Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: MMD (Meditasi Mengenal Diri)  (Read 385515 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #105 on: 26 April 2008, 05:16:01 PM »
Quote
Apa lagi yang mau di-manage? Smiley ... Batin seorang arahat sudah DIAM untuk selamanya. ... Ingatlah peringatan Sang Buddha kepada Angulimala: "Angulimala, aku sudah lama berhenti. Engkaulah yang masih terus berlari. Apa yang kaucari? Berhentilah."

Bukankah itu hanya cerita saja dan maknanya ke arah mana?
Kadang seseorang bisa menafsirkan/mengaitkan dengan hal yang lain khan.

Apa maksudnya "hanya cerita"? ... Apakah berarti: tidak usah dimaknai secara serius, anggap saja sebagai entertainment, dsb dsb? ... :)

Bukankah banyak kebenaran-kebenaran tentang kesadaran transendental (lokuttara) jauh lebih kena dikomunikasikan dengan cerita & dongeng daripada dengan uraian intelektual?

Kalau Anda punya pemahaman lain terhadap cerita Angulimala, silakan tampilkan di forum ini. ... :)

Salam,
hudoyo

kalau saya sih belum sampai kesana pak pemahaman saya, belum berani untuk main tafsir2 dari sutta hehehe.
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #106 on: 26 April 2008, 06:28:19 PM »
Kalau Anda punya pemahaman lain terhadap cerita Angulimala, silakan tampilkan di forum ini. ... :)
kalau saya sih belum sampai kesana pak pemahaman saya, belum berani untuk main tafsir2 dari sutta hehehe.

Lha kapan "sampai ke sana"-nya? ;D  ...

Setiap orang punya pengalaman dalam hidup, ... bahkan anak muda pun punya pengalamannya sendiri. ... Berdasarkan pengalamannya itu setiap orang berjumpa dengan ajaran Sang Buddha ... dan ajaran itu mempengaruhi batinnya sesuai dengan pengalaman masing-masing. ... Tidak ada yang benar dan salah dalam hal ini. ... Tidak ada juru tafsir sutta dalam hubungan dengan pengalaman batin, yang suaranya harus diterima sebagai otoritas; bahkan bhikkhu pun tidak. ... :)

Salam,
hudoyo

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #107 on: 26 April 2008, 06:45:40 PM »
benar jg yah. arahat sudah tidak ada LDM...
jd mau manage apa? ;D :hammer:
mungkin krn saya terkonsepsi pandangan saya sebelumnya,
bahwa arahat selalu sadar, makanya tidak ada LDM.
bukan sebaliknya, arahat tidak ada LDM, makanya selalu sadar.
:hammer: :hammer: :hammer: :P :P :P
ga tau juga ah... belum arahat

Sumbernya, "biang keladi"-nya adalah aku (atta). Loba, dosa & moha bersumber dari atta. Begitu juga, metta, karuna, mudita dan upekkha bersumber dari atta.

SB bilang dalam puluhan sutta, bahwa seorang arahat tidak punya aku lagi. Artinya tidak ada lagi gerak pikiran, entah pikiran yang buruk (loba, dosa, moha), entah pikiran yang baik (metta, karuna, mudita, upekkha).

Tentang sadar, yang mengganggu sadar adalah pikiran yang bergerak, adalah aku itu sendiri. Jadi tanpa-aku (anatta) adalah identik dengan kesadaran yang tertinggi.

Bagaimana pendapat Anda semua? :)

Salam,
hudoyo


Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #108 on: 26 April 2008, 07:24:45 PM »
pak nanya siapa saya??

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #109 on: 26 April 2008, 07:25:19 PM »
Setuju Pak Romo Hudoyo _/\_  ^:)^
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.435
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #110 on: 26 April 2008, 07:37:27 PM »
Sumbernya, "biang keladi"-nya adalah aku (atta). Loba, dosa & moha bersumber dari atta. Begitu juga, metta, karuna, mudita dan upekkha bersumber dari atta.

SB bilang dalam puluhan sutta, bahwa seorang arahat tidak punya aku lagi. Artinya tidak ada lagi gerak pikiran, entah pikiran yang buruk (loba, dosa, moha), entah pikiran yang baik (metta, karuna, mudita, upekkha).

Tentang sadar, yang mengganggu sadar adalah pikiran yang bergerak, adalah aku itu sendiri. Jadi tanpa-aku (anatta) adalah identik dengan kesadaran yang tertinggi.

Bagaimana pendapat Anda semua? :)

Salam,
hudoyo

Entah benar atau salah..

Menurut pemahaman saya selama ini:
ketika atta padam maka "lobha-dosa-moha" juga padam..
ketika atta padam maka "metta-karuna-mudita-upekkha" yang murni tidak padam, melainkan muncul dengan sendirinya menggantikan lobha-dosa-moha..

namun barangkali ada benarnya juga jika "metta-karuna-mudita-upekkha" juga ikut padam karena "metta-karuna-mudita-upekkha" merupakan kualitas batin makhluk Brahma ("metta-karuna-mudita-upekkha" seringkali disebut sebagai 4 brahma-vihara). Padahal makhluk Brahma sendiri pada tingkatan tertentu belum padam atta-nya..
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #111 on: 26 April 2008, 07:46:41 PM »
KESADARAN TIDAK BISA DAN TIDAK PERLU DILATIH

Didalam proses memanage akar LDM (me-manage bathin) diperlukan kesadaran yg kuat. Simplenya, bagaimana mau menyadari kondisi batin sedang LDM / tidak, jika kesadaran kita lemah?

Karena diperlukan kesadaran yg kuat (sadar/eling), maka kesadaran kita perlu senantiasa dilatih agar tidak lemah.

Saya punya pendapat & pengalaman batin yang berbeda dengan ini: Tidak ada "kesadaran lemah" dan "kesadaran kuat". ... Yang ada hanya SADAR atau TIDAK SADAR; jadi seperti digital: "ya" atau "tidak", "1" atau "0". Tidak ada gradasi kesadaran seperti kesadaran 20%, 50%, 80% atau 100%. :) ...

Yang biasanya disebut "kesadaran lemah" adalah keadaan batin di mana frekuensi momen-momen "sadar"-nya masih jarang, satu-satu, masih lebih banyak momen-momen "tidak sadar"-nya. ...

Yang biasanya disebut "kesadaran kuat" adalah keadaan batin di mana frekuensi momen-momen "sadar"-nya sudah lebih sering. ...

"Kesadaran" TIDAK BISA DILATIH. Orang yang "melatih kesadarannya" untuk menjadi "suci" hanya akan memperkuat akunya saja. ... Sebaliknya, yang bisa "dilatih" hanyalah menyadari saat-saat di mana kita tidak sadar, di mana lobha, dosa & moha muncul. ... Jadi jangan hiraukan saat-saat di mana Anda sadar, karena Anda tidak pernah tahu kapan Anda sadar. ... Begitu Anda tahu bahwa Anda sadar, berarti Anda sudah tidak sadar, karena di situ sudah muncul si aku lagi, yang berkata: "Wah, saya sudah sadar." Itu namanya lobha. ...

Inilah prinsip "pengembangan" kesadaran dalam MMD, yang bertolak belakang dengan ajaran tradisional dalam "agama" Buddha.


Quote
Pikiran bersifat sangat halus. LDM yg 'kasar' sangat gampang terdeteksi. Ia muncul dalam bentuk2 yg kasat mata, seperti: kemarahan yg meledak2, ataupun keinginan lobha yg sangat kuat.

