//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Melihat Seorang Anak Kerasukan  (Read 21603 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Shining Moon

  • Sebelumnya: Yuri-chan, Yuliani Kurniawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.148
  • Reputasi: 131
Re: Melihat Seorang Anak Kerasukan
« Reply #30 on: 09 May 2009, 10:49:22 PM »
Kalau umur 16 mah judulnya mesti diganti atuh. Lebih cocok gini, 'Melihat remaja kerasukan' :P
yakin neh bukan kepribadian ganda? Soalnya ada kata2 disegel...
Life is beautiful, let's rock and roll..

Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: Melihat Seorang Anak Kerasukan
« Reply #31 on: 09 May 2009, 11:44:50 PM »
cuma mo mengingatkan aja......

kan katanya "makhluk" itu disegel, berarti makhluk itu emang udah berdiam di tubuh, jadi tinggal tunggu munculnya aja...

jadi bukan makhluk itu lalu merasuki kan? karena emang sudah merasuk hanya saja kadang2 on nya.. :P

dan katanya emang dia (makhluk itu) sendiri gak bisa keluar karena di segel....

mendingan .... ongkosin aja tuh si om jhana kesono... kan katanya dia punya "kemampuan" :whistle:
Benar bro, intinya tu makhluk ada trs, cm kalo gak ada 'pengganggu' dia gak bereaksi. Jd pd dasarnya itu makhluk ada trus.
Wah ongkosnya mahal donk..saya takut gak mampu..hehe.

cuba dulu tanya ma om jhana... :whistle:  .............

emangnya jauh ya? kalo si jhana katane di Bandung... :-? ...
i'm just a mammal with troubled soul



Offline Jhana78

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: 4
Re: Melihat Seorang Anak Kerasukan
« Reply #32 on: 10 May 2009, 06:57:23 AM »
kayaknya sdr. Hendra Susanto mau melakukan analisis psikologi ni, pake nanya latar belakang segala. tapi ada benarnya juga. soalnya makhluk halus tidak akan merasuki orang yang mentalnya sehat. jadi, penyembuhan psikologis bisa merupakan salah satu solusi untuk penyembuhan seseorang. jadi, objek garapannya bukan bagaimana mengusir makhluk halus tersebut, melainkan bagaimana meningkatkan pertahanan diri melalui penggembangan mental.

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: Melihat Seorang Anak Kerasukan
« Reply #33 on: 10 May 2009, 07:38:00 AM »
kayaknya sdr. Hendra Susanto mau melakukan analisis psikologi ni, pake nanya latar belakang segala. tapi ada benarnya juga. soalnya makhluk halus tidak akan merasuki orang yang mentalnya sehat. jadi, penyembuhan psikologis bisa merupakan salah satu solusi untuk penyembuhan seseorang. jadi, objek garapannya bukan bagaimana mengusir makhluk halus tersebut, melainkan bagaimana meningkatkan pertahanan diri melalui penggembangan mental.

:jempol: benul pak jhan soalnya klo yg fenomena ini dianggap berhub dengan 'hantu' bukan maksudnya menyindir bisa dibilang pembodohan publik... kadang kala ini bisa faktor psikologi makanya perlu tau latar belakang keluarga, posisi dia dalam keluarga, dll

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Melihat Seorang Anak Kerasukan
« Reply #34 on: 10 May 2009, 08:55:49 AM »
Bukan kasus MPD kan (MULTIPLE PERSONALITY DISORDER)?
Kalo MPD memang perlu bawa ke psikiater/psikolog klinis...tapi MPD sangat langka di Indo.
kepribadian ganda ?
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Jhana78

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: 4
Re: Melihat Seorang Anak Kerasukan
« Reply #35 on: 10 May 2009, 09:20:10 AM »
 [at]  hendra susanto

anda berpendapat bahwa jika hal tersebut dianggap berhubungan dengan hantu, maka itu disebut pembodohan publik?

ah, pemikiran seperti itu merupakan arogansi dari kaum yang menganggap dirinya rasionalis hanya karena tidak mampu mengenal dunia gaib.

seorang dokter hendaklah berbicara tentang ilmu yang sudah dipelajarinya saja, tanpa harus menyalahkan ilmu yang dipelajari orang lain. kalau dia seorang dokter, jangan merasa lebih pintar matematika dari seorang hali matematika.

sebaliknya, seorang matematikawan, jangan merasa lebih pintar soal ilmu kedokteran dari pada seorang dokter.

seorang ahli psikologi, hendaklah berbicara benar menurut pengetahuan yang sudah dipelajarinya, tanpa harus menyalahkan dan mengejek pengetahuan kebatinan yang dimiliki ahlinya.

sebaliknya, ahli kebatinan hendaklah berbicara benar menurut pengetahuan yang sudah dipelajarinya, tanpa harus menyalahkan dan mengejek pengetahuan psikologi yang dimiliki ahlinya.

menurut saya, persoalan psikologi dan hantu ada kaitannya.

seseorang yang sehat mental, umumnya tidak dapat diganggu oleh hantu. orang yang punya masalah mental, mudah diganggu hantu. hal itulah yang kemudian menimbulkan kesimpulan bahwa "tidak ada hantu" pada orang yang kerasukan, hanya ada orang yang mengalami "gangguan jiwa". ini pandangan yang keliru, pak Hendra. saya sudah pernah mendiskusikan persoalan ini dengan seorang psikolog secara panjang lebar. tetapi memang benar, bahwa umumnya, terapi psikologis dapat membantu menyembuhkan gejala kerasukan, tetapi bukan berarti "tidak ada hantu", malainkan pembentukan mental yang positif, membuat hantu itu tidak dapat merasuk lagi.

saya menemukan kasus si A dan si B.
si A ini secara psikologis termasuk orang yang "normal".
tapi si B secara psikologi termasuk orang yang "sangat bermasalah".

tapi, si A sering mengalami gejala kerasukan yang dianggap psikolog itu adalah "mental yang bemasalah". tapi di luar waktu kerasukan, keadaan mental si A jauh lebih positif di banding si B.

fataknya begini :
seorang psikolog atau yang percaya pada sains, ilmu pengetahuan, menganggap diri rasionalis, akan memandang segala permasalah dari sudut rasionalis, empirisme, ilmu pengetahuan dan sains. serta menolak hal-hal yang berbau mistis, roh, hantu, santet, dll.

sebaliknya, seorang ahli kebatinan akan memandang segala sesuatunya dari sudut kebatinan pula. jangankan masalah kerasukan. masalah batuk pilek aja akan dihubungkan dengan persoalan gaib.

itu adalah dua sisi yang fanatik.
orang yang tidak fanatik akan melihat segala sesuatu secara objektif, apa adanya.


Offline Jhana78

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: 4
Re: Melihat Seorang Anak Kerasukan
« Reply #36 on: 10 May 2009, 09:32:26 AM »
 [at] Liem

saya akan menceritakan pengalaman yang mungkin bisa bermanfaat bagi sdr. Liem

dulu, saya seorang guru Penjaskes di salah satu SD di Bandung.

guru wali kelas satu menceritakan kepada saya, bahwa ada salah satu siswa kelas satu, umur 7 tahun, hampir setiap hari kerasukan di dalam kelas, namanya Rio. waktu terjadinya selalu sama, yaitu pukul 9 pagi. beberapa rekan guru meminta saya untuk memeriksa dan mengobati anak tersebut.

saya mencoba memeriksa tubuh dan batin anak tersebut. tapi, saya tidak menemukan sesuatu yang janggal dari padanya, tidak pula menemukan sesuatu semacam makhluk halus. maka saya mencoba hadir setiap hari di sekolah, agar dapat melihat anak tersebut ketika sedang kerasukan. tapi anehnya, jika saya ada di sekolah, anak tersebut tidak pernah kerasukan. akhirnya, sehubung dengan kesibukan saya sendiri, masalah itu terlupakan.

ternyata kebiasaan anak tersebut kesurupan terus berlangsung hingga kelas 3. padahal, orang tuanya telah mencoba mengobati Rio ke banyak tabib, termasuk ke psikolog. proses belajar seringkali terganggu, karena Rio ngamuk-ngamuk di kelas. wali kelas 3 melaporkan hal itu kepada saya.

selama ini, saya tak benar-benar serius menangani anak tersebut, karena sepertinya pihak orang tuanya tidak begitu menginginkan anaknya sembuh. buktinya, kawan saya memberi tahu orang tuanya agar mereka minta bantuan kepada saya, tapi setelah tiga tahun berlalu orang tuanya tak pernah datang kepada saya untuk sekedar sharing tentang masalah anaknya.

