Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya  (Read 13590 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Blazetama

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 28
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Halo teman2,

Menurut teman2 apa yg hrs kita lakukan sebagai seorang Theravada bila (amit2) kita diserang ilmu hitam?

Saya bertanya karena (menurut saya, mohon dikoreksi bila salah) :
1. Theravada TIDAK mempercayai bahwa doa seseorang mampu mengubah hidupnya/menyelesaikan masalahnya secara "ajaib".
2. Theravada TIDAK berkonsen pada unsur - unsur magis, seperti Jin/Dewa/Khodam, Suhu/Paranormal, Jimat/Hu dll
3. Dengan kata lain, aliran Theravada lebih berkonsen pada perkembangan batin umat melalui latihan meditasi dan Dhamma untuk kehidupan sehari - hari.

Contoh kasus :
Seorang Theravada diberitahu oleh temannya yang terpecaya, bahwa ia diguna2 dan berada dalam pengaruh ilmu hitam.
Apa yg harus orang ini lakukan menurut tradisi Theravada?

Bila ia seorang Mahayana/Tantrayana/Tridharma tentunya ia bisa ke Suhu/Paranormal, tapi bagaimana kalau ia berpegang murni pada Theravada?

Pertanyaan ini saya ajukan karena saya melihat adanya perbedaan yang cukup mencolok dalam hal ini (magis) pada aliran Theravada dan aliran2 lainnya.

Note : Mohon maaf bila saya ada salah kata, jujur saja saya adalah seorang Theravada, tidak ada niatan untuk menjelek2an aliran ini. Segala sesuatu yg saya tulis diatas hanya berupa pendapat saya.

Offline Sukma Kemenyan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.840
  • Reputasi: 109
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #1 on: 15 April 2014, 10:06:48 PM »
Saddha terhadap Tisarana dan Sila

Offline akiong75

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 36
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #2 on: 16 April 2014, 07:40:44 AM »
Menurut pendapat pribadi saya(yang merasa bahwa saya lebih cocok dengan ajaran Buddha versi Theravada), pertama-tama adalah bahwa penganut aliran Theravada bukanlah yang tidak menerima bahwa ada "kekuatan" tertentu pada doa yang kita ucapkan, jika iya maka pastilah umat aliran Theravada tidak dianjurkan utk baca doa(Paritta), tetapi lebih ditekankan bahwa semua makhluk adalah pemilik perbuatan mereka sendiri, terwarisi oleh perbuatan mereka sendiri, lahir, berkerabat dengan perbuatan mereka sendiri. Jadi apapun yang terjadi pada mereka pasti ada hubungannya dengan apa yang telah mereka perbuat.

Jadi, bila saya mendapatkan pertanyaan seperti dalam contoh kasus TS, maka :
1.Pertama saya akan tanyakan apa keyakinan teman tersebut, bagaimana dia bisa mengetahui dengan pasti bahwa dia diguna-guna orang.

2.Berikutnya akan tanyakan apakah akhir-akhir ini, sebelum dia merasa diguna-guna orang dia pernah berbuat sesuatu yang secara sadar atau tidak sadar menyakiti orang tertentu?

3. Jika iya, maka bisa disarankan untuk minta maaf pada orang tersebut, jika tidak atau tidak memungkinkan dia untuk minta maaf, bisa saja dia melakukan meditasi Metta dan memancar cinta kasih kepada orang tersebut juga makhluk-makhluk lain(karena saya pernah dengar bahwa, guna-guna/santet dan sejenisnya bisa dilakukan dengan bantuan makhluk tertentu).

Dan juga, tidak ada larangan dalam diri saya(mungkin juga teman-teman yang lebih cocok dengan aliran Theravada lainnya) untuk meminta bantuan pihak lain dalam hal ini adalah mungkin seorang Suhu/Bhante atau juga seorang hypnoterapis/psikolog, karena dalam banyak kasus, "merasa" diguna-guna hanyalah masalah paranoid yang berlebihan atau masalah psikis yang tidak disadari.

Tentu saja, senantiasa kita melakukan meditasi agar selalu sadar dan mengamalkan sila(minimal Pancasila) dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kedepannya tidak melakukan sesuatu hal yang mungkin bisa mengakibatkan kita "dikerjai" orang dengan ilmu hitam.

Maaf kepanjangan merespon.. :-[

Salam metta,
 _/\_
Semoga Semua Makhluk Berbahagia
Bebas dari Derita Fisik dan Batin

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #3 on: 16 April 2014, 08:52:40 AM »
Halo teman2,

Menurut teman2 apa yg hrs kita lakukan sebagai seorang Theravada bila (amit2) kita diserang ilmu hitam?

