//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?  (Read 23019 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #45 on: 25 September 2011, 09:13:57 AM »
pejuang Dhamma kok kayak tante2 seh..=_="

malah fast forward nanti punahnya Buddhism..gara2 tante yg suka gossip gk jelas~
btw ikrar loe masih berjalan gak? =))
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.099
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #46 on: 25 September 2011, 10:25:48 AM »
yah engga seperti itu juga lo...
waktu yang dihabiskan kalo kita di surga sama saja, kalo kita menghabiskan 1 jam disana, yah kita juga menghabiskan 1 jam di bumi...
mungkin hanya perjalanan harinya saja yang sangat panjang di sana...
lagipula sang buddha membabarkan abhidhamma disana hanya selama 3 bulan, kalo dihitung berdasarkan hari tavatimsa, 1 hari tavatimsa=100 tahun bumi, jadi 3 bulan bumi= kurang dari 1 jam di tavatimsa...
kalau secara logika ya tidak mungkin, abhidhamma sepanjang itu hanya selesai dalam waktu kurang dari 1 jam..
adalagi, sang buddha setiap hari turun untuk makan siang dan membabarkan inti abhidhamma kepada YM sariputta, kalau memang di tavatimsa waktunya hanya kurang dari 1 jam, sang buddha harusnya tidak perlu turun ke bumi untuk makan...

agak membingungkan yang wa dengar beliau membabarkan abidhamma di surga tawatimsa dalam jangka waktu lama sehingga di pilih alam dewa tersebut karena manusia membutuhkan waktu untuk tidur, istirahat, buang air kecil dsb  hingga alam manusia tidak terpilih dalam pembabaran tersebut sedangkan yang di babarkan ke sariputra oleh sang buddha hanya ringkasan abhidhamma saja.

Quote
Abhidhamma yang terdiri atas tujuh kitab ini diwejangkan oleh Beliau dengan ‘mendalam’ serta ‘terinci’ (Vitthâranaya). Pewejangan Kitab Dhammasaõgani hingga Kitab Paööhâna ini memakan waktu tepat satu muslin hujan (Vassa ketujuh) atau kira-kira tiga bulan menurut penanggalan Candra. Sangat menakjubkan bahwa pewejangan Abhidhamma ini berlangsung tanpa ada jeda sekejap pun –dalam artian terus-menerus; tidak berhenti sama sekali. Apabila tiba saatnya untuk merawat tubuh kemanusiaan-Nya, dengan kemampuan batin-Nya yang luar biasa Sang Buddha Gotama membuat “Sosok Ciptaan” yang menyerupai Beliau untuk ganti mewejangkan Abbidhamma. Baik wajah, cahaya maupun suara “Sosok Ciptaan” ini sama sekali tidak ada nuansanya dengan yang sesungguhnya. Setelah membuat “Sosok Ciptaan” ini, Beliau pun kemudian turun ke Bumi untuk berpióòapâta di Uttarakuru. Pulang dari pióòapâta, Beliau bersantap di pinggir Danau Anotatta. Selesai beristirahat di hutan Cendana, Sang Buddha Gotama naik kembali ke Alam Surga Tâvatiæsa. Ini berlangsung terus hingga akhir masa Vassa. Sehari setelah habisnya musim hujan, yang berarti selesainya pewejangan Abbidhamma di Alam Surga Tâvatiæsa, Beliau dengan diiringi para dewa turun kembali ke Bumi, tepatnya di daerah Saõkassa. Peristiwa ini sekarang diperingati oleh umat Buddha sebagai hari Devorohana.

Quote
Perlu dicamkan bahwa pengulangan kembali yang disampaikan ini tidaklah sama dengan yang diwejangkan di Alam Surga Tâvatiæsa, yang mendalam dan terinci (Vitthâranaya). Pengulangan kembali ini hanya ringkasannya (Saõkhepanaya).

http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=1342.0
« Last Edit: 25 September 2011, 10:36:32 AM by daimond »

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #47 on: 25 September 2011, 10:41:26 AM »
Mungkin banyak bingung tentang gunung Sumeru. Kebetulan ada yang bertanya tentang keberadaan gunung ini ke salah Satu Bhikkhu (mahathera) dari Myanmar yang sangat fasih memahami Tipitaka, kitab komentar , subkomentar dan bahasa Pali. Pertanyaan ini dilontarkan saat retreat di sidikalang saat para bhikkhu, sayalay dan samanera sedang mengikuti  Vinaya class.

Menurut beliau gunung semeru/mahameru yang dimaksud bukanlah gunung yang terlihat secara kasat mata. Dan puncaknya (kalau saya tidak salah ingat) sampai di tavatimsa/tusita CMIIW. Dan salah satu kaki gunung semeru ini berada di himalaya. Dan setiap tata surya terdiri dari 31 alam kehidupan.
« Last Edit: 25 September 2011, 10:45:55 AM by bond »
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.414
  • Reputasi: 169
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #48 on: 25 September 2011, 11:26:16 AM »
Tentang gunung Semeru (Pali: Sineru) dlm Dictionary of Pali Proper Names:

Quote
Sineru

A mountain, forming the centre of the world. It is submerged in the sea to a depth of eighty four thousand yojanas and rises above the surface to the same height. It is surrounded by seven mountain ranges -

   1. Yugandhara,
   2. Isadhara,
   3. Karavīka,
   4. Sudassana,
   5. Nemindhara,
   6. Vinataka and
   7. Assakanna

(SNA.ii.443; Sp.i.119; Vsm.206; cp. Mtu.ii.300; Dvy.217; it is eighty thousand leagues broad, A.iv.100).

On the top of Sineru is Tāvatimsa (SNA.ii.485f), while at its foot is the Asurabhavana of ten thousand leagues; in the middle are the four Mahādīpā with their two thousand smaller dīpā. (The Asurabhavana was not originally there, but sprang up by the power of the Asuras when they were thrown down from Tāvatimsa, DhA.i.272; see, e.g., SNA.i.201).

Sineru is often used in similes, its chief characteristic being its un-shake ability (sutthuthapita) (E.g., SN. vs.683). It is also called Meru or Sumeru (E.g., Cv.xlii.2), Hemameru (E.g., Cv.xxxii.79) and Mahāneru (M.i.338; also Neru, J.iii.247).

Each Cakkavāla has its own Sineru (A.i.227; v.59), and a time comes when even Sineru is destroyed (S.iii.149).

When the Buddha went to Tāvatimsa, he covered the distance there from the earth in three strides he set his right foot down on the top of Yugandhara and his left on Sineru, the next step brought him to Tāvatimsa, the whole distance so covered being sixty eight hundred thousand leagues. DhA.iii.216.

Sumber: http://www.palikanon.com/english/pali_names/s/sineru.htm

Gunung ini adalah pusat cakkavala yang terdiri dari 7 rangkaian pegunungan, di atasnya ada surga Tavatimsa, di kakinya ada alam Asura, di tengahnya terdapat 4 benua besar (Mahadipa). Setiap cakkavala memiliki Sineru-nya sendiri2.....

Sepertinya ini bukan gunung yg ada di bumi,mungkin di luar bumi (dimensi lain?) di mana merupakan pusat tata surya kita. Mungkin bentuknya seperti gunung di bumi maka disebut gunung (semacam benda langit berbatu dan bergunung spt asteroid?).

Sedangkan cakkavala (sistem dunia/tata surya) dikatakan:

Quote
Cakkavāla

The name given to a whole world-system, there being countless such systems.

Each Cakkavāla is twelve hundred and three thousand, four hundred and fifty yojanas in extent and consists of the earth, two hundred and four thousand nahutas of yojanas in volume, surrounded by a region of water four hundred and eight thousand nahutas of yojanas in volume. This rests on air, the thickness of which is nine hundred and sixty thousand nahutas of yojanas. In the centre of the Cakkavāla is Mount Sineru, one hundred and sixty-eight yojanas in height, half of which is immersed in the ocean.

