Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?  (Read 16831 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline chingik

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 924
  • Reputasi: 44
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #30 on: 12 February 2009, 03:53:35 PM »
seorang yang belum mencapai nibbana tetapi mengajarkan hal tentang mencapai nibbana....apakah hal itu pantas?

berarti Bhante yang ceramah Dhamma apa itu disebut tidak pantas? Bisa jadi Bhante ybs belum mencappai Nibanna, trus berceramah tentang 4 Kebenaran Mulia...

mungkin yang tidak pantas adalah mengajarkan tentang pencapaian Nibanna sedangkan si pengajarpun sehari-harinya melakukan pelanggaran sila dengan sengaja.... misal, penceramah tapi saban hari kerjaannya selingkuh sama istri orang, make drugs, dll...

Bagus penjelasannya bro Hokben, hehe..
Ada tanggapan bro Marcedes?

Offline chingik

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 924
  • Reputasi: 44
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #31 on: 12 February 2009, 03:54:45 PM »
Dalam tradisi Theravada sering mendengar bhw Bodhisatta saat terlahir di surga Tusita masih belum sanggup mengajarkan dhamma (Alasannnya karena Bodhisatta tersebut belum menjadi Buddha). Apakah ada referensi dari pernyataan tsb? Kalau ada mohon dishare  _/\_ 

btw, apakah kata "dhamma" menurut hemat anda HARUS dan HANYA mengacu kpd "hal teknis akademis" saja?

ika.
Tidak harus dan tidak hanya.

Offline chingik

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 924
  • Reputasi: 44
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #32 on: 12 February 2009, 03:56:53 PM »
hanya seorang sammasambuddha-lah yang bisa mengajarkan jalan pembebasan (arahanta magga)...

Savaka Buddha emangnya ga bisa?

Quote
hanya bisa mengajarkan 5 sila atau 10 sila belum-lah dikatakan mengajarkan jalan pembebasan. belum lengkap...
Memang iya, lalu apa hubungannya?

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #33 on: 12 February 2009, 05:11:54 PM »
Dear All,

Berikut adalah sedikit penjelasan mengenai Buddha.

Arti Buddha (dalam Khuddaka Nikaya) adalah:

- Dia Sang Penemu (Bujjhita) Kebenaran
- Ia yang telah mencapai Pengerangan Sempurna
- Ia yang memberikan penerangan (Bodhita) dari generasi ke generasi
- Ia yang telah mencapai kesempurnaan melalui 'penembusan', sempurna penglihatannya, dan mencapai kesempurnaan tanpa bantuan siapapun.

Di dalam Anguttara Nikaya Tikanipata 20/265, disebutkan tentang sifat-sifat mulia Sang Buddha, atau disebut Buddhaguna. Ada sembilan Buddhaguna, yaitu:

Araham= manusia suci yang terbebas dari kekotoran batin
Sammasambuddho = manusia yang mencapai penerangan sempurna dengan usahanya sendiri
Vijjacaranasampanno = mempunyai pengetahuan sempurna dan tindakannya juga sempurna
Sugato = yang terbahagia
Lokavidu = mengetahui dengan sempurna keadaan setiap alam
Anuttaro purisadammasarathi = pembimbing umat manusia yang tiada bandingnya
Satta devamanussanam = guru para dewa dan manusia
Buddho = yang sadar
Bhagava = yang patut dimuliakan (dijunjung)
Tingkat kebuddhaan adalah tingkat pencapaian penerangan sempurna. Menurut tingkat pencapaiannya, Buddha dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

Samma sambuddha

Orang yang mencapai tingkat kebuddhaan dengan usahanya sendiri, tanpa bantuan mahluk lain
Mampu mengajarkan ajaran yang ia peroleh (Dhamma) kepada mahluk lain
Yang diajar tersebut bisa mencapai tingkat-tingkat kesucian seperti dirinya
 

Pacceka Buddha

Orang yang mencapai tingkat kebuddhaan dengan usahanya sendiri, tanpa bantuan mahluk lain
Tidak mengajarkan ajaran yang ia peroleh kepada mahluk lain secara meluas
Yang diajar tersebut belum mampu mencapai tingkat-tingkat kesucian seperti dirinya.
 

Savaka Buddha

Orang yang mencapai tingkat kebuddhaan karena mendengarkan dan melaksanakan ajaran dari Sammasambuddha
Mampu mengajarkan ajaran yang ia peroleh kepada mahluk lain.
Yang diajar bisa mencapai tingkat-tingkat kesucian seperti dirinya.
 
Lebih baik mengenai perbedaan2 ini hendaknya tidak perlu dilanjutkan lagi dan sebaiknya marilah kita semua melakukan hal yang lebih bermanfaat bagi perkembangan batin kita

semoga bermanfaat

metta

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #34 on: 12 February 2009, 06:06:27 PM »
seorang yang belum mencapai nibbana tetapi mengajarkan hal tentang mencapai nibbana....apakah hal itu pantas?

berarti Bhante yang ceramah Dhamma apa itu disebut tidak pantas? Bisa jadi Bhante ybs belum mencappai Nibanna, trus berceramah tentang 4 Kebenaran Mulia...

mungkin yang tidak pantas adalah mengajarkan tentang pencapaian Nibanna sedangkan si pengajarpun sehari-harinya melakukan pelanggaran sila dengan sengaja.... misal, penceramah tapi saban hari kerjaannya selingkuh sama istri orang, make drugs, dll...

Bagus penjelasannya bro Hokben, hehe..
Ada tanggapan bro Marcedes?
jika seorang bikkhu belum mencapai nibbana...tetapi mengajarkan ttg mencapai nibbana..hal itu tidak pantas bagi bikkhu tersebut...

tetapi jika bikkhu mengajarkan hal-hal yang selaras dengan dhamma(seperti tidak membunuh,mencuri,moralitas,dsb-nya) hal ini masih sah-sah saja..karena tidak membunuh bukan berarti mencapai nibbana.

1.ini diibaratkan..bahwa seseorang yang belum tahu bagaimana cara berenang...tetapi berani mengajarkan berenang kepada orang lain...( ini tidak pantas )

2.dengan seseorang yang belum tahu berenang...tetapi mengajarkan langkah apa yang harus di lakukan jika tidak ingin tenggelam (seperti pakai pelampung sebagai dasar)  ( ini masih bisa...seperti ceramah dasar di vihara-vihara )

semoga di mengerti maksud saya..^^

« Last Edit: 12 February 2009, 06:10:43 PM by marcedes »
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.434
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #35 on: 12 February 2009, 06:37:32 PM »
apakah orang yang mengajarkan cara berenang harus seorang peraih medali emas olimpiade?
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #36 on: 12 February 2009, 06:42:00 PM »
hanya seorang sammasambuddha-lah yang bisa mengajarkan jalan pembebasan (arahanta magga)...

Savaka Buddha emangnya ga bisa?

Quote
hanya bisa mengajarkan 5 sila atau 10 sila belum-lah dikatakan mengajarkan jalan pembebasan. belum lengkap...
Memang iya, lalu apa hubungannya?


bisa donk... mr. google saja bisa mengajarkan jalan pembebasan (teoritis)... tetapi tidak menjadikan mr.google sebagai sammasambuddha...

VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #37 on: 12 February 2009, 06:50:18 PM »
apakah orang yang mengajarkan cara berenang harus seorang peraih medali emas olimpiade?
tergantung ingin sampai dimana....kalau standard-nya tidak ingin tenggelam...saya rasa perenang biasa saja sudah bisa...

tapi kalau standard-nya ingin juara olimpiade...bagaimana mungkin juara lomba tingkat pemula.....mengajarkan cara untuk memenangkan juara olimpiade. ^^

kita ambil contoh nyata saja...
seorang bikkhu belum mencapai nibbana.......sudah berani mengemukakan metode meditasi nya...
dengan berkata "metode meditasi yang saya temukan ini,dapat mencapai nibbana"
tetapi diri nya sendiri belum mencapai nibbana....apakah ini pantas?

ibarat seorang apoteker mengatakan bahwa "zat A...campur zat B...hasilnya merupakan obat sembuh dari kanker"
tapi apoteker itu sendiri sudah makan hasil campurannya belum juga sembuh dari kanker....
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline chingik

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 924
  • Reputasi: 44
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #38 on: 12 February 2009, 09:14:15 PM »
Thanks bro markos telah mengingatkan kita semua.

Offline ENCARTA

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 797
  • Reputasi: 21
  • Gender: Male
  • love letters 1945
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #39 on: 12 February 2009, 10:03:48 PM »
kalau untuk mencapai tepinya saja,, perenang PON bisa gak?

Offline HokBen

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.525
  • Reputasi: 100
  • Gender: Male
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #40 on: 13 February 2009, 12:14:59 AM »
seorang yang belum mencapai nibbana tetapi mengajarkan hal tentang mencapai nibbana....apakah hal itu pantas?

berarti Bhante yang ceramah Dhamma apa itu disebut tidak pantas? Bisa jadi Bhante ybs belum mencappai Nibanna, trus berceramah tentang 4 Kebenaran Mulia...

mungkin yang tidak pantas adalah mengajarkan tentang pencapaian Nibanna sedangkan si pengajarpun sehari-harinya melakukan pelanggaran sila dengan sengaja.... misal, penceramah tapi saban hari kerjaannya selingkuh sama istri orang, make drugs, dll...

Bagus penjelasannya bro Hokben, hehe..
Ada tanggapan bro Marcedes?
jika seorang bikkhu belum mencapai nibbana...tetapi mengajarkan ttg mencapai nibbana..hal itu tidak pantas bagi bikkhu tersebut...

tetapi jika bikkhu mengajarkan hal-hal yang selaras dengan dhamma(seperti tidak membunuh,mencuri,moralitas,dsb-nya) hal ini masih sah-sah saja..karena tidak membunuh bukan berarti mencapai nibbana.

1.ini diibaratkan..bahwa seseorang yang belum tahu bagaimana cara berenang...tetapi berani mengajarkan berenang kepada orang lain...( ini tidak pantas )

2.dengan seseorang yang belum tahu berenang...tetapi mengajarkan langkah apa yang harus di lakukan jika tidak ingin tenggelam (seperti pakai pelampung sebagai dasar)  ( ini masih bisa...seperti ceramah dasar di vihara-vihara )

semoga di mengerti maksud saya..^^


jadi kalau seseorang belum mencapai nibanna, cukuplah dia mengajarkan bagaimana caranya supaya tidak jatuh ke alam rendah?

btw, menurut bro marcedes, cara mencapai nibanna itu bagaimana?

Offline truth lover

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 392
  • Reputasi: 3
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #41 on: 13 February 2009, 12:46:06 AM »
kita ambil contoh nyata saja...
seorang bikkhu belum mencapai nibbana.......sudah berani mengemukakan metode meditasi nya...
dengan berkata "metode meditasi yang saya temukan ini,dapat mencapai nibbana"
tetapi diri nya sendiri belum mencapai nibbana....apakah ini pantas?

Mengajarkan metode meditasi temuan sendiri yang diklaim bisa membawa pada pencerahan, tapi ia sendiri belum mencapai pencerahan? Berani amat? Apakah ada bhikkhu se-pandir itu?

Quote
ibarat seorang apoteker mengatakan bahwa "zat A...campur zat B...hasilnya merupakan obat sembuh dari kanker"
tapi apoteker itu sendiri sudah makan hasil campurannya belum juga sembuh dari kanker....

Menurut saya apotekernya pandir.    ???
« Last Edit: 13 February 2009, 12:49:45 AM by truth lover »
The truth, and nothing but the truth...

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #42 on: 13 February 2009, 10:02:36 AM »

jadi kalau seseorang belum mencapai nibanna, cukuplah dia mengajarkan bagaimana caranya supaya tidak jatuh ke alam rendah?

btw, menurut bro marcedes, cara mencapai nibanna itu bagaimana?

hah?...kamu tanya saya cara mencapai nibbana?..

coba baca Tipitaka disitu sudah ada semua....itulah petunjuk mencapai nibbana...
sisanya pratekkan sendiri

ketika kita mengikuti petunjuk sang guru...mungkin kita nyasar dan tidak langsung sampai..
ibarat seperti yang dikatakan Sang buddha..jalan menuju Rajagaha..
tetapi dengan kemamuan,tekad,semangat,displin,konsentrasi....pasti bisa.
coba ulangi saja 37 faktor itu.
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #43 on: 13 February 2009, 10:04:04 AM »
kita ambil contoh nyata saja...
seorang bikkhu belum mencapai nibbana.......sudah berani mengemukakan metode meditasi nya...
dengan berkata "metode meditasi yang saya temukan ini,dapat mencapai nibbana"
tetapi diri nya sendiri belum mencapai nibbana....apakah ini pantas?

Mengajarkan metode meditasi temuan sendiri yang diklaim bisa membawa pada pencerahan, tapi ia sendiri belum mencapai pencerahan? Berani amat? Apakah ada bhikkhu se-pandir itu?

Quote
ibarat seorang apoteker mengatakan bahwa "zat A...campur zat B...hasilnya merupakan obat sembuh dari kanker"
tapi apoteker itu sendiri sudah makan hasil campurannya belum juga sembuh dari kanker....

Menurut saya apotekernya pandir.    ???

nah,inilah yang saya katakan tidak pantas.....
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline William_phang

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.101
  • Reputasi: 62
Re: Dewa Bodhisatta di Tusita Tidak Mengajarkan dhamma?
« Reply #44 on: 13 February 2009, 11:39:06 AM »
apakah orang yang mengajarkan cara berenang harus seorang peraih medali emas olimpiade?
tergantung ingin sampai dimana....kalau standard-nya tidak ingin tenggelam...saya rasa perenang biasa saja sudah bisa...

tapi kalau standard-nya ingin juara olimpiade...bagaimana mungkin juara lomba tingkat pemula.....mengajarkan cara untuk memenangkan juara olimpiade. ^^

kita ambil contoh nyata saja...
seorang bikkhu belum mencapai nibbana.......sudah berani mengemukakan metode meditasi nya...
dengan berkata "metode meditasi yang saya temukan ini,dapat mencapai nibbana"
tetapi diri nya sendiri belum mencapai nibbana....apakah ini pantas?

ibarat seorang apoteker mengatakan bahwa "zat A...campur zat B...hasilnya merupakan obat sembuh dari kanker"
tapi apoteker itu sendiri sudah makan hasil campurannya belum juga sembuh dari kanker....


nah kalo gitu kayaknya dunia ini tidak ada menciptakan obat lagi....hehhee...
setau saya orang yang menciptakan obat baru itu biasanya dalam kondisi sehat dan dia tidak uji obat itu pada dirinya sendiri.......hehehe