//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Investasi, reksadana (mutual fund), jual beli saham/valas (stock/forex trading)  (Read 135430 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Shining Moon

  • Sebelumnya: Yuri-chan, Yuliani Kurniawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.148
  • Reputasi: 131
Ngomong sih gampang tapi hati sesak juga..koq jualannya kecepetan bberapa hari :(
Life is beautiful, let's rock and roll..

Offline Centy

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 175
  • Reputasi: -6
Wew..... koq thread ini ditinggalkan begitu aja.... Ayo temen2 kita ramein kembali thread ini dengan informasi ttg ekonomi, keuangan, investasi saham, forex, dll sampe ke obrolan bandar juga welcome, sambil tuker pikiran siapa tau bisa untung dari investasi kita.
Sekalian dibahas juga pandangan Agama Buddha terhadap investasi di saham, forex, atau instrumen keuangan lainnya. Siapa tau dari sub thread ini kita bisa catatkan JBI (Jakarta Buddhis Index) di bursa  ^-^ ^-^ ^-^

Offline F.T

  • Sebelumnya: Felix Thioris, MarFel, Ocean Heart
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.135
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • • Save the Children & Join with - Kasih Dharma Peduli • We Care About Their Future • There Are Our Next Generation.
Kondisi saat ini wait and see..


Save the Children & Join With :
Kasih Dharma Peduli ~ Anak Asuh
May all Beings Be Happy


Contact Info : Kasihdharmapeduli [at] yahoo.com

Offline Centy

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 175
  • Reputasi: -6
wah....suatu kehormatan ada analis senior mampir disini :D. Gimana kabarnya om felix

Offline F.T

  • Sebelumnya: Felix Thioris, MarFel, Ocean Heart
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.135
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • • Save the Children & Join with - Kasih Dharma Peduli • We Care About Their Future • There Are Our Next Generation.
Masih belajar ... Blum senior :))

Fine, sis Centy... Hope u fine too...

_/\_



Save the Children & Join With :
Kasih Dharma Peduli ~ Anak Asuh
May all Beings Be Happy


Contact Info : Kasihdharmapeduli [at] yahoo.com

Offline Young

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 4
  • Reputasi: 0
Hallo semua.. salam kenal.. :)

Pekerjaan yg baik adalah pekerjaan yang dalam kinerjanya atau prosesnya juga membawa manfaat juga untuk pihak lain, seperti yang sudah umum kita ketahui.
Contoh: Dalam prosesnya; guru berjasa memberikan pengetahuan, petani menghasilkan padi, pedagang mendistribusikan barang, investor menunjang permodalan perusahaan, orang yang punya banyak rumah menyewakan untuk orang lain, seniman menghibur orang banyak, dll.

Saya ingin bertanya...
Dalam kinerjanya atau prosesnya (bukan setelah mendapat hasilnya atau setelah meruginya), kalau Forex / Index Online apa sumbangsihnya / kontribusinya / manfaatnya bagi pihak lain ?

Makasih ya..

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.435
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
yang namanya investasi saham, berarti memberikan penambahan kapital bagi perusahaan yang menjualnya

kalo jual beli forex / index, kontribusinya ya buat yang membutuhkan.. ;D
di mana ada permintaan dan penawaran, di sana ada transaksi.. 8)
*kayaknya ini juga mirip2 jual beli emas..
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-

Offline Young

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 4
  • Reputasi: 0
Terimakasih jawabannya Lex Chan...

Tapi saya kok masih tidak menangkap maksud : kontribusi buat yang membutuhkan..  Itu seperti apa penjelasannya ya... apa bisa dijelaskan lebih spesifik apa manfaatnya / kontribusinya / sumbangsihnya bagi kemajuan dunia?

