Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku  (Read 23018 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #30 on: 09 June 2011, 02:56:30 PM »
Terlepas dari bhikkhu/ni maupun umat awam, ketika seseorang melihat bahwa “lari” adalah kesia-siaan, maka dia akan berhenti untuk mengenali penderitaan.

;D Intinya bukan pada status bhikkhu atau umat awam. Intinya adalah "itu adalah bimbingan Sang Buddha kepada para bhikkhu yang ingin merealisasikan Pencerahan". Umat awam tentu saja bisa mempraktikkannya dengan sangat tepat, jika dia memang sedang melatih diri untuk mencapai Pencerahan.

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #31 on: 09 June 2011, 02:59:59 PM »
Disaat seseorang berada pada kondisi sedih/stress maka dalam tubuhnya akan ditemukan banyak hormon kartisol.
Dari beberapa artikel yang saya baca, semuanya menganjurkan dengan cara meditasi yang paling cepat menurunkan kadar hormon kartisol.
kartisol atau kortisol ?
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.794
  • Reputasi: 43
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #32 on: 09 June 2011, 03:06:00 PM »
kartisol atau kortisol ?
Ada yang tulis kartisol, ada juga yang tulis kortisol.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #33 on: 09 June 2011, 03:07:03 PM »
Ada yang tulis kartisol, ada juga yang tulis kortisol.
boleh sharing artikel yang menyatakannya ?
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.794
  • Reputasi: 43
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #34 on: 09 June 2011, 03:14:03 PM »
boleh sharing artikel yang menyatakannya ?
http://kesehatan.liputan6.com/read/290587/Delapan.Jurus.Melawan.Stres

http://.net/era-baru/6794

Itu ada tulisan kartisol. Sori bro,setelah dibaca dengan lebih teliti seperti-nya salah ketik. Yang benar kortisol. Terima kasih koreksi-nya.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline sl99

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 407
  • Reputasi: 32
  • Gender: Male
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #35 on: 09 June 2011, 07:41:57 PM »
Kalo saya pribadi, jika stress, sedih, patah hati, enaknya tidur :)

Bangun tidur, seger, perasaan pun senang.. haha
Vaya dhamma sankhara, appamadena sampadetha

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #36 on: 10 June 2011, 12:50:05 PM »
Terlepas dari bhikkhu/ni maupun umat awam, ketika seseorang melihat bahwa “lari” adalah kesia-siaan, maka dia akan berhenti untuk mengenali penderitaan.

Sori kalimat di atas, ambigu. Ini saya ralat:

Terlepas dari bhikkhu/ni maupun umat awam, ketika seseorang melihat bahwa “lari” adalah kesia-siaan, maka dia akan "berhenti" (tidak "lari"). Dia akan belajar mengenali penderitaan.

Offline 2nd

  • Tamu
  • *
  • Posts: 22
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #37 on: 16 June 2011, 09:36:56 PM »
Bisa dong. Perasaan juga bisa dimanipulasi.

Maksudnya?.. Manipulasi bagaimana ya?.. bisa diberi contoh konkrit nya gak?..
terimakasih sebelumnya..  _/\_

Offline 2nd

  • Tamu
  • *
  • Posts: 22
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #38 on: 16 June 2011, 09:47:47 PM »
Bagaimana cara mengubah perasaan sedih menjadi gembira secara instant?

sist m14ka..
kalau menurut pengalaman saya sih tidak bisa instant loh.. ya tapi dilihat dari kadar sedihnya juga..
kalau misal kehilangan barang atau uang sih relatif mudah. tetapi kalau kehilangan sesuatu yg membuat kita bahagia, misal pasangan atau keluarga... sulit sekali, biasa terbawa untuk waktu yg cukup lama..
kalau dari pengalaman sih, mengubah dari sedih menjadi tidak sedih (tidak gembira loh..)  paling baik itu dengan berpikir positif dan memiliki semangat..
ya tidak mudah, tapi diusahakan untuk terbiasa berpikir positif..

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #39 on: 17 June 2011, 10:47:37 AM »
Maksudnya?.. Manipulasi bagaimana ya?.. bisa diberi contoh konkrit nya gak?..
terimakasih sebelumnya..  _/\_

Memanipulasi perasaan itu maksudnya mengubah emosi kita dari satu aspek ke aspek lainnya sehingga menciptakan perasaan yang berbeda dari perasaan sebelumnya. Paul Ekman dan Richard Lazarus menemukan fakta bahwa ada 6 emosi paling dasar di dalam relung psikis manusia. 6 emosi dasar itu adalah senang, marah, sedih, kaget, jijik, dan takut.

Memanipulasi perasaan dilakukan dengan teknik dragging; yaitu mengubah kondisi emosi kita ke bentuk emosi dasar yang lainnya untuk menciptakan perasaan baru yang menguntungkan kita. Tidak hanya memanipulasi perasaan diri sendiri, kita juga bisa memanipulasi perasaan orang lain.

Contoh konkritnya...: ShowHide


"Ketika kamu frustrasi, itu adalah bentuk perasaan yang timbul karena kamu memiliki emosi dasar berupa marah, sedih dan takut secara bersamaan. Kamu bisa memanipulasi perasaan frustrasi kamu dengan cara mengubah emosi-emosi dasar itu ke bentuk emosi dasar lainnya. Misalnya dengan cara pergi berlari pagi (jogging). Saat jogging di pagi hari, sejuknya udara dan adrenalin yang terpacu saat berlari akan membuat emosi senang muncul menggantikan emosi sedih. Pada saat kamu merasa senang, kamu akan melihat dunia seolah lebih indah daripada saat kamu sedih. Oleh karena itu perlahan emosi marah kamu akan mereda. Saat emosi sedih dan marah sudah hilang, kamu akan merasakan euforia dan emosi takut tidak akan menekan kamu lagi --- paling tidak untuk sementara waktu. Dengan cara sederhana ini, kamu baru saja berhasil memanipulasi rasa frustrasi kamu."

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.794
  • Reputasi: 43
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #40 on: 18 June 2011, 05:47:33 PM »

Tidak aneh lucu kok. Manusia memiliki 6 emosi dasar. Bayi bisa tertawa sendiri itu wajar, sebab tertawa merupakan ekspresi dari emosi senang (bahagia). Persoalannya adalah: "Kapan bayi belajar tertawa pertama kali?". Jawabannya adalah "bayi belajar mengekspresikan emosi senang dengan cara tertawa bersama dengan orang-orang sekitar; khusunya orangtua".
Secara Buddhisme, apakah yang disebut emosi itu? Apa itu senang? Apa itu sedih? Dan apa itu bahagia?

Quote
Kepribadian adalah model pikiran, ucapan dan perbuatan yang dilihat oleh orang lain. Kepribadian manusia pertama kali terbentuk pada kombinasi gen orangtua.
Saya tahu kalau gen seperti wajah, warna kulit itu turun dari orang tua. Tapi kalau kepribadian, baru sekali ini saya dengar.

Quote
Kemudian sugesti dan informasi yang masuk ke dalam SM akan menambah kompleksitas kepribadian sang manusia dalam masa-masa awal kehidupannya. Saat masih kanak-kanak, pelajaran etika, moral, logika yang diterima secara formil dan non-formil akan menegaskan kepribadiannya. Saat remaja, seorang individu manusia mulai menginginkan kemerdekaan karakter; dan mulai mengekspresikan apa yang dia sukai seenaknya. Saat menginjak usia dewasa, kepribadian yang terbawa sebagian besar merupakan kepribadian yang dikembangkan saat remaja.
Kalau ini sudah jelas. Yang saya ingin tahu saat manusia itu masih belum tercemar dengan hal beginian.

Quote
Dalam perkembangan kepribadian ini, sugesti dan informasi yang ditangkaplah yang paling menentukan akan seperti apa kepribadian dari seseorang itu. Setiap sugesti dan informasi yang ditangkap akan mengatur reaksi terhadap sugesti dan informasi baru yang ditangkap selanjutnya.
Tapi juga tergantung fasilitas yang tersedia, disini yang ingin saya katakan bahwa kamma lampau bisa mempengaruhi kehidupan seseorang pada saat ini.

PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #41 on: 18 June 2011, 06:07:11 PM »
Memanipulasi perasaan itu maksudnya mengubah emosi kita dari satu aspek ke aspek lainnya sehingga menciptakan perasaan yang berbeda dari perasaan sebelumnya. Paul Ekman dan Richard Lazarus menemukan fakta bahwa ada 6 emosi paling dasar di dalam relung psikis manusia. 6 emosi dasar itu adalah senang, marah, sedih, kaget, jijik, dan takut.

Memanipulasi perasaan dilakukan dengan teknik dragging; yaitu mengubah kondisi emosi kita ke bentuk emosi dasar yang lainnya untuk menciptakan perasaan baru yang menguntungkan kita. Tidak hanya memanipulasi perasaan diri sendiri, kita juga bisa memanipulasi perasaan orang lain.

Contoh konkritnya...: ShowHide


"Ketika kamu frustrasi, itu adalah bentuk perasaan yang timbul karena kamu memiliki emosi dasar berupa marah, sedih dan takut secara bersamaan. Kamu bisa memanipulasi perasaan frustrasi kamu dengan cara mengubah emosi-emosi dasar itu ke bentuk emosi dasar lainnya. Misalnya dengan cara pergi berlari pagi (jogging). Saat jogging di pagi hari, sejuknya udara dan adrenalin yang terpacu saat berlari akan membuat emosi senang muncul menggantikan emosi sedih. Pada saat kamu merasa senang, kamu akan melihat dunia seolah lebih indah daripada saat kamu sedih. Oleh karena itu perlahan emosi marah kamu akan mereda. Saat emosi sedih dan marah sudah hilang, kamu akan merasakan euforia dan emosi takut tidak akan menekan kamu lagi --- paling tidak untuk sementara waktu. Dengan cara sederhana ini, kamu baru saja berhasil memanipulasi rasa frustrasi kamu."


keliatannya memang seperti seorang psikolog... buka praktek dimana bro ? heheheheh
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.794
  • Reputasi: 43
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #42 on: 18 June 2011, 06:18:58 PM »
keliatannya memang seperti seorang psikolog... buka praktek dimana bro ? heheheheh
Psikolog atau motivator?
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #43 on: 18 June 2011, 10:49:06 PM »
Quote from: sriyeklina
Secara Buddhisme, apakah yang disebut emosi itu? Apa itu senang? Apa itu sedih? Dan apa itu bahagia?

Buddhisme tidak mengenal apa itu emosi. Buddhisme hanya langsung menjabarkan soal perasaan, dan tiga jenis perasaan; 6 jenis perasaan, 9 jenis perasaan, ...., hingga 18 jenis perasaan.

Dalam Buddhisme, senang adalah salah satu dari jenis perasaan. Sedangkan bahagia atau kebahagiaan dalam Buddhisme adalah ketika tidak ada suka dan duka.

Quote from: sriyeklina
Saya tahu kalau gen seperti wajah, warna kulit itu turun dari orang tua. Tapi kalau kepribadian, baru sekali ini saya dengar.

Bagus, anggap saja ini pengetahuan baru buat kamu. Mungkin kamu sudah tahu sebelumnya bahwa bakat, nada suara, logat, body language pun bisa diturunkan oleh orangtua?


Quote from: sriyeklina
Kalau ini sudah jelas. Yang saya ingin tahu saat manusia itu masih belum tercemar dengan hal beginian.

Saat manusia belum "tercemar" dengan sugesti, kepribadiannya adalah polos dan lugu. Yaitu "sang bayi". Ketika belum tercemar, maka manusia hanya akan melahap semua informasi dan sugesti. Bukti lainnya adalah para orang desa, misalnya warga Baduy. Mereka belum tercemar pemikiran kompleks dan egois ala orang-orang kota. Semua warga Baduy hidupnya sangat sederhana dan tidak ada pemikiran jahat satu sama lain. Saya sangat terpesona saat berkunjung ke Baduy dan melihat suasana sosialisasi antar warga di sana.

Umur mereka pun rata-rata di atas 120 tahun. Sebab kebencian dan keserakahan di pikiran mereka sangat tipis, dan mereka hidup di lingkungan yang sangat sehat seperti itu. Akibatnya, tidak ada pikiran buruk yang bisa memunculkan penyakit-penyakit ala orang kota. ;D


Quote from: sriyeklina
Tapi juga tergantung fasilitas yang tersedia, disini yang ingin saya katakan bahwa kamma lampau bisa mempengaruhi kehidupan seseorang pada saat ini.

Bagaimana cara kamu yakin bahwa ada fasilitas yang berasal dari kamma lampau? Kamma dari kehidupan lampau maksudnya? Coba beri tahu saya!

Spoiler: ShowHide
Mohon jangan beri tempe! ;D

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Perasaan Bukan Aku Juga Bukan Diri-ku
« Reply #44 on: 18 June 2011, 10:49:22 PM »
keliatannya memang seperti seorang psikolog... buka praktek dimana bro ? heheheheh

Bukan psikolog. Hanya seorang yang sedikit tahu soal dunia psikologi. ;)