Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pujian Kepada 21 Tara  (Read 49688 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
Re: Pujian Kepada 21 Tara
« Reply #45 on: 06 May 2009, 06:34:48 PM »
Pertanyaan itu tidak bisa ditujukan kepada Bodhisattva Tara sendiri. Bukankah dharmapala dan Bodhisattva yang dipuja di Tibet itu banyak. Orang Tibet banyak yang menjalankan ajaran Buddha dengan taat. Tentunya karma baiknya juga banyak. Kok bisa diserbu? Entahlah....

Suku Sakya juga banyak yang jadi monk, banyak dana ke Buddha, dll. Tetep aja mereka dibantai tragis. Kenapa ya? Entahlah...
YM Angulimala juga.

Kalau Buddha saja tidak bisa mencegah pembantaian suku Sakya, Bagaimana bisa Bodhisattva Tara menghalangi karma kolektif orang2 Tibet? Tara bukan Tuhan. Bodhisattva juga punya keterbatasan dalam menolong orang...
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra

Offline lucky

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 230
  • Reputasi: -7
Re: Pujian Kepada 21 Tara
« Reply #46 on: 06 May 2009, 08:50:17 PM »
Pertanyaan itu tidak bisa ditujukan kepada Bodhisattva Tara sendiri. Bukankah dharmapala dan Bodhisattva yang dipuja di Tibet itu banyak. Orang Tibet banyak yang menjalankan ajaran Buddha dengan taat. Tentunya karma baiknya juga banyak. Kok bisa diserbu? Entahlah....

Suku Sakya juga banyak yang jadi monk, banyak dana ke Buddha, dll. Tetep aja mereka dibantai tragis. Kenapa ya? Entahlah...
YM Angulimala juga.

Kalau Buddha saja tidak bisa mencegah pembantaian suku Sakya, Bagaimana bisa Bodhisattva Tara menghalangi karma kolektif orang2 Tibet? Tara bukan Tuhan. Bodhisattva juga punya keterbatasan dalam menolong orang...


Nah....

jadi kalau sama saja dengan orang lain yang ngga doa , sama sama di serbu dll

jadi buat apa melafal nama Tara ?

Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
Re: Pujian Kepada 21 Tara
« Reply #47 on: 12 May 2009, 03:51:12 PM »
yah buat apa beragama Buddha? Buat apa berbuat baik? ..............
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra

Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
Re: Pujian Kepada 21 Tara
« Reply #48 on: 13 May 2009, 08:59:41 AM »
Saya mau sharing sedikit. Ada seorang senior saya yang pernah sharing, setelah puja Tara tiba tiba masalah datang bertubi-tubi. Setiap kali Puja Tara, masalah bukannya pergi, tapi malah datang. Akhirnya bisa diselesaikan setelah makan waktu bertahun-tahun.
Jika kita sering baca cerita-cerita para praktisi dharma, terutama yang sedang melakukan praktek purifikasi karma buruk, mereka memang sering tertimpa masalah dan penderitaan. Yang paling terkenal itu riwayat hidup Milarepa.
Hal itu terjadi karena beban karma buruk sedang dimurnikan. Yang harusnya berbuah nanti dan lebih berat, dimurnikan - diperlemah - dan dimajukan berbuahnya.

Apakah itu yang terjadi pada Tibet, saya tidak tahu.
Tapi kalau saudara lucky masih ingin bersikap kritis, sudah ada thread sendiri tentang itu di "Pertanyan Kritis tentang Mahayana". Kalau Bisa di thread ini hanya membahas masalah praktek Puja Tara bagi yang ingin belajar dan yang sudah mempraktekkan.
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra

Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
Re: Pujian Kepada 21 Tara
« Reply #49 on: 25 May 2009, 09:06:45 AM »
Dewi Tara punya koneksi dengan Indonesia. Pemujaan terhadap Tara sudah ada dari zaman syailendra:

Wikipedia:
Candi Kalasan (also known as candi Kalibening) is an 8th century Buddhist temple located 13 km east of the Yogyakarta on the way to Prambanan temple, right on south side of main road 'Jalan Solo' between Yogyakarta and Surakarta, Indonesia.
Kalasan temple