Around Sineru are seven mountain ranges, Yugandhara, Isadhara, Karavīka, Sudassana, Nemindhara, Vinataka and Assakanna. The mountains are inhabited by the Regent Gods (Mahārājas) and their followers, the Yakkhas.

Within the Cakkavāla is the Himavā mountain, one hundred leagues high, with eighty-four thousand peaks. Surrounding the whole Cakkavāla is the Cakkavālasilā. Belonging to each Cakkavāla is a moon, forty-nine leagues in diameter, a sun of fifty leagues, the Tāvatimsabhavana, the Asurabhavana, the Avīcimahāniraya and the four mahādīpas - Jambudīpa, Aparagoyāna, Pubbavideha and Uttarakuru, each mahādīpa surrounded by five hundred minor dīpas.

Between the Cakkavalas exist the Lokantarika-niraya (SA.ii.442f.; DhsA.297f).

In each Cakkavāla are four Regent Gods (Cattāro Mahārājā) (AA.i.439).

A sun can illuminate only one Cakkavāla; the rays of light from the Buddha's body can illuminate all the Cakkavālas (AA.i.440).

Cakkavala terdiri dari bumi yang dikeliling air/lautan yang melayang di udara, di tengahnya ada gunung Sineru. Dalam setiap cakkavala ada pegunungan Himava (Himalaya?), bulan, matahari, surga Tavatimsa, alam Asura, neraka Avici, dan 4 benua besar (Jambudīpa = benua selatan, Aparagoyāna = benua barat, Pubbavideha = benua timur, Uttarakuru = benua utara)

Sepertinya gak ada korelasi antara tata surya menurut astronomi (di mana matahari adalah pusat tata surya) dg cakkavala dalam Buddhis (di mana gunung Sineru adalah pusatnya)....
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.099
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #49 on: 25 September 2011, 11:38:18 AM »
aku rasa gunung sineru disini dimaksud sebagai bumi dan pusat gunung disini adalah gunung tertinggi di setiap bumi. kenapa di sebut pusat karena ada kehidupan mungkin dimana ada, dan bisa ada kebahagian sedang setiap batas cakavala di katakan ada alam niraya di tepi tata surya tentu nya sedikit sekali mendapat sinar matahari tidak sehangat di bumi yang memberi kehidupan dan bisa memberi kebahagian disana tentu nya lebih banyak penderitaan.

Quote
    *
      Lokantaranirayā

A series of hells, each one being bound by three cakkavālas. (Cp. Sp.i.120; SNA.ii.443).

Each hell is eight thousand leagues in extent. Beings are born there as a result of heinous crimes, "like those of Coranāga, or Corābhaya, both of Tambannidīpa." Their bodies are three gāvutas in height and with their long nails they cling to the cakkavālapabbata. Sometimes they fall into the world bearing water (lokasandhārakaudaka) and are dried up because of its great salinity (AA.ii.532). Elsewhere (NidA.8; SNA.i.59) they are said to suffer from extreme cold. Those holding wrong views are also born there (J.vi.247).

According to the Buddhavamsa Commentary (BuA., p. 26), Lokantara is the hell of the Asurakāyā.

http://www.palikanon.com/namen/l/lokantaraniraya.htm
« Last Edit: 25 September 2011, 11:48:56 AM by daimond »

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #50 on: 25 September 2011, 03:23:17 PM »
agak membingungkan yang wa dengar beliau membabarkan abidhamma di surga tawatimsa dalam jangka waktu lama sehingga di pilih alam dewa tersebut karena manusia membutuhkan waktu untuk tidur, istirahat, buang air kecil dsb  hingga alam manusia tidak terpilih dalam pembabaran tersebut sedangkan yang di babarkan ke sariputra oleh sang buddha hanya ringkasan abhidhamma saja.


ene maksud pernyataannya gimana yah???
kan saya bilang sang buddha membabarkan dhamma di surga tavatimsa juga...
dan saya juga bilang sang buddha hanya membabarkan inti abhidhamma kepada YM sariputta pada saat beliau turun ke bumi..
jadi apanya yang membingungkan yah???
maaf kalo saya agak telmi karna kurang memahami pernyataan anda...

