//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS  (Read 262907 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.404
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« on: 02 December 2007, 09:04:29 PM »
Mewakili Metta yang sedang belajar posting, ini adalah postingan titipan dari metta
 
Tindakan seksual yang tidak pantas adalah salah satu karma buruk yang dilakukan oleh tubuh/fisik. Dasarnya adalah seseorang yang tidak pantas bagi kita untuk melakukan hubungan seksual dengannya.
Ada beberapa kategori. Misalnya: tidaklah tepat untuk berhubungan sex dengan orang yang masih mempunyai hubungan dengan anda,yang masih ada pertalian darah dengan diri anda. Secara ketat, dalam pandangan Buddhisme, jika dalam 7 generasi kebelakang anda masih mempunyai hubungan darah dengan seseorang, maka orang tersebut dipandang tidak pantas untuk menjadi pasangan seksual bagi kita.
Kita tidak pantas berhubungan dengan suami atau istri orang. Jika anda menikah, tidak pantas untuk berhubungan selain dengan istri atau suami anda.
Juga tidak pantas berhubungan seksual dengan anak dibawah umur, anak yang masih berada dalam perlindungan orang tuanya.
 
Kriteria lainnya yang berkaitan dengan dasar ini adalah sifat dari tindakan seksual. Hubungan seksual yang melibatkan lubang lain selain lubang yang alami dipandang tidak pantas. Karena itu sex oral dan sex anal digolongkan sebagai tindakan seksual yang tidak pantas.
 
Dasar yang tidak tepat lainnya berkaitan dengan waktu, misalnya pada saat seseorang telah mengambil sumpah suci. Adalah mungkin bagi seseorang untuk mengambil sumpah suci tersebut hanya selama 24 jam. Selama masa tersebut,anda harus benar-benar menghindari hubungan seksual. Tidaklah tepat berhubungan sex dengan seseorang selama selang waktu orang tersebut sedang menjalankan sila. Waktu yang tidak tepat lainnya adalah ketika pasangan anda sedang hamil.
 
Kriteria lainnya adalah tempat berlangsungnya hubungan seksual. Tidaklah tepat berhubungan seksual ditempat yang terdapat gambar-gambar religius, stupa, atau guru spiritual anda.
 
Factor-faktor inilah yang merupakan dasar yang mengubah hubangan seksual menjadi tindakan seksual yang tidak pantas.
 
Mengenai kilesa, salah satu dari tiga racun : kebencian, kemelekatan, dan ketidaktahuan dapat menyebatkan anda melakukan hubungan seksual yang tidak pantas. Kemarahan atau kebencian dapat menyebabkan anda memaksa orang lain untuk berhubungan seksual dengan anda.
 
Motivasinya sederhana saja, yaitu keinginan untuk melakukan hubungan seksual.
 
Apakah tindakannya? Hubungan seksual terjadi ketika kenikmatan sebagai akibat dari kontak dialami antara kedua organ seksual.
 
Jika anda adalah umat biasa, anda harus berhati-hati terhadap tindakan seksual yang tidak pantas ini, khususnya yang berkaitan dengan kriteria pertama, orang yang tidak tepat. Berhubungan sex dengan orang tua kandung sangatlah jarang terjadi. Tetapi dalam pandangan Buddhis yang lebih ketat, anda dikatakan masih mempunyai hubungan darah dengan seseorang jika sampai 7 generasi ke belakang ada terdapat suatu hubungan keluarga (ada hubungan darah melalui orang tua, kakek nenek, buyut, dan seterusnya, sampai 7 generasi terlewati). Sejauh 7 generasi kebelakang, anda masih dianggap sebagai saudara sepupu. Dalam kasus ini , pernikahan atau hubungan seksual tidaklah pantas dilakukan. Anda mesti berhati-hati karena dewasa ini hanya sedikit orang yang menyadari hal ini dan kebanyakan dari mereka tidak memberikan perhatian terhadap hal ini.
 
Apabila kita melakukan tindakan seksual yang tidak pantas maka berarti kita telah melanggar Sila ke 3 dari Pancasila Buddhis,
 
Sumber : Buku Karma oleh Dagpo Rinpoche.
There is no place like 127.0.0.1

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.404
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #1 on: 02 December 2007, 09:13:33 PM »
memang ada terdapat 2 jenis pandangan tentang seksualitas dari theravada dan mahayana tibetan.

