Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme  (Read 129293 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Ario_botax

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 106
  • Reputasi: 4
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #45 on: 22 November 2009, 07:41:00 PM »
hmm..
mengenai orang pribumi yang beragama buddhist..
saya sudah sering lihat..
contoh beberapa teman saya yang berkuliah di univ Maha Prajna atau Nalanda..

Jadi saya rasa itu bukanlah sesuatu yang tidak biasa ^^..

Yup.. saya rasa misal umat banyak membangun vihara.. ga papa dunk.. ^^
yang penting mereka memiliki usaha untuk mengembangkan buddhisme..
namun memang selanjutnya perlu dibimbing untuk melatih diri sendiri dalam pencarian akan nibbana/nirvana..
 ^^

Offline carinex

  • Teman
  • **
  • Posts: 71
  • Reputasi: 4
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #46 on: 22 November 2009, 07:48:51 PM »
Saya ingin tanya, orang di Indonesia ini banyak yang ngaku Buddhist di KTPnya. Rajin sembahyang, ada altar di rumahnya, tapi kurang tahu tentang ajaran Buddha.

Yang ingin saya tanyakan, Umat yang menjalani itu sebenarnya itu umat Buddha, Tao atau Kong Hu Cu?
Karena nampaknya sang Buddha belum pernah ngajarin umatnya untuk berdoa.
« Last Edit: 22 November 2009, 08:02:44 PM by carinex »

Offline yanfei

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 430
  • Reputasi: 12
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #47 on: 22 November 2009, 08:05:23 PM »
bukankah dahulu kala orang2 melayu dan jawa itu beragama buddha?
Borobudur candi Buddha terbesar di dunia dibangun bangsa Jawa

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #48 on: 22 November 2009, 10:08:09 PM »
Yang ingin saya tanyakan, Umat yang menjalani itu sebenarnya itu umat Buddha, Tao atau Kong Hu Cu?
umat Budha KTP ;D
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Edward

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.968
  • Reputasi: 85
  • Gender: Male
  • Akulah yang memulai penderitaan ini.....
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #49 on: 23 November 2009, 12:03:02 AM »
apakah carinex yakin umat buddha kga ada diajarin berdoa?
“Hanya dengan kesabaran aku dapat menyelamatkan mereka....."

Offline Jerry

  • Sebelumnya xuvie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.212
  • Reputasi: 124
  • Gender: Male
  • Suffering is optional.. Pain is inevitable..
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #50 on: 23 November 2009, 12:48:36 AM »
apakah carinex yakin umat buddha kga ada diajarin berdoa?
seharusnya sih ada, meski doanya agak2 berbeda dg di tetangga
appamadena sampadetha

Offline carinex

  • Teman
  • **
  • Posts: 71
  • Reputasi: 4
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #51 on: 23 November 2009, 07:20:43 PM »
apakah carinex yakin umat buddha kga ada diajarin berdoa?

Saya taunya kalo umat Buddha itu tipe doanya baca parrita/ liam keng(sori salah tulis)
Dan namaskara.
Tapi bukan yang seperti di Klenteng, nah yang ingin tanyakan lagi, yang di Klenteng itu cara sembahyangnya Tao, Kong Hu Cu atau Buddhist?

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #52 on: 30 November 2009, 01:02:02 PM »
apakah carinex yakin umat buddha kga ada diajarin berdoa?

Saya taunya kalo umat Buddha itu tipe doanya baca parrita/ liam keng(sori salah tulis)
Dan namaskara.
Tapi bukan yang seperti di Klenteng, nah yang ingin tanyakan lagi, yang di Klenteng itu cara sembahyangnya Tao, Kong Hu Cu atau Buddhist?


Membaca paritta => membaca syair-syair perenungan
Liam keng (nian jing) => melafalkan puja kepada Buddha dan atau Bodhisattva
Namakara => memberi penghormatan dengan sikap bersujud

Kalau sembahyang kepada altar dewa-dewa di Kelenteng, itu adalah tradisi sembahyang orang Tionghoa. Tradisi ini merupakan kepercayaan yang berkembang dan dilestarikan oleh orang Tionghoa sejak dahulu. Confucius (Kong Hu Chu) adalah salah satu filsuf besar dari Tiongkok yang mendukung tradisi ini. Oleh karena itu, tradisi bersembahyang di Kelenteng bisa kita nyatakan sebagai tata-cara yang selaras dengan Agama Kong Hu Chu.

Offline chingik

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 924
  • Reputasi: 44
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #53 on: 30 November 2009, 07:49:16 PM »
apakah carinex yakin umat buddha kga ada diajarin berdoa?

Saya taunya kalo umat Buddha itu tipe doanya baca parrita/ liam keng(sori salah tulis)
Dan namaskara.
Tapi bukan yang seperti di Klenteng, nah yang ingin tanyakan lagi, yang di Klenteng itu cara sembahyangnya Tao, Kong Hu Cu atau Buddhist?


Membaca paritta => membaca syair-syair perenungan
Liam keng (nian jing) => melafalkan puja kepada Buddha dan atau Bodhisattva
Namakara => memberi penghormatan dengan sikap bersujud

Kalau sembahyang kepada altar dewa-dewa di Kelenteng, itu adalah tradisi sembahyang orang Tionghoa. Tradisi ini merupakan kepercayaan yang berkembang dan dilestarikan oleh orang Tionghoa sejak dahulu. Confucius (Kong Hu Chu) adalah salah satu filsuf besar dari Tiongkok yang mendukung tradisi ini. Oleh karena itu, tradisi bersembahyang di Kelenteng bisa kita nyatakan sebagai tata-cara yang selaras dengan Agama Kong Hu Chu.

Tambahin sedikit,
Liam keng tidak sebatas melafalkan puja kepada Buddha/bodhisatva, liamkeng = membaca keseluruhan isi Sutra (khotbah Buddha).

Klenteng boleh dikatakan sinkretisasi dari ketiga tradisi Tao, KongHuCu dan Buddhis.



Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #54 on: 30 November 2009, 08:28:09 PM »
pertanyaan titipan:

kalau sulit dilahirkan utk menjadi Manusia,
kenapa manusia di Bumi dgn begitu mudah bertambah

(atau boleh dikatakan melakukan KB adalah pekerjaan berat) ?

thanks sebelumnya!
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Mr. Wei

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.074
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #55 on: 30 November 2009, 10:15:36 PM »
Pertanyaan dari gw:
1. Apakah efek dari paritta? Apakah benar paritta bisa memberikan efek 'kekuatan' seperti penyembuhan penyakit, mengundang dewa, membawa rejeki, dsb atau paritta adalah bacaan yang memberikan panduan/renungan saja bagi manusia?

Menurut salah satu referensi buku yang gw baca, yaitu Keyakinan Umat Buddha karya Bhante Dhammananda, dikatakan bahwa paritta bila dilantunkan dengan nada yang tepat akan mengundang kehadiran para dewa, benarkah?

2. Mengenai Jataka, selama ini Jataka selalu terkesan layaknya sebuah dongeng bagi gw, sedangkan sepengetahuan gw, Buddhisme lebih mengundang nalar, lalu apakah kitab Jataka ini benar terjadi atau hanyalah perumpaan, atau rekaan?

3. BENARKAH bahwa dengan berdoa (bukan kepada Buddha, tapi kepada Bodhisattva, Deva, dll) akan mempercepat berbuahnya karma baik kita??? Atau doa itu memang tidak ada efeknya?

4. BENARKAH bahwa dengan membaca buku2 Dhamma secara tidur2an itu adalah perbuatan yang menghasilkan kamma buruk? Atau hanya sekedar tidak etis untuk dilakukan saja?

Demikian pertanyaan-pertanyaan saya, beberapa pertanyaan terlihat pertanyaan lama yang pernah ditanyakan sebelumnya, namun saya masih belum merasa jelas dengan penjelasan-penjelasan terdahulu. _/\_

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #56 on: 30 November 2009, 10:30:22 PM »
Pertanyaan dari gw:
1. Apakah efek dari paritta? Apakah benar paritta bisa memberikan efek 'kekuatan' seperti penyembuhan penyakit, mengundang dewa, membawa rejeki, dsb atau paritta adalah bacaan yang memberikan panduan/renungan saja bagi manusia?

Menurut salah satu referensi buku yang gw baca, yaitu Keyakinan Umat Buddha karya Bhante Dhammananda, dikatakan bahwa paritta bila dilantunkan dengan nada yang tepat akan mengundang kehadiran para dewa, benarkah?

2. Mengenai Jataka, selama ini Jataka selalu terkesan layaknya sebuah dongeng bagi gw, sedangkan sepengetahuan gw, Buddhisme lebih mengundang nalar, lalu apakah kitab Jataka ini benar terjadi atau hanyalah perumpaan, atau rekaan?

3. BENARKAH bahwa dengan berdoa (bukan kepada Buddha, tapi kepada Bodhisattva, Deva, dll) akan mempercepat berbuahnya karma baik kita??? Atau doa itu memang tidak ada efeknya?