Namun, selanjutnya, semakin halus, semakin sulit untuk mendeteksi LDM ini, sehingga semakin kuat pula kesadaran yg diperlukan untuk dapat menyadarinya. Salah satu contoh ialah: kemelekatan kita pada ajaran yg kita sukai, misalnya ajaran Sang Buddha. Pikiran kemelekatan yg sangat halus, membuat kita membela mati2an ajaran tsb, sehingga menimbulkan penolakan jika ada yg mengkritiknya. Pada akhirnya, mengakibatkan kita lebih berkutat pada teori2 ketimbang praktik dhamma yg sesungguhnya, mengikis lobha dosa dan moha.

Ini saya setuju ... memang benar demikian halnya. ... Namun, itu tidak perlu dirisaukan. ... Bila prinsip MMD di atas terus diterapkan ... berangsur-angsur akan terlihat si aku & pikiran lobha, dosa, moha yang semakin halus. ... Jadi sekali lagi, tidak perlu secara khusus "melatih kesadaran".

Ajaran untuk "melatih kesadaran" dengan mudah akan berubah menjadi ajaran untuk "melatih konsentrasi", dan tidak lama lagi berubah lagi menjadi ajaran untuk "mencapai jhana" atau "mencapai nyana-nyana". Itu adalah kegiatan "spiritual" yang secara teoretis tampak sejalan dengan Jalan Luhur Berfaktor Delapan, tetapi tidak cocok dipandang dari Bahiya-sutta & Malunkyaputta-sutta.


Quote
Satu hal lagi, selain mengandalkan sati, kita perlu senantiasa memupuk batin metta dan karuna, atau istilah awamnya: "membahagiakan orang lain". Menghadirkan batin cintakasih akan meringankan pekerjaan kita dalam mengikis LDM.

Metta, karuna, mudita, upekkha TIDAK PERLU DILATIH, karena melatih itu hanya akan membawa kita ke alam Brahma, bukan mencapai kepadaman (nibbana). ... Melatih Brahmavihara itu hanya akan memperkuat aku (atta) yang halus, yang merasa dirinya bersih dan suci.

Alih-alih berlatih Brahmavihara, sadari saja setiap kali muncul kebencian, keserakahan, kikir, dengki, irihati, dendam, cemburu, melecehkan, gelisah, cemas, khawatir dsb dalam batin kita. Melatih Brahmavihara tidak akan membebaskan batin kita dari pikiran-pikiran yang negatif itu selama masih ada aku. ...

Ini lagi prinsip kesadaran dalam MMD yang bertolak belakang dari apa yang sering kita dengar diajarkan dalam "agama" Buddha, tetapi sesuai dengan ajaran Sang Buddha dalam Bahiya-sutta dan Malunkyaputta-sutta.

Salam,
Hudoyo


« Last Edit: 26 April 2008, 08:08:05 PM by hudoyo »

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #112 on: 26 April 2008, 08:46:07 PM »
pak nanya siapa saya??

Lho, Anda tidak tahu siapa "Anda"? ;D ...

Coba saya jelaskan, ya; nanti kan Anda bilang: "Ooo, iya ..." :)

AKU dan milikku adalah badan & batin ini; dan batin ini isinya banyak sekali: ingatan, keinginan, harapan, kekecewaan, kepuasan, keputusasaan, keserakahan, kebencian, cintak, welas asih, kenikmatan sesaat, penderitaan, kepedihan, konflik batin, pikiran, pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, iman, ketidakpercayaan, ketenangan, kegelisahan, ketakutan, kekhawatiran, pemusatan batin, jhana, agamaku, sekte-ku, Tuhanku, bangsaku, leluhurku, istriku, suamiku, anakku, kedudukanku, kekayaanku, kehormatanku, kekuasaanku, ide tentang "roh"-ku, "jiwa"-ku ... dst dst. ... Semua itu--segala sesuatu yang bisa Anda rasakan/alami dalam badan & batin ini--adalah si aku dan milikku. ...

