//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Motivasi dan Inspirasi  (Read 168159 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Re: LUBANG BEKAS PAKU
« Reply #330 on: 26 December 2008, 07:00:13 PM »
LUBANG BEKAS PAKU

Dalam suatu percakapan ada seorang ayah (pernah) menasehati anak laki-lakinya
yang suka marah-marah dan bete dengan orang lain. Intinya ia kesal dengan orang
lain. Baik itu dengan orang yang pernah disakiti olehnya maupun ia pernah
disakiti oleh orang itu. Pokoknya ia ilfil kalau melihat orang lain. Lalu anak
laki-lakinya tersebut diajak menuju ke istal (kandang kuda), ayahnya pun
mengatakan,” Anakku jika engkau marah maka tanamkanlah sebatang paku ke pagar
itu. Semakin engkau marah, engkau pukul paku-paku itu keras-keras. Begitu
seterusnya.” Sejak saat itu, jika ia marah kepada siapa pun, ia selalu memukul
sebatang paku pada pagar kandang kuda seterusnya sekuat tenaganya, dan ia sangat
mampu melakukan hal itu. Sebulan kemudian, dengan bangganya dan cekatan ia
menunjukan kepada orangtuanya bahwa paku-paku yang ia hujamkan pada pagar
kandang kuda semakin banyak. Lalu, ayahnya pun mengatakan,” Nah sekarang engkau
bisa menahan marah dan tidak jadi marah, bahkan bisa
meminta maaf kepada orang lain, lalu cabut paku-paku itu satu-persatu. Begitu
setertusnya!” Menerima tantangan tersebut dengan mantap ia mengatakan,” Oke!”
Siapa takut!” Tanpa tahu apa maksud yang diberikan ayahnya kepada dirinya.

Sebulan kemudian, ayahnya bertanya,” Adakah paku yang sudah dicabut?”

Dengan mantap ia menjawab,” Sudah semua, Pak!”

Lantas ayahnya ingin melihat “hasil karya” si anak tadi ke pagar kandang
kuda. Di pagar kandang kuda tersebut, ayahnya mengatakan bahwa semua paku yang
sudah tercabut, namun masih meninggalkan bekas lubang yang terlihat jelas. Hal
itu berarti ketika kita memarahi seseorang kita akan menanamkan luka yang
(amat) dalam pada diri orang yang yang dimarahi tersebut. Bahkan, jika kemudian
kita meminta maaf (mencabut kembali paku) tersebut), hal itu tetap meninggalkan
luka yang menganga (bekasnya).

Artikel ini diambil dari Kiriman Liana Lie  _/\_
Smile Forever :)

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Artikel bagus tentang Hubungan suami-istri
« Reply #331 on: 27 December 2008, 12:30:31 PM »
Di sebuah perjamuan makan malam, banyak tamu undangan yang hadir mengucapkan selamat kepada sepasang kakek & nenek yang pada hari itu merayakan Ulang Tahun Perkawinan yang ke-50 tahun. Semua tamu yang hadir ikut dalam suasana bahagia, menyaksikan betapa kakek & nenek tersebut masih saling mencintai meskipun keduanya sudah tidak muda lagi. Banyak pasangan tamu undangan yang berharap kelak akan mengalami hal yang sama. Pada saat jamuan makan mulai seperti biasa tamu-tamu duduk pada meja bundar untuk menikmati makanan yang disediakan.

Pada meja kakek & nenek tersebut telah terhidang masakan ikan kesukaan mereka berdua. Dengan penuh kasih sayang, seperti kebiasaanya sang kakek mengambil bagian kepala ikan tersebut & meletakkan ke piring istrinya.

Sang istri terdiam... Mata nenek tua tersebut mulai berkaca-kaca, dengan terbata-bata berucap: " Lima puluh tahun lamanya aku menjadi istrimu, selama itu aku selalu mengabdikan seluruh hidupku untukmu, suamiku. Betapa lama kalau kita menghitung hari demi hari yang kita lalui. Betapa panjang perjalanan hidup yang kita jalani bersama. Selama lima puluh tahun kau selalu memberikan kasih sayang & semua yang kau miliki. Selama itu pula kau selalu memberikan bagian kepala apabila kita menyantap menu ikan, sungguh hal itu yang paling tidak aku sukai, tetapi aku memakannya karena aku menghormatimu & tidak ingin membuatmu kecewa"

Sang kakek terpana... Dengan suara parau & mata berkaca kakek tersebut berkata: "Lima puluh tahun aku lalui segala rintangan & kebahagian bersamamu, istriku . Dulu aku adalah seorang pemuda miskin yang tak berharta, tetapi engkau bersedia menikah denganku. Sejak saat itu aku telah bersumpah akan selalu membahagiakan engkau, aku akan selalu memberikan yang terbaik yang aku mampu sebagai tanda betapa aku sangat mengasihimu dengan segenap hati. Bagian yang paling aku suka dari masakan ikan adalah bagian kepala, oleh karena itu selalu kuberikan kepadamu karena aku selalu ingin memberikan yang terbaik hanya untukmu. Selama bertahun-tahun kita menikah, selama ini kita hidup bahagia meskipun pada awal pernikahan kita hidup sederhana tetapi engkau tak mengeluh. Aku selalu bekerja keras hanya untuk membahagiakan & memberikan yang terbaik bagimu & anak anak kita. Istriku, selama ini kita saling mengasihi, mencintai tanpa henti, tetapi ternyata kita tidak saling memahami". Betapa sang nenek harus menelan kekecewaan setiap mendapat kepala ikan hanya untuk membahagiakan sang suami. Betapa kakek harus merelakan bagian kepala ikan yang sangat disukai hanya untuk membahagiakan sang istri.

Si nenek selama 50 th sudah melakukan penundukan diri begitu juga si kakek dia sudah mengasihi si nenek, tapi ternyata ada kekecewaan disana.

Bahkan ada istri yang tunduk dengan suami, sampai dia sangat menurut pada suaminya, apa-apa yang suami katakan di lakukan. Tapi suami dengan sangat gemes mengatakan" istriku ga smart, tidak bisa membantu aku dengan ide2 yang cemerlang"

Ada suami yang sangat mengasihi istrinya, sampai-sampai apa-apa yang istrinya inginkan dia berikan, tapi si istri malah kesel "suamiku ga tegas, ga punya pendirian"

Kenapa ? Karena semuanya dengan caranya sendiri, si nenek tunduk dengan caranya sendiri, si kakek juga mengasihi dengan caranya sendiri tanpa memperdulikan pasangannya. Masing2 lupa cari tau atau bertanya pada pasangannya "Apa yang kamu inginkan?"

Jadinya masing-masing menjadi manusia yang sok tau.

Supaya tidak menjadi manusia sok tau, kita lihat apa-apa yang perlu diketahui & dikerjakan hingga dapat menyenangkan kedua belah pihak.

Apa yang Harus Diketahui Istri Mengenai Suaminya
================================================

Kebutuhan suami yang paling mendasar dalam pernikahan adalah:

a. DIKAGUMI. Suami mengukur harga dirinya melalui apa yang sudah dicapai, besar atau kecil hasil yang dicapai membutuhkan pengakuan dari istrinya. Pengaguman adalah bahan bakar yang dibutuhkan pria untuk lebih maju karena memberikan kekuatan. Tetapi perlu diingat, jangan pernah berpura-pura mengagumi dengan kata-kata pujian. Sebaiknya agar pengaguman istri benar-benar memiliki nilai, pujian itu harus tulus tercermin dalam perasaan yang sesungguhnya.

b. PERLU OTONOMI. Sebagian kebutuhan otonomi adalah memberi ruang untuk suami (kebutuhan untuk menyendiri). Ada istri mengeluh karena suami mereka tidak segera menceritakan hal-hal yang dialami suaminya apabila sampai di rumah sepulang dari kantor. Tanpa menyadari suami ingin membaca koran atau menyiram tanaman atau apapun yang dilakukan lebih dahulu untuk menyegarkan pikiran mereka sebelum memulai bercakap-cakap.

c. KEGIATAN BERSAMA. Seorang pria membangun keintiman dengan cara yang berbeda. Ia membina hubungan dengan melakukan pekerjaan secara bersama-sama. Misalnya bekerja di kebun, melakukan pekerjaan rumah, pergi nonton bersama istrinya. Suami menjadikan istri sebagai teman. Hal ini sangat baik apabila istri ikut dalam kegiatan bersama tersebut.

d. STRUCTURE OTAK PRIA
* Otaknya terkotak-kotak & mampu memilah-milah informasi yang masuk. Di malam hari, setelah seharian penuh beraktivitas, pria bisa menyimpan semuanya di otaknya yang ter kotak-kotak. ==> membuat dia tidak suka curhat, semuanya dapat disimpan dalam kotak2 yang ada

* kemampuan berbicara & bahasa itu bukan kemapuan otak yang kritis. Adanya cuma di otak kiri & tidak ada area yang specific. Jadinya pria cuma bisa menghabiskan 7ribu kata dalam sehari setelah itu dia tidak mood lagi untuk bicara ==> kebayangkan kalau seharian diluar rumah sudah menghabiskan 7000 kata, sampai dirumah tinggal diamnya.

* sedikit sekali jaringan yang menghubungkan otak kiri & kanan. ==> Kalo dia lagi baca koran atau nonton TV, dia tidak bisa dengar apa yang dikatakan istrinya, sebab saat dia baca seketika itu juga dia jadi tuli

"Isteri terpanggil untuk tunduk kepada suami, yaitu menghargai suami, bukan karena kecakapan atau kekayaannya, tetapi sebab dia adalah suami, yang adalah kepala untuk rumah tangga. Dia payung bagi keluarga. Dia yang melindungi & bertanggungjawab atas keluarga,

Bagaimanapun dia adalah manusia yang tidak sempuma, yang perlu. Ditopang, didukung, dihargai, dihormati.

Apa yang Perlu Diketahui Setiap Suami Mengenai Istrinya
=======================================================

Kebutuhan istri yang paling mendasar dalam pernikahan adalah

a. DICINTAI. Apa yang dapat dilakukan seorang suami untuk menunjukkan cintanya kepada istrinya? Pikirkan ungkapan "Aku Mencintaimu". Bagi beberapa pria merasa tidak perlu untuk mengucapkan kata tersebut, tetapi bagi seorang istri butuh (ingin mendengar) ungkapan tersebut dari suaminya.

b. DIMENGERTI. Bagi wanita dimengerti berarti menerima perasaan-perasaannya, misalnya mendengarkan, memahami & merepleksikan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan oleh pasangan.

c. DIHARGAI. Menghargai istri berarti menghargai & mendukung keputusan-keputusan dalam memenuhi impiannya. Untuk memulainya, jangan berusaha untuk mengubah atau memanipulasinya. Tetapi hormati kebutuhan,keinginan & nilai-nilai serta haknya. Akibat sikap menghargai ini, seorang istri aka lebih bersikap santai & terbuka .

d. STRUCTURE OTAK
* Dalam structure otak wanita, kemampuan untuk berbicara terutama ada dibagian depan otak kiri & sebagian kecil di otak sebelah kanan, wanita bisa bicara 20ribu kata dalam sehari ==> jangan heran kalau wanita senang bicara.

* otak wanita tidak terkotak-kotak, informasi atau masalah yang diterimanya akan terus berputar-putar dalam otaknya, ini nggak akan berhenti sampe dia bisa mencurahkan isi otaknya alias curhat ==> Oleh sebab itu, kalo wanita bicara, tujuannya adalah untuk mengeluarkan uneg-unegnya.

* bisa pakai 2 sisi otaknya secara bersamaan ==> bisa telpon, pada saat memasak, sekaligus gendong anak. Atau dia bisa nyetir, dandan, dengerin radio
& bicara lewat hands-free.

"Suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu. Hiduplah dengan pengertian terhadap perasaannya, sebab wanita biasa main perasaan. Jangan sakiti atau kecewakan perasaannya. Apa yang anda lakukan atau ucapkan, untuk kesalahan yang kecil, itu dapat disimpan lama dalam memorinya

Kesalahan yang Dilakukan oleh Pasangan Suami Istri
==================================================

a. MENGKRITIK. merupakan tindakan yang menyerang kepribadian seseorang, misalnya menyalahkan & membuat sebuah serangan pribadi atau tuduhan. .

b. MEMBELA DIRI. Sering kali merupakan hal yang membabi buta

c. MEMBISU. Membisu seringkali dianggap sebagai usaha agar tidak membuat persoalan semakin buruk. Tetapi tanpa kita sadari membisu adalah tindakan yang sangat berpengaruh. Tindakan tersebut menyatakan suatu penghinaan, sikap dingin & keangkuhan yang bisa membuat pernikahan menjadi rapuh.

Bagaimana dengan BERTENGKAR apakah bukan suatu kesalahan ?

Tidak adanya konflik, dalam rumah tangga bukanlah tanda yang baik bagi pernikahan. Pasangan yang menolak menerima konflik sebagai bagian dari pernikahan akan kehilangan kesempatan untuk mendapat tantangan. Jadi konflik adalah wajar & tidak lagi selalu menggambarkan suatu krisis, melainkan sebuah kesempatan untuk berkembang.

Pertengkaran dalam pernikahan adalah untuk saling mangasah & menanjamkan, membuat 2 pribadi makin bijaksana.

Apa yang dilakukan jika terjadi pertengkaran ?

a.Jangan lari dari pertengkaran.

b. Terangkan masalah dengan jelas. Ketika merasa suasana memanas, mintalah pasangan supaya menjelaskan penyebab pertengkaran tersebut sehingga masing-masing dapat memahami masalahnya.

c. Nyatakan perasaan kita secara langsung. Memberikan tanggapan kepada apa yang dilakukan pasangan jauh lebih baik daripada tidak memberikan tanggapan untuk membela diri terhadap hal yang tidak membawa kemajuan.

Kebahagiaan dalam rumah tangga bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya. Tetapi kebahagiaan harus diusahakan oleh kedua belah pihak, bukan dengan saling menuntut atau saling memaksa, tetapi dengan saling memahami, saling memberi atau saling memperhatikan, bahkan saling berkorban. Success di dalam pernikahan bukan meminta atau menuntut pasanganmu menjadi orang yang tepat, tetapi jadilah orang yang tepat untuk pasanganmu.
Smile Forever :)

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Sup sumpit giok
« Reply #332 on: 27 December 2008, 12:46:12 PM »
Sup sumpit giok

Di Wenchow, Propinsi Chekiang, hiduplah seorang anak laki2 bernama Hsiao Chen. Suatu malam seorang Dewa berpakaian perang emas muncul di mimpinya dan berkata, “Nak, kamu hanya akan hidup sampai umur 18 tahun.” Ketika Hsiao Chen terbangun, dia merasa takut. Dia merasa sedih karena akan meninggal di usia yang masih sangat muda.

Ayah Hsiao Chen adalah seorang pejabat. Dia sangat jujur, sehingga dinaikkan pangkatnya dan dikirim ke Szechuan, propinsi lain yang letaknya jauh. Hsiao Chen tidak mau meninggalkan rumahnya, karena dia tahu dia tidak dapat hidup lama. Ayahnya tidak mengetahui mimpinya, sehingga memaksanya ikut.

Keesokan harinya setelah ayahnya sampai di tempat tugasnya yang baru, para pegawai di sana menyiapkan pesta penyambutan, dan tentu saja Hsiao Chen diundang. Pada pesta2 istimewa di Szechuan, setelah tiga hidangan dikeluarkanlah hidangan utama yang disebut sup sumpit giok.

Cara membuat sup tersebut sangat kejam, mereka memanaskan sumpit besi sampai merah membara, lalu menusukkannya ke kantong susu di bagian bawah sapi. Susu di sana akan menempel di sumpit, sehingga ketika mereka menariknya keluar, sumpit tersebut akan terlihat seperti giok, dan orang2 berpikir rasanya enak.

Ketika Chen menunggu makan malam dimulai, dia secara kebetulan sampai di dapur. Dia melihat seekor sapi diikat ke tiang pancang dan sepasang sumpit besi terpanggang di bara panas. Dia bertanya kepada juru masak apa yang sedang terjadi, dan juru masak memberitahu apa yang akan mereka lakukan. Ketika Chen mendengarnya, dia lari kembali ke ayahnya dan memohon ayahnya untuk menghentikan hal itu. Dia berkata, “Mereka akan menusukkan sumpit besi yang panas ke kantong susu yang dimiliki sapi hanya untuk membuat hidangan lezat, tapi pikirkan betapa besar penderitaan sapi tersebut. Tolonglah ayah, hentikan mereka! Jangan biarkan mereka membuat hidangan yang mengerikan ini!”

Ayahnya adalah orang yang baik, sehingga dia langsung memerintahkan untuk mengganti menu makanan dan melepaskan sapi itu.

Beberapa malam kemudian, Dewa yang mengenakan baju emas itu muncul lagi di mimpi Hsiao Chen. Kali ini dia berkata, “Nak, kamu telah melakukan perbuatan baik. Kamu tidak akan meninggal di usia muda, dan lagi, kamu akan sangat sukses sampai suatu hari kamu akan menjadi salah satu pejabat terpenting di seluruh Cina. Ini karena kamu mempunyai hati yang baik.” Hsiao Chen kemudian mempunyai jabatan yang sangat tinggi di pemerintahan, dan dia hidup lebih dari 90 tahun.

Dari Buku “Mencintai Kehidupan"

Posting by : Ko Hengki.
Smile Forever :)

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
PERANGKAP TIKUS
« Reply #333 on: 27 December 2008, 12:46:39 PM »
PERANGKAP TIKUS

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja.
Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan
dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa
mereka dari pasar??"

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus.
Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan
berteriak " Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada
perangkap tikus...."

Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkat tikus"

Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak
berpengaruh terhadap diriku"

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.

Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang
bisa aku lakukan"

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapi
perangkap tikus tidak ! berbahaya buat aku sama sekali"

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sng ular berkata "
Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia
akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap
tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat
perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang
terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik
rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang
istri tidak sempat diselamatkan.

Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya
sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.

Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau,
sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan
segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman
menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya
untuk mengambil hatinya.

Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani
harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari
kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

SO...SUATU HARI..KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN
MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA...PIKIRKANLAH SEKALI LAGI
Smile Forever :)

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Mengubah Nasib
« Reply #334 on: 27 December 2008, 12:47:38 PM »
Mengubah Nasib
 
Yuan Liu Chuang adalah seorang peramal yang ahli. Dia dapat meramalkan nasib seseorang dari garis tangan atau wajahnya. Suatu kali seorang pejabat membawa putranya ke Yuan untuk mengetahui keberuntungannya. Dan Yuan langsung tahu beberapa tahun kemudian, anak laki2 kecil itu akan meninggal. Dia memberitahukan hal itu kepada pejabat tersebut.
 
Tentu saja pejabat itu sedih. Dalam perjalanan pulang, dia bertemu seorang Bhiksu, yang bertanya, “Mengapa kamu kelihatan amat sedih?” Pejabat tersebut menjelaskan bahwa dia baru menerima berita buruk dari seorang peramal. Sang Bhiksu memeriksa anak laki2 tersebut dan melihat nasibnya. Dia memberitahu ayah anak itu, “Satu-satunya cara untuk menyelamatkan putramu adalah melalui kebajikan yang tersembunyi, cara yang paling mudah adalah dengan melepas hewan. Dengan cara ini kamu dapat membangun kebajikan tersembunyi yang akan melindungi putramu.”
 