[edit] History

According to Kalasan inscription dated 778 AD, pranagari script written in sanskirt, the temple was erected by the will of Guru Sang Raja Sailendravamçatilaka (the Jewel of Sailendra family) that succeed to persuade Maharaja Tejapurnapana Panangkaran (in other part of the inscription also called as Kariyana Panangkaran) to construct a holy building for the goddess (boddhisattvadevi) Tara and also build a vihara (monastery) for buddhist monks from Sailendra family's realm. Panangkaran awarded the Kalaça village to sangha (buddhist monastic community).[1]. According to the date of this inscription, Kalasan temple is the oldest among temples built on Prambanan valley.
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra

Offline kiman

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 348
  • Reputasi: 13
  • Gender: Female
  • HUM !
Re: Pujian Kepada 21 Tara
« Reply #50 on: 06 June 2009, 09:34:37 PM »
Pertanyaan itu tidak bisa ditujukan kepada Bodhisattva Tara sendiri. Bukankah dharmapala dan Bodhisattva yang dipuja di Tibet itu banyak. Orang Tibet banyak yang menjalankan ajaran Buddha dengan taat. Tentunya karma baiknya juga banyak. Kok bisa diserbu? Entahlah....

Suku Sakya juga banyak yang jadi monk, banyak dana ke Buddha, dll. Tetep aja mereka dibantai tragis. Kenapa ya? Entahlah...
YM Angulimala juga.

Kalau Buddha saja tidak bisa mencegah pembantaian suku Sakya, Bagaimana bisa Bodhisattva Tara menghalangi karma kolektif orang2 Tibet? Tara bukan Tuhan. Bodhisattva juga punya keterbatasan dalam menolong orang...


Nah....

jadi kalau sama saja dengan orang lain yang ngga doa , sama sama di serbu dll

jadi buat apa melafal nama Tara ?
kembali ke diri masing2. gw (pribadi) cenderung mengarah ke Arya Tara. atau bisa disebut keyakinan.

bro lucky tidak akan mengerti Arya Tara sampai bro lucky mendapat keyakinan dalam hati. jika begitu, ya jangan jadikan Arya Tara sebagai Bodhisattva. enjoy aja...

justru di Tantra, dengan melafal mantra, akan mempercepat pembuahan karma buruk dan mengoleksi karma baik. jika waktunya karma baik berbuah, maka yang didapat yang baik2... jika karma buruk yang berbuah, yah uda tau kan dptnya apaan hehehe... proses matangnya karma berasal dari masing2 penjiwaan orang. begitu karma tersebut berbuah, tidak ada yg bisa menghalanginya...
« Last Edit: 06 June 2009, 09:42:38 PM by kiman »
U CAN GET DHARMA WITHOUT MONEY

Offline kiman

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 348
  • Reputasi: 13
  • Gender: Female
  • HUM !
Re: Pujian Kepada 21 Tara
« Reply #51 on: 06 June 2009, 09:36:44 PM »
yah buat apa beragama Buddha? Buat apa berbuat baik? ..............
tanpa Arya Tara, seseorang tetap dapat menjadi Buddhis.. dalam Theravada, dengan adanya Buddha Sakyamuni, seseorang dapat mencapai Arahat...
U CAN GET DHARMA WITHOUT MONEY

Offline Sol Capoeira

  • Sebelumnya: El Sol
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.746
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
Re: Pujian Kepada 21 Tara
« Reply #52 on: 11 May 2010, 11:19:22 PM »
Silsilah Arya Tara berasal dari YM Lama Atisha yang merupakan pendiri tradisi Kadampa. Deiti utama beliau adalah Arya Tara. Tara adalah deity yang sangat special. Dikatakan bahwa pada suatu masa berkalpa-kalpa yang lampau sebelum Buddha Sakyamuni muncul pada masa Buddha Nadra, ada seorang putri raja bernama Neshe Dawa yang telah membangkitkan batin pencerahan (Bodhicitta) untuk membebaskan semua makhluk. Ia bersumpah untuk mencapai Kebuddhaan dalam aspek wanita (sebagaimana halnya banyak Buddha dalam bentuk pria) dan ia berikrar untuk bekerja demi kebaikan semua makhluk dalam aspek wanita hingga samsara berakhir.