Betul, bukan? :) ... Kata Sang Buddha dalam puluhan sutta: "orang yang belum bebas (puthujjana) selalu berpikir: 'ini milikku, ini aku, ini diriku'." (etam mama, eso hamasmi, eso me atta)

Nah, sekarang, bagaimana, ya, kira-kira rasanya tanpa-aku (anatta) ...? Tidak ada lagi semua itu? ... Tidak ada apa-apa lagi milikku? ... Kosong (sunnyata)? ... :)

Salam,
hudoyo

« Last Edit: 26 April 2008, 10:41:52 PM by hudoyo »

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #113 on: 26 April 2008, 09:23:56 PM »
Entah benar atau salah..

Menurut pemahaman saya selama ini:
ketika atta padam maka "lobha-dosa-moha" juga padam..
ketika atta padam maka "metta-karuna-mudita-upekkha" yang murni tidak padam, melainkan muncul dengan sendirinya menggantikan lobha-dosa-moha..

[...]

Apakah cinta "murni" itu merupakan lawan dari kebencian, sehingga bisa dikatakan cinta "murni" menggantikan kebencian? - Kalau begitu, cinta itu masih terkondisi oleh kebencian, berada pada "level" yang sama dengan kebencian ... dua-duanya bersumber pada aku. Dengan kata lain, cinta seperti itu tidak terlepas dari kebencian, sebagai dua sisi dari pengalaman si aku.

Lagi pula, apakah saya tahu bagaimana sesungguhnya "cinta murni" itu? ... Contohnya, dalam paritta Karaniya Metta Sutta ada perumpamaan untuk menggambarkan cinta yang dianjurkan: "... bagaikan seorang ibu yang mencintai anaknya yang tunggal." ... Apakah itu "cinta murni", "metta"? ... Cinta ibu itu bukan "cinta murni", karena bersifat eksklusif, hanya untuk anaknya sendiri yang tunggal ... ibu itu jelas tidak mampu mencintai anak-anak lain sama seperti ia mencintai anaknya sendiri. ... Cinta seperti itu adalah cinta yang terkondisi, bukan cinta sejati.

Cinta sejati, dalam arti cinta tanpa-aku, tidak mungkin kita bayangkan atau rasakan selama kita masih punya aku. Justru aku ini harus lenyap, barulah cinta tanpa-aku itu muncul. ... Itulah cintanya seorang Buddha, seorang arahat. ... Cinta seperti itu tidak punya obyek tertentu lagi, karena--ketika perbedaan antara yang di-dalam dan yang di-luar ini runtuh--dualitas antara subyek (aku) dan obyek (kamu) juga lenyap. ... Cinta sejati tidak bersumber pada aku (atta), dan tidak punya obyek tertentu; ia sekadar ada, seperti sekuntum bunga di tepi jalan yang menyebarkan keharumannya kepada siapa saja yang lewat, tanpa mengklaim keharuman itu miliknya. ... Lain sekali dengan cinta (metta) dalam Karaniya Metta Sutta ... (Sehingga timbul pertanyaan, siapa yang mengarang sutta itu?) :)

Salam,
hudoyo
« Last Edit: 26 April 2008, 09:50:09 PM by hudoyo »

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #114 on: 26 April 2008, 10:37:40 PM »
pak nanya siapa saya??

Lho, Anda tidak tahu siapa "Anda"? ;D ...

Coba saya jelaskan, ya; nanti kan Anda bilang: "Ooo, iya ..." :)

AKU dan milikku adalah badan & batin ini; dan batin ini isinya banyak sekali: ingatan, keinginan, harapan, kekecewaan, kepuasan, keputusasaan, keserakahan, kebencian, cintaku, welas asihku, kenikmatan sesaat, penderitaan, kepedihan, konflik batin, pikiran, pengetahuanku, pengalamanku, kepercayaanku, imanku, ketidakpercayaan, ketenangan, kegelisahan, ketakutan, kekhawatiran, pemusatan batin, jhana, agamaku, sekte-ku, Tuhanku, bangsaku, leluhurku, istriku, suamiku, anakku, kedudukanku, kekayaanku, kehormatanku, kekuasaanku, ide tentang "roh"-ku, "jiwa"-ku ... dst dst. ... Semua itu--segala sesuatu yang bisa Anda rasakan/alami dalam badan & batin ini--adalah si aku dan milikku. ...