Jadi seperti yang saya contohkan bahwa:
Dalam prosesnya, guru berjasa memberikan pengetahuan, dan memang kita semua perlu guru. Untuk itu tentu ada imbalan untuk jasa guru tersebut.
Dalam prosesnya, pedagang mendistribusikan barang, dan tentu kita butuh barang2 dari para pedagang. Untuk itu kita memaklumi bahwa ada keuntungan yang diambil oleh para pedagang tersebut.
Investor menunjang permodalan perusahaan, dan banyak perusahaan yang ingin berkembang lebih pesat mengambil cara menggandeng para investor. Untuk itu para investor nantinya juga mendapatkan bagian keuntungan bila perusahaan tersebut memang berkembang.
Demikian juga bisa kita renungkan untuk jenis-jenis pekerjaan yang lain. Jadi bukan setelah mendapatkan keuntungannya baru ada manfaatnya / kontribusinya / sumbangsihnya.

Maka dalam hal forex / index online ini dalam prosesnya itu apa bisa dijelaskan seperti apa andilnya dalam niatan baiknya untuk kemajuan dunia ini ?

Apakah forex / index itu termasuk jenis investasi ?

Terima kasih
Semoga Semuanya Berbahagia

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.435
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
kalau begitu saya balik bertanya, menurutmu jual beli emas dan batu berlian itu apa manfaatnya bagi kemajuan dunia? 8)
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-

Offline Young

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 4
  • Reputasi: 0
Kalau saya memberikan contoh-contoh itu, maksud saya supaya Anda sekalian mengerti apa yang saya maksud.
Bukan untuk melebarkan arah pembahasan.

Jadi topik yang diangkat di atas itu kan: "Investasi, reksadana (mutual fund), jual beli saham/valas (stock/forex trading)"
maka saya harap bisa lebih fokus. Kalau bidang pekerjaan lain menurut saya sih.. bolehlah untuk gambaran2 penjelasan saja, tetapi hendaknya nantinya bukan untuk tameng pembenaran untuk sesuatu yang (maaf) menurut saya kurang patut ini. :)

Saya bukan memusuhi Anda2 yang berkecimpung di bidang Forex/Index. Mungkin saja Anda sekalian mempunyai alasan bijaksana tersendiri mengapa terjun di sana. It's Okay... Untuk itulah saya ingin menjadi sahabat Anda dalam berdiskusi, jadi mohon tanggapan Anda sakalian juga demikian ya.. :)

Saya sungguh-sungguh belum memahami maksud kata2 : kontribusi buat yang membutuhkan..  Itu seperti apa penjelasannya ya... apa bisa dijelaskan lebih spesifik apa manfaatnya / kontribusinya / sumbangsihnya bagi kemajuan dunia bukan setelah untung atau meruginya ?

Kalau tentang jual beli emas dan batu berlian itu bisa saya nalar niat baik manfaatnya untuk kebutuhan akan perhiasan dan atau untuk investasi (kejadian umum tentunya dalam jangka waktu yang relatif lama), atau juga untuk kebutuhan khusus, misal: industri elektronika yang memakai bahan emas, ada juga intan dipakai untuk mata gerinda.
Memang bisa juga untuk kegiatan spekulasi yang lebih kental akan kandungan ketamakannya.

Memang saya menyadari, bahwa penyimpangan di bidang pekerjaan lain yang nyata-nyata akan manfaatnyapun tidak akan ada habis ceritanya. Tetapi itu adalah masalah oknum yang melakukannya, seperti: Guru yang tidak benar, pedagang yang sangat tamak, investor penipu, dll.

Banyak juga pekerjaan yang nyata-nyata merupakan penyimpangan, seperti: koruptor, calo, prostitusi, judi, pencuri, dll

Semoga Semuanya Berbahagia ( murah hati, mengasihi, berpengertian )

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.435
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
baiklah. kalau dari sudut pandang saya, yang namanya instrumen investasi (antara lain logam mulia, batu berharga, real estate, saham, forex, index, hewan ternak, barang seni, barang antik, minuman wine, dll) hanyalah instrumen. si investor berharap bahwa kelak nilainya akan lebih tinggi daripada saat dia membelinya. tapi "nilai" itu selalu bersifat subjektif, dan pasar ada kalanya irasional.

