Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: karyawan pabrik rokok: mata pencarian salah?  (Read 3693 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: karyawan pabrik rokok: mata pencarian salah?
« Reply #15 on: 24 June 2010, 11:15:54 AM »
Apakah rokok termasuk pelanggaran sila? Kan katanya minuman keras yang menyebabkan lemahnya kesadaran?

Atau maksudnya merokok tidak baik karena menyebabkan kemelekatan? (Tapi kalo gitu pabrik coklat juga salah dong, coklat juga nyandu lo   =P~ )

Mohon petunjuknya.
Sila ke-5 berbunyi "Sura meraya majja pamadatthana veramani sikkhapadam samadiyami". Yang artinya adalah "saya bertekad untuk melatih diri menghindari mengonsumsi zat (minuman) yang bisa melemahkan kesadaran (memabukkan)".
- sura => minuman yang disterilisasi
- meraya => minuman yang sudah difermentasikan
- majja => minuman keras (mengandung alkohol)
- pamadatthana => mabuk dan lengah
- veramani => menghindari
- sikkhapadam => aturan dalam melatih diri
- samadiyami => saya bertekad

Rokok itu tidak memabukkan. Kalau dikatakan rokok itu membuat ketagihan, maka benar cokelat juga bisa membuat ketagihan. Demikian juga kopi, es krim, snack, permen, dan lain sebagainya. Perbedaannya, minuman beralkohol bisa membuat syaraf melemah dan memabukkan. Sedangkan ketagihan pada rokok, cokelat, kopi, dsb. sebenarnya berkenaan dengan nafsu indria.

Semoga menjadi lebih jelas.


BTT : menurut gua lebih baik pindah kerja (kalo memungkinkan), rokok itu termasuk racun (baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain), kalo yang terima job dari pabrik rokok ----> bingung juga (soalnya gua juga sering terima job dari pabrik rokok  :)) ) tapi kalo mau konsisten yah jangan terima deh jobnya pabrik rokok.

 _/\_
Setuju, rokok mengandung banyak toksin. Tapi bukan berarti bekerja di pabrik rokok sama dengan bekerja di pabrik racun.
« Last Edit: 24 June 2010, 11:17:59 AM by upasaka »