Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: MMD (Meditasi Mengenal Diri)  (Read 350256 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #60 on: 22 April 2008, 10:26:59 AM »
pak apa yang aku tulis pengalam pribadi
suatu hari jika sudah waktunya
aku mau mengabdikan waktuku hanya untuk meditasi pak :)
ini keinginan terbesar ku....

aku merasakan benget yang namanya hening
segala sesuatu sumbet dari pikiran
pikiran ini luar biasa
bagaimana pikiran ini bekerja
benar-benar indah....


Rekan Evo, terus terang, merinding & berlinang air mata saya membaca testimoni Anda. :)

Terimalah salam hormat dari saya.  _/\_
hudoyo

« Last Edit: 22 April 2008, 10:45:08 AM by hudoyo »

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #61 on: 22 April 2008, 12:12:34 PM »
Memang benar, berteori tentang jhana atau nibbana cuma bikin gila :)
lebih baik praktek utk selalu 'sadar'.

Terima kasih atas penjelasan dan sarannya :) _/\_
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline EVO

  • Sebelumnya Metta
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.369
  • Reputasi: 60
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #62 on: 22 April 2008, 07:39:17 PM »
wah jangan gitu mo
saya mana pantas menerima hormat dari seorang romo...
tolong di tarik lagi mo
saya engak mau terima kamma buruk ne ;D

mo saya mau tanya sekitar 4 hari yang lalu
ketika saya meditasi saya melihat beberapa jalan
saya sempat konsultasi ama pacarku...aku lebih baik meditasi pernapasan aja yah...tanya ku
engak usah campur-campur...aku biasanya meditasi
metta dulu..lalu napas...terus mengamatin..'vipassana'
tapi dia menyarankan meditasi vipassana katanya lebih cocok untuk aku
hanya saja aku merasakan aku jadi sangat terpokus pada sesuatu..sejak meditasi vipassana...aku tidak bisa lagi mengerjakan 2 hal sekaligus

mohon bimbingannya mo

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #63 on: 22 April 2008, 10:00:45 PM »
Quote
hanya saja aku merasakan aku jadi sangat terpokus pada sesuatu..sejak meditasi vipassana...aku tidak bisa lagi mengerjakan 2 hal sekaligus

sedikit "teori" di mmd nih ;D

konon katanya memang begitu kalau "agak sadar"
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #64 on: 22 April 2008, 10:19:03 PM »
[...]
mo saya mau tanya sekitar 4 hari yang lalu
ketika saya meditasi saya melihat beberapa jalan
saya sempat konsultasi ama pacarku...aku lebih baik meditasi pernapasan aja yah...tanya ku
engak usah campur-campur...aku biasanya meditasi
metta dulu..lalu napas...terus mengamatin..'vipassana'
tapi dia menyarankan meditasi vipassana katanya lebih cocok untuk aku
hanya saja aku merasakan aku jadi sangat terpokus pada sesuatu..sejak meditasi vipassana...aku tidak bisa lagi mengerjakan 2 hal sekaligus

mohon bimbingannya mo

'Melihat beberapa jalan' dalam meditasi adalah ciptaan pikiran Anda sendiri, yang pernah belajar bahwa ada beberapa metode meditasi.

Sebaiknya tidak perlu meditasi itu dibagi-bagi menjadi beberapa jenis seperti biasa kita pelajari dalam teori-teori meditasi Buddhis. Sadari saja badan & batin sendiri pada saat sekarang; tidak perlu dinamakan "vipassana". Kalau badan & batin capek, atau kacau, habis bekerja seharian, mungkin ada kecenderungan untuk "istirahat" dengan mengamati napas secara pasif, tidak ada salahnya. Kalau batin sedang kesal karena sesuatu hal, mungkin ada keinginan untuk "menyebarkan cinta kasih"--sekalipun kita tidak tahu bagaimana cinta kasih tanpa-aku itu--tidak ada salahnya. Tetapi secara umum, diam pada saat sekarang, mengamati secara pasif gerak-gerik batin yang menginginkan ini-itu, adalah cukup.

Memang melakukan 2 kegiatan sekaligus tidak bisa; tapi kenapa ingin melakukan 2 kegiatan sekaligus pada saat yang sama? ... Kalau "terpaksa", sih bisa saja melakukan kedua kegiatan itu bersama-sama, tapi secara bolak-balik, tidak sekaligus pada saat yang sama.

Salam,
hudoyo

Offline uwi

  • Teman
  • **
  • Posts: 98
  • Reputasi: 8
  • Gender: Male
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #65 on: 23 April 2008, 02:12:32 AM »
menurut hemat saya, ketika ada 'yah saya berbohong' disitu pikiran bergerak ke masa lalu, membandingkan antara apa itu jujur dan apa itu bohong.

Ya, kebanyakan manusia memang begitu, mengerti 'kebohongan' dengan membandingkannya dengan ajaran yang diterima dari orang tua maupun dari para pemuka agama, dengan kata lain, dengan menggunakan pikirannya.

Tetapi, kalau orang sudah berkembang kesadarannya, dia tidak perlu lagi menggunakan pikiran, 'bohong'-tidaknya suatu ucapan bisa langsung diketahuinya (bukan "bohong itu buruk" - itu kesimpulan pikiran). Bagaimana caranya ...? Saya tidak tahu bagaimana caranya, tapi yang jelas TAHU itu muncul dengan memintasi pikiran, tanpa dipikir.

Analoginya, seorang anak kecil tidak tahu kalau api itu panas. Ia melihat api lilin, lalu dicobanya untuk memegangnya. Ia harus belajar dari pengalaman pahit bahwa api itu tidak boleh dipegang. Lain kali kalau ia melihat api, dia tidak mau dekat-dekat lagi, tanpa memikir-mikir lagi bahwa api itu berbahaya.

Analogi lain, yang mempunyai sumber jauh lebih dalam ialah, kalau kita melihat seekor ular di hadapan kita, kita langsung mundur. Itu adalah gerak refleks yang memintasi pikiran, tidak dipikir-pikir, tanpa orang harus mengalami dulu pernah digigit ular. Dari mana sebabnya, saya tidak tahu. Mungkin dari kehidupan orang itu di masa lampau.

Jadi, mereka yang sudah berkembang vipassana-nya, akan bisa melihat niat untuk menyembelih ayam, niat untuk mencuri/korupsi, niat untuk berbuat asusila, niat untuk berbohong, niat untuk mabuk-mabukan, persis seperti orang melihat seekor ular, tanpa dipikir panjang lagi, tanpa harus mengatakan, "niat-niat itu buruk".

Salam,
hudoyo

ya, itu benar beberapa kali saya temukan hal itu. kesulitan saya sekarang adalah ketika menulis atau berkata seringkali terhenti.
"Etam mama, eso hamasmi, eso me atta 'ti."

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #66 on: 23 April 2008, 05:44:34 AM »
ya, itu benar beberapa kali saya temukan hal itu. kesulitan saya sekarang adalah ketika menulis atau berkata seringkali terhenti.

Menulis satu kalimat membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang dibandingkan mengucapkan kalimat yang sama. Dalam menulis pikiran bekerja, menimbang-nimbang, memutuskan, mencari kata-kata dsb; malah di tengah-tengah menulis, orang bisa mengubah apa yang semula ingin ditulisnya.

Di dalam berbicara, biasanya orang sudah mempunyai ide/konsep apa yang ingin dikatakannya, konsep itu berasal dari pikiran sebelum mulai mengucap. Kalau ide yang mau dikatakannya cukup panjang, bisa juga terjadi di tengah berbicara, tiba-tiba muncul pikiran lain yang mengubah kata-kata yang semula akan dikatakannya.

Biasanya konsep/ide yang mau ditulis atau diucapkan adalah hasil pemikiran atau perenungan; ini bisa betul, bisa salah. Tapi cobalah membiasakan diri diam sebentar sebelum berbicara atau menulis; diam dalam arti sesungguhnya, bukan diam berpikir, menyusun apa yang akan dikatakan. Diam dalam arti sadar akan gerak-gerik batin sendiri, tanpa tujuan apa-apa; dengan kata lain, ber-vipassana sebelum berbicara atau menulis.