4. BENARKAH bahwa dengan membaca buku2 Dhamma secara tidur2an itu adalah perbuatan yang menghasilkan kamma buruk? Atau hanya sekedar tidak etis untuk dilakukan saja?

Demikian pertanyaan-pertanyaan saya, beberapa pertanyaan terlihat pertanyaan lama yang pernah ditanyakan sebelumnya, namun saya masih belum merasa jelas dengan penjelasan-penjelasan terdahulu. _/\_

1. Kalau baca paritta, dan diperhatikan dengan benar-benar, biasanya ada kata-kata "semoga dengan kebenaran pernyataan ini". Jadi yang menyebabkan paritta manjur adalah kualitas batin pada saat membaca paritta. Kadang-kadang ada yang baca paritta, tapi tidak tahu artinya. Misalnya seumur hidup tidak pernah membunuh, tapi kenyataannya sering membunuh semut, nyamuk, kecoak, tapi mengharapkan parittanya manjur...

2. Syair-syair Jataka terdapat di Tipitaka, tetapi cerita yang melatarbelakanginya terdapat di Kitab-kitab komentar. Apakah kitab-kitab komentar itu palsu?

3. Salah satu sifat kamma adalah anatta, yaitu bukan diri, sehingga tidak bisa diatur. Seperti meminta kepada orang tua, apakah selalu terwujud? :D

4. Kalau memang lagi sakit dan tidak mampu, tetapi niatnya adalah belajar dengan sungguh-sungguh? Kalau memang karena malas, ya malas akibatnya...
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline Mr. Wei

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.074
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #57 on: 30 November 2009, 10:37:14 PM »
^:)^ terima kasih sudah menanggapi pertanyaan2 tersebut dengan cepat, saya memang sedang menunggu2 jawabannya.

Dari penjelasan tersebut, saya ada ingin bertanya lagi:

Quote
1. Kalau baca paritta, dan diperhatikan dengan benar-benar, biasanya ada kata-kata "semoga dengan kebenaran pernyataan ini". Jadi yang menyebabkan paritta manjur adalah kualitas batin pada saat membaca paritta. Kadang-kadang ada yang baca paritta, tapi tidak tahu artinya. Misalnya seumur hidup tidak pernah membunuh, tapi kenyataannya sering membunuh semut, nyamuk, kecoak, tapi mengharapkan parittanya manjur...

Jadi kalau membaca denga kualitas batin yang baik, harapan yang terkandung dalam paritta tersebut manjur?

Quote
2. Syair-syair Jataka terdapat di Tipitaka, tetapi cerita yang melatarbelakanginya terdapat di Kitab-kitab komentar. Apakah kitab-kitab komentar itu palsu?

Kitab komentar setahu saya ditulis oleh para pemikir2 buddhis di zaman dahulu, saya tidak tahu tepatnya, mohon bimbingan dan CMIIW.

Quote
4. Kalau memang lagi sakit dan tidak mampu, tetapi niatnya adalah belajar dengan sungguh-sungguh? Kalau memang karena malas, ya malas akibatnya...

Efek jadi malas ini karena kita membiasakan diri kita malas atau memang itu akusala kamma?

Untuk jawaban nomor 3 sudah jelas sekali, terima kasih.

Mohon tanggapannya kembali ^:)^

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #58 on: 30 November 2009, 10:41:35 PM »
ah iya kualitas batin, sila, dan kebijaksanaan berpegaruh pada effek parrita
yah kek.. seorg cakkavati , ngomong.. di seekor gajah perang, kepada semua rakjat, prajurit, dan mentri
terus.. pengemis, ngomong hal sama, di tempat yg sama, dan kepada org2 yg sama...
hasilnya beda...jauh
hehehe perumpamaannya gitu
...

Offline Mr. Wei

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.074
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #59 on: 30 November 2009, 10:57:32 PM »
Bukan, yang gw pertanyakan bukan itu, yang ingin gw tanyakan adalah, apakah paritta itu manjur? Sekalipun oleh seorang yang berkualitas batin tinggi???

Maksudnya, selama ini kita mengetahui bermacam2 paritta, mulai dari mengundang dewa, mendapat berkah, menyembuhkan penyakit, dsb. Nah apakah Paritta itu memang benar efektif adanya atau HANYA sebagai perenungan bagi yang sedang sakit, agar hatinya bisa terhibur/lebih tenang setelah membaca tulisan2 tersebut?