oke, kita persempit dulu ke forex. yang saya maksudkan dengan "kontribusi buat yang membutuhkan" adalah mata uang asing sebagai alat bantu transaksi antar-negara. pastinya selalu ada pihak yang membutuhkan mata uang asing sebagai alat bantu transaksi, misalnya ekspor-impor. di mana ada kebutuhan, di sana selalu ada harga yang terbentuk karena permintaan dan penawaran. di sinilah ada peluang perubahan nilai, orang berharap bahwa di masa depan nilai jualnya bisa lebih tinggi daripada pada saat membeli.

begitu pula dengan index yang merupakan indikator saham2 blue chip. mengapa tidak langsung membeli saja sahamnya daripada membeli index-nya? inilah yang dimaksud dengan diversifikasi investasi, yaitu membagi risiko kalau ternyata saham itu nilainya jatuh.

kalau mau dilihat dari faktor "ketamakan", kita bisa bertanya kepada diri sendiri. kenapa tidak simpan uang saja di bawah bantal?

kalau boleh membandingkan dengan instrumen investasi lainnya, misalnya hewan ternak (membeli anak kambing, menjual saat kambing sudah jadi dewasa dengan harapan harganya lebih tinggi), membeli barang seni / antik (ini juga membingungkan kontribusinya buat dunia? apakah bisa memperindah dunia?), beli emas (apakah nantinya mau untuk dijual sebagai bahan baku barang elektronika?).

kesimpulan saya, yang namanya investasi (terlepas dari instrumen apa saja) didorong oleh dua faktor utama:
1. lobha: keinginan untuk menikmati kerja keras saat ini di masa depan
2. dosa: ketakutan bahwa suatu saat nanti tidak dapat lagi bekerja secara aktif karena keterbatasan fisik (penyakit, usia tua), jadi dapat "menabung" sejak masa produktif

kalau mau jujur dan melihat lebih jauh lagi, sebenarnya pekerjaan apapun yang dilakukan saat ini semuanya didorong oleh lobha dan dosa itu (termasuk jadi guru, supir, dokter, dll). yang dimaksud dengan "kontribusi kepada dunia" itu hanya akal2an.. :)
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.435
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
baru saja terpikir, kalau mau main akal2an, kontribusi jual beli forex / index adalah keuntungan bagi broker! ;D

coba kalau tidak ada transaksi, nanti broker tidak ada penghasilan dong.. :D
« Last Edit: 05 December 2010, 10:32:02 PM by Lex Chan »
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-

Offline Young

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 4
  • Reputasi: 0
Saya jadi merasa prihatin bila sekarang ini semangat untuk memikirkan, mengucap dan berbuat kebaikan seakan-akan merupakan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan, seperti kata-kata jawa: saiki jamane jaman edan, yen ora melu edan, ora keduman.

Bagaimana kadar debu dimata tidak dikikis, malah ditumpuk-tumpuk mengendap mengerak, sehingga niatan baik dari suatu usaha / pekerjaan sudah tidak terlihat lagi. Semua yang ada di pikiran sudah hanyut terseret komunitas karma kelompok yang pekat akan lobha, dosa dan moha.

Cukup menyedihkan mendengar ucapan apatis bahwa pekerjaan apapun hanya akal2an bila dikatakan demi kebaikan dan kemajuan dunia. Semoga bukan seorang Buddhist yang mengucapkannya.

Saya sendiri “jatuh cinta” pada Buddhism salah satunya karena semangat / viriya untuk mencapai tujuan luhur, bagaimanapun kerasnya tantangan yang akan dihadapi. Tidak ada sedikitpun teladan absurd mernyerah berputus asa dari Guru Agung meski dalam satuan waktu sekian asankya kalpa untuk menyempurnakan paramita.Tetapi menurut saya, ajaran kebaikan manapun tentunya tidaklah senista seperti statement  itu.

Tentunya mereka2 yang sungguh2 berdaya upaya,memberikan yang terbaik yang dimiliki, mendedikasikan hidupnya benar2 untuk kebaikan akan merasa terluka hatinya dikatakan bahwa niatan luhurnya hanyalah akal2an untuk ketamakan dan kebencian.

Semoga pemikiran seperti itu cukup hanya segelintir orang saja yang meyakininya. Dan semoga suatu saat lentera nuraninya kembali bersinar.

