Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku  (Read 23092 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.794
  • Reputasi: 43
Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« on: 09 June 2011, 12:36:59 AM »
Mengapa Cinta Membuat Kita “Gila” ?
Feb 10th, 2009
by kelly.

Tak ada yang bisa menyangkal, euforia cinta terkadang bisa membuat Anda “gila”! Pernah teringat saat Anda pertama kali pacaran dan mengirimkan makan siang hampir setiap hari ke kantor si dia? Atau, Anda mendadak jadi rajin bekerja setengah mati saat sedang naksir rekan kerja satu divisi? Masih ada yang lebih gila lagi. Anda tersenyum-senyum sendiri di depan komputer sambil memandangi koleksi foto si dia di desktop!

Perasaan selalu gembira saat jatuh cinta bisa jadi hal yang positif. Tapi, tak jarang hal ini juga bisa membuat Anda jatuh ke jurang nista. Tak ingin hal tersebut jatuh menimpa Anda? Berikut cara untuk merasakan cinta tanpa harus jadi “gila”!

Masa-masa Indah

Pacar baru saja menelepon dan bilang sayang. Mendadak, omelan bos galak terasa terdengar merdu di telinga! Betul, saat Anda sedang jatuh cinta, bagian otak yang kaya dengan dopamin jadi aktif. Anda pun akan terus menerus merasa senang. Dopamin juga menaikkan produksi testosteron, hormon yang bisa menaikkan libido Anda. Tak heran, gairah sering tak tertahankan dan Anda bahkan punya stamina seksual bak Wonder Woman!

Anda juga kemungkinan besar memproduksi norepinephrine, sebuah substansi kimia dalam tubuh yang menstimulasi gairah seksual dan kerap diasosiasikan dengan peningkatan kemampuan Anda dalam mengingat suatu hal. Jadi kini Anda tahu, bukan, kenapa Anda tiba-tiba punya kemampuan super untuk mengingat semua detail, bahkan yang paling kecilpun, tentang si dia? Pokoknya, semua yang indah tentang si dia jadi Anda ingat terus!

Masa-masa Sulit

Ada kabar buruk tentang cinta untuk Anda, perasaan bahagia terkadang bisa jadi racun. Pasalnya, jatuh cinta bisa menyebabkan penurunan aktivitas pada amygdala atau bagian otak yang membuat Anda memiliki perasaan takut. Itulah sebabnya Anda kerap punya kecenderungan bersikap nekad saat sedang jatuh cinta.

Norepinephrine ternyata juga turut pegang peranan. Memang, substansi tersebut akan membuat ingatan Anda fokus pada hal-hal secara mendetail, tapi ingatan tersebut hanya berlaku bila berkaitan dengan si dia. Selebihnya Anda mendadak jadi pelupa pada hal-hal lain. Begitu kuatnya kekuatan otak untuk memperhatikan pasangan kita sampai-sampai orang lain atau pekerjaan hanya akan mendapatkan sisa dari perhatian Anda.

Masa-masa Paling Sulit

Ingin tahu yang lebih buruk lagi? Tahukah Anda bahwa perasaan cinta bisa memberi efek ketagihan bagai drugs? Saat bersama si dia, Anda akan serasa terbang di awang-awang. Namun ketika ia sulit dihubungi, Anda bisa langsung jatuh tersungkur. Semakin dekat hubungan Anda dengan si dia, semakin tinggi pula tingkat kecanduannya, dan Anda akan semakin depresi bila tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkan. Persis seperti narkoba!

Perasaan jatuh cinta juga dianggap menurunkan tingkat serotonin, substansi kimia di otak yang membuat Anda merasa tenang dan damai. Jika serotonin turun sampai pada level yang rendah, maka Anda kemungkinan dapat mengidap obsessive-compulsive disorder. Alhasil, Anda tak keberatan mengunjungi ramahnya berpuluh-puluh kali dalarn seminggu atau menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menganalisa maksud di balik kata-katanya yang sebenarnya sederhana saja.

