Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Baru sadar bahwa Lobha, Dosa, Moha bukan masalah!  (Read 42860 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline hendrako

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.244
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
Re: Baru sadar bahwa Lobha, Dosa, Moha bukan masalah!
« Reply #255 on: 22 June 2010, 12:31:20 PM »

Bagaimana ceritanya "sila" bisa membawa pada pelepasan,boleh dilampirkan sedikit penjelasan beserta contohnya? :)

Contohnya:
Pada saat anda melatih diri dari menghindari pembunuhan, anda melepaskan diri dari tindakan membunuh.
Sederhana sekali........


"melepaskan diri dari tindakan membunuh" = saya tidak membunuh,karena dulunya saya membunuh,apakah ini bisa disetarakan dengan konsep dualisme,antara membunuh vs tidak membunuh?


Orang melakukan ke-tidakserakah-an karena ada yang disebut dengan serakah kan? >> belum bebas
Apabila tidak ada serakah, tidak perlu lagi melakukan ke-tidakserakah-an. >> Bebas

Bagi orang yang bebas, karena bebas, tidak ada lagi serakah atau tidak serakah, yang ada adalah kebebasan.

Begitu juga dengan aku dan tanpa aku.
Tanpa aku ada karena ada aku
Kalau aku sudah tidak ada
bagaimana tanpa aku bisa ada?

Apabila sejak awal sudah tidak ada yang namanya "aku"
Maka apa yang disebut "tanpa aku" sejak awal juga tidak ada
Berhubung ada yang disebut dengan "aku"
Maka ada yang disebut dengan "tanpa aku"

Bagi orang yang bebas sudah tidak ada "aku" dan "tanpa aku"
Namun mengapa Buddha mengajarkan Anatta
Karena kita masih melekat pada "aku"
Anatta mengantar pada kebebasan dari aku

Setelah aku lenyap, tanpa aku pun lenyap


Masih dalam dualisme, so......??

Karena masih dalam dualisme,bagaimana caranya bisa membebaskan diri dari dualisme sendiri?

Anda harus pintar2 menggunakan dualisme untuk bebas dari dualisme itu sendiri.  :)
yaa... gitu deh

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Baru sadar bahwa Lobha, Dosa, Moha bukan masalah!
« Reply #256 on: 22 June 2010, 12:36:54 PM »
itu adalah komentar 'Niddana Sutta' (bukan komentar saya). saya sendiri tidak setuju dimana dikatakan pelaksanaan JM8 adalah tanpa-keserakahan, tanpa-kebencian, dan tanpa-kebodohan-batin.
tapi jmb8 adalah neither dark nor bright with neither dark nor bright result lho menurut :
http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/an/an04/an04.235.than.html

jm8 adalah neither dark nor bright ---> oke

yg rancu bagi saya adalah dimana dikatakan jm8 adalah contoh tindakan yg tanpa keserakahan, kebencian & kebodohan bathin.
menurut saya, pelaksanaan jm8, atau usaha apapun yg mengarah ke kesadaran diri, pencerahan maupun kebebasan, sepanjang masih dalam jalan itu (belum sampai tujuan), belum terlepas dari keserakahan, kebencian & kebodohan bathin.
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: Baru sadar bahwa Lobha, Dosa, Moha bukan masalah!
« Reply #257 on: 22 June 2010, 12:37:57 PM »

Bagaimana ceritanya "sila" bisa membawa pada pelepasan,boleh dilampirkan sedikit penjelasan beserta contohnya? :)

Contohnya:
Pada saat anda melatih diri dari menghindari pembunuhan, anda melepaskan diri dari tindakan membunuh.
Sederhana sekali........


"melepaskan diri dari tindakan membunuh" = saya tidak membunuh,karena dulunya saya membunuh,apakah ini bisa disetarakan dengan konsep dualisme,antara membunuh vs tidak membunuh?


Orang melakukan ke-tidakserakah-an karena ada yang disebut dengan serakah kan? >> belum bebas
Apabila tidak ada serakah, tidak perlu lagi melakukan ke-tidakserakah-an. >> Bebas

Bagi orang yang bebas, karena bebas, tidak ada lagi serakah atau tidak serakah, yang ada adalah kebebasan.

Begitu juga dengan aku dan tanpa aku.
Tanpa aku ada karena ada aku
Kalau aku sudah tidak ada
bagaimana tanpa aku bisa ada?

Apabila sejak awal sudah tidak ada yang namanya "aku"
Maka apa yang disebut "tanpa aku" sejak awal juga tidak ada
Berhubung ada yang disebut dengan "aku"
Maka ada yang disebut dengan "tanpa aku"

Bagi orang yang bebas sudah tidak ada "aku" dan "tanpa aku"
Namun mengapa Buddha mengajarkan Anatta
Karena kita masih melekat pada "aku"
Anatta mengantar pada kebebasan dari aku

Setelah aku lenyap, tanpa aku pun lenyap


Masih dalam dualisme, so......??

Karena masih dalam dualisme,bagaimana caranya bisa membebaskan diri dari dualisme sendiri?

Anda harus pintar2 menggunakan dualisme untuk bebas dari dualisme itu sendiri.  :)

hanya dengan melepas dari dualisme tersebut... :)

adakah cara lain?seperti pengembangan moralitas,sila dan penghancuran akusala kamma dan seterusnya,bisa membawa pada penghancuran dualisme atau sebaliknya mempertebal dualisme antara yang kusala vs akusala?
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: Baru sadar bahwa Lobha, Dosa, Moha bukan masalah!
« Reply #258 on: 22 June 2010, 12:38:42 PM »
itu adalah komentar 'Niddana Sutta' (bukan komentar saya). saya sendiri tidak setuju dimana dikatakan pelaksanaan JM8 adalah tanpa-keserakahan, tanpa-kebencian, dan tanpa-kebodohan-batin.
tapi jmb8 adalah neither dark nor bright with neither dark nor bright result lho menurut :
http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/an/an04/an04.235.than.html

jm8 adalah neither dark nor bright ---> oke

yg rancu bagi saya adalah dimana dikatakan jm8 adalah contoh tindakan yg tanpa keserakahan, kebencian & kebodohan bathin.
menurut saya, pelaksanaan jm8, atau usaha apapun yg mengarah ke kesadaran diri, pencerahan maupun kebebasan, sepanjang masih dalam jalan itu (belum sampai tujuan), belum terlepas dari keserakahan, kebencian & kebodohan bathin.

dan pelaksanaan JM8 bisa membawa pada pembebasan akhir?atau hanya merupakan jalan belaka,sehingga JM8 tersebut juga harus ditinggalkan?
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Baru sadar bahwa Lobha, Dosa, Moha bukan masalah!
« Reply #259 on: 22 June 2010, 12:48:05 PM »
itu adalah komentar 'Niddana Sutta' (bukan komentar saya). saya sendiri tidak setuju dimana dikatakan pelaksanaan JM8 adalah tanpa-keserakahan, tanpa-kebencian, dan tanpa-kebodohan-batin.
tapi jmb8 adalah neither dark nor bright with neither dark nor bright result lho menurut :
http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/an/an04/an04.235.than.html

jm8 adalah neither dark nor bright ---> oke

yg rancu bagi saya adalah dimana dikatakan jm8 adalah contoh tindakan yg tanpa keserakahan, kebencian & kebodohan bathin.
menurut saya, pelaksanaan jm8, atau usaha apapun yg mengarah ke kesadaran diri, pencerahan maupun kebebasan, sepanjang masih dalam jalan itu (belum sampai tujuan), belum terlepas dari keserakahan, kebencian & kebodohan bathin.

dan pelaksanaan JM8 bisa membawa pada pembebasan akhir?atau hanya merupakan jalan belaka,sehingga JM8 tersebut juga harus ditinggalkan?

saya mengutip jawaban Sang Buddha kepada Magandiya:

Sang Buddha: Aku tidak mengatakan bahwa manusia mencapai 'kesucian' lewat pandangan, tradisi, pengetahuan, moralitas atau ritual. Kesucian tidak juga dapat dicapai tanpa pandangan, tradisi, pengetahuan, moralitas atau ritual. Pencapaian kesucian hanya menggunakan faktor-faktor ini sebagai sarana namun tidak melekatinya sebagai tujuan. Hanya dengan cara itulah manusia mencapai kesucian dan tidak merindukan tumimbal lahir.

demikian juga halnya dg JM8. JM8 adalah faktor/sarana/sang jalan, namun bukan utk dilekati sbg tujuan. :)
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: Baru sadar bahwa Lobha, Dosa, Moha bukan masalah!
« Reply #260 on: 22 June 2010, 12:48:56 PM »
itu adalah komentar 'Niddana Sutta' (bukan komentar saya). saya sendiri tidak setuju dimana dikatakan pelaksanaan JM8 adalah tanpa-keserakahan, tanpa-kebencian, dan tanpa-kebodohan-batin.
tapi jmb8 adalah neither dark nor bright with neither dark nor bright result lho menurut :
http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/an/an04/an04.235.than.html

jm8 adalah neither dark nor bright ---> oke

yg rancu bagi saya adalah dimana dikatakan jm8 adalah contoh tindakan yg tanpa keserakahan, kebencian & kebodohan bathin.
menurut saya, pelaksanaan jm8, atau usaha apapun yg mengarah ke kesadaran diri, pencerahan maupun kebebasan, sepanjang masih dalam jalan itu (belum sampai tujuan), belum terlepas dari keserakahan, kebencian & kebodohan bathin.

dan pelaksanaan JM8 bisa membawa pada pembebasan akhir?atau hanya merupakan jalan belaka,sehingga JM8 tersebut juga harus ditinggalkan?

saya mengutip jawaban Sang Buddha kepada Magandiya:

Sang Buddha: Aku tidak mengatakan bahwa manusia mencapai 'kesucian' lewat pandangan, tradisi, pengetahuan, moralitas atau ritual. Kesucian tidak juga dapat dicapai tanpa pandangan, tradisi, pengetahuan, moralitas atau ritual. Pencapaian kesucian hanya menggunakan faktor-faktor ini sebagai sarana namun tidak melekatinya sebagai tujuan. Hanya dengan cara itulah manusia mencapai kesucian dan tidak merindukan tumimbal lahir.

demikian juga halnya dg JM8. JM8 adalah faktor/sarana/sang jalan, namun bukan utk dilekati sbg tujuan. :)

faktor-faktor ini = faktor mana yang dimaksudkan oleh Bhagava?
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: Baru sadar bahwa Lobha, Dosa, Moha bukan masalah!
« Reply #261 on: 22 June 2010, 12:51:42 PM »
Quote
Sang Buddha: Aku tidak mengatakan bahwa manusia mencapai 'kesucian' lewat pandangan, tradisi, pengetahuan, moralitas atau ritual. Kesucian tidak juga dapat dicapai tanpa pandangan, tradisi, pengetahuan, moralitas atau ritual. Pencapaian kesucian hanya menggunakan faktor-faktor ini sebagai sarana namun tidak melekatinya sebagai tujuan. Hanya dengan cara itulah manusia mencapai kesucian dan tidak merindukan tumimbal lahir.

hanya menggunakan faktor-faktor ini sebagai sarana,maksudnya apa ya?

mengembangkan moralitas,sila = sarana?
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Baru sadar bahwa Lobha, Dosa, Moha bukan masalah!
« Reply #262 on: 22 June 2010, 12:52:15 PM »
^ pandangan, tradisi, pengetahuan, moralitas / ritual.
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: Baru sadar bahwa Lobha, Dosa, Moha bukan masalah!
« Reply #263 on: 22 June 2010, 12:54:02 PM »
^ pandangan, tradisi, pengetahuan, moralitas / ritual.

apapun itu?pandangan apapun,tradisi apapun,pengetahuan apapun,moralitas / ritual apapun,atau ada yang ekslusif disadbakan oleh Bhagava?seperti JM8 sebagai satu-satunya jalan[DN 16],dll
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Baru sadar bahwa Lobha, Dosa, Moha bukan masalah!
« Reply #264 on: 22 June 2010, 12:56:38 PM »
^ pandangan, tradisi, pengetahuan, moralitas / ritual.

apapun itu?pandangan apapun,tradisi apapun,pengetahuan apapun,moralitas / ritual apapun,atau ada yang ekslusif disadbakan oleh Bhagava?seperti JM8 sebagai satu-satunya jalan[DN 16],dll

ketika itu, yg dikatakan adalah pandangan, tradisi, pengetahuan, moralitas/ritual secara umum. jadi tidak ada pengkhususan hanya pada JM8. ketika itu, Buddha tidak memilah mana yg bisa atau mana yg tidak bisa sampai.

tentang JM8 adalah satu2nya Jalan ada di sutta lain yg tidak berhub. dg sutta ini...
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: Baru sadar bahwa Lobha, Dosa, Moha bukan masalah!
« Reply #265 on: 22 June 2010, 12:57:22 PM »
^ pandangan, tradisi, pengetahuan, moralitas / ritual.

apapun itu?pandangan apapun,tradisi apapun,pengetahuan apapun,moralitas / ritual apapun,atau ada yang ekslusif disadbakan oleh Bhagava?seperti JM8 sebagai satu-satunya jalan[DN 16],dll

ketika itu, yg dikatakan adalah pandangan, tradisi, pengetahuan, moralitas/ritual secara umum. jadi tidak ada pengkhususan hanya pada JM8.

tentang JM8 adalah satu2nya Jalan ada di sutta lain yg tidak berhub. dg sutta ini...

bisa di contohkan maksud secara umum?
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Baru sadar bahwa Lobha, Dosa, Moha bukan masalah!
« Reply #266 on: 22 June 2010, 01:00:24 PM »
^ pandangan, tradisi, pengetahuan, moralitas / ritual.

apapun itu?pandangan apapun,tradisi apapun,pengetahuan apapun,moralitas / ritual apapun,atau ada yang ekslusif disadbakan oleh Bhagava?seperti JM8 sebagai satu-satunya jalan[DN 16],dll

ketika itu, yg dikatakan adalah pandangan, tradisi, pengetahuan, moralitas/ritual secara umum. jadi tidak ada pengkhususan hanya pada JM8.

tentang JM8 adalah satu2nya Jalan ada di sutta lain yg tidak berhub. dg sutta ini...

bisa di contohkan maksud secara umum?

mis:
riky membahas bagaimana dari Medan ke Jakarta,
saya menjawab secara umum, dg bisa menggunakan sarana kapal laut, kapal udara, bus, mobil pribadi, dll...
itu contoh jawaban umum, bukan spesifik.
sebab tidak semua sarana tsb memiliki rute Medan ke Jakarta pula.
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline hendrako

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.244
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
Re: Baru sadar bahwa Lobha, Dosa, Moha bukan masalah!
« Reply #267 on: 22 June 2010, 01:00:52 PM »

Bagaimana ceritanya "sila" bisa membawa pada pelepasan,boleh dilampirkan sedikit penjelasan beserta contohnya? :)

Contohnya:
Pada saat anda melatih diri dari menghindari pembunuhan, anda melepaskan diri dari tindakan membunuh.
Sederhana sekali........