tapi,...karena saya kasihan terhadap anak-anak lain yang seringkali terganggu proses belajarnya oleh Rio, maka saya mencari akal, bagaimana agar saya bisa menemukan Rio ketika dia sedang kerasukan.

jadual mengajar saya di kelas 3 adalah hari rabu. suatu ketika, pada hari selama saya mengatakan pada anak-anak kelas 3 bahwa saya tidak akan datang mengajar esok hari, karena harus mengikuti suatu acara.  tapi, karena saya batal mengikuti acara tersebut, sayapun datang ke sekolah. pada waktu itulah saya menemukan Rio sedang kerasukan. semua orang ketakutan. Rio ngamuk. anak sekecil itu mampu melempar-lemparkan bangku dan kursi sekolah hingga pada terbalik.

saya segera masuk untuk melihat. dan Rio langsung mentap mata saya. itu sebagai usaha mengukur kekuatan dan menyebarkan pengaruhnya kepada saya. maka sayapun memandang matanya. dari mata saya mupun rio keluar energi yang saling mendorong. akhirnya energi dari mata rio itu terdesak, dan akhirnya energi dari saya menembus mata Rio. tunduklah si makhluk halus itu pada saya. ketika saya memanggilnya, dia nurut. dia mengikuti kemana saya pergi, walaupun berjalan merangkak dan menggeram seperti harimau.

saya melangkah menuju ke ruang kantor guru. Rio yang sedang kerasukan mengikuti saya dari belakang. dan saya memberi isyarat kepada guru wali kelas, agar melanjutkan proses belajar. di ruang guru tersebut, saya melakukan analisa terhadap Rio. saya tidak segera mengusir makhluk halus tersebut, melainkan mencoba menggali informasi sebanyak-banyak dengan cara bertanya. selain dengan bertanya, sayapun menggali informasi dengan cara deteksi energi, dan lain-lainnya.

akhirnya, saya simpulkan bahwa masalah Rio sangat kompleks. masalah utamanya tidak terletak pada Rio itu sendiri, melainkan pada ayahnya. Ayah Rio sendirilah yang telah menanamkan "siluman harimau" pada diri Rio, sebagai penjaga bagi Rio sendiri dari bahaya tindak kekerasan orang lain. Ini cukup membingungkan bagi saya. Jika saya mencabut siluman Harimau yang sudah menyatu dengan diri Rio itu, maka tentu ayahnya tidak akan suka dan bisa menuntut kepada saya. tapi kalau Rio di biarkan, tentu sangat menganggu proses belajar.

pihak sekolahpun memanggil ayah Rio terkait kasus yang dialami Rio. tapi, ayahnya tak pernah datang untuk memenuhi panggilan tersebut. akhirnya, saya membuat perjanjian dengan siluman Harimau tersebut, bahwa saya tidak akan mengusirnya, selama dia tidak merasuki Rio di dalam kelas, ngamuk-ngamuk dan mengganggu proses belajar. Jika janji tersebut dilanggar, maka saya akan mengusirnya secara paksa atau memasukannya ke dalam botol. makhluk tersebut ketakutan, dan sejak saat itu tidak berani lagi merasuk ke tubuh Rio di sekolah. tapi di rumahnya masih sering terjadi.

pernah suatu ketika, Rio keraskan lagi. tapi saya tidak melihat ada makhluk halus di dalamnya alias si Rio pura-pura kerasukan.  inilah masalah kedua dari Rio. dia sudah ketagihan dengan sensasi kerasukan tersebut akibat kebiasaan yang bertahun-tahun. jadi, walaupun sudah tidak ada makhluk yang merasuk, tapi dirinya menginginkan hal itu terjadi. hal ini memang dapat dimaklumi. seperti orang yang biasa mengkonsumi narkoba, tentu akan ketagihan bila dihentikan. kerasukanpun merupakan candu yang menyebabkan seseorang ketagihan. untuk penanganan masalah yang kedua ini, diperlukan usaha psikologis dan dukungan dari lingkungan.

maka saya menyarankan kepada guru wali kelas agar tidak takut lagi kalau melihat Rio kerasukan. lanjutkan saja proses belajar, dan jangan ditanggapi. semakin ditanggapi semakin menjadi-jadi. bahkan saya membolehkan guru kelasnya untuk memarahi Rio, apabila terlihat kerasukan lagi. misalnya, "apa-apaan sih Rio, bertingkah kayak gitu? apa gak malu?" demikian pula teman-teman Rio, saya ajari untuk tidak panik dan mengabaikan saja perilaku Rio yang pura-pura kerasukan.

proses penyembuhan psikologis tersebut menampakan hasil yang luar biasa. bila Rio sudah mulai termenung, menandangkan dia hendak kerasukan (pura-pura), gurunya segera memberi bertanya jawab dengan Rio, atau mnyuruh Rio untuk tampil di depan kelas untuk mengerjakan soal-soal. terapi ini sangat berhasil.

jadi, menurut saya, banyak faktor yang menyebabkan seorang kerasukan. semua permasalahan itu harus dilihat, dan diatasi semuanya. jangan hanya menangani persoalan gaibanya saja, tapi juga perlu penganganan persoalan fisik dan psikologisnya. dan jangan pula hanya melihat persoalan psikologisnya saja. jika itu benar-benar gangguan makhluk gaib, maka seringkali upaya konsultasi dengan psikolog tidak membuahkan hasil yang memuaskan. misalnya seperti pada kasus Rio, sudah sering dibawa ke psikolog, tapi karena akar masalahnya tidak dicabut, ya Rio tidak bisa sembuh. dan terapi psikologi baru efektif setelah akar permasalahannya, yaitu hantu dari tubuh Rio dapat di taklukan.

Offline Jhana78

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: 4
Re: Melihat Seorang Anak Kerasukan
« Reply #37 on: 10 May 2009, 10:37:28 AM »
sebenarnya siapa yang terbaik untuk mengatasi masalah yang dihadapi Lim, psikolog atau paranormal?

menurut saya, bukanlah Psikolog atau paranormal, tapi siapa saja yang mau dengan sukarela pergi ke sana dan membantu Lim mengatasi masalahnya secara langsung.

saya sendiri, hanya bisa ngomong doang di sini. kalau gak terjun langsung ke sana, gak bisa banyak membantu.

maaf ya Lim!
sebenarnya saya sudah sangat sering mengatasi masalah seperti itu, tapi saat ini, seandainya anda meminta saya datangpun, saya tidak dapat melakukannya. karena sudah lama saya memutuskan untuk berhenti menjadi paranormal. menjadi paranormal merupakan pekerjaan yang memberat bagi saya, terutama bagi keluarga saya sendiri.

semoga ada orang yang membantu Lim, apakah dia seorang psikolog atau paranormal, yang penting masalah Lim teratasi.

Offline lophenk

  • Sebelumnya: 4kupak
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 685
  • Reputasi: 28
  • Gender: Male
Re: Melihat Seorang Anak Kerasukan
« Reply #38 on: 10 May 2009, 11:09:26 AM »
maksudnya disegel disini apa dulu ?
apa anak ini pernah mempelajari suatu ilmu atw tubuhnya diisi sesuatu atw gimana ?
coba dikorek keterangan lg kalo pas anak itu kerasukan , diajak bicara makhluknya .
kalo makhluk yg punya kecendrungan baik , mungkin dia akan memberikan petunjuk .
anaknya mau bc paritta / liamkeng gak ? trus kalo kebaktian biasa baca paritta apa ?

Yang saya dengar makhluk itu dimasukan oleh ayah si anak,dan disegel jd segelnya harus dibuka, tp masalahnya ayah si anak udah meninggal, jadi kita gak dimana segelnya. Makhluk itu waktu ditanya juga gak tau. Anaknya mau koq baca parita. Banyak parita yang dibaca. Tapi selama gak ada anak lain yg kerasukan dulu, anak ini gak akan kerasukan.
Kita sempat minta petunjuk namun gak ada petunjuk yg diberikan.

kalo tubuh anak itu diisi trus disegel/dikunci oleh ayahnya & skg ayahnya sdh tdk ada ,
rasanya akan lebih baik kalo mencari org yg tingkat spritualnya tinggi tuk membuka segel tsb .
atw ya dgn terus2an liamkeng n medit , lama kelamaan segel/ikatan2 spt itu akan terbuka juga , yg penting hrs sabar :)
 
thanks Buddha...

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: Melihat Seorang Anak Kerasukan
« Reply #39 on: 10 May 2009, 11:14:51 AM »
[at]  hendra susanto

anda berpendapat bahwa jika hal tersebut dianggap berhubungan dengan hantu, maka itu disebut pembodohan publik?

ah, pemikiran seperti itu merupakan arogansi dari kaum yang menganggap dirinya rasionalis hanya karena tidak mampu mengenal dunia gaib.

seorang dokter hendaklah berbicara tentang ilmu yang sudah dipelajarinya saja, tanpa harus menyalahkan ilmu yang dipelajari orang lain. kalau dia seorang dokter, jangan merasa lebih pintar matematika dari seorang hali matematika.

sebaliknya, seorang matematikawan, jangan merasa lebih pintar soal ilmu kedokteran dari pada seorang dokter.

seorang ahli psikologi, hendaklah berbicara benar menurut pengetahuan yang sudah dipelajarinya, tanpa harus menyalahkan dan mengejek pengetahuan kebatinan yang dimiliki ahlinya.

sebaliknya, ahli kebatinan hendaklah berbicara benar menurut pengetahuan yang sudah dipelajarinya, tanpa harus menyalahkan dan mengejek pengetahuan psikologi yang dimiliki ahlinya.

menurut saya, persoalan psikologi dan hantu ada kaitannya.

seseorang yang sehat mental, umumnya tidak dapat diganggu oleh hantu. orang yang punya masalah mental, mudah diganggu hantu. hal itulah yang kemudian menimbulkan kesimpulan bahwa "tidak ada hantu" pada orang yang kerasukan, hanya ada orang yang mengalami "gangguan jiwa". ini pandangan yang keliru, pak Hendra. saya sudah pernah mendiskusikan persoalan ini dengan seorang psikolog secara panjang lebar. tetapi memang benar, bahwa umumnya, terapi psikologis dapat membantu menyembuhkan gejala kerasukan, tetapi bukan berarti "tidak ada hantu", malainkan pembentukan mental yang positif, membuat hantu itu tidak dapat merasuk lagi.

saya menemukan kasus si A dan si B.
si A ini secara psikologis termasuk orang yang "normal".
tapi si B secara psikologi termasuk orang yang "sangat bermasalah".

tapi, si A sering mengalami gejala kerasukan yang dianggap psikolog itu adalah "mental yang bemasalah". tapi di luar waktu kerasukan, keadaan mental si A jauh lebih positif di banding si B.

fataknya begini :
seorang psikolog atau yang percaya pada sains, ilmu pengetahuan, menganggap diri rasionalis, akan memandang segala permasalah dari sudut rasionalis, empirisme, ilmu pengetahuan dan sains. serta menolak hal-hal yang berbau mistis, roh, hantu, santet, dll.

sebaliknya, seorang ahli kebatinan akan memandang segala sesuatunya dari sudut kebatinan pula. jangankan masalah kerasukan. masalah batuk pilek aja akan dihubungkan dengan persoalan gaib.

itu adalah dua sisi yang fanatik.
orang yang tidak fanatik akan melihat segala sesuatu secara objektif, apa adanya.



hehehehhheh... anda segitu tersentilnya saudara jhana... saya rasa saya sangat dan cukup mengenal dunia gaib... saya hanya tidak mau membahas soal ini dari sisi gaibnya, perlu diketahui oleh saudara jhana pengetahuan demikian tidak membawa anda kepada pembebasan (kalau memang anda mencari pembebasan) tetapi malah membuat anda semakin terpendam kedalam dunia ini :)

Offline Jhana78

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: 4
Re: Melihat Seorang Anak Kerasukan
« Reply #40 on: 10 May 2009, 12:16:17 PM »
 [at]  Lim

rupanya sdr. Hendra Susanto berkompeten untuk membantu mengatasi permasalahan anda. silahkan anda lanjutkan berkonsultasi denganya, saya of dari thread ini.

tanks!

Offline lim

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 113
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
Re: Melihat Seorang Anak Kerasukan
« Reply #41 on: 10 May 2009, 12:35:42 PM »
orangnya cewek apa cowok?? umurnya brp??

kita kan gak bisa maen tebak2an, karena medianya ini tulisan... jadi informasi mesti lengkap baru bisa tau
Dia Cowok umur sekitar 16thn. Namanya kalo gak slh haris. :-)

kesehariannya gmn?? latar belakang keluarganya gmn??
Wah.. kurang tahu persis ya Bro, karna sebelumnya nggak pernah kenal, Yang jelas dia cuma tinggal sama emaknya.. karna bapaknya udah meninggal.. kasihan deh pokoknya..  :'(

Kalau umur 16 mah judulnya mesti diganti atuh. Lebih cocok gini, 'Melihat remaja kerasukan' :P
yakin neh bukan kepribadian ganda? Soalnya ada kata2 disegel...
heuheue.. bisa aja sis...
ya kalo anak2 kan kesannya lebih dramatis  :P

kurang nya sati!
Setujuh Bro.. Saya berpikiran kalo memang nggak bisa dikeluarkan ya gpp, selama Sati nya kuat, dia bisa ngontrol ntuh makhluk..  :)


maksudnya disegel disini apa dulu ?
apa anak ini pernah mempelajari suatu ilmu atw tubuhnya diisi sesuatu atw gimana ?
coba dikorek keterangan lg kalo pas anak itu kerasukan , diajak bicara makhluknya .
kalo makhluk yg punya kecendrungan baik , mungkin dia akan memberikan petunjuk .
anaknya mau bc paritta / liamkeng gak ? trus kalo kebaktian biasa baca paritta apa ?

Yang saya dengar makhluk itu dimasukan oleh ayah si anak,dan disegel jd segelnya harus dibuka, tp masalahnya ayah si anak udah meninggal, jadi kita gak dimana segelnya. Makhluk itu waktu ditanya juga gak tau. Anaknya mau koq baca parita. Banyak parita yang dibaca. Tapi selama gak ada anak lain yg kerasukan dulu, anak ini gak akan kerasukan.
Kita sempat minta petunjuk namun gak ada petunjuk yg diberikan.

kalo tubuh anak itu diisi trus disegel/dikunci oleh ayahnya & skg ayahnya sdh tdk ada ,
rasanya akan lebih baik kalo mencari org yg tingkat spritualnya tinggi tuk membuka segel tsb .
atw ya dgn terus2an liamkeng n medit , lama kelamaan segel/ikatan2 spt itu akan terbuka juga , yg penting hrs sabar :)
 
:-? yep.. mudah2an si anak bisa bersabar  :)

sebenarnya siapa yang terbaik untuk mengatasi masalah yang dihadapi Lim, psikolog atau paranormal?

menurut saya, bukanlah Psikolog atau paranormal, tapi siapa saja yang mau dengan sukarela pergi ke sana dan membantu Lim mengatasi masalahnya secara langsung.

saya sendiri, hanya bisa ngomong doang di sini. kalau gak terjun langsung ke sana, gak bisa banyak membantu.

maaf ya Lim!
sebenarnya saya sudah sangat sering mengatasi masalah seperti itu, tapi saat ini, seandainya anda meminta saya datangpun, saya tidak dapat melakukannya. karena sudah lama saya memutuskan untuk berhenti menjadi paranormal. menjadi paranormal merupakan pekerjaan yang memberat bagi saya, terutama bagi keluarga saya sendiri.

semoga ada orang yang membantu Lim, apakah dia seorang psikolog atau paranormal, yang penting masalah Lim teratasi.
It's Oke Bro.. saya dapat memaklumi. Saya sudah sangat berterima kasih bro udah banyak sharing disini..
Sebenarnya nggak akan jadi masalah kalo saya nggak peduli, tapi melihat langsung apa yg terjadi membuat hati nggak tega..  :)

Nanti malam mungkin baru mulai kita diskusi, karena kemarin ada perayaan waisak, jadi kita belum mencoba apa2..

[at]  hendra susanto

anda berpendapat bahwa jika hal tersebut dianggap berhubungan dengan hantu, maka itu disebut pembodohan publik?

ah, pemikiran seperti itu merupakan arogansi dari kaum yang menganggap dirinya rasionalis hanya karena tidak mampu mengenal dunia gaib.

seorang dokter hendaklah berbicara tentang ilmu yang sudah dipelajarinya saja, tanpa harus menyalahkan ilmu yang dipelajari orang lain. kalau dia seorang dokter, jangan merasa lebih pintar matematika dari seorang hali matematika.

sebaliknya, seorang matematikawan, jangan merasa lebih pintar soal ilmu kedokteran dari pada seorang dokter.

seorang ahli psikologi, hendaklah berbicara benar menurut pengetahuan yang sudah dipelajarinya, tanpa harus menyalahkan dan mengejek pengetahuan kebatinan yang dimiliki ahlinya.

sebaliknya, ahli kebatinan hendaklah berbicara benar menurut pengetahuan yang sudah dipelajarinya, tanpa harus menyalahkan dan mengejek pengetahuan psikologi yang dimiliki ahlinya.

menurut saya, persoalan psikologi dan hantu ada kaitannya.

seseorang yang sehat mental, umumnya tidak dapat diganggu oleh hantu. orang yang punya masalah mental, mudah diganggu hantu. hal itulah yang kemudian menimbulkan kesimpulan bahwa "tidak ada hantu" pada orang yang kerasukan, hanya ada orang yang mengalami "gangguan jiwa". ini pandangan yang keliru, pak Hendra. saya sudah pernah mendiskusikan persoalan ini dengan seorang psikolog secara panjang lebar. tetapi memang benar, bahwa umumnya, terapi psikologis dapat membantu menyembuhkan gejala kerasukan, tetapi bukan berarti "tidak ada hantu", malainkan pembentukan mental yang positif, membuat hantu itu tidak dapat merasuk lagi.

saya menemukan kasus si A dan si B.
si A ini secara psikologis termasuk orang yang "normal".
tapi si B secara psikologi termasuk orang yang "sangat bermasalah".

tapi, si A sering mengalami gejala kerasukan yang dianggap psikolog itu adalah "mental yang bemasalah". tapi di luar waktu kerasukan, keadaan mental si A jauh lebih positif di banding si B.

fataknya begini :
seorang psikolog atau yang percaya pada sains, ilmu pengetahuan, menganggap diri rasionalis, akan memandang segala permasalah dari sudut rasionalis, empirisme, ilmu pengetahuan dan sains. serta menolak hal-hal yang berbau mistis, roh, hantu, santet, dll.

sebaliknya, seorang ahli kebatinan akan memandang segala sesuatunya dari sudut kebatinan pula. jangankan masalah kerasukan. masalah batuk pilek aja akan dihubungkan dengan persoalan gaib.

itu adalah dua sisi yang fanatik.
orang yang tidak fanatik akan melihat segala sesuatu secara objektif, apa adanya.



hehehehhheh... anda segitu tersentilnya saudara jhana... saya rasa saya sangat dan cukup mengenal dunia gaib... saya hanya tidak mau membahas soal ini dari sisi gaibnya, perlu diketahui oleh saudara jhana pengetahuan demikian tidak membawa anda kepada pembebasan (kalau memang anda mencari pembebasan) tetapi malah membuat anda semakin terpendam kedalam dunia ini :)
Wah.. rupanya sodara Hendra juga banyak tahu ttg hal gaib ya..
Kalo berkenan tolong disharing juga pengalamannya sodara Hendra.

 _/\_

Offline lim

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 113
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
Re: Melihat Seorang Anak Kerasukan
« Reply #42 on: 10 May 2009, 12:41:00 PM »
[at]  Lim

rupanya sdr. Hendra Susanto berkompeten untuk membantu mengatasi permasalahan anda. silahkan anda lanjutkan berkonsultasi denganya, saya of dari thread ini.

tanks!
Wah.,. Bro Jhana kenapa harus off dari thread ini, terlepas dari berbagai pandangan dan pendapat.. kita disini sama2 sharing.. sama² belajar.. hehe..

 ;)

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: Melihat Seorang Anak Kerasukan
« Reply #43 on: 10 May 2009, 01:52:33 PM »
coba cari tau ada kondisi keluarga??

klo orang yang sehari2nya sedih muluk mungkin saja bisa jadi pemicu hal2 aneh.

contoh mudah klo orang happy kan gak mungkin ada cerita kerasukan ;D

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Melihat Seorang Anak Kerasukan
« Reply #44 on: 10 May 2009, 06:14:12 PM »
Fenomena kerasukan/merasuki... baik oleh makhluk halus tingkat rendah maupun makhluk halus tingkat tinggi (golongan dewa) itu bisa terjadi... Di dalam Cerita Jataka No.483 (Surabha Miga Jataka), jelas diceritakan bagaimana dewa sekelas Sakka bisa merasuki tubuh manusia.
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

 

anything