Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Motivasi dan Inspirasi  (Read 137113 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

Offline dewi_go

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.848
  • Reputasi: 69
  • Gender: Female
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #450 on: 07 June 2011, 06:47:55 PM »
*RENDAH HATI*
Kadang sepatah kata yang ketus membuat kita sakit hati sampai bertahun-tahun.
Sikap ceria dan kegembiraan selama ini tersapu habis oleh sepatah kata.
Kalau orang bertanya mengapa?
Anda akan menjawab: “kata-kata itu sungguh amat menyakitkan..”
Benarkah kata-kata itu yang begitu menyakitkan?
Ataukah Anda yang terlalu lemah? Bukan...
Anda tidak lemah, dan kata kata ketus itu pun tidak ada apa-apanya.
Permasalahannya adalah: Hati Anda yang terlalu tinggi.
Tinggi hati membuat harga diri, gengsi,keinginan dihormati, semua ikut menjadi tinggi.
Tinggi hati membuat Anda merasa diri terhormat, mulia dan sempurna.
Sikap inilah yang membuat Anda gampang tersinggung, mudah sakit hati dan berprasangka buruk.
Tinggi hati membuat Anda rapuh dan jiwa Anda lemah.
Jika Anda mau jadi kuat, belajarlah rendah hati setiap saat, maka kata-kata ketus di atas tidak akan berarti apa pun bagi Anda
Kerendahan hati membuat Anda tenang, hening namun tegar bagai samudera yang mengambil tempat paling rendah.
Rendah hati membuat Anda bebas leluasa
Rendah hati adalah sumber kekuatan dan sukacita.
Everyday is a happy day
As long as U text ME
Once a day...
I tell U this is NO LIE
A TEXT from U
Always makes ME
S•M•I•L•E ( kiriman seorg teman )
Sweet things are easy 2 buy,
but sweet people are difficult to find.
Life ends when u stop dreaming, hope ends when u stop believing,
Love ends when u stop caring,
Friendship ends when u stop sharing.
So share this with whom ever u consider a friend.
To love without condition... ......... .........

Offline Borsalino

  • Teman
  • **
  • Posts: 69
  • Reputasi: 8
  • Gender: Male
  • Like a G6
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #451 on: 18 October 2011, 12:36:37 PM »
Sharing About Motivasi dan Inspirasi

"Disamping Pria sukses selalu ada Wanita yg hebat"

"Hormatilah kaum Perempuan karena dari Merekalah terlahir para Pria Terhormat"

"Saya lebih memilih mati daripada harus melukai Seorang Wanita"

Offline Borsalino

  • Teman
  • **
  • Posts: 69
  • Reputasi: 8
  • Gender: Male
  • Like a G6
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #452 on: 19 October 2011, 12:52:04 PM »
"Jadilah apa adanya"


"Berhematlah"


"Tugaskan pekerjaan kepada orang yang tepat"


"Buat Tujuan yang jelas dan yakinkan mereka untuk fokus ke tujuan"


"Jangan Pamer, Jadilah diri sendiri & nikmati apa yang kamu lakukan"


Hindarilah kartu kredit dan berinvestasilah untuk diri Anda sendiri dan ingat : "Uang tidak menciptakan orang tetapi oranglah yang menciptakan uang. Hiduplah secara sederhana."


"Jangan lakukan apa yang orang lain katakan, dengarkanlah mereka, namun lakukan apa yang menurut Anda baik."


"Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang bermerk, pakailah apa yang sekiranya nyaman bagi Anda."


"Jangan memboroskan uang Anda untuk hal-hal yang tidak diperlukan, gunakanlah uang untuk membantu mereka yang kekurangan."


"Biar bagaimana pun orang lain tetap tidak dapat mengatur hidup Anda sendiri. Andalah yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya"


Warren Buffett

Offline CHANGE

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 598
  • Reputasi: 63
Saya Sudah Bukan Lagi Diriku
« Reply #453 on: 11 November 2011, 03:09:12 PM »

Saya Sudah Bukan Lagi Diriku   

 
Dalam legenda Yunani kuno alkisah ada sebuah cerita sebagai berikut : ada seseorang yang lupa membawa uang ketika ia bepergian, lalu ia mencari seorang temannya untuk meminjam sejumlah uang.

Setelah berselang cukup lama, orang ini tak kunjung mengembalikan uang yang dipinjamnya sehingga temannya mendatanginya untuk menagih hutang tersebut. Namun orang itu justru berkata, “Segala sesuatunya telah berubah, saya yang sekarang ini bukan lagi saya yang meminjam uang darimu waktu itu.”

Teman yang mendengar pernyataan ini pun naik pitam dan melayangkan tinjunya memukul orang itu dengan penuh amarah. Orang yang telah memungkiri hutangnya ini pun menjadi gusar karena malu dan melaporkan masalah ini kepada aparat.

Di depan aparat, temannya itu pun berkata, “Segala sesuatunya telah berubah, saya yang sekarang ini bukan lagi saya yang memukulmu tadi.” Orang yang memungkiri hutangnya hanya dapat menahan emosinya dengan wajah merah padam dan mata terbelalak hingga hanya menampakkan putihnya saja, dan tidak mampu berkata-kata sepatah pun.

Cerita ini sangat menarik, juga sangat bermakna. Jika ditilik dari sudut pandang manusia, setiap hal yang telah kita lakukan biasanya tidak mudah kita lupakan, sama halnya dengan orang yang telah meminjam uang dari temannya ini, tidak akan lupa semudah itu. Meskipun ia telah lupa, jika diingatkan lagi oleh sang teman, ia pasti akan bisa mengingatnya kembali.

Akan tetapi ia telah mengucapkan kata-kata seperti itu untuk memungkiri hutangnya tersebut. Dan temannya itu pun menggunakan cara yang sama untuk memberi pelajaran terhadap dirinya.

Cerita ini seolah mengatakan bahwa saya tetap adalah saya, walaupun segala sesuatu telah mengalami perubahan, walaupun saya sendiri juga telah mengalami perubahan, namun saya tetap adalah saya.