"melepaskan diri dari tindakan membunuh" = saya tidak membunuh,karena dulunya saya membunuh,apakah ini bisa disetarakan dengan konsep dualisme,antara membunuh vs tidak membunuh?


Orang melakukan ke-tidakserakah-an karena ada yang disebut dengan serakah kan? >> belum bebas
Apabila tidak ada serakah, tidak perlu lagi melakukan ke-tidakserakah-an. >> Bebas

Bagi orang yang bebas, karena bebas, tidak ada lagi serakah atau tidak serakah, yang ada adalah kebebasan.

Begitu juga dengan aku dan tanpa aku.
Tanpa aku ada karena ada aku
Kalau aku sudah tidak ada
bagaimana tanpa aku bisa ada?

Apabila sejak awal sudah tidak ada yang namanya "aku"
Maka apa yang disebut "tanpa aku" sejak awal juga tidak ada
Berhubung ada yang disebut dengan "aku"
Maka ada yang disebut dengan "tanpa aku"

Bagi orang yang bebas sudah tidak ada "aku" dan "tanpa aku"
Namun mengapa Buddha mengajarkan Anatta
Karena kita masih melekat pada "aku"
Anatta mengantar pada kebebasan dari aku

Setelah aku lenyap, tanpa aku pun lenyap


Masih dalam dualisme, so......??

Karena masih dalam dualisme,bagaimana caranya bisa membebaskan diri dari dualisme sendiri?

Anda harus pintar2 menggunakan dualisme untuk bebas dari dualisme itu sendiri.  :)

hanya dengan melepas dari dualisme tersebut... :)

adakah cara lain?seperti pengembangan moralitas,sila dan penghancuran akusala kamma dan seterusnya,bisa membawa pada penghancuran dualisme atau sebaliknya mempertebal dualisme antara yang kusala vs akusala?

Seperti pada pendapat saya pada post2 sebelumnya. Melakukan kusala kamma adalah salah satu jalan menuju kebebasan dari dualisme.
JM8 adalah strategi yang luar biasa dari Buddha untuk keluar dari dualisme dengan menggunakan dualisme itu sendiri sebagai kunci pembebasan.
yaa... gitu deh

Offline hendrako

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.244
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
Re: Baru sadar bahwa Lobha, Dosa, Moha bukan masalah!
« Reply #268 on: 22 June 2010, 01:06:43 PM »
Sori, repost, soalnya ada yg mau diedit dikit, Kepada Mod. minta tolong dihapus:

Seperti pada pendapat saya pada post2 sebelumnya. Melakukan kusala kamma adalah salah satu faktor dari jalan menuju kebebasan dari dualisme.
JM8 adalah strategi yang luar biasa dari Buddha untuk keluar dari dualisme dengan menggunakan dualisme itu sendiri sebagai kunci pembebasan.

yaa... gitu deh

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Baru sadar bahwa Lobha, Dosa, Moha bukan masalah!
« Reply #269 on: 22 June 2010, 01:16:54 PM »
maksud saya komentar ini:
Aspek positif dari tiga akar yang baik adalah: tidak adanya nafsu (meninggalkan keduniawian, tidak melekat), cinta kasih, dan kebijaksanaan. Di sini, tindakan yang muncul dari tanpa-keserakahan, tanpa-kebencian, dan tanpa-kebodohan-batin harus dipahami bukan sebagai tindakan bajik biasa melainkan sebagai  "kamma yang bukannya gelap dan juga bukannya terang, dengan akibat yang bukan gelap dan juga bukan terang, dengan hasil yang bukan gelap dan bukan terang, yang membawa menuju hancurnya kamma" (Teks 90), yaitu, niat untuk mengembangkan Jalan Mulia Berunsur Delapan.
Karena itulah saya katakan A-LDM yang dimaksud adalah sisi lain dari LDM, masih terkondisi LDM, bukan keadaan bebas dari LDM (nibbana).