Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS  (Read 208832 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #705 on: 09 May 2011, 04:46:02 PM »
Alam semesta bekerja dengan tidak adil. Jika Anda menyumpah hal buruk, maka itu kemungkinan besar akan terjadi. Namun jika Anda ingin mendapatkan hal baik, Anda harus bekerja untuk mendapatkannya --- tidak bisa dengan sumpah-serapah.
Spoiler: ShowHide
Program yang ter-install di alam semesta memang seperti itu. Mohon maklum.


jadi Ambhapali memetik hasil baik atau buruk sebagai PELACUR ?

VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #706 on: 09 May 2011, 04:47:00 PM »


Tidak juga, HIV bisa merupakan keturunan , bisa juga lewat darah seperti luka ke luka. Risiko yang lebih umum memang melalui hubungan seksual. Apakah dengan pelacur atau bukan, jika diperiksakan secara medis, maka penularan bisa, bukan tidak bisa dihindari.
Dalam hal ini, saya lihat tetap penyebabnya adalah ketidaktahuan akan kesehatan, bukan pada keberadaan prostitusinya. Mengenai orang yang sengaja menularkan, itu masalah kepribadiannya yang jahat, tidak bisa dikaitkan dengan profesi pelacur.
Jika turunan itu berarti sang ibu sebelum hamil sudah mengidap HIV. Dan sampai saat ini, saya belum menemukan berita bahwa anak yang mendapat HIV turunan berumur panjang. Atau bro bisa carikan informasinya? Jadi jika dia tidak berumur panjang, saya pikir tidak akan cukup waktu menjadi gadis perawan.


Quote
OK, barang belanjaan mati, tapi sales-nya hidup kok. Apakah sales perlu mempertimbangkan tebal/tipis LDM dan kondisi ekonomi wanita yang shopping? ;D 

 
Yang bro sebut awal itu mall bukan sales. Dan orang yang suka shopping itu umumnya di mall bukan sales yang menjajakan barang.  ;D
Apakah pelacur tidak mempertimbangkan ekonomi yang membeli? Saya rasa mereka menilai dari penampilan si pembeli. Makin berduit mereka makin senang, karena bisa dapat bayaran lebih dari pada biasanya. Apalagi jika punya kesempatan untuk menikah dengan jaminan masa depan.

Quote
  Kembali lagi objek (hidup/mati) adalah netral. Menjadi tidak netral adalah karena persepsi kita . Satu pendapat mengatakan pemerkosaan terjadi karena wanita kurang menutupi tubuhnya, sehingga diharuskan memakai burkha. Tapi kita lihat kenyataan lain di masyarakat tertentu ada yang wanitanya berbusana 'topless', namun pemerkosaan sangat langka terjadi. Mengapa? Karena kuncinya adalah moralitasnya, bukan objeknya.

Sungguh kamma baik bagi wanita yang mendapatkan bro sebagai suami  ^:)^  ;D

Ok,kita balik lagi. Tulisan yang di bold, itu hanya bagi orang yang memahami. Terutama yang mengerti Buddhisme. Dan pemeluk Buddhisme yang LDM-nya sudah tidak terlalu tebal. Tapi saya melihat dari sudut pandang orang awam. Karena sesuai postingan bro sebelumnya, bro ingin tahu dari mana asalnya profesi pelacur dianggap hina. Karena yang mengatakan hina adalah pendapat umum. Jadi saya menjawab secara umum.

Kalau secara Buddhisme benar seperti yang bro katakan.Objek itu netral. Kita yang harus mengendalikan indera,harus menjaga pintu indera. Orang bijaksana akan menjauhi segala prostitusi, segala yang memabukkan, segala tari-tarian dll. Yang cuma akan membuat kemelekatan menjadi lebih tebal. Bukankah begitu?


Quote
Sebetulnya ada perbedaan besar antar orang yang merebut suami orang lain menggunakan daya tarik seksual, dengan pelacur. Pelacur tidak mencampuri urusan pribadi pelanggan dan pelacur tidak menikah. Pelacur hanya memberikan layanan seksual demi bayaran yang disetujui. Itu saja.
Menurut saya, si mahasiswi itu bukan pelacur, tapi memang pemangsa kekayaan lelaki hidung belang saja.
Kalau melihat jawaban bro, berarti bro bukan pemakai jasa pelacur. Bro, moral pelacur jaman sang Buddha tidak sama dengan moral pelacur zaman sekarang.
Moral pelacur sekarang umumnya hanya memikirkan bagaimana mereka mendapatkan uang dengan mudah. Bisa melepaskan kepuasan inderawi dengan mudah. Walaupun dengan cara merebut suami orang.

Tahukah bro, dari mana saya bisa berkata begini? Bukan dari teori tapi juga saya alami sendiri. Bagaimana keluarga kami menjadi berantakan karena seorang pelacur. Ayah saya menikahi seorang pelacur dan membiarkan semua anaknya terlantar. Dan hebatnya setelah dia mulai sakit-sakitan dan tidak punya uang, maka pelacur yang menjadi istrinya menendang dia.


PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #707 on: 09 May 2011, 04:49:06 PM »
Bispak dan bisyar tidak selalu tercela. Tercela dalam arti melanggar sila ketiga, yah... Soalnya jika membahas "tercela" dalam pandangan sosial, sepertinya lebih kontroversi lagi.

betul.bila kita mencela ini baik dan ini buruk.bukankah kita kehilangan Upekkha :) dan rentetannya kebencian timbul,Metta,Karuna dan Mudita pun lenyap.
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #708 on: 09 May 2011, 04:51:50 PM »
betul.bila kita mencela ini baik dan ini buruk.bukankah kita kehilangan Upekkha :) dan rentetannya kebencian timbul,Metta,Karuna dan Mudita pun lenyap.

Buddha pernah "mencela" perbuatan yang tercela gak ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #709 on: 09 May 2011, 04:52:08 PM »
jadi Ambhapali memetik hasil baik atau buruk sebagai PELACUR ?

Tentu saja buruk. Sama seperti contoh "kuli bangunan" tadi.

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #710 on: 09 May 2011, 04:55:17 PM »
bagaimana dengan orang (wanita) yang memang suka melakukan sex tanpa minta bayaran (uang ) sekalipun, hal ini benar2 ada dan terjadi, apa bisa di samakan dengan pelacur? dan apa tidak beresiko juga terinfeksi penyakit. pelacur atau bukan sama2 beresiko tertular penyakit, jika pelacur di bandingkan dengan perawan sangat tidak relevan, tapi bandingkan dengan orang yang memang menyukai free sex tanpa bayaran sedikitpun.

tidak semua orang cerai gara2 suaminya menikah dengan pelacur / selingkuh, banyak orang yang cerai karena wanita baik2 lainnya, pria berselingkuh / memilih menikah lagi mempunyai banyak faktor, tidak selalu berhubungan dengan sex aja pria menjadi selingkuh. 

mohon di koreksi jika salah_/\_
Kalau saya jawab bro, sudah luas sekali areal pembahasannya.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #711 on: 09 May 2011, 05:01:09 PM »
Buddha pernah "mencela" perbuatan yang tercela gak ?

yang saya maksud jangan menjudge tanpa mengenal lebih dalam.contoh kalo saya kleuarkan kata "pelacur""homo""pencuri"dsb yang muncul di kepala bro akan langsung buruk duluan sedangkan siapakah kita menjadi juri. Buddha tidak mencela hanya memberikan koridor inilah yang pantas dan tidak pantas.bukan mencela.
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #712 on: 09 May 2011, 05:10:55 PM »
Kalau saya jawab bro, sudah luas sekali areal pembahasannya.

maaf sebelumnya, bukan ingin memperluas, hanya kebanyakan jika orang mendengar kata pelacur mereka akan langsung mencap jelek atau buruk , seperti yang di ungkapkan bro nyanadhana. kebetulan 2 sepupu saya menikah dengan pelacur tapi kehidupan mereka malah bahagia  walaupun untuk biaya hidup pas2an, oleh sebab itu saya memberikan statment tidak semua pelacur itu tercela.

seperti kata bro kainyn juga , belum tentu mahasiswi tersebut pelacur, mungkin dia seorang perek/bispak / ayam kampus, karena yang mereka tuju adalah harta, memang pelacur juga yang di tuju harta tapi mereka memberikan tarif untuk pelayanan yang di berikan, berbeda dengan perek/bispak/ayam kampus, dalam pelayanan sex mereka tidak meminta bayaran tapi di keseharian mereka akan menuntut macam2 baik perhiasan, mobil rumah dll.  _/\_
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #713 on: 09 May 2011, 05:16:19 PM »
Tentu saja buruk. Sama seperti contoh "kuli bangunan" tadi.

ambhapali memetik hasil buruk akibat perbuatannya... terlahir sebagai pelacur, tetapi profesi pelacur dikatakan tidak tercela...
Saya kira sih di-kisah itu, penekanan terhadap perbuatan dan akibat perbuatan yang utama. Jika profesi pelacur tidak tercela, maka ambhapali tidak memetik hasil buruk dari perbuatan-nya memaki (mengumpat) seorang Arahanta.
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #714 on: 09 May 2011, 05:19:09 PM »
yang saya maksud jangan menjudge tanpa mengenal lebih dalam.contoh kalo saya kleuarkan kata "pelacur""homo""pencuri"dsb yang muncul di kepala bro akan langsung buruk duluan sedangkan siapakah kita menjadi juri. Buddha tidak mencela hanya memberikan koridor inilah yang pantas dan tidak pantas.bukan mencela.

Jadi kita membahas tentang general atau kasus perkasus... tidak saya pungkiri ada pelacur ataupun pencuri yang budiman (mis : Robin Hood)... Tetapi itu kan kasus per kasus. pembahasan tentu-nya mengarah kepada ruang lingkup yang lebih luas, yaitu keseluruhan.
Bahkan ada member yang mengatakan lebih percaya PSK daripada DOKTER... gara-gara ada PSK yang budiman, dan ada DOKTER yang tidak berempati thdp pasien. Bukan-kah ini menjadi lelucon ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #715 on: 09 May 2011, 05:24:22 PM »
maaf sebelumnya, bukan ingin memperluas, hanya kebanyakan jika orang mendengar kata pelacur mereka akan langsung mencap jelek atau buruk , seperti yang di ungkapkan bro nyanadhana. kebetulan 2 sepupu saya menikah dengan pelacur tapi kehidupan mereka malah bahagia  walaupun untuk biaya hidup pas2an, oleh sebab itu saya memberikan statment tidak semua pelacur itu tercela.

seperti kata bro kainyn juga , belum tentu mahasiswi tersebut pelacur, mungkin dia seorang perek/bispak / ayam kampus, karena yang mereka tuju adalah harta, memang pelacur juga yang di tuju harta tapi mereka memberikan tarif untuk pelayanan yang di berikan, berbeda dengan perek/bispak/ayam kampus, dalam pelayanan sex mereka tidak meminta bayaran tapi di keseharian mereka akan menuntut macam2 baik perhiasan, mobil rumah dll.  _/\_

menikah dengan pelacur ? atau menikah dengan mantan pelacur (artinya setelah menikah, tidak menggeluti pekerjaan tersebut) ?
Kalau memang istri-nya mantan pelacur yang sudah berhenti dari profesi, dan sekarang melakukan aktivitas lain, menurut saya sangat baik sekali. kan profesi-nya yang tercela, kalau sudah tidak dilakukan profesi-nya, tentu-nya orang-nya sekarang ini tidak melakukan hal yang tercela.
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #716 on: 09 May 2011, 05:25:03 PM »
ambhapali memetik hasil buruk akibat perbuatannya... terlahir sebagai pelacur, tetapi profesi pelacur dikatakan tidak tercela...
Saya kira sih di-kisah itu, penekanan terhadap perbuatan dan akibat perbuatan yang utama. Jika profesi pelacur tidak tercela, maka ambhapali tidak memetik hasil buruk dari perbuatan-nya memaki (mengumpat) seorang Arahanta.

OK, mari kita bahas dalam teropong Buddhisme. Profesi pelacur disebut tercela apabila melanggar Sila Ketiga. Seorang Sotapanna dikatakan tidak akan melanggar 5 Sila, namun dikisahkan ada seorang wanita yang tetap tidak meninggalkan pekerjaannya sebagai pelacur meski sudah menjadi Sotapanna. Di Atthakattha, disebutkan 20 objek seks yang salah dalam koridor Sila Ketiga --- dan pelacur tidak termasuk di dalamnya. Kalau Bro dilbert mau jujur, Bro dilbert harus mengakui fakta ini bahwa Buddhisme tidak menganggap pelacur sebagai profesi tercela. Jika Bro dilbert tetap ngotot menganggap pelacur sebagai tercela, maka kemukakanlah pendapat Bro dilbert itu sebagai pendapat pribadi; dan menerima fakta kedua bahwa Bro dilbert tidak sepaham dengan Sang Buddha (Buddhisme) untuk kali ini. Simpel kan? ;D

Pelacur bukan tercela, namun tetap pekerjaan yang mengharuskan seorang wanita berpeluh-keringat bersama dengan pria (semenjijikan apapun customer-nya). Itu pekerjaan yang "memuakkan" bukan? Sama seperti pekerjaan kuli bangunan yang begitu memuakkannya karena harus mengotori badan dengan semen, penuh luka dan menghadapi panas, dingin dan ketinggian.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #717 on: 09 May 2011, 05:28:17 PM »
OK, mari kita bahas dalam teropong Buddhisme. Profesi pelacur disebut tercela apabila melanggar Sila Ketiga. Seorang Sotapanna dikatakan tidak akan melanggar 5 Sila, namun dikisahkan ada seorang wanita yang tetap tidak meninggalkan pekerjaannya sebagai pelacur meski sudah menjadi Sotapanna. Di Atthakattha, disebutkan 20 objek seks yang salah dalam koridor Sila Ketiga --- dan pelacur tidak termasuk di dalamnya. Kalau Bro dilbert mau jujur, Bro dilbert harus mengakui fakta ini bahwa Buddhisme tidak menganggap pelacur sebagai profesi tercela. Jika Bro dilbert tetap ngotot menganggap pelacur sebagai tercela, maka kemukakanlah pendapat Bro dilbert itu sebagai pendapat pribadi; dan menerima fakta kedua bahwa Bro dilbert tidak sepaham dengan Sang Buddha (Buddhisme) untuk kali ini. Simpel kan? ;D

Pelacur bukan tercela, namun tetap pekerjaan yang mengharuskan seorang wanita berpeluh-keringat bersama dengan pria (semenjijikan apapun customer-nya). Itu pekerjaan yang "memuakkan" bukan? Sama seperti pekerjaan kuli bangunan yang begitu memuakkannya karena harus mengotori badan dengan semen, penuh luka dan menghadapi panas, dingin dan ketinggian.

Soal seorang sotapanna yang tidak meninggalkan pekerjaan sebagai seorang pelacur... bukan-kah kisah Sirima... bisa-kah diquote-kan 2 kisah Sirima yang ada di Atthakatha... dan apakah ada pernyataan eksplisit bahwa Sirima belum meninggalkan profesi sebagai seorang Pelacur setelah Sirima mencapai Sotapanna ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #718 on: 09 May 2011, 05:31:01 PM »
menikah dengan pelacur ? atau menikah dengan mantan pelacur (artinya setelah menikah, tidak menggeluti pekerjaan tersebut) ?
Kalau memang istri-nya mantan pelacur yang sudah berhenti dari profesi, dan sekarang melakukan aktivitas lain, menurut saya sangat baik sekali. kan profesi-nya yang tercela, kalau sudah tidak dilakukan profesi-nya, tentu-nya orang-nya sekarang ini tidak melakukan hal yang tercela.

mantan pelacur yang saya tau itu jika dia tidak melakukan lagi profesinya,
pelacur masih menjalankan profesinya.

sulit menjelaskan hal ini bro, karena pada saat dia menikah dia masih berprofesi sebagai pelacur  dan tidak berprofesi lagi setelah menikah. jadi dia menikahi mantan pelacur atau pelacur ? :-?
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #719 on: 09 May 2011, 05:32:55 PM »
Soal seorang sotapanna yang tidak meninggalkan pekerjaan sebagai seorang pelacur... bukan-kah kisah Sirima... bisa-kah diquote-kan 2 kisah Sirima yang ada di Atthakatha... dan apakah ada pernyataan eksplisit bahwa Sirima belum meninggalkan profesi sebagai seorang Pelacur setelah Sirima mencapai Sotapanna ?

Soal kepustakaan Tipitaka dan Atthakattha, saya tidak hafal, Bro. Saya jawab secara fair saja kalau saya tidak bisa meng-quote referensinya.