//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Puja Api Vajrakilaya  (Read 40668 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Dorje Zhonnu

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 24
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Puja Api Vajrakilaya
« on: 08 June 2013, 10:10:53 AM »






PUJA API VAJRAKILAYA


oleh: Y.M. Thubten Gyaltsen Rinpoche



Hari Minggu, 7 Juli 2013




Tempat: Vihara Vaipulya Sasana (Kong Hua Si)

Jl. Mangga Besar V No. 269

Petak Singkian, Tangki

Jakarta Barat



Vajrakilaya

Praktik Vajrakilaya bersumber dari Terma (Harta Terpendam berupa Ajaran Rahasia) dari Guru Padmasambhava. Vajrakilaya sendiri adalah Tubuh Cakra Pengajaran dan Titah dari Vajrasatva. Wujud Krodha (Menyeramkan) dari Vajrasatva ini pada dasarnya merupakan perwujudan yang ditujukan untuk menakhlukkan racun - racun batin yang berada di dalam diri kita sendiri, seperti keserakahan, kebencian, kebodohan, kesombongan, dan keragu - raguan.

Di dalam Buddhisme Vajrayana, Praktik Vajrakilaya merupakan Praktik yang sangat diutamakan karena praktik ini bertujuan untuk memurnikan segala bentuk Rintangan, terutama di masa sekarang ini, yang mana para praktisi menghadapi banyak rintangan. Dengan melakukan praktik Vajrakilaya ini disertai keyakinan dan motivasi yang benar, akan dapat memurnikan rintangan - rintangan hidup seseorang, baik itu Rintangan dalam kehidupan sehari - hari, maupun juga Rintangan dalam praktik spiritual (Rintangan luar adalah kondisi - kondisi eksternal, rintangan dalam adalah ketidak seimbangan aliran energi di dalam tubuh beserta saluran - salurannya nya, dan juga Rintangan rahasia yaitu rintangan dalam samadhi yang disebabkan oleh kemelekatan dualistik.)

Oleh karena itu, Pada masa Kemerosotan Dharma seperti sekarang ini, dimana makhluk hidup memiliki banyak penderitaan dan penyakit, bahkan kematian mendadak. Hal ini berhubungan dengan kemerosotan kualitas pikiran serta kekuatan dan kuasa dari delusi kita. Oleh sebab itu, sangat direkomendasikan untuk berdoa kepada Vajrakilaya.


Puja Api

Puja Api Vajrakilaya ini secara khusus bertujuan untuk memurnikan rintangan dalam merealisasikan pencapaian spiritual, memperbaiki dan memurnikan ketiga macam janji, memurnikan segala rintangan dalam pencapaian yang bersifat duniawi (kemakmuran, ketenaran, panjang umur, keahagiaan), memurnikan berbagau rintangan yang berasal dari pengaruh Dewa, Naga, serta makhluk - makhluk halus yang bersifat mengganggu, memurnikan segala bentuk negatifitas dan juga tanda - tanda buruk, visualisasi yang tidak jelas, kesalahan dalam meditasi maupun pelafalan Mantra yang terlalu cepat dan tidak tepat. Memberikan cuaca yang menguntungkan, Buddha Dharma dapat berkembang dengan baik, meningkatkan keberuntungan, mengundang segala Siddhi, tidak terpisahkan dari Yidam, pencapaian dan kebajikan yang tak terhingga.

NB: Pada saat Upacara Inisiasi (sesi malam) Rinpoche akan memberikan Inisiasi lengkap (Wangchen) Vajrakilaya dari Silsilah TErton Ratna Lingpa beserta Transmisi lisannya yang amat berharga


Biografi Singkat Y.M. Thubten Gyaltsen Rinpoche

Yang Mulia Karma Trinley Thubten Chokyi Gyaltsen Rinpoche lahir di Qinghai, sejak usia yang sangat muda beliau telah menjalani Ke-Bhiksu-an, juga telah menyelesaikan retret selama 3 tahun 3 bulan. Pada usia 28 tahun beliau dikenali dan dinobatkan oleh HH. Trulshik Rinpoche sebagai seorang Rinpoche. Beliau berasal dari Tradsi Kargyupa, khususnya Silsilah Barom Kagyud. Guru utama beliau adalah Ngaktrin Tulku Tsewang Dechen Rinpoche dan beliau juga telah menerima banyak Inisiasi serta berbagai ajaran dari Para Guru ternama, antara lain: HH. Gyalwa Karmapa XVII, HH. Trulshik Rinpoche, HH. Penor Rinpoche, HH. Tulku Urgyen Rinpoche, dan Para Guru Besar lainnya.

Thubten Gyaltsen Rinpoche adalah seorang Guru yang telah berinkarnasi berulang kali, beliau telah menyempurnakan praktik akumulasi Pahala Kebajikan dan juga Kebjaksanaan pada banyak kelahiran beliau. Dalam banyak kelahirannya, beliau menjadi seorang Arya yang memberikan menfaat bagi makhluk luas. Dalam kelahiran yang sebelumnya, beliau adalah Karma Rangdrol, seorang Siddha yang hidup menyepi di tempat terpencil, beliau telah mencapai Realisasi Agung Tubuh Pelangi dan pada akhir hidupnya beliau memasuki parinirvana dengan cara berubah menjadi Cahaya dan menghilang.

Dalam kelahiran yang sekarang Yang Mulia Thubten Gyaltsen Rinpoche juga melakukan banyak aktivitas demi memberikan manfaat bagi semua makhluk. Dan saat ini atas petunjuk dan juga restu dari Kyabje Damkar Rinpoche, Chodak Seljey Rinpoche, dan Para Lama dari Silsilah Kagyu, beliau tengah berusaha untuk menyelesaikan Pambangunan Dongkar Monestary, di Qinghai. Di mana temat yang penuh berkah tersebut secara istimewa, memiliki bentuk yang menyerupai Conch Dharma.


Jadwal Puja:
13.00 - 18.00 Puja Api Vajrakilaya
18.00 - 19.00 Inisiasi Vajrakilaya
19.00 - 21.00 Inisiasi Vajrakilaya, Transmisi Lisan, Upacara Trisarana, dan
Doa Aspirasi Marmi Monlam


Catatan:
Bagi umat yang ingin mendaftarkan namanya di altar pemberkahan atau mempersembahkan pelita pada saat upacara berlangsung dapat melakukan resgistrasi via telepon, fax, dan juga email.


Informasi dan pendaftaran:
Karma Thinley : (08567701181)
Gunapala : (0818162136)
email :vajrayana.buddhist [at] gmail.com
fax : (021)3806833


Terbuka kesempatan untuk ikut mensponsori kegiatan
Rek. BCA 284 1133 538 a/n. Haryo Santoso


Puja ini terbuka untuk umum, umat diharpkan agar dapat hadir 30 menit sebelum acara dimulai


TAMBAHAN:

Pada Hari Jumat, tanggal 12 Juli 2013, bertepatan dengan Chokor Duchen (Asala / Asadha), yaitu hari di mana Buddha Sakyamuni untuk pertama kalinya memutar Roda Dharma (Berdasarkan kalender Tibet), maka di hari yang Penuh Berkah ini Y.M. Thubten Gyaltsen Rinpoche akan memimpin rangkaian Puja, sebagai berikut:
Jam 07.00 - 09.00: Puja Asap (Riwo Sangchod)
Jam 19.00 - 22.00: Puja dan Inisiasi Guru Padmasambhava 8 Emanasi


Puja Asap

Puja Asap atau dalam Bahasa Tibet adalah Riwo Sangchod merupakan Puja (Upacara memberikan Persembahan) kepada Para Buddha, Bodhisatva, Dharmapala (Pelindung Dharma) dan juga kepada para Dewa yang menjaga alam semesta, Para Dewa penguasa Teritorial (Dewa Kota, Dewa Gunung, dsb), Dewa Naga, serta para makhluk yang mana kita memiliki hutang karma dengan mereka.

Puja Asap ini merupakan bentuk dari praktik Maitri Karuna (Cinta Kasih dan Welas Asih) dan juga merupakan sebuah praktik yang dapat memurnikan berbagai bentuk Rintangan, serta meningkatkan berkah, dan keberuntungan (Bermanfaat bagi kesuksesan bisnis dan karir).


Puja dan Inisiasi Guru Padmasambhava 8 Emanasi

Guru Padmasambhava (Guru Rinpoche) adalah perwujudan langsung dari Para Buddha di Sepuluh Penjuru dan Tiga Masa yang muncul di atas sekuntum Bunga Teratai di tengah Danau Danakosha, di sebelah barat laut Negri Uddiyana. Beliau memiliki Maitri-karuna dan Prajna dari Semua Buddha.

Di jaman kemerosotan seperti sekarang ini, salah satu praktik yang paling tepat untuk ditekuni adalah Praktik Guru Padmasambhava, yang mana dengan menekuni praktik ini (disertai dengan keyakinan dan motivasi yang benar), rintangan dan segala bentuk kondisi yang tidak mendukung bagi praktik Buddha dharma akan dapat termurnikan, juga dapat menghapuskan segala bentuk negativitas, seperti penyakit, kelaparan, kitdak tentraman, tanda - tanda buruk, dsb.


Guru Rinpoche juga memiliki satu hal yang sangat istimewa yaitu, bagi siapapun yang berdoa memohon kepada-Nya, maka pada saat itu juga Beliau akan langsung memberikan adhistana (Pemberkatan). Di dalam Kitab Riwayat Lengkap Padmasambhava Tubuh Sinar Pelangi Bagian 7, Guru Padmasambhava berkata:
"Pratima-Ku yang unggul ini bagaikan sebuah bejana yang mampu menghasilkan berbagai macam ratna manikam, barangsiapa menghormati pratima-Ku, maka ia akan memperoleh ratna manikam tersebut , dan ratna manikam tersebut tidaklah bertambah juga tidak berkurang, tiada sesuatu apapun yang dapat mengurangi bahkan sehelai pahala-nya sekalipun, bagaikan Negeri Buddha yang kokoh dan tak lapuk . Barangsiapa senantiasa melafalkan mantra mula-Ku Padmasambhava, maka semua doa permohonannya akan terwujud dengan leluasa dan sesuai kehendak, ini merupakan kondisi maya yang istimewa dan tak terperikan. "

Guru Padmasambhava memiliki berbagai perwujudan (Emanasi), baik itu wujud dalam bentuk Maitri Karuna, maupun wujud dalam bentuk Krodha (menyeramkan). 8 Emanasi dari Guru Padmasambhava merupakan 8 bentuk perwujudan dari Guru Padmasambhava, yaitu: Guru Orgyen Dorje Chang, Guru Shakya Senge, Guru Pema Gyalpo, Guru Pema Jungne, Guru Loden Chokse, Guru Nyima Ozer, Guru Dorje Drollo, dan Guru Senge Dradog.

Dengen mengikuti Puja dan juga menerima Inisiasi Guru Padmasambhava beserta 8 Emanasi Nya ini, seseorang akan dapat memperoleh berkah yang sangat bersar dan tak terperikan



Semoga Puja yang akan diselenggarakan ini dapat membawa Kedamaian, Kesejahteraan, dan Kebahagiaan bagi Bangsa dan Negara Indonesia, juga bagi semua makhluk





- Om Mani Padme Hum -
« Last Edit: 08 June 2013, 10:18:02 AM by Dorje Zhonnu »

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Puja Api Vajrakilaya
« Reply #1 on: 08 June 2013, 06:50:27 PM »

Dengen mengikuti Puja dan juga menerima Inisiasi Guru Padmasambhava beserta 8 Emanasi Nya ini, seseorang akan dapat memperoleh berkah yang sangat besar dan tak terperikan


bagaimana pembuktian  ???
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline Dorje Zhonnu

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 24
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Puja Api Vajrakilaya
« Reply #2 on: 08 June 2013, 07:33:51 PM »
bagaimana pembuktian  ???


Inisiasi (Sansekerta: Abhiseka) yang diberikan oleh seorang Guru Vajra (Sansekerta: Vajra Acarya) dikatakan memiliki / mengandung Berkah yang sangat besar, terlebih apabila Inisiasi tersebut adalah Inisiasi yang langka (Avineka / tidak umum). Namun, perlu dikathui bahwa segala hal kembali kepada devosi dan keyakinan yang ada di dalam diri kita. Buddha Dharma, dan Sangha memiliki Maitri Karuna dan juga kekuatan yang tak terhingga, namun sejauh mana kekuatan tersebut dapat menjangkau insan, tergantung kepada seberapa besar devosi dan juga keyakinan yang ada di dalam diri insan tersebut


Biacara mengenai pembuktian, pembuktian nyata yang bersifat langsung tentunya tidak semua hal memiliki pembuktian nyata yang bersifat langsung karena pembuktian nyata yang bersifat langsung ini umumnya sangat sering kita temui di laboratorium. Di berbagai Sutra (Pali: Sutta) disebutkan bahwa dengan berdana kepada vihara atau berdana kepada bhiksu sangha (bhikku sangga) akan membuahkan kerma baik yang sangat besar, namun apakah hal ini ada pembuktian nyata yang bersifat langsung? (bukti yang langsung dapat terlihatlihat) Kenyataannya sangat banyak orang yang telah berdana ke berbagai vihara dan juga banyak berdana kepada bhiksu sangha, tetapi kehidupannya biasa - biasa saja, sedangkan banyak orang yang sangat kikir, namun kehidupannya sangat berkelimpahan. Apakah ajran yang ada di dalam Sutra tersebut ada pembukti langsung yang bersifat nyata? Buddhadharma memang bukanlah sebuah tahayul, Buddhadharma mengundang untuk dibuktikan kebenarannya, namun pembuktian di sini bukan sekedar "kata orang" atau "kata bhiksu" atau "kata Sutra xxx", kata - kata dari Sutra atau pun cerita pengalaman orang lain dapat kita jadikan sebagai sebuah referensi, namun pembuktian di sini adalah sebuah pembuktian yang dialami sendiri secara nyata dari praktik yang telah dilaksanakan, contohnya orang yang sering berdana merasa kehidupannya menjadi semakin baik dan berlimpah dibandingkan sewaktu ia masih jarang berdana, dalam hal ini meskipun ia masih belum menjadi orang yang sangat kaya (konglomerat), namun ia telah mengalami suatu pembuktian yang nyata bahwa dengan banyak berdana telah membuat kehidupannya menjadi lebih baik dan berkelimpahan (meskipun ia belum menjadi konglomerat). Sama halnya juga dengan inisiasi dan praktik, apakah dengan menerima Inisiasi dan melakukan suatu bentuk praktik (latihan) dari Buddhisma Vajrayana / Tantrayana (Vajrayna / Tantrayana sangat sering disebut sebagai Tibetan Buddhism karena perkembangan ajaran Buddhisme Vajrayana / Tantrayana di Tibet sangat subur dan bahkan telah diadopsi oleh kebudayaan setempat) akan memperoleh berkah yang sangat besar dan tak terperikan? Hal ini harus dialami dan dibuktikan sendiri dengan menerima Inisiasi dan juga melakukan praktik, apakah memperoleh berkah yang besar, misalnya berkah dalam bentuk kehidupan yang menjadi lebih baik atau berkah - berkah dalam bentuk lainnya. Mengenai pembuktian, semua itu harus dialami sendiri karena buddha dharma memang mengundnag untuk dibuktikan kebenarannya, namun mau mencoba untuk membuktikannya tau tidak, pilihan ada di tangan anda

Offline pengelana_abadi

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 653
  • Reputasi: 14
  • Gender: Male
  • walking on the path of Dhamma
Re: Puja Api Vajrakilaya
« Reply #3 on: 09 June 2013, 04:14:52 AM »
Dalam kelahiran yang sebelumnya, beliau adalah Karma Rangdrol, seorang Siddha yang hidup menyepi di tempat terpencil, beliau telah mencapai Realisasi Agung Tubuh Pelangi dan pada akhir hidupnya beliau memasuki parinirvana dengan cara berubah menjadi Cahaya dan menghilang.

sudah parinirvana , kok masih ada reinkarnasi lagi?

ini benaran ajaran Buddha ya? 

^o^**May All living beings be always happy and kind**^o^

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Puja Api Vajrakilaya
« Reply #4 on: 09 June 2013, 06:55:57 AM »

Inisiasi (Sansekerta: Abhiseka) yang diberikan oleh seorang Guru Vajra (Sansekerta: Vajra Acarya) dikatakan memiliki / mengandung Berkah yang sangat besar, terlebih apabila Inisiasi tersebut adalah Inisiasi yang langka (Avineka / tidak umum). Namun, perlu dikathui bahwa segala hal kembali kepada devosi dan keyakinan yang ada di dalam diri kita. Buddha Dharma, dan Sangha memiliki Maitri Karuna dan juga kekuatan yang tak terhingga, namun sejauh mana kekuatan tersebut dapat menjangkau insan, tergantung kepada seberapa besar devosi dan juga keyakinan yang ada di dalam diri insan tersebut

bagaimana membuktikan inisiasi mengandung berkah yang sangat besar !  ???


Quote
Biacara mengenai pembuktian, pembuktian nyata yang bersifat langsung tentunya tidak semua hal memiliki pembuktian nyata yang bersifat langsung karena pembuktian nyata yang bersifat langsung ini umumnya sangat sering kita temui di laboratorium. Di berbagai Sutra (Pali: Sutta) disebutkan bahwa dengan berdana kepada vihara atau berdana kepada bhiksu sangha (bhikku sangga) akan membuahkan kerma baik yang sangat besar, namun apakah hal ini ada pembuktian nyata yang bersifat langsung? (bukti yang langsung dapat terlihatlihat) Kenyataannya sangat banyak orang yang telah berdana ke berbagai vihara dan juga banyak berdana kepada bhiksu sangha, tetapi kehidupannya biasa - biasa saja, sedangkan banyak orang yang sangat kikir, namun kehidupannya sangat berkelimpahan. Apakah ajran yang ada di dalam Sutra tersebut ada pembukti langsung yang bersifat nyata? Buddhadharma memang bukanlah sebuah tahayul, Buddhadharma mengundang untuk dibuktikan kebenarannya, namun pembuktian di sini bukan sekedar "kata orang" atau "kata bhiksu" atau "kata Sutra xxx", kata - kata dari Sutra atau pun cerita pengalaman orang lain dapat kita jadikan sebagai sebuah referensi, namun pembuktian di sini adalah sebuah pembuktian yang dialami sendiri secara nyata dari praktik yang telah dilaksanakan, contohnya orang yang sering berdana merasa kehidupannya menjadi semakin baik dan berlimpah dibandingkan sewaktu ia masih jarang berdana, dalam hal ini meskipun ia masih belum menjadi orang yang sangat kaya (konglomerat), namun ia telah mengalami suatu pembuktian yang nyata bahwa dengan banyak berdana telah membuat kehidupannya menjadi lebih baik dan berkelimpahan (meskipun ia belum menjadi konglomerat). Sama halnya juga dengan inisiasi dan praktik, apakah dengan menerima Inisiasi dan melakukan suatu bentuk praktik (latihan) dari Buddhisma Vajrayana / Tantrayana (Vajrayna / Tantrayana sangat sering disebut sebagai Tibetan Buddhism karena perkembangan ajaran Buddhisme Vajrayana / Tantrayana di Tibet sangat subur dan bahkan telah diadopsi oleh kebudayaan setempat) akan memperoleh berkah yang sangat besar dan tak terperikan? Hal ini harus dialami dan dibuktikan sendiri dengan menerima Inisiasi dan juga melakukan praktik, apakah memperoleh berkah yang besar, misalnya berkah dalam bentuk kehidupan yang menjadi lebih baik atau berkah - berkah dalam bentuk lainnya. Mengenai pembuktian, semua itu harus dialami sendiri karena buddha dharma memang mengundnag untuk dibuktikan kebenarannya, namun mau mencoba untuk membuktikannya tau tidak, pilihan ada di tangan anda

menyarankan umat awam berdana tidak usah pakai upacara ritual puja Api.
mau berdana silahkan pada tempatnya, ke panti jompo, panti asuhan, ke Vihara, dana 4 kebutuhan pokok kepada Bhikkhu Sangha, dan lainnya bagi yang membutuhkannya.
« Last Edit: 09 June 2013, 07:02:34 AM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Puja Api Vajrakilaya
« Reply #5 on: 09 June 2013, 06:58:31 AM »
sudah parinirvana , kok masih ada reinkarnasi lagi?

ini benaran ajaran Buddha ya? 

kata parinirvana dan parinibbana bisa berbeda makna, tergantung persepsi masing2  ;D
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline Dorje Zhonnu

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 24
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Puja Api Vajrakilaya
« Reply #6 on: 09 June 2013, 01:30:25 PM »
sudah parinirvana , kok masih ada reinkarnasi lagi?

ini benaran ajaran Buddha ya?


Parinirvana di sini konteks nya berbeda, di dalam Buddhisme Vajrayana tercerahkan dan memasuki parinirvana konteks nya berbeda dengan parinirvana yang dialami oleh sang buddha

Offline Dorje Zhonnu

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 24
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Puja Api Vajrakilaya
« Reply #7 on: 09 June 2013, 01:45:14 PM »
bagaimana membuktikan inisiasi mengandung berkah yang sangat besar !  ???

Bagaimana memmbuktikannya silahkan anda coba sendiri, menerima Inisiasi dan menjalankan latihan dalam jangka waktu tertentu, apakah kehidupan anda menjadi lebih baika tau tidak, dsb. Karena bila anda ingin membuktikan yah anda perlu mencoba nya sendiri bukan sekedar "katanya"

menyarankan umat awam berdana tidak usah pakai upacara ritual puja Api.
mau berdana silahkan pada tempatnya, ke panti jompo, panti asuhan, ke Vihara, dana 4 kebutuhan pokok kepada Bhikkhu Sangha, dan lainnya bagi yang membutuhkannya.

Puja api adalah salah satu sarana untuk mengumpulkan pahala kebajikan di dalam Buddhisme Vajrayana, namun anda ingin mengikutinya atau tidak semua kembali kepada pilihan, ada orang yang tetap memilih untuk mengikuti puja, namun ada juga yang lebih memilih berfdana ke tempat lain, silahkan saja, soal "pada tempatnya" atau tidak semua ini kembali pada persepsi masing - masing toh makna kata "pada tempatnya" di sini akan berbed abagi setiap orang                 

Sekedar tambahan, Saya post di sini karena di sini ruang untuk post mengenai Tibetan Buddhism (Tibettan Mahayana Buddhism adalah Buddhisme Vajrayana) dan bila anda keberatan dengan isi thread di sini, mungkin anda dapat membaca thread - thread di tempat lain saja, misalnya theravada atau yang isinya lebih sejalan dengan pemahaman anda


Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.135
  • Reputasi: 96
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Berhati hati
« Reply #8 on: 09 June 2013, 02:28:13 PM »
wa saran kan berhati hati, bukan karena Dalai Lama tidak bisa masuk ke Indonesia bukan berarti aliran aliran yang di larang oleh Dalai Lhama bisa seenak nya di Indonesia, juga bukan berarti Otoritas Dalai Lhama tidak ada di Indonesia.

Dalam diary wa ada memasukan TOS dari Dharma Wheel, seperti di ketahui ada pelarangan tentang Dorje Shugan di Dharma Wheel.

wa sudah ada membaca tentang ini sedikit di free sangha, karena kita tidak jelas aliran tibet mana ini sebaik nya berhati hati, larangan Dalai Lhama tentu ada maksudnya

Offline Dorje Zhonnu

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 24
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Berhati hati
« Reply #9 on: 09 June 2013, 02:48:07 PM »
wa saran kan berhati hati, bukan karena Dalai Lama tidak bisa masuk ke Indonesia bukan berarti aliran aliran yang di larang oleh Dalai Lhama bisa seenak nya di Indonesia, juga bukan berarti Otoritas Dalai Lhama tidak ada di Indonesia.

Dalam diary wa ada memasukan TOS dari Dharma Wheel, seperti di ketahui ada pelarangan tentang Dorje Shugan di Dharma Wheel.

wa sudah ada membaca tentang ini sedikit di free sangha, karena kita tidak jelas aliran tibet mana ini sebaik nya berhati hati, larangan Dalai Lhama tentu ada maksudnya


Hi, memang benar untuk Tantra harus snagta berhati - hati, karena da kontroversi mengenai Dorje Shugden ini, tetapi kebetulan yang melakukan praktik Dorje Shugden hanyalah sebagian dari silsilah Gelugpa, untuk Silsilah Kagyu, Sakya, dan Nyingma umunya mreka tidak ada praktik Dorje Shugden ini. Dan untuk Thubten Gyaltsen RInpoche ini, beliau termasuk seorang Guru dari silsilah Kagyu (di keterangan di atas sudah di tulis) yang tentunya juga melarang praktik Dorje Shugden ini (Bukan hanya beliau dan Para RInpoche besar, tetapi semua Rinpoche dari Silsilah Kagyu dan bahkan juga silsilah lainnya saat ini telah melarang praktik Dorje Shugden). Di Indonesia praktik Dorje Shugden yang dilarang oleh Dalai Lama ini sudah masuk, dibawa oleh Lhama dari Taiwan, Lhama ini orang taiwan dan mendapatakn silsilah praktik yg dilarang oleh dalai lama ini sewaktu dia belajar ke Tibet (Pada saat dia ke tibet memang mempeajari praktik yang dilarang ini) dan di Indonesia pengikutnya pun tidak banyak
« Last Edit: 09 June 2013, 02:57:10 PM by Dorje Zhonnu »

Offline pengelana_abadi

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 653
  • Reputasi: 14
  • Gender: Male
  • walking on the path of Dhamma
Re: Puja Api Vajrakilaya
« Reply #10 on: 09 June 2013, 10:37:39 PM »

Parinirvana di sini konteks nya berbeda, di dalam Buddhisme Vajrayana tercerahkan dan memasuki parinirvana konteks nya berbeda dengan parinirvana yang dialami oleh sang buddha

coba jelaskan apa bedanya?

kalau berbeda, kok ngaku2 ajaran Buddha?
^o^**May All living beings be always happy and kind**^o^

Offline Dorje Zhonnu

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 24
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Puja Api Vajrakilaya
« Reply #11 on: 09 June 2013, 11:52:04 PM »
coba jelaskan apa bedanya?

kalau berbeda, kok ngaku2 ajaran Buddha?


Bukan masalah ngaku2 ajran Buddha, Vajrayana memang termasuk Buddhsime, bisa anda lihat di World Buddhist Sangha Council memang Vajrayana diakui sebagai ajaran Buddha



Samyaksambuddha adalah istilah Sansekerta dan Sammasambuddha adalah istilah Pali. Ia yang mencapai tingkatan Anuttara Samyaksambodhi dikatakan telah menjadi seorang Samyaksambuddha.

Aliran Vajrayana mengajarkan ajaran di mana seseorang dapat mencapai tingkatan Anuttara Samyaksambodhi dalam satu masa kehidupan. Ketika seseorang mencapai tingkatan Anuttara Samyaksambodhi, dengan kata lain ia telah menjadi Nirmanakaya Buddha.

Nah akhirnya timbul problem, kalau begitu kan ada lebih dari 1 Samyaksambuddha dalam satu masa?

Ya benar! Menurut Vajrayana, dalam satu masa Buddha Sasana, bisa ada lebih dari 1 Samyaksambuddha, namun TETAP ADA BEDANYA.

Di dalam Vajrayana, dikenal beberapa tipe Nirmanakaya:

1. Nirmanakaya Agung (Supreme Nirmanakaya)
2. Nirmanakaya melalui kelahiran / inkarnasi
3. Nirmanakaya yang beraneka ragam
4. Nirmanakaya buatan , yaitu rupang-rupang atau gambar Buddha

Nirmanakaya Agung adalah salah satu tipe dari empat jenis Nirmanakaya.

Nirmanakaya Agung adalah Buddha yang memutar Roda Dharma, seperti Buddha Sakyamuni. Nirmanakaya Agung melakukan 12 tindakan:

1. Meninggalkan surga dan bermanifestasi di bumi pada waktu yang tepat
2. Masuk ke dalam rahim ibu dan terlahir di keluarga yang paling sesuai
3. Lahir secara ajaib
4. Ketika tumbuh menunjukkan kekuatan fisik yang unik dan kepandaian mental
5. Menikmati kehidupan duniawi
6. Meninggalkan keduniawian
7. Mempraktekkan pertapaan keras dan kemudian meninggalkan pertapaan keras tersebut
8. Pergi ke tempat di mana semua Buddha di dunia ini bermanifestasi
9. Melenyapkan pengaruh negatif di dunia
10. Untuk mengajarkan Jalan tengah dan tercapaianya Pembebasan Sejati
11. Mengajarkan Dharma yang universal
12. Memasuki Nirvana

Sakyamuni Buddha adalah Nirmanakaya Agung yang mempunyai ciri unik yang tidak dimiliki Nirmanakaya lainnya, yaitu Memutar Roda Dharma (Dharmachakra).

“Seribu dari sistem dunia ini disebut sebagai 1 Miliar Sistem Dunia Besar yang di dalamnya mencakup 1 miliar Dunia Empat benua, dan sejauh itulah daerah “kekuasaan” satu Nirmanakaya agung (supreme Nirmanakaya).”
(Gerbang menuju Pengetahuan, Jamgon Mipham)

Nah jelas bahwa Sang Buddha adalah Samyaksambuddha khusus yaitu Samyaksambuddha Nirmanakaya Agung dan HANYA SATU-SATUNYA dalam masa Dispensasi Dharma sekarang ini.

Nirmanakaya Agung berikutnya adalah Samyaksambuddha Maitreya. TIDAK ADA Nirmanakaya Agung lain selama masa di antara Buddha Sakyamuni dan Buddha Maitreya.

Jadi apabila ada makhluk yang mencapai tingkatan Samyaksambodhi dalam masa Buddha Sasana sekarang ini, maka ia bukan Nirmanakaya Agung, tetapi jenis Nirmanakaya yang lainnya.


“Dijelaskan secara rinci, Mahabodhi atau Nirmanakaya Agung adalah, sebagai contohnya, yaitu guru kita, Buddha Bhagavan, yang menunjukkan 12 tindakan.”
Nirmanakaya buatan (crafted nirmanakaya) adalah makhluk yang secara ajaib muncul dalam berbagai macam wujud fisik manusia untuk membimbing mereka yang butuh dibimbing…….. Sebagai contoh, seorang Nirmanakaya buatan secara ajaib muncul sebagai manusia yang pergi untuk mengambil vina dari gandharva dengan tujuan untuk mengubah keyakinan Gandharva Sungguh Bahagia.”
Itu dijelaskan dalam istilah pikiran yang memunculkan perwujudan sihir, sebagai contoh hanya muncul dalam wujud pengrajin menurut persepsi mereka yang butuh untuk dibimbing. Beberapa orang mengatakan bahwa representasi wujud tubuh Buddha seharusnya dimasukkan ke dalam kategori Nirmanakaya Buatan (crafted nirmanakaya), tetapi mereka masuk dalam kategori Nirmanakaya Beraneka Ragam (variegate nirmanakaya).
Nirmanakaya inkarnasi (incarnated nirmanakaya) menunjukkan tindakan untuk lahir kembali di berbagai tempat, termasuk sebagai Indra, rusa ruru atau dengan jalan lainnya, dengan tujuan untuk membimbing makhluk hidup. Dengan jalan ini, [maka] ada tiga tipe dari Nirmanakaya.
Kemudian, ada lagi Nirmanakaya Beraneka Ragam (variegated nirmanakaya), yang metode kemunculannya dalam berbagai bentuk yang dapat menghubungkan para makhluk hidup dengan manfaat dan kebahagiaan, termasuk pil shariram, bunga teratai, permata, makanan, kain, kereta dan lainnya.”
(Gerbang menuju Pengetahuan, Jamgon Mipham)

“….1 miliar tata surya, masing-masing kelompok adalah alam satu Nirmanakaya Agung Buddha”
(Sebagaimana Adanya, Tulku Urgyen Rinpoche)

“Nirmanakaya muncul dalam empat cara yang berbeda. Nirmanakaya buatan (created nirmanakaya) adalah pratima-pratima suci, seperti tiga rupang yang terkenal dan semula disimpan di stupa Bodhgaya, dua di antaranya sekarang ada di Lhasa. Kemudian ada lagi Nirmanakaya Agung (supreme nirmanakaya), yang menurut sutra-sutra, adalah Buddha Sakyamuni. Nirmanakaya Agung bagi ajaran Vajrayana adalah Padmasambhava, yang bermanifestasi sebagai 1 miliar Padmasambhava yang berkesinambungan. Ada juga Nirmanakaya inkarnasi (incarnated nirmanakaya), yaitu seperti para guru-guru [Buddhis] agung yang dalam tradisi Tibetan disebut sebagai Tulku. Akhirnya ada jenis Nirmanakaya beraneka ragam (variegated nirmanakaya), yang muncul dalam wujud yang berbeda-beda untuk memberikan manfaat pada setiap makhluk hidup sesuai kebutuhan mereka.”
(Mengulang kata-kata Buddha oleh Tulku Urgyen Rinpoche)

Jelas sekali bahwa para guru-guru Buddhis Vajrayana yang telah mencapai tingkatan Anuttara Samyaksambodhi adalah para Nirmanakaya inkarnasi (incarnated nirmanakaya), bukan Nirmanakaya Agung (supreme nirmanakaya), --------->>> Semua ini dapat menjawab pertanyaan umat Buddhis Non Tantra yang selama ini selalu mempertanyakan mengapa PAra Guru TAntra dianggap Buddha, mengapa bis amencapai Ke Buddha an, dsb

Khenpo Karthar Rinpoche dalam karyanya Gunung Dharma, mengatakan:

“Kita dapat berusaha untuk menyimpulkannya dengan berkata bahwa menurut sutra-sutra, terdapat 3 tipe Nirmanakaya. Jenis-jenis tersebut diberi nama Nirmanakaya Agung, Nirmanakaya kelahiran dan Nirmanakaya buatan. Abhidharma berbicara tentang satu miliar dunia seperti dunia kita, dan juga dikatakan bahwa “miliar” adalah jumlah yang korespon dengan aktivitas satu Nirmanakaya Buddha. Menurut penjelasan dasar, setiap masing-masing Buddha dari 1000 Buddha pada Bhadrakalpa ini muncul di dunia, Ia juga muncul di miliaran dunia lainnya, tidak hanya [dalam wujud] Buddha, tetapi juga Mahabodhisattva seperti Avalokitesvara, Arya Tara, Guru Padmasambhava, Vajrapani, Manjushri. 1 miliar dunia untuk masing-masing Bodhisattva ini.”

Para Buddha juga memiliki 32 tanda besar dan 80 tanda kecil, lain dengan para Bodhisattva yang hanya memiliki sebagian tanda saja.

Pada masa kita kali ini, hanya 2 orang yang memiliki 32 tanda besar dan 80 tanda kecil seorang Buddha, yaitu Sakyamuni dan Padmasambhava (yang tak lain juga Sakyamuni).

Bisa dilihat yaitu pada Karmapa yang dianggap sebagai emanasi Bodhisattva Avalokitesvara yang kelak akan menjadi Buddha ke-6 masa Bhadrakalpa ini, Buddha Simha.

Di sini dapat kita lihat bahwa pada saat ini yang merupakan masa Dispensasi Dharma Samyak Sambuddha Nirmanakaya Agung Sakyamuni, maka yang menampilkan langkap 32 tanda besar dan 80 tanda kecil sebagai Sebagai seorang Samyak Sambuddha Nirmanakaya Agung adalah Buddha Sakyamuni dan juga Guru Padmasambhava (Guru Padmasambhava tidak lain adalah Buddha Sakyamuni Sendiri dan Guru Padmasambhava juga tidak dilahirkan melalui Rahim seorang ibu). Sedangkan Karmapa, walaupun pada masa Dispensasi Dharma mendatang akan lahir sebagai Samyak Sambudha Nirmanakaya Agung (Supreme Nirmanakaya) dengan Nama Buddha Simha, tetapi pada masa kelahiran yang sekarang, beliau sebagai Emanasi dari Avalokitesvara Maha Bodhisatva dan tubuh beliau adalah Nirmanakaya Inkarnasi (Incarnated Nirmanakaya), sehingga yang muncul hanyalah sebagian dari 32 tanda besar dan 80 tanda kecil, bukan seluruh nya

Kesimpulan

Dikatakan dalam Vajrayana bahwa seseorang dapat mencapai tingkatan Anuttara Samyaksambodhi dalam masa hidup ini juga. Ya benar. Tapi seseorang yang mencapai tingkatan Anuttara Samyaksambodhi pada masa dispensasi Dharma ini, seperti Para Guru Tantra yang tercerahkan adalah Samyak Sambuddha Nirmanakaya Inkarnasi (Incarnated Nirmanakaya)

BUKAN Samyaksambuddha Nirmanakaya Agung seperti Buddha Sakyamuni.

Jadi dalam Theravada, Mahayana dan Vajrayana semuanya sama-sama meyakini bahwa di dunia kita sekarang ini hanya muncul 1 orang Samyaksambuddha Nirmanakaya Agung yaitu Sakyamuni Buddha Gotama, perbedaan nya hanyalah di dalam Tantra Buddha Sakyamuni disebut dengan Samyak Sambudha Nirmanakaya Agung, sedangkan di Aliran Theravda yang tidak mengenal ada nya Tri kaya (Dharmakaya, Sambhogakaya, dan Nirmanakaya), menyebut nya Samyak Sambuddha saja.

Tidak bisa ada 2 orang Samyaksambuddha Nirmanakaya Agung (supreme nirmanakaya) dalam satu masa dispensasi Dharma, dalam 1 sistem tata dunia.

Yang lainnya adalah Nirmanakaya Inkarnasi (Incanated Nirmanakaya) dan Nirmanakaya Inkarnasi (Incanated Nirmanakaya) tidak menampilkan kuasa penuh seperti Nirmanakaya Agung (Supreme Nirmanakaya)

Sumber - sumber:
1. Gerbang menuju Pengetahuan oleh Jamgon Mipham
2. Cahaya Kebijaksanaan Oleh Padmasambhava
3. Sebagaimana Adanya, Tulku Urgyen Rinpoche
4. Mengulang kata-kata Buddha oleh Tulku Urgyen Rinpoche
5. Riwayat Hidup Padmasmabhava
6. Sejarah Singkat 17 Inkarnasi Gyalwa Karmapa dari Tibet

Di atas sudah dijelaskan mengenai Samyak Sambuddha, perbedaanya adalah Parinirvana yang tidak lagi berenkarnasi adalah Parinirvana Samyak Sambuddha Nirmanakaya Agung, sedangkan Parinirvana dari Samyak Sambuddha Nirmanakaya Inkarnasi tidak demikian (Untuk Nirmanakaya Inkarnasi kata Parinirvana dapat dimaknai sebagai pergi dari dunia saha / meninggalkan dunia saha, menggunakan kata parinirvana karena beliau adalah makhluk agung / makhluk yang telah mencapai pencerahan)
« Last Edit: 10 June 2013, 12:11:22 AM by Dorje Zhonnu »

Offline pengelana_abadi

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 653
  • Reputasi: 14
  • Gender: Male
  • walking on the path of Dhamma
Re: Puja Api Vajrakilaya
« Reply #12 on: 09 June 2013, 11:58:28 PM »
jangan copy paste donk...

jelaskanlah dengan bahasa yang mudah dimengerti
^o^**May All living beings be always happy and kind**^o^

Offline Dorje Zhonnu

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 24
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Puja Api Vajrakilaya
« Reply #13 on: 10 June 2013, 12:06:50 AM »
jangan copy paste donk...

jelaskanlah dengan bahasa yang mudah dimengerti


Itu adalah penjelasan terbaik yang bisa saya berikan, karena itu saya copas dr notes saya, itu sudah saya perpendek, hanya bagian terpenting saja, bila anda ingin penjelsan yang lebih baik, silahkan cari penjelasan sendiri dengan membaca berbagai buku atau text Vajrayana, di atas telah disebutkan sumber - sumber nya, silahkan cari buku tersebut dan baca sendiri bila anda menginginkan pemahaman yang lebih, karena soal tata bahasa kata "mudah dimengerti" ini talk ukurnya relatif dan bagi saya, tulisan di atas sudah cukup mudah dimengerti dan snagat jelas

Offline pengelana_abadi

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 653
  • Reputasi: 14
  • Gender: Male
  • walking on the path of Dhamma
Re: Puja Api Vajrakilaya
« Reply #14 on: 10 June 2013, 12:43:59 AM »
sekarang jadi lebih mudah dibaca karena sudah diformat yang rapi.

saya mau nanya,

apakah di aliran vajrayana ini, rinpochenya ada mengajarkan teknik meditasi tummo , gyulü ,  ösel ,  milam,  bardo , phowa ?
^o^**May All living beings be always happy and kind**^o^

 

anything