Sebetulnya bahasan Forex & Index Online ini masihlah panjang, tetapi maaf mungkin nanti saja, saya masih kehilangan selera untuk mambahasanya.

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.435
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
saudara Young yang baik,

maaf kalau posting saya sebelumnya kurang jelas maksudnya. saya akui pada saat menulis, memang tidak dalam keadaan tenang.

pertama, saya mau tegaskan dulu satu hal yang berkaitan dengan istilah "tamak". barangkali bisa baca tulisan saya di sini: http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=14020.msg228229#msg228229

ketamakan sama saja istilahnya dengan lobha. mohon jangan salah paham dulu. kalau saya katakan tamak, bukan berarti itu sesuatu yang luar biasa jahat. kalau nantinya mau dipilah antara tamak yang kasar dan tamak yang halus itu juga boleh2 saja. tamak itu sebenarnya sesuatu yang sangat wajar masih dimiliki oleh semua makhluk yang belum mencapai pencerahan. Sang Buddha pernah mengatakan ada 4 keinginan wajar makhluk yang belum mencapai pencerahan (puthujjana):
1. ingin sejahtera secara materi
2. ingin sehat dan berusia panjang
3. ingin punya kekuasaan
4. setelah meninggal, ingin lahir lagi di alam bahagia
* CMIIW (correct me if I'm wrong) *


izinkan sekali lagi saya kutip apa yang saya tulis sebelumnya:
Quote
kalau mau jujur dan melihat lebih jauh lagi, sebenarnya pekerjaan apapun yang dilakukan saat ini semuanya didorong oleh lobha dan dosa itu (termasuk jadi guru, supir, dokter, dll). yang dimaksud dengan "kontribusi kepada dunia" itu hanya akal2an.. :)


lalu bandingkan dengan:
Quote
Tentunya mereka2 yang sungguh2 berdaya upaya, memberikan yang terbaik yang dimiliki, mendedikasikan hidupnya benar2 untuk kebaikan akan merasa terluka hatinya dikatakan bahwa niatan luhurnya hanyalah akal2an untuk ketamakan dan kebencian.

mohon maaf, tapi dari tulisan itu terasa bahwa orang yan merasa terluka hatinya itu setelah melakukan kebajikan, sebenarnya juga masih "tamak", yaitu "tamak" terhadap nama baik, "tamak" terhadap pemuasan egonya, dst.


berikut ini saya kutip ceramah Bhante Pannavaro yang berjudul "Saat aku berhenti, penderitaan berhenti" yang intinya kira2 senada:
Quote
Ada seseorang yang sudah berjasa besar, kepada yayasan, kepada organisasi sosial, kepada vihara, kepada tempat ibadah yang lain. Pada waktu upacara besar seperti ini, ia datang terlambat. Kursi yang di depan sudah penuh. Orang ini terpaksa duduk di belakang. Apakah ada kejahatan yang dilakukan? O, tidak. Dia donatur yang luar biasa. Dia beramal, dia membantu; hanya dia datang terlambat. Kursi yang di depan penuh, dia duduk di belakang. Dia sangat menderita, Saudara. Acara selesai, dia telepon panitia, “Kenapa saya didudukkan di belakang? Panitia harus tulis surat minta maaf kepada saya.” – “Apakah benar, Bhante?” – Benar, Saudara. Ini bukan cerita buatan, bukan fitnah, bukan gosip. [tawa & tepuk tangan]

