Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?  (Read 16805 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #45 on: 13 February 2009, 12:27:42 PM »
Lebih baik mengenai perbedaan2 ini hendaknya tidak perlu dilanjutkan lagi dan sebaiknya marilah kita semua melakukan hal yang lebih bermanfaat bagi perkembangan batin kita

dear ALL,

Jangan sampai kita ingin memberitahu mengenai hal yg bermanfaat tapi dengan melakukan hal yg tidak bermanfaat (akusala)


semoga bermanfaat

metta

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #46 on: 13 February 2009, 01:10:47 PM »
Lebih baik mengenai perbedaan2 ini hendaknya tidak perlu dilanjutkan lagi dan sebaiknya marilah kita semua melakukan hal yang lebih bermanfaat bagi perkembangan batin kita

dear ALL,

Jangan sampai kita ingin memberitahu mengenai hal yg bermanfaat tapi dengan melakukan hal yg tidak bermanfaat (akusala)


semoga bermanfaat

metta

berniat memberitahu yang bermanfaat = kusala...
tetapi cara penyampaian yang tidak benar = akusala...

bagaimanapun ini juga pembelajaran... bagi yang tata cara penyampaian tidak benar, mungkin lama lama bisa belajar dari member lain...
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline HokBen

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.525
  • Reputasi: 100
  • Gender: Male
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #47 on: 13 February 2009, 01:52:46 PM »

jadi kalau seseorang belum mencapai nibanna, cukuplah dia mengajarkan bagaimana caranya supaya tidak jatuh ke alam rendah?

btw, menurut bro marcedes, cara mencapai nibanna itu bagaimana?

hah?...kamu tanya saya cara mencapai nibbana?..

coba baca Tipitaka disitu sudah ada semua....itulah petunjuk mencapai nibbana...
sisanya pratekkan sendiri

ketika kita mengikuti petunjuk sang guru...mungkin kita nyasar dan tidak langsung sampai..
ibarat seperti yang dikatakan Sang buddha..jalan menuju Rajagaha..
tetapi dengan kemamuan,tekad,semangat,displin,konsentrasi....pasti bisa.
coba ulangi saja 37 faktor itu.

jadi kalau di dalam tripitaka tercantum cara mencapai nibanna, apakah seseorang yang belum mencapai nibanna tidak pantas mengajarkan isi tripitaka ke pada orang lain?

trus kalo menurut bro, jadi kalau seseorang belum mencapai nibanna, cukuplah dia mengajarkan bagaimana caranya supaya tidak jatuh ke alam rendah?

di tripitaka tertulis tentang JMB8, ketika seorang murid sekolah minggu bertanya pada gurunya apa isi JMB8, apakah si guru sekolah minggu pantas untuk memberitahukan isinya?

ketika di mata kuliah agama Buddha, seorang mahasiswa bertanya pada dosennya, apakah isi dari 4 kebenaran mulia? apakah si dosen, yang bisa jadi belum mencapai nibanna, pantas untuk menjawab itu?

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #48 on: 13 February 2009, 03:08:17 PM »

jadi kalau seseorang belum mencapai nibanna, cukuplah dia mengajarkan bagaimana caranya supaya tidak jatuh ke alam rendah?

btw, menurut bro marcedes, cara mencapai nibanna itu bagaimana?

hah?...kamu tanya saya cara mencapai nibbana?..

coba baca Tipitaka disitu sudah ada semua....itulah petunjuk mencapai nibbana...
sisanya pratekkan sendiri

ketika kita mengikuti petunjuk sang guru...mungkin kita nyasar dan tidak langsung sampai..
ibarat seperti yang dikatakan Sang buddha..jalan menuju Rajagaha..
tetapi dengan kemamuan,tekad,semangat,displin,konsentrasi....pasti bisa.
coba ulangi saja 37 faktor itu.

jadi kalau di dalam tripitaka tercantum cara mencapai nibanna, apakah seseorang yang belum mencapai nibanna tidak pantas mengajarkan isi tripitaka ke pada orang lain?

trus kalo menurut bro, jadi kalau seseorang belum mencapai nibanna, cukuplah dia mengajarkan bagaimana caranya supaya tidak jatuh ke alam rendah?

di tripitaka tertulis tentang JMB8, ketika seorang murid sekolah minggu bertanya pada gurunya apa isi JMB8, apakah si guru sekolah minggu pantas untuk memberitahukan isinya?

ketika di mata kuliah agama Buddha, seorang mahasiswa bertanya pada dosennya, apakah isi dari 4 kebenaran mulia? apakah si dosen, yang bisa jadi belum mencapai nibanna, pantas untuk menjawab itu?
wah...seperti nya anda coba baca ulang postingan saya baik-baik...
saya tidak mengatakan bahwa seseorang tidak pantas mengajarkan Tripitaka/tipitaka apabila dia belum mencapai nibbana.
lalu atas dasar apa anda berkata demikian.....

yang saya katakan adalah

Quote
tergantung ingin sampai dimana....kalau standard-nya tidak ingin tenggelam...saya rasa perenang biasa saja sudah bisa...

tapi kalau standard-nya ingin juara olimpiade...bagaimana mungkin juara lomba tingkat pemula.....mengajarkan cara untuk memenangkan juara olimpiade. ^^

kita ambil contoh nyata saja...
seorang bikkhu belum mencapai nibbana.......sudah berani mengemukakan metode meditasi nya...
dengan berkata "metode meditasi yang saya temukan ini,dapat mencapai nibbana"
tetapi diri nya sendiri belum mencapai nibbana....apakah ini pantas?


ibarat seorang apoteker mengatakan bahwa "zat A...campur zat B...hasilnya merupakan obat sembuh dari kanker"
tapi apoteker itu sendiri sudah makan hasil campurannya belum juga sembuh dari kanker....

baca baik-baik......salah paham ntar. ^^

justru jangan seperti penemu teknik metode meditasi dan mengklaim meditasi nya dapat mencapai nibbana tetapi penemu itu belum mencapai nibbana.

baca yang baik bro....anda salah paham yang saya maksudkan.
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline HokBen

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.525
  • Reputasi: 100
  • Gender: Male
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #49 on: 13 February 2009, 04:18:24 PM »

jadi kalau seseorang belum mencapai nibanna, cukuplah dia mengajarkan bagaimana caranya supaya tidak jatuh ke alam rendah?

btw, menurut bro marcedes, cara mencapai nibanna itu bagaimana?

hah?...kamu tanya saya cara mencapai nibbana?..

coba baca Tipitaka disitu sudah ada semua....itulah petunjuk mencapai nibbana...
sisanya pratekkan sendiri

ketika kita mengikuti petunjuk sang guru...mungkin kita nyasar dan tidak langsung sampai..
ibarat seperti yang dikatakan Sang buddha..jalan menuju Rajagaha..
tetapi dengan kemamuan,tekad,semangat,displin,konsentrasi....pasti bisa.
coba ulangi saja 37 faktor itu.

jadi kalau di dalam tripitaka tercantum cara mencapai nibanna, apakah seseorang yang belum mencapai nibanna tidak pantas mengajarkan isi tripitaka ke pada orang lain?

trus kalo menurut bro, jadi kalau seseorang belum mencapai nibanna, cukuplah dia mengajarkan bagaimana caranya supaya tidak jatuh ke alam rendah?

di tripitaka tertulis tentang JMB8, ketika seorang murid sekolah minggu bertanya pada gurunya apa isi JMB8, apakah si guru sekolah minggu pantas untuk memberitahukan isinya?

ketika di mata kuliah agama Buddha, seorang mahasiswa bertanya pada dosennya, apakah isi dari 4 kebenaran mulia? apakah si dosen, yang bisa jadi belum mencapai nibanna, pantas untuk menjawab itu?
wah...seperti nya anda coba baca ulang postingan saya baik-baik...
saya tidak mengatakan bahwa seseorang tidak pantas mengajarkan Tripitaka/tipitaka apabila dia belum mencapai nibbana.
lalu atas dasar apa anda berkata demikian.....

yang saya katakan adalah

Quote
tergantung ingin sampai dimana....kalau standard-nya tidak ingin tenggelam...saya rasa perenang biasa saja sudah bisa...

tapi kalau standard-nya ingin juara olimpiade...bagaimana mungkin juara lomba tingkat pemula.....mengajarkan cara untuk memenangkan juara olimpiade. ^^

kita ambil contoh nyata saja...
seorang bikkhu belum mencapai nibbana.......sudah berani mengemukakan metode meditasi nya...
dengan berkata "metode meditasi yang saya temukan ini,dapat mencapai nibbana"
tetapi diri nya sendiri belum mencapai nibbana....apakah ini pantas?


ibarat seorang apoteker mengatakan bahwa "zat A...campur zat B...hasilnya merupakan obat sembuh dari kanker"
tapi apoteker itu sendiri sudah makan hasil campurannya belum juga sembuh dari kanker....

baca baik-baik......salah paham ntar. ^^

justru jangan seperti penemu teknik metode meditasi dan mengklaim meditasi nya dapat mencapai nibbana tetapi penemu itu belum mencapai nibbana.

baca yang baik bro....anda salah paham yang saya maksudkan.

oooohhh...
ok.. jadi yang dimaksud itu adalah ga pantas kalau seseorang itu mengajarkan cara ciptaan dia sendiri (yang diklaim dapat mencapai nibanna) sedangkan dia sendiri ga mencapai nibanna... <== kalo ini gw setuju

ok... :D
missunderstanding.....

Offline truth lover

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 392
  • Reputasi: 3
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #50 on: 14 February 2009, 10:54:38 AM »
Pak guru parno mengajarkan caranya membuat alkohol yaitu dengan fermentasi karbohidrat atau gula.

Pak guru Parno mungkin memiliki pengetahuan lengkap mengenai cara membuat alkohol, walaupun dia sendiri belum pernah praktek membuat alkohol, bukan berarti caranya tidak dapat dipraktekkan, mungkin kita bisa membuat alkohol dengan metode yang diajarkan oleh pak guru Parno. Walaupun bisa dipraktekkan Pak guru Parno tidak bisa dianggap sebagai penemu metode pembuatan alkohol, ia hanya penerus metode.

Pada kisah lain lagi si Pailul memasarkan metodenya untuk melipat gandakan uang dengan metode membaca mantra tertentu yang ia yakini akan berhasil, padahal ia sendiri belum pernah berhasil melipat gandakan uang dengan metode tersebut, inilah yang saya maksudkan pandir, atau malah penipu?

lebih jelas lagi kan?   :)
« Last Edit: 14 February 2009, 10:56:26 AM by truth lover »
The truth, and nothing but the truth...

Offline ENCARTA

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 797
  • Reputasi: 21
  • Gender: Male
  • love letters 1945
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #51 on: 14 February 2009, 11:13:54 AM »
^ uda coba membaca 1 mantra? berguna tidak?

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #52 on: 16 February 2009, 08:58:16 AM »
Lebih baik mengenai perbedaan2 ini hendaknya tidak perlu dilanjutkan lagi dan sebaiknya marilah kita semua melakukan hal yang lebih bermanfaat bagi perkembangan batin kita

dear ALL,

Jangan sampai kita ingin memberitahu mengenai hal yg bermanfaat tapi dengan melakukan hal yg tidak bermanfaat (akusala)


semoga bermanfaat

metta

Hayo...hayo.... inget loh, membincangkan orang lain, sedikit melanggar sila looh...... karena muncul dosa mula citta (walau setitik aja he3)

metta

Offline dedy

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 6
  • Reputasi: -1
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #53 on: 20 July 2009, 09:33:38 PM »
 ^:)^sesungguhnya banyak terjadi kesalah pahaman  :)PANDANGAN  TERHADAP BUDDHA METTEYYA.

perlu saya tambahkan bahawa Ini bisa dibuktikan melalui sabda Buddha Sakyamuni yang disampaikan 3000 tahun yang lalu, "Manusia akan mengalami masa kehancuran pada lima ratus tahun yang kelima setelah Buddha Sakyamuni parinibbana.
Ini juga merupakan masa persaingan/pergolakan"
 ^:)^  (Lima ratus tahun yang pertama merupakan masa keterbebasan, umat manusia sungguh-sungguh mengamalkan Buddha Dharma hingga mencapai keterbebasan.
Lima ratus tahun yang kedua, masa samadhi; para pembina giat bersamadhi hingga mencapai kesucian diri namun kurang dalam perjuangan penyelamatan umat manusia.
 Lima ratus tahun yang ketiga, era pemahaman dharma; manusia hanya terikat dalam literatur dharma namun tidak mengamalkan dengan nyata.
Lima ratus tahun yang keempat, zaman di mana umat manusia terikat dalam aktivitas pembangunan vihara yang besar.)
kemudian SANG BUDDHA bersabda bahwa " pada lima ratus tahun kelima bahwa BUDDHA METTEYYA akan melanjutkan dharma2-Ku. ^:)^

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #54 on: 20 July 2009, 09:45:54 PM »
baru baca nich literatur di atas, dapet dari mana??

Offline Mr.Jhonz

  • Sebelumnya: Chikennn
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.164
  • Reputasi: 148
  • Gender: Male
  • simple life
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #55 on: 20 July 2009, 10:23:17 PM »
Panas lg ni.. ;D

btw,pembahasan maitreya sepertinya tidak ada ujungnya ya?
buddha; "berjuanglah dengan tekun dan perhatian murni"

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #56 on: 21 July 2009, 01:41:37 AM »
[at] dedy

literatur anda membuat saya bingung ..... dan terbengong-bengong  ::) ???

Siapa yg sesungguhnya terjadi kesalah pahaman pandangan?? ....

 _/\_
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #57 on: 21 July 2009, 01:19:01 PM »
^:)^sesungguhnya banyak terjadi kesalah pahaman  :)PANDANGAN  TERHADAP BUDDHA METTEYYA.

perlu saya tambahkan bahawa Ini bisa dibuktikan melalui sabda Buddha Sakyamuni yang disampaikan 3000 tahun yang lalu, "Manusia akan mengalami masa kehancuran pada lima ratus tahun yang kelima setelah Buddha Sakyamuni parinibbana.
Ini juga merupakan masa persaingan/pergolakan"
 ^:)^  (Lima ratus tahun yang pertama merupakan masa keterbebasan, umat manusia sungguh-sungguh mengamalkan Buddha Dharma hingga mencapai keterbebasan.
Lima ratus tahun yang kedua, masa samadhi; para pembina giat bersamadhi hingga mencapai kesucian diri namun kurang dalam perjuangan penyelamatan umat manusia.
 Lima ratus tahun yang ketiga, era pemahaman dharma; manusia hanya terikat dalam literatur dharma namun tidak mengamalkan dengan nyata.
Lima ratus tahun yang keempat, zaman di mana umat manusia terikat dalam aktivitas pembangunan vihara yang besar.)
kemudian SANG BUDDHA bersabda bahwa " pada lima ratus tahun kelima bahwa BUDDHA METTEYYA akan melanjutkan dharma2-Ku. ^:)^

Sumbernya plis?? sekarang udah 2.552 tahun jika dihitung dari mahaprinibbananya Buddha Gautama, dan belum ada buddha metteya tuh........

bahkan ajaran buddha gautama aja, masih tetap eksis

Offline Sunce™

  • Sebelumnya: Nanda
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.351
  • Reputasi: 66
  • Gender: Male
  • Nibbana adalah yang Tertinggi
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #58 on: 21 July 2009, 02:28:08 PM »
mereka tidak mengajarkan dhamma.

Offline Xcript

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 137
  • Reputasi: 8
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #59 on: 18 August 2009, 12:01:11 PM »
Menurut pemahamanku,

Bodhisatva Metteya belum mengajar Dhamma
laksana Dhamma yang diajarkan oleh seorang
Sammasambuddha, tapi sedang berlatih diri
di alam Tusitta.
Kesembuhan itu datang dari obat yang sangat pahit