Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya  (Read 13591 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #30 on: 17 April 2014, 07:33:43 PM »
sebetulnya,
orang tsb paling tidak harus berterima kasih bahwa salah satu karma buruknya yg hebat sedang berbuah dan berkurang satu.


bukankah orang selalu menanti2 matang-nya buah karma,
whether it's good or bad, he/she should be thankful/grateful
sebenarnya..aku ga pernah dpt sumber /catatan mengenai.. "cara org menghadapi suatu kesialan dgn berpikir bahwa telah berkurang 1 kamma buruk ku..." yg merupakan hal yg ajarkan Buddha atau di setujui Buddha
...

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #31 on: 19 April 2014, 12:08:22 PM »
Maaf, gak nahan mau OOT lagi, tentang pembuatan jimat, dari DN 1 Brahmajala Sutta dikatakan:

1.21. ‘“Sementara beberapa petapa dan Brāhmaṇa memakan makanan pemberian mereka yang berkeyakinan, berpenghidupan dari keterampilan, penghidupan salah seperti membaca garis tangan,[28] meramal dari gambaran-gambaran, tanda-tanda, mimpi, tanda-tanda jasmani, gangguan tikus, pemujaan api, persembahan dari sesendok sekam, tepung beras, beras, ghee atau minyak, atau darah, dari mulut, membaca ujung jari, pengetahuan rumah dan kebun, ahli dalam jimat, pengetahuan setan, pengetahuan rumah tanah,[29] pengetahuan ular, pengetahuan racun, pengetahuan tikus, pengetahuan burung, pengetahuan gagak, meramalkan usia kehidupan seseorang, jimat melawan anak panah, pengetahuan tentang suara-suara binatang, Petapa Gotama menjauhi keterampilan dan penghidupan salah demikian.”’
Betul, tapi ini adalah tentang penghidupan yang tidak benar. Petapa Gotama (dan sanghanya) tidak melakukan semua hal itu demi mendapatkan persembahan, tapi bukan berarti tidak melakukannya sama sekali.

Misalnya menafsirkan mimpi, Buddha Gotama sendiri menafsirkan mimpi Raja Bimbisara (yang akhirnya mengajarkan tentang patidana), atau di lain kasus juga meramalkan kematian seorang anak (DhA 109), namun tidak melakukannya demi mendapatkan penghidupan. Buddha bahkan tidak mengajar dhamma demi mendapatkan penghidupan.

-------

Virupakkha dan virupakkhas ..tampaknya beda arti..
Bisa dijelaskan bedanya bagaimana?

Quote
yah memang sistim Buddhist beberapa di ajarkan bertahap...ini salah satunya.. bbrp dimulai dgn memancarkan cinta kasih ke 4 arah utama..( di mulai dgn 1 arah... ) kemudian ke atas , kebawah, ke sekeliling dan kesegala penjuru, walau simplenya..bilang aja kesegala penjuru..

tp tentu itu juga tidak  sendang mengajarkan jimat..hanya krn mengajarkan ke 1 arah dulu, sedangkan... bisa langsung ngomong kesegala penjuru...
Ya, betul. Tapi balik lagi, jika memang hanya metta, apa gunanya menyinggung 4 raja naga?


Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #32 on: 19 April 2014, 12:33:25 PM »
Bisa dijelaskan bedanya bagaimana?
Ya, betul. Tapi balik lagi, jika memang hanya metta, apa gunanya menyinggung 4 raja naga?
dalam terjemahan bahasa indo:

kupancarkan metta kepada suku-suku ular Virupakkha
kupancarkan metta kepada suku-suku ular  Erapatha
kupancarkan metta kepada suku-suku ular  Chabyaputta
kupancarkan metta kepada suku-suku ular  Kanhagotama

ini mungkin maksudnya memancarkan metta kepada jenis-jenis ular dibawah kekuasaan salah satu dari 4 raja naga tsb (bukan kepada dewanya)
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #33 on: 20 April 2014, 12:40:03 AM »
Virupakkha = nama salah 1 raja di catumaharajika

virupakkhas = nama salah 1 suku ular/naga

namanya mirip... ga masalah..blm tentu merujuk ke subject yg sama....

selain itu nama2 4 raja naga bisa di temukan dimana? soalnya yg aku temukan merujuk ke suku/family/kelas bukan nama rajanya...

lagian dari sumbernya mengatakan itu adalah jenis ular/naga

"by letting your love flow out over the four royal breeds of serpents. "

yah kebetulan salah satunya namanya sama dgn salah 1 raja dewa catumaharajika..ga berarti dewa itu adalah naga..., tp dia memang memimpin para naga...
...

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #34 on: 21 April 2014, 02:33:50 PM »
dalam terjemahan bahasa indo:

kupancarkan metta kepada suku-suku ular Virupakkha
kupancarkan metta kepada suku-suku ular  Erapatha
kupancarkan metta kepada suku-suku ular  Chabyaputta
kupancarkan metta kepada suku-suku ular  Kanhagotama

ini mungkin maksudnya memancarkan metta kepada jenis-jenis ular dibawah kekuasaan salah satu dari 4 raja naga tsb (bukan kepada dewanya)
Iya, tapi kenapa tidak langsung kepada makhluk bersangkutan saja? Ini seperti misalnya kita dizolimi bendahara RT, lalu kita mengarahkan pikiran, "Kupancarkan metta pada SBY dan kabinetnya" gitu.

Dan sebetulnya saya tertarik dengan bagian awalnya:
"Pasti, para bhikkhu, bhikkhu itu tidak meliputi keempat keluarga kerajaan ular dengan pikiran cinta kasih. Karena jika ia melakukan demikian, maka ia tidak akan digigit ular dan tewas..."

Empat raja-raja ular ini adalah tradisi dan mitologi di India pada masa itu, jadi untuk yang tidak kenal tradisi itu jadinya bagaimana? Misalnya kalau di Mesir kuno, mereka menghormat ke Wadjet, berarti objek yang keliru donk? ;D Tapi ini Intermezzo saja.

-------

Virupakkha = nama salah 1 raja di catumaharajika

virupakkhas = nama salah 1 suku ular/naga

namanya mirip... ga masalah..blm tentu merujuk ke subject yg sama....

selain itu nama2 4 raja naga bisa di temukan dimana? soalnya yg aku temukan merujuk ke suku/family/kelas bukan nama rajanya...

lagian dari sumbernya mengatakan itu adalah jenis ular/naga

"by letting your love flow out over the four royal breeds of serpents. "

yah kebetulan salah satunya namanya sama dgn salah 1 raja dewa catumaharajika..ga berarti dewa itu adalah naga..., tp dia memang memimpin para naga...
Catummaharajika 'kan empat penjuru, di utara raja Yakkha, di timur raja Gandhabba, di selatan raja Kumbhanda, dan di barat raja Naga.


Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #35 on: 21 April 2014, 05:25:37 PM »
Iya, tapi kenapa tidak langsung kepada makhluk bersangkutan saja? Ini seperti misalnya kita dizolimi bendahara RT, lalu kita mengarahkan pikiran, "Kupancarkan metta pada SBY dan kabinetnya" gitu.
Kupancarkan metta ke arah timur
Kupancarkan metta ke arah tenggara
Kupancarkan metta ke arah selatan
Kupancarkan metta ke arah barat daya
Kupancarkan metta ke arah barat
Kupancarkan metta ke arah barat laut
Kupancarkan metta ke arah utara
Kupancarkan metta ke arah timur laut
Kupancarkan metta ke arah atas
Kupancarkan metta ke arah bawah

ini sama aja dengan memancarkan metta ke segala penjuru, cuma oleh Sang Buddha disebutkan satu2


sama halnya seperti:
Kupancarkan metta terhadap ular kobra
Kupancarkan metta terhadap ular boa
Kupancarkan metta terhadap ular piton
Kupancarkan metta terhadap ular sawah
Kupancarkan metta terhadap ular sanca
Kupancarkan metta terhadap ular laut
Kupancarkan metta terhadap ular kepala dua
Kupancarkan metta terhadap ular siput
Kupancarkan metta terhadap ular sendok
(dst, yang jumlahnya bisa jadi puluhan s/d ratusan)

suku2 ular dari Virupakkha sampai Kanhagotama itu mungkin maksudnya adalah mencakup semua jenis ularnya, kalau mau disebutin satu2 dari ular piton, boa, kobra, sawah, dst, yang ada kecapekan bacanya
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #36 on: 21 April 2014, 07:01:07 PM »


Iya, tapi kenapa tidak langsung kepada makhluk bersangkutan saja? Ini seperti misalnya kita dizolimi bendahara RT, lalu kita mengarahkan pikiran, "Kupancarkan metta pada SBY dan kabinetnya" gitu.

Dan sebetulnya saya tertarik dengan bagian awalnya:
"Pasti, para bhikkhu, bhikkhu itu tidak meliputi keempat keluarga kerajaan ular dengan pikiran cinta kasih. Karena jika ia melakukan demikian, maka ia tidak akan digigit ular dan tewas..."

Empat raja-raja ular ini adalah tradisi dan mitologi di India pada masa itu, jadi untuk yang tidak kenal tradisi itu jadinya bagaimana? Misalnya kalau di Mesir kuno, mereka menghormat ke Wadjet, berarti objek yang keliru donk? ;D Tapi ini Intermezzo saja.


Catummaharajika 'kan empat penjuru, di utara raja Yakkha, di timur raja Gandhabba, di selatan raja Kumbhanda, dan di barat raja Naga.


pertama pastikan dulu apa benar itu nama 4 raja ular..atau nama famili/kelas/suku ular...? jd mo menghormat cobra misalnya..silakan.. cobra bisa saja salah satu jenis dari 4 kelas/suku itu...
malas sebutin 4 kelas.. yah 1 aja..ular.., malas sebutin ular..semua mahluk d..malas juga..tidur aja... tp terlepas dari kemalasan..itu teknik nya begitu..walau pada akhir syair..mengarah kepada semua mahluk.. dan untuk jimat? ga nyambung...



catumaharajika benar 4 penjuru..

aku ga bilang loh 4 raja catumaharajika adalah naga...

aku bilang salah 1 raja itu namanya sama dgn nama suku ular/naga..ga berarti dia harus Naga..

...

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #37 on: 22 April 2014, 12:29:22 PM »
Kupancarkan metta ke arah timur
Kupancarkan metta ke arah tenggara
Kupancarkan metta ke arah selatan
Kupancarkan metta ke arah barat daya
Kupancarkan metta ke arah barat
Kupancarkan metta ke arah barat laut
Kupancarkan metta ke arah utara
Kupancarkan metta ke arah timur laut
Kupancarkan metta ke arah atas
Kupancarkan metta ke arah bawah

ini sama aja dengan memancarkan metta ke segala penjuru, cuma oleh Sang Buddha disebutkan satu2


sama halnya seperti:
Kupancarkan metta terhadap ular kobra
Kupancarkan metta terhadap ular boa
Kupancarkan metta terhadap ular piton
Kupancarkan metta terhadap ular sawah
Kupancarkan metta terhadap ular sanca
Kupancarkan metta terhadap ular laut
Kupancarkan metta terhadap ular kepala dua
Kupancarkan metta terhadap ular siput
Kupancarkan metta terhadap ular sendok
(dst, yang jumlahnya bisa jadi puluhan s/d ratusan)

suku2 ular dari Virupakkha sampai Kanhagotama itu mungkin maksudnya adalah mencakup semua jenis ularnya, kalau mau disebutin satu2 dari ular piton, boa, kobra, sawah, dst, yang ada kecapekan bacanya


pertama pastikan dulu apa benar itu nama 4 raja ular..atau nama famili/kelas/suku ular...? jd mo menghormat cobra misalnya..silakan.. cobra bisa saja salah satu jenis dari 4 kelas/suku itu...
malas sebutin 4 kelas.. yah 1 aja..ular.., malas sebutin ular..semua mahluk d..malas juga..tidur aja... tp terlepas dari kemalasan..itu teknik nya begitu..walau pada akhir syair..mengarah kepada semua mahluk.. dan untuk jimat? ga nyambung...

catumaharajika benar 4 penjuru..

aku ga bilang loh 4 raja catumaharajika adalah naga...

aku bilang salah 1 raja itu namanya sama dgn nama suku ular/naga..ga berarti dia harus Naga..


2 post saya gabung saja karena sama-sama menganggap "empat keluarga kerajaan naga" tidak ada hubungannya sama sekali dengan deva di Catummaharajika, hanya menyinggung genus-genus ular saja, sedangkan saya berpandangan berbeda.

Dengan demikian, saya terpaksa tidak lanjutkan. Jadi sekian, saya pamit dulu.

Spoiler: ShowHide

"1. Virupakkha. One of the Catummaharajano (Regent Kings). He is Regent of the western quarter and lord of the Nagas (D.ii.258; D.iii.199; Dvy. 126, 148). In the assembly of the devas he sits facing east (D.ii.207, 221). Kalakanni is his daughter (J.iii.257). All Nagas visit him regularly as their lord and wait on him, and any question of dispute arising among them would be referred to him for solution. E.g., J.vi.168; cf. AA.i.143.

2. Virupakkha. The name of a Naga family (Vin.ii.109; A.ii.72; J.ii.145); they were, perhaps, followers of Virupakkha (q.v.)."
-http://www.wisdomlib.org/definition/virupakkha/index.html-

---

"[...] The nāgas are the servants of Virūpākṣa (Pāli: Virūpakkha), one of the Four Heavenly Kings who guards the western direction. They act as a guard upon Mount Sumeru, protecting the devas of Trāyastriṃśa from attack by the Asuras."
-http://en.wikipedia.org/wiki/N%C4%81ga#Buddhism-

---

"In Buddhist literature, too, we meet with a snake-charm or paritta of a very early date, in which four tribes of serpent-kings (ahirāja-kulāni) are mentioned. [...]

Now it is noteworthy that Virūpakkha and Erāpatha are not only the names of two Nāgarājas, but in Buddhist mythology they figure also as lokapālas of the Western and Eastern region respectively."
-Indian Serpent Lore, Jean Philippe Vogel, p.10-

---

"Buddhist - A snake-god. One of the Dikpalas. He was responsible for guarding the western region. At times, identified as Virupaksha, Virupaksa, Virupaksa, Virupaksha or Virupaksha."
-http://www.mythologydictionary.com/virupaksha-mythology.html-

---

"Airāvata. Name of a celebrated serpent with many heads. He was the son of Kasyapa by his wife Kadru. Arjuna's father-in-law and Ulūpi's father, Kauravya, belonged to the family of this serpent. (Mb.Ādi.35.5; 213-18).
-Encylopaedia of the Hindu World, Volume 1, Edited by Gaṅgā Rām Garg-



Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #38 on: 22 April 2014, 10:02:31 PM »
Halo teman2,

Menurut teman2 apa yg hrs kita lakukan sebagai seorang Theravada bila (amit2) kita diserang ilmu hitam?

Saya bertanya karena (menurut saya, mohon dikoreksi bila salah) :
1. Theravada TIDAK mempercayai bahwa doa seseorang mampu mengubah hidupnya/menyelesaikan masalahnya secara "ajaib".
2. Theravada TIDAK berkonsen pada unsur - unsur magis, seperti Jin/Dewa/Khodam, Suhu/Paranormal, Jimat/Hu dll
3. Dengan kata lain, aliran Theravada lebih berkonsen pada perkembangan batin umat melalui latihan meditasi dan Dhamma untuk kehidupan sehari - hari.

Contoh kasus :
Seorang Theravada diberitahu oleh temannya yang terpecaya, bahwa ia diguna2 dan berada dalam pengaruh ilmu hitam.
Apa yg harus orang ini lakukan menurut tradisi Theravada?

Bila ia seorang Mahayana/Tantrayana/Tridharma tentunya ia bisa ke Suhu/Paranormal, tapi bagaimana kalau ia berpegang murni pada Theravada?

Pertanyaan ini saya ajukan karena saya melihat adanya perbedaan yang cukup mencolok dalam hal ini (magis) pada aliran Theravada dan aliran2 lainnya.

Note : Mohon maaf bila saya ada salah kata, jujur saja saya adalah seorang Theravada, tidak ada niatan untuk menjelek2an aliran ini. Segala sesuatu yg saya tulis diatas hanya berupa pendapat saya.

Tergantung dari bagaimana kita mengartikan “ilmu hitam”. Setahu saya, ilmu hitam itu adalah ilmu yang digunakan untuk hal-hal buruk, mencelakakan orang lain, makanya disebut hitam. Secara Dhamma perbuatan tersebut didasari oleh moha, dosa, dan lobha. Sebaliknya ada ilmu yang digunakan untuk hal-hal baik, tidak merugikan disebut ilmu putih karena tidak didasari oleh moha, dosa, lobha.

Jika seperti itu pengertiannya, maka Theravada pun ada cara menanggulangi ilmu hitam yaitu dengan ilmu putih, tidak lain adalah perbuatan yang dilandasi dengan sifat-sifat adosa, amoha, alobha.

Melatih metta bhavana adalah salah satu bentuk melatih ilmu putih, bisa dikategorikan sebagai jenis pelet dalam istilah ilmu hitam.

 _/\_
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #39 on: 23 April 2014, 12:11:57 AM »

2 post saya gabung saja karena sama-sama menganggap "empat keluarga kerajaan naga" tidak ada hubungannya sama sekali dengan deva di Catummaharajika, hanya menyinggung genus-genus ular saja, sedangkan saya berpandangan berbeda.

Dengan demikian, saya terpaksa tidak lanjutkan. Jadi sekian, saya pamit dulu.

Spoiler: ShowHide

"1. Virupakkha. One of the Catummaharajano (Regent Kings). He is Regent of the western quarter and lord of the Nagas (D.ii.258; D.iii.199; Dvy. 126, 148). In the assembly of the devas he sits facing east (D.ii.207, 221). Kalakanni is his daughter (J.iii.257). All Nagas visit him regularly as their lord and wait on him, and any question of dispute arising among them would be referred to him for solution. E.g., J.vi.168; cf. AA.i.143.

2. Virupakkha. The name of a Naga family (Vin.ii.109; A.ii.72; J.ii.145); they were, perhaps, followers of Virupakkha (q.v.)."
-http://www.wisdomlib.org/definition/virupakkha/index.html-

---

"[...] The nāgas are the servants of Virūpākṣa (Pāli: Virūpakkha), one of the Four Heavenly Kings who guards the western direction. They act as a guard upon Mount Sumeru, protecting the devas of Trāyastriṃśa from attack by the Asuras."
-http://en.wikipedia.org/wiki/N%C4%81ga#Buddhism-

---

"In Buddhist literature, too, we meet with a snake-charm or paritta of a very early date, in which four tribes of serpent-kings (ahirāja-kulāni) are mentioned. [...]

Now it is noteworthy that Virūpakkha and Erāpatha are not only the names of two Nāgarājas, but in Buddhist mythology they figure also as lokapālas of the Western and Eastern region respectively."
-Indian Serpent Lore, Jean Philippe Vogel, p.10-

---

"Buddhist - A snake-god. One of the Dikpalas. He was responsible for guarding the western region. At times, identified as Virupaksha, Virupaksa, Virupaksa, Virupaksha or Virupaksha."
-http://www.mythologydictionary.com/virupaksha-mythology.html-