Ibu, Bapak & Saudara,

Dari kisah nyata ini Saudara bisa melihat, tidak ada keburukan yang dilakukan oleh ibu atau bapak ini; kebajikan, sumbangan, amal yang diberikan, tetapi dia sangat melekat kepada akunya, dia tidak bebas dari penderitaan yang dibuat sendiri. Apalagi kalau dia tahu, karena panitia sudah mengatakan, “Bapak/Romo nanti duduk di depan; kursinya sudah ditulis nama—saya mau ambil contoh, menggunakan Romo Ponijan saja [tawa]—kemudian Romo Ponijan ini datang terlambat; dia lihat-lihat, longak-longok, kursi di depan sudah penuh semua; kursi yang sudah ditulis nama, Mr./DR. Ponijan, sudah diduduki orang lain; … penderitaan, Saudara, luar biasa. [tawa] Apakah dia orang jahat? Tidak. Apakah dia orang baik? Ya. Dia banyak beramal, berdana, menyumbang, menyokong, menyumbangkan pikiran, ide-ide, membantu, tetapi dia membuat penderitaan untuk dirinya sendiri. Tidak hanya melekat kepada kursi, tetapi melekat kepada keakuannya sendiri. Coba, kalau Romo Ponijan ini orang yang sangat dikenal, orang baik, kedudukannya tinggi, pandai, kursinya di depan ditempati orang lain, beliau duduk di belakang. Orang-orang tahu, “Oh, Romo kok ada di sini?” – “Ah, tidak apa-apa, tidak apa-apa. Saya juga manusia biasa, saya di sini dengan Saudara.” – Aduuuh, … namanya akan diangkat naik. Tetapi, meskipun Romo Ponijan melakukan kebajikan, jasanya besar, kalau kebakaran jenggot karena tidak bisa duduk di depan, namanya akan dijatuhkan. Itu hukum masyarakat, Saudara. Kalau dia menerima duduk di belakang, humble, rendah hati, “Biar, biar, saya juga manusia biasa seperti Saudara, saya duduk di sini, nyaman,” – Ooo, manusia-manusia lain, teman-teman lain mengatakan, “Ooo, Pak Ponijan hebat.”


lalu kembali lagi ke tulisan saya sebelumnya. saya tegaskan kembali bahwa pekerjaan (duniawi) apapun yang dilakukan saat ini semuanya didorong oleh lobha dan dosa itu (termasuk jadi guru, supir, dokter, dll). yang dimaksud dengan "kontribusi kepada dunia" itu hanya akal2an..

barangkali, "pekerjaan" yang tidak didorong oleh lobha dan dosa itu adalah menjadi praktisi spiritual. walaupun kenyataannya belum tentu benar demikian karena masih ada sebagian orang yang mengomersialkan spiritual. contohnya? ah, rasanya tidak perlu saya sebutkan di sini.. :)

kesimpulan saya: selama makhluk tersebut belum mencapai pencerahan sempurna, selalu saja ada akal2an untuk melancarkan serangan lobha dan dosa demi kepentingan dirinya sendiri.

kalau tidak sependapat juga tidak apa2. mohon renungkan kembali, barangkali tulisan ini yang keliru.. ya, itulah indahnya perbedaan berpendapat.. :)
« Last Edit: 21 December 2010, 06:20:39 AM by Lex Chan »
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
btw saya mo jawab kontribusi forex thd dunia (udah expired belum?)


kalau forex itu kan mata uang, dalam hal yg lebih sederhana forex itu utk memudahkan orang mengalihkan mata uangnya yg terdevaluasi

contoh kasus:
misalnya saat ini 1$ = Rp.3000,-
namun esok 1$ = Rp.7000,- (artinya rupiah akan melemah)

utk mempertahankan kekayaan yg dimiliki, seseorang yg memiliki pengetahuan pergerakan mata uang ini akan mengalihkan rupiahnya ke us dollar.

nah forex itu sarana mempermudahkannya...
tp krn byknya currency yg ada di dunia ini, maaf aja IDR belum masuk listing hehe...

soal margin, manfaatnya juga adalah sarana mempermudah saja.
jadi ketika seseorang mau melakukan switching yg lebih besar, ga perlu repot2 ke bank dahulu utk transfer.

setuju?









soal index, imho index adalah indicator kesehatan ekonomi
jadi gunanya yah utk parameter saja...
index diperjual-belikan---> nah ini pun saya binggung... sepertinya emg sarana judi?
tapi lagi2 jual-beli index bukan judi...
karena adanya risk management.
jadi fungsi perdagangan index adalah spekulasi
seseorang bisa mendapatkan keuntungan (walau disisi lain ada yg mendapatkan kerugian) --- tp yah emg beginilah kontribusinya ke dunia...
gimana?
« Last Edit: 29 April 2011, 02:26:58 PM by tesla »
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~