Sesaat sebelum ia menjadi Buddha, ia memperoleh kekuatan khusus, yakni melimpahkan realisasi-realisasi pada semua makhluk secara cepat. Karena itu beliau adalah perwujudan dari aktivitas para Buddha. Ia menolong para makhluk melalui cara-cara yang terampil, bermanifestasi dalam berbagai aspek sesuai dengan kebutuhan para murid. Terdapat banyak cerita mengenai Tara, baik di India maupun Tibet. Semua Lama dari silsilah Kadampa (baik Kadampa Lama maupun Kadampa Baru) bertumpu pada Tara. Para pandit India yang agung seperti Nagarjuna, Chandrakirti, Chandragomin, dan Atisha semuanya bertumpu pada Tara.

Pujian 21 Tara, Pelafalan 108 nama Tara, dan pujian-pujian Tara lainnya berasal dari Tantra akar yang diberikan oleh Buddha Sakyamuni. Pujian 21 Tara adalah praktik yang sangat populer di Tibet. Siapa saja diperbolehkan untuk mempraktikkan pelafalan dari pujian-pujian ini walaupun belum menerima inisiasi. Di Tibet kemanapun anda pergi, semua orang mengetahui pujian 21 Tara. Atisha, Drontompa, Dalai Lama Pertama melafalkan pujian ini berkali-kali. Hingga saat ini di biara, di antara doa-doa dan praktik-praktik, His Holiness Dalai Lama meminta para bhiksu untuk melafalkan pujian-pujian ini. Arya Tara memberikan realisasi-realisasi secara cepat dan praktik ini sangat sering dilakukan di biara-biara. Salah satu dari beberapa puja bagi umat awam adalah pujian 21 Tara yang dilafalkan supaya berhasil dalam bisnis dan disembuhkan dari berbagai penyakit.(IK - diambil dari MAHAYANA Ed Juni 2007)

OM TARE TUTTARE TURE SOHA !!!

Nah LOHHHH!!!

setau aye Tara ijo dan putih itu khan lahir dari air mata Avalokhitesvara yg jato di danau Shangrila...

LOL


Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: Pujian Kepada 21 Tara
« Reply #53 on: 14 May 2010, 10:09:23 PM »
terima kasih...

namun... saya tidak bertanya tentang hukum karma, bila demikian halnya, sama saja dengan jawaban : "Rahasia Tuhan"

kalau memang Tara tidak bisa berbuat apa apa terhadap karma, apa guananya?

lalu kenapa Tara disebut menghindarkan dari bencana senjata dan lain sebagainya semnetara itu banyak sangha Tibet yang mati di tindas. Bukankah mereka juga rajin puja 21 Tara ?

tapi anda lihat bagaimana Tibet membalas....apakah dengan melakukan perang balik?
dan satu hal,banyak orang menyembah Tuhan lalu kenapa Tuhan mencipta orang2 cacat,miskin dan berbeda2 bahkan sampai menimbulkan perang?dimanakah kekuatan seorang pencipta tapi dia sendiri tidak mampu mengulurkan tangannya?
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline Sol Capoeira

  • Sebelumnya: El Sol
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.746
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
Re: Pujian Kepada 21 Tara
« Reply #54 on: 15 May 2010, 01:50:33 AM »
terima kasih...

namun... saya tidak bertanya tentang hukum karma, bila demikian halnya, sama saja dengan jawaban : "Rahasia Tuhan"

kalau memang Tara tidak bisa berbuat apa apa terhadap karma, apa guananya?

lalu kenapa Tara disebut menghindarkan dari bencana senjata dan lain sebagainya semnetara itu banyak sangha Tibet yang mati di tindas. Bukankah mereka juga rajin puja 21 Tara ?

tapi anda lihat bagaimana Tibet membalas....apakah dengan melakukan perang balik?
dan satu hal,banyak orang menyembah Tuhan lalu kenapa Tuhan mencipta orang2 cacat,miskin dan berbeda2 bahkan sampai menimbulkan perang?dimanakah kekuatan seorang pencipta tapi dia sendiri tidak mampu mengulurkan tangannya?

karena tuhan itu gk exist...

sesuatu yg gk exist gk bisa melakukan apa2...

jadi maksud loe Tara  = tuhan??..kalo iya..maka Tara juga gk exist..

anyway, Tara itu artinya Bintang...dan kayakne Tara sendiri itu sebenarnya deity Hindhu..

penyembah bintang..LOL


Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: Pujian Kepada 21 Tara
« Reply #55 on: 16 May 2010, 12:05:25 AM »
Tara itu asli Buddhism kok kayaknya udah pernah baca deh soal ini,trus Hindu lihat Tara itu populer baru dimasukin ke deity mereka.
bukan menyamakan Tara sama Tuhannya mereka tp menjawab dng analogi yang sama.
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline Sol Capoeira

  • Sebelumnya: El Sol
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.746
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
Re: Pujian Kepada 21 Tara
« Reply #56 on: 17 May 2010, 11:08:28 AM »
Tara itu asli Buddhism kok kayaknya udah pernah baca deh soal ini,trus Hindu lihat Tara itu populer baru dimasukin ke deity mereka.
bukan menyamakan Tara sama Tuhannya mereka tp menjawab dng analogi yang sama.

menjawab dengan analogi yg sama??..

yg loe bilang khan, Tuhan-nya mereka menciptakan orang2 cacat,miskin dan berbeda2 bahkan sampai menimbulkan perang...

dan Tara juga gk bisa menghentikan perang...

jadi Tara itu gk exist donk?..sama seperti Tuhan mereka?...:D

kalo exist..gw rasa Buddhism Vajrayana dah jadi nomor 1 di dunia kale yak..:D

Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
Re: Pujian Kepada 21 Tara
« Reply #57 on: 25 May 2010, 09:23:59 AM »
dikembalikan ke masing masing aja ya, percaya atau gak :D
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra

Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
Re: Pujian Kepada 21 Tara
« Reply #58 on: 19 December 2011, 07:56:52 PM »



Om Tare Tutare Ture Svaha

PENJELASAN DUA PULUH SATU ASPEK DEWI TARA

Om je tsun ma pag ma drol ma la chag tsel lo
Hormat kepada Yang Mulia Arya Tara

‘OM’ suku kata yang mengawali pujian, yaitu: OM, seperti yang sudah sering saya katakan OM terdiri dari tiga suku kata: A, U, M yang berarti tubuh, ucapan dan pikiran dari objek perlindungan. Di sini OM berkaitan dengan tubuh, ucapan dan pikiran Tara.

Hormat pada Yang Mulia Arya Tara: kalimat ini merangkum seluruh pujian kepada Tara; slokha-slokha berikutnya mengambil arti yang sama, hanya lebih rinci. Dalam bahasa Sanskerta adalah Tara, sedangkan dalam bahasa Tibet adalah Drolma; istilah ini mempunyai berbagai arti di antaranya membebaskan. Tara adalah yang membebaskan dari penderitaan-penderitaan di alam-alam yang kurang beruntung, penderitaan samsara.

Hormat: kalian telah mengetahui bahwa ada tiga jenis penghormatan: bersujud secara mental, secara lisan dan secara fisik.
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra

Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
Re: Pujian Kepada 21 Tara
« Reply #59 on: 19 December 2011, 07:58:24 PM »


Chag tsal drol ma nyur ma pa mo
Aku bersujud kepada Arya Tara yang tangkas dan pemberani
Chen mi ke chig lhog dang dra ma
Yang sorot matanya laksana kilasan cahaya kilat
Jig ten sum gon chu kye shel gie
Terlahir dari bunga teratai dalam samudra air mata
Ke sar je wa ley ni jung ma
Arya Avalokiteshvara, pelindung triloka. (1)

Pada baris pertama, Tara dikualifikasikan sebagai yang cepat, pahlawan wanita. Baris ini mengungkapkan sejarah asal Tara.