Sang ayah bekerja keras menyelamatkan hewan2 dan kapanpun ada kesempatan untuk melakukan sesuatu bagi makhluk lain, manusia maupun hewan, dia adalah orang pertama yang menyumbangkan waktu dan uang. Dengan cara ini dia menyelamatkan kehidupan yang tidak terhitung banyaknya, dan ketika putranya sampai pada usia saat dia ditakdirkan untuk meninggal, dia tetap hidup dan tumbuh menjadi seorang pemuda yang cakap.
 
Yuan Liu Chuang mendengar tentang hal ini. Sejak saat itu, kapanpun dia melihat bahwa nasib seseorang buruk, dia menyuruh orang itu untuk berbuat baik dan menyelamatkan kehidupan makhluk lain. Dengan cara ini, banyak orang yang seharusnya telah meninggal dengan menyedihkan menjadi panjang umur dan banyak orang yang seharusnya miskin berubah menjadi kaya.
 
Dari Buku “Mencintai Kehidupan”

Posting by Ko Hengki.
Smile Forever :)

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Menolong orang sesungguhnya adalah menolong diri sendiri
« Reply #335 on: 27 December 2008, 12:48:05 PM »
Menolong orang sesungguhnya adalah menolong diri sendiri

Ji Yun adalah seorang yang terpelajar pada jaman Dinasti Qing, juga merupakan seorang sastrawan. Dalam karyanya “Catatan Harian Yue Wei Cao Tang” menulis kisah tentang seorang yang tertolong karena telah menolong orang lain, yang hingga saat ini masih sangat bermakna untuk diresapi.

Kisah tersebut adalah sebagai berikut :
Di Kabupaten Xian ada seorang yg bermarga Shi, orang memanggilnya Pak shi, dan tidak seorangpun yang tahu nama lengkapnya. Pak Shi ini berjiwa besar dan lapang dada, juga bersifat jujur serta lurus, dan sangat membenci orang2 hina yang berkelakuan tidak terpuji.

Suatu hari dia baru saja hendak pulang ke rumah. Sesampainya di pusat kota dia melihat ada satu keluarga yang penampilannya seperti orang dari desa : suami, istri, serta seorang anak yang masih kecil, tiga orang saling berpelukan sambil menangis sedih. Para tetangga di sekitar sana menjelaskan, karena mereka berhutang banyak kepada tengkulak, sang suami hendak menjual istrinya agar dapat melunasi hutang. Kedua suami istri ini sangat mengasihi satu sama lain dan tidak rela untuk berpisah. Selain itu anak mereka masih sangat kecil dan membutuhkan ASI. Kesedihan yang amat sangat meliputi mereka sekeluarga.

Pak shi bertanya. “Berapa hutang mereka?”. Tetangga menjawab, “30 keping emas”. Pak shi bertanya lagi, “Istrinya akan dijual dengan harga berapa?” Tetangga menjawab, “Dihargai 50 keping emas, dijadikan istri muda oleh si pembeli.” Pak Shi bertanya lebih lanjut, “masih bisa dibatalkan dan ditebus kembali?” Tetangga itu menjawab, “Surat perjanjian sudah ditulis tapi emas belum diberikan, juga belum distempel cap jari, seharusnya masih dapat ditebus kembali.” Pak Shi langsung mengeluarkan 70 keping emas dan diserahkan pada sang suami sambil berkata, “Saya berikan 30 keping emas ini kepada anda untuk melunasi hutang anda, dan 40 keping emas ini untuk modal kalian membuka usaha. Jangan menjual istri anda.”

Sang suami setelah memperoleh uang 70 keping emas ini, ia dan istrinya sangat berterima kasih pada Pak Shi. Kemudian Pak Shi diundang untuk makan malam bersama di rumahnya, disuguhi dengan masakan dan arak terbaik dan pelayanan yang hangat. Di sela makan malam sang suami menggendong anak mereka dan mencari alasan meninggalkan Pak Shi berdua dengan istrinya sambil memberikan kode pada istrinya dengan lirikan mata yang maksudnya meminta istrinya “membalas kebaikan dengan tubuhnya”. Sang istri mengangguk tanda setuju. Tak lama berselang sang istri mulai memberikan tanda2 pada Pak Shi, yang segera disadari oleh Pak Shi. Raut wajah Pak Shi mendadak berubah menjadi serius dan menghardik dengan penuh wibawa, “Saya dulu pernah menjadi perampok, kemudian saya berubah haluan dan menjadi petugas keamanan. Saya pernah membunuh orang tanpa pandang bulu. Jika saya sekarang memanfaatkan kesempatan ini untuk menodai istri orang berarti saya sungguh tidak berperikemanusiaan. Hal ini tidak
bisa saya lakukan!! Selesai berkata, Pak Shi langsung keluar meninggalkan rumah mereka.

Setengah bulan kemudian, tempat kediaman Pak shi terbakar api di tengah malam. Saat itu bertepatan dengan berakhirnya masa panen musim gugur, setiap rumah di sekitar situ dipenuhi dengan padi dan hasil panen lain yang melimpah. Angin yang bertiup semakin cepat mengobarkan api sehingga meluas ke mana2. Pak Shi sekeluarga 3 orang, karena merasa tidak mungkin lagi menyelamatkan diri, ia hanya bisa pasrah dengan anak dan istrinya menunggu kematian. Mendadak mereka mendengar suara berbicara yang bergemuruh, “Cepat singkirkan nama keluarga Pak Shi dari daftar rumah-rumah yang harus dibakar itu, tidak boleh membakar rumah Pak Shi.” Menyusul kemudian suara yang menggelegar dari angkasa, tembok belakang rumah Pak Shi tiba2 roboh. Lengan kiri Pak Shi menggendong istrinya dan lengan kanan menggendong anaknya menerobos keluar lewat lubang yang menganga di tembok, ibarat di punggungnya tumbuh sayap, dengan sekali lompatan Pak Shi berhasil meninggalkan rumah itu cukup jauh.

Setelah kebakaran itu reda, orang2 mulai mendata kembali kerugian yang timbul, jumlah korban jiwa yang meninggal totalnya ternyata mencapai 90 % dari seluruh penduduk desa itu. Pak Shi sekeluarga termasuk salah satu yang beruntung masih selamat dari tragedi itu. Yang lebih aneh lagi, harta bendanya termasuk persediaan makanan mereka hasil panen yang melimpah tidak ada yang rusak sama sekali. Setelah tembok belakang rumahnya yang roboh itu diperbaiki lagi, rumahnya telah kembali seperti sediakala.

Para tetangga Pak Shi semuanya menangkupkan kedua telapak tangan mereka di depan dada, bersyukur atas keselamatan keluarga Lao Shi, dan berkata, “Dulu kami masih mentertawakan anda adalah seorang yang bodoh, memberikan begitu saja 70 keping emas anda kepada orang yang sama sekali tidak anda kenal! Sungguh tidak disangka, anda telah menyelamatkan nyawa anda sekeluarga hanya dengan 70 keping emas! Anda harus berterima kasih kepada Dewa atas perlindungan terhadap anda sekeluarga!”

Ji Yun juga menambahkan dalam bukunya, “Saya berpendapat, Pak Shi sekeluarga sudah barang tentu akan mendapatkan perlindungan dari Para Dewa. Pahala dari memberikan emas ini, porsinya hanyalah 40 % saja, akan tetapi menolak menodai istri orang lain pahalanya adalah 60 %.”

Dari sini dapat kita simpulkan, menolong orang lain sesungguhnya adalah menolong diri sendiri, tidak menodai kaum wanita, menjaga dan mengekang diri, merupakan hal yang paling penting dalam hidup sebagai seorang manusia. Satu ucapan dari manusia didengarkan oleh Langit, satu kelakuan dari manusia Diperhatikan oleh Langit.

Kebaikan dan kejahatan pasti akan ada balasannya, waktu pembalasan itu pasti akan tiba.

Dikutip dari : “The Epoch Times” tgl 3 Oktober – 9 Oktober 2007

Posting by : Tjiang Hengki.
Smile Forever :)

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
BERPIKIR POSITIF
« Reply #336 on: 27 December 2008, 12:49:25 PM »
BERPIKIR POSITIF

Luangkan 5 menit waktu anda untuk membaca kisah nyata dibawah ini,
semoga sedikit banyak dapat memberikan manfaat bagi diri Anda...

Suatu ketika di Negara Eropa, seorang kriminal buronan negara berhasil
tertangkap. Sang kriminal adalah buronan kelas kakap yang telah
melakukan banyak sekali kejahatan, perampokan, pembunuhan, terorisme dan
tidaklah terhitung daftarnya.

Pengadilan Negara menjatuhkan vonis hukuman mati kepadanya dan mereka
mulai mendiskusikan hukuman apa yang akan mereka berikan kepada sang
kriminal.
Mereka memilih beberapa alternatif, diantaranya hukuman gantung, hukuman
tembak, kursi listrik, ruang beracun, dll.

Pada saat diskusi tersebut berlangsung, seorang ilmuwan mencadangkan
suatu metode baru sebagai percobaan untuk memberi vonis hukuman mati,
suatu metode yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Mereka pun
mendengarkan ide tersebut dan akhirnya mereka pun menyetujui ide
tersebut dan membiarkan sang ilmuwan melakukan riset terhadapnya.

Sang kriminal dimasukkan kedalam suatu ruangan dan dibaringkan dengan
tubuh terikat. Matanya ditutup dan dibisikkan

"Kamu akan segera dihukum mati! dengan metode terbaru maka urat nadi di
pergelanganmu akan kami potong dan darahmu akan segera menetes. Kamu
tidak akan merasa sakit karena teknologi yang kami gunakan sangat
canggih. Darahmu akan menetes perlahan-lahan dan akan membiarkan dirimu
mendengar suara tetesannya. Secara perlahan kamu akan kehabisan darah
dan tubuhmu akan melemah, detak jantungmu semakin perlahan..
semakin lemah.. sampai akhirnya kamu akan mati !"

Mereka pun kemudian eksekusi, sang kriminal mulai merasakan potongan
dipergelangan tangan kanannya, segera ia merasakan aliran darahnya
menetes..
tes..tes... suara tetesan tersebut membuatnya tahu bahwa dia semakin
kehilangan darah.. dan tubuhnya semakin lemah.. sampai jantungnya
berdetak semakin perlahan.. dan tragisnya diapun mati.

Ironisnya... walaupun sang kriminal tersebut mati. Dia tidak sempat
menyadari bahwa percobaan yang dilakukan terhadapnya bukanlah teknologi
canggih untuk memotong pergelangannya. Tetapi.. yang mereka lakukan
hanyalah.. mengambil sepotong es dingin yang tajam.. kemudian
digunakannya potongan tersebut melewati pergelangannya yang sesungguhnya
tidak memotong apapun!

Sang kriminal, yang dibuat percaya bahwa pergelangannya telah dipotong,
mengikuti semua sugesti palsu yang dikatakan oleh sang ilmuwan. Walaupun
yang dikatakan palsu, tetapi sugesti tersebut menjadi 'kenyataan' karena
sang kriminal memang mempercayainya!

Apa inti cerita diatas?? Dalam otak kita, ada sesuatu yang dinamakan
alam bawah sadar, dan apapun yang kita berikan kedalamnya, akan menjadi
kenyataan! Tubuh kita akan mempercayai informasi apapun, walaupun itu
palsu! Jika kita mempercayainya, maka tubuh kita akan bereaksi
seolah-olah itu adalah kenyataan. Sama juga dengan kehidupan, Jika Anda
menonton TV yang membentuk pikiran Anda dengan hal-hal yang tidak
berguna setiap harinya.. maka diri andapun menjadi pribadi yang tidak
berguna.

Karena itu, jika Anda menginginkan hal yang terbaik segera isilah
pikiran Anda dengan hal-hal positif..
Jika ingin kaya.. isilah otak Anda dengan kekayaan..
Jika ingin sukses, isilah pikiran Anda dengan kesuksesan.

Statistik menyatakan 90% dari orang di sekitar Anda adalah Negatif!
Apakah Anda salah satunya?? Jika ya, maka segera keluarlah dari zona
nyaman Anda serta isilah segera diri Anda dengan ide-ide dan kepercayaan
dari 10% orang yang kaya dan sukses!!!
Kebanyakan orang berpikir bahwa 'Orang Kaya' itu berbeda, mereka lebih
pintar, mereka lebih beruntung, atau lebih berpendidikan daripada kita.

Sesungguhnya 'Orang Kaya' berbeda karena mereka berpikir dengan cara
yang berbeda!!! Jika Anda ingin menjadi seperti mereka, maka Anda harus
belajar
kepercayaan- kepercayaan dan pola pikir mereka tentang uang. Jika Anda
ingin kaya, buang semua kepercayaan lama, ubah mindset negatif Anda
tentang uang,ubah kepercayaan Anda tentang uang, maka Anda akan segera
berhenti mengejar uang, dan yang terjadi malah sebaliknya Uang yang akan
mengejar Anda!!!