Kalau Anda terbiasa melakukan itu, maka dengan cepat diam itu akan menjadi benar-benar hening. Maka dari dalam keheningan itu akan muncul pemahaman yang bisa dikembangkan menjadi ide/konsep yang akan diucapkan atau ditulis. Pemahaman ini pun memintasi pikiran; pikiran hanya digunakan mencari kata-kata yang pas untuk mengungkapkannya. Dan biasanya pemahaman yang bukan berasal dari pikiran ini tidak pernah salah.

Salam,
hudoyo

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #67 on: 24 April 2008, 07:33:57 AM »
Dari:  - Forum: Supranatural - Subforum: Spiritual - Thread: MMD (Meditasi Mengenal Diri)

WAKTU ... SAAT KINI ... APA YANG ADA ...

Quote from: riang_mentari;30817692
[...]
td mlm saya meditasi jam 3an, saya kira cuman 15menit, tp ternyata pas liat jam udah 45menit.... dan ga tau ko bisa selama itu, kyk nge-blank aja....

   Waktu itu apa? ... Waktu adalah gerak. Waktu kronologis--yang diukur dengan jam--terjadi karena adanya gerak benda-benda langit: bumi berputar 24 jam menghasilkan siang-malam, bumi beredar mengelilingi matahari selama 1 tahun menghasilkan musim-musim dsb; gerak bandul jam, gerak atom quartz bisa dipakai untuk mengukur waktu. Jadi waktu adalah gerak. Karena gerak benda-benda langit, getaran atom quartz & gerak bandul jam itu konstan, maka waktu kronologis pun konstan, tidak bisa memanjang, tidak bisa memendek, apalagi berhenti.

Selain waktu kronologis, ada pula waktu yang lain, yakni waktu psikologis. Waktu psikologis adalah kesadaran manusia akan waktu. Kesadaran manusia akan waktu dipengaruhi oleh kondisi batinnya. Waktu psikologis pun disebabkan oleh gerak, tapi di sini bukan gerak benda/materi, melainkan gerak batin.

Kalau batinnya penuh pikiran berseliweran, penuh harapan, kecemasan dsb, dengan kata lain batin bergerak relatif cepat, maka waktu terasa berjalan relatif lebih cepat dari pada biasanya. Contoh: orang yang sedang menunggu sesuatu, rasanya sudah lama, tapi kalau melihat arloji kok baru sebentar. ...

Sebaliknya, kalau batin relatif tenang, puas, lega, bahagia, pikiran tidak banyak mengganggu, dengan kata lain gerak batin melambat, maka waktu terasa melambat. Contohnya: kalau lagi berdua bersama pacar, rasanya baru sebentar, tapi kalau melihat arloji kok sudah berjam-jam.

Begitu pula dalam meditasi. Kalau pada suatu waktu batin dipenuhi pikiran yang mengganggu, kecemasan dsb, maka rasanya waktu berjalan cepat, rasanya meditasi sudah lama sekali, tapi kalau melihat jam kok baru sebentar. Sebaliknya, kalau pada waktu lain, batin relatif tenang, pikiran tidak begitu banyak muncul, maka rasanya waktu melambat, rasanya baru sebentar, tapi kalau melihat jam ternyata jauh lebih lama daripada yang terasa.

Ini menunjukkan bahwa PIKIRAN MENCIPTAKAN WAKTU (maksudnya, pikiran menciptakan kesadaran waktu). Inilah "waktu psikologis" yang saya sebut di atas. Seperti waktu kronologis, waktu psikologis juga diciptakan oleh gerak, tapi kali ini bukan gerak benda (materi), melainkan gerak pikiran.

Yang aneh, kecepatan waktu psikologis ini tidak konstan, tidak seperti kecepatan waktu kronologis. Ini disebabkan karena gerak pikiran manusia juga tidak konstan. Waktu psikologis bisa melambat, bisa menjadi cepat, tergantung kondisi batin kita.

Yang menarik ialah: waktu psikologis bisa BERHENTI; ia berhenti bila pikiran berhenti (diam sempurna). Apa artinya waktu berhenti? ... Artinya kesadaran berada pada SAAT KINI terus-menerus, tidak bergerak ke MASA LAMPAU, atau ke MASA DEPAN. ...

Nah, berada pada SAAT KINI terus-menerus itulah yang disebut berada dalam KEABADIAN. ... (Jelas ABADI di sini sangat berbeda maknanya dengan "abadi" atau "kekal" atau "baka" menurut pengertian sehari-hari, di mana dibayangkan hidup terus tidak mati-mati, muda terus tidak menjadi tua, senang terus tidak pernah susah, yang adalah mustahil, atau paling tidak merupakan kepercayaan/iman agama. :) ) ... Orang Inggris mempunyai kata yang tepat untuk keadaan ini: timeless, yang biasanya diterjemahkan menjadi abadi; tapi time-less sesungguhnya berarti tanpa-waktu, berada pada saat kini terus-menerus.

Ini hanya bisa dialami dalam meditasi yang mendalam, ketika pikiran berhenti ... tidak mungkin dialami dalam kehidupan sehari-hari ketika pikiran bergerak. ...

Satu pelajaran penting dari meditasi ialah: PIKIRAN dan SI AKU tidak mungkin berada pada SAAT KINI, karena PIKIRAN selalu menyeret batin ke MASA LAMPAU atau ke MASA DEPAN. Agar batin bisa berada pada SAAT KINI, PIKIRAN harus berhenti, jadi SI AKU juga harus berhenti.

SAAT KINI itulah yang NYATA ... MASA LAMPAU dan MASA DEPAN tidak nyata, hanya ada di dalam pikiran. ... Kebenaran dari APA YANG ADA (Al-Haq) terletak pada SAAT KINI ... SAAT KINI itulah pintu menuju AL-HAQ, apa yang dalam agama-agama monoteis disebut "Tuhan". ... Untuk sampai ke situ, PIKIRAN & SI AKU ini harus berhenti, harus diam. ... Itulah TUJUAN TERAKHIR dari MMD: Berada pada SAAT KINI terus-menerus, bukan bermimpi ke MASA DEPAN, mengharapkan sorga. 


Quote
cerita juga eyang, sebelumnya kalau saya kerja didepan laptop harus diiringi musik. dan kalau ga ada musik kyk ada yg "kurang"...
kalau skrg kok malah mengganggu ya... saya dengar musik kalau benar2 ingin dan tidak disambi sama pekerjaan lainnya...
apakah itu efek samping mmd ?

Ya, itu efek MMD, efek utama bukan efek samping. Bukankah batin Anda bisa lebih tenang, lebih bisa berkonsentrasi dengan baik, lebih efisien, tidak banyak energi terbuang, bila Anda bisa melakukan setiap kegiatan satu per satu, tidak diganggu oleh berbagai rangsangan yang tidak perlu? ...

Sekarang Anda bisa melihat, bahwa kesadaran kebanyakan manusia dalam kehidupan sehari-hari selalu terpecah-belah, kadang-kadang berlangsung sangat cepat. Sering kita dengar para mahasiswa berkata, "... tidak bisa belajar kalau tidak ada musik." ... Sesungguhnya yang terjadi ialah kesadarannya terpecah, berpindah bolak-balik dengan cepatnya dari mata (membaca buku teks) ke telinga (mendengarkan musik), kembali ke mata, dst bolak-balik. Tetapi karena mendengarkan musik itu enak, dan belajar itu tidak enak, ya dia senang saja; malah mencari dalih untuk terus bisa mendengarkan musik. :) ... Tidak mungkin orang sekaligus mendengar dan membaca pada saat bersamaan. ... Tidak mungkin orang makan sambil membaca koran pada saat bersamaan. ... Sekarang Anda bisa memahami, bahwa melakukan kegiatan itu sebaiknya satu per satu dengan disadari, jangan diborong sekaligus.

Anda telah berhasil mengembangkan kesadaran Anda dengan cukup kuat--lebih kuat daripada kesadaran kebanyakan orang--hanya dengan latihan MMD sendiri dengan petunjuk-petunjuk melalui internet. Perkembangannya akan jauh lebih cepat bila Anda bisa ikut retret MMD secara intensif pada suatu waktu kelak. Retret ini gratis, lho. :) ...

Dalam retret MMD, kesadaran dipertahankan secara total, mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Kegiatan sehari-hari (makan, minum, mandi, cuci pakaian dsb) di lakukan secara minimal. Juga dalam melakukan kegiatan sehari-hari itu kesadaran terhadap gerak-gerik tubuh & batin tetap dipertahankan, bukan makan sambil ngobrol atau baca koran, bukan mandi sambil bersiul-siul. :) Dengan demikian, kesadaran menjadi sangat tajam, dibandingkan kalau kesadaran terputus-putus untuk mengerjakan ini-itu.

Quote
oiya, eyang...nitip pertanyaan dari temen saya. waktu saya sedikit cerita ttg "pikiran yg berhenti" dia nanya, bukannya pas tidur juga pikiran berhenti ? misal tidur yg bener2 lelap, ga ada mimpi, itu kan sama sekali ga mikir? lalu bedanya apa ?

mohon pencerahan eyang...
ini tak suguhin kopi juga..... :coffee:

Bedanya? ... Bedanya: kalau tidur nyenyak itu orang TIDAK SADAR, sedangkan berhentinya pikiran dalam meditasi itu orang justru berada dalam keadaan SADAR yang maksimal. Anda merasakan sendiri, kan. ... Tapi kalau Anda ceritakan kepada teman Anda itu, dia tidak akan mengerti, kecuali dia juga bermeditasi ... lihat saja, pasti ada saja bantahannya. :D

Ada satu analogi yang bagus, yang menghubungkan (1) tidur bermimpi, (2) bangun (jaga) dan (3) kesadaran meditatif di mana pikiran berhenti:

Orang yang tidur bermimpi tidak tahu bagaimana rasanya bangun/jaga; sebaliknya, orang yang bangun dari tidurnya/mimpinya tahu dan bisa membedakan mana yang mimpi (yang tidak nyata) dan mana kesadaran dalam bangun (yang nyata). Begitu pula secara analogi, kesadaran sehari-hari ini seperti bermimpi dibandingkan dengan kesadaran tanpa-pikiran di dalam meditasi. Orang yang belum pernah bermeditasi tidak bisa tahu bagaimana rasanya sadar tanpa-pikiran itu. (Ini pernah terjadi dalam thread ini, ketika ada orang masuk tiba-tiba mengritik MMD secara negatif begini-begitu. :) ) Ini ibarat seekor ikan bertemu dengan kura-kura: ketika sang kura-kura menceritakan kepada sang ikan bahwa ada kehidupan lain di luar air, sang ikan bingung, mencemoohkan atau marah. :)

Tapi orang yang pernah masuk ke dalam keadaan sadar tanpa-pikiran, dia tahu bedanya antara kesadaran sehari-hari di mana pikiran bergerak, yang baginya seperti orang bermimpi dan tidak nyata, dibandingkan dengan kesadaran tanpa-pikiran, yang baginya seperti orang bangun, yang jauh lebih nyata, melihat Apa Yang Ada (Al-Haq) pada saat kini terus-menerus. Ini tidak bisa dimengerti oleh orang yang belum pernah mengalaminya. :)

Terima kasih buat kopinya ... buatan Starbuck, ya? :)

Salam,
semar
« Last Edit: 24 April 2008, 07:44:18 AM by hudoyo »

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #68 on: 24 April 2008, 07:43:13 AM »
pak meditasi itu kan menembus waktu, lalu knp ada yg selalu pake acuan waktu...

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #69 on: 24 April 2008, 07:46:42 AM »
Quote
untuk terus bisa mendengarkan musik. Smiley ... Tidak mungkin orang sekaligus mendengar dan membaca pada saat bersamaan. ... Tidak mungkin orang makan sambil membaca koran pada saat bersamaan. ... Sekarang Anda bisa memahami, bahwa melakukan kegiatan itu sebaiknya satu per satu dengan disadari, jangan diborong sekaligus.
setuju nech... aku dulu bgt... skr malah gak mantep satu kerjaan ya satu kerjaan

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #70 on: 24 April 2008, 08:01:05 AM »
"Pakai acuan waktu" maksudnya gimana? Mohon dijelaskan.

hudoyo

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #71 on: 24 April 2008, 08:03:33 AM »
"Pakai acuan waktu" maksudnya gimana? Mohon dijelaskan.

hudoyo
maksudnya ada alarm

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #72 on: 24 April 2008, 08:04:12 AM »
oh ya pak klo lg meditasi terus ada suara lalu kaget itu knp ya?