Selain itu, rasa ketertarikan dapat meningkatkan oxytocin, substansi kimia yang muncul dalam tubuh saat kita sedang berpelukan, sehingga menyebabkan perasaan senang terhadap pasangan Anda. Secara alami hal tersebut akan membuat Anda terikat dengan pria, tak peduli apakah ia pantas mendapatkannya atau tidak. Intinya, Anda bisa dibutakan oleh cinta.

Tak mau, kan, bila Anda disangka tidak waras saat mengalami masa-masa jatuh cinta? Coba jawab tiga pertanyaan berikut ini dengan jujur:

    Apakah Anda membuat lebih dari satu keputusan yang kemudian Anda sesali?
    Apakah Anda sudah meninggalkan teman-teman dekat ataupun keluarga Anda?
    Apakah Anda mengorbankan suatu hal yang amat penting dalam hidup demi mendapatkan waktu lebih banyak untuk bersama si dia?

Jika Anda menjawab “ya” untuk setidaknya dua pertanyaan saja, maka rasanya Anda perlu berhati-hati.

Tahan diri untuk tidak menghabiskan seluruh waktu Anda bersama pasangan. Sebagai gantinya, luangkan sedikit waktu Anda untuk para sahabat dan keluarga. Biar bagaimanapun, Anda tetap membutuh mereka untuk menjaga agar Anda jadi tidak lepas kontrol. Selain itu, begitu “masa-masa girang” itu sudah usai, Anda pasti menginginkan kehidupan Anda yang lama kembali seperti sediakala.

Anda bisa mengatur perubahan mood selama masa-masa jatuh cinta dengan berolahraga. Penelitian terbaru menunjukkan, bila Anda berlatih kardio secara rutin, akan dapat meningkatkan efek dopamin sekaligus menambah endorfin yang akan membuat Anda tetap waras. Endorfin ini adalah sebuah penghilang stres yang secara alami diproduksi oleh tubuh. Jadi berolah-ragalah secara rutin setidaknya selama 30 menit, tiga kali dalam seminggu. Maka kepala Anda akan selalu bisa berpikir jernih.

Dan jika perasaan Anda sedikit berlebihan, jangan khawatir. Perasaan itu hanya bersifat sementara saja. Para peneliti berspekulasi bahwa fase romantis ini hanya akan bertahan antara 12 sampai 18 bulan saja. Makanya, nikmati masa-masa indah Anda dengan dirinya selagi bisa.

Spoiler: ShowHide
http://pelangiku.com/2009/02/mengapa-cinta-membuat-kita-gila/
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.794
  • Reputasi: 43
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #1 on: 09 June 2011, 12:37:49 AM »
Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).

Pada pasien penderita, ditemukan penurunan kadar transtiretin atau pre-albumin yang merupakan pengusung hormon tiroksin, yang menyebabkan permasalahan pada zalir serebrospinal.[1]

Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia.

75% Penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri.

Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak diobati, kemungkinan kambuh semakin sering dan resistensi terhadap upaya terapi semakin kuat. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater dan psikolog.

Spoiler: ShowHide
http://id.wikipedia.org/wiki/Skizofrenia
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.794
  • Reputasi: 43
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #2 on: 09 June 2011, 01:35:15 AM »
RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com - Tim peneliti Argentina dan Brazil menemukan peran penting "neurotransmitter dopamine" dalam memperkuat daya ingat, demikian pengumumkan "Pontififcal Catholic University of Rio Grande do Sul (PUC-RS), Jumat.
   
Penelitian yang diterbitkan Majalah "Science" itu berlangsung dua tahun dan dipimpin oleh para profesor PUC-RS, Martin Cammarota, Janine Rossato, Lia Bevilaqua dan Ivan Izquierdo, serta Profesor Jorge Media, yang sedang berkunjung, dari Buenos Aires University.
   
Melalui percobaan biokimia pada tikus, para ilmuwan berhasil memperlihatkan "dopamine" bertanggung jawab atas ingatan dan tak terlupakannya peristiwa trauma jangka-panjang.

Menurut para ilmuwan, 12 jam setelah peristiwa penting yang dalam percobaan tersebut semua tikus disengat listrik, otak menghasilakn dopamine dosis tinggi  sehingga semua tikus ingat pengalaman menyakitkan itu untuk jangka waktu lama.
   
Namun jika otak tikus tak menghasilkan "dopamine" pada tahap itu, kejadian tersebut terlupakan, dan semua tikus takkan menghindari sengatan listrik kedua.

Gangguan itu dapat menjelaskan mengapa pecandu narkoba cenderung memiliki perilaku yang merusak.

Menurut Profesor Cammarota, dengan mengetahui bagaimana ingatan mengenai peristiwa itu terjadi, para ilmuwan di masa depan bisa menghasilkan obat untuk membantu pasien gangguan daya ingat seperti penyakit Alzheimer atau perilaku yang pecandu narkoba.

Sumber :
ANT




Mungkin ini yang menjadi penyebab bikkhu Culapanthaka tidak bisa menghafal 1 syair-pun dalam 4 bulan.
Dan begitu dia menjadi arahat, bikkhu ini langsung menjadi normal dalam mengingat. Mungkin saja ketika dia sudah mendapat pencerahan, sistem otak-nya bekerja normal kembali dan menghasilkan zat yang cukup.

Bagaimana jika ketika itu sudah ada penemuan, sehingga zat yang kekurangan bisa ditambah ke dalam otak sehingga mencukupi? Apakah ada perbaikan?
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.566
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #3 on: 09 June 2011, 07:08:06 AM »
Quote
Bagaimana jika ketika itu sudah ada penemuan, sehingga zat yang kekurangan bisa ditambah ke dalam otak sehingga mencukupi? Apakah ada perbaikan?

jika diagnosa sis atas Culapanthaka benar, maka terapi itu mungkin bisa menyembuhkan si bhikkhu namun tidak mencerahkan beliau. sptnya asik juga jika minum obat bisa tercerahkan

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.794
  • Reputasi: 43
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #4 on: 09 June 2011, 09:19:07 AM »
jika diagnosa sis atas Culapanthaka benar, maka terapi itu mungkin bisa menyembuhkan si bhikkhu namun tidak mencerahkan beliau. sptnya asik juga jika minum obat bisa tercerahkan
Karena pencerahan itu didapat karena pemahaman, jelas tidak mungkin.
Cuma aneh juga jika dipikir, rasa senang, sakit, sedih dll dipengaruhi oleh suatu zat.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #5 on: 09 June 2011, 10:16:20 AM »
;D  Saya lebih tertarik membahas mengenai "jatuh cinta = jatuh gila" Akhirnya setelah beberapa tahun saya bertarung dengan masyarakat yang menganggap bahwa jatuh cinta adalah anugerah, muncul juga thread ini di Forum DC.

Jatuh cinta adalah ekspresi ketidakwarasan manusia; singkat katanya jatuh cinta adalah kegilaan! "Seseorang yang sedang jatuh cinta mempunyai kandungan biokimia (hormon) yang sama persis dengan seseorang yang sedang menderita gangguan obsesif kompulsif (OCD). Jatuh cinta membuat seseorang yang sehat menjadi bertingkah layaknya seseorang yang mengidap penyakit patologis", kata Lauren Slater (seorang peneliti dan penulis di Majalah National Geographic).

Tingkat serotonin pada orang yang jatuh cinta dan OCD kurang-lebih 40% lebih rendah daripada orang normal yang sehat. Dan tahukah Anda bahwa OCD dan gejala jatuh cinta bisa diredakan dengan meminum obat anti depresi seperti Paroxetine, Phenelzine, Prozac, dsb.? ;D

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #6 on: 09 June 2011, 10:18:19 AM »
Karena pencerahan itu didapat karena pemahaman, jelas tidak mungkin.
Cuma aneh juga jika dipikir, rasa senang, sakit, sedih dll dipengaruhi oleh suatu zat.

Itulah keajaiban hormon. Selama ini pikiran kita memanipulasi hidup kita.

Spoiler: ShowHide
master djoe mode on: "Itulah keajaiban ilusi. Selama ini pikiran kalian terkena ilusi."

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.794
  • Reputasi: 43
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #7 on: 09 June 2011, 12:14:44 PM »
Itulah keajaiban hormon. Selama ini pikiran kita memanipulasi hidup kita.

Spoiler: ShowHide
master djoe mode on: "Itulah keajaiban ilusi. Selama ini pikiran kalian terkena ilusi."

=))
Jadi yang manakah kita sebut kepribadian? Atau jiwa yang sakit?
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #8 on: 09 June 2011, 12:16:08 PM »
=))
Jadi yang manakah kita sebut kepribadian? Atau jiwa yang sakit?

Kepribadian adalah model pikiran, ucapan dan perbuatan kita yang dilihat orang lain. ;D

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.794
  • Reputasi: 43
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #9 on: 09 June 2011, 12:21:07 PM »
;D  Saya lebih tertarik membahas mengenai "jatuh cinta = jatuh gila" Akhirnya setelah beberapa tahun saya bertarung dengan masyarakat yang menganggap bahwa jatuh cinta adalah anugerah, muncul juga thread ini di Forum DC.

Jatuh cinta adalah ekspresi ketidakwarasan manusia; singkat katanya jatuh cinta adalah kegilaan! "Seseorang yang sedang jatuh cinta mempunyai kandungan biokimia (hormon) yang sama persis dengan seseorang yang sedang menderita gangguan obsesif kompulsif (OCD). Jatuh cinta membuat seseorang yang sehat menjadi bertingkah layaknya seseorang yang mengidap penyakit patologis", kata Lauren Slater (seorang peneliti dan penulis di Majalah National Geographic).

Tingkat serotonin pada orang yang jatuh cinta dan OCD kurang-lebih 40% lebih rendah daripada orang normal yang sehat. Dan tahukah Anda bahwa OCD dan gejala jatuh cinta bisa diredakan dengan meminum obat anti depresi seperti Paroxetine, Phenelzine, Prozac, dsb.? ;D
Saya belum tahu itu. Tapi saya percaya dengan minum obat itu berpengaruh akan mengurangi gejala yang dialami orang jatuh cinta. Tapi hanya sementara. Begitu pengaruh obat-nya habis maka akan kembali seperti semula. Karena pikiran seseorang sudah di-set seperti itu. Maka produksi zat itu akan kembali seperti semula.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #10 on: 09 June 2011, 12:22:54 PM »
Saya belum tahu itu. Tapi saya percaya dengan minum obat itu berpengaruh akan mengurangi gejala yang dialami orang jatuh cinta. Tapi hanya sementara. Begitu pengaruh obat-nya habis maka akan kembali seperti semula. Karena pikiran seseorang sudah di-set seperti itu. Maka produksi zat itu akan kembali seperti semula.

Tentu saja hanya sementara. Kalau mental orang yang jatuh cinta itu tidak diubah, seusai efek obat anti depresinya hilang; maka dia akan "gila" kembali.

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.794
  • Reputasi: 43
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #11 on: 09 June 2011, 12:26:01 PM »
Tentu saja hanya sementara. Kalau mental orang yang jatuh cinta itu tidak diubah, seusai efek obat anti depresinya hilang; maka dia akan "gila" kembali.
Dan menurut bro, apakah arahat mempunyai kadar zat yang sama di otak-nya?
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #12 on: 09 June 2011, 12:28:20 PM »
Dan menurut bro, apakah arahat mempunyai kadar zat yang sama di otak-nya?

Punya, tapi kadar hormonnya tidak sama dengan orang awam.

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.794
  • Reputasi: 43
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #13 on: 09 June 2011, 12:42:12 PM »
Punya, tapi kadar hormonnya tidak sama dengan orang awam.
Sesama arahat maksud saya bro.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #14 on: 09 June 2011, 12:45:29 PM »
Sesama arahat maksud saya bro.

Namanya Arahanta yah tidak mungkin masih punya "kegilaan" seperti itu. Sesama Arahanta yah sama.