Untuk mengubah keadaan di sekitar Anda, semua harus dimulai dari dalam
pikiran Anda dan dari kepercayaan Anda..
Smile Forever :)

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Mendambakan Anak
« Reply #337 on: 27 December 2008, 12:53:56 PM »
Mendambakan Anak

Pada masa Dinasti Yuan (1279-1368) ada seorang kaya yang mempunyai banyak uang tapi tdk punya anak. Dia dan istrinya amat kesepian. Mereka menginginkan seorang putra tapi tidak tercapai.
Orang kaya tsb selalu muram karenanya. “Apa gunanya semua uangku tanpa anak-anak untuk menikmatinya bersama?”
“Mengapa kau tidak ke Vihara dan bertanya pada Bhiksu di sana?” Seorang teman mengusulkan. “Dia dapat melihat masa lalu dan masa mendatang. Jika ada orang yang dapat menolongmu, dialah orangnya”.

Orang kaya dan istrinya itu pergi ke Vihara. Mereka menghormat pada Para Buddha. Ketika mereka melihat sang Bhiksu, mereka berlutut dan menyembah sampai kepala mereka menyentuh lantai.

“Guru, guru, kami mohon kepadamu, beritahu kami apa yang salah. Kami menginginkan seorang anak lebih dari apapun, tetapi kami tidak bisa mendapatkannya.”

Bhiksu tersebut melihat peruntungan mereka dan menggunakan kekuatannya untuk melihat masa lampau dan masa depan. Lalu dia memberitahu orang kaya itu.
“Kau mendapatkan banyak keuntungan di masa lampaumu dengan membunuh hewan2. Kau membunuh anak dari banyak hewan sehingga di kehidupan sekarang kamu tidak mempunyai anak kandung. Utang ini amat berat dan tidak cukup hanya dengan membayarnya kembali. Kamu harus menyesal dan Bertobat. Jika kamu dapat menyelamatkan delapan juta nyawa, kamu dapat melunasi utangmu. Jika kamu membunuh seekor serangga lagi atau seekor cacing lagi, walaupun tidak sengaja, kamu harus menyelamatkan seratus nyawa lagi untuk memperbaikinya.”
“inilah cara terbaik untuk mengubah peruntunganmu agar mendapat seorang putra.”

Orang kaya itu amat terkesan. Diapun pergi ke tempat Pemujaan Utama di Vihara itu dan Bersumpah di depan Para Buddha untuk tidak membunuh lagi. Dengan demikian dia dan istrinya harus menyelamatkan banyak nyawa dan menghabiskan banyak uang untuk itu.

Selanjutnya mereka membeli banyak babi, bebek, ayam dari pasar dan memelihara mereka untuk menghabiskan masa hidup mereka secara alami di Vihara2. Mereka juga membeli ikan, kepiting, belut dan melepaskan mereka kembali ke habitatnya. Mereka menjadi amat saleh dan sering pergi mengikuti kebaktian2 di berbagai Vihara untuk menyesali kesalahan mereka di masa lalu.

Mereka terus melakukannya selama beberapa tahun. Jauh sebelum mereka menyelamatkan delapan juta nyawa, mereka mendapat seorang anak laki2 yang sehat dan ceria.
Putra mereka amat pandai sehingga ketika dia dewasa, dia lulus ujian2 negara dengan mudah pada saat pertama.

Dari Buku “Mencintai Kehidupan”

Posting by Tjiang Hengki.
Smile Forever :)

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
With Love to All Mother
« Reply #338 on: 27 December 2008, 12:56:21 PM »
Ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut.

Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi.

Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya, maka
untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian, saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba  untuk mengikat talinya.

Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya, seketika ketidaksabaran
saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya.
Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata yang keluar tanpa saya sadari.

Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut. Pakaian ini begitu indah,dan dia membelinya.

Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang
ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.

Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya . dan yang membuatnya terkejut,memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah  tangan yang paling indah di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.

Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tan gan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri.

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu...

With Love to All Mother

Note: Berbahagialah yang masih memiliki Ibu. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya...........

 _/\_
Smile Forever :)

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Family
« Reply #339 on: 27 December 2008, 12:58:25 PM »
Semoga renungan ini mengingatkan kita untuk selalu berkata sopan tidak hanya pada orang tak/belum dikenal, tapi juga terlebih pada orang2 yang kita sayangi.

KATA-KATA KASAR

Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. "Oh, maafkan saya" adalah reaksi saya. Ia  berkata,  "Maafkan saya juga;  Saya tidak melihat Anda." Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.

Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping  saya.  Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya  jatuh.  "Minggir," kata saya dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.
Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhan berbicara padaku, "Sewaktu kamu berurusan dengan  orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang.

Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu."  "Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu." Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.
Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, "Bangun, nak, bangun,"  kataku. "Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?" Ia tersenyum, " Aku menemukannya jatuh dari pohon. "Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru." Aku berkata, "Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu; Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi." Si kecilku berkata, "Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu." Aku pun membalas, "Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi  yang biru."

Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan  mudahnya mencari  pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.

Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan? Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas?

Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA? Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.

(F)ather

(A)nd

(M)other,

(I),

(L)ove,
(Y)ou.

 _/\_
Smile Forever :)

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Kemarahan
« Reply #340 on: 27 December 2008, 12:58:51 PM »
Beberapa tahun yang lalu, saya berkunjung ke kota pontianak, teman saya disana mengajak saya memancing kepiting. Bagaimana cara memancing kepiting? Kami menggunakan sebatang bambu , mengikatkan tali ke batang bamboo itu, diujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil. Lalu kami mengayun bamboo agar batu di ujung tali terayun menuju kepiting yang kami incar, kami mengganggu kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar kepiting marah, dan kalau itu berhasil maka kepiting itu akan “menggigit” tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat bamboo dengan ujung tali berisi seekor kepiting gemuk yang sedang marah. Kami tinggal mengayun perlahan bamboo agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena dibawah wadah itu ada kompor dengan api yang sedang menyala. Kami celupkan kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan itu, seketika kepiting melepaskan gigitan dan tubuhnya menjadi merah, tak lama kemudian kami bisa menikmati keopipting rebus yang sangat lezat. Kepiting itu menjadi korban santapan kami karena kemarahannya, karena geramannya atas gangguan yang kami lakukan melalui sebatang bamboo, seutas tali dan sebuah batu kecil. Kita sering kali melihat banyak orang yang jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilagan peluang, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena MARAH. Jadi kalau anda menghadapi gangguan baik itu batu kecil atau besar, hadapilah dengan bijak. Redam kemarahan sebisa mungkin, lakukan penundaan dua tiga detik dengan menarik nafas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka atau basuh tangan dengan air, agar murka anda mereda dan anda terlepas dari ancaman wajan yang bisa menghancurkan masa depan anda…
Smile Forever :)

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Good Story To Read
« Reply #341 on: 27 December 2008, 12:59:32 PM »
"  Kebahagiaan terbesar dalam hidup adalah RASA PASTI bahwa kita
DICINTAI... "  -Victor Hugo-

Ini ada cerita bagus yang sering mencerminkan tingkah laku kita
sehari-hari. Sebelum kita berkenalan dengan orang, seringkali kita
sudah
bertanya-tanya seperti apa, bagaimana orangnya, baik tdk, cakep/cantik
tdk, asyik tdk. Scr tdk langsung, cara kita  "screening" sesama
mencerminkan bhw kita belum menerima orang apa  adanya, atau
conditional. Padahal, kita bisa mengubah cara pandang  kita kpd orang
lain dengan cara mengenalnya lebih dekat tanpa  terburu2 menilainya.

