Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya  (Read 13629 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Sukma Kemenyan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.840
  • Reputasi: 109
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #15 on: 16 April 2014, 04:40:21 PM »
Dari teks yang saya ambil dulu (tapi lupa di mana), Cv. V.6. isinya adalah:
"I allow that these four royal families of snakes be suffused with an attitude of good will for the sake of self-guarding, for the sake of self-protection, for the sake of self-warding."

gw nge-translate nya menjadi
"Gw persilahkan 4 ular2 ini di-suffused (kepret/percik/liputi) metta untuk tujuan jaga diri, [...]"



Quote
Vinaya, Khandaka bagian 10 juga ada membahas tentang ini.
Mungkin lebih jelas bisa dilihat di sini.
Also metta...



From another english translation sources:
I allow you, O Bhikkhus, to make use of a safeguard for yourselves for your security and protection,
by letting your love flow out over the four royal breeds of serpents. And thus, O Bhikkhus, are you to do so

source: http://sacred-texts.com/bud/sbe20/sbe20021.htm

also metta..

There is no jimat (or sejenisnya)

« Last Edit: 16 April 2014, 04:48:23 PM by Kemenyan »

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #16 on: 16 April 2014, 05:06:35 PM »
gw nge-translate nya menjadi
"Gw persilahkan 4 ular2 ini di-suffused (kepret/percik/liputi) metta untuk tujuan jaga diri, [...]"


Also metta...
Aku nangkepnya juga begitu..
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #17 on: 16 April 2014, 05:14:23 PM »
Biasanya diterjemahkan sebagai "memancarkan metta", tentu saja ada interpretasi memancarkan metta itu caranya dg membacakan paritta. Kalo merujuk pada sutta2 awal sih bukan begitu....
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #18 on: 16 April 2014, 05:30:43 PM »
gw nge-translate nya menjadi
"Gw persilahkan 4 ular2 ini di-suffused (kepret/percik/liputi) metta untuk tujuan jaga diri, [...]"


Also metta...



From another english translation sources:
I allow you, O Bhikkhus, to make use of a safeguard for yourselves for your security and protection,
by letting your love flow out over the four royal breeds of serpents. And thus, O Bhikkhus, are you to do so

source: http://sacred-texts.com/bud/sbe20/sbe20021.htm

also metta..

There is no jimat (or sejenisnya)
Ya, memang tidak secara spesifik dijelaskan perlindungan itu berupa jimat/mantra/paritta/tato, dll., tapi di sini ada semacam metode kewaskitaan yang melibatkan 'empat raja naga' (atau raja yakkha dalam kasus Atanatiya) untuk perlindungan. Jadi rasanya bukan tidak dibahas hal-hal beginian dalam Tradisi Theravada. Itu point yang saya maksud.


Aku nangkepnya juga begitu..
Kalau ini hanya masalah metta semata (bukan magis), kenapa tidak cukup hanya memancarkan ke makhluk yang dimaksud saja, tapi mesti ke raja naga?

Offline Blazetama

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 28
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #19 on: 16 April 2014, 08:31:00 PM »
Terima kasih untuk respon dan masukannya.

Dengan asumsi bahwa orang tsb sudah pasti dibawah pengaruh ilmu hitam dan orang tsb tidak tahu siapa pelakunya, apa yang orang tsb harus lakukan?

Dari diskusi kita, saya berpendapat kita bisa :
1. Membaca Paritta
2. Meminta Hu/Jimat dari Paranormal/Bhikkhu (saya masih ragu akan hal ini)

Bila saya membayangkan saya berada di posisi orang tsb, saya akan menghadapi dilema : di satu sisi kita harusnya percaya pada karma dan Triratna, tetapi disisi lain tidak bisa dipungkiri ilmu hitam bisa berakibat fatal dan tidak bijaksana (menurut saya) bila orang tsb tidak mencari bantuan pihak lain.

Apa yang akan teman - teman lakukan bila Anda menjadi orang tsb?
 _/\_

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.749
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #20 on: 16 April 2014, 09:17:44 PM »
berarti kalau memang percaya pada karma dan tiratana, pas lagi sakit kita gak perlu berobat ke dokter?
kalau ke dokter berarti gak percaya pada karma dan tiratana?
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #21 on: 16 April 2014, 10:11:20 PM »
Baru tahu kalo bhikkhu boleh buat jimat. Kalo buat jimat/amulet untuk diberikan ke umat (bukan dijual ke umat, tapi ngasih aja), itu diperbolehkan gak, om?

ntah boleh atau tidak..tp barter dgn umat awam dan jual beli ga boleh
...

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #22 on: 16 April 2014, 10:22:00 PM »
Ya, memang tidak secara spesifik dijelaskan perlindungan itu berupa jimat/mantra/paritta/tato, dll., tapi di sini ada semacam metode kewaskitaan yang melibatkan 'empat raja naga' (atau raja yakkha dalam kasus Atanatiya) untuk perlindungan. Jadi rasanya bukan tidak dibahas hal-hal beginian dalam Tradisi Theravada. Itu point yang saya maksud.

Kalau ini hanya masalah metta semata (bukan magis), kenapa tidak cukup hanya memancarkan ke makhluk yang dimaksud saja, tapi mesti ke raja naga?

krn dalam kasus ini lagi ngomong ttg di gigit ular...
jd mettanya di pacarkan spesifik ke bos2 nya ular...
klo ga spesifik..yah semoga semua mahluk berbahagia...

termasuk pegarahan "pikiran" atau metta...klo lebih spesifik...
...

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #23 on: 17 April 2014, 07:30:49 AM »
Terima kasih untuk respon dan masukannya.

Dengan asumsi bahwa orang tsb sudah pasti dibawah pengaruh ilmu hitam dan orang tsb tidak tahu siapa pelakunya, apa yang orang tsb harus lakukan?

Dari diskusi kita, saya berpendapat kita bisa :
1. Membaca Paritta
2. Meminta Hu/Jimat dari Paranormal/Bhikkhu (saya masih ragu akan hal ini)

Bila saya membayangkan saya berada di posisi orang tsb, saya akan menghadapi dilema : di satu sisi kita harusnya percaya pada karma dan Triratna, tetapi disisi lain tidak bisa dipungkiri ilmu hitam bisa berakibat fatal dan tidak bijaksana (menurut saya) bila orang tsb tidak mencari bantuan pihak lain.

Apa yang akan teman - teman lakukan bila Anda menjadi orang tsb?
 _/\_

Simpel aja: dana, sila, bhavana
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #24 on: 17 April 2014, 07:36:11 AM »
sebetulnya,
orang tsb paling tidak harus berterima kasih bahwa salah satu karma buruknya yg hebat sedang berbuah dan berkurang satu.


bukankah orang selalu menanti2 matang-nya buah karma,
whether it's good or bad, he/she should be thankful/grateful
« Last Edit: 17 April 2014, 07:40:22 AM by Mas Tidar »
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #25 on: 17 April 2014, 08:47:20 AM »
krn dalam kasus ini lagi ngomong ttg di gigit ular...
jd mettanya di pacarkan spesifik ke bos2 nya ular...
klo ga spesifik..yah semoga semua mahluk berbahagia...

termasuk pegarahan "pikiran" atau metta...klo lebih spesifik...
Tidak juga sih. Di sutta disebutkan format bacaan yang menyebutkan '4 raja naga' ini berlaku untuk makhluk tak berkaki, berkaki dua, empat, dan berkaki banyak (alias semuanya). Saya pikir jika memang mau secara general, langsung aja ke "semua makhluk", dan kalau mau khusus, langsung ke makhluk yang dihadapi. Tapi dalam kasus ini malah melibatkan Virupakkha dkk. yang adalah ini adalah raja naga, penguasa alam catummaharajika bagian barat. Jadi balik lagi, saya pikir ini bukan hanya metta (seperti di karaniyamettasutta), tapi ada unsur magisnya berkenaan dengan kekuasaan makhluk alam lain. Itu saja sih sebetulnya.

-------

sebetulnya,
orang tsb paling tidak harus berterima kasih bahwa salah satu karma buruknya yg hebat sedang berbuah dan berkurang satu.


bukankah orang selalu menanti2 matang-nya buah karma,
whether it's good or bad, he/she should be thankful/grateful
Kalau gitu, Buddhis sama donk seperti Nigantha yang mau menghabiskan karma buruk untuk mencapai pembebasan?

Offline juli wu

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 217
  • Reputasi: 23
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia,pintar,bikja
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #26 on: 17 April 2014, 12:47:13 PM »
Apakah orang yang kena guna2 akan tau dirinya di guna2,kalau bisa tau sebelum kena buat pemusnahnya dulu aja

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.431
  • Reputasi: 133
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #27 on: 17 April 2014, 01:53:14 PM »
sebetulnya,
orang tsb paling tidak harus berterima kasih bahwa salah satu karma buruknya yg hebat sedang berbuah dan berkurang satu.

bukankah orang selalu menanti2 matang-nya buah karma,
whether it's good or bad, he/she should be thankful/grateful

siapa bilang orang selalu menanti2 matangnya buah karma? ;D

sebenarnya umat Buddhis yang kebanyakan belajar malah berpikir:
1. semoga karma baik cepat berbuah
2. semoga karma buruk cepat expired (menjadi ahosi karma)... hehehe...  :P
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #28 on: 17 April 2014, 02:48:20 PM »
Maaf, gak nahan mau OOT lagi, tentang pembuatan jimat, dari DN 1 Brahmajala Sutta dikatakan:

1.21. ‘“Sementara beberapa petapa dan Brāhmaṇa memakan makanan pemberian mereka yang berkeyakinan, berpenghidupan dari keterampilan, penghidupan salah seperti membaca garis tangan,[28] meramal dari gambaran-gambaran, tanda-tanda, mimpi, tanda-tanda jasmani, gangguan tikus, pemujaan api, persembahan dari sesendok sekam, tepung beras, beras, ghee atau minyak, atau darah, dari mulut, membaca ujung jari, pengetahuan rumah dan kebun, ahli dalam jimat, pengetahuan setan, pengetahuan rumah tanah,[29] pengetahuan ular, pengetahuan racun, pengetahuan tikus, pengetahuan burung, pengetahuan gagak, meramalkan usia kehidupan seseorang, jimat melawan anak panah, pengetahuan tentang suara-suara binatang, Petapa Gotama menjauhi keterampilan dan penghidupan salah demikian.”’
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #29 on: 17 April 2014, 07:28:38 PM »
Tidak juga sih. Di sutta disebutkan format bacaan yang menyebutkan '4 raja naga' ini berlaku untuk makhluk tak berkaki, berkaki dua, empat, dan berkaki banyak (alias semuanya). Saya pikir jika memang mau secara general, langsung aja ke "semua makhluk", dan kalau mau khusus, langsung ke makhluk yang dihadapi. Tapi dalam kasus ini malah melibatkan Virupakkha dkk. yang adalah ini adalah raja naga, penguasa alam catummaharajika bagian barat. Jadi balik lagi, saya pikir ini bukan hanya metta (seperti di karaniyamettasutta), tapi ada unsur magisnya berkenaan dengan kekuasaan makhluk alam lain. Itu saja sih sebetulnya.

-------
Kalau gitu, Buddhis sama donk seperti Nigantha yang mau menghabiskan karma buruk untuk mencapai pembebasan?
Virupakkha dan virupakkhas ..tampaknya beda arti..

yah memang sistim Buddhist beberapa di ajarkan bertahap...ini salah satunya.. bbrp dimulai dgn memancarkan cinta kasih ke 4 arah utama..( di mulai dgn 1 arah... ) kemudian ke atas , kebawah, ke sekeliling dan kesegala penjuru, walau simplenya..bilang aja kesegala penjuru..

tp tentu itu juga tidak  sendang mengajarkan jimat..hanya krn mengajarkan ke 1 arah dulu, sedangkan... bisa langsung ngomong kesegala penjuru...
...