Saya berpendapat : inti yang paling dalam pada diri seorang manusia adalah tidak berubah, saya tetap adalah saya. Namun lingkungan di sekeliling inti ini telah mengalami perubahan setiap saat, saya juga bukan saya lagi, saya sudah bukan saya. Saya adalah saya, tapi juga bukan saya. Hanya di dalam perubahan, saya baru dapat menemukan diri saya yang diam dan tak berubah, hanya di dalam tidak adanya perubahan itu saya merasakan perubahan dalam diri saya.

Memang, saya yang telah meminjam uang pada waktu itu sudah bukan lagi saya yang sekarang ini. Saya yang memukul orang pada waktu itu, juga sudah bukan saya yang sekarang ini lagi. Seorang filosof Barat pernah berkata, “Anda tidak akan mungkin masuk ke dalam aliran sungai yang sama untuk kedua kalinya.” Karena aliran sungai itu sudah berubah, sudah bukan lagi aliran sungai semula. Maka hal itu juga berlaku pada manusia, Anda yang kemarin sudah mati, dan Anda yang hari ini telah terlahir kembali.

Manusia senantiasa berubah setiap harinya dan dalam setiap detik, timbul perubahan jasmaniah, timbul perubahan rohaniah, dan perubahan itu sendiri adalah satu-satunya yang tidak berubah.

Menurut saya kita harus senantiasa menekankan perubahan ini, terlebih-lebih harus menyesuaikan diri dengan perubahan ini, dan tidak bertindak seperti apa yang kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari, mati-matian mempertahankan prinsip diri saya yang tidak akan berubah ini, tidak rela melepaskannya sehingga amat sangat menyiksa diri sendiri.

Ada seorang teman saya yang pada masa mudanya berpacaran dengan seorang gadis, dan cinta mereka sungguh membara namun pada akhirnya si gadis mendadak memutuskan untuk berubah pikiran, dan mencintai seorang pria lain.

Teman saya ini merasa amat terpukul dan sangat tersiksa atas kejadian itu. Hingga hari ini meskipun kejadian itu telah 30 tahun berlalu, setiap kali teringat akan kejadian tersebut ia masih dapat merasakan kepiluan dan hatinya tidak merasa tentram. Hal ini dikarenakan ia telah menyamakan dirinya yang dulu dengan dirinya yang sekarang ini.

Sesuatu kejadian yang kita alami di masa lalu boleh saja kita ingat tapi jangan sampai kejadian dan pengalaman di masa lalu itu mempengaruhi kehidupan kita sekarang ini, mengekang dan mengatur kehidupan kita sekarang, membuat diri kita selalu hidup dalam bayang-bayang masa lalu, perbuatan ini merupakan hal yang paling bodoh.

Harus diingat bahwa saya yang kemarin sudah tidak eksis lagi, dan saya yang ada pada hari ini adalah saya yang benar-benar baru, dengan demikian barulah kita dapat benar-benar hidup di saat sekarang ini.

Saya pernah mendengar suatu kisah : ada seorang juru masak yang dinobatkan sebagai koki yang paling hebat, teknik memasaknya sangat hebat. Tapi dia tidak puas terhadap kehidupannya, lalu ia pun pergi untuk menjadi biksu. Setelah beberapa tahun berlalu, ada seseorang yang berasal dari suatu tempat yang jauh sekali datang ke kuil itu dan bermaksud untuk menawarkan jabatan sebagai koki kepala dengan gaji tinggi.

Biksu itu berkata kepada si pengunjung, “Apa? Saya dulu adalah seorang juru masak yang hebat? Mengapa saya sama sekali tidak mengetahuinya?”

Ia mengatakan bahwa ia telah lupa akan hal itu, setelah selesai mengatakan demikian, ia pun kembali ke dalam kuil dan memakan dengan lahap masakan sederhana yang biasa dimakan oleh para biksu.

Pada hakekatnya ia tidak pernah lupa akan keahlian dan pengalamannya di masa lalu. Justru di sinilah letak kepintarannya, ia berpendapat bahwa ia pada masa lalu sudah tidak eksis lagi, saya yang sekarang adalah saya yang benar-benar baru, melewati kehidupan sekarang ini dengan baik, lalu mengapa harus membiarkan kehidupan masa lalu mempengaruhi kehidupan sekarang ini? Mengapa harus mempertahankan masa lalu saya dan tidak melepaskannya?

Dengan melalui setiap hari dengan baik, berarti telah bertanggung jawab terhadap kehidupan kita sehari-hari, dan hanya dengan mengakui bahwa kita berbeda setiap harinya, barulah kita dapat terjun ke dalam kehidupan setiap hari, dan menikmati kehidupan.

Seorang teman saya merupakan mahasiswa cemerlang lulusan Universitas Beijing telah mendapatkan suatu pekerjaan yang sangat penting dengan jabatan yang tinggi.

Setelah pindah ke Australia ia tidak bisa mendapatkan pekerjaan kantoran. Pekerjaanya adalah sebagai pekerja harian di pabrik, selain itu dia juga berdagang kecil-kecilan.

Setiap hari ia selalu berkeluh kesah, dan mengeluarkan semua keluhan dan kejengkelannya, kehidupannya menjadi sangat menderita. Hal itu juga merupakan pengaruh dari keakuannya di masa lampau.

Kebanggaan bahwa ia  seorang siswa cemerlang lulusan Universitas Beijing telah sirna. Jabatan yang tinggi pun telah berlalu, yang ada hanyalah dirinya sendiri yang harus menghadapi hidup di Australia. Tak peduli dengan cara berdagang kecil-kecilan atau bekerja serabutan, semuanya tidak ada yang buruk. Melewati hari-hari dengan baik di Australia, sebenarnya hal itulah yang  terpenting, mengapa harus mempermasalahkan keadaan masa lalu yang telah lewat?

Di dalam kitab Buddha ada suatu kalimat yang berbunyi, “Hati masa lampau tidak didapat, hati masa sekarang tidak didapat, hati yang akan datang tidak didapat.”

Dengan kata lain, setiap hal senantiasa mengalami perubahan, jika hendak mempertahankan sesuatu di masa lampau dan tidak mau melepaskannya adalah suatu tindakan yang bodoh dan menggelikan. Karena sudah sejak dulu hal itu sirna bagaikan air di dalam aliran sungai, selamanya tidak akan bisa ditahan.

Ketika masa lalu berakhir dan masa akan datang dimulai, saat itu kita tidak boleh membiarkan masa lalu kita mengendalikan masa depan kita. Manusia hanya mengikuti perubahan pada diri masing-masing tanpa keterikatan, sepenuhnya hidup dalam kehidupan masing-masing yang benar-benar baru, memasuki kehidupan yang abadi.

Offline CHANGE

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 598
  • Reputasi: 63
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #454 on: 10 March 2012, 09:14:03 AM »
UANG KOIN DALAM SEPATU       

Seorang pria muda, mahasiswa di salah satu universitas, suatu hari berjalan-jalan dengan seorang profesor, yang biasa disebut sebagai “teman mahasiswa.”

Saat berjalan bersama, mereka melihat sepasang sepatu tua yang tergeletak di jalan. Mereka menduga milik seorang miskin yang bekerja di dekat lapangan, dan hampir selesai dari pekerjaannya.
 
Mahasiswa itu menoleh kepada profesor dan berkata: "Mari kita kerjain pemilik sepatu ini. Kita akan menyembunyikan sepatunya, lalu kita menyembunyikan diri di balik semak-semak dan menunggu untuk melihat kebingungannya ketika dia tidak dapat menemukan sepatunya"
 
Mendengar ajakan mahasiswa itu, sang profesor menjawab, "Teman mudaku, kita seharusnya tidak menghibur diri dengan mengorbankan orang miskin. Karena kamu kaya, mungkin akan dapat memberikanmu kesenangan yang jauh lebih besar melalui orang miskin ini. Masukkan uang koin ke dalam masing-masing sepatu. Kemudian kita akan menyembunyikan diri untuk melihat bagaimana penemuan koin itu akan mempengaruhi dirinya. "
 
Mahasiswa itu melakukan ide yang disarankan sang profesor. Mereka berdua menyembunyikan diri di balik semak-semak disekitarnya. Orang miskin tersebut segera menyelesaikan pekerjaannya, menuju ke lapangan tempat dia meninggalkan mantel dan sepatu.
 
Sambil mengenakan mantelnya dia memasukkan kakinya ke salah satu sepatunya, tetapi merasa ada sesuatu yang keras, dia membungkuk untuk melihatnya dan menemukan sebuah uang koin. Perasaan heran dan bertanya-tanya terlihat di wajahnya. Dia menatap koin, melihat lagi dan lagi.
 
Dia kemudian melihat ke sekelilingnya di semua sisi, namun tidak ada orang yang terlihat. Dia sekarang memasukkan uang koin itu ke dalam sakunya, dan mulai mengenakan sepatu yang satunya. Dia terkejut untuk dua kalinya karena menemukan koin yang lain.
 
Perasaan gembira menyelimuti hatinya, dia jatuh berlutut, menengadah ke langit dan mengucapkan keras-keras rasa syukur yang sungguh-sungguh, di mana ia berbicara tentang istrinya yang sakit dan tak berdaya, serta anak-anaknya yang tanpa persediaan roti di rumah. Dia merasakan karunia tepat waktu dari beberapa tangan yang tidak diketahui, dan telah menyelamatkannya dari kehancuran.
 
Mahasiswa itu berdiri di sana sangat tersentuh hatinya dan sangat terharu, matanya penuh dengan air mata.
 
"Sekarang bukankah hal ini membuat kamu menjadi jauh lebih baik dibanding dengan kesenangan kamu mempermainkan perasaan orang lain dengan perbuatan usil yang kamu maksudkan?" kata profesor
 
Si pemuda menjawab, "Anda telah mengajari saya sebuah pelajaran yang tidak akan pernah saya lupakan. Sekarang saya telah merasakan kebenaran kata-kata Anda, yang saya tidak pernah mengerti sebelumnya. ADALAH LEBIH BERBAHAGIA MEMBERI DARI PADA MENERIMA

Offline CHANGE

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 598
  • Reputasi: 63
Orang Suci dan Iblis
« Reply #455 on: 16 August 2012, 10:46:46 AM »

Orang Suci dan Iblis


Ada seorang pelukis sangat ingin melukis lukisan Yesus, tetapi dia tidak dapat menemukan seorang model yang wajahnya penuh belas kasih seperti Yesus. Ada orang yang memberitahukannya bahwa di gereja ada seorang pastor ( pendeta ) yang wajahnya sangat ramah dan penuh belas kasih dan menyarankan supaya dia pergi mencari pastor tersebut. Akhirnya dia datang menjumpai pastor tersebut menawarkan sejumlah uang kepadanya supaya mau menjadi modelnya, akhirnya lukisan tersebut selesai dilukis, setelah lukisan ini dipublikasi, pelukis ini menjadi sangat terkenal.

 Setelah itu ada yang menyarankan kepadanya, “di dunia ini bukan hanya ada orang suci saja, iblis juga ada, kenapa engkau tidak sekalian melukis iblis dan setan?” Pelukis ini merasa ide orang tersebut sangat bagus, lalu dia pergi ke penjara mencari seseorang yang wajahnya bengis dan menyeramkan sebagai modelnya.
 
Tetapi tidak disangka, revidis yang dipenjara ini setelah melihat pelukis ini langsung menangis dengan sedih dan berkata, “Kenapa engkau datang mencari saya lagi? Orang suci yang dahulu engkau lukis adalah saya.” Setelah pelukis ini mendengar perkataannya sangat terkejut berkata, “Mana mungkin itu kamu?”
 
Revidis ini berkata sambil menangis, “Setelah saya mendapatkan uang yang banyak darimu, saya tidak ingin tinggal di gereja lagi, saya membawa uang tersebut pergi berfoya-foya, setelah uang tersebut habis saya sudah tidak dapat mengekang keinginan tersebut lagi, lalu pergi merampok, mencuri dan menipu orang lain akhirnya saya berubah seperti sekarang ini berada dipenjara ini.”
 
Setelah pelukis ini mendengar perkataanya tidak bisa mengucapkan sepatah katapun berjalan berlalu dari tempat tersebut.
 
Cerita ini mengajarkan kepada kita, niat pikiran ( Pikiran Adalah Pelopor ) seseorang yang berubah dalam sekejap dapat membuat seseorang itu berada di surga ataupun di neraka. Hidup dimasyarakat yang penuh godaan akan nama, kedudukan, kekayaan, hati kita harus tetap bisa bersikap teguh , tulus dan tidak tercemar, supaya lahan yang murni didalam hati kita dapat ditaburi dengan bibit harapan yang baik. Begini akibatnya jika Pikiran tidak diawasi, diamati dan dikontrol dengan baik dan benar. Pikiran menjadi sumber dalam menentukan kita menjadi Orang Suci atau Iblis.

Karena didunia ini memang sangat banyak hal yang dapat menjatuhkan dan menghempaskan kita. Tetapi yang benar benar menjatuhkan dan menghempaskan secara TOTAL adalah Sikap dan Perilaku yang tidak baik, dan semua ini bermula dari Pikiran.
 

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Orang Suci dan Iblis
« Reply #456 on: 13 July 2013, 06:52:48 PM »
Bro CHANGE ijin sundul tulisannya ya, ini kisahnya menarik sekali buat saya  ^:)^

Orang Suci dan Iblis


Ada seorang pelukis sangat ingin melukis lukisan Yesus, tetapi dia tidak dapat menemukan seorang model yang wajahnya penuh belas kasih seperti Yesus. Ada orang yang memberitahukannya bahwa di gereja ada seorang pastor ( pendeta ) yang wajahnya sangat ramah dan penuh belas kasih dan menyarankan supaya dia pergi mencari pastor tersebut. Akhirnya dia datang menjumpai pastor tersebut menawarkan sejumlah uang kepadanya supaya mau menjadi modelnya, akhirnya lukisan tersebut selesai dilukis, setelah lukisan ini dipublikasi, pelukis ini menjadi sangat terkenal.

 Setelah itu ada yang menyarankan kepadanya, “di dunia ini bukan hanya ada orang suci saja, iblis juga ada, kenapa engkau tidak sekalian melukis iblis dan setan?” Pelukis ini merasa ide orang tersebut sangat bagus, lalu dia pergi ke penjara mencari seseorang yang wajahnya bengis dan menyeramkan sebagai modelnya.
 
Tetapi tidak disangka, revidis yang dipenjara ini setelah melihat pelukis ini langsung menangis dengan sedih dan berkata, “Kenapa engkau datang mencari saya lagi? Orang suci yang dahulu engkau lukis adalah saya.” Setelah pelukis ini mendengar perkataannya sangat terkejut berkata, “Mana mungkin itu kamu?”
 
Revidis ini berkata sambil menangis, “Setelah saya mendapatkan uang yang banyak darimu, saya tidak ingin tinggal di gereja lagi, saya membawa uang tersebut pergi berfoya-foya, setelah uang tersebut habis saya sudah tidak dapat mengekang keinginan tersebut lagi, lalu pergi merampok, mencuri dan menipu orang lain akhirnya saya berubah seperti sekarang ini berada dipenjara ini.”
 
Setelah pelukis ini mendengar perkataanya tidak bisa mengucapkan sepatah katapun berjalan berlalu dari tempat tersebut.
 
Cerita ini mengajarkan kepada kita, niat pikiran ( Pikiran Adalah Pelopor ) seseorang yang berubah dalam sekejap dapat membuat seseorang itu berada di surga ataupun di neraka. Hidup dimasyarakat yang penuh godaan akan nama, kedudukan, kekayaan, hati kita harus tetap bisa bersikap teguh , tulus dan tidak tercemar, supaya lahan yang murni didalam hati kita dapat ditaburi dengan bibit harapan yang baik. Begini akibatnya jika Pikiran tidak diawasi, diamati dan dikontrol dengan baik dan benar. Pikiran menjadi sumber dalam menentukan kita menjadi Orang Suci atau Iblis.

Karena didunia ini memang sangat banyak hal yang dapat menjatuhkan dan menghempaskan kita. Tetapi yang benar benar menjatuhkan dan menghempaskan secara TOTAL adalah Sikap dan Perilaku yang tidak baik, dan semua ini bermula dari Pikiran.
I'm an ordinary human only

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #457 on: 13 July 2013, 07:16:30 PM »
Ijin bro CHANGE ya untuk nyundulin kisah menarik nya  ;D

UANG KOIN DALAM SEPATU       

Seorang pria muda, mahasiswa di salah satu universitas, suatu hari berjalan-jalan dengan seorang profesor, yang biasa disebut sebagai “teman mahasiswa.”

Saat berjalan bersama, mereka melihat sepasang sepatu tua yang tergeletak di jalan. Mereka menduga milik seorang miskin yang bekerja di dekat lapangan, dan hampir selesai dari pekerjaannya.
 
Mahasiswa itu menoleh kepada profesor dan berkata: "Mari kita kerjain pemilik sepatu ini. Kita akan menyembunyikan sepatunya, lalu kita menyembunyikan diri di balik semak-semak dan menunggu untuk melihat kebingungannya ketika dia tidak dapat menemukan sepatunya"
 
Mendengar ajakan mahasiswa itu, sang profesor menjawab, "Teman mudaku, kita seharusnya tidak menghibur diri dengan mengorbankan orang miskin. Karena kamu kaya, mungkin akan dapat memberikanmu kesenangan yang jauh lebih besar melalui orang miskin ini. Masukkan uang koin ke dalam masing-masing sepatu. Kemudian kita akan menyembunyikan diri untuk melihat bagaimana penemuan koin itu akan mempengaruhi dirinya. "
 
Mahasiswa itu melakukan ide yang disarankan sang profesor. Mereka berdua menyembunyikan diri di balik semak-semak disekitarnya. Orang miskin tersebut segera menyelesaikan pekerjaannya, menuju ke lapangan tempat dia meninggalkan mantel dan sepatu.
 
Sambil mengenakan mantelnya dia memasukkan kakinya ke salah satu sepatunya, tetapi merasa ada sesuatu yang keras, dia membungkuk untuk melihatnya dan menemukan sebuah uang koin. Perasaan heran dan bertanya-tanya terlihat di wajahnya. Dia menatap koin, melihat lagi dan lagi.
 
Dia kemudian melihat ke sekelilingnya di semua sisi, namun tidak ada orang yang terlihat. Dia sekarang memasukkan uang koin itu ke dalam sakunya, dan mulai mengenakan sepatu yang satunya. Dia terkejut untuk dua kalinya karena menemukan koin yang lain.
 
Perasaan gembira menyelimuti hatinya, dia jatuh berlutut, menengadah ke langit dan mengucapkan keras-keras rasa syukur yang sungguh-sungguh, di mana ia berbicara tentang istrinya yang sakit dan tak berdaya, serta anak-anaknya yang tanpa persediaan roti di rumah. Dia merasakan karunia tepat waktu dari beberapa tangan yang tidak diketahui, dan telah menyelamatkannya dari kehancuran.
 
Mahasiswa itu berdiri di sana sangat tersentuh hatinya dan sangat terharu, matanya penuh dengan air mata.
 
"Sekarang bukankah hal ini membuat kamu menjadi jauh lebih baik dibanding dengan kesenangan kamu mempermainkan perasaan orang lain dengan perbuatan usil yang kamu maksudkan?" kata profesor
 
Si pemuda menjawab, "Anda telah mengajari saya sebuah pelajaran yang tidak akan pernah saya lupakan. Sekarang saya telah merasakan kebenaran kata-kata Anda, yang saya tidak pernah mengerti sebelumnya. ADALAH LEBIH BERBAHAGIA MEMBERI DARI PADA MENERIMA
I'm an ordinary human only

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #458 on: 14 July 2013, 01:31:04 AM »
Ijin sundulin lagi kisah2 menarik, pesan yang sangat penting sekali SEBELUM SEMUA TERLAMBAT KOMUNIKASI kan lah dengan terbuka kedua belah pihak.  :lotus:

Mertua dan Menantu

Bagi yg sudah pernah baca, luangkan waktu untuk baca sekali lagi
Ini adalah cerita sebenarnya ( diceritakan oleh Lu Di dan di edit oleh
Lian Shu Xiang )

Sebuah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah
tangga.Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka,tetapi
segalanya sudah terlambat. Membawa nenek utk tinggal bersama
menghabiskan masa tuanya bersama kami, malah telah menghianati ikrar
cinta yg telah kami buat selama ini,setelah 2 tahun menikah, saya dan
suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama .
Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya, dia adalah satu-satunya
harapan nenek, nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga
tamat  kuliah.

Saya terus mengangguk tanda setuju, kami segera menyiapkan sebuah kamar
yg menghadap taman untuk nenek, agar dia dapat berjemur, menanam bunga
dan sebagainya. Suami berdiri didepan kamar yg sangat kaya dgn sinar
matahari,tidak sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkat
saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata
:"Mari,kita jemput nenek di kampung".

Suami berbadan tinggi besar, aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke
dadanya yg bidang, ada suatu perasaan nyaman dan aman disana. Aku
seperti sebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan
kedalam kantongnya. Kalau terjadi selisih paham diantara kami, dia suka
tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar
sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan.Aku sungguh menikmati
saat-saat seperti itu.

Kebiasaan nenek di kampung tidak berubah. Aku suka sekali  menghias rumah
dengan bunga segar, sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata
kepada suami:"Istri kamu hidup foya-foya, buat apa beli bunga? Kan bunga
tidak bisa dimakan?" Aku menjelaskannya kepada nenek:"Ibu, rumah dengan
bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih
gembira."Nenek berlalu sambil mendumel, suamiku berkata sambil tertawa:
"Ibu, ini kebiasaan orang kota, lambat laun ibu akan terbiasa juga."
Nenek tidak protes lagi, tetapi setiap kali melihatku pulang sambil
membawa bunga,dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga
bunga itu, setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil
menggeleng-gelengkan kepala. Setiap membawa pulang barang belanjaan,dia
selalu tanya itu berapa harganya ,ini berapa.Setiap aku jawab, dia
selalu berdecak dengan suara keras.Suamiku memencet hidungku sambil
berkata:"Putriku, kan kamu bisa berbohong.Jangan katakan harga  yang
sebenarnya." Lambat laun, keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik.
Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan
sarapan pagi untuk dia sendiri, di mata nenek seorang anak laki-laki
masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan. Di meja makan, wajah
nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya. Nenek
selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan
sendok, itulah cara dia protes.

Aku adalah instrukstur tari, seharian terus menari membuat badanku
sangat letih, aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun
pagi apalagi disaat musim dingin. Nenek kadang juga suka membantuku di
dapur, tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot, misalnya; dia
suka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan, dikumpulkan bisa
untuk dijual katanya.Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong
plastik, dimana-mana  terlihat kantong plastik besar tempat semua
kumpulan kantong plastik.

Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairan
pencuci, agar supaya dia tidak tersinggung, aku selalu mencucinya sekali
lagi pada saat dia sudah tidur.Suatu hari, nenek mendapati aku sedang
mencuci piring malam harinya, dia segera masukke kamar sambil membanting
pintu dan menangis.Suamiku jadi serba salah, malam itu kami tidur
seperti orang bisu, aku coba bermanja-manja dengan dia, tetapi dia tidak
perduli. Aku menjadi kecewa dan marah."Apa salahku?" Dia melotot sambil
berkata:"Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itu
bisa membuatmu mati?"

Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg culup lama, suasana
mejadi kaku. Suamiku menjadi sangat kikuk, tidak tahu harus berpihak
pada siapa? Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur, setiap
pagi dia selalu bangun lebih pagi  dan menyiapkan sarapan untuknya, suatu
kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan
lahap, dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku,
seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri?
Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu, aku selalu membeli
makanan diluar pada saat berangkat kerja. Saat tidur, suami berkata:"Lu
di, apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehingga
kamu tidak pernah makan di rumah?" sambil memunggungiku dia berkata
tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku.Dan dia
akhirnya berkata:"Anggaplah ini sebuah permintaanku, makanlah bersama
kami setiap pagi."Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serba
canggung itu.

Pagi itu nenek memasak bubur, kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu
perasaan yg sangat mual menimpaku, seakan-akan isi perut mau keluar
semua.Aku menahannya  sambil berlari ke kamar mandi, sampai disana aku
segera mengeluarkan semua isi perut. Setelah agak reda, aku melihat
suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar
mata yg tajam, diluar sana terdengar suara tangisan nenek dan
berkata-kata dengan bahasa daerahnya. Aku terdiam dan terbengong tanpa
bisa berkata-kata. Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!.
Pertama kali dalam perkawinanku, aku bertengkar hebat dengan suamiku,
nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh……suamiku
segera mengejarnya keluar rumah.


Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa nenek.

Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga meneleponku.
Aku sangat kecewa, semenjak kedatangan nenek di rumah ini, aku sudah
banyak mengalah, mau bagaimana lagi? Entah kenapa aku selalu merasa mual
dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang 
kacau, sungguh sangat menyebalkan. Akhirnya teman sekerjaku berkata:"Lu
Di, sebaiknya kamu periksa ke dokter."Hasil pemeriksaan menyatakan aku
sedang hamil. Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu. Sebuah
berita gembira yg terselip juga kesedihan. Mengapa suami dan nenek
sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu?
Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku, 3 hari tidak bertemu dia
berubah drastis, muka kusut kurang tidur, aku ingin segera berlalu
tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya. Dia melihat ke
arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi, pandangan matanya
penuh dengan kebencian dan itu melukaiku. Aku berkata pada diriku
sendiri, jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi. Padahal aku
ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak. Dan
berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku
minta ampun  tetapi..... mimpiku tidak menjadi kenyataan. Didalam taksi
air mataku mengalir dengan deras. Mengapa kesalah pahaman ini berakibat
sangat buruk?

Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi,
memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian, aku menangis dengan
sedihnya. Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci, aku
menyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedang
mengambil uang dan buku tabungannya. Aku nenatapnya dengan dingin tanpa
berkata-kata. Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu.
Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku. Sungguh lelaki yg
sangat picik, dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta
dengan uang. Aku tersenyum sambil menitikan air mata.

Aku tidak masuk kerja keesokan harinya, aku ingin secepatnya membereskan
masalah ini, aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi
mencarinya  di kantornya.Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg
melihatku dengan wajah bingung."Ibunya pak direktur baru saja mengalami
kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit. Mulutku terbuka
lebar.Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya, nenek sudah
meninggal. Suamiku tidak pernah menatapku, wajahnya kaku. Aku memandang
jasad nenek yg terbujur kaku. Sambil menangis aku menjerit dalam
hati:"Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?"

Sampai selesai upacara pemakaman, suamiku tidak pernah bertegur sapa
denganku, jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian.
Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain, pagi itu nenek
berjalan ke arah terminal, rupanya dia mau kembali ke kampung. Suamiku
mengejar sambil berlari, nenek juga berlari makin cepat sampai tidak
melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang. Aku baru
mengerti mengapa pandangan suamiku  penuh dengan kebencian. Jika aku
tidak muntah pagi itu, jika kami tidak bertengkar, jika............dimatanya, akulah penyebab kematian nenek.

Suamiku pindah ke kamar nenek, setiap malam pulang kerja dengan badan
penuh dengan bau asap rokok dan alkohol. Aku merasa bersalah tetapi juga
merasa harga diriku terinjak-injak. Aku ingin menjelaskan bahwa semua
ini bukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera
mempunyai anak. Tetapi melihat sinar matanya, aku tidak pernah
menjelaskan masalah ini. Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya
walaupun ini bukan salahku. Waktu berlalu dengan sangat lambat.Kami
hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain. Dia pulang
makin larut malam. Suasana tegang didalam rumah.

Suatu hari, aku berjalan melewati sebuah café, melalui keremangan lampu
dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita
didalam. Dia sedang menyibak  rambut sang gadis dengan mesra. Aku
tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi. Aku masuk kedalam dan
berdiri di depan mereka sambil menatap tajam kearahnya. Aku tidak
menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga tidak tahu harus
berkata apa. Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak
berlalu. Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku
dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku. Suara detak jangtungku
terasa sangat keras, setiap detak suara seperti suara menuju kematian.
Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka, jika tidak..
mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka.

Malam itu dia tidak pulang ke rumah. Seakan menjelaskan padaku apa yang
telah terjadi. Sepeninggal nenek, rajutan cinta kasih kami juga
sepertinya telah berakhir. Dia tidak kembali lagi ke rumah, kadang
sewaktu pulang ke rumah, aku mendapati lemari seperti bekas  dibongkar.
Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya. Aku tidak
ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk
menjelaskan semua ini. Tetapi itu tidak terjadi........., semua berlalu
begitu saja.

Aku mulai hidup seorang diri, pergi check kandungan seorang diri. Setiap
kali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama, hati
ini serasa hancur. Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayi
ini, tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankan
miliknya. Hitung-hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak
bersalah.

"Suatu hari pulang kerja,aku melihat dia duduk didepan ruang tamu.
Ruangan penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja,
tidak perlu tanya aku juga tahu surat apa itu.2 bulan hidup sendiri, aku
sudah bisa mengontrol emosi. Sambil membuka mantel dan topi aku berkata
kepadanya:""Tunggu  sebentar, aku akan segera menanda tanganinya"".Dia
melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku. Aku berkata
pada diri sendiri, jangan menangis, jangan menangis. Mata ini terasa
sakit sekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar.
Selesai membuka mantel, aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia
memperhatikan perutku yg agak membuncit. Sambil duduk di kursi, aku
menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya.""Lu Di, kamu
hamil?"" Semenjak nenek meninggal, itulah pertama kali dia berbicara
kepadaku. Aku tidak bisa lagi membendung air mataku yg menglir keluar
dengan derasnya. Aku menjawab:""Iya, tetapi tidak apa-apa. Kamu sudah
boleh pergi"".Dia tidak pergi, dalam keremangan ruangan kami saling
berpandangan. Perlahan-lahan dia membungkukan badannya ke tanganku, air
matanya terasa menembus lengan bajuku.Tetapi di lubuk hatiku, semua
sudah berlalu, banyak hal yg sudah  pergi dan tidak bisa diambil kembali.
"Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata:"Maafkan
aku, maafkan aku". Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak
bisa. Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan.Cinta
diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga. Semua ini adalah sebuah
akibat kesengajaan darinya.

Berharap dinding es itu akan mencair, tetapi yang telah berlalu tidak
akan pernah kembali.Hanya sewaktu memikirkan bayiku, aku bisa bertahan
untuk terus hidup. Terhadapnya, hatiku dingin bagaikan es, tidak pernah
menyentuh semua makanan pembelian dia, tidak menerima semua hadiah
pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya. Sejak menanda tangani
surat itu, semua cintaku padanya sudah berlalu, harapanku telah lenyap
tidak berbekas.

Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku, aku segera
berlalu ke ruang tamu, dia terpaksa kembali ke  kamar nenek. Malam hari,
terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak
perduli. Itu adalah permainan dia dari dulu. Jika aku tidak perduli
padanya, dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan
bertanya apa yang sakit. Dia lalu akan memelukku sambil tertawa
terbahak-bahak. Dia lupa........, itu adalah dulu, saat cintaku masih
membara, sekarang apa lagi yg aku miliki?

Begitu seterusnya, setiap malam aku mendengar suara orang mengerang
sampai anakku lahir. Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang
perlengkapan bayi, perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk
anak-anak. Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan
barang-barang. Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak
bergeming. Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar, malam hari dari
kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer. Mungkin dia
lagi  tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku. Bagiku
itu bukan lagi suatu masalah.

Suatu malam di musim semi, perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku
berteriak dengan suara yg keras. Dia segera berlari masuk ke kamar,
sepertinya dia tidak pernah tidur. Saat inilah yg ditunggu-tunggu
olehnya. Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit.
Sepanjang jalan, dia mengenggam dengan erat tanganku, menghapus keringat
dingin yg mengalir di dahiku. Sampai di rumah sakit, aku segera
digendongnya menuju ruang bersalin. Di punggungnya yg kurus kering, aku
terbaring dengan hangat dalam dekapannya. Sepanjang hidupku, siapa lagi
yg mencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia?

Sampai dipintu ruang bersalin, dia memandangku dengan tatapan penuh
kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan, sambil menahan sakit
aku masih sempat tersenyum padanya. Keluar dari ruang bersalin, dia 
memandang aku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil
tersenyum bahagia. Aku memegang tangannya, dia membalas memandangku
dengan bahagia, tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai. Aku
berteriak histeris memanggil namanya.

Setelah sadar, dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya………aku
pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya,
tetapi kenyataannya tidak demikian, aku tidak pernah merasakan sesakit
saat ini. Kata dokter, kanker hatinya sudah sampai pada stadium
mematikan, bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah
mukjijat. Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata
dokter, bersiap-siaplah menghadapi kemungkinan terburuk. Aku tidak lagi
perduli dengan nasehat perawat, aku segera pulang ke rumah dan ke kamar
nenek lalu menyalakan komputer.

Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa  adanya, aku
masih berpikir dia sedang bersandiwara…………Sebuah surat yg sangat panjang
ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami."Anakku, demi dirimu
aku terus bertahan, sampai aku bisa melihatmu. Itu adalah harapanku. Aku
tahu dalam hidup ini, kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan
kekecewaan, sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi
ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu. Didalam komputer ini, ayah
mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup
yg akan kamu hadapi. Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah.

""Anakku, selesai menulis surat ini, ayah merasa telah menemanimu hidup
selama bertahun -tahun. Ayah sungguh bahagia. Cintailah ibumu, dia
sungguh menderita, dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalah
orang yg paling ayah cintai"".

Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK, SD, SMP, SMA
sampai kuliah,  semua tertulis dengan lengkap didalamnya. Dia juga
menulis sebuah surat untukku.""Kasihku, dapat menikahimu adalah hal yg
paling bahagia aku rasakan dalam hidup ini. Maafkan salahku, maafkan aku
tidak pernah memberitahumu tentang penyakitku. Aku tidak mau kesehatan
bayi kita terganggu oleh karenanya. Kasihku, jika engkau menangis
sewaktu membaca surat ini, berarti kau telah memaafkan aku. Terima kasih
atas cintamu padaku selama ini. Hadiah-hadiah ini aku tidak punya
kesempatan untuk memberikannya pada anak kita. Pada bungkusan hadiah
tertulis semua tahun pemberian padanya""."

Kembali ke rumah sakit, suamiku masih terbaring lemah. Aku menggendong
anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata: "Sayang,
bukalah matamu sebentar saja, lihatlah anak kita. Aku mau dia merasakan
kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya".Dengan susah payah dia
membuka matanya, tersenyum..............anak itu  tetap dalam dekapannya,
dengan tangannya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah.
Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di
tangan sambil berurai air mata....................

Teman2 terkasih, aku sharing cerita ini kepada kalian, agar kita semua
bisa menyimak pesan dari cerita ini.Mungkin saat ini air mata kalian
sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis, ingatlah
pesan dari cerita ini :"Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantara
kalian yg saling mengasihi, sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalam
hati. Siapa tau apa yg akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan: Jika
kita tahu besok adalah hari kiamat, apakah kita akan menyesali semua hal
yg telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanya
menjadi terlambat, pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelum
kita menyesalinya seumur  hidup.

Copas from email, so kalo repost, please delete ya .. thanks _/\_
I'm an ordinary human only

Offline CHANGE

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 598
  • Reputasi: 63
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #459 on: 25 August 2014, 10:43:37 AM »
MASALAH PALING SULIT DISELESAIKAN ADALAH MASALAH YANG TAK INGIN DIHADAPI

 

"Berdiskusi dengan sikap yang tenang adalah suatu hal, bisa merealisasikan apa yang dipikirkan merupakan hal yang lain." Roland, sastrawan Prancis

Seorang pria telah di-PHK oleh perusahaannya. Perasaan hatinya selalu murung dan suram. Setiap hari mengeluh memiliki kepandaian tapi tak ada kesempatan untuk memanfaatkannya.

Mengetahui hal ini, istrinya merasa iba dan selalu memberikan dorongan semangat agar dia mau mencari pekerjaan yang baru. Tetapi pria tersebut selalu menolak, dia mengatakan bahwa dirinya masih belum siap menghadapi masalah.
Suatu hari pria tersebut sedang melamun di rumah, mengetahui hal ini istrinya menyodorkan dua potong kemeja yang kotor terkena noda. Istrinya meminta tolong membantu membersihkan noda pada dua potong pakaian itu.

Sang istri berkata, "Dua kemeja tersebut terkena noda kecap, tolong bantu saya untuk membersihkan."

Kemudian pria itu membasahi dua kemeja tersebut lalu mengoleskan sabun cuci, menggunakan sikat untuk membersihkannya. Anehnya, baju yang satu hanya dengan perlahan disikat beberapa kali, noda kecapnya sudah hilang tidak terlihat lagi. Sedangkan baju yang satunya lagi, tidak peduli segiat apa Anda menyikatnya, noda di atas baju tersebut tetap tak bisa dibersihkan. 

Pria tersebut menanyakan hal ini pada istrinya, "Sama-sama terkena noda kecap, mengapa yang satu bisa hilang sedangkan yang lain tidak bisa hilang? Barangkali di sebabkan bahan baju yang tidak sama?"

Sang istri menjawab, "Bukan begitu, bahan kedua baju itu sama."

Pria tersebut tidak habis mengerti perkataan istrinya.

Akhirnya sang istri memberitahunya, "Baju pertama, baru saja terkena noda kecap, jadi sangat mudah membersihkannya, sedang baju yang kedua terkena noda kecap selama satu minggu. Nodanya sudah meresap ke dalam serat kain, jadi sangat sulit dibersihkan."

Selanjutnya istrinya memegang tangan suaminya, dan berkata dengan lembut, "Sama halnya pakaian yang terkena noda itu, semakin tidak ingin menyelesaikan masalah, akan makin lama semakin sulit diselesaikan."

Pria tersebut merasakan ketulusan dan kebaikan hati istrinya, dia lalu memeluk istrinya. Si pria itu akhirnya mau memandang serius kesulitan yang dialami, serta berupaya untuk menyelesaikannya.

Saya mengenal seorang anak muda yang sangat berbakat. Pemuda tersebut dulunya bekerja di perusahaan hi-tech yang sangat terkenal. Karena krisis ekonomi global beberapa waktu yang lalu, dia terkena PHK. Setelah itu dia selalu mengurung dirinya di dalam rumah, menjadi seorang "pria pingitan". Terakhir saya mendengar kabar berita bahwa anak muda tersebut terjangkit penyakit murung (stres). Setiap hari membutuhkan obat-obatan yang berdosis tinggi.

Saya juga pernah bertemu dengan seorang karyawan biasa dari sebuah pasar swalayan. Ketika bertemu dengan orang itu saya merasakan kepribadian dan tutur katanya yang luar biasa, berangsur-angsur setelah mengenal dia semakin lama baru mengetahui bahwa ternyata dulu dia juga pernah bekerja di perusahaan hitech. Sama seperti anak muda di atas juga terkena PHK. Sekarang sambil bekerja, ia sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian sebagai anggota diplomatik.

Ketika saya bertanya kepadanya apakah bekerja di pasar swalayan membuat dia merasa "direndahkan". Sambil tertawa dia berkata, "Mana mungkin! Bekerja di sini bisa berhubungan dengan banyak orang, masih memiliki waktu yang cukup banyak untuk membaca buku. Pekerjaan ini adalah satu pekerjaan yang paling baik bagi saya!"

Mengalami nasib yang sama, dihadapi dengan sikap hati yang berbeda, hasil yang didapatkan akan berbeda pula, di dalam kehidupan ini tinggi rendahnya "indeks kegembiraan" lebih-lebih sangat berbeda sekali.

Kadang kala permasalahan bukan tidak bisa diselesaikan, melainkan kita sendiri yang menganggap cara penyelesaian begini ini kurang sempurna, maka tidak mau menerima. Sebenarnya asalkan kita mau melangkah maju satu langkah, akan timbul keyakinan diri, akan bisa memiliki energi untuk menerobos, menggapai kesempatan untuk mengubah diri dan situasi.

Offline CHANGE

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 598
  • Reputasi: 63
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #460 on: 25 August 2014, 10:45:29 AM »
Cara Alam Menghibur Kita

Pernahkah kita mengalami ketika hujan deras mengguyur, kita lupa membawa payung. Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan. Namun, ketika kita siapkan jas hujan, justru panas dan terik datang membakar hari. Sebalkah anda?

Atau mungkin kita pernah terburu-buru mengejar waktu, tetapi perjalanan malah tersendat, seolah membiarkan kita terlambat. Namun, ketika kita ingin melaju dengan tenang, pengendara lain malah membunyikan klakson agar kita mempercepat langkah. Sebalkah anda?

Mengapa keadaan seringkali tidak bersahabat? Mereka seakan meledek, mengecoh, bahkan tertawa terbahak-bahak. Inikah yang disebut dengan “ketidakmujuran”?

Sadari saja, itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara alam mengajak kita tersenyum, menertawakan diri kita sendiri, dan bergurau secara nyata. Kejengkelan itu muncul dari karena kita tak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan diri sendiri. Kita lupa bahwa jika toh keinginan kita tidak tercapai, tak ada salahnya kita menyambutnya dengan senyum, meski secara kecut, tak apalah.


Offline meiling_jenny

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 8
  • Reputasi: 0
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #461 on: 02 March 2015, 06:26:52 PM »
Namo buddhaya teman-teman... mohon maaf jika boleh bertanya.. apa ada di vihara teman-teman yang aktif ada kesulitan mengundang dhammaduta... boleh di infokan kah? Anumodana  teman-teman  _/\_
Be Happy And AmazinG!!!