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #73 on: 24 April 2008, 08:15:39 AM »
titipan pertanyaan
saya meditasi merasa waktu dan ruang itu tidak ada
apa itu ilusi atau pikiran aja
saya benar benar merasa segala tembok dan lain itu tdk ada
yang ada hanya aku dan batin ku
masih ada si aku
pernah saya meditasi dari malam ampe pagi gak bangun2
tanpa ada rasa pegal, sakit
yang ada cuma tenang

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #74 on: 24 April 2008, 08:51:33 AM »
pak meditasi itu kan menembus waktu, lalu knp ada yg selalu pake acuan waktu...
maksudnya ada alarm


Nanti dulu, jangan dicampuradukkan antara waktu kronologis dan waktu psikologis. Waktu kronologis tetap berproses, alam semesta ini tetap mengalir. Yang berhenti dalam meditasi adalah waktu psikologis, berhenti pada saat kini yang terus mengalir, tanpa pikiran bergerak ke masa lampau dan ke masa depan.

Alarm itu waktu kronologis; kalau saya punya waktu satu jam saja untuk bermeditasi, sudah itu ada tamu mau datang, ya saya pasang alarm untuk membangunkan saya satu jam lagi; tapi sementara itu saya bisa bermeditasi sampai pikiran berhenti dan waktu psikologis berhenti. Tidak apa-apa itu ...


Quote
oh ya pak klo lg meditasi terus ada suara lalu kaget itu knp ya?

Ketika batin tenang, maka seluruh pancaindra menjadi tajam, peka (sensitif); suara jangkrik yang jauh, atau detik jam dinding akan terdengar nyata (yang dalam kesadaran sehari-hari, di mana batin dipenuhi pikiran yang berseliweran, suara-suara yang halus itu tidak terdengar).


Quote
titipan pertanyaan
saya meditasi merasa waktu dan ruang itu tidak ada
apa itu ilusi atau pikiran aja
saya benar benar merasa segala tembok dan lain itu tdk ada
yang ada hanya aku dan batin ku
masih ada si aku
pernah saya meditasi dari malam ampe pagi gak bangun2
tanpa ada rasa pegal, sakit
yang ada cuma tenang

PIKIRAN itu menciptakan kesadaran akan WAKTU dan RUANG. Saya merasakan ada waktu dan ruang, karena pikiran yang masih bergerak. Pikiran melayang ke masa lampau atau ke masa depan: itulah waktu. Pikiran merasakan ada pusat, ada keliling, ada jarak, jauh-dekat, itulah ruang.

Jadi, ketika pikiran berhenti, waktu & ruang pun lenyap, karena dua-duanya cuma disadari oleh pikiran. Di dalam keheningan meditasi, ketika pikiran berhenti, si aku tidak ada lagi, waktu & ruang lenyap. Tapi di situ ada RUANG lain: ruang yang mahaluas, tapi tidak ada pusat/center, dan tidak ada keliling (circumference). Mengapa? ... karena si aku yang menjadi pusat tidak ada lagi, jadi jauh-dekat juga tidak ada lagi. Mereka yang belum pernah mengalaminya tidak akan bisa memahami bagaimana ruang mahaluas tanpa-pusat itu. :) ...

Masih adanya rasa aku, itu berarti masih ada pikiran yang amat halus, belum hening sempurna. Kalau sudah hening sempurna, tidak ada lagi aku, tidak ada pikiran, tidak ada pengenalan, tidak ada pengalaman, tidak ada pengetahuan, tidak ada kata-kata. (Karena semua itu tidak ada lagi, orang sering hanya bisa bilang: "semuanya nge-blank") ...

Teruskan saja, jangan heran dan berhenti. ...

Salam,
hudoyo
« Last Edit: 24 April 2008, 08:57:20 AM by hudoyo »