Pujian tersebut menyajikan referensi pada sejarah Tara. Tara Yang Cepat. Tara sebenarnya dianggap sebagai yang tercepat, yang terefektif dalam suatu aktivitas yang paling cepat berbuah di antara semua Buddha. Kemudian berdasarkan teks, Tara tergolong juga sebagai pahlawan wanita yang mulia. Mengapa? Karena beliau telah mengalahkan keempat mara. Kalian telah mendengar tentang mereka, siapakah mereka itu? Mereka adalah kleshamara, skandhamara, mirtyumara; mara dalam konteks yang lebih dekat dengan bahasa kita adalah makhluk-makhluk pengganggu.

Mara jenis keempat juga tergolong dalam roh-roh halus yang mengganggu, makhluk-makhluk hidup di luar diri kita. Namun, mara yang tergolong dalam ketiga kategori sebelumnya tidak perlu dicari terlalu jauh, mereka sangat dekat dengan kita. Bahkan, kleshamara ada di dalam diri kita. Dia tidak lain adalah faktor mental penggangu kita, keenam klesha utama dan kedua puluh klesha sekunder kita. Apakah skandhamara? Ini merupakan ketidaksempurnaan atau tidak sucinya skandha-skandha kita. Dengan kata lain, mara ini merupakan individu kita sebenarnya yang terdiri dari lima skandha yang tidak suci. Mirtyumara merupakan kenyataan akan kematian tanpa kebebasan, tanpa kemampuan untuk memilih, kenyataan bahwa pikiran kita harus meninggalkan tubuh kita.

‘Pandangan mata Tara yang cepat, secepat sambaran kilat’. Dipahami di sini bahwa Tara mampu mencerap dalam sekejap semua fenomena tanpa terkecuali. Kita dapat menginterpretasikannya dengan cara lain. Tara juga cepat dalam belas kasih yang mendalam, belas kasih agung beliau yang memeluk semua makhluk. Garis apakah yang terbentuk antara kecepatan Tara dan belas kasihnya? Dengan Tara membuktikan suatu belas kasih yang luar biasa terhadap para makhluk dan keinginan tulus beliau untuk datang secepatnya menolong mereka, aktivitas beliau dalam hal ini meningkat dan dipercepat sepuluh kali lipat.

Tara seorang pahlawan wanita. Mengapa? Beliau mampu mengatasi dan mengalahkan keempat mara, berarti beliau memiliki kekuatan.

Para mara telah ditaklukkan. Kalian ingat bahwa ada beberapa jenis mara dan di antara mereka terdapat beberapa tingkat kehalusan. Tara telah menaklukkan secara lengkap dan menyeluruh keempat kategori mara. Atau siapakah yang telah menaklukkan para mara? Mereka adalah para Buddha, disebut Sang Bhagava, “Dia yang telah mencapai kemenangan”, menaklukkan para mara.

Mengenai baris kedua, mata Tara cepat bagaikan kilat. Seperti yang baru saya katakan pada kalian, bahwa Tara mampu mencerap pada saat yang sama semua fenomena tanpa terkecuali. Kalimat ini berkaitan dengan kualitas-kualitas pikiran Tara, dalam pengetahuan dan kebijaksanaan.

Sejak kata pertama dalam pujian ini, kita telah memohon berkali-kali belas kasih, kekuatan dan kemahatahuan Tara. Karena Tara telah mencapai kualitas-kualitas yang digunakan untuk membantu para makhluk untuk membebaskan diri dari samsara.

Secara umum, pada saat kita membicarakan kualitas-kualitas para Buddha, kita segera memikirkan tubuh, ucapan dan pikiran. Sementara kualitas-kualitas para Buddha merupakan semua belas kasih, kemahatahuan dan kekuatan mereka. Selebihnya, dikatakan bahwa sejak saat tersebut seorang makhluk memiliki ketiga kualitas: belas kasih, mahatahu dan kekuatan; ia dinyatakan boleh dijadikan sebagai objek perlindungan, karena benar-benar mampu melindungi. Saat kita berpikir pada para Buddha seperti Tara, yang memiliki kualitas-kualitas yang disebutkan dan kemudian kita memanggil mereka, memohon mereka menggunakan kekuatan mereka sehingga kita juga mencapai kualitas-kualitas tersebut, dengan melakukan hal ini kita berlanjut pada berlindung yang kita kualifikasikan sebagai penyebab.

Sebenarnya, ada Buddha yang memberkati para makhluk dengan kualitas-kualitas ini. Telah ada Buddha yang menunjukkan bahwa sangat mungkin bagi kita untuk mendapatkan kualitas-kualitas ini. Kemudian kita, seperti makhluk hidup lainnya, memiliki kapasitas-kapasitas seperti mereka dan kita dapat menggunakannya untuk mendapatkan kebajikan yang tertinggi. Kita berusaha untuk mempraktikkan belas kasih yang agung atau mengembangkan kecerdasan, kebijaksanaan, untuk mendapatkan kemahatahuan pada suatu hari nanti. Kita masih mengambil perlindungan tapi kali ini berlindung sebagai konsekuensi atau hasil.

Baris ketiga menyarankan munculnya Tara di dunia. Kata-kata Tibet Jig ten sum gon berarti Penguasa Dunia, yaitu Avalokiteshvara. Kita mengutip beberapa sumber sejarah tentang asal-usul Tara. Dalam salah satu sejarah tradisi, pada waktu itu Buddha Avalokiteshvara telah berhasil melakukan karya yang sangat luar biasa bagi para makhluk. Beliau telah melindungi makhluk yang tak terhingga banyaknya dari penderitaan, ketakutan akan kondisi-kondisi yang tidak menguntungkan. Namun begitu selesai mengerjakan karya yang luar biasa ini, beliau mendapati samsara yang baru lagi. Beliau melihat masih dapat ditemukan lebih banyak lagi makhluk yang sedang mengalami penderitaan. Beberapa saat beliau merasa berkecil hati dan membayangkan bahwa tidak akan pernah ada cara untuk menyelesaikannya, tidak akan pernah ada jalan untuk mengeluarkan semua makhluk dari samsara. Karena sangat terpukul beliau menitikkan air mata. Air mata ini menggenang dan dikatakan membentuk dua kuntum bunga teratai. Di atas salah satu teratai tersebut muncul Tara hijau dan di atas yang satunya lagi muncul Tara putih. Mereka memberi semangat kepada Avalokiteshvara agar tidak patah semangat atau berkecil hati dan berjanji akan membantu menolong para makhluk, untuk memungkinkan mereka membebaskan diri dari samsara, meninggalkan penderitaan.

Kedua baris terakhir pada slokha pertama berarti ‘Yang muncul dari sekuntum teratai mekar, yang berasal dari air mata yang mengalir pada wajah Avalokiteshvara’.

Yang kita ikuti adalah tradisi pertama, berkaitan dengan aspek umum Tara. Namun, saya telah memberitahukan interpretasi kedua, yang tidak berkaitan dengan aspek umum Tara akan tetapi salah satu dari aspeknya. Dari sudut ini, bait pertama telah mengacu pada Tara yang disebut Nyurma Pamo, Pahlawan wanita yang cepat. Tara ini berwarna merah. Dalam tangan kanannya, beliau memegang sebuah vas bunga merah yang berisi amrtha dengan suatu kekuatan yang merupakan sari semua kekuatan. Sedangkan tangan kiri Tara merah membentuk suatu mudra.

Berlanjut pada slokha berikutnya, penghormatan-penghormatan lain dipersembahkan kepada Tara. Pertama-tama penghormatan fisik, kemudian pada aktivitasnya. Slokha-slokha yang menghormati tubuh Tara harus terdiri atas dua kategori yaitu menghormati Sambhogakaya Tara dan menghormati Dharmakaya Tara, tubuh Dharma.

Penghormatan kepada Sambhogakaya ada yang berkaitan dengan aspek tenang atau kedamaian Tara dan ada yang berkaitan dengan aspek-aspek kemurkaan Tara. Dalam hal yang pertama, akan ada pancaran cahaya yang sangat terang dari Tara dan warna wajahnya.
« Last Edit: 19 December 2011, 08:10:05 PM by xenocross »
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra