Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme  (Read 131764 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.789
  • Reputasi: 43
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #90 on: 11 January 2010, 04:18:53 PM »
sebelumnya saya minta maaf sama moderator.yang ingin saya tanyakan ini bukan bermaksud kurang ajar.tapi karena terkadang terlintas dipikiran saya.dan karena saya udah ikut disini,jadi mungkin saya bisa mendapat jawabannya.
1.Kenapa seorang bikhu ga menikah?
2.Dan bagaimanakah cara dia mengatasi......(anda mengerti maksud saya kan?)sepanjang hidupnya?
   Teman saya punya saudara yang menjadi seorang pastor.katanya mereka selalu diberikan obat untuk atasi itu.
3.Gagalkah jalan bikhu tersebut bila dia hanya di pikiran atau imajinasi?

1) Seorang bhikkhu adalah seseorang yang meninggalkan kehidupan duniawi, seseorang yang meninggalkan kemelekatan pada kenikmatan panca indria dan pikiran, seorang yang menuju Kebahagiaan Tertinggi; yaitu kebahagiaan yang direalisasi dengan mencabut akar-akar penderitaan. Sudah seharusnya pula seorang bhikkhu tidak menikah. Karena menikah adalah perilaku manusia yang masih hidup di duniawi, menikah merupakan bentuk kemelekatan pada kenikmatan panca indria dan pikiran, dan menikah bukan merupakan jalan menuju Kebahagiaan Tertinggi.


2) Sebagai seorang bhikkhu, ia harus memiliki pemahaman benar. Seorang bhikkhu yang benar akan paham bahwa tidak menikah dan tidak melakukan hubungan seks adalah bukan karena dipaksa oleh Sang Buddha. Tetapi seorang bhikkhu yang benar akan memahami, bahwa sebuah perbuatan itu harus dilakukan dengan kebijaksanaan. Yaitu kebijaksanaan yang mempertimbangkan, bahwa apakah suatu perbuatan ini jika dilakukan akan membawa manfaat atau tidak.

Seorang bhikkhu yang benar akan melihat bahwa melakukan hubungan seks adalah melakukan perbuatan yang akan mendorongnya pada kemelekatan. Sebab berhubungan seks adalah perilaku yang memanjakan panca indria dan pikiran dengan kenikmatan duniawi. Seorang bhikkhu yang benar juga memahami, bahwa meskipun berhubungan seks akan memberikan kenikmatan; namun setelah kenikmatan ini berakhir, maka ketidakpuasan akan mendatanginya kembali. Seorang bhikkhu yang benar juga memahami, bahwa semua kebahagiaan duniawi sifatnya hanya menutupi dukkha secara sementara. Kebahagiaan duniawi adalah topeng dunia. Topeng yang menutupi wajah dunia yang sesungguhnya.

Melalui pemahaman yang benar seperti ini, seorang bhikkhu akan melihat bahaya dari satu perbuatan bernama "hubungan seks". Seorang bhikkhu yang benar akan melihat hubungan seks sebagai perbuatan yang tidak bermanfaat bagi kemajuan spiritual. Seorang bhikkhu yang benar akan menyadari; bila dirinya bisa berhagaia ketika tidak bergantung pada hubungan seks, maka itu merupakan kebahagiaan yang jauh lebih tinggi.

Seorang bhikkhu yang benar akan melihat suatu fenomena dari akarnya. Dari akar inilah, ketertarikan seksuil bisa dicabut. Seorang bhikkhu yang benar, bisa mengendalikan diri dari nafsu biologis melalui pemahaman benar. Oleh karena itulah, seorang bhikkhu yang benar tidak membutuhkan obat atau faktor eksternal lain untuk bisa mengendalikan hal ini. Seorang bhikkhu yang benar selalu sadar, bahwa nafsu itu muncul dari pikiran; dan dari pikiran pula nafsu ini bisa dilenyapkan. Seorang bhikkhu yang benar adalah seorang yang terkendali dalam setiap pikiran, ucapan dan perbuatannya.


3) Bhikkhu itu bukan gagal. Tetapi dia belum mendapatkan buah manfaat dari menjalani kehidupan suci. Sang Buddha selalu memotivasi semua orang yang belum mendapatkan buah ini. "Berjuanglah mencapai Pembebasan dengan tanpa lengah dan waspada".

saya coba menyimpulkan dan tolong dikoreksi kalau kurang tepat:sebenarnya tidak ada peraturan/larangan seorang bikhu tidak boleh menikah oleh agama budha.seperti yang biasa saya dengar,kalau kamu mau jadi seorang bikhu maka kamu ga boleh kawin.tidak menikah bukan syarat untuk menjadi seorang bikhu/i.seperti kita mau melamar kerja,syarat belum menikah dll.dan tidak menikah juga bukan karena untuk mempermudah mencapai tujuan.tapi sebenarnya karena menikah itu sendiri adalah KEMELEKATAN.Apakah pikiran saya ini kurang tepat?
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Sunce™

  • Sebelumnya: Nanda
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.351
  • Reputasi: 66
  • Gender: Male
  • Nibbana adalah yang Tertinggi
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #91 on: 11 January 2010, 04:23:26 PM »
menjadi bhikkhu dan tidak boleh menikah sebagai syarat tak tertulis, karna itu sudah jelas.. arti dari bhikkhu adalah seorang pertapa/melepas keduniawian.

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #92 on: 11 January 2010, 04:24:53 PM »
saya coba menyimpulkan dan tolong dikoreksi kalau kurang tepat:sebenarnya tidak ada peraturan/larangan seorang bikhu tidak boleh menikah oleh agama budha.seperti yang biasa saya dengar,kalau kamu mau jadi seorang bikhu maka kamu ga boleh kawin.tidak menikah bukan syarat untuk menjadi seorang bikhu/i.seperti kita mau melamar kerja,syarat belum menikah dll.dan tidak menikah juga bukan karena untuk mempermudah mencapai tujuan.tapi sebenarnya karena menikah itu sendiri adalah KEMELEKATAN.Apakah pikiran saya ini kurang tepat?

Orang yang sudah menikah, boleh menjadi bhikkhu. Orang yang belum menikah, juga boleh menjadi bhikkhu. Orang yang sudah bercerai, juga boleh menjadi bhikkhu. Yang tidak boleh adalah setelah menjadi bhikkhu kemudian menikah. Seseorang yang menjadi bhikkhu harus melepaskan semua jabatan, harta dan popularitasnya.

Tentu saja ada peraturan (Vinaya) yang menetapkan seorang bhikkhu untuk tidak menikah. Tetapi pada dasarnya, peraturan ini ditetapkan Sang Buddha untuk mengarahkan bhikkhu agar tidak melekat pada keluarga.
« Last Edit: 11 January 2010, 04:29:07 PM by upasaka »

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #93 on: 11 January 2010, 05:31:21 PM »
Bhikkhu Vinaya : Parajika 1 : Sex

http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=2256.0
...

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.789
  • Reputasi: 43
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #94 on: 12 January 2010, 04:19:53 AM »
Bhikkhu Vinaya : Parajika 1 : Sex

http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=2256.0

ketat juga yah.........berat juga jadi bikhu.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #95 on: 12 January 2010, 09:20:18 AM »
Bhikkhu Vinaya : Parajika 1 : Sex

http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=2256.0

ketat juga yah.........berat juga jadi bikhu.
tergantung dari pribadi masing-masing....sulit tidak sulitnya..

kalau gw, sijh memang menjalani peraturan sebanyak itu sangat sulit...tp kalau sudah terbiasa mungkin tidak lagi.
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.789
  • Reputasi: 43
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #96 on: 12 January 2010, 09:52:44 AM »
Sebelumnya saya minta maaf,saya tidak tau topik ini termasuk dalam ini atau tidak.Dan saya berharap ini masih termasuk pertanyaan wajar bagi forum ini.

Dosa itu dilihat dari niatnya...

saya ingin tau bagaimana pandangan agama buddha :
-tentang sex pra nikah?
-tentang homosexual dan lesbian?
-tentang menonton video porno?
-dan selingkuh baik dalam berumah tangga maupun masih pacaran.





PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #97 on: 12 January 2010, 10:03:24 AM »
Sebelumnya saya minta maaf,saya tidak tau topik ini termasuk dalam ini atau tidak.Dan saya berharap ini masih termasuk pertanyaan wajar bagi forum ini.

Dosa itu dilihat dari niatnya...

saya ingin tau bagaimana pandangan agama buddha :
-tentang sex pra nikah?
-tentang homosexual dan lesbian?
-tentang menonton video porno?
-dan selingkuh baik dalam berumah tangga maupun masih pacaran.

Dalam Buddhisme, "dosa" adalah kotoran batin yang berwujud kebencian. Istilah perbuatan buruk yang kelak akan mengakibatkan penderitaan disebut dengan "kamma buruk".

Dalam pandangan Agama Buddha...

- Seks pra nikah tidak selalu dipukul rata sebagai kamma buruk (perbuatan tercela).

- Homoseksual (gay dan lesbian) adalah orang yang memiliki orientasi seks terhadap sejenisnya. Agama Buddha menghargai kebebasan hak semua orang. Hanya saja, orientasi seks ini dilihat sebagai orientasi seks yang kurang wajar; dan bisa memunculkan pertentangan di masyarakat.

- Menonton film porno adalah mengumbar kenikmatan indria mata, dan bisa berdampak mengotori pikiran dengan hal-hal porno. Perbuatan ini adalah perbuatan yang tidak bermanfaat (akusala kamma).

- Selingkuh baik ketika sudah berumah-tangga maupun masih pacaran adalah bentuk dari keserakahan (lobha). Agama Buddha mengajarkan kita untuk tidak mengumbar keserakahan, dan justru membimbing kita untuk puas dengan apa yang dimiliki (santutthi). Berselingkuh menandakan bahwa seseorang sadar bahwa dirinya adalah salah. Makanya orang yang berselingkuh, pasti pikirannya selalu cemas, berhati-hati, dan terus berusaha menutupi keadaan dengan muslihat. Orang seperti ini adalah orang yang sangat menderita secara mental.
« Last Edit: 12 January 2010, 10:36:43 AM by upasaka »

Offline naviscope

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.084
  • Reputasi: 48
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #98 on: 12 January 2010, 10:18:41 AM »
keberatan, yang nomor 3

masak ga bole nonton filem, porno itu kan jabaran nya luas sekali.... ^,^
Tinggalkan masa lalu, lepaskan beban akan masa depan, tidak terikat dengan yang sekarang maka kamu akan merasakan kedamain batin.

Leave the past alone, do not worry about the future, do not cling to the present and you will achieve calm.

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #99 on: 12 January 2010, 10:19:53 AM »
hmm.....
1. sex pra nikah
sex pra nikah yg tidak salah ( dalam artian tidak di salahkan, walau pun segala bentuk sex baik pra nikah, maupun nikah.. demi untuk kehidupan suci, sebaiknya di hindarkan), yaitu :
 saling suka, ke dua2nya tidak dalam tanggungan org tua, mengerti konsekuensi yg akan terjadi dan siap untuk menghadapi konsekuensi tsb

2. homoseksual dan lesbian
2 hal di atas. sebenarnya tidak salah, tak ada salahnya jika laki2 menyukai laki2, perempuan menyukai perempuan, laki2 menyukai perempuan , perempuan menyukai laki2
semuanya cuma merupakan "kecenderugan"
biasanya laki2 cenderung menyukai perempuan,  tp ada juga laki2 yg cenderung menyukai laki2
tidak ada yg salah dalam hal ini
coba bandingkan , seorg homo (laki 2 yg cenderung menyukai laki2)
dan seorg normal
yg homo, walaupun menyukai sesama, tp tidak meyalurkan hasrat sex nya..melalui gay club atau semacamnya, hanya saja dia memang lebih menyukai laki2
tp yg normal, tiap malam minggu mengunjugi tempat pelacuran, padahal dia mempunyai istri, dia juga kadang membantu sesorg wanita dgn harapan bisa memuaskan napsu nya bersama wanita tsb , dll
dari sini terlihat, bukan orientasi  seksual yg di permasalahkan di sini, tp perbuatannya yg harus di lihat

3.tentang menonton video porno?
salah satu bentuk pemuasan napsu indra... yg tidak bermanfaat untuk mendalami kesucian, secara umum.. tidak di larang ( tidak ada larangan khusus bagi umat awam), tp akibat2 nya juga harap di tanggung sendiri. karena manusia tidak pernah puas, dan salah satu akibatnya iyalah mulai mencari2 video porno yg lain, dan jika masih tidak puas..maka mungkin dia akan mulai org untuk mempratekan apa yg dia tonton.. dst

4. selingkuh adalah hal yg buruk, yg seharusnya dihindari oleh umat awam, karena selingkuh adalah perbuatan asusila selain itu umat awam harusnya melatih diri untuk tidak berbohong dan tidak berbuat asusila, selingkuh merupakan salah satu bentuk kebohongan juga, selain itu bentuk tidak adanya kepuasan, terhadap apa yg sudah di miliki
 
...

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #100 on: 12 January 2010, 10:20:43 AM »
keberatan, yang nomor 3

masak ga bole nonton filem, porno itu kan jabaran nya luas sekali.... ^,^
yg bilang ga boleh siapa?
...

Offline Juice_alpukat

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 734
  • Reputasi: 11
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #101 on: 12 January 2010, 10:20:58 AM »
-sex pranikah itu tentu merugikan khususnya bgi wanita, krna bila wanita hamil tapi prianya tdak brtanggung jawab.Nanti merugikan diri dan phak keluarga.
Jadi hal2yg trmask mrugikan diri,pihak keluarga,pemuasan nafsu scra salah( tidak diakui scra sah),maka itu tidak sesuai dngan ajaran sang Budha.
-dipandang scra kbnaran relatif, atau sammuti sacca, maka homo sex tentu brdampak memalukan diri sndiri dan keluarga.Kalau sdah tidak malu brarti tidak memiliki hiri (tidak malu brbuat yg tidak bnar),dan tentu ini sbgai sswa sang Budha,hendaknya memiliki rasa Hiri ini. Dan jelas sang Budha tidak mengajarkan pria boleh brhubungan homo sex, atau wanita boleh lesbian.
-mnonton video porno trmasuk hal2 yg brkaitan dngan pemuasan nafsu indriya. Ajaran Budha adalah mngajarkan siswanya untk tidak melakukan dua hal extrim yaitu menyiksa diri dan memuaskandiri dngan indriya,krna hal dmikian tidak membwa kebhagiaan. Malah makin trjebak kemelekatan. Sbgai siswa budha yg baik,mestinya menjauhkan diri dri hal2 yg brkaitan memuaskan nafsu indra.
-selingkuh adalah tidak baik,melanggar pancasila budhis. Dan menyakiti perasaan orang lain, sbaiknya dihndari.Sang Budha tidak mengajarkan manusia untk brbuat selingkuh.Tapi mengajarkan orang untk santutthi yaitu telah puas dngan apa yg dimiliki.

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #102 on: 12 January 2010, 10:37:07 AM »
keberatan, yang nomor 3

masak ga bole nonton filem, porno itu kan jabaran nya luas sekali.... ^,^

Tidak dilarang kok. :)

Offline Juice_alpukat

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 734
  • Reputasi: 11
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #103 on: 12 January 2010, 10:50:35 AM »
Untk hal no.3, kykny aq munapik jg ya,sbb aq sndiri masih nonton,jdi aq blum sepenuhnya jdi siswa budha yg baik, tpi kbnaran relatif dlm masyarakat, dikatakan umur + dri 21 tahun dah boleh mennton. ;D

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Pertanyaan Kritis Mengenai Buddhisme
« Reply #104 on: 12 January 2010, 11:19:36 AM »
Sebelumnya saya minta maaf,saya tidak tau topik ini termasuk dalam ini atau tidak.Dan saya berharap ini masih termasuk pertanyaan wajar bagi forum ini.

Dosa itu dilihat dari niatnya...

saya ingin tau bagaimana pandangan agama buddha :
-tentang sex pra nikah?
-tentang homosexual dan lesbian?
-tentang menonton video porno?
-dan selingkuh baik dalam berumah tangga maupun masih pacaran.

Dalam Buddhisme, "dosa" adalah kotoran batin yang berwujud kebencian. Istilah perbuatan buruk yang kelak akan mengakibatkan penderitaan disebut dengan "kamma buruk".

Dalam pandangan Agama Buddha...

- Seks pra nikah tidak selalu dipukul rata sebagai kamma buruk (perbuatan tercela).

- Homoseksual (gay dan lesbian) adalah orang yang memiliki orientasi seks terhadap sejenisnya. Agama Buddha menghargai kebebasan hak semua orang. Hanya saja, orientasi seks ini dilihat sebagai orientasi seks yang kurang wajar; dan bisa memunculkan pertentangan di masyarakat.

- Menonton film porno adalah mengumbar kenikmatan indria mata, dan bisa berdampak mengotori pikiran dengan hal-hal porno. Perbuatan ini adalah perbuatan yang tidak bermanfaat (akusala kamma).

- Selingkuh baik ketika sudah berumah-tangga maupun masih pacaran adalah bentuk dari keserakahan (lobha). Agama Buddha mengajarkan kita untuk tidak mengumbar keserakahan, dan justru membimbing kita untuk puas dengan apa yang dimiliki (santutthi). Berselingkuh menandakan bahwa seseorang sadar bahwa dirinya adalah salah. Makanya orang yang berselingkuh, pasti pikirannya selalu cemas, berhati-hati, dan terus berusaha menutupi keadaan dengan muslihat. Orang seperti ini adalah orang yang sangat menderita secara mental.


Quote
- Menonton film porno adalah mengumbar kenikmatan indria mata, dan bisa berdampak mengotori pikiran dengan hal-hal porno. Perbuatan ini adalah perbuatan yang tidak bermanfaat (akusala kamma).
Kecuali anda bekerja di badan sensor.... apakah itu bisa malah disebut berbuat karma baik?....(yg terlalu panas tidak diumbar pada masyarakat yg bukan semestinya...)  ;D ;D
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya