Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.  (Read 1014900 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #60 on: 22 July 2010, 08:49:15 AM »
Quote
Yah kecuali kalau minum "kopi Dharma" di Tanah Murni Akanishta Gandavyuha itu masih memungkinkan.
bro GandalfTheElder,

kopi Dhamrma di TMAG itu spt di surga kah? disana banyak cafee juga kah ?


Mohon kasih alamat eMail nya LSY deh gw mau tanya mengenai ROll Royce tsb..
kalau telp kan nanti hasilnya gak bisa posting disini. gitu.
juga bayar pulsa mahal lho...  mohon kerjasamanya ya  :)) :))

oh satu lagi apakah LSY sering juga YM ? thanks atas infonya.
« Last Edit: 22 July 2010, 08:52:11 AM by johan3000 »
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline GandalfTheElder

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #61 on: 22 July 2010, 08:59:51 AM »
Quote
bro GandalfTheElder,

kopi Dhamrma di TMAG itu spt di surga kah? disana banyak cafee juga kah ?

Haha.... tentunya ya nggak sama dengan minum kopi secara duniawi maka tentu saja ya gak ada cafe-cafe lah!! wkwkwkwkkw.......

Yg dimaksud "kopi Dharma" ya nektar kebijaksanaan para Buddha....  ;D

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline 4DMYN

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 428
  • Reputasi: -4
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #62 on: 22 July 2010, 09:01:44 AM »
Quote
di jaman Sang Buddha, Vimalakirti juga bisa bertemu dan ngobrol dengan Buddha Aksobhya. Apa ada yang salah dengan kejadian ngopi bareng?

Bisa diberikan kutipan sutranya yang menyatakan Vimalakirti lagi ngobrol dengan Aksobhya?? Kok saya baca gak ada ya.

Saya baca di Vimalakirti Sutra, bahwa Vimalakiriti bermeditasi pada Tanah Suci Akshobya dan kemudian "menyatukannya" dengan dunia Saha, yang berarti bahwa bila batin kita murni, maka Saha adalah Tanah Murni, tidak ada bedanya dengan Abhirati.

Jadi bukan Abhirati benar-benar menyatu dengan Saha, tetapi yang dipahami di sini adalah "tidak terpisahkan" bagai Jala Indra.

Tidak ada sama-samanya dengan kejadian ngopi bareng.

Lagipula di sana saya menemukan bahwa Shakyamuni Buddhalah yang mengatakan Vimalakirti sebagai Bodhisattva dari Abhirati, berbeda dengan LSY yang mengaku-ngaku sendiri sebagai Bodhisattva Padmakumara dari Sukhavati.

 _/\_
The Siddha Wanderer
Then, the Licchavi Vimalakirti entered into a concentration, and performed a miraculous feat such that he reduced the universe Abhirati to a minute size, and took it with his right hand, and brought it into this Saha universe.

In that universe Abhirati, the disciples, bodhisattvas, and those among gods and men who possessed the superknowledge of the divine eye all cried out, "Lord, we are being carried away! Sugata, we are being carried off! Protect us, O Tathagata!"

But, to discipline them, the Tathagata Aksobhya said to them, "You are being carried off by the bodhisattva Vimalakirti. It is not my affair."

As for the other men and gods, they had no awareness at all that they were being carried anywhere.

Although the universe Abhirati had been brought into the universe Saha, the Saha universe was not increased or diminished; it was neither compressed nor obstructed. Nor was the universe Abhirati reduced internally, and both universes appeared to be the same as they had ever been.

Thereupon, the Buddha Sakyamuni asked all the multitudes, "Friends, behold the splendors of the universe Abhirati, the Tathagata Aksobhya, the array of his buddha-field, and the splendors of these disciples and bodhisattvas!"

They replied, "We see them, Lord!"

The Buddha said, "Those bodhisattvas who wish to embrace such a buddha-field should train themselves in all the bodhisattva-practices of the Tathagata Aksobhya."

While Vimalakirti, with his miraculous power, showed them thus the universe Abhirati and the Tathagata Aksobhya, one hundred and forty thousand living beings among the men and gods of the Saha universe conceived the spirit of unexcelled, perfect enlightenment, and all of them formed a prayer to be reborn in the universe Abhirati. And the Buddha prophesied that in the future all would be reborn in the universe Abhirati. And the Licchavi Vimalakirti, having thus developed all the living beings who could thereby be developed, returned the universe Abhirati exactly to its former place.


Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #63 on: 22 July 2010, 09:06:17 AM »
Vimalakirti Nirdesa Sutra, Sutra favorit saya
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra

Offline 4DMYN

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 428
  • Reputasi: -4
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #64 on: 22 July 2010, 09:07:25 AM »
Quote
Selain itu, Buddha juga masih bisa bermanifestasi. Jadi dalam sudut pandang Mahayana-Tantrayana; sebenarnya klaim bahwa LSY mengopi dengan Buddha Gotama itu relevan dan mungkin bisa terjadi.

Saya kutip dari perkataan LSY sendiri:
If you trust me, I shall explain this to you clearly. The truth is actually quite simple. Though the Buddha had entered into Nirvana, his spiritual light spans the universe. This is similar to Avalokitesvara Bodhisattva who can answer a thousand prayers and appear simultaneously. The Buddha ranks higher than the Bodhisattva and thus can do likewise. I, Living Buddha Lian-sheng, Sheng-yen Lu have cultivated the spiritual light and I can certainly meet the Buddha and drink coffee with him in our spiritual light bodies. This is Soul meeting Soul, and is actually a very natural thing to do.`

I said, `Besides this, when a person passes away, his body may be destroyed but Soul remains. When another person dies, these two Souls can meet each other. I mean to say that the difference between life and death is simply one where a physical body exists, and one which it doesn`t. Life and death is thus one reality. In birth one refers to existence in the human world and in death one refers to existence in the netherworld.`

I continued, `I can cultivate to the level of Soul leaving the body, and as long as I stay concentrated, seated in yoga posture, circulate the Chi, channel, light drop, and light, and moves my Soul out of the body, I can enter the Dharma Realm and meet Shakyamuni Buddha himself!`


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nah itu dia. Kalau mau bisa minum kopi, Buddha harus mengemanasikan diri-Nya sebagai Nirmanakaya alias tubuh kasar seperti misalnya tubuh manusia!! Pertanyaannya, ketika LSY minum kopi dengan Sakyamuni Buddha, apa orang-orang sekitar bisa melihat Buddha duduk minum kopi??
bisa baca yang bener gak sih, tulisan diatas itu adalah "I can certainly meet the Buddha and drink coffee with him in our spiritual light bodies. This is Soul meeting Soul, and is actually a very natural thing to do.". btw anda ngerti bahasa inggris gak sih. Soul meeting Soul itu apakah dapat diartikan sebagai tubuh kasar?.

Quote
Kalau saya baca sih, katanya Buddha minum kopi bersama-sama LSY dalam tubuh astral (mungkin maksudnya Sambhogakaya yah?) di kafetaria!! Nah Sambhogakaya dalam Vajrayana dikenal tidak memiliki tubuh kasar seperti makhluk hidup pada umumnya, Sambhogakaya adalah bagaikan pantulan bulan di atas permukaan air. Nah kalau sudah tahu begitu, mana bisa minum kopi yang berwujud kasar??
hahah.. no comment dah, sebaiknya anda belajar bahasa inggris dahulu.
Quote
Yah kecuali kalau minum "kopi Dharma" di Tanah Murni Akanishta Gandavyuha itu masih memungkinkan. Nah ini masalahnya kenapa harus mengambil tempat di kafetaria duniawi yang berwujud fisik?? kalau mau "ngopi Dharma" di Tanah Murni Akanishta Gandavyuha, ya ga harus pergi ke kafetaria.

Tapi jelas-jelas LSY pergi ke kafetaria duniawi dan secara nggak langsung sudah menunjuk bahwa kopi yang diminimum Sambhogakaya adalah kopi dalam wujud fisik kasar. Ini yang saya pertanyakan.

Mingyur Rinpoche pernah menceriatakan suatu kisah pada saya. Ada seorang umat yang bervisualisasi Vajrasattva namun kemudian mengadu pada Rinpoche, "Aduh Rinpoche, saya tentu melakukan karma buruk yang sangat besar, karena ketika ada telepon saya bangkit dari meditasi dan Vajrasattva yang saya visualisasikan di atas kepala terjatuh terbentur pintu!!" Rinpoche menjelaskan bahwa itu karena sang umat masih menganggap Vajrasattva sebagai tubuh fisik kasar, padahal Vajrasattva itu seharusnya divisualisasikan sebagai shunyata, bulan terpantul di atas air karena memang demikian adanya.

Nah dalam kasus LSY ini, malah Sambhogakaya seola-olah digambarkan dalam wujud fisik kasar sehingga bisa minum kopi di KAFETARIA??

Lalu kalau itu memang Sambhogakaya (spiritual light bodies), bagaimana bisa LSY menyamakannya dengan "Soul"?? Kita semua tentu punya "Soul" atau kesadaran, tetapi kita tidak memiliki Sambhogakaya bila belum mencapai pencerahan. Jika Soul dan Sambhogakaya tidak sama, mengapa LSY menggunakan istilah Soul secara awam untuk mendeskripsikan Sambhogakaya?? Sekilas malah terlihat sebagai paham Atman!! Hmmmmmm.....

 _/\_
The Siddha Wanderer

Offline GandalfTheElder

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #65 on: 22 July 2010, 09:12:38 AM »
Quote
bisa baca yang bener gak sih, tulisan diatas itu adalah "I can certainly meet the Buddha and drink coffee with him in our spiritual light bodies. This is Soul meeting Soul, and is actually a very natural thing to do.". btw anda ngerti bahasa inggris gak sih. Soul meeting Soul itu apakah dapat diartikan sebagai tubuh kasar?.

Hmmm.... anda benar2 nggak ngerti makna tulisan saya ya?

Y udah baca bener2 dulu, anda suruh saya belajar bahasa Inggris, saya minta anda baca dengan benar tulisan saya sehingga bisa menangkap artinya!! Yg saya pertanyakan: "Soul dan Kafetaria"

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline GandalfTheElder

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #66 on: 22 July 2010, 09:16:05 AM »
Quote
Then, the Licchavi Vimalakirti entered into a concentration, and performed a miraculous feat such that he reduced the universe Abhirati to a minute size, and took it with his right hand, and brought it into this Saha universe.

In that universe Abhirati, the disciples, bodhisattvas, and those among gods and men who possessed the superknowledge of the divine eye all cried out, "Lord, we are being carried away! Sugata, we are being carried off! Protect us, O Tathagata!"

But, to discipline them, the Tathagata Aksobhya said to them, "You are being carried off by the bodhisattva Vimalakirti. It is not my affair."

As for the other men and gods, they had no awareness at all that they were being carried anywhere.

Although the universe Abhirati had been brought into the universe Saha, the Saha universe was not increased or diminished; it was neither compressed nor obstructed. Nor was the universe Abhirati reduced internally, and both universes appeared to be the same as they had ever been.

Thereupon, the Buddha Sakyamuni asked all the multitudes, "Friends, behold the splendors of the universe Abhirati, the Tathagata Aksobhya, the array of his buddha-field, and the splendors of these disciples and bodhisattvas!"

They replied, "We see them, Lord!"

The Buddha said, "Those bodhisattvas who wish to embrace such a buddha-field should train themselves in all the bodhisattva-practices of the Tathagata Aksobhya."

While Vimalakirti, with his miraculous power, showed them thus the universe Abhirati and the Tathagata Aksobhya, one hundred and forty thousand living beings among the men and gods of the Saha universe conceived the spirit of unexcelled, perfect enlightenment, and all of them formed a prayer to be reborn in the universe Abhirati. And the Buddha prophesied that in the future all would be reborn in the universe Abhirati. And the Licchavi Vimalakirti, having thus developed all the living beings who could thereby be developed, returned the universe Abhirati exactly to its former place.

Emang di sana dikatakan Vimalakirti lagi ngobrol dengan Buddha Aksobhya?? Bukannya Vimalakirti hanya menunjukkan Abhirati beserta segala penghuninya?

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #67 on: 22 July 2010, 09:17:08 AM »
[
[at] Bro Virya

Tidak bisa menggunakan definisi Parinibbana versi Theravada, Bro... Dalam Theravada, setelah Parinibbana maka pancakkhandha sudah padam. Buddha tidak akan ada di manapun juga. Sedangkan TBSN berbasiskan Tantrayana yang perlu merujuk pada Parinirvana versi Mahayana. Dalam Mahayana, setelah Buddha memasuki Parinirvana, Beliau masih bisa "keluar-masuk" samsara dengan leluasa. Selain itu, Buddha juga masih bisa bermanifestasi. Jadi dalam sudut pandang Mahayana-Tantrayana; sebenarnya klaim bahwa LSY mengopi dengan Buddha Gotama itu relevan dan mungkin bisa terjadi.

Ah tapi....kalau baca riwayat hidup YM Tsongkhapa, beliau bisa bercakap-cakap dengan Manjushri, dan karena itulah beliau bisa menyusun karya besar "Tahapan Jalan Menuju Pencerahan", isinya panjang, padat, dan praktikal, lengkap, mencakup keseluruhan ajaran esensial dalam Dharma.
LSY setelah minum kopi gak menghasilkan karya besar tuh.

Trus, kejadian bercakap-cakap dengan Buddha dan Bodhisattva itu juga gak didapat dengan gampang. Setelah melalui praktek meditasi dll yang panjang barulah bisa didapat.

Dan ini diceritakan oleh murid-muridnya, yang baru membuka hal ini setelah YM Tsongkhapa meninggalkan dunia ini. YM Tsongkhapa tidak pernah menuliskan bahwa beliau mampu bercakap-cakap dengan Manjushri dalam tulisannya.
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #68 on: 22 July 2010, 09:56:03 AM »
Quote
bro GandalfTheElder,

kopi Dhamrma di TMAG itu spt di surga kah? disana banyak cafee juga kah ?

Haha.... tentunya ya nggak sama dengan minum kopi secara duniawi maka tentu saja ya gak ada cafe-cafe lah!! wkwkwkwkkw.......

Yg dimaksud "kopi Dharma" ya nektar kebijaksanaan para Buddha....  ;D

 _/\_
The Siddha Wanderer
bro Gandalf, gak jadi coffee trus jadi NEKTAR...
apakah spt pohon yg memiliki juice kotak (nectar) siap dipetik gitu?


Seandainya bisa cakap2 sama Buddha Gautama,
hal2 penting apa yg dibahas ? (penting utk umat Buddhist n lainnya)...

kan gak mungkin ngobrol seperti kita ngalor ngidul yg gak ada juntrungannya.

Jadi pesan penting apa yg disampai kan Buddha Gautama pada LSY?
pertanyaan penting apakah yg telah ditanyakan oleh LSY pada Buddha Gautama?

koq cuma ngomong minum kopi gitu aja.... spt infotaimen..sensasi gitu yaaaaa



bro xenocross, YM Tsongkhapa, boleh tuh bro buka topik baru membahas Tahap........
« Last Edit: 22 July 2010, 09:58:27 AM by johan3000 »
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #69 on: 22 July 2010, 09:59:56 AM »
Quote
bisa baca yang bener gak sih, tulisan diatas itu adalah "I can certainly meet the Buddha and drink coffee with him in our spiritual light bodies. This is Soul meeting Soul, and is actually a very natural thing to do.". btw anda ngerti bahasa inggris gak sih. Soul meeting Soul itu apakah dapat diartikan sebagai tubuh kasar?.

Hmmm.... anda benar2 nggak ngerti makna tulisan saya ya?

Y udah baca bener2 dulu, anda suruh saya belajar bahasa Inggris, saya minta anda baca dengan benar tulisan saya sehingga bisa menangkap artinya!! Yg saya pertanyakan: "Soul dan Kafetaria"

 _/\_
The Siddha Wanderer
Bro, saya baru membaca kutipan penjelasan LSY minum kopi dengan Buddha Gotama di halaman sebelumnya... Tapi saya tidak menemukan penjelasan bahwa "LSY's soul meet the Buddha and drink coffee with him in their spiritual light bodies at cafetaria".

Tolong penjelasan lanjutnya.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #70 on: 22 July 2010, 10:10:34 AM »
Quote
bisa baca yang bener gak sih, tulisan diatas itu adalah "I can certainly meet the Buddha and drink coffee with him in our spiritual light bodies. This is Soul meeting Soul, and is actually a very natural thing to do.". btw anda ngerti bahasa inggris gak sih. Soul meeting Soul itu apakah dapat diartikan sebagai tubuh kasar?.

Hmmm.... anda benar2 nggak ngerti makna tulisan saya ya?

Y udah baca bener2 dulu, anda suruh saya belajar bahasa Inggris, saya minta anda baca dengan benar tulisan saya sehingga bisa menangkap artinya!! Yg saya pertanyakan: "Soul dan Kafetaria"

 _/\_
The Siddha Wanderer
Bro, saya baru membaca kutipan penjelasan LSY minum kopi dengan Buddha Gotama di halaman sebelumnya... Tapi saya tidak menemukan penjelasan bahwa "LSY's soul meet the Buddha and drink coffee with him in their spiritual light bodies at cafetaria".

Tolong penjelasan lanjutnya.
Sang Buddha Sinar Bunga Penguasa-Diri


Topik pembicaraan saya pada hari ini adalah "Sang Budha Sinar Bunga Penguasa Diri". Topik ini yang mana tak pernah diberikan sebelumnya. Ini adalah sebuah nama seorang Budha. Apakah yang mendorong saya untuk berbicara tentang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri ini? Di bulan April dan Mei tahun ini (1992), Saya berada di Taiwan dan Hong Kong untuk memberi upadesa Dharma. Pada sore itu 6 Mei, di sebuah warung kopi di Tapei bernama Dream Coffe House, Budha Shakyamuni dan saya minum kopi bersama-sama. (tepuk tangan)


Barusan saja, ketika saya berkata bahwa saya minum kopi bersama dengan Budha Shakyamuni, seseorang dari pendengar tampaknya tertawa. Seseorang mungkin bertanya-tanya, "Betapa anehnya! Bagaimana mungkin Budha Shakyamuni minum kopi?" Biarlah saya membuat satu pernyataan: Saya sekarang ini duduk dihadapan Panca Dhayani Budha, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa perkataan saya 100 persen benar.


Sore itu, ketika saya dan Budha Shakyamuni, tak ada orang disekitar, dan kami berdua berbincang-bincang sebagaimana layaknya teman, dalam sebuah suasana sangat rileks dan sederhana. Budha Shakyamuni melihat adanya selembar kertas putih di atas meja kopi, beliau mengambil sebuah pen dan menulis lima kata dengan tinta hitam di atasnya. Ketika beliau selesai menulis, beliau menunjukkannya kepada saya dan di atasnya tertulis: Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri. (tepuk tangan) Kemudian Budha Shakyamuni berkata kepada saya secara langsung, "Kamu adalah Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri".(tepuk tangan)


Hidup saya terisi oleh banyak kejadian-kejadian aneh seakan-akan seperti cerita-cerita dongeng. Ketika saya 26 tahun, saya menjumpai sebuah kejadian aneh yang mana saya diajak bepergian ke Surga Barat,(Sukhavati) dan saya berjalan-jalan ke seluruh Sepuluh Alam Dharma. Kemudian untuk selama tiga tahun kemudian, setiap malam dari jam 12:00 tengah malam sampai 1:00 pagi, seorang guru roh yang tak terlihat oleh kasat mata dari Alam Roh turun mengajarkan saya Dharma. Kejadian-kejadian ini sangat tak dapat digambarkan, tapi saya yakinkan hari ini bahwa semua kejadian-kejadian itu benar adanya. Kejadian-kejadian dimasa lampau dan saat ini yang saya ceritakan semuanya adalah benar. Contohnya, suatu ketika ketika saya di Gunung bersalju Rainier, tiga Budha Emas muncul di langit dan memancarkan sinar untuk memberkati saya. Biasanya orang menemukan hal ini sulit untuk dipercaya dan menganggapnya cerita dongeng, tapi saya berkata sesungguhnya, kejadian-kejadina tersebut benar-benar terjadi.


Saya telah menyinggung sebelumnya bahwa sangat sedikit Acharya Budha memperagakan mudra ketika di panggung dan ketika mereka memimpin upacara pemberian makanan kepada mahluk-mahluk di alam setan-setan kelaparan, mereka mengikuti instruksi buku. Juga sedikit sekali Acharya Vajra yang dapat memainkan Vajra dan Lonceng sebegitu sempurnanya dan menjelaskan fungsi-fungsinya sebegitu jelasnya.(tepuk tangan) Semua mudra yang saya peragakan hari ini di ajarkan kepada saya oleh guru roh saya. Tuan Tiga-Puncak-Sembilan-Negara (san-san-ciu-hao). Dan pemainan Vajra dan Lonceng, yang saya laksanakan, diajarkan kepada saya oleh Vajrasattva.(tepuk tangan)


Pada Mei 6, ketika saya minum kopi dengan Budha Shakyamuni, saya bertanya kepada beliau jika beliau mau mencicipi beberapa sandwich. Beliau berucap, "Ini sudahlah cukup, Cukuplah sudah bagis saya untuk belajar minum kopi." Malahan sebenarnya, 2500 tahun yang lalu, saya juga dengan Budha Shakyamuni. (tepuk tangan) Sekarang ini, melalui kopi, Budha Shakyamuni berkata ," Sangatlah disayangkan sekali ini kamu harus melewati cobaan yang berat." (tepuk tangan) Menjawabnya, saya berkata kepada Budha Shakyamuni, " Saya telah datang ke-dunia manusia ini untuk mencicipi kepahitan, saya tidak menaruh sedikit gulapun dalam cangkir kopi ini; ini adalah secangkir kopi pahit,"


Budha Shakyamuni sangat bersimpati terhadap saya. Di saat saya harus bepergian, beliau menaruh tangan beliau di atas kepala saya(tepuk tangan) dan berkata, "Bencanamu belum berakhir, dan fitnahan dari orang lain akan berlanjut selamanya, Aku harus memberkati kamu, sehingga kamu cepat jadi tua." Apakah yang terjadi ketika seseorang menjadi tua? Seseorang kembali ke-temat asalnya ketika seseorang menjadi tua. (hadirin tertawa) Di saat saya memikirkan hal semacam itu, saya merasa sayu jiwa. 2500 tahun yang lalu, ketika saya bersama-sama dengan Budha Shakyamuni, kita sangatlah dekat. Pada waktu itu, Budha Shakyamuni memberikan saya sebuah julukan: "Dimasa yang akan datang, kamu pasti akan menjadi seorang Budha, dan julukanmu adalah Budha Sinar Bunga."(tepuk tangan) Hari ini, satu lagi kata depan telah ditambahkan di-julukan saya, dan menjadi Budha Sinar Bunga Penguasa Diri.


Saya bertanya kepada Budha Shakyamuni, "Mengapa ditambahi kata depan-----Penguasa Diri?" Beliau menjelaskan, "Kamu harus memiliki penguasaan diri untuk tetap tinggal di samsara ini ! Jika kamu tak mempunyai penguasaan diri, kamu sudah menyerah begitu saja."


Sore itu saya berbincang-bincang panjang dengan Budha Shakyamuni.
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #71 on: 22 July 2010, 10:12:48 AM »
Ah tapi....kalau baca riwayat hidup YM Tsongkhapa, beliau bisa bercakap-cakap dengan Manjushri, dan karena itulah beliau bisa menyusun karya besar "Tahapan Jalan Menuju Pencerahan", isinya panjang, padat, dan praktikal, lengkap, mencakup keseluruhan ajaran esensial dalam Dharma.
LSY setelah minum kopi gak menghasilkan karya besar tuh.

Trus, kejadian bercakap-cakap dengan Buddha dan Bodhisattva itu juga gak didapat dengan gampang. Setelah melalui praktek meditasi dll yang panjang barulah bisa didapat.

Dan ini diceritakan oleh murid-muridnya, yang baru membuka hal ini setelah YM Tsongkhapa meninggalkan dunia ini. YM Tsongkhapa tidak pernah menuliskan bahwa beliau mampu bercakap-cakap dengan Manjushri dalam tulisannya.
Sejujurnya dalam hal ini saya no comment. Bagi saya yang lebih condong pada pandangan Theravada, tentu saja merasa asing bila mendengar bhiksu atau guru-guru besar lainnya bisa bertemu dengan Buddha yang notabene sudah Parinibbana. Tetapi kalau saya mencoba melihatnya dari kacamata Mahayana, hal ini sah-sah saja...

Lagipula siapa tahu kalau LSY memang punya pencapaian meditatif yang tinggi. Katakanlah LSY memang bertemu dengan Buddha Gotama dan minum kopi bersama. Tentu tidak ada "kewajiban" untuk menghasilkan karya besar setelahnya. 

Dan jika kembali menilik pandangan Mahayana-Tantrayana, mengumumkan suatu pencapaian ke publik sepertinya tidak dipermasalahkan. Jadi kalau LSY mengklaim dirinya sudah bertemu Buddha Gotama, sepertinya tidak perlu ada pertentangan.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #72 on: 22 July 2010, 10:17:38 AM »
Sang Buddha Sinar Bunga Penguasa-Diri


Topik pembicaraan saya pada hari ini adalah "Sang Budha Sinar Bunga Penguasa Diri". Topik ini yang mana tak pernah diberikan sebelumnya. Ini adalah sebuah nama seorang Budha. Apakah yang mendorong saya untuk berbicara tentang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri ini? Di bulan April dan Mei tahun ini (1992), Saya berada di Taiwan dan Hong Kong untuk memberi upadesa Dharma. Pada sore itu 6 Mei, di sebuah warung kopi di Tapei bernama Dream Coffe House, Budha Shakyamuni dan saya minum kopi bersama-sama. (tepuk tangan)


Barusan saja, ketika saya berkata bahwa saya minum kopi bersama dengan Budha Shakyamuni, seseorang dari pendengar tampaknya tertawa. Seseorang mungkin bertanya-tanya, "Betapa anehnya! Bagaimana mungkin Budha Shakyamuni minum kopi?" Biarlah saya membuat satu pernyataan: Saya sekarang ini duduk dihadapan Panca Dhayani Budha, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa perkataan saya 100 persen benar.