Betul, bukan? :) ... Kata Sang Buddha dalam puluhan sutta: "orang yang belum bebas (puthujjana) selalu berpikir: 'ini milikku, ini aku, ini diriku'." (etam mama, eso hamasmi, eso me atta)

Nah, sekarang, bagaimana, ya, kira-kira rasanya tanpa-aku (anatta) ...? Tidak ada lagi semua itu? ... Tidak ada apa-apa lagi milikku? ... Kosong (sunnyata)? ... :)

Salam,
hudoyo


pak terima kasih sudah sampai waktu nya...

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #115 on: 26 April 2008, 10:43:22 PM »
pak terima kasih sudah sampai waktu nya...

waktu apa?

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #116 on: 26 April 2008, 10:53:01 PM »

Offline EVO

  • Sebelumnya Metta
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.369
  • Reputasi: 60
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #117 on: 27 April 2008, 08:00:07 AM »
soryyyyy nihhhh
tread ini benar benar gilaaaa ;D
engkau tak tau kapan kau sadar....
saat kau katakan sadar.......... belum tentu kau sadar
saat kau katakan tidak sadar....belum tentu kau tidak sadar......

pak ada pengalaman baru neh
selama ini aku berpikir dalam diri kita ada yang namanya roh ataupun jiwa
tapi 2 hari yang lalu terhapus sudah yang namanya jiwa ataupun roh itu
tidak ada yg namanya jiwa ataupun roh yang kekal

knp aku bisa mengatakan hal ini...gara-gara aku lagi tidur aku lihat badan ku lagi tidur....
aku melihat dgn jelas badan ini....apa ini 'ilusi'...bukan...
lalu aku telusuri aku amatin siapa dia...yah itu deh....
kembali 'si pikiran'.....benar-benar pikiran ini luar biasa.......

mohon bimbimnganya kejalan yang benar pak :)

aku masih ada yang ngajel pak
soal makhluk lain....mungkin di lain kesempatan pos lagi  :)

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #118 on: 27 April 2008, 11:39:43 AM »
hehehe... Rekan Evo, tampaknya orang sadar dan orang gila itu memang sukar dibedakan secara lahiriah. ;D ... Lihat saja, bagaimana para Master Zen sering bertingkah laku seperti orang gila ;D ... masak buddharupang dijadikan kayu bakar ... :) ... Masak ada Master yang bilang: "Kalau ketemu Buddha di jalan, bunuh dia." ;D

Nah, kesimpulan dari kegilaan MMD ialah:
Bila Anda mengamati lobha, dosa, moha bermunculan dalam batin Anda ... maka aku/atta Anda makin lama makin tipis ... bersama dengan semakin tipisnya aku/atta, maka metta & karuna pun berkembang dalam batin Anda, tanpa Anda menyadari bahwa Anda punya metta-karuna, karena Anda tidak pernah berlatih mengembangkan metta-karuna ... Tetapi, begitu Anda menyadari "Aku penuh cinta kasih", maka di situ atta Anda muncul kembali, dan metta Anda menjadi palsu atau munafik. (Kalau saya sadar bahwa saya sudah berdana, dan berpikir "Wah, saya sudah berdana besar", maka dana saya menjadi palsu atau munafik.) ...

Jadi, yang perlu kita lakukan sederhana sekali: amati saja lobha, dosa, moha itu (semua itu aku/atta) bermunculan dalam batin, terus-menerus ... tanpa khusus ber-metta-bhavana, yang cuma memperkuat si aku/atta ini. ... Nah, gila nggak? ;D ...

Lebih gila lagi: jangan berlatih sati-patthana ("mengembangkan kesadaran") ... Alih-alih, sadari saat-saat Anda tidak sadar (penuh lobha, dosa, moha) ... dengan sendirinya sati akan berkembang, tanpa disengaja-kembangkan, dan lobha, dosa, moha lenyap ... tanpa punya pikiran: "Wah, sati-ku sudah berkembang,", yang kembali lagi adalah atta & lobha. ;D ...

Dan mengamati lobha, dosa, moha itu adalah pekerjaan seumur hidup ... sampai tercapai KEPADAMAN (nibbana). ... Dalam MMD yang ditekankan adalah kepadaman ... bukan mencapai "kebahagiaan tertinggi" (sekalipun ada pepatah "nibbanam paramam sukham"). ... :) 

Dalam Bahiya-sutta, Sang Buddha menegaskan: "... kalau kamu bisa berada dalam keadaan itu, maka KAMU TIDAK ADA. ... Inilah, dan hanya inilah, akhir dari dukkha."

*****

Membaca cerita Anda, tampaknya Anda sudah memperoleh salah satu pencerahan (nyana, insight), biarpun "kecil": yakni tidak adanya roh/diri/jiwa yang kekal-abadi, kalau memang pemahaman ini berasal dari KESADARAN LANGSUNG dan BUKAN hasil perenungan atau pemikiran.

Pencerahan ini sangat penting; anggapan tentang adanya roh/diri yang kekal disebut sakkaya-ditthi. Maka, menurut teori Buddhis, tinggal dua belenggu lagi perlu patah dalam batin Anda sebelum Anda menjadi Sotapana, yakni:

(1) vicikiccha (keraguan) - ragu-ragu akan kenyataan pembebasan itu sendiri - ini bukan keraguan intelektual, melainkan keraguan EKSISTENSIAL, keraguan yang dirasakan dalam lubuk kesadaran yang paling dalam;

(2) silabbata-paramasa - melekat pada ritualisme (misalnya: namaskara, baca paritta, buang sial, melepas burung dsb), menganggap bahwa ritualisme seperti itu bisa menyelamatkan kita.

Tapi, semua itu kan bagi kita sebatas teori/pengetahuan Buddhis. Kalau mau menjadi Sotapana, jangan sekali-kali mengharapkan menjadi Sotapana. ... Gila lagi, nggak? ;D

*****

Tentang "makhuk lain" silakan kirimkan posting Anda. :) ... Tapi saya sudah menyiapkan jawabannya, kok; pakai bahasa Betawi: "Nape lo mikirin makhluk lain??" ... Bersikaplah, "EGP ..."  ;D ;D ... Gila, nggak? ;D

Salam,
Hudoyo

« Last Edit: 27 April 2008, 11:45:23 AM by hudoyo »

Offline EVO

  • Sebelumnya Metta
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.369
  • Reputasi: 60
Re: MMD (Meditasi Mengenal Diri)
« Reply #119 on: 27 April 2008, 11:51:42 AM »
untung aku engak ngerti apa itu sotapana
jadi aku engak mau tau
yang aku tau aku hidup...
hahhaahha emang aku gila
ini lah yang aku cari selama ini
aku udah tau jawabanya.....padahal engak ada pertanyaan :whistle: :whistle:
berapa kali aku mengalamin kejadian yang hmmm itu tuh yang menurut teori atta....dkk... ^-^ ^-^

gini lohhh mo
aye berapa kali sakit yang ngobatin tuh tamu yang tak diundang
beliau datang elus saya...udah deh aku sembuh.
tapi tidak ada yg mengundang beliau datang sendiri.....
beliau itu menurut legenda...bodhisatva kwan...
gitu mo...
pertanyaannya apa yah???
engak tau aku mo....karna aku mengangap bukan hal yg aneh...
ini bagian dari hidupku....