//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?  (Read 23045 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« on: 10 September 2011, 12:16:00 PM »
Tãvatimsa Bhumi (alam 33 dewa). Disebut alam 33 dewa karena dahulu kala ada sekelompok pria yg berjumlah 33 orang yg selalu bekerja sama dalam berbuat kebaikan. Sewaktu mereka meninggal dunia semuanya terlahir di alam ini. Pemimpin mereka adalah Dewa Sakka.

Apakah karena 33 orang ini memiliki "pahala" / merit yang sama sehingga terlahir di sorga tertentu, maka terbentuk-lah alam 33 dewa...

Apakah ada kemungkinan alam dewa bisa bertambah lagi dengan analogi kasus yang sama, mungkin di masa mendatang, ada sekelompok orang terlahir lagi di surga baru, karena surga yang ada tidak cocok kesesuaian karma-nya ?

JUST CURIOUS...
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.414
  • Reputasi: 169
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #1 on: 10 September 2011, 01:42:48 PM »
Alam Tavatimsa dulunya kan dihuni para asura. Ketika Magha & teman2nya terlahir kembali di sana,mrk gak mau didominasi para asura. Magha yg menjd Sakka memimpin teman2nya utk mengusir para asura dr sana. Kalo gak salah,para asura dibuat mabuk dan ketika mrk tertidur,mrk dilempar ke kaki gunung Sineru (alam Tavatimsa terletak di lereng Sineru). Di sanalah para asura berdiam & menjd alam asura. D alam asura tumbuh sejenis pohon yg mirip dg pohon yg tumbuh d Tavatimsa. Setiap kali melihat pohon tsb para asura mengingat kejayaan mrk d surga & membenci para dewa yg mengalahkan mrk.

Hmmm... Mgkn kalo d masa yg akan dtg ad kejadian spt Magha & teman2ny yg krn perbuatan baik hrs terlahir di surga tersendiri,mrk akan terlahir di alam yg sudah ad penghuni yg lbh rendah tingkatan karmanya atau di alam yg sudah ad sebelumny tp blm ada penghuni. Just my opinion... :)
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #2 on: 10 September 2011, 02:53:19 PM »
Alam Tavatimsa dulunya kan dihuni para asura. Ketika Magha & teman2nya terlahir kembali di sana,mrk gak mau didominasi para asura. Magha yg menjd Sakka memimpin teman2nya utk mengusir para asura dr sana. Kalo gak salah,para asura dibuat mabuk dan ketika mrk tertidur,mrk dilempar ke kaki gunung Sineru (alam Tavatimsa terletak di lereng Sineru). Di sanalah para asura berdiam & menjd alam asura. D alam asura tumbuh sejenis pohon yg mirip dg pohon yg tumbuh d Tavatimsa. Setiap kali melihat pohon tsb para asura mengingat kejayaan mrk d surga & membenci para dewa yg mengalahkan mrk.

Hmmm... Mgkn kalo d masa yg akan dtg ad kejadian spt Magha & teman2ny yg krn perbuatan baik hrs terlahir di surga tersendiri,mrk akan terlahir di alam yg sudah ad penghuni yg lbh rendah tingkatan karmanya atau di alam yg sudah ad sebelumny tp blm ada penghuni. Just my opinion... :)


ada perbedaan pernyataan warna merah dan biru, silaken dibaca kembali:


Sebagai misal para dewa di alam-alam asura adalah musuh bebuyutan dewa-dewa Tavatimsa. Mereka, para Asura, sering melakukan pertempuran dan penyerangan yang tak kenal henti kepada para dewa Tavatimsa seperti termuat dalam Dhajagga Sutta dan sutta lainnya. Diceritakan dalam berbagai sutta awalnya para Asura hidup di alam surga Tavatimsa.

Ada cerita tentang hal ini. Suatu kali beberapa dewa di alam surga Tavatimsa mulai bertingkah laku buruk seperti bermabuk-mabukan. Melihat tingkah laku tak perpuji ini Sakka memerintahkan para dewa ini untuk keluar dari wilayah Surga Tavatimsa. Segelintir dewa berkelakuan buruk ini kemudian bermukim di kaki gunung Meru. Beberapa dewa yang turun derajat ini kemudian dikenal dengan sebutan mahkluk-mahkluk Asura.


ref: sakka Panha sutta (sutta tentang tanya jawab dewa Sakka dengan Sang Buddha) -  (http://www.samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/sakka-panha-sutta/)
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #3 on: 10 September 2011, 05:46:37 PM »

ada perbedaan pernyataan warna merah dan biru, silaken dibaca kembali:


Sebagai misal para dewa di alam-alam asura adalah musuh bebuyutan dewa-dewa Tavatimsa. Mereka, para Asura, sering melakukan pertempuran dan penyerangan yang tak kenal henti kepada para dewa Tavatimsa seperti termuat dalam Dhajagga Sutta dan sutta lainnya. Diceritakan dalam berbagai sutta awalnya para Asura hidup di alam surga Tavatimsa.