---

"Airāvata. Name of a celebrated serpent with many heads. He was the son of Kasyapa by his wife Kadru. Arjuna's father-in-law and Ulūpi's father, Kauravya, belonged to the family of this serpent. (Mb.Ādi.35.5; 213-18).
-Encylopaedia of the Hindu World, Volume 1, Edited by Gaṅgā Rām Garg-




so far dari keterangan itu ... hanya 2 nama yaitu virupakha dan erapatha..yg nama raja naga ..2 lainnya? bisa saja nama keluarga/suku/ di ambil dari nama rajanya, tp ga berarti merujuk ke-rajanya secara personal.
menurut ku masalah itu adalah nama raja naga..masih sangat jauh jika hanya berdasarkan 2 nama..yg merupakan nama"raja naga"
bahkan dari keterangn/komentar tambahan yg di berikan..justru mengarah bahwa di sutta tsb..megarah ke suku..bukan pribadi..

2. Virupakkha. The name of a Naga family (Vin.ii.109; A.ii.72; J.ii.145); they were, perhaps, followers of Virupakkha (q.v.)."
-http://www.wisdomlib.org/definition/virupakkha/index.html-

"In Buddhist literature, too, we meet with a snake-charm or paritta of a very early date, in which four tribes of serpent-kings (ahirāja-kulāni) are mentioned. [...]

so..itu memang nama suku~~
...

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #40 on: 23 April 2014, 01:07:05 AM »
Kalo Ga salah ingat dlu ada kisah YM.Bhikkhu Ananda (yang menjadi personal assistant sang Buddha) di mantra2i oleh seorang wanita yang sangat mencintai beliau, sehingga tanpa sadar (dalam pengaruh mantra guna2) YM.Ananda melangkah keluar dan mendatangi rumah wanita tsb dimalam itu, sang Buddha melihat dan kemudian disadarkan oleh sang Buddha (sejak itu paritta tsb terkenal sbg mantra khusus untuk menolak guna2, yaitu yang dibaca oleh sang Buddha kala itu).  #sayang lupa nama paritta nya, musti nanya kesono dlu#
I'm an ordinary human only

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #41 on: 23 April 2014, 10:23:38 AM »
ini seperti bahasa inggris:
"Hail, The host of Charles" atau "Hail, people of Charles"
yang artinya rakyat/orang-orang dibawah kekuasaan Charles, bukan si Charlesnya kali yang disembah...
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #42 on: 23 April 2014, 10:51:20 AM »
Jika permasalahan yang dimaksud dalam AN 4.67 Ahi Sutta hanya rajanya yang dipancarkan metta atau seluruh keluarga/sukunya maka penjelasannya ada dalam bahasa Palinya.
 
Sace hi so bhikkhave bhikkhu cattāri ahirājakulāni mettena cittena phareyya, na hi so bhikkhave bhikkhu ahinā daṭṭho kālaṃ kareyya. Katamāni cattāri ahirājakulāni?

Pasti, para bhikkhu, bhikkhu itu tidak meliputi keempat keluarga kerajaan ular dengan pikiran cinta kasih. Karena jika ia melakukan demikian, maka ia tidak akan digigit ular dan tewas. Apa saja keempat suku/keluarga (Pali: kulā) raja ular tersebut?

Jika kita bisa terjemahkan secara harfiah nama-nama keluarga ular tersebut, mungkin kita bisa tahu jenis ular seperti apa, dan mengingat bahwa tidak menutup kemungkinan seseorang memberi nama pada sesuatu berdasarkan ciri atau sifat sesuatu tersebut. Misalnya kaṇhāgotamaka, maka artinya adalah hitam (kanha) yang beracun (gotamaka), jadi keluarga ular hitam beracun.
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #43 on: 23 April 2014, 02:22:48 PM »
Virupakkhe hi me mettam
setahuku akhiran e pada Virupakkhe adalah penanda jamak..
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Pandangan Theravada mengenai "ilmu hitam" & cara menanggapinya
« Reply #44 on: 23 April 2014, 02:40:28 PM »
Pertanyaannya... darimana bisa dipastikan kena "ilmu hitam" ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan