yah, dia adalah Titiek Puspa. Perempuan yang masih sangat bugar di usia lebih dari 70 tahun ini memang sudah dianggap sebagai legenda artis sepanjang zaman di kalangan pemusik tanah air. Betapa tidak, puluhan bahkan ratusan karyanya, telah mencetak hits di tembang nasional. Baik sebagai penyanyi dan pencipta lagu, kemampuan Titiek Puspa sudah tak diragukan lagi. Ia juga sudah bermain di berbagai judul film. Artis junior dan senior juga sering memakai lagu ciptaannya untuk menjadi batu loncatan melariskan album musiknya.

Di usia yang makin senja, Titiek selalu saja tampil enerjik di setiap kesempatan. Kini, selain dunia keartisan, ia juga sukses membesarkan usaha katering. Ia pun selalu tampil rendah hati pada setiap orang yang dijumpainya. Itulah yang membuatnya mampu bertahan hingga kini. Bahkan, demi menghormati kiprahnya, beberapa artis muda sempat membuatkan persembahan album musik, "A tribute to Titiek" bagi nenek kelahiran Tanjung Kalimantan Selatan 1 November 1937 ini.

Kesuksesan memang sudah direngkuh dan berhasil dipertahankan Titiek hingga kini. Tapi, jika melihat perjuangannya di dunia tarik suara, barangkali orang baru akan memaklumi mengapa ia bisa bertahan hingga sekarang. Perempuan yang punya nama kecil Soemarti ini masa kecilnya justru dilarang oleh orangtuanya untuk jadi penyanyi. Namun, karena dorongan teman dan tekadnya yang bulat, ia diam-diam ikut festival nyanyi dengan nama samaran Titiek Puspo. Titiek diambil dari nama panggilannya, sedangkan Puspo adalah nama ayahnya, Tugeno Puspowidjojo. Panggilan inilah yang justru belakangan melesatkan namanya ke belantika musik negeri.

Saat memulai perjuangannya sebagai penyanyi, kala itu ada sebuah ajang musik bernama Bintang Radio dan Televisi. Ajang tersebut adalah sebuah batu loncatan bagi banyak artis untuk naik ke puncak, dikenal, dan membuat rekaman. Beberapa kali, Titiek juga berupaya melalui jalur lomba tersebut untuk mencapai mimpinya menjadi penyanyi ternama. Sayang, ia tak pernah berhasil menjadi juara utama.

Hebatnya, kekalahan justru makin membulatkan tekadnya untuk berjuang meraih yang terbaik. Untuk  menggapai jalur popularitas, Titiek pun menempuh jalur pentas dari panggung ke panggung. Sebuah perjuangan berat karena ia harus lebih intens "menawarkan suaranya" ke mana-mana agar bisa dikenal.

Dan, rupanya jalur independen melalui panggung ini sepertinya memang telah jadi jalan sukses bagi nenek 14 cucu ini. Kiprahnya di panggung bersama Orkes Simphony Djakarta pimpinan Sjaiful Bachri kala itu mengantarkannya menjadi penyanyi yang cukup laris. Apalagi, sejak sang ayah--sebelum meninggal dunia--telah mengijinkan Titiek berkiprah di dunia tarik suara.

Sejak saat itu, karier Titiek terus naik. Ia kemudian juga dikenal sebagai pencipta lagu-lagu yang banyak menyoroti kemanusiaan. Banyak lagu yang diinspirasikan dari rasa empati dan simpati yang sangat dalam kepada setiap manusia yang terpojok. Misalnya saja lagu tentang kehidupan cinta manusia (dalam lagu Cinta dan Jatuh Cinta), persahabatan (Bing), empati kepada kaum pinggiran seperti pekerja seks komersial (Kupu-kupu Malam), hingga ke sikap patriotik bela negara (Pantang Mundur dan Ayah).

Perjalanan karier Titiek Puspa adalah gambaran sebuah komitmen dan perjuangan pantang menyerah. Ia membuktikan pada orangtuanya, bahwa menyanyi mampu jadi jalan hidup yang membawa kebaikan padanya. Kini, dengan semua raihan tersebut, Titiek juga justru semakin rendah hati sehingga bisa diterima oleh semua kalangan. Sungguh, sebuah gambaran perjuangan dan sikap seorang ‘pemenang' yang patut diteladani siapa saja.

Sumber : http://www.andriewongso.com/awartikel-1846-Success_Story-Titiek_Puspa
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #78 on: 04 September 2008, 12:52:29 PM »
Belajarlah Lentur Laksana Air
Oleh : Sucipto Ajisaka
Kamis, 04-September-2008; 09:20:22 WIB

Men are soft and supple dead, they are stiff and hard. Plants are born tender and pliant, dead, they are brittle and dry. Thus whoever is stiff and inflexible is a disciple of death. Whoever is soft and yielding is a disciple of life. The hard and stiff will be broken. The soft and supple will prevail. (Manusia itu lembut dan luwes, yang mati itu kaku dan keras. Tanaman dilahirkan lunak dan lentur, yang mati itu rapuh dan kering. Maka siapapun yang kaku dan tidak fleksibel adalah murid dari kematian. Siapapun yang lunak dan mengalah adalah murid dari kehidupan. Yang keras dan kaku akan hancur. Yang lembut dan luwes akan menang.)- Lao-tzu -

Dalam buku saya "Becoming a Magnet of Luck : 10 Faktor yang Menjadikan Anda Magnet Keberuntungan" disebutkan bahwa fleksibilitas, kelenturan atau keluwesan merupakan salah satu faktor yang menjadikan seseorang lebih beruntung dalam kehidupannya dibandingkan dengan orang yang kaku dan terpaku. Yang lentur akan menang, yang kaku akan kalah dan mati, seperti kata Lao-Tzu berabad-abad yang lalu. Apalagi di zaman yang begitu cepat berubah ini, kelenturan menjadi semakin penting agar kita bisa tetap bertahan dan bertumbuh (survive and grow).

Lalu apa sih fleksibel itu ? Secara sederhana, fleksibel berarti lentur, luwes, bisa diganti-ganti, tidak kaku, mudah menyesuaikan diri. Tetapi lentur bukan berarti plin plan atau tak punya pendirian, melainkan lentur yang tegas atau dengan kata lain mudah menyesuaikan diri namun tetap asertif dan berwibawa.

Menurut pendapat saya, ada tiga dimensi fleksibilitas yang bisa terjadi. Yang pertama, kita perlu tetap fleksibel terhadap keinginan, tujuan atau sasaran yang telah kita canangkan. Tujuan atau sasaran yang telah kita rencanakan bukanlah ‘harga mati' yang tidak boleh ditawar, walaupun pada hakekatnya lebih baik kita memiliki tujuan yang jelas dalam hidup ini dibandingkan dengan tidak memiliki tujuan sama sekali. Artinya goal setting atau well formed outcome harus tetap memperhatikan flexibility.

Fleksibilitas yang kedua adalah kita perlu fleksibel dalam hal cara atau strategi mencapai tujuan tertentu. Dengan kata lain, tujuannya tetap sama tetapi caranya bisa kita ubah-ubah. Bila cara A tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya, maka cobalah cara B, begitu seterusnya.

Sedangkan dimensi yang ketiga, kita perlu fleksibel dalam arti fisik kita, penampilan kita atau keadaan fisiologis kita. Fleksibilitas secara fisik berarti kita rileks, tidak tegang, tidak stress, kalem, ‘mengalir' dengan lentur, santai tapi serius atau yang sejenisnya.

Air adalah contoh yang paling sempurna dari suatu kelenturan. Ketika ia mengalir secara normal di sungai, ia mengalir dengan penuh kelenturan. Ia tidak pernah memaksa batu karang agar minggir meninggalkan tempatnya. Ia tetap membiarkan sebatang pohon tetap berdiri tegak dengan akar-akarnya. Ia juga tak terlalu peduli dengan penghalang-penghalang yang lain. Namun air tetap mengalir dan bisa mencapai tujuannya. Ia berhasil melewati semua penghalangnya. Air begitu lentur. Ia bisa meresap ke dalam tanah, pori-pori kayu, lapisan kertas, udara dan masih banyak yang lain. Ia bisa sangat cair, lunak dan bisa juga keras seperi es batu.

Air bisa bening atau keruh. Ia bisa menyatu dengan cairan yang lain tapi memisahkan diri dengan minyak. Ia mudah menyesuaikan diri dengan wadah dimana ia berada. Ia tidak melakukan perlawanan. Tapi jangan dikira ia lemah. Ia sanggup menghanyutkan kayu atau membawa onggokan sampah ke hilir. Jika perlu, ia bahkan bisa menghanyutkan rumah atau menenggelamkan sebuah pulau sekalipun. Air juga sangat tekun. Dengan perlahan tapi pasti, tetesannya yang kecil akan mampu melubangi batu pualam yang keras.Air adalah sumber keberuntungan. Ketika bertemu api, ia memadamkan dan mendinginkan panasnya. Ketika bertemu angin, ia menyejukkan dan menahan lajunya. Ketika bertemu tanah, ia menyuburkan dan membasahi yang kerontang. Ketika bertemu makhluk hidup, ia menghidupkan dan menyegarkan mereka.Umpama pasukan perang, air tidak mengalahkan, tapi juga tidak mengalah.

Mungkin mirip dengan falsafah Jawa "digdaya tanpo aji, nglurug tanpo bolo, menang tanpo ngasoraske" yang berarti "sakti tanpa ilmu kesaktian, datang tanpa pasukan, menang tanpa mengalahkan." Umpama pendekar kung fu, ia mirip jurus Tai Chi. Keperkasaannya melawan musuh bukan ditentukan oleh otot-otot yang tegang atau kekakuannya, melainkan oleh kelenturan gerakan tangan, kaki dan seluruh tubuhnya. Ia menundukkan kekerasan dengan kelembutan. Ia mengikuti dan menyesuaikan diri dengan gerakan lawan. Sang pendekar bergerak dengan gemulai, seolah tak bertenaga, tapi sangat dahsyat tenaganya. Ia mampu mengatasi kekuatan satu ton hanya dengan beberapa ratus kilo tenaga saja.

Itulah kekuatan kelenturan yang seimbang. Oleh sebab itu, maka belajarlah dari kelenturan air. Lentur yang seimbang. Lentur yang penuh ketegasan. Maka hidup Anda akan selalu dipenuhi dengan kesuksesan dan keberuntungan.

Wish You Always Luck. (SA). *) Sucipto Ajisaka adalah seorang Trainer & Consultant, penulis buku laris "Becoming a Magnet of Luck : 10 Faktor yang Menjadikan Anda Magnet Keberuntungan". Blog : http://SuciptoAjisaka.com; e-mail sucipto.aji [at] gmail.com
Sumber : http://www.andriewongso.com/awartikel-1898-Artikel_Anda-Belajarlah_Lentur_Laksana_Air
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #79 on: 04 September 2008, 01:06:39 PM »
The Law Of Attraction
Oleh : Leman
Rabu, 03-September-2008; 09:04:46 WIB

Barang yang sama jenisnya berkumpul bersama

Benda yang sejenis atau orang yang berpandangan yang sama, keahlian yang sama, status yang sama akan berada dalam satu kelompok yang sama.

Pada Periode Negara-negara Berperang, hidup seorang pelajar bernama Chunyu Kun yang sangat terkenal reputasinya. Chunyu Kun terkenal karena dalam karirnya berhasil memberikan kritikan dan masukan atau solusi atas kebijakan pemerintah. Ia bahkan sering dikirim ke luar negeri oleh raja Xuang dari negara Qi, dalam misi-misi diplomatik.

Suatu ketika, raja membutuhkan tambahan orang-orang yang berbakat dan setingkat kemampuan dengan Chunyu Kun untuk memperkuat pemerintahannya. Raja pun memanggil Chunyu Kun untuk menyampaikan keinginannya.

Keesok harinya, raja sangat terkejut ketika Chunyu Kun membawa tujuh orang yang mempunyai bakat dan potensi yang luar biasa. Masih merasa terkagum-kagum dengan kemampuan Chunyu Kun menghimpun orang-orang tersebut, raja pun berkata, "Selama ini saya sulit mendapatkan orang-orang yang bijak dan berpotensi luar biasa."

"Saya diberitahukan bahwa, seorang akan sangat beruntung bila ia bisa mendapatkan satu orang yang sangat berpotensi dalam seribu meter persegi; dan hanya akan menemukan satu orang bijak dalam seratus tahun."

Chunyu Kun pun menjelaskan,"Tidak dapat dikatakan demikian juga. Burung yang sejenis selalu terbang atau bertempat tinggal bersama. Binatang yang sama akan berkumpul dan hidup bersama-sama. Begitu juga dengan tanaman."

"Baginda akan kesulitan menemukan tanaman obat seperti chái hú atau jié gěng di rawa-rawa atau dataran rendah. Tetapi tanaman obat ini mudah ditemukan di punggung gunung Liang Fu. Karena di sana tanaman-tanaman sejenis tumbuh. Jadi, benda yang sama jenisnya akan berkumpul bersama-sama."

"Karena saya temasuk orang yang berbakat, berkemampuan tinggi, maka tidak sulit untuk menemukan orang-orang bijak disekeliling saya. Dan sungguh tepat, baginda menugaskan tanggung jawab ini kepada saya."

Dengan nada yang sedikit bangga, Chunyu Kun melanjutkan, "Bahkan saya bisa membawakan yang lebih banyak lagi, jika baginda menghendakinya."

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sesuai dengan kaidah Hukum daya tarik menarik (like attracts like), maka benda yang sejenis atau orang yang berpandangan yang sama, keahlian yang sama, atau status yang sama akan berada dalam satu kelompok yang sama. Oleh sebab itu, siapa Anda sesungguhnya, akan menentukan siapa yang akan tertarik kepada Anda. Jadi siapa yang menjadi pengikut Anda tidak ditentukan yang Anda inginkan, melainkan siapa Anda sesungguhnya.

Seorang pemimpin yang mempunyai pandangan yang positif ia juga akan menarik pengikut yang mempunyai pandangan yang positif. Seorang pemimpin yang mempunyai semangat, motivasi, bergairah, ia juga akan menarik pengikut menjadi bersemangat, termotivasi dan bergairah. Seorang pemimpin yang suka gosip maka ia juga akan menarik pengikut yang sama. Orang yang maunya bermain-main saja, maka ia akan berkumpul bersama mereka yang sifatnya sama, dan seterusnya.

Oleh sebab itu seorang pemimpin harus menjadi teladan, contoh yang baik untuk bawahannya. Rasanya, sangat sulit menemukan orang yang mempunyai pandangan positif, melihat dunia ini penuh dengan tantangan menarik dan harapan bila berkumpul dengan orang yang hanya bisa mengeluh melulu.

Bisa saja orang-orang yang mengikuti Anda mempunyai beberapa karakter yang berbeda, tetapi kalau ditelaah lebih dalam, pasti ditemukan beberapa sifat, karakter dan persamaan dengan Anda. Seperti; hobi, latar belakang keluarga, pengalaman hidup, pendidikan, kebiasaan atau sikap, nilai-nilai dan beberapa persamaan lainnya.

Jika Anda merasa sikap bawahan Anda kurang berkenan, coba dulu Anda periksa sikap Anda sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Jika Anda sebagai orang tua, dan mendapati anak Anda bersikap kasar, cobolah renungkan sikap dan tingkah laku Anda.

Salam Sukses Untuk Anda

Leman Yap
Kisah di atas diambil dari buku: "The Best of Chinese Leadership Wisdoms"
Sumber : http://www.andriewongso.com/awartikel-1891-Artikel_Tetap-The_Law_Of_Attraction
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #80 on: 04 September 2008, 01:13:23 PM »
Tidak Dapat Memilah Ukuran Ubi Kayu
Oleh : Andrew Ho
Selasa, 26-Agustus-2008; 09:22:32 WIB

Seorang pemuda miskin berusaha mencari pekerjaan. Setelah berusaha, ia diterima bekerja di sebuah ladang ubi kayu. Gaji yang bakal ia terima cukup besar ditambah dengan fasilitas makanan dan tempat tinggal. Pekerjaan pemuda itupun tergolong mudah karena hanya membagi ubi kayu itu menjadi 3 kelompok, yaitu sedang, kecil dan besar kedalam 3 kotak besar yang telah disediakan.

Setelah memberikan perintah kerja, sang pemilik kebun meninggalkan tempat itu. Tengah hari sang pemilik kembali ke kebun untuk memberi kesempatan pada sang pemuda makan siang. Tetapi ia sangat heran melihat 3 kotak itu masih kosong. Sementara pemuda itu hanya berdiam diri sambil memandangi tumpukan ubi kayu.

Pemilik kebun langsung bertanya mengapa dia belum bekerja? Dengan gugup pemuda itu bangkit dari duduknya dan berkata, "Tuan, saya tidak bisa membedakan ubi kayu mana yang kecil, sedang dan besar." Pemilik kebun terlihat sangat kecewa mendengar jawaban pemuda itu.

Pesan:

Dalam kehidupan ini kita diberi banyak pilihan dan peluang yang menguntungkan entah itu kecil atau besar. Kita harus pandai menghargai setiap peluang yang kita dapatkan dengan semangat juang tinggi. "Jika kita tidak bisa menghargai kesempatan yang diberikan, seseorang pasti akan terus hidup dalam kebingungan dan tidak mungkin berhasil," kata William Shakespeare.

Dalam kisah diatas disebutkan bahwa pemuda tersebut mendapatkan peluang yang sangat potensial. Tetapi ia menyia-nyiakan kesempatan tersebut karena tidak mencoba membuka hati dan mata dengan berusaha bekerja sebaik mungkin. Ia tidak bersedia melihat dan menerima kesempatan tersebut sebagai anugrah teristimewa dari Tuhan YME.

Maka bijaksanalah pada hidup, dengan menghargai setiap detil kesempatan dalam kehidupan kita. Disaat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Jika kita tidak mau berusaha, maka kesempatan itu akan hilang begitu saja. Hal ini hanya akan menciptakan penyesalan yang tidak berguna. Tetapi bila kita menghargai kesempatan yang kecil maka ia akan menjadi peluang yang besar.


*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller.
Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com
Sumber : http://www.andriewongso.com/awartikel-1851-Artikel_Tetap-Tidak_Dapat_Memilah_Ukuran_Ubi_Kayu
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #81 on: 04 September 2008, 01:24:53 PM »
Bulu Angsa
Oleh : Haryo Ardito
Senin, 25-Agustus-2008; 08:21:29 WIB

Pada abad ke sebelas ketika itu Bao Zheng seorang hakim yang dikenal adil dan bijaksana pada jaman Dinasti Song Utara sedang menangani sebuah kasus fitnah yang dilakukan oleh seorang warga kota Kaifeng di Provinsi Henan karena persaingan usaha. Pria separuh baya itu telah terbukti menyebarkan kata-kata fitnah yang sangat merugikan pengusaha lainnya.

Didalam persidangan Hakim Bao menjatuhkan hukuman denda sebesar seratus tael perak dan jika tak sanggup membayar maka sebagai gantinya harus mendekam di penjara selama satu tahun.

Pria terdakwa itu menangis tersedu-sedu mohon ampun seraya meminta keringanan hukuman.

"Baiklah" kata Hakim Bao "Kamu akan mendapatkan keringanan hukuman namun ada syarat yang harus kamu lakukan."

"Apa itu yang mulia?" Tanya pria itu penuh harap.

Hakim Bao meminta para pengawal untuk membawa pria itu ke sebuah dataran diatas sebuah bukit dimana angin berhembus dingin dan kencang.

Kemudian salah satu pengawal mengeluarkan sebuah kantung kecil berisi segenggam bulu angsa.

"Bulu-bulu angsa ini akan disebarkan dan tugas kamu adalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya bulu-bulu angsa itu, setiap helai bulu angsa bernilai satu tael perak.

Saat kantung dibuka, maka bulu-bulu angsa itu langsung beterbangan tinggi disapu angin yang bertiup sangat kencang. Pria itu bergegas berlari kesana kemari berusaha menangkap bulu-bulu angsa itu.

Alhasil setelah beberapa jam, pria itu hanya memegang dua helai bulu angsa ditangannya. Dengan lunglai pria itu pun menerima keputusan hukuman yang telah dijatuhkan oleh Hakim Bao.

"Bulu-bulu angsa itu ibarat kata-kata yang telah kau ucapkan, seperti halnya bulu-bulu angsa yang beterbangan dan sungguh tidak mudah untuk ditangkap kembali, sama dengan kata-kata yang terlanjur kau keluarkan dari mulutmu, sungguh sulit untuk menariknya kembali" kata Hakim Bao

"Lain kali berhati-hatilah dalam berucap" kata Hakim Bao menutup persidangan.

Sumber : http://www.andriewongso.com/awartikel-1843-Artikel_Tetap-Bulu_Angsa
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #82 on: 10 September 2008, 08:30:43 AM »
Kentang Busuk
Author : Unknown

Suatu ketika, ada seorang guru yang meminta murid-muridnya untuk membawa satu kantung plastik bening ke sekolah. Lalu, ia meminta setiap anak untuk memasukkan beberapa kentang di dalamnya. Setiap anak, diminta untuk memasukkan sebuah kentang, untuk setiap orang yang tak mau mereka maafkan.

Mereka diminta untuk menuliskan nama orang itu, dan mencantumkan tanggal di dalamnya. Ada beberapa anak yang memiliki kantung yang ringan, walau banyak juga yang memiliki plastik kelebihan beban.

Mereka diminta untuk membawa kantung bening itu siang dan malam. Kemana saja, harus mereka bawa, selama satu minggu penuh. Kantung itu, harus ada di sisi mereka kala tidur, di letakkan di meja saat belajar, dan ditenteng saat berjalan.

Lama-kelamaan kondisi kentang itu makin tak menentu. Banyak dari kentang itu yang membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Hampir semua anak mengeluh dengan pekerjaan ini. Akhirnya, waktu satu minggu itu selesai.

Dan semua anak, agaknya banyak yang memilih untuk membuangnya daripada menyimpannya terus menerus. Pekerjaan ini, setidaknya, memberikan hikmah spiritual yang besar sekali buat anak-anak. Suka-duka saat membawa-bawa kantung yang berat, akan menjelaskan pada mereka, bahwa, membawa beban itu,sesungguhnya sangat tidak menyenangkan. Memaafkan, sebenarnya, adalah pekerjaan yang lebih mudah, daripada membawa semua beban itu kemana saja kita melangkah.

Ini adalah sebuah perumpamaan yang baik tentang harga yang harus kita bayar untuk sebuah kepahitan yang kita simpan, dan dendam yang kita genggam terus menerus. Getir, berat, dan meruapkan aroma yang tak sedap,bisa jadi, itulah nilai yang akan kita dapatkan saat memendam amarah dan kebencian.

Sering kita berpikir, memaafkan adalah hadiah bagi orang yang kita beri maaf. Namun, kita harus kembali belajar, bahwa, pemberian itu, adalah juga hadiah buat diri kita sendiri. Hadiah, untuk sebuah kebebasan.

Kebebasan dari rasa tertekan, rasa dendam, rasa amarah, dan kedegilan hati.
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #83 on: 10 September 2008, 08:36:51 AM »
Lepaskan Kepalanmu
Author : Unknown

Di suatu hutan hiduplah sekelompok monyet. Pada suatu hari, tatkala mereka tengah bermain, tampak oleh mereka sebuah toples kaca berleher panjang dan sempit yang bagian bawahnya tertanam di tanah. Di dasar toples itu ada kacang yang sudah dibubuhi dengan aroma yang disukai monyet. Rupanya toples itu adalah perangkap yang ditaruh di sana oleh seorang pemburu.

Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dalam toples untuk mengambil kacang-kacang tersebut. Akan tetapi tangannya yang terkepal menggenggam kacang tidak dapat dikeluarkan dari sana karena kepalan tangannya lebih besar daripada ukuran leher toples itu. Monyet ini meronta-ronta untuk mengeluarkan tangannya itu, namun tetap saja gagal.

Seekor monyet tua menasihati monyet muda itu: “Lepaskanlah kepalanmu atas kacang-kacang itu! Engkau akan bebas dengan mudah!” Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tersebut, tetap saja ia bersikeras menggenggam kacang itu.

Beberapa saat kemudian, sang pemburu datang dari kejauhan. Sang monyet tua kembali meneriakkan nasihatnya: “Lepaskanlah kepalanmu sekarang juga agar engkau bebas!” Monyet muda itu ketakutan, namun tetap saja ia bersikeras untuk mengambil kacang itu. Akhirnya, ia tertangkap oleh sang pemburu.

Demikianlah, kadang kita juga sering mencengkeram dan tidak rela melepaskan hal-hal yang sepatutnya kita lepaskan: kemarahan, kebencian, iri hati, ketamakan, dan sebagainya. Apabila kita tetap tak bersedia melepas, tatkala kematian datang “menangkap” kita, semuanya akan terlambat sudah.

Bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lampau, dan menatap hari esok dengan lebih cerah? Bukankah dunia akan menjadi lebih indah jika kita bisa melepaskan “kepalan” kita dan membagi kebahagiaan dengan orang lain?
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #84 on: 22 September 2008, 06:13:49 PM »
Cinta Tanpa Syarat

Sewaktu saya masih berumur 13 thn, ayah saya memanggil dan mengatakan sesuatu yang mengubah hidup saya. Kami berdua berada di dalam mobilnya yang tua dan usang, di pinggir jalan London, Dia memutar badannya kearah saya dan berkata : "Nak, apapun yang kamu lakukan dalam hidupmu, ketahuilah, pintu rumahku akan selalu terbuka untukmu"

Saya hanyalah remaja belia pada saat itu. Saya tidak benar mengerti apa yang dimaksudkan ayah, tapi saya tahu itu adalah sesuatu yang penting, maka saya selalu mengigatnya. Ayah meninggal dunia tiga tahun kemudian.

Ketika saya menjadi bikkhu di Thailand, saya kembali memikirkan kata ayah. Rumah kami saat itu hanyalah sebuah flat kecil miskin di London, bukan sebuah rumah yang bagus untuk dibukakan pintunya. Tetapi saya menyadari bahwa bukan itu maksud ayah sebenarnya. Apa yang terkandung di dalam kata-kata ayah, seperti sebuah permata yang terbungkus kain, adalah sebuah ungkapan cinta paling jernih yang pernah saya dengar.
"Nak, apapun yang kamu lakukan dalam hidupmu, ketahuilah, pintu rumahku akan selalu terbuka untukmu"

Ayah saya menawarkan cinta tanpa syaratnya. Tidak ada maksud tersembunyi. Saya adalah putranya, cukup itu saja. Begitu indah, Begitu Nyata, Dan ...... Dia bersungguh-sungguh.

Diperlukan keberanian dan kebikjasanaan untuk mengatakan hal tersebut kepada orang lain, untuk membuka pintu hati Anda kepada seseorang, tanpa embel-embel "jika". Mungkin kita berpikir mereka akan mengambil keuntungan dari kita, tapi bukan begitu, tidak demikian menurut pengalaman saya. Sewaktu anda menerima cinta semacam itu dari orang lain, itu bagaikan menerima hadiah paling berharga. Anda menghargainya, menyimpan dengan baik dan menjaganya supaya jangan pernah sampai hilang. Jika Anda bersungguh-sungguh dan itu datang dari dalam hati anda, orang itu akan menyambut kedepan, bukan mundur, untuk mengapai cinta Anda.

Cerita diatas dikutip dari BUKU :
"Membuka Pintu Hati", Judul Asli "Opening the door of your Heart"
Penulis : Ajahn Brahm
Penerbit : KARANIYA (www.karaniya.com), ehipassiko (www.ehipassiko.net)
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Dua Bata Jelek
« Reply #85 on: 26 September 2008, 06:20:48 AM »
Dua Bata Jelek

Setelah kami membeli tanah untuk vihara kami pada tahun 1983, kami jatuh bangkrut. Kami terjerat hutang. Tidak ada bangunan diatas tanah itu, pun tidak sebah gubuk. Pada minggu2 pertama kami tidur diatas pintu tua yang kami beli murah dari pasar loak. Kami menganjalnya dengan batu bata pada setiap sudutnya.

Kami hanyalah bikkhu miskin yang memerlukan sebuah bangunan. Kami tak mampu membayar tukang, jadi saya harus belajar cara pertukang. Sedangkan saya sebelumnya adalah fisikawan teoritis dan guru SMU, tidak bekerja kasar. Setelah beberapa tahun, saya menjadi cukup terampil bertukang, bahkan saya menjuluki tim saya sebagai BBC ( Buddhist Building Company).

Sebagai seorang bikkhu, saya memiliki kesabaran dan waktu sebanyak yang saya perlukan. Saya pastikan setiap batu bata trpasang sempurna. Akhirnya saya menyelesaikan tembok batu saya yang pertama dan berdiri dibaliknya untuk mengaguminya. Saat itulah saya menperhatikan - Oh, Tidak! Tidak ! saya telah keliru menyusun dua batu bata, sehingga tampak miring, mereka terlihat jelek sekali.

Saya telah membuat kesalahan dan saya telah menjadi gundah gulan. Saya bermaksud menbongkarnya tetapi kepala vihara bilang tidak perlu, biarkan saja temboknya sperti itu.

Suatu vihara ada seorang yang berkunjung, dia melihatnya "Itu sebuah tembok yang indah", ia berkomentar dengan santai. Saya terkejut dan bertanya kembali "Apakah Anda tidak melihat dua batu bata jelek yang merusak keseluruhan tembok itu?"

Ucapan dia selanjutnya telah mengubah keseluruhan pandangan saya terhadap tembok ini. Dia berkata "Ya, saya melihat dua bata jelek itu, tetapi saya juga dapat melihat 998 batu bata yang bagus'

Saya tertegun. Untuk pertama kalinya dalam lebih tiga bulan saya baru mampu melihat batu bata lainnya selain dua bata jelek itu. Diatas, dibawah, sebelah kiri, sebelah kanan adalah batu bata yang bagus dan sempurna. Lebih dari itu, jumlah bata yang terpasang sempurna, jauh lebih banyak daripada dua bata jelak itu.

Berapa banyak orang memutuskan hubungan atau bercerai karena semua melihat dari diri pasangannya adalah "dua bata jelek"?
Berapa banyak yang dari diri kita mengalami depresi karena melihat kedalam diri kita hanyalah "dua bata jelek"?

Cerita diatas dikutip dari BUKU :
"Membuka Pintu Hati", Judul Asli "Opening the door of your Heart"
Penulis : Ajahn Brahm
Penerbit : KARANIYA (www.karaniya.com), ehipassiko (www.ehipassiko.net)
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Ajahn Brahm : Pengadilan Kemarahan
« Reply #86 on: 10 October 2008, 12:32:04 PM »
Ajahn Brahm : Pengadilan Kemarahan

Marah bukanlah respon yang cerdas. Orang bijak selalu bahagia, dan orang bahagia tidak pernah marah. Marah, terutamanya adalah tidak masuk akal.

Dalam rangka mengungkapkan kemarahan Anda, pertama-tama anda harus mencari pembenaran bagi diri Anda sendiri. Anda harus meyakinkan diri bahwa marah itu pantas, tepat, benar. Di dalam proses batin yang marah, seolah-olah sedang terjadi sebuah pengadilan dalam pikiran Anda.

Terdakwa berdiri diatas panggung pengadilan dalam pikiran Anda, Anda adalah jaksa penuntutnya. Anda tahu mereka bersalah, tetapi supaya adil, Anda harus menbuktikannya kepada hakim, kepada hati nurani Anda terlebih dahulu. Anda lalu meluncur kedalam rekontruksi "kejahatan" yang melawan anda.

Anda menuduhkan segala jenis kedengkian, sifat bermuka dua, dan niat buruk di balik semua perbuatan terdakwa. Anda mengungkit kembali semua kejahatan mereka pada masa silam untuk meyakinkan hati nurani anda bahwa mereka tak pantas untuk dikasihani.

Dalam pengadilan nyata, terdakwa juga punya pengacara yang diizinkan untuk bersuara. Tetapi dalam pengadilan bathin, Anda dalam sedang proses menbenarkan kemarahan Anda. Jadi tidak ada pengacara untuk membela terdakwa. Dalam argumentasi yang berat sebelah, Anda sudah menbangun kasus yang meyakinkan Dan itu sudah lumayan bagus, Dan sudah pastinya Anda sebagai si Jaksa penuntut lah yang menang. Dan HAKIM yang diwakili oleh Hati anda akan mengetok palu dan memutuskan si terdakwa B E R S A L A H. Dan sekarang barulah kita merasa tidak masalah atau boleh saja kita marah kepada mereka.

Beberapa tahun yang lampau inilah proses yang saya alami terjadi dalam pikiran saya bilamana saya marah. Dan sekarang saya sadar itu tidaklah adil. JADI lain kali ketika saya ingin marah kepada seseorang, saya diam sejenak untuk menbiarkan "pengacara" pembela terdakwa menyatakan pembelaannya. Saya merenungkan alasan-alasan dan penjelasan masuk akal tentang perilaku terdakwa. Saya mementingkan indahnya pemberian maaf. Sungguh malangnya orang yang masih diliputi oleh kebodohan tersebut. Saya menemukan bahwa suara hati tidak lagi menbolehkan adanya putusan bersalah. jadilah tidak mungkin untuk menghakimi perilaku orang lain. Kemarahan, karena tak dicari pembenarannya, akhirnya kelaparan dan mati.

Cerita diatas dikutip dari BUKU :
"Membuka Pintu Hati", Judul Asli "Opening the door of your Heart"
Penulis : Ajahn Brahm
Penerbit : KARANIYA (www.karaniya.com), ehipassiko (www.ehipassiko.net)
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: story of life
« Reply #87 on: 21 October 2008, 06:29:08 PM »
Xuan Zhang :
Cendikiawan Muda pada Zaman Dinasti Tang

Seorang biksu muda pada masa Dinasti Tang melakukan perjalanan ke India untuk belajar agama Buddha. Dialah yang menerjemahkan naskah-naskah kitab suci ke dalam bahasa Mandarin.

(.or.id) - Nama Sun Go Kong bagi masyarakat kita sudah tidak asing lagi. Sebuah stasiun televisi swasta pernah menayangkan film serial "Kera Sakti" ini sampai berulang-ulang. Sun Go Kong dikenal karena kesaktiannya melawan segala jenis siluman. Selain dia, tokoh sentral lainnya dalam film ini adalah biksu Tong yang selalu mengendalikannya selama perjalanannya ke Barat mencari kitab suci.

Pertanyaannya, apakah tokoh Hsuan-tsang yang dalam cerita serial "Kera Sakti" terkenal sebagai biksu Tong itu benar-benar pernah hidup di Tiongkok? Dari beberapa literatur yang ada menunjukkan bahwa tokoh Hsuan-tsang ini adalah seorang biksu yang ditasbihkan pada umur 13 tahun dan hidup di Tiongkok sekitar tahun 602-664, dikenal juga dengan nama aslinya Chen-I, mendapatkan gelar San-Tsang atau Mu-Ch'a-T'i-P'o (Moksadeva) atau Yuan-tsang (di Jepang dikenal dengan nama Genjo). Beliau tercatat sebagai biksu dan penziarah dari Tiongkok yang terbesar sepanjang sejarah dan hidup pada masa Dinasti Tang (618-907), yang menunggang kuda melakukan perjalanan ke India melewati Himalaya selama 4 tahun perjalanan (dalam usia 23 tahun).

Beliau sempat tinggal selama 10 tahun di India untuk mempelajari dan menerjemahkan berbagai kitab Sansekerta Tripitaka ke dalam bahasa China, dan kembali ke Tiongkok pada tahun 645 dengan membawa pulang 658 teks agama Buddha dan berbagai sutra Mahayana. Karya terjemahannya dan juga tulisan perjalanannya ke Asia Tengah dan India yang penuh dengan data yang akurat merupakan suatu fakta sejarah tak ternilai bagi para sejarawan dan arkeologis saat ini. Nama beliau dapat disejajarkan dengan para sesepuh Mahayana (Tripitaka Master) seperti Mahadeva, Asvaghosa, Nagarjuna, Atisa, Vasubandhu, Bodhidharma, Shanti-Deva, Asanga, Arya-Deva, Tao-An, Kumarajiva, Kobo-Daishi termasuk Buddhaghosa (Theravada).

Mengembara ke India

Terlahir dalam keluarga cendekiawan turun-temurun yang menganut paham Confucianis di mana atas pengaruh kakaknya yang menyenangi agama Buddha, akhirnya mereka berdua melakukan perjalanan ke Ch'ang-an dan kemudian ke Ssu-ch'uan (sekarang Szechwan) guna menghindari konflik politik yang terjadi. Semasa berada di Ssu-ch'uan, Hsuan-tsang mulai mempelajari filosofi Buddhis tetapi menemukan banyak sekali perbedaan dan kontradiksi dari berbagai kitab yang dibacanya. Karena tidak menemukan jawaban yang memuaskan dari gurunya, akhirnya beliau memutuskan untuk pergi ke India.

Hsuan-tsang muda melakukan perjalanan ke utara di Padang Pasir Takla Mak'an melewati sumber mata air Turfan, Karashar, Kucha, Tashkent dan Samarkand untuk kemudian memasuki Gerbang Besi Bactria, melewati pegunungan Hindu Kush sampai ke Kapisha, Gandhara, dan Kashmir di sebelah Tenggara India. Dari sana beliau menaiki perahu menjelajahi sepanjang Sungai Gangga sampai ke Mathura, dan mencapai tanah suci agama Buddha di bagian timur Sungai Gangga pada 633. Hsuan-tsang mulai mengunjungi berbagai tempat keramat yang berkaitan dengan kehidupan sang Buddha di sepanjang sungai Timur sampai Barat.

Kemudian sebagian besar waktunya dihabiskan di Nalanda (pimpinan universitas saat itu adalah Silabhadra yang bergelar 'Mustika Kebenaran') yang merupakan satu-satunya pusat pengkajian Buddha yang terbesar saat itu. Hsuan-tsang muda mempelajari bahasa Sansekerta, filsafat Buddhis dan filsafat India. Sewaktu berada di India, Hsuan-tsang terkenal akan kecendekiawanannya, sehingga raja yang berkuasa di India bagian utara, Raja Harsa menemui secara pribadi untuk memberikan penghargaan kepadanya. Akhirnya dengan bantuan dari Raja Harsa, beliau dapat menyelesaikan tugasnya dan kembali ke Tiongkok (tahun 643) dengan fasilitas yang disediakan oleh Raja berupa 20 ekor kuda yang membawa 527 peti naskah.

Kembali ke Tiongkok

Hsuan-tsang kembali ke Ch'ang-an (ibu kota negara T'ang) pada 645 setelah meninggalkan negaranya selama 16 tahun. Beliau disambut dengan meriah di ibu kota dan beberapa hari kemudian di depan khalayak ramai, Raja menawarkan posisi menteri di pemerintahan dengan pertimbangan bahwa Hsuan-tsang mempunyai pengalaman luas di berbagai negara asing. Namun terdorong oleh niatnya yang besar untuk mengabdi dalam Buddha, beliau menolak secara halus penawaran Raja tsb. Hsuan-tsang menghabiskan sisa waktunya dengan menerjemahkan sekitar 657 naskah yang dikemas dalam 520 peti (literatur lain menuturkan 527 peti) yang dibawanya kembali dari India.

Beliau menyelesaikan 73 naskah (literatur lain menyebutkan 75 naskah) yang terbagi atas 1,330 bagian, di mana sebagian besar merupakan rujukan utama dalam Tripitaka Mahayana seperti Prajnaparamita Hrdaya Sutra, naskah Yogacara, Madhyamaka dan naskah Vasubandhu yakni Trimsika atau dikenal juga dengan nama Vijnaptimatrasiddhi. Selain itu terdapat juga naskah dari sejumlah sekte lainnya seperti dari Hinayana, Theravada, Vinaya, Mahasanghika dan Risalah, termasuk naskah pengetahuan umum dan naskah tata bahasa.

Pokok-pokok Pikirannya

Karya Hsuan-tsang lebih berdasarkan filsafat ajaran Yogacara (Vijnanavada/Wei-shih cung) yang dikembangkan oleh Asanga dan Vasabhandhu, di mana bersama dengan muridnya K'uei-chi (632-682) mendirikan sekte Wei-shih (Hanya Kesadaran/Vijnana) yang tertuang dalam karya Hsuan-tsang , Ch'eng-wei-shih-lun (Treatise on the Establishment of the Doctrine of Consciousness Only) yang menjelaskan bagaimana bisa terdapat suatu dunia emperikal yang umum untuk setiap individu yang memiliki badan dan penyerapan yang berbeda dapat merupakan pembentuk pikiran bersama terhadap suatu tujuan tertentu. Menurut Hsuan-tsang, benih karma universal yang tersimpan dalam gudang kesadaran (alayavijnana) merupakan pembentuk umum dan benih karma tertentu sebagai pembentuk pembeda masing-masing individu.

Pokok utama ajaran ini mengatakan bahwa seluruh dunia ini terbentuk karena pikiran. Bentuk-bentuk tampak luar adalah tidak nyata (maya), tidak ada yang nyata diluar pikiran. Pendapat umum tentang adanya bentuk luar hanyalah disebabkan konsepsi yang salah dimana dapat dihilangkan dengan proses meditasi yang menarik kembali semua bentuk luar yang bersifat maya tersebut (semacam vipassana bhavana). Benih karma merupakan pembentuk pancaskandha yang terkumpul dalam gudang kesadaran dimana membentuk pikiran atas keberadaan dunia luar berdasarkan persepsi dan cita. Gudang kesadaran inilah yang harus disucikan dari dualitas subyek-obyek dan keberadaan yang maya dengan menempatkannya pada alam kemurnian yang dapat disamakan dengan kenyataan atau kesamaan yang menunjukkan sifat dasar dari semua benda sesuai apa yang telah ditentukan (tathata). Alam kesadaran inilah yang dicapai oleh para Bodhisattva sebagaimana tercermin dari konsep Trikaya.

Perkembangan Ajaran

Pokok pikiran ajaran tersebut sempat populer pada masa kehidupan Hsuan-tsang dan K'uei-chi , tetapi karena filsafat dan terminologi ajaran tersebut yang kurang dimengerti dan sulit dicerna secara umum, demikian juga bentuk pemahaman yang berkaitan dengan analisa pikiran dan perasaan merupakan suatu hal yang asing bagi tradisi di Tiongkok saat itu, maka dengan meninggalnya Hsuan-tsang dan K'uei-chi, sekte ini pun akhirnya mengalami kemerosotan. Pada saat meninggalnya Hsuan-tsang, Raja T'ang mengumumkan hari berkabung nasional selama tiga hari guna menghormati segala pengorbanan yang telah dilakukan oleh Hsuan-tsang yang ditunjukkan oleh pengabdiannya yang tanpa pamrih dalam mengembangkan Buddhisme di Tiongkok.

Tercatat dalam beberapa literatur bahwa pada masa kehidupan Hsuan-tsang, terdapat seorang biksu Jepang yang bernama Dosho sempat singgah ke Tiongkok pada tahun 653 dan belajar di bawah bimbingan Hsuan-tsang, di mana sesudah menyelesaikan pelajarannya, biksu Dosho kembali ke Jepang untuk mengenalkan doktrin tersebut, dan kemudian menjadi terkenal akan Vihara Gongo. Selama abad ke-7 dan ke-8, sekte ini dikenal dengan nama Hosso (Fa-hsiang) dan merupakan sekte yang paling mempengaruhi semua sekte Buddhis yang ada di Jepang sampai saat ini. Biksu Dosho merupakan biksu pertama di Jepang yang jasadnya dikremasikan secara Buddhis. Selain di Jepang, ajaran Hsuan-tsang juga menyebar ke Korea.

Selain melakukan penerjemahan naskah-naskah, Hsuan-tsang juga menulis cerita perjalanannya ke Barat (India) yang diberi judul Ta-T'ang Hsi-yu-chi (Catatan Perjalanan ke Barat semasa Dinasti T'ang Agung), merupakan suatu catatan dari berbagai negara yang dilewatinya sewaktu melakukan perjalanan ke Barat mengambil kitab suci.

Sumber : http://www..or.id/k_10_art_02.htm
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Mr. Bagus

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 349
  • Reputasi: 12
  • Gender: Male
  • Sedang Apa
Re: story of life
« Reply #88 on: 24 November 2008, 06:00:05 PM »
bagus, bagus, bagus :jempol:
:x Persepsi yang saya dapat dari pengalaman saya sendiri sebagai orang buta tidak bisa dibandingkan dengan orang yang melihat dengan terang. >:)<

Offline Mr. Bagus

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 349
  • Reputasi: 12
  • Gender: Male
  • Sedang Apa
Re: story of life
« Reply #89 on: 25 November 2008, 04:05:50 PM »
Penumpang yang Bijak
Author: kata pembicara di vihara sih dari internet

Saya sampaikan dengan gaya saya, ya.

Suatu ketika ada seorang pemuda duduk di sebuah halte antar kota di Paris. Ia sedang menunggu bus untuk jurusan kota C. Tak berapa lama, bus yang menuju kota A tiba dan berhenti di halte tempat pemuda tersebut duduk. Tak berapa lama, seorang wanita tua dengan sigap turun dan duduk di sebelah pemuda tersebut. Bus tersebut pun pergi.

Dengan hangat si pemuda menyapa wanita tua itu.
"Nenek hendak ke mana?" tanyanya.
'Saya hendak pulang, rumah saya di kota A' jawab wanita tua itu dengan ramah.
Si pemuda termenung sesaat kemudian dengan heran bertanya "Lho, bukannya bus tadi menuju kota A, nek?"
'Ya. Bus tersebut memang menuju ke kota saya' jawabnya pelan.
"Lalu mengapa nenek turun dan menunggu bus berikutnya?" tanya si pemuda tambah heran. (saudara-saudara yg membacanya juga ikut heran ga? hihi ;D soalnya saya sendiri awalnya juga heran, malah saya berpikir apa nenek ini sudah pikun :hammer: )
'Di halte sebelumnya bus berhenti untuk menaikkan penumpang yaitu seorang pemuda, saya melihat ia dengan susah payah memegang besi pegangan di atas kepalanya dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya memegang dan mengepit tongkat yg digunakannya sebagai alat bantu berjalan. Sewaktu bus berjalan, saya melihatnya sangat kesulitan dalam berdiri. Namun karena tidak ada seorang penumpang pun yg berdiri untuk memberi tempatnya maka saya  memutuskan untuk memberinya tempat untuk duduk. Tapi bila saya memberinya tempat duduk sementara saya berdiri maka penumpang lain akan merasa malu kepada nenek-nenek seperti saya. Dan pemuda yang berdiri pun akan menolak tawaran saya. Jadi saya pura-pura berdiri dan menuju pintu bus sehingga tidak ada yang dikecewakan, lagi pula saya masih bisa menuju kota A dengan bus berikutnya.' ujar wanita tua tersebut dengan sinar mata bahagia.
"saya ikut bermudita citta atas kebajikan yg dilandasi kebijaksanaan nenek" sahut si pemosting (hehehe :P , akhirnya ikut Mr. Bagus ikut tampil dalam cerita ini  :-[  8) )
mohon maaf pada penceramah di vihara, cerita ini saya ceritakan menggunakan Mr. Bagus version 1.1 ^:)^