Ada cerita tentang hal ini. Suatu kali beberapa dewa di alam surga Tavatimsa mulai bertingkah laku buruk seperti bermabuk-mabukan. Melihat tingkah laku tak perpuji ini Sakka memerintahkan para dewa ini untuk keluar dari wilayah Surga Tavatimsa. Segelintir dewa berkelakuan buruk ini kemudian bermukim di kaki gunung Meru. Beberapa dewa yang turun derajat ini kemudian dikenal dengan sebutan mahkluk-mahkluk Asura.


ref: sakka Panha sutta (sutta tentang tanya jawab dewa Sakka dengan Sang Buddha) -  (http://www.samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/sakka-panha-sutta/)

yang di bold biru itu berarti para asura dulu-nya adalah para dewa di Tavatimsa... karena di-usir Sakka (jika memang cerita itu benar), kemudian "dewa yang diusir" itu kemudian bermukim di kaki gunung meru, sehingga disebut dengan makhluk asura...

Jadi jika pada masa sekarang itu, para asura terlahir ke alam asura, atau para asura adalah yang terlahir menjadi dewa, kemudian melakukan perbuatan melanggar moralitas kemudian diusir dari alam dewa dan tinggal di alam asura... manakah proses yang benar ? Terlahir langsung di alam asura atau para dewa yang diusir dari kahyangan (alam dewa) untuk kemudian bergabung dengan para asura ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.414
  • Reputasi: 169
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #4 on: 10 September 2011, 06:11:20 PM »

ada perbedaan pernyataan warna merah dan biru, silaken dibaca kembali:


Sebagai misal para dewa di alam-alam asura adalah musuh bebuyutan dewa-dewa Tavatimsa. Mereka, para Asura, sering melakukan pertempuran dan penyerangan yang tak kenal henti kepada para dewa Tavatimsa seperti termuat dalam Dhajagga Sutta dan sutta lainnya. Diceritakan dalam berbagai sutta awalnya para Asura hidup di alam surga Tavatimsa.

Ada cerita tentang hal ini. Suatu kali beberapa dewa di alam surga Tavatimsa mulai bertingkah laku buruk seperti bermabuk-mabukan. Melihat tingkah laku tak perpuji ini Sakka memerintahkan para dewa ini untuk keluar dari wilayah Surga Tavatimsa. Segelintir dewa berkelakuan buruk ini kemudian bermukim di kaki gunung Meru. Beberapa dewa yang turun derajat ini kemudian dikenal dengan sebutan mahkluk-mahkluk Asura.


ref: sakka Panha sutta (sutta tentang tanya jawab dewa Sakka dengan Sang Buddha) -  (http://www.samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/sakka-panha-sutta/)

Terima kasih atas referensinya. Kisah tentang Sakka yang mengusir para asura dari alam Tavatimsa terdapat dalam Kulavaka Jataka (Jataka no. 31) :

Quote
Saat ajalnya tiba, ia [Magha] meninggal dan terlahir kembali di Alam Tiga Puluh Tiga Dewa sebagai Sakka, raja para dewa; teman-temannya juga terlahir di alam yang sama.

Pada masa itu, para asura juga berdiam di Alam Tiga Puluh Tiga Dewa. Sakka, raja para dewa berkata, “Apa baiknya bagi kita dengan kerajaan yang juga ditempati oleh makhlukmakhluk lain?” Ia membuat para asura minum minuman keras para dewa, dan di saat mereka mabuk, ia membuat mereka terlempar ke kaki Pegunungan Sineru yang curam. Mereka terjatuh ke ‘alam asura’, sebagaimana alam itu dinamakan — wilayah paling bawah dari Pegunungan Sineru, yang setingkat dengan Alam Tiga Puluh Tiga Dewa. Di sana, terdapat sebatang pohon, mirip dengan Pohon Pāricchattaka, yang bisa hidup hingga beribu-ribu tahun lamanya; pohon itu adalah Pohon Cittapāṭali. Mekarnya bunga ini membuat mereka sadar, bahwa tempat itu bukanlah alam dewa, karena di sana yang mekar seharusnya adalah Pohon Pāricchattaka. Mereka berteriak, “Si tua bangka Sakka telah membuat kita mabuk dan melempar kita ke tempat yang sangat dalam, ia telah merampas kota dewa kita.” “Mari,” teriak mereka, “kita menangkan kembali alam milik kita darinya dengan menggunakan kekuatan senjata.” Mulailah mereka memanjat naik ke sisi atas Pegunungan Sineru, seperti iring-iringan semut yang menaiki pilar.