 _/\_
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline El Sol

  • Sebelumnya: El Sol
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.753
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #51 on: 25 September 2011, 03:34:35 PM »
btw ikrar loe masih berjalan gak? =))
ikrar yg mana dulu?..:)

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #52 on: 25 September 2011, 07:53:35 PM »
ikrar yg mana dulu?..:)
yang membasmi maitreya itu tuhh... =))
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #53 on: 25 September 2011, 08:00:15 PM »
yang membasmi pengikut maitreya itu tuhh... =))
wah, yang mana yah ntu???
penasaran juga..
mungkin boleh tolong di quote disini...
haha..
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline lucky

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 230
  • Reputasi: -7
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #54 on: 25 September 2011, 10:01:59 PM »
Mungkin banyak teman2 yg sudah menegakkan ikrar agung, walau sebuah awal itu sukar, namun saya yakin perjuangan saya tidak sendiri. Saya yakin masih banyak pejuang pejuang lain, dimana saat waktunya tiba kita bisa membentuk sebuah kesatuan pembasmi ajaran sesat. Kita tegakkan panji panji Dhamma yang memperagung diri kita. Hentikan pembahasan tahyul seperti halnya pembicaraan yang tidak menawarkan pencerahan, pembahasan alam antah berantah. Namanya juga tahyul, di diskusikan bagaimanapun juga tetap tidak akan ada titik ujungnya, sebab tahyul tahyul itu berkutat pada batin penuh delusi tanpa ujung dan pangkal. Sudah terbukti dari jaman ke jaman bahwa manusia tanpa henti memperdebatkan tahyul tahyul yg tdk menghasilkan pembebaasan apapun, hanya berputar putar seperti meredam kesedihan dengan menggunakan minuman keras dan obat terlarang. Lebih baik kita saat ini bentuk team debat, mengunjungi vihara vihara sesat dan datang mendebat mereka supaya mereka tahu betapa rendahnya mereka , betapa mereka tdk ada apa apanya dibanding kita para laskar Dhamma.

Offline lucky

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 230
  • Reputasi: -7
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #55 on: 25 September 2011, 10:08:47 PM »
nangis anak orang ntu tar bro...

dia udah susah2 jadi pejuang dhamma malah lu buat down...

susah tau jadi pejuang dhamma, banyak rintangannya...

nanti kalo kaga ada pejuang dhamma lagi, ajaran buddhis punah lho...

 =)) =)) =))

justru itu membuktikan kita sejalan, dan saya patut lega masih ada orang yang sejalan dengan saya. Termasuk anda. Dimana anda telah berusaha menegakkan tiang tiang Dhamma dengan melibas pandangan pandangan sesat yg anda pikir ada pada saya. Ini semua membuktikan betapa luhur kita semua sesungguhnya, sobat... Tak cukup kosakata melukiskan keharuan ini, hidup Dhamma, maju terus Dhamma, berkembang di bumi pertiwi Indonesia, membawa kemajuan batin , menginjak ajaran sesat dibawah stupa Dhamma agung yang mengejawantah dalam diri kita pribadi.

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #56 on: 26 September 2011, 08:22:47 PM »
justru itu membuktikan kita sejalan, dan saya patut lega masih ada orang yang sejalan dengan saya. Termasuk anda. Dimana anda telah berusaha menegakkan tiang tiang Dhamma dengan melibas pandangan pandangan sesat yg anda pikir ada pada saya. Ini semua membuktikan betapa luhur kita semua sesungguhnya, sobat... Tak cukup kosakata melukiskan keharuan ini, hidup Dhamma, maju terus Dhamma, berkembang di bumi pertiwi Indonesia, membawa kemajuan batin , menginjak ajaran sesat dibawah stupa Dhamma agung yang mengejawantah dalam diri kita pribadi.
omongan anda jadi kayak pengikut Mr. Y****s aja...
lebay banget...
ketawa sendiri saya baca nya...
=)) =)) =))
« Last Edit: 26 September 2011, 08:26:03 PM by will_i_am »
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #57 on: 26 September 2011, 08:34:00 PM »
Mungkin banyak teman2 yg sudah menegakkan ikrar agung, walau sebuah awal itu sukar, namun saya yakin perjuangan saya tidak sendiri. Saya yakin masih banyak pejuang pejuang lain, dimana saat waktunya tiba kita bisa membentuk sebuah kesatuan pembasmi ajaran sesat. Kita tegakkan panji panji Dhamma yang memperagung diri kita. Hentikan pembahasan tahyul seperti halnya pembicaraan yang tidak menawarkan pencerahan, pembahasan alam antah berantah. Namanya juga tahyul, di diskusikan bagaimanapun juga tetap tidak akan ada titik ujungnya, sebab tahyul tahyul itu berkutat pada batin penuh delusi tanpa ujung dan pangkal. Sudah terbukti dari jaman ke jaman bahwa manusia tanpa henti memperdebatkan tahyul tahyul yg tdk menghasilkan pembebaasan apapun, hanya berputar putar seperti meredam kesedihan dengan menggunakan minuman keras dan obat terlarang. Lebih baik kita saat ini bentuk team debat, mengunjungi vihara vihara sesat dan datang mendebat mereka supaya mereka tahu betapa rendahnya mereka , betapa mereka tdk ada apa apanya dibanding kita para laskar Dhamma.

=)) =)) =))

ayo kita basmi tuyul2 janji2 surga... ups salah... kita berantas tahayul2 akan janji2 surga yg dr dulu kala sampai saat ini tidak terbukti, kecuali dipaksakan terbukti... gmn mau buktikan ? jawab, tunggu mati dulu... =))

dan gusti brewok maha adil, rumah tuhan di bom sana sini, gusti brewok punya rencana atas pengeboman tersebut, agar para pengemar gusti brewok terbuka mata nya bahwa emang harus hancur kan kebodohan atas kebohongan...

salut lucky, anda sejalan dengan saya... hali-lintar... ups salah... hali-kopter... ups salah lg... hali apa ya... hali-baling2 bambu... ups salah lg... gusti brewok memang suka menguji dato', uuhhh... benci deh dato' ma gusti brewok... nti dato' cukur brewok nya n dato' kasih baju, biar anggota DPR kita kaga vonis pornograpi ah...

=))
Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline El Sol

  • Sebelumnya: El Sol
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.753
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #58 on: 26 September 2011, 08:36:25 PM »
Mungkin banyak teman2 yg sudah menegakkan ikrar agung, walau sebuah awal itu sukar, namun saya yakin perjuangan saya tidak sendiri. Saya yakin masih banyak pejuang pejuang lain, dimana saat waktunya tiba kita bisa membentuk sebuah kesatuan pembasmi ajaran sesat. Kita tegakkan panji panji Dhamma yang memperagung diri kita. Hentikan pembahasan tahyul seperti halnya pembicaraan yang tidak menawarkan pencerahan, pembahasan alam antah berantah. Namanya juga tahyul, di diskusikan bagaimanapun juga tetap tidak akan ada titik ujungnya, sebab tahyul tahyul itu berkutat pada batin penuh delusi tanpa ujung dan pangkal. Sudah terbukti dari jaman ke jaman bahwa manusia tanpa henti memperdebatkan tahyul tahyul yg tdk menghasilkan pembebaasan apapun, hanya berputar putar seperti meredam kesedihan dengan menggunakan minuman keras dan obat terlarang. Lebih baik kita saat ini bentuk team debat, mengunjungi vihara vihara sesat dan datang mendebat mereka supaya mereka tahu betapa rendahnya mereka , betapa mereka tdk ada apa apanya dibanding kita para laskar Dhamma.

nice idea..:)

Offline El Sol

  • Sebelumnya: El Sol
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.753
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #59 on: 26 September 2011, 08:37:50 PM »
yang membasmi maitreya itu tuhh... =))

yg ini masih donk~...gk akan punah mah yg ini..:)

Tunggu aye jadi Presiden RI yak..nanti aye ban tuh agama dan gw buat massacre besar2an..~

 

anything