Dalam rangka mensukseskan Pilkada, saya mencalonkan diri jadi Caleg di dhammacitta ini, mohon dukungan tiap rakyat Dhammacitta. 1 suara GRP sudah cukup dari seluruh rakyat DC  ^:)^  :-? adalah kebahagian bagi saya jika 1254 total members memberi 1 GRP hihi
ket: 1254 berdasarkan quick count menu members  :>-
:x Persepsi yang saya dapat dari pengalaman saya sendiri sebagai orang buta tidak bisa dibandingkan dengan orang yang melihat dengan terang. >:)<

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: story of life
« Reply #90 on: 20 December 2008, 01:01:09 PM »
:)
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline aitristina

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.758
  • Reputasi: 52
  • Gender: Female
  • every1 is #1...
Re: story of life
« Reply #91 on: 25 March 2009, 11:22:26 AM »
  (Renungan) Saat-Saat Saya Tidak Bahagia
Posted by: "JuanEk Halim" juan.halim [at] yahoo.com   juan.halim
Mon Mar 23, 2009 5:13 am (PDT)


--- On Thu, 3/19/09, Juan Ek Halim <juan.halim [at] gmail. com> wrote:
From: Juan Ek Halim <juan.halim [at] gmail. com>
Subject: Saat-Saat Saya Tidak Bahagia
To:
Date: Thursday, March 19, 2009, 7:11 PM








aku telah banyak menderita, aku telah mengalami banyak hal-hal tidak
menyenangkan. . tapi apakah definisi “tidak bahagia” menurut saya ??
jika kita tahu penyebab ketidak bahagiaan kita.. maka baru ada
kemungkinan kita bisa mengupayakan kebahagiaan. . Tetapi sekali lagi
ingin saya tekankan, pada akhirnya bukan upaya kita yang mengantar kita
menuju kebahagiaan.
aku terus mengumpulkan berbagai fakta tentang diri saya.. ya, semua
ini tentang saya, jadi maaf aja pemirsa kalo kalian merasa bosan dengan
artikel tentang saya.. karena saya hanya bisa mengumpulkan fakta2 yang
autentik tentang saya..
saat2 aku tidak bahagia, adalah saat2 :
- aku tidak bisa mengekspresikan diriku sendiri alias aku tidak bisa
menjadi diri sendiri. Berada dalam suatu lingkungan dimana kita sulit
mengekspresikan diri kita dan menjadi diri kita sendiri akan membuat
kita sengsara.
- saat2 aku melawan kata hatiku.. ya, saat2 aku sudah mendengar
dengan jelas isi hatiku, tapi aku tidak bertindak dan tidak berani
melakukan seperti apa yang benar2 diinginkan oleh hatiku.
- saat2 aku “hanya” bersandar dengan logikaku.. saat2 aku hanya
mengandalkan otak ini untuk menyelesaikan masalah. Saat2 aku banyak
melakukan perhitungan, apakah untung atau rugi nih.. Banyak sekali
permasalahan terutama tentang perasaan, jiwa dan kehidupan yang tidak
bisa diselesaikan dengan logika. Aku menjadi tumpul dan tidak berdaya.
- saat2 aku “mulai” menyalahkan orang lain atas nasibku.. keaadaan
malah semakin memburuk, aku tidak melihat permasalahan sebenarnya dan
aku semakin jauh dari solusi, aku tidak mengupayakan untuk memperbaiki
keadaan yg buruk.
- saat2 aku “bermalas2an”, makan, tidur dan tidak mengerjakan sesuatu yang berguna / bermanfaat.
- saat2 aku “mendengar” pertengkaran orang tuaku.. sejak kecil aku
sudah trauma, tapi sekarang aku telah memandang dengan hambar.. karena
bagaimanapun mereka adalah manusia yang masih belajar.
- saat2 dimana aku merasa “sendirian”.. saya merasa tidak ada sandaran..

- saat2 dimana aku tidak dapat beristirahat dengan baik dan bangun2 dengan perasaan kusut..
oke, kira2 fakta yang terkumpul tentang saya adalah demikian, bagaimana dengan Anda ?
Life is about living...

Offline aitristina

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.758
  • Reputasi: 52
  • Gender: Female
  • every1 is #1...
Re: story of life
« Reply #92 on: 27 March 2009, 10:43:07 AM »
  Renungan .... pelacur atau Pejuang
Posted by: "JuanEk Halim" juan.halim [at] yahoo.com   juan.halim
Wed Mar 25, 2009 4:49 pm (PDT)


--- On Wed, 3/25/09, Juan Ek Halim <juan.halim [at] gmail. com> wrote:
From: Juan Ek Halim <juan.halim [at] gmail. com>
Subject: Renungan .... pelacur atau Pejuang
To:
Date: Wednesday, March 25, 2009, 7:25 PM

** filmnya belum diputar di bioskop2 di Jakarta tapi udah rame di

bicarakan di festival film internasional. Kalo ngga salah kemaren di bawa

ke

Berlin. Merinding bacanya...tragis. .**

Dengan tubuhnya yang gempal perempuan itu memecah batu, dengan tubuhnya

yang

tebal ia seorang pelacur.

Namanya Nur Hidayah, 35 tahun, kelahiran Tulungagung, Jawa Timur. Ia

seorang

isteri yang ditinggalkan suami, (meskipun mereka belum bercerai), ia ibu

dari lima anak yang praktis yatim.

Tiap pagi, setelah Tegar, anaknya yang berumur enam tahun, berangkat ke

sekolah dengan ojek, Nur datang ke tempat kerjanya. Di sana ia mengangkut

batu, kemudian memecah-mecahnya, untuk dijual ke pemborong bangunan. Nova,

empat tahun, anak bungsunya, selalu dibawanya. Nur bekerja sekitar lima jam

sampai tengah hari.

Lalu ia pulang. Tegar akan sudah kembali ke rumah kontrakan mereka, dan Nur

bisa bermain dengan kedua anak itu. Sampai pukul tiga sore.

Matahari sudah mulai turun, ketika Nur membawa kedua anaknya ke tempat

penitipan milik Ibu In, yang ia bayar Rp 20 ribu sehari. Lalu ia berdandan:

memasang lipstik tebal, berpupur, mengenakan baju terbaik. Lepas manghrib,

ia naik ojek dari kampung Mujang itu ke Gunung Bolo, 45 menit jaraknya

dengan sepeda motor.

Di kegelapan malam di tempat tinggi yang jadi kuburan Cina itu, Nur

menjajakan seks. Ia menjual tubuhnya.

Ia tak memilih pekerjaan itu. Sutrisno, suaminya, yang menikah dengan

perempuan lain, tak memberinya nafkah. Ia bertemu dengan lelaki itu di

tahun

1992 dalam bis ke Trenggalek. Mereka saling tertarik, dan Sutrisno

menemukan

lowongan buat Nur di Pabrik Rokok "Semanggi" di Kediri. Pekerjaan

mengelinting sigaret itu hanya dijalaninya dua bulan. Nur hamil. Ia harus

menikah.

Ia pun jadi isteri seorang suami yang menghabiskan waktunya di meja judi

dan

botol ciu. Tak ada penghasilan. Tak ada pengharapan. Setelah anak yang

kelima lahir, dalam keadaan putus-asa, Nur ikut ajakan tetangganya, seorang

pelacur di Gunung Bolo. Ia bergabung dengan sekitar 80 pekerja seks di

tempat itu, dan jadi sahabat Mira, yang lebih muda setahun tapi sudah

hampir

separuh usianya menyewakan kelamin. Mereka menghabiskan malam mereka

mencari

konsumen di pekuburan Cina itu. Tarif: Rp 10 ribu sepersetubuhan.

"Pernah ada pengalaman yang membuat Mbak Nur senang, selama ini, ketika

melayani tamu?"

"Ah, ya ndak ada," jawabnya.