Pada theravada sendiri lebih melihat kegiatan seksual sebagai pemuasan nafsu, sedangkan pada mahayana/tibetan lebih melihat pada si tindakan itu sendiri.

Maka karena itu sempat terjadi juga surat protes dari ajahn brahm kepada Dalai Lama tentang pernyataan homoseksualitas.

Ajahn brahm melihat dari sudut pemuasan nafsu yang bisa saja dari organ atau alat/cara apapun, Dalai Lama melihat dari sudut kegiatan si organ yang seharusnya bagaimana digunakan.

Personally, saya mendukung ajahn brahm :)
There is no place like 127.0.0.1

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #2 on: 02 December 2007, 09:39:32 PM »
Saya juga dukung ajahn Brahm, lebih bisa diterima oleh pandangan saya  _/\_
Smile Forever :)

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #3 on: 02 December 2007, 10:25:57 PM »
Hmmm, kalau misalnya lebih baik menggunakan alat dari pada selingkuh gimana?
Trus kalo istri hamil? / atau lagi datang matahari?
kalau Suami keluar kota?
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #4 on: 02 December 2007, 10:32:54 PM »
Hmmm, kalau misalnya lebih baik menggunakan alat dari pada selingkuh gimana?
Trus kalo istri hamil? / atau lagi datang matahari?
kalau Suami keluar kota?
PUASA!!!!!

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #5 on: 02 December 2007, 10:48:49 PM »
Hmmm, kalau misalnya lebih baik menggunakan alat dari pada selingkuh gimana?
Trus kalo istri hamil? / atau lagi datang matahari?
kalau Suami keluar kota?

Hem binggung juga ya, mesti tanya cewek nih  ;D
Smile Forever :)

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #6 on: 04 December 2007, 11:37:49 AM »
Hmmm, kalau misalnya lebih baik menggunakan alat dari pada selingkuh gimana?

dalam hal ini, kegiatan tsb (dg alat) bukan termasuk tindakan seksual :o

Quote from: sumedhoQQmetta
Hubungan seksual terjadi ketika kenikmatan sebagai akibat dari kontak dialami antara kedua organ seksual.
« Last Edit: 04 December 2007, 11:40:06 AM by tesla »
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline oddiezz

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 325
  • Reputasi: 12
  • Gender: Male
  • in vain
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #7 on: 04 December 2007, 11:57:44 AM »
memang ada terdapat 2 jenis pandangan tentang seksualitas dari theravada dan mahayana tibetan.

Pada theravada sendiri lebih melihat kegiatan seksual sebagai pemuasan nafsu, sedangkan pada mahayana/tibetan lebih melihat pada si tindakan itu sendiri.

Maka karena itu sempat terjadi juga surat protes dari ajahn brahm kepada Dalai Lama tentang pernyataan homoseksualitas.

Ajahn brahm melihat dari sudut pemuasan nafsu yang bisa saja dari organ atau alat/cara apapun, Dalai Lama melihat dari sudut kegiatan si organ yang seharusnya bagaimana digunakan.

Personally, saya mendukung ajahn brahm :)

Jadi pernyataan Dalai Lhama terhadap homoseks gimana? dia setuju ? karena organnya bisa dipakai ?
Eschew Obfuscation! Espouse Elucidation!

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.404
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #8 on: 04 December 2007, 12:00:24 PM »
Dalai Lama sih menentang homoseksual. kalau tidak salah, tidak sesuai fungsi si alat seksual. (harusnya si aa ketemu si bb, nga boleh ke cc)

Kalau bahasa tetangga, nga sesuai fitrahnya.
There is no place like 127.0.0.1

Offline oddiezz

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 325
  • Reputasi: 12
  • Gender: Male
  • in vain
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #9 on: 04 December 2007, 02:10:46 PM »
Then..mengapa kok Ajahn Brahm protes ? apakah beliau setuju terhadap homoseksualitas?
Eschew Obfuscation! Espouse Elucidation!

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.404
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #10 on: 04 December 2007, 02:26:41 PM »
ajahn brahms protes karena menurut beliau homoseksual itu sebenarnya ngapapa. hub seksual pria-wanita, pria-pria atau wanita-wanita sebenarnya sama saja.
There is no place like 127.0.0.1

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #11 on: 04 December 2007, 03:35:43 PM »
Hmmm, kalau misalnya lebih baik menggunakan alat dari pada selingkuh gimana?

dalam hal ini, kegiatan tsb (dg alat) bukan termasuk tindakan seksual :o

Quote from: sumedhoQQmetta
Hubungan seksual terjadi ketika kenikmatan sebagai akibat dari kontak dialami antara kedua organ seksual.


sd sekarang aku masih sering merenungi soal ini.
pendapatku sementara ini:

~ kepuasan (orgasme) terletak di pikiran kita, objek luar adalah netral
~ 'pakai alat' / 'berhubungan dengan seseorang' tidak ada bedanya bila dipandang dari sudut bathin
~ poin2 yg dirinci mengenai sila ke 3 ini, dititik beratkan agar tidak timbul kesulitan dengan lingkungan dan negara. Mengapa demikian? karena jika dipandang dari sudut bathin, 'masturbasi' dan 'menyeleweng dengan pasangan orang lain', dua2nya adalah kamma yg dilandasi oleh Lobha (lobha mula citta), perbedaannya hanyalah:
- Masturbasi: Lobha saja
- Penyelewengan: Lobha + melanggar sila ke 2 (memakai sesuatu yg bukan hak kita/mencuri), juga resiko sosial dan negara (UU)

Tetapi, kedua2nya tidak bermanfaat sama sekali untuk kemajuan bathin. Kedua2nya, baik masturbasi maupun penyelewengan mengindikasikan kesadaran yg masih belum kuat (kesadaran lemah).

Buddha tidak melarang masturbasi dan hub suami istri dalam kehidupan awam. Namun bagi yang serius berusaha untuk merealisasi Nibbana, hal2 tsb adalah lobha yg akan menghambat kemajuan bathin oleh karena itu dilarang. <---- cmiiw

::



 
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #12 on: 04 December 2007, 04:12:18 PM »
Mewakili Metta yang sedang belajar posting, ini adalah postingan titipan dari metta

Metta udah pernah posting kayaknya...  ::)
koq belajar posting lagi?   8)
Suhu, ajarin Metta posting sendiri dong. ^^

memang ada terdapat 2 jenis pandangan tentang seksualitas dari theravada dan mahayana tibetan.

Pada theravada sendiri lebih melihat kegiatan seksual sebagai pemuasan nafsu, sedangkan pada mahayana/tibetan lebih melihat pada si tindakan itu sendiri.

Maka karena itu sempat terjadi juga surat protes dari ajahn brahm kepada Dalai Lama tentang pernyataan homoseksualitas.

Ajahn brahm melihat dari sudut pemuasan nafsu yang bisa saja dari organ atau alat/cara apapun, Dalai Lama melihat dari sudut kegiatan si organ yang seharusnya bagaimana digunakan.

Personally, saya mendukung ajahn brahm :)

In My Opinion, ga ada yg salah pendapat keduanya...
itu beda sudut pandang aja, menurutku.
Ajahn Brahm melihat situasi itu dari sudut pandang pelaksana vinaya.
HH Dalai Lama melihat situasi itu dari sudut pandang untuk membantu umat awam menjalankan sila dengan baik.
perkara dukung mendukung, saya ga ikut partai mana2, heheheh... ;D


By : Zen
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.404
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #13 on: 04 December 2007, 04:17:57 PM »
oh, udah pernah belajar posting yah.... ???

Quote
HH Dalai Lama melihat situasi itu dari sudut pandang untuk membantu umat awam menjalankan sila dengan baik.
Maksudnya kalau homoseksual tidak menjalankan sila dengan baik ?
There is no place like 127.0.0.1

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: TINDAKAN SEKSUAL YANG TIDAK PANTAS DALAM PANDANGAN BUDDHIS
« Reply #14 on: 04 December 2007, 04:31:20 PM »
Quote
HH Dalai Lama melihat situasi itu dari sudut pandang untuk membantu umat awam menjalankan sila dengan baik.
Maksudnya kalau homoseksual tidak menjalankan sila dengan baik ?

saya kurang tau, Suhu.  ^:)^ ^:)^ ^:)^
pendapat saya, ya... ga sesederhana itu kesimpulannya.
ada banyak aspek yang jadi pertimbangan2nya.
jadi menurut Suhu, homoseksual bisa menjalankan sila dengan baik? ???


By : Zen
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]