SIKAP MENERIMA.

Dalam hati setiap orang ada kebutuhan untuk merasa dicintai  tanpa
harus
diperiksa dahulu apakah ia pantas menerimanya. ~  Maurice Wagner

Joe agak pemalu ketika masih remaja,  dan bahkan ketika sudah duduk di
perguruan tinggi, ia juga tidak  memiliki keberanian untuk mengajak
kencan seorang gadis. Pada  suatu malam, Jake yang tinggal di kamar
lain
di asrama yang sama  memberinya tawaran yang tak dapat ditolaknya,
tawaran untuk memperkenalkannya dengan seorang gadis, teman pacar
Jake,
yang kebetulan sedang berkunjung untuk liburan akhir pekan. "Tidak,
terima  kasih," sahut Joe.  "Aku tidak mau kencan buta. "Jangan
khawatir dengan gadis ini," kata Jake meyakinkan Joe. "Julie gadis
istimewa, dan percayalah ia cantik. "Tidak," ulang  Joe. "Ini bukan
situasi yang mungkin gagal. Aku bahkan memberimu  jalan keluar,"papar
Jake. "Bagaimana?" tanya  Joe. "Waktu kita menjemput ke asrama mereka,
tunggulah sampai ia  keluar dari pintu, lalu periksalah sendiri. Bila
kamu memang  menyukainya, maka baguslah,kita akan menikmati malam yang
menyenangkan. Tapi kalau menurutmu  ia jelek,berpura-puralah  terkena
serangan asma. Cukup dengan 'Aaahhggggg !' lalu kau pegang
tenggorokanmu seolah-olah sulit bernapas. Apabila ia bertanya, 'Ada 
apa
?' katakan saja 'Asmaku kambuh.' Jadi kencan itu kita batalkan. 
Begitu
saja. Tidak usah ragu. Tidak akan ada masalah. Joe  ragu-ragu. Akan
tetapi ia setuju untuk mencobanya. Apa  ruginya?.

Ketika mereka tiba di pintu asrama mereka,  Joe mengetuk pintu, maka
keluarlah gadis itu. Joe mengamatinya dan  tidak dapat mempercayai
matanya.Ia cantik sekali.

Betapa beruntungnya dia ? Ia hampir tidak tahu harus berkata  apa.
Gadis
itu juga mengamati Joe dan tiba-tiba, "Aaahhggggg "Tampaknya tidak
hanya
mereka yang telah menyiapkan rencana  darurat.

Kebanyakan kita, entah kapan, pernah ditolak  oleh seseorang karena
kita
tidak cukup cerdas, tidak cukup  jangkung, tidak cukup gagah, tidak
cukup tampa n, tidak cukup  cantik, dan sebagainya ...

Betapa beratnya ketika kita  ditolak. Apabila kita menerima seseorang
tanpa syarat, kita  memberi mereka kebebasan untuk berada di luar diri
mereka sendiri.  Penerimaan yang tulus memungkinkan kita melihat nilai
sesungguhnya  seorang manusia.

Seorang wanita muda yang pernah  bertunangan dengan Mozart, sebelum ia
meraih ketenaran, seharusnya  hidup senang, andaikata ia mau menerima
Mozart tanpa syarat. Namun  karena terkesan oleh pria lain yang lebih
tampan,ia menjadi tidak  suka kepada musisi ini hanya karena ia
pendek.
Wanita itu akhirnya  memutuskan pertunangan mereka untuk pindah ke
pelukan orang yang  jangkung dan menarik.Ketika dunia mulai mengakui
Mozart atas prestasinya yang luar biasa dalam bidang musik, wanita
tersebut menyesal dengan keputusannya dahulu. "Aku tidak menyangka
bahwa
ia sejenius  itu. Yang kulihat hanyala h bahwa ia pendek."

Sikap menerima mengkomunikasikan cinta dan nilai dan memberi  orang
percaya diri untuk menjadi seperti apa adanya. Sikap  menerima juga
memungkinkan mereka menjadi siapapun mereka sampai  mereka menjadi
apapun semampu mereka.

Jika kita mencoba memaksa orang agar mereka menjadi seperti yang kita
inginkan, kecenderungan mereka untuk mempertahankan diri, keras
kepala,
dan sakit hati muncul. Namun, apabila Anda memberi mereka  peluang
untuk
menolak perubahan itu,berarti Anda juga memberi  mereka kebebasan
untuk
berubah.

Berhentilah menerima orang berdasarkan apa yang dapat, harus, atau
akan
terjadi pada mereka andaikata mereka mendengarkan Anda. Kita akan
terus
memandang seseorang melalui kacamata keharusan, kepantasan,  tuntutan
dan prasangka sampai kita menerima orang lain tanpa  syarat.

Eugene Kennedy pernah berkata, "Ketika  seseorang menghargai k ita apa
adanya, ia mempertegas keberadaan  kita."

 _/\_
Smile Forever :)

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
The Best Moments In Life
« Reply #342 on: 27 December 2008, 01:00:07 PM »
The Best Moments In Life
   
1. Falling in love.   :x
   
2. Laughing till your stomach hurts.  :))
   
3. Enjoying a ride down the ocuntry side.
   
4. Listening to your favorite song on the radio.
   
5. Going to sleep listening to the rain pouring outside.  |-)
   
6. Getting out of the shower and wrapping yourself with a warm, fuzzy towel.
   
7. Passing your final exams with good grades.
   
8. Being a part of an interesting conversation.
   
9. Finding some money in some old
pants.  $-)
   
10. Laughing at yourself.  :P
   
11. Sharing a wonderful dinner with all your friends.  ~o)
   
12. Laughing without a reason.  =))
   
13. "Accidentally" hearing someone say somthing good about you.
   
14. Watching the sunset.
   
15. Listening to a song that reminds you of an important person in your life.  :x
   
16. Receiving or giving your first kiss.  :-[
   
17. Feeling this buzz in your body when seeing this
"special" someone.
   
18. Having a great time with your friends.
   
19. Seeing the one you love happy.
   
20. Wearing the shirt of a person you love and smelling his/her perfume.
   
21. Visiting an old friend of yours and
remembering great memories.
   
22. Hearing someone telling you "I LOVE YOU"
   
"True friends come in the good times when we tell hem to, and come in the bad times.....without calling."
Smile Forever :)

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Seratus Nyawa
« Reply #343 on: 27 December 2008, 01:10:51 PM »
“Apakah kamu merasa lebih baik hari ini?” Fan tahu istrinya menderita penyakit TBC yang tidak mudah untuk disembuhkan, tetapi dia menjaganya dengan lembut dan sepenuh hati.
 
“Terima…kasih…atas… perhatianmu,” istrinya berkata terengah-engah kesakitan. Fan meminta dokter terbaik di Ching kou, Chen Shihying untuk mengobati istrinya. Dokter Chen memeriksa istrinya dengan hati-hati dan menyuruh Fan untuk menunggu.
 
“ Ada satu cara untuk mengobatinya, karena dia cukup parah,” kata dokter tersebut. “Ambil seratus kepala burung pipit, dan buat mereka menjadi obat sesuai resep ini. Kemudian pada hari ketiga dan ketujuh makan otak burung pipit tersebut. Itu adalah caranya. Ini merupakan rahasia turun-temurun dari nenek moyangku, dan tidak pernah gagal. Tetapi ingat, kamu harus mempunyai seratus burung pipit. Kamu bahkan tidak boleh kekurangan satu pun.”
 
Fan ingin sekali menolong istrinya, sehingga dia langsung pergi membeli seratus ekor burung pipit. Burung-burung itu berdesakan dalam satu sangkar yang besar. Mereka menciap-ciap dan berlompatan sangat memilukan, sebab tempatnya terlalu sempit bagi mereka untuk menikmati diri mereka sendiri. Bahkan mungkin mereka tahu kalau mereka akan dibunuh.
 
“Apa yang kau lakukan pada burung-burung tersebut?” Tanya Nyonya Fan.
 
“ini adalah resep spesial dokter Chen! Kita akan membuat mereka menjadi obat dan kamu akan segera sembuh,” suaminya dengan gembira menjawab.
 
“Tidak, jangan lakukan itu!” Nyonya Fan duduk di atas ranjangnya. “Kamu tidak boleh mengambil seratus nyawa untuk menyelamatkan satu nyawa saya! Saya lebih baik mati daripada membiarkan kamu membunuh semua burung pipit itu untukku!”
 
Fan tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
 
“Jika kamu benar-benar mencintai saya,” dia melanjutkan, “Lakukan sesuai permintaan saya. Buka sangkarnya dan lepaskan semua burung pipit itu pergi. Lalu jika saya mati, maka saya akan meninggal dengan tentram.” Apa yang dapat Fan lakukan? Fan mengambil sangkar itu dan dibawanya ke hutan kemudian dia membebaskan semua seratus burung pipit itu. Mereka terbang ke dalam semak-semak dan pohon-pohon dan bernyanyi serta berciap-ciap. Mereka terlihat dan bersuara seperti amat senang karena bebas.
 
Dalam beberapa hari, Nyonya Fan dapat bangun dari ranjang lagi, walaupun dia tidak minum obat apapun. Teman-teman dan saudara-saudaranya berdatangan untuk menyelamatinya karena kesembuhannya yang cepat dan relatif singkat dari penyakit yang mengerikan itu. Semuanya sangat senang.
 
Tahun berikutnya, keluarga Fan mendapat bayi laki-laki. Dia amat sehat dan lucu, tetapi yang lucu adalah di setiap lengannya terdapat sebuah tanda lahir berbentuk seperti burung pipit.
 
Sumber : Mencintai Kehidupan
Smile Forever :)

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Keong-keong yang disapu
« Reply #344 on: 27 December 2008, 01:11:23 PM »
Tahun 1952, Han Shinneng yang tinggal di Chiang Chou, Chiangsu bermimpi seorang Dewa memakai baju perang emas bergemerlapan mengatakan kepadanya, “Selamat! Saya membawa kabar baik. Kau akan dinaikkan jabatannya menjadi jabatan tertinggi di pemerintahan.”

Meskipun sedang bermimpi, Han tidak mempercayainya, “Mengapa begitu?” dia bertanya kepada sang Dewa.

“Karena begini,” sang Dewa berkata, “Kakekmu yang terhormat, Han Yung Chun dulunya miskin. Meski tidak punya cukup uang untuk keluarganya, dia senang melepas hewan. Setiap pagi ketika matahari naik, dia pergi ke kali dekat rumahmu dengan sebuah sapu. Kau mengetahui keong-keong yang disebut singa spiral dan bagaimana mereka berjalan keluar kali malam hari. Kakekmu menyapu singa-singa spiral dan menaruh mereka kembali ke kali di mana mereka aman dan tidak ada seorangpun yang tidak sengaja menginjak mereka. Dia terlalu miskin sehingga kadang-kadang dia tidak mampu untuk membeli makanan. Dia akan menyapu kali bermil-mil untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa lapar. Dengan cara ini, dia menyelamatkan beribu-ribu singa spiral.

Orang-orang dulu menertawakannya. “Tidak dapatkah kau menemukan hal lain untuk dilakukan dengan waktumu?” beberapa orang berkata. Yang lain bertanya, “Jika kau sangat lapar, mengapa kau tidak memakan keong-keong itu? Semua orang tahu mereka lezat!” Semua orang hanya menyeringai dan mengatakan dia bodoh, tetapi dia tidak perduli sedikitpun. Dia hanya melakukan apa yang dipikirnya benar. Dia merasa tidak perlu menaruh perhatian pada apa yang orang-orang katakan tentangnya. Dan bagaimanapun setiap kali menaruh singa-singa spiral kembali dengan aman ke air, dia merasakan kepuasan yang sangat besar. Dia merasa gembira, dan kegembiraan itu tidak dapat dibeli dengan uang.

“Kakekmu telah melakukan ini untuk lebih dari 40 tahun sekarang. Dia telah menyelamatkan banyak sekali nyawa siput dan bukan saja mendapat keberuntungan besar untuk dirinya sendiri, tetapi keberuntungan juga menurun kepada anak-anak dan cucu-cucunya untuk banyak generasi. Kau akan mendapat keberuntungan dari kebaikan kakekmu.

Di sana mimpi itu berhenti. Han Shihneng meneruskan kerjanya, dan tidak lama, dia naik pangkat lebih tinggi dan lebih tinggi, sehingga dia akhirnya mencapai kedudukan tertinggi di seluruh Kekaisaran Cina. Dia bahkan dikirim ke Korea untuk misi yang sangat penting. Dia sangat penting dan berkuasa, dan keluarganya makmur untuk banyak generasi. Ini karena kakeknya telah menjadi orang baik.

Sumber : Mencintai Kehidupan

Smile Forever :)