Tapi suara itu tak getir. Nur, juga Mira, bukanlah keluh yang pahit. Dalam

film dokumenter yang dibuat Ucu Agustina - salah satu dari *Pertaruhan* ,

empat karya dokumenter tentang perempuan yang layak beredar luas di

Indonesia kini -- kedua pelacur itu berbicara tentang hidup mereka seperti

seorang pedagang kecil (atau guru mengaji yang miskin) berbicara tentang

kerja mereka sehari-hari.

Bahkan dengan kalem mereka, sebagai undangan Kalayna Shira Foundation yang

memproduksi *Pertaruhan* , duduk bersama peserta Jakarta International Film

Festival di sebuah kafe di Grand Indonesia - seakan-akan *mall megah *itu

bukan negeri ajaib dalam mimpi seorang Tulungagung. Ketika saya menemui

mereka di tempat minum Goethe Haus pekan lalu, Mira duduk seperti di warung

yang amat dikenalnya, dengan rokok yang terus menyala (tapi ia menolak

minum

bir) dan Nur memeluk Nova yang dibawanya ikut ke Jakarta.

Haruskah Mira, Nur, merasa lain: nista? Produser, sutradara, dan aktivis

perempuan yang menjamu mereka tak membuat para pelacur itu asing dan rikuh.

Bahkan Tegar dan Nova diurus panitia seakan-akan kemenakan sendiri - dan

dengan kagum saya melihat sebuah generasi Indonesia yang menolak sikap

orang

tua dan guru agama mereka. Mira dan Nur tak akan mereka kirim ke neraka, di

mana pun neraka itu. Ucu Agustina, 32 tahun, sutradara dokumenter ini,

telah

berjalan jauh. Ia lulus dari di IAIN di tahun 2000 setelah enam tahun di

pesantren Darunnajah di Jakarta, di mana murid perempuan bahkan dilarang

membaca Majalah *femina*. Ia kini tahu, agama tak berdaya menghadapi Nur

dan

kaumnya.

Di Tulungagung terdapat sekitar 16 tempat pelacuran. Ada dua yang legal,

yang tiap Ramadhan harus tutup. Tapi sia-sia: di tiap bulan puasa pula para

pelacur yang kehilangan tempat kerja datang antara lain ke Gunung Bolo.

Pekerja di tempat itu bertambah 50%.

Dan bagaimana agama akan punya arti bila tak memandang dengan hormat ke

wajah Nur: seorang ibu yang mengais dari Nasib untuk mengubah hidup

anak-anaknya? "Mereka harus sekolah, mereka ndak boleh mengulangi hidup

emak

mereka", Nur berkata, berkali-kali.

Dengan memecah batu ia dapat Rp 400 ribu sebulan, dengan melacur ia

rata-rata dapat Rp 30 ribu semalam. Dengan itu ia bisa mengirim Tegar ke

sebuah TK ka****k sambil membantu hidup anak-anaknya yang lain yang ia

titipkan di rumah seorang saudara.Nur tegak di atas kakinya sendiri. Ia

contoh yang baik "dialektika" yang disebut Walter Benjamin: seorang

pelacur

-- seorang pemilik alat produksi dan sekaligus alat produksi itu sendiri,

seorang penjaja (*Verkäuferin* ) dan barang yang dijajakan (*Ware*) dalam

satu tubuh. Ia buruh; ia bukan pelacur.

Bagi saya ia "Ibu Indonesia Tahun 2008".

Setidaknya ia kisah tentang harapan dalam hidup yang remang-remang. Memang

tuan dan nyonya yang bermoral mengutuknya. Memang polisi merazianya dan

para

preman memungut paksa uang dari jerih payah di Gunung Bolo itu. Tapi Nur

tahu bagaimana tabah. Kebaikan-hati bukan mustahil. Tegar diberi keringanan

membayar uang sekolah di TK ka****k itu. Tiap bulan ke Gunung Bolo, seperti

ke belasan tempat pelacuran di Tulungagung itu, datang tim dari CESMID,

organisasi lokal yang dengan cuma-cuma memeriksa kesehatan mereka. Dan ke

rumah penitipan Ibu In secara teratur datang Mbak Sri untuk membantu Tegar

berbahasa Inggris dan mengerti bilangan.

Terkadang Nur berbicara tentang Tuhan (ia belum melupakan-Nya) . Ia

menyebut-Nya "Yang di Atas". Mungkin itu untuk menunjuk sesuatu yang

jauh -

tapi justru tak merisaukannya, karena manusia, yang di bawah, tetap

berharga: bernilai dalam kerelaannya.

*Goenawan Mohamad*
Life is about living...

Offline PIKOCHAN RAPTOR

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 261
  • Reputasi: -2
  • Gender: Male
  • SSBS
Re: story of life
« Reply #93 on: 05 May 2011, 06:38:35 PM »
nmpng lwt Sis/Bro  _/\_
SSBS  _/\_
 [at]  Perjalanan seribu mil diawali dengan sebuah langkah.
 [at]  Sebuah batu permata tak bisa dipoles tanpa gesekan, seperti halnnya seorang manusia disempurnakaan dengan cobaan hidup.

Offline aitristina

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.758
  • Reputasi: 52
  • Gender: Female
  • every1 is #1...
Re: story of life
« Reply #94 on: 20 May 2011, 11:24:10 AM »
kok ada iklan l;ewat juga di DC wkwkkw

nmpng lwt Sis/Bro  _/\_
SSBS  _/\_
Life is about living...

Offline ming_l16ht

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 114
  • Reputasi: 5
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: story of life
« Reply #95 on: 04 September 2013, 09:10:21 AM »

 _/\_ Namo Buddhaya

Saya dapatkan cerita ini dari teman saya di fb... semoga bisa menjadi sebuah perenungan buat kita dengan teman kita.
seandainya re-post saya mohon maaf...

 _/\_ Namo Buddhaya

•• Mengumpulkan Kembali Kapas ••

Suatu hari ada seorg pebisnis muda yg sgt kaya n sering ke luar kota utk menjalankan bisnisnya itu. Suatu saat dia terkena pergaulan yg salah. Dia mulai sering bermain judi. Mulanya hny taruhan kecil2an namun dia tak dpt menahan nafsu utk menang n mengembalikan uangnya.
Ia semakin gelap mata n akhirnya jatuh miskin.
Org luar tak mengetahui kebiasaannya berjudi. Sehingga dia menutupinya dgn menyebarkan fitnah bhw dia bangkrut krna sahabatnya yg menggelapkan uangnya. Kabar itu semakin menyebar sehingga sahabatnya itu jatuh sakit. Ia sangat menderita krna selalu dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya.

Pebisnis itu tak mengira kalau perbuatannya akan berdampak spti ini. Dan Dia pun segera menemui temannya itu utk meminta maaf. "Sobat, aku mengaku salah. Tak sehrsnya aku melakukan ini. Sungguh aku menyesal n minta maaf. Apa yg hrs kulakukan utk menebus kesalahan yg tlh aku perbuat?"
Temannya menjwb dgn lemah, "Ada 2 permintaanku. Pertama, tolong ambil sebuah bantal n bawalah ke atap rumah. Kemudian keluarkanlah kapas dari dlm bantal itu n terbangkanlah kapas2 itu".
Meskipun bingung apa maksudnya, pebisnis itu pun langsung melakukannya n kemudian kembali, "Aku sdh melakukannya. Lalu apa permintaan keduamu?", ucap pebisnis itu.
"Sekrg kumpulkan kapas2 yg kau sebarkan tadi", jawab temannya.
"Maaf sobat, itu tdk mungkin dapat dilakukan".
"Begitu jg dgn berita bohong yg tlh kau sebarkan, berita itu takkan berakhir hanya dgn permintaan maaf dan penyesalanmu saja", kata temannya.
Pebisnis itu pun langsung menangis n memeluk teman nya sambil berulang kali mengucapkan kata maaf.


*** Tak semua masalah bisa diselesaikan dgn kata MAAF. Seblm berbuat, pikirkan dgn matang, jgn sampai menyesal dikemudian hari.
« Last Edit: 04 September 2013, 09:14:12 AM by ming_l16ht »
Give a Man a Fish, Feed Him For a Day
Teach a Man How to Fish, Feed Him For a Lifetime