Sore itu, ketika saya dan Budha Shakyamuni, tak ada orang disekitar, dan kami berdua berbincang-bincang sebagaimana layaknya teman, dalam sebuah suasana sangat rileks dan sederhana. Budha Shakyamuni melihat adanya selembar kertas putih di atas meja kopi, beliau mengambil sebuah pen dan menulis lima kata dengan tinta hitam di atasnya. Ketika beliau selesai menulis, beliau menunjukkannya kepada saya dan di atasnya tertulis: Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri. (tepuk tangan) Kemudian Budha Shakyamuni berkata kepada saya secara langsung, "Kamu adalah Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri".(tepuk tangan)


Hidup saya terisi oleh banyak kejadian-kejadian aneh seakan-akan seperti cerita-cerita dongeng. Ketika saya 26 tahun, saya menjumpai sebuah kejadian aneh yang mana saya diajak bepergian ke Surga Barat,(Sukhavati) dan saya berjalan-jalan ke seluruh Sepuluh Alam Dharma. Kemudian untuk selama tiga tahun kemudian, setiap malam dari jam 12:00 tengah malam sampai 1:00 pagi, seorang guru roh yang tak terlihat oleh kasat mata dari Alam Roh turun mengajarkan saya Dharma. Kejadian-kejadian ini sangat tak dapat digambarkan, tapi saya yakinkan hari ini bahwa semua kejadian-kejadian itu benar adanya. Kejadian-kejadian dimasa lampau dan saat ini yang saya ceritakan semuanya adalah benar. Contohnya, suatu ketika ketika saya di Gunung bersalju Rainier, tiga Budha Emas muncul di langit dan memancarkan sinar untuk memberkati saya. Biasanya orang menemukan hal ini sulit untuk dipercaya dan menganggapnya cerita dongeng, tapi saya berkata sesungguhnya, kejadian-kejadina tersebut benar-benar terjadi.


Saya telah menyinggung sebelumnya bahwa sangat sedikit Acharya Budha memperagakan mudra ketika di panggung dan ketika mereka memimpin upacara pemberian makanan kepada mahluk-mahluk di alam setan-setan kelaparan, mereka mengikuti instruksi buku. Juga sedikit sekali Acharya Vajra yang dapat memainkan Vajra dan Lonceng sebegitu sempurnanya dan menjelaskan fungsi-fungsinya sebegitu jelasnya.(tepuk tangan) Semua mudra yang saya peragakan hari ini di ajarkan kepada saya oleh guru roh saya. Tuan Tiga-Puncak-Sembilan-Negara (san-san-ciu-hao). Dan pemainan Vajra dan Lonceng, yang saya laksanakan, diajarkan kepada saya oleh Vajrasattva.(tepuk tangan)


Pada Mei 6, ketika saya minum kopi dengan Budha Shakyamuni, saya bertanya kepada beliau jika beliau mau mencicipi beberapa sandwich. Beliau berucap, "Ini sudahlah cukup, Cukuplah sudah bagis saya untuk belajar minum kopi." Malahan sebenarnya, 2500 tahun yang lalu, saya juga dengan Budha Shakyamuni. (tepuk tangan) Sekarang ini, melalui kopi, Budha Shakyamuni berkata ," Sangatlah disayangkan sekali ini kamu harus melewati cobaan yang berat." (tepuk tangan) Menjawabnya, saya berkata kepada Budha Shakyamuni, " Saya telah datang ke-dunia manusia ini untuk mencicipi kepahitan, saya tidak menaruh sedikit gulapun dalam cangkir kopi ini; ini adalah secangkir kopi pahit,"


Budha Shakyamuni sangat bersimpati terhadap saya. Di saat saya harus bepergian, beliau menaruh tangan beliau di atas kepala saya(tepuk tangan) dan berkata, "Bencanamu belum berakhir, dan fitnahan dari orang lain akan berlanjut selamanya, Aku harus memberkati kamu, sehingga kamu cepat jadi tua." Apakah yang terjadi ketika seseorang menjadi tua? Seseorang kembali ke-temat asalnya ketika seseorang menjadi tua. (hadirin tertawa) Di saat saya memikirkan hal semacam itu, saya merasa sayu jiwa. 2500 tahun yang lalu, ketika saya bersama-sama dengan Budha Shakyamuni, kita sangatlah dekat. Pada waktu itu, Budha Shakyamuni memberikan saya sebuah julukan: "Dimasa yang akan datang, kamu pasti akan menjadi seorang Budha, dan julukanmu adalah Budha Sinar Bunga."(tepuk tangan) Hari ini, satu lagi kata depan telah ditambahkan di-julukan saya, dan menjadi Budha Sinar Bunga Penguasa Diri.


Saya bertanya kepada Budha Shakyamuni, "Mengapa ditambahi kata depan-----Penguasa Diri?" Beliau menjelaskan, "Kamu harus memiliki penguasaan diri untuk tetap tinggal di samsara ini ! Jika kamu tak mempunyai penguasaan diri, kamu sudah menyerah begitu saja."


Sore itu saya berbincang-bincang panjang dengan Budha Shakyamuni.

saya tidak melihat ada sesuatu yg aneh dalam kisah di atas. bahkan IMO sebagai marketing tool, kisah ini sungguh sangat wajar. yg menjadi keanehan adalah orang-orang yang percaya dengan kisah ini

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #73 on: 22 July 2010, 10:17:57 AM »
Sang Buddha Sinar Bunga Penguasa-Diri


Topik pembicaraan saya pada hari ini adalah "Sang Budha Sinar Bunga Penguasa Diri". Topik ini yang mana tak pernah diberikan sebelumnya. Ini adalah sebuah nama seorang Budha. Apakah yang mendorong saya untuk berbicara tentang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri ini? Di bulan April dan Mei tahun ini (1992), Saya berada di Taiwan dan Hong Kong untuk memberi upadesa Dharma. Pada sore itu 6 Mei, di sebuah warung kopi di Tapei bernama Dream Coffe House, Budha Shakyamuni dan saya minum kopi bersama-sama. (tepuk tangan)


Barusan saja, ketika saya berkata bahwa saya minum kopi bersama dengan Budha Shakyamuni, seseorang dari pendengar tampaknya tertawa. Seseorang mungkin bertanya-tanya, "Betapa anehnya! Bagaimana mungkin Budha Shakyamuni minum kopi?" Biarlah saya membuat satu pernyataan: Saya sekarang ini duduk dihadapan Panca Dhayani Budha, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa perkataan saya 100 persen benar.


Sore itu, ketika saya dan Budha Shakyamuni, tak ada orang disekitar, dan kami berdua berbincang-bincang sebagaimana layaknya teman, dalam sebuah suasana sangat rileks dan sederhana. Budha Shakyamuni melihat adanya selembar kertas putih di atas meja kopi, beliau mengambil sebuah pen dan menulis lima kata dengan tinta hitam di atasnya. Ketika beliau selesai menulis, beliau menunjukkannya kepada saya dan di atasnya tertulis: Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri. (tepuk tangan) Kemudian Budha Shakyamuni berkata kepada saya secara langsung, "Kamu adalah Sang Budha Sinar Bunga Penguasa-Diri".(tepuk tangan)


Hidup saya terisi oleh banyak kejadian-kejadian aneh seakan-akan seperti cerita-cerita dongeng. Ketika saya 26 tahun, saya menjumpai sebuah kejadian aneh yang mana saya diajak bepergian ke Surga Barat,(Sukhavati) dan saya berjalan-jalan ke seluruh Sepuluh Alam Dharma. Kemudian untuk selama tiga tahun kemudian, setiap malam dari jam 12:00 tengah malam sampai 1:00 pagi, seorang guru roh yang tak terlihat oleh kasat mata dari Alam Roh turun mengajarkan saya Dharma. Kejadian-kejadian ini sangat tak dapat digambarkan, tapi saya yakinkan hari ini bahwa semua kejadian-kejadian itu benar adanya. Kejadian-kejadian dimasa lampau dan saat ini yang saya ceritakan semuanya adalah benar. Contohnya, suatu ketika ketika saya di Gunung bersalju Rainier, tiga Budha Emas muncul di langit dan memancarkan sinar untuk memberkati saya. Biasanya orang menemukan hal ini sulit untuk dipercaya dan menganggapnya cerita dongeng, tapi saya berkata sesungguhnya, kejadian-kejadina tersebut benar-benar terjadi.


Saya telah menyinggung sebelumnya bahwa sangat sedikit Acharya Budha memperagakan mudra ketika di panggung dan ketika mereka memimpin upacara pemberian makanan kepada mahluk-mahluk di alam setan-setan kelaparan, mereka mengikuti instruksi buku. Juga sedikit sekali Acharya Vajra yang dapat memainkan Vajra dan Lonceng sebegitu sempurnanya dan menjelaskan fungsi-fungsinya sebegitu jelasnya.(tepuk tangan) Semua mudra yang saya peragakan hari ini di ajarkan kepada saya oleh guru roh saya. Tuan Tiga-Puncak-Sembilan-Negara (san-san-ciu-hao). Dan pemainan Vajra dan Lonceng, yang saya laksanakan, diajarkan kepada saya oleh Vajrasattva.(tepuk tangan)


Pada Mei 6, ketika saya minum kopi dengan Budha Shakyamuni, saya bertanya kepada beliau jika beliau mau mencicipi beberapa sandwich. Beliau berucap, "Ini sudahlah cukup, Cukuplah sudah bagis saya untuk belajar minum kopi." Malahan sebenarnya, 2500 tahun yang lalu, saya juga dengan Budha Shakyamuni. (tepuk tangan) Sekarang ini, melalui kopi, Budha Shakyamuni berkata ," Sangatlah disayangkan sekali ini kamu harus melewati cobaan yang berat." (tepuk tangan) Menjawabnya, saya berkata kepada Budha Shakyamuni, " Saya telah datang ke-dunia manusia ini untuk mencicipi kepahitan, saya tidak menaruh sedikit gulapun dalam cangkir kopi ini; ini adalah secangkir kopi pahit,"


Budha Shakyamuni sangat bersimpati terhadap saya. Di saat saya harus bepergian, beliau menaruh tangan beliau di atas kepala saya(tepuk tangan) dan berkata, "Bencanamu belum berakhir, dan fitnahan dari orang lain akan berlanjut selamanya, Aku harus memberkati kamu, sehingga kamu cepat jadi tua." Apakah yang terjadi ketika seseorang menjadi tua? Seseorang kembali ke-temat asalnya ketika seseorang menjadi tua. (hadirin tertawa) Di saat saya memikirkan hal semacam itu, saya merasa sayu jiwa. 2500 tahun yang lalu, ketika saya bersama-sama dengan Budha Shakyamuni, kita sangatlah dekat. Pada waktu itu, Budha Shakyamuni memberikan saya sebuah julukan: "Dimasa yang akan datang, kamu pasti akan menjadi seorang Budha, dan julukanmu adalah Budha Sinar Bunga."(tepuk tangan) Hari ini, satu lagi kata depan telah ditambahkan di-julukan saya, dan menjadi Budha Sinar Bunga Penguasa Diri.


Saya bertanya kepada Budha Shakyamuni, "Mengapa ditambahi kata depan-----Penguasa Diri?" Beliau menjelaskan, "Kamu harus memiliki penguasaan diri untuk tetap tinggal di samsara ini ! Jika kamu tak mempunyai penguasaan diri, kamu sudah menyerah begitu saja."


Sore itu saya berbincang-bincang panjang dengan Budha Shakyamuni.
Terimakasih atas penggalan kisahnya... Kalau di cerita itu, sepertinya Buddha Gotama (Sakyamuni) ini menampakkan diri hanya di depan LSY ketika tidak ada orang lain pada saat itu. Saya no comment dulu. Silakan teman-teman Mahayanis-Tantrayanis yang berkomentar lebih lanjut mengenai hal ini...

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #74 on: 22 July 2010, 10:20:25 AM »
lu sheng yen mengajarkan untuk membunuh :

He (Sheng-Yen Lu) gives a speech to the members present on how to kill a person:
The only way to treat a stubborn or a hopeless person is to kill. If you love someone and have mercy and want to send one to heaven, you must first take his life and then expiate the sins of the dead. This is the 2nd greatest charm of the religion. He continue saying;- if there is no other way that could assist one, then the only way is to kill. Giving mercy or influence or wisdom and still not way out, then the only way is to kill.
"Diamond spell" could make disappear one person. Then take his soul and send to "Buddha country". Firstly, create the shape of a man (or human being), then put the man’s shape under one’s seating pad. (Or if you exert the spell, you put the man <the one you think he should be punished> under your pad.)
To cast the spell, you must first concentrate, think and imagine the person you target; - then His two eyes will move to the back of the brain, His nose move to the top of his head, His two ears move to his nose, His tongue twists back in the mouth, the tongue tip is inside the mouth while the back tongue faces to the front.
According to Tantric (Religion), all the organs on his face are all moved.         
When you succeed in doing this, this person does no longer exist. When his (the one being cursed) tongue is twisted, he cannot talk. But according to this spell/curse, it is the charm of killing others.
Once, my grand master taught me to learn and practice Buddha’s Diamond Peg. (When you practice and pray with this peg, it will give you power) The priest gave me the peg, and told me if I met some bad and evil person, you pray using the Diamond spell. I did not practice; and I told him I would not practice it. Whether I will practice or not in the future, I will decide it later.
In the preaching, Lu further told the followers (attendees) that:
When I put "you" under my seat and twisted all your facial organs (eyes, ears, mouth, nose), I pray using the Diamond spell, using the Diamond blaze along with the Diamond club, I can draw your soul to my front, and watching your head coming off, blood are black in color, flowing out. I can see all your internal organs decaying, some hell workers coming to grab your intestines, grab your liver, grab your heart, grab your stomach, and then tear them into pieces. Although it is a fierce killing spell (charm), but if I really do it this way on to you in the future, I guarantee that I will lead you to Buddhist’s Kingdom (the peace and eternal land).
When "Horse Head King" (a Buddha) descends from the sky, or the entire Diamond gods descend into your body, you will exhibit the Diamond face (image). When you have the Diamond face (image), you (start to cast the prayers), by holding the Diamond peg, and all other spell-casting devices. You can exert your killing command when you hold these devices. With the killing command, the command uses the Diamond fire, burns your target (the person you want to kill) away, burns him to ashes. Uses wind to blow all ashes away, grab your soul, and then send you to the West Happiest land of the Buddha Kingdom. All the Buddha attendants, Diamond gods come and press you on the ground, press your heart and don’t let it beat, tear your intestines, liver, stomach, kidney into pieces, chop your head out and black blood flow out. Make all your facial organs twisted (ear, mouth…..etc). (The Horse Head King spell-HHK). In this way, I can teach you another method (spell). You let (make) him sick. It is good to make him sick, make him sick. When you pray to "HHK" and ask him to make that person sick.
If you want this person to get well, it is easy. You recite the "HHK" curse 100,000 times, no need to be 100,000 time, it’ s OK to recite 10,000 times. When you recite 10,000 times, the power of the prayer transfer to this person, then he will get well. This is a kind of punishment too.
Just like you make this person sick first, then he will regret and admit his fault. When he admits his wrong doing and correct himself, you have to recite 10,000 times the "HHK" charm towards him, to make him come back (return to this world). When he gets sick, he become dumb and cannot speak, you watch his tongue (with your mind concentrated on his tongue), and recite 10,000 the HHK curse, the curse resonance (exert spell) to this person, then he will get well.
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))