Sumber: http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/kulavaka-jataka/

Kisah yang sama terdapat dalam komentar Dhammapada syair 30:

Quote
Setelah melakukan banyak perbuatan baik, setelah kematiannya, Magha terlahir kembali di alam Tiga Puluh Tiga sebagai Sakka pemimpin para dewa. Demikian juga teman-temannya. Sang pembangun terlahir sebagai Vissakamma.

Pada waktu itu para asura berdiam di alam Tiga Puluh Tiga dan ketika mereka mengetahui bahwa para dewa baru terlahir di sana, para asura menyiapkan minuman surgawi untuk para dewa. Tetapi Sakka memerintahkan para dewa untuk tidak meminumnya. Para asura meminumnya dan menjadi mabuk. Saat itu Sakka berpikir, "Kenapa aku harus berbagai kerajaanku dengan para dewa ini?" Dengan memberikan tanda-tanda kepada para pengikutnya, Sakka memerintahkan untuk melemparkan para asura ke Lautan Besar. Para asura jatuh ke lautan, tetapi karena kekuatan kebajikan mereka, di kaki gunung Sineru muncul istana asura dan pohonnya.

Ketika perselisihan para dewa dan asura selesai dan para asura dikalahkan, kota Tiga Puluh Tiga muncul.... [dst]

Kisah singkatnya ada di http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/kisah-magha/, tetapi tidak memasukkan tentang perselisihan antara asura dan para dewa, kisah lengkap berbahasa Inggris ada di http://www.scribd.com/doc/61576998/25/II-7-HOW-MAGHA-BECAME-SAKKA hal 319 di mana kisah perselisihan para dewa dan asura dikisahkan lengkap.

Dengan demikian, para dewa yang bertingkah laku buruk yg ditunjukkan Mas Tidar tersebut memang adalah para asura yang sebelumnya telah mendiami Tavatimsa sebelum kedatangan Sakka dan teman2nya. Kisah detil bagaimana mereka bisa terusir dari Tavatimsa dapat ditemukan dalam Jataka dan Dhammapada Atthakatha di atas.
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #5 on: 10 September 2011, 06:18:19 PM »
berarti ada ke-tidak sinkronan cerita pada
sakka Panha sutta (sutta tentang tanya jawab dewa Sakka dengan Sang Buddha) -  (http://www.samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/sakka-panha-sutta/)

dengan kutipan Kisah tentang Sakka yang mengusir para asura dari alam Tavatimsa terdapat dalam Kulavaka Jataka (Jataka no. 31) dan komentar Dhammapada syair 30

? ? ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.414
  • Reputasi: 169
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #6 on: 10 September 2011, 06:23:11 PM »
yang di bold biru itu berarti para asura dulu-nya adalah para dewa di Tavatimsa... karena di-usir Sakka (jika memang cerita itu benar), kemudian "dewa yang diusir" itu kemudian bermukim di kaki gunung meru, sehingga disebut dengan makhluk asura...

Jadi jika pada masa sekarang itu, para asura terlahir ke alam asura, atau para asura adalah yang terlahir menjadi dewa, kemudian melakukan perbuatan melanggar moralitas kemudian diusir dari alam dewa dan tinggal di alam asura... manakah proses yang benar ? Terlahir langsung di alam asura atau para dewa yang diusir dari kahyangan (alam dewa) untuk kemudian bergabung dengan para asura ?

Hmmm... Dari kisah yang saya ketahui, sepertinya mereka yang terlahir sebagai asura adalah mereka yang lahir sebagai keturunan para dewa yang berdiam di alam asura. Lagipula asura itu digolongkan dewa tingkat rendah dalam literatur Pali bersama-sama dengan yakkha, naga, gandhabba. Mungkin mereka sama dengan para dewa Tavatimsa tetapi karena karma buruknya terlahir lebih rendah; kalo di alam manusia para dewa Tavatimsa merupakan mereka yang terlahir di golongan atas (bangsawan dan penguasa), sedangkan para asura adalah mereka yang terlahir di golongan bawah. Lagipula dalam Kulavaka Jataka, Sakka memperistri putrinya Vepacitti, raja para asura, dan membawanya ke Tavatimsa.....
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.414
  • Reputasi: 169
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #7 on: 10 September 2011, 06:29:59 PM »
berarti ada ke-tidak sinkronan cerita pada
sakka Panha sutta (sutta tentang tanya jawab dewa Sakka dengan Sang Buddha) -  (http://www.samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/sakka-panha-sutta/)

dengan kutipan Kisah tentang Sakka yang mengusir para asura dari alam Tavatimsa terdapat dalam Kulavaka Jataka (Jataka no. 31) dan komentar Dhammapada syair 30

? ? ?


Bukan ketidak-sinkronan, tetapi itu kan komentar Bhikkhu Mahasi Sayadaw pada bagian pendahuluannya. Kalo dirujuk ke sumber teks Pali yang bersesuaian, maka ada kesamaan; mungkin beliau hanya berdasarkan ingatannya aja (karena tidak merujuk pada referensi pada Tipitaka atau komentar yang ada). Sakkapanha Sutta dari Digha Nikaya sendiri tidak ada kisah perselisihan para dewa dan asura, silahkan liat sutta-nya di http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka/sakkapanha-sutta/
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline pengemis

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 111
  • Reputasi: -11
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #8 on: 15 September 2011, 08:39:02 AM »
kappa demi kappa telah berlalu... begitu juga kappa bahkan maha kappa di kemudian, kemuliaan orang2 suci yang mempunyai pahala tidak terhingga, dengan itu maka akan ada dunia/dimensi baru oleh makluhk tersebut....  waktu yang begitu lama dan banyak orang2 suci yang bakal muncul, saudara berpikir aja apakah hal itu tidak mungkin terjadi?

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #9 on: 15 September 2011, 11:34:55 AM »
kappa demi kappa telah berlalu... begitu juga kappa bahkan maha kappa di kemudian, kemuliaan orang2 suci yang mempunyai pahala tidak terhingga, dengan itu maka akan ada dunia/dimensi baru oleh makluhk tersebut....  waktu yang begitu lama dan banyak orang2 suci yang bakal muncul, saudara berpikir aja apakah hal itu tidak mungkin terjadi?

menjawab pertanyaan dengan pertanyaan... wkwkwkwkw
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #10 on: 15 September 2011, 11:55:49 AM »
menjawab pertanyaan dengan pertanyaan... wkwkwkwkw
Bukan, itu adalah respon pertanyaan yang juga tidak menjawab pertanyaan. Dengan kata lain: sia-sia.

Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #11 on: 15 September 2011, 12:39:02 PM »
kappa demi kappa telah berlalu... begitu juga kappa bahkan maha kappa di kemudian, kemuliaan orang2 suci yang mempunyai pahala tidak terhingga, dengan itu maka akan ada dunia/dimensi baru oleh makluhk tersebut....  waktu yang begitu lama dan banyak orang2 suci yang bakal muncul, saudara berpikir aja apakah hal itu tidak mungkin terjadi?

pertanyaan yang ditanyakan ts adalah pertanyaan sia - sia, karena tidak ada yang bisa menjawabnya dan dan walaupun dijawab kebenarannya  tidak bisa dibuktikan. pengemis mengembalikan pertanyaan ini kepada ts untuk direnungkan sendiri dan menjawab sendiri, karena pertanyaan yang ditanyakan adalah sia sia belaka dan tidak berguna

Offline Rico Tsiau

  • Kebetulan terjoin ke DC
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.976
  • Reputasi: 117
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #12 on: 15 September 2011, 03:14:56 PM »
pertanyaan yang ditanyakan ts adalah pertanyaan sia - sia, karena tidak ada yang bisa menjawabnya dan dan walaupun dijawab kebenarannya  tidak bisa dibuktikan. pengemis mengembalikan pertanyaan ini kepada ts untuk direnungkan sendiri dan menjawab sendiri, karena pertanyaan yang ditanyakan adalah sia sia belaka dan tidak berguna

saya setuju.

Offline Sunce™

  • Sebelumnya: Nanda
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.351
  • Reputasi: 66
  • Gender: Male
  • Nibbana adalah yang Tertinggi
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #13 on: 15 September 2011, 07:20:13 PM »
yang pasti penghuni alam surga bisa bertambah bisa juga berkurang..

Offline lucky

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 230
  • Reputasi: -7
Re: Alam Surga bisa bertambah atau berkurang ?
« Reply #14 on: 16 September 2011, 04:47:00 PM »
Aduh kok kayak cerita Putri Kaguya sih
Sama Monkey King ada dewa dewa perang ada yang diusir segala,

Dhamma oh Dhamma, kenapa bisa jadi membahas antah berantah