Saya bertanya karena (menurut saya, mohon dikoreksi bila salah) :
1. Theravada TIDAK mempercayai bahwa doa seseorang mampu mengubah hidupnya/menyelesaikan masalahnya secara "ajaib".
2. Theravada TIDAK berkonsen pada unsur - unsur magis, seperti Jin/Dewa/Khodam, Suhu/Paranormal, Jimat/Hu dll
Apa benar demikian? Bahkan di vinaya (Culavagga V.6.), bhikkhu diperbolehkan untuk membuat jimat sebagai perlindungan untuk dirinya sendiri (selama tidak digunakan untuk mendapatkan perolehan); DN 32. Atanatiyasutta juga digunakan untuk mengundang raja Yakkha untuk mengusir Yakkha jahat. Masa' sih tidak ada kepercayaan magis-magis begitu?


Quote
3. Dengan kata lain, aliran Theravada lebih berkonsen pada perkembangan batin umat melalui latihan meditasi dan Dhamma untuk kehidupan sehari - hari.

[...]
Untuk yang ini sepertinya memang demikian. Walaupun magis-magis itu termasuk fenomena yang perlu dipahami, tapi bukan menjadi tujuan utama.

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #4 on: 16 April 2014, 09:27:26 AM »
Apa benar demikian? Bahkan di vinaya (Culavagga V.6.), bhikkhu diperbolehkan untuk membuat jimat sebagai perlindungan untuk dirinya sendiri (selama tidak digunakan untuk mendapatkan perolehan); DN 32. Atanatiyasutta juga digunakan untuk mengundang raja Yakkha untuk mengusir Yakkha jahat. Masa' sih tidak ada kepercayaan magis-magis begitu?


Baru tahu kalo bhikkhu boleh buat jimat. Kalo buat jimat/amulet untuk diberikan ke umat (bukan dijual ke umat, tapi ngasih aja), itu diperbolehkan gak, om?
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #5 on: 16 April 2014, 09:53:28 AM »
Baru tahu kalo bhikkhu boleh buat jimat. Kalo buat jimat/amulet untuk diberikan ke umat (bukan dijual ke umat, tapi ngasih aja), itu diperbolehkan gak, om?
Saya belum ketemu penjelasan boleh atau tidak. Mungkin tidak dilarang, tapi sepertinya juga potensi mendapatkan simpati umat dan juga akan mengesankan 'kesaktian'. IMO untuk hal-hal gini, baiknya kembali ke kebijaksanaan bhikkhu itu kali yah...


Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.382
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #6 on: 16 April 2014, 10:25:22 AM »
Apa benar demikian? Bahkan di vinaya (Culavagga V.6.), bhikkhu diperbolehkan untuk membuat jimat sebagai perlindungan untuk dirinya sendiri (selama tidak digunakan untuk mendapatkan perolehan); DN 32. Atanatiyasutta juga digunakan untuk mengundang raja Yakkha untuk mengusir Yakkha jahat. Masa' sih tidak ada kepercayaan magis-magis begitu?

Untuk yang ini sepertinya memang demikian. Walaupun magis-magis itu termasuk fenomena yang perlu dipahami, tapi bukan menjadi tujuan utama.

please note, ini dari vinaya theravāda, yg merupakan penjelasan dan implementasi dari patimokha sendiri. Jadi belum tentu berlaku di vinaya sekte lain seperti dharmaguptaka yg dipakai mahayana.
There is no place like 127.0.0.1

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #7 on: 16 April 2014, 10:47:25 AM »
please note, ini dari vinaya theravāda, yg merupakan penjelasan dan implementasi dari patimokha sendiri. Jadi belum tentu berlaku di vinaya sekte lain seperti dharmaguptaka yg dipakai mahayana.
Ya, ini vinayanya Tradisi Theravada, untuk di yang lain belum tahu juga. Tapi di AN 4.67. Ahirajasutta juga disinggung perlindungan serupa. Karena AN juga termasuk karya awal, kemungkinan berlaku bagi sekte lainnya juga.


PS: Tidak melayani pasien alergi Buddhisme Awal.

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #8 on: 16 April 2014, 11:07:49 AM »
Saya belum ketemu penjelasan boleh atau tidak. Mungkin tidak dilarang, tapi sepertinya juga potensi mendapatkan simpati umat dan juga akan mengesankan 'kesaktian'. IMO untuk hal-hal gini, baiknya kembali ke kebijaksanaan bhikkhu itu kali yah...



Ok, agree with that point....

please note, ini dari vinaya theravāda, yg merupakan penjelasan dan implementasi dari patimokha sendiri. Jadi belum tentu berlaku di vinaya sekte lain seperti dharmaguptaka yg dipakai mahayana.

Yups, ini kan board Theravada dan memakai interpretasi Theravada.

"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.382
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #9 on: 16 April 2014, 11:11:22 AM »
Ya, ini vinayanya Tradisi Theravada, untuk di yang lain belum tahu juga. Tapi di AN 4.67. Ahirajasutta juga disinggung perlindungan serupa. Karena AN juga termasuk karya awal, kemungkinan berlaku bagi sekte lainnya juga.


PS: Tidak melayani pasien alergi Buddhisme Awal.

di AN 4.67 Ahirāja Sutta (http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,23851.msg435477.html#msg435477) itu tidak dibilang bikin jimat. di Cullavagga 5.6 memang boleh tah bikin jimat?

There is no place like 127.0.0.1

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #10 on: 16 April 2014, 12:04:07 PM »
di AN 4.67 Ahirāja Sutta (http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,23851.msg435477.html#msg435477) itu tidak dibilang bikin jimat. di Cullavagga 5.6 memang boleh tah bikin jimat?



Kayaknya Cullavagga V.6 hanya memperbolehkan "to let blood" (pengeluaran darah kotor?) untuk mengobati luka akibat gigitan ular (http://sacred-texts.com/bud/sbe20/sbe20021.htm). Catatan kaki dari penerjemahnya mengacu juga pada "the letting of blood" pada Mahavagga VI.14 untuk mengobati penyakit tertentu (http://sacred-texts.com/bud/sbe17/sbe17028.htm).

Mungkin sumber om KK lebih jelas terjemahannya dibandingkan sumber saya....
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Sukma Kemenyan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.840
  • Reputasi: 109
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #11 on: 16 April 2014, 03:33:33 PM »
Waduh... kenapa malah jadi bahas vinaya (aturan kebhikkhuan) ?

Mengapa vinaya ditetapkan ?
Bagaimana vinaya dikeluarkan ?
Apa tujuan vinaya diterbitkan ?
Untuk siapa vinaya ?

Ketika pertanyaannya adalah boleh atau tidak boleh untuk seorang bhikkhu,
maka referensi terbaik adalah vinaya...

Akan tetapi,
Seseorang yang telah mengerti dengan benar, tentu sudah mengetahui boleh atau tidaknya.

Sayangnya,
Banyak (bhikkhu/bhante) yang mencoba mengikuti/mencontoh tanpa didasari Pengertian Benar (sammä-ditthi)

Offline Sukma Kemenyan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.840
  • Reputasi: 109
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #12 on: 16 April 2014, 03:44:24 PM »
Blazetama,

Mengapa keyakinan terhadap tisarana (Buddha, Dhamma, Sangha) dan sila perlu ditanamkan kembali ?
Dengan memahami dhamma yang ditemukan kembali oleh Buddha, baik pemahaman melalui sangha
dan dengan menjaga sila (kelakuan yang disukai oleh para mulia).

Anda berkesempatan untuk berpikir benar, dan mengerti dengan benar,
ketika pengertian benar dan pikiran benar sudah tertanam.

Anda memahami salah satu asal-usul dukkha yang anda alami,
mengerti dengan jelas sebab-musababnya.

dan anda mampu untuk nge-generate ataupun mengundang energi positif (buah kamma-baik),
sehingga kemalangan (ilmu hitam / energi negatif / buah kamma-buruk) segera terlewati

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #13 on: 16 April 2014, 04:29:27 PM »
di AN 4.67 Ahirāja Sutta (http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,23851.msg435477.html#msg435477) itu tidak dibilang bikin jimat. di Cullavagga 5.6 memang boleh tah bikin jimat?
Ya, sepertinya dari kasus di AN itu maka dikeluarkan aturan dan metode "mantra" empat raja naga itu untuk perlindungan bagi bhikkhu dan dicatat di vinaya. 


Kayaknya Cullavagga V.6 hanya memperbolehkan "to let blood" (pengeluaran darah kotor?) untuk mengobati luka akibat gigitan ular (http://sacred-texts.com/bud/sbe20/sbe20021.htm). Catatan kaki dari penerjemahnya mengacu juga pada "the letting of blood" pada Mahavagga VI.14 untuk mengobati penyakit tertentu (http://sacred-texts.com/bud/sbe17/sbe17028.htm).

Mungkin sumber om KK lebih jelas terjemahannya dibandingkan sumber saya....
Dari teks yang saya ambil dulu (tapi lupa di mana), Cv. V.6. isinya adalah:
"I allow that these four royal families of snakes be suffused with an attitude of good will for the sake of self-guarding, for the sake of self-protection, for the sake of self-warding."

Vinaya, Khandaka bagian 10 juga ada membahas tentang ini.

Mungkin lebih jelas bisa dilihat di sini.


Waduh... kenapa malah jadi bahas vinaya (aturan kebhikkhuan) ?

[...]
Bukan mau membahas vinaya secara mendalam sih, tapi untuk menunjukkan bahwa Tradisi Theravada bukan tidak membahas hal-hal magis.
« Last Edit: 16 April 2014, 04:31:06 PM by Kainyn_Kutho »

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #14 on: 16 April 2014, 04:32:50 PM »
 [at] KK: Ok, thx...

 [at] Menyan: Oops, maaf OOT jadinya ;D
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa